You are on page 1of 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tak dapat disangkal, salah satu persoalan yang dapat
memicu

persengketaan

antar

negara

adalah

masalah

perbatasan. Indonesia juga menghadapi masalah ini, terutama
mengenai garis perbatasan di wilayah perairan laut dengan
negara-negara tetangga.
Bila dicermati, banyak negara-negara di Asia Pasifik juga
menghadapi masalah yang sama. Anggapan bahwa situasi
regional sekitar Indonesia dalam tiga dekade ke depan tetap
aman dan damai, mungkin ada benarnya, namun di balik itu
sebenarnya bertaburan benih konflik, yang dapat berkembang
menjadi persengketaan terbuka.
Dalam konteks itu pula, makalah ini mencoba menguji
sengketa Blok Ambalat yang berdampak pada ketegangan dua
negara, yaitu, Indonesia dan Malaysia dengan fokus pada
perspektif Indonesia. Konflik tersebut telah berlangsung sejak
tahun 1980 dan terus memanas hingga sekarang. Indonesia
dibawah kepemimpinan Soeharto selama 23 tahun tumbuh
mencapai kedewasaan politik yang termanifestasikan pada
komitmennya yang kuat dan berkelanjutan untuk menyelesaikan
sengketa wilayah darat dan maritimnya. Kondisi berbeda yang

1

ditunjukkan Indonesia dalam kasus Ambalat menjadi titik balik
perubahan radikal dari fase tumbuh dewasa kembali pada fase
remaja secara politik. Fase remaja Indonesia terjadi karena
proses transisi sebagai dampak gerakan reformasi 1998.

1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk membahas
kembali tentang sengketa Blok Ambalat yang berdampak pada
negara

Indonesia

dan

melihat

kedewasaan

sikap

negara

Indonesia dalam menghadapi sengketa ini.

1.3 Metodelogi Penulisan
Metode yang digunakan tim penulis dalam membuat makalah ini
adalah studi pustaka.

1.4 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan tim penulis coba bahas
dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa penyebab terjadinya konflik Ambalat?
2. Bagaimana dasar hukum klaim Malaysia dan indonesia?
3. Bagaimana strategi Indonesia dalam menyelesaikan konflik
Ambalat?
4. Apa saja hikmah dan solusi dari kasus Ambalat?

2

yang merupakan cekungan sedimentasi bagi pengendapan sedimenter rigeneous (asal daratan). 2.2 Kaitan Kasus Ambalat Nusantara 3 dengan Wawasan .000 sampai 2.1 Keadaan Umum Blok Ambalat Blok Ambalat terletak di wilayah Muara Sungai Kayan yang membentuk delta pada bagian lepas pantai berkedalaman antara 1. Blok Ambalat di dalam wilayah cekung antarakan di Kalimantan Timur. batuan dasarnya adalah bagian dari lempeng benua pembentuk Kalimantan. Batuan sedimen yang berada diatasnya berasal dari dari daratan Kalimantan yang kemudian ditransport melalui sungai kayan untuk kemudian diendapkan membentuk delta yang besar di landas kontinen yang bersangkutan . dan telah berproduksi.BAB II ISI KONFLIK WILAYAH BLOK AMBALAT ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA 2. Blok Ambalat adalah kelanjutan alamiah daratan Kalimantan Indonesia. yang berpotensi sebagai penghasil minyak dan gas bumi.375 meter dibawah muka laut pada landas kontinen Kalimantan. Wilayah sampai kedalaman tersebut merupakan kelanjutan daratan Kalimantan wilayah Indonesia.

Pemberian konsesi minyak oleh Malaysia tersebut menimbulkan reaksi dari berbagai pihak di Indonesia. petronas kepada PT Shell. Sabah yang dikenal dengan East Ambalat. karena mengubah wilayah perairan di Asia Tenggara. Hal nusantara serta persengketaan yang keutuhan berkaitan dengan implementasinya berkaitan bangsa dengan salah daerah dan Negara konsep wawasan satunya mengenai perbatasan antar Negara. Blok Ambalat diperkirakan memiliki kandungan 421.61 juta barel minyak dan gas 3. Kedua perusahaan minyak dan gas itu sama-sama menawarkan hak eksplorasi ke perusahaan asing. klaim tersebut dilakukan Malaysia dengan argumentasi peta tahun 1979 yang diterbitkan secara sepihak oleh Malaysia. hambatan. tantangan dan gangguan baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dapat mengancam Indonesia. Berbagai ancaman. Padahal Pertamina dan Petronas sudah lama saling mengklaim hak atas sumber minyak dan gas di Laut Sulawesi dekat Tawau.3 triliun kaki kubik. Adapun latar belakang yang memunculkan masalah tersebut yaitu Pemberian konsesi eksplorasi pertambangan di Blok ND7 dan ND6 dalam wilayah perairan Indonesia. pada tanggal 16 Februari 2005. Tepatnya di Laut Sulawesi. negara lain saja sudah protes atas penerbitan peta itu. Protes 4 . Seperti hal yang sangat marak baru-baru ini yaitu sengketa antar dua negara serumpun. Jangankan Indonesia.Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar dan wilayah yang luas baik darat maupun lautan memiliki tantangan tersendiri untuk menjaga keutuhan dan persatuan serta kesatuan wilayahnya. Indonesia-Malaysia mengenai daerah perbatasan di wilayah Ambalat. perairan sebelah timur Kalimantan oleh perusahaan minyak malaysia.

