You are on page 1of 15

MAKALAH

MAKANAN DAN MINUMAN YANG HALAL


DAN HARAM DALAM ISLAM
DOSEN PEMBIMBING : JUNAIDI ABDILLAH M.SI.
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 11
1.ANGGA HANDIKA

(1411010255)

2.ARIS MUNANDAR

(1411010263)

3.RIAN SAPUTRA

(1411010381)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN
INTAN LAMPUNG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015

DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ............................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3
A. Pengertian Halal dan Haram .......................................................... 3
B. Dalil yang Menerangkan Halal dan Haram .................................. 4
C. Jenis-jenis Makanan Halal .............................................................. 5
D. Jenis-jenis Makanan Haram ........................................................... 6
E. Dampak Negatif Mengkonsumsi Makanan Haram .................... 12
F. Sebab-sebab Haramnya Makanan ............................................... 12
BAB III PENUTUP ..................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehidupan manusia tak pernah berpisah dengan lingkungan
sekitarnya. Allah SWT. menciptakan berbagai makhluk hidup , diantaranya
manusia,hewan dan tumbuhan. Makhluk hidup tersebut merupakan satu
kesatuan

dalam

hubungan

sosial

antar

makhluk

hidup.

Manusia

membutuhkan bahan yang dapat ia olah menjadi makanan yang dapat


membuat dia tidak letih dalam menjalankan aktivitas kehidupannya atau
dapat dikatakan manusia membutuhkan hewan dan tumbuhan sebagai bahan
untuk membuat olahan dari kulit ia dapat makan dan dapat menambah
energi tubuhnya yang akan habis,hewan juga membutuhkan manusia namun
ada juga hewan yang hidup di alam liar sehingga tidak membutuhkan
bantuan manusia dalam hidupnya. Makhluk hidup yang diciptakan Allah
SWT. diciptakan untuk tetap bertasbih dan bersujud kepada-Nya.,apakah itu
manusia,hewan maupun tumbuhan. Semuanya tetap harus mematuhi
perintah dari Tuhan-nya dan menjauhi segala larangannya. Terkhusus bagi
manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Manusia perlu menghindari
setiap perbuatan/sikap dan sifat yang berdampak negatif, tidak memakan
makanan yang telah dilarang dalam agama.Maka dari itu, manusia harus
selalu mengingat hal-hal yang dilarang dalam agamanya.

B. Rumusan Masalah
Dari

uraian

latar

belakang

dapat

di

tarik

rumusan

masalahnya,diantaranya :
a. Apakah pengertian Halal dan Haram ?.
b. Hadist atau Quran Surah apa yang menerangkan tentang halal dan
haram?.
c. Apa saja yang termasuk dalam jenis-jenis makanan halal ?.
d. Apa saja yang termasuk dalam jenis-jenis makanan haram ?.
e. Dalil apa yang menerangkan makanan halal dan makanan haram?
f. Apa saja manfaat mengkomsumsi makanan halal ?.
g. Apa dampak negatif dari mengkomsumsi makanan haram ?.

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yakni :
a. Mengetahui pengertian dari halal dan haram.
b. Mengetahui dalil ( hadist atau Quran Surah) yang menerangkan
tentang halal dan haram.
c. Mengetahui jenis-jenis makanan halal.
d. Mengetahui jenis-jenis makanan haram.
e. Mengetahui dalil yang menerangkan mengenai makanan halal dan
haram.
f. Mengetahui manfaat mengkomsumsi makanan halal.
g. Mengetahui dampak negatif mengkomumsi makanan haram.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Halal dan Haram


1. Pengertian Halal
Kata halal berasal dari bahasa Arab ()yang berarti disahkan,diizinkan,dan
diperbolehkan. Pada prinsipnya semua makanan dan minuman yang asd di dunia
ini halal semua untuk dimakan dan diminum kecuali ada larangan dari Allah yaitu
yang terdapat dalam Al Quran dan yang terdapat dalam hadist Nabi Muhammad
SAW.Tiap benda di permukaan bumi menurut hukum asalnya adalah halal kecuali
kalau ada larangan secara syari. Dalam sebuah hadist Rosulullah SAW pernah
ditanyapara

sahabat

tentang

hukum

minyak

sapi

(samin),

keju,

kulit

binatangbeserta bulunya untuk perhiasan maupun untuk tempat duduk.

