You are on page 1of 110

Anatomi

SISTEM TULANG
(Skelet / Osteologi)
By Sawiji Amani
Mobile phone: 081 328 028333
E-mail: sawijiamani@gmail.com
Basic Sciences Department
Muhammadiyah Gombong University
Central Java Indonesia

Kartilago/Jaringan Tulang Rawan
Kandungan air banyak
Tidak mempunyai pembuluh darah & syaraf
Dikelilingi perichondrium
Embryologi, tulang manusia pada awalnya terbentuk
dari jaringan tulang rawan dan membran fibrosa.
Selama perkembangan sebagian besar berubah mjd
tulang.
Terdapat 3 tipe dengan komponen dasar sama :
Chondrosit (sel penghasil cartilago) berdekatan
dengan Lacunae dalam ECM (extracellular matrix)

Tipe Cartilago – 1)Cartilago Hyalin

Mendukung, flexibilitas, &
resilience – mrpkn cartilago
terbanyak
1) Cartilago Articularis –

menutupi ujung tulang panjang
2) Cartilago Costalis – hubungan

iga dg sternum
3) Cartilago Respiratorius –
laring & jalan napas
4) Cartilago Nasalis mendukung hidung

Tipe Cartilago – 2) Cartilago Elastis
Sama dg cartilago hyalin
tapi mengandung serabut
elastis, lebih fleksibel
dibanding hyalin
1) Telinga luar (pinna)
2) Epiglottis

Tipe Cartilago – 3)Fibrocartilago
Mampu menahan
tekanan yang kuat,
berisi serabut kolagen
1) Diskus Intervertebralis
2) Simphisis Pubis
3) Kartilago Artikularis
Lutut (meniscus)

Cartilago pd Tubuh Manusia

Os Ulna. 5. OS Radios dan lain-lain. Long Bones : Os femur. Short bone : Wirst or carpal bones (kecuali os pisiform). 6.Pembagian tulang menurut bentuk dan lokasinya : 1. 3. Flat bone : Osses cranial bones Irregular bones : Corpus vertebral Sesamoid bones : Os patella Sutural bones . 4. 2.

.

Struktur 1)Tulang Panjang Diaphysis – batang tubuler membentuk aksis tulang panjang. Tersusun dari tulang kompakta dikelilingi rongga medulla central yang mengandung sumsum tulang Epiphysis – ujung tulang panjang Permukaan sendi ditutup dg kartilago hialin articularis Linea Epifisealis memisahkan diaphysis dengan epiphyses Metaphysis – tempat epiphysis & diaphysis bertemu .

.

disuplai dg serabut saraf. pembuluh darah dan limfe masuk ke tulang via foramen nutricia Dilekatkan tulang oleh serabut Sharpey (kolagen) Lapisan osteogenik disusun oleh osteoblast & osteoclast .Membran Tulang – Periosteum & Endosteum Periosteum – membran pelindung berlapis 2.

Membran Tulang – Periosteum & Endosteum Periosteum – titik perlekatan tendon & ligament Endosteum – membran penutup permukaan dalam tulang menutupi trabekula tulang spongiosa. membatasi saluran dalam tulang kompakta dan mengandung osteoblast & osteoclast .

ligament dan tendon. depresi & lubang sbg tempat perlekatan otot.Gross Anatomy of Bones Permukaan luar tulang – proyeksi. dan tempat pembuluh darah dan saraf Tulang kompakta – lapisan luar padat Tulang spongiosa – berongga spt sarang lebah dan berisi sumsum tulang .

.

Struktur 2)Tulang Datar. pada sisi dalam Tak punya diaphysis/ epiphysis Mengandung sumsum tulang diantara trabeculae .melapisi tulang spongiosa. diploë. Pendek & Irregular Lempeng periosteummenutup tulang kompakta pada sisi luar dg endosteum.

Lokasi Jaringan Hematopoietik (Sumsum merah) Sumsum Kuning – jaringan serabut yang mengandung lemak Sumsum merah– jaringan yang mengandung berbagai tahap pembentukan sel darah merah Bayi : sumsum merah terdapat dalam cavitas medullaris di diaphysis & semua tempat tulang spongiosa Dewasa : sumsum merah terdapat dalam diploë tulang datar (sternum and ilium) & caput femur & humerus .

glikoprotein & kolagen .Komposisi Organis Tulang Sel: Osteoblast – sel pembentuk tulang Osteosit – sel tulang matang Osteoclast – sel besar yang meresorbsi/merusak matriks tulang Osteoid – matriks tulang tak bermineral terdiri atas proteoglikan.

