You are on page 1of 23

PRESENTASI KASUS

SKIZOFRENIA PARANOID BERKELANJUTAN

Penguji:
Dr. Maria Poluan, SpKj, MARS

Disusun oleh :
Suvitriati Sapari
0810221046

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN JIWA
RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT
SOEBROTO
JAKARTA
2012

1

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn. S

Jenis kelamin

: Laki-laki

Umur

: 29 tahun

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Pendidikan terakhir

: SLTA

Status Pernikahan

: Belum Menikah

Pekerjaan

: TNI-AD pangkat Prajurit Kepala

Alamat

: Batalyon Kesehatan 1 Kostrad Bogor

Tanggal Masuk RS

: 12 Desember 2011 pukul 11.00 WIB

II. ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 6 Februari 2012 dan selama
perawatan di Paviliun Amino RSPAD Gatot Soebroto, alloanamnesis dengan perawat bangsal
melalui wawancara langsung pada tanggal 18 Januari dan tanggal 6 Februari 2012 dan
catatan masuk poliklinik 12 Desember 2012, mengingat keluarga pasien seluruhnya tidak ada
yang bisa dihubungi.
RIWAYAT PSIKIATRI
A. Keluhan Utama
Pasien sering merasa ketakutan akan adanya jin, setan dan Tuhan.
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Pada tanggal 12 Desember 2011 pukul 11.00 WIB, pasien diantar oleh teman satu
Batalyon dan komandan dari Kesatuan pasien ke Paviliun Amino RSPAD Gatot Subroto.
Menurut perawat dan pasien dirinya sudah berulang kali di rawat di Paviliun Amino RSPAD
Gatot Subroto (belasan kali menurut pasien). Pasien dibawa ke Paviliun Amino karena pasien
tersesat sehingga tidak dapat kembali setelah kabur dari Batalyon dan sering merasa
ketakutan. Pasien juga tidak mau menjawab pertanyaan dan hanya diam saja. Pasien
mengatakan bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang
sehingga pasien diam saja. Apabila pasien menjawab, jawabannya sering tidak sesuai dengan
pertanyaannya. Perilaku pasien memang sudah aneh semenjak dipindahtugaskan dari
Kesatuan yang lama.
2

Kemudian pasien kembali ke Batalyon untuk bertugas lagi. nyapu) dan pasien mengatakan sering merasa ketakutan.Akhirnya pasien di jemput kembali ke Batalyon dan dibawa ke rumah sakit RSPAD Gatot Subroto. karena pasien sering berperilaku aneh. Selama dirawat di bangsal Paviliun Amino. pasien semakin hari merasa semakin tenang. Pasien juga takut karena sering menonton film primitif dengan adegan Hanibal. C. Namun kebutuhan pasien untuk tidak merokok masih saja sulit untuk ditahan. dan tidak mau melakukan pekerjaannya. Pasien menganggap Tuhan itu curang. dirinya kabur dari Batalyon karena merasa bosan dengan rutinitas di Batalyon karena pasien tidak dituntut untuk melakukan pekerjaan tertentu. Riwayat Gangguan Sebelumnya Riwayat Gangguan Psikiatri Tidak ada data yang tepat mengenai riwayat perawatan gangguan psikiatri yang dialami pasien. Pasien juga merasa tidurnya nyenyak dan nafsu makannya baik walau terkadang bosan dengan menu yang hampir sama setiap harinya. merasa di kutuk oleh Tuhan karena menjadi PKI tapi pasien merasa bukan PKI. untuk mengatasi rasa ketakutannya pasien mempunyai jimat dari guru atau dukun maupun dari diri sendiri berupa cincin dan alquran yang diyakini dapat mengusir hantu sehingga pasien merasa aman dan tidak takut lagi. pasien masih sampai sekarang taat beribadah secara Islam. pasien hanya dapat sampai ke Cirebon dan tidak dapat kembali ke Batalyon ataupun ke kampung halamannya. Pasien juga merasa ketakutan ada roh-roh halus yang masuk tidak berbentuk. Keluhan ketakutan karena adanya jin. Pasien sempat berkeinginan untuk membunuh Tuhan. 3 . takut di santet. namun 1 minggu kemudian pasien ingin pulang kembali ke kampungnya dan kabur dari Batalyon.Kejadian yang membuat pasien kabur dari Batalyon. maupun berdoa cara agama Kristen. selain itu juga tidak ada data yang didapat dari orang tua dan keluarga pasien. berbicara ngelantur. diawali saat pasien dipulangkan dari bangsal Paviliun Amino. Tuhan buat surga tapi juga buat neraka. Saat kabur. Pasien hanya sering disuruh untuk mengikuti apel dan bersih-bersih markas (ngepel lantai. Menurut pasien. setan dan Tuhan setiap saat. Pasien kembali ke kampung halaman selama 1 bulan. Namun pasien kadang punya keberanian. Pasien merasa bisa melawan kekuatan Tuhan dengan jimatnya maupun kekuatan Cinta dari Tuhan. bikin orang sakit. Walaupun ada niat seperti diatas. sehingga pasien sering meminta sebatang rokok kepada siapapun yang ditemuinya. Pasien berniat menjadi manusia super.

