You are on page 1of 139

Senandung Kala Hujan

By harrizdway/10/07/2010 08:44 PM/link kaskus/pdf by: himbol

Ketika pintu kebahagiaan tertutup, maka pintu yg lain akan terbuka. tapi kadang gw terlalu lama
menatap pintu yg tertutup itu, sehingga gw melupakan pintu lain yg terbuka buat gw.......
langit senja yg kuning tertutupi awan yg memekat perlahan disusul jatuhnya rintik hujan. dan gw masih
disini, memetik gitar kesayangan gw. mencoba menyelesaikan bait-bait lagu yg terlupakan dalam kisah
kita...and

PART 1
salam kenal semuanya. nma gw harrizd. gw sekedar ingin berbagi cerita tentang hidup gw..
kisah ini dimulai awal Januari 2007....
saat itu gw adalah siswa kelas 3 sebuah sekolah menengah kejuruan di kota asal gw. pada awal semester
empat gw berhasil memenangkan beasiswa program magang di industri dari Politeknik Manufaktur
Astra di jakarta yg bekerjasama dengan pihak sekolah.
gw bukan anak orang kaya, gw jg bukan murid terpandai di kelas, tapi keberhasilan gw memenangkan
tes beasiswa itu nyatanya membuat gw cukup lebih dikenal di sekolah. karena dari satu sekolah, cuma 2
orang murid yg berhak mendapatkan kesempatan itu, yaitu gw dan teman sekelas gw namanya Lucky.
sebenarnya di kelas gw nggak begitu dekat dengan Lucky. tapi gw bersyukur dari beasiswa itulah gw
akhirnya bisa lebih kenal dan bersahabat dengan Lucky.
maka terhitung sejak januari 2006 gw meninggalkan sekolah gw untuk magang selama 1 tahun. di
jakarta sendiri ternyata gw dan lucky nggak bisa bareng karena tidak ditempatkan di perusahaan yg
sama. gw di jakarta sementara dia di bekasi.
dan walaupun dengan susah payah (karena itu pertama kalinya gw merantau) akhirnya gw hampir
menyelesaikan kontrak magang gw selama 1 tahun itu.
satu minggu menjelang berakhirnya masa magang gw, gw pulang kampung ke cirebon. gw mulai
'memulangkan' barang-barang dari kosan gw di jakarta.

sesampainya di rumah, gw menyempatkan diri mampir ke rumah sahabat kecil gw. namanya diaz. dia
orangnya asyik, enak diajak curhat layaknya sahabat sebagaimana mestinya. gw sudah sangat dekat
dengan diaz karena memang kami adalah teman sekelas saat SD. meski kemudian kami melanjutkan
sekolah di tempat yg berbeda tapi gw tetep berhubungan baik dengan diaz.
dan dari diaz juga lah gw kenal dengan seorang cewek bernama Tiie. tiie adalah teman satu sekolah diaz
(gw dan diaz beda sekolah). sewaktu di jakarta gw pernah cerita ke diaz kalo gw pengen punya teman
cewek karena gw cukup merasa kesepian di sana.
gw diberi nomer handphone nya, dan gw dibiarkan berusaha sendiri mendekati tiie. gw kenal tiie sekitar
september 2006 lewat sms yg gw kirim ke nomernya. awalnya sih tu cewek agak jual mahal tapi setelah
beberapa kali sms akhirnya dia mulai membalas sms gw. dan dari situ lah kami mulai dekat, tanpa
pernah sekalipun gw bertemu tiie.
dan hari itu gw menemui diaz di rumahnya.
"lo udah selesai magang nya?" itu pertanyaan pertama diaz saat melihat gw.
"satu minggu lagi," jawab gw. "hari ini gw balik menyicil barang-barang dari kosan."
kami ngobrol-ngobrol ringan.
"gimana sama tiie, sukses?" tanya diaz.
gw nyengir.
"lumayan. besok gw mau ketemuan sama dia di mall."
"ya ya, tiie juga cerita soal itu."
"terus gimana?" gw mencoba mengulik informasi. "dia ada respon nggak sih sama gw?"
diaz tertawa.
"tenang aja," jawabnya.
"tenang aja bukan jawaban yg gw harapkan." kata gw.
"gw sama tiie taruhan."
"maksudnya?" gw kaget.

"yaa gitu deh, besok kan kalian ketemuan tuh. nah kalo dia ternyata suka sama lo, maka gw menang dan
berhak atas hadiah pulsa 25 rebu perak!"
"ett dah gw cuma dihargain segitu??"
"hehehe..ya kan intinya besok dia jatuh cinta nggak sama lo?"
gw tertawa.
"gw gugup yaz." kata gw. "selama ini kan gw ngobrol sama dia cuma lewat sms atau telpon, dan besok
gw bakal ketemu orangnya! sumpah deg-degan gw."
"tenang rizd, gw bilang ke tiie kalo lo tuh mirip sama nicky tirta bintang sinetron itu. dia pasti bakal suka
sama lo."
"bujug, nicky tirta? emang gw mirip ya sama dia?"
"sedikit sih."
gw tertawa.
"pokoknya besok lo harus bikin dia suka sama lo. kan biar gw menang taruhan."
gw geleng-geleng kepala. "taruhannya nggak bisa lebih mahal yaa?"
gw memang gugup menghadapi besok. sudah 4 bulan ini memang tiie sudah jadi salahsatu pengisi
kesepian gw di jakarta. dia enak buat diajak ngobrol dan becandanya juga nyambung banget. beberapa
kali bahkan gw sempet curhat sama tiie.
dalam lamunan gw sering menerka-nerka seperti apa sih cewek bernama lengkap Devi Elviantiie itu. dan
hari ini, siang ini, gw sudah berdiri di salahsatu sudut mall menunggu kehadiran seorang wanita yg sudah
janji ketemu di tempat ini.
gw bersandar di dinding. ramainya orang lalu lalang di mall justru makin menambah gugup. gw
memutuskan ke wc sekedar cuci muka.
tiba di depan pintu wc gw coba nelpon tiie.
"halo," terdengar suara cewek menjawab telepon gw. suara itu bukan dari handphone, tapi seorang
cewek di samping gw..
BERSAMBUNG

" "yee. terdengar nada tunggu nya. "gw emang di sebelah lo kali. jernih pula kayak ngobrol sama orang di sebelah kita. coba kalo waktu itu gw udah kenal kaskus. ini yg gw suka dari tiie. sama persis dengan yg gw denger di hp.PART 2 siang ini gw janji ketemuan sama tiie. "dan lo pasti su'eb kan?" jawab cewek itu.." kata tiie setelah berjabat tangan dengan gw. tangan kanannya memegang handphone yg menempel di telinganya. yg gw agak aneh kok hp gw speaker nya mendadak gede banget suaranya. pasti gw bakal jawab 'salam kenal ya dari nubie' . gw liat samping kanan gw ada seorang cewek berkacamata sedang tersenyum ke arah gw. "waduhh gw mendadak rabun dekat nih. tapi gw bingung coz cewekcewek di mall ini juga banyak yg pake ungu." gw nyengir lalu gw akhiri panggilan di hp gw. "halo. dia bilang pake baju warna ungu. "lo tiie ya?" kata gw. dia selalu bisa memulai pembicaraan dengan baik. "iyaa. "akhirnya ketemu juga yaa. "lo beneran di sebelah gw?" gw memastikan. gw tertawa." cewek di sebelah gw bicara." jawab tiie.." kata tiie. "halo rizd. udah jam setengah 3 tapi kayaknya dia belum dateng juga. gw coba menelpon dia. masih tetap menatap cewek di sebelah gw. ya udah gw balik ya.belagak rabun lagi. gw yg sebenarnya merasa gugup sedikit mencair. gw bicara pada cewek di sebelah gw." kata gw saat terdengar jawaban dari sana.

iya janda muda gitu deh." "ati-ati di jalan deh kalo gitu. "ah nggak gitu juga kok. "harusnya gw yg bilang terimakasih." kata gw saat kami berjalan turun ke luar mall. dia bisa menciptakan chemistry sedemikian rupa. "kok pake warna ungu?" tanya gw. waktu itu hari sudah mulai gelap. kami ngobrol nggak jelas sesuka hati. dia selalu punya lelucon yg membuat gw nyaman memposisikan diri gw saat itu. .. "by the way thanks ya tiie udah mau ketemuan sama gw. lo udah jauh-jauh dari jakarta nyempetin ketemu gw. "lagi jadi janda ya?" "hehehe. tapi toh itu tidak membuat suasana sore itu menjadi buruk. semakin gw mengenal tiie gw semakin merasa nyaman. ya udah yuk kita cari tempat buat ngobrol."eh. kan gw emang asli sini?" "kapan lo berangkat lagi ke jakarta?" "besok gw masuk shift siang jadi gw berangkat pagi." gw mengangguk pelan. senyum yg manis. siang itu tiie memakai gaun rok blus terusan warna ungu. rambut tiie panjang sebahu dibiarkan tergerai. dan gw sudah benarbenar bisa mengatasi kegugupan gw saat itu. kami berdiri di pinggir jalan menunggu angkot. gw dan tiie memakai angkot berbeda. hehehe" cukup lama minuman pesanan kami datang. kasih gw kabar ya kalo lo udah nyampe sana." "tetep aja janda. saat itu gw belum punya motor sendiri jadi gw nggak bisa mengantar pulang tiie." gw mengajak tiie ke sebuah kafe. kami duduk dan ngobrol di salahsatu kursi kafe. sudah pukul lima sore tapi kami masih bertahan di kursi kami. ini pertama kalinya gw janji ketemuan dengan seorang cewek. gw masih agak gugup. yg gw kenal selama ini tiie adalah orang yg ceria dan sedikit agak cerewet.. iya." tiie tersenyum. "rizd lo nyesel nggak sih ketemu gw?" tiba-tiba tiie bertanya. dan itu memang tergambar dengan jelas saat ini. padahal kalau gw perhatikan di kursi lain mungkin sudah puluhan pasangan bergantian duduk.

" jawab gw singkat." saat itulah hp milik diaz berbunyi. "tiie nggak sms apa-apa ke lo sore ini?" "belum. dia kalo cerita suka panjang lebar jadi kayaknya nggak lewat hp." "jadi lo suka sama barang yg gw kasih?" "ett dah kayak orang jual kucing pake tanya gitu. "gw dapet kiriman pulsa 25 ribu. tapi gw nggak langsung ke rumah. "nah ya udah nggak ada masalah kan?" tiie tersenyum." tiie masuk ke angkot yg berhenti di depan kami. "jadi gimana nih yg abis ketemuan?" tanya diaz. setelah angkot pergi gw menyebrang jalan menggunakan angkot yg berbeda untuk perjalanan pulang ke rumah. "so?" kata gw. "rizd." gw menyandarkan gitar milik diaz ke dinding. "kenapa?" tanya gw. gw ngobrol dengan diaz sambil main gitar di teras rumahnya. "thanks ya bro udah kenalin tiie ke gw. "asyik." kata diaz setelah membaca pesan. gw duluan ya."nyesel? nggak lah. . gw mampir ke rumah diaz. lo sendiri nyesel nggak?" tiie menggeleng. "besok di sekolah bakal ada cerita seru dari dia." diaz nyengir." gw dan diaz saling pandang. diaz membaca isi sms nya. "sekali lagi thanks ya buat hari ini.

gw ambil kemoceng dan membersihkannya dari debu. apalagi belajar sendiri di sela kesibukan kerja? dan pada kenyataannya modul pelajaran itu sudah nyaris membusuk di pojok kamar kos gw karena samasekali nggak pernah gw sentuh. semua peserta magang sudah diliburkan hari rabu kemarin. sebelum berangkat ke jakarta. gw diharuskan mengejar pelajaran yg tertinggal dengan usaha sendiri. "hey. ujian nasional (UNAS) akhir semester nanti. "kok lo udah ada di sini? bukannya kita kumpul nya besok?" lucky menjabat tangan gw. "di tempat gw. kadang gw berpikir bahwa gw nyaris nggak mungkin lulus karena gw sudah tertinggal jauh di pelajaran sekolah gw. debu tebal menyelimuti cover modul. guru kejuruan memberi bekal modul pelajaran untuk gw pelajari secara otodidak. mana gw bisa?? dengan waktu yg banyak dan dengan sistem face to face di sekolah saja masih banyak yg gw nggak ngerti. program magang ini sebenarnya suatu dilema.lalu kami berdua tertawa." gw menoleh ke asal suara. ujian dalam konotasi yg sebenarnya. sedih rasanya berpisah dengan orang-orang yg sudah bersama dalam satu tahun terakhir ini. dan malam itu gw menyanyikan beberapa lagu bertemakan fallin in love diiringi petikan gitar oleh diaz. beberapa tugas akhir yg belum diselesaikan sudah terselesaikan dengan baik. lucky. tapi mereka selalu memotivasi gw bahwa ini adalah langkah awal gw menapak masa depan gw. kontrak magang di sini memang sudah berakhir." lucky duduk di sebelah . gw menghadapi minggu terakhir gw di jakarta dengan hati yg lebih cerah. -BERSAMBUNGPART 3 pertemuan dengan tiie hari minggu kemarin sedikit banyak memberikan angin segar dalam diri gw. saat gw disibukkan bekerja. "lagi beres-beres rizd?" sebuah suara terdengar dari belakang gw. malam yg menyenangkan buat gw. dia menggendong sebuah tas hitam kecil. karena gw datang ke sana dengan baik-baik maka pulang pun gw pamitan dengan rekan kerja dan atasan yg gw kenal. tapi setelah ini masih ada ujian yg harus gw lewati.

kasur sementara gw menuangkan air dari galon ke gelas untuknya. "thanx rizd. gw udah bawa pulang
semua barang dari kosan hari sabtu kemarin. sisanya yg ada di tas yg gw bawa ini, dan berhubung gw
udah libur malem ini gw nginep disini aja deh."
"oke, bro. anggep aja kamer orang lain. hehehe.." gw melanjutkan beres-beres buku. semua pakaian
sudah tertata rapi dalam tas sementara buku-buku akan gw masukkan ke tas lain.
hari ini adalah hari terakhir gw beraktivitas di perusahaan. besok setelah solat jumat gw dan semua
peserta program magang ini diharuskan berkumpul di kampus politeknik manufaktur astra dalam rangka
perpisahan sebagai tanda berakhirnya program magang ini. by the way, selain gw dan lucky peserta
magang ini juga banyak yg berasal dari kota lain. jadi semua siswa yg lolos tes dari berbagai kota di
indonesia dikumpulkan di jakarta untuk kemudian disebar di beberapa perusahaan milik grup astra. di
tempat gw sendiri ada sebanyak enambelas siswa dari berlainan kota, termasuk dari denpasar, yg
mengikuti program ini. dan ketika memikirkan bahwa gw harus berpisah dengan mereka, yg satu tahun
ini bersama melewati suka dukanya, gw kembali sedih. seolah ada sesuatu yg hilang dari diri gw.
"anak-anak yg laen pada kemana? kayaknya sepi nih kosan," lucky melongok keluar melihat kamarkamar yg lain.
"biasanya sore kayak gini mereka pada makan. ada juga yg katanya mau menikmati detik-detik terakhir
di jakarta." gw tertawa kecil.
"pasti dua dewa dari bali itu ya?" lucky ikut tertawa.
program magang ini memang mengumpulkan orang-orang dari hampir semua penjuru negeri. termasuk
Ketut dan Gedhe, dua siswa asal denpasar. gw dan lucky biasa menyebut mereka dewa, merujuk pada
adat mereka di bali.
"lo nggak ikut jalan-jalan rizd?"
"yaah lo liat aja sendiri barang-barang gw disini belum beres."
"lo udah siap balik lagi ke sekolah?"
gw diam sejenak. "siap nggak siap toh kita harus siap kan"
"oh iya gimana masalah belajar lo bisa belajar sendiri?"
"bisa nggak bisa toh kita harus bisa kan?" lucky nyengir.
"gw takut nggak lulus," kata gw. "kita udah tertinggal pelajaran jauh banget."

"kalo itu gw juga sama. tapi mau gimana lagi ini kan memang konsekuensi kita dari awal ikut program
ini," jawab lucky lagi.
gw diam.
"seandainya kita nggak lulus gimana dong?" tanya gw lagi.
"gw sih yakin aja kita bisa lulus. guru kita juga pasti nggak mau kan siswa yg berprestasi macam kita
gagal ujian."
gw diam memikirkan kata-kata lucky. harus gw akui sahabat gw yg satu ini memang punya optimisme yg
kuat. dia tipe orang intelek yg selalu bicara berdasarkan fakta. dari hasil psikotes di awal kelas 1 lucky yg
nilai IQ nya paling tinggi di kelas.
"yakin aja rizd kita pasti lulus kok." kata lucky menyemangati gw.
"thanks bro."
"ya udah gw laper nih. cari makan dulu yuk."
gw segera menyelesaikan beres-beres dan sepuluh menit kemudian gw dan lucky sudah di luar menuju
warung makan langganan gw. entah ada hubungannya atau tidak dengan magang gw yg selesai, tapi gw
merasa jakarta indah sekali malam ini.
bukan mau mendramatisir, tapi mungkin malam ini adalah malam terakhir gw makan malam di jakarta...
-BERSAMBUNGPART 4

esoknya gw bangun mendengar pintu kamar digedor. gw lihat jam weker menunjukkan pukul sepuluh
siang.
"rizd, bangun udah siang nih." seseorang berseru dari luar.
gw belum begitu sadar sepenuhnya. di sebelah gw lucky masih terlelap nyenyak. semalam gw dan yg lain
begadang ngobrol-ngobrol menikmati malam terakhir di sini. baru setelah subuh gw dan lucky balik ke
kamar dan tidur.
"iya bentar," gw beranjak membuka pintu kamar.

"yaah baru bangun ya lo," kata Ade, teman sebelah kamar gw. begitu pintu dibuka dia menerobos
masuk.
"numpang kencing," lanjutnya masuk ke kamar mandi. "di kamer gw nggak ada air."
"lo sedotin mulu sih."
"bukan gw. tuh si mail, dia mandi lama banget sampe aer nya abis," teriak ade dari dalam kamar mandi.
"sembarangan aja lo bilang gw ngabisin aer!" tiba-tiba Ismail, teman sekamar ade, masuk dan menuju
pintu kamar mandi. "lo tuh yg kencing sembarangan, makanya gw mesti rajin nyiramin bekas kencing lo!
dari dulu gw bilangin nggak ada percayanya sih lo."
"eh, gw nggak kencing sembarangan ya ! gw kencing di wc !"
"iya tapi lo nggak pernah nyiramin bekasnya kan?"
pintu kamar mandi terbuka. dan sedetik kemudian ade menyiram mail dengan air dari gayungnya. mail
sudah berusaha menghindar tpi karena terlalu dekat dia tidak bisa mengelak.
"wooi lo !" mail menggebrak pintu kamar mandi yg langsung tertutup. dari dalam terdengar ade tertawa
terbahak-bahak.
"tuh gw udah nyiram bekas kencing gw!" kata ade. suaranya menggema di kamar mandi.
"wah lo pikir gw be.."
"berisik!" gw berteriak mengatasi kegaduhan. "kalo mau ribut di kamer sendiri sana! pagi-pagi ribut di
kamer orang!"
mail bersungut-sungut keluar kamar. ade dan mail memang sering ribut, tapi gw tau mereka cuma
sebatas becanda. ade orangnya jahil sementara mail gampang marah. makanya setiap ribut pasti heboh.
dari dalam kamar mandi ade masih tertawa.
'bip bip' hp gw berbunyi. gw lihat di layar terpampang nama tiie memanggil.
"halo," kata gw.
"hay rizd," tiie menjawab dari seberang. "lagi ngapain?"
"eh, enggak ngapa-ngapain kok. gw baru bangun tidur."

" "jiiaah.pake ngambek.. gw juga kok jadi mimpiin lo terus ya?" giliran gw yg tertawa."busyet siang kayak gini lo baru bangun? semalem ngapain aja?" "enggak ngapa-ngapain sih. "lo kok nelpon jam segini sih?" tanya gw.." jawab gw.bukan itu dodol. "emang napa? nggak boleh? kalo nggak boleh gw tutup deh. "belum aja deh. "iya sih." kami pun asyik mengobrol. maksud gw kok jam belajar gini bisa nelpon?" "pelajaran terakhir gurunya nggak ada.." ade keluar dari kamar mandi dan mengatakan 'thank you' yg gw jawab dengan anggukan kepala...sejak kapan lo serius? bukannya lo suka sheila on 7?" gw tertawa. becanda aja ah.. "haha... "lo udah punya cewek belum sih rizd?" gw diam sebentar." "biasa lah anak sekolah kalo nggak ada guru berasa di surga. "eh. lo punya cewek belum?" "ciiee. setelah kita ketemu kok gw sering mimpiin lo ya?" kata gw becanda.. cuma begadang bareng temen-temen aja.. hehehe." padahal gw bohong. "gw serius rizd. daripada iseng gw nelpon aja deh. nggak. hehehe. "iiih." ." "pantesan berisik banget tuh di belakang lo.ngerayu nih ceritanya?" "enggak kok serius.

dari nada bicaranya agaknya dia serius menanyakan itu. dan kalo mau lebih jujur lagi. "lo becanda ya tiie?" gw memastikan. rizd gw becanda kok. "gw salah ngomong ya? maaf deh kalo gw terlalu lancang. sorry." jawab gw. gw memang suka dan mau jadi cowoknya! mimpi apa gw semalam bangun tidur ditembak cewek?! "kok diem sih?" tanya tiie." "eh." "hahaha. lo mau nanya apa?" "wah sejak kapan lo serius? bukannya lo fans ungu ya?" giliran dia yg tertawa. tapi nggak laku. lo mau nggak jadi cowok gw?" gw terkejut. "serius?" "serius.."iya deh gw serius. lo mau nggak nerima gw?" "ah lo ini becanda mulu." lanjut tiie begitu gw diam.." tiie diam sebentar." "enggak kok gw serius. kalo gw nembak lo. gw mau jadi cowok lo... "lo-mau-nggak-jadi-cowok-gw?" lagi-lagi gw terdiam. emang kenapa?" "emh." . "gw serius harrizd...... "gw pengen tau aja.. "sorry. lo punya cewek nggak?" "gw jomblo kok.nggak papa sih nanya doang. apa mesti gw ulangi lagi pertanyaannya?" kata tiie. jujur gw nggak menyangka dia bakal nanyain itu. gw coba mencerna kalimat tiie. nasib. nggak ada yg mau sama gw.. lo nggak nyari cewek gitu?" "udah nyari sih. "beneran?" "beneran. enggak kok.

" "yaelah." kata gw. "udah sabar aja bro. -BERSAMBUNGPART 5 hari senin minggu depannya gw sudah mulai beraktivitas kembali di sekolah. sayang." kata gw. ada guru dateng nih. ada perasaan nggak biasa waktu duduk di kelas mendengarkan guru berbicara." tiie tertawa kecil. "kayaknya tanggapan yg laen kurang baik nih dengan kepulangan kita ke sini. "semoga aja deh. ada seorang guru yg usil menunjuk gw ke depan mengerjakan soal yg dibuatnya. . "perasaan lo aja kali rizd..tiie kembali diam. tadi pak kajur meminta jurnal laporan kami berdua sewaktu di jakarta." suara tiie terdengar berbisik. jujur saat itu hati gw berdebar kencang seolah tidak percaya dengan yg sedang terjadi. gw merasa terasing dari yg lain. "oke. tapi kok lo mau sih nerima gw?" "karena ku sayang kamu..berasa dengerin lagu. sejak kemunculan gw di kelas pagi ini. alhasil gw jadi bahan tertawaan seisi kelas.. "eh udah dulu ya. mereka cuma iri sama lo" lucky menepuk bahu gw ketika kami keluar dari ruang guru setelah menghadap ketua jurusan (kajur).. gw memang merasa sepertinya gw tidak disambut dengan baik oleh teman-teman di kelas.. pagi yg indah buat gw. kami duduk di bangku taman depan Ruang Gambar.. terlebih gw samasekali tidak mengerti apa yg dijelaskan guru gw di depan ! di kosan dulu gw nyaris nggak pernah belajar samasekali. cuma ada beberapa orang yg mendekati gw sekedar menyapa kabar dan bertanya soal kegiatan magang di jakarta. kami sama-sama terdiam." untuk pertama kalinya gw panggil tiie dg panggilan 'sayang'." lucky menenangkan gw. rasanya sedikit aneh memakai seragam putih abu-abu lagi setelah 1 tahun kemarin gw di jakarta. "berarti sekarang kita jadian dong? thanks ya rizd. ah..

hari itu bukan hari yg baik sebagai awal masuk sekolah. "so?" kata gw. . "wah lo balik lag jadi anak sekolah nih." jawab tiie. gw nyengir lebar." tiie mengomentari seragam gw. saat itu jam 2 siang. diaz udah balik ya?" gw mencari bahan pembicaraan. hai. muka tiie memerah malu. kami bertemu di depan sebuah toko klontongan di depan gang sekolah. gw suka sekali melihat tiie dengan seragam abu-abu nya. kami duduk di teras toko yg luas dan membentuk anak tangga. "hai rizd. dan gw kembali merasa canggung seperti pertama kali ketemu di mall. untung saja ada sedikit penghiburan saat pulang sekolah gw ketemuan lagi dengan tiie. dia mendorong gw sampai nyaris jatuh." tiie menyapa gw tanpa canggung saat kami bertemu di depan sekolahnya. "ya biasa aja lah nggak aneh-aneh banget. tinggal ada beberapa siswa di sekitar sekolah termasuk gw dan tiie. "udah dari tadi lah. ini pertama kalinya gw ketemu tiie setelah jadian. "ya udh gw balik yaa." kata gw. sekolah memang bubar jam setengah 2. "eh. liat aja udah sepi gini. kan gw emang anak sekolah?" tiie tersenyum. senyum yg berhasil mencairkan kegugupan gw. tiie menarik tangan gw dengan keras dan ketika gw berhadapan dengannya gw berpura-pura jatuh lalu tepat saat itu gw mencium pipinya. "gimana tadi rasanya masuk sekolah?" lanjutnya. "so apanya?" "kita beneran resmi jadi pacar nih?" "pacar? siapa? emang kapan kita jadian?" gw berdiri.

"maaf mbak. biarpun sebenarnya filmnya nggak jelas tapi kami cukup menikmati kebersamaan kami. gw juga merasa nyaman diperhatikan. sejak saat itulah kami sering janji ketemuan di mall dan nonton di studio 21." kata tiie lalu nyengir. tapi mupeng lo. "emang mau ngapain kalo nggak nonton?" gw dan tiie saling tatap mata. nanti juga nggak akan ditonton filmnya. tapi beberapa kali pernah juga kami duduk di bangku lain karena penuhnya bioskop oleh penonton. "ya udah yuk.gw tertawa kecil. tapi sebelum dia sempat menjawab gw sudah menggandeng tangannya menarik dia mengikuti gw. mau kemana nih?" "udah nggak usah rewel. film dimulai pukul 3 sore dan selesai pukul setengah 5. "bentar dulu. gw mengajaknya nonton film di studio 21. biasanya tiap senin rame soalnya tarif nonton hemat. "apa aja deh. "mau nonton film apa?" tanya gw. bangku itu sudah menjadi favorit kami kalau nonton. kami selalu memilih bangku nomor E1 dan E2. . kami bisa saling mengerti. tapi gw suka merasa agak risih kalau perhatiannya sudah berlebih. "emang mau kemana?" "kemana aja deh. walaupun kadang gw suka egois. lalu tanpa dikomando kami senyum sendiri." "bukan nggak sengaja. yg unik adalah film apapun yg kami tonton dan di studio berapapun. tinggal ikut aja napa?" gw menyetop angkot lalu kami menuju sebuah mall. hubungan gw dengan tiie berjalan baik." gw tertawa lagi." kata gw lagi. ikut nggak?" tiie nampak berpikir. tiie adalah tipe cewek yg sangat memperhatikan cowoknya. saya nggak sengaja.

tiie bisa menerima gw apa adanya. tapi seinget gw antara gw dan tiie sedang tidak ada masalah samasekali. dia menerima gw yg samasekali nggak pernah memboncengnya dengan motor. disaat hampir semua temannya punya cowok yg bawa motor keren. bukannya lebih baik dibicarakan baik-baik ? sama-sama cari solusi bukan ide yg buruk. mulai hari ini kita PUTUS !!' -BERSAMBUNGPART 6 sekali lagi gw menelpon tiie. pas gw balas di hp belum muncul laporan terkirim. gw sendiri tidak habis pikir. gagal. satu bulan jadian cukup membuat gw benar-benar jatuh hati. ah. tiie sangat bisa mengerti gw. pagi tadi tiie kirim sms yg isinya minta putus. tapi ternyata nomornya tidak aktif. gw bingung. itu point yg paling gw suka dari dia. gw pengen tau apa yg sebenernya terjadi ! kenapa tiba-tiba tiie mengirim sms seperti itu tanpa penjelasan ? ada masalah kah ? toh kalau emang ada masalah. gw langsung cek dengan menelepon. operator bilang nomor sedang tidak aktif. gw nyesel kenal lo. sudah empat jam berlalu sejak tiie mengirim sms pagi tadi nomornya langsung tidak aktif. gw takut beneran putus. sebelum ini gw pernah 2 kali pacaran tapi belum pernah merasa seperti dengan tiie. begini ya rasanya patah hati? . hari yg buruk buat gw. entah apa yg sedang terjadi. menurut gw. pesan dari tiie. gw merasa bersyukur sekali punya pacar dia. keadaan baik-baik saja kok. lalu kenapa dia kirim sms kayak gitu ? jujur saja gw takut kehilangan tiie. walaupun di rumah ada motor punya kakak tapi gw merasa lebih nyaman menggunakan angkutan umum. gw kalut. sampai pada suatu pagi hp gw berbunyi. gw sedang bersiap berangkat sekolah saat gw baca sms yg berbunyi seperti ini. selama 1 bulan kami jadian belum pernah sekalipun kami bertengkar. hari ini padahal ada ulangan matematika dan gw isi jawabannya asal-asalan. it's fine. 'rizd. di kelas gw lebih banyak melamun daripada konsen pada pelajaran. terakhir tadi malam tiie kirim ucapan selamat tidur lewat sms.

. "beuh." jawab gw.waktu dulu gw putus nggak begini-begini amat rasanya..jangan salah sangka. emangnya lo punya cewek?" kami semua tertawa." "wuiih..hari gini masih pusing mikirin cewek?" teguh geleng kepala." kata agung pada teguh. cewek jaman sekarang gak ada yg bener bro." gw menggerutu. jadi mana sempet kalian liat gw jalan ?" "iya gw tau." kata gw.. nggak ada tuh istilah cinta pake hati. "muka lo udah kayak sarung buat lebaran aja pake dilipet gitu. "lo bilang tadi soal kamus playboy. kalo putus ya cari lagi dong. yg ada cinta pake otak !" gw yg lain tertawa." teguh menimpali.. dua teman gw teguh dan agung juga ikut gabung. "napa sih lo kyaknya hari ini lo bete banget?" lucky duduk di meja. makanya cinta pake otak. dalam kamus playboy tuh nggak ada kata cinta.gitu aja pusing. "cewek gw minta putus. "bentar dulu cil. balik sekolah gw ada jadwal sama memey.. ini soal cewek. gw tuh kalo jalan sama cewek harus atur schedule. oke bro?" .. "inget pesen gw bro. gw membatin dalam hati." "gw bukan playboy bro.. "gw kasih tau aja ya bro." "jiiaaah.. gw masih mencintai cewek pake hati. jam 3 nya si dara. "kalo jam 12 malem giliran om om hidung belang yaa?" "beuh.lo kata gw gigolo?" "emang kenapa sih lo sama cewek lo?" tanya lucky. "aah. "beuh..masih ada aja ya cowok kek lo gini?" agung yg sekarang geleng kepala... abis itu menjelang maghrib ayu udah nunggu gw. gw bukan cowok yg cuma manfaatin cewek.. "biasa lah cuy.

gw lagi nongkrong di halte bareng teman-teman saat hp gw bergetar.' 'bukan kaget lagi. maaf ya tadi gw nggak bawa hp ke sekolah soalnya lobet' langsung gw bales tuh.betapa leganya gw baca sms itu..emang kaget banget ya kok sampe ngirim sms sampe puluhan gitu. pikiran gw sumpek banget siang itu. 'hehe. ada yg mau ikut ke kantin?" "lo nraktir nih?" "kagak lah. kayaknya tiie serius pengen putus. dan setelah lama gw amati layar hp gw menyala tanda pesan terkirim. 'apa yg sebenernya terjadi? maksud sms tadi pagi apa?' dan semenit setelahnya tiie membalas lagi. dengan berdebar-debar gw baca isi pesannya. dengan hati berdebar gw tunggu balasan sms tiie.' fiuh... segera gw liat hp. semua pikiran-pikiran jelek selama beberapa jam yg lalu langsung lenyap begitu saja. di sela pelajaran terakhir gw mencuri-curi kesempatan mengecek hp gw siapa tahu ada balasan.. berkali-kali gw kirim permintaan maaf dan menegaskan bahwa gw nggak mau putus.. gw cuma mau ngetes seberapa besar sayang lo ke gw. "gw laper nih. jantungan nih gw baca sms lo tadi pagi!' . 'sayang. tapi nyatanya sampai gw balik pun hp gw tetep sepi." lalu mereka bertiga beranjak pergi. entah berapa banyak gw kirim sms ke dia soalnya laporannya bejibun. lo bayar sendiri-sendiri. kayaknya nggak ada yg bisa gw lakukan kecuali menunggu sms gw terkirim dan berharap tiie berpikir dingin lalu menjelaskan yg sebenarnya terjadi. gw kembali memikirkan tiie.maaf ya rizd tadi gw becanda doang kok. ada balasan sms dari tiie !! gw seneng banget saat itu.teguh menepuk bahu gw. pikir gw. 'jadi tadi lo nggak serius minta putus kan?' 'enggak donk sayang.

cukup lama sampai tiie membalas. 'by the way hari ini lo ada acara nggak? kita ketemuan yuk. yg tentu saja hal ini membuat gw merasa tidak nyaman. dan tiap dua minggu sekali pulang. gw pikir kejadian semacam itu cuma sekali dua kali. BERSAMBUNG PART 7 harus diakui sekarang ini gw lagi sayang-sayangnya sama tiie.' bokap tiie memang bekerja di karawang. nggak peduli siapa yg salah. berkali-kali gw mengucap syukur. tiap nomor tiie sedang nonaktif gw selalu mengirim pesan berisi puisi sekedar bentuk permintaan . 'oh ya udah kalo gitu' gw mengakhiri pembicaraan di sms dengan hati yg sangat lega.lo tenang aja gw nggak serius kok tadi. emosi kita akan mencair. nonton di tempat biasa. sangat tidak nyaman kalo lo tau. gw takut kehilangan tiie. walaupun kadang dia sangat menyebalkan. suka 'memacu adrenalin' gw seperti yg dilakukannya waktu pura-pura minta putus beberapa waktu yg lalu. dan saat itulah kita akan damai lagi. tapi begitulah karena gw sudah terlalu sayang." kita ? tapi nyatanya setiap kita bertengkar selalu saja gw yg minta maaf lebih dulu. "ya kan biar kita nggak semakin terbawa emosi." tiie pernah beralibi demikian ketika gw tanyakan alasan dia melakukan hal itu. 'iya deh maafin gw ya.' gw menghela nafas panjang.. tiie seringkali menonaktifkan nomor handphone nya. mungkin terkesan lebay. 'wah maaf banget siang ini gw nggak bisa. dan kalau hal itu sedang terjadi pada kami. ada bokap nih. begitupun yg terjadi pada kami. dan pada kenyataannya setiap hubungan pasti tidak pernah berjalan mulus.. sering ada pertengkaran kecil diantara pasangan.tiie tetap menjawab dengan santai. "menurut gw dengan nggak berhubungan beberapa saat. tapi setiap ada hal yg membuatnya marah dia selalu mematikan handphone nya.' gw mengajak tiie nonton. mungkin hari ini memang jadwal bokapnya balik.

setelah itu gw ke tempat les. yg gw kejar hanya 3 mata pelajaran yg di uji kan nanti. pacar gw merayakan ultah gw di rumah gw sendiri. gw menemui guru untuk tes tambahan. itu karena gw sayang sama lo. ini pertama kalinya. toh tiie juga tidak selalu menunjukkan sisi sensitif nya. tapi gw selalu berusaha mencari celah untuk lo memaafkan gw. kalau dulu gw masuk jam 7 pagi. tapi gw tidak bisa selalu hanya menjalani kehidupan gw dengan tiie. di saat murid lain pulang. kesetiaan gw tidak perlu dipertanyakan lagi. well. dan satusatunya sampai saat ini. untuk mengejar ketertinggalan pelajaran gw 1 tahun terakhir ini. yaitu ujian nasional. bulan april adalah bulan yg sibuk buat gw. dia bersama tiga orang temannya repot-repot membawa kue ulang tahun beserta kadonya. gw mengikuti les bimbingan belajar di salahsatu lembaga pendidikan. jadi setelah gw kembali. gw melakukan itu semua karena rasa sayang gw ke elo! kadang lo menanggapi dengan dingin sms-sms gw. ada kehidupan real yg harus gw hadapi. dan seandainya lo tau tiie. gw juga dituntut mengisi kekosongan nilai di raport gw selama 1 tahun gw di jakarta. kadang-kadang gw berpikir demikian. di samping les. mungkin gw sudah terkena virus cinta buta. gw rela melakukan apapun demi seorang tiie. begitu hampir setiap harinya. dan yg paling tidak pernah gw lupakan adalah momen ketika gw ulang tahun yg ke 18 di awal Maret. dan otomatis frekuensi gw bertemu tiie juga menurun drastis. gw diwajibkan 'mengejar' nilai yg kosong itu. caranya adalah dengan meminta soal tes pada guru yg bersangkutan. kejadian semacam itu gw anggap sebagai kerikil-kerikil dalam perjalanan hubungan kami yg tentu saja adalah juga pelajaran untuk menuju hubungan yg lebih baik. dengan sebuah syukuran kecil-kecilan gw mendapatkan hadiah terbaik di hari ultah gw. sekolah gw juga sebenarnya mengadakan jam tambahan. gw merasa telah menemukan wanita terakhir dalam hidup gw.maaf. tapi berbeda dengan sekolah tiie yg jam tambahannya siang hari. tapi toh beruntung gw punya pacar tiie. tanpa gw tahu. tiap hari sampai menjelang dilangsungkannya ujian. ada lucky yg juga sama-sama mengikuti tes tambahan ini. beberapa kali dia menunjukkan kalau dia adalah sosok perempuan yg dewasa menghadapi sebuah masalah. lagipula tiie juga sibuk mengikuti pengayaan atau jam tambahan setelah jam pulang sekolahnya. dia sangat mengerti dengan ini. tiie memberikan sebuah kejutan dengan datang di rumah gw setelah pulang sekolah. gw memasuki bulan-bulan terakhir di sekolah. di sekolah gw jam tambahan diadakan pagi hari sebelum jam belajar. tapi beruntung gw nggak sendiri. gw takut kehilangan lo. sekarang gw . sekali lagi. maka otomatis nilai raport gw pun kosong. sepulang sekolah gw mengikuti les yg berdurasi 2 jam pertemuan. karena gw tidak berada di sekolah saat itu. gw bertekad akan selalu setia dan berharap hubungan kami akan terus berlanjut sampai jenjang yg lebih serius nantinya. gw tau tiie juga sedang bersiap-siap menghadapi ujian nasional akhir Mei nanti. bisa dibayangkan berapa banyak tes tambahan yg harus gw hadapi untuk nilai selama 2 semester.