.

bertanggung jawab terhadap kekerasan tulang dan ketahanan terhadap tekanan .terutama berupa kalsium fosfat – kristal kecil di sekeliling serabut kollagen .Komposisi Anorganis Tulang Hidroksiapatit/garam mineral .65 % massa tulang .

.

Pertumbuhan Tulang Panjang Longitudinal – cartilago terus tumbuh dan kemudian digantikan oleh tulang Aposisional (remodeling) – tulang diresorbsi pada permukaan endosteal dan menambah permukaan periosteal .

aktivitas lempeng epiphysis dirangsang oleh growth hormon (dari anterior pituitary) Selama pubertas. mengakhiri pertumbuhan tulang panjang .Pengaturan Hormon Pertumbuhan Tulang   Saat janin dan kanak-kanak. testosteron & estrogen mengatur pertumbuhan tulang • Awalnya meningkatkan pertumbuhan adolesen spurts • Menimbulkan maskulinisasi & feminisasi pada bagian tertentu tulang rangka (ex: tlg bahu melebar pd pria. tlg pinggul melebar pd wanita) • Kemudian menginduksi penutupan lempeng epiphisis.

Mekanisme Hormonal   Meningkatkan kadar Ca2+ darah yang merangsang tiroid mengeluarkan calcitonin Calcitonin merangsang endapan garam kalsium .

Mekanisme Hormonal   Penurunan kadar Ca2+ darah memberi sinyal kelenjar parathyroid mengeluarkan PTH PTH memberi sinyal ke osteoclas untuk mendegradasi matriks tulang& mengeluarkan Ca2+ ke dalam darah .

.

.

. epipisial plate or lines. 4. Darah Veneus : Melalui Vena periosteal. Vena Nutrient. Arteria Nutrien : Masuk tulang kompak melalui foramen nutrient untuk bagian dalam dari tulang kompak. tulang Spon. 2. diafisis.Epipise. sumsum tulang merah. Vena metafise dan Vena Epiphyse. Tulang bagian epiphyse. Arteria Epiphysis : Mensuplai darah ke sumsum merah.Vascularisasi pada Tulang 1. Arteria Metafise : Mensuplai darah ke sumsum tulang merah. 3.Arteria Periostalis : Masuk melalui canalis Volkman utk periosteum dan bagian luar dari tulang kompak.

Persyarafan Tulang mengikuti Sistem Darah Periosteum penuh saraf sensorik : -Rasa sakit -Rasa tarikan -dan lain-lain. Penuaan Jaringan Tulang : Hilangnya masa tulang dan kerapuhan .

Classification of Bones – 2 Axial Skeleton – bentuk aksis panjang dg tubuh. gelang bahu dan gelang panggul . Groups Contoh: tulang tengkorak. thoraks Appendicular Skeleton – berhubungan dg struktur tambahan Contoh : tulang pada anggota gerak atas & bawah. tulang belakang.

.

.

II.2 cranium et faciale .

.

.

.

.

.

Sinus paranasalis     Sinus Sinus Sinus Sinus etmoidalis frontalis maxillaris spenoidalis Lubang keluar Sinus frontalis : meatus media Sinus etmoidalis : meatus media meatus superior Sinus sphenoidalis : meatus superior Sinus maxillaris : meatus media Meatus inferior : ductus nasolacrimalis .

.

Nasal Cavity and Pharynx 1 2 3 4 .

.

II.3 baby vs adult .

- Os Frontale .

- Os Parietale (2 buah) .

- Os temporale (2 buah) .

- Os Occipitale .

- Os Sphenoidale .

Crista galli dan Concha nasalis superior serta medial. lamina cribosa. Bagian-bagian yang penting : Sinus ethmoidale.Os Ethmoidale Mirip seperti saringan atau spon Letak pada midline di daerah anterior dari basis kranii medial dari orbita anterior dari os sphenoidale dan posterior dari os nasale. - .

.

Tulang-tulang wajah terdiri dari : -Os Nasale (2 buah) Sepasang bertemu di garis tengah dan ini merupakan bagian tulang dari hidung. . Sedangkan sebagian besar dari hidung terdiri dari Cartilago.2.