pasien dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto dan dirawat. Untuk mengatasi rasa ketakutannya pasien mempunyai jimat berupa cincin dan alquran yang diyakini dapat mengusir hantu sehingga pasien merasa aman dan tidak takut lagi.Pasien sering meminum obat tidak teratur dikarenakan tidak ada orang yang dapat selalu mengawasinya minum obat dan pasien jarang kontrol apabila obat habis. Menurut perawat dan pasien. Menurut pasien. Namun tidak lama kemudian (tidak sampai 1 bulan) pasien berperilaku aneh dengan bertelanjang bulat dikarenakan pasien merasa tidak suci lagi dan ingin memotong alat kelaminnya dengan golok. Pasien di rawat 1 bulan 1 minggu. pasien bercerita bahwa temannya meninggal di depan matanya. pertama kali pasien di rawat pada tahun 2006. Tidak lama setelah pasien dipindahkan. Pada bulan Januari 2011 pasien dibawa ke RSPAD karena bicara kacau dan perilakunya aneh. pasien keluar masuk bangsal Paviliun Amino. Apabila ditanya. Selama di Yonkes pasien mengatakan tidak bisa diam dengan berjalan-jalan terus. Pada saat bertugas. pasien tidak diberikan tugas wajib. Pasien hanya diminta untuk apel dan bersih-bersih markas. pendiam. Pada pertengahan tahun 2010. dirinya sudah berulang kali di rawat di Paviliun Amino RSPAD Gatot Subroto (belasan kali menurut pasien). selama lebih kurang 1 tahun 4 bulan. Di Masjid Yonkes. pasien dipulangkan kembali ke Yonkes. pasien sering melihat hantu berupa sosok manusia namun hanya memiliki setengah potongan horizontal tubuh manusia dari pinggang ke kaki.Menurut perawat dan pasien. Selama di Yonkes. merasa di kutuk oleh Tuhan karena menjadi PKI tapi pasien merasa bukan PKI. Pasien kemudian dirawat di Paviliun Amino. Pasien juga merasa ketakutan ada roh-roh halus yang masuk tidak berbentuk. Menurut pasien. radang. keluhan utama pasien saat itu merasa “sakit mata”. pasien menjawab pertanyaan namun tidak sesuai. 4 . Sejak saat itu. takut di santet. Menurutnya. hantu tersebut hanya menakut-nakuti pasien dengan menampakkan sosoknya tetapi tidak mengeluarkan suara apapun sehingga pasien menjadi ketakutan dan menggigil. Ketika ditanyakan alasannya. pasien dipindahtugaskan ke Batalyon Kesehatan (Yonkes) I Kostrad Bogor dikarenakan kondisinya tersebut. Pasien kemudian kembali ke Batalyon Armed dan terjadi perubahan perilaku seperti menjadi penyendiri. pasien mulai sakit setelah pasien kembali dari tugas militer di Ambon pada tahun 2004. sehingga pasien dibawa kembali ke RSPAD. darah keluar dari pori-pori mata. pasien mengatakan ada bisikan-bisikan yang menyuruhnya seperti itu. Setelah selesai perawatan. serta tidak berinteraksi dengan lingkungan.

pingsan. dirinya bolak-balik di rawat karena “halusinasi imajinasi” dan kalau pulang dari perawatan biasanya pergi ke guru ngaji atau dukun. Frekuensi pasien minum minuman keras makin hari semakin sering karena disuruh oleh senior di kesatuannya. pasien semakin sering minum minuman keras dari mulai anggur hingga bir putih. Menurut mereka ( guru ngaji atau dukun) tidak ada kelainan. Pasien mengatakan semenjak kecil hingga sekarang. Sampai sekarang pasien masih suka merokok walau frekuensinya agak berkurang. namun pasien mengatakan susah untuk berhenti merokok. Pasien sering diingatkan oleh dokter yang memeriksa pasien untuk berhenti merokok. pasien tidak pernah mengalami kejang. Hal tersebut pasien lakukan karena terpengaruh oleh teman-temannya dan bahkan didukung oleh Ayahnya yang memang perokok. pasien juga mengaku pernah mengkonsumsi obat jenis ektasi. dari satu batang per hari hingga satu bungkus per hari. Ketika di kesatuan. Ambon sekitar tahun 2005. Awal mulanya pasien diberi minuman keras oleh seniornya. namun hanya dikonsumsi bila diberi oleh seniornya. Setelah dirawat selama 2 minggu dan tidak ada perubahan. setelah itu pasien merasa menggigil sehingga dibawa ke Rumah Sakit di kesatuannya. Setelah kondisi pasien membaik.Pada bulan April 2011 setelah dirawat ± 4 bulan. pasien dirujuk ke Rumah Sakit Kesdam Pattimura di Ambon. Pertama kali pasien mengkonsumsi minuman anggur ketika pasien bersekolah di SLTA karena dipengaruhi oleh teman dekatnya. Hal ini didukung karena pasien sering bersama senior dan teman-temannya pergi ke Diskotik. pasien pernah menderita penyakit malaria pada saat operasi militer ke daerah Samolaki. Tidak hanya minuman keras. Riwayat Penyakit Medis Menurut pernyataan pasien. trauma atau luka fisik. pasien diperbolehkan pulang ke Yonkes. pasien diperbolehkan pulang dan melakukan rawat jalan di Rumah Sakit di kesatuannya. Menurut pernyataan pasien. 5 . Riwayat Penggunaan Alkohol dan Zat Psikoaktif Pasien mengatakan mulai merokok sejak SLTP. Pasien juga mengatakan pernah mengkonsumsi minuman beralkohol. maupun kehilangan kesadaran yang disebabkan oleh sebab apapun. Pasien merokok makin lama makin sering frekuensinya. apalagi didukung oleh lingkungan terdekat pasien yang memang banyak orang merokok.

