You are on page 1of 20

27

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang diawali dengan
pengambilan sampel tanah terkontaminasi minyak pelumas bekas dan Base base –
oil , isolasi dan identifikasi bakteri dari tanah terkontaminasi minyak pelumas
bekas dan Base base – oil , seleksi bakteri pendegradasi minyak pelumas bekas,
inokulasi

bakteri

baik

tunggal

maupun

konsursium

untuk

mengetahui

biodegradasi minyak pelumas bekas dan diakhiri dengan ekstraksi sisa minyak
pelumas yang kemudian ekstraknya dianalisis menggunakan kromatografi gas.
Hasil setiap tahap digunakan sebagai bahan untuk tahap berikutnya..
A. Sampel tanah terkontaminasi minyak pelumas
Sampel yang digunakan pada penelitian kali ini adalah tanah terkontaminasi
base –oli PT LOBP Pertamina cilacap Cilacap ( lokasi 1) dan Dealer dan bengkel
PT Nasmoco Cilacap ( lokasi 2). Sampel tanah diambil pada kedalaman ±15 cm
(Chikere et al., 2009) dan masing – masing lokasi diambil pada 3 titik yang
berbeda dan dihomogenkan. Pada lokasi 1, yaitu tanah terkontaminasi tetesan
base oli pada sambungan pipa base –oil ke tangki penampungan ( Gambar 4.1 dan
4.2 ) sedangkan pada lokasi 2, tanah didekat bengkel, drum penampungan dan
ruang parkir ( Gambar 4.3). Pengambilan sampel pada 2 lokasi dengan masingmasing titik yang berbeda dimaksudkan untuk meningkatkan peluang banyaknya
ragam bakteri yang diperoleh.

Gambar 4.1 Titik pengambilan tanah terkontaminasi tetesan base oli pada
sambungan pipa base –oil ke tangki penampungan

28

Gambar 4.2. Titik pengambilan tanah terkontaminasi tetesan base oli pada
sambungan pipa base –oil ke tangki penampungan sampel

Gambar 4.3 Titik pengambilan tanah didekat bengkel, drum penampungan
dan ruang parkir
B. Isolasi bakteri pendegradasi minyak pelumas
Berdasarkan hasil isolasi, diperoleh Sebanyak 15 isolat bakteri berhasil
diisolasi , yang terdiri dari 6 isolat dari tanah terkontaminasi base –oli PT LOBP
Pertamina cilacap Cilacap 9 ( Gambar 4.4 ) dan 9 isolat dari tanah terkontaminasi
oli bekas Dealer dan bengkel PT Nasmoco Cilacap ( Gambar 4.5). Menurut Desai
dan Vyas (2006) dalam ......, mikroba pendegradasi hidrokarbon secara alami
terdapat dimana-mana dan relatif lebih tinggi jumlahnya pada tanah tercemar
minyak bumi dibandingkan pada tanah tidak tercemar. Isolat bakteri yang
diperoleh merupakan isolat yang berasal dari koloni representative yang tumbuh
pada permukaan medium ( Bushnell -Hass + 2% Pelumaspelumas/oOli ) (rujukan
dari mana??). Koloni yang tumbuh pada permukaan medium diperkirakan koloni
bakteri pendegradasi Hidrokarbonhidrokarbon. Hal tersebut karena medium yang

Gambar 4.4 Koloni-koloni bakteri yang diperoleh dari tanah terkontaminasi base –oli PT LOBP Pertamina cilacap Gambar 4. NASMOCO Cilacap .29 digunakan untuk isolasi merupakan medium Selektif yang mengandung senyawa hidrokarbon sebagai satu-satunya sumber karbon.5 Koloni-koloni bakteri yang diperoleh dari tanah pada dealer dan bengkel PT.

