EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

I.

INFORMASI PERBENIHAN (SEED INFORMATION)

APAKAH ITU BENIH, BIJI, BIBIT, DAN DAGING BUAH ? BENIH ADALAH bagian tanaman baik berasal dari biji buah maupun pucuk, batang, akar dan daun yang berasal dari SUMBER BENIH dan bagian tanaman tersebut secara alamiah atau direkayasa dapat “UNTUK DISEMAIKAN” menjadi individu baru atau tumbuhan muda. BIBIT ADALAH tumbuhan muda yang terbentuk dari perkembangan bagian bagian tanaman secara alamiah atau direkayasa yang secara fisik telah “ SIAP TANAM ” BIJI ADALAH bagian dari buah yang menyimpan embrio tumbuhan dan cadangan makanannya untuk “TIDAK DISEMAIKAN” DAGING BUAH atau ARIL adalah bagian yang membungkus biji, biasanya mengandung nutrisi sebagai pemikat hewan untuk pemencaran biji. BENIH TANAMAN HUTAN DALAM PERATURAN Menurut SK Dirjen RLPS No SL.76/V-PTH/2004 tanggal 26 Mei 2004 Benih tanaman hutan adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembang biakkan tanaman yang selanjutnya didalam keputusan ini disebut benih. Bibit tanaman hutan adalah tumbuhan muda hasil perbanyakan dan atau perkembangbiakkan dari benih dan merupakan calon pohon yang selanjutnya didalam keputusan ini disebut bibit.

Pengadaan benih adalah kegiatan pencarian, pemanenan, pengumpulan, sortasi dan penyimpanan benih sebelum benih yang bersangkutan digunakan atau diedarkan. Pengadaan bibit adalah kegiatan Penyiapan benih, pembuatan bibit, sortasi penyimpanan bibit sebelum bibit yang bersangkutan digunakan atau diedarkan. dan

Peredaran Benih adalah kegiatan pengemasan, pengangkutan, penyimpanan, penyaluran , dan pemasaran benih. Peredaran Bibit adalah kegiatan pengemasan, pengangkutan, penyaluran dan pemasaran bibit. Sumber benih adalah suatu tegakan hutan, baik hutan alam maupun hutan tanaman, yang ditunjuk atau dibangun khusus untuk dikelola guna memproduksi benih.