2. Pengertian Haram
Kata haram berasal dari bahasa Arab ()yang berarti larangan (dilarang oleh
agama). Termasuk di antara keluasan dan kemudahan dalam syariat Islam, Allah Subhanahu wa Taala- menghalalkan semua makanan yang mengandung maslahat
dan manfaat, baik yang kembalinya kepada ruh maupun jasad, baik kepada
individu maupun masyarakat. Demikian pula sebaliknya Allah mengharamkan
semua makanan yang memudhorotkan atau yang mudhorotnya lebih besar daripada
manfaatnya. Hal ini tidak lain untuk menjaga kesucian dan kebaikan hati, akal, ruh,
dan jasad, yang mana baik atau buruknya keempat perkara ini sangat ditentukan setelah hidayah dari Allah- dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia
yang kemudian akan berubah menjadi darah dan daging sebagai unsur penyusun
hati dan jasadnya.

B. Dalil yang Menerangkan Halal dan Haram


Adapun dalil yang menerangkan halal dan haram:
1. Barang yang di halalkan oleh Allah dalam kitab-Nya adalah halal, dan
barang yang diharamkan oleh Allah dalam kitab-Nya adalah haram. Dan sesuatu
yang tidak dilarang-Nya, mak barang itu termasuk yang diafkan-Nya, sebagai
kemudahan bagi kamu.(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi) Fiqih sunnah oleh
Sulaiman Ar Rasyid).
2)Dan makanlah makan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah telah
berikan rezekinya kepadmu bertaqwalah pada Allah yang kamu beriman padaNya.(QS. Al Maidah : 88).
3). Dia telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagian menjadi
minuman dan sebagainnya (menyuburkannya) tumbuhan-tumbuhan yang ada
(tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.(QS.An Nahl : 10)
4). Wahai orang beriman sesungguhnya arak (khimar), berjudi, qurban untuk
berhala, undian dengan panah adalah dosa dan termasuk perbuatan syaitan, maka
juhilah agar kamu mendapat keberuntungan (QS.Al Maidah :90)
5)Sesungguhnya Saad Ibnu Ubayyin mohon pada Rosulullah SAW agar
didoakan kepada Allah supaya doanya diterima (mustajab), maka beliau bersabda
kepadanya : Perbaiki makanan, niscaya diterima doa-doamu (HR. Tabrani)
6)Maka makanlah rezeki yang halal lagi suci yang telah diberikan Allah pada
kamu(QS. An Nahl :114)
7).Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- pernah bersabda:

Daging mana saja yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih
pantas untuknya.
8).
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (QS. AlBaqarah: 195)

C. Jenis-jenis Makanan Halal


Makanan yang enak dan lezat belum tentu baik untuk tubuh, dan boleh jadi
makanan tersebut berbahaya bagi kesehatan. Selanjutnya makanan yang tidak
halal bisa mengganggu kesehatan rohani. Daging yang tumbuh dari makanan
haram, akan dibakar di hari kiamat dengan api neraka.

Makanan halal dari segi jenis ada tiga :


(1) Berupa hewan yang ada di darat maupun

di laut, seperti kelinci, ayam,

kambing, sapi, burung, ikan.


(2) Berupa nabati (tumbuhan) seperti padi, buah-buahan, sayur-sayuran dan lainlain.
(3) Berupa hasil bumi yang lain seperti garam semua.

Makanan yang halal dari usaha yang diperolehnya, yaitu :


1). Halal makanan dari hasil bekerja yang diperoleh dari usaha yang lain seperti
bekerja sebagai buruh, petani, pegawai, tukang, sopir, dll.

2). Halal makanan dari mengemis yang diberikan secara ikhlas, namun pekerjaan
itu halal , tetapi dibenci Allah seperti pengamen.

