You are on page 1of 5

Sangkan Paraning Dumadi

Oleh Abu Aisyah



. .
.
.
.()
{}
}
{
}
{









.
.()
Puja dan puji marilah sama-sama kita panjatkan ke hadhirat Allah Jalla
Wa Ala yang telah memberikan kepada kita kenikmatan yang tiada terkira.
Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Sang Teladan
Nabi akhir zaman Muhammad Sholallohu alahi wa salam, ahli baitnya,
shahabat-shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti jejak sunnahsunnahnya sampai akhir zaman.
Hadirin sidang jumat Rohimakummulloh..
Di hari jumat yang mulia ini izinkanlah khatib berwasiat terutama kepada diri
khatib sendiri dan kepada seluruh jamaah jumah yang berbahagia. Wasiat
taqwa itulah sebaik-baik bekal menuju alam sana :









Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan
bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal. QS Al-Baqarah 197.
Hadirin yang berbahagia.
Marilah sejenak di hari yang mulia ini, di waktu yang mulia ini kita kembali
merenungi diri, sudahkah kita memahami hakikat kehidupan dunia ini? Akan
ke mana kita nanti? Untuk apa kita di hadir di alam fana ini dan dari mana
kita sebelum ini?
Terlalu banyak nasihat yang telah kita dengarkan, terlalu lama di dunia kita
tinggal namun kita tak menyadari bagaimana hakikat kehidupan ini. Marilah
kita kembali menyegarkan pemahaman kita tentang hal ini, tentang dari
mana kita berasal? Untuk apa kita di dunia? Dan ke mana kita pergi nanti?
Manusia adalah makhluk multi dimensi, pada diri manusia terdapat dua
unsur utama yang menjadikannya disebut manusia. Dua unsur itu adalah
jasad dan ruh, manusia dengan jasad tanpa ruh adalah sekujur mayat tanpa

guna, demikian pula ruh tanpa jasad adalah makhluk yang tidak bisa berbuat
apa-apa. Ketika kita kaitkan antara dua unsur manusia ini dengan asal-usul
manusia, maka kita mendapatkan dua jawaban yang sempurna.
Inilah Asal-Usul Manusia
Allah taala berfirman :







Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul
(Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu)
agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani
Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" QS AlAraf : 172.
Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan menyatakan bahwa Allah
taala mengkhabarkan bahwa Dia telah mengeluarkan anak cucu Adam dari
tulang sulbinya kemudian mengambil persaksian dari mereka tentang
ketuhananNya. Maka seluruh arwah manusia menyaksikan hal ini. Secara
singkat inilah asal-usul arwah manusia, lantas bagaimana dengan asal-usul
jasadnya? Allah taala berfirman :
}
{
Hai

sekalian

manusia,

bertakwalah

kepada

Tuhan-mu

yang

telah

menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan
isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki
dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan
(peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga
dan mengawasi kamu. QS An-Nisaa : 01.
Dalam ayat yang lainnya ditegaskan secara detail :














{ 13}

{ 12}












{ 15}

{ 14}


dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati
(berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang
disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami
jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal
daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang

belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang
paling baik. Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benarbenar akan mati. QS Al-Mukminun : 12-15.
Inilah ayat yang paling komprehensif yang berbicara tentang asal penciptaan
manusia, sekaligus tujuan dan akhir dari kehidupan manusia.
Hadirin sidang jumat Rohimakummulloh..
Itulah asal-usul manusia, secara jasad manusia diciptakan oleh Allah taala
dari campuran air yang hina, bahkan kita sendiri terkadang merasa jijik
dengannya. Lalu Allah taala menyempurnakan air itu menjadi segumpal
darah, lalu menjadi segumpal daging, kemudian segumpal daging itu
dikombinasikan dengan tulang sehingga menjadi jasad yang bernama
manusia. Jika demikian hinanya asal kita, maka tidak ada tempat bagi kita
untuk menyombongkan diri.

Sesungguhnya Kesombogan itu adalah pakaian kebesaranku, maka barang
siapa yang mengambilnya ia telah mengambil hakku.
Maka kesimpulannya adalah bahwa manusia berasal dari Allah taala ia
ciptakan ruh-ruh manusia jauh seblum diciptakannya jasad, kemudian jasad
manusia

diciptakan

dari

percampuran

antara

seorang

laki-laki

dan

perempuan. Maka rahmat Allahlah yang senantiasa meliputi manusia dari


sejak awal penciptannya maka :




Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya? QS Yunus : 31
Hadirin sidang jumat Rohimakummulloh..
setelah kita mengetahui asal-usul manusia, maka pertanyaan selanjutnya
adalah untuk apa manusia ada di alam semesta? Untuk makan saja? Untuk
bekerja? Terlena dengan dunia? Marilah kita bertanya kepada Sang Pencipta
kita. Allah taala berfirman :

































Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum
mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu
dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan
orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. QS At-Taubah : 16.
Lantas ketika kita tidak dibiarkan begitu saja, apa yang menjadi tuga kita?
Allah taala berfirman dalam kitabNya :
()








.. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku. QS Adz-Dzariyat : 56.
Inilah tugas dan tanggung jawab manusia, ia dihadirkan di muka bumi ini
hanya untuk beribadah kepadaNya. lantas akan muncul pertanyaan, kalau
tugas kita adalah beribadah bagaimana kita akan melakukan aktifitas kita
sehari-hari?
Hadirin sidang jumat Rohimakummulloh..
Inilah manfaat dari ilmu, seseorang yang mengartikan ibadah hanya
berkaitan dengan upacara ritual adalah tidak bijak. Karena makna ibadah
dalam Islam begitu luas, ia mencakup segala bentuk aktifitas yang diniatkan
untuk meraih keridhoan Allah Azza Wa Jalla. Maka segala bentuk aktifitas
keseharian

kita

akan

bernilai

ibadah

apabila

diniatkan

mengharap

KeridhaanNya. Rasulullah pernah bersabda :


:



:










.


: :

( 135)

Dari Abu Dzar rodhiallohu anhu dia berkata: Ada sekelompok sahabat Rasulullah melapor,
Wahai Rasulullah orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka sholat sebagaimana kami
sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, namun mereka dapat bersedekah dengan
kelebihan hartanya. Beliau bersabda, Bukankah Alloh telah menjadikan bagi kalian apa-apa
yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih ada sedekah, pada setiap tahmid
ada sedekah dan pada setiap tahlil ada sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang
kemungkaran adalah sedekah, dan mendatangi istrimu juga sedekah. Mereka bertanya. Wahai
Rasulullah, apakah jika seseorang memenuhi kebutuhan syahwatnya itu pun mendatangkan
pahala? Beliau bersabda, Apa pendapatmu, bila ia menempatkan pada tempat yang haram,
bukankah ia berdosa? Demikian pula bila ia menempatkan pada tempat yang halal, ia akan
mendapatkan pahala. (HR. Muslim)
Akhirnya semoga tausiah ini kembali menyegarkan ingatan kita bahwa ada
sesuatu yang selama ini hilang dalam diri kita yaitu memahami secara
komprehensif hakikat kehidupan ini. Mari kita bersama-sama berdoa kepada
Allah taala semoga di jumat yang mulia ini kita dapat meraih fadhilah dan
keutamaannya.








{ 192}








{ 193}