Prenatal dan Perinatal Menurut pasien. Masa Kanak Pertengahan (4-11 tahun) Tidak didapatkan informasi dari pihak keluarga. dirinya senang menghabiskan waktu bermainnya bersama teman-temannya dan tidak ada masalah dengan pergaulannya. pasien dipindahtugaskan ke Batalyon Kesehatan I Kostrad dengan pangkat Praka. setelah menamatkan bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Atas pasien langsung melanjutkan bekerja sebagai TNI-AD. Purwakarta sejak tahun 2002-2010. E. Riwayat Pekerjaan Menurut pasien. Menurut pasien. B. 2. Pasien menyukai olahraga permainan seperti sepak bola. Pasien tidak mengalami keterlambatan dalam perkembangan dan diasuh oleh kedua orangtuanya. Pada pertengahan tahun 2010. C. Pasien dilahirkan cukup bulan dan tidak ada masalah. Masa Kanak Awal (0-3 tahun) Tidak didapatkan informasi dari pihak keluarga. Menurut pasien. Masa Kanak Akhir dan Remaja Tidak didapatkan informasi dari pihak keluarga. dirinya tumbuh dan berkembang sesuai usia dan seperti anak lainnya. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI A. Pasien mempunyai banyak teman. dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Negeri PGRI di daerah Kebumen. dirinya dapat bermain dan bersekolah seperti anak-anak lain. Kemudian pasien melanjutkan pendidikan di Sekolah Militer Kodam Jaya. Pasien merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Menurut pasien. Jawa Tengah dan tidak pernah tinggal kelas. dirinya menamatkan bangku Sekolah di Sekolah Dasar (SD) Hayam Putih I.III. Namun pasien tidak tahu secara rinci riwayat kehamilan dan pada saat kelahirannya dikarenakan orang tuanya tidak pernah membahasnya. Riwayat Pendidikan Menurut pasien. Masa Dewasa 1. D. dirinya merupakan anak yang diharapkan. Pasien dinas di Batalyon Armed. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri I PGRI. 6 .

dirinya beragama Islam dan pasien cukup taat menjalankan ibadah agama seperti berdoa dan sholat 5 waktu. Ayah pasien sudah meninggal sekitar tahun 2010 dan menurut pasien. Ayah pasien adalah seorang nelayan. Riwayat Hukum Menurut pasien. ayahnya meninggal karena sakit tanpa mengetahui apa penyebabnya. Ketika di Kesatuan. Di tempat tersebut. Ibu pasien saat ini masih tinggal di Kebumen dan adik perempuan pasien saat ini tinggal dan 7 . setiap akhir pekan pasien sering diajak ke Diskotik oleh seniornya. Pasien mengatakan ingin segera menikah. pasien mengenal perempuan pekerja seks komersial untuk kemudian berhubungan seksual. pasien biasanya melakukan masturbasi namun frekuensinya tidak terlalu sering. 5. sebelum melakukan pekerjaan sebagai TNI-AD. dan ibu pasien adalah ibu rumah tangga. Agama Menurut pasien. memiliki satu orang adik lakilaki berumur 24 tahun dan satu orang adik perempuan 21 tahun.3. dan saat ini pasien sudah memiliki kekasih. Apabila tidak melakukan hubungan seksual dengan perempuan. 7. 4. 8. dirinya sangat menyukai kegiatan olah raga yang dilakukan di lingkungan rumahnya seperti Sepak Bola. dirinya tidak pernah menjalani hukuman atau terlibat pelanggaran hukum. Riwayat Psikoseksual Menurut pasien. Riwayat Pernikahan Menurut pasien. dirinya belum menikah. Hubungan pasien dengan keluarganya menurut pasien baik-baik saja dan pasien dekat dengan seluruh keluarga. 6. Aktivitas Sosial Menurut pasien. Riwayat Keluarga Pasien merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. dirinya adalah seorang heteroseksual dan pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

sedangkan adik laki-laki pasien tinggal dan bekerja sebagai satpam di Bekasi. tidak ada anggota keluarga pasien yang memiliki gangguan kejiwaan. Kesehariannya menurut pasien. 8 . Setiap hari pasien mengikuti kegiatan apel pagi lalu mengikuti latihan Kesemaptaan seperti lari. Menurut pasien. Genogram Keterangan : = pasien = meninggal = perempuan = meninggal = laki-laki = tinggal 9. dan lain-lain. dirinya pindah dari Batalyon Armed 9 ke Batalyon Kesehatan I Kostrad Bogor. Pasien tinggal di asrama dekat dengan tempat kerjanya di daerah Bogor. dirinya dekat dan sering berbincang dengan teman satu asramanya yang merupakan adik-adik angkatan pasien. renang.bekerja sebagai karyawan di pabrik garmen (Purwakarta). Situasi Kehidupan Sekarang Menurut pasien. Setelah itu baru menunggu instruksi dari atasan untuk melakukan kegiatan selanjutnya.

