AKAR KONFLIK KERUSUHAN ANTAR ETNIK DI

LAMPUNG SELATAN
(Studi Kasus Kerusuhan Antara Etnik Lampung dan
Etnik Bali di Lampung Selatan)

SKRIPSI

disajikan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi

oleh
Bethra Ariestha
1550406053

JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
i

ii

iii

MOTTO DAN PERUNTUKAN

Motto:
Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain.
-Peneliti-

Peruntukan:
Skripsi ini dipersembahkan kepada:
Aki dan Mama tercinta
Kakak-kakak peneliti
Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang

iv

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, karunia, dan
hidayah-Nya sehingga peneliti mendapat bimbingan dan kemudahan dalam
penyusunan skripsi sebagai syarat akademis dalam menyelesaikan pendidikan S1
Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang ini dengan
judul “Akar Konflik Kerusuhan Antar Etnik Di Lampung Selatan (Studi Pada
Kerusuhan Antar Etnik Lampung Dan Etnik Bali Di Lampung Selatan)”. Dalam
penulisan skripsi ini peneliti mendapatkan bantuan dari berbegai pihak, baik
secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, dengan segala
kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.

Drs. Hardjono, M. Pd., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Semarang.

2.

Dr. Edy Purwanto, M. Si., Ketua Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang.

3.

Moh. Iqbal Mabruri, S.Psi, M.Si, Penguji Utama yang telah memberikan
saran dan berbagai ilmu sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

4.

Luthfi Fathan Dahriyanto S.Psi, M.A, Dosen Pembimbing I dengan sabar
memberikan bimbingan untuk terselesaikannya skripsi ini.

5.

Siti Nuzulia, S. Psi., M. Si., Dosen Pembimbing II yang sabar memberikan
bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.

6.

Dosen-dosen Psikologi Universitas Negeri Semarang yang telah mendidik,
membimbing, dan melatih peneliti selama di bangku kuliah.

v

7.

Bapak dan ibu (Sofnir dan Hasanah Ramli) yang selalu memberikan doa,
nasihat, cinta, kasih sayang, dan semangat yang tidak pernah putus kepada
peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

8.

Ritha Sesviya, Selva Selviya, dan Delva Seftia, kakak-kakak tersayang yang
selalu memberikan canda tawa dan semangat, serta keponakan-keponakanku.

9.

Diani Herningtyas, yang telah banyak membantu tanpa lelah memberikan
semangat kepada peneliti.

10. Bapak HRB dan ibu SRM selaku narasumber utama yang selalu bersedia
ditemui dan menyambut dengan baik peneliti, serta warga masyarakat lainnya
yang telah membantu memberikan informasi.
11. Semua pihak yang telah membantu dalam penelitian skripsi ini, yang tidak
dapat disebutkan satu per satu.
Demikian yang dapat peneliti sampaikan, semoga bantuan dan bimbingan yang
diberikan menjadi amal kebaikan dan skripsi ini dapat memberi manfaat kepada
peneliti khususnya dan pembaca yang budiman pada umumnya.

Semarang, Agustus 2013

Peneliti

vi

Skripsi. Bethra. yaitu sikap Etnik Bali (Balinuraga) dalam hidup bermasyarakat yang dianggap menyinggung perasaan dan tidak sesuai dengan adat istiadat etnik pribumi (Lampung). karena banyak tanah penduduk yang beralih tangan kepada warga Desa Balinuraga melalui jerat hutang. S.Psi. serta mengunakan pengumpulan dokumentasi sebagai data tambahan. yaitu perasaan sakit hati dari Etnik Lampung. sebagai berikut: a. Hasil penelitian disimpulkan bahwa konflik yang terjadi dipicu oleh faktor utama. Kata kunci: Konflik. M. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menggali informasi mengenai akar terjadinya konflik.Si. Data diperoleh melalui proses wawancara mendalam secara langsung dengan narasumber. Pelanggaran atas perdamaian yang telah disepakati serta belum adanya penerapan sanksi yang tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar dan mengakibatkan konflik terulang kembali.Psi. Faktor utama tersebut diperkuat oleh faktor pendukung lainnya. Konflik ini di picu oleh peristiwa kecelakaan sepeda motor yang disertai pelecehan seksual yang melibatkan pemuda dari Desa Balinuraga (Etnik Bali) dan pemudi dari Desa Agom dan Desa Negeri Pandan (Etnik Lampung). vii .ABSTRAK Ariestha. serta motivasi integrasi untuk hidup berdampingan secara damai pasca konflik. c. Konflik juga disebabkan dendam dari konflik-konflik sebelumnya yang melibatkan Etnik Balinuraga dengan desa-desa mayoritas Etnik Lampung dan sekitar Desa Balinuraga. Akar Konflik Kerusuhan Antar Etnik Di Lampung Selatan (Studi Pada Kerusuhan Antar Etnik Lampung dan Etnik Bali di Lampung Selatan). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan dua orang narasumber. satu orang narasumber berasal dari Etnik Lampung (Agom) dan satu orang berasal dari Etnik Bali (Balinuraga). Penyelesaian konflikkonflik terdahulu yang tidak pernah tuntas menyentuh sampai akar permasalahannya. M. disamping itu juga untuk mengungkap perubahan dinamika psikologi yang dialami korban konflik. Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. d. S. Permasalahan ekonomi. Pembimbing I Luthfi Fathan Dahriyanto. Kerusuhan. Etnik Fenomena konflik kerusuhan yang melibatkan Etnik Bali dan Etnik Lampung pada tanggal 27 sampai 29 Oktober 2012 di Lampung Selatan awalnya hanya merupakan konflik antar desa namun kemudian berkembang menjadi konflik antar etnik. b. memahami harapan. 2013.A dan Pembimbing II Siti Nuzulia.

... Unit Analisis ....... 57 3............................. 60 3...........................................1. v ABSTRAK ...............................................................1.................. vii DAFTAR ISI ............................. x DAFTAR GAMBAR ....1............. 1 1........................... Pemilihan Narasumber ..................................... Pengumpulan Data .... .........................................................................................5....................................... Rumusan Masalah ............................................... 53 3................................................. .........................1........ 50 3..........................2................................................................5.....1...........................................…..............................................................................................2.............. iii HALAMAN MOTO DAN PERUNTUKAN ........... 14 .. Analisis dan Intepretasi Data ................. 13 1..................... Kelemahan Penelitian ....... 54 3................................3.. Pendekatan Penelitian .................................................. 16 2....................................3...................2.......1................5............................................................................................................................... Teknik Pemeriksaan Data ................. 14 1.......... 16 2.......................................................................... Perspektif Teoritik ...4..................... Tujuan Penelitian .............................................. Kajian Pustaka ................3....................................... Latar Belakang ..................... Manfaat Penelitian BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.......2.......... ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ..............4.............................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................. 56 3.............. xii BAB 1 PENDAHULUAN 1..................................1........................................ viii DAFTAR TABEL .................. i HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ....................................................................................................... Keabsahan Data ...........................5................. xi DAFTAR LAMPIRAN . iv KATA PENGANTAR .................................... Perspektif Teoritik dan Kajian Pustaka .................... 61 viii ........... 47 BAB 3 METODE PENELITIAN 3............... 59 3.........................

.............................. 64 4............. ......3........ ..................................... 71 4................................ 166 5.... 69 4.........3....4........... Identitas Subyek Narasumber Kedua (SRM) .......1 Kancah Penelitian ...............BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4..........................5......... 170 LAMPIRAN-LAMPIRAN ………………………………………………............ 168 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………….........................2 Saran ............................................3............................... 68 4...... Hasil Observasi Narasumber Pertama (HRB) .................................................... 174 ix ..1.............4.. Hasil Wawancara Dengan Narasumber ............................3...2.... 4.......2..... Pembahasan Penelitian ......................................... Hasil Temuan Penelitian ..... Hasil Observasi Narasumber Kedua (SRM) .......... 69 4........................................ 63 146 BAB 5 PENUTUP 5.............................. Identitas Subyek Narasumber Pertama (HRB) ............... 67 4................. 70 4................3.........3.........3.......................... Deskripsi Wilayah ....1 Simpulan .........

................. 62 Tabel 4....... Perbedaan Kekerasan dan Damai………….... 165 x ......................................... Peacemaking dan Peacebuilding...............1 Tabel 2...................................................... 36 39 42 Tabel 3.......2 Tabel 2.....................1 Unit Analisis Akar Konflik Kerusuhan Antar Etnik Di Lampung Selatan ........DAFTAR TABEL Tabel 2.........3 Kerangka Resolusi Konflik Versi Galtung...................1 Alur Konflik Kerusuhan Antara Etnik Bali dan Etnik Lampung di Lampung Selatan...................................

.............DAFTAR GAMBAR Gambar 2...3............. 27 Gambar 2....... 29 Gambar 4. Konflik Tiga Ruang Kekuasaan ..............1............................ Pembentukan Identitas ...... 26 Gambar 2........ Peta Wilayah Kabupaten Lampung Selatan.......................1.............................................2........... xi 66 ..... Sumber-sumber Konflik ..

........... 197 Lampiran 4 Verbatim Subyek SRM ...... 238 Lampiran 5 Surat Permohonan Maaf .................................. 279 Lampiran 9 Foto Dokumentasi ........................................................................................................................ 277 Lampiran 8 Surat Ijin Penelitian .............................................................................................................................. 284 xii ............ 273 Lampiran 7 Lembar Persetujuan Narasumber ...............................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kartu Konsep Analisis Data Hasil Penelitian Subyek HRB 173 Lampiran 2 Kartu Konsep Analisis Data Hasil Penelitian Subyek SRM 185 Lampiran 3 Verbatim Subyek HRB ........................ 271 Lampiran 6 Surat Perjanjian Damai ..............

Konflik SARA menjadi bagian dari kehidupan masyarakat multi etnis. hal ini membawa implikasi ganda baik bersifat positif maupun negatif bagi masa depan Indonesia. ekonomi. Di awal masa kemerdekaan konflik sosial berdarah di Indonesia lebih bersumber pada konflik politik dan ideologi. multi religius. Perbedaan agama atau etnik bukan lagi menjadi sumber kekuatan bangsa. Kemudian di akhir abad kedua puluh berganti wajah menjadi konflik identitas agama dan identitas etnik. Rentetan konflik di Indonesia makin sering terjadi semenjak krisis moneter disertai krisis ekonomi dan politik yang berlangsung sejak pertengahan tahun 1997. 2008: 131). dan hukum 1 . Euforia politik.BAB 1 PENDAHULUAN 1. dan multi kultur seperti Indonesia (Muthalib dkk dalam Qodir. namun saat ini telah menjadi sumber bencana. Mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998 melalui “Jalan Reformasi Berdarah” telah membawa bangsa Indonesia ke dalam babak baru kehidupan berbangsa dan bernegara. Latar Belakang Masalah Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang dulu dikenal dengan nusantara dihuni oleh ratusan kelompok etnik yang tumbuh dan berkembang dalam suasana penuh konflik sosial berdarah sejak Indonesia merdeka. Bahkan beberapa sejarawan dan pengamat sosial-humaniora menyebut bahwa konflik SARA dibangsa Melayu telah terjadi sebelum era pra kolonial.1.

karena itu menjadi alasan mendasar untuk menggelar proyek pengamanan besar oleh militer. dan konflik kerusuhan sosial lainnya yang berkembang menjadi pertentangan berbau sentimen SARA (Harris. misalnya analisis yang mengaitkan kerusuhan sebagai bagian dari rencana investasi usaha pembukaan lahan untuk perkebunan dengan memanfaatkan dinamika sosial-politik lokal. Kupang (NTT). tapi juga lantaran maraknya kerusuhan sosial di daerah. . Berbagai pihak telah memberi analisis masalah kerusuhan sosial dalam berbagai perspektif. Kekhawatiran itu tak hanya bersumber dari tuntutan pemisahan diri sebagian rakyat di beberapa daerah. 1999: 5). Sambas (Kalimantan Barat). konflik antar ormas. Konflik horisontal mengalami tahap pengkondisian sebagai wilayah tidak aman. ekonomi. kondisi tersebut tidak berbeda dengan beberapa daerah yang disebutkan diatas. Kehidupan bermasyarakat di Lampung mengalami krisis yang amat memilukan menjelang pergantian abad 21. dan hukum ke arah yang lebih sehat. adil. konflik agama di Sumbawa (NTB). dan demokratis. konflik sengketa tanah perkebunan. seperti yang terjadi di Ketapang (Jakarta). Namun. konflik sengketa pemilu baik tingkat nasional maupun tingkat pilkada. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari dilema yang dihadapi oleh negara kesatuan (unitary state) dalam menyeimbangkan antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Ambon (Maluku).2 tahun 1998 telah memberikan kesempatan emas bagi rakyat dan bangsa Indonesia untuk menata kembali sistem politik. terselip celah masalah baru yaitu ancaman disintegrasi bangsa. di balik segi positif dari proses demokrasi yang berlangsung.

pemerintah Provinsi Lampung mengumumkan bahwa wilayahnya sudah tidak dapat lagi menampung para transmigran dan untuk pertama kalinya Lampung mengirimkan 66 kepala keluarga sebagai transmigran ke Provinsi Jambi. Pada tahun 1986. . Jawa. Selama lima puluh tahun terakhir. Madura. wilayah Lampung seluas 33. serta migran dari daerah-daerah lainnya. Pemerintah Indonesia melanjutkan program tersebut sampai tahun 1980-an. atau migrasi lokal dari Sumatera Selatan. Tionghoa. Provinsi Lampung mempunyai karakter yang lebih majemuk dibandingkan dengan daerah lain. Provinsi Lampung merupakan salah satu tujuan utama program transmigrasi sejak zaman Belanda sampai dengan zaman Orde Baru. Sejauh ini.000 km2 telah mengalami perubahan pemanfaatan lahan akibat pembangunan. Karakter ini terbangun karena adanya keragaman etnik yang hidup di Lampung. Selain Etnik Lampung. Namun. tertutupnya Provinsi Lampung sebagai wilayah transmigrasi tidak menjadi halangan masuknya pendatang karena letak wilayahnya yang dekat dengan Pulau Jawa.000 jiwa pada tahun yang sama). Verbist dan Pasya (2004: 1) menyatakan bahwa program transmigrasi yang pertama disusun oleh Pemerintah Belanda dengan memindahkan penduduk dari Pulau Jawa yang padat (38 juta jiwa pada tahun 1930) ke Lampung (dengan populasi 300. dan Sumatera Utara. Sumatera Barat. terdapat juga penduduk pendatang yang berasal dari Etnik Bali. letak geografis Provinsi Lampung menjadikan provinsi tersebut sebagai pintu masuk utama Pulau Sumatera bagian selatan.3 Program transmigrasi yang merupakan program pembangunan pada era Orde Baru menjadi salah satu jalan proses penyebaran etnik dari suatu daerah ke daerah tertentu. Secara sosial budaya. Sementara itu.

peranan.blogspot. Etnik Lampung 792.com/2007/01/ulun-lampungmiskin. Adapun unsur-unsur dari kultural subyektif tersebut. Bugis. Etnik Jawa sebanyak 4. Bali. norma. html/download.1989: 2) menjadi lebih dari 7. Madura. kondisi geografis. Etnik Sunda (Banten) 749. sikap. Provinsi Lampung merupakan daerah dengan keragaman agama. identitas etnik.000 jiwa di tahun 1930 (Benoit. rasa.292 (3. harapan. Tionghoa. 2008: 67) mengatakan bahwa sebagian besar konflik antar golongan yang telah terjadi diakibatkan oleh kultur subyektif yang berbeda-beda. Orde Baru tidak merancang kerukunan dan kedamaian antar etnik dan agama dengan basis keragaman (plurality). budaya. Menurut Sensus BPS Lampung. dan lain-lain (http://ulunlampung. Penyebab retaknya mozaik ini belakangan diketahui karena sistem otoritarian Orde Baru. tugas. Keragaman agama.731 (61.88 %).14/01/2013). dan ungkapan bahasa. struktur kognitif elementer.4 jumlah penduduk mengalami peningkatan lebih dari dua puluh kali lipat. dan budaya tanpa disadari telah menciptakan building block yang mengganggu harmoni kohesi dan interrelasi sosial. dan nilai-nilai. Triandis (dalam Sarwono. . keyakinan atau percaya. pola-pola adat.566 (11. melainkan keseragaman (uninformity). stereotype.27 %). Kondisi masyarakat yang begitu beragam memicu terjadinya gesekan antar kelompok etnik. Minang.92 %). identitas etnik. asosiasi. Etnik Palembang Semendo 36.405 juta jiwa di tahun 2010 (BPS Provinsi Lampung. yaitu: kategorisasi (konsep).312 (11. dari 376. serta berbagai kategori lainnya. evaluasi. karakter.608. dan etnik lainnya seperti Bengkulu.55%). 2010).113. ideal. Batak. berdasarkan kriteria etnik/ bangsa diperoleh data statistik.

Etnik Lampung dan Etnik Bali. dan dua gedung sekolah juga ikut dibakar massa. Peristiwa penyerbuan dan bentrok berdarah oleh ribuan warga Desa Agom serta desa-desa sekitarnya yang berpenduduk Etnik Lampung terhadap warga Desa Balinuraga (Etnik Bali) mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 14 orang tewas. sebelas unit sepeda motor dibakar. Selain itu satu unit mobil Isuzu Panther . namun melibatkan banyak desa dari kedua etnik yang ada. Konflik bermula pada tanggal 27 Oktober 2012. Kedua desa tersebut masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Lampung Selatan. budaya. Konflik bermula dari peristiwa kecelakaan sepeda motor yang melibatkan pemuda dari Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji (mayoritas Etnik Bali) dan pemudi dari Desa Agom Kecamatan Kalianda (mayoritas Etnik Lampung). secara geografis letak keduanya tidak terlalu berjauhan. 166 unit rumah warga di Desa Balinuraga dan Sidoreno dibakar massa.5 Kesalahan persepsi kultur subyektif dalam menyikapi keragaman identitas etnik. dan agama dalam kehidupan bermasyarakat di Provinsi Lampung tercermin dalam kasus kerusuhan sosial yang baru saja terjadi di Kabupaten Lampung Selatan pada 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012 yang melibatkan Etnik Lampung (etnik pribumi/ mayoritas beragama Islam) dan Etnik Bali (pendatang/ mayoritas beragama Hindu) dipicu persoalan sepele yang tidak terselesaikan secara hukum adat istiadat yang berlaku. 27 unit rumah mengalami rusak berat. kemudian berlanjut pada hari berikutnya. Peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut kemudian berkembang menjadi Isu SARA yang tidak hanya melibatkan kedua desa tersebut. jarak kedua desa hanya sekitar lima kilo meter. dan memuncak pada tanggal 29 Oktober 2012. puluhan orang luka-luka.

04/01/2013). Konflik berdarah di Lampung bukan merupakan hal baru. satu unit mobil Honda CRV. Tragedi ini melibatkan rakyat sipil. pakar resolusi konflik dari pusat studi keamanan dan perdamaian (PSKP) UGM.id/index. Lampung Tengah yang kemudian lebih dikenal dengan “Tragedi Talangsari”. konflik berupa bentrok antar warga di Lampung Selatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konflik yang terjadi sebelumnya dan kembali terulang.Mohtar Mas`oed.14/01/2013). Desa Rajabasa Lama. seperti yang terjadi pada tahun 1989 di Dusun Talangsari. organisasi radikal. Hal ini menyebabkan terjadinya proses state building dan akumulasi kapital sehingga memunculkan perubahan demografi.6 milik Dit Shabara Polda Lampung.ac. hingga tambak udang. dan Strada juga ikut dirusak massa. dan tentara. Beberapa konflik yang terjadi sebelumnya terkait dengan persoalan transmigrasi. namun memiliki akar persoalan yang lebih dalam. Perubahan itu menimbulkan gesekan antara warga asli dengan pendatang (http://ugm. Kejadian yang memakan korban tewas .com/korban-lampung-14-tewas-bentrok-laindi3daerah/downloa ad. edukasi. serta ribuan orang dari Desa Balinuraga harus di evakuasi (http://dutaonline. Konflik ini juga terkait dengan sejarah dan sosiologis yang berhubungan dengan politik etis di zaman HindiaBelanda tentang program irigasi. perkebunan inti rakyat. Kota Administratif Metro. Menurut Prof. Sejak zaman Orde Baru sudah banyak catatan-catatan sejarah tentang kekerasan yang terjadi di tanah Sang Bumi Ruwa Jurai. dan transmigrasi. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan etnik-etnik yang ada di sana.php?page=rilis&artikel=5064/download .

dalam upaya meluruskan agama sesuai dengan koridornya. Mereka hidup mengandalkan buah-buahan seperti durian. 2000: 28). budaya. konflik di Lampung juga sering dipicu oleh faktor ekonomi berupa sengketa lahan seperti pada kasus Mesuji. . kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Kemudian para petani dijanjikan menjadi petani plasma. Tragedi ini merupakan bentuk arogansi pemegang tampuk kekuasaan terhadap mayarakat sipil yang berkedok penegakan hukum terhadap gerakan pengacau keamanan. Pelanggaran-pelanggaran tersebut kemudian memicu protes bertahun-tahun. padahal ratusan warga ketiga desa itu sudah turun temurun mendiami kawasan tersebut. namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya di mana kekuasaan dan agama dijadikan sebagai alat politik untuk tujuan tertentu yang justru memakan korban di pihak sipil (Awwas. separatisme. Konflik ini berawal dari pengumpulan sertifkat tanah warga di Desa Sritanjung. Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) dan PT. Namun. duku.Silva Inhutani pada tahun 1993. dan tanaman tahunan lainnya. yang ujungnya menimbulkan korban jiwa (http://www. Setelah lahan beralih kepemilikian. Warga tidak bisa lagi bercocok tanam di tanahnya.com/home/tragedi-mesuji-pihak perusahaan-dinilaipicu kekerasan/14499/download10/01/2013). dan Kagungan oleh perusahaan PT. belakangan perusahaan mengklaim jika tanah itu milik mereka. Selain dipicu oleh perbedaan identitas etnik.7 hingga 185 orang serta ratusan orang lainnya terluka dan ditahan. sebagian besar penduduk desa terjerat kemiskinan dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap.suarapembaruan. dan sentimen agama. Nipah Kuning. sehingga menyebabkan bentrok antara warga dengan pihak perusahaan dan aparat.

Hubungan antara identitas budaya. 2006: 10). masing-masing mempertahankan ego dan kekuasaannya sehingga tepat dengan apa yang dikemukakan oleh Lorenz (1966: 75) dan beberapa penulis lain seperti Robert Andrey (1961: 78) dan Eibl-Eibesfeldt (1972: 80) (dalam Poerwandari. sentimen agama. Gejala-gejala konflik serta kekerasan muncul ketika individu. dan sumber daya ekonomi seringkali mengalami persoalan yang dilematis. kekuasaan. konflik cenderung mengarah pada pertentangan antar budaya (etnik) atau antar umat beragama di mana masing-masing pihak yang bertikai hendak mengimplementasikan hak-haknya (Thahir. namun di sisi lain negara menuntut lebih pelaksanaan kewajiban politiknya. serta penguasaan terhadap sumber-sumber ekonomi. Adanya penguasaan akses ekonomi dari salah satu kelompok atau komunitas etnik serta etos kerja antar kelompok etnik dan budaya yang lebih dikuasai kelompok pendatang yang lebih agresif dibanding pribumi berdampak pada munculnya kecemburuan sosial ekonomi dari pihak pribumi. ketika negara bukan lagi menjadi sasaran konflik. sentimen agama. Satu sisi agama dan budaya ingin mewujudkan hak-haknya dalam realitas kehidupan berbangsa dan bernegara dalam skala lokal. kelompok. Kelompok yang disebutkan terakhir ini menjadi buruh di daerahnya sendiri dan menjadi budak di lingkungan istananya sendiri. dan sumber daya ekonomi untuk kepentingan kelompok atau individu yang menjadikan agama dan budaya sebagai legitimasi untuk merebut pengaruh. . Kondisi ini semakin parah ketika isu-isu mengenai kesenjangan sosial ekonomi mewarnai wacana kebangsaan dan kenegaraan.8 Politisasi identitas budaya. terutama ketika kaum pendatang menguasai sentra-sentra ekonomi.

9 2004: 86). innate pada manusia. Masih menurut penjelasan Lorenz. Ia juga mengatakan bahwa humor dapat mempererat persahabatan dan mengurangi tekanan tanpa menghilangkan kendali rasional. seperti juga inheren pada hewan-hewan. sebagai sesuatu yang diberi secara alamiah. Kelompok yang mempunyai ikatan kuat akan menjadi kelompok yang bertahan paling lama. Kenyataan ini merupakan . yaitu dengan berfikir rasional. sehingga munculah kompetisi dan kebencian antar kelompok yang kesemuanya menjadi faktor utama seleksi alam. Upaya moral dan rasional untuk menghindari konflik tidak efektif dalam mengontrol perilaku agresif manusia. meyakinkan agresi melalui cara-cara yang “lebih berbudaya” dan tidak merugikan. Manusia mempelajari bahwa yang paling berbahaya di lingkungannya adalah justru sesama manusia sendiri. apa yang disebutnya dengan “entasiasme militant”. 2004: 78). upaya moral yang perlu dilakukan dalam menghindari konflik adalah menemukan cara-cara lain untuk mengeluarkan “secara tepat” naluri tersebut. yakni kumpulan manusia dapat menjadi sangat agresif dan kehilangan rasionalitasnya. jika kehilangan kehebatan-kehebatan moral. Menurut Lorenz (dalam Poerwandari. perkelahian antar pribadi. Psikologi sosial selalu tertarik untuk mengetahui bagaimana individu berfikir tentang orang lain dan tentang situasi sosial. dan perilaku-perilaku sadistis-destruktif telah terprogram secara hilogenetis. Jalan lain adalah sublimasi. jadi di sini ada nilai-nilai survival dari nilai-nilai kepahlawanan. agresi di dalam peperangan. Agresi berfungsi positif bagi kehidupan komunal manusia.

4) bentrokan antara Etnik Bali melawan Etnik Lampung pada Januari 2012 disusul dengan bentrokan kedua antara Etnik Bali melawan Etnik Lampung di Sidomulyo Lampung Selatan pada Oktober 2012. Penekanannya pada aspek kehidupan sebagai kerangka mental yang berpusat pada tema-tema spesifik yang membantu mengorganisasi informasi sosial. Berdasarkan paparan di atas. Kultur damai yang ada dalam semua masyarakat. yaitu periode Januari 2010 sampai Desember 2012 tercatat lima kali kerusuhan besar berlangsung di daerah ini yang melibatkan etnik-etnik yang ada di dalamnya.10 upaya untuk memahami orang lain yang berperan penting dalam perilaku sosial dan pola pemikiran sosial. Dalam tiga tahun terakhir. baik keyakinan-keyakinan. 2) bentrokan antara Etnik Jawa dan Bali melawan Etnik Lampung pada 29 Desember 2010 di Lampung Tengah yang berawal dari pencurian ayam. 3) bentrokan antara Etnik Jawa melawan Etnik Lampung pada September 2011 di Sidomulyo Lampung Selatan yang dikarenakan sengketa pengelolaan lahan parkir. Adams (dalam Rivera. apresiasi terhadap perbedaan. dan pembagian sumber-sumber daya alam secara setara untuk kesejahteraan bersama. kekerasan antar etnik di Lampung Selatan yang terjadi pada tanggal 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012 bukanlah kejadian pertama namun merupakan rangkaian dari konflik-konflik sebelumnya. 5) bentrokan antara Etnik Jawa . 2004: 541) menyatakan bahwa manusia hidup dalam dua kultur. Konflik tersebut yaitu: 1) pembakaran Pasar Probolinggo di Lampung Timur oleh Etnik Bali pada tahun 2010. perilakuperilaku. nilai-nilai. yaitu kultur perang dan kultur damai. pengaturan lembaga yang mendukung kepedulian mutual.

11 melawan Etnik Lampung di Lampung Tengah pada November 2012. Hal itu dipaparkan oleh Direktur LSI Novriantoni Kahar dalam refleksi akhir tahun yang bertemakan “Dicari capres 2014 yang melindungi keberagaman” di kantor LSI. 2) lama konflik. kekerasan massal atas Etnik China Mei 98. di Lampung juga sering terjadi konflik-konflik kecil antar etnik. namun biasanya masih dapat diredam oleh tokoh-tokoh yang ada.". Konflik di Way Panji Lampung Selatan antara Etnik Bali dan Etnik Lampung pada 27 Oktober sampai 29 Oktober 2012 tercatat menimbulkan dampak kerugian paling besar dan menyita perhatian berskala nasional dari berbagai konflik-konflik sosial yang terjadi di Provinsi Lampung selama tiga tahun terakhir. Masih dikutip dari harian online merdeka.398 kekerasan di Indonesia pasca reformasi.web. 4) kerugian material.id/perang-etnik-di-lampung-sebuahdendam-lama/download.20/01/2013). . konflik Muslim versus Kristen. kedua: di daerah Sampit.lintasberita. skor lima besar bentrokan etnik terparah. Jakarta (http://m. sehingga tidak membesar (http://www. Penelitian ini didasari oleh lima variabel penilaian.htmldownload24/01/2013). ketiga: di Jakarta. keempat: Transito Mataram Muslim versus Ahmadiyah. kelima: Lampung Selatan. yaitu: 1) jumlah korban. Selain konflik besar tersebut.com. pertama: di daerah Maluku.com/peristiwa/5-kasuskekerasan-horisontal-terburuk-versi-lsi.merdeka. Dayak versus Madura. Bahkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menetapkan konflik antara Etnik Bali dan Etnik Lampung di Way Panji Lampung Selatan kedalam lima besar bentrokan etnik terparah dari 2. 5) frekuensi pemberitaan. 3) luas konflik. Etnik Bali melawan Etnik Lampung.

Sejalan dengan Mahfud. Menkokesra. Kesamaan sebagai manusia. kesamaan cinta terhadap perdamaian. Konflik dapat dicegah dengan menerapkan integrasi sosial yang ditentukan dengan pengetahuan dan sikap sekelompok etnik satu terhadap yang lain. kesamaan sebagai anak bangsa. Pada prinsipnya lebih baik mencegah daripada harus menanggulangi konflik. Panglima TNI. maka negara sudah seharusnya . politik. yaitu satu upaya di mana masing-masing kelompok etnik secara legowo merevitalisasi budaya etniknya yang mampu menyerap nilainilai eksternal universal. Menurut Mahfud (2011: 139) perdamaian hanya akan diperoleh jika masing-masing etnik yang ada memiliki kemauan (political will) untuk memperkaya simbol-simbol kesamaan yang dibayangkan. Gubernur Bali. Kapolri. Benedict Anderson (dalam Mahfud. serta kesadaran kritis masyarakat tentang sumber-sumber konflik dan faktor pemicunya harus terus ditingkatkan. Dalam konteks rumitnya konflik kekerasan SARA. ekonomi. perdamaian. baik sebagai komunitas biologis maupun komunitas kultur. Gubernur Lampung. dan lain-lain. memahami. Kekuatan lokal untuk mencegah dan menangani konflik. 2011: 139) menyebutnya dengan istilah imagined community. seperti demokrasi. Menggantungkan diri kepada inisiatif pemerintah pusat untuk dapat segera menyelesaikan konflik bukanlah solusi terbaik. baik Etnik Lampung maupun Etnik Bali. kontekstual. dengan kondisi struktur sosial. dan budaya masyarakat Lampung. Menteri Sosial.12 Konflik di Way Panji. dan mengerti kultur subyektif antar kelompok etnik. memaksa pemerintah pusat melalui Mentri Dalam Negeri. Bupati Lampung Selatan campur tangan dan terjun langsung ke lapangan untuk meredam konflik.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas.2. Bagaimana kronologis terjadinya konflik kerusuhan antara Etnik Bali dan Etnik Lampung pada tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2012? . dan bekerja sama. memahami. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi batu pijakan dalam menyelesaikan konflik serupa bila terulang kembali dikemudian hari. Rumusan Masalah Rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut : 1. 2008: 137). Penelitian mengenai akar konflik yang terjadi di Lampung Selatan diharapkan menjadi pondasi untuk menghasilkan solusi yang tepat dalam menyelesaikan konflik yang telah terjadi secara utuh berbasis data dan fakta dilapangan.2.2. maka dirasa penting untuk menelusuri lebih dalam mengenai fenomena konflik yang terjadi di Lampung Selatan. yang terjadi adalah munculnya kekuatan-kekuatan baru yang akan menumbuhkan konflik kekerasan di masa yang akan datang.1. Apa faktor-faktor yang memicu terjadinya konflik kerusuhan antar etnik di Lampung Selatan? 1. Tanpa ruang komunikasi memadai untuk seluruh elemen masyarakat. bukan hanya kelompoknya sendiri (Qodir.13 memberikan ruang yang lebih memadai untuk terjadinya proses dialektika antar kelompok etnik di masyarakat. sehingga antara satu komunitas dengan komunitas lainnya dapat saling menghargai.2. Negara harus bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang damai dan agama menjadi rahmat bagi semua. 1.

3.1. cara mencegah timbulnya konflik. 1.3. Mengetahui dan memahami faktor-faktor yang memicu terjadinya konflik kerusuhan antar etnik di Lampung Selatan? 1.3. yaitu: 1.2.1.14 1. khususnya psikologi sosial dalam memahami proses terjadinya konflik. dan resolusi penyelesaian konflik.4. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Manfaat Teoritis Secara teoritis. Bagaimana kondisi masyarakat kedua etnik pasca konflik kerusuhan antar etnik di Lampung Selatan mereda? 1. penelitian ini untuk menambah informasi dan pengetahuan di bidang psikologi.3. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis.3. dalam upaya fasilitasi damai yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Mengetahui perubahan kondisi masyarakat kedua etnik pasca konflik kerusuhan antara kedua etnik mereda? 1.2. . Hasil penelitian ini diharapkan sebagai penemuan baru yang dapat menambah dan memperkaya wawasan berfikir tentang proses transformasi dari konflik ke damai dengan mengetahui dan memahami akar konflik yang terjadi.3.4. Mengetahui dan memahami proses terjadinya konflik kerusuhan antara Etnik Bali dan Etnik Lampung pada tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2012? 1.

2. Pihak kelompok Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata berdasarkan realita lapangan penelitian sebagai bagian dari proses penyadaran kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dalam upaya mewujudkan perdamaian yang utuh dalam kehidupan sehari-hari. di antaranya: 1. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan nyata dilapangan pada komponen-komponen yang terkait dengan konflik.2.4.4.4.2.1. .15 dengan harapan bisa memberikan kontribusi nyata dalam upaya meredam timbulnya konflik-konflik serupa di kemudian hari. 1. 1.2. Pihak-pihak yang terkait dalam proses perdamaian Dapat menggunakan penelitian ini sebagai salah satu acuan atau refrensi dalam upaya menemukan resolusi yang tepat untuk menciptakan perdamaian yang optimal bagi kelompok yang bertikai.

2007: 6).1. Pengertian Konflik Secara konseptual konflik dibedakan dengan kekerasan. Definisi konflik sangatlah kompleks dan beragam tergantung bagaimana tempat dan persepsi terhadap konflik tersebut. sedangkan kekerasan meliputi tindakan. Konflik adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki dan menganggap memiliki tujuan yang bertentangan. struktur atau sistem yang menyebabkan kerusakan fisik.1.1. kata-kata dan sikap.1. Perspektif Teoritik dan Kajian Pustaka 2. Swanstrom dan Weissmann (2005: 2) mengartikan konflik sebagai perbedaan persepsi terhadap suatu isu oleh dua kelompok pada waktu yang sama. Perspektif Teoritik 2. Konflik terjadi ketika orang mengejar sasaran yang bertentangan. Konflik merupakan suatu kenyataan hidup yang tidak dapat dielakkan dan sering kali bersifat kreatif. seringkali mengarah pada kondisi yang semakin baik pada mereka yang terlibat di dalam konflik itu (Jamil.1.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Ketidaksesuaian dan konflik biasanya dapat diatasi tanpa memunculkan kekerasan. psikis.1. Sedangkan Wallensteen (dalam Swanstrom & Weissmann (2005: 3) mendefinisikan konflik secara umum sebagai situasi yang dimana dua atau lebih kelompok yang menginginkan sumber yang langka pada 16 . dan lingkungan serta menutup kemungkinan orang mengembangkan potensinya.

Sedangkan Fisher (dalam Jamil. . perbedaan kepentingan. 2007: 10) memaparkan pengertian tentang konflik sebagai hubungan dua pihak atau lebih yang memiliki atau merasa memiliki tujuan yang saling bertentangan. selain konfrontasi fisik itu sendiri.wordpress. berselisih mengenai tindakan yang dilakukan oleh orang kedua. 2000: 15). Dengan demikian istilah tersebut sekarang juga menyentuh aspek psikologis. Bahkan Baron dan Byrne (2004: 45) menyatakan bahwa konflik merupakan sebuah proses individu atau kelompok mempersepsikan orang lain telah atau akan segera mengambil tindakan yang tidak sejalan dengan kepentingan pribadi mereka. tetapi berorientasi sejarah. berorientasi lingkungan. dan berorientasi keamanan (http://vano2000. ide. di balik konfrontasi fisik yang terjadi. Konflik juga didefinisikan sebagai ketidakcocokan kebutuhan dan ketertarikan kelompok. atau adanya keyakinan yang tidak bisa diraih secara simultan (Isenhart & Spangle. atau perjuangan” yaitu berupa konfrontasi fisik antara beberapa pihak. Konflik terjadi ketika seseorang menginginkan anggota kelompok lain melakukan hal-hal yang tidak di inginkan dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatasi ketidakinginannya (Johnson & Jonhson.17 waktu yang sama. Tetapi arti kata itu berkembang dengan masuknya “ketidaksepakatan yang tajam atau oposisi atas berbagai kepentingan. Sumber langka tidak hanya berorientasi secara ekonomi saja. dan lain-lain”.com/2011/07/18/konflik-antar-kelompok-perspektifpsikologi-sosial/download.10/01/2013). 2000: 24). peperangan. 2011: 9) menyatakan bahwa “conflict” dalam bahasa aslinya berarti suatu “perkelahian. Lebih lanjut Webster (dalam Pruitt dan Rubin.

.1. perilaku yang memicu dan menopang interaksi. atau suatu kelompok dengan kelompok lain. Setiap pendekatan akan mengungkapkan asumsi tentang kekuatan internal dan eksternal. melukai. mengeliminasi lawannya yang merupakan tahap dari spektrum perebutan yang meningkat dan menjadi lebih destruktif.18 Kamus Psikologi oleh Chaplin (2005: 105). Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa konflik adalah suatu bentuk hubungan interaksi seseorang dengan orang lain. kekuatan. Dinamika Konflik Ada sejumlah perspektif teoritis yang berusaha menjelaskan dinamika konflik. di mana tujuan musuh adalah untuk menetralisir. Teori-teori tersebut membantu memahami faktor dasar itu “kenapa dan apa” kah yang memicu terjadinya perselisihan. menjelaskan bahwa konflik adalah terjadinya secara bersamaan dua atau lebih impuls atau motif yang antagonistis. pertengkaran.2. 2. dan perkelahian atau peperangan. Isenhart & Spangle (2000: 15). kampanye. menyatakan bahwa konflik melibatkan perselisihan mengenai nilai dan tuntutan status. litigasi. atau masing-masing pihak dalam mempertentangkan suatu isu yang diangkat. atau dampak dari persaingan mencapai tujuan dan ketertarikan. dan ada dalam kondisi lelap tertidur atau kondisi tidak aktif). dan sumber daya. atau dipermasalahkan antara yang satu dengan yang lain berdasarkan alasan tertentu. perselisihan pendapat. Satu konflik aktual itu biasanya mempercepat satu krisis mental dan bisa dibedakan dari satu konflik akar (konflik dasar yang sudah timbul sejak masa kanak-kanak. Teori-teori ini juga memberikan pandangan mengenai masalah yang harus diperhatikan ketika kita meraih resolusi.1.

19

Perspektif yang dipilih akan mempengaruhi pernyataan dan kesimpulan
mengenai konflik yang merupakan perebutan kelompok atau golongan
interdefendensi dalam meraih tujuan-tujuannya. Selain itu, perspektif teori yang
digunakan akan mempengaruhi pilihan strategi kita. Chang (2001: 7) menyatakan
bahwa konflik sosial tidak hanya berakar pada ketidakpuasan batin, kecemburuan,
iri hati, kebencian, masalah perut, masalah tempat tinggal, masalah pekerjaan,
masalah uang, masalah kekuasaan, namun emosi manusia sesaat pun dapat
memicu terjadinya konflik sosial.
Konflik merupakan sesuatu yang rumit dan kompleks karena memiliki
proses serta dinamika yang saling melengkapi. Sebagian besar orang akan bisa
berkompromi dan bernegoisasi jika konflik hanya melibatkan perseteruan
kekuasaan serta cara pengambilan keputusan, negoisasi, dan masalah yang tidak
terpecahkan dari interaksi di masa lalu. Beberapa faktor ini bisa saja terjadi pada
saat yang bersamaan, sehingga kita tidak yakin masalah yang sebenarnya.
2.1.1.3. Terjadinya Konflik
Asy‟arie (2004: 5) menyatakan bahwa proses konflik dapat terjadi dimana
pun, kapan pun, dan kepada siapa pun. Konflik merupakan realitas permanen
dalam perubahan. Perubahan adalah realitas permanen dalam kehidupan,
dialektika adanya konflik, perubahan, dan kehidupan akan bersifat permanen pula.
Masih menurut Asy‟arie, meskipun demikian konflik tidak boleh dibiarkan
berkembang

menjadi

liar

yang

kemudian

merusak

tatanan

kehidupan

bermasyarakat yang mencerminkan ketidakadilan dan merusak persatuan kesatuan
berbangsa.

20

Kriesberg (dalam Soeharto, 2008: 3) berpendapat bahwa konflik terjadi
karena kedua belah pihak percaya bahwa mereka meyakini memiliki tujuan-tujuan
yang tidak sejalan, yang didorong oleh: a) kelompok atau pihak-pihak yang
berkonflik memiliki kesadaran tentang identitas kolektif atau mereka merasa
berbeda dari kelompok lain, b) kelompok atau pihak-pihak yang berkonflik harus
merasakan ketidakpuasan atas posisi mereka dalam hubungan dengan kelompok
lain, c) kelompok atau pihak-pihak yang berkonflik harus beranggapan bahwa
mereka bisa mengurangi ketidakpuasan dengan membuat kelompok lain
menderita.
Sedangkan Klem (dalam Jamil, 2007: 16) menyebutkan berbagai faktor
penyebab konflik yang dibedakan dalam beberapa jenis, yaitu:
a. Triggers (pemicu), yaitu peristiwa yang memicu sebuah konflik namun tidak
diperlukan dan tidak cukup memadai untuk menjelaskan konflik itu sendiri.
b. Pivotal factors of root causes (faktor inti atau penyebab dasar), yaitu terletak
pada akar konflik yang perlu ditangani supaya pada akhirnya dapat mengatasi
konflik.
c. Mobilizing factors (faktor yang memobilisasi), yaitu masalah-masalah yang
memobilisasi kelompok untuk melakukan tindakan kekerasan.
d. Aggravating factors (faktor yang memperburuk), yaitu faktor yang
memberikan tambahan pada mobilizing factors dan pivotal factors, namun
tidak cukup untuk dapat menimbulkan konflik itu sendiri.
Pruitt dan Rubin (2011: 116) menyatakan bahwa konflik timbul karena
adanya perbedaan persepsi mengenai kepentingan (perceived of interest).

21

Kepentingan didefinisikan sebagai perasaan orang mengenai apa yang
sesungguhnya ia inginkan. Perasaan itu cenderung bersifat sentral dalam pikiran
dan tindakan orang yang membentuk inti dari banyak sikap, tujuan, dan niat
(intensi)-nya. Dimensi yang digunakan untuk mendeskripsikan kepentingan
bersifat universal (seperti kebutuhan akan rasa aman, identitas, “restu sosial”,
kebahagian, kejelasan tentang dunianya, dan beberapa harkat kemanusian yang
bersifat fisik). Perbedaan persepsi mengenai kepentingan terjadi ketika tidak
terlihat adanya alternatif yang memuaskan aspirasi kedua belah pihak. Konflik
dapat terjadi hanya karena salah satu pihak memiliki aspirasi tinggi atau karena
alternatif yang bersifat integratif dinilai sulit didapat. Ketika konflik semacam itu
terjadi, maka ia akan semakin mendalam bila aspirasi sendiri atau aspirasi pihak
lain bersifat kaku dan menetap.
2.1.1.4. Ragam Konflik
Tujuan dari pendekatan yang menghindari konflik sering kali disebabkan
oleh tindakan untuk menjaga status quo dan harmonisasi yang ada pada saat itu.
Sedangkan pendekatan kompetitif bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan
personal dengan mengabaikan perdamaian atau tidak mencari persamaan satu
sama lainnya. Setiap pendekatan memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri
ketika dihadapkan dengan kebutuhan individu dalam konteks menjaga hubungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan sikap antara lain adalah pentingnya
masalah tersebut bagi pihak yang bersangkutan, normal kultural, dan konteksual
mengenai pendekatan konflik yang seharusnya digunakan, cara seseorang
merespon reaksi orang lain, dan tujuan- tujuan personal lainnya. Lima ragam

22

sikap berikut ini akan memberikan deskripsi mengenai beberapa cara paling
umum yang dilakukan ketika menghadapai masalah (Isenhart & Spangle, 2000:
19):
a. Menghindar, menyangkal adanya konflik, mengubah topik pembicaran dan
menghindari diskusi, serta tidak melakukan apa-apa. Cara ini sangat efektif
dalam situasi yang melibatkan kekerasan fisik.
b. Mengakomodasi

(menyesuaikan

diri

atau

berdamai),

mengorbankan

kepentingan dan membiarkan pihak lain untuk mendapatkan bagian dari
kepentingan yang kita miliki dan mereka inginkan. Cara ini sangat efektif
dalam situasi hanya ada sedikit kesempatan untuk mendapatkan keuntungan
sendiri.
c. Berkompromi, tiap-tiap pihak mendapatkan bagian masing-masing terhadap
kepentingan-kepentingan mereka melalui adanya kesepakatan yang disetujui
oleh semua pihak. Cara ini sangat efektif dalam situasi yang membutuhkan
resolusi cepat, di mana di dalamnya termasuk aspek kompetitif dan kolaboratif.
Aspek-aspek tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1) Kompetitif, dikarakterisasikan dengan perilaku agresif, fokus pada diri
sendiri, pemaksaan, tuntutan verbal, tidak kooperatif, dan memaksakan
keinginan pada pihak lain. Cara ini sangat efektif dalam situasi yang
membutuhkan keputusan cepat, adanya keterbatasan pilihan, tidak ada yang
dirugikan dengan adanya

pemaksaan, pihak lain menolak untuk

bekerjasama, dan tidak khawatir mengenai rusaknya hubungan.

23

2) Kolaboratif,

dikarakterisasikan

dengan

perilaku

mendengarkan

permasalahan dari pihak lain, fokus pada masalah yang ada, berkomunikasi
secara empati, dan mencari cara agar kebutuhan semua pihak bisa tercapai.
Cara ini sangat efektif dalam situasi dimana kekuasaan atau kekuatan
seimbang, dan adanya banyak waktu serta energi untuk menghasilkan solusi
integratif yang bisa memuaskan semua pihak.
Fisher (dalam Jamil, 2007: 10) membagi ragam konflik berdasarkan
hubungan antara tujuan dan tingkah laku menjadi sebagai berikut:
a. Kondisi Tanpa Konflik (No Conflict).
Menurut persepsi orang pada umumnya, kondisi tanpa konflik
merupakan kondisi yang diinginkan namun demikian kelompok atau
masyarakat yang damai jika ingin bertahan lama maka harus hidup dengan
dinamis, menyatukan konflik tingkah laku dan tujuan serta menyelesaikannya
secara kreatif.
b. Konflik Laten (Latent Conflict)
Konflik laten adalah konflik yang berada di bawah permukaan dan
sebagaimana telah disarankan konflik ini perlu dibawa kepermukaan sebelum
dapat diselesaikan secara efektif.
c. Konflik Terbuka (Open Conflict)
Konflik ini mengakar secara dalam serta nampak jelas dan membutuhkan
tindakan untuk mengatasi penyebab yang mengakar serta efek yang tampak.

24

d. Konflik Permukaan (Surface Conflict)
Konflik ini memiliki akar yang tidak dalam atau tidak mengakar.
Mungkin pula bahwa konflik permukaan ini muncul karena kesalahan
pemahaman mengenai sasaran dan dapat diatasi dengan komunikasi.
2.1.1.5. Sumber Konflik
Mengidentifikasi masalah dasar yang menimbulkan perasaan-perasaan
negatif dan merusak hubungan merupakan salah satu tugas utama dalam
memahami akar masalah penyebab timbulnya konflik. Scout Scott (dalam Isenhart
& Spangle, 2000: 17) menyatakan bahwa konflik akan terus berlanjut bersamaan
dengan bertambahnya tingkat kekecewaan kecuali kebutuhan dan keinginan yang
mendasarinya bisa diidentifikasi. Banyaknya sumber konflik membuat berbagai
pihak sangat sulit berfokus pada masalah yang sama. Setiap sumber bisa
mempengaruhi sumber yang lainnya, contohnya: hubungan yang tidak harmonis
bisa mempengaruhi penghargaan seseorang terhadap aturan orang lain,
ketidakseimbangan kekuatan atau kekuasaan bisa menciptakan adanya kebutuhan
akan prosedur adil bagi pihak yang lebih lemah.
Berikut ini tujuh sumber konflik menurut Isenhart dan Spangle:
a. Data, manusia seringkali berbeda pendapat mengenai sumber terbaik,
realibitas, atau interpretasi data. Apakah data menyatakan bahwa perselisihan
mengenai perjanjian, lingkungan, kehilangan fisik, atau pembayaran yang
harus dikeluarkan akibat adanya kerusakan, seringkali membutuhkan
interpretasi atau standar objektif dari pihak ketiga yang netral untuk
memecahkan perbedaan pendapat tersebut.

25 b. tidak yakin bahwa orang tersebut bersikap jujur. atau pilihan. atau resolusi konflik. Prosedur. c. d. Mereka juga tunduk pada keputusan hakim karena pengadilan mengikuti proses yang bisa di prediksi. atau kebijakan organisasi biasanya melibatkan aturan mengenai bagaimana caranya agar kepentingan spesifik dari semua pihak bisa terpenuhi. Masalah seperti ini dimulai dengan perbedaan nilai mengenai sesuatu. pihak-pihak yang berselisih tidak akan mengikuti diskusi jika mereka tidak sepakat mengenai cara pemecahan masalah. f. masyarakat. contohnya: negosiasi antara supervisor dan karyawan bisa menjadi sangat sulit . Interest (kepentingan/ ketertarikan). atau keluarga seringkali menimbulkan konflik karena aturan dan ketidakseimbangan kekuasaan yang diciptakan. perjanjian kerja. pembuatan keputusan. e. Haruskah pihak industri membabat hutan untuk melakukan penambangan?. aturan profesional. Mereka tunduk pada hasil pemilihan karena yakin bahwa prosedur tersebut adil. biasanya konflik tersulit yang harus dipecahkan melibatkan perbedaan pendapat mengenai kepentingan. atau merasa bisa mengabaikannya. Hubungan. keinginan yang spesifik dan nyata atau kebutuhan yang dirasakan merupakan sumber umum dari terjadinya perbedaan pendapat. Kolaborasi dimulai dengan adanya hubungan dengan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi. Perbedaan opini ini seperti yang terdapat dalam penyelesaian kasus perceraian. prioritas ketertarikan. Value (nilai). opsi. contohnya: Apakah anak adalah milik ayah atau ibu?. manusia akan menolak bekerjasama jika ia tidak mempercayai dan menghargai orang lain. Aturan.

Selain itu. Luckham. RELASI PERAN NILAI PROSEDUR INFORMASI KEPENTINGAN Gambar 2. masyarakat sipil atau kolektivitas sosial. konflik sering terjadi dari cara seseorang mengatakan sesuatu. Selanjutnya konflik tiga ruang digambarkan dengan skema sebagai berikut: . Arena Konflik Tiga Ruang Kekuasaan Konflik sosial bisa berlangsung pada lingkup antar-ruang kekuasaan.1.1.1. Terdapat tiga ruang kekuasaan yang dikenal dalam sebuah sistem sosial kemasyarakatan. Komunikasi. Sumber-sumber Konflik (Isenhart & Spangle. Pihak yang sedang bertikai juga bisa menjadi marah karena tidak diberitahu tentang informasi yang dianggap relevan. 1998: 56). emosi manusia bisa dipicu oleh perkataan yang menghina atau mengancam.6. Konflik sosial bisa berlangsung di dalam setiap ruangan atau melibatkan agensi atau struktur antar-ruangan kekuasaan. dan sektor swasta (Bebbington. 1977.26 jika karyawan tesebut yakin bahwa lemahnya kekuasaan yang dimilikinya bisa menghambat dirinya untuk mendapatkan negosiasi yang bermanfaat. 2000: 15) 2. g. yaitu ruang kekuasaan negara.

contohnya adalah “perseteruan berdarah” antara komunitas lokal melawan perusahaan perkebunan multinasional di Mesuji. Konflik Tiga Ruang Kekuasaan Berdasarkan skema model konflik sosial berprespektif ruang kekuasaan dari Bebbington (1997: 56). b. Dalam hal ini. . konflik sosial dapat terjadi dalam bentuk protes warga masyarakat atas kebijakan politik yang diambil oleh negara/ pemerintah yang dianggap tidak adil dan merugikan masyarakat secara umum. Perlawanan asosiasi pedagang kaki lima di Jakarta melawan penggusuran oleh Pemerintah DKI Jakarta adalah contoh klasik.27 Masyarakat Sipil/Kolektivitas Sosial “Ruangan Kekuasaan” dimana konflik sosial mungkin berlangsung Negara/Pemerintah Swasta/Badan Ekonomi Profit Gambar 2. yaitu: a. Provinsi Lampung. Kasus serupa juga ditemui dalam “Tragedi Luapan Lumpur Lapindo di Sidoarjo” menghadapkan warga lokal yang menderita kerugian akibat luapan lumpur panas porong Sidoarjo yang terus menerus keluar dari bekas tempat galian tambang sejak tahun 2006 dengan swasta berskala besar. Warga masyarakat sipil atau kolektivitas sosial berhadap-hadapan melawan negara dan sebaliknya. maka konflik sosial antar pemangku kekuasaan dapat berlangsung dalam tiga bentuk.2. Konflik sosial yang berlangsung antara warga masyarakat atau kolektivitas sosial melawan swasta dan sebaliknya.

serta budaya yang mendominasi. atau kelompok etnik di muka bumi ini dapat menyatakan dirinya sebagai individu murni yang dalam proses pembentukan identitas dirinya tidak terpengaruh dan dicampuri oleh unsur-unsur lain di luar dirinya.7. Stereotype ini tidak selalu benar dan seringkali menyesatkan karena dibentuk atas dasar informasi yang tidak lengkap. bersifat sepihak.1. Selain itu media juga sangat berpengaruh dalam pembentukan stereotype ini. Kecenderungan manusia untuk memasukkan seseorang atau kelompok kedalam suatu kategori tertentu memiliki tujuan survival dalam kehidupan di dunia ini. Dimensi Identitas Jamil (2007: 23) menyatakan bahwa tidak ada satu pun individu di dalam masyarakat. Berbagai tindakan yang diambil oleh pemerintah/ negara dalam mengawal jalannya sebuah kebijakan.1.1. Identitas Kelompok 2. a. dan disaring serta diserap oleh individu dengan berbagai latar belakang serta pengalaman yang berbeda. Pengelompokan individu atau kelompok ke dalam kategori-kategori selalu memunculkan stereotype. biasanya memakan biaya sosial berupa konflik tipe ini yang tidak terelakan.1.7. Konflik sosial yang berlangsung antara swasta berhadap-hadapan melawan negara dan sebaliknya. 2.28 c.1. Pembentukan Identitas Kelompok Jamil (2007: 22) menyatakan bahwa pembentukan identitas sangat dipengaruhi oleh hubungan seseorang dengan orang lain. Hal ini karena tidak ada individu yang dapat membatasi dirinya untuk tidak terpengaruh oleh hal-hal di luar dirinya. komunitas. .

dan lain-lainnya memiliki peran dan fungsi tertentu dalam sistem kekerabatan .3. sistem konsep. Gambar 2. ibu. Demikian pula. kekerabatan. individu tidak dapat lepas dari budaya yang mengitarinya. Pembentukan Identitas Konteks kerangka kerja ini menjelaskan bahwa dalam keberadaannya. maka oleh budaya yang berlaku di dalam komunitasnya.29 Berikut ini merupakan kerangka kerja yang dapat menjelaskan proses terbentuknya identitas. individu itu tunduk dalam peran dan fungsi yang ditentukan oleh budaya itu. 2007: 24). Kelompok kekerabatan yang dimiliki seorang individu akan menentukan identitas diri seorang individu. dan pendidikan. ayah. di dalam individu itu melekat berbagai karakteristik dan identitas yang spesifik dalam budaya tersebut. Budaya dalam kaitan ini dipahami sebagai suatu sistem pengetahuan. seorang individu juga selalu menjadi salah satu bagian dari suatu sistem kekerabatan tertentu. sistem abstraksi. sistem tingkah laku. demikian pula posisi kekerabatannya. Seorang individu yang memiliki posisi sebagai anak. yaitu bahwa identitas mengandung unsur budaya. dan hasil tingkah laku yang dimiliki oleh suatu komunitas dengan melalui proses belajar (Koentjaraningrat dalam Jamil. Oleh karena seorang individu hidup dalam suatu komunitas tertentu. Selain itu.

Identitas dan Konflik Jamil (2007: 25) menyatakan bahwa identitas memiliki banyak dimensi yang berkaitan dengan situasi konflik. serta mencari keamanan. Disamping itu. Akan tetapi identitas pun muncul karena adanya konflik. atau bahkan jika hanya muncul ketakutan pada tingkatan tertentu. Munculnya ancaman yang dialami oleh seseorang baik secara terbuka maupun tersembunyi akan mendorong orang untuk mengubah identitas. Kesatuan ini dapat digunakan sebagai mekanisme yang potensial bagi eksploitasi ketakutan dan dorongan untuk .30 yang dimilikinya serta dalam budayanya. Adanya kebutuhan manusia akan adanya keamanan mengakibatkan munculnya kerentanan dari perubahan konteks yang terjadi disekitarnya. individu akan segera mengubah pelabelan dirinya. dan agama. 2. orang akan mengadopsi pelabelan yang membuatnya merasa aman dan label yang digunakan dapat berupa suku bangsa.1. Dalam konteks ini. Anggapan bahwa identitas menimbulkan konflik merupakan sesuatu yang sudah sangat jelas. Secara khusus batasan yang ditetapkan oleh seseorang atas dirinya akan berubah dengan cepat sejalan dengan adanya perubahan kondisi yang mengitari kehidupannya. Ketika ketakutan berkembang. pendidikan juga sangat menentukan identitas seorang individu. kebangsaan. Dengan tujuan untuk mengamankan diri dalam suasana yang mengancam pada saat itu.7.2.1. Oleh karena itu identitas tidak dapat dipisahkan dengan sistem kekerabatan yang melingkupi seorang individu. perubahan identitas itu dipahami karena manusia ingin menghindarkan dirinya dari berbagai ancaman. Ketika muncul konflik dalam sebuah komunitas.

Beberapa kriteria yang sering digunakan para ahli. simbol. atau nasional. Kesukubangsaan atau identitas kesukuan merujuk pada kelompok yang memiliki kesamaan bahasa. dan ras. adat istiadat yang dimiliki bersama oleh anggota suatu suku bangsa. 2. d. norma. Wilayah. secara historis agama merupakan tanda penting dari suatu suku bangsa.31 memperoleh kekuasaan. berupa artefak budaya.7. Tipe Identitas Kolektif Suku bangsa dan kebangsaan merupakan kelompok yang sering kali dirujuk untuk menunjukkan identitas. e. sehingga orang lain tidak dapat memaksakan identitas lain kepadanya. . agama. sistem nilai. Organisasi Sosial. Sementara kebangsaan atau identitas nasional merujuk pada kelompok yang memiliki kesamaan wilayah atau bangsa.3. makna. Agama. budaya. aturan. Budaya. misalnya Rodolvo Statenhagen (dalam Jamil.1. merupakan dasar dari struktur ekonomi dan politik yang dipandang sebagai unit-unit fundamental dalam kehidupan suku bangsa dan bangsa. Hal yang penting dalam kaitannya dengan identitas adalah bahwa orang merasa percaya diri dengan identitas yang melekat padanya. b. suku bangsa. unsur budaya menyangkut aspek budaya material. yaitu indikator yang sangat kuat dari identitas. 2007: 27) untuk mengindentifikasi suku bangsa adalah: a. merujuk pada jaringan institusi dan hubungan sosial yang memberikan konsistensi bagi suku bangsa di luar identitas individu sebagai anggota masyarakat. Bahasa. c.1.

2. Keluarga adalah aparat dasar dari masyarakat. dan pembentukan superego dilakukan dalam keluarga.32 f. Masyarakat berada dalam posisi diatas dalam konflik ini. e. introyeksi nilai-nilai masyarakat. Ego bertugas sebagai perantara antara batas-batas sosial dan instink-instink. yaitu: a. . 2005: 136) sebagai salah satu tokoh psikologi sosial mengemukakan teori tentang beberapa prinsip yang berlaku dalam fungsi kelompok. Kelompok-kelompok dan masyarakat terbentuk sebagai kelanjutan keterikatan libido anak pada orang tuanya. proses sosialisasi.1. Ketertiban masyarakat ditentukan oleh kemampuan ego-ego anggota masyarakat yang bersangkutan untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan masyarakat. d. Prinsip yang berlaku dalam Fungsi Kelompok Sigmund Freud (dalam Sarwono. Ras.4.1. Fungsi masyarakat adalah untuk menghambat dan merepres impuls-impuls naluriah perorangan. Perkembangan anak. Keluarga menjadi prototipe hubungan individu dengan masyarakat. secara khusus merupakan tanda yang signifikan dari identitas suku bangsa. Sistem ego yang berfungsi baik merupakan prasyarat agar seseorang dapat bertahan dalam suatu lingkungan sosial. c. Manusia dan lingkungan sosialnya selalu berada dalam konflik yang tiada henti. karena individu takut pada ancaman destruktif masyarakat. Untuk itu digunakan berbagai teknik pertahanan ego dan kontrol agar kedua pihak terpuaskan. b.7.

tetapi disebabkan oleh sublimasi dan deseksualisasi libido ke dorongan persahabatan. perspektif ini malah melihat konflik sebagai fungsi sosial vital yang menjadi tempat pelepasan ketegangan dan pembentukan atau perbaikan norma.1. konflik merupakan ketegangan dari keyakinan manusia mengenai sesuatu yang seharusnya terjadi. perubahan aturan. Persfektif mereka berupaya menghitung dinamika. Pembentukan masyarakat tidak disebabkan oleh adanya satu atau dua obyek (orang) yang punya kekuasaan yang luar biasa.33 f. Dasarnya adalah persaingan untuk merebut perhatian pimpinan. dan perubahan lingkungan yang ada. hubungan. Konflik memaksa kelompok yang bertikai untuk berhadapan . Dengan demikian ketika teori lain memandang konflik sebagai sesuatu yang tidak sehat dan disfungsional. Dari perspektif transformasi. g. 2.8. Keadilan sosial timbul dari perasaan saling membutuhkan dan saling memenuhi antar anggota masyarakat.1. Isenhart dan Spangle (2000: 19) menyatakan bahwa resolusi konflik malah memperpanjang ketimpangan dan ketidakadilan yang telah ada sebelumnya. Resolusi Konflik Dalam Rangka Mentransformasikan Konflik Ke Damai Kebanyakan para peneliti transformasi lebih berfokus pada perubahan dan proses konflik daripada penjelasan mengenai alasan terjadinya konflik. Keadilan sosial adalah bentuk reaksi dari hasrat ingin memiliki (envy). Konflik terdiri dari berbagai tahap dan membutuhkan strategi yang berbeda serta solusi yang tidak bisa menggambarkan resolusi dalam berbagai keadaan. harapan.

dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Bush & Folger (dalam Isenhart dan Spangle. . memberikan kesempatan untuk menguatkan perasaan menjalani hidup. Pesatnya perkembangan studi tentang konflik sangat dipengaruhi oleh realitas masyarakat dunia yang tidak sepi dari konflik berdarah yang menelan ribuan korban jiwa meninggal dunia. sehingga konflik bertindak sebagai proses sosial yang konstruktif. Transformasi terjadi ketika manusia bisa mengubah persepsi mengenai dirinya dan orang lain. Mediator transformasi harus berusaha mempengaruhi pola interaksi. mengubah pikiran seseorang mengenai diri dan pasangannya. Alasan terkuat untuk percaya bahwa transformasi bisa memandu mediasi adalah pemikiran yang mendasarinya bahwa tujuan transformasi yakni menumbuhkan moral terhadap kekuatan dan rasa belas kasih yang harus didahulukan dari tujuan mediasi yang lain.34 dengan masalah yang lebih dalam. Teori transformasi konflik adalah sebuah alat bantu untuk menganalisis berbagai macam gejala konflik dalam masyarakat dan berguna untuk menyusun tindakan-tindakan strategis dalam menghadapi konflik tersebut. 2000: 20) berpendapat bahwa perspektif ini merupakan pondasi bagi mediasi transformasi yang bertujuan bergerak di luar solusi untuk mentransformasi hubungan. atau mengubah caranya dalam berhubungan dengan orang lain. Studi tentang transformasi konflik berkembang pesat sejak dekade tahun delapan puluhan. Meskipun tujuan lain tersebut merupakan tujuan yang penting.

Masyarakat tidak sadar akan terjadinya ketidakseimbangan dan ketidakadilan. Pada awalnya konflik masih bersifat laten sehingga pendidikan mendapat peranan penting sebagai conscientization. Sedangkan Laderach (dalam alMakassary. 2007: 6). dan berani menyuarakan restorasi keadaan. Dengan conscientization diharapkan masyarakat mulai bangun dari “tidur dogmatisnya”. tidak menganjurkan semata-mata mengurangi atau mengontrol konflik tetapi mengakui bekerjanya karakter dialektika. Biasanya melibatkan transformasi persepsi dengan menekankan pada perbedaan-perbedaaan antara masyarakat dan kedudukannya (al-Makassary. konflik . 2007: 5). Laderach berpandangan bahwa konflik sosial adalah kejadian alami diantara manusia yang terlibat dalam hubungan sosial dan transformasi konflik yang efektif dapat memakai penonjolan perbedaan-perbedaan dalam suatu cara yang konstruktif dan dapat mengembangkan pemahaman mutualistik. Strategi bukan hanya masalah metode atau model penyelesaian tetapi juga menentukan kapan waktu yang tepat untuk mengintervensi suatu konflik. Transformasi memandang perdamaian berpusat dan berakar dalam kualitas hubungan. menumbuhkan kesadaran relasi yang tidak seimbang.35 Transformasi konflik juga menyangkut penyusunan strategi untuk bertindak. Transformasi konflik adalah suatu konsep perspektif yang berarti bahwa berbagai akibat destruktif dari suatu konflik dapat dimodifikasi atau ditransformasi untuk mencapai perdamaian. Analisa akar-akar konflik dan dinamika harus mengungkapkan berbagai kemungkinan tindakan strategis yang dapat dilakukan. serta harus sudah bekerja pada saat awal terjadi gejala konflik.

dan korban kekerasan akibat konflik.1. sosial. Menurut Galtung (dalam Jamil. hak orang cacat. Prinsip seperti ini mutlak dibangun dalam setiap kehidupan individu dalam segala aspek. Tabel 2. memahami keadilan sosial secara psikologis.36 Upaya yang dilakukan dalam menciptakan budaya damai antara lain tindakan promosi non kekerasan dan keadilan. yaitu peace keeping. komunikasi budaya. Prinsip tersebut merupakan upaya menghilangkan kesenjangan dalam berbagai tindakan-tindakan diskriminatif terhadap kaum minoritas yang menghormati hak minoritas seperti kesetaraan gender. gerakan kesetaraan. maupun budaya. dan peace building. 2007: 71). baik aspek ekonomi. Kerangka Resolusi Konflik Versi Galtung Masalah Kekerasan Pertentangan kepentingan Strategi Target Peacekeeping Kelompok “pejuang” (aktivitas militer) atau para militer Peacemaking Pemimpin / Tokoh (aktivitas politik) Struktur sosial ekonomi dan sikap Peacebuilding Masyarakat umum negatif (aktivitas sosial ekonomi) (pengikut) . hak anak. terdapat tiga tipe dalam mentransformasi konflik ke damai. peace making. serta mengutamakan prevensi daripada intervensi.

setidaknya meminimalisir hingga sekecil mungkin serta terus menerus dan cenderung bersifat reaktif dengan tujuan mengurangi situasi yang buruk dari konflik yang difokuskan pada akar masalah konflik. Peacemaking lebih menekankan non-kekerasan . Peacekeeping secara tradisional fokus pada managemen.1. 2.1. Peacemaking Peacemaking merupakan usaha nyata menyelesaikan konflik destruktif.1. Peacemaking lebih bersifat reaktif dan proaktif yang berfokus pada upaya menghilangkan dasar-dasar konflik.1. lebih dari resolusi konflik. Aziz (2012: 6) berpendapat bahwa menjaga perdamaian peacekeeping (conflict management) yaitu menjaga keberlangsungan perdamaian dan memfokuskan penyelesaian masalah melalui pengembangan hubungan yang baik di antara masyarakat yang terlibat konflik. peacekeeping merupakan intervensi pihak ketiga (seringkali berupa kekuatan militer meski tidak selalu demikian) ikut membantu semua pihak dalam proses transisi dari konflik kekerasan menuju perdamaian dengan memisahkan dan menjauhkan pihak-pihak yang bertikai untuk menghindarkan penularan konflik terhadap kelompok lain (Jamil.1. Peacekeeping digunakan secara fleksibel.37 2. Peacekeeping Peacekeeping sebagai usaha menghentikan kekerasan yang sedang berlangsung.2. dan mediasi. arbitrasi. juga sebelum atau sesudah kekerasan langsung episodik yang mencegah atau mitigasi kekerasan episodic. Di lain pihak.8.8. kadang melalui proses seperti negoisasi. Peacemaking merujuk pada serangkaian tindakan yang mengurangi kemungkinan kekerasan episodik. 2007: 18).