Alasannya. Adapun titik awal penarikan garis batas pengakuan dimulai dari garis pantai Pulau Sebatik. Salah satu bukti kesewenangwenangan Malaysia yang lain adalah mencantumkan kawasan Karang Unarang ke dalam wilayah perairan Malaysia pada peta terbaru yang dikeluarkan pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi. Tindakan pemerintah Malaysia yang mengklaim blok perairan Ambalat sebagai wilayah teritorial negaranya telah memicu sikap dan tindakan "reaksi" dari berbagai komponen masyarakat Indonesia. konsep Wawasan Nusantara atau status Indonesia sebagai negara kepulauan telah diakui dalam Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1982. Padahal selama ini Karang Unarang berada di kawasan Indonesia. Kaltim. Belakangan Malaysia memperluas wilayahnya sampai sejauh dua mil.235 kilometer persegi. Perasaan sakit 5 hati masyarakat (bangsa) . banyak anggota masyarakat yang siap mengikrarkan diri sebagai korps sukarelawan apabila konflik klaim wilayah perairan Ambalat termanifestasi menjadi perang terbuka.terhadap peta itu sudah dilakukan sejak Tahun 1980 dan tetap dilakukan secara berkala. Malaysia semula mengklaim memiliki wilayah perairan Indonesia lebih dari 70 mil dari batas pantai Pulau Sipadan dan Ligitan. Bahkan. Indonesia sendiri telah memberikan konsesi minyak kepada beberapa perusahaan minyak dunia di lokasi ini sejak tahun 1960-an tanpa ada keberatan dan protes dari negara lain. Dengan demikian. total luas wilayah Indonesia yang telah "dicaplok" Malaysia adalah 15. Pengakuan tersebut kontan ditolak Indonesia. Malaysia bukan negara kepulauan dan hanya berhak atas 12 mil dari garis batas pantai Pulau Sipadan dan Ligitan. Patut diketahui.

meski dalam strategi politik media di Malaysia kasus klaim Ambalat sengaja ''didinginkan'' agar publik Malaysia tidak terlibat jauh dalam sengketa politik tersebut. sikap anti-Malaysia dalam pengertian politik. Sikap ini ditunjukkan oleh berbagai komponen gerakan 6 . yang diperebutkan lima negara asia. saat ini telah menaikkan ketegangan hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia.Indonesia tersebut sesungguhnya merupakan akumulasi kekecewaan dan tumpukan rasa sakit hati atas berbagai kebijakan pemerintah Malaysia yang begitu antikemanusiaan dan antipenghargaan martabat bangsa lain(khususnya bangsa Indonesia). Ada beberapa sikap masyarakat di dalam negeri Indonesia yang merespons kasus Ambalat. Kedua. sikap kritis dan rasional. sikap kritisprogresif. Sikap ini ditunjukkan dalam berbagai demonstrasi dengan isu "Ganyang Malaysia". Sikap ini mencoba mengkritisi kasus Ambalat sebagai bentuk sengketa kewilayahan antardua negara tetangga karena perbedaan sudut pandang politik kemaritiman dan juga kepentingan ekonomi-politik. Sikap ini ditunjukkan oleh kalangan nasionalis dan masyarakat awam yang sebenarnya memiliki perasaan sakit hati atas kebijakan politik pemerintah Malaysia dalam kasus TKI. menjadi inspirasi sentimen nasionalisme bangsa ini. Pertama. Dari kasus TKI. Sikap ini ditunjukkan oleh kalangan cerdik pandai di Indonesia yang memposisikan kasus Ambalat setara dengan kasus-kasus sengketa batas wilayah atau klaim teritorial seperti Kepulauan Spratly. Ketiga. di mana pemerintah Malaysia lebih banyak bertindak represif dan seolah menempatkan para TKI asal Indonesia sebagai "budak belian" yang disia-siakan. Perkembangan kasus Ambalat sendiri. Juga kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan melalui keputusan ICJ (International Court Justice) tahun 2002.

diwakili Pertamina melawan perusahaan SHELL (Inggris-Belanda) yang telah menjalin Malaysia. pihak Malaysia tidak pernah berniat 7 . yakni Petronas. Sikap kritis- progresif kalangan gerakan mahasiswa -. Sikap masyarakat Indonesia sangat wajar. mengingat luka akan lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan masih belum hilang. Yakni antara perusahaan minyak UNOCAL (AS) dan ENI (Italia) yang telah menjalin kontrak dengan pemerintah Indonesia. yang saat ini lemah secara politik.mahasiswa yang mencoba membaca kasus Ambalat sebagai bentuk pertaruhan harga diri bangsa dan negara dari deraan kepentingan ekonomi-politik neoimperalisme. pernyataan sikap -- tersebut dilandasi oleh kerangka berpikir bahwa kasus konflik Ambalat sebenarnya merupakan konflik kepentingan rezim neo- liberalisme dan neo-imperalisme yang terwakili berbagai serikat perusahaan minyak global yang ingin mengeksploitasi sumber daya minyak di gugus perairan Ambalat (East Ambalat). demonstrasi. yang diwakili "mitra bisnisnya''.yang kontrak telah kerja menjalin sama kontrak dengan kerja pemerintah sama dengan pemerintah Malaysia. ekonomi dan kekuatan persenjataan karena deraan praktik korupsi serta krisis ekonomi sejak akhir kekuasaan Orde Baru.yang terekspresi dalam berbagai aksi. Sengketa perairan Ambalat merupakan medan "pertempuran'' kepentingan antarperusahaan kapitalis minyak di atas untuk memperebutkan sumber daya minyak dan gas yang ada di dasar perairan Ambalat. Dalam konteks demikian sebenarnya konflik Ambalat adalah pertentangan kepentingan antarperusahaan minyak global dengan memanfaatkan politik intervensi pemerintah Malaysia yang mungkin memiliki sikap berani berkonflik melawan pemerintah Indonesia. hingga saat ini. Selain itu.