uji oksidase. uji tahap awal dengan uji perwarnaan gramGram. 1.30 Table 4. 2. Seleksi dan identifikasi bakteri pendegradasi Minyak minyak pelumas Seleksi dilakukan terhadap 13 isolat bakteri. Table 4. hasilnya disajikan pada Gambar 4.3. uji katalase. Untuk menentukan kemampuan isolat dalam mendegradasi minyak pelumas dilakukan dua tahap. uji motilitas dan Bentuk bentuk sel.3. untuk memilih dua isolate yang paling berpotensi mendegrasi hidrokarbon. . Karakter Fenotif Dari Isolat Tanah Terkontaminasi Pada CV Nasmoco Cilacap Karakter Fenotif koloni No Isolat Bentuk Warna Tepi Elevasi 1 B1 Bulat Krem Rata/Halus Cembung 2 B2 Tak beraturan Putih Rata/Halus Cembung 3 B3 Bulat Krem Rata/Halus Cembung B3 4 2 Tak beraturan Putih Rata/Halus Cembung 5 B4 Bulat Putih Rata/Halus Cembung 6 B5 Benang Krem berlekuk Cembung Table 4. Karakter Fenotif Dari Isolat Tanah Terkontaminasi Pada PT LOBP Cilacap Karakter Fenotif koloni No Isolat Bentuk Warna Tepi Elevasi 1 N1 Bulat Putih Rata/Halus Cembung 2 N2 Bulat Putih Rata/Halus Datar 3 N3 Bulat Putih Rata/Halus Cembung 4 N4 Bulat Putih Rata/Halus Datar N4 5 2 Bulat Putih Rata/Halus Datar 6 N5 Bulat Krem Rata/Halus Datar N5 7 2 Tak beraturan Putih Rata/Halus Datar 8 N6 Bulat Putih Rata/Halus Cembung 9 N7 Tak beraturan Putih Rata/Halus Cembung C. Uji tahap awal .

2 Negatif 12 N5 Negatif 13 N5 . N7.B2. ( A )isolat N1.N4-2. Seleksi zona bening dengan cara : menginokulasikam 1 ose isolat – isolat bakteri tersebut pada media NA.6.31 varian Uji No Isolat Pewarnaan Gram 1 B1 Positif 2 B2 Negatif 3 B3 Negatif 4 B3 . B4.N2. seleksi isolat potensial pendegradasi pelumas/ Oli menggunakan tehnik pewanaan Lugol’s iodine.N5.N6. Kemudian diinkubasi selama 24 jam setelah itu koloni bakteri ditetesin dengan lugol’s iodine hingga terbentuk zona jernih disekeliling koloni isolate (Gambar 4.2 ).2 Negatif 14 N6 Negatif 15 N7 Negatif Katalase Negatif Positif Positif Positif Positif Negatif Positif Negatif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Bentuk Oxidase Motilitas sel Positif Amotil Batang Negatif Motil Bulat Positif Motil Bulat Positif Motil Bulat Positif Motil Bulat Positif Motil Bulat Positif Motil Bulat Positif Motil Batang Positif Motil Bulat Positif Motil Batang Positif Motil Bulat Negatif Motil Batang Positif Motil Bulat Negatif Motil Bulat Negatif Motil Batang Sedangkan seleksi pada tahap lanjutan yaitu : seleksi zona bening dan seleksi asosiasi.2 Negatif 5 B4 Negatif 6 B5 Negatif 7 N1 Negatif 8 N2 Negatif 9 N3 Negatif 10 N4 Negatif 11 N4 .(B) isolate B1. B5 . Gambar 4. N3. B3. B3-2. N4.

