You are on page 1of 5

METODE PELAKSANAAN

A.

DIVISI UMUM
Mobilisasi dan Demobilitasi
Pekerjaan mobilisasi paralatan dilaksanakan setelah pembersihan atau pembuatan jalan
masuk ke lokasi kerja selesai dilaksanakan untuk menghindari dari kecelakaankecelakaan yang tidak kita inginkan, Sedangkan mobilisasi tenaga kerja dapat
dilaksanakan untuk membantu pekerja lokal dalam hal pembersihan dan pembuatan jalan
masuk tersebut. Penggunaan alat-alat berat yang dibutuhkan segera didatangkan ke
lokasi untuk kelancaran proses pekerjaan dilapangan agar jangka waktu pelaksanaan
tercapai tepat waktu.
Adapun alat-alat berat yang dibutuhkan terdiri dari :
1. Dump Truck
2. Wheel Loader
3. Motor Grader
4. Vibrator Roller
5. Concreate Mixer
6. Water Tanker
Pada lokasi pekerjaan dibuatkan Direksi Keet, Base Camp, Wc dan Gudang
penyimpanan barang. Tempat tersebut dibuat pada daerah sentral dari seluruh lokasi
pekerjaan agar pengontrolan dan aktifitas pekerja lebih mudah dengan pertimbangan
faktor efisiensi.

B.

DIVISI PEKERJAAN TANAH
a. Lingkup Pekerjaan
Meliputi semua pekerjaan, peralatan, bahan-bahan yang ber hubungan dengan
galian dan timbunan untuk konstruksi seperti

tercantum dalam spesifikasi dan

gambar-gambar.
b. Penggalian tanah
Pada waktu pelaksanaan penggalian tanah untuk pondasi, pemborong harus
merencanakan pengurugan sementara dengan memperhatikan kemungkinan adanya
lalu lintas kendaraan disekitar tepi galian agar tidak terjadi kelongsoran yang dapat
merugikan/merusak bangunan disekitarnya dan menghambat pelaksanaan. Untuk
kedalamannya harus menurut gambar Bestek dan mendapat persetujuan Konsultan
Tehnik.
Dasar galian tanah sesuai dengan gambar. Dan jika ternyata dasar galian lebih dalam
dari yang ditentukan dalam gambar, maka bagian yang terlalu dalam tersebut harus

DIVISI STRUKTUR a. Timbunan dilakukan dengan pemadatan lapis demi lapis untuk mencapai kepadatan yang maksimal. Bahan Agregat ini didatangkan dengan dari luar. Untuk mutu dari agregat tersebut kami terlebih dahulu kami meminta persetujuan/referensi dari pengawas direksi agar bahan yang kami datangkan tersebut sesuai dengan permintaan seperti tercantum dalam kontrak. Semua biaya untuk mendapatkan air bersih dan menjadi tanggungan sekolah/komite. asam. Penyiapan Badan Jalan Sebelum badan jalan disiapkan terlebih dahulu dilakukan pembersihan badan jalan dari semua sampah. yang membuktikan bahwa air tersebut bermutu baik dan memenuhi syarat. . Beton K .diurug dengan pasir pasang yang dipadatkan lapis demi lapis dengan ketentuan biaya tersebut ditanggung oleh Kontraktor. Lebar galian sebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. Lapisan agregat ini dilaksanakan dengan pemadatan yang sempurna untuk menjaga agar badan jalan tersebut kokoh dan tidak mudah longsor. Timbunan tanah Timbunan tanah dilakukan dengan baik dengan menggunakan tanah pilihan sesuai dengan spesifikasi tehnik.250 Air Air bersih dan bebas dari segala macam campuran/larutan minyak. garam dan bahan-bahan organik. Pemadatan dilakukan dengan penyiraman-penyiraman supaya kepadatan yang diharapkan dapat terlaksana sebagaimana mestinya. Timbunan dari tanah bekas galian bisa dilakukan jika tanah yang digali tersebut memenuhi spesifikasi sebagai bahan tanah timbun dan seandainya tanah tersebut adalah tanah yang kualitasnya kurang bagus. c. basa. kotoran dan juga kayu-kayu yang dapat mengurangi kwalitas pekerjaan. Badan jalan disiapkan sedemikian rupa sehingga pada saat penimbunannya bisa dikerjakan dengan baik sehingga mutu yang ingin dicapai dapat terwujud. DIVISI PERKERASAN BERBUTIR Lapis Pondasi Agregat Kelas B Sesudah badan jalan disiapkan dengan penyiraman secukupnya dapat dilakukan pekerjaan pondasi Agregat kelas B. Dipergunakan air sumur/artesis (PDAM). maka tanah tersebut akan angkat dari lokasi kerja untuk dibuang ketempat lain. D. d. C.