baik dalam menyelesaikan permasalahan perbatasan dengan negara tetangga. hingga saat ini pihak Malaysia belum menuntaskan masalah ini secara penuh. melainkan keabsahannya delimitasi batas wilayah laut harus didasarkan pada hukum internasional. bahwa delimitasi batas wilayah laut tidak hanya bergantung pada kehendak sepihak satu negara pantai saja yang dituangkan dalam undangundang nasionalnya. seperti wilayah Indonesia.Sikap arogansi Malaysia ini dicerminkan oleh ditetapkannya peta wilayah buatan Malaysia tahun 1979 secara sepihak dan dengan gampangnya memasukkan wilayah negara lain sebagai wilayahnya. serta Inggris yang mengatasnamakan Brunei Darussalam. Sebagaimana Indonesia. klaim suatu wilayah secara sepihak tidak dibenarkan oleh ketentuan internasional sebagaimana tertuang dalam hukum laut internasional (UNCLOS 1982). China. Pada kasus itu disebutkan. Filipina. Padahal. di samping show of force militer. Akankah kedaulatan wilayah kita yang 8 . Sementara itu yang patut diingat dalam menuntaskan permasalahan sengketa Ambalat. apabila suatu wilayah negara pantai berhadapan (opposite) atau berdampingan (adjacent) dengan negara lain. maka negara tersebut harus melakukan perundingan untuk mencapai persetujuan. Dengan kata lain. Thailand. Pemerintah Indonesia juga harus menyiapkan strategi jitu secara diplomatik agar tidak kembali menelan kekalahan seperti dalam persidangan kasus sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan. Vietnam. Ironisnya. negara-negara yang wilayahnya diklaim oleh Malaysia melakukan protes keras. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada keputusan Mahkamah Internasional 18 Desember 1951 dalam kasus perikanan atau yang dikenal dengan Anglo norwegian fisheries case antara Inggris dan Norwegia.

negara Eropa Barat yang memiliki armada niaga besar dan maju. negara yang berkepentingan terhadap perikanan dan pemasangan kabel komunikasi di dasar laut. seperti Amerika Serikat dan Rusia. Keempat. Dalam golongan ini termasuk negara. dan kepulauan Mauritus pada sebagai akhir negara tahun 1972. Hal ini dikarenakan usahausaha untuk memasukkan rezim kepulauan selama diadakan Konferensi Kodifikasi Den Haag tahun 1930 dan Konferensi Hukum Laut di Jenewa tahun 1958 selalu mengalami kegagalan. Di samping tidak adanya kepulauan. yakni anggota-anggota ASEAN dan negara-negara tetangga lainnya. Ketiga. Ada empat golongan yang berkepentingan dengan prinsipprinsip negara kepulauan. yaitu: Pertama. Deklarasi ini mengubah batas 9 . pendukung Pemerintah asas-asas Republik Indonesia pada tanggal 13 Desember 1957 mengeluarkan suatu deklarasi tentang wilayah Perairan Indonesia yang dikenal dengan istilah Deklarasi Djuanda. negara maritim besar yang mempunyai kepentingan terhadap strategi militer. negara-negara tetangga. Sementara itu jauh sebelum bergabungnya Indonesia. Fiji.disatukan oleh lautan kembali terlepas dari pangkuan Ibu Pertiwi? Perjuangan Indonesia untuk memperoleh pengakuan sebagai negara kepulauan merupakan sebuah perjalanan panjang yang sangat melelahkan. khususnya negara-negara maritim besar yang ingin terus menancapkan hegemoninya di wilayah laut. Filipina. termasuk Australia. seperti Jepang yang melakukan kegiatan perikanan di Perairan Indonesia sejak sebelum perang. kesepakatan kegagalan mengenai tersebut pengertian dipengaruhi oleh negara berbagai kepentingan antarnegara. negara maritim yang berkepentingan terhadap lalu lintas pelayaran laut. Kedua.

ekonomi. konsepsi negara kepulauan akhirnya mendapat pengakuan pada Konvensi Hukum Laut 1982. seperti Laut Jawa yang terletak antara Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Dimasukannya poin-poin negara kepulauan dalam Bab IV UNCLOS 1982 yang berisi 9 pasal. sosial. sekarang menjadi laut teritorial Indonesia.laut teritorial Indonesia dari 3 mil berdasarkan Territoriale Zee en Maritime Kringen Ordonnantie (TZMKO) 1939 menjadi 12 mil. Artinya. dan keamanan. sebagai pihak Pemerintah negara kepulauan (archipelagisstate). Pengakuan resmi asas negara kepulauan ini merupakanhal yang penting dalam rangka mewujudkan satu kesatuan wilayah yang utuh sesuai dengan Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 dan Wawasan Nusantara sebagaimana termaktub dalam TAP MPR tentang Garis-garis Besar Haluan Negara yang menjadi dasar bagi perwujudan kepulauan Indonesia sebagai satu kesatuan politik. yang kemudian menggunakan garis pangkal 10 . Sejak beralihnya kepemilikan Malaysia Pulau Sipadan menempatkan dan dirinya Ligitan. Dalam perkembangan selanjutnya. budaya. mencuatnya Berdasarkan konflik Malaysia- Indonesia di Perairan Sulawesi disebabkan salah satunya oleh kesalahan Malaysia dalam melakukan penarikan garis pangkal (base line) pascasidang kasus Sipadan-Ligitan. bagi seluruh rakyat Indonesia hal ini memiliki arti penting karena selama 25 tahun secara terusmenerus Pemerintah Indonesia memperjuangkan asas-asas negara kepulauan. Untuk memperkuat Deklarasi Djuanda 1957 dan melaksanakan konsepsi Wawasan Nusantara. berkembang. bagian laut yang sebelumnya termasuk laut lepas (high seas). informasi yang pertahanan. maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Perpu Nomor 4 Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia yang kemudian diganti oleh UndangUndang No 6/1996.