- Bagian-bagian Os Maxilla yang penting : -Sinus Maxillaris -Processus alveolaris -Processus palatinus -Foramen infraorbital -Fissura orbitalis inferior .Os Maxillare (2 buah) Sepasang bersatu membentuk tulang rahang atas dan berhubungan langsung dengan semua tulang muka kecuali tulang mandibula. Os maxilla membentuk : -Sebagian dari dasar orbita -Dinding lateral dan dasar cavum nasi -Bagian besar palatum durum.

.

Tulang ini berhubungan dengan os frontale. os sphenoidale dan os temporale. Merupakan tulang muka yang paling kecil. - Os Lacrimale (2 buah) Merupakan tulang yang tipis dan secara kasar mirip dengan kuku jari. Pada tulang ini terdapat sakus lakrimalis. - . Terletak posterior dan lateral tulang hidung dan membentuk bagian medial dari orbita.Os Zygomaticum (2 buah) Membentuk penonjolan pada pipi dan bagian dinding lateral dan dasar dari tiap orbita.

.

Ke arah superior berhubungan dengan Pars perpendicularis ossis ethmoidalis dan ke inferior dengan os maxilla dan os palatine di garis tengah. Pada tulang ini terdapat Pars horizontale ossis palatini. - . Tulang ini membentuk bagian posterior dari palatum durum dan bagian dasar dan lateral dari cavum nasi dan sebagian kecil dasar orbita.Os Palatinum Bentuk seperti huruf L. - Os Vomer Bentuk segitiga merupakan bagian dari septum nasi.

- Os Mandibulare .

Tulang ini menggantung pada procesus styloideus os temporale dengan ligamentum dan otot. Terdiri dari corpus dan cornu mayor dan minor. - .Os hyiodium Tidak berartikulasio dengan tulangtulang yang lain. Tulang ini gampang patah pada pencekikan. Lokasinya pada leher bagian anterior antara mandibula dan larynx.

Macam-macam Sutura : -Sutura Coronalis -Sutura Sagitalis -Sutura Lambdoidea -Sutura Skuamusa . Hubungan tulang-tulang demikian khusus pada cranium. 1.Bangunan-bangunan khusus pada Cranium Sutura Adalah hubungan diantara tulang-tulang yang tidak bisa bergerak.

2. Macam-macam Sinus : -Sinus Frontalis -Sinus Sphenoidalis -Sinus Ethmoidalis -Sinus Maxilaris . SINUS Merupakan rongga-rongga pada tulang cranium atau tulang-tulang muka tertentu.

.

dan pada jaringan tulang- Macam : Fontanela mayor (anterior) dan Fontanela Minor (oksipitalis). FONTANELLA Merupakan cartilago fibrous yang terdapat tulang cranium embrio.3. .

Foramina Rotundun .Foramina Optic .Foramina Hypoglossal .Foramina Infraorbital .Foramina Carotikum .Foramina Supraorbital .Foramina Ovale . FORAMINA Adalah lubang-lubang yang terdapat pada tulangtulang cranium dan tulang-tulang wajah.Foramina Mandibular .Foramina Mastoid .Foramina Jugular . Macam-macam Foramina : .4.Foramina Magnum .Foramina Stylomastoid .Foramina Mental Foramina Olfactory .

COLUMNA VERTEBRALIS Disebut juga Spine atau Backbone Columna vertebralis terdiri dari : 1. Regio Lumbalis : 5 buah 4. Regio Sacralis : 5 buah 5. Regio Coccygis : . Regio Thoracalis : 12 buah 3. Regio Cervicalis : 7 buah 2.

.

- Regio servical (7 buah) .

.

.

.

-Regio Thoracal (12 buah) Bagian-bagian dari Skeletal thorax : -Sternum. . -Cartilago costalis -Costae (ribs) dan -Corpus dari vertebra thoracalis Rongga thorax bagian superior lebih sempit dari pada bagian inferior.

.

Bagian Thoracal dan Sacral Kyposis .DISCUS INTERVERTEBRALIS Jaringan yang terdapat antara 2 corpus vertebral yang terdiri dari : .Bagian cervical dan lumbal lor dosis .Anolus Fibrosus .Lengkung ke lateral disebut Scoliosis .Nucleus Fibrosus Kurve normal dari columna vetebralis : .

.