! beberapa hari sebelum ujian tiba. . guru kami menyerahkan dua lembar kertas HVS putih. atau sekedar belajar sendiri di rumah. hari ini adalah hari terakhir kami ujian nasional. tapi itu tidak setiap hari karena yg ditambahkan hanya materi 3 pelajaran yg di uji kan. dia mengirimkan pesan berisi kunci jawaban lengkap dari soal pertama sampai terakhir! tapi gw tidak langsung percaya begitu saja. begitu jendela dibuka. dan saat itulah gw sadar bahwa momen terberat dalam sekolah akan gw hadapi kurang dari 3 hari lagi. nama-nama peserta ujian beserta denah ruangan untuk ujian sudah terpampang di sebuah papan di depan Ruang Guru. diskusi kelompok belajar bareng teman sekolah. negeri ini memang benar-benar bobrok! mari kita tengok faktafakta yg gw alami ketika ujian nasional 3 hari terakhir ini. gw cuma punya 1 hari libur. jam dimulainya ujian adalah jam 8 pagi. iseng-iseng gw juga melihat nama-nama yg lain. teman magang sewaktu di jakarta. awalnya kami semua kaget. ternyata kalau mau dibilang bobrok. salahsatu guru dari jurusan kami yg seharusnya tidak ada di sekitar ruangan.....dan kelas 3 yg lain mulai belajar jam 6 pagi.. sudah 3 hari ini kami berkutat dengan soal. beberapa dari kami bahkan berteriak senang. benar-benar gw nyaris mati dalam kesibukan. petugas pengawas ruangan hanya geleng kepala sebelum akhirnya pergi. bertanya-tanya apa maksudnya. dia mengetuknya.. BERSAMBUNG PART 8 *teeeet* sepersekian detik setelah bel berbunyi seisi ruangan bergemuruh. gw harus cek dengan soalnya. gw mengecek nama gw ada di Ruang 035. jelas saja gw dan yg lain pastinya. dan bahkan nyaris tidak ada karena kadang gw ikut les tambahan. memanggil sutrisno teman gw yg duduk di sisi jendela tersebut. tapi satu jam sebelumnya--setiap hari selama ujian--gw rutin menerima sms dari ade. dan ketika di ruangan ujian gw sibuk mencocokkan jawaban dari ade. menghampiri salahsatu jendela ruangan kami dari luar. ketakutan akan ujian yg selama ini memenuhi otak gw sekejap sirna.

perasaan lega gw melewati ujian dilengkapi rasa bahagia gw bertemu tiie. tapi ternyata si pengawas malah membalas senyuman dari guru kami sebelum dia pergi lagi."ini jawaban untuk soal tipe A dan ini untuk soal tipe B. lalu kami memutuskan jalan ke sebuah objek wisata. "gw bilang juga apa kan. "rizd. yg lain sedang sibuk corat-coret baju di sekitar halaman sekolah. salahsatu dari mereka berdiri. 'bip bip' hp gw berbunyi. gw perhatikan ekspresi semua murid di hari terakhir ini begitu ceria. kemudian ia duduk lagi. "gw boro-boro dapet bocoran kek gitu!" gw tertawa lebar. saat itu kami duduk di bawah sebuah pohon yg menghadap ke sebuah danau. apalagi di ." gw pamit pada lucky. gw tinggal hadir dan menunggu 'masukan' dari guru. sms dari tiie." kata lucky ketika kami keluar ruangan. tadinya gw kira dia akan marah melihat kami diberi contekan. tapi halte siang ini sepi." cuma itu komentar dari si pengawas. gw nggak akan bersusah payah mengikuti les dan jam tambahan. "gw duluan ya bro. "ingat." suara guru kami pelan tapi cukup keras untuk didengar seisi ruangan. jangan berisik. termasuk dua orang pengawas ujian dari departemen pendidikan nasional. dan saat gw coba bandingkan bocoran dari ade dengan contekan dari guru. gw ingat siang ini kami janji ketemuan setelah sekitar 1 bulan disibukkan persiapan ujian. gw dan lucky berjalan menuju halte tempat favorit gw dan teman-teman biasanya nongkrong sebelum pulang ke rumah. "wah curang ya guru lo. "entar gw nyusul deh. kertas digilir ke semua siswa sesuai tipe soal yg mereka dapat. ayo ikutan pesta!" agung berteriak dari kerumunan murid yg mencoret-coret seragam dengan pilox. pendidik macam apa mereka-mereka ini ?? kalau saja gw tahu akan seperti ini. tempat yg tenang dan teduh untuk mengobrol melepas rindu. gw menemui tiie di sekolahnya." gw balas teriak. gw tertawa dalam hati." tiie berkomentar setelah gw ceritakan yg terjadi di ruangan ujian. hasilnya 95% sama! begitulah yg terjadi selama 3 hari ini. kita pasti dibantu guru.

"tiie. BERSAMBUNG PART 9 emosi gw mendidih nyaris melonjak keluar dari ubun-ubun. dan sebelum ini tiie juga memang pernah menceritakan soal mantannya." tiie terlihat gusar. hp gw mati karena lobet. tapi gw belum pernah lihat dan tahu seperti apa persisnya Eka. gw menangkap ekspresi takut di wajah tiie. hp gw koit" kata gw hendak mengambil hp gw dari tas milik tiie. gw jadi mulai curiga. mantan tiie adalah siswa sekolah gw juga. toh mereka sudah putus. gw yg nggak percaya mencoba mengambil hp tapi ditepisnya lagi. tiie adalah sosok yg sempurna buat gw. "gw cuma mau liat bener nggak lobet?" kata gw mulai berpikiran aneh... gw cerita apa adanya. karena kami memang tidak saling mengenal. seangkatan. pasti ada saja alasannya untuk menolak menyerahkan hp nya ke gw. jadi seperti tukar cerita diantara kami. "bener! nggak percayaan banget. tapi tidak satu jurusan. "emang masalah ya kalo gw liat hp lo??" suara gw melengking tinggi sampai gw sendiri tidak mengenali .tempat ini cuacanya sangat mendukung untuk bersantai." tiie nyengir terpaksa. iya lobet. saat sedang memutar sebuah lagu. dan saat itu gw baru sadar. gw cuma pernah lihat namanya di papan pengumuman waktu gw mengecek pembagian ruangan ujian minggu kemarin. tapi gw sendiri tidak pernah mempermasalahkan lebih jauh soal eka pada tiie. sejak pertama jadian tiie memang tidak pernah mau meminjamkan hp nya ke gw. hp lo mana? gantian donk puter mp3. hp gw lobet. dia sangat terbuka. "mmh. gw ingat eka ada di Ruang 021 untuk jurusan bangunan.itu. namanya Eka. dia menepis tangan gw dari tasnya. dia menanyakan soal hubungan gw dengan mantan-mantan gw. "kenapa?" gw heran. tapi tiie bereaksi cepat. yg gw tahu dari cerita tiie. ada apa sih sebenarnya?? gw bertanya-tanya dalam hati.

pesan gw cuma ada beberapa saja. tiie pasti memang nyembunyiin sesuatu dari gw" setan kecil berbisik di telinga gw.. gw bisa pecahin kode ini sendiri.suara gw... oke. "kalo password nya bukan tanggal jadian. padahal .. "password nya berapa??" gw tanya sekali lagi tapi tetap tidak dijawab. "maksudnya apaan nih pake password segala??"gw menggerutu. meski hati gw memberontak. terlebih tangan gw juga bergetar hebat. emosi gw makin memuncak. tapi saat gw pilih submenu inbox nya.. yg lebih miris. gw masukkan tanggal jadian kami. tiie sendiri seolah pasrah dan terdengar mulai sesenggukan menangis sambil terduduk memegangi tas nya. BERHASIL !!!! bayangkan betapa sesaknya dada gw ketika melihat kenyataan ini ! apa maksudnya tiie menggunakan tanggal lahir mantannya sebagai password inbox ?? bukannya mereka sudah lost contact sejak putus beberapa bulan lalu ? tentu saja jawabannya adalah gw salah besar ! sekuat apapun gw berontak. di sana juga tertera tanggal lahir peserta ujian..tetap saja gagal. 2-7-0-4-1-9-8-9. gw membatin dalam hati. otak gw coba mengingat angka yg tertera di kolom tanggal lahir eka.. pertama gw coba tanggal lahir tiie.. gw melihat nama eka mantan tiie. pelan-pelan gw tekan angka-angka ini. gw ingat waktu mengecek nama peserta ujian. dan nomor gw cuma punya nama 'harizt'.. gagal. keterangan di layar hp berbunyi seperti ini please insert password to open the message inbox. jantung gw berdegup sangat kencang waktu itu.. toh gw tidak bisa menutupi kenyataan bahwa di dalam inbox hp tiie terdapat banyak pesan dari nomor yg diberi nama Eka_sAyan9. entah berdasarkan apa gw langsung mengecek kotak SMS nya... saat gw coba tanggal lahir gw juga gagal. setelah adegan berebut tas selama beberapa detik.. "ada yg lo sembunyiin dari gw ya tiie???" tiie tidak menggubris. gw berhasil mendapatkan hp tiie. dia tetap menangis.. dan entah setan mana yg berbisik. lalu dengan jari-jari yg bergetar gw menekan keypad hp.

lo mulai berpaling sama mantan lo?! asal lo tau. "kenapa diem?? jawab pertanyaan gw!" gw kembali berteriak. gw nggak sanggup baca semua isi sms itu.. saking sakit hatinya gw." tanpa terasa airmata gw meleleh juga. "sekarang lo tau kan alasan gw nggak mau minjemin hp ke lo?" gw nggak menjawab." tiie menjawab dengan muka tertunduk. buru-buru gw menyeka nya.cuma eka yg ngasih support gw selama ujian ini. itu yg gw nggak mau. saat itu gw sebenarnya ingin sekali membanting hp tiie sampai pecah berkeping-keping lalu berteriak di depan wajahnya biar dia tahu yg gw rasakan sekarang. dalam hati gw ingin sekali berteriak ! menyumpahi kebodohan gw selama ini ! otak gw samasekali nggak mampu berpikir jernih.. dia yg tiap pagi kirim sms nyemangatin gw.." kata tiie akhirnya setelah lama kami terdiam. "lo jarang sms. jujur aja. alasan lo tadi itu klasik banget!" "lo jangan marah-marah gitu dong. giliran tiie yg diam. dia tidak berani menatap wajah gw. nggak ada sepatah pun kata yg sanggup gw ucapkan." walau berat akhirnya gw bicara." "ooh jadi gitu.hampir setiap saat gw kirim sms ke tiie ! tapi yg gw lihat justru sms dari eka lah yg mendominasi. isi pesannya pun nggak kalah mesra seperti gw sms ke tiie. "nih gw balikin hp lo." gw lempar hp nya ke rumput. kepala pening terasa panas. kata 'sayang' dan 'cinta' akrab ditemui di sms yg gw baca. dengan ragu tiie memungut hp dan memasukkannya ke tas. "maafin gw rizd.. lo denger dulu penjelasan gw!" .. "gw tau lo pasti sakit hati.disaat gw sibuk demi sekolah. napas gw mendadak sesak. tiie nampak ketakutan. "gw nggak nyangka lo tega giniin gw. "habisnya selama satu bulan terakhir ini kan kita jarang contact. jarang nelepon.

. tetap terasa sesak. tapi tiie tetap diam. BERSAMBUNG PART 10 satu minggu sudah berlalu sejak kejadian gw meninggalkan tiie gara-gara masalah eka.. "itu kan panggilan di sms doank. "nggak bisa jawab kan?" kata gw sinis. berkali-kali gw coba menarik napas. "sekarang gw pengen tau kenapa password sms lo tanggal lahirnya eka?" tiie diam. setidaknya belum ada kata terlontar dari kami yg menegaskan hubungan kami berakhir."apa?? apa lagi yg mau lo jelasin ! udah jelas lo ngekhianatin gw!" "tapi gw kek gitu di sms doang rizd. tapi satu hal yg pasti. gw berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan tiie yg masih terduduk di tempatnya...gw samasekali nggak ada rasa.dia yg duluan manggil kek gitu.." "terus kenapa mesti panggil sayang-sayangan? cinta-cintaan??" "jadi sebenernya waktu gw putus dulu.. kami belum putus. masih diam. dikira sombong. gw sih cuma ngikut aja. suara gw bergetar. tapi belum bisa menjernihkan otak dan pikiran gw. emosi gw sedikit menurun.. dia tuh nggak mau. dia tetep ngehubungin gw. selama itu juga gw hampir tidak pernah menghubungi tiie.. "lo masih sayang kan sama eka??" gw mencecar tiie dengan pertanyaan yg gw yakin akan jadi kunci permasalahan ini." gw terdiam. . abisnya nggak enak kan kalo nggak bales sms. begitu pun tiie tidak pernah membalas kalau gw sms." kata gw. "oke." "termasuk panggilan 'sayang' itu??" gw mendengus kasar..

" gw tersenyum senang. lee terperanjat kaget." "masih kecil udah bisa bohong ya?" gw berbisik di telinga lee. mungkin mereka seperti itu di sms saja. . nyuruh lee bilang kek tadi. "bilang aja kakak mau ngobrol gitu.jujur saja hati gw masih sakit." lee terpaksa mengaku. "kak. makanya gw berjalan mengikuti lee dari belakang. bokap tiie pasti lagi di karawang. gw perhatikan rumah sedang sepi. dia belum sadar gw ada di belakangnya. "tadi pas kak harrizd dateng." dengan mendengus pelan lee beranjak dari ruang tamu menuju kamar tiie. suruh bilang lagi tidur ya?" "iya gitu." kata lee. gw harus membicarakan ini dengan hati yg lebih tenteram dan pikiran yg dingin. gw seolah masih melihat rangkaian katakata sms eka di depan mata gw. "kakak lagi tidur.. dan dengan tekad itulah gw pacu sepeda motor milik kakak gw menuju rumah tiie. mungkin tiie benar bahwa mereka tidak pernah bertemu." lee mengetuk pintu sebuah kamar." kata lee yg sedetik kemudian menyadari omongannya. "kata siapa?" "kata kakaknya. tadi bilang gitu ke lee. adik perempuan tiie yg saat itu duduk di kelas 6 sd. perlahan gw sadar bahwa rasa sayang gw ke tiie lebih besar dari ketidakrelaan gw dikhianati dia. seiring berlalunya hari. "jadi tadi kata kakak. gw mulai memaafkan tiie. gw nyengir lebar. "ada cowok kakak tuh! maksa minta ketemu. gw nggak bisa memungkiri itu." kata gw. terus buruburu masuk kamer. nyokapnya mungkin lagi ngerumpi sama tetangga di luar. disana gw disambut dengan baik oleh lee. tapi gw juga nggak mampu membohongi perasaan kalau gw masih sayang tiie. kakak tuh lagi nonton tivi. apapun itu. "sekarang tolong 'bangunin' kak tiie dong. gw sadar gw telah mengambil keputusan keliru saat emosi menguasai hati.

dari sana tampak seorang wanita paro baya masuk ke rumah lewat pintu samping." lee menggerutu lalu pergi. baru saja gw gerakkan tangan ketika tiba-tiba lee menarik tangan gw. kesini lagi aja nanti.. menyuruh lee pergi. lee berbisik di telinga ibunya. besok atau lusa. gw berdiri menatap pintu kamar berwarna cokelat itu. entar lee dimarahin bawa cowok masuk. "ini siapa ya?" tanyanya. tapi saya ada perlu penting bu. dia memasang wajah kusut." gw nyengir lalu memantapkan hati mengetuk pintu."ngapain disini?" lee berbisik. sedetik kemudian ia sudah menggedor-gedor memanggil nama tiie. "kayaknya tiie lagi tidur." ibu tiie menuju ruang tamu menemui gw dan lee. sejenak ibunya menengok ke arah kamar lalu berkata. "cemen ah. mereka bicara sebentar lalu ibu pergi lagi keluar rumah. "udah ah. lalu berkata. sepertinya masih tetap dengan ekspresi ketidaksukaannya ke gw. "bahaya kalo ketahuan." gw nyengir pait. tatapan yg tidak biasanya. duduk di kursi seberang gw. "tolong bangunin tiie nya dong bu." ibu tiie diam sebentar lalu beranjak ke kamar tiie. gw cuma nyengir lebar. gw didudukkan di kursi dengan posisi asalasalan. menggiring gw kembali ke ruang tamu. tiie menatap gw dengan tajam. entah cuma perasaan gw atau bukan tapi sepertinya ekspresi wajah ibunya kurang bersahabat." "waduh. gw menyalaminya. "ada mamah." kata lee menunjuk jendela samping rumah. "saya mau ketemu tiie." gw mencoba ramah. cukup lama sampai akhirnya gw lihat pintu terbuka dan sosok tiie muncul dari dalam kamar. . bangunin sendiri sana. tiie bakal marah nggak ya kalau tahu gw ada di depan kamarnya? "cepetan ketuk aja pintunya!" lee berseru pelan dari kursi tamu. gw ragu buat mengetuk pintu. lalu akhirnya dia berjalan menuju tempat gw.

" gw berpindah duduk di sebelah tiie yg masih bersikap dingin. lucky menemani gw ke ruang guru." lalu tiie berlalu ke kamar dan menutup pintu cukup keras." "oh ya?" jawab tiie tanpa menatap gw. gw minta maaf soal kemarin. "mari kita bicarakan ini baik-baik. BERSAMBUNG.denger tiie."mau ngapain lagi?" katanya sebal... bukan mengungkit-ungkit hal itu. "gw lagi nggak mood. oke." lucky menepuk bahu gw." katanya. kita baikan yaa? gw nggak mau kehilangan lo. tapi tiie segera menarik tangannya. "tau tuh gw juga bingung sama wali kelas kita yg satu ini. gw ke sini buat menyelesaikan masalah hari kamis kemaren. "gw masih cowok lo. "kita ngomonginnya besok lagi aja. gw tanya. tiie. "kok ngomongnya gitu sih?" gw mencoba cairkan suasana." "gw cabut dulu bro. "kita ngomonginnya besok aja deh. tiie. "gw lagi nggak mood. "lo dipanggil pak suara tuh di ruang guru. ." katanya lalu berdiri." "mau disuruh ngapain lagi? kan nilai udah terisi semua?" gw bangun dari duduk." gw menggenggam tangan tiie. lo sayang nggak sama gw?" tiie bertahan diam. "oke.. kali ini giliran gw yg ditinggal. "gw sayang banget sama lo." tiie tetap diam. PART 11 "wey bro..." gw meraih tangan tiie kemudian menggenggamnya." kata gw pamit pada agung dan teguh yg masih duduk di bangku taman. itu yg bikin gw kesini sekarang. "bukannya kemaren lo udah marah-marah dan ninggalin gw sendirian?" "ssst..

"daftar nilai kamu. "kamu kalo dibilangin ngeyel ya? bukannya bantuin."misi pak. lucky mengiyakan.. ini min. dan akhirnya kami asyik menjelek-jelekkan wali kelas kami yg payah itu. tapi kami baru bertemu amin pada jam terakhir. nanti saya panggil amin suruh menghadap bapak." jawab pak suara tanpa menoleh ke arah gw. iya kan luck?" gw menoleh ke lucky mencari dukungan. "memang kamu nggak liat sekarang saya lagi ngapain?" kata pak suara sedikit meninggi. bareng sama punya lucky juga. iya. "kamu murid berani nyuruh guru ya?" "saya kan cuma ngasih saran pak." kata gw. "coba cari lagi pak. "tunggu dulu pak. masa nggak kenal? nur amin syaifulloh.. udah kamu kasih belum ya ke saya? soalnya di meja saya kok nggak ada?" "masa sih pak?" gw terkejut. "yg bapak cari daftar nilai siapa?" "si amin temen kamu itu. "eh. jadi gw pikir percuma memberitahukannya. tapi gw langsung menariknya keluar ruangan. lucky berdiri di belakang gw. pak suara menghentikan aktivitasnya. di luar lucky ngotot meyakinkan gw bahwa dia mendengar tadi wali kelas menyuruhnya memanggil 'harrizd' bukan 'amin'." kata lucky setelah bubaran. kali aja nyelip di dalem file lain" lucky memberi saran. "kita ngenet dulu yuk. "kemaren kan udah saya serahkan ke bapak. bukan amin." kata gw sebelum pergi. "iya pak." "yaelah. kami menuju tempat parkir murid." lucky membela diri. nanti saya panggilin deh dia lagi di kantin. . dia menatap lucky.. saya lagi sibuk nyari daftar nilai nya si amin nih!" gw terkejut lagi. tadi katanya bapak nyari saya?" kata gw pada pak suara yg seperti sedang mencari sesuatu di mejanya. kalo bapak emang ada perlu sama amin." "oh jadi kamu bukan amin? terus siapa yg suruh kesini??" lucky baru saja mau mengatakan sesuatu.saya harrizd pak.

teman-temannya sempat melihat gw lalu mereka saling berbisik. tapi cuma sebentar. gw berlari ke tempat motor diparkir. langsung masuk ke sebuah angkot kemudian angkot itu pergi dengan tiie ada di dalamnya. dia berlalu begitu saja padahal tadi kami sempat bertatap muka! gw menoleh ke arah lucky yg juga nampak bingung. gw pengen tau kek apa sih cewek yg sering lo ceritain itu?" akhirnya gw membonceng lucky ke sekolah tiie. biar nanti gw kenalkan mereka."gw ada janji mau nemuin cewek gw di sekolahnya bro." panggil gw. lucky yg keheranan menghampiri gw. gw berdiri di depan gang sementara lucky tetap di depan toko. "hay." "oh si tiie yg sering lo ceritain itu ya?" gw mengangguk. tiie memang berhenti. "kok dia gitu banget ke elo??" lucky duduk di jok belakang. dia menepis tangan gw lalu melanjutkan berjalan lagi. gw mengejar tiie." gw tersenyum ke arah tiie. "okelah gw ikut. bingung dan sedih berbaur. meraih tangannya berusaha menghentikannya. tapi lo tau apa yg terjadi? tiie seolah nggak melihat keberadaan gw." gw langsung menarik gas. tapi tiie yg sempat melihat gw mendekat. sekarang kita harus ngejar angkot tadi. gw hampiri lagi tiie. setelah menunggu setengah jam akhirnya tiie muncul juga di gerbang. mengikuti arah perginya angkot tadi. gw merasakan lagi emosi gw mulai naik. gw menunggu di depan toko tempat biasa gw nunggu tiie. sekalian kenalin dong. gw sempat bertemu diaz tapi nampaknya sohib gw itu lagi sibuk jadi langsung pergi. kenapa lagi ini?? bukankah kemarin tiie yg minta membicarakan masalah kami siang ini? tapi apa yg dia lakukan benar-benar membuat gw malu pada teman-temannya. gw bingung sekali. . "sory.. "itu tadi cewek lo rizd?" tanyanya. gw berjalan mendekat bermaksud menyambutnya. "tiie. gw udah hafal plat nomornya. entar gw ceritain deh.. dia berjalan bareng teman-teman ceweknya.

keep calm. gw berhasil menyusul." kata gw. menunggu angkot tadi menghampiri gw lalu gw pun masuk.. dia tampak cemas dan takut. rupanya dia tidak menyangka gw akan . kalau saja saat itu ada cermin. lalu gw berdiri di pinggir jalan itu. "mau ngomongin apa lagi?? nggak ada lagi yg perlu diomongin!" "please dengerin gw dulu tiie. oke?" lucky mengangguk setuju. gw yakin cerminnya bakal pecah memantulkan wajah gw yg memerah dipenuhi darah yg mendidih di ubun-ubun. "alaah. angkot itu tengah menurunkan penumpang.emang penting ya dengerin lo?" gw sudah hilang kesabaran. berhenti agak jauh dari tempat itu. langsung gw lepas helm dan menyerahkannya ke lucky. perlahan angkot mulai jalan. tapi gw ingat di belakang gw ada lucky. begitu gw masuk. sementara gw sendiri sedikit bernafas lega setidaknya gw nggak bakal kehilangan jejak tiie. kami turun di depan sebuah pusat perbelanjaan."ada apa lagi sih tiie??" gw membatin. lo ikutin dari belakang aja angkot yg gw naiki. "lo pikir sapa elo??" gw berteriak menarik perhatian orang-orang di sekitar gw. tiie yg duduk di pojokan terkejut melihat gw ada di seberangnya. ingin rasanya menabrakkan diri ke trotoar." gw menurunkan nada bicara gw. "kan lo yg salah? kok jadi gw yg ngemis-ngemis minta maaf gini!" tiie memandang sekitar. dari tempat gw sekarang." gw membalas tidak kalah sengit. BERSAMBUNG PART 12 "ngapain sih lo ngikutin gw terus??" kata tiie gusar ketika kami turun dari angkot. gw sengaja menyalipnya.. sekali lagi gw melempar senyum ke arah tiie.." bisik lucky ke gw. "bro. orang-orang berbisik memandang kami. "makanya kasih gw waktu buat bicara. gw tau dari tempat ini tiie akan berganti angkot menuju rumahnya. tapi lagi-lagi dia buang muka. "gw mau ikut angkot itu. "sabar bro. tolong lo bawa motor gw.

untunglah saat itu lucky datang menghampiri gw." kata lucky." katanya memelankan suara. gw lumayan terhibur ada teman saat gw sedih seperti ini.semarah itu. gw benar-benar nggak habis pikir akan begini jadinya. . dia baru pulang sekitar jam 5 sore." selesai mengatakan itu tiie berlalu meninggalkan gw yg terdiam kaku. malam itu gw duduk merenung di samping tempat tidur di kamer gw. nafas gw terasa sangat sesak. "kenapa tiie?" kata gw terbata-bata. gw nggak pernah menduga kalau jadinya akan seperti ini. "ayo kita pulang bro. gw ambil hp lalu mulai menghapus pesan-pesan masuk dari tiie. "kenapa lo lakuin ini ke gw?" tiie tersenyum sinis. gw sangat shock dengan semua ini. tapi ternyata gw salah besar ! "lo juga perlu tau rizd. nggak mungkin bisa ngegantiin eka di hati gw. tapi tetep aja dia tuh selalu ada di hati gw. siapa juga yg nyuruh lo ngemis maaf ke gw!" tiie membalas lagi." nafas gw makin sesak. lucky mengantar gw sampai rumah. tubuh gw terasa lemas. "sampe kapanpun gw nggak akan pernah dapetin yg gw mau dari lo." lalu gw duduk di belakang lucky. darah di sekujur tubuh gw seolah menjadi panas. "eh." kata tiie lagi. berusaha mengibur gw. emosi yg tadi memuncak tiba-tiba hilang. lucky yg merasa iba. "asal lo tau. dan sehebat apapun elo. "gw nggak butuh kata maaf dari lo!!" jelegerr ! gw seperti disambar petir mendengar kata-kata yg diucapkan tiie barusan. terakhir gw hapus nomornya dari daftar kontak di hp gw. gw pikir kemarin tiie akan membicarakan soal kata 'damai'. kata-kata itu sanggup membuat gw terdiam. "nggak enak sama orang-orang di sini pada ngeliatin tuh. "gw memang udah putus sama eka.

kata gw dalam hati. gw tarik gas motor gw menuju studio. "maksud lo?" "sebenernya yg ngajakin maen malem ini bukan gw. mereka duduk di ruang tunggu studio. saat itulah hp gw berbunyi. maaf kalau gw lupa cerita. "ini juga dadakan kok." . "tumben nih. dan chosar. bentar lagi dia dateng katanya sekarang lagi di jalan. sebelum berangkat magang ke jakarta gw pernah punya sebuah band yg anggotanya teman sekolah gw. sms dari chosar. namanya ruly. "siapa yg ngajakin kita maen?" "tuh si chosar. dateng tuh anaknya." gw memandang ketiga teman gw. kami menunggu teman chosar. dan akhirnya setelah sepuluh menit menunggu terdengar mesin motor masuk di depan studio. "bukannya dari dulu band kita cuma berempat yaa?" kata gw. "iya. kuncinya gw sembunyikan di bawah tumpukan baju. dia udah lama nggak maen juga. malam itu mengajak gw main di studio rental langganan kami. tapi temen gw. tidak mau terus larut dalam sedih. gw sama teguh juga di-sms ngedadak banget tadi abis maghrib" kata agung. tapi sejak gw di jakarta sampai sekarang kami belum pernah main lagi. gw bergegas ke lemari. agung dan chosar." kata gw. beruntung sekali malam ini gw masih punya sesuatu yg membahagiakan." meski saat itu studio sedang sepi penyewa. "nah. lalu memasukkannya ke laci dan gw kunci rapat-rapat. teman gw biasa ngeband. mencabut foto-foto gw bersama tiie yg gw tempel di pintu lemari.gw harus bisa lupain tiie." "temen lo anak mana sih?" "anak SMK veteran. malem ini dia mau maen tapi temen-temennya lagi pada sibuk. "kenapa nggak dari siang aja lo bilang ke anak-anak?" tanya gw ke chosar." jawab chosar. di studio sudah ada teguh. gw nggak mau terus-terusan begini. tapi temen gw juga anak band.

gw terperanjat senang ketika layar hp gw menampilkan nomor tiie memanggil. tiga kali tiie memanggil sebelum akhirnya dia mengirim sebuah pesan. bukan. nih yg namanya ruly. gw yakin sebagian dari diri gw jatuh hati padanya. "ruly itu cowok cuy. tapi sebagian hati gw. gw nggak akan ganggu lo lagi. . dia tertawa kecil lalu menjawab. "lo yang namanya ruly?" tanya gw ke cewek itu. seorang perempuan dengan menenteng helm berdiri tersenyum menyapa kami di depan pintu.gw menoleh ke arah pintu. nama tiie memang sudah dihapus dari daftar kontak tapi toh nomornya masih menempel di kepala gw. gw terdiam bingung menjawab atau mengabaikannya.' begitu bunyi pesan dari tiie. ternyata gw masih berada di titik yg sama yg terakhir kali gw pijak. 'kok nggak diangkat sih? btw RBT lo buat gw ya? ya udah kalo lo emang gk mau lagi gw ada di hidup lo." dia menunjuk seorang cowok yg juga menenteng helm." kata chosar. gw bersyukur malam ini bisa sejenak melupakan kesedihan. gw sudah bertekad melupakan tiie. setelah ngobrol sebentar kami mulai main. gw nggak mau dibohongi lagi. malam ini gw bertekad melupakan tiie ! BERSAMBUNG PART 13 saat gw merasa sudah menapakkan beberapa langkah ke depan meninggalkan sebuah titik dalam hidup gw. "oh. sudah empat hari berlalu sejak pertengkaran di pinggir jalan itu ketika tiie menelepon." yg dipanggil ruly menyapa kami. chosar dan yg lain tertawa lebar. "halo semuanya. ketika dia melempar senyum ke gw. tapi its oke lah. dan yg lebih penting. yg masih dipenuhi rasa sayang. gw finny. yg muncul di belakangnya. sebenarnya gw tetap berharap ruly itu cewek yg tadi. sudah cukup tiie membuat luka di hati gw. berbanding terbalik dengan luka yg menohok hati.

kami sama-sama terdiam. soal password di inbox hp gw. fisiknya lumayan berisi. butuh sepuluh menit buat gw menjawab pesannya." sejenak sunyi. dan di sisi lain meja kami. gw sangat tidak nyaman dengan tatapan mata eka ke gw." kata tiie. . hingga kini sudah benar-benar tertutup jamur bernama harapan. password itu cuma non aktif. berambut cepak dan mengenakan sebuah kacamata berbingkai hitam. di depan gw ada tiie sedang duduk manis seperti biasanya." gw mendengarkan dengan seksama tanpa komentar. beberapa kali di bawah meja gw menggosok kedua telapak tangan gw sekedar untuk menenangkan diri. hari ini gw mau menjelaskan semuanya ke elo. inilah titik nadir dimana sebuah pesan singkat mampu menggoyahkan pendirian gw.tiga hari yg lalu gw memasang ringbacktone di nomor gw. sejenak cuma terdengar bunyi jari tangan yg gw ketukkan ke meja. gw yakin lo paham soal ini. ada seorang lelaki seumuran gw. "dan sekarang. ternyata dia yg mengaktifkan lagi password itu. "gw menghadirkan eka di hadapan kita. ini kali pertama gw bertatap muka dengan orang yg sudah begitu merusak keharmonisan gw dan tiie.' sebagian hati gw menolak keras untuk mengatakannya. "pertama. "oke rizd. dari judulnya saja gw yakin lo pasti paham isi dan lirik lagunya. biar semuanya jelas sejelas-jelasnya. 'sorry gw tadi lagi tidur siang. mantan tiie. tapi gw nggak menggantinya. samasekali tidak nampak di raut wajahnya rasa bersalah. dan setelah gw tanya ke ade gw. seperti yg gw bilang di sms kemarin. berkulit agak gelap. berbanding terbalik dengan gw yg sangat kikuk dengan 'reuni' ini. tapi sebagian yg lain mampu menggerakkan jempol tangan gw mengetikkan kalimat pesan itu dan mengirimkannya ke nomor tiie. gw nggak pernah pake password itu sejak gw sama elo. yg tiga hari terakhir ini gw pupuk dalam hati. tekad gw untuk membuang tiie dari kehidupan gw. gw menunduk menatap meja. tapi itu saat kami masih jadian. dan berawal dari saling berbalas pesan itulah yg akhirnya membawa gw duduk di kursi kafe tempat gw pertama bertemu tiie. perlahan tapi pasti harapan gw kepada tiie mulai tumbuh lagi seiring pesan yg masuk di hp gw dan jawaban yg gw kirim ke nomornya. kan lagu itu lagi tenar sekarang. harapan itu tumbuh menjamur di sebagian hati gw yg menolaknya. tiie nampak tenang dan menguasai dirinya. dia adalah Eka. gw memang memakai tanggal lahir eka sebagai password. kok lo ngomong gitu? gw pasang lagu itu coz ngikutin tren aja. lagu milik Kertas berjudul Selamat Tinggal Kekasih Terbaik. nyatanya bukan sebuah kebulatan hati." lanjut tiie.

gw nembak lo sebagai penghilang kesedihan gw." tiie menyela menenangkan suasana. "jadi gini rizd. dia melirik pintu yg baru saja eka lalui. sebenernya pagi itu gw baru putus sama eka. gw sedih." "apa-apaan nih?"eka berontak. dia menggebrak meja lalu pergi." "penghilang kesedihan maksudnya pelarian kan??" komentar gw sinis." gw menatap eka. kalo lo tau gw baru putus sama cowok gw. "dan seinget gw lo pernah bilang kalo lo putus sama eka jauh sebelum kita jadian??" eka menatap tiie marah. yg sebenernya perusak hubungan itu elo bukan gw!" eka angkat bicara.. gw akuin gw bohong. . coz gw tau lo masih ngarep ke gw." kata tiie. dia membalas tatapan gw dengan tajam. emosi gw langsung tersulut. lo udah bisa bikin gw ngelupain eka dan bikin gw bener-bener sayang sama lo rizd. lo emang ada di hati gw ka. tapi lo cuma bagian masa lalu gw ka!" eka marah. "hubungan gw sama tiie lagi anget-angetnya pas lo muncul dalam hubungan kami!" "biar gw yg jelasin. waktu gw nembak lo. BERSAMBUNG PART 14 "so. bukan lo." tiie memandang gw. "oke. "maksud lo apa??" gw bereaksi. "toh akhirnya gw juga harus memilih kan? dan gw memilih harrizd yg nyata ada di depan gw. "gw cuma takut lo nolak gw. dan lo bisa tanya langsung ke orangnya. "apa tujuan dari reuni hari ini?" tiie diam."soal sms eka. tapi terlepas dari itu. yg cuma ada dalam hati gw. gw udah ceritain ke elo waktu kita ribut kemaren. "lo bilang di sms kalo lo masih sayang sama gw!" "itu cuma sms ka! gw nggak enak aja sama lo. bukan sekedar pelarian." kata gw.. "asal lo tau.