benarkah Malaysia merupakan negara kepulauan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam UNCLOS 1982? Secara umum. klaim Malaysia juga didasarkan pada konsepsi Landasan Kontinen (continental shelf) yang merupakan kelanjutan alamiah (natural prolongation) dari wilayah daratannya sampai pada ujung luar dari tepian kontinen atau sampai pada jarak 200 mil laut dari garis pangkal. perairan yang saling bersambungan (inter-connecting water) dan karakteristik alamiah lainnya dalam pertalian yang demikian erat sehingga membentuk suatu kesatuan intrinsik geografis. Malaysia tidak dibenarkan menggunakan garis pangkal lurus kepulauan karena mereka tidak berstatus sebagai negara kepulauan. karena Indonesia sebagai negara kepulauan yang berhak melakukan penarikan garis pangkal dari ujung luar batas pulau-pulaunya. dan politis atau secara historis memang dipandang sebagai demikian (Pasal 47). Dengan demikian. materi yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah.lurus kepulauan (straight archipelagic baseline) dalam penentuan batas wilayahnya sehingga wilayah perairannya menjorok jauh ke selatan. mengambil wilayah perairan Indonesia. 2. Ironisnya. Sipadan dan P. ekonomis. Dengan dasar itu. Selain itu. maka batas laut teritorial bagian utara pulau Jawa berada di Lautan Sulawesi.lagi Malaysia keliru.1 Blok Ambalat dan Pulau-pulau Terluar di Indonesia Mungkin masih tersimpan di ingatan kita akan kasus sengketa dua pulau 'tak bertuan'. Selanjutnya ditentukan.2. bahwa yang dimaksud dengan kepulauan adalah sekumpulan pulau-pulau. P. Ligitan 11 . definisi yang diberikan UNCLOS 1982 terhadap negara kepulauan ialah negara-negara yang terdiri atas seluruhnya dari satu atau lebih kepulauan. lagi.

Saat itu. Dengan kata lain. dan landas kontinen). Pemerintah Malaysia merasa bahwa mereka berhak atas wilayah eksplorasi minyak di daerah tersebut setelah mereka memenangi sengketa kepemiliki P. Mahkamah Internasional memutuskan pihak Malaysia berhak atas klaim kedua pulau tersebut dengan alasan penguasaan efektif. secara tidak langsung. Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002 yang lalu. Tindakan ini dianggap sebagai tindakan provokatif dan menghina teritori serta kedaulatan Indonesia. Hal ini ditegaskan melalui Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982 yang mengakui adanya status negara kepulauan dalam hukum laut. 12 baik yang . bersebelahan maupun yang berseberangan. Masih banyak yang belum mengetahui bahwa provokasi yang dilakukan oleh Kapal Perang Malaysia tersebut bermula karena persengketaan yang terjadi dalam memperebutkan Blok Ambalat. Konvensi tersebut secara jelas mengatur kewenangan sebuah negara pantai terhadap wilayah laut (laut teritorial. zona tambahan. konvensi ini juga mengatur tata cara penarikan garis batas maritim jika terjadi tumpang tindih klaim antara dua atau lebih negara bertetangga. sebetulnya memiliki kekuatan secara faktual dan yuridis di mata dunia.beberapa tahun yang lalu. Ketika muncul berita Kapal Perang Malaysia melanggar batas wilayah laut Indonesia beberapa waktu yang lalu. zona ekonomi eksklusif. Selain itu. berbagai reaksi keras dan marah pun bermunculan di tengah-tengah masyarakat Indonesia. provokasi ini merujuk pada perebutan yang dimiliki wilayah kedaulatan zona ekonomi eksklusif. Konsep negara kepulauan Indonesia.

jika pemerintah kehilangan pulau-pulau Indonesia terluar menyadari dapat bahwa menyebabkan berkurangnya pula wilayah perairan dan luas negara kita.6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia yang dimiliki Indonesia pun tidak mengatur batas wilayah yang jelas. 13 . Hilangnya sebuah pulau tentu saja dapat melukai moral. Seharusnya.Dengan demikian. Sayangnya. sudah jelas bahwa Blok Ambalat merupakan bagian dari wilayah perairan Indonesia (jika dilihat dari titik-titik garis batas maritim). Sipadan dan Ligitan telah jatuh ke tangan pemerintah Malaysia. Pemerintah seharusnya mendaftarkan pulau-pulau terluar dan titik-titik batas Indonesia kepada PBB agar sengketa dengan negara tetangga di wilayah perbatasan dapat diminimalisasi. Artinya. namun yang lebih penting adalah mempertahankan wilayah kepulauan kita yang memiliki sumber daya alam yang begitu banyak. bukan berarti Blok Ambalat bisa dikuasai pula oleh negara itu. ekonomi. dan hukum negara kita. walaupun P. UU No. Bersikap tegas dalam menyikapi masuknya kapal perang Malaysia ke dalam wilayah perairan Indonesia atau memutuskan untuk berkonfrontasi secara militer dalam mempertegas batas-batas wilayah memang penting. bukan dari pulau terluar negara tersebut dikarenakan Malaysia bukanlah negara kepulauan. Hal ini dikarenakan cara pengukuran perairan yang dimiliki oleh Malaysia seharusnya dilakukan dari Daratan Sabah. menanggapi pihak serius pemerintah pengakuan Indonesia hukum laut kurang internasional tersebut.

