You are on page 1of 12

MAKALAH Jalan rel

Jakarta
vs
jogjakarta

Disusun oleh:

Desti Anggraeni (35597)
Ninik Istiani Pratiwi (35607)
Anissa Noor Tajudin (35728)
Syariva Yurandi (35784)
Alifa Nabila (35823)
Selvi Yasra (35920)

hanya sedikit sambungan yang menggunakan plat penyambung. Selain itu. Menurut pengamatan kami di sepanjang jalan rel ini. terdapat ketidakhomogenan bantalan. dimana bantalan kayu berada di tengah-tengah bantalan beton Bantalan dan balas pada foto di samping tertata dengan rapi. karena pemeriksaan yang rutin.Jakarta Sambungan pada gambar rel di samping tidak menggunakan plat penyambung tetapi disambung dengan cara dilas. . Foto di samping menunjukkan perbedaan penambat pada bantalan beton dengan bantalan kayu.

Foto di samping menunjukkan hilangnya penambat pada salah satu bantalan. Foto di samping menunjukkan bantalan kayu yang telah lapuk dan bantalan yang tidak homogen. .

Foto di samping menunjukkan baut pada plat ada yang hilang tetapi diganti dengan pemasangan baut di luar plat. Foto di atas menunjukkan adanya kantong balas karena kondisi tanah dasar yang berlumpur. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kestabilan rel Bantalan dipasang miring .

Bantalan beton yang retak karena tidak mampu menahan getaran .

Terdapat baut yang hilang pada plat penyambung .

bangunan terletak kurang dari 45 meter dari sumbu as rel dan tanpa pagar pengaman .Pada foto di atas.

Letak pertemuan sebidang pada foto di atas tidak tegak lurus sehingga jarak pandang terganggu Jogjakarta .

Pada foto di samping.Bantalan pada wesel terbuat dari kayu pergeseran karena wesel saat diperlukan bantalan yang elastis. seperti kayu yang merupakan bantalan paling elastis. rel tersebut menggunakan penambat tipe KAclip .

Sama seperti di Jakarta.Foto di samping memperlihatkan bantalan baja. Hal ini dapat mengakibatkan getaran tidak tersampaikan dan bantalan menjadi tidak stabil . selain itu terdapat tanaman yang tumbuh di atas balas. Hal ini menunjukkan bahwa di balas terdapat kantong air. di Jogja juga ditemukan rel yang disambung dengan cara dilas Kami juga menemukan balas yang turun.

Balas menutupi bantalan dan menumpuk di satu tempat Terdapat baut yang hilang pada penambat Foto menunjukkan bentuk rel pada percabangan wesel .

Kesimpulan Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan pada rel di dua daerah yang berbeda. Secara keseluruhan. terdapat penurunan balas yang menyebabkan ketidakstabilan rel. kami menemukan rel dengan kondisi tanah yang berlumpur. sehingga terlihat dengan jelas pergerakan bantalan ketika rel di atasnya dilewati kereta. Sedangkan di Jogja. Selain itu. sehingga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan karena kurangnya pengawasan dalam pemeliharaan. kami menemukan beberapa persamaan dan perbedaan. . Hal ini menandakan kurangnya pengawasan dari pihak pengelola. yaitu Jogja dan Jakarta. baik rel di Jakarta maupun rel di Jogja belum memenuhi standar keselamatan. Perbedaan yang kami dapatkan antara lain di Jakarta. kami menemukan banyak sekali rel yang disambung dengan cara dilas. Di Jakarta. rel yang disambung dengan menggunakan plat penyambung lebih sering dijumpai. Persamaan yang kami dapatkan antara lain terdapat beberapa baut yang hilang.