11. IV. Mood dan Afek Mood : eutim Afek : terbatas Keserasian : serasi antara afek dengan isi pikir 9 . pasien mengatakan ingin segera pulang karena ingin urus nikah dengan pacar. hitam. 10. Pasien hanya sering disuruh untuk mengikuti apel dan bersih-bersih. Deskripsi Umum i. Persepsi Keluarga Tentang Diri dan Kehidupannya Tidak didapatkan informasi dari pihak keluarga. rambut pendek. Penampilan Pasien berjenis kelamin laki–laki dengan penampilan sesuai dengan usianya. B. Perawatan diri cukup. pasien tidak dituntut untuk melakukan pekerjaan tertentu. Prilaku dan Aktifitas Motorik Pada saat wawancara pasien duduk tenang terkadang sambil merokok. berkulit sawo matang.Di Yonkes. Sikap terhadap Pemeriksa Pada saat wawancara pasien terkesan kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemeriksa. ii. STATUS MENTAL Diperiksa pada tanggal 6 Februari 2012 A. Pasien merasa bosan bila harus tinggal lama di bangsal amino. Pasien mengatakan keluarga pasien mengerti akan penyakitnya dan mendukung pasien untuk segera sembuh. Persepsi Pasien Tentang Diri dan Kehidupannya Pasien menyadari bahwa saat ini ia berada di bangsal jiwa Paviliun Amino dan tahu bahwa tempat ini adalah untuk pasien dengan gangguan jiwa. iii. Perawakan tinggi kurus. Pasien mempunyai keinginan untuk dipindahkan di kampung halamannya dan bekerja di Kesatuan yang dekat dengan rumahnya.

Gangguan Pikiran  Arus Pikiran Asosiasi longgar. merasa di kutuk oleh Tuhan karena menjadi PKI tapi pasien merasa bukan PKI. - Pasien juga takut karena sering menonton film primitif dengan adegan Hanibal. volume suara cukup. Tuhan buat surga tapi juga buat neraka. - Pasien bertelanjang bulat dikarenakan pasien merasa tidak suci lagi dan ingin memotong alat kelaminnya dengan golok.  Proses Pikiran Tidak logis. darah keluar dari pori-pori mata. artikulasi jelas. 10 . E.  Isi Pikiran Waham bizarre - Pasien saat itu merasa “sakit mata”. Waham paranoid - Pasien merasa ketakutan ada roh-roh halus yang masuk tidak berbentuk. Gangguan Persepsi Halusinasi auditorik dan visual saat ini disangkal. - Pasien menganggap Tuhan itu curang. D. menjawab sesuai pertanyaan. Waham kebesaran - Pasien kadang punya keberanian. Bicara Pembicaraan spontan. bikin orang sakit. Pasien terkadang mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan kenyataannya. Pasien mengatakan hal-hal yang tidak ada hubungannya satu sama lain.C. untuk mengatasi rasa ketakutannya pasien mempunyai jimat dari guru atau dukun maupun dari diri sendiri berupa cincin dan alquran yang diyakini dapat mengusir hantu sehingga pasien merasa aman dan tidak takut lagi. radang. takut di santet.

Kemampuan membaca dan menulis Baik. Pasien dapat menjelaskan arti dari kalimat “Bhineka Tunggal Ika” 11 . - Pasien sempat berkeinginan untuk membunuh Tuhan. Daya Ingat Daya ingat jangka panjang : Baik. Tempat: Baik. kesiagaan baik. 3. 5. dan malam. Daya ingat jangka sedang : Baik. F. pasien dapat menggambarkan jam dan menunjukkan arah jarum panjang dan pendek dengan baik. 2. Kemampuan visospasial Kemampuan visospasial pasien baik. pasien dapat mengingat menu sarapan beberapa jam sebelumnya. Orientasi Waktu : Baik. pasien dapat mengingat nama sekolah dan daerah tempat pasien tinggal selama masa kanak-kanak. 6.- Pasien merasa bisa melawan kekuatan Tuhan dengan jimatnya maupun kekuatan Cinta dari Tuhan. Pasien dapat melakukan pengurangan 100-7 dan seterusnya. perawat. 4. - Pasien berniat menjadi manusia super. Daya ingat jangka pendek : Baik. pasien dapat mengenali dan membedakan dokter pemeriksa koas. dan teman sebangsalnya. siang. SENSORIUM DAN KOGNISI 1. Orang : Baik. pasien dapat menyebutkan kembali 3 kata yang disebutkan pemeriksa. 7. Konsentrasi dan Perhatian Pasien memiliki daya konsentrasi dan perhatian yang baik. pasien dapat mengingat kejadian yang terjadi di Kesatuan sehingga pasien dibawa ke RSPAD. pasien mengetahui bahwa dirinya berada di bangsal jiwa RSPAD Gatot Subroto. Berpikir Abstrak Baik. Taraf Kesadaran dan Kesiagaaan Compos mentis. Pasien dapat membaca dan menulis dengan baik. Daya ingat segera : Baik. pasien dapat membedakan waktu pagi.