kerang. sesuai dengan sifat pekerjaannya dan tidak kelihatan bergetar atau melentur selama melaksanakan pekerjaan serta mudah dibongkar tanpa merusak konstruksi. b.C yang dapat dipergunakan adalah semen Andalas atau yang setaraf. Banyak air yang dipergunakan untuk tiap susunan campuran beton tersebut disesuaikan dengan kebutuhannya seperti diuraikan dalam SK SNI T – 15 – 1991 – 03. Besi beton yang dipergunakan tidak mempunyai cacat seperti serpih. sehingga didapatkan konstruksi beton yang cocok dengan fungsinya. dan tidak berkarat. Susunan Adukan Beton Untuk beton biasa dipergunakan susunan campuran Pc : Ps : Kr = 1 : 2 : 3. PC dalam kantong-kantong yang rusak dalam kantong sama sekali tidak akan dipergunakan.C dengan satu merk dan yang bermutu baik/tinggi. Baja Tulangan U 24 Polos Besi Beton dan Kawat Pengikat Besi beton yang dipergunakan adalah berkwalitas baik. garam dan sebagainya. golongan. retak. Besi beton bersih dari kotoran. lipatan atau bagian-bagian yang tidak sempurna. lemak dan karat yang lepas. Selanjutnya harus memenuhi syarat-syarat dalam SK–SNI T–15–1991–03. Kekerasan dan gradasinya harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana yang disebutkan dalam SK-SNI T – 15 – 1991 – 03. Besi beton yang dipergunakan adalah yang berbentuk penampang bulat dan berupa batang polos atau butiran. Antara tulangan-tulangan yang lebih dari satu lapis akan dipisah satu sama lain dengan potongan-potongan baja sebagai ganjal. Kalau dibengkok tidak boleh retak atau pecah. Pekerjaan Besi Beton Tulang betul-betul bebas dari acuan/bekesting dan werkvloer dengan menempati potongan-potongan kecil yang terbuat dari beton rapat air diantara tulangan acuan/werkvloer. . Selanjutnya standart P. Pekerjaan Kayu Acuan (Bekesting) Kayu Acuan/Bekesting kayu yang bermutu baik sehingga dapat dipasang setepattepatnya. Kawat pengikat harus berkwalitas lunak. Kayu yang dipergunakan untu stieger terdiri dari kayu yang bermutu baik sehingga dapat memberi jaminan kekuatan. tanah. Pasir dan Kerikil Pasir kerikil bersih dan bebas dari segala macam kotoran baik bahan organis maupun lumpur.Semen (Portland Cement) selanutnya disingkat : PC) Dipergunakan P.

Air yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : .Bahan asal adalah batu besar kemudian dibelah menjadi batu belah (berukuran lebih kecil) dengan sudut-sudut tajam dan bersegi banyak (setelah dibelah ukuran batu menjadi o < 20 cm).Sebelum pemasangan. . dibuat profil yang ukurannya sesuai dengan gambar-gambar yang dimaksud. Beton selama seminggu sesudah dituangkan senantiasa dibasahi. dasar galian pondasi diberi lapisan pasir pasang dan batu kosong yang ketebalannya masing-masing sesuai dengan gambar. pada perhentian/penundaan pengecoran. Antara batu dengan batu harus diberi spesi (antara batu dengan batu tidak boleh bersentuhan langsung tanpa spesi). . .Pemasangan dilakukan lapis demi lapis.Mempunyai kadar keasaman dan basa netral (Ph + 7) . yaitu pasir/agregat halus. acuan dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti serbuk gergaji.Permukaan bagian atas pasangan Batu Gunung harus rata (Water pass).Batu harus bersih dari tanah/lumpur dan kotoran-kotoran lainnya. Pada tempat-tempat yang akan dipasang kolom praktis harus diberi stick besi beton.Bahan batu adalah sejenis batu yang keras.Bisa digunakan untuk konsumsi (diminum) . berat. .Tidak berbau . tidak porous dan berwarna kehitam-hitaman. Bahan/material yang digunakan. Baik didalam beton maupun didalam acuan dihindari terjadinya kantong-kantong gelembung. c. Bahan batu kali yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : . adukan beton setelah dituangkan di dalam acuan digetarkan sehingga beton padat dan tidak keropos. maka diatas permukaan yang akan dilakukan pengecoran tersebut diberi plastic atau Building paper untuk mencegah pengaliran air.Dapat diperoleh dengan mudah disekitar lokasi Proyek. Pemasangan Pondasi Batu Gunung harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut : .Sebelum pemasangan batu. Pasangan Batu Pekerjaan pasangan Pondasi Batu Gunung dikerjakan pada pekerjaan saluran sesuai dengan gambar bestek. .Adukan/spesi yang digunakan minimal 1 Pc : 4 Ps . tanah dan lain-lain dan dibasahi secukupnya. Memenuhi syarat-syarat yang diuraikan dalam SK SNI T – 15 – 1991 – 03. .Pekerjaan Pengecoran dan Pembongkaran Acuan Sebelum adukan beton dicor kedalam acuan. dan rongga-rongga diisi dengan batu yang sesuai dengan besarnya serta diberi spesi secukupnya. semen dan air. Sebelum dilakukan pengecoran lanjutan.Tidak berwarna . diberi spesi dan dikasarkan (digaris-garis silang).

VERONICA INDO RAYA (NURAINI) Direktris . 14 Juni 2005 Penawar..Pelaksanaan Pemasangan Pondasi Batu Gunung tersebut harus dilakukan sesuai dengan ukuran-ukuran dalam gambar serta petunjuk-petunjuk dari direksi/pengawas lapangan Aceh Besar. CV.