" gw masih bisa melihat tubuhnya yg bergetar. dia lebih terbuka dalam semua hal." lanjutnya. gw tau lo sayang banget sama gw. gw kepikiran lo terus." gw kembali diam. dan kami tinggal menunggu pembagian ijazah. hati gw terlalu lembut untuk tetap menahan rasa marah dan kecewa pada tiie. begitupun tiie. dan selanjutnya bisa ditebak. "gw tau." "nggak ada yg nyuruh lo ngelakuin itu. "gw malu sama diri gw sendiri." tiie menyeka airmata lalu mengangkat wajah memandang gw. "gw tau gw salah. gw sangat tidak bisa membohongi diri gw bahwa gw masih sayang.. tidak ada lagi yg ditutupi... makanya gw agak terkejut saat wali kelas gw memanggil gw ke ruangannya untuk membicarakan kelanjutan program magang di jakarta . lubang di hati itu telah disulam dengan baik oleh permohonan maaf tiie."maafin gw rizd.. tapi gw sayang sama elo!" "terus gimana dengan eka?" "gw kan udah bilang kalo gw sama dia cuma berhubungan lewat sms." kata gw berkomentar. nggak lebih. dia membuktikan kesetiaannya ke gw. dalam 'masa-masa bebas belajar' itu kami lebih sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. beberapa perlu dilengkapi dalam hal administrasi.. gw milih lo rizd. bahunya nampak bergetar menahan tangis. gw berusaha menjadi diri gw lebih baik. gw memang mudah luluh. kami melanjutkan hubungan kami dengan cukup baik. "seperti yg udah gw bilang tadi." gw diam. gw harap lo masih mau nerima gw lagi jadi cewek lo. sangat sayang ke tiie. walaupun kadang ada kecurigaan yg melintas di pikiran gw. hati gw yg sempat tergores seolah menemukan penyembuhnya.. dia tertunduk. jujur saja saat itu gw merasa iba. kami belum pernah membicarakan hubungan kami setelah resmi lulus nanti. memberinya kesempatan bicara. gw sadar kesalahan gw rizd. sejenak gw merasakan rasa marah gw ke tiie kemarin mulai luntur.. "gw malu sama elo. rasa itulah yg membuat gw mengangguk tanda jawaban atas permohonannya tadi. "setelah kita bertengkar terakhir itu. gw berusaha meyakinkan diri dengan yg gw jalani sekarang. terutama dalam mengendalikan emosi yg seringkali mudah tersulut saat ada masalah. sementara itu karir kami di sekolah sudah hampir mendekati akhir saat memasuki bulan juli." katanya pelan.

pak suara membaca kembali surat di tangannya. tinggal sign contract saja." katanya. gw sudah mendengar kabar bahwa pabrikan otomotif tempat gw magang dulu akan mengadakan tes seleksi karyawan untuk lulusan sekolah ini. kita kan belum selesai ngomong. ngomongin ini sama orangtua di rumah." dan setelah sepuluh menit lebih out of topic (begitulah kalau guru ngomel)." kata pak suara. "disini tertulis. "eeh." kata gw lalu berdiri.anu pak.mau kemana kamu??" "mau pulang pak. sementara yg lain harus melewati tes." pak suara geleng kepala." "ya nanti dulu dong." kata teguh berkomentar setelah gw menceritakan panjang lebar pembicaraan gw dengan wali kelas." "baik pak. kamu nanti mulai bekerja di jakarta akhir bulan ini. saya diberi kesempatan berpikir dulu nggak?" kata gw grogi. yg gw pikirkan saat itu adalah berarti gw akan meninggalkan lagi kota ini. persetujuan setuju atau tidak nya dikirimkan paling lambat satu minggu setelah surat ini diterima. kamu sudah diterima di sana.." lanjut wali kelas gw. kamu setuju rizd?" gw diam.. "mereka meminta kamu menjadi karyawan mereka. ." gw mengangguk. ng.yg pernah gw ikuti kemarin. "eh. tadinya gw pikir gw juga harus melewati tes itu. "seharusnya kamu bangga rizd. "itu artinya sabtu ini kamu sudah harus memutuskan menerima tawaran ini atau tidak.. "kamu akan berangkat bersama teman-teman kamu yg nanti lolos tes seleksi untuk jadi karyawan di sana. "kalau kamu terima tawaran ini. "kamu itu seperti tidak pernah diajari sopan santun saja. akhirnya pembicaraan kembali lagi ke soal tawaran pekerjaan. dan itu juga artinya meninggalkan tiie! "bagaimana?" pak suara membuyarkan lamunan gw. "kami mendapat email dari perusahaan tempat kamu magang dulu..

tanpa gw pernah tau kapan akan mengulang masa itu lagi." katanya melihat arloji hitam di tangannya. siang itu seperti biasa gw. "ahh. "lo terlambat sepuluh menit duapuluh tiga detik. baru juga sekali ini gw dateng terlambat. gw dan teguh memang bawa motor." gw duduk di sebelah tiie yg sedang asyik mendengarkan lagu dari i-pod nya. "eh." jawab lucky. teguh dan agung nongkrong di halte. entah kenapa siang ini gw ingin jadi 'yg terlambat'. tiie selalu datang melewati jam yg dijanjikan.itu kalimatnya pak suara yg paling gw inget.. tawa yg lepas. tapi kali ini gw sengaja datang lebih akhir. gw sudah hafal. tiie melepaskan headset di telinganya. gw janji bertemu jam 2 siang. sejak pertama bertemu." kata teguh."hehehe. "gimana. kalo lucky gimana? dipanggil lagi nggak?" "gw juga dapet tawaran. saya berdoa semoga kita semua kelak bakal sukses. "bagaimanapun jalannya." kata gw. tapi gw tolak coz gw nggak begitu tertarik gawe di pabrik kek gitu. teman gw yg satu ini memang punya bakat meniru gaya bicara guru di sekolah. "hay sayang. gw tadi mirip kan?" teguh tertawa. "tumben omongan lo lempeng?" gw tau tadi teguh menirukan gaya bicara guru kimia kami. BERSAMBUNG PART 15 siang itu gw janji bertemu tiie di tempat biasa. kami berempat tertawa. tapi karena sudah kebiasaan maka kami harus 'ritual' nongkrong di halte..biasanya juga kan elo yg selalu telat?" .. lucky. di bawah sebuah pohon di tepi danau kecil berwarna hijau. "berarti lo balik kampung lagi donk ya?" agung berkomentar.

lo nggak perlu bolak-balik ke sini buat ketemu gw." gw terkejut mendengar ini. soalnya gw juga nggak ada disini. tiie tersenyum.." suasana di sana sangat teduh meskipun sebenarnya matahari siang ini lumayan terik. mungkin karena banyaknya pepohonan di sekitar jadi banyak oksigen di sana." sontak gw gembira mendengarnya. "sekali-kali gw pengen on time dong.." gw becanda. "kok takut? gw ada di samping lo. . tiie menggeleng. "bukan itu. masih dengan senyum khas nya yg manis. "gw bakal sering balik kok. "enggak perlu.tiie nyengir. "kok gitu? lo nggak mau ketemu gw ya?" gw heran. jakarta-karawang adalah lebih baik daripada jakarta-cirebon. kalau tidak salah begitu kata guru SD gw." "wouw." "kan entar lo ke jakarta?" gw tersenyum mengusap rambutnya yg hitam panjang. sebuah keputusan yg bijak menurut gw. "kangen sama pacar sendiri nggak boleh ya?" katanya. gw bakal kuliah di karawang." katanya dalam pelukan gw. apa sih yg enggak buat lo. "emang lo mau kemana?" "gw ikut bokap gw. "gw takut rizd." kata tiie sambil menatap mata gw." kata gw. "kalo iya kenapa??" tiie tertawa. "kek nya hari ini ngebet banget pengen ketemu. apalagi alasannya kalau bukan soal jarak." gw menarik tangan tiie dan menyandarkan kepalanya di bahu gw. "boleh kok.

kita masih bisa sering ketemu. "akan lebih sulit buat kita menjaga kepercayaan masing-masing.. gw sebenernya nggak begitu yakin dengan hubungan long distance." "gw pikir lo nggak akan secepat ini perginya." kami terdiam. kemaren bokap dateng dan gw ngobrol banyak sama bokap." tiie mengangguk senang.besok lo berangkat ke karawang?" tiie menggeleng. "wah bentar lagi ada yg bakal jadi mahasiswa nih. seenggaknya buat gw cukup buruk karena mulai besok gw ada di karawang. ntar gw balik pas pembagian ijazah. suasana siang itu begitu sejuk. . tapi malem ini. tapi justru itu tantangannya kan? dibikin asyik aja lagi."asyik dong kalo gitu. satu hari doang karena besoknya gw cabut lagi ke karawang." "gw juga baru pertama ini long distance." tiie menyela." kata gw sedih. "maksud lo." gw terdiam sejenak. bahkan tanpa angin pun kami cukup merasa nyaman. soal ijazah. "kalo boleh jujur." lanjut tiie. rizd. "cepat atau lambat nggak ada bedanya kan? toh pada akhirnya gw bakal pergi juga. tapi toh tetap saja hati gw nggak senyaman biasanya. "itu kabar baiknya." kata gw." kata tiie. gw kernyitkan dahi.." "kok bisa? bukannya kita sama-sama belum menerima ijazah? ntar yg ngambil ijazah lo siapa?" "itu udah gw obrolin sama bokap gw." "masalahnya gw nggak suka tantangan. "emang ada kabar buruknya?" "ada. "bukan besok.

" gw menarik napas. gw aja yakin kita pasti bisa. "gini deh. jari kami saling bertautan sekarang. . sore itu kami sangat menikmati kebersamaan kami." "janji untuk melakukan yg terbaik buat pasangan kita." "sama. seberapa yakin lo dengan hubungan jarak jauh ini?" tiie menggeleng.." tiie terdiam. sejenak tiie tidak mengerti. "kalo boleh tau. tapi kemudian ia mengaitkan jari kelingkingnya ke jari gw.gw berpikir sejenak." kata gw lagi." tiie mengangguk. kami berdiri lalu saling berpelukan. gw nggak yakin kita akan bertahan." tiie mengikuti gw. "gw belum bisa bayangin itu. ini yg mendasari berhasil atau enggak nya seseorang dalam menjalani hubungan jarak jauh. gw bisa lihat dari sorot matanya. "gw juga janji nggak akan selingkuh. "janji untuk melakukan yg terbaik buat pasangan kita." kedua mata kami saling bertatapan. di samping kepercayaan juga pastinya. gw juga janji enggak akan bohong. gw mendehem pelan lalu mulai mengucapkan yg kelak di kemudian hari kami sebut 'janji tepi danau'. "gw mau kita sama-sama berjanji. ada secercah keyakinan dalam dirinya. gw memegang kedua bahunya. "dan gw janji nggak bakal bohongin elo. "lo ikutin kata-kata gw ya." kata gw. jarak bukanlah akhir segalanya. ikutin gw." "jangan ngomong gitu ah.. tiie tersenyum menyadari ini. kami harus bisa melewatinya. gw tau itu." gw menyodorkan jari kelingking tangan kanan gw. tiie lebih tegar sekarang. lo juga harus yakin dong. "gw janji nggak akan selingkuh. kami sama-sama tahu. dan gw janji akan menepati janji gw ke elo.

yg terjadi 3 tahun lalu saat perpisahan masa SMP. seisi ruangan larut dalam haru. "kapan lo ke batam?" tanya gw. tetap saja ada segelintir kesedihan melihat kami berpelukan dan saling mendoakan kesuksesan yg lain.. setelah ini dia akan bekerja di luar pulau jawa. gw rasakan lagi hari ini. tapi gw selalu menghibur diri gw bahwa ini adalah step yg harus gw lalui untuk sebuah kesuksesan yg menanti kami di depan sana. "jangan lupa kalo lebaran balik. walau tidak semua adalah sahabat dekat gw. gw. masa depan yg harus dibangun oleh kami sendiri. teguh dan agung berjalan keluar ." kata teguh menyalami gw. hiburan pentas seni dipersembahkan untuk kami yg sesaat lagi resmi meninggalkan sekolah. perasaan yg sama. teguh adalah salahsatu teman terbaik gw. tapi gw yakin kalian setuju bahwa rasanya akan beda sekali dengan pertemuan saat-saat di sekolah. bulan juli adalah bulan perpisahan gw dengan orangorang terdekat gw. dengan berpakaian putih hitam lengkap dengan dasi hitamnya. kini akan menentukan jalan kami masingmasing. maka sudah selayaknya doa dari sahabat menjadi penguat fondasi itu. hari ini adalah hari terakhir kami di sekolah. "good luck bro. sebuah panggung megah berdiri di sisi aula. kini gw harus berpisah dengan teman-teman gw di sekolah. perpisahan hari ini adalah pintu menuju apa yg dikatakan guru kami merupakan masa depan. dan kami akan mulai membangun fondasi masa depan kami mulai hari ini. hari ini adalah hari pelepasan alumni yg baru saja lulus. BERSAMBUNG PART 16 bulan juli jadi bulan yg menyedihkan buat gw. gw tahu kami masih bisa bertemu lagi dalam momen-momen tertentu.dan babak baru dalam hubungan kami dimulai hari ini. perasaan yg tidak pernah berubah. bahkan orang yg menurut gw paling menyebalkan di kelas pun menangis memeluk gw. kami yg biasanya selalu bersama dalam masa-masa sekolah." gw tersenyum. lucky. di aula tinggal tersisa beberapa murid dan guru serta petugas yg membenahi panggung. kita kumpul lagi. kami menghadiri acara pelepasan di aula sekolah. setelah tiie. selalu sama dalam setiap perpisahan sekolah yg gw lewati. walaupun ada beberapa yg berceloteh membuat lelucon sekedar mencairkan suasana. tapi toh tetap saja tidak mengurangi intensitas kehilangan dalam diri kami.. perpisahan dengan sahabat-sahabat terbaik adalah hal paling mengharukan yg pernah gw alami. saat itu acara pelepasan sudah selesai.

" "jepang? ngapain?" lucky yg bertanya. termasuk saat kalian menaruh bangkai kecoa dalam tas gw . agung sudah sumringah ketika teguh melanjutkan." balas agung. gw pasti bakal kangen kalian. "wah kalian bertiga enak. "gw ke bandung minggu depan." gw menarik napas panjang. gw ketemu dia cuma waktu kumpul bareng sebagai band. dalam artian cuma sekedar iseng kalau kami sedang bosan dengan aktivitas sekolah. kami akan berkumpul lagi dengan masing-masing kami menggendong anak dan didampingi seorang istri. sesuai namanya." jawab teguh. "ngehe lo. dari situlah kami kenal dia dan iseng membentuk band bernama 'fiktiv'. "bantuin ultraman ngelawan monster beruang raksasa!" kami tertawa lagi. band ini cuma fiktif belaka.menuju halte." kami tertawa. kadang gw membayangkan suatu hari nanti. gw memandangi wajah teman-teman gw satu persatu." lucky tampak tertarik dengan pembicaraan ini. setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu." kata chosar setelah kami ngobrol." kata agung berkomentar. sesampainya di halte kami bertemu chosar. "bantu temen gw. udah punya planning yg pasti mau ke mana setelah ini. gw bakal kangen dengan ulah jahil kalian. "lo jadi tukang pel di kapal ferry yg gw pake entar. "kuliah di UPI. dia memang beda jurusan dengan kami berempat." lanjut agung. "emang temen lo disana punya usaha apa?" "ada bro. gw tersenyum sendiri membayangkan itu. gw bisa mendengar nada suaranya tidak seceria biasanya. pasti akan aneh sekali rasanya jika membandingkannya dengan saat-saat seperti ini. tapi walau begitu gw cukup menikmatinya. "mending gw ke jepang kalo gitu. betapa kami akan benar-benar 'bercerai' hari ini." "lo ikut gw aja deh mau nggak?" kata teguh. "nah gw masih belum tau mau kemana gw. kami punya jalan kami masing-masing yg harus dipilih dan itu merupakan sebuah keharusan yg mutlak terjadi. kata gw dalam hati. chosar adalah teman sekelas agung saat SMP. "hari minggu ini gw cabut. dia katanya butuh tenaga bantuan gitu.

gw kembali lagi ke jakarta. sekarang gw bukan lagi anak sekolah yg tinggal menengadahkan tangan untuk meminta uang dari orangtua gw. biasanya gw manfaatkan itu untuk sekedar berkirim pesan dengan tiie atau meneleponnya. . ada semacam kerinduan yg menelisik aliran darah gw. yg dinyatakan lulus tes dan akhirnya bekerja di pabrikan otomotif produsen mobil yg cukup terkenal di negeri ini. sekarang. nggak bisa dipungkiri gw kangen ingin bertemu tiie tapi karena belum menemukan waktu yg tepat maka kami belum sempat bertemu lagi sejak terakhir bertemu menjelang keberangkatannya ke karawang. BERSAMBUNG PART 17 semua terasa berlalu begitu cepat. makanya banyak waktu senggang buat gw. kalau dulu gw pernah merantau di jakarta selama 1 tahun. gw yakin gw akan menghabiskan waktu kerja gw buat ngaskus seharian ) rekan kerja tempat gw pun nggak ada yg complain dengan kebiasaan gw ini. itu gw anggap sebagai 'pemanasan' karena sekarang lah saatnya gw harus bener-bener bisa mandiri. gw ditempatkan sebagai Quality Accuracy yg kerjaannya 'cuma' mengukur dan menghitung. dan selama itu gw dan tiie belum pernah bertemu meski kami tetap keep contact. karena mereka pun sama dengan gw. saat gw ingat lagi momen seperti itu. ada empatbelas orang. waktu itu gw marah besar sampai 'puasa ngomong' ke kalian. tapi benar-benar sebagai seorang karyawan.padahal kalian tahu gw amat sangat takut dengan hewan kecil yg satu ini! gw nggak bisa membayangkan ekspresi wajah gw yg ketakutan setengah mati sampai hampir menangis gara-gara secara nggak sengaja tangan gw menyentuh bangkai kecoa itu saat akan mengambil pulpen. saat kami meninggalkan halte. termasuk gw. masing-masing kami telah membuka halaman pertama dari sebuah buku bernama kenangan yg suatu hari nanti pasti menarik untuk diceritakan. gw nggak mempermasalahkan itu karena memang demikian adanya. kali ini bukan lagi sebagai siswa magang. kerinduan pada sahabat terbaik.. dalam kerjaan sendiri gw ditempatkan di posisi yg lumayan nyaman buat gw. mungkin karena gw udah pernah di sana jadi pengetahuan gw sedikit lebih banyak dari yg lain. menyadarkan gw pada sebuah realita yg harus gw hadapi. di titik inilah gw akan menentukan masa depan gw seperti apa. (kalau saat itu gw sudah mengenal kaskus. sudah 1 bulan gw di jakarta. dan siang ini. makanya di perusahaan ini telah muncul paradigma yg mengatakan 'quality adalah kumpulan orang malas yg digaji tinggi'.

gw putuskan ke karawang weekend itu. kalau mau dihitung. meskipun 3 hari kemudian balikan lagi." gw tertawa." gw menatap tiie selama beberapa detik. intensitas pertengkaran kami meningkat jika dibandingkan saat kami masih sama-sama dalam satu wilayah. gw belum tahu seluk beluk kota ini.. begitu yg sering terjadi.. maka wajar saja kalau gw datang terlambat dari waktu yg dijanjikan. gw tipe cowok yg menyukai cewek berambut panjang. harus gw akui. gw cukup surprize melihat tiie. dan setelah menunggu lima menit akhirnya tiie datang ke tempat gw menunggu.. setelah kami bertemu semua baik-baik saja." "sapa yg mikirin jorok? nggak nyambung lo. kulitnya nampak lebih putih dari saat terakhir kami bertemu.pede banget lo. pikiran gw udah kemana-mana tuh menduga yg jelek-jelek. benar kan dugaan gw. tetep aja jelek. "kan menyesuaikan selera lo. misalnya telat balas sms." gw menepuk jidatnya. "beuh. "tapi kek nya kalo lo nggak banyak berubah deh. dan itu pernah gw ungkapkan ke tiie." tiie tersenyum. tapi lagi-lagi gw harus mengubur rasa kangen itu untuk sementara. sering mematikan handphone saat ada masalah. "wah ada yg beda nih sama rambut lo. berbicara langsung selalu lebih baik dari . dan tentu saja yg paling mencolok adalah rambutnya yg skarang makin panjang. sudah pukul lima sore ketika gw tiba di depan gerbang kampusnya. dan yg paling gw nggak suka adalah tiie kembali lagi ke kebiasaannya yg dulu. "kenapa liatin gw kek gitu??" kata tiie melotot ke arah gw." kata gw mengomentari rambutnya. masalah-masalah tersebut bahkan sempat membuat hubungan kami putus.memasuki bulan puasa. gw pikir pertengkaran kami selama ini adalah karena kurangnya kami bertemu. gw semakin kangen tiie. gw nggak bisa membiarkan ini berlarut-larut. lebih banyak pertengkaran yg timbul cuma karena hal-hal sepele. gw belum pernah ke karawang. ini sering membuat gw gusar sampai nggak konsen dalam bekerja. menjalani hubungan jarak jauh nggak sesederhana yg gw pikirkan dulu. dilarang mikir jorok. mungkin juga karena kami sama-sama masih labil. dengan bersusah payah akhirnya gw menemukan kampus tiie. "ini bulan puasa.

" kata gw berkomentar. meja dan kursi dipasang memenuhi halaman untuk tempat orang menyantap menu berbuka yg tentu saja dijual di situ." gw nyengir.." tiie geleng kepala. maksud gue. "kasian banget ya lo ternyata. "emang di rumah lo nggak ada cewek?" "bukan gitu. gw mau nanya nih. "tolong kasih gw kesempatan ngebuktiin itu semua. "elo sih curigaan mulu. rasanya nggak mungkin gw bisa ngeyakinin elo soal ini. tiie juga nyengir. iya gw ngerti. saat bulan ramadhan seperti ini. gw tau lo masih belum percaya seratus persen sama gue" katanya tetap tenang. "nyindirnya kena banget." . gw harap lo jawab jujur ya. kami sudah selesai makan saat itu. BERSAMBUNG PART 18 "rizd." tiie tertawa." kata gw. "oya.sekedar sms atau telepon. bahwa eka udah nggak ada di hidup gw." kata gw lagi. pengelola mall biasanya menyediakan 'kafe terbuka' di halaman depannya." sejenak gw berpikir. "tinggal tanya aja susah amat. dan kalo elo nggak bisa ngasih kepercayaan itu ke gw. "btw kok kita lebih sering ribut ya akhir-akhir ini?" gw memulai pembicaraan serius. "lo udah bisa lupain eka belum sih?" tanya gw akhirnya. "baru kali ini gw buka puasa sama cewek. kan kalo ribut tuh biasanya lo yg mulai gara-gara curiga sama gw. sore ini kami memutuskan buka puasa bareng di mall karawang." "iya..

" "ehem. gw anggukkan kepala. gw nganggep hubungan kita sekarang ini bukan cuma sekedar iseng-iseng berhadiah tanpa kita tahu tujuan akhirnya. itulah yg saat ini paling gw pengen lo tau tentang ini. "yaa maksud gw gini lho. gw ngerasa tersanjung sekali. "yg gw pikirkan sekarang adalah gimana caranya kita ngejaga ini jangan sampe semuanya berantakan nggak jelas. tiie menggenggam tangan gw. "gw sayang lo rizd.gini deh. gw yakin dia agak shock dengan yg gw katakan tadi. gw pengen lo jadi yg terakhir di hidup gw. gw balas menggenggam tangannya. "lo pernah berpikir nggak sih." gw menggenggam tangan tiie lebih erat. lo udah lebih dari cukup buat gw tiie. "dengerin gw ya rizd.. elo ada buat hari ini. eka adalah masa lalu gw. lo pernah berpikir nggak sih buat ngelanjutin hubungan kita ke jenjang yg lebih serius?" buru-buru gw lanjutkan lagi begitu melihat ekspresi tiie terkejut mendengar pertanyaan gw.. "kita sama-sama jaga kepercayaan ini ya. dan gw harap lo juga ada untuk besok. "elo yg sekarang ada di hidup gw. percaya gw ya?" ada secercah ketulusan dalam mata tiie saat dia ucapkan itu." gw tersenyum lebar. "gw belum begitu ngerti arah pertanyaan lo. dengan siapa kelak lo ingin ditemani menghabiskan masa tua lo?" tanya gw lagi. "tiie. jangankan lo tiie. atau langsung married mungkin?" muka tiie memerah. dan kalo boleh jujur." kata tiie lagi. gw juga berharap ending yg sama dengan yg lo pikirkan." kata tiie melanjutkan." tiie terdiam." muka tiie bersemu merah. lusa dan seterusnya di hari-hari gw."jadi intinya?" tanya gw lagi. "thanx rizd. tapi jujur. semua pasangan pasti ingin hubungannya terus berlanjut kan? entah itu tunangan. "kok gw belum berpikiran ke situ ya?" dia tersenyum malu. gw tau lo adalah yg terbaik yg pernah gw miliki." . gw sendiri juga nggak habis pikir gw berani mengatakan itu. dan udah selayaknya masa lalu itu nggak diungkit lagi. "dalam hati kecil gw. lo sempurna di mata gw. dan keterlaluan sekali kalau gw masih juga belum percaya...

" gw berbisik di telinga kirinya. nggak enak tuh diliatin orang-orang. "oke deh sekarang tinggal pilih.. kemanapun perginya. "kasian amat ya. "gw juga sayang sama elo. di arah jam 1 sana ada ramayana." wajah tiie kembali memerah.. tempat yg lumayan asyik buat ngedate." gw berdiri. kalo tempat tujuannya makam sih ogah gw. dikiranya kita lagi ngapain. "jadi ke mana nih?" gw belagak berpikir. tangan kanan gw menggenggam tangannya menuntun tiie beranjak dari situ. "sayaang banget. satu-satunya bioskop di sini. atau ada satu tempat favorit anak muda di sini." lanjut tiie menirukan gaya bicara seorang guide. dia berusaha menahan senyumnya. dengan kedua telapak tangannya dia mendorong wajah gw menjauh.mau kemana nih?" "lo bilang kemana aja boleh?" "iya tapi mau kemana nih?" gw masih diseret mengikuti langkah tiie. "biarpun sama elo.gw bangun dari duduk. "eh. "seperti yg anda lihat." tiie menarik tangan gw." tiie mencibir. di belakang kita adalah mall karawang yg baru saja kita singgahi." tiie mendengus. karawang theater. "kok lo yg nanya ke gw sih? kan lo yg apal daerah sini. "mau kemana lagi nih kita?" tanya tiie. membungkukkan badan dan gw cium kening tiie." "kan tadi katanya 'kemana aja'??" . "udah ah." kata tiie. cuma punya bioskop satu. hehehe. "ke mana aja deh. eh. kalo sama elo pasti asyik.

" "berisik. gw pun demikian. seperti biasa. "ngapain pake angkot? deket tuh. . dari sana kami akan menggunakan angkot untuk pulang." tiie menunjuk sebuah gedung di kejauhan. tapi sore itu setelah beberapa kali gw sms tiie tidak kunjung membalas. di jam-jam itulah gw yg baru balik kerja. gw dan tiie kembali terlibat sebuah pertengkaran." kata gw. "malem ini karawang indah ya. jam kuliah tiie adalah sore hari jam 3 sampai 8 an malam.. saat gw melewati lagi jalan ini. malam itu kami menonton sebuah film komedi. cahaya temaram dari lampu jalanan menemani setiap langkah kami." kata gw berhenti di sisi jalan mau nyetop angkot. saat kami keluar dari bioskop jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. kami berjalan kaki kembali ke mall. malem ini kok lo rewel banget tiie?? kek nya tadi kita salah pilih menu ya. penyebabnya sepele. untuk diketahui. dan suatu hari nanti. "ya udah deh kita nonton aja. kami berjalan bergandeng tangan menyusuri dinginnya malam di karawang. coment mulu dari tadi. BERSAMBUNG PART 19 baru dua hari yg lalu bertemu dan keadaan tampak baik-baik saja.. tiie menarik tangan gw. dia menggandeng erat tangan gw seolah tidak mau terlepas. gw pasti akan ingat ada satu malam yg indah yg gw lalui dengan tiie. "yg mana bioskopnya? nggak keliatan!" "ya udah tinggal ikut gw aja susah amat?" "ampun dah." dan sepanjang jalan itu kami meributkan hal-hal tidak penting yg bahkan samasekali nggak ada hubungannya dengan kami. biasanya sms an dengan tiie. jalan kaki juga nyampe.gw menepuk jidatnya. dipadukan dg sinar bulan purnama malam ini menambah anggun kesan yg tercipta. tiie menjawabnya dg sebuah senyum.

langsung gw baca isi pesannya. kalo memang lagi sibuk kan apa susahnya sih bales sekali aja bilang lagi sibuk gitu. maunya apa sih??. baru saja gw mau balas. kami pasti sms an di jam ini. tapi gw tunggu tetap saja hp gw membisu. panggilan gw direject. dalam keadaan seperti ini gw mengirim sms ke tiie. "akhirnya. 'males gw ngomong sama elo!' itu balasan dari tiie. maksudnya mempertanyakan kenapa nggak bales dan malah me reject panggilan gw. 'kenapa sih lo nggak pernah bisa percaya sama gw? padahal kemaren gw pikir kita udah sepakat buat saling percaya. 'panggilan ditolak' begitu keterangan di hp gw. lama gw tunggu belum ada balasan dari tiie. tadi kek nya yg mainin hp ini ade gw soalnya pas gw tinggal hp ini lagi dicas'. malam itu gw yg niatnya tidur awal supaya tidak telat sahur. biasanya jam segitu adalah jam istirahat tiie. masuk lagi satu pesan dari tiie. tapi lo selalu mempermasalahkan hal-hal sepele kek gini ! gw cape tau diginiin terus ?!' maka gw balas dengan permintaan maaf karena gw nggak tau yg sebenernya tiie nggak membawa hp nya. gw coba lagi sms. tapi karena gw sedang kesal maka sms yg gw ketik pun 'cukup tidak halus'. 'sory tadi gw lupa bawa hp ke kampus. gw coba telepon lagi. tetap tidak ada balasan. gw yakin tiie pasti akan membalas kalau gw sms seperti itu. gw semakin kesal. beberapa kali gw telepon hasilnya sama. gw yg mulai kesal akhirnya menelepon. saat ini tiie pasti sedang mematikan hp nya karena saat gw telepon nggak pernah nyambung.." gw bergumam. kali ini cukup lama sebelum kembali direject oleh tiie. padahal saat itu sudah jam setengah tujuh malam. gw coba membalas dengan sms yg halus. ternyata firasat gw benar bahwa pesan tadi malah belum terkirim. gw sudah bersiap tidur ketika masuk sebuah pesan dari tiie.sambil duduk istirahat di kamar. malah baru bisa tidur . gw berpikir dalam hati. baru dua kali terdengar nada tunggu. biar gw nggak kesel. buru-buru gw batalkan sms gw dan membuka pesan tiie.! hampir tiap limabelas detik sekali gw mengecek hp gw tapi tetap sama hasilnya.

bener ini sms dari tiie.' gw bingung. 'rizd ini tiie. ini sms balasan tiie. gw bener-bener kesal sekarang. gw bersyukur akhirnya nomor tiie aktif." jawabnya polos. begini bunyinya.. saat itu juga kantuk gw seolah lenyap begitu saja. gw pake hp temen. riyanto yg sedang menyeduh kopi mengangguk tanpa melihat ke arah gw. "to. gw nyaris teler di tempat kerja. tidur selama 2 jam bukanlah pilihan ideal buat pekerja seperti gw. lalu gw terkejut sendiri dan segera menghampiri teman kerja gw..justru setelah makan sahur. masa lo susah amat sih maafin gw?' eh ternyata sms ini justru makin menyulut pertengkaran. gw liat lagi. sory banget yaa..tuhan aja mau memaafkan. selain ngantuk. gw merasa nggak pernah menerima sms ini kemarin. dan sampai saat itu gw cek lagi sms gw masih pending. ini hanya efek dramatisasi yg dilakukan oleh profesional terlatih di sela kantuk yg menggelayuti mata gw itulah gw sedikit tersadar saat hp gw menampilkan laporan sms terkirim ke nomor tiie. dilarang meniru atau memperbanyak adegan ini. gw juga masih belum tenang soal tiie. baru kali ini gw mengerti nikmatnya tidur. gw bermaksud menghapus sms tiie satu persatu dari inbox gw. hari ini gw bener-bener badmood kerja! beberapa kali gw mencuri waktu sekedar memejamkan mata sebentar. gw lupa bawa hp soalnya. "nggak sengaja gw buka tuh sms. oke sayang? love you. 'gw bukan tuhan! jangan samain gw sama tuhan!?'. sory nih kek nya sore ini kita nggak sms an dulu. dan gw terkejut saat mendapati sms dari nomor asing tanpa nama kontak. langsung gw kirim sms lagi saat itu juga. "waktu itu ada sms nggak di hp gw?" riyanto memandang gw sekarang sambil tangannya mengaduk kopi dengan sendok." . kemaren sore lo pinjem hp gw kan?" tanya gw ke dia. tapi tentu saja tidur saat jam kerja bukanlah perbuatan yg baik. gw ingat-ingat lagi yg terjadi saat jam sms ini masuk. namanya riyanto. 'maafin gw ya soal semalem. gw kenal karakter sms nya. sms itu diterima jam setengah empat sore kemarin. "kek nya iya ada.balik dari kampus gw call lo deh.

setelah menyantap beberapa sendok makanan gw keluar dari kantin menuju mushola. beberapa menit sebelum jam makan.gw kesal sendiri. detik ini juga!" BERSAMBUNG PART 20 apa yg terjadi setelahnya tidak pernah gw duga sebelumnya." riyanto protes mencoba merebut gelasnya..ngapain juga liatin lo solat?" "nah bapak sendiri udah solat belom?" pak muhammad nyengir. menit ini. lagian kan waktu itu lo lagi di jalur. udah solat belum lo maen tidur aja di mushola. tadinya gw pikir masalah seperti ini akan diselesaikan secara baik-baik. jam ini. tapi untuk ke sekian kalinya tiie mengambil keputusan sepihak.gw menepuk jidat gw..sejak kapan buka sms pake pajak kopi?" "sejak hari ini." aargh. "ini pajak lo buka sms gw kemaren!" "busyet. gw lihat ternyata itu pak muhammad bos gw.. gw rebahan di teras mushola." "yaelah. "kek nya gw lupa deh.. 'gw cape kek gini terus." seseorang menyenggol kaki gw. "wey.' gw langsung lemas membaca pesan itu.. punya gw maen embat aja lo. . thanx buat semua nya. berusaha menjernihkan pikiran gw.. "woy. udahlah lebih baik kita akhiri sampe di sini aja. gw ambil gelas kopi riyanto. tiie mengirim pesan seperti ini. "udah pak. bapak nya aja dateng nya telat jadi nggak sempet liat siaran langsung gw solat. "kenapa lo nggak bilang ke gw sih?" kata gw kesal..