yaitu B1.5 cm 9 N3 4.8 x 1.. Hasilnya tersaji dalam.7 cm 6 B5 0 7 N1 1.3 x 1. Terseleksi tujuh isolate.7. Berdasarkan zona jernih terluas disekeliling koloni.7 cm 4 B3 .2 0 14 N6 0 15 N7 Selanjutnya ke tujuh isolate diuji asosiasi yang bertujuan mengetahui antagonism antar isolate dilihat pada Tabel 4.0 x 2.5 x 2. Kemudian diambil 0. dan N5 – 2. Fossi dan Tavea. Suspensi tersebut dihomogenkan dan diinkubasi selama 24 jam.2 x 2.7 cm (isolate potensial) 5 B4 3.1 ml dan dipindahkan ke cawan petri kemudian dicampur dengan medium NA dengan metode cawan tuang ( pour plate ) dan ditunggu hingga media memadat.5 berikut: .4.3 cm 11 N4 . N4. 2013 ).8 x 1.3 cm 13 N5 .2 0 12 N5 3.0 x 3.2011. isolate lain yang berbeda jenis diuji dengan cara digoreskan pada medium yang memadat tersebut.3) Table 4.B2.32 Zona Jernih yang terbentuk disekeliling koloni disebabkan tingginya aktifasi Lugol’s iodine terhadap surfaktan yang dihasilkan bakteri untuk membantu proses degradasi senyawa organic dan anorganik ( Lie et al. yaitu dengan cara mengambil 1 ose isolate dari tiap –tiap isolate hasil peremajaan ke dalam tabung 5 ml NB steril.2 cm 2 B2 0 3 B3 2..0 x 2.5 cm 1 B1 2.3 cm 8 N2 1. Usharani et al. Luas zona degradasi No Isolat Luas 3.( Table 4. B3 -2.0 x 4.3 x 3. Diduga interaksi tersebut juga terjadi antara Lugol’s iodine dengan enzim pendegradasi yang dihasilkan oleh bakteri pendegradasi minyak pelumas/ oli. 2012. B5.2 3. B4.0 cm (isolate potensial) 10 N4 1.Tabel 4.

uji asosiasi dengan metode pour plate Uji Asosiasi pertumbuhan bertujuan untuk mengetahui sifat asosiasi antar isolate. Hasil uji asosiasi menunjukkan bahwa antar isolate yang ditumbuhkan secara bersama – sama dapat saling berasosiasi. Table 4.5 ). Selanjutnya . asosiasi isolat B1 B1 x B2 √ B3-2 x B4 √ B5 √ N4 √ N5-2 x B2 √ x x x x x x B3-2 √ √ √ √ √ √ √ B4 √ √ √ x √ √√ x B5 √ √ x √ x √ √ N4 x √ x √√ √ x x N5-2 √ x x √ √ x x Keterangan : X = negatif √ = asosiasi ? √ = asosiasi? √√ ??? Berdasarkan hasil seleksi ini menunjukkan bahwa dari 13 isolat yang berhasil diisolasi.33 Gambar 4. Isolat yang dikulturkan tidak bersifat antagonis sehingga dapat digunakan secara bersamaan.7. terdapat 2 isolat yang menunjukkan kemampuan tumbuh terbaik pada media yang mengandung minyak pelumas adalah isolat B4 dan N4.5. Hasil uji positif ditunjukkan ketika isolate – isolate tersebut dikulturkan secara bersamaan tidak membentuk zona bening ( Table 4.