Peta itu tidak hanya diprotes oleh Indonesia tetapi juga Negara Singapura.3 Dasar Hukum Klaim Indonesia dan Klaim Malaysia 2. dimulai pada tahun 1979. Peta Malaysia tahun 1979 sebenamya tidak memiliki implikasi hukum (legal) akan tetapi mempunyai implikasi politis. Filipina. 102 tanggal 17 Desember 2002. Padasaatitu Indonesia tidak meminta Mahkamah Intemasional untuk memutuskan garis perbatasan laut sekali gusse bagai pengganti titik sebelumnya yaitu Pulau Sipa dan dan ligitan. Vietnam. Thailand.2. Malaysia membuat peta secara sepihak. 14 .1 Dasar Hukum Malaysia Malaysia mengklaim dirinya sebagai Negara kepulauan dengan dasar bahwa mereka telah memiliki hak pengelolaan atas dua pulau yaitu Pulau Sipa dan dan Pulau ligitan. dan Inggris pun mengajukan protes atas nama Brunai Darusalam saat Malaysia belum merdeka. Kedua pulau tersebut jatuh ketangan Malaysia berdasarkan keputusan akhir Intemational Court of Justice (ICJ) No. Cina. karena dianggap sebagai upaya perebutan wilayah negara lain.3. Malaysia denganpeta 1979 telah menetapkan sendiri batas laut antara Sabah dan Kalimantan Timur dengan menarik garis dasar lurus (garispangkal) dari Pulau Sipadan dan hingga perbatasan darat Indonesia-Malaysia di PulauSebafik. Kronologi smunculnya peta Malaysia yang menjadi dasar klaim atas Blok Ambalat. Penjelasan tersebut di atas merupakan titik awal keberanian Malaysia dalam upaya memperluas wilayahnya.

termasuk minyak dan gas sampai sejauh 200 mil dari garis-garis pangkal nusantara Indonesia atau lebih jauh lagi sampai kelanjutan alamiah dari pulau-pulau terluar Indonesia kedasar laut. Terlebih lagi bahwa Indonesia telah melakukan eksploitasi dan ekplorasi pada Siok Ambalat dan wilayah sekitamya sejak dulu. Indonesia mempunyai hak berdaulat atas kekayaan alam di dasar laut dan tanah di Indonesia berhasil memperjuangkan konsep Negara kepulauan (Archipelagicstate) hingga diakui secara intemasional. Berdasarkan Konvensi Hukum laut 1982. 2. Letak Siok Ambalat masih dalam jarak 200 mil dari garis dasar kepulauan nusantara di pantai Kalimantan Timur. Berdasarkan Konvensi Hukum laut 1982. Malaysia tidak pernah melayangkan nota protes atas klaim Indonesia tersebut.4 Strategi lndonesia Konfllk Ambalat 15 dalam Menyelesaikan .2. Indonesia mempunyai hak berdaulat atas kekayaan alam di dasar laut dan tanah di bawahnya. Sehingga dapat menerapkan ketentuan ketentuan yang berlaku sebagai Negara kepulauan. Indonesia berhasil memperjuangkan konsep Negara kepulauan (Archipelagic state) hingga diakui secara intemasional. Sehingga dapat menerapkan ketentuan ketentuan yang berlaku sebagai Negara kepulauan.3. Fakta tersebut yang menguatkan bahwa Blok Ambalat memang masih dalam jangkaua nwilayah Indonesia dan Indonesia berhak atas pengelolaannya. Pada saat itu.2 Dasar Hukum Indonesia Indonesia tetap pada pendiriannya bahwa perairan Ambalat adalah bagian wilayah Indonesia.

1 Diplomasi Luar Negeri a.2. Strategi TNI AL Tentara Nasional lndonesia Angkatan Laut (TNI AL) merupakan komponen utama pertahanan' negara yang berfungsi sebagai penegak hukum di laut. mempertahankan stabilitas keamanan dilaut. Strategi Deplu Departemen Luar negeri berfungsi sebagai juru bicara kenegaraan dengan pemerintah Malaysia. Deplu menekankan pada soft diplomacy yaitu cara penyelesaian masalah secara halus tetapi tetap mennpertahankan misi dengan kuat tanpa merendahkan harga diri bangsa Indonesia. Divlsi Perjanjian Luar Negeri memberikan pemyataan bahwa Deplu akan terus mengemban tanggung jawab sebaik mungkin untuk mempertahankan kedaulatan negara. Bisa dikatakan bahwa Deplu memikul beban yang cukup berat. karena setiap bentuk negoisasi dapat berpengaruh terhadap hasil keputusan. melindungi sumber daya alam dari berbagai bentuk gangguan dan pelanggran hukum di wilayah perairan yuridiksi nasional Indonesia.4. b. Posisi Indonesia terhadap Malaysia dapat dikatakan kuat karena berdasarkan kententuan-ketentuan hukum intemasional yang berlaku. Mencakup menjaga kedaulatan Negara dan integritas wilayah NKRI. Strategi DKP 16 lebih dari sisi pertahanan . c. Strategi yang dilakukanoleh TNI AL yaitu menggelar operasi yang dikategorikan sebagai tindakan preventif (pencegahan) danrepresif (tindakan) TNI AL mel/hat masalah konflik Ambalat ini kedaulatan.

Pada Undang-undang nasional No.1 Tahun 1973 dengan UNCLOS 1982. Terdapat perbedaankonsep antaraUndang-Undang No. Menurut Kasubdit identifikasi Potensi Pulau -Pulau Kecil. Undang-undang nasional yang dianggap perlu diadakan perubahanya itu.1 Tahun 1973 hanya memuat bahwa kawasan landas kontinen Indonesia mencapai kedalaman 200 meter atau lebih. Undos 1982 menjelaskan 17 . pemerintah seharusnya secara detail dan jelas memasukan seluruh bagian yang masuk wilayah Indonesia dengan setiap keterangan mengenai data Demografi dan data Statistik dari keseluruhan pulau pulau tersebut.5 Pengaturan Perundang-Undangan Nasional Perundang-undang nasional Indonesia dianggap masih perlu pengkajian lebih dalam dan perlunya perbaikan agar status hokum dapat terjamin tanpa adanya ketidakselarasan antara undang-undang nasional dengan Undos 1982 yang telah diakui oleh dunia intemasional. 2. termasuk pulau-pulau kecil dan terluar Indonesia. Sebenarnya konflik yang terjadi baik mengenai blok Ambalat maupun Pulau Sipadan dan Ligitan merupakan implikasi dari lambannya pemerintah Indonesia mengatur masalah pengelolaan sector perikanan khususnya.Dalam hal ini DKP lebih berfungsi sebagai badan yang mengatur mengenai pengelolaan pulau-pulau Indonesia. Didi Sadili solusi yang dapat diberikan dalam penyelesaian konflik Ambalat adalah : 1. 2. Tertib administrasi pemerintahan.1 Tahun 1973 mengenai landas kontinen. perbedan tersebut terletak pada konsep jarak landas kontinen. pada UndangUndang No. Ir. Memberikan nama atau toponim (penamaan untuk unsur-unsur geografis) pada semua pulau-pulau yang ada dalam wilayah Indonesia.