"elo kenapa rizd kek nya muka lo nelangsa gitu?" tanya pak muhammad. kalimat tadi meluncur begitu saja dari mulut gw tanpa tedeng aling-aling. pak.. bilang lo minta ijin pulang mau ngelayat sanak yg meninggal. tenang aja. "ada keluarga yg kena musibah di kampung?" entah kenapa saat itu gw seperti mendapat ide cemerlang dari bisikan setan di telinga gw." kata pak muhammad lagi. makanya gw langsung mengiyakan pertanyaan pak muhammad." "emang boleh tuh pak?" "ya boleh dong. "iya pak.perusahaan udah menjamin hak-hak karyawannya termasuk cuti darurat kek gini. paman gw meninggal." pak muhammad diam. bos gw yg satu ini memang asyik. pak muhammad terkejut. semua disini adalah rekan kerja yg punya hak sama." gw masih bingung. "lo mau ngelayat kagak?" tanyanya kemudian. gw langsung mengangguk. gw masih ragu. yg ada di otak gw adalah gw ingin bertemu tiie secepatnya." entah darimana gw dapat jawaban itu. walaupun usianya sudah hampir 40 an tahun. gw langsung berpikir bahwa untuk menyelesaikan masalah gw dengan tiie adalah kami harus bertemu." gw bingung. lo paling juga diminta bawa copy surat kematian paman lo sepulangnya lo dari sana. "ya udah lo sekarang temui admin. hati kecil gw menolak dengan keras konspirasi kotor ini. gw takut konsekuensinya. tapi sebagian dari diri gw . buatnya. bicara dengan dia seperti dengan teman sebaya saja. gw belum yakin apakah gw akan benar-benar berbohong demi menemui tiie. "sudah selayaknya kita melayat saudara yg kena musibah. tadi sebelum makan gw ditelepon dari rumah."bentar deh gw rebahan dulu." pak muhammad duduk di sebelah gw melepas sepatunya. "udah nggak papa. gw tau pak muhammad bukan orang yg suka membedakan status atasan dan bawahan. makanya gw selalu nyaman kalau berhadapan dengan dia. "paman lo yg dimana? kapan meninggalnya?" "di kampung.

apa yg akan menimpa gw kalau itu terjadi?? ah." "oke. terus. "oke. "halo. cowo nya tiie. tiie sering curhat sama lo nggak sih?" "bukan sering. "kemaren tiie sms ke gw pake nomer ini. "gw lagi butuh bantuan lo. gw sama tiie tuh deket banget." kata endah. ada apa ya? kenapa nggak nelepon tiie aja kalo mau ngobrol sama dia? gw lagi di kosan nih. "emang gw bisa bantu apa?" "bentar. apapun jawabannya gw pasrah deh. persetan dengan itu! gampang deh gw pikirkan lagi kalo masalah gw selesai. gw tidak menemui hambatan dalam ijin meninggalkan perusahaan." gw berpikir sejenak. sekarang kasihtau gw apa yg harus gw lakukan?" . dia sering cerita tentang lo ke gw. beberapa orang mungkin akan menyebut ini tindakan nekat. ini siapa?" "gw harrizd." "oooh. tapi menurut gw ini adalah tindakan paling tolol yg pernah gw lakukan gara-gara masalah cewek. lo bisa bantu nggak?" gw berspekulasi. kalau nanti kebohongan ini akan terbongkar.gw endah. gw anggep itu sebagai jawaban bahwa gw sudah memilih orang yg tepat. kata gw dalam hati. hal pertama yg gw lakukan di kosan adalah menghubungi nomor yg kemarin dipakai tiie sms ke nomor gw. tapi selalu. "halo. ini temennya tiie bukan?" "iya." kata seorang cewek di seberang sana. dan akhirnya siang itu dengan berbekal surat ijin meninggalkan perusahaan gw sudah berada di jalan menuju kosan. bagian admin hanya mengingatkan gw harus membawa copy surat kematian paman gw yg padahal samasekali hal itu tidak pernah terjadi." jawab gw.melonjak senang mengetahui gw akan bisa bertemu tiie. dan seperti yg dikatakan pak muhammad. sejujurnya gw sendiri takut..." "thanx.

dengan singkat gw jelaskan inti permasalahan gw dengan tiie ke endah.oke oke. lo mau kesini jam berapa?" gw lirik jam dinding. tapi gw nggak hafal seluk beluk kampus nya. "tapi semua sudah terjadi. bodoh sekali gw melakukan ini semua hanya demi seorang wanita. "emmh. perjalanan yg cukup tidak menyenangkan.. hari ini gw mau ke kampus pengen ketemu tiie." gw terduduk di lantai. kaki gw melangkah memasuki gerbang kampus.. hati kecil gw masih bertanya haruskah gw melakukan ini semua?? otak dan pikiran gw saat ini sedang kacau. gw harus menemui tiie sekarang juga untuk menyelesaikan ini.." "oke. ketemuin gw sama tiie ya?" kata gw penuh harap." "sip!" gw gembira sekali." maka dengan semua perasaan aneh yg bercampur di kepala gw. seperti yg biasa terjadi. BERSAMBUNG PART 21 sesuai kesepakatan dengan endah tadi. terlambat untuk menghentikan ini semua. untung endah orang yg bersahabat. gw sudah mengirim pesan ke nomor endah. kita ketemu di pos satpam aja yaa? entar lo sms gw lagi kalo udah nyampe. "jam 4 an gw nyampe kampus deh. . gw harus menemui tiie sekarang juga.. "thanx ya ndah. gw melakukan perjalanan ke karawang sekitar satu setengah jam." "oke. gw minta tolong lo.. semua akan berjalan baik jika dibicarakan secara langsung. gw harus menyelesaikan semuanya. gw cuma bisa menatap jendela mengikuti arah bus berjalan. otak gw dipenuhi kecemasan. bathin gw memberontak dg keras yg gw lakukan sekarang. gw terlalu takut kehilangan tiie. "nggak mungkin gw balik lagi. dengan mudah dia paham situasinya." kata-kata itu seolah menjadi penenang hati gw yg kacau. "nah. ya.

. lalu menunjuk temannya. rasanya menyenangkan sekali menyambut uluran tangan orang yg bersedia membantu kita. pikiran gw diselimuti perasaan bersalah pada diri sendiri. tunggu gw kesana sebentar lagi' gw bersandar lemas ke dinding. 'gw udah di tempat parkir. tapi wulan punya alasan memfotokopi. sms balasan endah. nggak jauh dari sini." katanya. "gw endah. gw akhirnya menemukan tempat parkir. "apa tiie ada di dalam?" endah melirik ke ruangan tempat ia keluar. lagi ada dosennya. "tunggu dulu. "dan ini wulan. bermodal nekat.' lima menit kemudian baru endah membalas.'gw lagi di kelas. gw merasa cukup nyaman di sini. asal lo tau aja." gw tersenyum senang. lo tunggu di sana sampe jam istirahat. dua orang wanita keluar dari sana lalu menghampiri tempat gw duduk. gw samasekali buta denah lokasinya. satu diantara mereka yg mengenakan kerudung memperkenalkan diri. "lagi belajar." gw mengangguk setuju. di seberang gw ada sebuah ruangan. kampus ini terbilang teduh. entah apa yg harus gw ucapkan saat itu. gw menunggu dengan sabar. lo tunggu aja di tempat parkir'. oke?" wulan tersenyum ke arah gw. lo tunggu aja disitu. gw belum tahu pasti karena pintu ruangan itu tertutup. sekarang wulan akan nganter lo ke kosan gw. gw belum pernah masuk ke kampus ini. nanti jam istirahat gw bawa tiie ke kamer gw. tadi gw ijin ke kamar kecil buat keluar dari ruangan. "ini masih jam kuliah. gw menghela napas panjang. gw duduk di sebuah bangku panjang di sana. lalu gw diantar wulan menuju kosan endah sementara endah kembali ke kelas. "gw nggak punya banyak waktu. mungkin kelas. jam menunjukkan pukul setengah lima saat pintu ruangan di seberang gw terbuka. 'oke. gw lihat di sekeliling lingkungan yg asing buat gw." kata gw saat kami akan berpencar." lanjut endah. ini janji ketemuan terburuk yg pernah gw lakukan.

lantai kamar ini terasa dingin menembus kulit gw. melangkah ke arah gw. "thanx ya buat semuanya. belum pernah gw membayangkan berada di kamar cewek. gw tau tiie pasti bingung dan terkejut dengan kehadiran gw di dalam kamar temannya. dengan penuh ketidakpercayaannya." gw mengangguk. kebetulan aja lo kesini pas lagi berantakan. endah merentangkan tangannya di pintu. "hey. "tadinya gw pikir cewe adalah makhluk paling rajin. gw tidur telentang di tengah kamar yg berantakan ini. sikakan menunggu. akhirnya gw sendirian di dalam kamar. "dasar cewek." katanya sebelum pergi. pintu terbuka dan wulan muncul dari balik pintu. entah berapa lama gw tidak sadarkan diri sampai gw terbangun mendengar ketukan di pintu. gw bangun dan duduk di sisi tempat tidur." kata gw menepuk sisi tempat tidur di sebelah gw." kata wulan saat kami masuk ke sebuah kamar. beberapa 'perangkat khusus cewek' berserakan di atas tempat tidur. dan sekarang. oke?" tiie." kata endah. sebentar lagi dia kesini. gw yg minta bantuan ke endah. wulan tersenyum lebar lalu dia keluar bersama endah. "penjelasannya nanti aja ya." wulan segera membenahi tempat tidurnya. "it's oke. memang berantakan. "ada dua hal yg mau gw omongin ke elo." wulan tersenyum." wulan hendak menutup pintu. "tiie ada di depan. "oke. gw memejamkan mata."sory berantakan. jadi tolong ." kata gw. beberapa detik kemudian pintu kamar terbuka." kata gw dalam hati. "pertama. "lo selesaikan dulu masalah kalian sampe beres." gw tertawa kecil. "duduklah." gw menahan pintu. terdengar bunyi 'klik' saat pintu ditutup. "biasanya jg kami beres-beres kok. menahan tiie yg hendak berbalik keluar saat melihat gw. gw memandang wajahnya. dia masih belum mau bicara. abis itu lo berhak menghakimi gw.

"lo kesini cuma buat bilang itu aja kan?" katanya dijawab dengan anggukan kepala gw. gw yakin itu bukan dari hatinya. melebihi pentingnya diri gw swndiri. "ya udah." kami sama-sama terdiam.kata tiie tadi. tiie menunduk. bahkan kalau harus melewati jarak yg jauh. bingung harus mengatakan apa. gw juga diam." seperti biasa. gw sangat berharap tiie mengerti ini. saat itu ingin sekali gw memeluk tiie. "terus. tiie adalah satu bagian penting dalam hidup gw." gw meraih tangan tiie dan menggenggamnya. cukup lama keadaan ini bertahan hingga akhirnya tiie buka suara juga. "udah. ketika gw sayang ke seseorang. lo kesini cuma buat ngomong gitu doang?" kata tiie. "gw sayang lo. terus mau apa lagi?" gw terhenyak. setiap kata-kata yg lo ucapin pengaruhngya apa buat gw? termasuk yg barusan lo ucapin itu. karena gw nggak mau merusak apa yg sedang dipikirkannya. akal gw dikalahkan oleh sebuah rasa bernama sayang. entah apa yg di pikirkannya saat mendengar kata .jangan salahkan temen-temen lo atas kehadiran gw disini. "tiie. gw lihat tiie masih diam. gw sudah benar-benar dibutakan rasa ini. gw ingin menyampaikan rasa takut gw kehilangan dia. mereka orang-orang baik." "emang ada yg salah yaa sama kata-kata gw barusan?" gw diam. lagi-lagi. respon lo juga cuma segitu doang?" kata gw lagi. "kenapa lo bisa ada di sini?" akhirnya tiie bicara. "tiie. gw cuma ingin dia tahu betapa penting dan berartinya dia buat gw saat ini. dalam keadaan begini gw nyaris tidak mengenalinya karena kontras sekali dengan sosoknya yg biasanya ceria. "untuk itulah gw akan menjelaskan hal kedua. gw jauh-jauh kesini nemuin lo. "lo pernah mikirin nggak sih. sekarang lo udah nyampein itu ke gw.kata gw." tiie diam. sebagian diri gw menolak mendengar kata . gw rela ngelakuin apapun buat dia. cuma buat bilang kalo gw sayang dia. gw terlalu sayang pada tiie untuk melepasnya pergi dari kehidupan gw saat ini. gw sampe bohong ke bos gw cuma supaya gw bisa ngomongin ini .

" ujar gw meyakinkan dia. maafin gw yaa." katanya... tiie memeluk gw. "tuhan menciptakan sesuatu itu berpasang-pasangan. lo udah ada di hidup gw. gw janji nggak akan ninggalin elo. gw harap lo ngerti ini. tetaplah di hati gw." tiie melepaskan pelukannya. "gw sekarang sadar kalo lo emang bener-bener sayang sama gw." bregh. sedikit terisak dia berkata. mungkin tidak berani menatap gw." kami kembali terdiam. gw juga minta maaf ya kalo selama ini gw sering marah-marah sama lo.. gw pengen lo ngerti bahwa terlalu berat buat gw kehilangan elo. lo tau kenapa?" tiie menggeleng. dan gw yakin lo adalah hati yg gw cari di hidup gw.. "maafin gw rizd. tiie kembali menunduk.jangan pernah pergi dari hidup gw. . "gw cuma pengen lo tau yg gw rasakan. gw terlanjur sayang sama lo tiie. "kenapa sih lo tuh selalu kek gini?" kata tiie. rasanya seperti kehilangan sesuatu yg besar saat lo minta putus." kami berpelukan selama beberapa saat. "oke tiie.." kata gw menggenggam tangannya. tapi tuhan hanya menciptakan satu hati untuk seorang manusia. gw bisa merasakan hangatnya tubuh tiie. "kenapa lo selalu bisa ngelakuin segalanya cuma buat gw? apa sih yg lo harapkan dari gw?" "gw nggak berharap banyak kok.langsung sama lo. nada suaranya memelan." "emang lewat sms nggak bisa ya?" "emang dari tadi pagi lo ngitungin nggak berapa sms gw yg nggak lo bales?" "kenapa nggak lewat telepon?" "lo pernah ngitung berapa kali lo teken tombol merah di hp lo siang ini?" tiie diam lagi. "supaya manusia mencari hati yg menjadi pasangannya itu. "tiie.

tiie menggenggam telunjuk tangan gw." "kita? lo aja kalii.."lucu yaa. tanpa melihat tiie." jawab gw berbisik pelan di telinganya. tiie menghampiri gw. dan ada kelegaan saat mengembuskannya. membimbingnya ke kaca kemudian menggerakkan ujungnya melingkar di kaca.. dalam keadaan begitu. setidaknya gw yakin lagu yg gw senandungkan sampai di hatinya.. BERSAMBUNG PART 22 gw semakin erat memeluk tiie. meski suara gw sumbang. tiie tersenyum. gw diam beberapa detik. "tadi yg lo senandungkan lagu apa?" lanjutnya. ini salahsatu momen yg nggak akan gw lupakan. "seberapa yakin sih elo dengan cinta kita?" tanya tiie memandang pola berbentuk 'hati' yg terukir di kaca. entah apa yg melintas di pikiran gw saat itu. gw bisa merasakan tiap tarikan nafas yg dia lakukan. putus." katanya tertawa sambil mengusap airmatanya.. gw tahu tiie menikmatinya.. gw menggeleng. tangan gw yg hangat membuat sebuah pola di permukaan kaca yg berembun. . mata kami sama-sama menatap menembus jendela yg basah terkena percikan air. kami sama-sama menatap kosong jendela yg basah.hehe" gw melangkah ke jendela. tiba-tiba gw bernyanyi menyenandungkan sebuah lagu." gw tersenyum. gw meraih tangan tiie lalu merangkulnya. di luar rupanya turun hujan. terus baikan lagi di hari yg sama.. "seyakin elo saat menggerakkan telunjuk gw. gw bisa merasakan hangat tubuhnya. "itu karena kita sama-sama sayang. "kita sering marahan.

thanx banget ya buat semua bantuannya... sekitar pukul setengah delapan gw pamit pulang ke cirebon.udah beres masalahnya?" tanya wulan kembali membenahi kasur entah untuk keberapa kalinya. hai. ini bukan perkara mudah ! darimana gw bakal dapet surat kematian." kami berusaha bereaksi sebiasa mungkin. ya udah bentar lagi waktu buka puasa tuh..?" tiie melirik gw. kalian mau buka dimana? sekalian bareng di sini aja sama gue dan wulan? atau.. buru-buru gw lepaskan pelukan gw. "eh." kata gw. kami berbuka di salahsatu warung nasi goreng di pasar cimanuk. dengan menu alakadarnya kami sangat menikmati kebersamaan ini. dia memang hobi beresin kasur mungkin.. disitulah gw baru sadar bahwa ada satu masalah lagi yg harus dihadapi : gw harus menyerahkan sebuah surat kematian sebagai bukti kepada bos gw. endah dan wulan masuk sambil cengar-cengir nggak jelas. . gimana nih. mereka yg heran dg kedatangan gw di midweek langsung saja mencecar gw dg beberapa pertanyaan sama yg gw jawab dg santai. "kalo tanpa kalian entah apa jadinya gw?" "udah ah gak usah lebay." jawab gw. "jadi gimanaa."entahlah.. ndah. di dalam bus yg mengantar gw menuju ke rumah. lan." tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. dan malam itu untuk kedua kalinya gw menikmati santap buka puasa bareng orang yg paling gw cinta. "ekhem!" gw yakin deheman endah sangat disengaja." ujar endah. "sama-sama kok. "kita ke warung aja deh." kata gw. "oia ndah. sementara tidak ada satu pun keluarga gw yg meninggal ??? BERSAMBUNG PART 23 malam itu gw nyampe rumah tepat saat keluarga di rumah hendak sahur. "gw cuma bersenandung.. tiba-tiba gw mulai cemas.

makanya gw diijinkan balik hari ini. padahal mana bisa cuti? kerja aja belum ada 1 tahun udah maen cuti aja ! malam itu gw melewatkan sahur dg keluarga besar gw. gw udah terlanjur ada di sini dg alibi demikian. mengingat tahun kemarin gw puasa di jakarta. "mana bisa bikin yg kayak gituan kalo aslinya nggak ada yg meninggal? kamu ada-ada aja."cuti. kadang kangen jg dg suasana ini. "kelewatan lo rizd. jd gw bisa menemui dia sedang duduk manis baca koran menikmati pagi yg indah. yg gw sendiri nggak tahu siapa ! karena memang nggak ada sodara gw yg meninggal." Pak RT terdiam." kata gw bohong. gw ingin memanfaatkan waktu yg sempit ini dg baik." Pak RT malah tertawa. gw bilang kalo paman gw di kampung meninggal." kata gw dalam hati. "tega-teganya lo ngaku ada paman yg meninggal. kamu bukannya di jakarta rizd?" RT gw terbilang muda. "gw sekarang disini karena ada keperluan yg sangat mendadak. "Lha. sampe gw cuti pun bohong ke bos gw. gw nggak bisa berlama-lama dg enjoy berlibur. setannn!. "wah. besok pagi gw harus berangkat kerja sambil menyerahkan selembar kertas bukti kematian sodara gw.. berhubung gw bilang ada sanak yg meninggal. itu bukannya sama aja nyumpahin ya?" ah. tapi supervisor up lah yg menandatangani surat ijin cuti darurat gw... begitu pun tahun ini. tapi entah kenapa gw selalu kangen suasana rumah kalau bulan suci ini tiba. terus?" tanyanya polos menjurus bego. nggak mungkin banget kan besok gw menghadap bos gw sambil mencari simpati dg permintaan maaf gw bahwa gw membohongi dia ? masalahnya bukan cuma level group leader atau foreman yg tahu. . bener-bener mendadak." gw sudah menduga jawaban semacam itu. gw bisa dipecat kalo ketahuan ! makanya pagi itu juga gw menemui ketua RT gw. untung Pak RT di tempat gw bukan model atau wanita karir." gw tetap memanggil demikian untuk menghormati posisinya. menjalani puasa 'di tempat orang' sambil beraktivitas bekerja memang punya tantangan sendiri. "iya itu tadi Pak. gw butuh bantuan buat bikin surat keterangan seperti itu. dengan umur segitu beliau masih kerap gabung dg anak-anak muda komplek gw jd seperti ngobrol dg teman sebaya. "justru itu Pak.

maaf. "tapi kayaknya kalo pun bisa. bikin surat semacam ini bukan perkara yg dibenarkan dalam hukum kita." jlegerr !." gw menggerutu pelan. "terus gw mesti bilang apa ke bos gw besok?" "lagian kamu nya jg sih beralasan jangan yg aneh coba.. surat kematian bukan surat undangan pernikahan yg bisa dibuat sesuka hati.. kamu mesti punya pelicin buat mereka yg buat.. saat itu kami duduk di beranda masjid tepat di sebelah kantor kelurahan." katanya."apa nggak bisa diusahakan tuh Pak?" gw tetap yakin hari ini bakal pulang ke jakarta membawa surat nan penting itu. di sana kami langsung menemui bagian administrasi." "waktu itu cuma itu yg ada di pikiran gw Pak. "mohon maaf. gw bingung harus melakukan apa lagi. gw seperti sudah pupus harapan di situ. "jadi kita balik tanpa hasil nihh?" tanya gw. Pak RT terdiam lagi. "emang susah bikin surat seperti ini. terus?" lagi-lagi pertanyaan polos yg menjurus bego! gw mendesah pelan.. "Lha. "huft. muka gw pucat. gw samasekali nggak berpengalaman dalam hal seperti ini." kami diam cukup lama sampai akhirnya Pak RT mengajak pulang.. meluncur lah kami menuju gedung kelurahan. saat itulah sebuah mobil ." "tapi semua pun bisa dibenarkan kalo ada uang kan?" argumen yg cuma dibalas senyum kecut ketua RT gw." kata Pak RT iba melihat gw. saya coba hubungi dulu teman saya di kelurahan.mana bisa kami mengeluarkan surat itu tanpa berdasarkan kenyataan?" Pak Sudibyo gelenggeleng kepala. "wah wah. dan saat gw berpikir besok akan membawa pakaian dari kos pulang ke rumah.. yg katanya kolega ketua RT.. "nanti dulu. ya kamu ngerti sendiri lah. mati dah gw besok!. maka pagi itu.

tiie jg mudik pagi tadi. hanya sebuah surat bermaterai yg ditandatangani Lurah dan gw (berasa orang penting gw) yg menyebutkan bahwa saudara Harrizd adalah benar pulang kampung untuk melayat pamannya yg meninggal hari ini. kalau saja hari ini gw libur. "yee. Pak RT menatap gw. bukan surat kematian. setelah melalui diskusi panjang yg melelahkan akhirnya Pak Lurah bersedia membantu. "patut dicoba. sore itu gw janji ketemu di kafe biasa tempat kami ketemu.. lalu dia melepas helm di kepalanya.emangnya gw miss too late yah?" cibir tiie. malam itu gw disambut dg baik oleh keluarga di rumah.. kami membiarkan laki-laki gendut berseragam cokelat yg keluar dari mobil itu masuk ke kantor sebelum akhirnya kami jadi tamu pertamanya hari itu. bagaimanapun ini akan jadi hari yg spesial buat kami. Pak?" "Pak Lurah. sebuah surat yg tidak masuk akal ! gw cuma berdoa semoga atasan-atasan gw besok mendadak rabun saat membaca surat ini !! BERSAMBUNG PART 24 empat hari menjelang idul fitri. gw sudah menunggu kesempatan ini. rumah serasa lengkap saat semua berkumpul." .. "wow pantes hari ini nggak turun hujan. "ini kedua kalinya gw datang lebih awal dari elo." "kira-kira Pak Lurah bisa bantu nggak ya?" tanya gw. malam nanti gw akan memberikan sebuah surprize kecil buat dia. gw sudah menyiapkan 'sesuatu'. kali ini gw on time." sindir gw.dinas kijang tua plat merah masuk ke area parkir masjid yg sekaligus jg area parkir kelurahan. gw mudik bareng temen-temen kos. padahal saat itu gw datang limabelas menit sebelum waktu yg dijanjikan." kata Pak RT. dan esoknya gw janjian buka bersama bareng tiie. "itu siapa. kakak gw yg merantau jg balik siang ini. ah. ini momen yg paling gw tunggu setiap tahun. gw pasti bakal mudik bareng dia. acara 'temu kangen' berlangsung hangat. dengan mengenakan kaos putih dan celana jeans hitam tiie nampak manis sore itu. dg menenteng satu dus bingkisan THR dari perusahaan. tiie sudah duduk manis menunggu gw. tapi ternyata justru gw kaget.

jangan marah dong say. tiie cuma ketawa ketiwi melihat gw yg 'kelaparan'. gw cowok lo apa bodyguard sih?" "hehehe." . "so.. seorang cowok kan juga harus bisa ngelindungin cewe nya dong?" gw mendengus." tiie mengusap pipi kanan gw. kami nonton sebuah film. kita nonton yg jam setengah 7... hari ini cape banget gw....." "ett dah. apa agenda kita sore ini?" tanya gw. "haduuh. terus..gitu aja sewot? bulan puasa harus banyak berbuat baik dong.. abis itu lo temenin gw shoping aksesoris cewek..bangga gitu?" "hehehe.." sahut gw ketus.. orang sabar itu disayang Tuhan.. sayang bisa aja deh.. "yaelaah. gw mendengus pelan.."jiiaaah. "ah. gitu aja marah." kata tiie.." "orang utan disayang elo.temenin gw jg beli kaos buat lebaran. lalu jam 8 gw menunggu dg sabar tiie belanja aksesoris cewek. ya bangga dong bisa datang lebih cepat dari pangeran ku yg gantengnya nggak ketulungan ini. abis itu. dan sesuai yg disebutkan tiie. "setelah kita buka puasa. tapi kami harus bersabar menunggu limabelas menit sampai waktunya buka puasa.terus. tiie pura-pura berpikir. "haha. sabar bu. saat itulah makanan pesanan kami datang. sabarr." gw yakin kalimat terakhir itu bukan pujian yg baik.. gw lapar sekali sore itu dan nambah 1 porsi lagi." tiie tertawa.. "ada jg gw yg cape nunggu juragan cewek belanja.. sampai akhirnya jam 9 an gw dan tiie berdiri di pinggir jalan menunggu angkot.

gw nggak tau ukurannya.. "pertama. apa gw terlalu cepat mengatakan semua ini?? goblok.. gw liat arloji sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh.. "gw belum ngerti. masuk dan pas. biasanya dia berani di sms atau telepon doang." gw malu banget saat itu.gimana ngomongnya ya? mungkin lebih baik gw benerin dulu cincin nya. gw nggak bisa menahan tiie lebih lama.lo serius sama yg barusan lo omongin?" tanyanya. gw berdiri di sisi kiri tiie... . sama dengan tiie yg rupanya kaget dg statement gw barusan.. kata-kata tadi meluncur begitu saja dari mulut tanpa gw sadari." katanya bingung. gw keluarkan 'itu' dari kantong celana dan gw kenakan di jari manis tangan kanan tiie. "ehm. akhirnya gw harus menjelaskan ini juga. maaf. anu. "oke.gw mencibir. jd lo nggak usah khawatir dg kehalalan cincin ini. dia memandang gw dan cincin di tangannya bergantian. jarang-jarang dia manggil gw 'sayang' secara langsung." gw meraih cincin di jari manis tiie lalu mengenakannya pada kelingking tiie. karena gw baru berpikir itu sekarang. gw bernafas lega.. gw harus memberikan 'itu' sekarang. gw pengen married sama lo. jujur saat itu gw nyaris tidak sadar apa yg gw ucapkan. tiie yg terkejut menarik tangannya lalu sesuai dugaan gw." kata gw gugup. "cincin ini adalah sebuah ungkapan. malam makin larut." gw tertawa kecil. "eh. lalu saat gw merasa waktunya tepat. ini sedikit membantu ketenangan gw. "sorry sebelumnya kalo ini mengejutkan elo.bahwa gw pengen jadiin lo yg terakhir di hidup gw. gw terdiam kaku. dia terkejut melihat cincin emas di jari manisnya. sebuah bukti dari ucapan gw dulu. tiie nampak biasa saja karena gw memang sudah sering menggandengnya. gw sudah bisa menguasai diri. will you marrie me?" ah. "rizd. gw berinisiatif menggandeng tangannya.. gw serius jalani hubungan sama lo. ah.ini cincin emas asli." kata gw masih gugup. gw menarik nafas panjang. upz ! ukurannya kekecilan !! sumpah saat itu gw grogi setengah mati. gw beli ini pake tabungan gw sendiri. tiie masih terkejut.

beberapa hari setelah hari raya.. tapi meskipun begitu. "makanya mas." katanya. dan tanggungjawab itu harus dipikul oleh gw dan tiie bersama-sama. jangan suka bohong jadinya repot kan?" tiie mencubit hidung gw... tapi gw bisa merasakannya. ngomongin soal orang meninggal. selain menurut gw ini terlalu dini untuk diketahui orangtua kami. gw jalan bareng dia seperti biasa. sampai akhirnya tiie berkata." ah. kami mampir ke tepi danau tempat dulu biasa kami menghabiskan waktu ketika masih sekolah. dia berdiri di tepian danau berwarna hijau cerah. gw nggak peduli apa yg akan terjadi setelah ini. suasana hening beberapa saat. tiie melirik gw. "thanx rizd. gw bereaksi dg mendengus keras. I will. BERSAMBUNG PART 25 gw sepenuhnya sadar. saat gw mengenakan cincin di jari tangan tiie gw sudah mengambil sebuah keputusan nan sakral. "hahaha. gw jadi inget surat kematian yg lo buat waktu itu. "kangen banget gue sama tempat ini." tiie menghirup napas dalam-dalam. tiie tidak pernah mengatakan itu. "yg bikin gw bohong siapa?" . orangtua tiie belum tahu soal 'lamaran' gw. berusaha mantap. langsung gw peluk tiie. gw tahu keputusan ini punya sebuah tanggungjawab besar. gw mengangguk bahagia." tiie geleng kepala. "emangnya kalo orang lagi seneng harus bikin pengumuman kek orang meninggal yaa?" ujar gw.gw mengangguk. lega campur senang mendengar jawaban tiie. gw tahu-meski gw sudah membuktikan keseriusan gw dg cincin itu-dia masih cukup meragukan kebenaran niat gw. "kok elo biasa aja sih?" gw tersenyum. tiie jg nampaknya masih terkena efek kejut dari cincin yg gw beri kemarin. "yes. tak terbayangkan perasaan gw saat itu.

gw kenal tiie adalah orang yg ceria dan selalu bisa mencairkan suasana. jika berada di sebelah tiie." tiie menjabarkan jari-jarinya.." gw tersenyum. "yaelaah." katanya. "sini coba. "tadinya yg gw mau kasih surat wasiat gw biar sekalian percaya mereka. dia menarik gw ke depan. hehehe. itu hal penting yg membuat gw nyaman di sisinya.. "nah gini kan lebih romantis?" "kasian pohon di belakang nggak ada yg nungguin kan kalo kita di sini?" "yeeee. enggak kebayang deh kalo cincin ini sampe ilang... atau setidaknya tersenyum. gitu aja langsung ngelipet tuh muka. orang pacaran kek orang lagi musuhan berdirinya jauh-jauhan gini. "soalnya kalo nanti gw butuh duit..ngapain jagain pohon segala?" tiie menepuk jidatnya. yaah.nggak ada yg nyuruh elo bohong kan? elo nya aja terlalu kreatip jadinya kek gitu tuh. "kok elo bisa sih seyakin ini sih jalani hubungan sama gw? jujur aja gw sampe sekarang enggak pernah menyangka akan dapet cincin ini dari elo. kami melalui siang yg dingin itu dengan ngobrol nggak keruan sambil ketawa ketiwi nggak jelas. "seperti yg gw pernah bilang ke elo tiie. lalu memakainya di jari kelingking." gw bisa melihat tiie tidak memakai cincin dari gw di tangannya. mengeluarkan cincin yg pernah gw berikan. becanda kok..... sejak pertama kenal lewat sms. "gw takut cincinnya ilang. "gue suka cincin ini. satu hal yg gw syukuri adalah gw selalu bisa tertawa. kesempatan buat gw memegang tangan tiie.. "boleh tanya kan rizd?" kata tiie.." tiie memperhatikan jari-jarinya.." tiie tertawa lebar." lanjut gw. gw bisa jual nih cincin. gw perhatikan jari-jarinya.gitu aja sinis nanya nya?" tiie menarik tangannya.." "itu masih mending. dia merogoh saku celananya."yeee. soalnya kan ukurannya nggak pas di jari manis gw." "." "gw bilang bikin bukan nyuruh bohong." . "kok cincin nya nggak dipake?" tanya gw menyelidik.

jalan kita masih sangat panjang rizd."kalo gw adalah hati yg elo cari di hidup elo?" gw tersenyum simpul sambil anggukkan kepala. tapi gw belum terlalu yakin ini akan berakhir sebaik yg kita inginkan." gw masih diam. "ah enggak kok. gw yakin kita bisa mengatasi konflik yg ada dg baik. "maaf." "elo adalah alasan gw berdiri di sini tiie." lanjut tiie." tiie tersenyum. tapi hati kecil gw setengah mati menolak statement yg satu ini. siang yg mendung itu seolah telah mentahbiskan bahwa gw akan melabuhkan hati gw hanya untuk tiie. gw yakin itu. saat itulah gw bisa merasakan keraguan dalam hatinya.. seyakin apa lo sama hubungan kita?" gw balik tanya.. tiie diam sesaat. kita sama-sama masih muda." jawab gw. "rizd. dan kita enggak akan pernah tahu apa yg ada di depan kita nanti. gw butuh elo buat ngeyakinin hati gw. gw butuh elo buat ngebuktiin bahwa yg kita impikan ini akan terwujud. "kok sekarang lo pinter ngegombal rizd?" komentarnya. gw yakin kok kita akan baik-baik aja. dan dalam hati gw berdoa semoga Tuhan mendengar ini.. gw emang mau lo jadiin gw yg terakhir sebagai pendamping lo. "maka dari itu rizd. gw butuh lo rizd. "kemaren baru beli di gramedia.. "gw belum begitu yakin dengan ini rizd. tapi gw sendiri nggak mau terlalu berandai-andai terlalu yakin ini akan berakhir seperti yg kita inginkan. ini juga gw boleh ngapalin dua hari dua malem!" gw garuk-garuk kepala kayak orang bego." kata tiie pelan. "jangan berpikir gw pesimis dg hubungan kita. lo mesti tau itu." kami tertawa lebar. maksud gw. "elo adalah alasan gw ngasih cincin. "lo sendiri. BERSAMBUNG. gw yakin hati tiie nggak seyakin gw padanya..." gw terdiam. PART 26 . elo adalah alasan gw melabuhkan hati gw. dan elo adalah gw.

samar masih gw dengar teguh berbisik 'lo beneran kenal dia rizd?' tapi nggak gw gubris." jawab gw sok cool. "harrizd. icha berdiri dari duduknya. beberapa bulan terakhir ini kami jarang. jam 2 siang lewat beberapa menit saat dua orang wanita cantik duduk di bangku sebelah meja kami. dan saat gw menoleh ke arah yg dibicarakan teman-teman gw. gimana kabar rizd?" icha menyalami gw. yg gw tahu sekarang agung sudah bekerja di sebuah distributor alat-alat elektronik di kota ini. bertemu bertatap muka karena kesibukan kerja masing-masing. dia tampak sangat sumringah seperti bertemu artis idolanya. dia pernah jadi bagian hidup gw selama beberapa waktu. cukup lama kami bertatap mata.seperti kebanyakan lainnya. "wi. gw kenal baik sosok cewek dg sweater pink itu. sampe saat ini pun gw masih menganggap demikian. lo kenal cewek itu rizd??" bisik teguh bersemangat. "weittz. "hayy. sini !" icha memanggil temannya untuk gabung." gumam gw perlahan. meja tempat gw memang besar karena khusus untuk yg datang banyakan atau 'paket keluarga'. awalnya gw nggak begitu memerhatikan mereka. alhasil. lucky. hampir tidak pernah malah.. dan jujur saja. lucky gawe di pabrik percetakan buku terkenal di bandung. agung dan teguh sedang bereuni di sebuah kafe. sementara teguh sendiri di batam. maka wajar lah kalau hari itu kami bermaksud temu kangen setelah cukup lama nggak bertemu. "baik. pertemuan yg nggak disengaja sebenarnya. gw benar-benar memanfaatkan momen hari raya untuk bertemu orangorang yg sudah lama nggak gw temui. siang itu gw. gw tertegun. meja yg diset untuk empat kursi kini sudah sesak gara-gara icha dan kawannya. lalu menyeret kursinya dan menepikannya di meja kami. "icha." kata gw pada teguh sambil tangan gw membalas lambaian tangan icha. termasuk mantan gw yg sudah hampir 2 tahun nggak pernah tampak batang hidungnya semenjak putus. . tapi teman-teman gw begitu berisik mengatakan 'cewe yg pake pink itu ngeliatin kita mulu!' atau 'deketin aja yuk?'. "mantan gw." icha melambaikan tangannya ke gw seolah baru menyadari siapa gw. hanya saja rasanya berbeda dg saat gw masih jadian dg cewek bernama asli Julia Etika ini. cewek mungil berambut panjang yg memakai sweater pink itu juga tengah memandang gw.