France). 2009). Uji oksidase pada kedua isolate menunjukkan hasil positif yang berarti kedua isolate tersebut mampu menghasilkan enzim oksidase. . 2005. Hasil uji motilitas menunjukkan kedua isolate dapat bergerak. Dari kemampuan memproduksi enzim oksidase menunjukkan kedua isolat B4 dan N4 berkemungkinan adalah Pseudomonas luteola.34 kedua isolat tersebut diidentifikasi yang diawali dengan uji pewarnaan Gram dan hasilnya menunjukkan bahwa keduanya merupakan bakteri Gram negatif bentuk batang dan bulat (Table 4. Hasil pengamatan karakteristik biokimia isolate B4 dan N4 memperlihatkan bahwa keduannya bersifat motil. namun taksa yang paling signifikan adalah Vibrio fluvialis ( lampiran 4. Kedua isolat bakteri memproduksi enzim katalase. Vinas et al. Hasil uji Katalase yang dilakukan pada kedua isolat bakteri bersifat positif. Kemampuan bakteri memproduksi sitokrom oksidase dapat diketahui dari reaksi yang ditimbulkan setelah pemberian reagen oksidase pada koloni bakteri.. dan Shukor et al. Reaksi positif ditandai berubah warna merang menjadi biru marun dan tidak adanya perubahan warna mengindikasikan bahwa reaksi negative (lampiran 4.1).. 12 uji asimilasi dan 1 database (Bio-Merieux. 1983). Hasil identifikasi cepat menggunakan kit API 20NE untuk isolat B4 dan N4 tidak menunjukkan persentase signifikansi.3). Sitokrom oksidase mengkatalisis oksidase dan reduksi sitokrom oleh molekul oksigen. maka dilanjutan identifikasi cepat menggunakan API 20NE. Uji ini digunakan untuk mengetahui aktivitas katalase pada kedua isolat bakteri.3 ).. Kit API 20NE merupakan suatu sistem yang telah distandarisasi untuk mengidentifikasi bakteri batang Gram negatif yang terdiri dari 8 uji enzimatik. 2004. Hasil ini sejalan dengan beberapa studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa mikroba yang mendominasi tanah tercemar minyak berasal dari bakteri Gram negatif bentuk batang (Kaplan dan Kits. Berdasarkan hasil pewarnaan Gram tersebut. Enzim oksidase memegang peran pentting dalam transport electron selama respirasi aerobic.2) . Uji katalase dan oksidase positif ( Tabel 4. Hal ini ditandai dengan terbentuk gelembung udara di sekitar koloni dengan penambahan 3% H2O2 (Cappuccino dan& Sherman.

. 1984). Dua genus bakteri yang diperoleh tersebut merupakan genus yang umum ditemukan dari tanah terkontaminasi minyak pelumas. tidak membentuk spora dan katalase positif (Palleroni. bergerak dengan satu flagela atau lebih. Beberapa dari bakteri-bakteri ini pada awalnya termasuk dalam genus Pseudomonas tetapi kemudian dipindahkan ke genus atau famili lain karena jauhnya jarak filogenetik mereka dari genus Pseudomonas (Todar. Famili Vibrionaceae. fakultatif anaerob. Istilah Pseudomonad ditujukan pada bakteri yang memiliki perlengkapan fisiologik yang sama dengan bakteri genus Pseudomonas.5 – 5.2008). aerob walaupun beberapa spesies ditemukan fakultatif anaerob (contoh: P. fermentatif. baik isolat B4 maupun N4 masih menunjukkan ketidaksignifikansian pada beberapa karakter.5 dan tidak memerlukan bahan-bahan organik. Dapat menggunakan H2 dan CO sebagai sumber energi.35 Berdasarkan hasil identifikasi API 20NE. Pseudomonas stutzeri. Karakteristik genus Pseudomonas (P) yaitu bentuk batang dengan diameter 0. Vibrio sp merupakan salah satu bakteri patogen yang tergolong dalam divisi bakteri. Bersifat oksidasi negatif atau positif. Akan tetapi ada juga yang hampir tidak mampu bergerak. Pseudomonadaceae dan genus lain bersama organisme tertentu dikenal sebagai Pseudomonad.esies ini tidak bisa hidup pada kondisi asam pada pH 4.0 mikrometer. klas Schizomicetes. . Bakteri ini bersifat gram negatif. Bakteri ini merupakan organisme gram Gram negatif yang motilitasnya dibantu oleh satu atau beberapa flagella yang terdapat pada bagian polar.5 – 1 x 1. Bakteri pseudomonas yang umum digunakan sebagai pendegradasi hidrokarbon antara lain Pseudomonas aeruginosa. Kebanyakan sp. Genus Pseudomonas termasuk dalam famili Pseudomonadaceae. dan Pseudomonas diminuta. menghasilkan katalase dan oksidase dan bergerak dengan satu flagella pada ujung sel. Bersifat aerobik obligat yaitu oksigen berfungsi sebagai terminal elektron aseptor pada proses metabolismenya. katalase positif dan kemoorganotropik. gram-negatif. ordo Eubacteriales. bentuk sel batang yang melengkung dengan ukuran panjang antara 2-3 µm. namun demikian sebagian besar karakter yang lain menunjukkan signifikansi terhadap taksa tertentu yaitu Vibrio fluvialis dan Pseudomonas luteola. aerugenosa).