Selat Malaka. pemerintah dapat mengamandemen Undang-Undang tersebut dengan mengacu pada UNCLOS 1982 yaitu Konvensi PBB mengenai hokum laut. dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Laut Sulawesi. dan untuk menyamakan dengan ketentuan Intemasional yang berlaku akan lebih baik jika. setidaknya harapan tersebut saat ini sudah memiliki peta serupa. Kedua. suatu kasus yang sesungguhnya lebih terkait konflik dalam bisnis perminyakan dan kemudian menjadi kompleks lantaranter jadi overlapping area eksplorasinya. Alasan mengapa peta serupa penting untuk diluncurkan: Pertama. ini tidak lain karena dengan peta yang Indonesia miliki. Jika tidak dibuat saat itu. danLaut China Selatan. Tenggang waktu 33 tahun sejak Malaysia memunculkan petanya bias menjadi “pembenaran” bagi Malaysia bahwa peta tersebut sudah “diterima” Indonesia. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seharusnya Indonesia mengeluarkan peta serupa seperti dilakukan Malaysia pada 1979 yang menegaskan bahwa sebagian wilayah laut yang diklaim Malaysia di Laut Sulawesi adalah wilayah milik kita. 18 .konsep yang lebih barubah wajarak landas kontinen mencapai 200 mil laut dari garis pangkal dari mana lebar laut territorial diukur. peta tersebut akan menjadi penguat bagi Indonesia dalam mencari solusi konflik blok Ambalat. landas kontinen. Peta tersebut juga bias menjadi data pendukung kita di meja perundingan dengan Malaysia. dapat ditegaskan kepemilikan garis batas imajiner (di ataskertas) Indonesia atas laut teritorial.

terutama sejak rezim hukum negara kepulauan mendapat pengakuan dari masyarakat internasional melalui Konvensi Hukum Laut (KLH) 1982. Sengketa Ambalat kembali mengemuka ketika Malaysia melalui Petronas memberikan konsensi minyak di Ambalat kepada Shell Bv (Belanda) tahun 2005 karena Malaysia menganggap Blok Ambalat sebagai wilayah teritorialnya.6 Hikmah dan Berkaitan Solusi dengan dari Kasus Implementasi Ambalat Wawasan Nusantara Lepasnya Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia. Bab IV KLH.Ketiga. karena berarti Indonesia belum dapat mengambil manfaat dari adanya perubahan dan atau pembaruan di bidang pengaturan atas laut khususnya yang diatur dalam Bab IV KLH 1982 tentang Negara 19 . ratifikasi KLH 1982 ternyata dalam perkembangannya tidak segera diikuti dengan langkah-langkah tindak lanjut sebagai penjabarannya ke dalam peraturan perundang-undangan nasional. 2. Namun. secara hukum sebenarnya akibat kelalaian Indonesia yang tidak segera menetapkan batas terluar kepulauan Indonesia. 1982 (Pasal 46 hingga Pasal 54) mengatur tentang Negara Kapulauan (Archipelagic States) Indonesia telah meratifikasi KLH 1982 melalui UU No. peta diperlukan untuk mengamankan Laut Sulawesi sebagai security belt Indonesia yang meneruskan alur dari Selat Makassar dan Selat Lombok menuju Samudera Pasifik. dan kini Blok Ambalat dalam klaimnya juga. Masalah perbatasan Ambalat telah menyita perhatian Malaysia-Indonesia sejak tahun 1967 hingga saat ini masih dalam tahap perundingan. Kondisi tersebut sebenarnya kurang menguntungkan bagi Indonesia. 17 Tahun 1985.

"Pemerintah Republik Indonesia berkewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia". Hal tersebut sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945 bahwa.Kapulauan. Tunjukkan dan tegaskan baik secara "faktual" maupun "yuridis" bahwa Blok Ambalat adalah milik Indonesia. Pengaturan masalah kelautan bagi pemerintah Republik Indonesia merupakan hal yang penting dan mendesak mengingat bentuk geografi Republik Indonesia sebagai suatu negara kepulauan yang terdiri dari 17. Demi kesatuan wilayah negara Republik Indonesia.508 pulau dengan sifat dan corak tersendiri. Rezim hukum "negara kepulauan" Indonesia yang telah diperjuangkan dengan susah payah sejak deklarasi Juanda 1957. Aksi tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi kenyataan. Penetapan batas-batas laut teritorial selebar 3 mil dari pantai sebagaimana terdapat dalam Territiriale Zee en Maritieme Kringen. Untuk mewujudkan tujuan tersebut. dijaga bila keutuhannya perlu dengan dan dipertahankan mengerahkan kekuatan bersenjata dan seluruh rakyat Indonesia. harus eksistensinya. semua pulau-pulau serta laut yang terletak di antaranya harus dianggap sebagai satu kesatuan yang bulat. Deklarasi tersebut yang di dalamnya konsekuensi mengandung bagi konsepsi pemerintah 20 dan nusantara bangsa menimbulkan Indonsia untuk . Aksi Malaysia dengan klaimnya atas Blok Ambalat merupakan tamparan nyata terhadap kedaulatan teritorial "negara kepulauan" Indonesia.Ordonnantie 1939 (TZMKO 1939) Pasal 1 ayat 1 tidak sesuai lagi dengan kepentingan keselamatan dan keamanan negara Republik Indonesia. Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan suatu pernyataan mengenai wilayah perairan Indonesia (deklarasi Juanda). pada tanggal 13 Desember 1957.