. 'bip bip' anggap saja bunyi hp gw seperti itu. lesung pipit nya tergambar jelas di sisi mulutnya yg gw yakin pasti memakai lip gloss.. menghirup wangi parfum tubuh icha.... dan sikap icha saat ini memang tidak ada perubahan dg dulu sewaktu jadian... gw ingat benar parfum ini yg dia pakai dulu saat jadian sama gw. 'hayy sayang." icha memandang berkeliling teman-teman gw.... kenapa lo mesti takut rizd? bukannya lo udah biasa dapet sms kek gitu dari tiie?? kenapa lo takut? . well. lesung pipit itulah yg dulu pernah membuat gw tergilagila pada sosok icha. "gw icha dan ini temen gw dwii. beberapa kali pertanyaan agung dan teguh dijawab sambil lalu dg mata tetap memandang gw. merangkulnya. lucky memandang gw sebentar lalu gw jawab dg anggukan kepala. gw kembali terpesona dg lesung pipit milik icha. "udah kenal lama mbak sama harrizd?" teguh membuka percakapan. teguh yg mengerti kode gw segera mengajak ngobrol dwii." gw lihat teguh menyikut lengan agung.. gw duduk di sebelahnya seolah masih sebagai cowoknya. gw dg icha dan ketiga teman gw dg dwii....."eh iya lupa kenalan sama temen-temen lo... "eh mas. icha sendiri nampaknya tidak begitu tertarik ngobrol dg teman-teman gw. well. rupanya icha tidak pernah mengganti parfumnya. gejala-gejala cowok mulai terdeteksi di sini. gw pandangi wajah mungil cewek di sebelah gw.. ada pesan dari tiie. boleh tukeran tempat duduk nggak?" kata icha pada lucky yg duduk di sebelah gw. ah. icha mengangguk penuh semangat.. gw merasakan getaran hp di saku celana gw menyadarkan gw dari lamunan yg mulai ngawur nggak jelas..merasakan lekukan lesung pipitnya menempel di hidung gw... lg seru-serunya kumpul sama temen yaa? jgn lupa makan siang ya' buru-buru gw masukkan hp ke saku karena gw takut icha ikut membaca sms itu.. tapi yg gw rasakan saat memandang wajah icha adalah seperti kembali ke masa lalu..... mencium pipinya.mencium keningnya. parfum yg dia pakai benar-benar membangkitkan de ja vu dalam diri gw.. maka sekarang ada dua arah pembicara. entah de ja vu darimana. akhirnya di sebelah gw duduk bidadari mungil berlesung pipit dg wangi yg khas.. lalu.. "lama banget ya rizd?" icha tersenyum lebar ke arah gw. ingin sekali saat itu gw menggenggam tangan icha... gw memberi tanda kedipan mata pada teguh. lalu.

semakin sering berkomunikasi dg icha. gw disadarkan dg cincin tiie. mata gw nggak bisa lepas memandang lesung pipit icha. lagi dan lagi. hati gw selalu berpihak lagi padanya. seperti siang itu saat gw dan tiie memutuskan untuk melakukan perjalanan bareng ke jakarta. rasa gw terlalu kuat kepada tiie. gw sangat comfort dg icha. beberapa kali bahkan gw mereject panggilan dari tiie untuk menjawab telepon icha. sms gw dg icha nyaris sama seperti sms gw dan tiie. gw kembali memandang icha. BERSAMBUNG PART 27 sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan ada sosok wanita lain diantara gw dan tiie. icha telah menghadirkan sebuah de ja vu yg mampu menggoyahkan hati gw. sudah jauh-jauh hari gw dan tiie merencanakan untuk berangkat bareng. dan ini cukup membuat gw kembali mendarat berpijak pada kenyataan yg sebenarnya. ada sebagian hati gw yg melonjak girang dan mengiyakan ajakan icha. tiie akan turun di karawang sementara gw melanjutkan ke jakarta. gw berusaha menepis pikiran aneh di otak gw. gw menggeleng.. siang itu sampai sore harinya saat kami berpisah pulang. gw hapus semua pesan dari icha... saat ini sedang diuji.lo takut ketahuan icha kalo lo udah punya cewek?? kenapa? ah. makanya malam sebelum gw berangkat. sejak bertemu di kafe kemarin. gw yg sebelumnya samasekali tidak pernah berpaling. liburan hari raya sudah usai. beberapa kali di sms dia mengatakan kangen gw.. icha sering sms gw menanyakan kabar atau speak-speak yg jelas menunjukkan rasa yg dia punya buat gw. gw takut . "mikirin apa sih?" tanya icha. tapi sebagian hati gw bereaksi menolak keras hal ini. icha bukanlah tipe orang yg bisa menutupi perasaannya. maka saatnya gw balik lagi ke aktivitas gw di tempat kerja. bahwa gw kini sudah berada di sebuah jalan yg finish nya nanti adalah tiie. kehadiran kembali sosok icha yg sudah lama menghilang nyatanya mampu menyegarkan oase yg nyaris kering di gurun hati gw. apalagi kalau membayangkan lesung pipitnya yg manis. semakin dalam pula rasa yg tumbuh kembali mekar di sebelah hati gw yg sudah terukir sebuah nama yg mengisi cawan hidup gw hampir 1 tahun terakhir. bahkan sekedar melirik ke cewek lain. saat gw mulai terbuai dalam lamunan membayangkan senyum lesung pipit icha. atau pengen jalan lagi bareng gw ke tempat yg dulu sering kami kunjungi berdua. kalau mau ditelisik. dan sebelum pulang kami sempat tukeran nomor handphone.

kek nya sebentar lagi ada yg bakal seserahan nih! gitu coba katanya. parah! diajarin siapa sih kok pacar gw jadi kek gini?" "otodidak aja kok. di dalam bus kami tidak bisa mengobrol leluasa. saat itu bus juga sesak oleh para mudikers. keluarga gw sekarang pada komen mulu soal cincin ini. "bahkan kemaluan pun kek nya gw nggak punya..terus ketemu pacar gw deh." jawab gw. waah.lumayan puas lah. hehehe. gw sih biasa aja. ." gw menyapa tiie yg saat itu berdiri di halte bus." tiie menunjukkan jari manisnya yg dilingkari cincin bermata safir.. eh mereka pada bilang gini.ada konflik dari sesuatu yg nggak gw lakukan. "gw nggak pernah malu soalnya... "lo sendiri gimana?" "cuma diem di rumah. "gara-garanya pas acara kumpul keluarga kan gw pake nih cincin. ada-ada aja lo. "ya jujur gw sih biasa aja. tapi ada malu juga." "malu cincinnya bukan berlian ya?" "enggak gitu ah." "terus lo marah?" "ya enggak laah. "hay sayang. menurut gw itu belum masuk dalam kategori 'selingkuh'.." tiie balas mencubit hidung gw. gimana sih kalo orang malu itu?" gw menggeleng. kami cuma berkomunikasi via handphone. jangan nepuk jidat orang seenaknya dong!. tiie menjawabnya dg senyum manis di bibirnya.. "haduh. "eh iya rizd." tiie tertawa lebar." kata gw. ya malu aja. so. sejak ketemu di kafe kemarin gw belum pernah lagi ketemu icha. aw." gw tertawa pelan. AC jadi sedikit kehilangan fungsinya. maen-maen ke sodara buat silaturahmi bareng keluarga. asal tahu saja. secara artis kan udah biasa digosipin git. kami sempat mengobrol beberapa menit sebelum akhirnya bus datang..... "gimana puas belum liburannya?" "yah.." gw jawab sekenanya.

baru gw hendak membalas. gw cuma mengantar sampai depan rumah karena saat itu sudah sore. gw rebahan di kamar menikmati embusan kipas angin kecil di kosan. kipas itu gw beli patungan dg yg lain. tapi tiie rupanya belum mengantuk. gw tiba di kosan menjelang maghrib. meski tanpa tanda seru pelengkap pesan. gw tahu dia kesal. 'lagi ngapain say?' lama nggak ada balasan.maka adalah keputusan bijak untuk tidur selama perjalanan. makanya gw kirim lg pesan ke tiie. akhirnya tiie balas pesan gw. besok gw masuk pagi dan mereka dapet shift malam. kami turun di pertigaan cikampek. di kosan gw belum ada orang soalnya temen-temen yg lain baru balik besok siang. tapi yg tadi pagi belum gw hapus ! BERSAMBUNG PART 28 malam yg seharusnya gw gunakan buat istirahat setelah perjalanan melelahkan dan persiapan hari pertama kerja. dia meminjam hp gw untuk bermain game sebelum akhirnya dia juga tertidur. sempat singgah dulu di sebuah warung makan lalu melanjutkan perjalanan dg angkot ke rumah tiie.. mungkin karena capek gw tertidur. gw lalu mengirim pesan ke tiie.. setelahnya gw cek hp. buru-buru gw cek inbox gw. gw kirim ulang pesan tadi dua kali lagi. lalu gw tinggal mandi. lalu gw melanjutkan perjalanan kembali menggunakan bus menuju jakarta. gw tahu icha menyampaikan sebuah pesan bernada keras. nyatanya gw sibukkan membalas pesan dua wanita yg saling beradu argumen membela diri. 'gw cuma ngobrol ringan kok sama icha!' ringan? ringan dalam tahap apa dan bagaimana? tiie membuat gw kesal malam ini. baru gw akan . saat gw bangun beberapa saat kemudian gw cek hp barangkali ada balasan dari tiie. Oh my God !! gw memang sudah menghapus semua pesan dari icha semalam. tapi nggak ada. 'tolong ajarin cewek lo sopan santun kalo sms' ini sms icha ke gw. hp gw sudah bergetar pesan dari tiie. 'gw lg sms an sama icha' jelegerr !!.

gw cuma jadi pembaca setia dua kubu yg berperang lewat sms tanpa bisa membalas satu pun pesanpesan itu. gw cek hp gw menampilkan tigapuluh pesan singkat semalam. tapi gw sudah terlanjur asyik dengan game di hadapan gw. malam itu gw menulikan telinga gw dari deringan hp yg baru membisu sekitar pukul duabelas tengah malam. entah berapa kali hp gw berbunyi. dari dalam kamar masih terdengar bunyi hp berdering. 'nih rizd sms dari cewek lo ke gw. aaarrgh!. gw merasa sangat lelah dan ini bukan waktu yg tepat untuk 'berperang' lewat sms. berarti gw sudah sangat terlambat untuk masuk kerja hari ini. maka gw memutuskan menambah 'liburan' gw.. gw keduluan pesan icha yg masuk ke hp. gw bergegas ke pintu. gw lihat jam dinding di kamar menunjukkan pukul sepuluh kurang limabelas menit. seperti bulan-bulan kemarin. gw memberikan limaribu rupiah sebagai iuran keamanan yg dibalas dg senyum ramah Pak RT. gw terperanjat meraih remote dan mengecek jam di televisi menunjukkan pukul setengah sepuluh siang... gw bergegas keluar menuju ruang depan. belum lagi disusul sms tiie yg juga mem forward sms berisi cacian icha yg adalah reaksi sebagai jawaban sms tiie padanya." momen yg tepat. saya mau menagih uang keamanan." seorang lelaki paruh baya menyapa gw di depan pintu gw lihat dia membawa sebuah buku besar. daripada pusing lebih baik gw menikmati pagi ini dengan menyetel lagu-lagu favorit di mp3 player yg menggema ke seantero kamar. masih berisi hasil forward yg satu ke yg lain. gw bingung sebenarnya apa yg diinginkan dua cewek ini. ditemani secangkir teh hangat gw duduk di teras kosan menikmati semilir angin pagi yg mendung. teh manis yg gw seduh kali ini terasa sangat nikmat. "oh my gosh!" gw memaki dalam hati. entah jam berapa sampai akhirnya gw tertidur dengan layar televisi masih menyala. gw lempar hp ke atas bantal. gw hapus pesannya satu per satu. langsung gw cek isi sms icha. "pagi mas. hanya berselang beberapa detik masuk lagi sms icha yg mem forward sms tiie buat icha ke gw. rupanya pagi ini lidah gw sedang berfungsi dg baik. dalam hati gw bersyukur lingkungan kos gw aman karena ternyata semalam gw tidur dg pintu tidak terkunci.' di bagian bawah kalimat tadi ada rangkaian sms kasar dan sangat tidak pantas dibaca. kata gw dalam hati. dan yg pertama gw .. "saya Ketua RT disini. gw kenal itu karakter sms tiie. menyalakan televisi dan mulai mengalihkan perhatian dengan bermain play station. esoknya gw terbangun mendengar ketukan di pintu.membalas pesan tiie. ini berlangsung beberapa lama. hangatnya kentara mengalir di kerongkongan.

" "oh gara-gara semalem ya? gw minta maaf ya kalo gara-gara tadi malem lo jadi telat bangunnya." terdengar suara icha jernih di telinga gw.." "yaelah. kemaren gw jalan sama dia soalnya." kami sama-sama terdiam. terus dia pinjem hp gw. kok lo nelepon jam segini? bukannya gawe?" "hari ini gw bolos. lagi ngapain?" gw berbasa-basi.. cuma ada yg kelewat aja." "lho kok bolos?" "bangun kesiangan gara-gara jadi pembaca setia sms dua orang cewek yg lagi ribut." lanjut icha." "ah enggak kok bukan karena itu. maaf ya cha. "hay cha. cewek lo psycho banget takut kehilangan lo katanya! tapi nggak perlu ngomong kasar gitu kan? gw bukan cewek perebut cowok orang!" gw diam mendengarkan. "mungkin udah nasib gw kali ya.kenapa nggak lo apusin semua sms gw?" "udah gw apus kok. gw beneran ngerasa nggak enak sama lo." gw menyempatkan meminum teh yg nyaris dingin. "emang lo suka sama gw?" icha tertawa pelan. "gw yg harusnya minta maaf ke elo soal sms cewek gw." "lo nggak salah kok. . tiap ada cowok yg gw suka.. "lagian kok bisa sih cewek lo tau nomer gw? emang dia baca-baca sms gw ya?" "kek nya sih gitu. "lagi tiduran aja di kamer. pasti dia udah punya cewek." "iya tuh.. cewek lo nya aja yg kelewatan.lakukan setelah itu adalah menelepon icha. entah apa yg ada di pikiran gw saat itu tapi gw merasa ini adalah tindakan yg tepat. "halo rizd.

. sebuah kalimat klasik yg dipakai orang yg sedang dalam keadaan bimbang seperti gw."perasaan gw ke elo masih sama kek dulu rizd." "thanx ya cha udah ngertiin posisi gw... tapi kini icha lebih bisa 'menahan diri' untuk mengatakan 'kangen' atau 'sayang'. gw pun tidak terlalu mengumbar rayuan atau sindiran yg kadang memang gw katakan. gw masih berkomunikasi dg icha. dan akan selalu sama. saat rasa itu sudah membeku. tapi nggak berarti gw harus memiliki lo.." tuut. mungkin bukan sepenuhnya mencuri.. tiie datang dan mengukir namanya di hati gw. icha menutup teleponnya. biar aja rasa ini ada di hati gw. gw cuma pengen lo tau ini aja. tapi tidak ada yg menyuruh gw memilih." gw tersenyum. hati kecil gw berbunga-bunga mendengar pengakuan icha.. gw bisa memaklumi ini. jd mengapa gw harus memilih? pilihan gw cuma satu dan itu ada di hadapan gw sekarang. "gw nggak bisa coment. tuut. yg harus gw selesaikan sekarang adalah 'kebekuan' tiie terhadap gw. tapi gw pesimis icha tidak menyalah arti kan rayuan gw itu. setelah kejadian semalam. sebagian dari diri gw dulu pernah dimiliknya. "lo nggak perlu coment apapun kok. seandainya gw bisa memilih.. tidak ada maksud lain selama yg gw rayu tidak salah mengartikan rayuan gw.. gw emang sayang sama lo.. tidak ada masalah dg icha. dan sekarang." kata gw. tapi gw pikir itu cuma 'pemanis'. gw sudah memilih satu hati untuk gw. dalam waktu beberapa hari icha mampu mencuri separuh hati gw yg dulu pernah tiie dapatkan butuh lebih dari 4 bulan. BERSAMBUNG PART 29 seandainya gw bisa memilih. yg gw harap juga hati yg terakhir yg gw cari untuk melengkapi hidup gw. dengan segala perhatian dan kata-kata yg diucapkannya icha mampu mencairkan kembali separuh hati gw yg dulu membeku. seperti ..

"eh. wanita di depan gw nampak salah tingkah dan bingung saat akan menjawab. enggan membalas pesan gw saat nomornya aktif dan mereject panggilan yg gw lakukan. bibi nggak tau persisnya jam berapa soalnya waktu mereka pergi bibi nggak liat jam." gw menunjukkan arloji gw. saat itulah secara tidak sengaja mata gw melihat siluet seorang wanita berkacamata sedang mengintip dari balik gorden jendela di kamar atas rumah ini." gw mengangguk pelan. "siang jam berapa bi? perasaan sekarang baru jam satu. "nyari siapa mas?" tanya wanita yg gw yakin adalah pembantu rumah tangga di rumah ini." gw berteriak cukup lantang untuk kesekian kalinya. hal itulah yg mengirim gw sekarang berdiri di depan pagar hitam. "ada di dalem. "assalamu'alaikum.." "emang jam nya ditaro dimana bi kok nggak keliatan?" gw melanjutkan sinis tapi gw yakin pertanyaan ini kalau ditanyakan di saat normal pasti akan nampak bodoh. belum ada tanda-tanda orang dari dalam akan keluar membukakan pintu buat gw. itu. maka gw memutuskan mengulang salam gw beberapa kali lagi. . setelah sebelumnya ke klinik dekat kosan untuk 'membeli' surat sakit sebagai alibi gw besok. saat itu gerimis mulai turun rintik-rintik menimpa kulit kepala gw. suara gw sudah nyaris serak saat seorang wanita paro baya berpakaian agak kumal muncul dari balik pintu bergegas menghampiri gw. saat gw perhatikan dg seksama wanita tadi segera lenyap dari kaca jendela yg bening menyisakan gorden yg bergoyang karena gerakannya." katanya gugup.yg sering terjadi sebelumnya. dia berdiri di depan gw tapi enggan membukakan pagar untuk mempersilakan gw masuk sekedar berteduh dari rintikan nakal gerimis yg sekarang mulai sedikit deras. ng. tiie menonaktifkan nomor hp nya. tangan gw tetap menggedor besi pagar dg gerendel besarnya. gw tersenyum simpul. mengetukkan kunci ke besi pagar sambil mulut gw tidak hentinya mengucap salam. ini belum jam kuliah. gw memutuskan menemui tiie di rumahnya. "tiie nya keluar tadi siang sama temen-temen kuliahnya. jadi gw yakin tiie ada di rumah. hari ini gw sudah 'terlanjur' libur. tapi ya itu tadi bibi nggak ngeliat. "tiie ada di rumah nggak bi?" kata gw menghiraukan kepala gw yg mulai nyeri tertimpa rintikan hujan.

mereka tampak sangat terkejut melihat kemunculan gw. dan malam ini gw tidur lebih cepat. tidak ada yg ditolerir kali ini. tiga teman gw semuanya dapat jatah shift yg berbeda dg gw. kuping gw kembali dipanaskan maki-makian supervisor up yg kali ini menyebut gw sebagai calon penerima jam emas. di kosan sendiri teman-teman gw sudah datang dan tengah bersantai ria menikmati oleh-oleh yg dibawa dari kampung. kecuali alibi surat kematian. ada beberapa rekan gw yg jg senin kemarin 'menambah liburan'. setelah brifing pagi khas ala perusahaan jepang pada umumnya. baju dan celana gw sudah nyaris basah kuyup. biasanya yg berhak mendapatkan penghargaan ini adalah level manager. tapi dg gaya sok cool gw menunjukkan surat sakit yg gw 'beli' dari dokter. karena gw sudah sering ijin sakit seperti ini. gw segera menyeberang jalan dan menggunakan angkot menuju pintu tol cikampek. "iya mas. sebuah perjalanan yg sia-sia. ada pesan apa?" "tolong bilang ke dia. mereka langsung mengerti. ada salahsatu kebijakan yaitu berupa hadiah sebuah jam tangan merk Roll*x khusus buat karyawan berdedikasi tinggi yg telah sangat berjasa berkontribusi buat perusahaan dalam 1 tahun terakhir. dan lo tahu arti ucapan boss gw tadi? itu adalah . berharap semoga besok bisa bangun tepat waktu.. semua alasan. BERSAMBUNG PART 30 mengawali kerja di hari kedua adalah bukan pertanda baik." lalu gw pamit pergi. dan setelah 1 jam mendengar kicauan big boss. jadi dg leluasa gw bisa menguasai kamar sendirian saat mereka kerja. ada dapur dan kamar mandi serta satu buah kamar yg luas untuk kami berempat tidur dan ruang depan yg kami fungsi kan sebagai ruang televisi.. kosan gw berbentuk mirip rumah."saya boleh nitip pesan buat tiie?" kata gw kemudian pada si bibi. ditambah lagi dinginnya AC bus menambah merinding bulu kuduk gw.. di perusahaan gw. dari sana gw melanjutkan dg bus untuk kembali ke jakarta. kalo mau bohong yg rapi gitu. kata gw dalam hati. pagi itu gw dan mereka dikumpulkan di lobby untuk menerima 'ceramah' dan 'masukan' dari big boss berupa ancaman Surat Peringatan ke 1 karena dianggap telah melanggar peraturan dan kode etik karyawan. tapi sore ini sudah berasa seperti malam karena cuaca yg mendung. dalam perjalanan pulang ke kosan gw cuma diam menikmati lagu-lagu dari headset gw. jam tepat menunjukkan pukul tiga kurang lima menit saat gw sampai di kosan. selain gw.

"kalo udah selesai. memanggil gw dg lantang dari kejauhan dg 'panggilan yg tidak semestinya'.sindiran tajam yg ketajamannya mampu merobek kulit seseorang bahkan dalam sentuhan sepersekian detik saja." "membantu???" gw lihat layar laptop group leader gw bernama Amrullah itu." katanya. kalo di tanya macem-macem bilang aja lo nggak tau. "entar jam 10 gw bawain pop mie sama snack." gw mengangguk bersemangat.. "dg laporan yg masih kosong kek gitu lo bilang cuma ngebantu?" Amrullah tertawa." Amrullah beranjak pergi tapi kemudian kembali lagi beberapa detik kemudian. kalo ada supervisor kita kesini lo tinggalin aja nih lappie. oke?" . itu mah gampang kan lagi dikerjain juga sama orang engineering. "nih buat cemilan lo." "tapi job rules gw enggak ada tuh point mengerjakan tugas leader?" "bukan mengerjakan tapi cuma membantu. "hari ini lo bantuin gw aja menyelesaikan daily report gw. mau gw kasih SP1 enggak nih?" "ogah. group leader gw dg seenaknya datang ke tempat gw membawa laptop serta beberapa lembar kertas. "udah kerjain aja." kata Amrullah. "udah abaikan aja dulu. dan hari ini memang bukan hari keberuntungan gw. "terus kerjaan gw gimana? masih ada front door avanza yg harus gw cek. pura-pura kerjain tugas lo. katanya kemaren ada complain dari finishing line??" ujar gw menolak. "bawel lo. lo save di folder punya gw tapi jangan lupa di back up di desktop. begitu tajamnya sindiran itu bahkan mungkin seorang limbad pun enggan bermain-main dengannya. yg ngerjain daily report ini gw. "oiya rizd. kerjaan gw aja belum kelar." katanya enteng. Amrullah mendengus dg kasar." Amrullah merogoh saku celananya lalu mengeluarkan tiga bungkus kopi capuccino favorit gw dan dua batang cokelat yg sering nongol di iklan." "nah gitu dong.

hari ini gw terlalu lelah menanggapi mereka. gw coba mengingat nama itu. she's my first kiss. 'rizd. tapi toh gw krm juga pesan itu. dalam kebingungan dan banyaknya pesan itulah. seperti sudah diduga. lo salah sambung kali. tadinya gw pikir kesialan gw akan berakhir seiring bunyi bel pada jam 4 sore pertanda jam pulang.. well.gw mengangguk pelan.. gw sudah cukup pusing dg icha dan tiie !. kali ini ditemani Amrullah di samping gw.. "tugas kamu apa disini?" gw kenal suara ini.. tapi gw tidak perlu membacanya karena gw sudah bisa menebak isi pesannya. "panggil Amrullah sekarang!" katanya lembut tapi penuh penekanan. Tania adalah mantan pertama gw! saat gw masih cupu-cupunya. gw sampai mengabaikan sosok yg sekarang berdiri di sebelah gw tengah memperhatikan layar laptop.. hp gw bergetar ada pesan singkat dari icha... cewek lo sebenernya mau nya apa sih? kek nya dia seneng banget kalo maki-maki gw' ah. dan setelah itu leader gw benar-benar pergi. dua menit kemudian pertanyaan gw terjawab seiring sms icha dan tiie yg nyaris masuk berbarengan. dia adalah cewek pertama yg pernah gw cium keningnya di sebuah jendela kamar dg perasaan was-was takut ketahuan orangtuanya. dan saat gw tengok ke asal suara ternyata itu boss gw yg tadi pagi dg 'bijak' memberikan sindirannya. "bales nggak ya? bales nggak ya?" gw dalam hati. gw .' meski hati gw menolak. de ja vu dua malam yg lalu. dan setelah berpikir keras selama 10 menit akhirnya gw kirim balasan. 'maaf ini bukan harrizd. dia cewek pertama yg nembak gw.. lebih dari duapuluh pesan berebut masuk untuk gw baca. 'hay ini harrizd bukan? ini gw tania. tapi beberapa detik berselang setelah bunyi bel. dan untuk ketiga kalinya dalam 1 hari gw menerima wejangan tingkat tinggi dari boss. saking khusyuknya mengerjakan job dadakan dari leader.. gw matikan hp dan baru mengaktifkan lagi setelah sampai di kosan. tapi nyatanya hari ini memang bukan hari yg baik buat gw.. lo masih inget gw?' Tania. ada apa lagi ini??. terselip satu buah pesan dari nomor yg nggak gw kenal masuk ke hp gw. ah. langsung gw abaikan pesan dua wanita yg tengah berperang. Tania. gw menggerutu dalam hati.. dan tentu. gw cengar-cengir nggak jelas.

nggak mau memperumit masalah ini.
BERSAMBUNG
PART 31

gw duduk terhenyak di kursi. dari balkon atas sini gw bisa melihat atap-atap rumah di sekitar kos gw.
dari sini juga gw bisa mendengar kerasnya deru mobil yg dipacu melintasi jalan tol atas yg jaraknya tidak
kurang dari 1 km. dalam beberapa kesempatan, saat gw melamun gw sering memandangi mobil yg
berlalu lalang di jalan tol itu. kosan gw nggak terlalu tinggi jadi belum cukup untuk melihat seluruh kota
dari sini.
angin sore yg mendung dan basah perlahan berembus menerpa kulit gw. entah kebetulan atau nggak,
kadang alam juga seolah merepresentasikan perasaan gw. seperti sore ini gw mendapati hati gw tengah
'mendung' tertutup awan kegelisahan. begitu pekatnya awan itu, bahkan sesungging senyum pun tidak
mampu terukir di bibir gw saat gw baca kembali sms terakhir dari tiie.
'gw emang sayang lo. tapi sorry gw nggak mau diginiin sama cowok. lebih baik kita putus sampe disini,
oke? entar kapan-kapan kalo kita ketemu di cirebon gw balikin deh cincin nya.'
rasanya seperti ada sebilah duri yg mengendap di dasar hati gw. perlahan duri itu mulai menusuk-nusuk
dinding hati yg mulai rapuh dan berjamur.
gw adalah cowok, dan pantang buat seorang cowok untuk menangis karena cewek. tapi nyatanya kali ini
gw nggak bisa menahan laju airmata yg mengalir perlahan di pipi gw. gw merasakan kesedihan yg
mendalam. kesedihan yg hanya mampu diciptakan oleh seseorang yg sudah sekian lama jadi bagian
hidup gw. kesedihan yg terlahir karena rasa sayang gw yg terlalu besar buat dia. terlalu besar, sehingga
sampai detik ini pun gw sangat terguncang dg keputusan sepihak dari tiie.
tadi siang saat jam kerja gw sempatkan sms an dg tiie. setelah 'adu kata-kata kasar' dg icha hari minggu
kemarin tiie masih enggan membalas pesan gw. dia cuma sms saat menurutnya ada sms tidak pantas yg
diterimanya dari icha. selain itu, tiie tetap menjadi sosok yg dingin buat gw saat ini.
dan siang tadi gw bersyukur tiie membalas sms gw. sms yg dingin memang, tapi gw selalu berusaha
membaca sms itu dengan konotasi yg positif. rupanya tiie masih kesal atas insidennya dg icha. beberapa
kali dia mengungkapkan kemarahannya pada gw. dia menganggap gw telah melakukan tindakan bodoh
dg berbalas pesan dg icha.
'gw pikir kejadiannya sedikit sama dg kejadian tempo hari lo dan eka. gw cuma sms an sama mantan.
enggak lebih. so, kalo gw bisa maafin lo waktu itu, kenapa lo sekarang nggak mau maafin gw?'

dan inilah awal di mana kemarahan tiie memuncak. dia menolak keras kasus ini disamakan dg kejadian
dulu. dia menuduh gw sangat pintar memutarbalikkan fakta dg mengungkit kejadian dulu yg seharusnya
tidak perlu dibahas lagi. bahkan permohonan maaf gw pun ditolaknya.
'tiie.. udah dong jangan marah terus. lo tahu kan makna cincin yg gw kasih ke elo? mana mungkin gw
berpaling ke yg lain kalo gw udah seserius ini sama lo? lo juga masih inget kan sama janji kita di tepi
danau?'
dan balasan dari tiie adalah sms yg gw baca di awal tadi. setelah itu, tiie enggan membalas satu pun sms
gw. mungkin buatnya semua sudah berakhir di sini. saat dirinya sedang 'berada di atas', itulah saat yg
tepat untuk memutuskan suatu hubungan karena dg begitu dia bisa memberi gw pelajaran bernama
'penyesalan'. dan memang, pelan tapi pasti hati gw mulai diselimuti kegelisahan. gw mulai membodohi
diri gw karena pertemuan dg icha kemarin. gw mulai menyesali adanya sore itu. dan gw mulai menyesali
lesung pipit icha yg telah menggoyahkan hati gw. gw benar-benar dibuat menyesal kali ini..
airmata masih jatuh mengalir dg mulusnya dari pelupuk mata gw tanpa mampu gw seka. hati gw terlalu
kosong untuk sekedar menggerakkan tangan menyekanya dg baju atau telapak tangan sekalipun.
sementara mata gw menatap kosong atap-atap rumah yg berjejer rapi di bawah gw.
balkon ini sejatinya adalah tempat untuk menjemur pakaian. di belakang gw ada beberapa tali yg
dikaitkan ke dinding untuk menaruh pakaian. balkon ini memang jarang dikunjungi anak kos kecuali
untuk keperluan tersebut. dan gw bersyukur karena dg begitu gw bisa leluasa menikmati sore yg
menyedihkan ini sendirian. menyendiri saat patah hati memang selalu lebih baik.
"hey rizd ngapain lo di sini sendirian?" sebuah suara mengagetkan gw. gw menoleh ke asal suara. teman
gw Apendi membawa sebuah ember berisi pakaian baru dicuci menghampiri gw. "pantes gw cari di
kamer enggak ada. taunya bertapa disini lo."
gw nggak menjawab. bibir gw mendadak kaku untuk digerakkan.
"wah, lo nangis ya?" lanjut Apendi menyelidik. kali ini buru-buru gw seka airmata gw. "kenapa lo sampe
nangis gitu?"
gw menggeleng.
"udah cerita aja daripada dipendam dalam hati bisa jadi penyakit."
gw tetap menggeleng.
"diputusin cewek ya? tuh gw bisa baca sms di hp lo."
gw mendapati layar hp gw menghadap bebas ke arahnya. buru-buru gw masukkan ke kantong celana.

"enggak ada apa-apa kok," gw berkilah lalu pergi dari situ. selintas gw melihat Apendi tersenyum. dan
itulah awal mulai berembusnya gosip 'tangisan di balkon'..
BERSAMBUNG
PART 32

gw hirup nafas dalam-dalam. dalam hati gw bersyukur setidaknya gw masih diberi kesempatan
menikmati lagi langit sore ini. sejak putus dg tiie, balkon ini seolah menjadi tempat favorit gw
menumpahkan segala beban dalam hati. dg memandang langit yg luas tak bertepi gw seakan berbicara
padanya menceritakan kegalauan yg saat ini menghinggapi hati. dengan diiringi sebuah gitar tua milik
teman gw mulai bernyanyi yg gw sendiri nggak jelas kunci-kuncinya.
"wooii...jangan nangis mulu, entar kesambet lo di sana angker kan!" salah seorang teman meneriaki gw
dari bawah. sejak kepergok nangis kemarin, temen-temen gw sekarang punya bahan sindiran buat gw.
bahkan ada beberapa yg mengarang cerita horor bertajuk 'tangisan di balkon' yg tentu saja tokoh
utamanya seorang cowok yg baru saja diputusin ceweknya!
tapi it's oke.. gw menganggap itu cuma bahan selorohan. biasanya gw menanggapi sindiran mereka dg
satu senyuman lebar. gw tahu mereka cuma becanda, karena gw pun kadang-kadang jg suka mengejek
mereka.
gw petik lagi senar gitar di tangan. gw hentikan sejenak. gw meraih pulpen dan menuliskan di kertas yg
gw taruh di lantai beberapa kata mengisi bait syair lagu yg sedang gw rangkai. sebuah lagu ungkapan
kegalauan hati gw saat ini. lagu yg hanya terdiri dari untaian nada-nada sederhana. sebuah lagu patah
hati.
sedang asyik mencatat dan mencoret lirik di kertas, dari bawah terdengar lagi teriakan temen gw.
"wooii rizd....ada telepooonn!!" terdengar suara Ardi. gw bergegas menuju tangga lalu turun ke kamar
gw di lantai bawah.
"nih daritadi hp lo bunyi mulu ganggu orang tidur," Ardi menemui gw di depan kamar dg wajah kusut
dan rambut acak-acakan. gw menerima hp gw yg bergetar panggilan masuk. nama icha terpampang di
layar.
"nih," gw serahkan gitar ke Ardi. lalu bergegas gw kembali ke atas.
"hallo," gw menjawab telepon icha. langkah kaki gw terdengar kasar menapaki anak tangga menuju
balkon. anak-anak kos yg lain nampaknya masih tertidur nyenyak di kamar mereka. kebanyakan

" "apanya yg menantang? yg ada jg lo pasti ngincer bebas nya kan?" icha tertawa lagi. kami nggak bisa memenuhi keinginan yg lain. hehehe." "kasian yg ngapelnya donk??" "itu resiko bung. by the way gw sekarang ngekos jg lho. "lagi ngapain?" "baru balik gawe nih." "met istirahat deh kalo gitu. gw sama cewek gw emang banyak banget perbedaannya." "ngekos? ngapain? kan rumah lo nggak jauh-jauh amat dari sekolah? biasanya jg pake angkot. kek nya seru jg jadi anak kos. "met sore rizd.namanya jg jakarta. gw jd mengungsi di luar deh." gw duduk di kursi di balkon. "iya jg sih.. nih temen gw aja lg asyik berduaan di kamer sama cowoknya. ikutan lo. kan anak-anak udah bikin perjanjian yg ngapel kesini mesti bawa cemilan buat pajak." "yaelaah. disini lagi ujan gede. "oh iya gimana kabar cewek lo?" tanya icha..." "kok kayaknya? lo masih marahan ya gara-gara gw?" "bukan karena lo sepenuhnya kok." lanjut gitu. lebih menantang aja gitu." icha tertawa pelan. hehehe. "entar kalo lo ngapelin gw jg bawa makanan yg banyak yaa?" kami tertawa. disitu ujan enggak?" pertanyaan basa-basi yg kerap ditanyakan cewek dalam membuka pembicaraan di telepon.memang dapat jatah shift yg berbeda dg gw. "enggak tuh. lagi istirahat aja." ujar icha." .. tapi nggak papa dink.omongan lo barusan sama kek nyokap gw waktu awal gw minta ngekos. "baik kayaknya. "kalo gw lagi meringkuk kedinginan nih di kamer. dan kami pun larut dalam obrolan ringan.." "yaah. gw selalu berseberangan pendapat sama dia. "gw kan pengen refreshing rizd. "di sini malah panas banget." terdengar suara lembut icha dari seberang.

sampe gw mati. kita putus karena kita nggak pernah bisa menemukan apa yg dinamakan 'C'. juga bukan buat jadi 'B'. Gw bahagia kok bisa dicintai elo.. "jangan pernah memaksa cewek lo buat menjadi 'A'. "sejak putus sama lo rizd."ehmm. gw selalu mikir apa yg bikin kita putus.Tapi kok lo bisa segitunya sih sama gw?" “jangankan elo. gw cuma pengen selalu ada buat lo. “tapi lo nggak keberatan kan dengan perasaan gw ini?” “enggak lah cha.." "thanks cha. Gw Cuma pengen kalo suatu saat nanti lo . tapi kalian harus sama-sama menemukan 'C'. tapi kalian disatukan untuk menjadi 'C'." gw tersenyum simpul mendengar penjelasan icha. kalo misalkan lo adalah 'A'. Justru gw harusnya berterimakasih ada cewek kek lo di dunia ini yg bisa mencintai dengan tulus.” “gw nggak pernah berharap jadi bagian terindah di hati lo rizd. "thanks ya cha." kata icha panjang lebar. gw mendengarkan dg seksama.. maka gw berharap lo bisa nemuin itu dari cewek lo sekarang. tapi hati dan perasaan akan selalu ada. "ternyata gw tau sekarang. icha terkekeh pelan. dan lo jg nggak bisa memaksakan diri lo menjadi 'B'.. maka 'A' plus 'B' harusnya sama dengan 'C'. "sama-sama rizd. maka cewek lo itu 'B'.. lo mau tau?" "boleh tuh." gw sengaja nggak cerita kalau gw sudah putus karena takut membuatnya merasa bersalah. "sejak kapan lo jd orang bijak kek gini?" kata gw. yaitu jalan yg harus kalian tempuh bersamasama untuk mengatasi perbedaan yg ada.lo pernah denger filosofi ABC nggak?" "apaan tuh?" "sebuah filosofi sederhana sih. kalian disatukan bukan buat jadi 'A'.” sejenak Icha diam. gw juga enggak tau rizd kenapa gw bisa sesayang ini sama lo. fisik boleh aja menghilang." "jadi gini." ujar icha. mungkin gw bukan orang yg tepat. jadi kalo 1 ditambah 1 adalah 2.." lama kami saling diam..

. jarang minum. jadi bisa lebih bebas cuci mata melihat cewek-cewek yg biasa berlalu lalang di sana.” Dan pembicaraan sore itu ditutup dengan sebuah isak tangis Icha. "dasar geblek." kata gw dalam hati.. padahal akan sangat menyenangkan duduk di sana karena posisinya paling dekat dg jalanan gang. tapi anehnya dia bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari setengah jam. semakin kuat rasa yg gw punya buat dia.. sebuah penghiburan di tengah oase yg sudah benar-benar nyaris kering... sekarang sudah ada tambahan dua buah kursi lagi dan satu buah kursi panjang untuk kami kumpul-kumpul. hehehe. Isak tangis yg penuh arti. sekarang gw seperti tukeran tugas. teman-teman gw jg sekarang jd sering nongkrong di balkon bareng gw.melihat gw. leader gw yg lebih sering mengerjakan job gw... jarang makan. "ginian doang mah gampang. kalau satu minggu yg lalu cuma ada sebuah kursi kayu di atas.. walau sedikit terganggu. layaknya kebanyakan orang yg sedang broken heart. walau sedikit 'kucing-kucingan' gw masih sering membantu mengerjakan tugas leader gw. sayang kami tidak bisa menggeser posisi galon raksasa penampung air yg letaknya di ujung sudut depan balkon. tapi nggak sampe jarang mandi sih. gw jg mengalami yg namanya penurunan semangat hidup. dan gw dapat 'upah tambahan' tentunya. gw belum menemukan celah yg mampu menghapus tiie dari memori gw. gw sendiri sampai sekarang masih belum bisa melupakan tiie. tinggal nembak angka doang apa susahnya?" komentar leader gw menjawab pertanyaan yg akhirnya gw tanyakan demi menjawab rasa penasaran selama ini. padahal yg dicek adalah part yg terbilang besar seperti panel roof milik xenia atau back door gran max-luxio yg saat itu masih menjadi the big secret karena belum dilaunching ke publik. BERSAMBUNG PART 33 satu minggu berlalu setelah gw putus dg tiie. posisi tali jemuran digeser lebih ke belakang supaya memberikan kami ruang lebih luas. lo akan senyum dan berkata dia pernah sayang sama gw. hehehe. gw mensyukuri itu. gw tetap mandi 2x sehari pagi dan sore hari kok. semakin besar tekad gw melupakan tiie. gw masih bisa menyelesaikan job gw di tempat kerja dg baik. cuma memang kadang gw lupa gosok gigi. disaat gw sedang sedih karena patah hati ada teman-teman yg walaupun tetap dg 'dongeng horornya' menemani gw. gw masih sering duduk-duduk di balkon sekedar menikmati langit senja yg indah atau bernyanyi dg suara fals gw diiringi gitar tua. selain itu semuanya berjalan normal.