Vibrio juga dapat meragikan nitrat menjadi nitrit D. Berdasarkan tujuan dari penelitian ini. Genus Vibrio fluvialis atau Pseudomonas banyak dilaporkan mempunyai kemampuan mendegradasi minyak pelumas. glukosa. Hal ini menimbulkan dugaan yaitu kerja konsorsium bakteri lebih baik dalam mendegradasi minyak pelumas karena kedua isolat tersebut bekerja secara bersamaan dalam proses biodegradasi. Dua isolat tersebut diuji secara kualitatif baik secara tunggal maupun campuran sehingga diketahui secara jelas potensi bakteri tersebut.36 Vibrio sp adalah jenis bakteri yang dapat hidup pada salinitas yang relatif tinggi. Sifat biokimia Vibrio adalah dapat meragikan sukrosa. Vibrio juga bersifat aerob atau anaerob facultative yaitu dapat hidup baik dengan atau tanpa oksigen. atau kerja konsorsium lebih buruk dalam mendegradasi minyak pelumas karena terjadi suatu kompetisi dalam proses degradasi minyak solar sehingga kedua isolat tersebut saling mengeluarkan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bahkan membunuh isolat tersebut. Uji kualitatif merupakan seleksi awal dalam menentukan dua isolat terbaik untuk uji selanjutnya. Bersifat halofilik dan dapat tumbuh optimal pada air laut bersalinitas 20-40‰ tetapi tidak tahan asam sehingga bakteri Vibrio dapat tumbuh pada pH 4 – 9 dan tumbuh optimal pada pH 6. 2006 ).5 atau kondisi alkali dengan pH 9. 2006 ). maka terdapat tiga variasi . ( Desai dan Vyas. kemampuan terbaik dari isolat bakteri diuji secara lebih detail untuk mengetahui senyawa hidrokarbon yang dapat didegradasi oleh isolat tersebut.0 . Senyawa aromatik banyak digunakan sebagai donor elektron secara aerobik oleh mikroorganisme seperti bakteri dari genus Pseudomonas (Desai dan Vyas. dan manitol menjadi asam tanpa menghasilkan gas.5 – 8. Setiap isolat mempunyai kemampuan degradasi minyak yang bervariasi. Kemampuan isolat bakteri tunggal dibandingkan dengan isolat konsorsium dalam mendegradasi minyak pelumas. sedangkan laktosa dapat diragikan tetapi lambat. Uji kemampuan isolat bakteri dalam mendegradasi minyak pelumas Tumbuhnya beberapa isolat bakteri pada medium selektif dan pengujian kualitatif menunjukkan bahwa isolat tersebut mampu melakukan proses degradasi senyawa-senyawa yang berada pada minyak pelumas.