1. Peacebuilding penting untuk menyelesaikan ketidakseimbangan struktural yang mendeprivasi manusia baik itu pilihan. 2. serta adanya kepentingan status quo. dan kesehatan.8. Peacemaking merupakan upaya diplomatik untuk mengakhiri kekerasan antar pihak yang bertikai.1. politik.3. pendidikan. menggerakan keduanya pada dialog anti kekerasan. dan kesejahteraan. kesehatan. Peacebuilding meliputi transformasi struktur ekonomi yang mengeksplotasi dan deprivasi sumber daya manusia bagi pertumbuhan serta perkembangan optimal sehingga setiap orang memiliki material yang cukup seperti rumah. dan mencapai persetujuan perdamaian. Secara politik peacebuilding terjadi ketika sistem politik yang menekan orang ditransformasi sehingga ada kesempatan equal bagi suara dan reprentasi politik. Peacebuilding memiliki dimensi kultural. bersifat temporal dan spasial. cenderung proaktif. Tetapi peacebulding juga esensial untuk menghilangkan dasar kekerasan langsung yang . Secara kultural peacebuilding mensyaratkan transformasi naratif budaya atau keyakinankeyakinan yang menjustifikasi dan legitimasi dominasi satu kelompok terhadap kelompok lainnya. pekerjaan.38 atau prevensi kekerasan. Peacebuilding Peacebuilding mengembangkan kondisi-kondisi yang mendukung keadilan sosial dan hubungan damai. dan ekonomi. muncul dari adanya kekerasan langsung yang aktual. menjadi sebuah proses proaktif yang jangka panjang. Aziz (2012: 7) berpendapat bahwa peacemaking (conflict resolution) memfokuskan penyelesaian pada masalah (kekerasan dan pertikaian) dan segera menghentikannya.

Sedangkan menurut Sukma (2009: 8).2. peacebuilding bertujuan menciptakan keamanan dan ketertiban publik. Peacebuilding lebih menekankan pada kualitas interaksi daripada kuantitas. membangun kerangka kelembagaan dan politik bagi terwujudnya perdamaian . peacebuilding adalah strategi atau upaya yang mencoba mengembalikan keadaan destruktif akibat kekerasan yang terjadi dalam konflik dengan cara membangun jembatan komunikasi antar pihak yang terlibat konflik. Mengembangkan kegiatan perdamaian dalam konteks seluas luasnya tidaklah mudah.. 2001.dkk. kecemburuan.J.39 terstruktur. D. 16) Peacemaking Peacebuilding Reaksi kekerasan langsung Reduksi kekerasan struktural Menekankan akhir non-kekerasan Menekankan akhir sosial Reaktif Proaktif Halangan temporal dan spasial Ubiquitous Prevensi kekerasan episodic Promosi keadilan sosial Kepentingan status quo Ancaman terhadap status quo Menurut Jamil (2007: 83). Dalam usaha peacebuilding yang menjadi fokus untuk diselesaikan adalah perubahan struktur dalam masyarakat yang menimbulkan ketidakadilan. Secara teoritis tahapan peacebuilding (conflict transformation). Peacebuilding melibatkan level individualisme hingga perubahan institusional dan komunitas yang berdasar pada penyelesaiannya. 2012: 20). Peacemaking dan Peacebuilding (Christie. Tabel 2. kemiskinan (Aziz.

Syarat pertama pada paham anti kekerasan adalah keadilan yang menyeluruh di setiap bidang kehidupan. menegakan hukum. yaitu keluarga. problem solving lebih menekankan upaya penyelesaian konflik yang sifatnya imposed peace. yaitu . trauma konflik. komunitas. sehingga konflik cenderung terulang kembali dikarenakan permasalahan tidak terselesaikan utuh sampai dengan akar-akar permasalahannya. mendukung pemulihan psikososial. Pada paham ini tidak ada alasan untuk takut karena setiap penganut paham pantang kekerasan hanya mengenal satu ketakutan. dan meletakan dasar sosial ekonomi bagi terwujudnya perdamaian jangka panjang. non kekerasan.1. dan tidak melukai makhluk hidup adalah kekuatan paling ampuh yang tersedia bagi umat manusia. menjamin keadilan. Perdamaian Paham Ahimsa yang danut oleh Mahatma Gandhi dalam menciptakan perdamaian menjadi salah satu dasar yang kuat dalam menciptakan perdamaian. partisipatif.1. dan negara. dan berjangka panjang yang berdasar pada nilai-nilai universal di segala level praktis keseharian.9. sekolah. berkorban. 2. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa damai bukan semata-mata ketiadaan perang atau konflik tetapi suatu keadaan dinamis. Ahimsa atau pantang kekerasan. di mana dalam kebanyakan kasus konflik sejenis. di mana kesepakatan damai tercapai hanya melibatkan tataran pemimpin kelompok dengan tekanan dari pemerintah tanpa melibatkan tataran langsung di tingkat bawah atau masyarakat yang terlibat langsung dalam konflik.40 jangka panjang. Salah satu strategi untuk mencapai resolusi konflik adalah strategi problem solving (pemecahan masalah).

yang dikenal dengan sarvodaya (kesejahteraan positif) yang baik bagi semua. Adapun perbedaan perspektif kekerasan dan damai yang dapat bersifat langsung serta . Kekerasan struktural terjadi secara tidak langsung terhadap individu. non kekerasan dipandang sebagai sebuah filosofi oleh Mohandas K. merujuk pada proses perkembangan sebuah pemahaman tentang konflik dengan pandangan terhadap semua individu yang terlibat di dalamnya. yaitu kekerasan langsung (episodic violence) dan kekerasan struktural (structural violence). Kekerasan langsung yaitu menyakiti secara langsung baik fisik maupun psikologis. Ada tiga prinsip yang terdapat dalam sarvodaya. Tindakan non kekerasan merupakan representasi nilai kultur damai yang secara implisit merupakan antitesa dari tindakan kekerasan. 2001. 2001: 8) didefinisikan sebagai apapun yang menyakiti dan melukai. Gerstein dan Moeschberger. Ada dua bentuk kekerasan. komunitas. Ghandi (Mayton II. Kekerasan oleh Galtung (dalam Mayton II. 2003: 17) sebagai strategi umum predisposisi dalam resolusi konflik yang bertujuan mencapai keadilan sosial.41 ketakutan pada Tuhan. yaitu 1) satyagraha yang dimaknai sebagai kekuatan spiritual. Secara konseptual. sebagai bagian dari proses mencari kebenaran absolut dalam kehidupan. 2) ahimsa yang meliputi keyakinan tentang adanya kesakralan dalam kehidupan dan menolak untuk menyakiti keberadaan makhluk hidup yang lain. dan 3) tapasya yaitu sebuah manufer konfrontasi dengan kekerasan melalui gerakan aktif non kekerasan dan lebih menekankan pada adanya kontrol diri. atau bangsa melalui elemen-elemen stuktur masyarakat.

3.42 struktural sebagaimana digambarkan oleh Galtung (dalam Christie. Perbedaan Kekerasan dan Damai: Episodik dan Struktural . 2006: 9) yaitu sebagai berikut: Kekerasan Episodic Struktural Disebut juga kekerasan langsung Khususnya membunuh/ Disebut juga kekerasan tidak langsung menyakiti Membunuh/ menyakiti orang secara orang secara cepat perlahan Dramatis Hal-hal kebutuhan dasar Damai (peacebuilding) Episodic Struktural Reduksi kekerasan episodik Reduksi kekerasan struktural Menekankan non kekerasan Menekankan keadilan sosial Melihat pencegahan kekerasan secara Melihat langsung pencegahan kekerasan struktural Menghasilkan reduksi tegangan antar Menghasilkan peningkatan ketegangan kelompok kelompok Menggunakan kontak antar kelompok Menggunakan kontak antar kelompok dan dialog dan non kooperatif Mendukung status quo Menentang status quo Tabel 2.

selfeficacy. dan menciptakan hubungan yang harmonis. ia mengemukakan suatu prinsip yang sederhana. Keselarasan yang mempunyai sinonim sebagai hubungan harmonis dan seimbang merupakan kondisi damai tanpa hadirnya pertentangan (Boeree. dan kekuatan ekonomi. Kecenderungan yang terjadi adalah perdamaian bersifat semu karena interdependensi negatif justru menjadi dasar relasi antar . dan tekanan. yaitu tentang individu yang cenderung menciptakan keselarasan dan menghindari pertentangan atau ketidakcocokan. Berikut ini dijelaskan tipe-tipe perdamaian menurut Johnson dan Johnson: a. Konsekuensinya semakin jelas bahwa interaksi yang terjadi cenderung oposisi sehingga identitas. kemampuan mengendalikan diri. bahkan akses sumber daya terbatas karena adanya kontrol dari pihak ketiga. seperti simbol-simbol. kekuasaan. kerajaan. Imposed Peace Tipe perdamaian didasarkan pada dominasi. Pelembagaan konflik antar kelompok merupakan representasi dari adanya imposed peace. Dengan demikian damai merupakan proses terciptanya kondisi yang seimbang tanpa adanya pertentangan yang dapat menimbulkan ketidakcocokan. Pengembangan dari tipe perdamaian ini didasarkan pada tekanan dari pihak penguasa yang dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki kekuatan besar. 2006: 22). self-esteem berbeda.43 Teori pertentangan lain dikemukakan oleh Leon Festinger. Penanganannya dilakukan oleh pihak ketiga dan pihak pemenang atau yang mendominasi. Hal ini ditandai dengan adanya suasana yang penuh dominasi dan kompetisi dalam pola relasi antar kelompok.

ketika salah satu pihak menjadi pemenang maka ia menempati posisi dominasi. Interpendensi negatif juga dapat terjadi ketika distribusi keuntungan berbeda di antara pihak pemenang dan yang kalah. yaitu: 1) Peacekeeping: Third Party Imposes Peace yang menekankan pada kekuatan pihak ketiga untuk dapat mengadakan perdamaian. Dalam imposed peace. sehingga hasilnya terbatasnya kontak antara kedua pihak yang berkonflik yang dikontrol oleh pihak ketiga. Konsekuensinya kelompok yang memperoleh keuntungan lebih besar akan memiliki konsep diri yang positif. dan ekonomi. sementara pihak yang kalah kadang terpinggirkan. Peacekeeping berupaya memisahkan pihak yang berkonflik. Interaksi yang terjadi dalam interdependensi negatif lebih . Hal ini menyelesaikan konflik tetapi tidak menuntaskan hingga ke akar-akar penyebabnya dan tidak mengembangkan relasi positif antara pihakpihak yang bertentangan. menyelesaikan konflik melalui kekuatan militer. 3) Negative Interdependensi antar kelompok sehingga menghasilkan korelasi negatif untuk mencapai tujuan. namun konflik dasar tidak terselesaikan.44 kelompok. self-eficacy dan self-esteem yang tinggi sebagai pemenang. Sebaliknya kelompok yang kalah memiliki identitas negatif dan menghasilkan pola relasi tidak equal. Keuntungan yang diperoleh yaitu peacekeeping mengakhiri kekerasan dan perilaku destruktif. ada hal penting yang nampak. Kecenderungan yang nampak bahwa satu kelompok akan mencapai tujuan jika kelompok lainnya mencapai kegagalan. Konsekuensinya yaitu kontak antar kelompok juga dibatasi atau dikontrol. 2) Domination: Winner Imposes Peace.

setiap kelompok yang terlibat bernegosiasi atau berupaya menyelesaikan konflik. Setiap individu dalam kelompok akan merasakan self-eficacy yang menguatkan dan kepemilikan identitas bersama. pertama yaitu peacemaking. serta bertukar sumberdaya secara mutual yang bentuknya mengacu pada prinsip interdependensi yang positif. membangun identitas mutual. 2000: 35) pelembagaan damai berpijak pada pengembangan relasi mutualitas dan kooperatif sehingga menghasilkan interpendensi positif. Kedua peacebuilding bahwa institusi ekonomi. dimana masing-masing kelompok akan berusaha menghalangi lawannya dalam mencapai tujuan. politik. Ada dua level consensual peace. Kesetaraan relasi dalam proses interaksi telah mendukung terciptanya akses sumber daya yang mutual. Peacebuliding nampak sesuai dengan isu-isu struktural dan bertujuan menciptakan relasi harmoni jangka panjang berdasar pada respek mutual serta keadilan sosial. Menurut Clark (dalam Johnson dan Johnson.45 bernuansa oposisi. keharmonisan interaksi untuk mewujudkan tujuan bersama. b. Pendidikan damai adalah salah satu pelembagaan damai konsensual yang berfokus dalam membangun mutualis antara semua warga negara berupa . Consensual Peace Disebutkan bahwa perdamaian konsensual adalah perdamaian yang didasarkan pada tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri kekerasan dan permusuhan serta membangun relasi baru. bahwa setiap kelompok memiliki tujuan dan memperoleh keuntungan yang mutual. dan pendidikan digunakan untuk menciptakan perdamaian yang jangka panjang.

etnik-etnik di Indonesia selalu mempertahankan identitas masing-masing.10. bahasa. Perbedaan terletak pada budaya mereka (agama. sampai kehitaman. ketimbang berbeda secara rasial. kesenian. Hal tersebut merupakan kriteria Koentjaraningrat dalam membedakan kelompok etnik yang satu dari yang lain. memelihara sistem kooperatif.1. yaitu Ras Melanesia (berkulit kuning. Dalam bahasa . Ras lebih ditentukan oleh ciri-ciri fisik yang berbeda. budaya. resolusi konflik yang konstruktif. berambut keriting) seperti orang Papua dan Timor. ekonomi. berambut lurus) yang tinggal di pulau-pulau Indonesia Barat dan sebagian Indonesia Timur dan Ras Negroid (berkulit hitam. 2006: 7) membedakan antara ras dan etnik. sulit dibedakan dari etnik lokalnya.46 pengajaran terhadap mereka tentang kompetensi. juga karena adanya pengaruh berbagai faktor sosial. dan lain-lain). sikap. Etnik Cina yang sudah membaur atau beralkulturasi dengan masyarakat setempat (dalam agama. dan adopsi nilai-nilai yang mendukung damai. Dimana di Indonesia terdapat dua jenis ras. Bahkan. oleh Koentjaraningrat di Indonesia lebih dianggap berbeda etnik dari Etnik Indonesia lainnya. dan lain-lain). Etnik Indonesia terdiri dari ratusan kelompok etnik. dialek.1. Antropolog Koentjaraningrat (dalam Sarwono. 2. politik. Pasalnya. falsafah hidup. secara fisik Etnik Cina tidak cukup berbeda dari etnik-etnik Indonesia yang merupakan Ras Melanesia. Selain karena tempat-tempat yang terpisah secara geografis. coklat. dan nilai-nilai yang dibutuhkan dalam membangun. dan sebagainya. Etnik Cina yang termasuk Ras Mongolian. Sarwono (2006: 8) menyatakan bahwa selama sejarah Nusantara.

1. b. mengkaji berbagai literatur. Karena itulah sesama penduduk Pulau Jawa saja sudah terbagi ke dalam beberapa kelompok etnik. nilai-nilai yang diduga memicu kekerasan justru urutan terbawah (pada ketiga etnik (Dayak. Namun. Streotype maupun nilai motivasi bukan prediktor yang baik bagi timbul atau tidak timbulnya konflik dengan kekerasan atau kekerasan (violence) itu sendiri. etnik-etnik yang terpisah secara geografis atau sosial budaya yang berbeda. Nilai motivasi (dengan pendekatan teori nilai motivasi yang dikemukakan oleh Schwartz). 2. Madura. terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan kajian dalam penelitian ini. membaca. yaitu: a. maupun yang lebih kecil seperti Etnik Madura dan Etnik Betawi. Bahkan streotype positif (jujur dan ramah) tidak mencerminkan kenyataan (korupsi dan sadis). yang pada gilirannya menghasilkan identitas etnik masing-masing.47 Psikologi Sosial. media. Kajian Pustaka Berdasarkan tinjauan teoritik dan kepustakaan yang dilakukan oleh penulis dengan mengumpulkan. dan jurnaljurnal ilmiah. Masing-masing kelompok etnik besar terbagi lagi ke dalam subkelompok etnik. Berdasarkan penelitian Warnen (1979: 68) yang dikaji lagi oleh Sarwono (2008: 66) dan penelitian Praswati (2004: 76) dapat ditarik kesimpulan. mempunyai dan mengembangkan pengalaman psikologis masingmasing.2. demikian pula streotype cepat tersinggung belum tentu berarti pemicu kekerasan (Batak). Belum ada penelitian sebelumnya mengenai variabel dalam penelitian ini. Melayu)) yang diteliti oleh Praswati (2004: . baik yang besar seperti Etnik Jawa dan Etnik Sunda.

yaitu: 1) masyarakat sipil. Etnik Madura mempunyai julukan “kafir” bagi Etnik Dayak. Penelitian dianggap ilmiah apabila memiliki relevansi dengan penelitianpenelitian yang dilakukan sebelumnya.48 81) justru yang awalnya diduga sebagai nilai-nilai non-kekerasan (konformitas. melalui pendekatan humanisme dari sudut pandang individu yang terlibat langsung dalam konflik yang terjadi. 3) ekonomi/ swasta/ penguasaan ekonomi. sementara Etnik Melayu dijuluki “krupuk”. Hasil penelitian diatas dirasa cukup relevan dengan kajian yang diangkat dalam penelitian ini. Pengaruh kontak antar etnik sangat dipengaruhi oleh isi streotype masingmasing etnik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akar konflik yang sebenarnya. 2) negara/ pemerintah. Demikian pula etnik-etnik lain menganggap Madura mau menang sendiri dan cepat mencabut cluritnya. keamanan. dalam hal ini kelompok etnik. c. Penelitian Praswati (2004: 82) juga mencuatkan fakta bahwa konflik yang terjadi merupakan konflik dalam arena tiga ruang kekuasaan. Konflik juga mengikutsertakan proses kognitif dari etniketnik yang terlibat. hal itu sangat nyata dalam peneltian Praswati (2004: 82). baik kepada orang lain dan universalisme) justru berada pada urutan teratas. Penelitian ini juga berkaitan dengan proses memahami konflik secara utuh dan proses menuju transformasi konflik ke damai pada masyarakat di Lampung Selatan yang secara umum mengalami bentrokan pada . dalam upaya memunculkan resolusi yang paling tepat dan sesuai dengan fakta yang ada dilapangan. meliputi pandangan streotype dan self esteem yang berujung pada timbulnya superioritas kelompok. Di Kalimantan Barat.

49 tahun 2010 sampai tahun 2012 dan lebih khusus lagi pada warga Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji dan Desa Agom Kecamatan Kalianda Lampung Selatan yang terlibat dalam konflik kerusuhan pada tanggal 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012. Penelitian yang sudah ada digunakan sebagai rujukan awal atau pembanding dalam melihat peran aspek-aspek yang terkait ditengah upaya menciptakan perdamaian. .

baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya. Metode ini dipilih karena metode kualitatifi 50 . Bogdan dan Taylor (dalam Moleong. Pendekatan Penelitian Desain penelitian ini berupa penelitian kualitatif karena metode kualitatif merupakan metode yang menekankan pada dinamika dan proses (Poerwandari. 2007: 22). Pendekatan ini dilakukan dan diarakan pada latar dan individu secara holistik (utuh). 2001: 13). 2007: 17) mendefinisikan metodelogi penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Sejalan dengan Kirk dan Miller (dalam Iskandar. Menurut Poerwandari (2001: 17) penelitian kualitatif merupakan studi terhadap suatu fenomena dalam situasi dimana fenomena tersebut ada dengan berorientasi pada penemuan. Pertimbangan lain dalam memutuskan menggunakan metode ini.1. 2009: 12) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia.BAB 3 METODE PENELITIAN 3. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar konteks yang khusus. karena metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penanaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi (Moleong.

bilamana batas-batas antara fenomena dan konteks tak tampak dengan tegas dan multi sumber bukti dimanfaatkan (Yin. serta kondisi kehidupan masyarakat ke dua desa secara umum pasca konflik. 2007: 30). Creswell (dalam Patilima. mendefinisikan pendekatan kualitatif sebagai sebuah proses penyidikan untuk memahami masalah sosial atau masalah manusia. berdasarkan atas penciptaan gambar holistik yang dibentuk kata-kata. Penelitian dengan metode kualitatif tidak menguji hipotesis melainkan mencoba menemukan makna fenomena yang hendak dikaji. Oleh karena itu penelitian dengan desain pendekatan kualitatif berupa studi kasus tentang Akar Konflik Kerusuhan Antar Etnik di Lampung Selatan (Studi Kasus Kerusuhan Antara Etnik Lampung dan Etnik Bali di Lampung Selatan). Studi kasus dipilih karena peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki dan . Kehadiran pendekatan kualitatif. meliputi tentang pemahamannya tentang konflik yang terjadi. menurut Sanapiah Faisal dari IKIP Malang.51 merupakan metode yang menekankan pada dinamika dan proses. melaporkan pandangan informan secara terperinci dan disusun dalam sebuah latar ilmiah. berusaha mengkaji secara mendalam tentang akar permasalahan yang memicu timbulnya konflik dari kacamata narasumber yang terlibat secara langsung dalam konflik. 2007: 27) berkaitan erat dengan sifat unik dari realitas sosial dan dunia tingkah laku manusia itu sendiri. yaitu Desa Balinuraga dan Desa Agom. pengalaman traumatis yang individu alami saat konflik terjadi. Studi kasus sendiri definisikan sebagai suatu inkuiri empiris yang menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata. 2008 : 79). Faisal (dalam Patilima.

. “apa”. “bagaimana” dan “mengapa” namun lebih sering digunakan adalah “mengapa” dan “bagaimana”. 1994: 143.52 bilamana fokus penelitiannya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) di dalam konteks kehidupan nyata. bila peristiwa-peristiwa yang bersangkutan tidak dapat dimanipulasi. Basuki. menginterpretasikan temuan-temuan kedalam kriteria tertentu. Penyelidikan terhadap suatu kasus dilakukan secara intensif dan mendetail sehingga pada umumnya menghasilkan gambaran longitudinal. Kedua: study proposotion. peneliti studi kasus menggunakan dalil bila diperlukan. Dalam penelitian studi kasus dikenal lima komponen yang harus ada dari rancangan tersebut menurut Yin (2008). 2006: 113-114 dalam Prastowo. setelah data terkumpul komponen yang kelima dalam merancang studi kasus adalah criteria for interpreting the finding. 1998: 67. Keempat adalah thinking data to proposition. studi kasus lebih dihendaki untuk melacak peristiwa-peristiwa kontemporer. “dimana”. Adapun ciri khas metode studi kasus dibandingkan dengan metode yang lain adalah sebagai berikut (Surakhmad. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. pertama: study questionnaire. Ketiga: unit analysis. Dalil yang digunakan tentunya berkenan dengan ruang lingkup studi dan dapat mengarahkan studi tersebut. unit analysisnya bisa satu individu (singgle case study). dimaksudkan bahwa pertanyaan dalam studi kasus meliputi. 2011: 187): a. yang artinya bahwa studi yang dilakukan pada kasus tunggal (single) dan kasus kolektif (multiple). maksudnya menganalisis data dengan menghubungkan dengan dalil yang digunakan. “siapa”. Nazir.

Sampel penelitian tergantung dari faktor-faktor teknik pengambilan sampelnya berupa purvose sampel atau sampel bertujuan. yaitu: a. 1998: 53) prosedur pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif umumnya menampilkan beberapa karakteristik. termasuk (bila diperlukan) kebulatan siklus hidup kasus dan keseluruhan interaksi faktor-faktor dalam kasus itu. lembaga. Studi kasus menghasilkan penelitian yang bersifat khusus. Hasil penelitiannya adalah suatu generalisasi dari pola-pola kasus yang tipikal dari individu. Studi kasus lebih menekankan menyelidiki variabel yang cukup banyak pada jumlah unit yang kecil. dan sebagainya.53 b. Jika ingin membuat generalisasi. d. . f. harus menggunakan sampel yang lebih besar. c. Subjek yang diselidiki terdiri atas satu unit yang dipandang sebagai kasus. b. e. Studi kasus cenderung menghasilkan kesimpulan dari situasi kekhususan yang dapat atau tidak dapat diterapkan pada situasi yang lebih umum. g. Diperlihatkan kebulatan dan keseluruhan kasus. Diarahkan tidak pada jumlah sampel yang besar. melainkan pada kasus-kasus tipikal sesuai kekhususan masalah penelitian. baik dalam jumlah maupun karakteristik sampelnya. Unit Analisis Penelitian kualitatif memiliki ciri khas dalam menetukan sampel penelitian. tidak dapat dibuat rampadan (generalisasi). kelompok.2. 3. Menurut Sarantos (dalam Poerwandari. Pengambilan sampel tidak ditentukan secara kaku sejak awal tetapi dapat berubah.

54 c.3. maka subjek pada penelitian ini . yang terwujud melalui kesepakatan bersama dari kelompok yang bertikai. Dalam upaya untuk memberikan informasi yang valid. Pengambilan sampel tidak diarahkan pada keterwakilan (dalam arti jumlah atau peristiwa acak) melainkan pada kecocokan konteks. Pemilihan Narasumber Sumber utama data penelitian diambil dari individu korban konflik kerusuhan antara Etnik Lampung dan Etnik Bali. mobilizing factors (faktor yang memobilisasi). 3. juga aspek motivasi dan harapan untuk berintegrasi pasca konflik pada masyarakat Lampung Selatan yang mengalami konflik kerusuhan pada tahun 2010 hingga tahun 2012 dan khususnya pada warga dari kedua desa yang terlibat konflik tanggal 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012. Sedangkan data tambahan diperoleh dari aparat pemerintahan. Unit analisis dalam penelitian ini lebih berfokus untuk mengetahui akar dari konflik yang terjadi dalam upaya mentransformasikan kondisi konflik ke kondisi damai melalui aspek triggers (pemicu konflik). yaitu Desa Balinuraga dan Desa Agom. ditengah spektrum penyelesaian konflik berdasarkan aspek-aspek formalitas dalam kerangka proses untuk menciptakan konsensus dan meningkatkan kelangsungan penyelesaian konflik melalui hubungan yang kolaboratif. tokoh kedua kelompok yang bertikai dan sumber-sumber publikasi yang memuat tentang konflik yang terjadi. pivotal factors of root causes (faktor inti atau penyebab dasar). Perdamaian yang diharapkan adalah consesual peace. aggravating factors (faktor yang memperburuk) serta melihat dan memahami konflik dari aspek dampak psikologis dan trauma yang ditimbulkan.

Subjek dipilih dengan kriteria sebagai berikut: 1) Individu yang terlibat langsung dalam konflik kerusuhan di Lampung Selatan tahun 2012. Pengalaman emosi pada masa ini lebih kompleks. transisi. Serta mampu memberikan informasi sesuai dengan tujuan penelitian. . Informan yang ideal memiliki empat karakteristik: 1. Penelitian ini juga melibatkan minimal dua orang informan untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Neuman (2006: 71) menyatakan bahwa seorang informan dalam penelitian lapangan adalah seorang anggota yang menceritakan atau menginformasikan tentang data yang dibutuhkan oleh peneliti. 4. Individu tersebut dapat menyediakan waktu dengan peneliti karena wawancara membutuhkan banyak waktu. 2) Memahami konflik secara keseluruhan. 3) Usia minimal 40 tahun. Informan bersifat non-analitik yakni tidak memberikan informasi yang penuh analisis dan interpretasi. 3.55 sebanyak dua orang dan merupakan individu yang terlibat langsung dalam konflik kerusuhan (satu orang mewakili Etnik Lampung dan satu orang mewakili Etnik Bali). karena masa ini merupakan masa dewasa tengah yang memandang paruh kehidupan sebagai sebuah krisis dan diyakini secara psikologis individu tersebut berada diantara masa lalu dan masa depan yang berusaha mengatasi kesenjangan yang mengancam kontinuitas kehidupan. Secara individual dilibatkan dalam lapangan. dan secara psikologi menyakitkan karena banyaknya aspek kehidupan dipertaruhkan (Santrock. 2002: 85). Informan secara total familiar dengan budaya 2.

b. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu diagnosa konflik dan perdamaian yang dilakukan. kamera. catatan tokoh-tokoh masyarakat. warga masyarakat. Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan metode wawancara semi-terstruktur yaitu suatu wawancara. Data Primer Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi dengan menggunakan pedoman serta alat bantu seperti tape recorder. pemberitaan media elektronik. handycam.4. catatan dari sumber-sumber berita yang pernah memuat artikel tentang kejadian.56 3. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data dan informasi penelitian ini adalah sebagai berikut : a. . sifat pertanyaan tidak kaku atau ketat. juga dilakukan observasi terhadap kedua subyek narasumber penelitian dan kondisi kedua desa yang terlibat konflik. dan alat tulis menulis. Alasan lain dari penggunaan pedoman wawancara semi-terstruktur yaitu karena metode ini merupakan suatu cara agar penggalian data tidak keluar dari apa yang sebenarnya digali sehingga peneliti dapat lebih leluasa untuk mengembangkan pertanyaan sesuai dengan jawaban dari subjek penelitian. serta penyampaiannya bisa disesuaikan dengan kondisi dari subjek penelitian. dimana dalam pedoman wawancara berisi pokok-pokok pertanyaan yang akan digali oleh peneliti. serta berbagai sumber lain yang valid.

peneliti memilah dan menyaring data untuk memperoleh tipe.57 3. b. atau gambaran menyeluruh. dan ditarik kesimpulan tertentu. c. yakni: a. Setelah data dipecah. memisahkan. Berikut ini rangkaian proses analisis data dalam penelitian ini: (1) Penyusunan tabel data Data kualitatif temuan lapangan di dokumentasikan dalam urutan tabel data (data verbatim) sehingga dapat disaring untuk menentukan konsep subjek tentang variabel penelitian. atau unitunit. Langkah analisis data kualitatif menurut Moleong (2007: 160) melalui empat tahapan. Mereduksi data dengan cara membuat rangkuman dan abstraksi. dan hasil pengamatan. catatan lapangan. Proses analisis data. atau menguraikan materi penelitian kedalam potongan-potongan. dikoding. bagian-bagian. kelas sekuen. 1998: 78) menyatakan bahwa analisis data merupakan suatu proses memecah. proses ini dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari hasil wawancara mendalam. Melakukan pemeriksaan data dengan interpretasi data hasil reduksi. dilakukan klasifikasi konsep. Analisis Dan Interpretasi Data Jorgensen (dalam Poerwandari. d. kemudian digeneralisasikan dan dikategorisasikan.5. Menyusun data dalam satuan-satuan dengan cara membuat matriks. elemen-elemen. . pola.

58 (2) Pemberian Kode Tahapan koding (open koding) dilakukan dengan menguraikan hasil temuan. Jika terdapat label dalam kategori baru yang muncul diluar fokus yang diteliti. konsep inti). Label yang memiliki kesamaan fokus dapat dimasukan kedalam satu kategori. Selama melakukan koding juga dibuat memo yang berfungsi untuk pengembangan preposisi dan kepentingan penyusunan label dan kategori. maka label tersebut dimasukkan kedalam entri kategori lain-lain untuk ditelaah kemudian . kemudian temuan-temuan tersebut disusun dalam sebuah tema. pemberian kode itu sendiri dapat berupa catatan reflektif (keyword. catatan pinggir (fenomena yang menarik). kategori tersebut disimpan untuk ditelaah diakhir analisis dengan memberikan kemungkinan terdapatnya fenomena baru. memberi kode pada tiap temuan. dan penyimpanan serta penyajian kembali data. sedangkan label yang memiliki perbedaan fokus dapat dimasukan kedalam kategori lainnya. Selanjutnya koding dilakukan dengan pembuatan kode pola. Label diperoleh dari ciri atau atribut masing-masing konsep yang membedakan satu dengan yang lain. (4) Penyusunan Kategori Berdasarkan label yang telah disusun dapat dilakukan pengelompokan konsep atau label. Jika dalam memasukan kategori ditemukan label yang tidak dapat diterapkan kedalam kategori yang telah disusun. (3) Pemberian Nama/ Label Konsep-konsep yang muncul dari pendapat subjek penelitian diberikan label atau nama.

setelah itu masuk ke tahapan proses selanjutnya.1.59 dianalisis yang memungkinkan diperoleh fenomena baru yang berbeda. Triangulasi sumber bertujuan untuk membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. yaitu dengan menggambarkan secara sistematik dan akurat mengenai fakta. pengecekan. kasus. berbagai pihak yang terlibat dalam penyelesaian kasus tersebut serta data dokumentasi lainnya) dengan teknik wawancara dan observasi. Patton (dalam Moleong. dan dianalisis sepanjang waktu. a. 3. LSM. Setiap data yang diperoleh dari subjek penelitian akan dikoding. Teknik dan Prosedur Analisis Data Penafsiran data atau analisis data dilakukan secara deskriptif (descriptive analytic). Data temuan yang berlawanan dengan pernyataan sebelumnya atau berbeda dengan pernyataan . Analisis penelitian kualitatif dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Hal ini dilakukan untuk menjamin keabsahan data penelitian.5. atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. dan karakteristik fenomena penelitian sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan. pemerintah. 2007: 165) menjelaskan bahwa teknik triangulasi dilakukan dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data dari berbagai subjek penelitian (individu dan kelompok yang terlibat konflik. Teknik Pemeriksaan Data Pemeriksaan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber. disaring. disamping itu untuk keperluan verifikasi.

Menurut Scriven . 2002: 173). Kriteria yang digunakan. b. agar dapat diperoleh kebenarannya juga sekaligus berfungsi untuk membangun kepercayaan subjek terhadap peneliti. Interpretasi data Data yang telah dianalisis dengan meggunakan content analysis maka selanjutnya data akan disajikan dalam bentuk narasi.60 subjek lainnya akan dilakukan crooschek. Kriterium ini memiliki fungsi melaksanakan inkuiri untuk mencapai tingkat kepercayaan penemuannya dan menunjukkan kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti (Moleong.2. cerita. Aspek kepastian (comfirmability). yang bermakna pengalaman subjektif seseorang yang disepakati beberapa orang sudah dapat dikatakan objektif. Objektifitas dalam penelitian kualitatif bergantung pada masingmasing individu.5. Aspek derajat kepercayaan (credibility) Derajat kepercayaan pada dasarnya digunakan untuk menggantikan konsep validitas internal pada penelitian non-kualitatif. 3. meliputi: a. Keabsahan Data Moleong (2002: 170-172) mengemukakan bahwa untuk menetapkan keabsahan (trusworthines) data diperlukan tekhnik pemeriksaan yang didasari oleh sejumlah kriteria tertentu. b. Aspek kepastian berawal dari konsep objektifitas pada penelitian nonkualitatif. deskripsi. maupun dokumen tertulis/ tidak tertulis (foto/ video dan rekaman wawancara).

2. artinya dikatakan objektif apabila dapat dipercaya. 3. Jumlah narasumber yang terbatas mengakibatkan masih banyak informasi yang mungkin belum tergali. Keterbatasan waktu dalam penelitian ini sehingga perlu adanya penelitian serupa yang lebih mendalam dikemudian hari. yaitu : 1.61 (dalam Moleong. 2002: 174).5. dan dapat dipastikan. . Kelemahan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa kelemahan. Objek penelitian ini merupakan peristiwa baru yang belum pernah atau belum banyak diteliti.3. 3. faktual. objektivitas mengandung unsur kualitas.

Tabel 3.1. Unit Analisis Akar Konflik Kerusuhan Antar Etnik Di Lampung Selatan Unit Analisis Triggers (pemicu konflik) Akar Penyebab Konflik Pivotal factors of root causes (faktor inti atau penyebab dasar) Mobilizing factors (faktor yang memobilisasi) Aggravating factors (faktor yang memperburuk) Sub Unit Analisis Narasumber 1 Narasumber 2 (HRB dari Etnik Lampung/ Agom) (SRM dari Etnik Bali/ Balinuraga) Memahami pemicu konflik dari sudut Memahami pemicu konflik dari sudut pandang Etnik Lampung pandang Etnik Bali Memahami faktor inti atau penyebab Memahami faktor inti atau penyebab dasar konflik dari sudut pandang dasar konflik dari sudut pandang Etnik Lampung Etnik Bali Memahami faktor yang memobilisasi dari sudut pandang Etnik Lampung Memahami faktor yang memperburuk dari sudut pandang Etnik Lampung Memahami faktor yang memobilisasi dari sudut pandang Etnik Bali Memahami faktor yang memperburuk dari sudut pandang Etnik Bali Kondisi Pasca Konflik Dampak Psikologis dan Trauma Konflik Motivasi dan Harapan Integrasi Mengetahui pandangan narasumber terhadap konflik yang terjadi Perubahan sikap paska konflik Mengetahui dampak psikologis yang dialami narasumber yang Harapan narasumber paska deklarasi perjanjian damai terlibat dalam konflik Mengetahui trauma yang dialami narasumber yang terlibat dalam Memahami faktor-faktor positif yang dapat mendukung konflik proses transformasi dari konflik ke damai Mengetahui bagaimana narasumber pulih dari trauma konflik 62 .

sedangkan subyek kedua bertempat tinggal di Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan 63 . kronologis konflik yang terjadi pada tanggal 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012. Subyek pertama bertempat tinggal di Desa Agom Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Semua subyek merupakan orang yang dianggap memahami akar konflik yang terjadi. peneliti menggunakan dua subyek penelitian sebagai sumber informasi utama. Dalam penelitian ini. serta terlibat secara langsung dalam konflik.1. yaitu Desa Agom dengan mayoritas penduduk dari Etnik Lampung (pribumi) dan Desa Balinuraga dengan mayoritas penduduk dari Etnik Bali (pendatang).BAB 4 HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN 4. Kancah Penelitian Penelitian dengan judul Akar Konflik Kerusuhan Antar Etnik Di Lampung Selatan (Studi Kasus Kerusuhan Antara Etnik Lampung dan Etnik Bali di Lampung Selatan) dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2013 di Lampung Selatan yang terfokus pada dua desa yang terlibat konflik. Adanya kesulitan peneliti dalam mendapatkan subyek yang bisa dijadikan subyek penelitian membuat peneliti memutuskan untuk tidak membatasi kancah penelitian.

dan Batak.74 km 2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 1.079. Betawi. dan sebelah Barat berbatasan dengan Kota Bandar Lampung. sebelah Timur berbatasan dengan Laut Jawa. yaitu Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2. Deskripsi Wilayah Kabupaten Lampung Selatan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung dengan ibu kota Kabupaten terletak di Kalianda. dan 3 Kelurahan. . Letak wilayah Desa Agom tidak berbatasan langsung dengan Desa Balinuraga. sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Sunda. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan 105 008‟105045‟BT dan 05015‟-06010‟LS. selain itu terdapat etnik lain seperti Sunda. Kabupaten Lampung Selatan terdiri dari 17 Kecamatan. Jumlah penduduk Desa Agom dengan luas wilayah 630 Ha/m2 pada tahun 2013 adalah 2840 jiwa atau 791 KK. pola pemukimannya cenderung berjauhan antar rumah yang satu dengan yang lain. yaitu Desa Taman Agung dan Desa Sidoreno.109. Konflik pada tanggal 27 sampai 29 Oktober 2012 terjadi di wilayah administratif Kabupaten Lampung Selatan melibatkan masyarakat Desa Agom Kecamatan Kalianda dan Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji. 248 Desa. Sebagian besar penduduk Desa Agom bermata pencaharian sebagai petani dengan tingkat pendidikan rendah. jarak kedua desa ini kurang lebih lima kilometer dan dipisahkan oleh dua desa.64 4.791 jiwa (LSDA 2011). Penduduk Desa Agom didominasi oleh etnik pribumi Lampung dan etnik transmigran Jawa.2. Batas wilayah Kabupaten Lampung Selatan sebelah Utara.

maka Desa Balinuraga menjadi bagian dari Kecamatan Way Panji. Desa Balinuraga adalah desa yang didirikan oleh transmigran asal Bali yang sudah berpuluh-puluh tahun bermukim di sini. Penduduk Balinuraga murni dari Etnik Bali yang beragama Hindu dan mayoritas penduduknya adalah petani karet dan sawit sukses dengan lahan luas walaupun tingkat pendidikannya rendah. Jumlah penduduk Desa Balinuraga yang memiliki luas wilayah 920 Ha/m 2 adalah 2200 jiwa atau 500 KK. jarak antar rumah saling berdekatan. Sebelum menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Selatan.65 Berbeda dengan Desa Agom yang didirikan oleh masyarakat pribumi. Desa Balinuraga termasuk dalam wilayah Kecamatan Sidomulyo. Pola pemukiman di Balinuraga terpola seperti kompleks perumahan. di wilayah yang masih berdekatan dengan Desa Balinuraga terdapat pula desa dengan penduduk murni Etnik Bali. Desa Balinurga termasuk dalam daerah Kabupaten Lampung Timur. yaitu Desa Bali Napal dan Desa Sidoreno yang juga pernah terlibat konflik dengan etnik pribumi. . Desa Balinuraga bukan satu-satunya pemukiman dengan penduduk murni Etnik Bali. Setelah masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Setelah ada proyek pemekaran wilayah.

Peta Wilayah Kabupaten Lampung Selatan . Gambar 4.1.66 Berikut ini peta wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

kemudian melakukan penafsiran agar data dapat memiliki makna dan tampak pola hubungan dari pernyataan yang dikemukakan.67 4. Hasil Temuan Penelitian pada Konflik Kerusuhan Antara Etnik Lampung (Agom) dan Etnik Bali (Balinuraga) di Lampung Selatan. Kalimat terjemahan tersebut diletakkan setelah kutipan asli dengan cetak tegak. menunjukan subyek narasumber pertama dari Etnik Lampung . Tahap selanjutnya mempelajari data. Tahap analisis data pada penelitian kualitatif memerlukan beberapa tahap pengolahan data. menemukan tema. menandai setiap kata kunci serta gagasan yang ada dalam data yang diperoleh.3. baik Bahasa Lampung maupun Bahasa Bali diketik dengan cetak miring satu spasi dan menjorok sebanyak enam spasi. Tahapan selanjutnya setelah data diperoleh yaitu analisis data. Pernyataan narasumber sebagai penguat data yang menggunakan bahasa daerah. Setiap kutipan wawancara yang menggunakan bahasa daerah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tahap pertama sebelum melakukan analisis data adalah melakukan koding dengan membubuhkan kode-kode pada data yang diperoleh. HRB. Hal ini bertujuan untuk mengorganisasi dan mengestimasi data secara detail dan lengkap sehingga dapat memunculkan gambaran tentang topik yang digali. Untuk dapat membaca hasil dan temuan penelitian maka diberi kode-kode yang dapat membantu pembaca untuk memahami dan membaca hasil dan temuan penelitian. a.

Pendidikan : SLTP . JA. 4. mengalami. Desa Agom 8. f. Tempat Lahir : Agom 4. SR. SRJ. Usia : 54 tahun 5.3. Agama : Islam 7. c. Pekerjaan : Kepala dusun. Alamat : Dusun Agom. 6. e. menunjukan subyek narasumber kedua dari Etnik Bali. menunjukan posisi tulisan wawancara tersebut tercantum. Nama : HRB 2. SRM. tokoh masyarakat dari Sekertaris IPPI Lampung (informan) g.68 b. W. memahami tahapan proses yang berlangsung selama peristiwa konflik kerusuhan antar etnik yang terjadi di Lampung Selatan pada tanggal 27 sampai 29 Oktober 2012. Angka-angka. Wiraswasta. melihat. Jenis Kelamin : Laki-laki 3. d. Identitas Subyek Narasumber Pertama (HRB) 1. menunjukan pertemuan wawancara dengan subyek.1. anggota Brimob yang terlibat pengamanan saat konflik terjadi (informan) Berikut ini adalah uraian temuan yang diperoleh mulai dari proses penelitian sampai dengan data hasil penelitian melalui proses wawancara dan observasi lapangan yang peneliti lakukan dengan beberapa subyek narasumber atau pribadi yang terlibat langsung. tokoh masyarakat dari Sekertaris Desa Agom (informan). mengetahui.

terpisah dengan penduduk lainnya. selama ini subyek HRB dikenal sebagai orang yang cukup dihormati di masyarakat. Interaksi Sosial Narasumber Menurut informasi dari warga. suka membaur. hanya terdapat sebuah tivi 14 inchi dan sebuah sepeda motor. Rumah subyek terletak di Dusun Agom Desa Agom Kecamatan Kalianda Lampung Selatan. subyek lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkebun dilahan miliknya. Terkadang menjadi buruh lepas di sawah milik kerabat atau tetangga subyek. 4. Subyek memiliki satu orang istri berusia 43 tahun dengan enam orang anak. Rumah subyek sangat sederhana tanpa banyak terdapat fasilitas. berambut pendek. Rumah subyek berdinding papan dan triplek yang beratap sebagian genting dan sebagian daun alap-alap serta berlantai semen. Kondisi Umum Narasumber Subyek memiliki kulit hitam. Selain itu subyek mencari nafkah sampingan dengan menjadi tukang ojek. Aktivitas Narasumber Aktivitas subyek sehari-hari selain sebagai Kepala Dusun Agom di Desa Agom.3. Hasil Observasi Narasumber Pertama (HRB) 4.2. lebih tepatnya terletak di dalam kebun coklat dan kebun kelapa.2. Subyek dikenal sebagai sosok yang ramah.2. dan sedikit beruban.3.69 4. Letak rumah subyek cukup jauh masuk ke dalam desa. 4. Subyek termasuk orang yang . Subyek terlihat sehat dan normal.3.1. dan vokal di masyarakat.2.3. Subyek memiliki bentuk wajah yang lonjong dan berbadan tegap dengan tinggi sekitar 165 cm.3.2.

4. dikarenakan subyek merupakan orang asli Desa Agom. Pekerjaan : Penilik Kecamatan Sidomulyo. Tempat Lahir : Balinuraga 4. Subyek .4. Lampung Selatan. Kondisi Umum Narasumber Subyek memiliki kulit sawo matang dengan rambut bergelombang sebahu. Ketiga anak beliau bekerja dan menempuh jenjang pendidikan di Kota Bandar Lampung sehingga tidak tinggal bersama.70 sangat mengerti tentang Desa Agom.2.3. Pendidikan : Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 4. Alamat : Desa Balinuraga 8. 6. Aktivitas Narasumber Subyek sehari-hari bekerja sebagai penilik di UPTD Kecamatan Sidomulyo.1. Agama : Hindu 7.3.3. 4. dengan tinggi badan sekitar 150 cm.3. dua orang anak perempuan dan satu orang anak laki-laki. 4.3.4. sebelumnya subyek juga menjadi penilik di UPTD Kecamatan Way Panji. Jenis Kelamin : Perempuan 3. Hasil Observasi Narasumber Kedua (SRM) 4. berbadan gemuk. Identitas Subyek Narasumber Kedua (SRM) 1. Subyek memiliki seorang suami yang berusia sekitar 62 tahun dan tiga orang anak. Subyek memiliki bentuk wajah bulat. Usia : 48 tahun 5. Nama : SRM 2.

3. kebanyakan mereka ditempatkan di daerah Lampung Tengah dan Lampung Utara. dan berkebun. sebagian datang melalui program transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah sekitar tahun 1960. Intan Mas Jahidin (91 tahun). Subyek juga termasuk pemimpin wanita yang dihormati dan dipandang di dalam Komunitas Adat Balinuraga. 4. Interaksi Sosial Narasumber Subyek dikenal sebagai sosok yang hangat. yaitu sapaan “bunda”.5. 4. Bentuk kedekatan subyek dengan remaja dan anak-anak di Desa Balinuraga tercermin dari sapaan yang melekat pada diri subyek.3. Selain bekerja sebagai penilik tingkat kecamatan.5. subyek adalah pribadi yang dekat dengan remaja dan anak-anak. menurut tokoh Lampung yang dahulu menjabat sebagai Kepala Nagari Kalianda (sekarang disebut bupati). kegiatan keagamaan.1 Kondisi Sebelum Konflik Terjadi dan Akar Penyebab yang Melatarbelakangi Timbulnya Konflik. aktivitas beliau sehari-hari disibukan dengan urusan rumah tangga.3. Subyek termasuk orang yang taat beribadah dalam menjalankan ajaran agama yang ia yakini. Komunitas Bali di Lampung.71 pernah bekerja sebagai kepala sekolah di taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Desa Balinuraga. hal ini sejalan dengan latar belakang pendidikan subyek sebagai guru. Hasil Wawancara Dengan Narasumber 4. Beliau aktif di Forum Keagaamaan Hindu baik di tingkat desa maupun kecamatan. Menurut beberapa sumber dan literatur yang peneliti baca. Sedangkan Komunitas Bali yang ada di Lampung Selatan.3. mudah bergaul.4. . Di tengah Komunitas Bali yang ada. dan baik.

Di Lampung Selatan mereka kemudian mendirikan perkampungan Balinuraga. Baliagung. Warga di Balinuraga adalah orang-orang Bali dari Nusa Penida Klungkung. setidaknya ada 15 ribu hektar tanah marga (adat) yang diberikan kepada sekitar tujuh ribu kepala keluarga warga Bali. Sebagai kepala nagari. selain membawahi pemerintahan Kalianda. “Karakter mereka berbeda dengan orang-orang Bali yang ada di Lampung Tengah dan daerah lain di Lampung (http://balipublika. dan ingin melanjutkan kehidupan baru di Lampung. Dengan kekuasaannya itu pada tahun 1963. Dari perintah yang diberikan. Selama empat tahun sisa kepemimpinan Intan Mas. Palas. dan Sidomakmur. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan asalnya di Bali. Kemudian Intan Mas memerintahkan untuk menjemput keluarga mereka di Pulau Bali dan memperbolehkan mereka hidup di tanah Lampung. ketika lima orang warga dari Pulau Bali datang ke rumahnya meminta bantuan. Ada pula yang kemudian bergabung dengan warga suku lain seperti Sidoreno (bersama Etnik Jawa). Mereka mengaku rumahnya hancur. .22/07/2013). Intan Mas memiliki kekuasaan besar di wilayahnya baik secara adat maupun dalam pemerintahan Republik Indonesia.com/pengaruh -bali-dipolitik-budaya-lampung/diunduh. tidak memiliki apa-apa lagi.72 beberapa perkampungan Bali yang ada di Lampung Selatan didirikan berkat campur tangan beliau saat masih menjabat sebagai kepala nagari. mereka membawa lima belas kepala keluarga lainnya dan setiap keluarga diberikan dua hektar tanah yang digunakan untuk membangun rumah dan bertani. ia langsung mengiyakan. dia juga menjadi penyimbang (pemangku) adat. Sebab. dan Balinapal.

Namun setelah kemajuan zaman yang pesat akhir-akhir ini. para pendatang lebih sukses dibandingkan dengan etnik pribumi. karena jalan yang melewati Desa Agom merupakan akses jalan desa terdekat menghubungkan Balinuraga dengan jalan provinsi. Penduduk asli belajar menanam padi. salah satu contohnya yaitu Etnik Bali yang menggantungkan kebutuhan akan janur untuk upacara keagamaan Umat Bali dengan membeli janur dari Etnik Lampung. yaitu faktor kesenjangan sosial antara etnik pribumi (Lampung) dengan etnik pendatang (Bali). masyarakat Balinuraga terbiasa melewati Desa Agom. nilai-nilai moral semakin tergerus. yang telah berjalan selama puluhan tahun. yang merupakan transmigran adalah orang tua beliau. Konflik yang ada lebih banyak disebabkan oleh permasalahan sepele dan dipicu oleh tingkah laku pemuda yang kurang pas.73 Subyek narasumber kedua dari Etnik Bali (SRM) diketahui telah terlahir di Lampung. serta akses jalan terdekat menuju Kota Kabupaten Lampung Selatan. gesekan-gesekan semakin sering terjadi dan semakin sulit untuk diredam. Di sektor ekonomi juga terjadi hubungan yang harmonis diantara keduanya. sementara para transmigran belajar berkebun. Perkampungan eks-transmigran Bali . satu sama lain saling bekerja sama. Faktor yang juga dianggap subyek (SRM) sebagai faktor utama pemicu terjadinya konflik diantara kedua etnik yang ada. Dalam akses transportasi di kehidupan sehari-hari masyarakat Balinuraga juga sangat bergantung dengan Desa Agom. Menurut subyek hubungan sosial kemasyarakatan antara etnik pendatang dengan etnik pribumi dulunya berjalan baik. seperti yang terjadi pada konflik kerusuhan Napal dan konflik kerusuhan Balinuraga.

yang menurut penututuran (SRM) dari apa yang ia alami dan dengar dikarenakan Etnik Bali lebih sejahtera dibandingkan Etnik Lampung. dan kebudayaan. Semua ini tidak lepas dari kerja keras penduduknya. Berikut kutipan pernyataan narasumber (SRM) dari Etnik Balinuraga: Heeh ditebangin. Beliau menuturkan bahwa hubungan antara etnik pribumi dengan etnik pendatang awalnya juga berjalan baik.. Kesuksesan etnik pendatang ini menimbulkan kecemburuan sosial pada etnik pribumi. Kekesalan tersebut tidak hanya diungkapkan dengan kata-kata. sampai dengan sekarang di Desa Agom..151). subyek mendapatkan banyak cacian dan makian dari massa penyerang.. kini sudah banyak orang Bali di Lampung sukses di sektor ekonomi.. politik.SRM.) (W1... Etnik Bali atau warga Bali. Cacian tersebut berupa luapan emosi mengenai alasan mereka melakukan tindakan penyerangan ke Desa Balinuraga. massa juga membunuh binatang ternak terutama Babi milik etnik Bali.. namun ditunjukan dengan menjarah harta milik subyek (SRM) serta melakukan perusakan dan penebangan terhadap pohon-pohon karet dan tanaman lainnya.74 sekarang lebih ramai. penduduknya lebih banyak dengan perekonomian yang lebih maju.(haha. Sedangkan menurut keterangan narasumber pertama dari Etnik Lampung (HRB). Ketika subyek dalam kondisi disiksa oleh kerumunan massa penyerang.pohon karet itu. Katanya: Ini dia yang bikin dia (orang Bali) kaya. sehingga beliau sangat mengerti tentang kondisi sekitar tempat beliau tinggal. Bahkan.haha. Hal ini sesuai dengan pengalaman yang subyek alami saat peristiwa konflik terjadi. bahwa orang tua subyek merupakan penduduk asli Desa Agom dan subyek dilahirkan. lebih khususnya . tumbuh dewasa.

setelah itu tetep berhubungan baik. Dalam mencari nafkah pun. Sana juga biasa kok.. enggak papa Bali. bebeknya diambil sama orang sana. saya belum tau kabarnya gimana (W2. Saling menghormati. Bagus juga. menjelang Nyepi. kalau yang saya kenal sih baik. Kita kan kalo sajen itu ngelepas bebek.1119). Balinuraga ada. .1125). anaknya boleh nikah asal cara Hindu. maap ngomong. Sebenernya baek-baek aja (W1. membuat subyek banyak bergaul dengan sesama tukang ojek dari Etnik Bali. sekarang kamu jadi adiknya aja. walaupun ada satu dua orang yang perilakunya memang kurang baik Berikut kutipan-kutipan pernyataan dari narasumber: Orang Bali ya sudah aja sejak saya masih anak-anak. Bapaknya yang laki bilang. Orang kita juga setiap setahun sekali kan kelaut (perayaan Nyepi).SRM. asal muslim. sehingga subyek cukup mengenal beberapa warga Balinuraga yang seusia dengan subyek. waktu masih bujang saya sering main ke sana. yaudah akhirnya enggak jadi. makanya banyak yang saya kenal.. Di mata subyek warga Bali yang seusia beliau perilakunya dipandang cukup baik. Sering kok dulu keluarga sana maen ke sini. Bali Sidoreno ada.75 masyarakat Balinuraga sudah ada dan bertempat tinggal di Kabupaten Lampung Selatan sejak beliau masih berusia kanak-kanak. akhirnya karena sama-sama nerima.. tapi ya tetep ada satu dua yang kurang baik (W2. Kita kan ke laut. ngadu ayam. Cuma kalo setelah kejadian ini.sebenernya aman-aman aja sih dulu-dulunya itu. yaudah jadi saudara aja. Ngelaske itu. cuma karena dari kita juga bertahan. malah jadi keluarga..250).HRB. Sesama temen ngojek di pasar juga banyak temen dari Bali. dulu sih baek-baek aja. Dulu juga ada saudara saya yang mau nikah sama orang Balinuraga.HRB. kawan saya juga banyak di sana. dari Bali mana-mana. subyek sering bermain adu ayam dengan kawankawannya yang berasal dari Balinuraga. hubungannya malah jadi baek. Profesi sampingan subyek sebagai tukang ojek di Pasar Patok. Subyek juga menceritakan tentang interaksinya dengan warga Balinuraga ketika subyek masih berusia remaja atau berusia muda. Ohhh. sana juga bertahan. Bali Napal ada. subyek banyak berinteraksi dengan warga Balinuraga.

akibat perselisihan warga Desa Sandaran dan Desa Balinuraga. warga Balinuraga membakar dua rumah warga Desa Sandaran.. Konflik-konflik yang semakin sering terjadi melibatkan warga Desa Balinuraga dengan desa-desa berpenduduk pribumi disekitar Balinuraga. biasa aja. Kemudian pada tanggal 29 November 2011 masyarakat Balinuraga melakukan penyerangan ke Desa Marga Catur yang mengakibatkan 10 rumah dibakar dan 27 rumah lainnya dirusak. dan lebih suka menyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan.319) Masih menurut narasumber dari Etnik Lampung (HRB).. kondisi yang semula baik. Lebih kurang sekitar dua puluh tahun terakhir gesekan antara keduanya sering terjadi. semakin tahun semakin berubah seiring dengan kemudahan zaman. Riwayat konflik di Lampung Selatan menurut berbagai literatur yang peneliti baca tercatat sudah ada sejak tiga puluh tahun silam. masyarakat Desa Napal yang beretnik Bali bersengketa dengan warga Desa Kota Dalam yang beretnik Lampung. mengakibatkan hubungan diantara Etnik Bali dan Etnik Lampung semakin buruk.SRM.76 Ya ia sopan sih.(W1. hal ini banyak dipicu oleh pemuda Bali yang dianggap kurang sopan sebagai warga pendatang. Konflik antara Desa Balinuraga dan Desa Agom bisa dianggap sebagai akumulasi dari konflik-konflik sebelumnya. Pada tahun 1982.. Tahun 2005 masyarakat Bali Agung di Kecamatan Ketapang membakar beberapa rumah penduduk di Desa Palas Pasemah. Lalu pada tanggal 24 Januari 2012. Peristiwa itu dipicu penusukan terhadap seorang siswa SMP. saat ada acara organ tunggal di Desa Marga Catur. Peristiwa itu dipicu oleh keributan antar pemuda desa soal lahan parkir . suka berbuat ulah yang memicu keributan.

Hal tersebut dipertegas oleh narasumber dari Etnik Lampung (HRB): Ya memang artinya bukan sekali dua kali. Tindakan perusakan disertai pembakaran oleh Etnik Bali terhadap rumah-rumah pribumi (Etnik Lampung) dalam konflik-konflik sebelumnya memicu timbulnya dendam dalam diri korban. kalo ga Bali itu (Balinuraga) yang mulai (W1. tapi dulu kan masih desa lawan desa aja. Aksi itu juga melukai sejumlah warga.yaudah. bibitnya membesar itu (W1.. .perang di Napal (orang Bali Napal di bantu Balinuraga menyerang warga desa Sidowaluyo). jadi udah.392).HRB.. Aksi kekerasan itu dibalas dengan turunnya ribuan orang dari Kota Dalam dan sekitarnya yang membakar serta merusak sekitar 89 rumah penduduk Desa Napal. di Ketapang pernah. terutama pada masyarakat etnik pribumi di Lampung Selatan yang cenderung sering menjadi pihak yang dirugikan.. dan kerabat korban. konflik kerusuhan tersebut terus berulang dikarenakan pelanggar perjanjian damai yang sudah di sepakati bersama dalam konflik-konflik sebelumnya oleh Etnik Bali. Penyelesaian permasalahan yang cenderung menggunakan jalan kekerasan membuat dendam antara kedua etnik. yang mayoritas korbannya berasal dari Etnik Lampung. Menurut subyek dari Etnik Lampung (HRB).341)..338). kan aturannya ga perang. orang Bali yang bikin keributan (W1.HRB. yaitu orang Balinuraga) (W1.. keluarga. kita enggak ikut campur.77 dan kebut-kebutan sepeda motor. orang Bali juga (Pelaku penyerangan terhadap warga Desa Marga Catur (mayoritas etnik Lampung). Trus waktu di Marga Catur (Desa Marga Catur). Waktu di Napal juga gitu. Sebenarnya masalah di Napal itu. di Palas pernah.HRB.375). Bali lawan Lampung. Ya memang.HRB. Mereka yang tidak terima lalu merusak dan membakar sejumlah rumah warga Kota Dalam.

. Saat peneliti pertama kali melakukan observasi ke Desa Balinurga.HRB. kondisi di Desa Balinurga terlihat sudah mulai normal namun masyarakatnya terutama pemuda Balinuraga lebih banyak melakukan kegiatan dengan berkumpul di pos-pos ronda yang banyak dibangun di desa tersebut sembari melakukan penjagaan. Di desa tersebut ada sekitar lima belas sampai dua puluh pos ronda. Dalam observasi yang peneliti lakukan juga ditemukan hal yang sama. sambil membunyikan klakson dan menyapa mereka. Perdamaian itu kan.371). Kebanyakan dari mereka berpenampilan dengan hanya menggunakan sarung khas Bali. di setiap pos ronda terdapat sekitar sepuluh pemuda Desa Balinuraga yang berumur belasan sampai dengan tiga puluh tahunan yang berjaga sambil bermain catur atau kartu domino.HRB. Bunuh! Bakar rumah kan orang Bali aja! (W1.emmm banyak saudara saya itu.354). Napal adalah waktu itu sekitar enam puluh delapan rumah di bakar di Desa Sidowaluyo (W1. mereka juga dianggap memiliki penampilan yang seram dan sangar..383). total yang kebakar itu delapan belas rumah (W1.. cari orangnya. tapi kayaknya memang ga kepakek (ditaati) (W1.349). lima bulan pasca kejadian.78 Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber (HRB): Marga Catur itu yang kebakar. tanpa menggunakan baju. Bakar rumah! Itukan yang ngajarin orang Bali! Orang Lampung ga pernah bakar rumah! Kalau memang dendam. dari kejadian Napal sudah keluar juga (butir isi perjajian damai serupa dengan perjanjian damai konflik yang baru terjadi).HRB.HRB. Di mata warga Desa Agom pemuda Bali selain dianggap memiliki perangai yang agak brutal. Kemudian ketika kendaraan peneliti melewati mereka. respon mereka tampak cukup datar. banyak dari mereka tubuhnya dihiasi tatto/ rajah dengan rambut dicat pirang terurai panjang.

narasumber dari Etnik Bali (SRM) juga mengakui bahwa peristiwa yang terjadi memang dipicu oleh permasalahan pemuda. namun subyek menyangkal bahwa konflik yang terjadi sepenuhnya dikarenakan kesalahan pemuda dari Etnik Bali. kemudian diserahkan kepada orang tua masing-masing untuk dididik dan dinasehati. Subyek (SRM) menganggap bahwa kebiasaan kebut-kebutan dan membawa motor ugal-ugalan tidak hanya dilakukan oleh pemuda dari Desa Balinuraga. di wajah mereka juga tidak tampak keramahan. Informasi tentang perangai pemuda Bali yang terkenal buruk juga peneliti dapatkan dari oknum anggota satuan Brimob Polda Lampung (JA) yang ikut melakukan penjagaan saat peristiwa terjadi dan pasca warga Desa Balinuraga di kembalikan ke Desa Balinuraga. datang beberapa pemuda Bali yang melakukan tindakan tidak sopan di hadapan aparat dengan menggeber-geber kendaraan mereka. Senada dengan narasumber dari Etnik Lampung (HRB). Aparat yang kesal melihat tindakan pemuda Bali yang berlaku tidak sopan datang menghardik. lebih cenderung terlihat mencurigai dan menjaga jarak. Informan tersebut menceritakan ketika satuannya beristirahat dan menyantap mie di warung mie ayam yang ada di dekat Desa Balinuraga.79 serta tutur kata yang lebih terdengar tinggi dibanding dengan warga Bali lain yang pernah peneliti temui. tetapi para pemuda tersebut tetap acuh dan tidak menghentikan perbuatannya menggeber-geber motornya. Oknum aparat (JA) beserta kawan-kawannya yang sudah tidak mampu lagi menahan emosi. Akhirnya para pemuda tersebut berhasil diamankan dan diberi pelajaran oleh oknum satuan Brimob tersebut. mengejar para pemuda yang lari sambil menggeber-geber motornya. Menurut subyek (SRM) .

sebagai imbas dari perkembangan zaman atau bisa dikatakan mengikuti trend.80 kebiasaan membawa motor secara ugal-ugalan sekarang sudah lumrah di manamana. lebih diakibatkan karena rasa sakit hati yang ditimbulkan akibat perbuatan semena-mena merebut tanah warga asli dengan modus jeratan hutang berbunga rendah. Sedangkan mengenai masalah penampilan pemuda Bali yang terkesan urakan. Perilaku tersebut dilatarbelakangi oleh pandangan sebagaian besar orang tua Etnik Bali yang menganggap pendidikan tidak terlalu penting. subyek (SRM) menganggap itu hanya bentuk ekspresi semata. pemuda Desa Agom juga banyak yang membawa motor secara ugalugalan. sehingga subyek menganggap bahwa persoalan tersebut tergantung bagaimana kita bersikap bijak memandangnya. lebih baik ke ke kebun menyadap karet yang pasti menghasilkan uang. dendam atas perilaku keberutalan mereka ditunjukan dengan aksi balasan oleh Etnik Lampung. Pendidikan yang rendah serta tingkat religiusitas yang kurang membuat mereka mudah terpengaruh hal-hal yang tidak baik. namun bukan dikarenakan kecemburuan sosial. Faktor ekonomi juga ikut menjadi penyebab terjadinya konflik. anak cukup sebatas bisa membaca dan menulis. bertempo singkat dengan jaminan . Dipihak lain. Hal itu dimungkinkan karena kebanyakan pemuda Bali tidak melanjutkan sekolah sampai jenjang yang lebih tinggi. narasumber dari Etnik Lampung (HRB) mempertegas bahwa faktor perilaku pemuda Bali yang sering berbuat onar dan memicu keributan merupakan pemicu utama terjadinya konflik berulang-berulang. mayoritas hanya sampai jenjang pendidikan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.

atau sawah. Selama ini toleransi beragama dinilai cukup baik. Banten. Pernyataan subyek HRB didukung pula oleh informan lain.. satu sama lain tidak pernah mencampuri urusan agama pemeluk agama lainnya. makanya sekarang tergantung yang menyikapi. Sebagian pernyataan subyek (HRB) dibantah dengan keras oleh narasumber dari Etnik Bali (SRM) terutama mengenai tudingan bahwa Etnik Bali dituduh sering merebut tanah orang pribumi.. yaitu Sekertaris Desa Agom (SRJ) yang berasal dari Etnik Jawa mengenai perilaku yang kurang baik warga Desa Balinuraga. ya emang gitu.. anak muda itu. ya . hal ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda desa Balinuraga pun kerap bertingkah bar-bar. Padang.). tapi juga warga desa lainnya.81 sertifikat tanah. Pemeluk agama Islam menghormati pemeluk agama Hindu dan umat Hindu menghormati pemeluk agama Islam. bukan hanya yang beretnik Lampung. dan sebagainya. subyek (SRM) menyatakan bahwa Etnik Bali memperoleh tanah dengan cara membeli dari pemilik tanah. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: Ya anak muda juga. tapi juga dari Etnik Jawa. Warga Desa Agom tidak suka penduduk desa tetangga sering bersikap kurang toleransi. dalam pergaulan sehari-hari.(hehe.. Sikap desa tetangga yang selalu ingin menang sendiri itu tidak hanya dikeluhkan oleh warga Agom. kebun. pernyataan subyek HRB senada dengan pernyataan subyek SRM yang melihat bahwa faktor agama bukan menjadi penyebab timbulnya konflik dan konflik tidak menyentuh persoalan agama. Sedangkan untuk faktor agama subyek menyangkal bahwa faktor agama ikut serta menjadi penyebab terjadinya konflik. Sedangkan mengenai faktor agama. kalau mau kita di buat panas.