"rizd. "tiie?" ucap gw pelan tidak percaya dg kehadirannya saat ini di depan gw. icha lah yg sekarang menelepon gw pagi-pagi membangunkan gw mengingatkan jam kerja gw. icha yg sekarang jadi 'lawan' sms gw. gw ganti memandang Dani. dan saat dia menoleh ke bawah. dia orang yg baik. entah gw harus senang atau marah dg kehadirannya yg tiba-tiba ini. gw berdiri menoleh ke asal suara. gw samasekali tidak menceritakan keadaan gw dan tiie sekarang ke icha." "siapa?" tanya gw." katanya ramah." tiie tersenyum lagi. semua baik-baik saja. "mau apa lagi?" gw mencoba dingin. gw mencoba bangkit dari keterpurukan ini. sampai pada satu pagi yg cerah di hari minggu." lanjutnya. rasanya de ja vu sekali dg ucapan tiie barusan. gw sedang menikmati kopi capuccino hangat favorit gw sambil menikmati pemandangan jakarta dari balkon saat sebuah suara memanggil gw dari belakang. sesosok wanita muncul menapaki anak tangga. senyum yg dulu pernah membuat gw jatuh hati saat pertama bertemu dg pemilik senyum itu." . tiie melangkah mendekati gw. "untuk itulah gw akan menjelaskan hal kedua. "hay rizd. dia dg baik hati mau menunjukkan jalan ke kosan ini. dan gw cuma bantu seseorang yg lagi nyasar di jalan menuju kemari. "lo pernah kirim sms ke cewek lo pake nomer gw pas lo nggak ada pulsa. senyum yg gw kenal. icha yg mengirimi gw pesan selamat tidur setiap malam. "pertama. dg cantik dia bisa menggantikan tugas tiie selama ini. dia tersenyum ke arah gw. biarlah. "dia masih nyimpen nomer gw tuh. Dani berdiri di ujung tangga. dg sisa semangat yg ada dalam diri gw." panggil Dani teman satu kamar gw. singkatnya. sekarang tinggal gw dan tiie di balkon. gw mulai mengadaptasikan diri dg kehidupan tanpa tiie. "ada yg mau ketemu sama elo. meski dalam beberapa kesempatan gw nyaris saja lupa hendak mengirim pesan yg biasa gw kirim buat dia. tolong jangan salahkan Dani. lalu Dani berlalu dari tempat kami." gw mengangguk pelan. icha lah yg sekarang mengisi hari-hari gw. toh gw dg begini saja gw sudah menikmati ini semua. ada sosok icha yg sekarang menemani gw hampir di setiap waktu gw.well." kata Dani menjawab pertanyaan dalam benak gw. "yg gw yakin lo tau pasti itu. semua berjalan normal.

"gw tau gw salah rizd." jawab gw. "kok bisa elo dg mudahnya muncul di depan gw setelah satu minggu ini elo mengacuhkan gw?? lo samasekali enggak mau denger penjelasan apapun dari gw kan? lo pernah mikirin nggak sih rasanya itu semua?" tiie menundukkan kepala. lalu. gw samasekali tidak pernah berpikir tiie akan muncul di depan gw pagi itu. gw tau gw terlalu egois. gw benar-benar dibuat bingung olehnya. gw menatap ke arah lain menghindar tatapan matanya. tadinya gw nyaris sepakat dg hati gw bahwa tiie sudah benar-benar membenci gw bahkan untuk sekedar membalas sms sekalipun. "kenapa?" ujar tiie polos. tapi ciuman kali ini benar-benar mengejutkan gw.kami diam. gw cuma garuk-garuk kepala.. makanya hari ini gw putuskan menemui lo buat ngucapin maaf. "kaget aja. BERSAMBUNG PART 34 gw udah berkali-kali mencium tiie. "setelah gw pikir-pikir ternyata lo emang nggak sepenuhnya salah dan nggak adil buat lo kalo gw nge judgement . gw samasekali nggak menyangka. sebuah ciuman basah menempel di bibir gw dg telaknya. darah gw berdesir kencang dari ujung kaki ke ujung kepala." lagi-lagi tiie tersenyum." katanya. dan belum sempat gw berkata. "gw kaget dg yg barusan." gw terdiam. "sama dengan alasan lo dua minggu yg lalu saat menemui gw di kosan endah. "kok bisa?" kata gw. perasaan gw saat itu campur aduk antara kaget dan bahagia." "sekarang lo tau kan gimana rasanya waktu gw menemukan lo di kamernya endah?" tiie tersenyum. dan gw kaget tiba-tiba lo ada di sini.. "gw mau minta maaf sama lo rizd. tetap dg senyumnya yg menawan. sebuah senyum yg mampu mencairkan kebekuan hati gw selama satu minggu terakhir ini. gw bisa melihat mata tiie yg terpejam tepat di depan mata gw seolah sangat menikmati momen itu. "kenapa lo ada di sini?" tanya gw lagi. gw terlalu dini men judge elo. tiie menarik tangan gw mendekatkan tubuhnya ke gw. pikiran gw berkecamuk hebat saat itu. gw kaget banget saat itu!! setengah sadar buruburu gw lepaskan diri dari pelukannya.

pas nongkrong di kafe ketemu dia deh. "nih. tiie memperhatikan dg seksama. gw yakin penjelasan gw nggak akan lo terima." lanjut gw melihat tiie tertawa kecil.jangan ngomong kek gitu! emang gw sejahat itu ya?" gw mendengus keras. kasihtau gw ya?" tiie merayu. jangan banyak protes!" tiie memaksa sambil tertawa kecil. "gw emang pernah ketemu sama icha.tanpa dengerin penjelasan dari lo. "percuma. "gw akuin emang iya gw sengaja nggak bales..." . abis itu gw balik. kek yg elo liat secara sembunyisembunyi di inbox gw. tapi itu nggak sengaja. sumpah gw kagak ngapa-ngapain. "ayolah. terpaksa gw minum kopi yg dijejalkan tiie. gw cuma pengen dengerin yg sebenernya dari lo soal icha. lanjut. "makasih." gw menarik napas panjang. "oke oke.. "duduk." ucap tiie pelan." kata gw mempersilakannya duduk.. "waktu gw lagi sama temen-temen di mall. "udah. gw duduk di kursi favorit gw dan tiie di sebelah gw. "pantesan waktu itu lo nggak bales sms gw ya?" komentarnya sambil tersenyum penuh arti.. mana bisa gw ngapa-ngapain di tempat seramai itu.." lanjutnya menyodorkan cangkir kopi gw." gw mulai bercerita. terus kita sms an gitu. dan gw tau rayuan tiie pasti selalu berhasil melunakkan hati gw." gw hendak menolak saat tiie memegang tangan gw lalu menyuapkan cangkir ke mulut gw. "minum dulu biar tenang." gw berpikir sejenak." tiie mengangguk-anggukkan kepala. gw kesini nggak minta macem-macem ke elo. "udah minum dulu." kata tiie lagi. tapi di sana ada temen-temen gw kok. "ya abis itu gw tukeran nomer hp sama icha." "iih.

" gw menolak argumen tiie. abis mulut lo komat-kamit kek marmut sih kalo lagi makan!" "enak aja. "sett. "oke deh marmut." tiie tertawa kecil. iya yg itu. . ya udah gw save aja nomernya di hp gw."ah. lo maafin gw nggak?" gw diam pura-pura berpikir." ujar tiie tertawa. "kalo gw liat lo makan... lo itu marmut. karena takut itu sms penting makanya gw buka." lanjutnya." kali ini tiie tertawa lantang. waktu gw pake hp lo.. "abisnya gw sebagai cewek lo kan wajar aja kalo cemburu??" "what's? sejak kapan elo punya rasa cemburu??" "sejak pertama ketemu sama elo. eh taunya sms 'jangan lupa makan ya biar enggak sakit'. gw cemburu takut ada cewek lain yg ngembat elo." "oke.lo kata gw kambing pake diembat segala?" "lo bukan kambing kok. iya maaf. tiie masih tertawa. "sekarang lo mau maafin gw nggak?" "katanya tadi abis dengerin cerita lo balik? kok sekarang pake acara minta maaf segala?" tiie tersenyum senang.. "hehehe." "buka sms tanpa sepengetahuan yg berkepentingan emang bukan sembunyi-sembunyi ya?" kata gw ketus. kan udah gw ceritain ke elo?" "yakin nggak ada yg kelewat?" "nggak ada tuh. gw juga salah kok waktu itu. "sekarang lo jawab dulu pertanyaan gw tadi.. ada sms dari icha. sebenernya gw nggak liat sembunyi-sembunyi kok. "abis ini gw balik deh. gw selalu inget sama binatang kecil yg mirip tikus itu." tiie menggeser kursinya mendekat ke gw. terus cerita soal icha nya gimana?" "ya enggak gimana-gimana. makanya gw tembak aja lo deh sebelum telat.

tiie jadi sering main ke kosan gw sekarang kalau gw nggak sempat ke karawang. biasanya tiie datang pas gw libur weekend atau saat gw dapat jatah shift malem (kan di kamer cuma ada gw doang jangan mikir macem-macem lho !." "sejak kapan lo suka serius? bukannya lo fans ungu?" "sejak saat ini. tapi jumat pagi gw mendapat kabar orangtua di rumah mengalami sakit dan sebagai anak yg baik gw memilih membatalkan pertemuan gw dg tiie lalu jumat malamnya gw pulang ke cirebon. kami kembali menjalin hubungan dg status pacaran.." tiie mendorong kepala gw pelan. mungkin memang sedang mewabah di lingkungan kami. ibu dan adik gw juga sempat terkena virus yg sama.. kali ini sebuah ciuman dari gw yg mendarat di bibirnya. bukan kecupannya yg membuat gw seperti itu. ayah gw terkena penyakit chikungunya dan berdasarkan cerita ibu. beruntung gw memiliki kakak ipar yg berprofesi sebagai .. tapi ) weekend ini juga rencananya kami akan ketemuan. basah. sebelum ayah. BERSAMBUNG PART 35 betapa sebuah kecupan mampu mengubah semuanya."alaah pake mikir segala.. khawatir menyinggung perasaan yg lain dan berakibat seperti kemarin. juga beberapa orang tetangga kami pun mengalami hal yg sama.. hati gw luluh. "iya iya gw maafin.. lalu persis seperti tadi..." "bener?" "bener. tapi ketulusan yg ditunjukkan tiie lah yg telah mencairkan kebekuan dalam hati gw. masih sama." gw menarik tangan tiie dan mendekatkan tubuhnya ke gw. kali ini kami lebih hati-hati." "serius?" "serius.

" jawabnya singkat." kata gw membalas senyumnya." kata icha di kuping gw.tapi sayang gw nggak punya tukang ojek yg nganter gw balik. dalam hati gw bersyukur masih bisa melihat senyum itu. bokap gw sakit. siang itu gw mengantar adik bungsu gw ke rumah kakak untuk sebuah keperluan. "kebetulan banget hari ini gw belum dapet penumpang nih. dia bergegas ke tepi jalan dan setelah memastikan jalanan sepi dia berlari menghampiri gw.. gw balas pesan dari tiie yg menanyakan kabar ayah gw. ekspresinya sama seperti kami bertemu terakhir kali di kafe.dokter umum. "ekskul. ngojek sama saya aja neng?" entah setan apa yg membisiki gw mengatakan itu. dua detik kemudian kami sudah melaju di tengah jalanan beraspal. gw pikir icha lagi sibuk. . gw menikmati perjalanan pulang dg sepeda motor kesayangan gw. gw tinggal balik karena adik gw minta dijemput lagi malamnya. gw menoleh ke asal suara dari seberang jalan. dg headset menempel di telinga. gw tatap lagi senyumnya.. "gw balik kemaren. gw menepi di sisi jalan saat hp gw bergetar. saat itu dia mengenakan pakaian olahraga dg sebuah tas punggung warna pink. icha menarik hidung gw. gw sengaja memilih jalan memutar karena sekalian jalan-jalan mengobati kangen gw pada kota ini. "kebetulan yg indah yaa. seorang cewek melambaikan tangan ke gw dg bersemangat dari salahsatu kerumunan murid di sana." sudah hampir 2 minggu ini kami lost contact. ah. "terus sekarang lo mau kemana?" "balik laah." icha tertawa lebar. kok lo ada di sekolah?" tanya gw. depan sebuah sekolah kejuruan yg rata-rata muridnya cewek. "icha!" gw tersenyum senang saat icha berdiri di samping gw. keadaan ayah sudah semakin membaik hari minggu nya. gw pengen lebih lama lagi bisa memandangnya. "gw takut jatoh nih rizd. baru saja gw hendak menarik gas saat sebuah suara memanggil gw. "elo kok nggak bilang sih kalo lagi ada di cirebon?" kata icha tersenyum tetap dg lesung pipitnya yg menawan. icha menarik hidung gw lagi lalu duduk di belakang gw. "perasaan ini hari minggu deh.

mobil rongsok yg sudah tidak dipakai lagi. dan kedua tangan icha sudah melingkar di perut gw sekarang." icha protes.. entah apa yg harus gw rasakan saat itu. kalau hari minggu pagi. "ayo naek. cukup teduh di atas sini. mobil itu diparkir (lebih tepatnya ditelantarkan) di bawah pohon randu besar di tepi jalan stadion."terus?" "boleh gw peluk elo? biar ada pegangan gitu. "orang pacaran mana ada yg lost contact kek kita?" "maksudnya?" "lo kan udah 2 minggu ini enggak sms gw?" "apaan? kan tiap hari jg kita sms an??" gw heran. lebih asyik di sini. makanya gw tertawa lebar. stadion ini ramai oleh orang yg jogging dan berolahraga." gw mengangguk setuju. senang dan gembira menutupi sedikit rasa bersalah gw yg tiba-tiba hinggap di pikiran gw." gw geleng kepala heran. seperti di Senayan. "jangan ngeres dulu deh.. "rizd. awalnya kami duduk di bawah sebuah pohon. stadion ini memang kerap dikunjungi orang-orang untuk sekedar beristirahat di bawah rindangnya pepohonan yg ditanam di sekitar lingkungan stadion. bahagia. kalo lo nggak buru-buru kita ke Bima aja dulu yuk?" "oke nona. tapi buru-buru gw tepis pikiran itu." Bima adalah salahsatu stadion sepakbola di kota ini. tapi icha mengajak gw ke sebuah mobil bak terbuka tua di dekat tempat kami. "mau ngapain?" tanya gw heran. gw lihat di sekitar gw jg ada beberapa pasang muda-mudi yg 'mojok' di bawah pohon. "kita kek orang lagi pacaran aja ya?" kata icha lalu tertawa. gw tersenyum. "malah lo jahat. ngerjain gw!" lanjut icha. lalu dia memanjat dan kini duduk di atap mobil. hehehe. gw anggap icha lagi teler. .

"ini kan nomer adenya tiie!" kata gw pelan. itu bukan gw. yg ngajakin gw ketemuan di mall hari sabtu kemaren sepulang gw sekolah?? Tapi lo malah ngerjain gw!!” “tunggu dulu. maksud lo apa? Gw baru kemaren ada di cirebon. Dalam hati gw mulai emosi.. “lo kan rizd. yg lo kira adalah gw dan lo sms in dia. apa maksud tiie menggunakan nomor adiknya untuk sms icha dan mengaku sebagai gw? “dengerin gw cha. jadi siapa yg gw sms in selama dua minggu terakhir ini?” icha masih mencari celah bahwa penjelasan gw salah.kali ini gw beneran kaget. Kalo lo mau bukti coba aja sekarang lo call ke nomer gw.” Icha mengambil HP nya lalu mengikuti perintah gw. “sesuatu yg salah udah terjadi di sini.” Tapi pikiran gw sejatinya sudah bisa .” lanjut gw. "lo ngomong apa sih? udah 2 minggu ini lo nggak sms gw!" "ngelindur lo. Selama dua minggu ini lo samasekali nggak pernah berhubungan sama gw lagi. dan betapa kagetnya gw melihat nomor yg terpampang di layar HP Icha. Nomer ini. “jadi. “itu nomer baru lo kan?!” Gw menggelengkan kepala. BERSAMBUNG PART 36 “ini bukan nomer gw. Icha menatap gw heran." icha mengambil HP nya. “maksud lo apa??” tanyanya.” kata gw lagi. "2 minggu lalu kan lo sms pake nomer baru lo? nih liat sms dari lo belum gw apusin tuh termasuk sms waktu minta ketemuan itu. “lo call nomer lama gw kan?” gw memastikan. Ini nomer adenya tiie. gw coba cek kontak dg nama 'harrizd_new'. Saat HP gw bergetar gw tunjukkan nama yg muncul di layar HP gw adalah namanya. Icha mengangguk pelan." icha menunjukkan semua pesan yg dimaksudkannya.

dia bikin ulah apa lagi ke lo?” tanya gw lagi menghiraukan tangisan Icha.” Icha menyeka airmatanya. lo sms gw ngajakin ketemuan di mall sepulang gw sekolah. “gw pikir itu beneran lo rizd. lo ceritain semuanya dari awal sejak orang ini sms ke lo ngaku sebagai gw. “tapi hari itu gw bener-bener diperlakukan dengan sangat nggak adil sama lo! Lo bilang kita ketemuan di kafe atas. Ya udah gw percaya aja. Gw harap lo ngertiin ini. Dia hanya menjadi korban dari orang tidak bertnggungjawab yg memanfaatkan keadaan. “lo enggak pernah sms lagi sampe tiga hari kemaren lo akhirnya minta maaf pake nomer yg laen lagi.. Hati gw terlalu lemah buat sekedar nggak ngebales sms lo.” dia mulai sesenggukan. dan nomer lo yg lama dipake ade lo soalnya lo baru beli HP lagi. yg ada hanyalah segumpal kemarahan yg hampir memuncak di kepala gw.. Untuk sementara gw tahan emosi gw.. gw tunggu lama tapi lo nggak muncul juga. Katanya percuma aja.” icha melanjutkan ceritanya. Akan sangat salah kalau gw menumpahkan kemarahan gw sekarang. Alasan yg masuk akal kan?” “terus lo maafin gw?” “jelas iya! Sejahat apapun elo. Tapi pas gw ke sana gw samasekali nggak bisa ngeliat lo! Gw bingung karena mendadak nomer lo mati. “terus. Dia juga ngelarang gw kirim pesan atau telepon ke nomer lo yg lama. seburuk apapun perlakuan lo ke gw kemaren. gw akan dengan senang hati menerima kata maaf lo. Lo bilang lagi lo ada di parkiran dan nyuruh gw ke sana.” Dada gw semakin sesak mendengar cerita Icha. Dan betapa bodohnya gw karena gw juga nggak berusaha menghubungi Icha dua minggu terakhir ini.” . Icha menggeleng. Gw pengen tau seburuk apa tiie memperlakukan Icha. Gw samasekali nggak punya kekuatan buat marah sama lo rizd. Icha tidak salah apa-apa. Gw terlalu dibuai oleh sosok tiie yg kembali hadir di hidup gw. saat melihatnya menitikkan airmata. Kini saat gw mwmbayangkan wajah tiie. Gw ngerasa dikerjain banget sama lo. “waktu itu dia sms kalo itu nomer baru lo. Mana punya gw rasa curiga ke elo?” Gw memandang iba ke arah Icha. Gw sampe nangis di parkiran!! Gw pikir lo tega banget kek gitu ke gw. gw bener-bener bodoh kenapa waktu terima sms itu gw nggak konfirm ke nomer lo yg lama. “oke sekarang gini deh.menerka apa yg telah terjadi. gw samasekali tidak terima ada yg memperlakukan Icha seperti ini! Apalagi dia mengatasnamakan gw untuk membenarkan perbuatannya itu! “sampe hari sabtu kemaren. Lo bilang HP lo kemalingan waktu kita mau ketemuan.

Lo percaya gw kan cha?” Icha mengangguk. gw lihat di layar HP menampilkan nama dan foto Icha. Kepalanya bergesek di dada gw. “maksud lo.” ucapnya sebelum berlalu dan meninggalkan gw.” Cuma itu yg bisa gw katakan. itu adalah nomer adenya. 'rizd. Gw mengantar Icha sampai depan gang rumahnya. Gw akan coba menegur cewek gw. “gw nggak bisa ngebayangin apa lagi yg bakal gw alami kalo gw nggak tau yg sebenernya. BERSAMBUNG PART 37 sebuah sms di pagi hari membangunkan tidur gw. ternyata betapa rumitnya hubungan gw dengan tiie. “gw ngerti kok cha. Dan setelah keadaan Icha tenang kami memutuskan pulang..” Icha menatap gw heran. siang nanti gw . Tapi gw samasekali nggak pernah tahu-menahu soal ini. jam dinding di kamar menunjukkan pukul setengah delapan pagi saat gw memutuskan untuk tidur lagi tanpa membalas pesan Icha. Gw nggak bisa terima ini. salah nggak sih kalo gw terlalu sayang sama lo??' gw sedikit mengerutkan dahi untuk mencerna kalimatnya. “thanks rizd. “ini udah kelewatan.” “maafin gw cha. “untung hari ini kita ketemu.” kata icha lagi.” kata gw. setelah Icha tidak terlihat lagi gw menarik nafas panjang. “maafin gw cha. ini ulah cewek lo?” tanyanya. Nomer yg dia pake buat sms lo. ah. Lalu kami jadi saling membisu sementara gw tetap memeluk Icha.” “lo nggak akan ngerti rasa ini rizd.. Gw minta maaf banget sama elo..” ucap Icha di sela tangisnya. “nggak semestinya ini dilakukannya cha.Gw meraih bahu Icha lalu merangkulnya.” gw membelai rambutnya. gw baru benar-benar terjaga saat kakak membangunkan gw dua setengah jam kemudian. gw masih ngantuk karena semalam gw tidur cukup larut. “ini bukan tindakan yg dibenarkan. Gw masih terus memandangnya sampai Icha benar-benar lenyap dari hadapan gw.

tapi entah mengapa tubuh gw terasa kaku untuk melakukan itu. suaranya menggema di dinding kamar. dengan wajah sedih Icha mulai menangis lagi seperti kemarin. "sejak kapan lo ada di kamer gw Cha?" gw ulangi menyapanya. tanpa gw bisa melakukan apa-apa. wajah manis dengan lesung pipit yg menawan yg selama ini gw kagumi dari sosok Icha lenyap tertelan ekspresi kesedihannya. gw tetap diam menunggu jawaban sampai akhirnya dia memanggil nama gw. padahal tangisan Icha kali ini lebih histeris dari seorang anak kecil yg minta jajan kepada ibunya. gw lihat bibirnya bergerak hendak mengatakan sesuatu. senyumnya lenyap sekarang. selama beberapa menit gw cuma jadi penonton seorang wanita yg tengah dilanda kegalauan menangis sejadijadinya di hadapan gw. menggenggam tangannya lalu merangkulnya untuk sedikit menenangkan hatinya. ini semakin membuat bayangan Icha berkecamuk di pikiran gw. ingin rasanya saat itu gw beranjak duduk di sebelahnya. benar-benar di depan gw! dengan manisnya dia duduk di sisi tempat tidur gw. . hal pertama yg gw ingat saat bangun adalah wajah Icha yg kemarin menangis. tapi Icha masih tersenyum tanpa menjawab pertanyaan gw barusan. belum pernah gw melihat tangisan yg begitu menyayat hati seperti ini. "lo kenapa lagi Cha?" akhirnya gw mampu bicara. Icha ada di depan gw. sejenak gw pejamkan mata. gw yakin nyokap gw di dapur pun bisa mendengar suara gw. Icha sesenggukan. seolah tangisan itu hanya gw yg bisa mendengarnya. gw yakin suara gw cukup keras dan jelas untuk didengar. hati gw seolah tercabik mendengar isak tangis Icha yg begitu kelam. kali ini lebih histeris. dan ketika gw buka mata bayangannya semakin jelas. kok lo ada di sini?" gw menyapa sambil kucek-kucek mata dan merapikan rambut gw yg acakacakan. entah kenapa pagi ini otak gw memutar kembali memori-memori kebersamaan gw dengan Icha. Icha tersenyum lebar memandang gw. "lo kenapa Cha tiba-tiba nangis kek gini?" tanya gw. suara tangis Icha masih terdengar keras di telinga gw. "hay Cha.mesti balik ke Jakarta jadi gw harus siap-siap. saat baru pertama kenal sampai terakhir kemarin baju gw basah terkena airmatanya. gw heran kenapa orang rumah nggak ada yg masuk ke kamar gw mengecek yg terjadi. seolah dia masih ada di depan gw. Icha masih diam. bahkan bibir gw terlalu kelu untuk mengucapkan kata-kata penghiburan baginya. airmatanya dapat gw lihat jelas mengalir di pipi mengikuti lesung pipitnya. kali ini dengan suara yg lebih keras.

"Icha. "gw cuma pengen lo tau kalo gw sayang banget sama lo sampe detik ini. dan gw masih belum mampu bergerak dari tempat gw sekarang... "iya Cha?" jawab gw. tangisnya mulai reda. Icha tetap diam.. sebuah senyum yg tulus tapi tertutupi kesedihan yg amat mendalam. "maksud lo apa Cha?" gw tanya heran. dia diam sambil tersenyum ke arah gw. "enggak kok Cha."rizd. suara gw seperti tertelan kesunyian kamar. keheningan yg mencekam. "salah nggak sih kalo gw terlalu sayang sama elo?" pertanyaan yg rasanya pernah gw dengar tapi entah di mana." gw memanggil... bahkan sampe detik-detik yg akan datang!" kata Icha di sela senggukan tangisnya.. tapi bahunya bergetar hebat tanda kegalauan yg melanda dirinya. "ICHA!!" gw berteriak tapi yg keluar dari mulut gw adalah tangisan parau. tapi entah kenapa gw mendapati suara gw seolah menjauh. yg nggak bisa jujur dan memilih. beberapa saat suasana hening. yg salah adalah gw." Icha memaksakan tersenyum." lanjut Icha akhirnya. "rizd. di depan gw Icha masih tersenyum." Icha sesenggukan lagi. itu bukan karena gw nggak mau kenal lo lagi. "Cha. gw menggeleng. senyumnya beda dg yg biasanya gw lihat. tapi Icha tidak menjawab. suara gw benar-benar hilang sekarang.. "kalo setelah hari ini lo nggak bisa ngehubungin gw.." kali ini lebih keras. gw coba memanggilnya berkali-kali tapi tetap tidak ada suara." suaranya lirih menusuk tepat di jantung. tapi gw cuma pengen lo bahagia dg pilihan lo saat ini. .. jantung gw berdebar kencang mencerna tiap kata yg diucapkan Icha tadi.

tapi sampai jam satu lebih sepuluh menit gw belum juga menangkap sosok Icha dari kerumunan murid cewek yg berlalu lalang di sekitar gw. tapi gw belum menemukan Icha. satu per satu gw perhatikan murid yg keluar dari gerbang tapi Icha belum juga nampak." sahut yg lain. yg ada hanya keheningan di penjuru kamar. gw mulai gelisah tingkat tinggi. gw yakin itu. maka dg alasan inilah siang itu gw duduk di atas jok motor gw sambil celingukan berusaha menemukan sosok yg gw cari. "kakak yg kemaren jemput Icha ya?" "kita hafal kok muka sama motor kakak. jam 3 sore nanti gw mesti berangkat ke jakarta lagi menggunakan kereta. BERSAMBUNG PART 38 gw masih merasakan jantung gw berdebar cepat. gw cuma mendapati kamar gw yg kosong dg gw sedang terbaring di lantai." sapa salahsatu dari mereka.. belum waktunya bubaran sekolah. biasanya gw memang pake bus. saat gw mencoba melihat lg wajah Icha. hehe. gw kangen melihat lesung pipitnya.. bisa dikatakan hampir 95% siswa sekolah ini adalah perempuan. tapi kalau keadaan 'sempit' seperti ini gw bisa mengandalkan kereta api yg perjalanannya hanya 2. tidak ada Icha. "jangan-jangan Icha ekskul?" pikir gw dalam hati.5 jam saja untuk sampai di ibukota. kini giliran gw yg ditonton seperti itu. dan tentunya kehadiran gw di tengah mereka cukup menarik perhatian. maklumlah makhluk seperti gw di sekolah ini terbilang langka. gw merasa ada yg nggak beres dg mimpi gw tadi pagi. memang ada sebagian yg keluar dari sekolah. padahal sudah hampir jam setengah dua siang. gw sengaja ke sekolahnya bermaksud menemui Icha karena gw pikir mimpi tadi pagi pasti pertanda kurang baik. gw berharap siang ini akan ada seorang cewek yg memanggil nama gw dg penuh semangat seperti kemarin. gw cuma ingin meyakinkan bahwa firasat gw salah. gw sedang mempertimbangkan untuk masuk ke sekolah dan mencari Icha di sana saat dua orang cewek menghampiri gw. gw akhirnya sadar bahwa gw menangis dalam mimpi gw. jam di HP menunjukkan pukul setengah satu siang.gw nggak mengerti ini!! kenapa lo diem aja Cha?? lo nggak bisa denger gw? lo nggak bisa liat airmata gw?! lo kenapa Cha?? tiba-tiba gw merasakan sakit di tangan kanan gw. "hay kak. . sama halnya saat gw sekolah juga melihat seorang wanita di lingkungan sekolah sepertinya hal yg aneh dan akan menjadi tontonan yg mengasyikkan buat semua. tidak ada tangisan itu. gw berusaha se-cool mungkin. hati gw gelisah. dan saat gw merasakan pipi gw basah oleh airmata..

Nadya mengangkat bahu. saya ke rumahnya aja deh kalo gitu. gw memperkenalkan diri. "ini soal Icha!" langsung saja pikiran buruk menguasai otak gw. kata gw dalam hati." kata cewek berambut panjang dan menggunakan lensa kontak warna biru. lagi-lagi kebetulan yg sangat indah. gw menahan niat gw pergi..gawat. makasih ya." gw cukup dikejutkan dg berita ini. "saya Bunga kak. "sejak kapan Icha kek gitu?" Bunga dan Nadya saling pandang." Nadya yg menjawab. "seminggu terakhir ini sih Icha sering cerita ke kita kalo dia ngerasa sering lemes gitu." yg badannya lebih tinggi memperkenalkan namanya. "emang Icha kenapa?" dalam hati gw berkata 'tuh kan gw blg jg apa. "gawat. "Nadya. "oke deh. "kok nggak bareng sama Icha? Icha nya mana?" tanya gw.. "justru itu kak. "Icha kenapa??" tanya gw nggak sabar. "gawat apaan lagi Nda? nyokap lo minta cerai lagi?" kata Bunga geli. kita berdua juga lagi khawatir sama Icha. . gw harus ke rumah Icha. "aah.ah." gw bersiap menyalakan mesin motor ketika seorang murid dari gerbang berlari mengacungkan HP nya memanggil Bunga dan Nadya. kemarin pas ketemu gw yakin Icha baik-baik aja. "kenapa tuh si Dinda?" tanya Bunga. bukan soal keluarga gw!" sergah Dinda.. Icha muntah-muntah hebat di WC. gw langsung mengkhawatirkan keadaan Icha saat ini. makanya dia balik ke rumah nggak ke kosan. cewek yg dipanggil Dinda tadi datang terengah-engah menghampiri kami." jawab Bunga.' "tadi pagi dia ijin balik. terus katanya dia sakit kepala." katanya mengatur nafas. dan kalo aku liat sih dia mimisan gitu dari hidungnya! makanya kita khawatir banget.

lo mau ngapain di situ?" Bunga dan Dinda bertanya bersamaan. "oh my gosh!" Nadya berkomentar. terpaksa gw menunggu tiga cewek tadi di pintu masuk Rumah Sakit." Nadya balik melotot. BERSAMBUNG PART 39 "Ndod. "jangan panggil gw pake nama itu. Dinda menunjukkan pesan di HP nya." "kita ketemu di sana aja ya kak?" kata Nadya. "emang Icha kenapa?" sedikit bingung akhirnya Dinda menjawab. tapi karena gw lupa di ruang mana Icha berada. "ayo kita kesana sekarang!" lalu dia duduk di jok belakang gw. "ke Rumah Sakit. "udah nggak penting soal gw." ketiganya beradu mulut..Dinda. "penyakit lo nggak juga sembuh dari dulu. .. "hay kak. "enggak." jawab Nadya dg tampang innocent. walau berusaha menolak tapi Nadya tidak kuat melawan dua kawannya. suara mereka menghilang saat mereka masuk ke angkot yg mangkal di dekat halte. "nah. dan gw segera memacu sepeda motor gw menuju Rumah Sakit Pelabuhan tempat Icha dirawat berdasarkan informasi adiknya di sms tadi. "eh. "barusan ade nya Icha sms katanya Icha masuk Rumah Sakit!" kami bertiga berseru kaget. dalam hati gw tak hentinya berdoa semoga Icha baik-baik saja. gue bisa jalan sendiri kali. lalu bersama-sama kami menuju ruangan Icha.." Nadya menyapa gw ramah. nggak pake tarik-tarik gini lah!.. cewek berkulit hitam berambut keriting itu melongo keheranan melihat gw. nggak pake acara pegang tangan bisa kan?" Dinda melotot ke arah Nadya yg segera melepaskan genggamannya dari tangan gw. gw masih bisa melihat Dinda dan Bunga mencubit lengannya. Bunga dan Dinda segera menarik kedua tangan Nadya. kita bertiga berangkat bareng!" kata Bunga." kata gw.

" "lagian sejak kapan sih elo protes kita panggil pake nama itu?" Dinda ikut mengkudeta cewek berwajah ke indo an ini. dan buat gw. sesekali ia menyeka matanya dg tissue. "dokter cuma nyuruh kami nunggu." "oya? kok gue nggak pernah denger protes lo ya."hahaha." "Ndod. adik Icha satu-satunya dan tentu saja Tante Lina nyokapnya Icha." "aah. kami kenal cukup baik saat gw masih pacaran dg Icha. "biasanya juga lo fine-fine aja tuhh. oke? nggak ada debat kusir lagi. ia berhasil melakukan tugasnya merangkap sebagai sosok seorang ayah dalam keluarga kecilnya ini dg sangat baik. ia bercerai dg suaminya ketika Icha masih duduk di bangku kelas 6 SD..lo ngeselin nih." katanya.sampe yg tadi barusan. "kok malah ikutan manggil pake nama itu sih kak?" Nadya memprotes.. mestinya lo kan bangga bawa nama bokap lo. tapi hari ini gw nggak mampu melihat hal itu. Tante Lina adalah seorang single parent. "udah 1 jam tante disini tapi belum ada perkembangan. "emang Icha nggak pernah cerita ya?" gw menggeleng. hak asuh kedua putrinya jatuh kepadanya.. di kursi itu duduk dua perempuan.kalo emang udah namanya kenapa mesti malu Ndod?" Bunga menepuk pipi Nadya.. "Icha tuh kena yg namanya Leukemia kronis sejak empat bulan yg lalu.. ketegaran yg biasa ditunjukkannya kini tengah ditutupi awan mendung. Tante Lina menggeleng." dan akhirnya keributan kecil inilah yg mengantar kami berempat sampai di depan sebuah ruangan dengan kursi tunggu berderet rapi di koridornya khas Rumah Sakit. "gimana keadaan Icha. bukan Nandod!" "Nadya Edo Sudjono alias Nandod. tau Leukemia kan? kanker darah . Putri. tante?" tanya Dinda yg duduk di sebelah Tante Lina. emang Icha sakit apa sih kamu tau nggak?" gw berbisik pada Nadya yg duduk di sebelah gw. "nama gue Nadya. Tante Lina adalah teladan yg baik untuk Icha dan Putri." "kata siapa? sejak awal juga gue nggak mau pake nama itu. Tante Lina adalah tipe wanita yg tegar.

hebat sekali Icha menyembunyikannya dari gw! "semua akan baik-baik aja kok tante.. "enggak baik buat cowok nangis di depan cewek. "ini kak. gw sendiri nggak begitu paham dg penyakit yg diderita Icha." tanpa terasa airmata mengalir di pipi gw. lama kami menunggu. gw kangen lesung pipit lo." batin gw dalam hati. gw merasa terpukul dg semua ini." Bunga mengangguk setuju. Icha samasekali nggak pernah menyinggung soal penyakitnya ini ke gw. dalam tiap detik gw nggak hentinya berdoa semoga Icha bisa melewati fase ini dg baik. "sabar ya kak. gw sangat shock dg ini semua. ternyata mimpi gw tadi pagi benar pertanda buruk. "ini cuma ujian kecil dari Tuhan Cha. . "kali ini gejalanya udah akut. dada gw terasa sesak seolah ada sebongkah batu yg menindih. "bisa-bisanya Icha nggak cerita ke gw. apa yg akan terjadi selanjutnya. lo bakal sembuh." gw menghibur diri sendiri. semoga saja bukan sesuatu yg terlalu buruk buatnya. gw mengangguk setuju." ucapnya lembut. hanya suara beberapa perawat dan pasien yg lewat di depan kami yg menjadi musik pengiring kebisuan ini." "thanks Nad. "saya yakin Icha bakal sembuh dan segera gabung lagi sama kita di sekolah. atau Icha yg keluar dari ruangannya sambil tersenyum lebar dan meyakinkan kami bahwa semua baik-baik saja. dan Icha memang tampak normal layaknya yg lain.itu lho.. Nadya menepuk bahu gw perlahan. "gw akan bisa liat senyum lo lagi." Nadya menyodorkan sebuah tissue buat gw." kata Dinda lagi." jujur gw shock banget saat itu." gw mengambil tissue itu lalu menyeka airmata dengannya. jantung gw berdebar cepat." Dinda merangkul Tante Lina dan mengucapkan kata-kata penghiburan. kami semua terdiam dalam sunyi. gw bisa merasakan darah gw mengalir dg panas di sekujur tubuh gw.. Tante Lina kembali menggelengkan kepala dg sedihnya. tante takut Icha kenapa-napa Nda. yg gw tahu adalah penyakit ini terbilang mematikan. rasanya kami sepakat bahwa saat ini yg kami harapkan adalah seorang dokter menemui kami dan mengatakan Icha baik-baik saja dan boleh pulang. waktu berjalan lambat gw rasakan. tiap detik yg berlalu adalah sebuah ketegangan buat kami. kemudian kami kembali terdiam.

gw nggak bisa melupakan begitu saja setiap gerak tubuhnya yg khas.. setiap kata yg diucapkannya dengan penuh semangat.. kata-kata itu mendengung di kepala gw bagai kaset yg diputar berkali-kali dari sebuah tape recorder. rasanya baru kemarin gw ketemu Icha di kafe itu.. melekat erat di otak gw. dan saat itu gw memutuskan untuk 'menambah libur' gw satu atau dua hari lagi. tapi gw nggak mampu membalasnya dg nyata. caranya memandang mata gw. gw bisa melihat kesungguhan Icha mencintai gw. gw masih bisa mencium aroma wangi parfum yg biasa Icha pakai. arloji di tangan Nadya menunjukkan pukul tiga kurang sepuluh. lesung pipit itu. gw ingin melewatkan tiap detik penuh doa ini untuk menemani Icha.. sebuah titik balik bahwa Icha akan sembuh total setelah ini. gw merasa jadi orang paling bersalah saat membiarkannya menangis di pelukan gw. yg ada hanya sebuah pengharapan bahwa ini adalah tahapan yg bisa dilalui dg baik. semua bayangan tentang Icha memenuhi hati dan pikiran gw saat ini. gw ingin lebih lama di sini. dan gw akan jadi orang pertama yg memeluknya saat ia terbangun nanti. betapa menyakitkannya rasa ini. BERSAMBUNG November 27 enggan rasanya mengakui bahwa yg ada di hadapan gw sekarang ini adalah kenyataan. sebuah senyum indah yg tulus dari hati. menelisik dalam rongga hidung gw dan mengalir ke seluruh pembuluh darah dalam tubuh ini.. gw nggak pernah melakukan yg terbaik buatnya. gw menarik napas panjang lalu meraih tangan Nadya. tidak ada Icha yg muncul dari balik pintu cokelat.. "numpang liat jam. seharusnya gw nggak membiarkan airmata itu mengalir dari kedua pelupuk matanya yg indah. gw ingin Icha tahu gw ada di sampingnya." kata gw pelan. dan yg paling menyesakkan tentu saja adalah saat gw mengingat cara Icha memberikan senyum ke gw. nggak seharusnya airmata itu merusak keindahan lesung pipitnya.tidak ada dokter itu. gw merasa bukan apa-apa buat Icha. dan gw tentu saja adalah satu-satunya orang yg paling pantas untuk disalahkan untuk ini. gw bisa merasakan . sebuah kesunyian menyakitkan yg menusuk hati gw yg paling dalam. Nadya tersenyum simpul ke gw...

