You are on page 1of 29

Modul Pengantar Bisnis 6

Proses Produksi dan Pengendalian Produk
Manufaktur
By Desi Kusumaningtyas
1

Proses Produksi dan Operasional –
Manajemen Operasional
Manajemen Operasi
•  merupakan kegiatan menciptakan produk dan jasa melalui proses
transformasi input menjadi output (Heizer & Render, 2011)
•  Proses transformasi dapat dikategorikan sebagai fisika (dalam
perusahaan manufaktur), lokasi (seperti perusahaan transportasi),
pertukaran (seperti pada usaha retail), penyimpanan (seperti
penggudangan), fisiologi (seperti dalam perawatan kesehatan) dan
informasional (seperti dalam perusahaan telekomunikasi)
•  Serangkaian kegiatan yang meliputi desain, operasi dan perbaikan
sistem yang menciptakan dan menyampaikan produk dan jasa atau
pelayanan (Chase et al., 2006)

2

Proses Produksi dan Operasional –
Kegiatan Manajemen Operasional
Operasi
•  Transformasi mengubah input menjadi output
•  Serangkaian kegiatan sepanjang rantai nilai (value chain) dari pemasok ke
pelanggan

Perbedaan Operasional Perusahaan Manufaktur dan
Perusahaan Jasa
•  Interaksi dengan pelanggan: Perusahaan Jasa lebih banyak interaksi dengan
pelanggan.
•  Output: Perusahaan Manufaktur output berwujud, dapat disimpan. Produk
Perusahaan jasa dihasilkan sesuai keinginan pelanggan baik dalam jenis,
bentuk maupun waktu layanan diberikan
•  Keberadaan Pelanggan dalam proses atau kegiatan operasional: Pelanggan
terlibat langsung dari input, proses (misal: jasa pendidikan, konsultan hukum
atau kecantikan)
•  Kualitas produk dan jasa atau layanan yang diberikan. Kualitas pada
perusahaan jasa bersifat sangat subyektif
3

Proses Produksi dan Operasional –
Fungsi- fungsi Operasional
Rantai Nilai
•  Produk dan jasa dihasilkan dalam serangkaian kegiatan yang saling terkait membentuk suatu rantai
nilai untuk menghasilkan produk yang memuasikan pelanggan.
Konsep rantai nilai memfokuskan pada jenis proses
•  Proses Inti (core process) à proses menyampaikan nilai pada pelanggan
•  Support process àproses memberikan sumber daya dalam proses inti (penggabungan modal,
penganggaran, pengembangan karyawan, sistem informasi)
Proses Inti (Krajewski et al., 2007)
•  Proses Pengelolaan hubungan dengan pelanggan
•  Proses Pengembangan Produk atau jasa baru
•  Proses Pemenuhan pesanan
•  Proses hubungan pemasok
Rantai Keuntungan jasa (service point chain) (Silvestro, 2002)
•  Meliputi kepuasan dan loyalitas pelanggan yang akan mendorong serangkaian kinerja yang
menghubungkan antara kualitas, produktivitas, nilai pelayanan, kepuasan dan loyalitas pelanggan
sehingga dapat mendorong keuntungan dan pertumbuhan
4

Proses Produksi dan Operasional –
Fungsi- fungsi Operasional
Perencanaan Kapasitas
Perencanaan Lokasi Perusahaan

Perencanaan Operasional
Perencanaan Tata letak di dalam
perusahaan
Perencanaan kualitas produk, proses
dan layanan
Penjadwalan produksi