Uhhh. betul. Kalau kita ketemu anak-anak sekecil ini (remaja Bali).) Nurut saya ada benernya tapi enggak seratus persen salah.215).745). Ngerebut gimana?! Kita beli..HRB.. makanya mereka kaya-kaya. liat ada orang susah dikit. dibalik nama. kenalpotnya berisik.1110). atau sawah. tanpa ngasih tempo keringanan.314).. (W1. Boleh dikatakan kesimpulannya sekarang mah ya masalah antar desa aja. Kalau sebelumnya boleh dikatakan agak brutal ya. antara Desa . balikin tanggal segini. apalagi kerjaan saya kan penilik.. ini semua karena ulah anak-anak yang enggak bisa diatur. Makanya pas sekertaris Desa Balinuraga yang dulu sebelum diganti ketemu saya dikecamatan. itulah kesempatan mereka masuk. contohnya sore-sore atau malam-malam.82 cepet panas kuping. kebon. Makanya mereka kaya-kaya. Kita enggak nyerempet-nyerempet masalah agama. pokok e kurang ajar.. Namanya minjem gadaikan. minjem segini. biasanya tanah. dipelototin kita. Nah mereka sengaja banget. Wong Balinuraga iki memang wong edan owk mas. Kan ladang kita.245). Kalo pas jatoh tempo kita ga bisa balikin.. sawah kita kan banyak yang dampingan sama orang Lampung. dimana mana kan sekarang udah biasa. orang Lampungnya butuh uang. Saya liat enggak cuma disini. Yang paling dibenci dari Orang Bali ini kan. rumahnya bagus-bagus..maap. udahlah tanah kita langsung diambil mereka.584). nasehat orang tua itu kayaknya enggak begitu di dengar (W2.betul. kalau udah malam.. dimana-dimana sekarang trendnya begitu (W1. karena dapet tanah murah. dia bilang.Kita yang bertetangga dengan Bali ya. ya kalau ma orang muda ni. Bikinlah mereka perjanjian diatas materai.. kan paling banyak sepertiga dari harga aslinya. sepenak e dewek.(hehe..SRM.SRM. Karena mereka pinter. Makanya banyak banget yang sakit hati.. ga bisa balikin utangnya pas tanggalnya. Tapi memang yang sangar-sangar Balinuraga itu (W1. kebut-kebutan. tatto semua. tiap hari muter kemana mana. Ia ngeri. Dirumah warung nasi goreng itu. trek-trekan motor.(SRJ).. berulang-ulang dia minta maap. ya ga papa kan kalau kita beli? itu dibilang ngerebut (W1.938). Ya udahlah mereka dapet tanah murah. Mulailah mereka nawarin utang dengan bunga rendah. Disini banyak yang jadi korban (W1..HRB.257). tapi pakek jaminan bertempo singkat.HRB..HRB. ngarep orang itu. ya gitulah orang Bali (W1.maap.HRB. ngelunjak banget kayaknya (W1.. kalo mereka minjemin uang.SRM. tanahnya banyak. kalo bawa motor rang rong rang rong.

peneliti menangkap sinyal memang terdapat jarak dalam hubungan sosial antara penduduk Etnik Bali dengan Etnik Lampung dan etnik lainnya. pemukiman Bali seolah berbentuk seperti komplek perumahan yang tersusun rapi dengan pola pemukiman yang tertata.660). Semua rumah warga Bali dihiasi dengan pura di depan halaman rumahnya. selagi pertikaian istilahnya persoalan sepele selain dari agama. perkarangan antara yang satu . Sistem kemasyarakatan Etnik Bali (Balinuraga) yang terdapat di Lampung Selatan cenderung tidak berbaur dengan penduduk pribumi. Jadi dia minta maap. Etnik Padang. sehingga terlihat terpisah dari warga masyarakat lainnya.83 Balinuraga dengan Desa Agom. serta dibangun dengan bercorak Bali yang kental. Jarak jurang pemisah ini memang terkesan seolah diciptakan dan terlihat sangat menonjol. Dari observasi yang peneliti lakukan. Etnik lainnya cenderung hidup membaur dengan Etnik Lampung.HRB. sehingga tidak ditemukan satu perkampungan yang murni etnik pendatang selain perkampungan Etnik Bali. Rumah-rumahnya pun cenderung tidak dibatasi dengan pagar yang tinggi. terkesan lebih suka hidup berkelompok. Rumah-rumah warga Balinurga juga terlihat luas.HRB. ya nanti sampe kesana (W1. dengan pagar yang tinggi dan kokoh. megah.ya ngasih bantuan juga. Kondisi desa-desa dari Etnik Bali cenderung terpisah dan berdiri sendiri dari pemukiman lainnya. dan etnik pendatang lainnya. Hal ini tidak didapati di daerah yang banyak terdapat Etnik Jawa.641). sehingga kesan yang tampak. Desa-desa Bali juga diberi tanda khusus dengan gapura yang bercorak Bali dan pagar keliling mengintari desa. Kalau mau kita hubung-hubungkan dengan agama. ya minta maap. seolah benar-benar sedang berada di Pulau Dewata. Makanya Gubernurnya (Gubernur Bali) kesini kan. kami ga ikut-ikutan(W1.

dan lainnya. ga itu orang Bali. Etnik Batak. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: Yang kita sayangkan. itu yang gak pas (W1. Semua saling bekerja sama antara satu dengan yang lainnya. yaitu Etnik Lampung.HRB. “kalau ga tau diri”. Balas dendam ini merupakan bentuk dari sikap mempertahankan atau membela nilai-nilai piil .HRB. ga itu orang Bali. Tapi tau diri kan? Ga papa. Etnik Jawa. Orang China banyak yang jadi miliyuner disini. yaitu Etnik Jawa. juga digunakan sebagai arena balas dendam oleh Etnik Lampung dari desa diluar Desa Agom yang pernah berkonflik dengan Etnik Bali (Balinuraga). Yang kita sayangkan. Kondisi ini terlihat jelas di Desa Agom. dan Etnik Sunda. 548) Sebetulnya orang Lampung inilah paling enak. Usaha-usahanya sendiri. tidak tampak saling mendominasi antara satu sama lainnya. tanah-tanah kita lampung. silahkan saja. hidup. Batak datang. memang masih Indonesia (asli).HRB. 548). ga itu orang Jawa. itu yang susah (W1. dimana terdapat lima etnik yang hidup bersama. konflik yang terjadi juga melibatkan etnik lain di luar Etnik Lampung. Dalam fakta yang juga terungkap dilapangan.558). atau prinsif nilai-nilai harga diri yang dianut oleh masyarakat Etnik Lampung dari sikap sewenangwenang yang ditunjukan oleh warga pendatang. hidup. Sehingga konflik antara Desa Balinuraga dengan Desa Agom tidak dapat dipandang sekedar konflik yang . Padang. Udah idup di Lampung. “kalau ga tau diri”. hidup disini.84 dengan yang lain cenderung menyatu. Batak. Konflik yang terjadi antara Etnik Bali (Balinuraga) dan Etnik Lampung (Agom). bawa Balinya kesini. Udah idup di Lampung. enggak bertetangga dengan Lampung. Dalam struktur pemerintahan desa pun. Udah idup di Lampung. bahkan kita jadi buruhnya. Etnik Betawi. Jangankan Jawa. itu yang susah (W1. Bali datang. ga itu orang Jawa. Bali. nilai-nilai kehormatan Etnik Lampung. Jawa datang. Sunda. enggak bertetangga dengan Lampung.

begitu dengar kabar. yang punya-punya musuh ikut masuk juga (W1.85 disebabkan permasalahan pelecehan seksual. ga diundang.HRB. Orang Marga Catur ngebel (menelpon) saya. termasuk Orang Bali (Bali Islam). mudah-mudahan kita jangan mati (W1.HRB.207).HRB. orang dari Desa Kota Dalam yang pernah perang itu (perang dengan orang Balinuraga) dengan sendirinya. Kata Orang Marga Catur: Enak-enak amat. orang dari Desa Marga Catur. Ada yang bener-bener niat siap mati demi harga diri (W1. langsung lari (datang membantu) (W1. karena di dalamnya terdapat pula orang-orang dari luar kedua etnik tersebut yang ikut terlibat walaupun jumlahnya tidak signifikan. gimana pak? Nanti dulu lah (Kata HRB). Orang Jawa. Kami ini. berangkat dari rumah tidak ada yang nyuruh. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: Yang jelas ya.HRB. walaupun tidak dipungkiri juga unsur kepentingan . ada kesempatan kok (balas dendam)? Kata HRB: Ya udah siap-siap.177). Kata Orang Marga Catur: Udah siap! Ini udah berangkat! Kata HRB: Dimana sekarang? Kata orang Marga Catur: Udah. rela mati. harga diri. Yang jelas itu harga diri tadi (W2.204). faktor kepentingan politik yang bermain cenderung kemungkinan kecil terjadi. Peneliti juga coba mengungkapkan tentang apakah ada unsur agenda politik tertentu dibalik konflik yang terjadi.534). Enggak cuma orang Lampung yang punya kepentingan sama Balinuraga (SRJ). Dari hasil wawancara dengan narasumber yang peneliti lakukan. Konflik tanggal 29 oktober 2012 sulit juga untuk dikatakan konflik antar etnik yang hanya melibatkan Etnik Lampung melawan Etnik Bali (Balinuraga).528).HRB.HRB.1038). Pelecehan seksual seolah hanya sebagai letupan dari bom waktu dendam masa lalu yang dapat terjadi kapan pun dan dimana pun di Lampung Selatan. Di Patok (Pasar Patok) (W1. bawa golok dari rumah untuk menjaga diri.

Namun ketika pemuda tersebut mengangkat korban yang terjatuh. Saat terjatuh. Sedangkan menurut penuturan narasumber dari Etnik Balinuraga (SRM). . Isu yang mungkin dimainkan adalah isu pencitraan pasca kerusuhan.5. Kemudian kedua gadis tersebut diganggu (dipegang pahanya) saat mengendarai sepeda motor. menyangkut penanganan terhadap korban konflik kerusuhan antar etnik.2. Akibat kejadian tersebut korban harus dilarikan ke rumah sakit. mengakibatkan motor yang dikendarai terjatuh. pemuda Bali tersebut berusaha menolong untuk membangunkan dengan mengangkat perempuan tersebut untuk mengajaknya berobat. 4.86 politik mungkin saja ada dikarenakan agenda politik lima tahunan yang akan berlangsung di Provinsi Lampung pada tahun 2013. ada yang meneriakinya pelecehan seksual. Kronologis Terjadinya Konflik Tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2012 Menurut penuturan narasumber dari Etnik Lampung (HRB). Saat terjatuh korban malah dilecehkan. awal terjadinya konflik dipicu oleh permasalahan sepele. kendaraan yang di gunakan perempuan Lampung terjatuh. satu orang merupakan warga Desa Agom dan satu orang lagi adalah warga dari Desa Negeri Pandan diganggu dijalan saat jalan-jalan sore.3. ada pemuda Bali yang berusaha mengejar perempuan dari Etnik Lampung yang habis berbelanja dari Indomaret Taman Agung dengan maksud untuk berkenalan. sehingga hilang keseimbangan. Dimana ada dua orang anak gadis. saat pemuda Bali berusaha mendekati perempuan tersebut untuk berkenalan. konflik terjadi akibat permasalahan anak muda.

gitu ceritanya! (W1.. gitu lho.. karena anak gadis dikejar gitu katanya kan. Dikarenakan kejadian terjadi di pinggir sawah yang dilewati jalan desa. sambil tertawa”. motor jatuh. Lah ya itu. Sebenarnya enggak.. yang membuat pemuda-pemuda Bali tersebut pergi melarikan diri. menghardik si pelaku “Jangan begitukan kawan saya”. Ya kan diangkat kan?!. Udah jatuh ya ditolongin. pemuda Bali tersebut malah menggerayangi tubuh si korban dengan memegang payudaranya. kan diangkat gitu!. Terus kok beritanya katanya pelecehan seksual?!!! (nada emosi).. Barang dibangunin.SRM.. Kemudian seolah-olah seperti berniat membantu. karena pahanya dipegang.. dikejar itu maksudnya mau kenalan..! Katanya pelecehan seksual!.SRM. Dibangunin gitu istilahnya! (W1. pemuda Bali tersebut malah membalas dengan perkataan “Udah kamu diam aja. Kemudian lewat pemuda Desa Agom lainnya. Begitu roboh itu. Itu katanya pelecehan seksual!. Ditolongin. itu kan roboh itu.SRM. anak gadis kita disini (satu orang dari Desa Agom dan satu orang dari Desa Negeri Pandan) digangguin dijalan nyore-nyore (sekitar jam 4 sore). sampai masuk rumah sakit (W1.HRB.2). Sebenarnya enggak..(TM. Tapi apa itu.HRB.26).753) Ya masalah anak muda itulah. jatuh!. ya itulah dilecehkan (W1. katanya ada yang ngomong pelecehan seksual!. Udah! Udah dibawa kerumah sakit. Lah masa. Dari indomaret dikejar jatuh. banyak warga yang mengendarai kendaraan bermotor berhenti dan berkerumun. korban terjatuh dikarenakan di kejar oleh pemuda Bali dan sengaja disenggol kemudian terjatuh. Ia. Heem. Seperti kutipan-kutipan pernyataan narasumber berikut ini: Bisa dikatakan permasalahan sepele.51)..87 Sedangkan dari informasi lainnya yang narasumber dapatkan. Tapi dia kepeleset. ... sebatas yang saya tahu.SR). Jadi hilang keseimbangan mungkin. Ditolongin itu terus kan diajak berobat. setelah itu sikorban ini jatuh. masa orang nolongin suruh gini (tidak boleh menyentuh).ada provokator saya rasa itu (W1. gitu kan. sebenarnya.46).

Pas itu juga lewat anak Agom. Anak agom.88 Yang saya tau. pelaku terindikasi merupakan warga Desa Balinurga. Dengan harapan masalah tersebut cepat dapat terselesaikan dan tidak menimbulkan konflik lagi seperti pada Kerusuhan Napal beberapa bulan sebelumnya.00 WIB. karena itu dijalan. yang lewat-lewat pada berenti. Abis itu kan rame. tuntutan ganti rugi yang diminta oleh keluarga korban tidak dipenuhi oleh Kepala Desa Balinurga. kita itu. dipegang dadanya. jadi banyak yang liat. Pada malam hari setelah kejadian. . Perundingan pertama tersebut tidak juga membuahkan hasil. awalnya itu ada pemuda Bali ngejer gadis kita. anak Agom tu ngomong. jatohlah. Setelah rombongan Kepala Desa Agom menemui para pelaku tidak memperoleh hasil. dibawa kerumah sakit (SR). Setelah peristiwa kecelakaan sepeda motor pukul 16. tetapi saling menyalahkan. Kepala Desa Agom menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya kepada Kepala Desa Balinuraga bahwa mereka datang untuk meminta pertanggungjawaban Kepala Desa Balinuraga atas perbuatan yang telah dilakukan oleh pemuda warga Desa Balinuraga terhadap warga Desa Agom. Namun para pelaku ternyata tidak mau bertanggung jawab. Terus pada kabur anak Bali itu. tempat para pelaku tinggal. udah diem aja kamu. Kepala Desa Agom berupaya untuk menemui Kepala Desa Balinuraga. Kepala Desa Agom beserta satu orang perangkat desa dan satu orang perwakilan dari keluarga korban (korban warga Agom) berinisiatif mendatangi rumah para pelaku yang menyebabkan korban terjatuh untuk meminta pertanggungjawaban dari para pelaku. terus sengaja disenggol. Terjadilah Perundingan antara kedua Kepala Desa. yang intinya jangan ganggu dia. dia (korban) anak Agom. yang menimpa gadis warga Desa Agom. Dibales sama anak Bali itu. Pas jatoh itu ngegerayangin anak kita. tanggal 27 Oktober 2012.

Pernyataan yang berbeda diungkapkan oleh narasumber kedua dari Etnik Bali (SRM). Kepala Desa Balinuraga. . yang kali ini melibatkan Kepala Desa Agom. Menurut subyek sampai disitu permasalahan sudah selesai.89 Masalah semakin kompleks dikarenakan korban kecelakan tidak hanya berasal dari Desa Agom. korban sudah ditolong dan dibawa berobat kerumah sakit. dikarenakan menyangkut rasa kesukuan. diduga karena ada pihak ketiga yang memprovokasi. Kepala Desa Negeri Pandan. Sementara itu terjadi perundingan kedua. Aparat Desa Agom berusaha menghentikan massa yang ingin menuju Desa Balinuraga untuk sementara bertahan di Desa Agom. Namun. bahwa anaknya terlibat masalah dengan anak dari Desa Balinurga dan anak dari Desa Agom. Isu yang terlanjur menyebar di masyarakat Desa Negeri Pandan bahwa telah terjadi pelecehan seksual terhadap anak gadis mereka oleh pemuda Desa Balinuraga. namun terdapat pula korban dari Desa Negeri Pandan. Keluarga korban dari Desa Negeri Pandan melapor kepada Kepala Desa Negeri Pandan. Keluarga korban dari Desa Negeri Pandan bersama kepala desanya beserta rombongan massa dari Desa Negeri Pandan menemui Kepala Desa Agom untuk meminta kejelasan terhadap permasalahan yang terjadi dan bermaksud langsung menuju Desa Balinuraga untuk meminta pertanggungjawaban. Subyek menyampaikan bahwa peristiwa kecelakaan tersebut sudah diselesaikan secara damai. Dikatakan pula bahwa orang tua korban datang ke Balinuraga mengucapkan terima kasih karena sudah diobati. membuat masyarakat lainnya terlanjur emosi. beserta kedua keluarga korban di rumah Kepala Desa Sidoharjo (Patok) namun perundingan yang kedua inipun tidak membuahkan hasil.

Kemudian turunlah (datang) banyak dari sana. Ok sekarang kita damai (kata Kepala Desa Balinuraga). dari Desa Negeri Pandan. Jadi karena memang yang jadi korban bukan hanya orang Agom. kepala desa (didampingi satu perangkat Desa Agom dan satu orang dari keluarga korban). biaya-biayanya minta pertanggungjawaban (kata Kepala Desa Agom). karena masyarakat saya ada yang diganggu oleh anak-anak kita ini (warga Balinuraga). Kami STOP disini . masalah itu (biaya) nanti saya kembalikan kepada orang tua yang berbuat (pelaku) (W1. antisipasi kami kan disitu )). tadi sudah saya temui yang bersangkutan (pelaku). Kepala Desa Agom mengatakan kepada Kepala Desa Balinuraga. Kata Kepala Desa Balinuraga. Bagaimana caranya anak saya ada masalah dengan anak Balinuraga sama anak Agom sana.10).HRB.5). lebih baik menemui Kepala Desa Balinuraga. kita lihat situasi dan terus terang persoalan dirumah sakit sana. ya memang masih saudara korban yang disini (korban dari Desa Agom). tapi tidak ada pertanggungjawaban dari pelaku. Permintaan ini langsung ditolak oleh Kepala Desa Balinuraga. sampai sekarang masih dirawat dirumah sakit. Sikap penolakan yang ditunjukan oleh Kepala Desa Balinuraga ini yang dianggap memicu ketegangan antar dua kelompok. maka orang Negeri Pandan ini langsung lapor ke kepala desanya. kami masih ngejar Kepala Desa Balinuraga. . sekarang ayo kita kunjungan kerumah korban.HRB. Sekarang bagaimana sikap pak Kepala Desa (Balinuraga). ya minta pertanggungjawaban karena korban masuk rumah sakit kepada para pelaku. Kepala Desa Agom mengambil kesimpulan. kami disini kesana (ke Balinuraga). ada satu juga. Tunggu dulu sebentar. Ditambah dengan adanya permintaan uang pengobatan dengan jumlahnya jutaan rupiah dari pihak keluarga korban kepada Kepala Desa Balinuraga. korban ini dari yang Negeri Pandan. karena beliau mengganggap kata maaf sudah tercapai dan korban sudah diobati sehinggga tidak perlu lagi membayar ganti rugi. ya supaya bisa ada pertanggungjawaban. Kalau cerita damai. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: Begitu malamnya. bagaimana supaya enggak terjadi (kerusuhan). kalau bisa jangan sampai terjadi hal-hal yang kurang pas. sekarang kita damai saja? ((karena kita mengingat baru beberapa bulan dari kejadian (kerusuhan Napal). namun para pelaku tidak mau tanggung jawab/ para pelaku saling lempar (W1.90 permasalah kembali keruh.

orang tuanya aja kesini lho.. Kepala desanya (Balinuraga). Akhirnya kejadian. Kepala Desa Negeri Pandan. dibikin lebih seru lagi. Setelah massa berangkat menuju Desa Balinuraga. ini mah enggak. tidak mampu lagi untuk dibendung.gtu (W1. mestinya enggak gitu. mau kita ini bawa kerumah sakit. adalah ucapan dari Kepala Desa Balinuraga. keluarin duit sekian. mau tanggung jawab ga?!.HRB. Adapun perhitungannya (biaya) dengan orang tua sana (pelaku).. Di. kalau mau. akhirnya terjadi kayak gini. Massa dari Desa Negeri Pandan yang sebelumnya masih dapat dibendung oleh aparat Desa Agom untuk tetap bertahan di Desa Agom. udah damai?! Gtu. gini kan.30). ya namanya orang ketiga. terima kasih gitu. biar bagaimanapun perundingan itu. Kemudian terjadi perundingan.. udah diobatin. Sebenernya kan udah ditolongin. Akhirnya kan kepala Desa Balinuraga di temuin sama kepala desa sana. tapi untuk yang korban ini. serta keluarga kedua korban dirumah Kepala Desa Sidoharjo (Patok). Kemudian Kepala Desa Agom beserta aparat polisi menyusul massa yang sudah terlanjur berangkat untuk berusaha kembali mencegah supaya tidak terjadi bentrokan.(berfikir) istilahnya. gitu mungkin.. Kok ada kayak gini lagi (W1. Diajak nengok aja.. Nah itu kan namanya ada pertanggungjawaban. Trus mungkin diaduk-aduk lagi. udah seru... aparat polisi baru datang ke Desa Agom. kan seneng kalo kita berantem. apa sepuluh juta gitu saya denger-denger gitu. Massa tetap berangkat menuju Desa Balinuraga. sekarang ini. diperkeruh istilahnya gitu. terima kasih. Nah itu yang saya enggak tau.. lho kan udah ini.42).di. siap membantu sebatas kemampuan (ala kadarnya/ tidak mau sepenuhnya). Setelah upaya menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tidak menemukan hasil sampai dengan pukul dua belas malam.34). Kepala Desa Balinuraga. Orang tua korban menanggapi ucapan Kepala Desa Balinuraga. selesaikanlah (biayanya). kami sendiri enggak punya persiapan (dana). Cuman enggak pas gitu. ga mau (W1.91 Setelah itu terjadi mediasi lanjutan (perundingan) antara Kepala Desa Agom.SRM. Massa yang masih . ngomong terima kasih kok dia..SRM. kalau gitu gimana. Lima juta.

saat mengetahui akan terjadi penyerangan dari pihak Etnik Agom pada malam Minggu. Sampai disitu (Pasar Patok). 27 Oktober 2012. massa tetap bisa sampai ke Desa Balinuraga. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: Setelah gagalnya perundingan.92 berkumpul di sekitar Pasar Patok masih mampu untuk terkejar. namun massa yang ada jumlahnya sudah bertambah banyak. Berangkat lah malam itu. menurut narasumber Etnik Balinuraga (SRM). ke arah barat di area persawahan. kami selaku aparat pun sudah menghadang suruh pulang supaya tidak ada kejadian keributan. sekitar dua ribu orang. kepala . Bukan kita katakan dari Negeri Pandan enggak juga.HRB. kini melebar melibatkan desa-desa yang pernah terlibat perang dengan Desa Balinuraga. memang sudah ada polisi yang jaga. dan sudah kumpul ribuan orang. Orang-orang sini (massa yang berkumpul) sudah berangkat (menuju Desa Balinuraga). Jumlah massa bertambah banyak dikarenakan disaat Aparat Desa Agom berusaha membendung massa dari Desa Negeri Pandan dan Desa Agom. langsung berangkat (W1. Abis gimana ya. dari Agom sini enggak juga. tanpa komando. Setelah itu Kepala Desa Agom mengajak aparat polisi. Sebaliknya dipihak warga Desa Balinuraga. Perselisihan yang awalnya hanya melibatkan ketiga desa. Nah begitu polisi datang kesini. bahkan itu tidak bisa dibendung). dengan sendirinya. tapi warga dari luar yang saya tidak kenal. Kepala Desa Agom mengatakan kepada aparat bahwa beliau telah berusaha membendung warga (kalau warga Desa Agom sebagian sudah pulang. ayo kita cegah gimana caranya.53). Dikarenakan jumlah massa lebih banyak dari aparat yang mencegah. Menurut perkiraan saya sekitar dua ribuan orang. informasi tentang perselisihan antara Desa Agom dengan Desa Balinuraga sudah mulai tersebar kemana-mana. sekarang ayo kita sama-sama ke Pasar Patok (tempat massa berkumpul). Sedangkan pria-pria Balinuraga berjaga-jaga di perbatasan Desa Balinuraga dengan desa Sidoreno. subyek mengatakan bahwa dirinya hanya menyelamatkan diri ke belakang rumah.

HRB. Massa yang marah karena tindakan aparat. orang dari Kota Dalam (Desa Kota Dalam) yang pernah perang itu (pernah perang dengan orang Bali) dengan sendirinya ga di undang. massa yang ingin masuk juga mendapatkan blokade dari aparat. membalas aparat dengan membakar mobil polisi. Perlawanan dari massa membuat aparat tidak berani bersikap keras dan cenderung melunak. cuman saya hanya lari ke belakang sana. . begitu dengar kabar. Disamping perlawanan dari warga Desa Balinuraga. orang dari Marga Catur (Desa Marga Catur).534). Kita (HRB) orang sini ngebendung orang Agom. Melihat kondisi yang ada. Peristiwa malam itu mengakibatkan satu kendaran roda dua milik massa penyerang dibakar oleh massa dari Desa Balinuraga.93 desa ngebendung orang Negeri Pandan.SRM. Ketika ada massa yang mencoba memasuki Desa Balinuraga. Karena malam minggu itu sebenarnya sudah mulai kejadian itu. Malam minggu pulang lagi (W1. serta mengejar aparat yang akan kembali menembakan gas air mata. kesawah-sawah. penerangan sengaja dimatikan. Yang jelas ya. Pada malam Minggu tanggal 27 Oktober 2012 terjadilah bentrokan pertama antara Etnik Lampung dengan Etnik Bali (Balinuraga). HRB berusaha menahan massanya utuk mundur dan tidak melanjutkan usaha untuk masuk ke Desa Balinuraga.2). satu korban dari pihak penyerang terluka terkena peluru karet. Tapi dari sana-sana juga datang (desa-desa lain yang tidak terlibat). massa dilempari dengan batu dan ditembak dengan senapan angin. balik lagi kan? Pulang. kebarat. langsung lari (datang) (W1. kondisi Desa Balinurga gelap gulita. Ketika massa yang berangkat menuju Desa Balinuraga sampai di desa tersebut. Terus katanya kan sudah aman. merusak kawat berduri. Aparat sempat pula membuang tembakan gas air mata dan melepaskan tembakan peluru karet.

Malam Minggu itu begitu ada orang yang masuk (melewati perbatasan) dilempar pakai batu. Jangan coba-coba dilepas tembakan itu (kata massa penyerang).peluru karet aja (W1. Dikejer! Lari keluar! (W1. lari kebirit-birit. Nah karena udah buang tembakan itu. Dikejer orang rame. sekitar tiga puluh polisi. .HRB. Setelah kejadian itu. asal ada yang masuk.726).mau pecah mata ini..711). Yang udah ada masuk dalam gang sana. karena memang ditempatnya mereka.. nah karena orang ribut (setelah di tembak gas air mata). malam juga gelap. kemudian buang tembakan.HRB. memang kondisi sudah mati lampu (sengaja dimatikan). kena! Makanya. Udah di Balinuraga. malam itu saya (HRB) sampai tenggorokan kering (istilahnya jerit-jerit).704). bahkan satu motor yang dibakar. langsung dilempar pakai batu. Bahkan nembak juga. Nah berarti ambilanhati kita itu. berarti memang siap tempur (Balinuraga memang menginginkan perang). Kita serbu aja (W1. perbatasan Sidorenonya. Sebetulnya kita ini masuk bukan untuk nyerang.714).. langsung dilempar. Serbu aja polisi (kata massa Lampung). malam itu (malam Senen).HRB. nembak pakai peluru karet (W1. pengen ketemu aja gimana solusinya. langsung kena timpuk (dilempar batu).708). maksud saya kita ini (massa penyerang) harus mempunyai perhitungan. Kan jalan itu udah dipasang pagar duri.HRB. Ditembak gas aer mata (W1. Mau buang tembakan gas aer mata juga didalam sana (Balinuraga). bukan saya ga setuju serang bukan. Sampai di sana (Balinuraga). memang jalan sudah gelap. apa mau perang mungkin sebagian ada seperti itu. memang kayak dijalan itu sepi ga ada orang. halang-halangilah ga papa. tapi begitu kita masuk. tapi jangan buang gas aer mata itu (W1. okelah mereka tugas ya. tapi jangan malam ini. Makanya mobil polisi dibakar. jadi siapa yang masuk kena timpuk (lempar batu). Malammalam itu memang penuh (massa Lampung) di sini ini (lapangan Agom). dia tau jalan kemana.. bahkan mati lampu.720). Tadinya kalau sebelum dibakar.HRB. biar gimana caranya enggak terjadi. kalau kita kan pendatang. Enggak. Uhhhh. yang bawa pagar duri itu dijungkelin semua (dijatuhkan). tetapi begitu masuk perbatasan. dibakar. mati konyol kita. ditembak senapan angin.HRB. terus dibuka pagar duri. tapi sebagian juga ya pengen ketemu tokoh-tokoh sanalah.. Kami datang ini dengan tujuan.94 Berikut kutipan dari keterangan HRB: Tapi yang kurang pasnya polisi. tapi di sana sudah pada nyumput (bersembunyi). siapa masuk kena pukul. Orang Bandar Dalom. oh ketat betul.

kemudian dilanjutkan dengan pembakaran rumah Pak Made Sukintre (Ketua Parisade Bali Tingkat Kabupaten) dengan menggunakan bom ikan. kalau memang setelah jam ini sampai pagi besok ga ada usulan dari sana untuk perdamaian atau gimana (Balinuraga). diluar perbatasan Desa Balinurga. ya gimana kita. massa penyerang tidak sampai masuk ke Desa Balinuraga. Subyek dan keluarga tetap masih bertahan di Desa Balinuraga. Ketika hari sudah pagi. 28 Oktober 2012. beliau memimpin wanita-wanita Bali . dikumpulkan di lapangan Desa Agom.67). massa yang hendak masuk ke Desa Balinuraga ditarik mundur kembali ke Desa Agom. sebaliknya di pihak penyerang. jatuh korban tiga orang meninggal dunia. tanggal 28 Oktober 2012. Hari Minggu itu kembali terjadi bentrokan antara massa penyerang dengan massa Bali (Balinuraga) yang masih mencoba bertahan dan melawan. Pada hari Minggu itu dipihak Bali tidak jatuh korban jiwa. Senada dengan pernyataan HRB. tepatnya di Desa Sidoreno. Masih menurut narasumber dari Etnik Lampung (HRB). hari Minggu. besoklah kalau mau kita lanjut. massa dari Etnik Lampung melakukan pembakaran terhadap warung milik warga Bali yang bernama Sudaryo. Massa yang masih bertahan dan tidak mau dibubarkan untuk kembali ke rumah masing-masing. lanjut besok!(W1. Menurut penuturan narasumber (SRM) sekitar jam sebelas siang. jumlah massa yang berkumpul sekitar 20 ribu orang.HRB.95 kami ngasih strategi kepada kawan-kawan dari luar itu (massa) pokoknya malam ini gagalin aja (penyerangan). malam Minggu tanggal 27 Oktober 2012. narasumber dari Etnik Bali (SRM) juga mengatakan bahwa bentrokan kembali terjadi pada hari Minggu. massa yang berkumpul jumlahnya sudah semakin banyak bukan semakin berkurang. Pada.

hari Minggu pagi kan. sampe sana (Balinuraga). Kemudian penyerangan hari itu kita STOP!!! (W1. itu kejadian lagi. cuman disebelah sana. berangkat lagi. Kompromi lagi (massa penyerang).(hehe. tapi sudah ada korban. Hari Minggu itu kejadian. warung tempat Sudaryo itu yang pertama kena. Menurut narasumber dari Etnik Lampung (HRB). katanya gitu. Ga ada korban. korban lagi satu. Begitu nyampe. yang dari sana. enggak tau saya. Sudah itu. bentrokan pada hari Minggu yang mengakibatkan tiga orang korban meninggal dunia dari pihaknya. heeh yang di Sidoreno. ketua Parisade Kabupaten terus itu dibakar. matilah satu. kita hanya siap-siap supaya dia ga masuk ke desa kita..warung itu.93) Hari Minggunya.HRB. karena memang di sanaitu kan hanya jalan aja (akses jalan aspal hanya satu). akan ada penyerangan lanjutan pada hari Senin. paginya. Dibom. kemudian ayo berangkat lagi. Bom mlotop apa bom ikan gitu. kejadiannya kan di Sidoreno itu.). sampe jatuh tiga korban. kita ga usah nyerang. ada korban berapa itu. kita siap-siap aja.. Hal ini diakibatkan massa yang belum terkordinasi satu sama lain. udah lari semua.. massa penyerang memutuskan untuk menghentikan usaha masuk ke Desa Balinuraga. jatuh korban.. siapa yang mau berangkat. Katanya: gag lah gak bakalan masuk. tanggal 29 Oktober 2012. begitu nyampe. diangkat sama ambulan (marinir memang sudah banyak). Setelah timbul tiga korban meninggal dunia. Sekitar jam sebelas itulah. Massa penyerang mundur kembali berkumpul di Lapangan Desa Agom. tiga ya. di sana (Balinuraga) memang sudah siap (bersenjata). di Desa Sidoreno. sudah sore kan. berantem yang di depan saja. yang didepan lari. Kompromi lagi. dari pihak penyerang. hari Minggu itu. Setelah sore bentrokan mereda. Hari Minggunya itu sekitar 20 ribuan orang. yang di sini kan siap siaga.96 mempersiapkan dan mengurusi permasalahan logistik untuk warga Bali yang ikut berperang. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: Begitu pagi kira-kira jam delapan pagi sudah banyak massa berkumpul. ga ada apa-apa lagi. mundur lagi. warga Bali yang bersembunyi kembali pulang namun sudah ada berita yang menyebar. Nah bener.(mengingat). Minggu pagi itu. tapi kayaknya belum ada perhitungan masih semua emosi dan sukarela tanpa komandan. Nah... gitu. Terus . hari itu. katanya dibom gitu. belakang ikut lari. reda. terus rumahnya pak Made Sukintre.

kita kan sudah sepi ya? Pulang lagi. Hehe. masa sih sampe sini. massa ditarik mundur. golok. hari Senin. Pada malam harinya terjadi rapat-rapat kecil di desa. Ada berita lagi. Setelah usaha massa penyerang untuk yang kedua kalinya masuk ke Desa Balinuraga kembali gagal.97 sudah sore. Ya namanya saya dituakan disitu!.5).21). Aparat menyuruh warga Desa Balinuraga untuk tidak pergi keluar desanya dan tetap bertahan di dalam Desa Balinuraga dibawah pengawalan aparat. kata saya.SRM. Warga desa .. Hal ini dikomando tetua adat Lampung yang dikatakan oleh subyek memiliki kemampuan ilmu magis yang tinggi. Enggak nyangka sama sekali saya kalau mau ada kejadian kayak gini (W1.58). warga Desa Balinuraga dibantu dengan beberapa Etnik Bali lainnya dari sekitar Balinuraga tetap bertahan sambil menunggu di perbatasan antara Desa Balinuraga dan Desa Sidoreno dengan bersenjatakan bambu runcing. dan parang seadanya. Sebaliknya dipihak Balinuraga. Makanya bungkusin nasi. katanya besok mau ada penyerangan lagi.. Masih saya. massa diperintahkan untuk tidak masuk ke Balinurga pada pagi hari namun masuk sekitar pukul dua siang dan mengakhiri penyerangan pada pukul empat sore hari itu juga.SRM. enggak kemana-mana. Satu dusun lah.. Info-info tersebut membuat massa penyerang lebih mempersiapkan diri untuk melakukan penyerangan yang ketiga kali. Orang pikir saya. jadi orang tua istilahnya. sampe uhhh sampe merah mas tangan saya (W1. gtu (W1. Banyak orang. Di samping itu banyak berdatangan tentang informasi kelemahan ilmu kebal yang dimiliki oleh Etnik Bali.SRM. menurut penuturan narasumber dari Etnik Balinuraga (SRM). Sementara jalan masuk menuju Desa Balinuraga sudah di blokade aparat TNI dan aparat Polisi. 29 Oktober 2012. pokoknya ribuan masa katanya. tapi saya kan mimpin disitu!.

Sehingga hanya terdapat sekitar dua ribu sampai dengan tiga ribuan massa dari Etnik Bali yang bertahan melawan. sekitar jam dua. jumlah tersebut masih jauh kalah dari jumlah Etnik Lampung yang menyerang. jam empat sudah selesai (W1.HRB. Jumlah massa memadati jalan yang menghubungkan Desa Balinuraga dan Desa Agom sepanjang sepuluh kilometer serta mengakibatkan terputusnya jalur transportasi menuju dan keluar dari Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Pada hari Senin itu. agar sewaktu waktu bisa cepat menyelamatkan diri. Massa tidak hanya datang dari warga yang terdapat di Lampung Selatan. Disaat yang sama. yaitu antara Etnik Bali dengan Etnik Balinuraga.bagaimana caranya besok kita masuk jangan pagi.mudah-mudahan kalau kita masuk jam dua. massa menunggu sampai dengan pukul dua siang untuk masuk ke Desa Balinuraga. subyek (SRM) tetap melakukan tugasnya mempersiapkan kebutuhan logistik untuk kawan-kawan Bali yang tetap bertahan.113). sesuai dengan komando adat yang ada. Sembari mengerjakan tugas adat yang dibebankan kepada subyek. Dipihak Etnik Lampung. meluas menjadi konflik Etnik. namun warga dari luar Lampung Selatan bahkan luar Provinsi Lampung pun ikut datang.98 dari Etnik Bali lainnya di luar Kabupaten Lampung Selatan yang ingin masuk ke Desa Balinuraga untuk membantu Etnik Balinuraga tertahan oleh blokade aparat dan dilarang masuk. Lampung. jumlahnya diperkirakan sekitar 30 ribu orang. kami dapat komando (petuah/ wangsit/ mistik ghaib). Konflik yang semula hanya melibatkan warga desa setempat. Berikut kutipan dari keterangan HRB: Malamnya. Senin 29 Oktober 2012. malam senin ada rapat-rapat kecil di desa. . jumlah massa yang ada semakin bertambah banyak. subyek juga terus mengawasi kondisi dan situasi yang ada.Massa pada hari Senin.

Mesuji.. Kalau adek pernah masuk. kalau kita hitung. boleh dikatakan panutan kita. dari mana-mana. tunggu dulu lah..dari mana... dari Way Arong sampai Balinuraga tau jaraknya? Sepuluh kiloan. masakan kawan-kawan (W1.133). enggak ada. Dari situlah orang. Ya.HRB. Cuman mempertahankan desa.322). namanya marga ya. Sama ABRI itu! (W1. Jadi memang dari pagi (Senin) bahkan dari subuh sudah ada (massa). ya bambu runcing ada sih. Alhamdulillah hari senen itu. Enggak.. Ada yang sms: “kelemahan orang Bali itu ada pada Sapi. Gak mau juga lah orang Napal. habis lagi (W1.72). enggak mau nyerang. Ada dua ribuan.SRM. sms yang dari jawa (Pulau Jawa).. dari mana datang terus. distopi.tapi cuman masih kalah dengan orang Lampungnya (W1. Jadi diperbatasan jaganya itu (W1.malam-malam itu memberi pengarahan.kapan waktunya pas menyerang (mistik) (W1. Itulah kita bisa membayangkan ramenya orang. Kan pada kesitu.(berfikir).236).SRM. Hooh. pagi jam lima subuh saya bikin bambu ada dua puluh biji. di perbatasan ini orang pada nunggunya (W1. paling ga dia ngasih pengarahan.99 . belum sampe sini lagi (rumah HRB). kawan kita Bali ini. yang punya kebatinan tinggi. ya cuman untuk jaga-jaga.. Sama Polisi..HRB. ya memang tepat jam empat itu selesai ga selesai keluar.HRB.96). Senin pagi. Yang dari Banding.SRM. pokoknya diluar Lampung Selatan ini enggak boleh masuk!. enggak bisa kita hitung. tapi memang di sana kayaknya kalau ga ada komando dari awal seperti itu. kami tampung di lapangan Desa Agom nunggu jam dua.. macam-macamlah (W1. yang mau masuk. karena ada tugas itu juga... Hari Seninnya itu tiga puluh ribu ada (W1.(berfikir). Gtu. Ada juga sms: “ suruh pakai janur kuning”. banyak juga sih.79). Saya malam itu.76).. di STOP!. saudara kita yang dari jauh. Cuman.SRM. saya liat sudah habis (haha.HRB..62).119).HRB. Paling satu dua aja lah.193)..HRB.haha. Gitulah ramenya orang (W1. bikin lagi. nunggu disebelah sana nunggunya. dari Way Arong sampai Balinuraga enggak putus kayak semut.SRM. tolong pak dilumuri kotoran Sapi‟‟ istilahnya kekebalan orang Bali itu bisa ilang. Hari Senin itu juga. . kayaknya memang habis betul (W1. Dan ada yang tau dengan perhitungan-perhitungan.). Makanya saya gak kemana-mana itu.65). saya taruh depan (dijalan). Perintah adatnya. sebenarnya enggak mau nyerang enggak.

100

Maap ngomong kalau tiga puluh ribu orang positif. Dari semua daerah di
lampung, bahkan dari Banten (Cikoneng) turun,yang berbau lampung
semua turun. Bukan cuma se Lampung Selatan, bisa dikatakan perang se
Lampung, yang dari jauh-jauh dateng (W1.HRB.190).
....tetangga-tetangga dekat aja,orang Jawa, termasuk orang Bali (Bali
Islam), yang punya-punya musuh ikut masuk juga (W1.HRB.207).
Karena saya tau, namanya tetangga kita, walau dibungkus mulutnya
pakek kain, jelas pasti orang deket, memang ada yang di incer disitu.
Kapan-kapan ada kesempatan. Banyak yang kayak gitu (W1.HRB.213).
Bukan Lampung ajalah, Jawa, Banten (Lampung Banten) turun
(W1.HRB.516).
Pokoknya dari Bakau itu ya, mobil macet ga bisa gerak.(W1.HRB.188)
Disaat massa penyerang menunggu pukul dua siang tiba, sesuai dengan
perintah komando tetua adat mereka. Terjadi sebuah peristiwa yang hampir
menimbulkan korban jiwa, dimana massa penyerang yang ingin masuk bergabung
dengan massa yang lebih dahulu telah berkumpul di Desa Agom tertahan oleh
blokade aparat di Pertigaan Simpang Way Arong. Massa yang ingin masuk
meminta bantuan kepada massa yang sudah ada di dalam, mereka tidak bisa
masuk dikarenakan jalan masuk sudah di blokade polisi, serta segala jenis senjata
yang mereka bawa telah diamankan oleh aparat.
Massa yang sudah ada di dalam tidak terima kawan mereka dilarang untuk
masuk. Massa yang ada didalam mendatangi aparat polisi yang sedang berusaha
membendung massa lain yang ingin masuk. Sehingga aparat keamanan dalam
posisi terjebak ditengah-tengah kerumunan massa. Adu mulut pun terjadi antara
massa dan aparat. Aparat yang merasa dirinya tidak dalam posisi menguntungkan,
mengambil langkah untuk menarik anggotanya mundur. Setelah aparat keamanan
ditarik mundur, massa yang dari luar bisa ikut masuk bergabung dengan massa
yang sudah lebih dahulu ada didalam.

101

Berikut kutipan dari keterangan HRB:
Dari Way Arong pagi itu (hari Senin) kita mau perang, perang sama
polisi. Yang sudah masuk sekitar sepuluh ribuan ada di sana (Desa
Agom). Kami dapat telepon dari Way Arong (massa ), bahwa kami tidak
bisa masuk, jalan dipagar polisi, senjata kami diambil semua. Memang
betul senjata yang di sana diambil semua, segala parang, golok,bom ikan
diambil semua. Turun semua dari sini (massa dari lapangan Desa Agom
menuju Simpang Empat Way Arong). Begitu sampai ditempat polisi jaga
(baris) di Way Arong, ada anak satu (kecil), maju kehadapan polisi,
berkata :”Saya yang ngadepin, jangan dulu kamu orang, saya dulu yang
ngadepin!!!”. Terus begitu nyampe depan polisi yang baris itu, dia bilang
“Saya mau tau pak, alasannya melarang kami? Kami ini, harga diri,
berangkat dari rumah tidak ada yang nyuruh, rela mati, bawa golok dari
rumah, untuk menjaga diri, mudah-mudahan kita jangan mati, berarti
itulah intinya perang, kalau bapakkan punya senjata, dari jauh bapak bisa
nembak, kalau kami,ketemu dulu baru nembak (bacok). Jadi intinya pak,
kami berangkat dari rumah ini, siap mati. Kalau begini caranya,biar saya
mati di sini, ayok kita yang berantam (berkelahi)? Tembak Saya Pak !!!
Tembak Pak!!! (massa yang dibelakang langsung cabut golok semua).
Nah kata komandannya (polisi), Semua anggota naik mobil! Pagar besi
dibuka!. Dibuka kawat berduri itu, semua Massa masuk semua.
Selain peristiwa di atas, pagi hari, Senin, 29 Oktober 2012, terjadi peristiwa
lainnya.Tepatnya pada pukul 8 pagi, terjadi peristiwa diluar nalar, namun banyak
yang menyaksikan dan diakui kebenarannya oleh narasumber kedua (SRM) dari
Etnik Bali, yaitu kemunculnya sesosok naga besar yang masuk menyerang
terlebih dahulu ke Desa Balinuraga. Juga tersiar kabar yang diyakini berasal dari
warga Bali Islam, bahwa pada pukul sembilan pagi, sudah banyak warga Desa
Balinuraga yang mati, roboh, keluar busa tanpa ada sebab yang pasti. Pernyataan
yang mengungkapkan bahwa ketika sesosok naga besar tersebut melewati
Balinuraga, adanya warga Balinuraga yang mati dibantah oleh narasumber
(SRM), menurut subyek, hanya ada warga yang roboh ketika sosok naga tersebut
lewat tetapi tidak sampai memakan korban jiwa.

102

Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber:
Nah memang ada yang liat, sekitar jam delapan pagi ada naga besar yang
masuk kesana (W1.HRB.250).
Bangunan enggak ada, ular itu jalan aja, ya besarlah...dan panjang bener.
Kalau warnanya saya enggak begitu jelas, karena saya jauh dibelakang
sana. Bener ada (W2.SRM.796).
Ia...bener. Cuma sampe disitu (tengah desa), udah enggak bisa masuk
lagi. Ke timur sana, makanya abis yang sebelah sana (W2.SRM.803).
Enggak ada..., kalau roboh ia. Ada itu sebelum kejadian, kena ilmu dari
sana. Ke senggol ular itu. Ular itu jalannya ngebut, cuman sekali lewat
aja (W2.SRM.808).
Ada..., karena yang masang penahan (pagar ghaib) di depan situ, katanya
salah, salah masang gitu, kan disuruh masang sama orang tua disini,
makanya ular (ghaib) nya masuk sampe kesana (ketengah desa), tapi
terus ilang (W2.SRM.812).
Maapnya ngomong, katanya orang Bali Islam (tetangga Balinuraga), jam
sembilan pagi, yang kita dari sini belum ada bayangan mau kesana, di
sana udah ada yang mati, sudah ada yang roboh-roboh, keluar busa,
segala macam. Nah itu kan kiriman (ghaib) dari sini (hehe....hehe...)
(W1.HRB. 240).
Sebelumnya kita nyampe, sudah ada yang roboh. Nah itu kan?
(W1.HRB.248).
Tepat pukul dua siang, massa penyerang berhasil memasuki Desa
Balinuraga dengan menyusup-nyusup melalui kebun dan sawah. Hal ini
disebabkan oleh blokade aparat yang menutup akses masuk lewat jalan desa, jalan
aspal satu-satunya yang menghubungkan Desa Balinuraga dengan desa-desa
lainnya. Diperkirakan sekitar dua ribu orang berhasil masuk dan lolos dari
blokade aparat. Hal ini dibenarkan oleh narasumber subyek Etnik Bali (SRM),
bahwa pertama kali massa masuk ke Desa Balinuraga tidak melalui jalan desa
yang dijaga aparat, namun dari arah belakang (timur) persawahan. Massa yang
datang dari luar daerah sekitar Agom dan Balinuraga sebagian besar tertahan oleh

103

blokade aparat, dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka tentang lokasi dan
jalan masuk lainnya menuju Desa Balinuraga.
Selama perjalanan menuju Desa Balinurga, massa melewati Desa Sidoreno,
dimana di Desa Sidoreno terdapat sekitar 40 kepala keluarga Etnik Bali, yang
sebagian ada yang sudah memeluk Agama Islam dan sebagian masih memeluk
Agama Hindu. Secara adat, Bali Sidoreno masih merupakan bagian dari
Balinuraga. Massa yang sudah terlanjur emosi, melampiaskan kemarahannya
dengan merusak dan membakar segala jenis bangunan yang bercirikan Hindu di
sepanjang perjalanan, terutama rumah atau bangunan yang pemiliknya dikenali
sebagai warga Hindu. Dikarenakan massa yang sudah terlanjur membabi buta dan
tidak terkontrol emosinya, tidak sedikit warga Bali Islam yang turut pula menjadi
korban. Kebanyakan warga Bali Islam sudah mencirikan rumahnya dengan
meletakkan sajadah atau mukena (alat sholat), untuk membedakan mereka dengan
Bali Hindu. Namun hal tersebut masih sulit untuk dikenali, karena rumah Bali
Islam masih banyak memakai ukiran Bali, dan pemukiman antara Bali Islam serta
Bali Hindu menjadi satu di dekat perbatasan Balinuraga, sehingga sulit untuk
dibedakan.
Di desa Sidoreno subyek (HRB) mengakui banyak menemukan perempuan
dan anak-anak dari Etnik Balinuraga yang berusaha diselamatkan oleh warga Bali
Islam (Sidoreno). Perempuan-perempuan Balinuraga tersebut disembunyikan di
dalam masjid dan disamarkan dengan menggunakan mukenah, untuk mengelabui
massa penyerang. Tindakan yang dilakukan oleh warga Bali Islam tersebut

104

banyak menyelamatkan warga perempuan dan anak-anak Balinuraga dari
penganiayaan massa penyerang.
Berikut kutipan dari keterangan HRB:
....saya perkirakan yang masuk dan sampai kesana itu (Balinuraga),
paling sekitar dua ribu orang, yang nyampe.Tapi yang dijalan (jalan desa/
aspal) ga bisa masuk, nomor satu kalau orang jauh kan ga tau jalan,
taunya kan cuma jalan satu itu. Sedangkan jalan satu itu sudah dibendung
polisi, sebagai macamlah.Yang tau-tau aja yang masuk lewat nyusupnyusup (kebon) (W1.HRB.127)
Enggak taunya, nyerangnya lewat belakang, kan?! (W1.SRM.82).
Hooh ia...,sebelah kiri kalo dari kita. Enggak taunya masuknya lewat sana
nah...(W1.SRM.84).
Banyak...karena memang sebagian ada orang Balinya, Bali Islam juga
ada. Ya gimana, pokoknya yang udah ketemu pure, orang bali kan ciren
dengan purenya itu, udah ada itu, entah siapa yang punya, bakar
(W1.HRB.565).
Kalau memang kita persis tau yang pasang sajadah itu orang Bali (Bali
Hindu), masih, dibakar (W1.HRB.606).
Di sanakan itu emang ya agak perjuangan betul waktu itu, di Sidoreno, di
Bali Islam, itukan perbatasan ya, Bali Islam dengan Balinuraga.
Rumahnya udah nyampur (membaur). Ya itulah cirinya, ada yang naro
(meletakkan) sajadah, ada yang naruh mukenah di depannya (teras
rumah). Yang sayangnya ini, rumah orang Bali ini udah kebakar (Bali
Hindu), sini jalan, sini jalan juga, sini gang (pak HRB menggambarkan
letak posisi rumah yang terbakar), nah jadi rumah Bali yang satu ini
menghadap ke sini (Utara), bukan punya orang Islam bukan, Bakar! Nah
yang menghadap ke sini (Selatan), dempet rumah itu, Bali Islam, tapi
baliknya ke sini (berlawanan arah), dibakarlah sama orang dari belakang.
Jangan, ini punya orang Bali Islam (kata HRB), udah gotong royong
masuk, ngeluarin tivi, segala macam. Ya kami yang ngebakar, yang
ngeluarin. Tapi ya namanya, jojong (tetap) aja kebakar. Yang ngeluarin
tivi, asal keluar aja. Udah keluar. Lempar. Ya sama aja hancur. Lemari
gitu juga. Mobil ada satu yang dibakar. Janganlah. Ada yang ngelarang.
Ada juga yang begitu napsu, begitu napsu, langsung mukul, padahal
mobil itu udah ditaroh sajadah segala macam (W1.HRB.610).
Nah jadi tau-taunya, di Masjid Sidoreno itu, di Bali Islam. Ada yang
shalawatan, ada yang baca yassin, aqua gelas itu ditaruh depan masjid,
ini pak aer sudah kami doain, mudah-mudahan siapa yang minum,
selamat. Ga taunya, di bagian dalam masjid, Balinuraga semua isinya

105

(perempuan dan anak-anak). Datang kesana, minta tolong selamatkan
kami (ke Bali Islam), jadi dipakekin kerudung, segala macam. Yang
didepan pintu mah ia baca shalawat, baca yassin, ngasih kita minum, ga
taunya di dalamnya ratusan perempuan orang Balinuraga. (haha...haha....)
(W1.HRB.628).
Massa dari luar yang terus bergerak masuk menuju ke Desa Balinuraga
tidak semuanya paham akan letak Desa Balinuraga. Banyak massa yang tidak
sampai ke Desa Balinuraga, tetapi sampai ke Desa Bali yang lainnya. Konflik
semakin meluas, yang sebelumnya konflik hanya melibatkan Desa Balinurga
dengan warga Desa Agom, meluas menjadi perang antar Etnik Bali melawan
Etnik Lampung.
Berikut kutipan pernyataan HRB :
Trus ada juga, datang dari Lampung Timur enam belas mobil (truk),
nyari Balinuraga ga ketemu, ketemu Bali Ketapang, nanya dengan warga
disitu, ini tah Balinuraga? Bukan! Kata warga situ. Ini Ketapang,
Balinuraga masih di sana. Di sini ajalah kami (kata massa ). Nangisnangis Camat Ketapang itu (orang Lampung juga), Jangan! Kita beresin
dulu sana (Balinuraga), kalau di sana udah beres, baru ke sini. (kata
Camat Ketapang). Udahlah sama, orang Bali juga di sini, abisin kita di
sini ajalah, yang di sana, sana, kita di sini ajalah, kejauhan, habis waktu
(kata massa ). Jangan kata Camat Ketapang, saya ini juga orang
Lampung, jangan malu-maluin saya, ayok kita sama-sama ke Balinuraga.
Kalau Balinuraga sudah hancur, di sini ga papa, sana dulu (Balinuraga),
karena sasarannya di sana (diantar Camat Ketapang ke Balinuraga).
Berarti enggak ini lagi (masalah pelecehan seksual), udah suku lagi
(masalah suku) (W1.HRB.568).
Datang dari Tajimalela (Desa Tajimalela) empat truk berangkat (massa),
sampai Way Arong sudah ditutup, masuk Lubuk ditutup, balik lagi lewat
jalur dua, ke Negeri Sembilan, keluar ke Bonggol, sampai di
Sidomakmur ketemu rumah orang Bali, dibakarlah. Tentara yang di
bonggol ini tau, rumah itu sudah dibakar, sudah empat yang kena (rumah
orang Bali di Sidomakmur). Dihadangnya di perempatan, kita kata
komandan, harus ngumpul dulu di lapangan Agom (Desa Agom), kita
lewat sini, empat truk massa itu ikut, kalau tidak di begitukan, lewat Bali
Koga, habis Bali Koga dibakar! (W1.HRB.587).

Enggak tau.598) Menurut subyek dari Etnik Lampung (HRB). setiap warga yang mengungsi dikenakan denda adat berupa denda uang senilai dua puluh juta rupiah per orang. Siapa yang mau ngungsi! Pokoknya kita lawan. tetapi dikarenakan instruksi adat. banyak warga disitu (Balinuraga) itu yang mau ngungsi malamnya itu. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: Tadinya waktu malam Senin itu.147). Peneliti mengkonfirmasi pernyataan subyek narasumber Etnik Lampung (HRB) dengan subyek narasumber dari Etnik Bali (SRM). mereka mendapatkan bantuan dari Etnik Bali dari desa lainnya dan juga tersiar kabar bahwa dari pihak Balinuraga berusaha merekrut preman-preman bayaran untuk membantu mereka melawan Etnik Lampung. Sedangkan mengenai isu adanya preman bayaran. Nah yang geng-gengnya itu ga boleh. Kalau ga salah bayarannya enam juta satu orang. Bali apa bukan. siapa yang mau mengungsi harus ngeluarin uang dua puluh juta rupiah.HRB. Habis! Kalau tentara itu enggak ngambil langkah seperti itu. yang penting itu Bali.HRB. Kepala Adat Balinuraga melarang warganya untuk mengungsi tetapi bertahan dan melawan. Balinuraga tidak bertahan sendiri. tetap kita menang. Sebenarnya pada warga masyarakat Desa Balinuraga secara umum ingin mengungsi. Carilah dia (Balinuraga) preman bayaran (W1. yang penting dia (preman) cari duit kesitu. subyek (SRM) menyangkal hal tersebut.106 Ya ga tau siapa yang salah. Dalam kondisi terkepung. Entah (preman) dari . mereka tetap bertahan untuk menghadapi segala sesuatunya secara bersama-sama. empat truk itu bisa lewat ke Koga. di pihak Balinuraga. Apabila memilih mengungsi. jangan khawatir. subyek (SRM) membenarkan masalah instruksi untuk tetap bertahan dan masalah denda adat subyek mengatakan bahwa hal tersebut diberlakukan untuk menahan warga Desa Balinuraga untuk tidak mengungsi. Habis! (W1.

Itulah Balinuraga. siapa yang mau pergi dari sini kena denda. sambil seolah-olah memanggil kita. Kita hadapi bersama.. Semua mau pergi. jadi pak. Jadi ada lima belas orang belum pulang (W1.SRM. apa mati? Apa kesasar? Ga tau. Sebenarnya (W1. dibuang ke gunung. Saya tanya. kelompok mereka terbagi dalam enam regu dengan jumlah yang tidak sama dan menyebar sesukanya..107 mana-mana. itu kan Balinuraga.enggak. kok logatnya kayak orang Bali Pak? Saya orang Lampung lho Pak. tapi namanya anak-beranak-anak-beranak jadi banyak. Kata orang Bali Koga : ” Ya saya tau. Enggak ada. adalah delapan puluh orang Bali Ketapang yang berangkat (ikut membantu). Gini aja.475).HRB.. Memang tadinya ga banyak. gitu aja (W1. tapi biarin aja. Bali Ketapang (Bali bagus ga kayak Balinuraga). Aturannya kan kosong desa kita ini. Malam Senin itu sudah masuk semua disitu (preman bayaran) (W1. sebenarnya apapun kejadiannya kita enggak usah pergi.. . Ada bapak-bapak. Intinya seperti itu sebenarnya. ga mau nurut aturan adat. tapi sampai sekarang lima belas orang Bali Ketapang ga pulang.325). Ya ini adat (W1.Tapi pak. artinya begini.332). Heeh memang benar itu. habis perang waktu itu sama orang Bali (kata HRB).. kelompok (HRB) bertemu dengan sekitar lima ratus massa Etnik Bali. orang Balinuraga itu memang dibuang oleh orangorang Bali Denpasar itu. untuk mengajak bertempur. bapak ini darimana. Menurut subyek narasumber dari Etnik Lampung (HRB). Ia. tapi demi suku pak. Massa penyerang dengan massa Balinuraga berhadap-hadapan langsung ditengah persawahan.HRB. waktu perang itu.. ya dari bisik-bisik gitu aja tadinya (denda 20 juta). bersenjata lengkap. Maksudnya supaya jangan pergi. Istilahnya mau makek aturan-aturan sendiri. HRB mengakui bahwa beliau sempat merasa down melihat jumlah massa Etnik Bali cukup banyak.enggak. Dibuangnya karena mereka ga mau ikut aturan. setelah kelompoknya berhasil masuk ke Desa Balinuraga. waktu saya kerumah sakit.154). saya ngobrol.SRM.. Nah terus ada istilah denda begitu. Pertama kali berperang. Maka di usirlah dari Denpasar itu kegunung. Terus diumumkan seperti itu.330).SRM.

Menurut pengakuan HRB Etnik Bali akhirnya bubar setelah salah satu korban dari Etnik Bali yang sudah meninggal. Terdapat tiga puluh enam warga Etnik Bali yang terjebak dan jatuh ke dalam bekas galian pasir. saling berhadapan dengan menggunakan parang dan golok yang ada. dan pecahan keramik yang digunakan Etnik Bali habis.108 Saat berhadap-hadapan. namun karena jumlah massa Etnik Bali dengan Etnik Lampung tidak berimbang. Setelah banyak korban yang berjatuhan dari Etnik Bali. bahwa saat massa dari Etnik Bali berusaha lari menyelamatkan diri dari sergapan dari salah satu regu kelompok penyerang (bukan regu HRB). setelah batu habis Etnik Bali menggunakan pecahan keramik untuk menyerang. Tiga puluh enam orang tersebut mati dalam satu lubang. Awalnya Etnik Bali masih mampu bertahan. regu penyerang yang ia pimpin (salah satu dari enam regu yang menyerang Balinuraga). setelah panah habis. lama kelamaan satu persatu korban dari Etnik Bali berjatuhan. perang berlangsung terbuka. berhasil membunuh delapan warga Etnik Bali. massa dari Etnik Bali memulai penyerangan dengan menggunakan panah. Subyek juga menceritakan pengalamannya. massa Etnik Bali menggunakan batu untuk melempar massa penyerang. . Kelompok regu penyerang yang mendapati warga Bali yang terjebak dalam galian pasir lalu dihabisi dengan menggunakan senapan rakitan. Sedangkan masih menurut pengakuan beliau. batu. Setelah panah. kedua tangannya dipotong dan dipakai untuk melempar kerumunan Etnik Bali yang tersisa. kerumunan massa Etnik Bali mulai panik dan berusaha lari menyelamatkan diri.

ternyata darah sudah mengucur dan korban sudah tidak bernyawa. Selain itu terdapat pula tiga orang korban Etnik Bali yang kepalanya dipotong. ada korban juga yang mati dengan perut terburai (korban walaupun sudah meninggal masih tetap di obrak-abrik isi perutnya). karena kalapnya massa penyerang. kursi. korban bertemu dengan regu yang HRB pimpin. satu ditusuk bambu kemudian ditenteng diarak. satu didudukan ditaruh ditengah jalan. setelah korban roboh terkena bacokan. dan satu lagi ditenteng diperlihatkan kepada aparat dan wartawan. ketika HRB mendekati korban. namun tetap korban terkena bacokan dari massa yang terlanjur membabi buta. ia juga menyaksikan ada satu korban yang dibakar hidup-hidup. untuk berusaha mencoba menyelamatkan. serta sepeda. salah satu pengakuannya bahwa kelompok yang ia pimpin memasukan empat warga Etnik Bali. ada juga mayat Etnik Bali yang alat kelaminnya dan daun telinganya dipotong. HRB mengakui sudah berusaha mencegah massanya untuk tidak melukai anak perempuan tersebut.109 Subyek juga menuturkan pengalaman-pengalamannya saat berperang dengan Etnik Balinuraga. beberapa mayat yang ikut dibakar bersama. Selain itu subyek juga mengaku menyaksikan seorang anak perempuan dengan usia SMP panik berlari ketakutan disaat korban lari dari kejaran regu yang lain. ada juga mayat yang telah mati dimasukan bom ikan kedalam perutnya sehingga mayatnya hancur. Keterangan tentang identitas korban . korban dibacok sehingga meninggal dunia. dua diantaranya dalam keadaan mati dan dua lainnya dalam keadaan hidup kedalam sumur kemudian menimpanya dengan memasukan cincin semen penyangga sumur yang sengaja dipotong. Masih menurut penuturan HRB.

memang itu yang kita perhatiin.. Jangan! Biarin aja! Kalau dia ngelempar. Tapi yang jelas ada suara. karena keramik kan mentalnya ga beraturan. karena anak-anak ini ga paham strategi..). Abis keramik. isinya pecahan keramik-keramik itu..). habisin dulu senjatanya.haha. jerit-jerit sampai suara saya habis. kalau dipulangin. batunya diambil buat ngelempar balik. Begitulah sebagian dari bentuk kekejaman yang dilakukan saat konflik kerusuhan itu terjadi. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: Ya memang betul. saya di sana sampai tenggorokan kering. serta ada pula kerumunan gadis-gadis Bali yang disuruh bertelanjang badan jika ingin selamat dan tidak dibunuh. kita liat cabut golok. disawah dulu (W1. Biarin aja. liat apa senjatanya?!. Jangan diserang dulu!!!. Kata komando (ghaib). Abis panah mereka lempar batu. kalau golok. ada lima ratus orang. Orang bali itu kan pakek panah. saya saksikan.110 Etnik Bali yang dipotong kepalanya.. Pertama ketemu saya sempat down juga. nah itu pertama waktu kami masuk hari Senin. banyak juga dari kita yang kena pecahan keramik.HRB. jangan diambil batunya. Lama-lama abis (panah). Ya saya memang didepan (haha.). nah pasti udah abislah senjata. tapi entah ga keliatan orangnya. Panah. biarin aja. ah dari belakang bunyi ”SERBU!!!!”. korban dibacok dengan menggunakan parang. kan kami beregu. Ini waduh ini. ya tapi yang kita takutin.783). orang Bali ngelempar. Ada yang bawa karung.. Kembali menurut keterangan HRB. dilemparin lagi. hidup apa mati ini.HRB. bagi enam kelompok (W1.. Memang saya lihat. Ya memang pertama perang. Abis juga batu. kita liat udah cabut golok (Balinuraga). sambil teriak manggil-manggil “sini-sini!!!” (W1. tapi semua panah-panah itu. bahwa adapula warga Etnik Bali yang dibunuh setelah dirampas hartanya. kita kan bawa senjata.. peneliti tanyakan kepada narasumber dari Etnik Balinuraga (SRM). Jangan diserang dulu. turun ga nyampe sasaran. ada senjata laen. jangan dipulangin batunya. Kata saya.265). pakek lempar lagi (haha.806)... ya pokoknya begitu keluar dari busur itu langsung turun. Ya kita . begitu masuk. setelah korban menyerahkan hartanya.HRB. (hahaaa. ia mengungkapkan bahwa identitas korban yang pertama kali dibunuh dan dipotong kepalanya bernama Pak Muri. begitu berangkat terus cusss turun.

ada anak satu (anak perempuan umuran SMP) lari dari kejeran kelompok satu.kelompok saya itu yang bakar ( haha.... Jadi kalau kelompok saya.. ada tiga puluh orang. biar masuk surga (kata rekan HRB). emm.813).HRB. tiga puluh enam (W1. mereka datang..HRB.. Kan ada tiga puluh orang dikejar (penyerang).814). kalau dua lagi masih utuh (hidup). Cincin semen (penyangga sumur) itu kita potong. langsung.790). kepalanya udah masuk.HRB. nah dari situ bubarnya/ kocar-kacir (massa orang Bali lari ketakutan).duorrrrrrrr (bunyi yang timbul).HRB. Udah (rekannya)”. ketemu kelompok saya.HRB..308).) (W1. kita datang (haha. katanya orang Bali itu kalau dibakar masuk surga ya ? Ayok dibakar yuk. sekali bacok rubuh. Udah mati? (anak itu). kalau masih bisa ditolong. saya deketin. dipakai ngelempar orang Bali itu (massa orang Bali). Orang yang kami masukin kesumur itu aja ada empat orang.. maksud saya.. “mana yang tadi itu? (anak itu).HRB. Ia. kursi. masih kuat. masukin aja... udah masuk. pakek ngelempar orang Bali lagi... dapat delapan orang (W1... masuk ke lobang galian pasir itu. Jangan!!! Jangan!!! Kata saya. balik lagi anak itu tadi..811).(W1.787). diambil tangan kirinya.HRB...HRB. pokoknya entah bubar ke mana orang Bali itu.111 serbu. makanya di lobang galian pasir itu.. Yang mati kebacok dua.. dipotong (mayat orang Bali). ga kuat liat saya. Emang itulah. dilempar lagi...HRB. Saya lari..HRB. Ayok ambil . namanya emosinya berat itu ya... masih banyak orang Bali itu.819).HRB.. dipotong lagi. Dipegang tangannya..haha.. yang saya saksikan dengan mata kepala saya.. sepeda juga dimasukin (W1. Diambil tangan satunya lagi. Begitu balik lagi (setelah membunuh orang Bali yang pertama). Tapi waktu saya nyampe. Ada yang dibakar. ya memang itulah tempur namanya.807). Ia. Yang di video itu mungkin yang di jalan ya? (W1. Ini (kata rekannya). Ada yang dibakar ada! (W1. baru bubar semua (W1.817). yang kasihan itu. pegang..haha. Udah tumpuk (mayat orang Bali ditumpuk). ya ditolong. saya lihat wusss darah ngucur.492). Ya mati semua..275).) (W1. Ya habislah! 36 satu lobang itu (W1. tapi kena bacok juga..haha. ya dari atas itu ditembak (senapan rakitan). lari saya (W1.. Mati semua..

