You are on page 1of 3

Layaknya dokter selalu menjalankan kode etiknya, kita

pun sebagai pesulap harus menghargai kode etik kita ..


so, before you begin your magic, let's magic begin in
your heart first :)

1. Jangan buka rahasia. Proses trik sulap selalu


mengandung hal-hal yang berbeda dengan kenyataan
yang biasa terjadi. Oleh sebab itu penonton senantiasa
ingin tahu rahasianya. Namun, sekali rahasia terbuka,
maka nilai misteri dan nilai hiburannya akan hilang.
Anda akan merugikan rekan sulap lain, yang dengan
susah payah telah mengorbankan tenaga, waktu,
pikiran dan uang untuk mempelajari trik sulap.
Pertahankan rahasianya dan selama itu pula anda akan
dianggap memiliki kemampuan yang tidak dimiliki
sembarang orang. Suatu kebanggaan tersendiri! Sekali
rahasia terbuka mereka bisa mengatakan O, cuma
gitu aja. Anda kecewa, penonton-pun kecewa. Anda
akan dianggap sebagai penipu dalam arti yang
sesungguhnya.

2. Hindari pengulangan trik di hadapan penonton


yang sama. Kekuatan trik terletak pada misteri serta
kejutannya. Kalau prosesnya sudah diketahui lebih
dulu, maka ada kemungkinan rahasia akan terdeteksi.
Bila anda disuruh mengulang suatu trik, hindari
dengan cara yang simpatik dan lanjutkan dengan trik
yang lain.

3. Jangan beritahu apa yang akan terjadi.Kecuali


dalam hal-hal tertentu, janganlah memberitahu lebih
dulu apa yang akan terjadi, atau kejutan akan hilang.
Lagi pula, bila misalnya gagal dalam suatu trik,
kegagalan itu takkan diketahui oleh penonton, dengan
demikian anda masih mem-punyai peluang
mengadakan manipulasi untuk lolos dari kegagalan
tersebut.
4. Berlatihlah sampai fasih. Keraguan selama
pertunjukan akan menghilangkan kredibilitas anda.
Per-mainan yang jelek karena belum fasih memainkan
trik
bisa
pula
menyebabkan
anda
jatuh
mental.Mulailah dengan mempelajari trik yang anda
rasa paling mudah dipelajari, hayati dengan baik,

kemudian berlatihlah didepan cermin. Cobakan lebih


dulu kepada orang-orang disekeliling anda, baru
kepada teman-teman. Lihat reaksi dan dengarkan
komentar mereka. Bila sudah fasih, baru kepada
penonton yang sesungguhnya.Ada slogan dalam
bahasa Inggris yang berbunyi Practice Makes
Perfect (Berlatih Menjadi Sempurna). Hal ini berlaku
umum. Namun, sebagai pesulap slogan itu harus
disempurnakan menjadi Perfect Practice Makes
Perfect. Artinya, hanya melalui latihan yang
sempurnalah akan diperoleh hasil yang sempurna
pula.

5. Perhatikan cakupan sudut pandang.Didepan


cermin besar sudut pandang yang anda lihat sama
dengan besar sudut pandang yang penonton akan lihat
pada jarak yang sama. Pelajari sampai berapa besar
batas cakupan kiri dan kanan, atas dan bawah agar
penonton tidak bisa melihat apa yang anda tutupi,
halangi atau sembunyikan. Sudut pandang yang baik
tidak lebih besar dari 100 derajat , yang aman 90
derajat.

6. Hormatilah sesama pesulap. Adalah tidak etis bagi


seorang pesulap, baik secara langsung maupun tidak
langsung, mengganggu sesama pesulap yang sedang
mengadakan pertunjukan.

7. Beri kredit kepada yang berhak.Bila sesuatu trik


atau idee anda peroleh dari sumber atau orang lain,
sela-yaknya tidak mengakuinya sebagai ciptaan
sendiri. Sudah sepatutnya anda menyebut-kan
sumbernya dan memberi kredit kepada yang berhak
menerimanya.

8. Jangan menanyakan rahasia sesuatu trik. Tahan


diri untuk tidak menanyakan rahasia suatu trik yang
dimainkan atau dimiliki pesulap lain. Pertanyaan itu
akan menempatkan dia dalam posisi yang serba salah
tidak memberitahu sungkan, memberitahu akan
merasa rugi bila dia memperolehnya dengan mahal.
Yang terbaik adalah berbagi atau tukar menukar yang
bisa membawa keuntungan bagi kedua belah fihak.

9. Jangan memegang alat sulap orang lain tanpa


izin pemilik.Peralatan sulap umumnya mengandung
rahasia, jadi tanpa izin pemilik jangan sekali-kali
memegang alat sulap orang lain.

10. Hormatilah penonton pembantu.Bersikaplah


hormat terhadap siapa saja yang membantu anda, tidak
terkecuali asisten anda sendiri. Jangan menjadikannya
objek banyolan, melainkan sebagai subjek hiburan.
Dalam penyajian humor, hindarilah hal-hal yang bisa
menyinggung perasaannya.