3). Halal makanan dari hasil sedekah, zakat, infak, hadiah, tasyakuran, walimah,
warisan, wasiat, dll.

4). Halal makanan dari rampasan perang yaitu makanan yang didapat dalam
peperangan (ghoniyah).
Binatang yang berkehidupan didarat, ada yang halal dan ada pula yang haram.
Binatang yang halal diantaranya : Unta,Sapi,Kerbau, Kambing, Kuda, Ayam,
Ikan,dan lain sebagainya.

D. Jenis-jenis Makanan Haram


Makanan yang haram dalam Islam ada dua jenis:
1. Ada yang diharamkan karena dzatnya. Maksudnya asal dari makanan tersebut
memang sudah haram, seperti :
A. Bangkai
Bangkai adalah semua hewan yang mati tanpa penyembelihan yang syariy
dan juga bukan hasil perburuan.
Allah -Subhanahu wa Taala- menyatakan dalam firman-Nya:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan)


yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh,
yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya. (QS. Al-Ma`idah: 3)
Dan juga dalam firmannya:




Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah
ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu
kefasikan. (QS. Al-Anam: 121)
Jenis-jenis bangkai berdasarkan ayat-ayat di atas:
1. Al-Munhaniqoh, yaitu hewan yang mati karena tercekik.
2. Al-Mauqudzah, yaitu hewan yang mati karena terkena pukulan keras.
3. Al-Mutaroddiyah, yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.
4. An-Nathihah, yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya.
5. Hewan yang mati karena dimangsa oleh binatang buas.
6. Semua hewan yang mati tanpa penyembelihan, misalnya disetrum.
7. Semua hewan yang disembelih dengan sengaja tidak membaca basmalah.
8. Semua hewan yang disembelih untuk selain Allah walaupun dengan membaca
basmalah.

9. Semua bagian tubuh hewan yang terpotong/terpisah dari tubuhnya. Hal ini
berdasarkan hadits Abu Waqid secara marfu:


Apa-apa yang terpotong dari hewan dalam keadaan dia (hewan itu) masih hidup,
maka potongan itu adalah bangkai. (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzy dan
dishohihkan olehnya)
Diperkecualikan darinya 3 bangkai, ketiga bangkai ini halal dimakan:
1. Ikan, karena dia termasuk hewan air dan telah berlalu penjelasan bahwa semua
hewan air adalah halal bangkainya kecuali kodok.
2. Belalang. Berdasarkan hadits Ibnu Umar secara marfu:
:
:
,
Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah. Adapun kedua bangkai itu
adalah ikan dan belalang. Dan adapun kedua darah itu adalah hati dan limfa.
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Janin yang berada dalam perut hewan yang disembelih. Hal ini berdasarkan
hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan kecuali AnNasa`iy, bahwa Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

Penyembelihan untuk janin adalah penyembelihan induknya.
Maksudnya jika hewan yang disembelih sedang hamil, maka janin yang ada dalam
perutnya halal untuk dimakan tanpa harus disembelih ulang.
B. Darah
Yakni darah yang mengalir dan terpancar. Hal ini dijelaskan dalam surah
Al-Anam ayat 145:

Atau darah yang mengalir.
Dikecualikan darinya hati dan limfa sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Ibnu
Umar yang baru berlalu. Juga dikecualikan darinya darah yang berada dalam uraturat setelah penyembelihan.