HRB.862). Begitu.. Begitu datang wartawan-wartawan. Ya kepala itu. ditutupin disitu (diatas mayat).. Yaa. udah dipotong..841). ngerubung wartawan. dibawa-bawa.. keluar semua isi perutnya.. Yang satu lagi. Ketemu sama polisi. buat kenang-kenangan (kata pelaku). Lagi foto-foto (oleh wartawan) ada yang bacok lagi (W1.. enggak taunya musuh.. . duit diambil. Buka celananya. Ini golok yang motong (kata pelaku).854). Pak Muri kira itu kawannya (penyerang)..823). Kawan kita yang mati pertama itu. kami mau pulang. dipikul. (haha. Itu yang pertama kali..) (W1. Udah kamu muter aja kesana (kata penyerang). yang dipotong lehernya itu..HRB. udahlah katanya (Pelaku berhenti karena sudah bosan) (W1. jangan bunuh saya pak. dikira dia kan kawan kita. bilang pak..HRB.. buat gantungan kuncilah. Baru muter aja. cuma dimasukin dalam tas (potongan kepala orang Bali).. ada tiga. Pak Muri. Wuss potong. Ada juga yang ketakutan angkat tangan (orang Balinuraga). jam empat masih dibawa ( haha. Ya memang betul ada yang dimasukin bom ikan keperutnya (W1. ditunjukin ke polisi: Ini pak kepala orang Bali. ada satu. Temon kudho Bali mak sunat uyy. masukin kantong (W1.. potong. Yang satu memang di dudukin ditengah jalan. Yang pertama kali dipenggal.. ditaruh disitukan (dijalan).). sudah dikeluarin gitu. Udah buang aja (kata dia).112 rumput. dibakar! (W1.haha. Yang dimasukin di dalam tas itulah. Yang satu lagi.(haha. Ngambil makanan sapi. Ia memang benar. Ya kan ikut pakek ikatan putih kayak kawan kita Bali itu.). Ya disitu kan. kepalanya dipakek mainan.. ngedeket dia. kata rekan HRB ? (Benar apa orang Bali ga sunat wuyy?). sini wartawan kumpul sini kata pelaku. digini-gini kan (dipanggil).. mumpung ada kesempatan ngambil gambar itu..HRB..haha.(W1.. digini-ginikan perutnya ya (HRB memperagakan pelaku mengobrak abrik isi perut korban).SRM.HRB. udah memang dalam tas. nyawa tetap ilang (W1.haha. memang ditusuk pakai bambu runcing.851) Ada yang ambil telinganya. masih ada yang nafsu bacoknya. ini saya ada duit nih.HRB..838).kepala dalam tas itu. diaspal. mau saya tarok (taruh) di rumah.(kata polisi).HRB. bassss (ditebas). Begitu deket..HRB..845).783). langsung ditusuk. dua puluh juta rupiah saya bawa (kata orang Bali). Itu kejebaknya dia! (W1. rumput yang kering-kering itu. yang dipotong kepalanya itu kan. Mau saya bawa pulang..85).

ditivi nonton kan? ABRI gini itu (bahasa gerakan tangannya seolah-olah mempersilahkan masuk/ menggiring massa untuk masuk). orang saya ngelihatnya. Ya saya pesan: senjata orang itu kita enggak tau. Pada malam harinya diperkirakan massa penyerang telah membubarkan diri dan kembali ke desa masing-masing. Penyerangan terhadap Desa Balinuraga.. Saya ngintip dari jendela rumahnya. Hal tersebut sama-sama diungkapkan oleh kedua narasumber.. Bener. keliatan betul. Sidoreno. pada hari Senin.548). . meleng mati. Gimana pak..868). Ada juga yang masih mudamuda itu ya.SRM.tapi gini lho.HRB.terima kasih pak. kalau mau lanjut kesitu.HRB. marinir segala macam ada di sana. kalau udahan ke kiri. ketemu gadis-gadis perempuan disitu ngumpul ketakutan. mau lanjut apa udahan. Kayaknya. Kata penyerang ke aparat-aparat itu: Terimakasih pak sudah mengizinkan.. Berdasarkan wawancara dengan subyek.SRM. Makanya saya yakin! (W1. Berikut kutipan pernyataan-pernyataan narasumber: Saya aja pas baru nyampe. Ia pak saya percaya (kata HRB). memang keliatan betul memihak kekita. tapi hari itu kayaknya memihak ke kita semua (penyerang). duh kalau saya ga baju ini (seragam) saya ikut (W1. muncul fakta lainnya bahwa ada kesan massa bisa masuk ke Desa Balinuraga karena turut campurnya aparat. (rombongan penyerang yang terdapat anaknya). terus lari (W1. waspada! Meleng mati pak! Jangan ga percaya! (kata oknum aparat). ya semua buka baju.109). Pada peristiwa hari Senin.HRB. 29 Oktober 2012. pas saya diamankan disebuah rumah itu. aparat terkesan membiarkan massa masuk dan memihak massa penyerang. disitu mah sudah habis (kekiri) (W1. seolah-olah begitu (W1. lari buka bajunya. . 29 Oktober 2012 berangsur-angsur berakhir pada pukul empat sore dihari yang sama.696). tapi istilahnya memang udah penuh sih di sana. saya ikut mendoakan!. ditanya oknum aparat: pak sudah siap pak? Sudah siap (jawab HRB).113 Rombongan anak saya kan di sebelah sana rombongan saya. massa pun mulai beranjak meninggalkan Desa Balinuraga.691). kiri jalan. Kata oknum aparat : Ya. bilang: kalau enggak mau mati.

ada perbedaan mengenai data jumlah korban meninggal dunia di kedua belah pihak. Keterangan yang didapat dari narasumber Etnik Lampung (HRB). di mana ia menyatakan ikut melakukan proses pengamanan saat konflik yang ada. Subyek (SRM) menambahkan bahwa jumlah korban di lapangan sudah sesuai dengan informasi yang banyak di muat di berbagai media cetak maupun media elektronik. Kesulitan dalam menentukan jumlah korban dikarenakan banyak mayat yang . ditanggapi subyek sebagai informasi yang keliru dan hanya isu yang berlebihan. korban meninggal dunia di pihaknya berjumlah tiga orang dan di pihak Etnik Bali (Balinuraga) diperkirakan mencapai dua ratus orang korban jiwa dan 395 rumah dibakar. maupun korban yang kehilangan rumah serta harta benda lainnya. Informasi lain dari oknum aparat Brimbob (JA) yang peneliti temui. Narasumber dari Etnik Bali (Balinuraga) mengatakan bahwa jumlah korban yang meninggal dunia berjumlah empat belas orang. rilis media. sembilan orang dipihak Etnik Bali (Balinuraga) dan sisanya dari Etnik Lampung. Menurut keterangan yang diperoleh dari narasumber. serta surat permohonan maaf dan perjanjian damai yang ditandatangani oleh Etnik Bali (Balinuraga) dan Etnik Lampung. saat pencarian terhadap korban yang meninggal. serta saat pengamanan pasca Etnik Balinuraga dipulangkan dari pengungsian. Ia memperkirakan jumlah korban meninggal dunia diperkiraan berjumlah lebih dari lima puluh orang korban jiwa. Sembilan korban meninggal dikremasikan dalam upacara Ngaben setelah konflik mereda.114 Peristiwa penyerangan tersebut telah menyisakan kerugian yang luar biasa baik korban meninggal dunia. Informasi yang menyebar bahwa jumlah korban ratusan jiwa. korban luka. informasi yang didapat dari informan.

HRB.yang kami masukin kesumur itu aja ada empat orang (Etnik Balinuraga) (W1. .. ada yang memberitakan jumlah korban meninggal dunia dua belas orang (sembilan korban meninggal dari Etnik Bali (Balinuraga).823)...232). empat korban meninggal dari Etnik Lampung). Tapi kalau yang mati kayaknya lebih dari dua ratus orang.hari Minggu itu tiga yang meninggal (Etnik Lampung).... kantong mayat . namun sudah berupa potongan-potongan tubuh dan daging manusia yang banyak tercecer di sekitar hutan yang ada di Desa Balinuraga. Mati semua.. ...... banyak pemberitaan yang mengaku mendapatkan informasi dari sumber yang valid. ada tiga (W1. Hal berbeda mengenai jumlah korban yang meninggal dunia juga mengemuka di dunia maya. .. empat korban meninggal dari Etnik Lampung). di media.HRB...yang dipotong kepalanya itu kan. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber: .813).HRB. dan ada pula yang memuat berita bahwa jumlah korban meninggal dunia berjumlah tujuh belas orang (tiga belas korban meninggal dari Etnik Bali (Balinuraga). ya mungkin karena pemerintah yang menggarisbawahi. Sedangkan menurut surat permohonan maaf dan perjanjian damai yang dikeluarkan oleh kedua etnik.115 diketemukan dalam kondisi tidak utuh. sama ada beberapa yang kebacok-bacok sedikit (W1. tiga korban meninggal dari Etnik Lampung).ya habislah! 36 satu lobang itu (W1.makanya kalau. ada yang memuat berita jumlah korban yang meninggal dunia berjumlah empat belas orang korban meninggal dunia (sepuluh korban meninggal dari Etnik Bali (Balinuraga).HRB. jumlah korban meninggal dunia. ditelevisi. tiga orang korban meninggal di pihak Etnik Lampung dan sembilan orang korban meninggal dipihak Etnik Bali (Balinuraga). atau berita lain ada empat belas korban.492).

. Rilis kompas online. “Mata kepala kita. ya mudah-mudahan dengan empat belas itu tidak meluas.. Dalam surat perjanjian damai. Itu isu aja.. Sembilan.. Kenapa sih kok media itu cuma empat belas? Saya ini tukang ngunjal (mengangkut) mayatnya.. waktu itu”.644). Kata saya (HRB). menyatakan bahwa empat belas korban meninggal dunia (sepuluh korban meninggal dari Etnik Balinuraga dan empat korban meninggal dari Etnik Lampung). internasional sudah. sini sembilan. sudah nasional (jadi berita nasional). kemudian korban mulai berjatuhan dipihak Etnik Balinuraga dan sejumlah rumah mulai terbakar.makanya.. Jadi. Kemaren itu saya ngomong-ngomong sama Bapak X (tidak disebutkan namanya). jumlah korban yang meninggal dunia dipihak Etnik Bali ada 9 orang korban meninggal. sembilan itu lah. kayaknya turun dari mana-mana (orang Bali) (W1. Ya itu udah bener (W1. Empat belas sama sana. dan 3 orang meninggal dari pihak Etnik Lampung (SPD)... antaranews. Enggak ada.HRB. (W1.420)... Narasumber dari Etnik Balinuraga (SRM) mengungkapkan bahwa hari Senin. tanggal 29 Oktober 2012 pukul dua siang.belum yang luka.. kalau sudah internasional....X).116 berapa aja masuk habis. Heeh sembilan yang mati. kalau lagi empat belas aja.. .. menyatakan bahwa tujuh belas korban meninggal dunia (tiga belas korban meninggal dari Etnik Balinuraga dan empat korban meninggal dari Etnik Lampung).. dalam Lampost online merilis jumlah korban meninggal dunia sebanyak dua belas orang korban meninggal dunia (sembilan korban meninggal dari Etnik Balinuraga dan tiga korban meninggal dari Etnik Lampung). dan Harian Lampungpos. massa penyerang berhasil masuk.. orang saya yang tau persis orang sini.. Enggak. memang saya ditengahtengah sana. Ketika kondisi mulai kisruh.. apalagi dua ratus.. Sembilan yang asli. subyek berusaha melarikan .HRB. yang luka-luka banyak sih...SRM...157). yang di media cuma empat belas itu. berapa banyak kantong mayat yang masuk habis (kata Mr. Sembilan asli! Heeh.

memerintahkan massa yang menggiring warga Desa Balinuraga untuk meletakkan senjata yang mereka bawa. subyek beserta rombongan dikeluarkan dari Lampung Selatan dengan menggunakan mobil polisi ke tempat pengungsian di Sekolah Polisi Negara (SPN). rombongan subyek bertemu dengan rombongan kapolda yang turun ke lapangan. gagang parang. Namun sayang. Selain dianiaya subyek beserta rombongannya dipaksa menenggelamkan diri kedalam sungai. Mereka diamankan di rumah tersebut sampai kira-kira pukul sembilan malam. didorong naik ke dalam mobil polisi yang sudah disiapkan oleh aparat polisi. Selamatlah subyek bersama rombongannya. ada yang dibunuh. kemudian subyek terus digiring oleh massa penyerang keluar Desa Balinuraga melewati kebunkebun karet yang ada didekat perbatasan Desa Balinuraga dengan Desa Sidoreno. ada yang di bacok. serta ijazah S1 milik anak subyek ikut dirampas. . menggunakan tangan kosong. Secara tiba-tiba rombongan massa yang digiring. Kota Bandar Lampung.117 diri. sementara subyek sendiri disiksa dengan dipukul menggunakan bambu. dua buah handphone. kemudian aparat yang bertemu rombongan. berusaha melarikan diri ke arah sawah-sawah yang ada dibelakang rumah narasumber untuk menghindar dari kejaran pelaku penyerangan. mereka keluar dari Desa Balinuraga dan diamankan sementara di sebuah rumah warga Desa Sidoreno rombongan dikumpulkan serta korban lukaluka diobati oleh aparat. berupa dua buah laptop. ia bersama rombongannya kemudian digiring oleh pelaku penyerangan. Kemiling. Saat subyek sampai diperbatasan antara Desa Balinuraga dan Desa Sidoreno. subyek tidak berhasil selamat dari kejaran kelompok penyerang. Pada pukul sembilan malam. serta segala harta yang ia bawa dirampas.

118 Korban mengungkapkan bahwa rombongan subyek. selain itu mereka juga mendapatkan bantuan dari PT. pada hari Senin. . Subyek menuturkan bahwa ia bersama warga Desa Balinuraga lainnya dikembalikan ke desa mereka. tanggal 29 Oktober 2012 sampai dengan hari Senin. merupakan rombongan pertama warga Desa Balinuraga yang berhasil diungsikan. 5 November 2012. Saat di pengungsian subyek mendapat kunjungan dari Ketua Palang Merah Indonesia (PMI). Jamu Sidomuncul. berupa uang tunai tujuh ratus ribu rupiah untuk setiap kepala keluarga. berada di pengungsian sekitar tujuh hari. Bapak Haji Muhammad Yusuf Kalla yang datang mengunjungi serta membawa bantuan berupa seng dan bahan bangunan. Semenjak Senin malam. Selama dipengungsian ia mengungkapkan bahwa hari pertama dan hari kedua berada di pengungsian belum banyak bantuan yang datang. tanggal 5 November 2012. mereka turut selamat dari konflik. Mereka juga dijaga penuh oleh aparat selama dua puluh empat jam dalam kurun waktu sekitar dua bulan dari kejadian. Di sana mereka tinggal di dalam tenda-tenda pengungsian yang dibangun aparat. Subyek menceritakan bahwa ia bersama warga Desa Balinuraga lainnya. Dipengungsian juga subyek bertemu kembali dengan suaminya dan anak laki-lakinya yang bungsu. Bantuan mulai banyak berdatangan ketika hari ketiga mereka berada di pungungsian. bantuan yang ada baru sekedar dari saudara-saudara mereka sesama Etnik Bali yang ada di daerah-daerah lain di Provinsi Lampung berupa bantuan logistik untuk makan para pengungsi.

Subyek mengatakan dua bulan ia bersama suaminya tidur dan mengerjakan aktivitas lainnya seperti memasak di dalam kandang ayam tersebut. agar anak-anak mereka tidak terganggu pendidikannya. Dengan menggunakan bantuan yang diperoleh dari pemerintah.119 Subyek sendiri lebih memilih untuk tinggal di bekas kandang ayam belakang rumahnya. pendarahan yang berjalan secara tidak normal setiap harinya. dengan melakukan pengobatan ke dokter serta pengobatan alternatif. Permohonan maaf dan perjanjian damai tersebut kemudian disosialisasikan melalui Deklarasi Perjanjian Damai pada hari Jumat. setelah terjadinya perjanjian damai antara kedua tokoh dari Etnik Bali dan Etnik Lampung. Sementara anak-anak subyek tidak tinggal bersamanya. serta keluarga korban subyek memulai membangun rumahnya yang habis terbakar rata dengan tanah. pasca kembali dari pengungsian. selama itu juga subyek berusaha menyembuhkan dampak trauma yang ia alami. Konflik antara kedua etnik bisa dikatakan berakhir. Subyek (SRM) mengungkapkan kondisi saat . donatur. Selain berusaha membangun kembali rumahnya. subyek berusaha memulai kembali hidupnya. 23 November 2012. mereka tinggal di Kota Bandar Lampung di rumah yang mereka kontrak. ia bersama suaminya sedikit mengubah kandang ayam dengan menambahkan terpal sebagai atapnya dan mengisi kandang ayam tersebut dengan pasir sehingga bisa ditempati sementara. dan sekitarnya. berupa gangguan kesehatan. kepada seluruh lapisan warga Desa Balinuraga. Agom. setelah penandatanganan surat permohonan maaf dan perjanjian damai dari kedua Etnik yang ditanda tangani pada tanggal 4 November 2012. Selama lima bulan.

terutama dengan Etnik Lampung.120 deklarasi diliputi rasa prihatin di antara kedua etnik. Dalam bekerja ia banyak berinteraksi dengan berbagai etnik yang ada. Subyek mengungkapkan bahwa secara pribadi. ia merasa tidak melihat orang Desa Agom ikut terlibat dan tidak mengenal para pelaku penyerangan. kondisi rumah subyek yang sudah tegak berdiri. Subyek mengungkapkan pandangannya bahwa pelaku penyerangan yang sebenarnya bukanlah warga Desa Agom. Menurut subyek permasalahan harta benda masih bisa dicari asalkan dirinya sehat. Keselamatan dirinya dan keluarganya lebih penting dibandingkan dengan habisnya harta benda. ia mengaku sudah bersyukur bisa selamat dari konflik dan tetap hidup. Ia menduga ada pihak ketiga yang sengaja mengaduk-aduk dan mengatasnamakan warga Desa Agom untuk menciptakan konflik. Dengan berjalannya waktu serta kondisi subyek secara fisik yang telah sembuh dari trauma dan pendarahan. Ia merasa tidak ada . rasa prihatin juga tampak di antara warga kedua desa. mereka sama-sama membaur. kesedihan tampak sudah hilang pada diri subyek. dirinya sudah ikhlas dengan segala hal yang menimpanya. Pada waktu berlangsungnya penyerangan. Subyek juga tidak menyalahkan warga Desa Agom sebagai pihak yang sudah membuat hidupnya hancur. karena ia mengaku sebelum kejadian ia banyak berinteraksi dengan warga DesaAgom. Subyek bercerita dengan lancar ketika ditanya mengenai pengalamannya seputar konflik. subyek juga sudah kembali beraktifitas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di UPTD Pendidikan Kecamatan Sidomulyo. sehingga subyek cukup mengenal warga Desa Agom. tidak hanya dari Etnik Bali (Balinuraga) namun juga rasa prihatin dirasakan pada Etnik Lampung.

ayo perang lagi kita?! Gtu..743).. Sehingga menurutnya tidak ada alasan untuk subyek merasa dendam terhadap mereka juga dengan Etnik Lampung secara umumnya. Malah gini dia..enggak ada dendam (W1. Biasa.SRM. ya kayak biasa. enggak ada perubahan sikap.. kawan saya banyak dari sana..). Hal yang sama juga diungkapkan narasumber dari Etnik Lampung (HRB).haha. Enggak sih. jadi sama-sama perihatin (W1. kayaknya yang sana (Etnik Lampung) juga perihatin. enggak ada lah... gimana kabarnya dinda (sapaan yang digunakan Suku Lampung terhadap seseorang yang dianggap saudara). Enggak ada.675). saya biasa maen sana..717).SRM. hubungan mereka memang sudah baik. Enggak.385). Dia nganggep saya baek. .SRM. Guyon..121 perubahan terhadap hubungannya dengan kawan-kawan dari Etnik Lampung..membaur dengan warga lain.... Kata saya: Siapa juga yang mau perang? (haha.. Guyon-guyon dia. Ia sedih banget.. karena sebelum terjadinya konflik. ia juga merasa banyak terbantu melalui perhatian yang diberikan Ikatan Penilik Propinsi.guyon gitu. Enggak juga sih. Udah enggak... musibah ini sebaiknya digunakan kedua etnik yang ada sebagai pelajaran untuk memulai hidup yang lebih baik. karena kawan-kawan saya banyak yang dari Suku Lampung. Kalau saya biasa aja sih.(haha. Sama kawan-kawan (Suku Lampung dan Jawa) itu biasa saya. Ya saya tetep biasa aja (W1. mereka sering saling berkunjung kerumah satu sama lainnya.740).. dimana kebanyakan diantaranya berasal dari Etnik Lampung. kawan yang penilik asli dari Gayam (Lampung Selatan)..(W1. Konflik ini dijadikan sarana pelajaran untuk memulai kehidupan yang lebih baik di antara kedua etnik.SRM. sini juga (Etnik Balinuraga). saya nganggep dia juga baek (W1. Berikut kutipan pernyataan-pernyataan narasumber: Ia.). Kalo nyapa.. Saat proses pemulihan berlangsung.. ketemu ya peluk-pelukan.SRM. kalau saya ya biasa.673). Kalau saya sih enggak ada? Tapi enggak tau kalau dia (kawan-kawan SRM dari Suku Lampung).udah banyak yang ngehibur (W1...SRM..

Ketiga. ekspresi subyek (HRB) selalu berubahubah. Untuk mengetahui sejauh mana dampak psikologis yang narasumber alami. bijaksana. Kedua. terkadang marah ketika menyangkut tentang perilaku Etnik Bali.3. singkat. ketika subyek menyampaikan tentang latar belakang terjadinya konflik.3. dan padat dalam menyampaikan informasi. dan berwibawa. ekspresi yang ditunjukan selalu berubah-ubah. Dalam menyampaikan informasi. ketika subyek menyampaikan tentang harapan narasumber pasca konflik cenderung tegas. ekspersi subyek tegas. Informasi yang disampaikan juga terkadang menggunakan penekanan intonasi dan dipertegas dengan kalimat-kalimat tertentu.122 4. ketika subyek menyampaikan tentang kronologis kejadian. Konflik-konflik sebelumnya menimbulkan dendam pada diri subyek(HRB). peneliti menggunakan proses observasi dalam mengenali gejala-gejala psikologis yang tampak dan menggunakan hasil temuan dari proses wawancara sebagai data penguat serta pembanding. baik saat konflik terjadi maupun pasca terjadinya deklarasi damai antara kedua kelompok etnik yang bertikai. tidak bisa dipisahkan dari konflikkonflik sebelumnya.Dampak Psikologis dan Trauma akibat konflik. Konflik yang terjadi antara Etnik Bali (Balinuraga) dan Etnik Lampung (Agom) yang terjadi pada bulan Oktober 2012. Dendam tersebut menyangkut perilaku agresif dari Etnik Bali . Salah satu tujuan dari penelitan yang dilakukan adalah untuk menggali sejauh mana aspek dinamika psikologis yang dialami oleh narasumber. Pertama. berubah sedih ketika menyangkut jatuhnya korban dan berubah bersemangat saat menceritakan tentang proses saat pertempuran antara kedua etnik terjadi.5.

Saat terjadinya konflik. terutama menyangkut pembakaran terhadap rumah-rumah warga desa yang mayoritas dari Etnik Lampung. dan hanya ingin mengawasi warganya yang terlibat dalam konflik. dengan mempertegas pernyataannya dengan intonasi nada yang tinggi. kalau bisa jangan sampai terjadi (W1.HRB. tidak ada niat untuk membunuh. cari orangnya Bunuh! Bakar Rumah kan orang Bali aja! (W1. Subyek (HRB) menyampaikan. Berikut kutipan pernyataan narasumber (HRB): kalau kita sih enggak ada niat ke situ (membuat kerusuhan/menyerang). karena pada dasarnya keterlibatan beliau sejak awal terjadinya konflik tidak terlepas dari statusnya sebagai kepala dusun dari salah satu korban pelecehan seksual. serta mengulang-ulang pernyataannya. Beliau juga menyampaikan. Sehingga mau tidak mau beliau ikut terlibat dari awal terjadinya konflik. 28 Oktober 2012 merupakan peristiwa pertama yang paling mengguncang psikologisnya.260). Dimana . Sikap emosional tersebut nampak jelas ditunjukan subyek ketika menyampaikan informasi. Berikut kutipan pernyataan narasumber HRB: Bakar rumah! itukan yang ngajarin orang Bali! Orang Lampung ga pernah bakar rumah! Kalau memang dendam.349). Subyek ingin konflik ini diselesaikan secara damai. banyak diantara korban masih merupakan keluarga narasumber (HRB).123 (Balinuraga). pada hari Minggu. pada dasarnya beliau tidak ingin konflik ini terjadi. bahwa sebenarnya juga merasa takut dirinya dan keluarganya menjadi korban. narasumber (HRB) menyampaikan bahwa peristiwa terbunuhnya kawan narasumber (HRB).HRB.. hanya mengawasi anakanak yang kita anggap belum mampu untuk ikut seperti itu (W1.19).. tujuan kesana intinya bukan untuk bunuh orang.HRB..

124

beliau menyaksikan secara langsung kawannya mati terbunuh ditangan orang
Bali. Subyek menyampaikan bahwa ia menangis ketika melihat Yahya kawannya
mati dengan kondisi leher hampir terputus. Setelah Yahya telah menjadi mayat,
orang Bali malah menaiki mayatnya dan berjoged-joged diatas tubuh Yahya.
Melihat kejadian tersebut, timbul dendam yang luar biasa pada diri narasumber
terhadap orang Bali.
Berikut kutipan pernyataan narasumber HRB:
Hari minggu itulah saya nangis, memang nangis, liat kawan saya yang
roboh, namanya Yahya, udah roboh, orang Bali itu naik diatas
punggungnya itu (mayat Yahya dalam kondisi leher hampir putus)
joged. Orang Bali itu joged di atas mayat. Uhhh saya liatnya...ya Allah
emosi banget...,(liat itulah saya emosi, dalam hati saya, tunggu tanggal
maennya).(W1.HRB.109)
Subyek menyatakan juga bahwa pengalaman beliau terlibat langsung dalam
konflik dan menyaksikan banyak korban dari pihak Etnik Bali terbunuh, cukup
menimbulkan trauma tersendiri dalam diri subyek, pengalaman yang tidak
mungkin bisa beliau lupakan. Subyek menyatakan hal tersebut dengan ungkapan,
“Ya kalau mengingat itu, waktu kejadian, kalau kita trauma, wajar. Ia kita kan
menyaksikan, kalau yang enggak menyaksikan sih enggak, apalagi kalau cuma
dengar berita”. Pengalaman-pengalaman yang subyek ceritakan, diantaranya: 1)
Ketika beliau menyaksikan ada korban dari Etnik Bali yang sudah menjadi mayat,
kemudian kedua tangannya di potong, 2) Peristiwa yang juga tidak bisa subyek
lupakan, ketika berusaha mencoba menolong seorang anak perempuan Bali usia
Sekolah Menengah Pertama yang sudah dalam kondisi roboh dibacok oleh
kelompoknya dan ketika sudah berada didekat korban, lalu melihat darah korban
yang mengucur, subyek merasa tidak kuat melihatnya kemudian lari menjauh, 3)

125

Pelaku juga menyaksikan 36 korban Etnik Bali yang mati setelah di berondong
dengan senapan angin, 4) Pengalaman lainnya yang juga subyek ceritakan, yaitu
menyaksikan korban Etnik Bali yang kepalanya dipotong, ada yang hidup-hidup
dimasukan kedalam sumur kemudian ditimpa dengan benda-benda keras, ada juga
yang dibakar, ada juga yang perutnya disayat sampai isi perut terburai, ada juga
yang alat kelaminnya dipotong, telinganya dipotong untuk dibawa pulang
dijadikan kenangan, dan peristiwa pembunuhan lainnya yang tidak manusiawi.
Subyek kemudian menekankan kembali tentang kondisi psikologis yang subyek
rasakan ketika melihat kejadian-kejadian tersebut dengan ungkapan “Pokoknya
kalo kita ga kuat, bisa rubuh kita, lihat kayak gitu”.
Berikut kutipan-kutipan pernyataan subyek (HRB):
udah mati? (anak itu), udah (rekannya)”. Dipegang tangannya, diambil
tangan kirinya, dipotong (mayat orang Bali), diambil tangan satunya lagi,
dipotong lagi (W1.HRB.311).
Ia..., yang kasihan itu, ada anak satu (anak perempuan umuran SMP) ......
kena bacok juga, sekali bacok rubuh......Tapi waktu saya nyampe, saya
lihat wusss darah ngucur, ga kuat liat saya, lari saya (W1.HRB.790).
Mati semua..., ya dari atas itu ditembak (senapan rakitan). Ya habislah!
36 satu lobang itu (W1.HRB.813).
yang dipotong kepalanya itu kan, ada tiga. Yang satu memang di dudukin
ditengah jalan, diaspal, udah dipotong, ditaruh disitukan (dijalan). Yang
satu lagi, cuma dimasukin dalam tas (potongan kepala orang Bali). Yang
satu lagi, memang ditusuk pakai bambu runcing, dipikul, dibawa-bawa
(W1.HRB.823).
Orang yang kami masukin kesumur itu aja ada empat orang. Yang mati
kebacok dua, kalau dua lagi masih utuh (hidup), pegang, masukin aja,
udah masuk, kepalanya udah masuk. Cincin semen (penyangga sumur)
itu kita potong, langsung....duorrrrrrrr (bunyi suara yang timbul), kursi,
sepeda juga dimasukin (W1.HRB.492).
Ada yang dibakar ada! (W1.HRB.814).

126

ada satu, digini-ginikan perutnya ya (HRB memperagakan pelaku
mengobrak abrik isi perut korban), keluar semua isi perutnya
(W1.HRB.841).
Ada yang ambil telinganya, buat gantungan kuncilah, potong, masukin
kantong (W1.HRB.854).
Pokoknya kalo kita ga kuat, bisa rubuh kita, lihat kayak gitu.
(W1.HRB.855).
Dibalik trauma yang subyek (HRB) sampaikan dari pengalamannya
menyaksikan kematian-kematian korban konflik yang sadis dan tidak wajar,
terdapat kesan lainnya yang juga tampak dari subyek (HRB), yaitu adanya kesan
puas, bangga, dan merasa menang. Kesan ini timbul ketika peneliti menanyakan
mengenai video yang banyak menyebar di internet yang berisi rekaman korban
Etnik Bali yang mati dibakar ditengah jalan. Subyek menjawab pertanyaan
peneliti sambil tertawa-tawa.
Berikut kutipan-kutipan pernyataan subyek (HRB):
Ia..,kelompok saya itu yang bakar ( haha.....haha....) (W1.HRB.819).
Pokoknya waktu itu, kalau liat, istilahnya manusia laki-laki dewasa (lakilaki Bali), memang kita (Penyerang) itu enggak ada rasa kasian
lagi.(W1.HRB.866)
Pasca Deklarasi Perjanjian Damai, subyek (SRM) mengatakan bahwa
trauma yang subyek rasakan semakin berkurang dan berangsur-angsur pulih.
Pendekatan diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa dianggap cukup mampu untuk
menghilangkan rasa trauma dari konflik, selain itu bantuan dan hiburan dari
pemerintah serta berbagai pihak cukup membantu menghilangkan trauma.
Bantuan tersebut meliputi bantuan sandang pangan saat masa pemulihan dari
konflik, karena konflik juga mengakibatkan roda ekonomi mereka terganggu,
masnyarakat kebanyakan dirumah berjaga-jaga, karena menyebar isu adanya

127

serangan balasan dari Etnik Bali. Selain itu banyak juga hiburan yang diberikan
berupa kegiatan sosial di desa mereka, baik permainan edukasi untuk anak-anak,
maupun penyuluhan-penyuluhan terhadap masyarakat umum, dianggap cukup
membantu. Pengamanan yang dilakukan terhadap kedua desa, baik yang
dilakukan intens selama beberapa bulan, maupun patroli yang sekarang masih
sering dilakukan, cukup memberi rasa aman, bahwa tidak akan ada serangan
balasan terhadap desa mereka.
Walaupun rasa trauma dalam diri subyek berangsur-angsur pulih, tetap
nampak ada perubahan dalam perilaku subyek sehari-hari. Hal ini tidak bisa
dipisahkan dari pengalaman subyek mengalami konflik yang ada dan melalui harihari pasca konflik. Perubahan perilaku itu meliputi cara pandangan subyek
terhadap Etnik Balinuraga dan hubungan serta interaksi subyek dengan Etnik
Balinuraga yang pernah berkonflik. Perubahan pandangan subyek terhadap Etnik
Balinuraga menyangkut tentang kondisi pasca konflik, dimana subyek
menganggap setelah terjadinya konflik, Etnik Balinuraga merasa takut dengan
Etnik Lampung. Keyakinan subyek timbul dikarenakan melihat perubahan
perilaku pada diri pemuda dan masyarakat Etnik Balinuraga yang sebelum
terjadinya konflik dianggap brutal dan tidak ada sopan santun terhadap Etnik
Lampung, menjadi takut apalagi bila bertemu dengan warga Desa Agom.
Setelah terjadinya konflik, perubahan perilaku pada diri subyek juga terjadi
dalam hal hubungan dan interaksi subyek dengan Etnik Bali terutama dengan
warga dari Desa Balinuraga yang subyek kenal, subyek mengaku belum ada
interaksi intens, jika pun ada interaksi kondisinya belum berlangsung normal.

128

Subyek sendiri mengaku masih merasa was-was ketika harus berhubungan dan
berinteraksi dengan warga masyarakat Desa Balinuraga, sehingga ia memilih
untuk sementara waktu menjaga jarak dengan Etnik Bali. Perasaan was-was ini
timbul dalam rangka mencegah kembali terjadinya konflik yang sama.
Berikut kutipan-kutipan pernyataan subyek (HRB):
......kalau kita bagi muslim, kalau kita ada keyakinan kepada Yang Maha
Kuasa (ALLAH SWT), kita serahkan semua ini, mudah-mudahan, itu
bisa mengatasi rasa trauma kita, ya mudah-mudahan makin lama, makin
aman, dan trauma itu makin ilang (W2.HRB.1063).
Alhamdulillah, untuk apa, menghilangkan rasa trauma (trauma pasca
konflik), ada bantuan, ada hiburan, dan lain sebagainya....
(W2.HRB.1051).
ketemu di pasar sekarang, kan kalau kita ketemu orang Balinuraga,
sering saya sama ibunya (istri HRB) ketemu. Gini-ginikan (HRB
memperagakan orang Bali nunduk-nunduk, nyembah-nyembah
ketakutan) sama kita (W1.HRB.342).
kami perhatikan saudara- saudara pemuda-pemudi Bali, memang untuk
saat ini perobahan itu sudah cukup besar ketimbang sebelumnya
(W2.HRB.1106).
semenjak perang ini saya baru sekali lewat (..itu juga karena kesorean,
terus mau muter lewat Sidomulyo kejauhan, bukan apa-apa, enggak enak
kalo ketemu orang yang kita kenal, makanya waktu lewat situ, helm tak
tutup rapet-rapet....) (W1.HRB.406).
Sedangkan pada narasumber kedua dari Etnik Balinuraga (SRM), gejalagejala psikologis yang dialami subyek tampak dari sikapnya ketika menceritakan
tentang pengalamannya menjadi korban dalam peristiwa konflik yang terjadi.
Gejala tersebut ditunjukan dengan perubahan-perubahan ekspresi wajah yang
cenderung sedih, lesu, seolah-olah berusaha untuk tegar, dan tidak menangis,
walaupun terkadang subyek juga menitikan air mata. Gejala-gejala psikologis ini
juga dipertegas subyek dengan kalimat-kalimat yang cenderung merendah dan
berusaha menerima nasib.

129

Gejala-gejala psikologis yang subyek (SRM) alami, lebih kepada rasa
trauma yang dialami akibat peristiwa penyiksaan yang subyek alami saat
terjadinya konflik. Subyek mengaku ketika tertangkap, ia dipukuli dan disiksa,
tubuhnya dipukul dengan bambu, gagang golok serta mengunakan tangan secara
bergantian dan membabibuta, ia juga disuruh menenggelamkan dirinya ke sungai
yang kedalamannya setinggi dagu beliau atau sekitar seratus empat puluh
centimeter. Ia juga mengaku selain mengalami penyiksaan, harta bawaannya
dirampas paksa oleh massa yang menangkap dan menyiksanya. Subyek juga
menyaksikan saat kawannya dibunuh didepan mata kepalanya sendiri dengan cara
yang sadis. Ia juga menyaksikan ketika ada anak kecil ikut dibunuh, dan berbagai
kekejaman yang terjadi. Apalagi saat beliau tertangkap dan disiksa oleh massa
penyerang, ia terpisah dengan keluarganya, suami, dan anaknya. Selain
penyiksaan yang ia alami, subyek juga mengaku menyaksikan ketika rumahnya
hangus terbakar. Subyek mengungkapkan perasaannya saat semua penyiksaan itu
terjadi dengan ungkapan “Rasanya, kayaknya saya udah mati, betul-betul kayak
PKI, kejam”.
Subyek menceritakan saat kejadian, ia tidak henti-hentinya menangis sambil
ketakutan, menjerit-jerit histeris, dan pikirannya juga bingung karena harus
terpisah dengan keluarga. Subyek mengakui tidak berhenti menangis walaupun
sudah dievakuasi oleh aparat keamanan. Hal tersebut terus berlangsung saat
subyek telah berada ditempat pengungsian dan masih berlanjut sampai dengan
beberapa waktu yang cukup lama setelah kembali ke Desa Balinuraga dari
pengungsian. Subyek juga mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak mampu

sininya diseset (punggungnya dibacok) (W1. Persis kayak jaman PKI dulu! (W1. yang jejer saya (sebelah korban saat lari)..70).. Enggak tau pakek apa nusuknya saya. Nangisnya.130 bercerita ketika orang bertanya mengenai musibah yang menimpanya. Sebelah saya mati.224)..133). Masih nangis aja. Perempuan ini. kok ga ketemu keluarga. bocor kepalanya. masih nangis terus.SRM.SRM.84). Beliau mengaku mengalami tekanan stres yang berat.SRM. enggak ngeliyat. Ituu. meninggal.SRM. abis itu (W1. ditusuk-tusuk itu. saya (menjerit histeris ketakutan)...SRM. uhh darahnya ngucur (W1.SRM.64).. Pendarahan itu berupa .segini (tinggi air sedagu orang dewasa).. Uhhh. kata saya. dan gagang golok) saya. Bingung saya (W1.SRM..dibabat-babat gitu (dibacok) (W1.SRM. digetok getok (menggunakan bambu. udah geseng semua (badannya biru-biru dipukulin)..126). heeh hp saya udah diambil.... Saya digebukin!! (W1.114). pas yang (W1. nangis terus saya (W1.86). udah digebukin. laptop yang saya bawa dua. Suruh jebur di ini. juga kepergok. sadis amat Akibat segala bentuk penyiksaan yang langsung subyek rasakan dan pengalaman menyaksikan secara langsung orang-orang yang ia kenal dibunuh. saya ngejerit-jerit gitu. Sama perempuan sininya luka (kepala). Waduh mati saya.. gitu aja saya (W1. yang mengakibatkan ia mengalami penyakit pendarahan yang tidak wajar. Berikut kutipan-kutipan pernyataan subyek (SRM): saya lari kebelakang.disungai. Saya itu pokoknya enggak bisa tenang.119).SRM. habis semua.di.. Habis. ia selalu menangis ketika ditanya mengenai hal tersebut.SRM..189).. heeh diambil! (W1.SRM.111). Udah saya liat kok rumah saya.tangan....

Penyakit yang dialami oleh subyek. dan sudah beberapa hari subyek mulai berhenti mengkonsumsi obat-obatan untuk menghilangkan pendarahan abnormal yang subyek alami. Ia juga mengaku harus mengkonsumsi obat secara terus menerus selama lebih kurang empat bulan. keluarnya darah tersebut seperti keluarnya darah saat wanita normal yang masih subur mengalami menstruasi setiap bulannya. Darah tersebut diakui oleh subyek keluar secara sendirinya tanpa terkontrol. Saya pendarahan. dan . subyek mengaku kondisinya baru berangsur-angsur pulih.403). dorongan. kan baru seminggu ini putus obat (W1. Ia mengaku merasa cukup terbantu dan merasa terhibur atas semua bantuan yang berdatangan. Dukungan dari kawan-kawannya yang datang menghibur serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh relawan-relawan bersama pemerintah. tidak hanya bantuan moril namun juga bantuan materil.131 keluarnya cairan darah segar dari organ intim subyek secara terus menerus dengan intensitas tiga sampai empat kali setiap harinya selama empat bulan. baik untuk anak-anak atau masyarakat secara umum berupa motivasi. Berikut kutipan pernyataan-pernyataan narasumber berikut: Pendarahan terus karena stres. Subyek juga mengatakan bahwa saat peneliti datang mewawancarai subyek pada akhir bulan Maret 2013. baik secara medis dan non medis. subyek harus berobat dan menjalani macam-macam terapi penyembuhan. mengakibatkan selama lebih kurang empat sampai lima bulan.SRM. Subyek mengakui bahwa saat ia mengalami musibah tersebut banyak bantuan yang mengalir. pendarahan abnormal yang subyek alami sudah mulai tidak terjadi lagi setelah pengobatan yang ia lakukan.

SRM. dari pendidikan. Pukulan tersebut sangat terasa. dan menjalankan segala aktifitas kesehariannya. Bantuan tetap berdatangan ketika subyek dan warga Desa Balinuraga lainnya dikembalikan ke Desa Balinuraga. ngehibur anak-anak itu. Subyek menyatakan tidak pernah membayangkan sebelumnya harus tinggal di kandang ayam. dikarenakan tenda yang dibangun pemerintah sering bocor terkena hujan.211). dirasa cukup membantu subyek mengatasi traumanya... Subyek mengaku harus menerima kenyataan pahit ketika kembali ke desanya. Ketika menceritakan hal tersebut. dimana subyek tidur. bahkan lebih parahnya harus hidup dan tinggal di bekas kandang ayam selama kurang lebih dua bulan. Berbagai bantuan itu tidak hanya subyek rasakan saat subyek berada di lokasi pengungsian. di SPN itu (W1. seperti menonton film dan melakukan permainan bersama. Dateng darimana-manalah. bantuan sih mengalir disitu.221). Subyek menyatakan lebih kurang empat bulan berbagai bantuan itu terus berdatangan.. memasak. yaitu ketika segala harta benda yang subyek miliki sebelumnya habis ludes terbakar dan dijarah.SRM.132 berbagai hiburan yang ada. bantuan yang banyak berdatangan lebih berupa bantuan bahan material dan dana untuk memulai lagi subyek membangun kehidupannya seperti semula Berikut kutipan pernyataan-pernyataan narasumber (SRM): Hooh banyak. anak paud dikasih mainan juga. ketika subyek harus merasakan hidup dan tinggal di tenda pengungsian yang dibangun pemerintah. serta hanya menyisakan sedikit saja harta benda yang masih bisa dimiliki. subyek terlihat sedikit menitikan air matanya. Dihibur supaya enggak trauma (W1. Ketika subyek kembali ke Balinuraga. .

133

Berikut kutipan pernyataan SRM:
Setelah dari SPN, tapi kan kita masih di tenda, enggak punya rumah. Di
buatin tenda, di depan rumah ini. Karena ujan, makanya kandang ayam
itu saya sulap, saya isi pasir dulu, baru saya pasang plastik. Ancurancuran, sampe tidur dikandang ayam saya (W1.SRM.501).
Namun ditengah segala kondisi yang ada, subyek mengaku masih bersyukur
karena dirinya dan keluarganya tidak sampai kehilangan nyawa, masih bisa
selamat walaupun harta bendanya habis dibakar dan dijarah. Beliau juga mengaku
sangat terbantu dan terharu dengan bantuan dan perhatian yang diberikan oleh
kawan-kawan seprofesinya. Subyek mengaku dengan segala bantuan materi yang
berdatangan, baik dari pemerintah, donatur, kawan-kawannya, serta keluarga
besarnya, ia mampu membangun kembali kehidupannya, terutama mampu
membangun kembali rumahnya walaupun masih dalam kondisi yang seadanya,
belum seperti kondisi yang semula.
Berikut kutipan pernyataan SRM:
Bantuan banyak, ada semen, bata, dan lain-lain, buat bangun rumah
(W1.HRB.511).
Subyek juga mengakui pengamanan yang dilakukan oleh aparat selama
beberapa bulan, cukup membantu memberikan rasa aman dalam dirinya.
Walaupun dalam kehidupan sehari-hari, subyek masih sering mengalami kondisi
panik, seperti ketika mendengar suara yang keras, suara mobil ambulan, atau
kerumunan massa, subyek masih merasa ketakutan dan panik, jantung terasa
berdetak kencang dan nafas terasa berat, karena bayangan saat kejadian terjadi
belum sepenuhnya bisa hilang. Ketika ada kondisi seperti itu, bayangan subyek
seolah-olah diputar kembali kekondisi dimana ada asap membumbung tinggi dan
banyak kerumunan massa.

134

Kondisi lainnya kadang masih dialami subyek, yaitu subyek masih terus
mengalami mimpi buruk dan kesulitan untuk tidur. Walaupun hal tersebut tidak
separah ketika konflik baru saja terjadi, saat subyek berada dilokasi pengungsian.
Subyek mengatakan, “jangankan untuk bisa tidur nyenyak, rasa ingin makan saja
sudah tidak ada, saya itu terus-terusan menangis”. Setelah lima bulan pasca
kejadian, intensitas mimpi buruk dan kesulitan tidur, dimana didalam mimpinya,
subyek merasa seolah olah seperti masih dikejar-kejar dan diburu oleh massa
penyerangan yang subyek alami sudah berkurang.
Berikut kutipan pernyataan subyek (SRM):
Apalagi tidur.., makan aja enggak selera, heeh. Trauma banget lah
(sambil menangis) (W1.SRM.219).
Pada akhir bulan Maret itu juga, saat pertama kali peneliti bertemu dengan
subyek untuk memintanya menjadi narasumber penelitian. Subyek mengaku baru
mulai normal menjalankan aktivitas dan kewajibannya sebagai Pegawai Negeri
Sipil dengan posisi Penilik Tingkat Kecamatan. Subyek dimutasikan dari Penilik
UPTD Pendidikan di Kecamatan Way Panji menjadi Penilik UPTD Pendidikan di
Kecamatan Sidomulyo. Rotasi ini dikatakan sebagai bentuk penyegaran.
Kehidupan subyek pasca konflik pun kembali berjalan secara normal.
Subyek mengaku tidak ada perubahan sikap yang ia tunjukan terhadap Etnik
Lampung, dimana banyak rekan-rekan kerjanya di lingkungan UPTD Pendidikan
Tingkat Kecamatan yang berasal dari Etnik Lampung. Ia berpendapat bahwa
konflik tersebut tidak merusak dan mengganggu hubungannya dengan rekan
kerjanya dari Etnik Lampung yang dirasa selama ini sudah terjalin baik. Ia merasa

135

tidak ada alasan untuk dendam kepada rekan-rekannya, hanya dikarenakan
mereka berasal dari Etnik Lampung.
Namun subyek merasakan bahwa sekarang ia dan warga Desa Balinuraga
memilih untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi sehari-hari dengan warga
Desa Agom pasca terjadinya konflik dan deklarasi perjanjian damai diantara
mereka. Subyek mengatakan bahwa sekarang proses interaksi warganya dengan
warga Desa Agom belum berjalan normal. Aktifitas ekonomi antara satu sama
lainnya juga belum kembali berlangsung normal. Satu sama lain belum berani
melakukan interaksi jual beli, baik warga Desa Balinuraga yang sengaja datang ke
Desa Agom untuk membeli janur maupun warga Desa Agom yang datang ke Desa
Balinuraga untuk menawarkan janurnya. Desa Agom sebelum kejadian
merupakan pemasok utama janur untuk kebutuhan Umat Bali Hindu dalam
menjalankan ritual agamanya. Pasca konflik, aktifitas tahunan umat Balinurga
yang biasanya berlangsung, juga ikut terganggu. Biasanya setiap perayaan
Ngelasti ia beserta warganya pergi bersama-sama kelaut, untuk perayaan tahun ini
mereka memilih untuk tidak pergi kelaut, karena untuk pergi kelaut harus
melewati Desa Agom dan desa-desa Etnik Lampungnya lainnya. Kerumunan
massa yang banyak ditakutkan bisa menimbulkan terulangnya konflik, sehingga
sebagai bentuk antisipasi, mereka memilih untuk tidak melaksanakan ritual pergi
kelaut. Hal ini demi mentaati poin-poin perdamaian yang telah disepakati, agar
kedua belah pihak bisa lebih melakukan pencegahan terhadap terulangnya konflik.

136

Berikut kutipan pernyataan-pernyataan subyek (SRM):
Sama kawan-kawan (Suku Lampung dan Jawa) itu biasa saya. Malah gini
dia, kawan yang penilik asli dari Gayam (Lampung), kawan saya banyak
dari sana, saya biasa maen sana. Guyon-guyon dia, ayo perang lagi kita?!
Gtu..(haha...haha...). Kata saya: Siapa juga yang mau perang? (haha....).
Guyon..guyon gitu. Enggak..enggak ada dendam (W1.SRM.385).
Enggak ada..., biasa, sana jual janur, sini beli, kadang mereka yang
langsung kesini nawarin, kadang kita yang kesana. Heeh biasa
(W1.SRM.694).
Kalau lewat berani, beli-beli kesana belum berani. Seharusnya Ngelasih
(perayaan hari raya Umat Hindu dengan mandi kelaut) kemarin kelaut,
tapi enggak. Karena kalau kelaut kan pasti ngelewati Agom
(W1.SRM.698).
Subyek juga merasa tidak ada dendam terhadap mayoritas Etnik Lampung
yang ada. Ia merasa telah mengikhlaskan semua yang terjadi dan lebih mengambil
hikmah dari peristiwa yang terjadi, sebagai bentuk peringatan kepada dirinya dan
warga Desa Balinuraga untuk lebih mawas diri dan melakukan introspeksi diri.
Kondisi trauma subyek juga sudah agak hilang. Jalan mendekatkan diri kepada
Tuhan Yang Maha Esa dirasa subyek sebagai solusi untuk menghilangkan dan
bebas dari trauma konflik sepenuhnya.
Berikut kutipan pernyataan subyek (SRM):
Saya dengan berdoa, semedi, baca mantra. Pokoknya mendekatkan diri
dengan Tuhan (W1.SRM.487).
4.3.5.4. Motivasi dan Harapan Integrasi
Setelah konflik antara Etnik Balinuraga dengan Etnik Lampung terjadi,
segala unsur pemerintahan yang terkait terutama dalam hal ini pemerintah daerah
maupun pemerintah pusat berusaha memfasilitasi keduanya untuk berdamai
dengan mengumpulkan tokoh-tokoh dari kedua etnik yang terlibat. Deklarasi hasil
perjanjian damai antara keduanya tidak langsung dapat dilaksanakan, namun

137

terdapat jeda beberapa saat pasca Etnik Balinuraga dikembalikan dari tempat
pengungsian di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bandar Lampung.
Etnik Balinuraga di kembalikan dari tempat pengungsian di Sekolah Polisi
Negara (SPN) tepat satu minggu pasca konflik terjadi, yaitu pada hari Senin,
tanggal 5 November 2012. Deklarasi perjanjian damai sendiri dilaksanakan, pada
hari Jumat, tanggal 23 November 2012, di lapangan Desa Agom. Menurut
narasumber-narasumber yang ada, deklarasi perjanjian damai di hadiri oleh semua
etnik dan masyarakat desa-desa yang terlibat dalam konflik, terutama dari warga
masyarakat kedua desa yang terlibat, Desa Balinuraga dan Desa Agom. Semua
masyarakat dikumpulkan menjadi satu dibawah tenda-tenda yang telah dibangun
di lapangan Desa Agom. Deklarasi Perjanjian Damai itu sendiri dihadiri oleh
Menteri Dalam Negeri, Bapak Gamawan Fauzi, Gubernur Provinsi Lampung,
Bapak Sjachroedin ZP, Bupati Lampung Selatan Bapak Rycko Menoza ZP, dan
unsur-unsur pemerintahan lainnya, serta tokoh-tokoh adat dari kedua etnik.
Deklarasi antara kedua etnik tersebut merupakan kelanjutan dari perjanjian
damai yang telah ditandatangani sebelumnya, pada tanggal 4 November 2012 di
Balai Keratun Provinsi Lampung oleh tokoh-tokoh adat dari kedua etnik yang
berkonflik. Deklarasi Perjanjian Damai tersebut lebih bernuansa agenda
Sosialisasi Perjanjian Damai kepada masyarakat di tataran lapangan atau
masyarakat umum. Perjanjian damai tersebut terdiri dari dua draft, yaitu
pernyataan permohonan maaf dan sepuluh butir perjanjian damai.
Pasca penandatanganan surat permohanan maaf dan surat perjanjian damai
antara Etnik Bali (Balinuraga) dengan Etnik Lampung (Agom), yang kemudian

138

dilanjutkan dengan Deklarasi Perjanjian Damai (Sosialisasi), secara de jure atau
secara hukum, konflik antara keduanya bisa dikatakan telah berakhir dan telah
sepakat berdamai. Kemudian tinggal bagaimana masyarakat mentaati serta
mengimplementasikan butir-butir perjanjian damai dalam kehidupan nyata
dimasyarakat. Secara tidak langsung perjanjian damai ini memunculkan harapan
nyata di tengah kondisi masnyarakat kedua etnik yang sedang berusaha pulih dari
konflik. Pasca Deklarasi Perjanjian Damai, muncul perubahan perilaku lebih
positf yang ditunjukan warga Desa Balinuraga dan warga Desa Agom. Kedua,
muncul harapan-harapan dan keinginan kuat untuk bangkit dari kondisi konflik ke
kondisi yang lebih aman. Ketiga, perubahan perilaku dan harapan bangkit dari
konflik memunculkan motivasi integrasi ditengah masyarakat, sehingga terbuka
peluang yang besar terciptanya perdamaian yang sejati serta mengakar.
Perubahan perilaku tersebut juga dikemukakan oleh kedua narasumber, baik
narasumber dari Etnik Bali (Balinuraga) maupun narasumber dari Etnik Lampung
(Agom). Narasumber dari Etnik Balinuraga (SRM) mengungkapkan bahwa ada
perubahan terhadap perilaku pribadinya sendiri dan kondisi warga masyarakat di
desanya, secara umum perilaku pemuda didesanya berubah menjadi lebih positif,
sudah jarang terjadi kebut-kebutan dalam berkendara sepeda motor, dirinya serta
warga di Desa Balinuraga pasca kejadian lebih taat dalam beribadah, terutama
para pemudanya lebih rajin sembahyang menyembah Tuhan Yang Maha Esa
dibanding sebelum terjadinya konflik. Pasca konflik tingkat kewaspadaan di
masyarakat Desa Balinuraga lebih meningkat, hal ini ditunjukan dengan intensitas
kegiatan ronda keamanan bergilir oleh warga yang berlangsung dua puluh empat

memancing timbulnya konflik. Masyarakat kini sudah sadar bahwa perdamaian hanya dapat diciptakan dengan tidak membiarkan dendam dari konflik muncul dalam diri mereka. mereka lebih memilih melakukan introspeksi.139 jam setiap harinya. sehingga tidak ada alasan membenci orang lain hanya karena perbedaan etnik dan agama. Sekarang sembahyang ke pure nya semuanya rajin. Ditakutkan dengan banyaknya massa. mawas diri.. sekarang rajin. Perubahan perilaku yang lebih positif ini merupakan sebuah dorongan yang kuat untuk terciptanya integrasi yang mengakar ditengah masyarakat dalam suasana damai. Seperti yang terjadi baru-baru ini dimana warga lebih memilih untuk tidak bersenang-senang dengan pergi ke laut sebelum perayaan nyepi. Kesadaran yang muncul ditunjukan narasumber (SRM) dengan mengatakan bahwa dirinya tidak menyimpan dendam. Sebelum kejadian tidak pernah ada kegiatan ronda keliling oleh warga Desa Balinuraga.. kini warga Desa Balinuraga menjadi lebih berhatihati dalam bertindak dan berbicara dengan lebih terdahulu mencari tau siapa yang diajak berinteraksi. dengan mengatakan bahwa konflik tidak membuat hubungannya dengan kawan-kawannya dari suku Lampung menjadi renggang.SRM. Ia mengilustrasikan dalam kehidupannya sendiri. Subyek beranggapan bahwa kedua etnik berkonflik hanya . serta mencegah timbulnya kecemburuan sosial dengan tidak menonjolkan harta benda yang mereka miliki. untuk mencegah timbulnya kesalah pahaman. Ya banyaklah hikmahnya. Berikut kutipan pernyataan narasumber (SRM): Untuk pemuda itu. (W1. enggak ada lagi yang ruarr ruirr naik motor kayak gitu (kebut-kebutan). dari yang tadinya jarang.658).

Di sisi lain subyek juga menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintah daerah dan aparat keamanan agar lebih baik lagi dalam mencegah dan menangani konflik.SRM. sekedar formalitas saja. karena kawan-kawan saya banyak yang dari Suku Lampung. jika kita tidak melihat kejadian dengan mata kepala sendiri. yaitu untuk tidak mempercayai oknum provokator baik dari mana saja dan siapa pun pelakunya. bahkan subyek memandang bahwa keberhasilan massa penyerang .740). saya nganggep dia juga baek (W1. Subyek menyampaikan bahwa sebenarnya konflik ini bisa dicegah bila ada kesungguhan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan karena menurut pengakuan narasumber (SRM) isu akan adanya penyerangan sudah menyebar seminggu sebelum peristiwa kecelakaan tersebut terjadi. ia berharap agar konflik jangan sampai terulang kembali.140 karena ada provokasi dari pihak ketiga yang senang melihat kedua belah pihak berkonflik. Ia melihat timbul kesan aparat hanya sekedar melaksanakan tugas penjagaan serta pengamanan seadanya. Diupayakan penyelesaian permasalahan dengan pendekatan kekeluargaan jika terdapat perselisihan. Dia nganggep saya baek. Ia berpendapat bahwa jika hukum benar-benar dijalankan dan ditegakan tidak akan terjadi seperti ini. Kalau saya biasa aja sih. Semoga ini menjadi peristiwa yang terakhir dan tak terulang kembali. Berikut kutipan pernyataan narasumber (SRM): Enggak sih. Subyek juga menilai bahwa kinerja aparat penegak hukum dinilai tidak cukup baik. Beliau menilai bahwa bupati beserta jajarannya tidak cukup tanggap dalam menyikapi isu yang telah beredar. Subyek juga menyampaikan tentang harapannya pasca kejadian. Kita harus belajar dari konflik yang sudah terjadi.

ini terlihat dari penggunaan simbol Mahkota Siger (Lambang Masyarakat Adat Lampung) pada gapura yang ada di Desa Balinuraga sebagai simbol akulturasi budaya dan saling menghormati antara Etnik Bali (Balinuraga) sebagai etnik pendatang dengan Etnik Lampung sebagai etnik pribumi. memang hukum itu jalan. Itu juga yang subyek coba serukan kepada warganya. Pihak Etnik Balinuraga secara keseluruhan sudah mulai memperbaiki diri. Ini yang terakhir aja (W1. .SRM. kita enggak usah percaya. serta sadar akan dirinya bahwa mereka adalah etnik pendatang. seharusnya kalau dia. Belum bisa menyelesaikan. Hal ini sejalan dengan yang SRM sampaikan. Kondisi pemukiman dan fasilitas umum yang ada sekarang sudah berdiri kembali. Kalau menurut saya belum bisa maksimal. hal-hal seperti ini.524).518). kita selesaikan secara kekeluargaan.SRM. Walaupun provokator dari siapapun. bahwa kunci untuk dapat hidup berdampingan secara damai adalah sikap saling menghormati. tidak bukan dan tidak lain karena adanya pembiaran dari aparat keamanan yang bertugas. Secara keseluruhan. yaitu pada saat peneliti melakukan penelitian. tak akan terjadi (W1. Dari kondisi yang mulai pulih. enggak!. Seperti kemarin. Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber (SRM): Harapan saya jangan sampe terjadi lagi. Begitu aja harapan saya. salah satunya dengan bentuk penjagaan yang berlangsung setiap hari selama dua puluh empat jam. tampak bahwa motivasi integrasi masih sangat besar. kalau enggak liat sendiri dan buktiin sendiri.141 menerobos masuk ke Desa Balinuraga. kondisi Desa Balinuraga sudah bisa dikatakan pulih dari konflik dan warga sudah mulai beraktifitas kembali secara normal walaupun rasa was-was masih sangat tampak terlihat. Lima bulan setelah konflik terjadi. Jadi menyikapinya gini. misalkan kalau terjadi apa-apa.

mereka segera kembali ke desanya masingmasing untuk melakukan pengamanan serta mencegah serangan balasan ke desanya. Desa Marga Catur. Hal ini membuat kepanikan pada massa dari desa-desa tersebut. Percuma kalian pakek emas-emas banyak-banyak. Hal tersebut sengaja dilakukan untuk menghindarkan perempuan dan anak-anak dari bahaya konflik yang sedang terjadi antara desa mereka dengan Desa Balinuraga. Jadi sadarlah mulai sekarang (W1. dan saling menerima. gara-gara itulah. kalau kita.Sasaran utama serangan balasan. dimana perempuan dan anak-anak terpaksa harus diungsikan. Kehidupan masyarakat di Desa Agom tidak langsung berjalan normal pasca konflik. Makanya saya bilang ma kawan-kawan saya. tidak hanya Etnik Balinuraga yang dikecam rasa takut dan tidak aman. Pada saat konflik berlangsung.847). narasumber (HRB) mengungkapkan bahwa kehidupan warganya juga .142 Berikut kutipan pernyataan naraumber (SRM): Saling menghormati aja. Desa Negeri Pandan. Apalagi setelah selesainya penyerangan ke Desa Balinuraga. harga diri kan hancur kemarin. dan Desa Kota Dalam. enggak akan terjadi apa-apa?. ya harus sadar bahwa kita pendatang. Senin. tersiar kabar yang beredar melalui pesan singkat (SMS) ditengah massa dari Etnik Lampung bahwa akan ada serangan balasan dari Etnik Bali yang ada diluar Desa Balinuraga ke desa-desa Etnik Lampung yang telah menyerang Balinuraga. walaupun akhirnya isu tersebut tidak terbukti. Kalau sadar kan. udah lah simpen dirumah aja kalung-kalung emas kalian itu. dipihak Etnik Lampung hal serupa juga ikut dirasakan.SRM. Sadar akan dirinya. enggak perlu ditunjuk-tunjukin. jangan mancing-mancing orang lain. Kondisi etnik Lampung sendiri setelah terjadinya konflik sedikit demi sedikit berangsur pulih. ga ada gunanya. yaitu Desa Agom. 29 Oktober 2012.

terutama pada anak-anak dirasakan sangat membantu. Deklarasi Perjanjian Damai juga dihadiri oleh tokoh adat maupun tokoh agama dari kedua etnik yang berkonflik.. Banten. atau dari pihak donatur-donatur yang memperhatikan kami. Provinsi Lampung. namun juga dihadiri warga desa Lampung dari desa lainnya. diantaranya FORKLAS (Forum Komunikasi Lampung Selatan) dan Laskar Merah Putih. ia mengatakan bahwa saat Deklarasi Perjanjian Damai tidak hanya dihadiri oleh warga Desa Balinuraga dan Desa Agom saja. Padang. serta anak-anak sekolah terpaksa harus diliburkan akibat dari kondisi yang belum kondusif. aparatur Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan. baik bantuan ekonomi. kebutuhan sandang dan pangan. Narasumber dari etnik Lampung (HRB). HRB juga menceritakan proses Deklarasi Perjanjian Damai. Berikut kutipan pernyataan narasumber (HRB): . seperti Desa Negeri Pandan.HRB. serta perwakilan organisasi. maupun berbagai kegiatan yang diadakan untuk menghilangkan rasa trauma yang ada.ya kami juga merasa ada bantuan dari berbagai pihak. kami juga sangat-sangat mengucapkan terima kasih (W2. Semua larut dalam suasana yang perihatin. kami juga mendapat perhatian dari pemerintah. HRB mengakui bahwa berbagai bantuan dari pemerintah..143 ikut terganggu.. dan lainnya.1045). mengungkapkan bahwa pasca terjadi perjanjian damai. terlihat perubahan sikap pada etniknya dan perubahan . Perwakilan Pemerintah Pusat. Perekonomian tidak berjalan dikarenakan masyarakat masih takut akan terjadinya serangan balasan. turut menciptakan rasa aman ditengah masyarakatnya. dan didalamnya juga hadir dari Etnik Jawa. Selain itu HRB mengungkapkan pengamanan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Kota Dalam.. Marga Catur.

kondisi ini sangat dirasakan oleh subyek di Pasar Patok (Pasar terdekat di wilayah Way Panji). tidak hanya orang dewasa. Beliau . geliat ekonomi warga desa Bali. kebut-kebutan berkurang signifikan sekitar 70 persen. Narasumber (HRB) juga mengungkapkan harapan-harapannya akan kondisi yang lebih baik diantara kedua etnik yang pernah terlibat dalam konflik. masyarakat Balinuraga tidak tampak pergi ke laut. Perubahan itu juga terasa disaat perayaan sebelum Hari Raya Nyepi. rombongan warga Desa Balinuraga dengan mengendarai truk. HRB menceritakan bahwa sebelum konflik terjadi. Berikut kutipan pernyataan narasumber (HRB): Tapi setelah kejadian ini boleh dikatakan 70 persen berkurang. Di sektor perekonomian pun. tidak tampak lagi warga Bali yang beraktifitas di pasar tersebut. terutama Balinuraga terasa berkurang signifikan. namun kini sudah jarang yang tampak melintas. Etnik Bali (Balinuraga) memilih membatasi interaksi langsung dengan warga Etnik Lampung dan lebih memilih untuk mengintrospeksi diri.HRB. banyak warga Desa Balinuraga yang sering melintas berpergian melewati jalan desanya. dan sepeda motor bersama-sama menuju ke laut dan melewati Desa Agom. Perubahan sikap itu sangat tampak dalam kehidupan sehari-hari. mobil. padahal biasanya sebelum kejadian. sopan santun kayaknya sudah ada. seperti tidak tampak lagi pemuda Bali yang berlaku berutal.1112). sopansopan pada diri pemuda Bali mulai tampak. bahkan anak-anak Balinuraga yang sebelum kejadian biasa melewati desanya untuk bersekolah di Kota Kalianda kini sudah tidak ada lagi.144 sikap yang cukup signifikan pada etnik Balinuraga. Kebut-kebutan dan sebagainya sekarang kayaknya sudah berkurang (W2. Kondisi ini tidak lepas dari sikap warga Balinuraga yang tampak seperti mengisolir diri untuk sementara waktu.

karena mencontoh hal yang baik. Sehingga peran pemerintah dianggap sangat penting. Disadari atau tidak.145 berharap agar pemerintah dapat membina semua etnik yang ada di Lampung Selatan dan mempersatukan pemuda-pemudi dalam sebuah wadah organisasi agar dapat bekerja sama untuk kesejahteraan Lampung Selatan. sehingga harapan kedepannya jangan sampai terulang kembali. Pencegahan sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai toleransi pada diri anak-anak dalam menyikapi perbedaan yang ada merupakan solusi agar konflik tidak terulang. Kesadaran akan dampak negatif dari konflik yang timbul dalam diri masingmasing etnik yang berkonflik menimbulkan harapan akan perdamaian yang mengakar ditengah masyarakat. Hal itu menjadi dorongan yang positif bagi masyarakat untuk mampu hidup berdampingan secara damai. terutama menyangkut emosi dan harga diri. tidak ada hal positif yang diperoleh dari konflik. Konflik hanya menimbulkan kerugian. Kerjasama antar tokoh adat dari suku-suku yang ada diharapkan sebagai solusi untuk meredam gesekan antar kelompok. dan agama dalam masyarakat yang amat sangat sensitif. Kejadian ini juga harusnya dapat dijadikan pelajaran. Dengan adanya kerja sama antar tokoh masyarakat. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah mencari solusi yang terbaik dalam hal menyikapi perbedaan etnik. masing-masing pihak harus bisa membatasi dirinya. Untuk mencegah konflik terulang. Kewaspadaan antara kedua etnik dalam mencegah terulangnya konflik harus dijadikan sarana untuk . bagi masing-masing etnik agar mengedepankan musyawarah serta meningkatkan persatuan dan kesatuan. mudah-mudahan semua lapisan masyarakat dapat ikut menjadi lebih baik. budaya.

sehingga setiap orang harus bisa menjaga dirinya masing-masing agar tidak terpancing emosi... makin lama kondisi semakin aman dan trauma juga semakin hilang. bisa bersatu. ya terutama emosi.. diharapkan dibentuklah organisasi. Tapi hanya merugi yang kita alami. Mudah-mudahan hal tersebut mampu dijalankan secara baik oleh semua pihak. Kewaspadaan adalah bentuk pencegahan. jangan sampai itu terulang lagi.. dan trauma itu makin ilang. (W2... makin aman. bukan untuk membuat jarak antara keduanya semakin jauh.4... sehingga konflik tidak berulang.. . untuk mengangkat kesejahteraan Lampung Selatan. (W2..146 saling menguatkan.HRB.. perasaan dilematis.1016). Mereka menganggap konflik merupakan hal yang biasa... Konflik yang berulang-ulang terlihat seperti . Berikut kutipan-kutipan pernyataan narasumber (HRB): . harus masingmasing kita bisa membatasi. PEMBAHASAN PENELITIAN Masyarakat Etnik Bali (Balinuraga) dan masyarakat Etnik Lampung (Agom) yang menjadi pelaku sekaligus korban konflik diliputi kebingungan.”. Nah dari suku manapun dia.. sekaligus kemarahan selama konflik berlangsung. bekerja sama. (W2. bentuk kehati-hatian. 4.997)..HRB.HRM. namun harapan saya. ..“Apakah ada hasil yang kita nikmati dari situ (konflik kerusuhan) ? kan kayaknya tidak ada.HRB. ya kita bisa kondusif seperti awal.. Demi untuk mempersatukan pemuda-pemudi atau masyarakat yang dari berbagai suku.. dan kita buatlah.. agar tidak terulang.. (W2.mudah-mudahan makin lama. namun pengalaman-pengalaman dari konflik yang sebelumnya terjadi belum memberikan pelajaran yang berarti untuk semua pihak yang terlibat.1018)..bagaimana caranya kita buat apa semacam organisasi dan laen sebagainya.1066). khususnya kepada pemerintah. Jadi. sampai kondisi kembali menjadi kondusif seperti semula.