PENGENDALIAN IMPULS Selama wawancara. Pasien bersikap sopan terhadap dokter.  Tilikan Selama wawancara dengan pasien tilikan pasien derajat 1.  Penilaian realita Selama wawancara. PEMERIKSAAN DIAGNOSIS LEBIH LANJUT Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 6 Februari 2012 1. DAYA NILAI DAN TILIKAN  Daya nilai sosial Selama wawancara. RELIABILITAS Secara umum. perawat dan seluruh penghuni Paviliun Amino. pasien dapat mengendalikan diri dan berperilaku baik dan sopan dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. RTA pasien terganggu.8. Status Interna Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Status gizi : Cukup Tanda – tanda vital :  Tekanan darah :120/80 mmHg  Frekuensi Nadi : 80 kali/menit  Frekuensi Nafas : 20 kali/menit  Suhu : Afebris Mata : Dalam batas normal 12 . Pasien menyangkal bahwa ia sekarang sedang sakit. H. I. Intelegensia dan Kemampuan Informasi Baik. G. pasien memberi kesan dapat dipercaya. daya nilai sosial pasien baik. V. Pasien dapat menyebutkan nama Presiden RI dan Wakil Presiden RI saat ini.

Pasien juga tidak mau menjawab pertanyaan dan hanya diam saja. dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto karena sering merasa ketakutan akan adanya jin. menjawab sesuai pertanyaan. pekerjaan TNI-AD pangkat Prajurit Kepala. dan tidak teratur minum obat. tidak mau melakukan pekerjaannya.Mulut dan gigi : Dalam batas normal Thoraks : Cor dan Pulmo dalam batas normal Abdomen : Dalam batas normal Ekstremitas : Dalam batas normal 2. pendiam. berbicara ngelantur. jawabannya sering tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. setelah kabur dari Batalyon karena ingin kembali ke kampung halamannya. Apabila pasien menjawab. status belum menikah. Pasien tidak mempunyai riwayat bermakna mengenai penyakit yang menyebabkan gangguan jiwa akibat kelainan organik atau penggunaan alkohol dan zat-zat psikoaktif. beragama Islam. bersikap kooperatif terhadap pemeriksa. penampilan rapi. Semenjak dipindahkan ke Yonkes dari Kesatuan yang lama kurang lebih 1 tahun yang lalu. 13 . pendidikan terakhir tamat SLTA. pasien sering berperilaku aneh. setan dan Tuhan. Status Neurologis GCS : 15 Tanda rangsang meningeal : Negatif Tanda efek ekstrapiramidal : Tidak ada Motorik : 5/5/5/5 Sensorik : Dalam batas normal VI. Tidak ada data yang tepat mengenai riwayat perawatan gangguan psikiatri yang dialami pasien. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 29 tahun. Diawali dengan perubahan perilaku pada pasien seperti menjadi penyendiri. Menurut perawat dan pasien sejak 5 tahun yang lalu pasien dirawat pertama kali di RSPAD karena mengalami gangguan kejiwaan. Orang tua dan keluarga pasien tidak dapat dihubungi sehingga data hanya didapatkan dari keterangan perawat. artikulasi jelas. Pembicaraan spontan. dan tidak berinteraksi dengan lingkungan sepulang dari tugas militer di Ambon. suku Jawa. Pada pemeriksaan didapatkan seorang laki-laki tampak sesuai usia dengan perawatan diri cukup. volume suara cukup.

Proses pikir pasien berpikir secara tidak logis. Oleh karena itu. hubungan pasien dengan realitas di sekitarnya juga terganggu sehingga pada pasien ini menderita gangguan psikotik. gangguan mental organik (F00-F09) dapat disingkirkan. dan halusinasi auditorik commanding serta visual. pasien tidak pernah menderita penyakit yang secara fisiologis dapat menimbulkan disfungsi otak. dan perilaku yang secara klinis bermakna dan menimbulkan suatu penderitaan (distress) dan hendaya (disability) dalam berbagai fungsi psikososial. waham kebesaran. dan saat ini ditemukan adanya waham paranoid.Mood eutim dengan afek yang terbatas dan serasi antara afek dengan isi pikir. sehingga kemungkinan adanya gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif dapat disingkirkan. Berdasarkan riwayat penyakit. Aksis I Berdasarkan anamnesa riwayat perjalanan penyakit pasien dan pemeriksaan. Pada pasien tidak didapatkan riwayat penyalahgunaan zat psikoaktif. Pada pasien tidak didapatkan riwayat penyalahgunaan zat psikoaktif. Selain itu sejak tahun 2006 14 . FORMULASI DIAGNOSIS Pada pasien ini ditemukan adanya perubahan pola alam pikir. Pada pasien didapatkan riwayat gangguan psikiatri sebelumnya dengan psikopatologi berupa gejala positif yang menonjol seperti waham paranoid. sehingga kemungkinan adanya gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif (F10-F19) dapat disingkirkan. Bentuk pikir asosiasi longgar. tidak ditemukan adanya faktor organobiologik dimana pasien tidak pernah mengalami trauma kepala atau penyakit lainnya yang secara fisiologis dapat menimbulkan disfungsi otak sebelum menunjukkan gejala gangguan jiwa. dan aktivitas sehari-hari pasien. status gizi. Saat ini tidak terdapat gangguan persepsi seperti ilusi dan halusinasi auditorik maupun visual. pekerjaan. Selain itu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum. Oleh karenanya. Reality Test Ability pasien terganggu dengan tilikan derajat 1. status interna dan neurologis dalam batas normal. serta tanda vital yang baik. juga tidak ditemukan kelainan yang secara fisiologis dapat menimbulkan disfungsi otak. waham bizarre. perasaan. gangguan mental organik dapat disingkirkan. Berdasarkan pemeriksaan fisik. waham kebesaran. waham bizarre. Pada pasien didapatkan adanya gangguan dalam bentuk gangguan persepsi dan isi pikiran. VII. Terdapat gangguan isi pikir pada pasien.