1

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

CARA MENENTUKAN PEMAKAIAN BENIH & BIBIT (SEED & SEEDLING INTERNAL USE METODE) 1. Kebutuhan Benih ditentukan oleh : a. Kebutuhan bibit. b. Jumlah benih per kilogram. c. Viabilitas benih / persentase perkecambahan. d. Persentase kematian kecambah pada saat penyapihan. e. Persentase kematian di persemaian. 2. Kebutuhan bibit dilapangan ditentukan oleh beberapa factor yaitu; a. Luas lahan. b. Jarak tanam dan system pertanaman. c. Persentase kematian bibit pada waktu pengangkutan ke lapangan. d. Persentase kematian bibit di lapangan. 3. Kebutuhan bibit per hektar ; a. Jarak tanam 5 m x 5 m, maka kebutuhan bibit per ha adalah 10.000./ (5x5)= 400. btg. b. Jarak tanam 4 m x 4 m, maka kebutuhan bibit per ha adalah 10.000./ (4x4)= 625. btg. c. Jarak tanam 5m x 2 m, maka kebutuhan bibit per ha adalah 10.000./ (5x2)= 1000. btg. 4. Kebutuhan bibit untuk luas lahan tertentu : a. Jika jarak tanam 5m x 2 m dan luas lahan 5 ha, maka kebutuhan bibit adalah 5 x 10.000./(5 x 2 ) = 5000 btg. b. Jika jarak tanam 5m x 2 m dan luas lahan 0,5 ha, maka kebutuhan bibit adalah 0,5 x 10.000./(5 x 2 ) = 500 btg. 5. Kebutuhan bibit untuk pola pagar dengan jarak tanam 2 m; a. Luas Lahan 1 ha dengan 4 sisi masing masing 100 m (bujur sangkar) keliling 4 x 100 m = 400 meter Kebutuhan bibit 400/2=200 batang. b. Ukuran persegi panjang 50 m x 200 m dengan jarak tanam 2 m. Keliling (2x50) + (2 x 200) = 500 meter kebutuhan bibit 500/2 = 250 batang. 6. Kebutuhan benih sesuai pola pertanaman lebih dari satu jenis. a. Untuk pertanaman barisan alternatif dengan dua jenis tanaman dengan jarak tanam sama ( misal 5 m x 5 m) maka kebutuhan masing masing jenis adalah ½ x 400 = 200 b. Tiga jenis tanaman dengan jarak sama ( misalnya 5 m x 5 m ) maka kebutuhan masing masing jenis adalah 1/3 x 400 = 133. 7. Kebutuhan bibit dengan memperhatikan persentase kematian di lapangan ( termasuk kebutuhan untuk sulaman ) a. Jika tingkat kematian di lapangan 20 % (persentase tanaman yang hidup di lapangan = 80 %), jarak tanam 5m x 2 m , luas lahan 0,5 ha maka kebutuhan bibit adalah 0,5 x 1000/((5x2) x 0,8 = 625. Dengan menggunakan contoh diatas , bila luas lahan 0,5 ha, jarak tanam 5 m x 2 m, tingkat kematian lapangan 20 % ( persentase tanaman hiidup dilapangan 80 %) maka kebutuhan bibit dilapangan 625; a. jika persentase kematian di lapangan 20 % ( persentase hidup 80 %) dan persentase kematian dipersemaian 20 % ( persentase hidup dipersemaian 80 %) maka kebutuhan bibit adalah 625/0,8/0,8 = 976,56 dibulatkan 977 bibit. b. Jika memperhitungkan persentase perkecambahan 75 % maka kebutuhan benih adalah 977 / 0,75 = 1042,67 = 1043 benih. c. Jika diketahui jumlah benih per kg adalah 2000 butir, maka kebutuhan benih adalah : 1043/2000 = 0,52 kg.

2

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Secara langsung kebutuhan benih dapat dihitung melalui rumus : L 0,5 x 10.000. KB. =. ------------------------------ contoh KB = ------------------------------- = JT x PL x PS x PK x JB (5x2)x0,8x0,8x0,75x2000 KB = 0,52 kg. KB L JT PL PS PK JB

5000 ------9600

= Kebutuhan benih. = Luas lahan = 0,5 x 1000. = Jarak tanam = 5 x 2 = Persentase hidup dilapangan = 1 – persentase mati di lapangan, nilai dalam desimal ,pada contoh 1-20 % = 80 % = 0,8 = Persentase hidup di persemaian = 1- persentase mati di persemaian nilai dalam desimal, contoh 1-20 % = 80 % = 0,8. = Persentase kecambah nilai desimal contoh 75 % = 0,75 = Jumlah benih per kg pada contoh 2000.