Pengalamanpengalaman konflik sebelumnya dapat dikatakan sebagai penghambat proses mediasi ketika ada permasalahan yang muncul kepermukaan antara etnik yang berkonflik. inilah yang menyebabkan tanah Lampung memiliki keragaman etnik yang luar biasa dan boleh dikatakan bahwa Provinsi Lampung adalah salah satu daerah yang menjadi . Masyarakat Lampung sesungguhnya dikenal sebagai masyarakat yang sangat toleransi dengan masyarakat pendatang. pelaku tidak lain dan tidak bukan adalah remaja atau pemuda. Hal ini sesuai dengan prinsip falsafah hidup yang dianut masyarakatnya dalam konteks hidup berdampingan dengan orang lain. Konflik tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur kearifan lokal masyarakat Lampung. seolah olah menjadi sebuah keharusan. Falsafah ini sudah mampu menjelaskan bagaimana sifat Etnik Lampung terhadap etnik lainnya. Pikiran-pikiran negatif seputar kegagalan mediasi dan negoisasi pada konflik-konflik terdahulu menjadikan masyarakat memilih jalan singkat dalam menyelesaikan masalah. yaitu palsafah hidup nemui nyimah (terbuka dan menerima tamu dengan baik). Konflik yang terjadi di Lampung Selatan sejatinya merupakan catatan hitam dalam masyarakat Etnik Lampung.147 arena balas dendam antara etnik-etnik yang terlibat. yaitu dengan jalan kekerasan atau berperang. Permasalahan yang menjadi pemicu konflik tidak pernah jauh dari permasalahan sepele. Penyelesaian masalah dengan cara kekerasan. Permasalahan yang sebenarnya jika diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui proses musyawarah dan mufakat seharusnya mampu diredam tanpa harus dengan jalan kekerasan ketika semua mampu menahan ego masing-masing karena permasalahan tidak menyangkut hal yang prinsipil.

Kedatangan Etnik Bali pertama kali di Lampung Selatan. Menurut Intan Mas Jahidin (Tokoh Lampung) yang menjabat sebagai Kepala Nagari Kalianda (sekarang Bupati). Kedatangan mereka disambut dengan baik oleh Intan Mas Jahidin. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan asalnya di Pulau Bali. . Di tanah itu mereka mendirikan rumah dan bertani. Ada pula yang kemudian bergabung dengan warga suku lainnya. Di Lampung Selatan mereka kemudian mendirikan perkampungan Balinuraga. yaitu pada tahun 1963. mereka membawa lima belas kepala keluarga lainnya. Kemudian Intan Mas Jahidin memberikan mereka tanah masing-masing dua hektar untuk setiap kepala keluaraga. Ketika mereka kembali ke Lampung Selatan. Selama empat tahun sisa kepemimpinan Intan Mas. Pendapat diatas dapat dibuktikan dari awal sejarah keberadaan Etnik Bali di Lampung Selatan. dikarenakan rumah mereka hancur dan sudah tidak memiliki apa-apa di Pulau Bali.148 minatur Negara Republik Indonesia dimana penduduknya 80 persen terdiri dari etnik pendatang dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Baliagung. Mereka datang dengan tujuan untuk meminta bantuannya agar diperbolehkan tinggal dan melanjutkan hidup baru mereka di Lampung Selatan. ketika itu datang lima orang warga dari Pulau Bali ke kediaman Intan Mas Jahidin. beliau langsung mengiakan dan memperbolehkan mereka tinggal di Lampung Selatan. dan Balinapal. Intan Mas Jahidin kemudian memerintahkan mereka kembali ke Pulau Bali untuk membawa serta keluarga mereka ke Lampung Selatan. setidaknya ada lima belas ribu hektar tanah marga (tanah adat) yang diberikan kepada sekitar tujuh ribu kepala keluarga Etnik Bali.

149 seperti di Desa Sidoreno (bersama Etnik Jawa). Orang Lampung juga merelakan tanah marga miliknya diberikan kepada para pendatang. Kehidupan Etnik Lampung tidak hanya lekat dengan falsafah hidup nemui nyimah atau terbuka dan menerima tamu dengan baik. sedangkan pesenggiri memiliki makna bermoral tinggi. berjiwa besar. tahu diri. namun juga diwarnai pula dengan prinsip hidup yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari Etnik Lampung. Piil pesenggiri merupakan lambang kehormatan yang harus dipertahankan dan dijiwai oleh setiap Etnik Lampung. hidup terhormat. Penduduk asli (Etnik Lampung) belajar menanam padi dari Etnik Bali. tahu hak dan kewajiban. Piil pesenggiri memiliki makna sebagai sumber motivasi agar setiap orang dinamis dalam usaha memperjuangkan nilainilai positif. dan Sidomakmur. maka masyarakat Lampung berkewajiban untuk mengendalikan perilaku dan menjaga nama baiknya agar terhindar dari sikap dan perbuatan yang tidak terpuji. Sebagai konsekuensi untuk memperjuangkan dan mempertahankan kehormatan dalam kehidupan bermasyarakat. Palas. Upaya mempertahankan prinsif hidup piil pesenggiri yang telah ditanamkan sejak lahir dalam diri putra-putri Etnik Lampung ini sering dijadikan alasan Etnik Lampung melakukan perlawanan ketika mereka merasa harga dirinya terganggu. Piil sendiri memiliki makna sikap atau perilaku. sementara para pendatang (Etnik Bali) belajar berkebun dari Etnik Lampung. yaitu prinsip hidup piil pesenggiri. . dan dihargai di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Di awal kedatangannya mereka hidup harmonis dengan Etnik Lampung.

dan faktor yang memperburuk konflik. faktor yang memobilisasi massa.150 Dari dua orang responden yang terlibat dalam proses pengambilan data diperoleh hasil sebagai berikut: Pertama. harapan dan keinginan pasca perjanjian damai. . 2. dan upaya korban menghilangkan trauma dari konflik. yaitu faktor inti atau penyebab dasar konflik. Pelecehan seksual tersebut menimbulkan kemarahan pada Etnik Lampung. pengalaman traumatik yang dialami korban konflik. yaitu pandangan terhadap konflik yang terjadi. Ketiga. Peristiwa yang dianggap memicu konflik antara etnik Bali (Balinuraga) dengan Etnik Lampung (Agom) adalah peristiwa kecelakaan sepeda motor yang melibatkan pemuda dari Etnik Bali (Balinuraga) dengan gadis dari Etnik Lampung (Desa Agom dan Desa Negeri Pandan) yang diwarnai dengan pelecehan seksual terhadap korban. dampak dari trauma yang dialami saat konflik terjadi. dan motivasi integrasi. Fakta-fakta yang ditemukan menyangkut Akar Penyebab Konflik. faktor pemicu konflik. perubahan sikap pasca terjadinya konflik. Kedua. Faktor penyebab utama tejadinya konflik antara Etnik Bali (Balinuraga) dengan Etnik Lampung (Agom) disebabkan oleh perilaku warga Desa Balinuraga dalam hidup bermasyarakat yang dianggap menyinggung perasaan dan tidak sesuai dengan adat istiadat etnik pribumi (Etnik Lampung). adalah sebagai berikut: 1. dinamika psikologis korban konflik menyangkut empat aspek. akar penyebab konflik yang terjadi antara Etnik Bali (Balinuraga) dengan Etnik Lampung (Agom) dipengaruhi oleh empat aspek yang saling berkaitan satu sama lainnya.

Faktor yang memperburuk konflik antara Etnik Bali (Balinuraga) dengan Etnik Lampung (Agom). d) Pelanggaran atas perdamaian yang telah disepakati. serta belum ada penerapan sanksi yang tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar.151 3. yaitu: a) Dendam dari konflik-konflik sebelumnya yang melibatkan Etnik Balinuraga dengan desa-desa mayoritas Etnik Lampung dan sekitar Desa Balinuraga. namun tidak pernah menyentuh ke masyarakat ditataran lapangan yang langsung bersentuhan dengan konflik. c) Penyelesaian konflik-konflik terdahulu yang tidak pernah tuntas menyentuh sampai akar permasalahannya. serta turut menjadi korban yang dirugikan dari konflik yang ada. mengakibatkan konflik terulang kembali 4. b) Masalah ekonomi. yaitu perasaan sakit hati dari Etnik Lampung. Penyelesaian tampak hanya terselesaikan di permukaan saja dan di tataran elit tokoh kedua etnik. Faktor yang memobilisasi massa sehingga terlibat dalam konflik. menjadi pelaku konflik. yaitu: a) Proses mediasi atau perundingan damai terhadap penyelesaian masalah kasus kecelakaan yang melibatkan pemuda-pemudi dari kedua etnik yang tidak menemukan kesepakatan damai. karena banyak tanah penduduk milik pribumi yang beralih tangan kepada warga Desa Balinuraga melalui jerat hutang. pada konflik kerusuhan yang terjadi tanggal 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012. .

Proses pemulihan dari konflik yang berlangsung. Konflik hanya menimbulkan dampak kerugian di kedua belah pihak. dan dirasakan saat konflik terjadi. didengar. menyangkut peristiwa kekerasan yang dilihat. fakta-fakta yang ditemukan mengenai dinamika psikologis dan trauma akibat konflik adalah sebagai berikut : 1.152 b) Jatuhnya tiga korban meninggal dunia di pihak Etnik Lampung. Namun yang membedakan adalah trauma yang dialami Etnik Bali (Balinuraga) lebih besar. Menyangkut pandangan terhadap konflik yang terjadi. . Hal ini yang membuat kehidupan sehari-hari kedua etnik tidak langsung kembali berjalan normal di saat konflik mereda. memakan waktu cukup panjang dikarenakan mengangkut aspek psikologis. 3. Dampak trauma yang dialami pasca konflik mempengaruhi kedua etnik untuk beberapa saat dalam kehidupan sehari-hari. pada hari Minggu. Kedua. Pengalaman trauma yang dialami baik dipihak Etnik Bali (Balinuraga) maupun Etnik Lampung pada prinsifnya sama. 2. kedua narasumber dari penelitian ini baik dari pihak Etnik Bali (Balinuraga) maupun dari Etnik Lampung (Agom) pada dasarnya tidak menginginkan konflik terjadi di antara kedua etnik yang hidup bertetangga. tanggal 28 Oktober 2012 memicu kemarahan yang lebih besar di pihak Etnik Lampung. dikarenakan masyarakat Balinuraga berada pada posisi yang kalah dan menanggung kerugian paling besar dalam konflik yang terjadi pada tanggal 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012.

kedua narasumber yang mewakili kedua etnik yang berkonflik. Dimana kondisi pemuda jauh lebih baik. saudara. Ketiga. ugal-ugalan dalam berkendaraan sangat berkurang. Upaya korban pulih dari konflik. Kedua etnik lebih berhati-hati dalam mencegah munculnya percikan-percikan . tampak kedua etnik sama-sama berupaya saling menjaga kondisi ketertiban umum yang telah terbangun. merupakan kunci untuk mereka bisa bangkit dan kembali hidup normal seperti semula. harapan-harapan dari konflik yang terjadi. dan jauh lebih religius dibanding sebelum kejadian. mereka cenderung lebih sopan. dan sahabat dianggap sangat membantu mereka untuk pulih dari konflik. Sedangkan untuk kondisi secara umum yang terlihat diantara keduanya. Fakta mengenai kondisi perubahan perilaku yang jauh lebih positif pasca konflik. yaitu sebagai berikut: 1. Namun. dan hiburan yang diberikan oleh keluarga. dorongan semangat. menganggap bahwa segala bentuk bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan relawan-relawan disaat konflik baru mereda dianggap cukup membantu mereka untuk sejenak melupakan kesedihan dari konflik yang terjadi. bahwa dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut. dan motivasi integrasi dalam kehidupan sehari-hari. Konflik telah menyadarkan mereka atas kekeliruan yang telah dilakukan selama ini. Kedua narasumber juga mengungkapkan hal yang sama. di saat segala jenis bantuan sudah mulai tidak ada. motivasi. yaitu perubahan tersebut terutama dialami dan dirasakan pada pihak Etnik Balinuraga.153 4. fakta-fakta yang ditemukan mengenai kondisi perubahan perilaku yang positif pasca konflik.

154 permasalah yang dapat memicu timbulnya konflik dengan saling mawas diri dan waspada terhadap kelompoknya masing-masing dengan melakukan kontrol yang sangat ketat terhadap perilaku pemuda dari kedua etnik yang ada oleh tokoh masyarakat serta orang tua masing-masing. orang Madura dan orang Jawa . Sehingga peluang untuk terciptanya kehidupan harmonis dan selaras merupakan sebuah keniscayaan yang seharusnya diperjuangkan. dan etnosentrisme Etnik Orang Dayak dimana perkembangan perekonomian di Kalimantan Barat. nyaman. Fakta mengenai harapan pasca konflik terjadi. Mereka ingin dapat hidup berdampingan secara normal dan dapat bekerja sama dalam segala aspek kehidupan untuk mewujudkan masyarakat Lampung Selatan yang lebih maju dan lebih baik dalam kerangka keragaman etnik dan budaya didalamnya. yaitu Etnik Bali (Balinuraga) maupun Etnik Lampung motivasi integrasi masihlah sangatlah besar. Fakta-fakta yang ada memunculkan kesimpulan bahwa motivasi integrasi dari kedua etnik yang ada.Y yang dimuat dalam Jurnal Psikologi tahun 2004 yang berjudul Pertikaian Kelompok Etnik di Kalimantan Barat: Tinjauan Berdasarkan Teori Identitas Sosial yang menyimpulkan bahwa kondisi ekonomi. memunculkan fakta-fakta lapangan yang hampir serupa dengan kesimpulan penelitian Praswati C. 3. Kedua narasumber secara garis besar sama-sama memaparkan bahwa mereka menginginkan kondisi yang jauh lebih aman. self-esteem. 2. dan tentram dengan saling mengedepankan toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di antara kedua etnik. Hasil dari penelitian ini.

dan etnosentrisme menjadi faktor dominan yang mengakibatkan konflik terjadi. hal ini memunculkan stereotyping negatif terhadap Etnik Balinuraga di mata Etnik Lampung. Kondisi ini membuat rentan untuk terjadinya pertikaian. mereka merasa harga diri mereka telah dilecehkan dan menjadi inferior di tanah sendiri. Kondisi ini memuncul etnosentrisme pada Etnik Lampung. Proses ini melahirkan fenomena etnosentrisme pada orang Dayak. Sejalan dengan itu.155 sebagai pendatang mengalami perkembangan perekonomian yang cukup pesat. dalam banyak hal kesejahteraan mereka jelas kurang berkembang dibandingkan lainnya. Dalam interaksi antar kelompok kesenjangan ekonomi ini jelas terlihat. stereotyping. dimana kesenjangan sosial. dan etnosentrisme pada Etnik Lampung turut memicu terjadinya konflik. penelitian ini juga mengungkap fakta yang hampir serupa. mereka menjadi merasa perlu meninggikan kelompoknya dalam upaya untuk . Pada konflik antara Etnik Balinuraga dengan Etnik Lampung faktor self-esteem. Berdasarkan teori identitas sosial. self-esteem. Secara obyektif. stereotyping. penuh bias dan inferior. mereka menjadi merasa perlu meninggikan kelompoknya dalam upaya untuk mendapatkan perbandingan sosial yang lebih menyenangkan. mereka akan melihat kelompoknya cenderung lebih superior dan melihat kelompok lain secara stereotyping. Hal ini membuat orang Dayak cukup sulit untuk menyimpulkan perbandingan yang positif dengan kelompok lainnya. secara teoritis self-esteem mereka terusik. yang disebabkan perilaku superior Etnik Balinuraga yang merasa kondisinya lebih baik dibandingkan Etnik Lampung. Pada kondisi ini. Etnik Lampung merasa self-esteemnya terganggu.

Konflik antara Etnik Bali (Balinuraga) dengan Etnik Lampung (Agom) tidak terjadi secara tiba-tiba. rentetan peristiwa konflik sebelumnya yaitu Konflik di Marga Catur dan Konflik di Napal menjadi jalan pembuka dari konflik ini. Serta alasan yang banyak dikemukakan . Dikarenakan jika kita melihat kronologis kejadian konflik antara Etnik Balinuraga dan Etnik Lampung. Dalam hitungan jam saja. pada malam tanggal 27 Oktober 2012 massa yang berkumpul menunggu untuk masuk ke Desa Balinuraga sudah ada lebih dari dua ribu orang yang berasal dari berbagai desa. Kunci untuk melihat konflik ini yaitu adanya fakta bahwa mobilisasi massa berlangsung sangat cepat. konflik ini hanya dipicu oleh permasalahan sepele yang melibatkan pemuda-pemudi dari kedua etnik yang ada. secara solidaritas. tidak hanya dari desa Etnik Lampung yang terlibat langsung. dan tanpa digerakan. Konflik berusaha dicegah melalui penyelesaian secara kekeluargaan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dari desa yang terlibat. sejak permasalahan pemuda-pemudi dari kedua etnik baru muncul kepermukaan sampai sekitar tengah malam. sehingga menganggap etniknya harus lebih superior dibandingkan etnik Bali dan tindakantindakan yang lebih agresif dirasa perlu dilakukan untuk mengembalikan selfesteem mereka. Hal ini tergambar jelas bila kita melihat urutan kejadian yang terjadi sebelumnya. yaitu Desa Agom dan Desa Balinuraga. Konflik Balinuraga merupakan puncak gunung es dari kompetisi superioritas diantara keduanya. pada tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2012.156 mendapatkan perbandingan sosial yang lebih menyenangkan. tanggal 27 Oktober 2012 yang tidak menghasilkan kata sepakat.

bahkan dari luar Provinsi Lampung. menyelesaikan permasalahan dengan jalan kekerasan. Aparat Desa Balinuraga. di mana Desa Balinuraga boleh dikatakan hancur parah diserang oleh tiga puluh ribuan massa. Kejadian pada hari kedua. binatang ternak dibunuh. Agom. serta dominasi ekonomi yang menggeser etnik pribumi. sehingga massa yang ikut berperang tidak hanya dari Desa Agom. dan desa Negeri Pandan sudah . Tanaman pertanian dan perkebunan juga ikut dirusak.157 dari etnik Lampung mengenai persoalan harga diri yang menyangkut self-esteem dan streotype negative terhadap etnik Bali yang suka merusak. tanggal 28 Oktober 2012. Sehingga muncul reaksi pembelaan untuk mempertahankan superioritas etnik pribumi. Fungsi pencegahan/ peacekeeping sejak konflik terjadi sudah dilakukan oleh aparat desa maupun aparat keamanan. yang mengakibatkan tiga orang korban meninggal dunia dari Etnik Lampung menyebabkan dorongan etnosentrisme tersebut berlipat-lipat. Aparat pemerintahan dan keamanan. memicu konflik. Kemarahan tersebut memuncak pada tanggal 29 Oktober 2012. sembilan korban meninggal dunia di pihak Etnik Bali (Balinuraga) (berdasarkan data yang dirilis dalam surat permohonan maaf dan perjanjian damai). Penyerangan tersebut mengakibatkan 395 rumah di Desa Balinuraga dirusak dan dibakar. harta benda warga Desa Balinuraga banyak yang dibakar dan dijarah oleh massa penyerang yang mengatasnamakan Etnik Lampung. meluas melibatkan Etnik Lampung lainnya yang ada di Kabupaten Lampung Selatan dari berbagai desa dan kemudian makin meluas melibatkan Etnik Lampung lainnya diluar Kabupaten Lampung Selatan. berdasarkan kronologis fakta yang ada sebenarnya sudah menjalankan perannya sesuai fungsinya.

Hari ketiga.158 melakukan negoisasi untuk mencari penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan. Pencegahan tersebut kemudian dilanjutkan bersama aparat kepolisian beserta Kepala Desa Agom dengan menyetop massa yang sedang bergerak dari Desa Agom menuju ke Desa Balinuraga di Pasar Patok. Peristiwa ini memicu konflik lanjutan dengan jumlah massa dari Etnik Lampung yang lebih banyak. bentrokan antara kedua etnik tetap terjadi. Minggu. massa berhasil sampai ke Desa Balinuraga. Aparat Desa Agom juga sudah berusaha menahan massa untuk tidak melakukan penyerangan. kemudian terjadi konflik kekerasan pertama antara Etnik Lampung dan Etnik Bali (Balinuraga) yang mengakibatkan satu kendaraan roda dua dibakar dan beberapa orang mengalami luka-luka. 28 Oktober 2012 tidak luput juga dari pencegahan aparat. Namun dikarenakan jumlah aparat kalah banyak dibandingkan massa Etnik Lampung. Peristiwa pada hari kedua. Pada hari Minggu itu jatuh korban tiga orang meninggal dunia di pihak Etnik Lampung. 29 Oktober 2012. Senin. Namun konflik ternyata tidak dapat dicegah. Aparat telah memblokade massa dengan melakukan penjagaan dengan memasang kawat berduri serta menerjunkan ribuan aparat untuk mencegah massa masuk ke Desa Balinuraga di wilayah perbatasan Desa Balinuraga dan Desa Sidoreno. dalam hal ini Polda Banten. penjagaan oleh aparat untuk mencegah konflik tidak berkurang dan justru bertambah dengan hadirnya aparat dari luar Polda Lampung. Aparat melakukan pencegahan dengan tetap melakukan blokade massa dengan memasang kawat berduri dan menurukan aparat bersenjatakan lengkap diperbatasan Desa Balinuraga dengan .

159 Desa Sidorena untuk mencegah massa agar tidak masuk ke Desa Balinuraga. Ketika korban sudah banyak berjatuhan. aparat juga masih berusaha mencegah agar tidak semua massa bisa masuk ke Desa Balinuraga. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. menerjunkan aparat untuk memblokade jalan masuk. Blokade jalan dengan memasang kawat berduri. aparat hanya bisa menghimbau massa untuk menghentikan aksinya. sehingga massa dari luar dapat bergabung dengan massa yang sudah ada di Desa Agom. Konsentrasi aparat yang terpecah. Namun lagi-lagi jumlah massa aparat yang kalah banyak dibandingkan massa penyerang. wilayah Kota Bandar Lampung. Ketika massa sudah berhasil masuk. Setelah kekerasan fisik yang terjadi secara langsung mulai mereda dan massa mulai meninggalkan Desa Balinuraga. Pemerintah Provinsi Lampung. Sementara aparat hanya bisa melihat saja bentrokan langsung antara Etnik Lampung dengan Etnik Balinuraga di Desa Balinuraga. membuat aparat hanya bisa berusaha menahan massa agar tidak semuanya masuk. Selain itu pencegahan yang dilakukan aparat dengan melakukan blokade jalan masuk ke Desa Agom di Simpang Tiga Way Arong. serta sweeping terhadap segala jenis senjata yang dibawa massa penyerang. membuat aparat memilih mundur untuk menghindari bentrokan. Tujuan dari mengungsikan warga Desa Balinuraga adalah agar ada jarak yang cukup jauh untuk kedua etnik kembali berperang. aparat melakukan evakuasi dengan mengeluarkan Etnik Balinuraga untuk diungsikan ke Sekolah Polisi Negara (SPN) di daerah Kemiling. Setelah itu. serta . aparat pemerintah baik pemerintah pusat.

telah menghasilkan dua macam resolusi. dengan ditandatanganinya pernyataan permohonan maaf dari Etnik Bali kepada Etnik Lampung dan ditandatanganinya surat perjanjian damai antara keduanya. menyangkut poin pertama. surat permohonan maaf dan surat perjanjian damai yang ditanda-tangani oleh tokoh kedua belah pihak dilanjutkan dengan Deklarasi Perjanjian Damai menjadi bukti .160 berbagai unsur stake holder yang ada. penentuan nasib sendiri. resolusi konflik dapat dilihat sebagai serangkaian strategi yang dapat digunakan untuk mendorong kepuasan kebutuhan manusia untuk keamanan. mengoreksi diri. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Ronald Fisher (1994: 13) yang memfokuskan penelitiannya pada konflik etnis. Menurut Christie (1997: 12). dan berkelanjutan di masa mendatang”. Baginya resolusi konflik mengacu kepada proses transformasi konflik dari situasi yang saling merusak ke dalam salah satu situasi yang “mandiri. Pada tanggal. berusaha mempertemukan tokoh dari kedua etnik untuk duduk dalam satu meja untuk melakukan perundingan damai (peacemaking). Kanada. dan New Zeland. khususnya di Siprus. Proses ini berlanjut dengan Deklarasi Perjanjian Damai yang disaksikan seluruh masyarakat dari kedua etnik yang ada dan terlibat konflik serta perwakilan warga desa sekitar yang ada di kabupaten Lampung Selatan. 4 November perundingan damai antara kedua etnik terjadi. dan kualitas hidup. Proses transformasi konflik ke kondisi damai dalam kasus yang terjadi antara Etnik Bali dan Etnik Lampung dengan memahami akar konflik yang terjadi. Dalam hal ini. identitas. resolusi konflik yang bersifat kelompok. yaitu resolusi konflik yang bersifat kelompok dan resolusi konflik yang bersifat subyek.

Pada subyek yang menjadi narasumber dalam penelitian ini. dan berkelanjutan di masa mendatang”.161 bahwa resolusi konflik diantara masing-masing kelompok telah tercapai. untuk sama-sama mengakhiri konflik baik dalam posisi sebagai anggota kelompok maupun sebagai individu. mengoreksi diri. bila . menuju kondisi yang “mandiri. lebih berupa sarana untuk mensosialisasikan serta memberi penyadaran kepada seluruh masyarakat yang ada. Deklarasi perdamaian sendiri. sehingga tidak ada salah satu kelompok yang diposisikan sebagai pihak yang menang dan pihak yang kalah. lebih mengedepankan solusi untuk membangun perdamaian dengan kedua kelompok saling memaafkan satu sama lainnya sehingga tidak ada personal dari kedua kelompok yang ditetapkan menjadi tersangka atas hilangnya harta benda dan nyawa pada konflik kerusuhan tanggal 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012. resolusi konflik ditandai dengan transformasi dari kondisi yang saling merusak antara satu sama lain. Perjanjian tersebut berisi tentang cara-cara penyelesaian perdamaian di masa mendatang bila terjadi perselisihan di antara kedua kelompok etnik. bisa dikatakan bahwa subyek telah mengalami transformasi dari konflik ke damai. hal ini bisa dilihat dari gejala-gejala psikologis yang ditunjukan oleh kedua subyek. Resolusi konflik ini berupa kesepakatan yang mengikat satu-sama lainnya dengan mengedepankan pendekatan win-win solution. Isi perjanjian damai. Kondisi subyek yang menjadi narasumber penelitian ini. Kedua belah pihak bersepakat mengakhiri konflik kekerasan dengan mengambil jalan tengah. Bila kita mengacu kepada penjelasan Ronald Fisher (1994: 13).

Bila kita memandang dari aspek mengoreksi diri. juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki dendam serta . Mereka sama-sama memandang bahwa ada provokator yang sengaja mengadu domba kedua belah pihak. yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di UPTD Pendidikan Kecamatan Sidomulyo. Kedua narasumber juga menganggap kejadian ini sebagai musibah. Hal ini juga diperkuat dengan jawaban subyek ketika ditanya apakah konflik yang telah terjadi membuat subyek memilih untuk pindah dari Desa Balinuraga. Aktivitas subyek juga telah kembali seperti semula. Di saat penelitian dilakukan subyek sudah tidak tergantung lagi dari bantuan-bantuan yang ada dan juga tampak tidak ada lagi bantuan yang diberikan. masing-masing tidak pernah menginginkan terjadinya konflik yang berujung kerusuhan. Lampung Selatan. petani. subyek SRM menanggapinya dengan mengatakan saya tidak pernah berfikir untuk pindah dari Desa Balinuraga. Keyakinan akan keamanan di lingkungan ditunjukan subyek (SRM) yang sudah berani berkunjung dan melewati Desa Agom serta desa-desa lainnya yang mayoritas berasal dari Etnik Lampung.162 dipandang dari aspek kemandirian bisa dikatakan sudah mandiri. baik itu narasumber dari Etnik Bali (SRM). Selain itu subyek sendiri sudah merasa kondisi keamanan telah jauh lebih baik. Narasumber etnik Bali (SRM). maupun subyek (HRB) yang bekerja sebagai kepala dusun. tidak tampak lagi ada rasa takut terjadi kembali penyerangan. kedua subyek menyatakan bahwa perasaan penyesalan terhadap konflik yang terjadi sudah tampak sejak Deklarasi Perjanjian Damai. mereka telah membaur kembali menjadi satu dalam kondisi yang sama-sama perihatin. Subyek telah mampu kembali membangun rumah tempat subyek tinggal. dan tukang ojek.

yaitu berkelanjutan di masa mendatang. Subyek justru menganggap bahwa konflik yang terjadi harus dijadikan sebagai sarana introspeksi diri. bukan hal yang mustahil. Untuk dapat menilai secara utuh tentang apakah perdamaian sudah terjadi secara menyeluruh butuh waktu yang sangat panjang. Hal tersebut yang membuat ia merasa bahwa steriotype atau pandangannya terhadap Etnik Lampung. terutama terhadap orang-orang yang sebelum kejadian sudah menjalin interaksi yang baik dengan dirinya tidak berubah.163 telah memaafkan pihak-pihak yang mengakibatkan ia menjadi korban konflik. tidak ada alasan untuk menjauhkan diri dari mereka. Tampak sekali harapan-harapan mereka bahwa agar konflik tidak kembali terulang. Namun indikasi-indikasi yang mengarah kepada perdamaian yang total. Subyek (SRM) juga menyatakan bahwakonflik juga membawa hikmah yang besar. dimana ia dan kelompoknya menjadi lebih dekat dekan Tuhan Yang Maha Esa. perdamaian yang utuh nampak jelas menjadi sebuah harapan di diri masing-masing narasumber. Kemudian aspek yang ketiga menurut Ronald Fisher. masing-masing individu telah belajar banyak dari konflik yang terjadi. tidak hanya untuk dirinya sendiri namun untuk kelompoknya juga. serta adanya itikad di masing-masing individu untuk memperbaiki perilakunya untuk mencegah terulangnya kembali konflik yang sama. . Ia merasa hubungannya tetap baik. dikarenakan masing-masing individu sudah saling memaafkan kesalahan masing-masing dan sangat berharap mereka mampu hidup berdampingan secara damai. konflik dipandang hanya menimbulkan kehancuran. serta mampu bekerja sama dengan lebih baik.

baik dalam prinsif nilai maupun dalam mekanisme kelembagaan. yang membedakan hanyalah asal usul etniknya saja. Tanpa ruang yang memadai . dalam hal ini perlu dikembangkan untuk menemukan model dan kerangka kerja kelembagaan pasca konflik. dan bekerjasama. development.13. merupakan bagian dari masyarakat Lampung. Kaitan perdamaian. dan demokrasi (peace. 2009) menjelaskan bahwa pembangunan perdamaian yang didalamnya memadukan prinsip-prinsip nilai pembangunan. Penelitian Qodir Zully (yang dimuat dalam Jurnal UNISIA Vol XXXI. Juli. juga mengungkapkan bahwa dalam konteks rumitnya konflik kekerasan SARA yang seperti itu. perdamaian.68. memahami. 2008). and democracy linkages). No. Hasil penelitian Trijono Lambang (yang dimuat dalam Jurnal Sosial Politik Vol. pembangunan. maka negara sudah seharusnya memberikan ruang yang lebih memadai untuk terjadinya proses dialektika antar kelompok di masyarakat sehingga antara satu komunitas dengan komunitas lainnya dapat saling menghargai. Pendekatan budaya dilakukan dalam upaya menjaga kondisi damai yang telah terwujud. Simbol ini ditujukan untuk menjelaskan bahwa pada hakikatnya Etnik Bali yang ada di Lampung.164 Kondisi yang menggambarkan bahwa sudah terjadi transformasi dari kondisi konflik ke kondisi damai ditunjukan dengan penggunaan simbol-simbol pasca perdamaian yang tampak dari penggunaan Lambang Siger Lampung pada gapura Etnik Balinuraga. Juni. dibutuhkan pengembangan kelembagaan pembangunan perdamaian yang bekerja dengan pendekatan komprehensif pembangunan perdamaian. dan demokrasi saling berkaitan. Sejalan dengan usaha untuk menciptakan kedamaian paska konflik.

Relawan berperan dalam penyembuhan trauma konflik . memicu konflik yang lebih besar pada 29 Oktober 2012 Kondisi Sekarang (Saat Penelitian) a. Laskar Merah Putih berperan dalam perdamaian kedua etnik. Tabel 4.1.165 untuk seluruh elemen masyarakat yang akan terjadi adalah munculnya kekuatankekuatan baru yang akan menumbuhkan konflik kekerasan di masa yang akan datang. 28 Oktober 2012. provinsi. bukan hanya kelompoknya sendiri. pemukiman yang rusak sudah dibangun Aktivitas masyarakat sudah berangsur normal Proses Perdamaian - Peran aparat Kepolisian dan TNI mencegah dan meredam konflik dilapangan Pemerintah pusat. Negara harus bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang damai dan agama menjadi rahmat bagi semua. Forum Komunikasi Lampung Selatan. Alur Konflik Kerusuhan Antara Etnik Bali dan Etnik Lampung Di Lampung Selatan Akar Penyebab Konflik - Konflik 27 sampai 29 Oktober 2012 Perilaku Brutal etnik Bali (Balinuraga) Dendam Konflik Masa Lalu Penguasaan tanah pribumi yang berpindah tangan ke etnik Bali Sikap etnik Bali yang tidak membaur dengan masyarakat pribumi - - Kecelakaan sepeda motor yang disertai pelecehan seksual oleh pemuda Balinuraga Kepala Desa Agom tidak mau membayar uang pengobatan yang diminta pihak korban Terbunuhnya tiga korban meninggal dunia dipihak Etnik Lampung. c. Sosial Perubahan sikap yang lebih positif Masyarakat sudah kembali berinteraksi Personal Trauma pada korban sudah hilang Korban sudah kembali beraktifitas secara normal Umum Kondisi sudah pulih. b. Tokoh Adat Lampung. dan daerah sebagai pihak yang memediasi Tokoh Adat Bali.

Penyelesaian konflik-konflik terdahulu yang tidak pernah tuntas menyentuh sampai akar permasalahan konflik. Penyelesaian konflik tampak hanya terselesaikan di permukaan saja dan ditataran elit tokoh kedua etnik. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan antara satu sama lain.1. Faktor yang memperkuat (sekunder). yaitu perasaan sakit hati dari Etnik Lampung. Akar penyebab utama (primer).166 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5. karena banyak tanah penduduk yang beralih tangan kepada warga Desa Balinuraga melalui jerat hutang. 2. yaitu: a. namun tidak pernah menyentuh ke masyarakat di tataran lapangan yang langsung . yaitu perilaku Etnik Bali (Balinuraga) dalam hidup bermasyarakat yang dianggap menyinggung perasaan dan tidak sesuai dengan adat istiadat etnik pribumi (Etnik Lampung). Simpulan Hasil penelitian disimpulkan bahwa konflik yang terjadi antara Etnik Bali (Balinuraga) dan Etnik Lampung (Agom) pada tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2012 disebabkan oleh satu akar penyebab utama dengan beberapa faktor yang memperkuat. Dendam dari konflik-konflik sebelumnya yang melibatkan Etnik Bali (Balinuraga) dengan desa-desa mayoritas Etnik Lampung di sekitar Desa Balinuraga. c. Masalah ekonomi. yaitu: 1. b.

Resolusi konflik pada setiap individu yang terlibat dalam konflik dan proses pemaafan timbul saat kondisi kembali menjadi positif. Peran dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Keberhasilan tersebut dapat dicapai melalui kerjasama yang baik dari berbagai unsur. Pemahaman akan akar penyebab konflik dapat menjadi bahan sosialiasi tokoh-tokoh adat dan lembaga adat beserta berbagai lembaga sosial masyarakat dan paguyuban masyarakat yang ada. Didukung pula oleh berbagai lembaga sosial masyarakat dan paguyuban masyarakat. Kondisi positif ini ditentukan oleh seberapa jauh pemahaman . serta turut menjadi korban yang dirugikan dari konflik yang ada. baik pemerintah. aparat keamanan. pimpinan-pimpinan kelompok. dalam rangka memberikan penyadaran kepada masyarakat dan memulihkan mental masyarakat agar dapat memandang konflik dari sudut pandang yang positif. Proses perdamaian dapat dikatakan berhasil bila terciptanya resolusi konflik baik secara kelompok dan yuridis atau hukum maupun resolusi langsung pada korban konflik. menjadi pelaku konflik.167 bersentuhan dengan konflik. d. Pelanggaran atas perdamaian yang telah disepakati serta belum ada penerapan sanksi yang tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar dan mengakibatkan konflik terulang kembali. tokoh agama. aparat keamanan. dan budayawan. dan lembaga-lembaga masyarakat dalam menengahi konflik yang terjadi dengan mempertemukan tokoh-tokoh dari kedua kelompok etnik sehingga tercapai resolusi konflik kelompok berupa perjanjian damai yang diikuti dengan permohonan maaf secara tertulis dari kedua etnik yang berkonflik.

Individu yang terlibat dalam konflik harus melihat permasalahan secara obyektif untuk dapat memahami permasalahan secara utuh. yaitu: 1. menyelidiki permasalahan secara komprehensif bila terdapat permasalahan sehingga terdapat keseimbangan informasi yang menutup peluang hadirnya provokator yang memperkeruh konflik yang ada. Sikap tidak membatasi diri terhadap perbedaan serta tidak menonjolkan rasa kesukuan yang berlebihan dan mau menerima perbedaan dapat memperkecil kemungkinan timbulnya konflik. 2. Tidak saling . stereotype. 1. Konflik dapat dihindari dengan mengedepankan nilai-nilai persamaan di antara kedua etnik yang ada agar tidak timbul prasangka yang salah dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap etnik lainnya. atribusi.2. Saran bagi kelompok yang bertikai agar lebih menjalin komunikasi yang baik. dan mispersepsi di antara masyarakat. berkaca dari konflik kerusuhan yang terjadi antara Etnik Bali dan Etnik Lampung. Saran-Saran Saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini. menjalin kerja sama ekonomi yang baik dan saling menguntungkan.168 setiap individu tentang akar penyebab timbulnya konflik. Saran bagi individu yang terlibat konflik. Sehingga kemajuan bisa dirasakan kedua belah pihak dengan mengurangi isu-isu yang menimbulkan prasangka. Hal tersebut sangat menentukan kondisi setiap individu untuk dapat bangkit dari konflik. Proses memberikan pemahaman tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan pasca konflik.

sehingga aparat tidak terlambat dalam bertindak. . Penelitian mengenai konflik memiliki cakupan sangat luas. Saran untuk pemerintah dan aparat keamanan agar berusaha mencegah konflik sejak dini dan menanggapi isu-isu beredar secara cepat dan tepat. Saran untuk peneliti lainnya yang akan melakukan penelitian sejenis agar melakukan penelitian secara lebih mendalam. Menyelesaikan permasalahan sejak dini dengan cara kekeluargaan. dimana lebih mengedepankan solusi yang menguntungkan satu sama lainnya.169 mendominasi satu sama lainnya dan lebih mengedepankan sikap saling melengkapi. Melakukan pendekatan yang intens dengan tokoh-tokoh yang ada dari berbagai unsur agar segala tindak tanduk kelompok dapat secara ketat diawasi. 4. sehingga diperlukan waktu yang lebih banyak untuk dapat mendalaminya. 3. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai upaya untuk mengontrol perilaku dan emosi.

ac. Penguatan Peace-Building Melalui Sosialisasi Perdamaian dan Community.id/ [accessed 10/01/2011] Ancok.marion. USA. J. Chang. 2004. Dimensi Etis Konflik Sosial. Wagner.or. What is peace psychology the psychology of ? Journal of social issues 62 (1). R. D. R.staff.peace. Geographic Journal Boeree. Chaplin. _________. Brown. 2007. Kompas Cyber Media.com/. R. Online at http://academic. 2012. 2005. dalam Peace. Online at http:dorismanurcahaya.ugm.blogspot. A. A. Jakarta: Empowerment CSRC UIN Syarif Hidayatullah.R dan Byrne D. Aziz.C. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.P. 2007.com [accessed 10/01/2011] Baron. Jakarta: CSRC UIN Syarif Hidayatullah. On Line at http://www. Yogyakarta: Prismasophie.blogspot. G.D. On Line at http://ancok. Jakarta: Erlangga. D. 2001.id/main/psikologi-dan-perdamaian/ [accessed 20/12/2012] Asy‟arie. Jakarta: Raja Grafindo.ohio- .J. Kamus Lengkap Psikologi.kompas. Psikologi Sosial-Jilid I. Online at Al-Makassary.com/ [accessed 20/01/2013] Bali. 2001.V. Prentice Hall. Yogyakarta: WIHDAH PRESS. W. & Winter. and Violence: Peace Psychology for the 21 Century. Belajar Kerendahan Hati Dari http://sarwabali.N. Dasar-Dasar Psikologi Sosial. M. Pendidikan Multikultural dan Konflik Bangsa. 2009.S. Bebbington. 2004. 2005. “Trauma Lampung Berdarah “Di Balik Manuver Hendro Priyono”.com/html/ [accessed 22/12/2012] Christie. Djamaludin. Introduction to Peace Psychology. Prejudice Menangani “Prasangka dari Perspektif Psikologi Sosial.html/ [accessed 15/01/2013] Awwas.kompas. A. Online at http://www.1-17. 2006. 2007. Kompas Cyber Media. 2006.csrc. Online at http://www.S. G. 2000. Conflict. Psikologi dan Perdamaian. Social Capitaland RuralIntensification: Local Organization and Islands of Sustainability in the Rural Andes. Peace Building Untuk Masyarakat Indonesia Paska Konflik: Suatu Kerangka Konseptual Untuk Aksi. Irfan.170 DAFTAR PUSTAKA Adhy.

co.com/2011/07/18/konflik-antar-kelompokperspektif-psikologi-sosial/ [accessed 10/01/2013] Jamil. Indonesia Diambang Perpecahan? Jakarta: Erlangga. 2007. Lestari Mutiara. 2011.html/ 15/01/2013] [accessed ESC. Konflik Antar Kelompok: Perspektif Psikologi Sosial.edu/dchristie/Peace%20Psychology%20Book. Online at http://books.ac. M.wordpress.google. Kompleksitas Konflik Lampung. Pembangunan Perdamaian Paska Konflik: Demokrasi dan Pengembangan Kelembagaan di Indonesia.id/perang-etnik-di-lampung-sebuah-dendamlama/ [accessed 20/01/2013] . 2000. London. Syamsuddin.W.merdeka. dan Jhonson. 2002.N dan Barongan.id/books? [accessed 15/01/2013] Ivan. Online at www. dan Spangle. 2011. 2012.html/ [accessed 24/01/2013] Lintas Berita. Prentice Hall. No.co. D.id. Joining Together Group Theory and Group Skills (seventh edition). Online at http://ugm. 13. F. Online at http://www. Mukhsin. [accessed 15/01/2013] Kompas. Trijono.com/peristiwa/5-kasus-kekerasan-horisontalterburuk-versi-lsi. Online at http://www.html?topic/ [accessed 20/01/2013] Haris. Juli 2009. Sage Publications. Semarang: Walisongo Mediation Center. Collaborative Approaches To Resolving Conflict.C. Tragedi Mesuji : Pihak Perusahaan Dinilai Picu Kekerasan. 1999. G. 2009.web.P. Online at http://vano2000. M.comkompleksitaskonfliklampung.1. Jhonson. Online at http://m.id/index. 2000. Online at http://www. M.html/ [accessed 25/01/2013] Lambang.studymode. Online at http://books.lintasberita. 5 Kasus Kekerasan Horinsontal Terburuk Versi LSI.google.W. Humas UGM.171 state. USA. Multicultural Psychology. 2012. USA.com/essays/MulticulturalPsychology-Paper-362872. C.kompas.com/home/tragedi-mesuji-pihakperusahaan-dinilai-picu kekerasan/14999 [accessed 20/01/2013] Hall. Perang Etnik Di Lampung Sebuah Dendam Lama. 2012. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol.php?page=rilis&artikel=5064/[accessed 14/01/2013] Isenhart. 21-42. Pakar UGM: Konflik Lampung Bagian Dari Konflik Sebelumnya.suarapembaruan. Mengelola Konflik Membangun Damai. Allyn and Bacon.

2012. Pertikaian Kelompok Etnik Di Kalimantan Barat: Tinjauan Berdasarkan Teori Identitas Sosial. _________. Social Cognition Understanding Self and Others. C. 76-85. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bandung: Kepustakaan Eja Insani. 2007. _________. 2001. Kondisi Lampung Selatan Mulai Kondusif.K. Praswati.G dan Rubin J. Kewarganegaraan.html/ [accessed 14/01/2013] Qodir. Mengungkap Selubung Kekerasan. Jakarta: PT.com/read/417894/kondisi-lampung-selatan-mulaikondusif/ [accessed 10/11/2012] Mahfud. 2004. 2005. No. 143-155. Peace And Colflict: Journal of Peace Psychology.Z. Ulun Lampung Miskin. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Poerwandari. Teori-Teori Psikologi Sosial. . Yogyakarta: UNISA Rivera 2004.A. Online at http://news. Bandung: Alfabeta. W.blogspot. Jakarta: Lembaga Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.2.172 Liputan 6. Teori Konflik Sosial. K. Ulun Lampung Online at http://ulunlampung. 2011.com/2007/01/ulun-lampung-miskin. Moskowitz. Kebhinekaan. 2007. 2012. Putra. Jurnal Psikologi Sosial Volume 34. Pruit. Nonviolence Within Cultures of Peace. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Moleong. Raja Grafindo. 95-100. NewYork. Pendidikan Multikultural. 2001. 1998.M. Patilima. H.G.Y. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. 2011. 2008. Z. dan Multikulturalisme. 10 (2). B. D.L. D. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2004. Choirul. E.S. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Mayton II. Assesing Cultures of Peace.liputan6. Telaah Filsafat Manusia. J. Peace and Conflict: Journal of Peace Psychology. 7(2). Sarwono.

files. B & Pasya. Dari Streotif Etnis Ke Konflik Etnis. (Edisi Revisi). 2008. Online at [accessed 25/01/2013] at http://id. Orang Indonesia.B. Raja Grafindo. Online http://id.org/wiki/Suku_Bali/ Yudha.173 __________.SukuBali.2. Warga Bali.co/read/news/2012/03/27/058392833/Protes-PatungBupati-Pagaralam-Berakhir-Ricuh/[accessed 10/11/2012] Tripod. Online at http://www. Provinsi Lampung. 2004.com/Warga_Bali.wikipedia. 2012. ________ 2008. Jakarta: PT. W. Perspektif Sejarah Status Kawasan Hutan. 2002. . Jakarta: Raja Grafindo Persada. Konflik Antar Kelompok Perspektif Psikologi Sosial. Lampung Barat. Studi Kasus. (2008).org/wiki/Suku_Lampung/ [accessed 25/01/2013] _________. K. Wikipedia. 2012. 2013. SukuLampung. W. 2012.L. Protes Patung Bupati Pagaralam Berakhir Ricuh. Agrivita Vol 26 No. Swanstrom dan Weissmann. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup. 2005.tempo. Mediasi Penyelesaian Konflik Horizontal Di Maluku.com/korban-lampung-14-tewas-bentrok-lain-di-3daerah/ [accessed 14/01/2013] Yin. Online http://baliantiqueco. No.wordpress [accessed 20/01/2013] Tempo. 76-85. 2013. Online at helpmeaps.1. Yogyakarta.com [accessed 10/01/2013] Thahir. S. Universitas Gajah Mada. 2006.J. Jurnal Psikologi Sosial Volume 34. Konflik. Soeharto.tripod. 2006.wordpress. Jakarta: Erlangga. G. dan Negoisasi Di Sumberjaya. Refleksi Hubungan Keagamaan Di Poso Sebelum Dan Pasca Konflik: Menuju Kehidupan Damai. Desain dan Metode.htm/[accessed 25/01/2013] at Verbish. Santrock. Online at http://vano2000. Online at http://dutaonline.wikipedia.R. Korban Bentrok Lampung 14 Tewas.

LAMPIRAN .

Memahami Proses Terjadinya Konflik Informasi Petunjuk Permasalahan sepele. HRB. 30 W 1. Kita damai saja. Kalau kita sih enggak ada niat kesitu (membuat kerusuhan/ menyerang). Aparat Desa Agom berusaha menahan massa. Orang Negeri Pandan lapor kepala desanya. Pelaku tidak mau bertanggung jawab. sikorban jatuh. HRB. HRB. 24 W 1. 36 W 1. HRB. sampai masuk rumah sakit. HRB. Kepala Desa Negeri Pandan. 40 W 1. Keterangan W 1. 11 W 1. 4 W 1. 26 W 1. Perundingan antara Kepala Desa Agom. 9 W 1. Kepala Desa Agom mengatakan kepada kepala Desa Balinuraga supaya bisa ada pertanggung jawaban. 19 W 1. Korban dari Desa Agom dan Desa Negeri Pandan.Lampiran 1 KARTU KONSEP ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN Subyek Narasumber Utama Pertama (HRB/ Etnik Lampung (Agom)) A. HRB. Turun banyak massa dari Negeri Pandan. HRB. 33 W 1. HRB. HRB. 27 W 1. HRB. 41 174 . Anak gadis kita nyore nyore diganggu dijalan. 7 W 1. tetangga desa. HRB. HRB. HRB. HRB. nomor satukan. 38 W 1. Kepala Desa Agom ke Balinuraga minta pertanggungjawaban kepada para pelaku. 23 W 1. HRB. Kepala Desa Balinuraga. kita tetangga. Massa lah itu (biaya) nanti saya kembalikan kepada orang tua yang berbuat kata Kepala Desa Balinuraga. Ayo kita kunjungan kerumah korban. Supaya tidak terjadi kerusuhan. 2 W 1. HRB. Minta pertanggungjawaban biaya.

53 W1. Malam ini gagalin aja. 78 W 1. bawa kerumah sakit selesaikanlah (biayanya). Begitu kita masuk dilempar. HRB. HRB. satu motor dibakar. Berangkatlah malam itu ke Balinuraga. 88 W 1. Bersama polisi mencegah. 62 W 1. HRB. 86 W 1. 47 W 1. Disuruh bubar. Gagalnya perundingan. Pengen ketemu gimana solusinya. Berusaha membendung warga. memang ga mau bubar. HRB. 50 W 1. HRB. Orang-orang sudah berangkat.Kepala Desa Balinuraga. HRB. HRB. Hari minggu. 99 W 1. 68 W 1. biar gimana caranya enggak terjadi. 55 W 1. Hari Minggunya itu sekitar dua puluh ribuan orang. Begitu pagi. HRB. HRB. 69 W 1. Mau kita. 63 W 1. 44 W 1. 102 175 . 54 W 1. siap membantu sebatas kemampuan. HRB. 66 W 1. HRB. 71 W 1. HRB. Orang yang masuk dilempar pakai batu. Ambilan hati kita berarti memang siap tempur. kami sendiri enggak punya persiapan. HRB. 75 W 1. 73 W 1. Aparat (desa) menghadang suruh pulang. 96 W 1. HRB. 58 W 1. Begitu masuk perbatasan kena timpuk. Kita tunggu usulan dari sana untuk perdamaian sampai besok pagi. ditembak senapan angin. 93 W 1. Warga dari luar tidak bisa dibendung. HRB. W 1. 79 W 1. sudah banyak massa berkumpul. HRB. HRB. 59 W 1. 92 W 1. HRB. Jerit-jerit (HRB) untuk mundur. Tujuan kita pengen ketemu tokoh-tokoh sana. HRB. 81 W 1. HRB. Sudah kumpul ribuan orang. Disana sudah mati lampu. 90 W 1. belum ada perhitungan masih semua emosi dan sukarela tanpa komandan. HRB. HRB. Kalau gitu gimana. HRB. HRB. HRB. Begitu nyampe disana sudah siap (bersenjata). Siapa masuk kena timpuk. HRB. HRB.

HRB.dan orang Bali joged diatas mayatnya (orang Lampung). HRB.Jatuh korban. HRB. Turun semua dari sini (Lapangan Desa Agom ke Way Arong). 166 W 1. 134 W 1.tiga roboh langsung hilang semua. HRB. 132 W 1. 119 W 1. HRB. kalau dihitung enggak bisa dihitung. HRB. HRB. HRB. HRB. 107 W 1. 154 W 1. Malam senin ada rapat-rapat kecil di desa. HRB. Kompromi lagi. Di media ada empat belas korban. 138 W 1. 171 176 . Yang mati kayaknya lebih dari dua ratus orang. 111 W 1. 163 W 1. Ramenya orang. Dijalan dijaga polisi. 149 W 1.. kantong mayat berapa aja masuk habis. liat kawan saya yang roboh. karena pemerintah menggaris bawahi.kami dapat komando. jam empat sudah selesai. HRB. 159 W 1. W 1. Entah preman dari mana-mana. 157 W 1. HRB. 169 W 1. Massa ditampung dilapangan Desa Agom nunggu jam dua. Saya nangis. Jam empat selesai ga selesai keluar. 129 W 1.korban lagi satu. HRB. 152 W 1. HRB. 109 W 1. HRB. Kondisi leher Yahya hampir putus. kalau kita masuk jam dua. 145 W 1. matilah satu diangkat ambulan. 105 W 1. senjata diambil semua. memang nangis. Dari Way Arong sampai Balinuraga orang enggak putus kayak semut. sampai jatuh tiga korban. dari Way Arong sampai Balinuraga. HRB. tetapi ga boleh. HRB. 121 W 1. Kompromi lagi. Paling sekitar dua ribu orang yang nyampe. 125 W 1. HRB. Dari Way Arong pagi itu kita mau perang sama polisi. HRB. Yang tau-tau aja masuk lewat nyusup-nyusup. Jalan sudah dibendung polisi. HRB. Awalnya memang ketemu lawan (sekitar lima ratus orang) tapi setelah dua. HRB. HRB.mundur!. bayarannya enam juta satu orang. 131 W 1. berangkat lagi. Jalan dipagar polisi. HRB. HRB. 114 W 1. Setelah selesai desa Balinuraga langsung hancur. berangkat lagi. Malam senin warga Balinuraga mau ngungsi. 104 W 1. siapa yang mengungsi bayar 20 juta Kita lawan! Carilah preman bayaran. saya liatnya emosi banget.

HRB. Perhitungan-perhitungan kapan waktunya pas menyerang. hari Minggu tiga yang meninggal. HRB. HRB. 239 W 1. HRB.Harga diri. 176 W 1. 191 W 1. 262 W 1. Yang paling dibenci dari orang Bali kalo mereka minjemin uang. Dibacok segala macam memang semua ga mempan. ada lima ratus orang. HRB. 188 W 1. 250 W 1. Orang Bali (Bali Islam) yang punya-punya musuh ikut masuk. Dari semua daerah di Lampung. 236 W 1. W 1. Anak-anak mau sih ikut. Cari kesempatan bunuh musuh. 244 W 1. HRB. HRB. Pulang bawa motor. 281 177 . 198 W 1. HRB. HRB. 207 W 1. Saya memang didepan. HRB. Orang Bali ngelempar batu. HRB. 190 W 1. Mobil macet ga bisa gerak. Orang Jawa.rela mati. Tujuan kesana intinya bukan untuk bunuh orang. Orang Bali pakek panah. Lima marga memberi pengarahan. Jam delapan pagi ada Naga Besar yang masuk kesana. HRB. begitu masuk. HRB. HRB. 256 W 1. Taon madu (ghaib). 268 W 1. HRB. 269 W 1. HRB. HRB. HRB. 205 W 1. tapi anak-anak memang ga bisa dilarang. 201 W 1. 260 W 1. 278 W 1. HRB. HRB. bahkan dari Banten (Cikoneng) turun. Mereka (Bali) lempar batu. dari pagi sudah saya larang dari sini. HRB. HRB. Ada yang bener-bener niat siap mati demi harga diri. sambil teriak manggil-manggil. Jerit jerit (HRB) mengkomandokan. Senin ga ada korban. 253 W 1. 30 ribu orang positif. HRB. Saya sempat down. Kiriman (ghaib). 275 W 1. Motivasinya ada yang karena kepentingan pribadi (cari duit). HRB. yang berbau Lampung semua turun. 211 W 1. HRB. berangkat dari rumah tidak ada yang nyuruh. 231 W 1. 215 W 1. 271 W 1.

341 W 1. orang Bali yang bikin keributan. HRB. HRB. 293 W 1. HRB. 374 W 1. ya ikutinlah aturan Lampung. orang Bali juga ada satu dua ga mempan. 378 W 1. Perdamaian itu kan dari kejadian Napal. Semua ga ada yang dimakan golok. HRB. dijalan penuh. Sekalipun orang Bali. Dukungan. 68 rumah yang dibakar di kerusuhan Napal. HRB. dipotong lagi. 397 W 1.Mereka (Bali) lempar pecahan keramik. 317 W 1. ada yang mau bikin rumah. 287 W 1. HRB. Ga ada yang dimakan golok. Cabut golok. orang Balinuraga nunduk-nunduk. HRB. Jawa Patok. 319 W 1. Belum ada dua bulan kejadian di Marga Catur. Perang di Napal. nyembah-nyembah ketakutan sama kita. kejadian di Balinuraga. Baru aman! W 1. 325 W 1. 392 W 1. Pasar tutup semua. kan aturan ga perang. Semboyan Gubernur Bali. Ini orang Bali ini. 354 W 1. HRB. 384 W 1. HRB. HRB. HRB. 283 W 1. HRB. Bikin bambu runcing. HRB. tapi kayaknya memang ga kepakek. Belum ada dua bulan di Napal. pakek ngelempar orang Bali lagi. HRB. 334 W 1. Tangan kiri mayat orang Bali dipotong dipakai ngelempar orang Bali. aer minum. 338 W 1. kalo ga Balinuraga yang mulai. 371 W 1. HRB. HRB. ngecor pakek bambu. Bakar Rumah! Itukan yang ngajarin orang Bali! Orang Lampung ga pernah bakar rumah! 18 rumah yang dibakar di kerusuhan Marga Catur. kejadian di Napal. maju sini! Rubuhnya pakek bambu runcing. HRB. Tangan satunya. kalau ada di Lampung. 349 W 1. Sebenarnya masalahnya di Napal itu (bibitnya) membesar itu. HRB. Di Balinuraga 395 rumah yang dibakar. HRB. HRB. 322 W 1. HRB. 329 W 1. HRB. Di Napal juga gitu. 315 W 1. HRB. sudah keluar. aqua gelas. 343 W 1. Penyerangan di Marga Catur orang Balinuraga juga pelakunya. HRB. 312 W 1. 381 W 1. HRB. ini pak bambunya. 400 178 . 290 W 1. Ketemu dipasar sekarang. diangkatnya.

548 W 1. Bukan Lampung ajalah. Demi suku pak. Usaha. wawancara. enggak bertetangga dengan Lampung. 530 W 1. Korban pelecehan diamankan di Polres. Udah idup di Lampung. itu yang saya katakan. Kepala desa ga boleh sama saya ikut. 457 W 1. Banyak orang sini pada pulang bawa golok bagus-bagus. Yang pernah perang itu dengan sendirinya ga di undang. Balinuraga itu memang dibuang oleh orang-orang Bali Denpasar itu. HRB. 492 W 1. 553 W 1. HRB. Ada kesempatan balas dendam. Banten (Lampung Banten) turun. beberapa media aja masuk ke sini. Bali. 554 W 1. 480 W 1. Tanpa komando. Jangankan Jawa. HRB. dua perempuan yang mati. HRB. HRB. enggak tau.Provokator. HRB. ada juga satu. Jarah. 516 W 1. 438 W 1. Dari bujang sampe yang rambut putih (kakek-kakek) berangkat! Piil/ prinsif harga diri orang Lampung. 566 179 . Di balai desa waktu itu penuh tamu dari mana-mana. HRB. lebih dari itu. 467 W 1. 513 W 1. HRB. HRB. HRB. usahanya sendiri. HRB. 558 W 1. HRB. Ga tau diri. 525 W 1. HRB. Batak. HRB. HRB. udah idup di Lampung. HRB. 471 W 1. apa pengalaman saya dan apa yang saya temukan. HRB. Gubuk saya ini aja. HRB. HRB. Pokoknya yang udah ketemu pura entah siapa yang punya. 441 W 1. Laki-laki. HRB. 430 W 1. Enggak boleh ngungsi kalau enggak bayar dua puluh juta. 445 W 1. HRB. 535 W 1. adalah delapan puluh orang Bali Ketapang yang berangkat (ikut membantu). 502 W 1. 462 W 1. HRB. Jawa. bakar! W 1. HRB. Batak datang hidup di sini. HRB. Jawa datang hidup. dibuang ke gunung. dengan sendirinya. itu yang ga pas. bawa Bali nya ke sini. menurut perjanjian. mereka memang harus angkat kaki semua dari situ. Bali datang hidup. langsung lari (datang). Orang yang kami masukin kesumur itu aja ada empat orang. transparan aja. Orang Lampung inilah paling enak. tanah-tanah kita Lampung. 460 W 1. HRB. 498 W 1. Apabila terulang. 486 W 1. orang China banyak jadi miliyuner di sini. 435 W 1. Perempuan jarang. Kalau saya.

691 W 1. 671 W 1. HRB. HRB. HRB. 705 W 1. karena pahanya dipegang. dipelototin kita. Serbu aja polisi. 745 W 1. marinir segala macam ada di sana. 677 W 1. 628 W 1. Gubernur Bali ke sini kan meminta maap.masalahnya kita ini desa sasaran.. Kita enggak nyerempet-nyerempet masalah agama.. selagi pertikaian.. HRB. 568 W 1. HRB. Perempuan dan anak-anak Balinuraga minta tolong di selamatkan ke Bali Islam. Mobil polisi dibakar. kami ga ikut-ikutan. 606 W 1. HRB. HRB. HRB. 598 W 1..betul kalau kita ketemu anak-anak sekecil ini (remaja Bali). HRB. HRB. ngelunjak banget kayaknya. Ya ga tau siapa yang salah. Korban roboh.ya itulah dilecehkan. HRB. Habis! Kalau memang kita persis tau yang pasang sajadah itu orang Bali Hindu. Bandar Lampung. HRB. bahwa orang Bali mau balas nyerbu malam Selasa. 714 W 1. Jadi hilang keseimbangan mungkin. Dari pihak keamanan menyebar sms. Memang udah penuh sih di sana. Tentara menghadang. 709 W 1. selain dari agama. W 1.Datang dari Lampung Timur enam belas mobil (truk). Memang yang sangar-sangar Balinuraga itu. 644 W 1. istilahnya persoalan sepele. tapi hari itu kayaknya memihak ke kita semua. HRB. 720 W 1. 584 W 1.. Orang Balinuraga dikeluarin dibawa ke SPN (Sekolah Polisi Negara) Kemiling. HRB. Satu orang Bandar Dalom kena peluru karet. 668 W 1. 641 W 1. HRB. 753 W 1. Begitu roboh itu. 660 W 1. 757 W 1. Ya ngungsilah. HRB. kami tetap ikut. HRB. 769 180 . Datang dari Tajimalela (Desa Tajimalela) empat truk berangkat (massa). 588 W 1. Tapi kalau sudah menyangkut soal agama (Hindu). HRB. Udah di Polda (pelaku).. HRB. HRB.dibakar. betul. Aparat buang gas aer mata. Kita yang bertetangga dengan Bali ya. HRB. 593 W 1. Bosnya kan di situ banyak sih. yang penting itu Bali. biar bagaimana. Di media Cuma 14 korban. HRB.