Fungsi Manajemen Operasional

Penjadwalan operasional

Penjadwalan karyawan

Penjadwalan detail

Pengendalian bahan baku

Pengendalian operasional

Manajemen rantai pasokan

Pengendalian kualitas

5

Proses Produksi dan Operasional –
Fungsi- fungsi Operasional
Perencanaan Kapasitas
•  Merupakan perencanaan untuk
menentukan berapakah produk yang
dapat dihasilkan perusahaan dalam
jangka waktu tertentu atau berapakah
pelanggan yang dapat dilayani dalam
periode waktu tertentu.
•  Rencana input yang diperlukan
•  Mempertimbangkan horizon waktu
•  Pertimbangan kebutuhan saat ini dan
mendatang (menyeimbangkan
permintaan pelanggan dan
kemampuan sistem penyampaian
layanan memuaskan pelanggan):
•  Pengenalan layanan permintaan
•  Pilihan pengelolaan kapasitas untuk
pemenuhan permintaan

Perencanaan Lokasi Perusahaan
•  Pemilihan lokasi berdasarkan
pertimbangan: strategi pengembangan,
pertimbangan peningkatan permintaan,
keberadaan fasilitas saat ini dan
kebutuhan masa mendatang
•  Keputusan lokasi:
•  Memperluas kapasitas
•  Menutup fasilitas
•  Membuka di lokasi baru
•  Lokasi Optimum menawarkan
keunggulan bersaing. Keputusan lokasi
menurut Vereecke dan Van Dierdonck:
•  Pertimbangan ciri struktural (ukuran,
lokasi, kapasitas, tipe peralatan, dan
tingkat otomatisasi peralatan)
•  Pertimbangan infrastruktural
(keahlian karyawan, tingkat otonomi
lokasi, dan struktur organisasi)

6

Proses Produksi dan Operasional –
Fungsi- fungsi Operasional
Perencanaan Tata Letak

•  Tata letak yang efektif dapat membantu
organisasi mencapai strategi yang
mendukung diferensiasi, biaya rendah
dan tanggapan
•  Tata letak yang baik dapat memperbaiki
koordinasi antarlini departmen dan
bidang fungsional
•  Hal yang perlu diperhatikan dalam tata
letak (Heizer dan Render, 2011)
•  Penggunaan ruang, peralatan dan
orang dengan lebih baik
•  Dapat memperbaiki aliran informasi,
material dan orang
•  Dapat memperbaiki moral karyawan
dan meningkatkan keamanan dan
kondisi kerja
•  Dapat memperbaiki interaksi dengan
pelanggan
•  Bersifat fleksible

Perencanaan Tata Letak
•  Tiga Jenis tata letak
•  Tata letak proses
•  digunakan dalam pada kantor yang langsung
berhubungan dengan pelanggan dan job process
dengan aliran kerja beragam, volume rendah dan
kastemisasi tinggi
•  Keunggulan: dapat diatur linier, menggunakan
peralatan bersifat umum, menggunakan sedikit
sumberdaya dan lebih fleksible
•  Tantangan: tata letak yang memudahkan proses
(digunakan Perusahaan jasa maupun manufaktur)
•  Tata letak produk atau aliran lini
•  Digunakan pada pabrikasi, proses lini yang
memiliki tugas berulang
•  Keunggulan: sesuai untuk tingkat produktifitas
tinggi, persediaan rendah, biaya variabel produk
rendah
•  kelemahan: fleksibilitas rendah
•  Tata letak campuran
•  Kombinasi tata letak proses dan lini
•  Digunakan dalam fasilitas yang memiliki kegiatan
pabrikan dan rakitan (produk akhir)
•  Sistem pemaknufakturan flexible (Flexible
manufacturing system / FMS) yang
memungkinkan perubahan dalam sistem
7

Proses Produksi dan Operasional –
Fungsi- fungsi Operasional
Perencanaan Kualitas

Penjadwalan Produksi

•  Kualitas harus bersifat menyeluruh
baik produk maupun prosesnya.
Kualitas produk meliputi bahan baku
dan bahrang jadi sedang proses
meliputi kualitas segala sesuatu
yang berhubungan dengan proses
produksi, penyediaan jasa, dari
penerimaan input hingga
menghasilkan output
•  Penyesuaian Perspektif kualitas:
antara perspektif konsumen dan
perspektif produsen