N4 dan BN merupakan campuran kedua isolat tersebut.MS sisa minyak pelumas yang dibandingkan. Indikator kemampuan degradasi dapat diketahui melalui hasil analisis GC . GC – MS merupakan metode yang dinamis untuk pemisahan dan deteksi senyawa-senyawa organik yang mudah menguap dan senyawa-senyawa gas anorganik dalam suatu campuran. Pengaruh perlakuan BN (konsorsium Pseudomonas/Vibrio fluivalis) dilakukan untuk mengetahui terjadinya interaksi antar isolat yang dilihat berdasarkan hasil GC . Hasil GC . 2006. Pseudomonas juga dilaporkan mampu menggunakan komponen minyak pelumas sebagai sumber karbon. Hidrokarbon yang merupakan penyusun utama minyak pelumas merupakan substansi kimia dengan ikatan intermolekul yang lemah.. . Indikator terjadinya proses degradasi adalah terjadinya perubahan puncak-puncak (peak) pada kromatogram yang dibandingkan dengan kontrol negatif yaitu kromatogram dari minyak Pelumas tanpa ditambahkan isolat.MS baik pada isolat bakteri B4. Senyawa karbon rantai pendek umumnya lebih mudah menguap dibandingkan dengan senyawa yang memiliki karbon rantai panjang dan cincin karbon (Khashayar dan Mahsa. (2010) proses degradasi hidrokarbon alkana menghasilkan asam monokarboksilik intermediat sedangkan hidrokarbon polisiklik aromatik pyrena pada minyak menghasilkan pirenol intermediat teroksigenasi.MS. sedangkan volatilitasnya tergantung pada jumlah dan struktur karbon penyusunnya. Silva et al. namun pada komponen hidrokarbon dengan waktu retensi antara 20-30 mengalami perubahan puncak puncaknya baik adanya kenaikan .2. N4 maupun BN mengalami perubahan pada minggu kedua (14 hari) masa inkubasi yang menunjukkan habisnya beberapa senyawa yang menyusun minyak pelumas terutama pada senyawa dengan jumlah rantai karbon 12.9.15 dan 39 seperti Dodecanoic dodecanoic Acid (C12H24O2). Mukred et al..3 – propanetriyl ester (C39H74O6) Penurunan puncak terlihat pada komponen minyak pelumas yang memiliki waktu retensi panjang antara 20 -30 menit habis diserap (gambar 4.37 perlakuan isolat bakteri yang terdiri atas B4.). Menurut Sood et al. 2009). Kombinasi isolat mampu mendegradasi rantai karbon panjang. alpha tumerone (C15H20O) dan dodecanoid acid 1. 2010). Seo et al. beta tumerone (C15H22O). 2008. baik komponen alifatik maupun komponen aromatiknya (Kumar.

.. berkaitan dengan produksi rhamnolipid sebagai biosurfaktan. Selain itu. Mekanisme degradasi minyak pelumas oleh genus Vibrio fluvalis dan Pseudomonas. dan TOL (toluene). OCT (octane). 2005. 2012) sehingga mempermudah sel untuk melakukan kontak dengan droplet-droplet minyak. .16). (2005) menyatakan bahwa rhamnolipid merupakan surfaktan yang paling mampu mendegradasi hidrokarbon. 2006). Silva et al. sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam sel untuk didegradasi melalui metabolisme aerobik (Guo-Liang et al. rhamnolipid juga mampu meningkatkan hidrofobisitas permukaan sel (Mohanty dan Mukherjii. Rhamnolipid memfasilitasi biodegradasi melalui emulsifikasi minyak yang ditandai dengan perubahan lapisan minyak pada media dari yang awalnya menutupi seluruh permukaan media sebelum diinkubasi. GuoLiang et al.38 (2006) menyatakan bahwa kemampuan spesies-spesies genus Pseudomonas dalam mendegradasi minyak pelumas berkaitan dengan keberadaan berbagai jenis plasmid degradatif seperti ALK (alkanes). kemudian berubah menjadi butir-butir kecil dan tersebar (Gambar 4. NAH (naphthalene).

Tabel 4.6.11 6.50 16.7 inkubasi Senyawa terdegrasi Retention time Dodecanoic Acid 17.N4 (isolat tunggal).1 4 23.68 1.352 % area terdegrasasi oleh K B4 N4 BN 8.8 Perbandingan kromatogram perlakuan kontrol.530 23.39 K B4 N4 BN Gambar 4.5 3 1.4 23. B4 (isolat tunggal) .3 16.80 . Perubahan senyawa-senyawa dengan retency time tertinggi pada hari ke . BN (isolat campuran).6 7 1.281 Hexadecanoic acid. methyl ester Oktadecenoic Acid 21.68 0 1. pada masa inkubasi hari ke – 7.7 1 5.

64 0 .254 29.5 9 5.octyldodecyl ) Benzene ( 1 .11 6 0 0 K B4 N4 BN 0 0 2.249 0 22.40 Benzene ( 1 .methylundecyl) 28.