HRB. Kami masuk hari Senin. 846 W 1. 775 W 1. apa artinyalah. 783 W 1. HRB. HRB. Apa aja yang ketemu. ya gitulah orang Bali. HRB. Ada korban yang perutnya disayat sampai keluar semua isi perutnya. 851 W 1. Sekolah diliburkan. Ya habislah! 36 satu lobang itu. pohon mangga. Disawah. tatto semua. buat gantungan kuncilah. 938 W 1. ada juga yang tali rapia.ngeri. HRB. Perempuannya (Lampung) ga ada. Kelompok saya itu yang bakar (korban dibakar). HRB. 813 W 1. 786 W 1. W 1. ada yang janur. 894 W 1. Banyak polisi.. Dari omongannya. Memang dijalan dibagi.ya dari atas itu ditembak (senapan rakitan). HRB. kalau pakek tali rapia.. 942 W 1. 903 W 1.. HRB. HRB. 805 W 1. HRB. siapapun dia. tebang! Ada penjarahan. HRB. ada tiga. Ada mayat korban yang alat kelaminnya dipotong. 919 W 1. 947 W 1. HRB. HRB. Komando. Yang dipotong kepalanya itu kan. bagi enam kelompok. 854 W 1. dapat delapan orang. HRB. logatnya ia. HRB. 866 W 1. Pokoknya waktu itu. HRB. Siasat perang. ilang semua. ngeliyat kalau udah mati.. 897 W 1. 875 W 1. 923 W 1. 841 W 1. diambilnya. Ribuan orang. HRB. Ada yang ambil telinganya.. 958 181 . HRB. 823 W 1. liat tampangnya juga udah ketara itu Bali. HRB. HRB. ngungsi semua. Tentara itu intinya bukannya apa. HRB. Mati semua.Yang mati preman-preman situ. Kalau kelompok saya. yang saya saksikan dengan mata kepala saya. memang kita itu enggak ada rasa kasian lagi. istilahnya manusia laki-laki dewasa (laki-laki Bali). HRB. 819 W 1.. Pakai Bom Ikan. kan kami beregu. 888 W 1. jangankan babi. Iaa. aman. HRB. 914 W 1.. Ada mayat korban yang sudah mati lalu dibakar. HRB. 908 W 1. kalau liat. HRB..

851 W 1. HRB. 312 W 1. Saya lihat wusss darah ngucur. HRB. buat gantungan kuncilah. Kondisi leher Yahya hampir putus. 349 W 1. Ada mayat korban yang sudah mati lalu dibakar. Ada korban yang perutnya disayat sampai keluar semua isi perutnya. DINAMIKA PSIKOLOGIS KORBAN KONFLIK Informasi Saya nangis. Ada yang ambil telinganya. HRB. 109 W 1. ada bantuan. saya liatnya emosi banget. HRB. Pokoknya kalo kita ga kuat. 819 W 1. dipotong lagi. HRB. HRB... W 1. Ya habislah! 36 satu lobang itu. 1052 182 . HRB. HRB. saya lari. 538 W 1.Deklarasi hasil perdamaian. liat kawan saya yang roboh. 972 A. Rasa was-wasnya tetap ada... HRB. HRB. bisa rubuh kita. 541 W 1. memang nangis. dapat delapan orang. HRB.ya dari atas itu ditembak (senapan rakitan). 846 W 1. ga kuat liat. yang saya saksikan dengan mata kepala saya. HRB. lihat kayak gitu.kita kan menyaksikan. HRB. ada tiga. Ia. HRB. HRB. ada hiburan dan lain sebagainya. 794 W 1. 841 W 1. 492 W 1. 930 W 2. Kalau kelompok saya. Keterangan W 1. HRB. HRB. Bakar Rumah! Itukan yang ngajarin orang Bali! Orang Lampung ga pernah bakar rumah! Orang yang kami masukin kesumur itu aja ada empat orang.. HRB. bila tidak ada langkah pencegahan yang tepat dari pemerintah Menghilangkan rasa trauma (trauma pasca konflik). 111 W 1. Tangan kiri mayat orang Bali dipotong dipakai ngelempar orang Bali. pakek ngelempar orang Bali lagi. Ya kalau mengingat itu. Mati semua.. 786 W 1. Kelompok saya itu yang bakar (korban dibakar). Ada mayat korban yang alat kelaminnya dipotong. 315 W 1. HRB. Tangan satunya. 854 W 1. waktu kejadian. HRB. kalau kita trauma wajar. HRB. 1031 W 2.dan orang Bali joged diatas mayatnya (orang Lampung). Yang dipotong kepalanya itu kan. 823 W 1. 813 W 1. Kecemasan akan terulang kembali.

kan aturan ga perang. tapi sebagian besar sudah tidak lagi. Penyerangan di Marga Catur orang Balinuraga juga pelakunya. seperti semula. HRB. 349 W 1. Baru aman! Sekarang semenjak kejadian itu. namun karena masih ada rasa-rasa trauma dan takut itu tadi. Harapannya hidup berdampingan secara normal dalam suasana damai. 415 183 . ya kita bisa kondusif seperti awal. orang Balinuraga nunduk-nunduk. Nyepi itu ga ada ke laut. HARAPAN. merasa was-was. HRB. HRB. Bakar Rumah! Itukan yang ngajarin orang Bali! Orang Lampung ga pernah bakar rumah! Perdamaian itu kan dari kejadian Napal. makin aman. HRB. HRB. 400 W 1. HRB. 343 W 1. HRB. HRB. dan trauma itu makin ilang. 410 W 1. kita serahkan semua ini. ya ikutinlah aturan Lampung. 384 W 1.Kalau sekarang. biar bagaimanapun namanya tetangga tiap hari ketemu. HRB. HRB. nyembah-nyembah ketakutan sama kita. KONDISI SEBELUM KONFLIK. 20 W 1. Di Napal juga gitu. ya mudah-mudahan makin lama. kalau kita ada keyakinan kepada Yang Maha Kuasa (ALLAH SWT). memang kita berani mengatakan bahwa Bali itu takut . untuk sementara ini ya baru sebagian kecil. HRB. DAN KONDISI PASKA PERJANJIAN DAMAI Informasi Nomor satukan. Kalau kita bagi Muslim. 1063 W 2. 341 W 1. Keterangan W 1. tetangga desa. orang Bali yang bikin keributan. 215 W 1. lewat kampung kita. mudah-mudahan. kalau ada di Lampung. ya mungkin sebagian masih. sudah keluar. Perang di Napal. Masih jaga-jaga (menjaga jarak). masalah trauma. HRB. HRB. 395 W 1. W 2. tapi kayaknya memang ga kepakek (ditaati). 1087 B. 1076 W 2. kita tetangga. Ketemu dipasar sekarang. HRB. 1056 W 2. kalo ga Balinuraga yang mulai. itu bisa mengatasi rasa trauma kita. HRB. Sekalipun orang Bali. 338 W 1. biasanya kan kelaut. Yang paling dibenci dari orang Bali kalo mereka minjemin uang.

enggak bertetangga dengan Lampung. mudah-mudahan aman. dipelototin kita.. Dari omongannya. karena mereka ga mau ikut aturan adat. HRB. Balinuraga itu memang dibuang oleh orang-orang Bali Denpasar itu. mereka memang harus angkat kaki semua dari situ. HRB. 966 W 1. 738 W 1. 558 W 1. HRB. 417 W 1. logatnya ia. 554 W 1. HRB. 584 W 1. Yang pernah perang itu dengan sendirinya ga di undang. Harapan kita mah. Bali. 200 an orang pindah ke Seputih. HRB. pemudanya kalau jam sembilan malam belum pada pulang dicari. 966 184 . Yang jelas. ya gitulah orang Bali. HRB. Iaa. sudah ga ada lagi lewat sini. Apabila terulang. kalau dari kita (Suku Lampung) kayaknya enggak. 530 W 1. Dipasar Patok dulu banyak betul orang Bali. ngelunjak banget kayaknya. HRB. liat tampangnya juga udah ketara itu Bali. Batak. 938 W 1. Sekarang. HRB. orang Cina banyak jadi miliyuner di sini. demi untuk mempersatukan pemuda-pemudi atau W 1. sekarang ga ada lagi. Orang Lampung inilah paling enak. enggak ada lagi. Memang yang sangar-sangar Balinuraga itu. langsung lari (datang). HRB.. Deklarasi hasil perdamaian. kayaknya aman. HRB. udah idup di Lampung. HRB.. tanah-tanah kita Lampung. ya memang sudah tenang. dibuang ke gunung. 471 W 1.Anak sekolah. HRB. Kita yang bertetangga dengan Bali ya. seperti itu. Kepala Desa Balinuraga dipecat. Bali datang hidup.ngeri. Jangankan Jawa. 958 W 1. HRB. Ga tau diri. HRB. Batak datang hidup di sini. itu yang ga pas. 728 W 1. menurut perjanjian. HRB. 429 W 1. 426 W 1. terutama orang Bali sendiri kalau bisa mengatasi pemudanya. HRB. 420 W 1. HRB. Harapan saya kita buat semacam organisasi. 548 W 1.. 425 W 1. betul. HRB. ya jadi tauladan untuk generasi selanjutnya. HRB. bawa Bali nya ke sini. HRB. mudah-mudahan berkat kejadian ini... 963 W 1. 972 W 2. jangan bikin-bikin ulah. Udah idup di Lampung. 745 W 1. Sementara ini memang.betul kalau kita ketemu anak-anak sekecil ini (remaja Bali). Jawa datang hidup. Harapan saya. HRB. Kalau orang Bali itu mau hidup damai. tatto semua. 480 W 1.

1061 W 2. Jaga-jaga untuk tidak terjadi seperti itu lagi. 1076 W 2. HRB. Nah makanya kalau harga diri itu sudah kita rangkul. Harga diri. untuk sementara ini ya baru sebagian kecil. HRB. itu kita satukan. 1099 W 2. bila tidak ada langkah pencegahan yang tepat dari pemerintah. Kejadian ini. W 2. 1026 W 2. Sekarang masih mendengarkan petuah-petuah dari yang tua. namun karena masih ada rasa-rasa trauma dan takut itu tadi. HRB. HRB.masyarakat yang dari berbagai suku. Kecemasan akan terulang kembali. 1038 W 2. Harapannya bisa menahan diri. Masih jaga-jaga (menjaga jarak). merasa was-was. HRB. HRB. itu melibatkan dari berbagai suku. supaya hal ini (perbedaan suku dan agama) bisa rukun. ya mudah-mudahan kayaknya bisa bersatu. HRB. 1031 W 2. HRB. Supaya pemerintah bisa mencari solusinya. 1087 W 2. 1023 W 2. 1059 W 2. Kami perhatikan saudara-saudara pemuda-pemudi Bali. bisa menguasai diri. memang untuk saat ini perobahan itu sudah cukup besar ketimbang sebelumnya. kita buatkan semacam organisasi misalnya. HRB. 1002 W 2. HRB. Berkat kejadian itu. HRB. HRB. Sebelumnya boleh dikatakan agak brutal ya. HRB. 1104 W 2. Diadakan organisasi-organisasi yang mencakup dari suku dan agama. Harapannya hidup berdampingan secara normal dalam suasana damai. 1016 W 2. kita jadikan. contoh dan pelajaran. 1110 185 . harapan saya akan menjadikan pelajaran.

diobatin. SRM. Pagi kejadian lagi di Sidoreno Disini siap siaga. 4 W1. SRM. 33 W1. 12 W1. Sudah sore kan reda. SRM. ditemuin Kepala Desa Agom. Kita ga usah nyerang. SRM. orang tuanya aja kesini. SRM. Memahami Proses Terjadinya Konflik Informasi Petunjuk Waktu kejadian saya masih tetep berada dirumah. Masalah anak muda. 38 186 . Orang ketiga kan senang kalo kita berantem. 6 W1. Diaduk-aduk gitu. 15 W1. Trus diaduk-aduk lagi. keluarin duit sekian. SRM. 37 W1. saya lari ke sawah. sebenarnya sudah ditolong.Lampiran 2 KARTU KONSEP ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN Subyek Narasumber Utama Kedua (SRM/ Etnik Bali (Balinuraga)) B. SRM. SRM. malam Minggu itu sudah mulai kejadian. Sebenernya sudah damai. SRM. besok mau ada penyerangan lagi. SRM. Ada provokator. 23 W1. SRM. Akhirnya terjadi kayak gini. Ada berita lagi. ngomong terima kasih. SRM. tapi sudah ada korban tiga dari penyerang. Keterangan W1. Minggu sore pulang lagi. Orang udah ditolongin! Udah diobatin. SRM. Saya enggak kemana-mana. 26 W1. SRM. SRM. minta tanggung jawab. Kepala Desa Balinuraga. 8 W1. 28 W1. 2 W1. Enggak nyangka kalau mau kejadian.31 W1. 21 W1. diperkeruh. SRM. Minggu pagi warung tempat Sudaryo itu yang pertama kali kena di Bom Ikan. jatuh. anak gadis dari indomaret dikejar. udah selesai kok diperkeruh. 5 W1. 36 W1.

Penyerang ikut orang Bali. 51 W1.hangus. Saya digebukin!! Saya digetok getok dengan bambu. 86 W1. SRM. 97 W1. SRM. Orang Bali jumlahnya banyak. SRM. 96 W1. Dia masuk lewat sawah-sawah. Kepalanya dipenggal dipakek mainan. SRM. Ga mau. 111 W1. Jam dua saya mau kabur. tapi kepeleset. tangan dan gagang golok. Rumah saya kena. kepergok masa dari kanan-kiri lima puluh. 95 W1. 85 W1. SRM. cuma berdiri-diri aja.Minta duit lima juta apa sepuluh juta gitu. 43 W1. SRM. Banyak polisi. 106 W1. SRM. Bapak ikut perang. SRM. SRM. Kepala Desa Balinuraga enggak mau. SRM. Diluar Lampung Selatan enggak boleh masuk. 102 W1. 79 W1. saudara kita dari jauh yang mau masuk di STOP. SRM. pakai ikat kepala putih. tapi udah ga bisa mundur. mempertahankan desa. SRM. enggak boleh pergi kemana-mana. 72 W1. Orang Bali ada dua ribuan. SRM. Bantuan dari Napal. SRM. SRM. SRM. dipotong lehernya. nunggu diperbatasan. 88 W1. Nyerangnya lewat belakang. Senin pagi jaga lagi. Penyerang pakek ikatan putih kayak Bali. SRM. Jalan udah ditutup TNI. Saya masakin kawan-kawan saya yang jaga. Ada suara tembakan. 54 W1. ada yang ngomong pelecehan seksual. sama polisi. 65 W1. udah dibawa ke rumah sakit. SRM. 67 W1. Yang mati pertama. kok beritanya pelecehan seksual?! Enggak dikejer. 109 W1. 46 W1. jatuh. 55 W1. 53 W1. SRM. 76 W1. SRM.enggak nyerang. Senin pagi kita jaga-jaga lagi. 94 W1. cuma seolah olah menggiring massa untuk masuk. Pak Muri. 114 187 . SRM. SRM. W1. SRM. 81 W1. SRM. Lari kebelakang. Dibangunin. 92 W1. maksudnya mau kenalan. 62 W1. makanya enggak kemana-mana. SRM. SRM. saya lari kesawah. Bawa bambu runcing. tapi masih kalah dengan orang Lampung. 42 W1. cuma jaga-jaga. SRM.

127 W1. Hp. SRM. 117 W1. SRM. Digeret lagi. 148 W1. 149 W1. SRM. 155 W1. 140 W1. SRM. 28. SRM. Suruh jebur di sungai. SRM. Perempuan juga. Begitu senjata disumputin. 151 W1. SRM. SRM. 153 W1. kan laki-laki yang dicari. ditendang. Didorong ke mobil. SRM. Dibabat-babat. Kata polisi. SRM. SRM. SRM. 126 W1. Dari pagi (Senin) belum ketemu suami. SRM. 162 W1. 163 188 . 130 W1. 141 W1. Saya masakin yang jaga dari pagi. Datang Polda nyergap. SRM. 146 W1.133 W1. yang jejer saya sininya diseset (punggungnya). dihajar juga. katanya (penyerang). Saya perempuan.Pak Teke. kayak jaman PKI. SRM. Diinterogasi sambil ditodong senjata. Jebol di gang Sidoreno. Waduh mati saya. 115 W1. 154 W1. Bulan oktober. 119 W1. sebelah saya mati. 147 W1. tanya dimana suami saya. ini yang bikin Bali kaya. Penyerang nyumputin senjata. 123 W1. SRM. 157 W1. Karetnya juga ditebangin. laptop. Usung-usung (bawa) kata penyerang. 143 W1. SRM. 158 W1. Sampai di Sidoreno lewat karet-karet. 135 W1. Suami saya entah kemana. Badan saya udah geseng semua. SRM. SRM. 152 W1. Ijazah S1 anak saya diambil. SRM. digebukin. kita didorong sama polisi. sudah disiapkan mobil. SRM. SRM. Waduh mati saya. turunkan senjata! Penyerang turun senjata. SRM. kejadiannya itu. SRM. 159 W1. Karetnya ditebangin. Mau dibawa kemana lagi saya (menjeris histeris ketakutan)? W1. SRM. Dishooting (diambil gambar) oleh Kapolda. SRM. duitnya berapa ratus juta diambil.

420 W1. 191 W1. SRM. Anak SMP perutnya di tebas. Ada yang dibakar. W1. SRM. satu dibakar. SRM. 168 W1. Rombongan saya sembilan yang mati. Anak saya entah lari kemana. SRM. SRM. SRM. SRM. SRM. 189 W1. Setelah kembali dari SPN. Masa itu enggak pandang bulu Sekolah-sekolahan dibakar. Kita diamankan disebuah rumah di Sidoreno. Dirumah di Sidoreno yang luka diobatin dokter. SRM. SRM. Tapi enggak ada bekasnya. SRM. SRM. SRM. Emang tragis kejadiannya. SRM. dibabat. Motor saya tiga dijarah. 460 W1. Ada yang ditusuk. Rombongan saya yang pertama. 501 W2. Dirumah di Sidoreno sampai sekitar jam sembilan malam. 451 W1. Dipukul pakek bambu runcing. 544 189 . Mungkin dijarah dulu baru dibakar. 176 W1. Rumah saya habis. untung enggak diseset cuma dipukul. SRM. 448 W1. 172 W1. Bapak kepergok juga. SRM. Hari Minggu ada yang mati. terus dijemput dengan mobil polisi dibawa ke SPN. Perempuan bocor kepalanya. Ini enggak seberapa dengan ponakan saya yang mati. SRM. SRM. 165 W1. 485 W1. belum yang luka.Kalau ibu ikut mobil. SRM. 412 W1. SRM. 193 W1. 450 W1. Saya kena hajar. 178 W1. 446 W1. enggak ada yang saya selamatin. Jadi bukan digunakan untuk menembak penyerang. SRM. 449 W1. parang. kita tidur di tenda. aman. SRM. Uang tabungan sekolah hilang. Orang kata dia (oknum aparat): saya bawa senjata untuk mengamankan aja katanya. 228 W1. baru ketemu di SPN. Bayi umur 14 hari meninggal. 226 W1. 475 W1. dibuatin tenda. 166 W1. SRM. SRM. 170 W1. 396 W1. SRM.

. Paud. 651 W2. Balai desa. SRM. Enggak ada. 559 W2. 600 W2. 784 190 . yang orang Agom. 625 W2. rumahnya hancur.. Yang saya kenal enggak ada kayaknya yang saya lihat. tapi yang di Stopin juga lebih banyak lagi. Kira-kira ribuan juga sih yang bantu. Sering jadi donatur.. 597 W2. Masyarakat biasa. di perbatasan. SRM. Jam dua. Pada lari semua..enggak. SD dipecah-pecahin kacanya. 644 W2. SRM. Ia. Kepala desa enggak mau bayar. Enggak. Panjangnya dari Way Arong sampe sini. 580 W2. hancur. Ada Jawanya. SRM. SRM. 570 W2. kita cuma bertahan disitu. Ya.enggak pasti. Enggak begitu jelas. Pak Muri itu termasuk sesepuh. Sekitar dua sampe tiga ribuan. SRM. dicacak-cacak. SRM. Saya ngintip dari jendela rumahnya makanya saya yakin. yang sekarang gapura gambar Siger. SRM. SRM. Sadis. Sampe dicari polisi. terima kasih pak”.Kata penyerang ke aparat: “Terima kasih pak. SRM. Sekedar pakek golok. Kayaknya orang pendatang. Pak Ngadri. 765 W2. 629 W2. 564 W2. SRM. ada yang mati.. SRM. SRM. W2. enggak mau keluar duit lagi. Cuma nolong sosial gitu aja. ini bukan dibakar. 648 W2. Ya di atas dua ribuan lah yang di Stopin. SRM. 556 W2. enggak dibayar. 548 W2. Kebanyakan pada sembunyi di hutatan-hutan. saya kenal semua. SRM. 749 W2. SRM. Saya lihat jam enam. 619 W2. 575 W2. ya enggak banyak. SRM. 654 W2. Jawa Islam.. SMP Dharma Bakti. Jawanya juga ikut. 592 W2. Lampung yang saya kenal kayaknya enggak ada.. 589 W2. tapi karena takut. sudah mengizinkan. Ada yang ikut bantu. dia diturunkan oleh masyarakat.. SRM. SRM. SRM. 577 W2. Setelah kejadian. Sampai sekarang belum ada bantuan. Sampe jam sembilan malam.. kena dia dalam rumah. Yang korban meninggal saudara enggak ada.orang sini aja.. Ya Pak Muri itu lah. Lima belas ribuan lah sampe sini. SRM. SRM. satu dusun sama saya.

nangis terus. SRM. ada juga korban dari sana. SRM. SRM. Kalau taon enggak. Hari pertama dan kedua di SPN hanya kawan-kawan dari Agama Hindu yang membantu. SRM. 796 W2. 844 B. Keterangan W1. SRM. SRM. Nangis enggak ketemu keluarga bukan masalah harta benda habis. Dari kawan agama Katolik banyak membantu. 213 W1. Cuma sampe disitu (tengah desa). 191 W1. Itu tadi cuma karena dikompor-komporin. 789 W2. SRM. 203 W1. SRM. SRM. SRM. SRM. SRM. 186 W1. 816 W2.. DINAMIKA PSIKOLOGIS KORBAN KONFLIK Informasi Saya nangis terus. SRM. 201 W1.. Enggak bisa tenang. Ia. Tapi enggak ada bekasnya.Yussuf Kalla datang membantu. 812 W2. karena yang masang penahan (pagar ghaib) di depan situ. SRM. Rumah saya habis.bingung. Bantuan banyak disana.. 184 W1. 199 W1. Pak M. Hari ketiga sudah banyak yang membantu. 214 191 . SRM. enggak ada yang saya selamatin. Seminggu di SPN. Mungkin dijarah dulu baru dibakar. Ada. 206 W1. SRM.. Seminggu kemudian kembali ke Balinuraga. SRM.Justru sana yang duluan kena. 193 W1. SRM.. 189 W1. Seminggu di SPN. Bantuan mengalir terus di SPN. kalau roboh ia. 803 W2. 808 W2. W2. Jamu Sidomuncul membantu. 207 W1. 211 W1. 205 W1.bener. SRM. 181 W1. 208 W1. SRM.. Enggak ada. SRM. SRM. SRM.. Bangunan enggak ada.

Ia timbul dari dirinya masing-masing. 217 W1. 344 W1. Orang tua di Balinuraga lebih bangga memberi harta daripada menyekolahkan. Ada bantuan dana pemerintah untuk pembangunan rumah. SRM. 226 W1. Sering kebawa mimpi (pengalaman trauma). dibabat. 262 W1. Aman-aman aja dulu-dulunya. SRM. SRM. 243 W1. tinggal di bekas kandang ayam. Selama rumah dibangun kembali. SRM. 228 W1. ketakutan. Ada yang dibakar. Apalagi tidur.Saya kerasa banget (trauma). SRM. SRM. SRM.sadis amat. trauma banget. Kecemburuan sosial aja. W1. SRM. sungguh-sungguh. SRM. Kalau ada suara keras dikit. SRM. liat kesusahan orang tuanya. Rumah saya baru selesai dibangun. 277 W1. 254 W1. 221 W1. SRM. Kebanyakan enggak sekolah. 286 W1. SRM. SRM. Enggak takut berpergian. SRM. Enggak ada dendam. Ukuran orang sini. 264 W1. harta. SRM. SRM. rata-rata sudah selesai dibangun. 250 W1. Pas meninggal ditusuk-tusuk itu. SRM. Orang bali pekerja keras. 365 W1. 273 W1. Anak SMP perutnya di tebas. 309 W1. Gondrong cuma tampilan. Enggak mau anak sedih. SRM. 368 W1. 224 W1. 297 W1. Darimana-mana datang menghibur supaya enggak trauma. 219 W1. SRM. Kebanyakan orang tua di Balinuraga enggak bangga anaknya sekolah tinggi. SRM. SRM. 385 W1. 232 W1. SRM. SRM. SRM. 300 W1. Trauma kebayang waktu kejadian masih jelas. 289 W1. Sebenarnya baek-baek aja. 240 W1. SRM. Bekas kebakaran. 263 W1. SRM. Orang Bali hidupnya prihatin. 379 W1. 392 192 . SRM. makan aja enggak selera.

Waktu itu saya mikir udah mati. SRM. 492 W1. Enggak bisa disembuhkan lagi. namanya anak-anak yang penting dia seneng. Kalau lewat berani. beli-beli kesana belum berani. Sekarang sembahyang ke purenya semuanya rajin. SRM. SRM. Lebih mawas diri lah intinya begitu. Paling nangis-nangis aja. W1. masalah harta gampang dicari. Suku Lampung juga perihatin. 702 W2. Sedih banget. Trauma udah agak ilang. 585 W2. SRM. tapi enggak. 698 W2. SRM. ditanya. Yang penting selamat. 612 W2. Penyakitku juga udah sembuh sekarang. sama apa-apa. SRM. sama-sama perihatin. sudah diobati. Dulu ditanya orang. 490 W1. Bhayangkari. SRM. 658 W2. 662 W2. SRM. Dengan berdoa. SRM. tentang itu. 709 W2. 668 W2. darimanamana gitu. SRM. Ya lebih hati-hatilah sekarang. Enggak ada. 712 W2. 487 W1. SRM. enggak normal lagi. Seharusnya Ngelasih ke laut. kecemburuan itu. mendekatkan diri dengan Tuhan. 394 W1. Anak-anak kayaknya sih no problem. Saya pendarahan. SRM. Pendarahan terus karena stres. 714 W2. 472 W1. 403 W1. semedi. SRM. SRM. 769 193 . SRM. SRM. 495 W2. Ya banyaklah hikmahnya. SRM. kita lebih mawas diri dulu. 675 W2. Kayaknya udah enggak. 400 W1. SRM. udah enggak takut lagi. Udah enggak. SRM. yang penting sehat. 717 W2.. histeris. enggak kayak dulu. SRM. Sampe gila. kan sering dihibur sama polisi. 417 W1. nangis.Kayak masih dikejar-kejar. SRM. Ia. baca mantra. SRM. Karena kalau ke laut kan pasti ngelewati Agom. enggak bisa cerita. Bukan karena enggak berani lewat sana.

SRM. Pemicunya karena kesenjangan ekonomi. 321 W1. 327 W1. Kebanyakan orang tua di Balinuraga enggak bangga anaknya sekolah tinggi. 376 194 . 260 W1. 325 W1. SRM. SRM. Adat yang menahan. bukan hanya pemuda Bali. Enggak ada pikiran buat pindah. SRM. Gondrong cuma tampilan. sedangkan pribumi hidup susah. SRM. SRM. Bekas kebakaran. SRM. SRM. 374 W1. Dimana-mana sudah biasa bawa motor kebut-kebutan. Kebanyakan enggak sekolah. 289 W1. 332 W1. 246 W1. 273 W1. KONDISI SEBELUM KONFLIK. Anak-anak tetap sekolah. SRM. SRM. SRM. Siapa yang punya beras. Siapa yang mau pergi dari sini kena denda. SRM. Enggak dipatok. SRM. 314 W1. 250 W1. Sopan. SRM. Rumah saya baru selesai dibangun. SRM. 286 W1. Sebenarnya baek-baek aja. DAN KONDISI PASKA PERJANJIAN DAMAI Informasi Bali kaya-kaya. tanahnya kita beli. 341 W1.C. Keterangan W1. 348 W1. SRM. 232 W1. rata-rata sudah selesai dibangun. 262 W1. SRM. 254 W1. Hadapi bersama. cuman bahasanya yang kasar. SRM. 333 W1. 263 W1. ngeluarin beras. tidak ada yang mengungsi. SRM. Sebenarnya semuanya mau pergi. 336 W1. SRM. Karena adat. Aman-aman aja dulu-dulunya. Apapun kejadiannya kita eggak usah pergi. HARAPAN. Ajarannya semua sama. 319 W1. 297 W1. Bedanya Balinuraga dibahasanya. Orang Lampung butuh uang. biasa aja. SRM. Orang tua di Balinuraga lebih bangga memberi harta daripada menyekolahkan. 264 W1. bahasanya agak kasar. SRM. Masalah anak muda tergantung yang menyikapi. SRM. SRM. SRM. 351 W1. Ada bantuan dana pemerintah untuk pembangunan rumah.

SRM. Kalau menurut saya belum bisa maksimal. 622 W2. 400 W1. SRM. SRM.. 662 195 . SRM. Seminggu sebelum kejadian. SRM. SRM. Ada dua bulan tidur dikandang ayam. 432 W1. 531 W2. W1. 511 W2. SRM. Ada yang pindah karena trauma berat. Sering kebawa mimpi (pengalaman trauma). SRM. Pendarahan terus karena stres.Hubungan sudah seperti biasa. tapi satu udah kebakar. Cuma beberapa yang pindah. 468 W1. SRM. Sekarang sembahyang ke purenya semuanya rajin. 518 W2. Ya banyaklah hikmahnya. Lebih mawas diri lah intinya begitu. SRM. SRM.. 452 W1. seharusnya pak bupati itu. SRM. memang hukum itu jalan. Harapan saya jangan sampe terjadi lagi. 392 W1. SRM. 382 W1. 658 W2. 430 W1. 398 W1. harusnya cepet menyikapi isu. 524 W2. Harta yang sisa enggak ada. 471 W1. Setelah mayat dikumpul. Bantuan dari pemerintah bahan bangun rumah dan uang sebelas juta. Saya pendarahan. Harusnya antisipasi. kita selesaikan secara kekeluargaan. Sebelumnya di Balinuraga aman. 403 W1. SRM. Akhirnya ketemu semua. Isu aja yang ditemuin disumur. SRM.malem juga ronda terus. 440 W1. seharusnya kalau dia. 533 W2. SRM. 428 W1. tak akan terjadi. SRM. Banyak bekas luka. Ya lebih hati-hatilah sekarang. Berobat ke Sinsei Cina. mayatnya kita ngaben bersama. SRM. 535 W2. SRM. SRM. 410 W1. 506 W1.. Ia. SRM. SRM. Pendarahan dari digebukin. SRM. Mau ada penyerangan. SRM. Suami enggak papa. cuman motor. SRM. SRM. Berita jumlah korban ditivi itu udah benar. pastinya saya enggak hafal. Harusnya disikapi sama pak bupati. 528 W2. 437 W1. 606 W2.

682 W2.. Ia hadir. Setelah empat bulan ini. SRM. 740 W2. Paling nangis-nangis aja. SRM. Biasa kok dia.makanya berobat-berobat itu terus.. Seharusnya Ngelasih ke laut.. Kalau yang lain kan ada yang bisa di rehab lagi. Enggak ada. 743 W2. 720 W2. selama ini baik-baik aja. SRM. Masih ada disini. 717 W2. orang dia jual janur (untuk ritual ke agamaan Hindu) ke kita itu biasa. Itu orang Hindu bukan orang Islam. 709 W2. Tergantung kondisinya. Bukan karena enggak berani lewat sana. SRM. Ya saya tetep biasa aja. dikucilkanlah. SRM. karena kawan-kawan saya banyak yang dari Suku Lampung. Kalau saya biasa aja sih. SRM. SRM.. macem-macem. Karena kalau ke laut kan pasti ngelewati Agom. Cuma kesenjangan ekonomi dikompor-kompori dengan masalah perbedaan Agama. tapi enggak. W2. 714 W2. Enggak ada niat nyerang sama sekali. SRM. dalam perang kemarin kayaknya enggak. Enggak ada. SRM. SRM. 727 W2.karena habis betul.Anak-anak kayaknya sih no problem. Sedih banget. SRM. SRM.. histeris. SRM. beli-beli kesana belum berani. SRM. SRM. Dia nganggep saya baek. udah enggak ada.. sama-sama perihatin. tapi itu pulang kesana. 698 W2. 702 W2. SRM. Udah enggak. 673 W2. SRM. 757 W2. Maksudnya menahan. Sampe gila. pulang ke Bali (Pulau Bali). SRM. SRM. cuma udah enggak dianggep. Kalau lewat berani. kita lebih mawas diri dulu. Suku Lampung juga perihatin. SRM. 671 W2. Kalau rumah saya. 361 W2. 668 W2. ia. SRM. 687 W2.. Membaur dengan warga lain. namanya anak-anak yang penting dia seneng. Kalau kepentingan politik. Sudah lama aktifnya. 675 W2. SRM.. 775 196 . Yang pindah ada sih. 768 W2. Dua bulanan. 707 W2. 712 W2.. saya nganggep dia juga baek. Enggak taunya jumlah massa penyerangnya lebih banyak. Enggak bisa disembuhkan lagi. SRM. 690 W2. enggak normal lagi. 728 W2.

Sering dipanggil jambul-jambul gitu. Saling menghormati aja. 819 W2. masih. dan saling menerima. Memang gitu dari dulu.. kalau secara penuh. 834 W2. Dijalankan. Enggak. SRM. 830 W2. jadi enggak mengatasnamakan suku. SRM. siapa yang berbuat. 857 W2. 863 197 . 825 W2.Enggak ada sama sekali. Sadar akan dirinya. 779 W2. SRM. SRM. heeh memang preman. kalau kita. SRM. SRM. SRM. SRM. kurang tau nantinya gimana. Memang ngomplek kayak gini dari dulu. SRM. Ada sekitar 500 KK (Kepala Keluarga). Lebih kuranglah ada sekitar 3000 orang. Karena kita juga numpang. ya harus sadar bahwa kita pendatang.. Memang nakal. 847 W2. nanti gini. 860 W2. Kalau itu nurut saya enggak ada pengaruhnya. W2. harus hidup berdampingan. 838 W2. SRM. SRM. 836 W2. Enggak. dia yang harus bertanggung jawab.

Kepala Desa Agom mengambil kesimpulan. Antisipasi kami kan di situ. Anak gadis kita nyore nyore diganggu dijalan. Sekarang bagaimana sikap pak kepala desa (Balinuraga) kalau bisa jangan sampai terjadi hal-hal yang kurang pas. sampai masuk rumah sakit. sampai masuk rumah sakit. motor jatuh. karena masyarakat saya ada yang diganggu oleh anak-anak kita ini (warga Balinuraga) sampai sekarang masih di rawat di rumah sakit. anak gadis kita di sini (satu orang dari Desa Agom dan satu orang dari Desa Negeri Pandan) digangguin dijalan nyore-nyore (sekitar jam empat sore). karena korban masuk ke rumah sakit kepada para pelaku (namun para pelaku tidak mau tanggung jawab/ para pelaku saling lempar). Kepala Desa Agom mengatakan kepada Kepala Desa Balinuraga. sekarang kita damai saja? (karena kita mengingat baru beberapa bulan dari kejadian kerusuhan Napal). sebatas yang saya tahu. 198 . kalau Kata kunci Permasalahan sepele. si korban ini jatuh. kepala desa (didampingi satu perangkat Desa Agom dan satu orang dari keluarga korban) kami di sini kesana (ke Balinuraga) ya minta pertanggungjawaban. tadi sudah saya temui yang bersangkutan (pelaku). Kepala Desa Agom mengatakan kepada Kepala Desa Balinuraga supaya bisa ada pertanggung jawaban. ya supaya bisa ada pertanggungjawaban. Pelaku tidak mau bertanggung jawab. Begitu malamnya. sikorban jatuh. setelah itu. Kepala Desa Agom ke Balinuraga minta pertanggungjawaban kepada para pelaku.Lampiran 3 VERBATIM DATA HASIL WAWANCARA Subyek Narasumber Utama Pertama (HRB/ Etnik Lampung (Agom)) Baris 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Pelaku Uraian Kasus Wawancara pertama Peneliti Bagaimana awal terjadinya konflik kerusuhan tersebut? HRB Bisa dikatakan permasalahan sepele. tapi tidak ada pertanggungjawaban dari pelaku. lebih baik menemui kepala Desa Balinuraga.

kami sendiri enggak kalau kita sih enggak ada niat kesitu (membuat kerusuhan/ menyerang). Tunggu dulu sebentar. nomor satukan. Turun banyak massa dari Negeri Pandan. kami masih ngejar Kepala Desa Balinuraga. serta keluarga kedua korban di rumah Kepala Desa Sidoharjo (Patok). 199 . biar bagaimanapun namanya tetangga tiap hari ketemu. Kepala Desa Balinuraga. kalau gitu gimana. kita tetangga. ada satu juga ya memang masih saudara korban yang di sini (korban dari Desa Agom). bagaimana supaya enggak terjadi (kerusuhan). bagaimana caranya anak saya ada masalah dengan anak Balinuraga sama anak Agom sana. kami antisipasinya di situ. Supaya tidak terjadi kerusuhan.20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 kita sih enggak ada niat ke situ (membuat kerusuhan/ menyerang). Kata Kepala Desa Balinuraga. Kepala Desa Balinuraga. Setelah itu terjadi mediasi lanjutan (perundingan) antara Kepala Desa Agom. maka orang Negeri Pandan ini (keluarga korban) langsung lapor ke kepala desanya. sekarang ayo kita kunjungan kerumah korban. siap membantu sebatas kemampuan. sekarang kita damai (kata Kepala Desa Balinuraga). nomor satukan. dari Desa Negeri Pandan (Kecamatan Kalianda). kita lihat situasi dan terus terang persoalan di rumah sakit sana. biaya-biayanya minta pertanggungjawaban (kata Kepala Desa Agom). korban ini ada yang dari Negeri Pandan. Korban dari Desa Agom dan Desa Negeri Pandan. Orang Negeri Pandan lapor kepala desanya. Minta pertanggungjawaban biaya. tetangga desa. Ya sama halnya tidak bisa menggarisbawahi (memberi solusi) kepala desa itu (Desa Balinuraga). siap membantu sebatas kemampuan (ala kadarnya/ tidak mau sepenuhnya). adalah ucapan dari Kepala Desa Balinuraga. Kepala Desa Balinuraga. Oke. Kalau cerita damai. Kemudian turunlah (datang) banyak dari sana (massa dari Negeri Pandan beserta keluarga korban dan Kepala Desa Negeri Pandan ke Desa Agom). Kepala Desa Negeri Pandan. Kita damai saja Ayo kita kunjungan kerumah korban. Jadi karena memang yang jadi korban bukan hanya orang Agom. Massa lah itu (biaya) nanti saya kembalikan kepada orang tua yang berbuat. kita tetangga. kalau bisa jangan sampai terjadi. kami stop di sini (aparat Desa Agom berusaha menahan massa untuk sementara tetap bertahan di Desa Agom). masalah itu (biaya) nanti saya kembalikan kepada orang tua yang berbuat (pelaku). Orang tua korban menanggapi ucapan Kepala Desa Balinuraga. Perundingan antara Kepala Desa Agom. Aparat Desa Agom berusaha menahan massa.Kemudian terjadi perundingan. tetangga desa. Kepala Desa Negeri Pandan.

Tujuan kami pengen ketemu tokoh- 200 . ini mah enggak. pengen ketemu aja gimana solusinya. berarti memang siap tempur (Balinuraga. Peneliti Berapa banyak pak malam itu. Mau kita. Setelah gagalnya perundingan. nah itu kan namanya ada pertanggungjawaban. Orang-orang sudah berangkat. Setelah itu Kepala Desa Agom mengajak aparat polisi. Berangkatlah malam itu ke Balinuraga. Berangkatlah malam itu. Ambilan hati kita berarti memang siap tempur. ditembak senapan angin. sampai di sana (Balinuraga). sekarang ayo kita sama-sama ke Pasar Patok (tempat massa berkumpul) ayo kita cegah gimana caranya. Aparat (desa) menghadang suruh pulang. kami selaku aparat pun sudah menghadang suruh pulang supaya tidak ada kejadian keributan. bahkan itu tidak bisa dibendung). dan sudah kumpul ribuan orang (massa). ditembak senapan angin. Bersama polisi mencegah. Orang yang masuk dilempar pakai batu. selesaikanlah (biayanya) adapun perhitungan dengan orang tua sana (keluarga pelaku). kami sendiri enggak punya persiapan. memang di sana sudah ada polisi jaga. biar bagaimanapun perundingan itu. langsung dilempar pakai batu. apa mau perang. memang jalan sudah gelap. Berusaha membendung warga. asal ada yang masuk. tapi di sana sudah pada nyumput (bersembunyi). mau kita ini (keluarga korban) bawa kerumah sakit. Pengen ketemu gimana solusinya. mungkin sebagian ada seperti Kalau gitu gimana. Orang-orang sini (massa yang berkumpul) sudah berangkat (menuju Desa Balinuraga). Diajak nengok aja (keluarga pelaku) pun ga mau (mediasi gagal/ tidak memperoleh hasil). tapi untuk yang korban ini sekarangini. Kami datang ini dengan tujuan. bawa kerumah sakit selesaikanlah (biayanya). tapi warga dari luar yang saya tidak kenal. Nah berarti ambilan hati kita itu. Sampai di situ (Pasar Patok). Sebetulnya kita ini masuk bukan untuk nyerang. Warga dari luar tidak bisa dibendung. Sudah kumpul ribuan orang. Kepala Desa Agom mengatakan kepada aparat bahwa beliau telah berusaha membendung warga (kalau warga Desa Agom sebagian sudah pulang.48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 punya persiapan (dana). memang kondisi sudah mati lampu (sengaja dimatikan). Malam Minggu itu begitu ada orang yang masuk (melewati perbatasan) dilempar pakai batu. massa yang kumpul (di pasar Patok)? HRB Menurut perkiraan saya sekitar dua ribuan orang. langsung berangkat. memang menginginkan perang). Disana sudah mati lampu. Nah begitu polisi datang ke sini. Gagalnya perundingan.

Malam ini gagalin aja.000 ada? HRB Hari seninnya itu. berantem yang di depan saja. tapi sebagian juga. kalau memang setelah jam ini sampai pagi besok gada usulan dari sana untuk perdamaian atau gimana (Balinuraga). Siapa masuk kena timpuk. Malam-malam itu memang penuh (massa) di sini ini (lapangan Agom). kalau kita kan pendatang.. sudah banyak Massa berkumpul. besoklah kalau mau kita lanjut. begitu nyampe. ya gimana kita. bahkan mati lampu. Begitu kita masuk dilempar. mati konyol kita. ya pengen ketemu tokoh-tokoh sanalah. Begitu pagi. biar gimana caranya enggak terjadi. jatuh korban. Hari Minggunya itu sekitar 20. yang didepan tokoh sana. memang ga mau bubar. Setelah kejadian itu. memang kayak dijalan itu sepi ga ada orang. biar gimana caranya enggak terjadi. Kita tunggu usulan dari sana untuk perdamaian sampai besok pagi. Disuruh bubar. malam itu saya (HRB) sampai tenggorokan kering (istilahnya jerit-jerit). karena memang di sana itu kan hanya jalan aja (akses jalan aspal hanya satu). Hari Minggu itu. lanjut besok! Jadi disuruh bubar. siapa yang mau berangkat. hari minggunya itu sekitar 20.000 an orang. Begitu nyampe. langsung kena timpuk (dilempar batu). 201 .76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 itu. tetapi begitu masuk perbatasan. Begitu nyampe disana sudah siap (bersenjata). satu motor dibakar.. maksud saya kita ini (massa penyerang) harus mempunyai perhitungan. tapi jangan malam ini. Peneliti 30. dia tau jalan kemana. malam jugagelap. Jerit-jerit (HRB) untuk mundur. jadi siapa yang masuk kena timpuk (lempar batu). sampe pagi ngerubung terus (malam itu massa tetap bertahan di lapangan). Begitu pagi kira-kira jam delapan pagi sudah banyak Massa berkumpul. bahkan satu motor yang dibakar. tapi begitu kita masuk. bukan saya ga setuju serang bukan. langsung dilempar. Peneliti Kejadian? HRB Kejadian. Begitu masuk perbatasan kena timpuk. siapa masuk kena pukul.000 an orang Hari Minggu. kami ngasih strategi kepada kawan-kawan dari luar itu (massa ) pokoknya malam ini gagalin aja (penyerangan). belum ada perhitungan masih semua emosi dan sukarela tanpa komandan. memang ga mau bubar. tapi kayaknya belum ada perhitungan masih semua emosi dan sukarela tanpa komandan. di sana (Balinuraga) memang sudah siap (bersenjata). karena memang ditempatnya mereka.

yang nyampe. dalam hati saya. Apabila orang itu bisa masuk semua ke Desa Balinuraga. Peneliti Oh gitu ya. liat kawan saya yang roboh. sampe jatuh tiga korban. Kemudian penyerangan hari itu kita STOP!!!. nomor satu kalau orang jauh kan ga tau jalan.ya Allah emosi banget. Kompromi lagi (massa penyerang). Dari Way Arong sampai Balinuraga orang enggak putus kayak semut.mundur!. (liat itulah saya emosi. Kompromi lagi. diangkat sama ambulan (marinir memang sudah banyak). berangkat lagi. Kompromi lagi. sampe sana (Balinuraga). dari Way Arong sampai Balinuraga. Malam senin ada rapat-rapat kecil di desa... Kompromi lagi. Sedangkan jalan satu itu sudah matilah satu diangkat ambulan. udah roboh. Orang Bali itu joged di atas mayat. ngebuka jalan dulu ya? HRB Ia. sepuluh kiloan. Saya nangis. mundur lagi. jam empat sudah selesai. berangkat lagi. taunya kan cuma jalan satu itu. HRB Dari situlah orang. matilah satu. berangkat lagi. Malamnya. kami tampung di lapangan Desa Agom nunggu jam dua. Jalan sudah dibendung polisi. tunggu tanggal maennya). sampai jatuh tiga korban. dari Way Arong sampai Balinuraga tau jaraknya? Peneliti Ia tau. Kondisi leher Yahya hampir putus. Paling sekitar dua ribu orang yang nyampe. jadi memang dari pagi (Senin) bahkan dari subuh sudah ada (massa). Kalau adek pernah masuk. enggak bisa kita hitung. paling sekitar dua ribu orang.. kami dapat komando. Itulah kita bisa membayangkan ramenya orang. kami dapat komando (petuah/ wangsit/ mistik ghaib). orang Bali itu naik diatas punggungnya itu (mayat Yahya dalam kondisi leher hampir putus) joged. kalau kita hitung.. saya liatnya emosi banget. kalau kita masuk jam dua. dari Way Arong sampai Balinuraga enggak putus kayak semut. sekitar jam dua. memang nangis. korban lagi satu. Ramenya orang. bagaimana caranya besok kita masuk jangan pagi. kalau dihitung enggak bisa dihitung.. liat kawan saya yang roboh. Hari Minggu itulah saya nangis. Tapi yang dijalan (jalan desa/ aspal) ga bisa masuk. jam empat sudah selesai. namanya Yahya.104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 lari belakang ikut lari. Gitulah ramenya orang. malam Senin ada rapat-rapat kecil di desa. Uhhh saya liatnya.. korban lagi satu. Massa ditampung dilapangan Desa Agom nunggu jam dua.. tapi yang saya perkirakan yang masuk dan sampai kesana itu (Balinuraga).dan orang Bali joged diatas mayatnya (orang Lampung). mudah-mudahan kalau kita masuk jam dua. 202 . kemudian ayok berangkat lagi. memang lima menit habis. memang nangis.

memang di sana sudah kita (habisi). anak-anak. Tapi Yang tau-tau aja masuk lewat nyusup-nyusup. Malam Senin warga Balinuraga mau ngungsi. langsung hilang semua (melarikan diri). Peneliti Katanya. Ini makanya sekarang setelah selesai ini desa balinuraga itu. Peneliti Preman Bayaran? Bukan orang Bali itu? HRB Enggak tau. karena dia brimob). banyak warga disitu (Balinuraga) itu yang mau ngungsi malamnya itu. Kitalawan! Carilah preman bayaran. Jam empat selesai ga selesai keluar. Katanya yang tinggal di situ (yang jaga/ ngelawan) tinggal jagaljagalnya (preman-premannya)? HRB Itu bukan begitu. ditelevisi. Malam Senin itu sudah masuk semua disitu (preman bayaran). ya memang tepat jam empat itu selesai ga selesai keluar. ya habis gimana lho. yang penting dia (preman) cari duit kesitu. karena pemerintah menggaris 203 . mau dibumi hanguskan. langsung hancur. Peneliti Habis Balinya ? HRB Ya habis betul. jangan khawatir. Tinggal gimana kita. tetap kita menang. Di media ada empat belas korban. bayarannya enam juta satu orang. tiga yang roboh (Balinuraga).. Nah yang geng-gengnya itu ga boleh. paling yang tua-tua. kayaknya memang habis betul. tiga roboh langsung hilang semua. tetapi ga boleh.. Awalnya memang ketemu lawan (sekitar lima ratus orang) tapi setelah dua. udah ga ada orang di sana itu. Gimana ga hancur. Carilah dia (Balinuraga) preman bayaran. Entah (preman) dari mana-mana. Tadinya waktu malam Senin itu. ya ga ada orang lagi.. siapa yang mengungsi bayar dua puluh juta. ketemu lawanlah ya (sekitar lima ratus orang). di media. Setelah selesai desa Balinuraga langsung hancur.132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 dibendung polisi.Yang tau-tau aja yang masuk lewat nyusup-nyusup (kebon). kata abang (abang kan jaga juga waktu itu. Entah preman dari mana-mana. Kalau ga salah bayarannya enam juta satu orang. Bali apa bukan. siapa yang mau mengungsi harus ngeluarin uang dua puluh juta rupiah. Makanya kalau. Alhamdulillah hari Senen itu. sebagai macamlah. Siapa yang mau ngungsi! Pokoknya kita lawan. atau berita lain ada 14korban. ya mungkin karena pemerintah yang menggarisbawahi. tapi memang di sana kayaknya kalau ga ada komando dari awal seperti itu. Kalau awal memang ada. tapi setelah ada dua.

Di jalan dijaga polisi. bawa golok dari rumah. jangan dulu kamu orang. dari jauh bapak bisa nembak. kami berangkat dari rumah ini. berarti itulah intinya perang. alasannya melarang kami? Kami ini. saya dulu yang ngadepin!!!”. golok. “Mata kepala kita.bom ikan diambil semua. Peneliti Katanya aparat hanya berjaga di tengah jalan saja? HRB Pokoknya di jalan aja. ayok kita yang berantam (berkelahi)? Tembak saya pak !!! Tembak pak!!! (massa yang dibelakang langsung cabut golok semua).sulit juga. Memang betul senjata yang di sana diambil semua. Yang sudah masuk sekitar sepuluh ribuan ada di sana (Desa Agom).159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 kalau yang mati kayaknya lebih dari dua ratus orang. Jadi intinya pak. siap mati. jalan dipagar polisi.biar saya mati di sini. Kami dapat telepon dari Way Arong (massa). 204 . kalau bapakkan punya senjata. untuk menjaga diri. Turun semua dari sini (massa dari lapangan Desa Agom menuju Simpang Empat Way Arong). Dari Way Arong pagi itu (hari Senin) kita mau perang. kantong mayat berapa aja masuk habis.ketemu dulu baru nembak (bacok). di jalan dijaga.rela mati. kantong mayat berapa aja masuk habis. waktu itu”. mudah-mudahan kita jangan mati. berangkat dari rumah tidak ada yang nyuruh. rela mati. tapi maunya walaupun mereka bertugas cukup jaga aja (keinginan pihak penyerang). segala parang. Begitu sampai ditempat polisi jaga (baris) di Way Arong. Harga diri. Kalau begini caranya. bahwa kami tidak bisa masuk. Memang sih mereka bertugas. senjata kami diambil semua. perang sama polisi. Jalan dipagar polisi. semua massa masuk semua. Dari Way Arong pagi itu kita mau perang sama polisi. Dibuka kawat berduri itu. berangkat dari rumah tidak ada yang nyuruh. memang saya ditengahtengah sana. Turun semua dari sini (lapangan Desa Agom ke Way Arong). harga diri. ada anak satu (kecil). berkata: ”Saya yang ngadepin. dia bilang “Saya mau tau pak. Semua anggota naik mobil! Pagar besi dibuka!. maju kehadapan polisi. Nah kata komandannya (polisi). kalau kami. Kalau itu yang namanya polisi memang ga berkutik. Yang mati kayaknya lebih dari dua ratus orang. senjata diambil semua. bawahi. Terus begitu nyampe depan polisi yang baris itu.

Tiga puluh ribu orang positif.orang Jawa. ada juga yang ga mikirin bunuh orang. Mobil macet ga bisa gerak. Dari semua daerah di lampung. berangkat dari sana nyatar (mencarter) mobil.haha. Peneliti Bali Islam juga? HRB Iaaa. walau dibungkus mulutnya pakek kain. Cari kesempatan bunuh musuh. karena dia cari kesempatan (bunuh musuhnya).macem-macem niat orang. mobil macet ga bisa gerak. ya laen-laen. bahkan dari Banten (Cikoneng) turun. Namanya perang kan? Nah kebanyakan seperti itu... jelas pasti orang deket.. termasuk orang Bali (Bali Islam). masuk-masuk aja. sms yang dari jawa.. bawa kardus isi uang. ada.. Tapi entahlah macam-macam manusia.. Tapi yang banyaknya juga.yang berbau Lampung semua turun.haha). Motivasinya ada yang karena kepentingan pribadi (cari duit).. yang dari jauh-jauh dateng... Mungkin yang dari Lampung Tengah. bahkan dari Banten (Cikoneng) turun. memang ada yang di incer disitu. Dari semua daerah dilampung. pulang bawa duit ada. Ada yang bener-bener niat siap mati demi harga diri. namanya tetangga kita. tapi entah darimana dan kemana duitnya.. Peneliti Motor jarahan??? (haha. Massa itu dari mana aja pak? Kira-kira total berapa banyak? Maap ngomong kalau tiga puluh ribu orang positif.haha. Orang Jawa.. Ada yang bener-bener niat siap mati demi harga diri.. Pulang bawa motor.. Saya malam itu. yang punya-punya musuh ikut masuk juga. motivasinya. Ada yang sms: “kelemahan orang Bali itu ada pada sapi... sekalipun terbunuh ga ada urusan.. ada yang karena kepentingan pribadi (cari duit)..ya artinya. tolong pak dilumuri kotoran sapi‟‟ istilahnya kekebalan orang Bali itu bisa ilang. Tapi itu ya macam-macamlah manusia. macam-macamlah. memang tetangga-tetangga dekat aja. dari mana datang terus... yang berbau Lampung semua turun. Karena saya tau.) HRB Iyaaa.. Orang Bali (Bali Islam) yang punya-punya musuh ikut masuk.ya habis gimana.187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 Peneliti HRB Peneliti HRB Saat itu macet total pak? Pokoknya dari Bakau itu ya.. Ada juga sms: “ suruh pakai janur kuning”.(haha. Bukan cuma se Lampung Selatan. bisa dikatakan perang se Lampung. pulang bawa motor. 205 .

satu jam aja ga dikasih. kapan 206 . kalo mereka minjemin uang. di mana tiap komando membawahi lima ratus orang. Dan ada yang tau dengan perhitungan-perhitungan. Nah mereka sengaja banget. kalau hari senen itu ga ada (dari pihak penyerang). minjem segini. paling ga dia ngasih pengarahan. Yang paling dibenci dari orang Bali ini kan. Peneliti Katanya ada lima komando dari lima marga. atau sawah. udah lah tanah kita langsung diambil mereka. rumahnya bagus-bagus. Peneliti Tapi di sini ga ada yang korban hari H (Senin. Makanya mereka kaya-kaya. Karena mereka pinter. karena dapet tanah murah. Maapnya ngomong. apalagi satu bulan. 29/10/2012) nya? HRB Kayaknya kalo hari H itu. kebon. tunggu dulu lah. Namanya minjem. tapi pakek jaminan bertempo. Perhitungan-perhitungan waktunya pas menyerang. kapan waktunya pas menyerang (mistik). liat ada orang susah dikit. yang kita dari sini belum ada bayangan mau kesana. sama ada beberapa yang kebacok-bacok sedikit. biasanya tanah.Di sini banyak yang jadi korban. jam sembilan pagi. balikin tanggal segini. Mulailah mereka nawarin utang dengan bunga rendah.kan paling banyak sepertiga dari harganya. tanahnya banyak. boleh dikatakan panutan kita. Makanya banyak banget yang benci dengan mereka. itulah kesempatan mereka masuk. katanya orang bali islam (tetangga balinuraga).215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 Kapan-kapan ada kesempatan. ngarep orang itu. kalau hari Minggu itu tiga yang meninggal. makanya mereka kaya-kaya. hari Minggu tiga yang meninggal. dibalik nama. Jangankan satu minggu.ga bisa balikin utangnya pas tanggalnya. Senin ga ada korban. Lima marga memberi pengarahan. tanpa ngasih tempo keringanan. namanya marga ya. di sana udah ada yang Yang paling dibenci dari orang Bali kalo mereka minjemin uang. apa itu benar pak? HRB Hanya lima marga itu (sub suku di Lampung Selatan). Banyak yang kayak gitu. malam-malam itu memberi pengarahan. yang punya kebatinan tinggi. Kalo pas jatoh tempo kita ga bisa balikin. Perintah adatnya. Ya udahlah mereka dapet tanah murah. Bikinlah mereka perjanjian diatas materai.

namanya kan perang.. tujuan kesana intinya bukan untuk bunuh orang. itu yaa. segala macam. yang ngikutin kita ini rombongan taon di atas.haha. Memang saya lihat. padahal kita tau secara persis. Karena saya selaku orang tua (tiga anak laki-lakinya ikut terlibat). dibacok segala macam. Sebelumnya kita nyampe. waktu itu memang kita saksikan!!!.nih). keluar busa. saya saksikan. Jam delapan pagi ada Naga Besar yang masuk kesana. Peneliti Ga tau darimana? HRB Ya ga tau darimana.. dilemparin lagi. Jangan diserang Kiriman (ghaib). selaku kepala dusun juga di sini.. sudah ada yang roboh-roboh. Biarin aja. orang Bali ngelempar.). taon madu (ghaib) banyak bener di atas kita. Jangan! Biarin aja! Kalau dia ngelempar. dari pagi sudah saya larang dari sini. kalau dipulangin. HRB Nah memang ada yang liat.hehe. Namanya anak-anak kan belum punya perhitungan.. tapi itu hal wajar.243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 mati. sekitar jam delapan pagi ada Naga Besar yang masuk kesana. tapi anak-anak mau sih untuk ikut. Anak-anak mau sih ikut. Yang saya tau. jerit-jerit sampai suara saya habis.. jangan dipulangin batunya. tapi anak-anak memang ga bisa dilarang. dari pagi sudah saya larang dari sini. berangkat-berangkat aja.. kita kan bawa senjata. sudah ada yang roboh.. memang semua ga mempan. itu yang saya khawatirkan.. Dibacok segala macam memang semua ga mempan. tapi anak-anak memang ga bisa dilarang. Nah itu kan? Peneliti Magic yaa. pas masuk kesana. Jerit jerit (HRB) mengkomandokan Orang Bali ngelempar batu 207 . Nah itu kan kiriman (ghaib) dari sini (hehe. ya banyak juga. tapi memang kita menyaksikan anak-anak seperti ini (remaja tanggung) yang dari Lampung... Kalau yang namanya mati hadapan dengan golok.. anak itu ga ada apa-apa..). pakek lempar lagi (haha... saya di sana sampai tenggorokan kering. inget bener (nah saya merinding. Peneliti Sedikit? HRB Boleh dikatakan. batunya diambil buat ngelempar balik. Taon madu (ghaib). karena anak-anak ini ga paham strategi. Tujuan kesana intinya bukan untuk bunuh orang.. hanya mengawasi anak-anak yang kita anggap belum mampu untuk ikut seperti itu.

Abis juga batu. Abis panah mereka lempar batu. laki-laki tiga yang betul-betul ga mempan. kita liat cabut golok. itulah yang terbang-terbang itu. hidup apa mati ini. banyak juga dari kita yang kena pecahan keramik... ga ada yang dimakan golok (kebal senjata tajam). nah pasti udah abislah senjata. sambil teriak manggil-manggil. mereka datang. robohnya kami temukan. liat apa senjatanya?!.. Semua ga ada yang dimakan golok. ketebas (kebacok) roboh (mati)..). memang itu yang kita perhatiin. Mereka (Bali) lempar batu. Orang Bali juga ada satu. Lama-lama abis (panah). ya disitulah kita menyaksikan. kalau golok. ga ada yang dimakan golok. tapi semua panah-panah itu...... Mereka (Bali) keramik. semua orang dari kita ini.). Saya memang didepan. karena keramik kan mentalnya ga beraturan. Kata komando (ghaib)..haha. Tapi yang jelas ada suara. Kata saya. Ga ada yang dimakan golok.orang Bali itu kan pakek panah. turun ga nyampe sasaran. ada lima ratus orang. ya tapi yang kita takutin. isinya pecahan keramik-keramik itu.(haha. begitu masuk.271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 dulu... lempar pecahan Cabut golok. orang Bali juga ada satu dua ga mempan 208 . ada senjata laen. ada lima ratus orang. Panah. Peneliti Kalau yang terbang-terbang katanya banyak juga itu? Memang ada.. Ya kita serbu.haha. dua. Peneliti Ikut di depan juga berarti? HRB Ya saya memang didepan (haha. ah dari belakang bunyi ”SERBU!!!!”. Ini waduh ini.. kita liat udah cabut golok (Balinuraga).. begitu masuk.. Jadi begitu ketemu. habisin dulu senjatanya. kita datang (haha. begitu berangkat terus cusss turun. biarin aja. (hahaaa. Tapi kebanyakan ya begitu. tapi entah ga keliatan orangnya.haha.. Ada yang bawa karung. perempuan satu. Jangan diserang dulu!!!.. sambil teriak manggil-manggil “ sini-sini!!!”. Saya sempat down. ada juga satu dua ga mempan. ya memang itulah tempur namanya. Peneliti Termasuk bapak? HRB Ya semua.. Orang Bali pakek panah. jangan diambil batunya.). Abis keramik.. Pertama ketemu saya sempat down juga.). ya pokoknya begitu keluar dari busur itu langsung turun.

Peneliti Yang Kepalanya dipotong ya pak? HRB Ya. kalau yang udah nempel tanah. saya yang hadepin”. rubuh-rubuhnya pakek bambu (bambu runcing) dia itu. Tangan kiri mayat orang Bali dipotong dipakai ngelempar orang Bali. namanya orang rame. udah (rekannya)”. masih banyak orang Bali itu. tiga kali bacok. “mana yang tadi itu (anak itu). maju sini!!!” (menantang). dipotong (mayat orang Bali). sekalipun ga mempan. Tangan satunya.. saya taruh depan (dijalan). belum sampe sini lagi (rumah HRB).. udah rubuh ke tanah. ya ga mungkin bisa bangun lagi. ini pak bambu. ngecor pakek bambu. bikin lagi.. Peneliti Denger juga dari mamak (paman). pagi jam lima subuh saya bikin bambu ada dua puluh biji. memang ga mempan juga dibacok. Dipegang tangannya. Diambil tangan satunya lagi. ada yang mau bikin rumah. Tapi kata.haha.. udah mati? (anak itu).. baru bubar semua. dikerubunin orang rame (dihajar). Nah begitu udah dekat. Ini orang Bali ini... 209 .. diambil tangan kirinya. masih kuat. dilempar lagi. balik lagi anak itu tadi. ada yang mau bikin rumah. entah orang mana (anak remaja) saya ga tau “Betul tah dia itu ga mempan golok. dipakai ngelempar orang Bali itu (massa orang Bali). Ya dua. dipotong lagi. dia jatuh ketanah. anak itu loncat. ujung-ujungnya ya hancur juga.).. ininya (HRB menunjuk ke pipi). Begitu balik lagi (setelah membunuh orang Bali yang pertama). hancur. Cikoneng yang nyuruh pakek bambu runcing? HRB Ya memang. ini (kata rekannya)..haha. diangkatnya. nah dari situ bubarnya/ kocar-kacir (massa orang Bali lari ketakutan). begitu roboh... pakek ngelempar orang Bali lagi..299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 HRB Itu matinya gimana? Ya matinya kebacok juga ujung-ujungnya (haha. dipotong lagi. orang Bali itu disepak. pokoknya entah bubar ke mana orang Bali itu. saya liat sudah habis (haha.). baju kuning bawa arit “Ini orang Bali ni.. Tapi Alhamdullilah orang-orang Jawa Patok itu. habis lagi. pakek ngelempar orang Bali lagi. ngecor pakek bambu. maju sini! Rubuhnya pakek bambu runcing Bikin bambu runcing Jawa Patok. Tapi ada perempuan satu.

aer minum. yang namanya aer minum. orang Bali juga (pelaku penyerangan terhadap warga Marga Catur yaitu warga Balinuraga). biasa-biasa aja. Peneliti Bensin katanya juga ya. nyembah-nyembah ketakutan sama kita. Peneliti Cekkk. dijalan penuh. Sangking bencinya (benci dengan orang Balinuraga)? HRB Ya sangking mendukung betul sama kita.. ga mungkin saya bacok.. bahkan ada yang lapar.. Memang pasar-pasar itu tutup semua.. Bakar Rumah! Itukan yang ngajarin orang Bali! Orang Lampung ga pernah bakar rumah! Delapan belas rumah yang dibakar dikerusuhan Marga Catur. kalo ga Balinuraga yang mulai.nyembahnyembah ketakutan) sama kita.. Pokoknya ada aja. ini pak bambunya. kan aturan ga perang. tapi kalo aqua gelas.haha..). nyari yang laen dulu. Waktu pertempuran kalau saya ketemu dengan situ di Balinuraga. kan kalau kita ketemu orang Balinuraga. Giniginikan (HRB memperagakan orang bali nunduk-nunduk.. aqua gelas.. kan aturan ga perang. Peneliti Tapi Bali ini (Balinuraga) memang Bali yang kurangajar katanya? HRB Ya memang. darimana ga tau kita... Trus waktu di Marga Catur (Desa Marga Catur).? HRB Bensin tinggal ngambil (haha.cekkkk. dijalan penuh. udahlah ga usah kayak gitu kata saya (HRB). biasa-biasa aja. Informasi warga. 210 . Makanya waktu saya gembor-gembor ketemu di pasar sekarang.waktu itu! Alhamdulliah ngebantu betul.banyak saudara saya itu..327 328 329 330 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 diangkatnya.. aqua gelas. suruh makan. kalo ga Bali itu (Balinuraga) yang mulai... yang kebakar. Perang di Napal. Penyerangan di Marga Catur orang Balinuraga juga pelakunya. cari orangnya Bunuh! Bakar Rumah kan orang Bali aja! Peneliti Termasuk di marga catur itu banyak banget ya ? (rumah dibakar orang Balinuraga) HRB Marga Catur itu. Dukungan. perang di Napal (desa orang Bali Napal).. Ketemu dipasar sekarang..emmm. orang Balinuraga nunduk-nunduk. total yang kebakar itu delapan belas rumah. Pasar tutup semua.. penuh dijalan itu. karena kita udah kenal lama jadi sekarang ga usah gini-gini (nyembahnyembah). sering saya sama ibunya (Istri HRB) ketemu. Bakar rumah! itukan yang ngajarin orang Bali! Orang Lampung ga pernah bakar rumah! Kalau memang dendam.

dari kejadian Napal. Ya memang artinya bukan sekali dua kali. kejadian di Napal. masalah parkir..haha.356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Yang mati? Yang mati. berarti memang udah ada rencana akan gitu.... Belum ada dua bulan kejadian di Marga Catur. Ada apa? (Orang Bali itu datang. kok ga bisa diatasi. Tapi kalau yang di Balinuraga 395 rumah dibakar ( haha.. yang juga melibatkan orang Balinuraga) dulu karena masalah parkir.. Kerjaan bali juga itu (Balinuraga) ? Ya. sudah 68 rumah yang dibakar dikerusuhan Napal. wajar aja. Di Balinuraga 395 rumah yang dibakar. belum ada dua bulan kejadian di Marga Catur.ya udah. Napal. itu memang polisi yang nyuruh ngosongin. kejadian di Napal. dari pagi udah kabur. kejadian di sini (Balinuraga). 211 . adalah waktu itu sekitar 68 rumah dibakar (Desa Sidowaluyo). masih desa lawan desa aja. di palas pernah. Makanya ada apa? Waktu itukan agak panjang juga. itu juga rame ya pak. jadi udah.. bakar-bakaran juga ya? Ya ramelah.. Ya memang kita ga ngelawan. di ketapang pernah. Bali lawan Lampung.). Sama polisi? Begitu orang masuk. tapi dulu kan..kerjaan orang Bali juga (Balinuraga).ga ada. Cuma bakar-bakar rumah? Bakar aja. Perdamaian itu kan. Kalau yang Napal (awalnya konflik orang Bali Napal dengan warga Sidowaluyo.. kecuali polisi belum nyampe. polisi kan memang udah dateng).ia. kita juga enggak ikut campur. Sebenarnya masalahnya di Napal itu (bibitnya) membesar itu. Belum ada dua bulan di Napal. Kerusuhan Napal dan Marga Catur ini duluan mana ? Duluan kerusuhan di Marga Catur. Diusir semua. ini mah warga udah disuruh ngungsi. Belum ada dua bulan di Napal. Sebenarnya masalahnya di Napal itu (bibitnya) membesar itu.

itu kan dari kejadian Napal. aman.384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB keluar juga (selebaran draf perjanjian dama serupa).. Kalau Bali Sidoreno (Bali Islam) Bali bagus ya? Nyatu dengan yang Jawa.Perdamaian memang ga kepakek (ditaati). Di Napal juga gitu. Aku sudah dua kali lewat situ. orang Cina. mengatakan bahwa Bali itu takut sama kita (Lampung).. Memang cari gara-gara ya? Masalahnya sesuai sama dengan ini (butir perjanjian damai kerusuhan Napal sama dengan butir perjanjian damai Balinuraga). ia sama persis. Tapi saya lewat tadi di situ udah dibangun semua sekarang? Tapi lewat situ sekarang agak serem (haha.haha... ya ini (seperti dalam perjanjian damai).. Waktu di Napal juga gitu. memang kita berani Sekarang semenjak kejadian itu. ya ikutinlah aturan aman! Jadi gimana orang situ. tapi kayaknya kejadian di Balinuraga. apabila dimulai lagi memang resikonya.. Tapi kalau sekarang semenjak kejadian itu... ya istilahnya (curiga). orang Bali yang bikin keributan. Pos ronda itu isinya orang sepuluh. Baru aman! orang Bali.sepuluh. aman idup di Lampung. saya baru sekali lewat.. tapi kayaknya memang ga kepakek (ditaati). (setelah kejadian. banyak pesan-pesan moral yang dipasang oleh Pemerintah Bali di sepanjang jalan di Lampung Selatan) “Dimana bumi di pijak. Baru kita aman. kita ikutin orang situ. Jangan kan Lampung. Makanya. Kan ujung-ujungnya kita bikin keributan. orang Jepang. Baru Lampung. kalau ada di orang Bali. berarti sekalipun kita Sekalipun orang Bali. di situ langit dijunjung”. Ada pos ronda kan sepuluh buah. kalau ada di Lampung. (Suku Lampung) yang dinilai jelek. sudah keluar. orang Bali yang makanya dikit aja ada permasalahan jadi. ya ikutinlah aturan Lampung. Jadi kita lewat situ matanya langsung. bener semboyan Gubernur Bali yang dipasang-pasang itu Semboyan Gubernur Bali. sekarang! memang kita berani mengatakan 212 .) Semenjak perang ini.