•  Penjadwalan sistem pelayanan
menekankan pada level staffing
•  penjadwalan sistem manufaktur
menekankan pada mesin dan
material
•  Tujuan Penjadwalan (Russell &
Taylor, 2011) memenuhi waktu jatuh
tempo pelanggan, meminimalkanà
keterlambatan, waktu menganggur
karyawan, persediaan barang dalam
proses
•  Tiga Fungsi penting penjadwalan
(Jacobs dan Bechtold, 1994):
•  Peramalan permintaan
•  Penentuan tingkat kebutuhan
pelayanan dan kebutuhan
karyawan
•  Penjadwalan kekuatan kerja
8

Proses Produksi dan Operasional –
Fungsi- fungsi Operasional
Penjadwalan Karyawan dan
Penjadwalan yang lebih detail
•  Penjadwalan kekuatan karyawan terdiri
atas berbagai fleksibilitas:
•  Fleksibilitas panjang shift
•  Fleksibilitas panjang hari kerja
•  Fleksibilitas waktu istirahat
•  Fleksibilitas mulainya shift
•  Fleksibilitas waktu mulainya hari kerja
•  Hari libur yang tidak berurutan
•  Case management penanganan
pengintegrasian pelayanan dan
ketersediaan sumber daya

Pengendalian Bahan Baku dan
Manajemen Rantai Pasokan
•  Pengendalian bahan baku
merupakan kegiatan memonitor
pemesanan dan penggunaan bahan
baku yang dapat menghemat biaya
•  Manajemen rantai pasokan (supply
chain management) mendukung
kegiatan pengendalian bahan baku.
•  Manajemen rantai pasokan adalah
integrasi proses bisnis dari
pelanggan akhir melalui pemasok
yang menyediakan produk,
pelayanan dan informasi yang
menambahkan nilai bagi pelanggan
(Cooper et al., 1997)
9

Proses Produksi dan Operasional –
Fungsi- fungsi Operasional
Pengendalian Kualitas
•  Kesesuaian perspektif produsen dan perspektif konsumen
pada kualitas produk
•  Nilai kualitas adalah indeks penilaian pelanggan, yang
merupakan harga yang dibayarkan pelanggan atas hasil atau
manfaat yang dirasakan karena kualitas produk atau proses
sesuai dengan harapannya (Bester 1999)
•  Sistem produksi perusahaan dinilai dengan mengukur
efektivitas dan kinerjanya
•  Pengukuran efektivitas meliputi kemudahan perawatan,
kesiapan operasional, ketersediaan dll.
•  Pengukuran kinerja meliputi produktivitas, efisiensi dan
kualitas
10

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Total Quality Management – TQM (Gryna, 2001)
•  Hoshin Planning
•  Kebijakan manajemen yang merupakan satu kesatuan teritegrasi dalam
organisasi yang memonitor lingkungan eksternal dan mengembangkan rencana
proaktif untuk menyesuaikan dengan arah organisasi mendatang.
•  Mengintegrasi dan mengendalikan QFD dan daily control secara vertical.
•  Quality Function Deployment (QFD)
•  alat menerapkan TQM menggunakan manajemen tim lintas fungsi yang
terintegrasi secara horisontal untuk mencapai sasaran yaitu kepuasan
pelanggan.
•  Daily Control
•  Merupakan komponen utama TQM dengan menggunakan alat bantu Statistical
Process Control dan parameter desain untuk memonitor pelaksanaan QFD
berdasar pengendalian sehari-hari.
•  Menekankan penawaran harga terbaik dari produk sehingga dapat
meningkatkan laba
11

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Pengendalian Mutu
•  Alat dan Teknik untuk menemukan kesalahan, mencari penyebab masalah, dan
menyelesaikan masalah untuk peningkatan kualitas mutu (continuous quality
improvement)