waham bizarre. Aksis II Belum cukup informasi untuk menegakkan diagnosis. Aksis V : GAF tertinggi dalam satu tahun terakir 50-41 15 . Sedangkan GAF sekarang 60-51. dimana terdapat disabilitas berat dengan gejala berat (serious). disabilitas sedang. terdapat gejala sedang (moderate). sering juga merasa ketakutan tidak pernah hilang gejalanya. V.X0 Skizofrenia Paranoid Berkelanjutan Aksis II : Perlu eksplorasi lebih mendalam mengenai ciri kepribadian pasien Aksis III : Tidak ada diagnosis Aksis IV :Masalah adanya keinginan untuk dipindahkan dan bekerja di Kesatuan yang dekat dengan rumahnya. sehingga diperlukan eksplorasi lebih mendalam mengenai ciri kepribadian pasien.Saat ini tidak terdapat gangguan persepsi seperti ilusi dan halusinasi auditorik maupun visual. Aksis V Menurut PPDGJ-III. berdasarkan PPDGJ III ditegakkan diagnosis untuk aksis I adalah F20. dan saat ini ditemukan adanya waham paranoid.pasien sudah belasan kali di rawat dengan gejala-gejala yang tidak pernah hilang seperti pasien masih terganggu dengan rutinitasnya di Batalyon: bosan kerja. Pada pasien dapat disimpulkan mengalami gejala gangguan skizofrenia paranoid karena terdapat gejala skizofrenia. Aksis IV Masalah keinginan untuk dipindahkan dan bekerja di Kesatuan yang dekat dengan rumahnya. sering kabur. EVALUASI MULTI AKSIAL Aksis I : F20. Terdapat gangguan isi pikir pada pasien.X0 yaitu Skizofrenia Paranoid Berkelanjutan. Aksis III Tidak ditemukan adanya kelainan atau gangguan fisik yang bermakna. Saat ini pada pasien ditemukan adanya gangguan dalam penilaian realita berupa mood eutim dan afek yang terbatas. waham kebesaran. dinilai GAF saat masuk rumah sakit adalah 50-41. Oleh karena itu.

RENCANA TERAPI a. Kepada pasien  Memberikan informasi dan edukasi mengenai gejala dan gangguan pada  pasien Memberikan informasi tentang manfaat obat. Kepada keluarga atau orang-orang bertanggungjawab kepada pasien  Memberikan informasi dan edukasi kepada keluarga mengenai kondisi  pasien. Rawat inap b. waham bizarre (+). dan pentingnya untuk kontrol berobat secara teratur Memberikan informasi tentang efek samping obat Memberikan edukasi tentang pentingnya dukungan keluarga untuk mencegah kekambuhan pada pasien XI. - Tilikan : Derajat 1.GAF sekarang 60-51 VI. Psikoedukasi: 1. serta prognosis Memberikan informasi tentang manfaat obat. Psikologik - Gangguan persepsi : Halusinasi auditorik dan visual (-) - Proses pikir : Asosiasi longgar - Isi pikir : Waham paranoid (+). DAFTAR MASALAH 1. dan pentingnya untuk kontrol berobat secara teratur Memberikan informasi tentang efek samping obat dan pentingnya untuk segera memberitahu dokter apabila muncul efek samping tersebut 2. VII. perjalanan penyakit. pentingnya keteraturan  minum obat. penyakit yang dideritanya. Organobiologik : Tidak ada 2. Lingkungan dan sosioekonomi Masalah adanya keinginan untuk dipindahkan dan bekerja di Kesatuan yang dekat dengan rumahnya. insight terganggu - Mood : Eutim 3. Farmakoterapi: Risperidone 2 x 3 mg c. waham kebesaran (+). pentingnya keteraturan   minum obat. PROGNOSIS 16 .