Ga berani lewat sini lagi artinya? Anak sekolah. boleh dikatakan enggak tau apaapa. Jadi memang gara-gara mereka suka “ngejago‟‟ ya? Sekarang aja kepala desanya (Balinuraga) itu kan dipecat.rumah kebakar.412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Buktinya kayak acara lebaran mereka. nah terus ga cocok juga dengan orang yang jadi provokatorprovokator (kelompok Bali juga). Pokoknya kalo sekarang. Kalau belum pada pulang semua. Jangankan di Agom. lewat kampung kita. sekarang ga ada lagi.. Nyepi itu ga ada ke laut. Ga ada lagi keliatan. Kepala desa Balinuraga dipecat. 213 . Jadi ga semua itu ya (niat perang) ? Ya ga semua. Enggak boleh ngungsi kalau enggak bayar dua puluh juta. buka semua. istilahnya gelas satu bisa kebawa. ditengah lapangan (sawah) tempat kita tempur itu kan. Makanya memang warung aja enggak ada tutup. Sangking takutnyalah. sekarang ga ada lagi. Tadinya mau ngungsi. sekarang ga ada. sudah ga ada lagi lewat sini. Jadi sekarang di sana itu pemudanya kalau jam sembilan malam belum pada pulang dicari. lewat kampung kita. Tapi perobahannya memang keliatan betul. di Pasar Patok aja dulu penuh orang Bali. bagi yang iseng. Di Pasar Patok dulu banyak betul orang Bali. Provokator. pemudanya kalau jam sembilan malam belum pada pulang dicari. Kalau saya (HRB) mah jangankan bahan-bahan warung atau apa. Sekarang. di Pasar Patok itu kan. Dua ratusan orang pindah ke Seputih. biasanya kan kelaut. Makanya sembarang yang mau jarah. boleh dikatakan seperti itu. Bahkan yang sekolahsekolah di Kalianda berenti semua. biasanya kan kelaut. Yang angkat kaki dari situ udah ada sekitar dua ratusan orang pindah ke Seputih.. nyepi contohnya. karena enggak boleh ngungsi kalau enggak bayar dua puluh juta. Ya disamping trauma. Dicari orang-orang tuanya. waktu perang itu. Nyepi kemaren itu ya? Nyepi itu ga ada kelaut. ujung-ujungnya enggak. ga ada. sudah ga ada lagi lewat sini.banyak yang nangis. Anak sekolah. boleh dikatakan takutlah untuk jalan-jalan. bahwa Bali itu takut. banyak betul orang Bali (termasuk yang jadi keamanan dan tukang parkir). Jarah. dulu.

nanti kamu yang kena. Emang. transparan aja. saya tanya ke pak kepala desa. dia bilang enggak ngerti. Memang ga boleh sama saya. Waktu kejadian (hari Senin). ga ada niat mau ngambil. dapet apa dari sini. tetapi ga boleh sama saya ikut (dilarang terlibat).. sekitar satu bulanan. tamu dari mana-mana. metro tivi. Banyak juga yang bikin stand di sini. wawancara. Di Balai Desa waktu itu penuh tamu dari mana-mana Gubuk saya ini aja. orangnya mati.440 441 442 443 444 445 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB golok bagus-bagus. Kalau bapak SRJ (Sekertaris Desa) juga ga ikut ya? Dia memang nyalinya enggak ada. goloknya diambil. apa pengalaman saya dan apa yang saya temukan. Istilahnya kamu pimpinan. namanya nemu. tolong dipertimbangkan lagi. memang banyak bangetlah.. itu yang saya katakan. kepala desa (Agom) ada dipaling depan ya (memimpin)? Enggak. itu yang saya katakan. saya ga bolehin. kalau saya berkata begitu. yang wartawan. banyak orang sini pada pulang bawa golok . tepat apa enggak. Aehh gubuk saya ini aja. tanya aja ke pak kadus (Kadus Agom (HRB)). jangan kesana (Balinuraga). transparan aja. waktu itu diamankan di Polres. dan lain-lain. seolah-olah kamu membiarkan.. segala macamlah. kamu (Kepala Desa Agom) pergi dari rumah.bawa golok. apa pengalaman saya dan apa yang saya temukan. tapi saya suruh berenti di Patok. tivi one. kalau saya. enggak tau (kata HRB). tapi ya jangan ditambah-tambah. Korban pelecehan diamankan di Polres. Makanya kalau Massa lah hari H. memang masalahnya di balai desa waktu itu penuh. Banyak betul golok-golok itu. Banyak orang sini pada pulang bawa golok bagus-bagus. kalau ditambah-tambah saya enggak mau. beberapa media aja masuk ke sini wawancara. lebih dari itu. kalau kamu ada. beberapa media aja masuk ke sini. 214 . geletak-geletak.oke aja kata saya. lebih dari itu. Kalau saya. ya makan tidur aja disitu. sekarang masih ada ya? Masih. Oke. Kalau korban pelecehan itu. Kepala Desa Agom ga boleh sama saya ikut. itu aja yang dimuat. banyak. enggak tau. sebab kami enggak bisa berbuat apa-apa. Memang dia ke Patok. saya memang ngawasi dia terus.

Memang tadinya ga banyak. waktu saya kerumah sakit. (Kata HRB). ga bisa tawar menawar. Apabila terulang. kalau dua lagi masih utuh (hidup). ada juga yang enggak. langsung. Ada bapak-bapak.. udah masuk.Tapi pak. Maka di usirlah dari Denpasar itu kegunung.. kok logatnya kayak orang Bali Pak? Saya orang Lampung lho Pak. HRB Ya masalahnya gini.. kursi. yang dikhawatirkan itu memang berat. adalah delapan puluh orang Bali Ketapang yang berangkat (ikut membantu). Cincin semen (penyangga sumur) itu kita potong. Orang yang kami masukin kesumur itu aja ada empat orang. dibuang ke gunung. pegang. Itulah Balinuraga. Demi suku pak.. tapi biarin aja. Saya tanya. Bali Koga ini ya? HRB Bali Koga ini ga terlalu. Apabila terulang. mereka memang harus angkat kaki semua dari situ (keluar dari Lampung Selatan).. Jadi ada lima belas orang belum pulang. ga mau nurut aturan adat.hehe.. tapi sampai sekarang lima belas orang Bali Ketapang ga pulang..469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 Peneliti Cuma mereka (Balinuraga) masih curigaan ya? (hehe. habis perang waktu itu sama orang Bali. masukin aja.haha. waktu perang itu. menurut perjanjian. jadi pak.. sesuailah dengan perjanjian ini.). karena mereka ga mau ikut aturan adat. dibuang ke gunung. Dibuangnya karena mereka ga mau ikut aturan.belum nyampe aja kata saya gitu ((HRB) haha. tapi namanya anakberanak-anak beranak jadi banyak. Peneliti Sudah empat bulan? HRB Ia ga pulang. Gini aja. Peneliti Kalau Bali Koga ini bagus.).. Kata orang Bali Koga: ” Ya saya tau. sepeda juga dimasukin. menurut perjanjian.. adalah delapan puluh orang Bali Ketapang yang berangkat (ikut membantu) Orang yang kami masukin kesumur itu aja ada empat orang 215 . itu kan Balinuraga. saya ngobrol. Bali Ketapang (Bali bagus ga kayak Balinuraga). kepalanya udah masuk. Yang mati kebacok dua. mereka memang harus angkat kaki semua dari situ Balinuraga itu memang dibuang oleh orang-orang Bali Denpasar itu. orang Balinuraga itu memang dibuang oleh orang-orang Bali Denpasar itu. apa mati? Apa kesasar? Ga tau.. tapi demi suku pak. Harus bumi hangus...duorrrrrrrr (bunyi yang ditimbulkan). Istilahnya mau makek aturan-aturan sendiri. bapak ini darimana.

. Peneliti Berarti bukan dari sini yang mulai ya (memicu kerusuhan) dari Negeri Pandan ? HRB Itu gini..). Nyak ji mak tandok lain api.. dua perempuan yang mati. taghu dija gawoh (kata HRB).haha. jawa. Peneliti Waktu perdamain ini. (kata HRB). Laki-laki. Peneliti Banyakan yang bujang (pemuda) yang berangkat ya? HRB Dari bujang sampe yang rambut putih (kakek-kakek) berangkat! Ia! Ada Dari bujang sampe yang rambut satu... HRB Ia. Kasian ngeliak ni (kasihan melihatnya).. putih (kakek-kakek) berangkat! ”Údah tuk (datuk). suka marga kesana masuk.497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 Peneliti Perempuan? Laki-Laki semua itu? HRB Laki-laki.. entah orang mana. Banten (Lampung Banten) turun. sanak tandok unyin. gimana kata orang? Saya hanya ingin mendukung terus kalian (kata datuk)..haha. Saya ini. kamu ga mungkin sampe. saya tidak. ada juga satu.) Piil atau prinsif harga diri Etnik Lampung. Jawa. Perempuan jarang... rame ya? Dateng semua juga? HRB Ya datang semua juga Peneliti Balinya juga dateng juga? HRB Dateng.yak mawat. Perempuan jarang. Ngapa? Nyak mak lain haga ngedukung kutti terus (kata datuk). Bukan Lampung ajalah. sudah berenti di sini aja. anak-anak ikut semua. Peneliti Sangking “piil ya?” (haha. banten (lampung banten) turun. sebetulnya mulai itu. hiji mak tandok niku. ikut bukan karena apa-apa.. bukan kita katakan dari Negeri Pandan 216 . Peneliti Berarti semua Lampung turun ya ? HRB Bukan Lampung ajalah.. maap ngomong ya. dua perempuan yang mati. ada juga satu.. Artinya: Sudah kek. Kerja sama!!! (haha.

sukunya Bali tapi ada di Lampung. kepala desa ngebendung orang Negeri Pandan. dengan sendirinya. kalau kita trauma wajar. orang dari Marga Catur (Desa Marga Catur). langsung lari (datang).) Ia kesempatan..paling enak. ada kesempatan (balas dendam) kok? (kata orang Marga Catur). tanpa komando... ada kesempatan balas dendam. Ia. kalau kita trauma wajar. dengan sendirinya.. waktu kejadian. Yang jelas ya. Jangankan Jawa.. dari Agom sini enggak juga. kalau yang enggak menyaksikan sih enggak. ini udah berangkat! (kata orang Marga Catur). dibilang Lampung yang kejem.haha. Di Patok (Pasar Patok). Bali datang hidup. Dimana sekarang? (kata HRB). Bali datang hidup. Jawa datang hidup. Bali. suka berantem.. kita kan menyaksikan. ya wajar kalau di tivi itu Lampung. Sebetulnya orang Lampung inilah. Batak.. Batak datang hidup di sini.. ga dibilang kalau Bali yang cari gara-gara? Ya Bali juga Lampung sih masalahnya. Udah siap.. Tapi dari sanasana juga dateng (desa-desa lain yang tidak terlibat). orang Cina banyak yang jadi miliyuner di sini. yang pernah perang itu dengan sendirinya ga di undang. gimana. Abis gimana ya. langsung lari (datang). gimana pak? Nanti dulu lah (kata HRB).. Bali juga. memang masih Indonesia (asli). Kesempatan ? (haha. Udah. Orang Lampung inilah paling enak.. 217 . orang dari Kota Dalam (Desa Kota Dalam) yang pernah perang itu (pernah perang dengan orang Bali) dengan sendirinya ga di undang. Kita (Penyerang) juga trauma ya? Ia. Bali. Jangankan Jawa. Ya kalau mengingat itu. waktu kejadian. bahkan kita jadi buruhnya.525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB enggak juga. kita kan menyaksikan. begitu dengar kabar. Berarti kalau yang di tivi-tivi itu (pemberitaan) ga bener semua ya? Ya itu kan tivi Kalau di tivi kan. Tapi tau diri kan? Ga papa. silahkan saja. orang Marga Catur ngebel (menelpon) saya. Ya kalau mengingat itu. Jawa datang hidup. orang Cina banyak jadi miliyuner di sini. Batak. tanpa komando. Enak-enak amat. apalagi kalau cuma denger berita. Batak datang hidup di sini. Kita (HRB) orang sini ngebendung orang Agom. Ya udah siap-siap (kata HRB). (kata orang Marga Catur).

abisin kita di sini ajalah. “kalau ga tau diri‟‟. udah idup di Lampung. Balinuraga masih di sana. orang Bali juga di sini. habis waktu (kata massa). udah ada itu. di sini ajalah kami (kata massa). Ya gimana. Nangis-nangis Camat Ketapang itu (orang Lampung juga). saya ini juga orang Lampung. bawa Bali nya ke sini.. yang di sana. di sini ga papa. Udah idup di lampung. orang Bali. sana dulu (Balinuraga). tanah-tanah kita Udah idup di Lampung. Ini ketapang. ga itu orang Jawa. Udahlah sama. orang bali kan ciren Pokoknya yang udah ketemu pura dengan purenya itu. pokoknya yang udah ketemu pure. Jangan! Kita beresin dulu sana (Balinuraga). datang dari Datang dari Lampung Timur enam Lampung Timur enam belas mobil (truk). itu yang ga pas. bawa Bali nya ke sini. 218 . belas mobil (truk). Bali Islam juga ada. entah siapa yang punya.. enggak bertetangga dengan Lampung. bakar. ayok kita sama-sama ke Balinuraga. kita di sini ajalah. nyari Balinuraga ga ketemu. Peneliti Satu kampung sendiri ya? HRB Ia. enggak Ga tau diri.. bertetangga dengan lampung. itu yang susah.. Peneliti Ada yang kebakar-bakar juga ya? HRB Banyak. Kalau Balinuraga sudah hancur. ketemu Bali Ketapang. nanya dengan warga disitu. karena sasarannya di sana (diantar Camat Ketapang ke Balinuraga).bakar! Trus ada juga. Peneliti Kalau Sidoreno (sebagian Bali Islam dan sebagian Bali Hindu dan sebagian Jawa) ini kena juga ya? HRB Sidoreno ini kan..553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 Usaha usahanya sendiri. yang kita sayangkan. ini tah Balinuraga? Bukan! Kata warga situ. sana.. ga itu Usaha usahanya sendiri. bakar! Kalianda juga gitu. Jangan Kata Camat Ketapang. tanahLampung. kejauhan. di entah siapa yang punya. jangan malu-maluin saya. kalau di sana udah beres. Berarti enggak ini lagi (masalah pelecehan). baru ke sini (kata Camat Ketapang). itu yang ga pas. tanah kita Lampung.itulah yang ga enak.karena memang sebagian ada orang Balinya. udah idup di Lampung. ketemu Pura.

Bali Koga.. kita lewat sini. emmm banyak sih orang Bali. balik lagi lewat jalur dua. sampai di Sidomakmur ketemu rumah orang Bali. Habis! Kalau tentara itu enggak ngambil langkah seperti itu. Habis! Peneliti Kalau cerita yang pasang sajadah-pasang sajadah itu? (tanda yang membedakan Bali Islam dengan Bali Hindu. rumah itu sudah dibakar. kalau tidak di begitukan. habis Bali Koga dibakar! Peneliti Sama aja ya. sebagai kamuplase untuk menyelamatkan diri).. HRB Banyak itu. lewat Bali Koga. Tentara yang di Bonggol ini tau. Tapi memang yang sangar-sangar Balinuraga itu. dibakar. empat truk itu bisa lewat ke Koga. Memang yang Balinuraga itu sangar-sangar Datang dari Tajimalela (Desa Tajimalela) empat truk berangkat (Massa) Tentara menghadang Ya ga tau siapa yang salah. masih.. sampai Way Arong sudah ditutup. Dihadangnya di perempatan. yang penting itu Bali. empat truk massa itu ikut. kita kata komandan. dibakar. Bali Agung (Palas). dibakarlah. Bali Napal.. Habis! Kalau memang kita persis tau yang pasang sajadah itu orang Bali Hindu. ke Negeri Sembilan. yang penting itu Bali. pahlawannya tentara yang rumahnya di Bonggol itu (oknum tentara). 219 . Datang dari Tajimalela (Desa Tajimalela) empat truk berangkat (massa). masuk lubuk ditutup. keluar ke Bonggol.. harus ngumpul dulu di lapangan Agom (Desa Agom). Peneliti Jadi orang Bali ini ada dimana aja (di Lampung Selatan) ? HRB Bali Ketapang. namun dimanfaatkan pula oleh Bali Hindu. Peneliti Termasuk Bali Koga kena? HRB Boleh dikatakan.581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 udah suku lagi (masalah suku). sudah empat yang kena (rumah orang Bali di Sidomakmur). HRB Ya ga tau siapa yang salah. saya ga hafal. Peneliti Dibakar juga itu? HRB Kalau memang kita persis tau yang pasang sajadah itu orang Bali (Bali Hindu).

itu emang ya agak perjuangan betul waktu itu. Janganlah. padahal mobil itu udah ditaroh sajadah segala macam. ini punya orang Bali Islam (kata HRB). segala macam.) 220 . Yang sayangnya ini. di Bali Islam. taunya di dalamnya ratusan perempuan orang Balinuraga. Jangan. dempet rumah itu.haha.. ngeluarin tivi. Ada yang ngelarang. ada yang baca yassin. Datang kesana. ada yang naruh mukenah di depannya (teras rumah). sini gang (pak HRB menggambarkan letak posisi rumah yang terbakar). nah jadi rumah Bali yang satu ini menghadap ke sini (Utara). Lempar.609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 Peneliti Katanya kalau ada sajadah ga dibakar ? HRB Di sanakan di. Ya itulah cirinya. ngasih kita minum. Lemari gitu juga. mudah-mudahan siapa yang minum. dibakarlah sama orang dari belakang. Ya kami yang ngebakar. sini jalan juga. segala macam. di Bali Islam. Ada juga yang begitu nafsu langsung mukul. Bakar! Nah yang menghadap ke sini (Selatan). asal keluar aja. tapi baliknya ke sini (berlawanan arah). Ya sama aja hancur. (haha. aqua gelas itu ditaruh depan masjid.... Yang Balinuraga minta tolong di didepan pintu mah ia baca shalawat. rumah orang Bali ini udah kebakar (Bali Hindhu). jadi dipakekin kerudung. Ada yang shalawatan. baca yassin. Bali Islam dengan Balinuraga. Yang ngeluarin tivi. Rumahnya udah nyampur (membaur). Ga taunya. minta tolong selamatkan Perempuan dan anak-anak kami (ke Bali Islam). sini jalan. jojong (tetap) aja kebakar. Mobil ada satu yang dibakar. di Masjid Sidoreno itu.. udah gotong royong masuk. itukan perbatasan ya. bukan punya orang Islam bukan. Tapi ya namanya. Udah keluar. ada yang naro (meletakkan) sajadah. di bagian dalam masjid Balinuraga semua (perempuan dan anak-anak). selamat. Peneliti Berarti yang disasar yang Bali Hindu ya? HRB Nah jadi tau-taunya. yang ngeluarin. di Sidoreno. Bali Islam. ga selamatkan ke Bali Islam. ini pak aer sudah kami doain.

yang di media cuma empat belas itu. antara Desa Balinuraga dengan Desa Agom. tiap hari ketemu. Kenapa sih kok media itu cuma empat belas? Saya ini tukang ngunjal (mengangkut) mayatnya. nyerempet-nyerempet? HRB Kita enggak nyerempet-nyerempet masalah agama... Kalau masalah-masalah lain.) HRB Bali di sana kan memang sudah mau turun. selagi pertikaian.. Kalau mau kita hubung-hubungkan dengan agama.637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 Peneliti Tetep aja ya dia (Bali Islam) melindungi? HRB Namanya juga tetangga..hehe. beda agama aja. Di media cuma empat belas korban. habis (kata Mr. ya ngasih bantuan juga. Memang mau turun. kami ga ikut-ikutan. berapa kantong mayat. jangan dulu kalian. istilahnya persoalan sepele. Tapi kalau sudah menyangkut soal agama 221 .X).. kami ga ikut-ikutan. Peneliti Bali-Bali ya juga (orang Pulau Bali)? (hehe. selain dari agama. Boleh dikatakan kalo kesimpulannya sekarang mah ya masalah antar desa aja. Kata saya (HRB). selain dari agama.. ya mudah-mudahan dengan empat belas itu tidak meluas. kalau lagi empat belas aja. biar bagaimana. Jadi dia minta maap. Makanya. Pakaian hitam-hitam.kata Gubernur Bali nya biar saya dulu yang turun. Kita enggak nyerempet-nyerempet masalah agama. sudah nasional (jadi berita nasional).. Tapi kalau sudah menyangkut soal agama (Hindu). apalagi dua ratus. mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Peneliti Tapi kalau sekarang udah tenang ya? Udah ga ada yang reseh-reseh? HRB Makanya Gubernurnya (Gubernur Bali) ke sini kan. kalau sudah internasional. ya nanti sampe kesana. Peneliti Kalau masalah agama enggak ini ya.. selagi pertikaian. Gubernur Bali ke sini kan meminta maap. istilahnya persoalan sepele.. sudah datang di depan kantor DPRD Bali udah sekitar dua ribu orang. kayaknya turun dari mana-mana (orang Bali). Kemaren itu saya ngomong-ngomong sama Bapak X (tidak disebutkan namanya). ya minta maap. Peneliti Perang suku benar kalau begitu? HRB Ia. internasional sudah. kami tetap ikut. Jadi.. bahkan masih saudara. pakaian orang Bali lah gitu.

diserbu orang Bali malam ini. Bandar Lampung.. sasarannya Agom. tapi hari itu kayaknya memihak ke kita semua (Hindu). setelah perang gede. desa anu yang akan diserang. Nah itu pikir saya. polisi mau ngeluarin orang Bali. Memang udah penuh sih di sana. mau ga mau ikut (kata Gubernur Bali). entah dari mana-mana. Kita ngungsi. ga mungkin ke Kedaton. Bandar Lampung.. kami tetap ikut. Peneliti Ibunya (istri HRB) ini dulu ngungsi ga? HRB Ya ngungsilah. Padahal itu akal-akalan keamanan. Peneliti Abis bener kalau sampe gitu ya HRB Ya abis bener. Pikir ku kan gitu. yang kedua: namanya belum ada kata damai.. kamipun ga mau ikut-ikutan. makanya saya ungsikan.... kalau sana (Kedaton) kan kejauhan. mau dibawa ke SPN (Sekolah Polisi Negara) Kemiling.. biar bagaimana. Namun kalau masalah agama. karena orang-orang dari Kedaton dan dari mana-mana ga turun ke sini (Agom). Semua di masjid diumumin. karena jaga kampung masingmasing. Padahal politiknya begitu. Dari pihak keamanan menyebar sms. Kedengarannya kan perang Agom dengan Balinuraga. Orang Balinuraga dikeluarin dibawa ke SPN (Sekolah Polisi Negara) Kemiling. sama Kesugihan. bisa-bisa aja. marinir segala macam ada di sana. dua langkah nyampe. kita kan namanya tetangga. terutamanya malam Selasa. entah Bali dari mana-mana. masalahnya kita ini desa sasaran. ga mungkinlah. ngungsinya itu karena malam Selasanya itu.. disuruh ngungsi dan segala macam. masalahnya kita ini desa sasaran. Ya ngungsilah. desa anu. yang nomor satu: biar dia enak ngeluarinnya (polisi mengevakuasi warga Balinuraga). Negeri Pandan. makanya jaga masing-masing. marinir segala macam ada di sana. Karena sudah dinyatakan. dari pihak keamanan menyebar sms. malam ini (malam Selasa) mau turun. tapi istilahnya memang udah penuh sih di sana. yang kedua kalau memang kesana (Kedaton). Nomor satu yang pertama (sumber masalah). 222 . pastinya ke sini. bahwa orang Bali mau balas nyerbu malam selasa. belum nyampe sudah habis (orang Bali). yang ngungsi benar itu. pokoknya malam ini (malam Selasa) mau turun. bahwa orang Bali.665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 sekalipun terjadi lagi. kalau kita ngumpul lagi. Desa Kedaton. malam itu. desa anu. serbu lagi.

223 .. kemudian buang tembakan.). Satu orang Bandar Dalom kena. memang keliatan betul memihak ke kita. ya memang dalam lubang itu banyak orang Bali.. Nembaknya itu dimana? Di Agom? Udah di Balinuraga. nembak pakai peluru karet. perbatasan Sidorenonya. Tapi yang kurang pasnya polisi. tapi jangan buang gas aer mata itu. yang bawa pagar duri itu dijungkelin semua (dijatuhkan). Bahkan nembak juga... nah karena orang ribut (setelah di tembak gas air mata). Ya saya pesan : senjata orang itu kita enggak tau. waspada! Meleng mati pak! Jangan ga percaya! (kata oknum aparat). meleng mati. Kata oknum aparat: ya. Kan jalan itu udah dipasang pagar duri. keliatan betul... Bener. Oh nembak juga ya..) Memang kebanyakan orang Lampung (aparat) (haha.haha. kalau udahan ke kiri.. kena! tapi hari itu kayaknya memihak ke kita semua. ditanya oknum aparat: pak sudah siap pak? Sudah siap (jawab HRB). Ada juga yang masih muda-muda itu ya.mau pecah mata ini....693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB (penyerang).. Lampung juga? (haha. Gimana pak. Serbu aja polisi. Saya aja pas baru nyampe.haha. okelah mereka tugas ya. Tadinya kalau sebelum dibakar. Ia pak saya percaya (kata HRB). Bubar? Ya disitu aja. oh ketat betul. disitu mah sudah habis (ke kiri). tapi yang masuk jojong (cuek) aja.. mau lanjut apa udahan. Ada yang kena? Orang Bandar Dalom. Makanya mobil polisi dibakar. terus dibuka pagar duri. halang-halangilah ga papa. Ditembak gas aer mata. Kita serbu aja (kata massa). duh kalau saya ga baju ini (seragam) saya ikut.. Bubar! (kata aparat). Uhhhh. saya ikut mendoakan!. Serbu aja polisi. kalau mau lanjut kesitu. Aparat buang gas aer mata. malam itu (malam Senen).. Mobil polisi dibakar. Nah karena udah buang tembakan itu.

lari kebirit-birit..betul kalau kita ketemu anak-anak sekecil ini (remaja Bali). Kita yang bertetangga dengan Bali ya. ya bakal kejadian lebih parah lagi. kasus orang Bali (Sidoreno) melarikan istri orang Sidomakmur gimana pak?. kalau itu Balinuraga.... ya memang sudah tenang. Oh ia itu. Ya tergantung. contohnya kasus bulan kemarin. Sementara ini memang. dipelototin kita.betul kalau kita ketemu anak-anak sekecil ini (remaja Bali).karena itu menyangkut Bali tadi. Tapi kalau sekarang udah tenang ya pak ya? Ya kayaknya sementara ini memang. bayarlah! (uang damai). Empat puluh juta kalau ga salah ya. betul.. warung nasi goreng itu. apabila tokoh-tokoh yang tanda tangan ini (tokoh-tokoh yang menandatangani surat perjanjian damai).. kalau udah malam. Kalau orang Bali itu mau hidup damai. kalau dari kita (Suku Lampung) kayaknya enggak. ga bisa diatasin. tapi itu juga Sidoreno.. kayaknya aman. mudahmudahan. Jangan coba-coba dilepas tembakan itu (kata massa penyerang). dipelototin kita. Ia.. terutama orang Bali sendiri kalau bisa mengatasi pemudanya. ya memang sudah tenang. Mau buang tembakan gas aer mata juga didalam sana (Balinuraga).721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Makanya. positif jadi lagi (terulang kerusuhan lagi). ga bisa mengatasi atau membendung pemudanya. kalau dari kita (Suku Lampung) kayaknya enggak. Dikejer! Lari Keluar! Oh berarti ga pakek peluru tajam? Enggak. jangan bikin-bikin ulah. Asli! Kalau dulu memang kurang ajar banget ya (orang Bali)? Uhh Kita yang bertetangga dengan Bali ya. Tapi. Dikejer orang rame. ngelunjak banget 224 . Langsung kepala desanya menggarisbawahi berapapun yang diminta. sekitar tiga puluh polisi. jangan bikin-bikin ulah. Kayaknya kalau orang Bali itu mau hidup damai. betul. ngelunjak banget kayaknya... Yang udah ada masuk dalam gang sana.. dibakar. kayaknya aman. Dirumah. Kalau memang pemudanya. ya terutama orang Bali sendiri kalau bisa mengatasi pemudanya. Peluru karet.peluru karet aja..

mau lihat anak itu... katanya hanya korban-korban yang dibawa Korban roboh. Bosnya? Bosnya kan di situ banyak sih..anaknya Celang itu (tokoh Balinuraga). Kalau yang mati. tangannya putus dan mukanya sobek kena golok. Jadi hilang keseimbangan mungkin.. Siapa? Wayanan gitu lah (HRB tidak hafal nama-namanya) Berarti yang mati ini (menunjuk ke berita acara perjanjian perdamaian) kepala suku-kepala sukunya? Ya bukan kepala suku. Tapi kalau saya baca. bosnya. Begitu roboh itu. istilahnya preman-preman situ. Karena bibitnya dia? Celang itu udah di ungsiin? apa udah mati? Kalau di internet mah mati.. Yang di perjanjian damai ini. saya mau langsung nolongin..749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 kayaknya. yang positif mati bosnya itu memang empat.. sekalipun dia enggak mati. orang desa itu (Balinuraga) yang matiin dia. Bosnya kan di situ banyak sih.. mungkin dibongkar sama orang sini. karena pahanya dipegang. si Banu satu..katanya. Anak tanggung itu? Ya bujang. Katanya yang ditebas lehernya itu. Celang itu siapa? Bosnya orang Balinuraga itu ya? Ia bisa dikatakan begitulah.ya itulah dilecehkan. Itu juga masih banyak yang kesitu. Memang waktu kejadian. ada juga di surat kabar. Udah di Polda (pelaku). makanya celang itu... Begitu roboh itu.. gangguin anak-anak lewat Jilbabnya ditarik. Yang mati preman-preman situ. abangnya Celang ini. Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti Trek – trek an? (balapan motor liar) Ia trek-trek an.? Ia. Alhamdullilahlah sekarang udah di Polda (Pelaku). enggak bisa pulang. Jadi hilang keseimbangan mungkin. 225 .itukan roboh itu. Karena kalau hanya di Polsek aja.ya itulah dilecehkan. karena pahanya dipegang.

bagi enam kelompok. Enggak ada.. ikut sini. saya deketin. Kalau yang dimasukin bom (Bom Ikan) diperutnya itu bener pak? Ya memang betul.. kata saya : ga usah. bagi enam kelompok.777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti kerumah sakit aja ya pak? Korban yang masuk di tivi aja..haha..haha. saya lihat wusss darah ngucur. yang saya saksikan dengan mata kepala saya.. kalau masih bisa ditolong.).(haha. yang saya saksikan dengan mata kepala saya. Enam kelompok itu. tapi kena bacok juga. Tolong mas tolong selamatin saya (kata perempuan Bali itu).. 226 . saya lari. kalau kelompok saya. berapa masing-masing orangnya tiap kelompok? Ya enggak di itung-itung. dapat delapan orang.. Kalau yang perang disawah-perang disawah itu katanya? Ya memang itu semua di sawah. ya hanya kebetulan aja ada yang ikut sana. sekali bacok rubuh. maksud saya. Bunuh delapan orang? Ia.. lari saya. ga kuat liat. Ada juga banyak saya selamatin. Jangan!!! Jangan!!! Kata saya. Tapi waktu saya nyampe. Jadi kalau kelompok saya. Terus ada kawan saya yang mau bunuh. seminggu lagi juga mati Dia udah kena bacok tapi belum mati? Belum.. ada anak satu (anak perempuan umuran SMP) lari dari kejeran kelompok satu.. ga kuat liat saya. Saya lari.. Itu geh seminggu lagi mati. yang mati ya diangkut ditaroh dimana gitu. ketemu kelompok saya.. Memang ga bisa lari ya? kami masuk hari Senin. Di sawah. ga usah dibunuh (haha. yang kasihan itu. ada perempuan tua sembunyi dibawah jurang. saya lihat wusss darah ngucur. kan kami beregu. nah itu pertama waktu kami masuk hari Senin. kan kami beregu. Enggak ada? Mati semua.).haha. Itu orang (kata saya).. Kalau orang Bali itu enggak ada yang masuk rumah sakit. kata saya. tapi mau dibacok sama orang-orang (penyerang). dapat delapan orang. ya ditolong..

haha. Yang satu lagi.. (haha.haha. emm... intinya menyelamatkan Di sawah diri. cuma dimasukin dalam tas (potongan kepala orang Bali). memang ditusuk pakai bambu runcing. makanya di lobang galian pasir itu... Ada yang dibakar ada! ditembak (senapan rakitan). dibawa-bawa. di internet.. disawah dulu. ada tiga. Ya habislah! Mati semua. tiga puluh enam. HRB Ada yang dibakar..... masuk ke lobang galian pasir itu.(Kata Polisi). Ya memang pertama perang. mau saya tarok (taruh) di rumah. Yang satu lagi.ya dari atas itu ditembak (senapan rakitan). dipikul.. Yang dimasukin di dalam tas itulah.). Ini golok yang motong! (Kata Pelaku). ada tiga puluh orang. Yang di video itu mungkin yang di jalan ya? Peneliti Ya yang dijalan.. kami mau pulang. ditunjukin ke polisi: Ini pak kepala orang Bali.. digini-giniin (digelindingkan) terus dimain-mainin tu? HRB Ya disitu kan.)... memang di dudukin ditengah jalan.. diaspal.... Ada videonya di youtube. Udah buang aja (kata saya). uda dipotong. yang dipotong kepalanya itu kan.haha.ya dari atas itu 36 satu lobang itu. itu bosnya juga itu? HRB Ia. jam empat masih dibawa (haha. Peneliti Mati 36 itu? HRB Mati semua. Mau saya bawa pulang. karena dia keluar dari desanya... Begitu.. ditaruh ada tiga disitukan (dijalan). buat kenang-kenangan (kata pelaku). Yaa. tapi ujung-ujungnya ketemu juga.. Begitu datang 227 .) kelompok saya itu yang bakar (korban dibakar) Peneliti Kalau yang itu kepala yang udah jatuh... Kan ada tiga puluh orang dikejar (penyerang)..805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 HRB Di sawah itu kan...kelompok saya itu yang bakar (haha.. Ketemu sama polisi.. Peneliti Sembunyi? Mati? HRB Ya mati semua.. Ya habislah! 36 satu lobang itu Peneliti Ya ada. Yang satu Yang dipotong kepalanya itu kan..

bisa rubuh kita. Udah tumpuk (mayat orang Bali ditumpuk). Leak!! Leak!! kata orang. Ada yang ambil telinganya.. Ia lah.. kata rekan HRB? (Benar apa orang Bali ga sunat wuyy?). ga mempan betul.ada juga. Pokoknya kalo kita ga kuat.. buat gantungan kuncilah.haha.. terus dibacok-bacok sama orang kita (penyerang). digini-ginikan perutnya ya (HRB memperagakan pelaku mengobrak abrik isi perut korban). Lagi foto-foto (oleh wartawan) ada yang bacok lagi... Liat anak kecil itu. Ngambil makanan sapi. bisa rubuh kita.. biar masuk surga (kata rekan HRB). masih ada yang nafsu bacoknya.833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB wartawan-wartawan. potong.(haha. kepala dalam tas itu. udahlah katanya (pelaku berhenti karena sudah bosan).. tapi sambil takut gitu. sini wartawan kumpul sini kata pelaku. segini ya (sekitar sepuluh tahun).. yang alat Ada yang ambil telinganya.. karena anak itu Ada korban yang perutnya disayat sampai keluar semua isi perutnya. ngomong enggak. lihat kayak gitu. masukin kantong. Ada juga anak kecil (anak Balinuraga) ya. Ya allah.. ngerubung wartawan. jalan aja.... Emang itulah... Buka celananya.. Ya allah. sudah dikeluarin gitu. Pokoknya kalo kita ga kuat. ada satu. Wuss potong. namanya emosinya berat itu ya. Masih hidup itu? Ya udah mati. Temon kudho Bali mak sunat uyy. Ayok ambil rumput. Ayo serbu!!! Dibacok kita. Bacok? Ya kepala itu.... Ada mayat korban kelaminnya dipotong.. 228 . ada juga. mumpung ada kesempatan ngambil gambar itu. keluar semua isi perutnya. katanya orang Bali itu kalau dibakar masuk surga ya? Ayok dibakar yuk. ada yang dimaenin jadi bola itu? Ia memang benar... Ada mayat korban yang sudah mati lalu dibakar. lihat kayak gitu.). bawa golok seginilah (golok kecil). udah memang dalam tas... liat. ditutupin disitu (diatas mayat).. buat gantungan kuncilah.. rumput yang kering-kering itu. dibakar! Berarti yang kecil-kecil juga ngeliat? (anak-anak juga ikut berperang).

jangankan babi. Ia memang. ketemu gadis-gadis perempuan disitu ngumpul ketakutan. Katanya. Siangnya. masuk. dua puluh juta rupiah saya bawa (kata orang Bali).. ya semua buka baju. Memang udah ga ada takutnya juga ya pas udah disitu (di Balinuraga)? Ya masih sih ada takutnya. pohon mangga. istilahnya manusia laki-laki dewasa (laki-laki Bali). Udah ga mungkin nyerang lagi. jangankan 229 . Pokoknya waktu itu. terus mundur.. ini saya ada duit nih. kiri jalan.861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB ga takut sama sekali. Apa aja yang ketemu. tapi kalau sepuluh. bilang pak. mati. terus lari. ga mungkin lagi nyerbu. lari buka bajunya. Rombongan anak saya kan di sebelah sana rombongan saya. duit diambil. Buktinya dari malamnya (malam minggu) kita nyerbu.. malamnya juga pesta-pesta ya di sana? (menurut penuturan warga. Makan-makan babi gitu ya? Kami ketemu bekasnya di lapangan. Katanya babi-babinya (ternak orang Balinuraga) juga dibunuhin? Ia. delapan yang berani. Udah kamu muter aja kesana (kata penyerang). istilahnya manusia laki-laki dewasa (laki-laki Bali). Tapi kalau hari minggunya itu dua berani.. kalau liat. apa artinyalah. jangan bunuh saya pak. memang kita itu enggak ada rasa kasian lagi. Ada juga yang ketakutan angkat tangan (orang Balinuraga). (rombongan penyerang yang terdapat anaknya) bilang: kalau enggak mau mati. delapan takut (sebelum ada komando). Baru muter aja. mati. Komando. minum-minuman nya (minuman keras/ arak Bali) masih banyak. bassss (ditebas). malam seninnya. setelah tiga orang dari penyerang terbunuh pada hari minggu.. kalau liat. Pokoknya waktu itu. nyawa tetap ilang. Suku Bali mengadakan Pesta Kemenangan) Dianggap menang..apa aja yang ketemu. memang kita (penyerang) itu enggak ada rasa kasian lagi. dua yang takut. Dianggap udah bubar itu. Ga ada takutnya dateng ke kerumunan orang. mati. Udah Sepi. Tapi ujungnya mati juga.

. Banyak polisi Ribuan orang. apa artinyalah.Udah cari yang laen aja.... kalo udah. karena orang rame. masih dibacok”(kata oknum aparat). ada berapa itu ? Kira-kira berapa pak ? Ada dua ribuan ? Yaaa lebihlah. padahal di seberang jurang udah banyak orang Bali. Tentara itu intinya bukannya apa. polisi.. Siasat perang 230 . Tentara itu intinya bukannya apa. dibuka. kan diam aja. “Udah pak. ngeliyat kalau udah mati. macam siasat perangnya.yang ngebacok orang sepuluh. memang udah tau mati. kan dikandang. tebang! Ada penjarahan.. banyak polisi disitu. udah. Tapi jumlah aparat sama massa. Tapi yang jarah banyak juga ya? Ya ada juga. habis ditebangin. ancur betul. artinya sepuluh bacokan.tapi enggak keliatan. kan gitu. ngeliyat kalau udah mati. masih banyakan Massa nya? Ya enggak per-per nya. enggak bisa kita ambil lagi. Di video nya ada itu. waktu orang Bali itu mulai roboh-roboh. di videonya. Mereka kan memang lari ke kanan-kekiri arah sawah.. cari aja yang masih idup (kata oknum aparat)”.). kita digiring ngikutin dia nyeberang jurang. Ribuan orang... pohon mangga. Kalau tentara.(haha.haha. itu lho dikanan-dikanan.sekali bacok. babi...itu yang ke kiri.. diambilnya. ayam yang bagus-bagus itu.889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB Peneliti HRB tebang! Ayam aduan itu. diambilnya. Tadinya Bali itu ngerubung dulu dia ya (sebagian sembunyi di kiri jalan. namanya ayam... itu pasti tentara“ (kata HRB).. ya udah. dipotong juga! Di sini aja kebon karet (milik orang Bali di Agom) habis dibabat. kan di Agom ini banyak tanah orang Bali. ya waktu pertempuran itu. Ya namanya orang banyak ya. sebagian dikanan jalan antara rumah penduduk) biar kita ditengah (terkepung) di antemi (dihabisi)? Ya memang macam apa ya. nyumput banyak. Asal dengar di videonya “udah. “Saya takutnya bukan apa. udah.

ada yang janur.. gitu aja kan. lewat apa enggak. tutup helm agak rapat trus jalan agak kenceng (haha. ilang semua..). siapapun dia. Peneliti Tapi kalau yang perempuan-perempuan ga ada yang ikut ya. Perempuannya (Lampung) ga ada. Peneliti Waktu kejadian itu katanya orang Lampung makai tanda tertentu dibadan sebagai simbol kelompok ya pak? HRB Oh itu. ga yang tua. diserbunya di situ. memang dijalan dibagi. mau muter kejauhan. aman. HRB Iaa. sebagian mikirin saya. Sampai janur. Pakai Bom Ikan.makek tali rapia. tatto semua. ga yang muda. ngungsi semua. Peneliti Sekarang udah tenang ya di sini ya (Agom)? HRB Kalau rasa was-wasnya tetap ada. Tapi gitu juga kita. Bubarnya mereka itu. sebagian mikirin keluarga.haha..917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 Mau dia. tatto semua. kalau mereka enggak saya ungsiin (istri dan dua anaknya yang paling kecil). memang mikir saya. tapi kami perhatikan sementara ini. tatto semua. ada yang juga yang tali rapia.. kalau pakek tali rapia. Rasa was-wasnya tetap ada. perempuannya ga ada.. akhirnya lewat juga. Mungkin kalau kita nyerang (ngejar) bener-bener mati betul kita. saya bercabang gitu loh. rambutnya panjang-panjang... mau lewat sana. Peneliti Memang serem-serem ya gayanya (penampilan) orang Bali.. kalau yang Lampung ya? HRB Sembunyi semua. diperempatan (Pasar Patok) itu kan. contohnya saya waktu itu... ya gitulah orang Bali. Iaa.. kalau saya sih pikir saya hanya dua. Ini makanya saya ngungsiin. ada Memang dijalan dibagi..ngeri. ngungsi semua.. udah dipotong-potong gitu ya.. kalau enggak mati ya hidup.. orang perang dari hari Minggu itu. ada juga yang tali rapia. 231 . ilang semua. Kalau kami sih ga masalah. pas kita di dalam jurang. rapia siapapun dia... lewatlewat aja.. kalau pakek tali rapia. ngejar mereka. orang Bali ga mau lagi lewat sini. ya gitulah orang Bali. mikir. pakai Bom Ikan..ngeri. paling enggak kita ikut nyeberang jurang..

tetap kita terima.. seperti itu. tapi kalau sekarang ini sudah enggak berani lagi. Apa berenti sendiri. takut dan jadi baik.. Masalahnya di situ itu... Yang jelas. Ya mau enggak mau. adeknya (anak HRB)? HRB Memang di liburin semua. kita belum ada. berdampingan dengan orang Bali pak? HRB Harapan kita mah. sama juga dengan orang Lampung.. perbandingan dan pelajaran. mudah-mudahan kawan Bali juga. sama teman-teman sekolahnya mau dibunuh juga. Peneliti Bagaimana pak suasana waktu itu. disamping dia mudahan aman. di Kalianda. mudah-mudahan enggak ada lagi.). Peneliti Harapan bapak bagaimana untuk bisa hidup damai. kita juga bisa sadar. kalau di Kalianda banyak.945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 dibagi. mudahberkat ada kejadian ini. enggak ada lagi. ya jadi tauladan kita itu enggak ada untuk bunuh orang dan sebagainya. berkat kejadian ini. liat Bali... logatnya ia. kejadian itu diluar rencana dan sebagainya. Kalau belum ada kejadian... Yang jelas.. liat tampangnya juga udah ketara itu Dari omongannya.haha. Harapan saya. karena dia takut. mau dihajar teman-teman sekolahnya yang lampung-lampung itu. ngekos disitu. mudah juga. Tujuan Harapan kita mah. Tapi namanya untuk generasi selanjutnya. enggak tau juga. Sempat di kerubung juga. Apa di berhentiin. waktu kejadian itu. Nah kita juga. (haha. waktu deklarasi perjanjian damai? 232 . logatnya ia. Teman sekolahnya kan ada satu orang Bali.... yang sekolah itu. mudah-mudahan aman lah. Sekolah diliburkan.. Peneliti Berarti ga sekolah ya waktu kejadian itu.. seperti itu. aman. orang Bali (pelajar SMA) ngekos di perumnas..lama . Peneliti Tapi memang Bali (Balinuraga) dengan Lampung (Agom) ini sekolahnya enggak nyatu ya? HRB Enggak ada kalau di sini mah. Nah tapi harapan saya.. mudah-mudahan berkat kejadian ini. tampangnya juga udah ketara itu Bali. Peneliti Memang orang Bali mudah di kenali ya pak? HRB Dari omongannya.. ya jadi tauladan untuk generasi selanjutnya.

mungkin dari pihak organisasi-organisasi yang lain. yang saya tahu. terutama sekali kepada suku-suku yang laen.. Tapi yang jelas tujuannya demi kebaikan untuk kedepan. di hadiri oleh lima marga (lima kepala suku yang di tuakan di Lampung Selatan) dan tokoh-tokoh dari saudara kita suku Bali.. dilaksanakan di lapangan Desa Agom. Nah pada saat itu. juga tokoh-tokoh dari saudara kita Suku Bali. bagaimana caranya kita buat apa semacam organisasi dan laen sebagainya. mungkin. seperti FORKLAS (Forum Komunikasi Lampung Selatan). mudah-mudahan kejadian ini akan kita jadikan pelajaran dan tidak akan terulang lagi. dan berjanji pada saat itu untuk menjaga dan membina anak-anak muda khusus. ya banyak tokoh-tokoh yang kita tidak tahu persis nama-namanya.. berapa ya. pada saat itu yang dibacakan oleh salah satu perwakilan yang membacakan hasil-hasil perdamaian itu. hari nya hari jumat.. juga pada saat itu bapak Gubernur (Gubernur Lampung) pun hadir. Jadi. Wawancara ke dua Peneliti Gimana pak pesan pesannya (harapan)? HRB Mudah-mudahan harapan saya. demi untuk mempersatukan pemuda-pemudi 233 . Harapan saya kita buat semacam organisasi.. Ya mungkin hanya itu. supaya kita ini bisa bersatu.972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 HRB Saya menyaksikan.. banyak juga yang menyaksikan. Ya. Tapi yang jelas dari tokohtokoh kita Lampung. pada saat itu. yang pada saat itu. antara Desa Balinuraga dan Desa Agom.. satu tetangga. Demi untuk mempersatukan Deklarasi hasil perdamaian. Laskar Merah Putih.mungkin apa yang saya sampaikan itu sebatas pengetahuan saya dan saya saksikan. bagaimana layaknya kita satu warga. dan dihadiri juga oleh bapak Bupati (Bupati Lampung Selatan). (HRB lupa tanggal pastinya). Dengan kesepakatan. kalau tidak salah tanggal. waktu deklarasi hasil perdamaian. selebih dari itu. pada saat itu hadir. selaku orang tua di sini. bahwa yang pertama. saudara kita suku Bali memohon maap atas kejadian (kerusuhan).

agar tidak terulang. Sekali lagi. Jadi mudah-mudahan berkat kejadian itu. contoh dan pelajaran kita.apa. kekuatan dalam keadaan damai dan musyawarah. Nah dari suku manapun dia.gitu agar menyatukan suku laen dan diantara masing-masing suku. mudah-mudahan untuk generasi kita. saya tekankan kejadian ini. Mudah-mudahan kalau kita selaku tokoh-tokoh sini sudah bekerjasama yang baik. harapan saya akan menjadikan pelajaran Kejadian ini. itu kita satukan. kayaknya. Diadakan organisasi-organisasi yang mencakup dari suku dan agama. bisa bersatu. Sekalipun agama kita masing-masing. Harapan saya juga supaya pemerintah atau masyarakat yang dari berbagai suku. kita adakan kerjasama yang baek. itu kita satukan.. Mungkin diadakan organisasi-organisasi yang mencakup dari suku dan agama. daripada masing-masing suku. diharapkan dibentuklah organisasi apa. Tapi hanya merugi yang kita alami.. atau berbagai unsur yang laen. untuk mengangkat kesejahteraan Lampung Selatan yang jelas. contoh dan pelajaran.”. kepercayaan kita masing-masing. harus masing-masing kita bisa membatasi. Supaya pemerintah bisa mencari 234 . ya mudah-mudahan generasi kita (warga masyarakat) akan mencontoh apa yang kita (tokoh –tokoh) berikan kepada generasi kita (warga masyarakat). ya terutama emosi. apapun itu. dan kita bergerak di bidang pekerjaan kita masing-masing. kita jadikan. apapun itu. masing-masing organisasi bisa menyatukan. bisa kerjasama yang baik. bekerja sama. diterapkan di berbagai bidang yang laen. Nah mudahmudahan berkat kerjasama diantara tokoh-tokoh dari masing-masing suku. khususnya kepada pemerintah. jangan sampai itu terulang lagi. bisa berubah lebih baik lagi. dan kita buatlah. namun harus dilandasi dengan yang pertama melalui musyawarah dan kita tingkatkan persatuan dan kesatuan. bisa bersatu. Berkat kejadian itu. Jadi mudah-mudahan pesan-pesan saya ini. “Apakah ada hasil yang kita nikmati dari situ (konflik kerusuhan)? kan kayaknya tidak ada. Itu harapan kami. bersatu..999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 pemuda-pemudi atau masyarakat yang dari berbagai suku. kita jadikan. ketimbang kejadian-kejadian yang sudah lalu. namun harapan saya. harapan saya akan menjadikan pelajaran. Jadi.

Nah makanya kalau harga diri itu sudah kita rangkul. bila tidak ada langkah pencegahan yang tepat dari pemerintah). ya mudah-mudahan kayaknya bisa bersatu.1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 bisa mencari solusinya. yang susah kita juga. untuk apa. Harga diri. Alhamdulillah. kami juga mendapat perhatian dari pemerintah. Nah makanya kalau harga diri itu sudah kita rangkul. kita buatkan semacam organisasi misalnya. Kayaknya kalau kita yang tuatua. kita anggap musibah bagi yang tidak tahu menahu. timbul pemikiran ujung-ujungnya akan memecah juga diantara suku-suku yang ada (kecemasan akan terulang kembali. ya bisa memberikan wawasan atau jalan kepada generasi kita. ada bantuan. Yang jelas itu harga diri tadi. ya kami juga merasa ada bantuan dari berbagai pihak. solusinya. menghilangkan rasa trauma (trauma pasca konflik). Baik pemerintah. Ada bantuan dari berbagai pihak Menghilangkan rasa trauma (trauma pasca konflik). ga ada ya? (kehidupan ekonomi pasca konflik) HRB Kalau masalah ekonomi kayaknya aman-aman aja. yang memperhatikan warganya. itu melibatkan dari berbagai suku. yang repot kita juga. boleh dikatakan musibah ya. karena itu kami sangat mengucapkan berribu-ribu terimakasih. Peneliti Kalau masalah ekonomi. kami juga sangat-sangat mengucapkan terima kasih. ada bantuan. bila tidak ada langkah pencegahan yang tepat dari pemerintah. kayaknya ga mungkin (memicu konflik). sekalipun itu bikin. boleh dikatakan hukum-hukum adat. kita buatkan semacam organisasi misalnya. supaya hal ini (perbedaan suku dan agama) bisa rukun. ada hiburan dan lain sebagainya. bibit-bibitnya. atau dari pihak donatur-donatur yang memperhatikan kami. Itu jangan sampai terjadi. mungkin anak-anak ini yang akan datang (yang ditakutkan memicu konflik). ya mudah-mudahan kayaknya bisa bersatu. lalu jadi membesar permasalahannya. Terutama sekali dari bupati atau gubernur kita sini. dan mungkin pada diri anak-anak kita. itu melibatkan dari berbagai suku. jangan lagi ada terjadi kesalahpahaman sedikit. atau organisasiorganisasi lain. Yang pada saat itu. ada hiburan dan lain sebagainya 235 . Kecemasan akan terulang kembali. supaya hal ini (perbedaan suku dan agama) bisa rukun.

mudahmudahan. kami sangat mengharapkan. namun karena masih ada rasa-rasa trauma dan takut itu tadi. kalau kita ada keyakinan kepada Yang Maha Kuasa (ALLAH SWT). namun karena masih ada rasa-rasa trauma dan takut itu tadi. merasa was-was. itu bisa mengatasi rasa trauma kita.antisipasi saja. dengan syarat kalau untuk itu. ya mudah-mudahan makin lama. itu bisa mengatasi rasa trauma kita. bisa menguasai diri. maupun suku yang laennya. ya kita bisa kondusif seperti awal. ya kita bisa kondusif seperti awal. Harapannya hidup berdampingan secara normal dalam suasana damai. kita serahkan semua ini. ya mungkin sebagian masih. mudah-mudahan. 236 . Ya seperti contohnya yang memang sebelum kejadian keributan itu sudah baikan (berhubungan baik). paling yang masih ada sekarang. kita serahkan semua ini. Demi. baik itu Lampung maupun Bali. Jaga-jaga untuk tidak terjadi seperti itu lagi. ya mungkin ada perpecahan Kalau sekarang. itu tadi. Kalau kita bagi Muslim. mungkin saudara kita juga dari suku Bali juga sangatsangat mengharapkan seperti itu (hidup berdampingan secara normal dalam suasana damai). ya masing-masing suku. ya mudah-mudahan makin lama. ya masing-masing unsur yang laen itu. merasa was-was. kita landasi dengan kepercayaan masing-masing. bisa menguasai diri. yang ada sekarang ini masih ada antisipasi. tapi sebagian besar sudah tidak lagi. masalah trauma. Massa lah trauma. Peneliti Kalau kehidupan sehari-hari sudah kembali berdampingan dengan masyarakat Bali ? (suasana kembali normal) HRB Kalau kehidupan sehari-hari berdampingan sehari-hari. dan trauma itu makin ilang. makin aman. untuk sementara ini ya baru sebagian kecil. dan trauma itu makin ilang. ya mungkin sebagian masih. kalau kita bagi Muslim. ya bisa menahan diri. Harapan kita. jagajaga untuk tidak terjadi seperti itu. Jadi. seperti semula. ya mungkin kalau berdampingan dengan orang Bali. seperti semula. sekarang ya? HRB Alhamdulillah kalau sekarang. tapi sebagian besar sudah tidak lagi.1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 Peneliti Berarti sudah tidak ada trauma ya. Harapannya bisa menahan diri. untuk sementara ini ya baru sebagian kecil. makin aman. kalau kita ada keyakinan kepada Yang Maha Kuasa (ALLAH SWT).

apapun sukunya. kami perhatikan saudara. ya mungkin masih jaga-jaga (menjaga jarak). Peneliti Sebelumnya seperti apa pak? HRB Kalau sebelumnya boleh dikatakan agak brutal ya. Peneliti Kalau pemuda Bali? HRB Ya Lampung juga sangat mengharapkan dari pemuda-pemuda Bali. sudah kembali rukun (sudah mulai ada interaksi yang baik). mudah-mudahan setelah kejadian kita lebih meningkatkan kewaspadaan. Tapi kalau memang yang belum pernah kenal dari awal (tidak saling mengenal). kerukunan. namanya kita tetangga. Tapi setelah kejadian ini boleh dikatakan tujuh puluh Masih jaga-jaga (menjaga jarak) Sekarang masih mendengarkan petuah-petuah dari yang tua. kami dari suku-suku lain. Suku Bali juga bisa menjaga diri. maka kejadian. terutama sekali pemuda-pemudi harapannya bisa bersatu. khususnya Suku Lampung bisa menjaga diri juga. Peneliti Ada perubahan dari sikap pemuda-pemudi Lampung? HRB Ya kalau untuk-untuk sekarang masih mendengarkan petuah-petuah dari yang tua. Tapi alhamdullilah dengan jaga-jaga itu (saling waspada). Harapan kami bisa rukun kembali seperti awal.1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 (sempat menjaga jarak). Tapi kalau untuk saat-saat sekarang kayaknya. ya mudah-mudahan tokoh-tokoh atau orang tua pemimpin dari saudara kita Suku Bali bisa. 237 . malam-malam trek-trekan motor. nasehat orang tua itu kayaknya enggak begitu didengar. memang untuk saat ini perubahan itu sudah cukup besar ketimbang sebelumnya. Mudah-mudahan ya saling waspada. ya saling menjaga. ya lama-lama mudah-mudahan rukun kembali. Sebelumnya boleh dikatakan agak brutal ya. tapi sekarang kayaknya sudah kembali bertemu. kami perhatikan saudarasaudara pemuda-pemudi Bali.saudara pemuda-pemudi Bali. memberikan nasehat. mengatasi. Tapi yang jelas berkat kejadian itu. memang untuk saat ini perubahan itu sudah cukup besar ketimbang sebelumnya. rukun tetangga yang kita hidupkan. kita jadikan pelajaran. karena mungkin pada saat itu kita kurang menjaga. contohnya sore-sore. pemuda-pemudanya.

1113 1114 1115 1116 1117 persen berkurang. Kebut-kebutan dan sebagainya sekarang kayaknya sudah berkurang. sopan santun kayaknya sudah ada. masalah keributan itu kalau enggak kita besar-besar kan mungkin Masalah keributan itu kalau enggak enggak. Pesan dari orang tua itu. 238 . kita besar-besar kan mungkin enggak.

di warung tempat Sudaryo itu yang pertama kali kena di bom ikan. Bom Mlotop apa Bom Ikan gitu. Minggu pagi itu.. di Desa Sidoreno. Katanya: gag lah gak bakalan masuk.. katanya dibom gitu. Disini siap siaga. Terus katanya kan sudah aman. Nah bener. Dibom. terus rumahnya pak Made Sukintre. kita kan sudah sepi ya? Pulang lagi. dari pihak penyerang. kejadiannya kan di Sidoreno itu. tapi sudah ada korban tiga dari penyerang. enggak tau saya.(mengingat). Hari Minggunya. kebarat.. Ga ada korban. gitu. sudah sore kan. mas. 239 . Sekitar jam sebelas itulah. kita hanya siap-siap supaya dia ga masuk ke desa kita. gtu. kita siap-siap aja.). Kata Kunci Malam lagi. Nah. ketua Parisade Kabupaten terus itu dibakar. tapi sudah ada korban. ada korban berapa itu. cuman saya hanya lari ke belakang sana. yang dari sana. warung tempat Sudaryo itu yang pertama kena. paginya. katanya gitu.warung itu. heeh yang di Sidoreno. Malam Minggu pulang lagi. hari Minggu itu. balik lagi kan? Pulang. itu kejadian lagi. reda.. Karena malam Minggu itu sebenarnya sudah mulai kejadian itu. Terus sudah sore. hari minggu pagi kan. Minggu sore pulang lagi. ga ada apa-apa lagi. pokoknya ribuan masa katanya.. yang di sini kan siap siaga.Lampiran 4 Verbatim Data Hasil Wawancara Subyek Narasumber Utama Kedua (SRM / Etnik Bali (Balinuraga)) Baris Pelaku 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Peneliti SRM Uraian Kasus Wawancara Pertama Waktu kejadian itu ibu di mana buk? Waktu kejadian saya masih tetep berada dirumah. Sudah sore kan reda. Ada berita lagi. kita ga usah nyerang. hari itu.(hehe. Sudah itu. Kita ga usah nyerang. kesawah-sawah. cuman disebelah sana. Minggu pulang Pagi kejadian lagi Sidoreno. udah lari semua. tiga ya. Ada berita lagi. besok mau ada penyerangan lagi. katanya besok mau ada penyerangan lagi..

masa sih sampe sini. lho kan udah Kepala Desa Balinuraga ini. Akhirnya terjadi kayak gini. Ada provokator. sebenarnya sudah ditolong.. Enggak nyangka sama sekali saya kalau mau ada kejadian kayak gini. Heem.. diperkeruh istilahnya gitu. diobatin.. udah seru. Akhirnya kejadian. akhirnya terjadi kayak gini. pas gitu. ngomong terima kasih kok dia. Tapi apa itu. gitu mungkin. Trus mungkin ngomong terima kasih.. Provokatornya gimana buk? Diaduk aduk gitulah istilahnya.20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Peneliti SRM 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Peneliti SRM 45 Peneliti Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Berarti ibu masih bertahan dirumah? Masih saya. Orang udah ditolongin! Udah diobatin.. Gtu. terima kasih. mau tanggung jawab ga?!.. Masalah anak muda. ada provokator saya rasa itu. ya namanya Trus diaduk-aduk lagi. kepala Desa Agom. keluarin duit sekian.(berfikir) istilahnya. diperkeruh. Udah diobatin!. Di. Kok ada kayak gini lagi. Kalau yang ibu tau. kata saya. Udah jatuh ya ditolongin. ditemuin kepala desa sana. Saya enggak kemana-mana.. Sebenernya kan udah ditolongin. minta tanggung jawab. Enggak nyangka kalau mau kejadian. mestinya enggak gitu. kalo kita berantem. gini kan. Ditolongin itu terus kan diajak berobat. itu kejadiannya itu karena apa buk? Ya masalah anak muda itulah.. gitu kan. Orang udah ditolongin!. udah damai?!. diaduk-aduk lagi. Dari Indomaret dikejar jatuh. anak gadis dari indomaret dikejar. Udah selesai kok diperkeruh lagi gtu lho. jatuh.. orang tuanya aja kesini. enggak mau. Akhirnya kan kepala Desa Balinuraga di temuin sama Kepala Desa Balinuraga. udah selesai kok diperkeruh. kalau mau. Berarti sudah diobati (korban kecelakaan) ya buk? 240 . keluarin duit sekian.. terima kasih gitu. Sebenernya sudah damai. Oh ada permintaan duit buk ? berapa itu jumlahnya buk? Lima juta. orang tuanya aja kesini lho. Kepala desanya (Balinuraga).gtu. enggak kemana-mana. Cuman enggak Minta duit lima juta apa sepuluh juta gitu.. lagi. Provokator darimana buk? Nah itu yang saya enggak tau.di. dibikin lebih seru berantem. karena anak gadis dikejar gitu katanya kan. Diaduk-aduk gitu. seneng. Orang pikir saya.. Karena kan sebenarnya itu sudah damai. udah diobatin. apa sepuluh juta gitu saya denger-denger gitu... Orang ketiga kan senang kalo kita orang ketiga kan.

jatuh. Cuman. makanya saya Saya masakin kawan-kawan saya yang jaga. gitu lho. Ada sekitar seribu buk? Bali ada dua ribuan.(berfikir). Terus. Ditolongin. saudara kita yang dari jauh. maksudnya mau kenalan. boleh masuk.tapi cuman masih kalah dengan orang Orang Bali jumlahnya banyak. ada yang ngomong dibangunin.. kan diangkat kan?!. Berarti yang ada disini cuman orang-orang sini buk? Heem. Sama Polisi. saya masakin kawan-kawan saya yang jaga dimana-mana.. Orang dari jauh yang mau masuk di STOP. makanya enggak enggak sempat kemana-mana. Makanya bungkusin Saya dituakan. Itu berapa orang buk.. Ya namanya Satu mimpin. (berfikir).. gitu ceritanya!. Tapi dia kepeleset. Barang Dibangunin.. Lampung. yang mau masuk. saudara kita Ada dua ribuan. Lah masa. dikejar itu Enggak dikejer.. kan diangkat gitu!. Udah! Udah dibawa kerumah sakit. Hehe. Terus kok beritanya katanya pelecehan Ga kok beritanya pelecehan seksual?! seksual?!!! (nada emosi).... di STOP!.dari mana. Yang dari Banding.. kemana-mana. udah dibawa ke rumah sakit. jadi orang tua istilahnya. Sebenarnya enggak. Senin pagi kita jaga-jaga lagi. sama polisi. masa orang nolongin suruh gini (tidak boleh menyentuh). Itu katanya pelecehan seksual!. jatuh!. Kalau yang dikejer-kejer itu apa buk? Lah ya itu. Mesuji.46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 SRM Peneliti SRM mau. saya masak untuk kawan kawan. dari Diluar Lampung Selatan enggak mana-mana. apa banyak orang buk? dusun yang masak tapi saya yang Banyak orang. katanya ada yang ngomong pelecehan seksual!. Dibangunin gitu istilahnya!. maksudnya mau kenalan. Senin pagi kita jaga-jaga lagi.. yang jaga orang Balinya buk? Ya.. Satu dusun lah. Ya Katanya pelecehan seksual. tapi kepeleset. sampe. distopi. tapi masih kalah dengan orang Lampungnya. enggak. Sama ABRI itu!.! Katanya pelecehan seksual!. pokoknya diluar Lampung Selatan ini enggak boleh masuk!. banyak juga sih. Sebenarnya pelecehan seksual.. uhhh sampe merah mas tangan saya. Katanya ada bantuan dari Napal (Bali Napal) juga buk? 241 . saya dituakan disitu!. tapi saya kan mimpin disitu!.. cuma orang-orang kita gtu. sebenarnya. Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti Sendiri.