Alat dan Teknik
Data verbal atau
kualitatif
Flow
Chart

Brainstor
ming

Cause
and effect
diagram

Affinity
diagram

Data numerik atau kuantitatif
Tree
diagram

Check
sheet

Pareto
diagram

Histogram

Scatter
diagram

Control
chart

Run Chart

12

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Verbal atau Kualitatif
a. Flowchart
•  Adalah gambaran skematis atau diagram yang
menunjukkan seluruh langkah dalam suatu proses
dan menunjukkan bagaimana langkah itu saling
berinteraksi satu sama lain
•  Tujuan digunakan Flowchart dalam proses produksi
•  Memberi petunjuk jalannya proses produksi
•  Membandingkan proses aktual yang dirasakan
pelanggan dengan proses ideal
•  Mengetahui langkah-langkah yang duplikatif dan
langkah-langkah yang tidak perlu
•  Mengetahui bagian proses dimana pengukuran
dapat dilakukan
•  Menggambarkan sistem total
•  Urutan proses atau rangkaian inilah yang akan
digunakan untuk membantu mendeteksi kesalahan

Mulai

Kegiatan

Kegiatan
Ya

Tidak

Keputusan

Selesai

Flow Chart
sumber: Goetsch dan
Davis (1995)

13

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Verbal atau Kualitatif

b. Brainstorming
•  Adalah cara untuk memacu pemikiran kreatif guna mengumpulkan ide dari
suatu kelompok dalam waktu yang relatif singkat
•  Alat yang sering membantu analisis ini antara lain: cause and effect
diagram, affinity diagram, dan tree diagram
•  Hal yang perlu diperhatikan:
•  Masing-masing anggota kelompok sependapat mengenai isu poko yang
dibahas
•  Harus menciptakan kondisi dimana semua anggota bebas mengemukakan
idenya
•  Hindari saling kritik atau pemaksaan dalam mengungkapkan ide
•  Ungkapan ide perlu ditulis sebagaimana aslinya
•  Perlu dibuat rangkuman ide yang dikemukakan untuk dicari
penyelesaiannya
14

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Verbal atau Kualitatif

c. Cause and Effect Diagram
•  Diagram sebab-akibat menggambarkan garis dan simbol-simbol yang menunjukkan hubungan antara akibat dan
penyebab suatu masalah
•  Setelah ditemukan sumber masalah kemudian diturunkan menjadi beberapa sumber yang lebih kecil mendetail, misal
dari metode kerja diturunkan menjadi pelatihan, karakteristik dsb.
•  Manfaat diagram sebab-akibat tulang ikan:
•  Dapat menggunakan kondisi sesungguhnya untuk tujuan perbaikan kualitas produk, lebih efisien dalam penggunaan
sumber daya
•  mengurangi dan menghilangkan kondisi yang menyebabkan ketidaksesuaian produk atau jasa dan keluhan pelanggan
•  Dapat membuat standarisasi operasi
•  Memberikan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan dalam pembuatan keputusan danperbaikan
•  Urutan proses atau rangkaian inilah yang akan digunakan untuk membantu mendeteksi kesalahan
15
•  Dipergunakan terutama dalam tahap perencanaan dari Plan-Do-Check-Action

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Verbal atau Kualitatif
C. Cause and Effect Diagram
(untuk mencari penyebab
minor)
•  Selain mencari penyebab utama
suatu masalah, diagram sebab akibat
digunakan untuk mencari penyebab
minor dari penyebab utama

Cause and Effect Diagram
(untuk mencari penyebab
utama dan minor)
•  Mencari akibat terbesar dari suatu
masalah kemudian menjabarkan
penyebab utama dan penyebab
mendetailnya

16

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Verbal atau Kualitatif
Cause and Effect Diagram
(untuk mencari penyebab
masing-masing faktor)
•  Menganalisis penyebaran masingmasing penyebab dan mencari pada
masing-masing penyebab yang
mempunyai penyebab terbanyak

Cause and Effect Diagram
(untuk mencari penyebab
masing-masing proses)
•  Pada setiap tahapan proses terlebih
dahulu diidentifikasi penyebab utama
kemudian dijabarkan penyebab yang
lebih mendetail
17