sering kabur. Selain itu sejak tahun 2006 pasien sudah belasan kali di rawat dengan gejala-gejala yang tidak pernah hilang seperti pasien masih terganggu dengan rutinitasnya di Batalyon: bosan kerja. dan pemeriksaan status mental pada pasien dan disesuaikan dengan pedoman diagnostik PPDGJ III. Dimana kriteria umum skizofrenia adalah : - Gejala 1. sering juga merasa ketakutan tidak pernah hilang gejalanya. kriteria skizofrenia. DISKUSI Pada pasien ditegakkan diagnosis Skizofrenia Paranoid Berkelanjutan berdasarkan riwayat psikiatri. Pada pasien dapat disimpulkan mengalami gejala gangguan skizofrenia paranoid karena terdapat gejala skizofrenia.Saat ini tidak terdapat gangguan persepsi seperti ilusi dan halusinasi auditorik maupun visual.Saat ini pada pasien ditemukan adanya gangguan dalam penilaian realita berupa mood eutim dan afek yang terbatas.Quo ad vitam : dubia Quo ad functionam : dubia Quo ad sanactionam : dubia Hal yang memperingan prognosis:  Faktor pencetus yang jelas  Pasien masih bekerja  Memiliki jaminan kesehatan untuk pengobatan Hal yang memperburuk prognosis:  Onset usia muda  Riwayat rawat inap yang sering IX. pemeriksaan fisik. waham kebesaran. Satu gejala yang amat jelas: 17 . dan halusinasi auditorik commanding serta visual. Terdapat gangguan isi pikir pada pasien. waham bizarre. yaitu pada pasien didapatkan riwayat gangguan psikiatri sebelumnya dengan psikopatologi berupa gejala positif yang menonjol seperti waham paranoid. dan saat ini ditemukan adanya waham paranoid. waham bizarre. waham kebesaran.

Paling sedikit dua gejala: a. halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol. mendengung (humming). Thought echo. d. Gejala negatif (apatis. thought insertion/withdrawal. penarikan diri dari pergaulan sosial). Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa.a. terdapat halusinasi dan atau waham yang menonjol dan terdapat gangguan afek. Halusinasi dan atau waham harus menonjol a. atau ”passivity” yang beraneka ragam adalah yang paling khas. 2. delusion perception c. Halusinasi yang menetap dari panca indra apa saja. Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah. atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit (whistling). tak bertujuan. Halusinasi auditorik d. atau lain-lain perasaan tubuh. Delution of control. Gangguan afektif. Pasien ini memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia paranoid karena memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia. tetapi waham dikendalikan (delusion of control). c. b. delusion of passivity. dipengaruhi (delusion of influence). respon emosional yang tumpul/tidak wajar. atau bersifat seksual. Arus pikiran yang terputus atau mengalami sisipan yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan atau neologisme. 18 . bermanifestasi sebagai hilangnya minat. - Telah berlangsung selama kurun waktu 1 bulan atau lebih - Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan dari berbagai aspek perilaku perorangan. Waham dapat berupa hampir setiap jenis. dorongan kehendak dan pembicaraan. Pedoman diagnosis skizofrenia paranoid: - Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia - Sebagai tambahan: 1. serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata/ tidak menonjol. c. atau bunyi tawa (laughing). thought broadcasting b. sikap berdiam diri dan penarikan diri secara sosial. bicara jarang. Waham-waham menetap jenis lainnya 2. sikap malas. Perilaku katatonik. b. delution of influence.

Kepada pasien diberikan informasi dan edukasi mengenai gejala dan gangguan yang dialami pasien. Yang tak kalah penting adalah edukasi mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung pengobatan dan mencegah kekambuhan pada pasien. serta prognosisnya. perjalanan penyakit. memiliki jaminan kesehatan untuk pengobatan.Pada pasien ini memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia karena adanya riwayat halusinasi auditorik dan visual serta waham paranoid. diberikan risperidone dengan dosis awal 2 x 3 mg per oral. faktor penyebab. pentingnya keteraturan minum obat. Pada pasien. Pada keluarga atau orang-orang yang bertanggungjawab kepada pasien juga diberikan informasi mengenai penyakit pada pasien. Terapi nonfarmakologis pada pasien ini berupa psikoedukasi kepada pasien dan keluarga atau orang-orang yang bertanggungjawab kepada pasien. pasien masih bekerja. tentang manfaat obat dan pentingnya keteraturan minum obat. dan riwayat rawat inap yang sering. Faktor yang memperburuk prognosis adalah onset usia muda. Pengobatan Penatalaksanaan pada pasien ini mencakup terapi farmakologis dan nonfarmakologis. KURVA PERJALANAN PENYAKIT 19 . dimana timbulnya keluhan tersebut bukan disebabkan akibat gangguan fisiologik langsung atau gangguan akibat penggunaan zat psikoaktif. sehingga gangguan organik dan gangguan akibat penggunaan zat psikotik dapat disingkirkan. bizarre yang berlangsung sejak tahun 2006. pentingnya kontrol secara rutin. kebesaran. Antipsikotik atipikal diberikan karena dapat mengatasi gejala negatif yang lebih menonjol dari gejala positif pada skizofrenia paranoid. Diharapkan pula pasien dapat menyampaikan keluhan kepada dokter apabila muncul efek samping yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien. dan efek samping obat juga disampaikan. Pada pasien ini diberikan antipsikotik atipikal yaitu risperidone. Terapi farmakologis yang diberikan adalah antipsikotik. serta memiliki efek samping ekstrapiramidal yang minimal dibandingkan antipsikotik tipikal. Risperidone memiliki kelebihan karena dapat diabsorbsi dengan cepat setelah pemberian oral. serta efek samping yang mungkin timbul akibat pemberian obat. Hal yang memperingan prognosis pada pasien ini adalah adanya faktor pencetus yang jelas. Informasi mengenai manfaat obat.