" gw mengangguk pelan. tidak ada lagi pertengkaran. seenggaknya Icha akan tenang di sana. gw terlambat.. tapi sebuah suara di samping gw menyadarkan gw dari semua itu... tertunduk menangis di samping Icha. karena memang sejak masuk ICU Icha tidak pernah sadarkan diri. memori yg tidak akan terlupakan dan tersimpan rapi di sudut hati gw. tapi nggak mampu gw tunjukkan. tapi kalo kita ikhlas." bisik Nadya menepuk bahu gw. dan tidak akan ada lagi tangisan. gw nggak ada di samping Icha di saat-saat terakhirnya. begitu sesak memenuhi rongga dada. airmata yg sejatinya menunjukkan betapa sakitnya rasa yg terlahir dari sebuah kehilangan yg nyata. tubuh gw bergetar hebat.. sampai pagi ini. entah sudah berapa lama gw menatap gundukan tanah ini. menatap bunga-bunga segar yg ditaburkan di atas tanah yg basah. tadi pagi gw menerima telepon dari Putri mengabarkan keadaan Icha yg memasuki masa kritis. begitu berat gw rasakan menindih pundak gw. semakin menambah deras airmata yg mengalir dari pelupuk mata gw. menyambut tissue yg disodorkan Nadya. gw biarkan airmata meleleh di kedua pipi ini.. gw lihat lagi.. tidak ada lagi penderitaan. "ikhlas nggak ikhlas nggak akan mengembalikan Icha. dan beberapa saat lagi akan mendapati diri gw dalam kamar yg kosong seperti kemarin. gw nggak bisa memeluknya saat dia terbangun. ingin memastikan bahwa mata gw memang rabun dan nggak mampu membaca dg baik. tapi hati dan perasaan akan selalu ada. gw sangat berharap ini semua cuma mimpi.. perasaan yg sama yg sebenarnya gw punya. di belakang kami.. biarlah itu jadi salahsatu memori indah yg pernah terjadi antara kami berdua.' gw merasakan kesakitan yg dalam saat mengingat kata-kata ini. gw nggak mampu membacanya. Icha telah pergi meninggalkan begitu banyak memori yg tertanam dalam hati. 'fisik boleh menghilang.tulusnya sebuah perasaan yg begitu erat tertanam dalam hatinya.. tinggal tersisa Bunga... semua ini benar-benar terasa begitu menyakitkan. airmata gw juga ikut jatuh membasahi tanah ini. gw tertunduk kelu.. . Icha yg kini sudah beristirahat dg tenang untuk selamanya. "ikhlasin Icha ya rizd. sampe mati. tapi gw tidak kunjung melihat dinding kamar gw. Dinda dan Putri yg masih berdiri berpelukan tangan ikut menangis. tapi saat gw datang di Rumah Sakit yg gw dapati hanya isak tangis kehilangan dari family yg datang melayat. Tuhan telah menentukan jalan yg harus gw pilih. berkali-kali gw meyakinkan ini cuma mimpi. tapi nama yg terukir di batu ini adalah nama Icha. yg ada adalah gw tetap di sini.

berakhirlah semua kisah tentang Icha." ucapnya pelan sambil menutupi lilin dari angin dg tangan kirinya. di bawah nama Icha tertanggal 27 November. jangan bikin Icha sedih. Bunga." . mencoba membaca namanya tanpa melihat. tapi gw yakin kisah itu akan bersemi dalam hati kami yg mencintainya. warna favorit Icha. BERSAMBUNG PART 40 sudah satu bulan berlalu sejak kepergian Icha tapi gw belum mampu menepis rasa bersalah yg menghinggapi benak gw." gw mengangguk meski gw tahu Nadya nggak mungkin melihatnya. sebuah akhir dari perjalanan yg indah. "selamat ulang tahun Cha. "Icha udah tenang di sana kak.perlahan gw tatap batu nisan di depan gw." kata gw lirih.. dia mengangguk meyakinkan gw. dan seiring nyala api yg padam di tangan kami. Dinda dan Putri kini ada di seberang mengelilingi makam kecil ini. menarik tangan gw lalu menyelipkan sebuah lilin kecil berwarna pink. terbunuh oleh rasa bersalah yg ada." suara Nadya terdengar jernih di telinga gw. gw pejamkan mata. Icha berpulang tepat di hari ulang tahunnya. "kita tiup sama-sama yaa. mereka juga menggenggam lilin yg sama. kakak enggak salah apa-apa. tapi justru gw lah penyebab itu semua. "itu cuma bikin kakak jadi gila aja tau.. mencoba membaca namanya dari hati gw. "enggak kak. kadang gw berpikir Icha pergi bukan karena Leukemia nya. gw melirik ke arah Nadya. gw sering termenung dalam kesendirian. lalu gw pandangi lilin di tangan gw. gw membuka mata saat tangan Nadya menggenggam tangan gw. meraba ukiran nama di batu nisan itu dg tangan kanan gw. terlalu berat rasanya menjalani hidup yg monoton ini dengan dihantui bayang-bayang seorang Icha. sementara gw di sini. beberapa kali bahkan gw menangis tanpa sebab.. berhenti deh mikir kek gitu. dengan hati-hati Dinda menyalakan lilin-lilin di tangan kami.

Icha sudah menemukan kebahagiaannya di sana. gw rebahkan badan di kursi panjang sambil senyum sendiri.. di kehidupan gw sendiri. tiie sebenarnya juga ada di sana. "entar dilanjut lagi deh. mereka adalah teman yg baik. mungkin kami disatukan oleh rasa kehilangan yg sama. karena gw akan tertinggal jauh nantinya. gw nggak boleh terlalu lama singgah di sana. tiie selalu bisa mengerti yg gw rasakan." gw tersenyum. gw harus mencari pintu lain yg terbuka buat gw. dan gw bersyukur ada sosok tiie di samping gw yg juga selalu men support gw." Nadya menutup teleponnya." lanjut Nadya. dia beralibi bahwa dia penasaran dan ingin tahu seperti apa sosok Icha sebenarnya. maka tugas gw adalah menemukan kebahagiaan gw di sini. tiie mengakui perbuatannya yg menyamar menjadi gw untuk mengelabui Icha. beruntung gw sekarang punya teman macam Nadya. toh Icha juga sudah memaafkannya. udah jam sembilan nih kak. kehilangan salahsatu sosok terbaik dalam hidup kami. jalan yg sudah gw tapaki sejak awal. gw akan melanjutkan perjalanan gw dengan tiie. tidak mungkin gw akhiri begitu saja. gw nggak mau memperpanjang masalah ini."iya Nad. . "eh. sejak pertemuan di sekolah waktu itu kami jadi dekat." "nah tuh udah ngerti? ya udah jangan sampe larut dalam perasaan aja. gw yg memberitahunya. tapi toh seperti yg pernah dikatakan juga oleh Nadya. dan tanpa diminta. bahwa life must go on. Bunga dan Dinda. ada hari ini dan esok yg juga harus gw perjuangkan." "udah deh buang jauh-jauh pikiran jelek kek gitu. well. hidup akan terus berlanjut. gue ngerti kok. tiie sudah tahu yg terjadi pada Icha. begitulah kira-kira gw menyemangati diri gw sendiri dari keterpurukan. si mamah udah ngomel-ngomel mulu daritadi nyuruh beres-beres. dan ketika janji ketemuan di mall. maafin gue. cukup jelas untuk sekedar tahu bagaimana sosok seorang Icha. Icha adalah sebuah persinggahan dalam perjalanan panjang kehidupan gw. jalanin aja yg ada sekarang. biar bagaimanapun tiie adalah pilihan gw sekarang." sebuah suara mengagetkan gw. daah. dengan atau tanpa Icha. oke?" "iya iya. gw nggak boleh terlalu lama menatap sebuah pintu yg tertutup. gw sadar gw hidup nggak hanya dari masa lalu. maka sangat tidak etis rasanya kalau gw harus menghukum tiie atas perbuatannya itu. "pagi-pagi nongkrongnya di sini.

" kata tiie. "ett dah segini cakepnya tetep dibilang marmut!" "sekali-kali lo ngaca deh kalo lagi makan. tiie duduk di kursi sebelah gw. pertengahan Januari nanti. tiie mendengus keras." kata gw." gw menengok ke asal suara dan menyapanya. "jemuran masih kosong nih. lagi pada males nyuci ya?" tiie mengomentari tali jemuran yg hari ini kosong." padahal gw tahu maksud pembicaraan tiie. kan elo marmut?" tiie tertawa lebar.kalo gitu gw minta kandang kecil aja deh. kami akan sampai di 1 tahun hari jadian kami." "buat apaan tuh kandang? suka aneh aja deh lo ini. "by the way."hay tiie. sebentar lagi kita ultah ya?" kata tiie tersenyum. "jakarta lagi kekurangan aer. "masa lo lupa sih??" "hehehe. emang lo mau jalan sama orang belon mandi?" ..gw jarang cek kalender selain buat mastiin tanggal gajian soalnya. "mau kemana?" "mandi lah.. "lo pengen kado apa entar?" "emang mau ngasih? emmh." kata gw lalu berdiri. mulut lo tuh kek marmut tau nggak sih kalo lagi makan?" "enggak. ke Dufan lebih tepatnya. "ultah apaan?" gw pura-pura nggak mengerti." jawab gw sekenanya. "pada nyuci di laundry kali." hari Minggu itu kami memang janji ketemuan di kosan gw. "iya iya gue inget kok..." "buat ngandangin elo. setelah ini kami berencana jalan-jalan ke Ancol. "first anniversary kita sayang. kan gw udah bilang.

lo beneran mau mandi?" seru tiie. sebelum gw balik ke cirebon. . sementara motor gw udah dibawa kabur adik gw. dia bilang lagi dalam perjalanan pulang. BERSAMBUNG PART 41 malam tahun baru 2008. "kan tadi gw udah bilang gitu!" "lha. gw berharap hari ini akan sedikit mengobati kesedihan gw. makanya gw ijinkan adik gw yg mau pinjem motor gw malam itu.." "ogah! otak lo mesum mulu! lo mandi sana. lalu buru-buru gw balas. rencananya kami berangkat jam 7 malam. ada yg punya acara ultah. 'tunggu sebentar lagi' tadinya gw kira malam tahun baru ini akan gw lewatkan dengan kumpul bareng temen-temen. terus gw ditinggal sendirian disini?" "ya udah ikut gw mandi aja. gw duduk di teras rumah dengan harap-harap cemas. 'jadi ikut nggak sih?' gw baca sms dari tiie.. magrib tadi tiie sms katanya dia diajak jalan-jalan sama temen-temennya. kita mandi bareng deh. tapi sial buat gw. pantes daritadi kek ada yg aneh. so gw santai aja.. satu jam kemudian gw dan tiie sudah ada dalam bus yg mengantar kami menuju Ancol. gw tunggu di kamer aja deh. wajar gw gelisah. tapi sampe sekarang belum datang juga. dan dia meminta gw menemaninya. gw cuma bisa garuk-garuk kepala menikmati kegelisahan ini. tapi gw membuat semuanya terhambat sampai jam 8 ini. hehehe.."ogah! udah mandi sana. gw dan tiie memang nggak ada rencana jalan pas malam tahun baru." gw lalu turun diikuti langkah cepat tiie mengejar gw. makanya langsung gw sms kakak gw bilang pinjem motornya.." gw bergegas ke tangga. jam di HP menunjukkan hampir pukul delapan malam. sejak gw kirim sms itu. "eh.

" "yaaaahh. "hay kak. berusaha jaga image. "sorry." sapa Bunga yg dibonceng Dinda." kata Bunga. "kita mau taun baruan nih. "sama ceweknya ya?" tanya Nadya." mereka bertiga berseru kecewa. tuh sama Nadya boncengan. Nadya cuma seorang diri di motornya. "yaelaah pake tanya segala." "yaah.." "gue aja kali yg cantik.mesti diakui sih motor gue emang lebih bagus dari punya dia ini. "ayo kak." Dinda melotot ke Nadya. gw mengangguk pelan. "kalian nggak bilang dari kemaren-kemaren sih. "udah cantik-cantik kek gini juga.gw udah ada janji. mereka bertiga saling pandang.." kata Dinda. . "nggak gitu juga kali.. "gratis kok. "mau pada kemana?" tanya gw. gw pikir jarum bensin lo udah mati.. elo nggak. jadi ini beneran udah mau abis?? wah rugi gw donk!" Nadya cuma nyengir." kata Bunga.ada dua motor matic warna hitam berhenti di depan rumah gw. "busyet lo. Ndod." katanya ketus.." Nadya tertawa lebar sementara Dinda melotot ke arahnya dg tatapan sinis. bisa berdiskusi tanpa bicara sepatah kata pun. tapi gw bisa melihat kedua matanya yg memakai lensa kontak biru berkilat tertimpa cahaya lampu. itulah hebatnya mereka. ikut sama kita aja yuk? tuh si Nandod sampe bela-belain tukeran pake motornya sama Dinda. "kan kemaren-kemaren kakak bilang nggak ada acara malam ini. Nadya yg tampak sedikit malu." sahut Dinda menepuk setir motor. lalu gw menoleh ke Nadya yg tersenyum lebar ke gw. "punya lo kan bensinnya full jadi gw nggak perlu ngisi lagi." kata gw menggelengkan kepala. gw keluar menghampiri mereka. meski saat itu malam hari." gw diam berpikir sejenak.

kakak gw memang demen motor lama yg dimodif sedemikian rupa. Ndod?" "terus kemana lagi?" "maaf ya. lalu beberapa detik kemudian gw sudah meliuk-liuk di jalanan. suara khas motor 2 tax terdengar nyaring di sepanjang gang. "yaah biarpun ada penonton yg kecewa tapi seenggaknya gw nggak perlu keluar duit nih buat bensin. tapi berkali-kali sehingga cukup merusak chemistry yg sudah berusaha gw bangun. jalanan malam itu masih ramai dipenuhi kendaraan yg berlalu lalang. gw berusaha sebaik mungkin beradaptasi dg mereka. bersihin aja busi nya. dan teman-teman tiie yg nampaknya kesal memutuskan meninggalkan gw yg berkutat dg busi kotor motor gw. kami langsung berangkat menuju daerah Telaga Remis. sialnya ini terjadi bukan cuma sekali." Dinda yg menjawab. "kita malah jadi ditinggal gara-gara motor ini. jam 9 gw datang disambut pandangan kesal mereka. motor yg gw pakai ngadat. sebuah daerah di kaki Gunung Ciremai yg tepat untuk melewatkan malam yg dingin. kami mampir di sebuah warung makan lesehan. saat akan melanjutkan acara malam itu dg berkeliling kota."ya udah deh kalo gitu kita balik aja. sayangnya ini memang bukan malam yg baik buat gw.. bukan hal yg sulit karena mereka orang-orang yg baik dan ramah. langsung gw ambil alih Tornado produksi tahun 94 itu." tiie tersenyum sambil mengangguk. "bensinnya belum diisi tuh. dengan menu makan malam ikan bakar. kami melewatkan perayaan ulang tahun kecil-kecilan ini dg menyenangkan. . hehehe. setelah berkali-kali meminta maaf atas keterlambatan gw. "balik ke rumah. "maafin gw ya tiie." "iya gw ngerti. butuh 15 menit buat menghidupkan motor tua ini." kata kakak gw mengingatkan. tiie dan yg lain kumpul di rumah Fani. suara terompet hampir terdengar tiap detik. meski gw belum kenal teman-teman tiie." kata gw nggak sabar." mereka bertiga pamit beberapa saat sebelum kakak gw datang. teman sekelas tiie. "enggak papa kok kak.. "oiya kalo mesinnya mendadak mati." kata gw." kata gw sambil menuntun motor di tepi jalan." ujar Nadya.

atau bahkan tidur saat jam kerja. chemistry diantara kami mulai luntur nampaknya. gw belum sempat menemui dia lagi. gw sendiri nggak bisa terlalu meng handle penyelesaiannya. Sabtu dan Minggu jadi hari kerja normal. itu ditengarai dengan seringnya kami bertengkar tanpa sebab. gw nyaris nggak lagi mengenal seorang tiie. BERSAMBUNG PART 42 memasuki tahun baru ini menjadi masa-masa paling sibuk buat gw. hal kecil yg bisa menimbulkan gesekan emosional kerap terjadi di rentang waktu ini. itu pun jarang dibalas karena gw biasanya menggunakan jam istirahat untuk menambal jam tidur gw yg kurang. dan akhirnya malam itu kami habiskan dg duduk di depan toko menunggu hujan reda sambil tangan gw belepotan membersihkan busi. perubahan drastis. karena memang gw nggak punya waktu banyak buat itu. nggak ada waktu buat gw nyantai kecuali jam makan siang. otomatis selama beberapa minggu terakhir kami layaknya orang yg tidak saling mengenal. begitupun mungkin dia. hanya sekedar sapaan ringan di pagi hari atau ucapan selamat makan siang. gerimis mulai turun. tiie nampak kaget.. "udah jam duabelas nih. kalau sebelum ini di tempat kerja gw bisa santai sms an." gw cium keningnya. kesibukan gw yg meningkat dibanding sebelumnya membuat kami jarang berkomunikasi. ngopi. selebihnya gw disibukkan menyelesaikan job gw. tiap hari gw balik ke kosan saat jam dinding di kamar menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. dan pertengkaran-pertengkaran itu mencapai puncaknya di malam hari tepat sebelum ulang tahun hari jadian kami yg pertama. bahkan beberapa kali gw baru balik jam duabelas tengah malam. pertengkaran demi pertengkaran selalu muncul tiap hari. dari yg dulu hampir tiap menit kami berinteraksi meski sekedar lewat pesan singkat.gw lirik jam tangan gw.. yg kami obrolkan sekarang cuma hal yg terbilang sekedar basabasi. saat itu jam setengah sebelas malam dan gw baru saja rebahan di kasur saat tiie mengirim sebuah pesan ." kata gw menepikan motor di depan sebuah toko yg sudah tutup. kali ini gw benar-benar dibuat 'kerja'. "met taun baru ya. nggak ada hari libur. seperti sepasang kekasih yg baru jadian. mulai muncul sedikit rasa 'asing' dalam hubungan kami. dia tersenyum malu. rutinitas yg monoton dan menguras banyak waktu inilah yg pada akhirnya juga ikut andil dalam renggangnya hubungan gw dengan tiie. sejak terakhir bertemu di malam tahun baru. menjadi lost contact membawa perubahan pula pada perasaan kami.

saat sampai di hitungan satu tahun. pikir gw dalam hati. gw juga nggak ngerti kenapa bisa jadi kek gini. tapi GUE NGGAK TAHAN LAGI !. gw sering mengingatkan tiie soal arti cincin yg gw berikan kepadanya bahwa gw memang berniat serius menjalani hubungan ini. bukan dengan cara putus. ini berimbas pada banyaknya tugas yg nggak terselesaikan. yg belum sempat gw dengarkan ke dia karena memang lagu ini pas dinyanyikan dalam momen membahagiakan seperti ini. makanya gw tunggu di depan lab sampai kelas bubar. tadinya malam ini gw akan sempatkan menelepon tiie tepat saat berganti hari jam duabelas nanti. karena terlalu lelah gw akhirnya tertidur dan bangun keesokan paginya dengan hati yg sedikit hampa. peduli setan dengan konsekuensinya. hari yg seharusnya jadi hari paling bersejarah dalam hubungan kami nyatanya jadi hari tanpa makna yg tetap gw lalui dengan kesibukan gw di tempat kerja.!' benar-benar bukan seperti yg gw bayangkan. enggan membalas pesan dan menjawab telepon gw. meski ini mengganggu pekerjaan tapi gw berusaha menyelesaikan tugas gw sebaik yg gw mampu. gw ingin menyanyikan sebuah lagu yg gw ciptakan buat tiie. 'gue nggak tahan sama kondisi kita yg sekarang. gw hafal hari Sabtu adalah jadwal tiie praktek di lab. gw bertekad menyelesaikan masalah ini dengan cara yg lebih baik. di tengah kegalauan itu gw memutuskan menemui tiie di kampusnya. juga beberapa puisi untuk sekedar menyampaikan perasaan gw saat ini. gw pikir hubungan kami sudah nggak layak dikategorikan sebagai hubungan yg main-main yg biasa dilakukan anak-anak berseragam putih abu-abu. begitu melihat tiie. buru-buru gw hampiri dia.. sebelum berangkat kerja gw sempatkan mengirim pesan berisi lirik lagu yg sedianya gw nyanyikan tadi malam. bahkan gw non aktifkan HP gw. tapi apa lacur yg terjadi benar-benar mengecewakan. tanpa banyak debat gw tarik tangannya menjauh dari kerumunan. . mood gw di tempat kerja semakin memburuk seiring ketidakjelasan hubungan gw dengan tiie. gw ingin menyampaikan betapa bahagianya gw bisa sampai di satu tahun pertama jadian dengannya. gw semakin terganggu dengan ini. gue pengen kita putus dan gue harap lo ngerti ini. seperti yg pernah dan selalu terjadi selama ini. sejak pagi tadi bos gw berkali-kali menelepon tapi gw abaikan. hari Sabtu ini harusnya gw ada di tempat kerja menjalani lembur.singkat. tapi gw membelot. sementara di luar sana tiie tetap 'membisu'. kali ini tanpa meminta bantuan endah ataupun wulan. tiie menonaktifkan lagi HP nya untuk mengacuhkan gw yg ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik. tapi sepertinya tiie menanggapi ini biasa saja.

tiie menepis tangan gw. ada ekspresi ragu dalam wajahnya. gw disadarkan dari lamunan saat seseorang menarik tangan gw menuju pintu sebuah kelas yg kosong. "dia emang cowok gw. "nggak usah ikut campur!" hardik gw. sumpah gw yakin ekspresi bego nya Mr. orang-orang di sekitar mulai memperhatikan keributan kecil ini." kata Endah ke gw. lo pasti bohong." .Bean pun kalah dari ekspresi gw saat ini. gw kenal lo. "ini bukan urusan lo!" laki-laki itu mencengkeram lengan gw sambil berkata. "tapi nggak perlu kan sampe nyuruh orang ngaku-ngaku jadi cowoknya?" gw kesal." katanya dingin sambil melirik tiie. "enggak. "lo tanya sendiri aja sama orangnya. gw yakin tiie akan bilang orang di sebelahnya ini adalah orang gila yg mengakungaku sebagai pacarnya. tadi di kelas aja dia diem mulu nggak nyahut pas gw ajak ngobrol. "tiie lagi nggak mau diganggu. "dia lagi bener-bener nggak mau diganggu. gw menggeleng. lo nggak mungkin ngelakuin ini ke gw."hey. "gw cowoknya tiie dan gw berhak tau ada urusan apa lo sama cewek gw?!!" BERSAMBUNG PART 43 "nyantai aja kali. "lagian siapa elo ngaku-ngaku? gw cowoknya tiie!" giliran dia yg menepis tangan gw. "kalo begitu lo enggak pernah bener-bener kenal gw." katanya lalu menarik tangan laki-laki di sebelahnya dan berlalu meninggalkan gw yg terbengong-bengong sendirian." kata gw menolak ucapan tiie. gw menoleh ke arah tiie. apa-apaan nih?" seorang lelaki menahan tubuh gw." kata tiie pelan. gw yakin dia akan menjelaskan kesalahpahaman ini." gw menepis tangan laki-laki itu.

padahal tanpa dijawab pun gw sudah tahu jawabannya. tunggu waktu yg tepat buat ngomongin ini." katanya. seorang wanita paro baya yg tempo hari menemui gw kembali menghampiri gw. "lo cuma terlalu takut aja rizd. dan gw sudah mendekati kata menyerah dan hampir memutuskan pulang saat akhirnya yg gw tunggu muncul juga. entah sudah berapa lama gw berdiri di depan pagar rumah tiie. gw mengangguk. sementara gw berdiri menyandarkan punggung di pagar. "eh. sehingga membuat gw berputar arah dan sekarang berdiri di depan pagar rumah tiie. Endah menepuk bahu gw. lo tenang aja." kata gw sok cool. gw harap tiie mau membicarakan baik-baik masalah diantara kami. leher terasa kaku. "tiie banyak curhat ke gw. "bentar doang kok. kan biasanya juga gitu?" "tapi ini enggak kek biasanya Ndah." syukurlah ada yg menenangkan hati gw saat ini. berdiri tanpa kata." lanjut gw. yg gw sesalkan adalah gw samasekali nggak hafal jam berapa tiie akan pulang." jawab bibi itu. "ya udah saya nunggu aja deh sampe tiie nya balik. kaki gw mulai terasa kebas dan panas. gw ketuk-ketukkan gerendel besar ke besi pagar. entar kalo udah adem juga bakal baikan. dan dengan sabarnya gw menunggu. gw terlalu takut kehilangan tiie. tadinya gw berniat langsung pulang ke kosan tapi entah apa yg merasuki otak gw.. "thanks Ndah. nggak perlu bi." kata gw lalu beranjak pergi.gw garuk-garuk kepala. si bibi kemudian masuk kembali ke rumah.. "tiie nya ada bi?" tanya gw. "mending biarin aja dulu. . "terus gw mesti gimana dong?" tanya gw. saya nunggu di sini aja. gw berniat 'menghadang' tiie di sini." gw memukul pintu. "belum balik tuh mas." "yakin nih nggak mau masuk?" si bibi melepaskan kembali gerendel pagar.

. ternyata begitu berat mempertahankan sebuah hubungan mencapai titik yg gw inginkan. BERSAMBUNG PART 44 makin hari tiie makin menjauh dari gw. atau mengalihkan perhatian gw dengan mengirim 'umpan' berupa seorang bidadari yg kecantikannya bahkan nggak melebihi anak pemilik kosan gw. dia benar-benar jadi sosok yg nggak gw kenal ! aneh rasanya mendapati diri gw selalu diacuhkan olehnya.. dia masuk lalu mengunci pagar lagi. dan setelah gw sadari tidak akan ada yg keluar dari sana untuk menyambut gw. samasekali nggak ada lagi perhatian sedikitpun ke gw yg selama ini selalu ditunjukkannya. gw menghela nafas panjang. nebeng di motor temennya. bahkan gw nyaris berkelahi dengan laki-laki kurang ajar yg kemarin mengaku pacar barunya tiie yg belakangan gw tau namanya Ega. berkali-kali gw bolos gawe untuk menemuinya di kampus. gw terus memandangnya dari tempat gw berdiri. gw masih berdiri diam di tempat gw memandang pintu yg tadi dilalui tiie. dia melihat dan tahu keberadaan gw." gw menyapa dengan suar cukup lantang. tapi berkali-kali pula gw 'ditolak'. jarak diantara kami hanya setengah meter. gw mulai berpikir bahwa tiie memang benar-benar sudah nggak ingin ada gw lagi di hidupnya.. "hay tiie. tiie melangkah menuju pagar dan membuka gerendelnya.tiie turun dari sebuah angkot. mata gw masih menatap pintu cokelat itu beberapa saat lamanya. ngumpet di Ruang Dosen. akhirnya tiie menghilang di balik pintu rumahnya. selalu ada cara buat tiie menghindar dari gw. belum pernah kami putus dan belum juga nyambung lagi dalam waktu yg cukup lama. mungkin gw sekarang cuma jadi sampah yg mengotori pikirannya. membiarkan gw yg lagi-lagi hanya bisa termangu melihatnya berlalu tanpa menggubris gw. "sebegitu nggak berartinya lagi kah gw sampai gw diperlakukan seperti ini?" kata gw dalam hati. gw putuskan untuk pulang ke kosan. terus apa artinya hubungan selama 1 tahun . tapi tiie seolah tidak melihat gw di dekatnya.

kalau akhirnya begitu mudah seperti ini?
"nggak, gw yakin tiie nggak seperti itu," gw menghibur diri sendiri. "gw yakin tiie masih sayang gw."
gw harus membuktikannya. maka dari itu gw putuskan menemuinya lagi. gw ingin tahu yg sebenarbenarnya, karena selama ini tiie selalu diam membisu. kalau toh nanti tiie memang benar-benar ingin
pergi dari gw, it's oke kali ini gw akan turuti kemauannya. tapi gw ingin mendengar itu langsung dari
mulutnya sendiri biar gw tenang dan nggak penasaran.
akhirnya siang itu gw sampai lagi di depan pagar bercat hitam. gw sedikit tegang kali ini. gw berharap yg
ada di pikiran gw salah. menggosok-gosokkan telapak tangan selalu bisa menghangatkan. gw menghela
nafas berusaha setenang mungkin.
gw buka gerendelnya dan bergegas masuk. gw sengaja melakukan ini karena takut tiie akan tahu
keberadaan gw lalu menghindari gw lagi. gw mengetuk pintu cokelat di hadapan gw dengan cukup
keras.
"semoga bukan si bibi lagi," harap gw dalam hati.
cukup lama sampai akhirnya terdengar suara 'klik' pada pintu di depan gw. gw bersiap dengan segala
kemungkinan. pintu terbuka lebar dan gw lihat sosok tiie di belakangnya. hanya butuh sepersekian detik
buat tiie menyadari keberadaan gw lalu bergerak cepat menutup pintu.
brakk!
"tiie, gw pengen ngomong sama lo!" gw berhasil mengganjal pintu dengan kaki kanan gw.
"apaan lagi sih?? enggak ada yg perlu diomongin lagi!!" tiie tetap mendorong pintu hingga telapak kaki
gw benar-benar terjepit sekarang. sangat menyakitkan memang, tapi gw pikir ini kesempatan emas gw
bisa bicara dengannya.
kami saling mendorong pintu. dan gw semakin merasakan nyeri di kaki gw.
"gw mohon tiie..kita bisa bicarakan ini baik-baik," kata gw. tiie akhirnya menghentikan mendorong pintu
tapi dia tetap menahan dari belakangnya.
"ya udah ngomong sekarang. lima menit cukup," terdengar suara tiie dari balik pintu.
"bisa kita ngomong tanpa melibatkan kaki gw?"
wajah tiie muncul di celah sempit pintu menengok ke arah kaki gw di bawah. dia lalu membuka pintunya
sedikit lagi. tanpa peduli rasa sakit gw manfaatkan celah itu untuk menerobos masuk.

gw langsung menahan kedua tangan tiie yg mendorong gw.
"lima menit," kata gw. lalu tanpa dipersilakan gw duduk di kursi tamu. sakit di kaki gw terasa semakin
nyeri.
tiie duduk di kursi seberang gw.
"cepetan ngomong, lo udah ngabisin dua menit buat bengong. tinggal tiga menit," kata tiie ketus.
"lima menit kalo keadaannya normal," sahut gw mengelus kaki gw. "kaki gw butuh waktu penyembuhan
nggak kurang dari 1 jam. emang lo tega ngeliat gw jalan pincang?"
tiie menatap gw dengan tatapan aneh. suasana benar-benar kaku sekarang. situasi yg sebelumnya nggak
pernah gw alami dengan tiie.
"sampe sekarang gw nggak ngerti kenapa sikap lo kek gini ke gw," gw membuka pembicaraan.
"dari dulu lo emang nggak pernah ngerti tentang gw," sahut tiie tajam.
"gw pikir lo bener-bener sayang sama gw..."
"kalo gitu pikiran lo salah!"
"oke gw akuin gw emang salah..."
"bagus deh kalo gitu."
"gw terlalu sibuk sama kerjaan gw..."
"semua orang kerja emang gitu kali?!"
"tapi kalo omongan gw selalu disela, kapan mau selesainya??!"
tiie terdiam. akhirnya ada kesempatan gw bicara.
"gw tanya sama lo sekarang tiie, lo masih sayang sama gw nggak?"
tiie menggeleng.
"gw nggak pernah sayang sama lo."

"bohong!" suara gw meninggi. "lo bisa aja ngebohongin perasaan lo, tapi lo nggak bisa ngebohongin
gw!"
"tau apa lo tentang gw?? lo tuh nggak pernah ngerti keadaan gw!! lo egois! lo nggak pernah benerbener peduli sama gw!!?"
gw tertegun. gw pandangi tiie yg kini mulai menangis.
"lo nggak ngerti tentang gw. samasekali nggak ngerti......"
"maafin gw tiie," kata gw pelan. "gw udah berusaha sebisa gw buat jadi yg terbaik buat lo."
"gw tau itu," tiie mengangguk.
"tapi gw sayang lo tiie..."
suasana hening. keheningan yg mencekam. lama kami diam. setelah gw pikir-pikir lagi, gw putuskan
berdiri lalu beranjak pergi tanpa mengucap lagi sepatah kata pun...
BERSAMBUNG
PART 45

setelah pertemuan hari itu, hubungan gw dengan tiie perlahan kembali membaik. tidak sepenuhnya
memang, tapi sekarang tiie mau membalas sms gw. beberapa kali dia yg mengirim sms dulu sekedar say
hay atau mengajak ngobrol. dan boleh dikatakan, setelah beberapa hari sesudahnya hubungan kami
benar-benar membaik.
bukan balikan, tapi sekedar membaik. gw cukup bersyukur akhirnya dia luluh juga. memang dalam hati
gw masih berharap bisa balikan lagi, tapi kali ini gw nggak mau menunjukkan itu terang-terangan karena
takut membuat mood tiie kembali buruk. biar saja mengalir apa adanya tanpa harus gw paksakan.
dan pertanda bahwa sudah benar-benar tidak ada perang dingin lagi adalah ketika tiie kembali membuat
surprize di hari ulang tahun gw di awal Maret. secara mengejutkan dia datang ke kosan, membawa
sebuah kue tart mini plus hadiah sebuah sweater manis dan kaos berwarna biru. melalui sebuah acara
kecil-kecilan, karena cuma ada kami berdua, lengkap dengan ritual pecah telor di kepala hari itu menjadi
salahsatu ultah yg menyenangkan buat gw.
kami seperti menjalani sebuah hubungan tanpa status. tapi toh gw nggak terlalu
mempermasalahkannya. selama tiie merasa nyaman akan ini gw nggak akan mengusik terlalu jauh. gw
ingin mengembalikan lagi feel yg dia punya buat gw secara perlahan-lahan. gw mencoba sabar untuk ini.

hehehe Jumat malam yg dingin. masih dengan kesibukan lembur dan seabrek kerjaan lainnya. takut kalo ketahuan. tapi tunggu dulu. tinggal sedikit kesabaran lagi maka gw akan mendapatkan tiie kembali.karena gw adalah orang yg berkeyakinan bahwa kesabaran akan berbuah manis.. akhir-akhir ini banyak sms dari teman gw yg mengkonfirmasi nomor mereka yg baru. dulu gw lagi marah-marahnya jadi gw save kontaknya dengan nama itu.. maka dua detik kemudian gw tekan tombol hijau di keypad HP gw. kata gw dalam hati. masa lo lupa bro?" ah SKSD banget gw! . padahal peduli setan mau ketahuan juga apa urusannya?? "hallo. mantan tiie yg dulu pernah jadi pemicu keributan diantara kami... sumpah gw mendadak parno. otak jail gw mulai bekerja. maka gw iseng-iseng menghapus kontak yg sudah kadaluwarsa dari log HP gw. ini Eka?" jujur sebenarnya gw enggan menyebut nama itu. "hallo. beberapa nomor yg menurut gw nggak penting juga kena delete.... gw bahkan sudah lupa ada kontak dengan nama itu. tapi kali ini gw selalu menyempatkan menelepon atau sekedar sms tiie. begitu nama yg tertera di sana. weekend ini gw janji ketemuan lagi dengan tiie. gw nggak tau mesti ngapain. dan tanpa terasa gw sudah sampai di penghujung bulan Maret. "gw Agung. setelah gw ingat-ingat lagi ternyata itu adalah nomor Eka.. hari-hari gw sendiri masih berjalan seperti biasa." gw bingung... dan saat sedang asyik menghapus kontak-kontak itu.. Psychopat. sejenak gw ragu dihapus nggak ya? ah ngapain juga disave." terdengar suara di telinga gw. kek nya seru juga deh ngerjain orang malem-malem gini. gw banyak belajar dari yg terjadi kemarin.. sudah jauh hari gw meminta ijin kepada bos untuk nggak mengikuti lembur hari Sabtu dengan alasan keperluan keluarga yg mendesak.. gw sedang duduk-duduk di teras kosan sambil mengutak-atik HP.. "iya ini siapa ya?" "enngh. dan entah apa yg melintas di otak gw saat mulut gw dengan lantang menyebut sebuah nama.. sambil menunggu jawaban gw memikirkan trik apa ya yg bakal gw pake buat ngerjain tuh orang. gw sampai di sebuah nama.. gw tertegun memandang nama yg tertulis di layar HP gw.