87 0 0 0 9.323 18.Tumerone Tetradecanoic Acid Hexadecanoid Acid Dodecanoid Acid.76 23. pada masa inkubasi hari ke – 14 Tabel 4.870 % area terdegrasasi oleh K B4 N4 BN 9..792 19.43a 13.66 34. Menurut Al-Tahhan et al.41 Gambar 4.199 19.7.93 0 0 0 Mekanisme degradasi minyak pelumas oleh isolat bakteri yang didapat dari tanah yang terkontaminasi minyak pelumas dari tetesan pipa penyalur base oil pada PT LOBP Pertamina UP IV Cilacap dan Dealer serta bengkel mobil Cv Nasmoco Cilacap diduga berlangsung melalui biosurfaktan selama masa inkubasi. 1-2-3 propanetriyl ester Retention time 17.N4 (isolat tunggal).68 11. 2002).707 6.Tumerone Alpha .744 21.60 30. Biosurfaktan yang disekresikan ke luar sel diduga menyebabkan emulsifikasi minyak. B4 (isolat tunggal) . (2002) biosurfaktan berperan dalam melarutkan senyawa hidrofobik seperti minyak dengan membentuk struktur micelle.00 16. BN (isolat campuran). Pengemulsian minyak terjadi dengan adanya perubahan warna pada medium fermentasi menjadi lebih putih dan lapisan minyak solar yang semula menyatu mengalami perubahan menjadi butiran-butiran kecil. Biosurfaktan merupakan kelompok molekul yang memiliki sifat aktif permukaan dan memiliki gugus hidrofilik dan hidrofobik sehingga dapat menurunkan tegangan antara air dan minyak (Vater et al.) . Perubahan senyawa-senyawa dengan retency time tertinggi pada hari ke . (Gambar 4.59 0 0 0 20.03 0 0 0 6.967 46.79 0 0 0 12.14 hari inkubasi Senyawa terdegrasi Dodecanoic Acid beta Tumerone AR .10.736 18.28 19.9 Perbandingan kromatogram perlakuan kontrol.

ke-7 dan ke-14. proses degradasi hidrokarbon berlangsung efektif yang dibuktikan dengan semakin tingginya persentase degradasi. kecepatan dan efisiensi bioremediasi oleh mikroorganisme dipengaruhi oleh jumlah mikroorganisme yang terlibat (Milic et al. Pertumbuhan bakteri pendegradasi minyak pelumas selama masa inkubasi Kelompok bakteri agens bioremediasi yang banyak digunakan terutama karena bakteri memiliki kecepatan reproduksi yang tinggi dan bakteri merupakan kelompok mirkoba yang mudah beradaptasi dengan lingkungan.10 Emulsifikasi lapisan minyak pada media mineral Setelah inkubasi pada kontrol dan konsorsium isolat E. Colwell (1974) dalam Nugroho (2006).. Oleh karena itu. 2009). sehingga memungkinkan dapat menggunakan residu minyak bumi sebagai sumber karbon dan energi (Koswara. 2008). Data jumlah bakteri tiap interval waktu disajikan selengkapnya pada tabel 4.3. . Penghitungan jumlah bakteri selama masa inkubasi dilakukan menggunakan metode Total Plate Count pada hari ke-0. keanekaragaman dan kelimpahan mikroorganisme pendegradasi hidrokarbon yang terdapat di alam memiliki hubungan yang linear dengan peningkatan kadar polusi hidrokarbon.. Isolat bakteri hidrokarbon dapat memanfaatkan minyak bumi sedemikian rupa sehingga kelimpahannya semakin meningkat. Dengan demikian. 2003.42 Gambar 4. penghitungan jumlah bakteri sangat perlu dilakukan untuk mengetahui profil pertumbuhan bakteri pendegradasi minyak pelumas dan pengaruhnya terhadap degradasi minyak pelumas. Foght.