kita tidak punya national security belt. Tanpa orientasi kepulauan. Dalam menghadapi sengketa dan konflik daerah perbatasan ada beberapa model dan pola yang pernah dan dapat dilakukan untuk mengatasinya seperti dijelaskan dalam Pasal 33 Piagam PBB tentang Hukum Laut Internasional bahwa bila tak bisa diselesaikan secara bilateral. Dan orientasi ini akan membuat kita lebih outward looking. Australia. Malaysia pasti 21 tak akan menggunakan . Tapi dalam visi dan orientasi pembangunan.memperjuangkan dan mempertahankannya hingga mendapat pengakuan dari masyarakat internasional. ada pelbagai alternatif. Dengan orientasi kepulauan. arbitrator dan mekanisme regional. Dalam kasus Ambalat. seperti dikatakan Dimyati Hartono. Deklarasi Juanda 1957 mendapat tantangan dari negaranegara yang saat itu merasa kepentingannya terganggu seperti Amerika Serikat. Inggris. yakni titik-titik kawasan strategis bagi mengamankan kewilayahan dan kedaulatan negara. misalnya mediator. Negara yang mendukung pernyataan Indonesia mengenai konsepsi nusantara hanya Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. khususnya sejak Orba. Setiap titik itu bukan saja menjadi pos pertahanan tetapi juga dikembangkan ekonomi dan saranaprasarana pendidikannya sehingga kawasankawasan titik ini dengan sendirinya akan terbangun sistem peringatan dini (early warning system). Indonesia akan membangun dengan pandangan integratif darat. laut dan udara. Belanda dan New Zealand dengan menyatakan tidak mengakui klain Indonesia atas konsepsi nusantara. kita melupakan visi dan orientasi negara kepulauan ini dan lebih berorientasi tanah daratan (land based oriented) yang mengakibatkan kita bersifat inward looking.

Malaysia takut semua anggota ASEAN berpihak ke Indonesia. kita mempunyai persoalan dalam menjaganya karena saat kemerdekaan.mekanisme regional di ASEAN. langkah yang juga harus segera ditempuh oleh Pemerintah Indonesia adalah segera perbaiki dan depositkan PP No 38/2002 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik-titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia ke Sekjen PBB untuk dicatatkan sebagai bukti dalam penguasaan wilayah. Namun. Model joint development banyak mendapat pujian dari dunia dan konsep ini akhirnya ditiru negara-negata lain. dan mendapat tambahan ZEE 200 mil. total laut kita menjadi 6 juta kilometer persegi. di mana Indonesia termasuk pelopor dalam penggunaan mekanisme itu. kita sepakat tak membuat garis batas dengan Australia di Celah Timor. dengan alasan apa pun. Dengan demikian. karena dia punya persoalan dengan semua negara tetangganya seperti Singapura. Brunei Darusalam. Apalagi Indonesia diperkuat oleh serentetan sejarah yang mencatat bahwa perairan di Ambalat masuk ke dalam wilayah pengaturan Kerajaan Bulungan. Sebagai negara kepulauan. Setelah konsep wawasan nusantara diterima dunia. Kita menyepakati membuat joint development dengan melakukan kerja sama ekonomi di wilayah yang disengketakan. Jadi luas laut kita tak lebih dari 100 ribu kilometer persegi. Vietnam. setelah bertahun-tahun menemui jalan buntu. Filipina dan Thailand mengenai batas laut. klaim wilayah di Blok Ambalat dan Blok East Ambalat tidak dibenarkan oleh hukum laut internasional. Pada 1989. bisa dipilih solusi joint development. Bila perundingan bilateral menemui jalan buntu. laut kita cuma 3 mil dari pantai. Semoga usaha diplomasi yang 22 .

dan yang terakhir adalah ambalat. dan menghayati hak dan kewajiban warga Negara serta hubungan warga Negara dan Negara. harusnya menyadarkan kita bahwa kita telah jauh dari konsep wawasan nasional yang merupakan landasan visional bangsa dan Negara Indonesia.kuat dan terukur dapat mempertahankan kedaulatan keutuhan Negeri Bahari yang kita cintai. Indonesia harus belajar dari kasus Sipadan Ligitan agar 23 . Indonesia harus lebih jeli dalam melihat setiap wilayahnya yang berbatasan dengan Negara lain. Persengketaan penyelesaian yang atas wilayah Ambalat logis. Diusahakan sedapat mungkin persengketaan atas wilayah Ambalat dapat diselesaikan secara damai. Negara memerlukan sehingga sadar sebagai earga Negara memiliki wawasan nusantara guna mencapai cita-cita dan tujuan nasional 3. dan menghahayati bahwa di dalam menyelenggarakan kehidupannya konsepsi wawasan nusantara. Berkaitan dengan masalah perbatasan ini kaitannya dengan Wawasan Nusantara. relevan. tanpa membutuhkan merugikan pihak manapun apalagi sampai menimbulkan peperangan. Sebuah sentilan mengenai kasus sipadan. Jika terjadi kontak senjata antar Angkatan Laut maka masing-masing negara bersengketa RIMalaysia mengalami kerugian. penulis menawarkan solusi untuk menilik kembali kepada diri kita masing-masing harusnya setiap warga Negara Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk: 1. Mengerti. UUD 1945. ligitan. dan tentu apapun yang berkaitan dengan hal ini dibutuhkan bukti autentik. memahami. dan Wawasan Nuasantara 2. memahami. sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air berdasarkan pancasila. Mengerti.