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Verbal atau Kualitatif

d. Affinity Diagram
•  Sering menggunakan hasil brainstorming untuk mengorganisasi informasi sehingga
mudah dipahami untuk perbaikan proses
•  Langka membuat:
•  Tim mengumpulkan fakta dan menulisnya dengan menggunakan teknik brainstorming
•  Fakta tersebut kemudian dikelompokkan
•  Kelompok tersebut kemudian diberi nama dan disusun berdasar hierarki
kepentingannya
•  Membuat kesimpulan dan solusi

18

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Verbal atau Kualitatif
e. Tree Diagram
•  Merupakan alat yang digunakan
untuk menghubungkan tujuan
yang harus ditempuh dengan
tugas yang harus dilaksanakan
untuk mencapai tujuan tersebut
•  Tree diagram digunakan bila
terdapat sesuatu yang belum
jelas rumusannya ke dalam
karakteristik yang sifatnya
operasional
•  Tree diagram ini sering
digunakan untuk
menterjemahkan hasil dari
affinity diagram atau cause and
effect diagram
19

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Numerik
a. Check Sheet
•  Adalah alat yang digunakan untuk
menghitung frekuensi suatu
kejadian dan digunakan untuk
pengumpulan dan pencatatan data
•  Data yang terkumpul dimasukkand
alam grafik seperti Pareto Chart
atau Histogram kemudian
dianalisis.
•  Check Sheet digunakan sebagai
alat bantu tahap pelaksanan PlanDo-Check-Action cycle
•  Check sheet digunakan untuk
mengumpulkan pendapat
pelanggan pada sektor jasa
•  Check Sheet juga kadang diganti
menggunakan tally sheet
20

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Numerik

b. Pareto Diagram
•  Diagram pareto merupakan suatu gambar yang mengurutkan klasifikasi data dari kiri ke kanan menurut rangking tertinggi
hingga terendah (membantu menentukan prioritas penyelesaian masalah dari tertinggi ke terendah)
•  Diagram pareto juga dapat digunakan untuk membandingkan kondisi proses misal ketidaksesuaian sebelum dan
sesudah proses perbaikan)
•  Proses penyusunan diagram (menurut Mitra 1993, Besterfield 1998)
•  Menentukan metode pengklasifikasian data (misal berdasar masalah atau penyebab)
•  Menentukan satuan ukuran
•  Mengumpulkan data sesuai interval waktu yang ditentukan
•  Merangkum dan membuat rangking kategori data
•  Menghitung frekuensi kumulatifatau persentase kumulatif
21
•  Menggambarkan diagram batang menunjukkan tingkat kepentingan relatif masing-masing masalah

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Numerik
b. Pareto Diagram
•  Penggunaan pareto
merupakan proses yang
tidak pernah berakhir, misal
satu permasalah telah
diatasi maka permasalahan
di rangking kedua akan
menjadi target program
perbaikan, seterusnya
hingga dilakukan perbaikan
menyeluruh
•  Diagram pareto dapat
dibuat dalam bentuk
persentase
22

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Numerik
c. Histogram
•  Alat yang digunakan untuk
menunjukkan variasi data
pengukuran dan variasi setiap
proses.
•  Histogram tidak menggunakan
urutan, namun menjelaskan
variasi proses.
•  Garis vertikal dalam diagram
menunjukkan banyaknya
observasi tiap-tiap kelas
•  Langkah penyusunan (menurut
Mitra 1993):
•  menentukan batas-batas
observasi
•  Memilih kelas
•  Menentukan lebar kelas
•  Menentukan batas kelas
•  Menggambarkan frekuensi
histogram

23

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Numerik

d. Scatter Diagram
•  Adalah gambaran yang menunjukkan kemungkinan hubungan korelasi antara
pasangan dua macam variable dan menunjukkan keeratan hubungan
keduanya, yang sering diwujudkan sebagai koefisien korelasi
•  Dapat juga digunakan untuk melihat apakah suatu variable dapat digunakan
untuk mengganti variable lain