pendiam. tidak berinteraksi dengan lingkungan ± 2006 : .setan. dijemput baliktidak ke Yonkes ada .Waham aneh (bizarre) -Waham paranoid -Dirawat di Paviliun Amino. perilaku aneh -Waham aneh (bizarre) -Halusinasi visual -Kembali dirawat di Paviliun Amino Desember 2012 : -Kabur dari Yonkes karena ingin pulang ke April 2011 : kampung halaman -Setelah -Tersesat di dirawat Cirebon.Halusinasi visual -Sering keluar masuk rawat inap di Paviliun Amino Januari 2011 : -Bicara kacau. Yonkes sikap diam -Tidak menjawab pertanyaan -Tidak melakukan pekerjaan -Tidak minum obat -Mood eutim -Afek terbatas -Dirawat di Paviliun Amino DAFTAR PUSTAKA 20 .2004 : -Tugas Militer ke Ambon -Saat bertugas melihat temannya meninggal di depan mata -Kembali ke Batalyon Armed dari Ambon -Terjadi perubahan perilaku (penyendiri.Ketakutan akan psikopatologi jin. RSPAD Gatot Soebroto Pertengahan 2010 : -Dipindah ke Yonkes -Berperilaku aneh -Bicara ngelantur -Tidak mau melakukan pekerjaan -Waham bizarre -Waham kebesaran -Halusinasi auditorik . tuhan yang muncul -Waham paranoid -Diperbolehkan -Waham kebesaran pulang -Tidak maukeberbicara. ± 4 bulan.

Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. Cambridge. Indonesia. 2011. 3. Jakarta. Lippincot Williams and Wilkins. Jakarta. Philadelphia. Sadock BJ. 2. 1993. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia (PPDGJ III). FOLLOW UP 21 . Konsensus 4. Cambridge University Press. 2008. Kaplan HI. Stahl’s Essential Psychopharmacology. Stahl SM. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Penatalaksanaan Gangguan Skizofrenia.1. 3 rd edition. 8th edition. 1996. Synopsis of Psychiatry. cetakan pertama.

volume jelas. dulu ada bisikan-bisikan seperti suara hati yang mencoba menyakiti pasien/mengutuk pasien. perawatan diri cukup.00 jemput untuk balik ke Yonkes di Bogor. sehingga bisa mengalahkan Tuhan. tentang ketakutannya yang sampai sekarang ini masih ada semenjak masuk RS 2 bulan lalu. Pasien tidur malam menceritakan Skizofrenia Paranoid Risperidone 2 x 3 mg pulas. serasi. kadang teriak-teriak tidak jelas karena merasa jenuh dengan tempat rutinitas dan ingin usil saja. Pasien dahulu suka usil di tempat kerja mengganggu adik-adik kelas maupun cewek-cewek disekitarnya. Sejak kecil juga pasien merasa bersalah karena nakal sehingga menjadi sakit dan di kutuk Tuhan.Tangga Pemeriksaan Diagnosis/Perkemb l Terapi angan pasien 08/02/12 S : Pasien merasa jenuh belum di 12. Penampilan : Laki2 sesuai usia. Menurut pasien. maupun TUhan yang bisa menyakitinya. 22 . Saat masih kecil. Pasien mengakui di karuniai kekuatan maupun keabadian sebagai manusia. Jika meninggal pasien masih bisa menjadi roh yang abadi. lancar. Sikap/Psikomotor : Kooperatif /Tenang. Pasien takut dengan roh-roh halus seperti setan.Pasien merasa stabil. WIB Makan cukup. jin. pasien suka memarahi dan memukul adik-adiknya karena merasa di ganggu. O: Kesadaran : CM. Waham kebesaran (+). Pembicaraan : Spontan. 3P tidak terganggu. Proses/Isi pikir : Asosiasi longgar/ Waham bizarre (+). Mood/Afek : Eutim/Terbatas. sehat dan dirinya tidak sakit. artikulasi jelas.

Pasien merasa sudah sehat. Sikap/Psikomotor : Kooperatif /Tenang. Penampilan : Laki2 sesuai usia. 3P tidak terganggu.Persepsi : Halusinasi disangkal RTA/insight : Terganggu/° 1 09/02/12 S : . -Pasien bercerita tentang jimat yang dia miliki. Masih 08. sedang merokok. perawatan diri cukup. Proses/Isi pikir : Asosiasi longgar/Waham kebesaran (+) Persepsi : Halusinasi disangkal RTA/insight : Terganggu/° 1 23 . serasi. jawaban minimal. O: Kesadaran : CM. -Pasien mengatakan ingin merantau ke luar negeri dan ingin menikah dengan orang bule. WIB hanya merokok saja. Saat ini jenuh. Mood/Afek : Eutim/Terbatas. Tadi malam tidur Skizofrenia Paranoid Risperidone 2 x 3 mg nyenyak dan tidak terganggu suarasuara.Pasien bercerita tentang kekuatankekuatan yang dimilikinya.Pasien bercerita tentang kehidupannya selama jadi tentara. artikulasi jelas. .00 menunggu jemputan. . Pembicaraan : Spontan. volume jelas.