Gtu. Jadi kan dikira kawan sendiri. kan?!. nunggu disebelah sana nunggunya. Kata saya. Maksud saya begitu jam dua kan. Yang mati pertama. dikira dia kan kawan kita.sebelah kiri kalo dari kita. langsung ditusuk.heeh.ikat kepala putih juga. saya udah gak bisa mundur lagi. yang dipotong lehernya itu. Cuman mempertahankan desa. Itu kejebaknya dia!. (suara tembakan) gtu. enggak taunya musuh. Penyerang ikut orang Bali. enggak ada. Gak mau juga lah orang Napal.. Oh berarti penyerang itu pakai ikatan kepala putih-putih juga? Ia ikut seperti orang Bali. Pak Muri.. Yang pertama kali dipenggal. mempertahankan desa.. Rupanya udah bocor.(hehe. saya lari kesawah. digini-gini kan (dipanggil). Nyerangnya lewat belakang.. Senin pagi jaga lagi.hangus.enggak nyerang. Jadi dia masuknya lewat sawah-sawah. enggak mau nyerang.. Paling satu dua aja lah. kawan kita Bali ini... Jadi diperbatasan jaganya itu. jadi di ikuti sama dia orang itu.72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti Enggak. Enggak taunya. Dia masuk lewat sawah-sawah. Enggak taunya masuknya lewat sana nah. karena ada tugas itu juga. Jam dua saya mau kabur... Senin pagi. Rumah saya kena. Ya kan ikut pakek ikatan putih kayak kawan kita Bali itu.. Bawa senjata itu buk? Hooh. Lari kebarat sana juga.. diikutin gitu..kesawah-sawah.. ngedeket dia. Penyerang pakek ikatan putih kayak Bali. di perbatasan ini orang pada nunggunya. Pak Muri kira itu kawannya (penyerang). cuma jaga-jaga.. nunggu diperbatasan. 242 . Kawan kita yang mati pertama itu. apa yang orang Bali bawa. sebenarnya enggak mau nyerang enggak.. Sama bapaknya juga ? Bantuan dari Napal. hangus ini. tempat kita itu.. Kan pada kesitu.Jedor.. Kepalanya dipenggal dipakek mainan. Begitu deket. waduh rumah saya..... pakai ikat kepala putih. nyerangnya lewat belakang.hehe. saya mau kabur.). baru saya lari. ya cuman untuk jaga-jaga. tapi udah ga bisa mundur. kan udah Jedor. kepalanya dipakek mainan. Ada suara tembakan.. Bawa bambu runcing. masakan kawan-kawan.. Lewat sawah sebelah kanan perbatasan? Hooh ia. Makanya saya gak kemana-mana itu... Senin juga masakin buk? Hari Senin itu juga. ya bambu runcing ada sih. Itu yang pertama kali. dipotong lehernya. kena. Pak Muri.

tangan dan gagang golok. Sebelah saya mati. juga kepergok. ditivi nonton kan? ABRI gini itu (bahasa gerakan tangannya seolah-olah mempersilahkan masuk / menggiring massa untuk masuk). yang jejer saya (sebelah korban saat lari). Tapi saya udah geseng semua (badannya Bapak dan anak saya enggak tau kemana. Enggak usah pergi kemana-mana. cuma berdiri-diri aja. dari sini lima puluh (kiri)...... kepergok masa dari kanan-kiri lima puluh. Bapak ikut perang. duitnya berapa ratus juta.. Pak Teke..Horee.tapi gini lho. enggak boleh pergi kemana-mana.. Banyak polisi. Berarti perempuan enggak buk? Perempuan ini. Kata saya: Kawan saya Lampung semua. dari sana lima puluh (kanan). anak saya kemana.. Kata dia: Yaudah buk ikutin aja..tentara yang jaga? Banyak sih. Usung-usung (bawa) kata penyerang..digetok getok (menggunakan bambu.. Saya digebukin!! Kena juga berarti? Uhhh. Gini dia: Ini saya. Jadi anak-anak dan perempuan juga dihajar ya buk ya ? Saya perempuan ?! Dihajar juga! Usung-usung (bawa-bawa) gitu dia ngomong Lampung. Saya perempuan. kan udah ditutup jalannya. Diapain buk? Diapain. Berarti itu banyak polisi. Anaknya juga dulu ada disini buk? Ya anak saya yang kecil itu disini (SMA).. Kan laki-laki yang dicari. Dibabat-babat. saya?!..tangan. sebelah saya mati. enggak diapa-apain enggak. Orang ga bisa lari. yang jejer saya sininya diseset (punggungnya). 243 . cuma seolah-olah menggiring massa untuk masuk. Oh bapaknya ikut perang juga? Enggak sih. Kata dia: Loh kok bisa?.. Jalan udah ditutup TNI. Perempuan juga. seolah-olah begitu. kata ABRI (TNI) itu kan?!.bapaknya enggak tau kemana. sininya diseset (punggungnya dibacok). Trus saya lari kebelakang.. Pak Teke itu!. Lari kebelakang. Kata saya: Usung dipa bang. Udah diam ditempat aja... diambil mas-mas. Senin nya mau berangkat enggak bisa. kan laki-laki yang dicari. ga tau siapa namanya. Kan hari minggu kan?!.dibabat-babat gitu (dibacok). duitnya berapa ratus juta diambil. semua. Saya digebukin!! Saya digetok getok dengan bambu.. Kawan saya Lampung semua. dihajar juga.. dapet duitnya orang Bali. dan gagang golok) saya. Kebetulan pas pulang juga waktu itu. Anak saya yang SMA waktu itu disini juga.. Badan saya udah geseng digebukin.100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Enggak.bapaknya cuma berdiri-berdiri aja.

. udah digebukin...disungai. Sidoreno itu... Datang Polda nyergap.pohon karet itu. Waduh mati saya sekarang. Katanya: Ini dia yang bikin dia (orang Bali) kaya.. heeh diambil!.. Mana suami mu ?! Kata saya: Enggak tau. Kata polisi. Ditebangin buk? Heeh ditebangin. Suruh jebur di sungai. kejadiannya itu. tanya dimana suami saya.enggak tau saya.. Kata mereka: Ikut perang ya ?! Kata saya: Enggakkk.saya ikuti aja. emang enggak ketemu saya. turunkan senjata! Penyerang turun senjata 244 . Bulan oktober. kata saya gitu... Ijazah S1 nya kan bulan september baru dapet.. Karetnya juga ikut ditebangin sama dia.. Sampai disidoreno lewat karet-karet..haha. Karetnya ditebangin.). masakin kawankawan yang jaga. turun senjatanya! (memerintahkan kepada yang menggiring saya).. kejadiannya itu. dari pagi belum ketemu. laptop yang saya bawa dua. nginterogasi sambil nodong pakek senjata.di. Polda itu... Didalem laptop itu ada hp blackberry anak ku.). 28. enggak ngeliat saya... polisi-polisi itu.(haha. Ijazah S1 anak saya diambil.. Dari pagi (Senin) belum ketemu suami.segini (tinggi air se dagu orang dewasa).127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM biru-biru dipukulin). Terus jebol lah disana (Sidoreno). Terus turun senjata orang-orang itu Hp. Diinterogasi sambil ditodong senjata. Dateng sekitar orang dua belas. Memang enggak ketemu buk? Dari pagi itu.. hp biasa. Akhirnya saya sampe sidoreno itu . katanya (penyerang). kayak jaman PKI.. Terus dibawa kemana lagi? Akhirnya kan jebol di gang ini. Suami saya entah kemana.bleb gtu. Sampe di Sidereno itu. nah ada Polda dari mana. Inget saya! Tanggal 28 kan hari Sumpah Pemuda. Jebol di gang Sidoreno. (haha. Waduh mati saya. cepakkk! Persis kayak jaman PKI dulu! Yaa. Digeret lagi. 28. Terus digeret lagi sama dia. ini yang bikin Bali kaya.. ijazah dia yang baru dapet. Suami saya entah kemana.). Sungai? Heeh. Waduh mati saya. Ada yang nendang. Gini dia (polisi). ditendang. Diam-diam! Lambat lagi.haha. mana kali ya. kata saya.. laptop.. Saya masakin yang jaga dari pagi.. Bulan oktober. Waduh mati saya. Sampe sekarang masih inget! Terus digiring sama mereka? Suruh jebur di ini. heeh hp saya udah diambil. Karena memang kan saya masak dari pagi itu.haha... Karetnya juga ditebangin. suruh cepet!. lewat karet-karet itu saya..(haha.

sampai dirumah itu terus gimana buk? Masuk saya kerumah itu. Yang ibu inget dari mereka (penyerang itu apa buk)? Pas minta laptop anak saya itu. yang dibawa giring kita-kita itu. Karena kan mau dishooting (ambil gambar) itu rupanya. 245 . pokoknya ibu udah aman. Mungkin dokternya di bel (telpon) terus dateng.rupanya diamankan disebuah rumah di Sidoreno itu. Kata saya: Mau dibawa kemana lagiiii. Kita naek kan. gini dia: Ini enggak seberapanya dengan ponakan saya yang mati kemaren. Di dorong kemana buk? Di dorong kemobil gitu. Waktu hari minggu kan ada yang mati. terus dijemput dengan mobil polisi dibawa ke SPN. Rombongan saya yang pertama.. Didorong ke mobil. Mungkin bener itu ponakan dia yang meninggal.enggak ngeliyat. sekitar jam sembilan malam. kita-kita ini didorong gtu! Sama polisi itu.bajunya disobek-sobek buat nutup lukanya. Jadi! Saya pertama kali! Rombongan saya yang sampe ke SPN itu... bocor kepalanya. Udah saya sama kawan-kawan masuk. udah naek mobil itu. Hari minggu ada yang mati. yang luka sobek. ibu aman.156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM (penyerang). Terus mereka itu (penyerang) nyumputin (menyembunyikan) senjatanya. Rupanya udah di siapkan mobil kan. uhh darahnya ngucur. aman. dibawa ke SPN (Sekolah Polisi Negara). Perempuan bocor kepalanya.. Disuruh masuk kita. Dirumah di Sidoreno sampai sekitar jam sembilan malam. Dirumah di Sidoreno yang luka diobatin dokter. Kata polisi itu: Kalo ibu naek mobil itu. kita didorong sama polisi. Penyerang nyumputin senjata. entah Kapolda darimana itu.. kalau ibu ikut mobil itu. Ada yang bawa shootingan.. Dishooting (diambil gambar) oleh Kapolda. Mau dibawa kemana lagi saya (menjeris histeris ketakutan)? Kalau ibu ikut mobil. ABRI (TNI) itu juga kan ada yang bisa ngobatin. Begitu dia nyumputin senjata. Ada yang ditusuk. saya ngejerit-jerit gitu. Disitu sampe malem. Tapi ada laki-laki disininya udah ditusuk lho (punggungnya)! Pakek apa buk? Enggak tau pakek apa nusuknya saya. Begitu senjata disumputin... ohhh.. Kata polisi itu lagi: enggak. Ini enggak seberapa dengan ponakan saya yang mati.saya (menjerit histeris ketakutan). dijait. Sama perempuan sininya luka (kepala). Diturunkan gitu. sudah disiapkan mobil. Balik lagi buk. kita dijemput sama mobil polisi. Kita diamankan disebuah rumah di Sidoreno. terus yang luka-luka itu diobatin sama dokterdokter itu.

karena kan mungkin baru denger gitu ya. Pak M. Harta benda habis semua buk? Habis. Bingung saya. Ada yang sisa ga buk? Enggak ada. Enggak bisa tenang. Kalau sudah hari ketiga itu. Dari kawan agama Katholik banyak membantu. baru banyak yang bantu. Udah saya liat kok rumah saya. Mungkin dijarah dulu baru dibakar. Selama di SPN gimana buk? Kalau di SPN itu sih.. Nangisnya. nangis terus. enggak ada yang saya selamatin! Enggak ada sisanya? Enggak ada. Kalau kulkas buk? Kalau kulkas ada. abis itu. gitu aja saya. hari pertama. belum ketemu itu. Dari Karupas (Perkumpulan jamaah Katolik). penuh kok itu. kayaknya hanya kawan-kawan yang agama Hindu itu (dari daerah diluar Lampung Selatan) yang pada datang bawa nasi bungkus. Seminggu di SPN. habis semua. pulang dari SPN itu saya korek-korek bekasnya. Berapa lama buk tinggal di SPN itu? Seminggu disana.. masih nangis terus. Nangis terus ya buk? Saya itu pokoknya enggak bisa tenang. Tapi enggak ada bekasnya. banyak bantu dia.Yussuf Kalla datang membantu Jamu Sidomuncul membantu.. belum ketemu. segitu banyaknya. Bukan masalah harta benda habis. enggak ada yang saya selamatin. Terus Pak M. kok ga ketemu keluarga. heeh.. 246 .bingung. Rumah saya habis. mungkin dijarah dulu.. nangis terus saya. Termasuk perhiasan emas-emas saya di lemari make up enggak ada.. Hari ketiga sudah banyak yang membantu. baru dibakar. ya seperti mesin cuci. Itu bareng bapak sama anaknya buk? Belum. Hari pertama dan kedua di SPN hanya kawan-kawan dari Agama Hindhu yang membantu. waktu disana. Yussuf Kalla datang bawa Saya nangis terus. Masih nangis aja. Baru denger gitu ya. kedua.. tapi ada yang enggak ada bekasnya. Nangis enggak ketemu keluarga bukan masalah harta benda habis.180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Rombongan ibu itu berapa orang buk? Satu bus itu! Berapa satu bus. kawan yang agama Katholik itu.. Enggak ngitung lah saya.

207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 231 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM seng. dibabat.. Mungkin mereka liat kita kaya.. Anak SMP perutnya di tebas. sadis amat. cari hartanya dengan jalan yang enggak bener? Enggak seperti itu. yang pertama kali. kata nya orang Bali suka ngerebutin tanah pribumi ya buk. Terus setiap yang dateng.. yang dibakar. makan aja enggak selera. itu kan maunya ngehibur gitu ya? Dateng darimana-manalah. Bantuan mengalir terus di SPN.. 247 . Bantuan banyak disana. Yang dimana itu buk? Yang disini (disawah). Berarti bantuan banyak ya buk ya ? Hooh banyak.. makanan rotiroti. Jamu Sidomuncul. Ada yang dibakar.. sedangkan pribumi hidup susah. emm tanggal berapa ya. Trauma yang paling dirasa apa buk? Yang paling enggek bisa dilupain? Ituu. Seminggu di SPN. makan aja enggak selera. Trauma banget ga buk? Uhhh. Terus kembali kesininya (ke Desa Balinuraga) tanggal berapa buk? Ya.seminggu kan. pas yang meninggal.(hehe. Enggak bisa tidur? Apalagi tidur. heeh.. kebunnya luas...ia! Pasti! Saya kerasa banget.( ekspresi sedih ). hartanya banyak. Darimana-mana datang menghibur supaya enggak trauma. heeh dateng juga bantuan dari situ. Seminggu kemudian kembali ke Balinuraga. hari Senennya juga sih dikembaliinnya kesini. Kok anak SMP. Trauma banget lah (sambil menangis). Pas meninggal ditusuk-tusuk itu. anak paud dikasih mainan juga. Terus dari ini. Bali kaya-kaya. Itu ibu ngeliat langsung pakek mata kepala buk ? Ia. ngehibur anak-anak itu.. huh banyak juga disana. Senen kembali kesini gitu. Apalagi tidur.. itu omongan orang yang ga tau orang Bali. Kan ditebas perutnya... ditusuk-tusuk itu. mie. di hibur supaya enggak trauma. dibabat gitu!. tanahnya banyak. trauma banget. di SPN itu. sadis amat... bantuan sih mengalir disitu. Yang anak smp itu juga. dari pendidikan. Belum yang baju-baju. Yang saya denger juga.. amplop 700 ribu/ KK. Saya kerasa banget (trauma). kok di gituin. seminggunya. Tapi ya gitu... Tanggal 28 kita berangkat itu. Kan Senen kesana...) 25 truk..

enggak akan kita habisin untuk kita makan. Kalau yang katanya orang Bali suka ngerebut tanah itu gimana buk? Ngerebut gimana ?! Kita beli. dimana mana kan sekarang udah biasa. walaupun kita orang Bali punya hasil padi banyak di gudang. Orang Lampung butuh uang. bebeknya diambil sama orang sana. Kan ladang kita. Kita kan kalo sajen itu ngelepas bebek. Kecemburuan sosial aja. kenalpotnya Orang Bali pekerja keras. Bagus juga. Kita kan kelaut. berangkat kesawah. kita orang Bali punya prinsif kerja sungguh-sungguh. sungguh-sungguh. karena makan dulu lah. sedangkan mereka (orang pribumi) hidup susah. Orang kita juga setiap setahun sekali kan kelaut (perayaan nyepi ).232 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM rumahnya gede-gede. Sebenarnya baek-baek aja. Kalau yang lain. Katanya pemuda-pemuda Bali suka kebut-kebutan ya buk. Mungkin juga kecemburuan itu muncul karena ngelihat pure-pure kita besar-besar dan kalau kita bangun tempat ibadah enggak pernah minta sana sini. keladang siang. subuh buta kita orang Bali sudah kesawah.. kita kerja sungguh-sungguh. Jadi mereka ngira yang enggak-enggak. orang Lampungnya butuh uang. Sebenernya baek-baek aja. tattoan semua? bener itu buk? Nurut saya ada benernya tapi enggak seratus persen salah. kalo bawa motor rang rong rang rong. ya ga papa kan kalau kita beli? itu dibilang ngerebut. tapi kita simpen untuk kita jual. ini itulah. Itu menggambarkan kalau orang Bali itu hidupnya prihatin. Itu kecemburuan sosial aja. Aman-aman aja dulu-dulunya. Sebelum kejadian nuansa hidup berdampingan suku Bali dengan warga lain itu seperti apa buk? Ohhh. Kita Bali beda. Sebenernya gini lho. ngopi dulu lah. Itu prinsif orang Bali.. tanahnya kita beli. jangankan ngopi.sebenernya aman-aman aja sih dulu-dulunya itu. Ngelaske itu. pakai uang kita sendiri. waktu adalah uang. Kita makannya singkong. Sana juga biasa kok. tampilannya gondrong-gondrong. Dimana-mana sudah biasa 248 . Gampangnya gini. sawah kita kan banyak yang dampingan sama orang Lampung.. Saling menghormati. makan aja enggak. orang bali itu pekerja keras. Orang Bali hidupnya prihatin.. menjelang Nyepi.

orang tua nya lebih bangga kalau bisa ngasih harta anaknya. lah tetangga sana ini.. karena bawa motor kebutkebutan. Bisa nyenengin anak. setelah kejadian aja. Di Kota Bandar Lampung juga kan begitu?! Semua sekarang tergantung kitanya nyikapi. dikasih kebon. Cuma punya motor. dimana-dimana sekarang trendnya begitu. rata-rata 249 . Kebanyakan enggak sekolah. karena mikirnya buat apa sekolah tinggi-tinggi. harta mereka sudah banyak. makanya saya dari dulu enggak punya mobil. Harta. yang dua rumah sebelum saya. mana mobil baru-baru. buat apa sekolah kalau ujung-ujungnya kesawah juga. Gitu buk ya? Ia. begitu. apalagi kerjaan saya kan penilik. Gondrong cuma tampilan. Kebanyakan orang tua di Balinuraga enggak bangga anaknya sekolah tinggi. Kebanyakan ia enggak sekolah buk? Ia sih. Saya liat enggak cuma disini. Kalau udah bisa begitu. Kalau gondrong itu sebenarnya sih cuma karena tampilan aja. emang itu jeleknya disini. susah. anaknya enggak ada satu pun yang kuliah. enggak kebeli mobil kayak yang lain. gede-gede kayak istana. yang bener-bener ketara bekas kebakar. Tapi ya gitu. jadi harta simpenannya udah dimana-mana. udah jarang ketara bekas kebakarannya.. Bekas kebakaran. belum mobil pribadinya berapa. saya. Disini mah mas. yang penting anak bisa sekolah. anaknya bisa sekolah tinggi. keluaran baru semua. Kalau saya sih enggak. bukan hanya pemuda Bali. Rata-rata disini kan umuran belasan tahun. sawahnya luas. Ia buk ya. Ukuran orang sini. tamatan SMP atau SMA udah dikawinin. dimanamana. biar bisa cari uang. bangga banget orang tuanya.259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM berisik. toh tujuannya sama. Orang tua di Balinuraga lebih bangga memberi harta daripada menyekolahkan. Ia karena sebelumnya udah kaya. ya wajar aja karena kebanyakan enggak sekolah. Enggak sekolah aja... tiap hari muter kemana mana. Kebanyakan orang tua disini enggak bangga. walaupun enggak punya harta. sama dibikinin rumah. rumahnya udah bagus-bagus. Tau enggak mas mobilnya berapa?! Truknya buat ngangkut padi aja ada tujuh belas. Dikawinin itu. Kalau nyari disini. Ukuran orang sini. kebunnya lebar-lebar. kalau di besar-besarin ya besar. dibeliin mobil. kebut-kebutan.

Rumah saya baru selesai dibangun. Ini juga patungan anak saya. sama saudara-saudara saya. pakek tabungan anak saya yang pertama. dari pemerintah untung bangun rumah? Ada. cuman sebelas juta per KK. Berarti yang tinggal bareng buk? Tapi anak-anak tau kondisi disini buk? Tau. sekarang kosong enggak ada apa apa. yang nomor dua kuliah di Unila. kebetulan di belakang ada bekas kandang ayam. atau hampir selesai dibangun. tinggal kandang ayam. ibu tinggal dimana buk? Sedih kalo ingetnya. Itu lah orang Bali mas. dalam rumahnya semua penuh perabotan. Selama rumah ini dibangun. sama bapaknya. Ada bantuan dana pemerintah untuk pembangunan rumah.. tapi sama saya. dulu kan rumah saya. seadanya lah mas. nanti keganggu sekolahnya.. dibangun di bekas Enggak mau anak sedih. Terus anak-anak tinggal dimana buk? Semua ngontrak di Bandar Lampung. yang kecil sekolah SMA. biar kalau kebakaran lagi. lima juta setengah. Ini habis 35 juta. Ibu tau buk penyebab kejadian kerusuhan sebelumnya di Napal.. katanya Balinuraga juga ikut terlibat? sudah selesai dibangun. Selama rumah kembali.. yang penting enggak keujanan. Termasuk rumah ibu baru dibangun ya buk? Ya ini baru selesai tiga-empat hari ini. sama bapaknya tinggal dikandang ayam. tapi enggak banyak. liat kesusahan orang tuanya. Asal anak seneng. Saya enggak mau mereka sedih. 250 . lima juta setengah.. Ada bantuan dana buk.287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti rata-rata udah selesai dibangun. Ini bangun pakai rangka atap plat baja buk? Ia kata anak saya. dua kali dari ini. enggak boleh pulang. dua kali turun.. ini baru semester dua. yang penting anak seneng! Orang tua susah enggak papa. rumahnya enggak rubuh... Anak saya yang tua kan kerja di bank. enggak perlu liat kesusahan orang tuanya. biar aja mereka disana. buat atapnya aja. Tapi ya belum bisa kayak dulu lagi.

Terus diumumkan seperti itu... kalau mau kita di buat panas. memang ada mobilisasi massa dari Suku Bali ya buk? Karena saya denger kabar katanya. ya emang gitu.ini. Kepala suku yang nahan buk? Lewat kepala suku... Semua mau pergi. Itu yang menahan siapa buk? Ya...... Adat desa.enggak. artinya begini. harus bayar 20 juta ? Ia. siapa yang mau pergi dari sini kena denda.enggak. Hadapi bersama. Oh adat.. ekonomi. panas kuping. makanya Masalah sekarang tergantung yang menyikapi. Kalau waktu kejadian itu buk.. karena kesenjangan ekonomi.. istilahnya... Sebenarnya.)..(hehe. tidak ada yang mengungsi.ya karena itu.. ya cepet tergantung yang menyikapi.adat. Nah terus ada istilah denda begitu.biasa aja... Karena adat. Intinya seperti itu sebenarnya. Berarti memang benar itu buk? Heeh memang benar itu.314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti anak muda Ya anak muda juga. 251 .. Adat yang menahan.biasa aja... gitu aja.. itu aja. pemicu kejadian ini cuma karena iri ya buk? Pemicunya karena kesenjangan Ia. Jadi menurut ibu. anak muda itu.. ya kalau ma orang muda ni.). Sopan. Sebenarnya semuanya mau pergi.(hehe.. Yang jelas. Makanya diadakan seperti itu? Kalau sumbangan satu juta per orang itu. Aturannya kan kosong desa kita ini. bener enggak buk? Jadi setiap keluarga diminta untuk biaya makan selama perang? Apapun kejadiannya kita eggak usah pergi.. sebenarnya apapun kejadiannya kita enggak usah pergi. Kita hadapi bersama. Kalau ibu melihat (pandangan terhadap suku lain) orang diluar suku Bali ini gimana ? Kesehariannya apa mereka sopan santun atau sebaliknya ? Ya ia sopan sih. Ada yang ngungsi buk? artinya bayar dua puluh juta itu? Enggak ada. setiap orang yang mau ngungsi. Maksudnya supaya jangan pergi. Siapa yang mau pergi dari sini kena denda.. ya dari bisik-bisik gitu aja tadinya (denda dua puluh juta).adat desa.

Nah itu. Bali Ketapang. ya. udah kaget lagi gitu!.. pulang dari SPN dan sampai sekarang. Jantung masih rasanya deg.masih.. Begitu. enggak. Masih jadi satu... jawa barat beda lagi. sehari hari semenjak kejadian... Kalau ada suara keras dikit. Siapa yang punya beras. Logatnya beda.. dari Bali-Bali yang lain di Lampung Selatan. kalau ada suara. Ajarannya sama. Dia kan Bali Denpasar. Masih jadi satu. terus nanti ada suara apa dikit gitu. Masih jadi satu. cuman bahasanya yang kasar. bahasa Balinuraga.masih jadi satu. Semua ajarannya sama. ngeluarin beras. timbul dari dirinya masing-masing gitu. Tapi kalau hatinya semua sama sih itu.. ketakutan. asap mengepul item Enggak dipatok. Heeh masih. Bahasanya itu yang beda. Ya karena kalau dia Sing a de (pelapalan halus/ lembut). Kalau Balinuraga bahasanya kasar. Trauma kebayang waktu 252 .logat! logat bahasanya! Kayak jawa tengah dengan jawa timur kan beda. yang paling kerasa gimana? Jadi gini (raut muka berubah sedih). sangat beda. Cuman di bahasanya yang kasar. Balinuraga ini sendiri diasingkan dari Bali yang lainnya? Secara adat? Enggak. jadi bahasanya agak alus. Ia timbul dari masing-masing. dirinya Bedanya Balinuraga dibahasanya. Jadibedacuma dari bahasa.deg gitu (jantung kenceng). bahasanya agak kasar. dibandingkan bahasa Bali yang di Sidoharjo itu (Bali Agung).tetep beda. kita Do a de (pelapalan agak keras dan tegas). ketakutan. Siapa yang punya beras. yang lain sama? Heeh. Bali Napal? Nah bedanya bahasanya itu mas. karena bertentangan? Enggak.masih. ngeluarin beras. mobil semacam ambulan. Katanya dikeluarkan dari adat. apa itu..deg.masih. Berarti solidaritas itu timbul sendiri? Ia. Enggak dipatok itu. enggak dipatok harus sekian enggak. Ceritain lagi ya buk. Bayangan kita masih kayak seperti yang dulu..enggak satu juta.. enggak dipatok itu.Pas perang itu ? enggak dipatok.341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Enggak. memang. makanya banyak yang mengatakan beda.ia.... Terus buk. Terus katanya juga. saya denger-denger Balinuraga ini memang beda ya buk. pengalaman traumatiknya. semacam mobil polisi.

Tapi trauma itu sering enggak buk. Itu aja.. Saya kena hajar.ia. kena hajar. 253 .. Kalau misalkan dengan mereka-mereka yang dulu melakukan penyerangan itu hubungannya gimana buk sekarang? Biasa aja kita. Enggak ada pikiran buat pindah. Sama kawan-kawan (Suku Lampung dan Jawa) itu biasa saya. Anak-anak tetap sekolah. karena saya kena juga.. kawan yang penilik asli dari Gayam (Lampung Selatan).). Jadi pengalaman yang paling trauma. Enggak ada dendam.369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM begitu. Hubungan sudah seperti biasa ..heeh.... misalnya kalau mau tidur atau apa-apa sering keinget enggak? Ia. Enggak takut berpergian. heeh.. Heeh.. kayaknya masih ngerasa dikejer-kejer. kawan saya banyak dari sana. apa kentongan gitu........ Susah tidur ya buk? Kebawa mimpi? Heeh.haha.tetep. Maksudnya masih ada dendamnya? Enggak juga sih.. Apalagi ada dar (suara keras) dikit.guyon gitu...kalau saya... Saya lewat way arong (jalan yang melewati desa Agom) biasa.enggak ada. Kerasa banget ya buk. Enggak. Ada pikiran buat pindah dari sini buk? Enggak.... Malah gini dia.). Berarti ketakutan sehari-hari enggak ada ya buk? (takut berpergian atau keluar dari Desa Balinuraga) Enggak. ayo perang lagi kita?! Gtu.. Kata saya: Siapa juga yang mau perang? (haha. udah ketakutan.... Anak – anak tetap sekolah ya buk? Ia. yang dikejer-kejer itu ya buk? Ya. kejadian masih jelas... Sering kebawa mimpi (pengalaman trauma) Kayak masih dikejar-kejar..(haha. Guyon-guyon dia. Gitu masih. Guyon.. saya biasa maen sana.enggak ada dendam.

mencari obat dari Sinsei Cina itu. Luka-luka bacok ada buk? Enggak ada sih. Heeh.. Saya denger katanya banyak buk? Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Banyak bekas luka. dia enggak tau saya abis kena itu. Cuma memar-memar gitu. berapa lama itu buk? Empat bulan. 254 . Mungkin udah mati saya! Dulu rombongan ibu banyak yang mati juga buk? Heeh sembilan yang mati. Oh jadi ibu pendarahan bu. Itu sejak kapan buk? Ia.saya mikir udah mati saya. Pendarahan terus karena stres. Rasanya waktu itu memang antara hidup dan mati ya buk ya? Ia.. belum yang luka. parang.. Oh karena stres? Sampai ke dokter Tigor di Kartini itu ?! Dia bilang. Cuma dipukulkan.. untuk aja enggak diseset kebadan saya.. Empat bulan pendarahan. Berobat ke Sinsei Cina. untung enggak diseset cuma dipukul. Memar-memar gitu.belum yang luka. saya di SPN itu diajak kekontrakan anakku kalau malam. Heeh. kan baru seminggu ini putus obat.. kira-kira buk? Sembilan yang asli.. 421 422 423 Peneliti SRM Peneliti Kalo korban itu sebenarnya berapa buk. Jadi dipukul buk? Dipukul pakek apa buk? Heeh. gitu!.. Kenapa buk? Saya pendarahan.... Sembilan. keluar terus. Waktu itu saya mikir udah mati. pendarahan itu. Rombongan saya sembilan yang mati.397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 Peneliti SRM Peneliti SRM Itu bekas luka banyak enggak sih buk? Banyak (sambil memegang punggungnya). Saya pendarahan.. ya ini enggak papa.. udah mati saya. ibu kurang fresh (kurang olah raga) aja. Ada yang pakek parangnya. Pendarahan apa itu buk? Pendarahan terus karena stres. Dipukul pakek bambu runcing. udah mati saya.. Pendarahan dari digebukin. ia pakek bambu runcing.. Makanya.dari digebukkin itu...

. kalau kabarnya ada yang ditemuin disumur... Di SPN enggak keuruslah. Emang tragis kejadiannya. enggak bisa lari. enggak ngitung soalnya. Dia diem aja. Oh bayi baru lahir? Ia. (hehe. Berita jumlah korban ditivi itu udah benar. banyak. Stres berat istilahnya. SMP Darmabakti itu abis.luka. sini sembilan. Kalau pastinya saya enggak hafal... Terlambat! Baru empat belas hari lahir. Masa itu enggak pandang bulu. 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 Peneliti SRM Kalau yang pindah dari sini. ada yang bener-bener trauma berat. Jadi.yang luka-luka banyak sih. Pasrah saya. Sekolah-sekolahan dibakar. Ya itu udah bener.. diajak kawan-kawannya enggak mau (diajak kembali ke Balinuraga). Kata dia gitu. nyumput disawah. Huhh.. Sembilan.sembilan itu lah. Suami luka-luka buk? Hampir aja. Ada yang pindah karena trauma berat.. pastinya saya enggak hafal. Isu aja yang ditemuin disumur. kalau yang namanya udah masa itu.. Begitu di laporin. udah enggak pandang bulu. cuma beberapa. Bukan ratusan buk? Enggak. karena udah kehilangan keluarga.. Berarti bener kalau di berita tivi empat belas yang mati? Empat belas sama sana.. enggak diapa-apain. Yang kasian lagi. Suami enggak papa. Paud Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM SRM Peneliti SRM Sembilan. orang saya yang tau persis orang sini. enggak pandang bulu.. udah pasrah aja. yang luka-luka banyak. ada buk? Ada sih. enggak ada? Enggak ada.. Bayi umur empat belas hari meninggal. Banyak buk? Enggak sih. 255 .. sedihnya kayak apa? Meninggal. coba banyangkan. Cuma beberapa yang pindah. Emang tragis kejadiannya itu.yang bayi baru lahir.)... memang dia lagi sakit kakinya.Enggak tertolong. Terus dibawa ke SPN. Sekolahan-sekolahan dibakar. Itu isu aja. Itu ketemunya dimana buk? Di sawah-sawah juga dia. enggak kalo bapak..424 425 426 427 428 429 430 SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Sembilan asli! Heeh.. Abis Istri udah mati. Dibawa kerumah sakit.

enggak pernah ada maling. Mau dicuri. Bapak kepergok juga. Akhirnya ketemu semua.. Kata polisi: bapak ga usah teriak. Enggak ilang juga. bisa kita cari harta... Heeh. Kata bapak: Enggak. ya cuman itu. Jadi memang kejadian itu yang bikin habis ya buk? Ia.). soalnya enggak pernah saya bawa pulang duitnya. Motor saya tiga dijarah.). sana Uang tabungan sekolah hilang..). Vega R. Harta yang sisa enggak ada. Kata bapaknya : ia.ilang.. Sidoreno itu. satu dibakar. Gini dia (penyerang ): Oh ini dia. Sampe uang tabungan tknya.pas hari Senen itu! Senen itu! kan saya jejer didepan. saya kawanmu katanya (sambil logatnya dilampung-lampungin. enggak bisa lari.. Ya polisi yang nunjukin. pak... satu yang dibakar. Sebelum itu enggak pernah ada keilangan. yang jupiter ilang..Mio. yang satu diseset..haha.451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM sini.itu motor bapak. Kita enggak pernah. yang vega r ilang. Alah yang penting selamat kalau saya mah. Yang mio satu dibakar. Enggak pernah buk? Udah dibilang!. Mio.. Motor itu.. Di Pasar Patok itu. masalah harta gampang dicari. yang penting sehat. tapi satu udah kebakar. Yang penting selamat. Tk yang saya pimpin itu juga dibakar habis.haha. tapi goblok juga dia. Itu dibakar kapan buk? Ia... cuman motor. Kalau bapak enggak papa ya buk ya? Bapak kepergok juga. motor itu empat...(haha. Orang aman sebelumnya disini ini lho. walaupun cuma TIP (radio tape) aja ilang. masalah harta gampang dicari. walaupun naruh apaan di sekolahan.. Sebelumnya di Balinuraga aman. 256 .. saya naruh motor itu enggak pernah saya masukan kedalam. ada lima jutaan. Akhirnya ketemu semua. tapi satu udah kebakar. apa-apa. Saya cari kerumah orang-orang.ini dia.. diwaktu itukan sakit juga dia. Berarti harta yang sisa apa buk? Enggak ada. yang penting kita sehat.. Jupiter Z. Ini kan motornya. tapi kok enggak dibuang platnya (haha. Terus besoknya diambil sama bapak polisi... dikasih ke bapaknya. (lirih/ sedih).. ini motor saya. Asal sehat aja udah! Gampang.

Datang itu kapan buk? Setelah dari SPN. Dulu ditanya orang. ya kok masih inget sama saya. semedi. enggak kayak dulu. Kata suami saya: kok suara laki yang ngangkat. Sekarang kalau ketemu temen-temen penilik yang waktu saya ancur. Udah pasrah. orang harta udah abis. diliat tulisan di hpnya „ayah‟. Kalau dulu.(penyerang) orangnya itu. Bengong. sampe ketua IPPI nya datang kesini.. Ya masih saya nangis. karena sudah diobati. udah aja lah.... mikirnya. kita tidur di tenda. kata dia gitu (haha.. datang se Provinsi Lampung. Di buatin tenda. ditanya. waktu itu. sudah diobati. tentang itu. istri udah mati.. Duduk aja..trauma itu udah agak ilang. enggak jadi ngegituin bapak (haha. 257 . lari lagi.. di depan rumah ini.. nangis. tidur ditenda itu.. Itu pendarahan hebat ya buk? Ia. enggak punya rumah. terus bilang „HALLO‟.penyakitku juga sudah sembuh sekarang. makanya kandang ayam itu Dengan berdoa. diangkat sama dia.478 479 480 481 482 483 484 485 484 485 Peneliti SRM kesana. dibuatin tenda. trauma itu memang terasa banget ya buk? Heeh. Enggak kayak dulu.. enggak bisa cerita.). enggak papa? Anak saya entah lari kemana. baca mantra. Mulai agak lebih baik buk? Ia. 486 487 488 489 490 Peneliti SRM 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Kalau ibu cara mengatasi traumanya gimana buk? Saya dengan berdoa. tapi kan kita masih di tenda. Kalau dulu ditanya orang tentang itu. Anak saya entah lari kemana... Lima mobil lho mas. mendekatkan diri dengan Tuhan Penyakitku juga udah sembuh sekarang. semedi. bantu saya itu. kata dia. enggak bisa cerita. Kalau anaknya buk.. Kata dia lagi (penyerang): Ini suaminya ya? Istrimu udah ku sembeleh!.. Trauma udah agak ilang.). nangis. tapi kan hpku udah diambil waktu itu kan? Terus gini dia (yang ngambil hp saya). Sekarang saya sudah ini lah. Setelah kembali dari SPN. Karena ujan... Kalau dulu ditanya. mau bantu saya. Terus ngebel dia (suami SRM). baca mantra. besok paginya di SPN itu baru ketemu. Pokoknya mendekatkan diri dengan Tuhan. Temen-temen dulu bantu. baru ketemu di SPN. Suamiku langsung lemes kan.

.. Tidur dikandang ayam. Baru kemaren setengahnya turun. Tidur ya disitu. harusnya disikapi sama pak bupati. Kalau menurut saya belum bisa maksimal. memang hukum itu jalan. Ancur-ancuran. baru saya pasang plastik.. kita selesaikan secara kekeluargaan. pertama setengah. Tidur dikandang ayam berapa lama itu buk? Ada dua bulan. dan lain-lain. Sebelum rumah jadi. sampe tidur dikandang ayam saya. tak akan terjadi. Bantuan-bantuan dari pemerintah setelah kembali banyak buk? Banyak. Barulah rumah ini jadi Ini kapan jadi buk? Baru tiga hari kayaknya saya masuk sini. Belum bisa menyelesaikan. kalau enggak liat sendiri dan buktiin sendiri. ya sebelas juta itu.. tidur disitu. Harusnya disikapi sama pak bupati. misalkan kalau terjadi apa-apa. Kalau uang mutlak dari pemerintah. seharusnya kalau dia.. kita selesaikan secara kekeluargaan. Sebelas juta itu. Lumayanlah buat beli semen. Wawancara ke dua Harapan ibu apa buk. terus setengah lagi. masak ya disitu. seharusnya kalau dia. Begitu aja harapan saya. Harusnya antisipasi. 258 . Orang itu kan (isu kerusuhan) kabarnya udah lama sih. Seperti kemarin. ada semen.. masak disitu. tidur dikandang ayam.. Ini yang terakhir aja. enggak!. Walaupun provokator dari siapapun...503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 516 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM saya sulap. memang hukum itu jalan. buat bangun rumah. hal-hal seperti ini. Oh memang udah ada isu mau ada penyerangan? Ia. saya isi pasir dulu. bata. Harapan saya jangan sampe terjadi lagi. paska kejadian? Harapan saya jangan sampe terjadi lagi. Gitu ya buk ? Heeh. tak akan terjadi. (haha.). Bantuan dari pemerintah bahan bangun rumah dan uang sebelas juta. kita enggak usah percaya. Harusnya antisipasi. Jadi menyikapinya gini. sebelumnya tidur dikandang ayam itu. Ada dua bulan tidur dikandang ayam. mau ada kayak gini ini. Kalau peran aparat nurut ibu udah maksimal? Kalau menurut saya belum bisa maksimal.

Seharusnya seperti Pemerintah Lampung Selatan. Jawa Islam. udah ada.. karena saya denger kabar ada Jawa nya juga ? Ada Jawanya.katanya mau ada penyerangan. aparat kurang perannya ya buk? Memang kurang.. penyerangan kayak gini. karena saya kan Seminggu sebelum kejadian. cuma dari orang Lampung (Suku Lampung). Terus masa itu yang ibu liat. Jawa nya juga ikut. orang kejadian pemuda itu. Mau ada penyerangan. Orang kata dia (oknum aparat): saya bawa senjata untuk mengamankan aja katanya. Sidoreno. Makanya saya yakin! Ngomong sama aparat itu buk? Heeh. Memang kalau Bupati Lampung Selatan itu. kalo zaman Pak Zul. yang paling bagus Pak Zulkifli. saya dengar-dengar. Yang saya kenal enggak 259 . Kalau dulu zamannya Pak Zulkifli (Bupati sebelumnya). harusnya cepet menyikapi isu itu. Ya sekedar bawa-bawa aja.. Jadi bukan untuk digunakan menembak penyerang... Jadi waktu kejadian itu... Orang kata dia (oknum aparat): saya bawa senjata untuk mengamankan aja katanya.. Jawa Islam. Ia katanya kan orang Agom? Yang saya kenal enggak ada kayaknya yang saya lihat.. apa dari semua buk.ia. pas saya diamankan disebuah rumah itu. Kalau yang ibu liat apa buk dilapangan buk? (peran aparat) Ya cuma berdiri-berdiri gitu lah. Jadi. udah ada isu penyerangan sebelum kejadian? Ia. Lampung yang saya kenal kayaknya enggak ada. Jadi bukan digunakan untuk menembak penyerang. Kata penyerang ke aparat: “Terima kasih pak.. terima kasih pak”. terutama Pak Bupati itu. Enggak kalau yang ini mah. Jawanya juga ikut. yang orang Agom. Lampung yang saya kenal kayaknya enggak ada.. seharusnya Pak Bupati itu.. Kata penyerang ke aparat-aparat itu: ”Terimakasih pak sudah mengizinkan. Saya ngintip dari jendela rumahnya makanya saya yakin.532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Dari kapan itu ada isu mau ada penyerangan? Seminggu sebelum kejadian itu. yang orang Agom.. enggak ada penyerangan.. sudah mengizinkan. harusnya cepet menyikapi isu.orang saya ngelihatnya. terima kasih pak”. Ada Jawa nya.. Saya ngintip dari jendela rumahnya. Memang yang ibu liat ada unsur kesengajaan dari aparat ya buk ya? Kayaknya.

diaduk-aduk lagi. Enggak begitu jelas. saya kenal semua. 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 Peneliti SRM Korbannya itu memang cuma orang sini ya buk ya? Ia. saya taruh di Way Arong itu.. Pak Muri itu orangnya baek banget. 260 . yang saya ceritain itu.masyarakat biasa. satu dusun sama saya.. makan-makanan. kalau saya ke Bandar Lampung lewat Way Arong.. 571 572 573 574 575 Peneliti SRM Peneliti SRM Dan disini memang banyak waktu itu penjarahan ya buk ya? Tapi larinya kesana.. Saya kenal semua. Pak Muri itu termasuk sesepuh.enggak. satu dusun sama saya. Orang udah dibilang. kebanyakan bukan orang Agom buk? Bukan. Salah satunya pak MURI itu.enggak. Enggak begitu jelas. Ia. kecemburuan itu. orangnya kan memang sering jadi donatur... enggak berani naik motor.. Kalau hubungan dengan Bali yang lain.. kompak buk? contohnya Bali Napal? Peneliti SRM Peneliti ada kayaknya yang saya lihat. Jadi informasi penyebabnya memang simpang siur ya buk? Ya.enggak pasti.orang sini aja.enggak pasti. Jadi pelaku saat kejadian.. Peneliti SRM Kabarnya kepala suku Balinya ikut meninggal ya buk ya? Enggak..orang sini aja. kehutan-hutan.kecemburuan itu. Dia kan tukang nyetak-nyetak ini... ya termasuk sesepuh sih... faktornya cuma kecemburuan itu ya buk ya ? Ia. Masyarakat biasa. Terus saudara-saudara banyak yang jadi korban buk? Yang korban meninggal saudara enggak ada. Kayaknya orang pendatang.. kayaknya orang pendatang entah dari mana. Yang korban meninggal saudara enggak ada.560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM sering ke Agom. keujung sana. ngasih nasi. kan motor saya. Sering jadi donatur. enggak balik kesana (Way Arong). Jadi sebenarnya permasalahan antara Balinuraga dengan Agom itu enggak ada ya buk ya? Ya udah selesai. Ya. Jadi menurut ibu. Ya udah selesai.. tiap lebaran kita nyebar kemesjid-mesjid sana. gapura.. Ia.

. banyak. Ya kira-kira ribuan juga sih yang bantu. ya enggak ada. aja. memang rasa curiganya masih besar ya buk? Ya. rasa curiga masih besar.. 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 Peneliti SRM Peneliti Itu belum diungsikan buk? Ya belum. enggak dibayar. SRM Peneliti SRM Ada yang ikut bantu.malem juga ronda terus. enggak dibayar. Setelah kejadian ini. tapi karena takut. cuma nolong-nolong sosial gitu aja. juga ronda 261 .).. SRM Peneliti SRM Sekitar dua sampe tiga ribuan. Jadi kira-kira ada berapa banyak orang Bali yang lain yang bantu saat kejadian buk? ribuan juga sih yang bantu. Terus buk.587 588 589 SRM Peneliti SRM Ya biasa. Enggak ada. Enggak ada Cuma nolong sosial gitu lah yang mau dibayar. ya enggak banyak.. tapi karena takut... Tapi yang di Stopin juga Kira-kira tapi yang di stopin juga lebih banyak lebih banyak lagi.. ya enggak banyak.. setelah kejadian sehari-hari disini yang saya lihat kok masih waswas ya buk ya? Masih ada penjagaan terus. Ya belum. siapa yang pergi. Setau saya. Tadinya enggak pernah Ia. Saya tau.. lagi. Ya di atas dua ribuan lah yang di 599 600 Peneliti SRM Jadi kira-kira hari senen itu disini ada berapa banyak orang buk? Ya sekitar dua sampe tiga ribuan... Saat kejadian juga ikut bantu ya buk ya? Ada yang ikut bantu.. bener enggak buk? Jadi katanya orang Bali itu menyewa preman bayaran. 590 591 592 593 594 595 596 597 598 Peneliti Kalau kabarnya ada preman bayaran itu. jadi tau siapa yang datang.. Terus kalau ada orang luar yang masuk buk. karena saya dapur umum.... stopin.masih. penjagaan terus ya buk ya (warga berkumpul di pos ronda-pos ronda yang ada di Balinuraga)? Ia. saya tau. terus..malem (haha. Ya diatas dua ribuan lah yang di Stopin..

Pada lari semua. Enggak ada. Kalau katanya yang mati kena Bom ikan juga ada ya buk ya? Ia ada. Saya kalau dirumah.. Setelah mayat dikumpul. mungkin tu pas ngaben. ini bukan dibakar. Kalau yang dibakar itu siapa ya buk ya? Kalo di video yang nyebar ada yang dibakar? Enggak ada.. Ya Pak Muri itu lah.. Enggak ada. Enggak ada. mayatnya kita ngaben bersama. 645 646 Peneliti SRM Jadi enggak bertahan lagi ya buk? Enggak. Pakai bambu.. Pak Ngadri. bom..pak Ngadri.. kocar-kacir ya buk ya? Ia. rumahnya hancur. Pada Jam dua itu. 262 . Sadis. bener enggak ada buk? Enggak ada.). memang ada. Ada yang mati.611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 Peneliti SRM 626 627 628 629 630 631 632 633 644 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Terus kalau dirumah sendiri ada penjagaan enggak buk. ini bukan dibakar. rumahnya hancur..(haha. kalau orang Bali. batu. di cacak-cacak.ya lari semua. udah enggak takut lagi. dicacak-cacak....(haha.. apa siap senjata? Enggak ada. Yang dibakar di jalan itu.pak ini. Jadi setelah ada yang mati itu. lari semua. Udah enggak takut lagi. kena dia dalam rumah. waktu kejadian dulu bertahannya pakai apa buk? Ya sekedar pakek golok.. Sadis.. Yang di video-video itu kan dia. Kalau yang pakai senjata api katanya orang Bali banyak juga ya buk? Enggak ada. Ya Pak Muri itu lah. Lari menyelamatkan diri. Banyak.. Jadi. dia dalam rumah. Kalau yang saya denger saat kejadian itu ada unsur-unsur mistiknya juga ya buk? Ada yang kebal di bacok? Banyak. mayatnya kita ngaben bersama. enggak papa... Kena dia. ditinggal sendiri. ada yang mati. masih mayat semua. setelah mayat dikumpul. enggak takut. Itu kejadian pukul berapa buk? Jam dua... enggak ada yang pakek Sekedar pakek golok.. Heeh.). memang ada...

Lima belas ribuan lah yang sampe sini. Baris panjang banget.. dari yang tadinya jarang. Sampe dicari cari polisi. taunya dia orang yang kemaren pas kejadian. Ia hadir.. Lima belasan lah.. Sekarang sembahyang ke pure nya semuanya rajin. hutatan-hutan..emmm.. Banyak. Waktu itu hadir di deklarasi perdamaian buk? Ia hadir.. baris sampe dipatok. Kebanyakan pada sembunyi di hutan-hutan itu. Sekarang sembahyang ke purenya semuanya rajin.... enggak ada lagi yang ruarr ruirr naik motor kayak gitu (kebut-kebutan). sekarang rajin. Saya lihat jam enam. Sampe dicari polisi.jam sembilan malam. Kita lihat dulu siapa orangnya yang kita ajak bicara. Saya Panjangnya dari Way Arong (haha. namanya anak-anak yang penting dia seneng. sampe sini. baru di evakuasi? Sampe. Ya banyaklah hikmahnya. Peneliti SRM Peneliti SRM Kira-kira berapa banyak itu buk. udah.. Panjangnya dari Way Arong sampe sini. lima belasan lah. takutnya nanti pas kita ngomong. Kalau anak-anak buk. namanya anak-anak yang penting dia seneng.. Kalau penyerang itu.. Lebih mawas diri lah intinya begitu.. Anak-anak kayaknya sih no problem.. 263 . ada trauma juga? maksudnya enggak mau lagi bergaul sama orang sana (Suku Lampung)? Anak-anak kayaknya sih no problem (enggak masalah). Ya lebih hati-hatilah sekarang. Hikmah terbesarnya setelah kejadian ini apa buk? Untuk pemuda itu.. Ya banyaklah hikmahnya. Lebih mawas diri lah intinya begitu... Kalau untuk pribadi ibu sendiri buk? Ya lebih hati-hatilah kita sekarang.). mulai dari ucapan-ucapan. Kalau yang saya denger kan sekitar tiga puluh ribu itu? Enggak ada.. Kebanyakan pada sembunyi di Sampe jam sembilan malam. mulai semua meninggalkan tempat ini jam berapa buk ? lihat jam enam.647 648 649 650 651 652 Peneliti SRM 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM 670 671 672 Peneliti SRM Peneliti Peneliti SRM Sampe jam berapa itu buk. sampe besoknya masih sembunyi... Banyak dari warga Bali yang hadir buk? Lima belas ribuan lah sampe sini..

689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 Peneliti SRM Peneliti SRM orang itu (Agom). Itu kondisinya sedih banget atau gimana buk ekspresinya? Ia sedih banget. Kalau lewat berani... ya buk ya? Enggak. Ya Kalau kemarin kayaknya enggak.biasa kok dia.. kayaknya yang sana (Etnik Lampung) juga perihatin. agamanya apa (sikap Etnik Lampung)? Heeh. kadang mereka yang langsung kesini nawarin.membaur dengan warga lain. Agama. terhadap perbedaan keyakinan gimana buk? Yang ibu liat dan ibu tangkap? Sebenarnya enggak ada. biasa. beli-beli kesana belum berani. enggak mau jual.. cuma diaduk-aduk itu tadi. ya memang bukan orang itu (Agom). selama ini baik-baik aja. Lampung juga perihatin... Saya denger sekarang banyak warga Balinuraga yang enggak berani lewat situ (Agom) ya buk? Kalau lewat berani. Enggak ada.Membaur dengan warga lain. Jadi sebenanya memang enggak ada niat untuk perang. SRM ke kita itu biasa. 673 674 675 676 677 678 SRM Peneliti SRM 679 680 681 682 683 684 Peneliti SRM Peneliti SRM Jadi istilahnya sebenarnya pemicunya bukan orang Agom ya buk ya? Cuma diaduk-aduk itu tadi. orang dia jual janur (untuk ritual ke agamaan Hindu) ke kita itu biasa. unsur kepentingan politik? kepentingan politik... Itu orang Hindu bukan orang Islam. sini Sedih banget.. Karena beda agama... selama ini baik-baik aja. ia. Enggak ada. 685 686 687 688 Peneliti Kalau selama ini penerimaan mereka (Etnik Lampung yang beragama Islam). Peneliti SRM Peneliti SRM Jadi enggak perduli buk. orang dia jual janur (untuk ritual ke agamaan Hindu) Enggak ada. jadi sama-sama perihatin. kadang kita yang kesana. dalam perang kemarin kayaknya enggak. sikap kayak gitu enggak ada ya buk ya dari Etnik Lampung ? Enggak ada. Enggak ada. juga (Balinuraga). Cuma cuma kesenjangan ekonomi dikompor-kompori dengan masalah perbedaan kesenjangan ekonomi dikomporkompori dengan masalah perbedaan Agama.. Itu orang Hindhu bukan orang Islam. Ia. Seharusnya Ngelasih Biasa kok dia... Ada enggak buk. sini beli. dalam perang Kalau kepentingan politik.. Heeh biasa. beli-beli kesana 264 .. sama-sama perihatin. sana jual janur. ya memang bukan Enggak.. Heeh.

enggak normal lagi. kemana-manalah. baru bisa kembali normal (mulai bisa melupakan)? Dua bulanan.. itu terus. pernah histeris. pembenahan diri dulu.. ke dokter. berani lewat sana... Dua bulanan. Bukan karena enggak berani lewat sana. Udah enggak. histeris. Sangking deresnya.. sehari minimal tiga kali. Seharusnya Melasih ke laut.makanya berobat-berobat Ia. paling nangis-nangis aja. Kemarin enggak berangkat ya buk? Enggak. Ia... enggak normal lagi.. tapi itu pulang kesana. Bukan karena enggak kita semedi dulu. tapi itu pulang kesana... tapi enggak. Sampai hari ini masih sering nangis buk kalau ingat kejadian? Udah enggak. ke laut kan pasti ngelewati Agom... tapi belum berani. kita lebih mawas diri dulu. baru keadaan kayak gini. lebih mawas diri dulu. Karena kalau ke laut kan pasti ngelewati Agom.. maksudnya jangan hura-hura dulu.sampe gila.udah banyak yang ngehibur.(hehe. Kalau yang saya denger juga. jerit-jerit kalau ingat lagi kejadiannya? Enggak. Berarti ini rumah mulai dari nol lagi membangun ya buk ya? 265 . ada yang pindah ya buk ya. histeris. pulang ke Bali.. Sampai gila buk? Sampe gila. Tapi baru-baru kejadian nangis terus ya buk ya? Berapa lama buk. Kemana aja berobat itu buk? Ke Sinsei Cina. bukan cuma tiap hari. Trauma banget itu ya buk? Enggak bisa disembuhkan lagi... pulang ke Pulau Bali. Karena kalau enggak.. Kenapa kok bisa kejadian kayak gitu? Paling nangis-nangis aja. Heeh. Kalau ibu sendiri..). dari sini? Yang pindah ada sih..699 700 701 702 703 704 705 706 707 Peneliti SRM Peneliti SRM 708 709 710 712 713 714 715 717 718 719 720 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti 721 722 723 724 725 726 Peneliti SRM Peneliti SRM SRM Peneliti (Perayaan Hari Raya Umat Hindu dengan mandi kelaut) kemarin ke laut.makanya berobat-berobat itu terus. kita tahan dulu lah.enggak bisa disembuhkan lagi.. Berobat gara-gara pendarahan itu ya buk? Itu kerasa banget buk? Pendarahan itu hampir tiap hari ya buk? Ia. orang pintar. Yang pindah ada sih.

ia.. Kalau setelah kejadian ini. 266 . Ibu tau proses mediasi perdamaiannya dulu untuk mencegah konflik? Ia itu tadi kesepakatan kepala desa itu. macem-macem. Dia nganggep saya baek. dia Setelah kejadian.. ngebangunnya. adek-adek saya.. Kalau saya biasa aja sih. Tergantung kondisinya. Kalau saya sih enggak ada? Tapi enggak tau kalau dia (kawan-kawan SRM dari Etnik Lampung).. Tergantung kondisinya. saya nganggep dia juga baek. Ya makanya setelah kejadian. Kesimpulannya. Kalo Ya saya tetep biasa aja.. karena kawan-kawan saya banyak yang dari Etnik Lampung. karena kawan-kawan saya banyak yang dari Suku Lampung. Biasa.. oleh masyarakat. dia. Kalau yang lain kan ada yang bisa di rehab lagi. Kalau saya biasa aja sih. nyapa. ketemu ya peluk-pelukan... enggak mau keluar duit lagi. Sampe depan situ dulu rumah saya. enggak ada lah. Enggak mau keluar duit lagi. belum keluarga yang dari Jambi. ya kayak biasa. ia. saya nganggep dia juga baek.. Ya saya tetep biasa aja.. dua kali yang sekarang. kalau saya ya biasa.karena habis betul.. Karena dianggap sebagai pemicu ya buk ya? Ia. dia diturunkan diturunkan oleh masyarakat.. Kalau rumah saya. enggak ada perubahan sikap. Bantuan dari keluarga besar banyak ya buk ya? Ya. enggak mau bayar Kepala desa enggak mau bayar.banyak. gimana kabarnya dinda (sapaan yang digunakan Etnik Lampung terhadap seseorang yang dianggap saudara). macem-macem. Kalau yang lain kan ada yang bisa di rehab lagi.727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Kalau rumah saya. dulu penuh.karena habis betul. keluarga yang dari Bali.. Jadi benar-benar habis ya buk ya? Karena habis terbakar itu. Jadi enggak ada yang berubah ya buk ya? Enggak ada. makanya harus dari nol itu. Oh gitu.banyak juga. pandangan terhadap suku Lampung gimana buk ? berubah? Enggak sih. Ya lewat rekening. Kalau kita itung..haduh bisa sedih lagi. dindingnya rapuh. Dia nganggep saya baek. Rumah ibu dulu ini banyak isinya ya buk? Oh....

Kecamatan itu gantinya. Sudah lama aktifnya.hanya bertahan.. udah enggak ada.. Paud. Karena kita juga Enggak ada sama sekali. Enggak ada. orang kecamatan... Maksudnya menahan. SMP Dharma Bakti.. darimana-mana gitu. Jadi memang enggak ada tujuan untuk perang ya buk? Tujuan perang enggak ada. kan pasti ikut ngeliat? Kayaknya udah enggak. masih ada enggak bantuan-bantuan dari pemerintah setelah empat bulan dari kejadian.. Enggak ada niat nyerang sama sekali. sama apa-apa. kan sering dihibur sama polisi. kan sering dihibur sama polisi. faktanya yang benar pada waktu itu orang Bali hanya bertahan ya buk? Ia. Jadi kesimpulannya. Sampai sekarang belum ada bantuan. PJS Masih ada disini. SMP Dharma Bakti. ancur.. Saya denger kabar. Balai desa. Sekarang dia kemana buk ya? (mantan Kepala Desa Balinuraga) Masih ada disini. Bhayangkari. ancur. ada.. sama apa-apa.. Kalau sekarang buk. Enggak taunya jumlah massa penyerangnya lebih banyak. Kalau fasilitas umum yang kebakar apa aja buk? Paud. Setelah empat bulan ini. 267 . cuma udah enggak dianggep. Sampai sekarang belum ada bantuan.. bukan orang Balinuraga. SD dipecah-pecahin kacanya. enggak ada sama sekali. Efektif itu ya buk buat menghilangkan trauma? Ia. Enggak taunya jumlah massa penyerangnya lebih banyak.. udah enggak Setelah empat bulan ini.. darimana-mana gitu. selesai ya buk ya? Ia. dikucilkanlah. enggak ada niat nyerang sama sekali. SD dipecah-pecahin kacanya.sudah lama aktifnya. dikucilkanlah.754 755 756 757 758 759 760 761 Peneliti SRM Peneliti SRM 762 763 764 765 766 767 768 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 Peneliti SRM Peneliti SRM 778 779 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Jadi sebenarnya kalau dia bayar itu... Anak-anak sekolah sudah mulai aktif belajar lagi buk? Sudah. Maksudnya menahan. Balai desa. Kalau anak-anak kecil gitu trauma enggak buk. cuma udah enggak dianggep. Kayaknya udah enggak.efektif. ga akan ada apa-apa.. biar jangan sampe masuk ke desa kita. dulu sempet dua bulan dijaga sama tentara dan polisi? Ia benar. Bhayangkari.bikin pos-pos disini...

Kalau Bali-Bali Sidoreno itu ikut bantu juga buk. harus hidup berdampingan... harus hidup berdampingan.. yang sekarang gapura gambar siger. Situlah. karena yang masang penahan (pagar ghaib) di depan situ. Kalau Bali-Bali Napal juga ikut dibakar buk? Enggak. yang sekarang gapura gambar siger.enggak....bener. ada juga korban dari sana. karena yang masang penahan (pagar ghaib) di depan situ. Cuma sampe disitu (tengah desa). di perbatasan. makanya ular (ghaib) nya masuk sampe kesana (ketengah desa). sepanjang batas desa itu baris... Ia.kalau kerusuhan ini enggak.bener. Karena menurut isu yang ada disana (Agom) yang nyerang duluan itu dari Bali? Enggak.. tapi terus ilang. Sana dulu yang kena. Sadar kok kita (sadar sebagai pendatang). sana kan enggak. ada. cuman mereka takut juga sih. salah masang gitu. Yang saya denger juga. maksudnya hanya mempertahankan aja. Ke timur sana. Cuma sampe disitu (tengah desa). Enggak. waktu kejadian itu.. ada juga korban dari sana. kita cuma bertahan disitu. Justru sana yang duluan kena. Ibu bener melihat ya buk? Bener pagi itu buk sebelum penyerangan? Benar bentuk ular naga? Ia. Takutnya abis dari sini. ada juga yang mulutnya keluar busa. ada juga yang cuma Karena kita juga numpang. katanya waktu ular itu lewat. 268 .. katanya salah.. massa terus kesana. di perbatasan. karena kita disini kan bertahan. disini juga ada wujud leak.. kan disuruh masang sama orang tua disini. ada kiriman naga besar nyerang kesini dari sana (mistik-mistik)? Ada. makanya abis yang sebelah sana.. Berarti bener memang ada ular naga yang masuk pagi itu? Bener.. termasuk Bali-Bali Islam itu? Justru sana yang duluan kena. Ada.780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti numpang. Yang saya dengar juga. kita cuma bertahan disitu.. maksudnya jangan sampe masuk ke desa kita aja. udah enggak bisa masuk lagi. ada yang korban meninggal buk.

cuman sekali lewat aja.. Ular itu jalannya ngebut. Bangunan enggak ada. kurang tau nantinya gimana. siapa yang berbuat. dia yang harus bertanggung jawab.. ular itu jalan aja.dijalankan. bakal dijalankan secara penuh enggak buk? Kayaknya ia sih. Enggak. Jadi gitu. kalau secara penuh.. disana juga gitu. Enggak boleh kita mengatasnamakan suku.nanti gini. kalau roboh ia. Enggak ada. Kalau warnanya saya enggak begitu jelas. memang nakal.. kena ilmu dari sana. nyata... Jadi memang dikirim ular dulu ya buk ? Terus katanya ada juga dikirim taontaon besar juga? Kalau taon enggak. kurang tau nantinya gimana.. dia yang diusir. Kalau taon enggak. Kalau yang terlibat konflik kemarin diusir enggak buk? Diusir dari sini ? enggak. akan ada pengusiran kan? Bali di usir dari Lampung Selatan? Enggak.. tapi kalau ular. banyak yang lihat. masih.. dia yang harus bertanggung jawab. jadi enggak mengatasnamakan suku. Stres dia. Ada itu sebelum kejadian. Sampe sekali lagi terjadi. Ke senggol ular itu. kalau secara penuh. Terus menurut ibu.. anak satu. siapa yang berbuat. karena saya jauh dibelakang sana. Di matiin orang sini (Balinuraga sendiri) Memang sehari-hari dia (pelaku pelecehan seksual) nakal ya buk ya? Ia. Pokoknya orang itulah... Karena kalau dari isi perjanjian yang sudah disepakati ada butir. jadi enggak mengatasnamakan suku.. ya besarlah. butir perjanjian damai kemarin yang sudah disepakati.. Memang nakal. Enggak.807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM roboh? Enggak ada..dan panjang bener. masih. Padahal udah punya istri. dia aja yang mati.. Waktu ular itu lewat ada bangunan yang juga ikut roboh buk? Ular itu sebesar apa buk? warnanya apa? Bangunan enggak ada. nanti gini. Tapi kedua belah pihak ini sudah sadar ya buk ya? Kayaknya ya begitu. 269 .. siapa yang berbuat. Dijalankan. kalau roboh ia. jika terjadi lagi. hanya pribadinya aja. Tapi kayaknya udah diem aja.

gimana menurut ibu? Kalau itu nurut saya enggak ada pengaruhnya. malah enggak. harga diri kan hancur kemarin. malah enggak. jangan mancing-mancing orang lain. ya harus sadar bahwa kita pendatang. heeh memang preman. kalau kita. Saling menghormati aja. Ya namanya orang banyak.. Sering dipanggil jambul-jambul gitu. Percuma kalian pakek emas-emas banyak-banyak.. enggak perlu ditunjuk-tunjukin. Sadar akan dirinya. enggak tau.835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 Peneliti SRM Peneliti SRM 858 859 860 861 Peneliti Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM Peneliti SRM SRM Oh udah punya istri ? memang sering ganggu-ganggu orang (perempuan)? Heeh. ga ada gunanya. gini dari dulu. inti permasalahannya paham ya buk? Tau.enggak.. enggak akan terjadi apa-apa?. Ada pandangan juga buk. Kalau warga pada umumnya. gara-gara itulah. dan saling menerima. Nurut ibu.. katanya permasalahan ini juga timbul karena sikap orang Bali yang hidup terkotak-kotak enggak mau membaur. udah lah simpen dirumah aja kalung-kalung emas kalian itu. Memang gitu dari dulu. ya harus sadar bahwa kita pendatang. Jadi sadarlah mulai sekarang. Itu tadi cuma karena dikompor-komporin. kalau kita. Memang dari dulu hidupnya satu kampung (Bali Hindu semua) ya buk? Enggak ada orang luar (tidak berbaur) ? Heeh. dan saling menerima. yang terpenting dalam hidup berdampingan itu apa buk? Saling menghormati aja. 270 . Makanya saya bilang ma kawan-kawan saya. Sadar akan dirinya.ya enggak tau.. Tapi waktu kejadian itu dia enggak apa-apa buk? Karena saya dengar udah diamankan lebih dulu sama polisi? Ia.. Memang gitu dari dulu Itu nama aslinya siapa buk ? memang preman ya? Kalau nama aslinya saya enggak tau. Ia.. Kalau itu nurut saya enggak ada pengaruhnya. apa Memang ngomplek kayak gimana. tapi sering dipanggil jambul-jambul gitu. ini sebenarnya udah damai.. apa karena orang luar itu enggak berani masuk. heeh memang preman. Memang ngomplek kayak gini dari dulu...enggak. ya itu tadi cuma karena dikomporkomporin. Kalau sadar kan...

Lebih kuranglah ada sekitar 3000 orang. 271 .862 863 864 Peneliti SRM Kalau balinuraga ini jumlah penduduknya ada berapa buk? Ada sekitar 500 KK (Kepala Keluarga). Ada sekitar 500 KK. Lebih kuranglah ada sekitar 3000 orang. Enggak hafal saya.

272 .

273 .

274 .

275 .

276 .

277 .

278 .

279 .

280 .

281 .

282 .

283 .

284 .

285 GERBANG DESA AGOM PETA WILAYAH DESA AGOM .

286 HIMBAUAN BUPATI LAMPUNG SELATAN UNTUK MENCEGAH KONFLIK PENUNJUK ARAH KE DESA BALINURAGA .

287 FOTO MASSA YANG MELAKUKAN PENYERANGAN KE BALINURAGA FOTO BANGUNAN DI DESA BALINURAGA YANG DIBAKAR MASSA .

288 WARGA DESA BALINURAGA DI PENGUNGSIAN (SPN) DEKLARASI PERJANJIAN DAMAI .

289 SPANDUK HIMBAUAN SPANDUK HIMBAUAN .