.. gw yakin ini adalah jawaban dari pertanyaan yg dulu sempat hinggap di benak gw... "gw di Bandung ikut paman gw. beberapa pertanyaan yg nggak bisa gw jawab gw alihkan dengan membahas masalah ekonomi negara yg makin memburuk. "ooh lo Gung!" kata Eka yg akhirnya membuat gw bernapas lega." jawab gw sekenanya. "Agung.... untung. "tapi gw pernah ada di posisi mantannya cewek . gw disini juga nebeng di tempat sodara jadi nggak enak kalo mau keluar. "sedih kenapa lo?" "gw baru putus sama cewek gw tiga hari yg lalu.. sumpah kecewa banget gw!" Eka cuma tertawa kecil." gw mulai trik gw..... gw akan meminta maaf atas kesalahan sambung gw. hehehe. gw di cirebon aja nih. selamet. kalau ternyata Eka nggak kenal juga sama nama ini.." dan akhirnya kami terlibat dalam obrolan ringan.justru itulah bro." "ya udah tinggal gawe aja masa sih nggak bisa?" "bukan nggak bisa Gung. gw enggak pernah sih kek elo.... "eh. gw lagi sedih banget. padahal gw pengen gawe di luar kota juga kek elo..anak jurusan Elektro bro! wah lo kebangetan banget lupa sama sohib lo!" dan lebih kebangetan lagi gw yg samasekali enggak sadar apa yg gw katakan! gw cuma berspekulasi.. terus siapa lagi ya nama yg gw sebut? "kemana aja lo nggak ada kabar? sekarang gawe dimana lo?" pertanyaan khas alumni STM." gw jawab begitu karena tiba-tiba sebuah ide melintas di otak gw. pokoknya semua jawaban gw ngasal! "wah asyik dong.. lo balik ke Cirebon kapan? entar kita double date yuk?" kata Eka...emhh. lo pernah enggak sih ngerasa sakit ati kek gini gara-gara pacar lo selingkuh sama mantannya?" "hehehe.. bujug...." jawab Eka.... "sakit hati banget gw bro. atau lebih tepatnya obrolan asal-asalan.. gw mesti jawab apa? "waah. "cewek gw selingkuh sama mantannya.."Agung yg mana ya?" tanya Eka lagi...

ya pokoknya nggak ada bedanya sama waktu pacaran deh! tapi kan gw juga pengen kejelasan hubungan gw. tapi tiie tetep sms gw kek kita masih jadian aja. Tiie bilang dia bingung milih antara gw atau si Harrizd. ketemuan. dan sialnya ternyata dia milih Harrizd. "tapi lagi-lagi. makanya gw suruh dia milih.. "dia ngerebut Tiie dari gw. "jadi harrizd tuh pernah buka HP nya tiie dan liat sms-sms gw buat tiie. dan ternyata!! yg gw dengar barusan cukup membuat gw terdiam. nonton.lo. dia udah mencium aroma perselingkuhan gw. biarpun dia bilang dia lebih milih Harrizd.. emang kapan lo punya cewek?" "ah ngehe lo." jantung gw berdegup kencang. gara-gara Harrizd tiba-tiba Tiie mutusin gw tanpa alasan yg jelas." "emang gimana ceritanya?" gw semakin memancing di lahan yg tepat! "iya jadi kan gini. jalan bareng.. "tunggu dulu... ya gw sih asyik-asyik aja biarpun cuma jadi simpenan ya nggak? namanya juga cowok." sampai di kalimat inidalam hati gw pura-pura nggak kenal nama yg disebutkan Eka. terus Tiie bikin sandiwara itu deh. "tapi Tiie pinter juga." gw mendengarkan dengan saksama. status gw sama dia udah putus waktu itu..." "ooh. kejadian di mall. gw ingat tiie pernah bilang ke gw bahwa dia dan Eka nggak pernah lagi bertemu setelah meraka putus.. dia tetep berhubungan sama gw. "asal lo tau. itu tuh waktu gw masih sama Tiie." "maksudnya??" jantung gw berdegup makin cepat." gw mulai bisa menebak arah pembicaraan Eka. yg anak SMA 5 itu yaa?" "iya bro. kejadian saat gw merebut HP tiie. lo inget dia kan? waktu itu kan pernah gw kenalin ke elo." meski terkejut gw masih bisa tersenyum mendengar pengakuan Eka.. si Harrizd anak jurusan Mesin di sekolah kita. bayangan-bayangan buruk beberapa bulan lalu kembali melintas di otak gw. dia pernah merencanakan sesuatu semacem sandiwara gitu lah buat nutupin hubungan gw sama dia dari cowoknya. gw ditugaskan ketemu Harrizd di mall bareng tiie . HP di tangan gw sampai bergetar. waktu gw lagi adem-ademnya sama Tiie tiba-tiba ada cowok brengsek. hehehe.

" jawab Eka. tapi menangisi kebodohan gw selama ini! tiie yg gw kira adalah sosok terbaik yg ada di hidup gw ternyata dengan mudahnya melakukan ini semua!!! bodoh sekali gw mempercayai tiap kata yg diucapkan tiie! bodoh sekali gw dengan begitu gigihnya memperjuangkan seorang tiie! sebuah kebodohan terburuk yg pernah ada!! sabtu siang ini gw sudah janjian dengan Tiie. pas banget rumah gw lagi kosong.. "yaa gitu deh. meskipun gw tahu akan berat. kata-kata Eka terus mendengung nyaring di kedua telinga gw. tuuut." "terus?" bahu gw sudah bergetar menahan emosi. sejak pagi gw samasekali nggak menyinggung soal Eka semalam karena gw ingin mengatakannya langsung di depannya nanti." darah di sekujur tubuh gw terasa panas." tuut.. antara percaya dan nggak percaya gw mendengarnya. "yaah. tapi bukannya lebih baik tahu yg sebenarnya daripada dibohongi?? semalaman gw nyaris nggak bisa tidur. terus dua minggu yg lalu kalo nggak salah. "pas kita lulus.. tiie kuliah di karawang jadi kita nggak pernah ketemu lagi. "tapi kita tetep sih sms an kek biasa. gw putuskan menutup telepon karena gw benar-benar nggak sanggup mendengar kelanjutannya!! BERSAMBUNG PART 46 entah apa yg harus gw katakan lagi.juga. terus pas kita bertiga lagi ngobrol gw pura-pura marah ke tiie biar si cowok bego itu percaya kalo kita nggak ada apa-apa! dan itu berhasil!! hahaha. dan tepat pukul dua siang gw sudah ada di depan pintu cokelat. rencananya kita akan nonton film terbaru. yaa bisa . lo tau sendiri lah kalo sepasang kekasih ketemu ngapain? ya kita. O my gosh!! berarti selama ini gw ditipu mentah-mentah oleh mereka?! "kapan terakhir kali lo ketemu Tiie?" tanya gw dengan sedikit gusar. bukan.." gw benci banget mendengar suara tawa itu.. tapi toh ini tetap harus dijelaskan kebenarannya. disambut senyum manis tiie seperti biasanya.. "terus dia maen ke rumah gw." sampai di sini gw pastikan ini benar karena tiie memang bilang kalo dia balik ke cirebon karena ada keperluan keluarga.. bukan menangisi tiie. langit siang itu mendung. tiie bilang kalo dia lagi ada di cirebon. menelepon Eka semalam mungkin adalah keputusan keliru yg gw lakukan.. tapi kali ini senyum itu nggak mampu menyentuh hati gw. ingin sekali gw menangis.namanya juga jadi suami simpenan ya mesti berkorban akting juga laah.

" gw menenangkan diri sendiri." gw berkilah.. "kok nggak diminum es nya?" tanya tiie melihat gelas yg nggak gw sentuh sedikitpun. gw menganggap ini cuma bagian formalitas dari sebuah acara inti yg nanti pasti akan berdampak besar dalam kehidupan kami." . gw tetap diam berkutat dengan pikiran gw sampai tiie muncul dengan anggunnya di hadapan gw. gw sambut uluran tangannya dan kami pun berlalu. "daritadi senyum lo aneh. gw biarkan saja dulu. tiie nampaknya masih belum menyadari apa yg akan terjadi selanjutnya. gw menggeleng.. inilah momen yg tepat menyampaikan semuanya.dikatakan semendung hati gw saat ini. tiie mengangguk. "yuk masuk." lanjut tiie lalu berlalu ke kamarnya. "lo kenapa sih kek nya hari ini lagi bad mood ya?" tanya tiie akhirnya.. tapi gw pikir ini belum waktu yg tepat. tapi kali ini genggaman tangan gw hanya sebuah genggaman kosong tanpa makna. gw nggak bisa memungkiri hati gw saat ini benar-benar hambar. gw melalui siang itu dengan perasaan yg benar-benar kosong. "udah siap?" tanya gw berpura-pura ramah. senyum yg gw sunggingkan sekedar menghilangkan ekspresi aneh pada wajah gw. dan gw rasa gw menjalankan tugas berpura-pura ini dengan cukup baik.. setelah selesai menonton gw mengajak tiie mampir di sebuah kafe di mall. "bentar ya gw ganti baju dulu. "lidah gw lagi enggak enak rasa. tatapan mata tiie nggak lebih hanya sekedar tatapan mata biasa yg mulai meredup seiring kebenaran yg akhirnya terungkap. tiie tidak menanyakan keheranannya dengan sikap gw yg agak dingin kali ini. gw diam. "sabar. dulu gw selalu senang bisa menggandeng tangan tiie dan seolah menunjukkan kepada orang-orang bahwa kami adalah pasangan serasi yg akur dan damai. dalam hati sebenarnya emosi gw sudah mencapai taraf yg mengkhawatirkan untuk ditahan. sabar. dia tetap menunjukkan wajah ceria seperti biasanya. ingin gw langsung membeberkan semuanya. sebuah senyum sinis tersungging di sudut bibir gw." kata tiie ramah sambil menggandeng tangan gw. jujur perasaan gw saat itu sudah benarbenar nggak keruan. semuanya! kami memesan dua gelas minuman dingin.

."masa sih? bukannya yg aneh itu hubungan kita ya?" gw sudah memulainya. "gw udah tau semuanya tentang elo dan Eka selama ini..sumpah deh lo tuh beje banget. yg penting gw nggak ngerusak hubungan kita." "enggak tiie. . maksud lo apa ngomong kek gitu?" gw meminum sedikit minuman gw untuk menenangakan hati. "maksud lo?" tanyanya heran. "maksudnya lo mau bilang kalo hubungan kita aneh gara-gara gw kan? gw ngerti arah omongan lo." inilah untuk pertama kalinya gw lihat wajah tiie pucat. "ya aneh aja kalo menurut gw. sampai sandiwara palsu waktu kita bertiga ketemu di mall!" sumpah baru gw lihat ekspresi wajah yg seperti ini. "iih." tiie diam masih belum mengerti. "maaf kalo gw harus bilang bahwa gw udah tau semuanya tiie." gw tersenyum simpul." tiie meletakkan gelasnya di meja. menunggu dia bicara tapi karena dia hanya diam maka gw lanjutkan." lanjut gw dengan gaya bicara sok diplomatis." "maksud lo apa sih ngomong kek gini? ngerusak mood gw aja. gw pandangi wajahnya. "gw tau sebaik yg elo tau tentang hubungan lo dan Eka. mulai dari affair yg kalian sembunyikan. hubungan kita tuh memang aneh. malu mungkin. tiie tampak mengerutkan dahi.." "it's oke. dan bingung bercampur jadi satu melahirkan ekspresi yg sangat janggal di wajah manis tiie. tiie masih diam. orang kita biasa-biasa aja kok." "ah elo nya aja yg aneh tuh. "syukur deh lo udah ngerti. kaget.

." "gw udah coba perjuangkan lo sepenuh hati gw tiie.. Mas. gw sadar gw bukan siapa-siapa dibandingkan seorang Eka. walau gw kecewa. sampe kapanpun lo enggak akan dapetin yg lo mau dari gw.... tapi sekarang gw sadar. "Mas. tapi dia malah curhat ke gw." lanjut gw. lo akan bahagia cuma sama orang laen dan bukan gw." panggil seorang dari belakang gw. gw hentikan langkah gw.. tapi dalam hati gw benar-benar nervous saat harus mengulang cerita semalam."semalem gw iseng nelepon mantan lo. gw yakin gw masih laku. perhatian orang-orang mulai tertuju pada kami. tiie yg terkejut mulai menangis pelan.." kata gw lagi. sakit ini nggak bisa diungkapkan.. lo bisa ngomong jujur ke gw. ah." saat itulah tiie bangun dan sambil menyeka airmatanya dia bergegas meninggalkan gw. gw bereaksi dengan mengejarnya. "tadinya gw berharap bisa memperbaiki hubungan kita. percuma gw bisa memiliki lo karena hati lo bukan buat gw. hehehe "tentunya gw nyamar jadi orang lain.." ". terlalu sakit untuk sekedar menyebutnya sakit. "karena gw tau gw nggak punya hak buat itu..." kata waitress yg menghampiri gw. "minumannya dibayar dulu. tapi gw sekarang relain kok kalo lo mau pergi dari hidup gw. padahal kalo lo memang lebih milih mantan lo itu. tangisan dia kali ini nggak sebanding dengan rasa yg terpatri di hati gw. . lo tau apa yg dia ceritakan? everything abot you!!" gw menghela napas panjang. tadinya cuma mau ngerjain aja sebelum nomornya gw hapus dari kontak gw. tapi yg lo lakuin ini benerbener bikin gw sakit!!" napas gw nggak teratur sekarang..... mungkin memang benar yg dulu lo bilang. setannnnnn! dalam keadaan begini gw lupa bayar." gw bercerita dengan lagak se cool ungkin. udah saatnya buat gw bilang nyerah.. terlalu berat buat gw untuk terus berharap dari lo. gw bisa cari cewek lain. "kenapa sih lo tega ngelakuin ini semua ke gw?? apa artinya semua perjuangan yg gw lakukan buat lo?? apa artinya cincin yg sekarang lo pake itu?!! apa artinya hubungan kita selama ini??" gw menggebrak meja cukup keras. kali ini gw membiarkannya. "gw nggak marah kok. tiie cuma diam menunduk mendengarkan setiap detail yg gw ucapkan... "tapi gw tau sekarang. meski nampaknya gw tenang-tenang saja. gw cuma sedikit menyayangkan sikap sembunyi-sembunyi kalian..

"ngapain sih lo masih ngikutin gw??" tanyanya gusar. dan kisah ini berakhir di suatu senja yg hujan saat gw mengejar tiie yg bergegas turun dari angkot menembus hujan yg semakin deras. kaca jendela mulai basah oleh rintik hujan yg turun. ambil aja kembaliannya.emang pas kali uangnya!" sahutnya. gw cuma cemas takut dia melakukan sesuatu yg tidak terpikirkan. sedikit membersihkannya dari tanah lalu gw berkata.. ah... "tiie." kata gw meninggalkan si waitress. gw merasa bertanggungjawab karena gw yg ngajak lo keluar. BERSAMBUNG PART 47 nggak akan pernah ada yg tahu seperti apa sebuah cerita akan berakhir... tiie menepis tangan gw... gw diam memastikan tiie di samping gw baik-baik saja.. kita berteduh aja dulu.." kami berdua sudah benar-benar basah kuyup sekarang. di dalam angkot sudah penuh penumpang yg lain maka gw putuskan untuk tidak bicara. "tiie. "yeeeee.. sejak gw bercerita dia samasekali tidak bicara sepatah kata pun. tiie berhenti. dan saat angkot melaju.. gw pungut jaket gw. angin yg bertiup basah membuat gw bergidik... gw masih mengimbangi tiie yg berjalan semakin cepat. kami berjalan cepat keluar.. gw duduk di sebelah tiie. gw tahu itu percuma karena hujan yg turun terlalu deras untuk dihalangi. suasana sore itu menjadi semakin dingin. meraih jaket gw lalu dihempaskannya ke tanah. "gw cuma pengen mastiin lo baik-baik aja sampe rumah.." kata gw berjalan cepat di sampingnya. gw mulai menggigil kedinginan tapi rasa itu kalah dingin dibandingkan sikap tiie ke gw saat ini.. dan gw cuma bisa jadi seorang pengekor setia. menyetop sebuah angkot lalu masuk ke dalamnya." panggil gw. ."nih. gw lepas jaket gw dan gw tadahkan di atas kepalanya untuk menghalangi air hujan. langit sore sudah benar-benar mendung. peduli setan! gw bergegas mengejar tiie turun ke eskalator.. tiie berhenti di tepi jalan.. gw acuhkan bibir gw yg bergetar tiap kali mengucapkan kata.

" "itulah kenapa gw selalu bilang lo nggak pernah bisa ngertiin gw! gw tuh nggak pantes buat lo perjuangkan rizd! masih banyak cewek di luar sana yg pantas dapetin semua itu. sekarang gw minta lo pergi!!" gw diam termangu. begitupun gw. gw cuma gelengkan kepala tidak mampu memercayai semua ini. "maksud lo?" kata gw pelan. hebat kan gue bisa nyembunyiin semuanya dari lo??" tiie menyeringai. "nggak rizd.. gw minta maaf. tadinya gw pikir dia akan menyeberang jalan tapi gw lihat dia sedang memikirkan sesuatu. dinginnya hujan rupanya juga telah mendinginkan emosi gw. "tiie. suara gemuruh petir sesekali terdengar memecah kesunyian diantara kami... air hujan menutupi pandangan mata gw. dia menggelengkan kepala. "dan lo. tapi dia mulai menangis lagi."gw baik-baik aja nggak usah khawatir! rumah gw juga udah deket tuh." kata gw ketika kami sampai di seberang rumahnya.. "apa yg diceritain Eka ke gw itu bener?" tiie berhenti." "nggak ada lagi yg perlu dibicarakan. "yg lo denger dari Eka itu bener. "gw cuma pengen tau aja." tiie menatap gw tajam." gw lihat tubuh tiie bergetar. "selama ini lo nggak pernah tau kan siapa gw??" "gw tau lo lebih baik dari lo sendiri." potong tiie tegas. "semuanya yg lo denger dari Eka bener. bukan karena kedinginan.samasekali nggak pernah tau apa yg terjadi sebenarnya selama ini!" gw tertegun. "lo samasekali nggak tau!" . selama beberapa detik dia diam." akhirnya tiie bicara. "semuanya udah terungkap kan?" lalu tiie berjalan lagi dan gw kembali mengikutinya. tiie tertawa kecil. kami sama-sama membiarkan tubuh kami semakin basah diguyur air hujan." ucapnya. "gw pikir lo adalah yg terbaik tiie.

oke?" gw mengangguk sebagai tanda setuju. "coba lo liat KTP gw. "denger rizd. jantung gw mulai berdegup kencang lagi." lanjut tiie. ah. ternyata lo belum ngerti juga. gw garuk-garuk kepala gw yg sebenarnya nggak gatal. "nama lo Devi Elviantiie kan?" jawab gw." "justru itu titik awal kesalahannya!" kata tiie tegas. "gw rasa udah saatnya lo tau ini. di kartu itu nggak tertulis nama Devi Elviantiie. lalu mengeluarkan dua buah kartu yg seperti kartu identitas. lo kenal gw dengan nama apa?" gw agak nggak mengerti arah pembicaraannya." "lo ngomong apa sih? nutupin apa lagi lo??" "oke gw akan cerita. "gw semakin nggak ngerti!" komentar gw. gw coba membacanya lagi dan bisa dipastikan mata gw masih normal. gw perhatikan nggak ada yg aneh dengan KTP itu. karena gw memang bukan Devi Elviantiie!! gw Rizka Sarah Maulviaty!" BERSAMBUNG PART 48 . "gw nggak bisa nutupin ini selamanya." ujar tiie. bukan Devi Elviantiie. "tolong jangan ngebahas yg nggak penting. tiie diam sejenak menghela napas panjang lalu mulai bicara lagi.tiie mengambil dompet dari saku celana jeans nya. apalagi ini?? "gw mau tanya sama lo. sampai gw lihat nama yg tertera di samping foto." dia menyerahkan salahsatu kartu di tangannya. dulu waktu temen lo Diaz ngenalin gw ke elo. "huh. "maksudnya apa ini? kok nama lo bukan Devi Elviantiie? sejak kapan lo ganti nama?" gw masih memperhatikan kartu di tangan gw. di kartu itu tertulis nama Rizka Sarah Maulviiaty. tapi tolong jangan potong kalimat gw kalo gw belum selesai bicara.

dia adalah sahabat gw sejak SMP. seperti yg lo tau. dan dia minta gw untuk gantiin dia nemuin lo. atau apa lah gw juga nggak ngerti. antara percaya dan tidak percaya gw dengarkan cerita tiie. dia selalu curhat ke gw. "Devi Eviantiie bukan Rizka Sarah Maulviaty. "apa maksud lo?" bibir gw seperti tertahan. karena memang itu nama gw. gw yakin tiie lagi ngigau.ikut memperhatikan kita. kita ketemuan. sebenarnya Tiie datang ke mall bareng gw. bahkan mungkin gw lebih hafal dibandingkan Tiie sendiri. dia seperti ketakutan. beres kan? di awal gw kan udah bilang kalo gw udah paham tentang lo dengan baik. dan dia banyak curhat ke gw soal elo. "tapi waktu kita ketemu pertam." kata tiie mengingatkan gw. kondisi lo. dan selanjutnya. tinggal kasih nomornya ke gw. lo memang berhubungan sama cewek yg namanya Devi Elviantiie. tapi satu hal yg enggak lo tau. sejak pertama kali lo sms Tiie ngajak kenalan. dan kedekatan itu berlanjut pula saat kami memutuskan sekolah di SMA yg sama. kami datang lebih awal dari lo jadi kami bisa tahu seperti apa orang yg akan kami temui. "jangan potong kalimat yg akan gw katakan. karena kami berdua adalah dua orang yg berbeda! mulai sekarang panggil gw dengan nama Rizka. kebohongan apa lagi ini yg sedang dibeberkan tiie? gw masih belum mengerti inti masalahnya. "sejak awal lo kenal seorang Tiie." sampai disini gw masih diam.. sampe gw hafal semua tentang lo. dinginnya hujan jadi tidak berasa. tentunya gw di sini sebagai seorang Tiie. tapi gw nggak bisa ngecewain harapan sahabat gw. so.. dia duduk sendirian di seberang meja kita. Tiie mendadak enggan bertemu sama lo. isi sms lo ke tiie. awalnya gw nolak. "nggak mungkin. dia memohon dengan sangat ke gw supaya gw mau ngegantiin dia. lo pasti bohong!!" gw menganggap cerita yg diceritakan tiie adalah fiktif belaka." "ah." kata tiie. begitupun sebaliknya. tubuh gw seolah kebas dari air hujan yg mengguyur telak tiap bagian tubuh gw." gw geleng-geleng kepala. hampir tiap ketemu dia selalu cerita soal elo.kartu di tangan gw terjatuh saking kagetnya gw." hati gw mencelos mendengar ini. tapi begitu Tiie melihat lo yg lagi nunggu di sberang tempat kami. "waktu kita ketemu." "please jangan potong cerita gw. dan mulai saat itulah lo kenal gw sebagai seorang Devi Elviantie. well. nggak sulit buat gw beradaptasi jadi orang yg seolah- . gw cuma bisa diam sambil menikmati segala keanehan ini. Tiie juga sebenarnya ada di dekat kita waktu kita ngobrol di kafe. kami sudah dekat sejak pertama ketemu. maka gw putuskan diam mendengarkan kata-kata tiie selanjutnya. "nyatanya nomor yg gw hubungi kan nomor tiie? gw samasekali nggak tau nomor HP lo. yg namanya sahabat wajar kan saling curhat. itu hal yg mudah sayaang. gw yakin lo nggak mernyadari itu.

gw hampir menangis tapi gw tahan..olah udah mengenal lama seorang Harrizd. cowok gw. selama ini. gw bisa dapetin rasa itu dari eka. ." "kenapa lo tega ngelakuin ini semua ke gw?" tanya gw lirih. "sejak kita ketemuan. karena dia memang kenal gw sebagai diri gw. senyum yg nggak gw kenali. persis nama seorang cewek yg gw kenal selama ini. lo udah bikin gw jatuh cinta sama lo. "pas perpisahan sekolah kami saling bertukar kartu OSIS sebagai kenang-kenangan." tiie diam. sementara gw juga masih sayang cowok gw. "nih sekarang lo liat kartu OSIS punya Tiie. wajar aja kalo mereka taunya lo manggil gw pake nama belakang gw. "sejak awal gw enggan mengakui ini.entah berapa lama. di memang selalu manggil gw dengan nama belakang karena itu adalah panggilan kesayangan dia buat gw. dan soal Eka." tiie tersenyum. bukan orang lain." kami sama-sama terdiam. karena dia nggak tau apapun tentang permainan kami ini. "dan lo harus tau.. kami nggak mau menimbulkan kecurigaan dari Diaz. itulah sebabnya kenapa selalu ada seorang Eka dalam hubungan kita. Diaz sering nanyain lo ke Tiie.. nggak mudah buat gw hidup di dalam bayang-bayang orang lain. tapi gw masih enggan mempercayai ini!! otak gw menolak dengan keras fakta yg dibeberkan tiie. kita nggak pernah ketemu bertiga sama Diaz kan? gw selalu menghindari momen itu.." kata tiie lagi." tiie menangis lagi. semakin gw jatuh dalam dilema. tubuh kami seolah benar-benar kebal diguyur hujan..." foto di kartu itu jelas bukan foto tiie yg ada di depan gw. tapi gw tau itu nggak mungkin. jadi menurut gw akan lebih baik kalo Diaz menganggap lo sudah ketemu dengan orang yg benar. lo ini masih tetep bego ya kadang-kadang. "tapi kenapa orang-orang di sekitar lo nggak curiga waktu gw selalu manggil lo pake nama Tiie? bahkan Eka pun manggil lo pake nama itu?" gw masih berusaha mencari selah untuk meyakinkan bahwa ini semua hanya bohong. nama belakang gw kan Maulviaty. tapi gw terlanjur suka sama lo rizd." dia menyerahkan kartu terakhir di tangannya. lo udah terlanjur tau bahwa gw adalah Tiie. padahal waktu itu gw masih berstatus pacaran sama Eka. "gw selalu menceritakan semua tentang kita ke Tiie. "ah. dada gw terasa sesak menerima kenyataan ini. semakin gw berusaha memilih diantara kalian.." gw pejamkan mata. tapi namanya adalah Devi Elviantiie. bukan sebagai Tiie. senyum yg belum pernah gw lihat. karena gw takut rahasia kami terbongkar. gw pengen banget lo mencintai gw apa adanya sebagai seorang Rizka. "elo yg tega ke gw! sejak pertama kita ketemu.

. gw yg sejak tadi menahan airmata kini tidak bisa mencegahnya meleleh di kedua pipi gw. Tiie selalu terbuka sama gw. senja sudah berganti malam saat gw lihat tiie menghilang di balik pintu cokelat rumahnya. "gw cuma pengen bilang kalo gw bahagia pernah kenal sama lo." "tolong panggil gw dengan nama asli gw." gw masih tertegun. lo bisa kapan aja memastikan langsung ke Tiie. . akan berakhir salah juga."jadi selama setahun ini gw mencintai orang yg salah??" kata gw nelangsa. isak tangisnya terdengar jelas di telinga gw... maafin gw rizd. sumpah gw nggak tau.. sementara gw. gw cuma pengen tau. senyum yg sama ketika pertama gw menemui dia di mall. hujan.. gw sedang memejamkan mata saat gw merasakan tiie memeluk gw. dan semua yg diawali dengan salah.. mungkin ini terakhir kalinya gw melihat wajah itu. dan gw masih berdiri . kenapa waktu itu Tiie nggak mau menemui gw?" tiie diam." "tunggu dulu tiie. bahwa yg gw jelaskan sekarang adalah benar. dia memungut KTP nya lalu berkata. "gw tau saat ini pasti akan terjadi. "sejak awal kita ketemu. "di belakang kartu OSIS itu udah gw tulis nomor HP Tiie.. satu pertanyaan besar dalam hati gw tidak terjawab. semua udah salah rizd.. lo berhak dapet yg terbaik buat hidup lo. dan sesaat sebelum berlalu pergi..... airmata gw disamarkan oleh air hujan yg mengalir di wajah gw. tapi entah kenapa buat yg satu ini dia samasekali nggak mau cerita kenapa dia enggan nemuin lo." "oke. gw bisa merasakan perlahan jemari tiie semakin melepaskan gw.tetap setia menemani kesendirian gw saat ini. lalu dia menggeleng. gw pandangi lagi wajah tiie. "sejak kami bersahabat." bisik tiie pelan di sela isaknya.. walaupun sudah tidak begitu deras.. tapi gw cuma diam tertegun mendapati diri gw dipeluk oleh orang yg ternyata nggak gw kenal.." tiie melepaskan pelukannya.. gw cuma sebuah kesalahan dalam cerita cinta lo. tiie sempat menyunggingkan sebuah senyuman ke gw." tiie menyeka airmatanya.

masih banyak yg harus gw perbaiki. otak gw seolah membeku. hati gw masih belum bisa menerimanya. tapi ada sedikit rasa bahagia bahwa gw pernah memiliki sebuah kesalahan di hidup gw.. lama gw tertegun menatap kosong pintu pagar bercat hitam." kata gw dalam hati....di tempat gw. dan gitar itu sudah gw sandarkan di dinding karena gw nggak akan menyanyikan lagi lagu buat lo. sakit memang menerima yg ada di hadapan gw sebagai sebuah kenyataan yg harus gw hadapi. gw catat lirik itu baik-baik di salahsatu halaman dalam buku harian gw. gw telah menemukan lirik yg terlupakan dalam kisah kita. ada semacam sakit yg tercipta di sudut hati. gw sendiri nggak begitu mempermasalahkannya. sampai part ini ditulis.. tapi hidup kita nggak cuma di masa lalu. gw masih shock dengan kenyataan ini. buat gw. yg ketika kemudian gw sadari itu adalah sebuah kesalahan. lo memang adalah sebuah kesalahan. "tapi lo adalah kesalahan yg indah untuk dikenang. nggak akan ada lagi kata-kata indah yang gw ungkapkan ke lo. ada hari ini dan esok yg harus diperjuangkan. gw samasekali belum mendapat jawaban atas pertanyaan besar dalam hati gw : mengapa Tiie enggan menemui gw di mall hari itu? gw pernah mencoba menghubungi nomor yg diberikan Tiie a.a Rizka. Rizka Sarah Maulviaty tetap tertanam sebagai seorang Tiie di hidup gw. tapi kekayaan yang paling berharga di hati gw adalah pernah memiliki lo. "lo memang kesalahan terbesar dalam hidup gw tiie." EPILOG Bandung.k. catatan itu terlipat rapi untuk suatu saat nanti gw baca lagi. gw nggak pernah . tapi ternyata nomor itu sudah lama tidak terdaftar. setiap langkah yg membuat gw instropeksi agar tidak jatuh dalam kesalahan yg sama. gw hanya bisa tersenyum kelu. mungkin Rizka menuliskan nomornya beberapa saat setelah mereka lulus sekolah sehingga dia belum mendapat nomor Tiie yg terbaru. 15 Agustus 2010. biarlah itu menjadi pertanyaan tak terjawab yg akan terus mengiringi setiap langkah gw. hari ini nggak ada lagi puisi yang gw tulis buat lo.. dan kebahagiaan yg paling indah dalam hidup gw adalah saat gw memandang wajah lo Tiie... karena gw sudah cukup bahagia dengan kehidupan gw sekarang. betapa gw ingat gw pernah berdiri di situ menunggu sebuah cinta.

ceritanya pasti akan lain. yg gw tahu dari adiknya." gw dengarkan suara petugas peron yg menginformasikan keberangkatan kereta sore itu." "wah lebaran masih jauh udah mikirin belanja baju." kata gw. biarlah kisah ini tersimpan dalam hati kita sebagai sebuah kesalahan yg indah. dia sama Dinda hari Minggu depan mau belanja pakaian buat lebaran gitu ke Blok M... "lagian barang-barangnya kan udah disimpen di kereta. tawa yg renyah untuk didengar.asal dapet traktiran buka puasa gratis sih boleh aja. dan sebagai mantan yg baik. "sebentar lagi keretanya berangkat tuh." kami sama-sama tertawa. "masih tiga menit lagi. gw menoleh ke wanita yg duduk di sebelah gw." sebuah tepukan di pipi menyadarkan gw dari lamunan. berarti nyampe di Jakarta jam berapa?" tanyanya lagi." dia tertawa kecil.. "kak.." lanjutnya.. "eh iya kak. "kakak mau kan nganter mereka? kasian kan kalo mereka nyasar. "kok ngelamun terus sih?" ucapnya sambil tersenyum. karena gw tahu. entar ketinggalan lho..kalo dari sini berangkat jam 5.. kalau saja saat itu gw bertemu dengan Tiie asli. "emh." "iya tuh mereka ada-ada aja. nggak akan pernah ada janji tepi danau. dan tentunya nggak akan pernah ada Senandung Kala Hujan. "sekitar jam 8 an." dia tersenyum lagi.hehehe. gw selalu mendoakan yg terbaik buatnya. tapi mereka nggak begitu hafal Jakarta. Tiie sekarang sedang mengejar Tugas Akhir nya di kampus.. kata Bunga.. sejak terakhir bertemu dengannya gw belum pernah bertemu lagi.. katanya takut harganya tambah naek kalo belinya pas mau lebaran.." .menyesali pertemuan dengannya. nggak akan pernah ada cincin yg sekarang tersimpan rapi dalam laci lemari gw.. "kakak bisa nggak nganter mereka?" "yaah... . kedua mata birunya selalu bisa menyejukkan hati gw.

dan Nadya dengan sabar berdiri di luar jendela itu sambil tak hentinya menyunggingkan senyum ke arah gw. kan lagi puasa??" wajah Nadya bersemu merah saat gw dekatkan wajah gw ke wajahnya." dia melambaikan tangan ke gw yg masuk ke gerbong. dari luar Nadya melambaikan tangan yg gw balas dengan senyuman lebar." gw mengangguk senang menggenggam sebuah tempat makanan di tangan gw. "sampe ketemu lagi ya. gw mesti kembali beraktivitas lagi. tapi bunyi semboyan 35 dari kereta di samping gw menandakan gw harus segera pergi. dia mengangguk pelan. peluit panjang dari kondektur berbunyi dan perlahan kereta melaju meninggalkan Stasiun Bandung." kata gw lalu mencium keningnya. "eh. gw masih ingin memandang kedua mata biru itu. gw tetap bersyukur karena Tuhan telah menggantikan kesalahan itu dengan sebuah jalan yg terbentang lebar di hadapan gw.. gw genggam tangannya. "jangan kak.." dia berdiri mendampingi gw menuju rangkaian gerbong kereta di peron 5. sebuah perpisahan yg manis." gw tersenyum. "daaah. ~The End~ ." kata gw. dengan segala ke monoton an yg ada.... dan besok.. udah mau berangkat tuh kak. gw duduk di sisi jendela."ya udah entar jangan lupa dimakan ya bekalnya kalo udah jam buka puasa. dia membalas dengan tersenyum lebar ke gw.. "orang mau nyium kening kok. Nadya tertawa pelan. yg telah mengijinkan gw menuliskan cerita ini. Nadya kan kangen sama kakak. "jangan lama-lama ah perginya. Thank's to : Rizka Sarah Maulviaty.. kami berhenti di depan pintu gerbong.