67 x 1011 cfu/ml 9.08 x 1012 cfu/ml Gambar 4.8 Jumlah rata-rata sel bakteri dalam konsorsia tiap interval waktu Formula isolat N4 B4 BN Jumlah bakteri (dalam 109 CFU/ml) pada hari ke0 4.56 x 1012 cfu/ml 18.43 Tabel 4.83 x 1011cfu/ml 7.90 x 109 cfu/ml 7 2. 7 dan 14 .03 x 10 9 cfu/ml 6.00 x1011 cfu/ml 14 7.30 x 109 cfu/ml 1.51 x 1012 cfu/ml 9. 11 Pertumbuhan sel dalam isolat bakteri pada hari ke-0.

2010). 2007. Laju penurunan substrat yang terwakili oleh besarnya konsentrasiTPH akan diikuti oleh kenaikan jumlah populasi mikroorganisme.17) yang menunjukkan korelasi positif dengan aktifitas degradasinya (Ojo. kemampuan fungsi-fungsi sel. Tang et al. 12 Grafik korelasi Pertumbuhan sel dalam isolat bakteri dengan degradasi minyak pelumas pada hari ke-0. pH tanah secara signifikan akan mempengaruhi aktivitas mikroorganisme. F. bahwa pH medium mengalami kenaikan sesuai dengan pertumbuhan bakteri.44 Gambar 4. Semakin banyak mikroorganisme yang terlibat dalam proses. 2005). Hasil penelitian kali ini sejalan dengan berbagai hasil penelitian terdahulu terutama mengenai profil pertumbuhan sel bakteri dalam isolat (Gambar 4. Ph akan mempengaruhi reaksi transformasi biotis. 7 dan 14 Berdasarkan data pada Tabel 4. Pada kultur isolat BN peningkatan jumlah bakteri paling signifikan justru terjadi setelah inkubasi selama 14 hari.12 dapat diketahui bahwa jumlah bakteri mengalami peningkatan hingga hari ke-14. Milic et al. Nilai pH medium selama inkubasi Pengukuran pH berhubungan dengan lingkungan mikro pada medium dan dapat dihubungkan dengan pertumbuhan sel bakteri pendegradasi minyak.11 dan 4. 2004. 2009 )..6 dan grafik pada Gambar 4. Kondisi ini diakibatkankarena dibutuhkannya substrat sebagai sumber energi dan sumber karbon untuk pertumbuhan dan regenerasi sel (Kurniawan. Berdasarkan penelitian ini. Nilai pH awal diatur 7 supaya adanya suasana yang homogen pada medium tidak menghambat pertumbuhan sel bakteri.. akan semakin membuka kemungkinan jalur proses degradasi (Notodarmojo. seperti .

2 dan 5. 1998). 14 dan 21 . Nilai pH pada minggu ke-dua mengalami penurunan antara 6.12). 2005). 7.9.81 Ket: Angka-angka menunjukkan ada pengaruh yang signifikan perlakuak perlakuan terhadap penurunan pH berdasarkan uji anova 5% Gambar 4.2 6.45 tranportasi melalui membran sel. dan keseimbangan reaksi yang terkatalis oleh enzim (Notodarmojo.11 6. Pertumbuhan mikroorganisme akan meningkat apabila pH beradapada kisaran 6 hingga 9 (Eweis et al .2 6.Pengamatan pH Pengamatan pH hari ke Formula isolat N4 B4 BN kontrol 0 7 7 7 6. 13 pH pada hari ke-0.18 5. Selama minggu awal pengamatan pH berkisar antara 6. Table 4.4 5.7.5 dan 5.8 ( Gambar 4.28 6.93 14 6.71 7 6.

7 dan 14 Nilai pH tanah dapat mempengaruhi laju biodegradasi baik secara langsung atau tidak langsung. sedangkan secara tidak langsung pH tanah mempengaruhi kenaikan atau penurunan ketersdian nutrisi khususnya fosfor (Bewley. 14 Grafik korelasi Pertumbuhan sel dalam isolat bakteri dengan degradasi minyak pelumas pada hari ke-0. Mikroorganisme pada umumnya tumbuh dengan baik pada pH antara 6. 1996).0-8.46 Gambar 4. 1996a). .0 (Udiharto.