Semiun. sangat pendekatan mungkin dapat mempertajam ketegangan antara bangsa serumpun dan sedarah tersebut. titik konflik itu membentang sepanjang perbatasan Serawak dan Kalimantan Barat- Kalimantan Timur. Berhala.Sebatik.Kepala. Sambit. Tampaknya sulit untuk memecahkan persoalan perbatasan tersebut bila pendekatannya formalistik dan militeristik kaku. Tokong Malang Baru. Mangkai. Maratua. dan Karimun.yaitu di Pulau Sentut. jika melihat banyaknya titik persengketaan wilayah antara formalistik dan Indonesia dan militeristik Malaysia. Selain itu ada beberapa solusi untuk meredam berbagai konflik antara Indonesia dan malaysia yang dapat dilakukan seperti : a.Tokong Boro. Jika pendekatan ini dilakukan. niscaya banyak hal bisa dipecahkan bersama karena pada hakikatnya setiap negara menginginkan hidup berdampingan secara aman dan damai. setidaknya ada 18 titik konflik perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Damar. Bisa kita bayangkan.Sedangkan di daratan.Batu Mandi. Persoalannya sangat kompleks karena masing-masing negara memakai pendekatan berbeda. Tokong Belayar. Investasi untuk membangun kehidupan yang aman dan damai serta bersahabat antara Indonesia dan 24 . Tokong Nanas.di lautan saja.Titik temunya akan sulit kecuali melalui pendekatan budaya yang bersifat kekeluargaan. Subi Kecil.Iyu Kecil. Gosong Makasar.wilayah Indonesia tetap merupakan satu kesatuan utuh yang berlandaskan kebhinekaan. Mengubah Pendekatan Saat ini.

BAB III Kesimpulan Berbagai konflik yang menyangkut kedaulatan wilayah negara Indonesia telah memakan banyak waktu dan tenaga untuk penyelesaiannya.Malaysia sangat besar. b. Diplomasi Sesungguhnya penyelesaian terbaik dalam konflik yang terjadi antara Malaysia dengan Indonesia sekarang ini adalah dengan jalur diplomatik. budaya. Salah satu konflik mengenai hal ini adalah konflik tentang wilayah Ambalat. karena pada dasarnya Indonesia didukung oleh negara-negara asean lainnya dan didukung materi yang sangat valid yaitu pengakuan dipersempit pada hukum laut. dari negara lain. baik dari aspek agama. Sekarang ini Kementrian Luar Negeri Indonesia sedang memaksimalkan hal tersebut. maupun aliran darah (kekerabatan). bahkan sekarang Mekenlu sudah sangat siap bertemu dan membahas masalah perbatasan kedua negara. Hal inilah yang perlu kita dukung. Bila penyelesaiannya kemenlu mengacu pada penguatan deklarasi ASEAN sesuai dengan deklarasi South China Sea 1994 yang tentunya lebih diakui dan didukung oleh negara anggota Asean dari pada susuan peta yang dikeluarkan Malaysia tuhun 1979. Pihak Malaysia 25 . sosial.

Malaysia dengan peta 1979 telah menetapkan sendiri batas laut antara Sabah dan Kalimantan Timur dengan menarik garis dasar lurus (garispangkal) dari Pulau Sipadan dan hingga perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik. Selama ini wawasan nusantara hanya jadi sebuah slogan tanpa adanya implementasi yang jelas dalam berbagai segi kehidupan bermasyarakat. terjadwal dan terarah. Indonesia berhasil memperjuangkan konsep Negara kepulauan (Archipelagic state) hingga diakui secara intemasional. diperlukan pendekatan dengan program yang teratur. Protes terhadap peta itu sudah dilakukan sejak tahun 1980 dan tetap dilakukan secara berkala. berbangsa dan bernegara. Sehingga dapat menerapkan ketentuan ketentuan yang berlaku sebagai Negara kepulauan. Berbagai perundingan terkait hal ini telah dilakukan. terimplementasi keberhasilan Dengan demikian dalam kehidupan mewujudkan ketahanan nasioanal 26 dan dalam . Indonesia tetap pada pendiriannya bahwa perairan Ambalat adalah bagian wilayah Indonesia. Hal implementasi wawasan nasional ini akan wawasan nusantara guna mewujudkan nusantara. Untuk mengetuk hati nurani setiap warga Negara Indonesia agar sadar bermasyarakat.melakukan klaim argumentasi peta tahun 1979 yang diterbitkan secara sepihak oleh Malaysia. berbangsa dan bernegara. Kasus ambalat harusnya menyadarkan bangsa Indonesia bahwa kita sudah jauh dari Konsep Wawasan Nusantara dan Juga kelalaian Indonesia yang tidak segera menetapkan batas terluar kepulauan Indonesia . Setiap pihak memiliki kekuatan dan agumennya masingmasing.

setiap warga negara harus mengerti. dengan posisi Indonesia yang lebih kuat terhadap Internasional Malaysia yang berdasarkan berlaku. 27 . Selain itu.rangka menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. harus ditegaskan bahwa pemerintah perlu memperkuat ketahanan dan keutuhan negara Indonesia. Dengan adanya konflik ini. memahami. bahwa Negara di dalam memerlukan menyelenggarakan konsepsi wawasan sehingga sadar sebagai warga Negara memiliki wawasan nusantara guna mencapai cita-cita dan tujuan nasional. wilayah hukum-hukum Ambalat dapat dipertahankan dari pangkuan ibu pertiwi. dan menghahayati kehidupannya nusantara. Pada akhirnya.