C. Daging babi
Telah berlalu dalilnya dalam surah Al-Ma`idah ayat ketiga di atas. Yang
diinginkan dengan daging babi adalah mencakup seluruh bagian-bagian tubuhnya
termasuk lemaknya.
D. Khamar
Allah -Subhanahu wa Taala- berfirman:




Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji
termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu
mendapat keberuntungan.. (QS. Al-Ma`idah: 90
Dan dalam hadits riwayat Muslim dari Ibnu Umar -radhiallahu anhumasecara marfu:
dalam hadits riwayat Muslim dari Ibnu Umar -radhiallahu anhuma- secara
marfu:




Semua yang memabukkan adalah haram, dan semua khamar adalah haram.
Dikiaskan dengannya semua makanan dan minuman yang bisa menyebabkan
hilangnya akal (mabuk), misalnya narkoba dengan seluruh jenis dan macamnya.
E. Semua hewan buas yang bertaring
Sahabat Abu Tsalabah Al-Khusyany -radhiallahu anhu- berkata:

Sesungguhnya Rasulullah -Shallallahu alaihi wasallam- melarang dari


(mengkonsumsi) semua hewan buas yang bertaring. (HR. Al-Bukhary dan
Muslim)
Dan dalam riwayat Muslim darinya dengan lafazh, Semua hewan buas
yang bertaring maka memakannya adalah haram.
Yang diinginkan di sini adalah semua hewan buas yang bertaring dan
menggunakan taringnya untuk menghadapi dan memangsa manusia dan hewan
lainnya.

10

Jumhur ulama berpendapat haramnya berlandaskan hadits di atas dan


hadits-hadits lain yang semakna dengannya.
F. Semua burung yang memiliki cakar
Yang diinginkan dengannya adalah semua burung yang memiliki cakar
yang kuat yang dia memangsa dengannya, seperti: elang dan rajawali. Jumhur
ulama dari kalangan Imam Empat -kecuali Imam Malik- dan selainnya menyatakan
pengharamannya berdasarkan hadits Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma-:




Beliau (Nabi) melarang untuk memakan semua hewan buas yang bertaring dan
semua burung yang memiliki cakar. (HR. Muslim)
G. Jallalah
Dia adalah hewan pemakan feses (kotoran) manusia atau hewan lain, baik
berupa onta, sapi, dan kambing, maupun yang berupa burung, seperti: garuda,
angsa (yang memakan feses), ayam (pemakan feses), dan sebagian gagak. Lihat
Nailul Author (8/128).
Hukumnya adalah haram. Ini merupakan pendapat Imam Ahmad -dalam
satu riwayat- dan salah satu dari dua pendapat dalam madzhab Syafiiyah, mereka
berdalilkan dengan hadits Ibnu Umar -radhiallahu anhuma- beliau berkata:

Rasulullah -Shallallahu alaihi wasallam- melarang dari memakan al-jallalah


dan dari meminum susunya (HR. Imam Lima kecuali An-Nasa`iy (3787))
Beberapa masalah yang berkaitan dengan jallalah:
1. Tidak semua hewan yang memakan feses masuk dalam kategori jallalah yang
diharamkan, akan tetapi yang diharamkan hanyalah hewan yang kebanyakan
makanannya adalah feses dan jarang memakan selainnya. Dikecualikan juga
semua hewan air pemakan feses, karena telah berlalu bahwa semua hewan air
adalah halal dimakan.
2. Jika jallalah ini dibiarkan sementara waktu hingga isi perutnya bersih dari feses
maka tidak apa-apa memakannya ketika itu. Hanya saja mereka berselisih
pendapat mengenai berapa lamanya dia dibiarkan, dan yang benarnya
dikembalikan kepada ukuran adat kebiasaan atau kepada sangkaan besar.

11

H. Keledai jinak (bukan yang liar)


Ini merupakan madzhab Imam Empat kecuali Imam Malik dalam sebagian
riwayat darinya. Dari Anas bin Malik -radhiallahu anhu-, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian untuk memakan dagingdaging keledai yang jinak, karena dia adalah najis. (HR. Al-Bukhary dan
Muslim)
Diperkecualikan darinya keledai liar, karena Jabir -radhiallahu anhuberkata:

Saat (perang) Khaibar, kami memakan kuda dan keledai liar, dan Nabi Shallallahu alaihi wasallam- melarang kami dari keledai jinak. (HR. Muslim)
Inilah pendapat yang paling kuat, sampai-sampai Imam Ibnu Abdil Barr
menyatakan, Tidak ada perselisihan di kalangan ulama zaman ini tentang
pengharamannya. Lihat Al-Mughny beserta Asy-Syarhul Kabir (11/65). [AlBada`i' (5/37), Mughniyul Muhtaj (4/299), Al-Muqni' (3/525), dan Al-Bidayah
(1/344].
I. Kuda
Telah berlalu dalam hadits Jabir bahwasanya mereka memakan kuda saat
perang Khaibar. Semakna dengannya ucapan Asma` bintu Abi Bakr -radhiallahu
anhuma-:

Kami menyembelih kuda di zaman Rasulullah -Shallallahu alaihi wasallam- lalu


kamipun memakannya. (HR. Al-Bukhary dan Muslim)
Maka ini adalah sunnah taqririyyah (persetujuan) dari Nabi -Shallallahu
alaihi wasallam-.
Ini adalah pendapat jumhur ulama dari kalangan Asy-Syafiiyyah, AlHanabilah, salah satu pendapat dalam madzhab Malikiyah, serta merupakan
pendapat Muhammad ibnul Hasan dan Abu Yusuf dari kalangan Hanafiyah.

12

J. Anjing
Para ulama sepakat akan haramnya memakan anjing, di antara dalil yang
menunjukkan hal ini
adalah bahwa anjing termasuk dari hewan buas yang bertaring yang telah berlalu
pengharamannya. Dan telah tsabit dari Nabi -Shallallahu alaihi wasallam- bahwa
beliau bersabda:



Sesungguhnya Allah jika mengharamkan sesuatu maka Dia akan mengharamkan
harganya [12].

Diantara beberapa manfaat menggunakan makanan dan minuman halal, yaitu :


1). Membawa ketenangan hidup dalam kegiatan sehari-hari,
2). Dapat menjaga kesehatan jasmani dan rohani,
3). Mendapat perlindungan dari Allah SWT,
4). Mendapatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT,
5). Tercermin kepribadian yang jujur dalam hidupnya dan sikap apa adanya,
6). Rezeki yang diperolehnya membawa barokah dunia akhirat.
7). Manusia dapat bertahan hidup di dunia sampai batas yang di tentukan Allah
SWT.
8). Manusia dapat mencapai ridha Allah SWT. dalam hidup karena dapat memilih
jenis makanan maupun minuman yang baik sesuai petunjuk Allah SWT.
9). Manusia dapat memiliki akhlak karimah karena makanan dan minuman yang
halal memengaruhi watak dan perangai manusia menjadi seperti sabar, tenang, dan
qanaah.
10). Manusia dapat terhindar dari akhlak mazmumah karena tidak mengkomsumsi
makanan dan minuman yang haram. Makanan dan minuman yang haram akan
mempengaruhi sikap mental menjadi tidak terpuji seperti mudah marah, kasar
ucapan, maupun perbuatannya.

13

E. Dampak Negatif Mengkomsumsi Makanan Haram


Dampak negatifnya adalah :
A). Merusak Jiwa
B). Berbahaya Dan Merusak Hak Orang Lain
C). Memubazirkan Dan Membahayakan Kesehatan
D). Menimbulkan Permusuhan Dan Kebencian
E). Menghalangi Mengingat Allah

F. Sebab-Sebab Haramnya Makanan


Sebab-sebab pokok haramnya makanan ada lima:
1.Sebab ada nash al-quran atau al-hadist
2.sebab disusuruh membunuhnya
3.sebab dilarang membunuhnya,seperti kodok(katak)
4.sebab keji (kotor menjijikan)
5.sebab memberi madlarat

14

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Pengertian Halal

Kata halal berasal dari bahasa Arab ()yang berarti disahkan,diizinkan,dan


diperbolehkan. Pada prinsipnya semua makanan dan minuman yang asd di dunia
ini halal semua untuk dimakan dan diminum kecuali ada larangan dari Allah yaitu
yang terdapat dalam Al Quran dan yang terdapat dalam hadist Nabi Muhammad
SAW.

Pengertian Haram

Kata haram berasal dari bahasa Arab ()yang berarti larangan (dilarang oleh
agama).

15