24

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Numerik

e. Control Chart
•  Adalah grafik yang digunakan untuk menentukan apakah suatu proses berada dalam keadaan in control atau out of
control.
•  Control limit meliputi batas atas (upper control limit) dan batas bawah (lower control limit) membantu menggambarkan
performansi suatu proses yang diharapkan.
•  Dengan mengetahui kondisi proses, kita mengetahui variasi proses apakah common cause atau special cause.
•  Peta Pengendali menggambarkan perbaikan kualitas pada 2 situasi:
•  Kondisi tidak stabil
•  Pengujian

25

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Alat dan Teknik Perbaikan Kualitas dengan Data Numerik

e. Run Chart
•  Adalah grafik yang menunjukkan variasi ukuran sepanjang waktu,
kecenderungan, daur, dan pola-pola lain dalam suatu proses, misalnya
perubahan proses dan perbandingan performansi beberapa kelompok tanpa
menyebutkan sebab akibat terjadinya daur atau pola pada chart.
26

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Standar ISO 9000
•  Penjaminan kualitas dapat digolongkan menjadi
•  penjaminan kualitas formal dengan ISO 9000 atau BS 5750
•  Penjaminan kualitas informal dengan keterlibatan seluruh personil dan quality circles
•  ISO memastikan produksi kualitas produk yang konstan
•  Keunggulan ISO:
•  Aspek internal: struktur dan tanggung jawab organisasi yang jelas, peningkatan produktivitas, perbaikan efisiensi,
pengurangan biaya, pengendalian manajemen yang baik, memperbaiki struktur koordinasi, mendukung
pengambilan keputusan dan meningkatkan motivasi personil.
•  Aspek eksternal: keunggulan bersaing, meningkatkan penjualan dan pangsa pasar, kemungkinan pasar dan
pelanggan baru, memelihara hubungan dan meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan kepercayaan dan
reputasi orgasisasi.
•  Kelemahan: biaya untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9000, meningkatnya dokumentasi pengumpulan kertas, tidak
ada perhatian pada pengembangan personil, memperkecil kreativitas dan pemikiran kritis organisasi karena
karyawan dituntut melaksanakan prosedur dan aturan ISO.
•  Pengembangan setelah mendapat sertifikasi: 1. Pemasok 2. karyawan 3. manajemen 4. proses 5. sistem informasi
kualitas 6. pelanggan
•  Penghargaan penerapan manajemen kualitas:
•  The Deming Prize
•  The Baldrige Awards
•  European Quality Awards
•  British Quality Association
27

Pengendalian Proses Produksi –
Pengendalian Kualitas
Standar ISO 14000
•  Produk harus dapat diterima lingkungan yang menggunakannya
•  Standar sistem manajemen lingkungan (Environmental Management System)
merupakan pendekatan manajemen yang terstruktur dan terdokumentasi dengan
baik serta berkaitan dengan peraturan dan persyaratan pelanggan tentang aspekaspek lingkungan, baik lokal, nasional maupun internasional.
•  Continuous improvement dalam manajemen lingkungan diperlukan adanya
peraturan tentangan lingkungan, persyaratan pelanggan yang berkaitan dengan
lingkungan, dan isu-isu mengenai kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan.
•  Pengintegrasian ISO 9000 dan ISO 14000:
•  Kedua standar mendukung penciptaan kebijakan perusahaan berdasarkan pada
pendekatan umum pada pengelolaan pengembangan sistem kualitas dan
lingkungan
•  Standar ISO 9000 dan ISO 14000 secara substansial sama
•  Kedua standar memberi definisi tindakan yang harus didukung bukti
terdomumentasi yang menjelaskan tujuan dan target perusahaan
•  Pengintegrasian kedua standar layak secara metodologis maupun prosedural
28

Terima Kasih
By Desi Kusumaningtyas

29