5 discus intervertebrae .II.

.

.

Manubrium sterni berhubungan dengan cartilago costa 1 dan 2 (setengah bagian cranial). Bagian-bagian Sternum : 1) Manubrium sternum 2) Corpus Sternum 3) Processus xiphoideus Antara manubrium dan corpus membentuk angulus sterni. Pada bagian cranial manubrium terdapat Incisura jugularis dengan clavicula membentuk articulatio sternoclavicularis. Processus xiphoideus terdiri dari tulang cartilago hialin. .Sternum Bentuk pipih kurang lebih panjang 15 cm.

Bagian-bagian Costa : -Capitulum = head -Collum -Tuberculum -Corpus -Angulus Costae -Sulcus costae . Costa 8 – 10 -Vertebral rib. Costa spuriae dibagi menjadi 2 : -Vertebro-chondral rib.Costa Ada 12 pasang costa. costa 11 – 12. Macam-macam costa : 1) Costa vera = true rib terdiri dari dari costa 1 – 7. 2) Costa spuriae = false coste terdiri dari costa 8 – 12.

.

.

lihat gambar .Corpus vertebra thoracalis Bagian-bagiannya: .

.

Regio Lumbal (5 buah) .Dibanding Corpus Vertebra yang lain maka Regio Lumbal mempunyai Corpus yang besar dan kuat.Regio lumbal merupakan bagian yang terkuat dari Culumna Vertebralis. . .Bagian-bagian dari Corpus Lumbal lihat gambar. .

. . lebar dan lebih melengkung diantara S2 dan S3 dibandingkan pria.Merupakan tulang triangular yang dibentuk dari persatuan 5 corpus vertebra sacralis. .Bagian-bagian yang penting lihat gambar.Regio Sakral (5 buah) . .Memberikan landasan yang kuat untuk sendi panggul.Sacrum female lebih pendek.

- .Regio Coccygial Bentuk seperti segitiga. -Pada female coccygis menunjuk ke arah bawah. -Pada male menunjuk ke arah anterior.

.

Procxyphoideus .Regio Thoracalis Terdiri dari : 1. Sternum 2. Cartilago costalis 3. Costae (ribs) dan 4.

Terdiri dari : .Pectoral (Shoulder Girdle) Menghubungkan tulang-tulang anggota gerak atas pada skeleton axial.

Clavicula .

Scapula .

.Persendian : .Acromioclavicularis .Sternoclavicular .Glenohumeral (shoulder) joint.

Radius : 2 buah .Upper Limb (Extremity) Terdiri dari 60 tulang : Terdiri dari yaitu : .Carpus : 8 buah .Phalanges : 14 buah .Metacarpal : 5 buah .Humerus : 2 buah .Ulna : 2 buah .

- . Dengan cavum glenoidale os Scapula membentuk articulatio glenohumeral joint.Humerus : 2 buah Bagian-bagian dari Os Humerus Lihat Gambar.

Ulna (2 buah) . . .Bagian-bagian os ulna lihat gambar.Terletak di sisi media fore arm dan sedikit lebih panjang dari os radius.

.

Articulatio radiocarpea = radio carpal (wrist) joint .Articulatio radioulnaris distalis .Articulatio radioulnaris proximalis . Sendi pada radius : .Radius (2 buah) Bagian-bagian radius lihat gambar.Articulatio cubiti = elbow joint .

.

Carpus (8 buah) .

Sehingga terjadilah struktur sebagai baskom. Di posterior. Setiap hip bone pada newbone terdiri dari 3 tulang yang terpisah oleh cartilago : . berhubungan dengan sacrum sebagai articulatio sacroiliaca. disebut os pelvis (bony pelvis). yang bersatu di anterior sebagai simphysis osis pubis.PELVIC (hip) GIRDLE Terdiri dari 2 tulang hip / os coxae.

- Ileum (superior) Pubis (anterior) Ischium (inferior) .

LOWER LIMB (EXTREMITY) Tiap sisi terdiri dari 30 tulang.Patella .Tibia dan Fibula dari cruris = leg .Tarsal dari tarsus .Femur . Terdiri dari : .Metatarsal dari metatarsus .Phalanges dari pedis .

Femur .

.

Tibia dan Fibula dari cruris = leg

.

- Tarsal dari tarsus Metatarsal dari metatarsus Phalanges dari pedis .

.

.

SEKIAN .