3

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

II. KAMUS BENIH MENURUT ABJAD (SEED DICTIONERY GUIDELINES BY ALPHABET) Absorpsi. Penyerapan air dari atmosfir oleh sel atau jaringan dalam kulit benih. Adventif. Organ yang muncul pada posisi yang tidak seharusnya pada tanaman misalnya akar liar ( adventitious roots) yang tumbuh pada batang atau daun, atau tunas yang tumbuh pada bagian akar. (digunakan sebagai salah satu metode perbanyakan tanaman). Anoksia. Kematian akibat kekurangan oksigen, misalnya terjadi pada biji berespirasi yang disimpan pada lingkungan tanpa oksigen. AOSA. (Association of Seed Analyst = Asosiasi analis benih). Sistem pengujian benih standart Amerika yang digunakan di Amerika Utara dan selatan. Apomiskis. Terbentuknya benih tanpa melalui prose pembuahan. Aril. Tonjolan pada permukaan benih tertentu. biasanya dibedakan menjadi aril sejati bila tonjolan berasal dari funikulus, dan ariloid bila tonjolan berasal dari bagian lainnya pada benih. Aril biasanya berdaging dan mengadung nutrisi sebagai pemikat hewan untuk membantu proses pemencaran benih. Aril dapat menutup sebagian permukaan benih seperti pada Afzelia dan Taxus atau menutup seluruh permukaan benih seperti pada podocarpus dan durian. Arboretum pemuliaan. Koleksi dari pohon untuk spesies terpilih yang dibangun untuk ditangkarkan. Apabila koleksi didapat secara vegetatif, seringkali disebut Bank klon. Jarak tanam , budidaya dan perlindungan dirancang untuk merangsang pembungaan yang lebih dini dan lebih banyak untuk keperluan penyerbukan terkendali dan pemanenan benih. Areal pengumpulan benih. Suatu areal dengan batas yang jelas serta ketinggian tertentu sehingga tanah dan iklimnya cukup seragam untuk mengindikasikan kemungkinan besar adanya reproduksi suatu ekotipa tunggal. Areal produksi benih. Sama seperti tegakan benih. Tegakan plus yang secara umum sudah ditingkatkan dan dibuka melalui pengurangan pohon yang tidak dikehendaki dan kemudian dikelola dari awal untuk produksi benih massal. Bahan reproduksi hutan. Benih , rujung, dan bagian tanaman yang lain yang ditujukan untuk produksi tanaman; juga termasuk tanaman muda dari benih atau hasil biakan vegetatif. Bahan reproduksi terseleksi. Bahan reproduksi hutan yang berasal dari bahan dasar yang telah didaftar melalui aturan Forest Reproductive Material ( FRM). Bank Gen. Koleksi pohon pohon unggul dan kadang kadang pohon khusus untuk kegunaan sekarang dan masa depan di bidang penelitian dan penangkaran pohon. Bank Klon. Koleksi pohon atau spesies terpilih yang dibangun untuk mengantisipasi keperluan dimasa depan. Koleksi dibangun dan dibentuk melalui propagasi vegetatif. 4

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Bank biji dalam tanah. Benih viable yang dorman dari satu atau beberapa spesies yang terakumulasi didalam tanah selama beberapa tahun. Batu. Istilah umum untuk endocarp pada buah batu yang keras dan berisi benih; sama dengan pelok. Benih. Secara morfologi strukturnya dibentuk dari ovul yang dibuahi dalam tanaman berbiji. Biji berisi embrio yang berkembang menjadi tanaman baru dan biasanya endosperma, yang menghasilkan cadangan makanan. Benih dikelilingi oleh kulit benih yang protektif atau testa. Dalam pengertian botani yang mendasar, adalah ovul yang telah masak, terdiri dari embrio dan jaringan nutrisi, terbungkus dalam kulit benih yang berasal dari integumen sebagai pelindung. Dalam pengertian yang lebih umum, adalah istilah yang merujuk pada keseluruhan unit pemencaran (diaspora atau diseminula),misalnya untuk buah yang tidak merekah, merujuk pada benih. (seperti definisi di atas). Benih berisi. Benih yang memiliki seluruh jaringan yang penting untuk perkecambahan. Benih berisi tidak selalu berarti benih hidup. Istilah ini sama dengan benih bernas. Benih hampa. Benih yang tidak berisi, atau jika terdapat beberapa jaringan residu, tidak mengandung embrio maupun rongga embrio. Benih keras. Benih yang memiliki kulit keras dan kedap air sehingga menghambat imbibisi. Kulit benih yang keras juga berfungsi melindungi benih dari kerusakan fisik. Untuk membuat benih keras berimbibisi dan berkecambah perlu dibuat lubang pada kulit benih, misal dengan skarifikasi. Benih legum. Benih dari famili leguminoseae yang biasanya keras dan impermeabel. Kulit benih terdiri dari tiga lapisan, dua lapisan terluarnya, yaitu kutikula dan palisade kedap terhadap air dan melindungi benih dari desikasi. Benih murni. Benih dari jenis yang diinginkan yang terdapat dalam suatu persil benih. Berdasarkan peraturan ISTA , benih murni tidak hanya mencakup benih masak yang utuh tetapi juga benih yang berukuran dibawah normal, keriput, belum masak, berkecambah, serta potongan potongan benih yang berukuran lebih besar dari setengah ukuran normalnya, sepanjang dapat diidentifikasi dengan pasti berasal dari spesies yang dimaksud. Benih sehat. Benih yang viable dan sehat tanpa kerusakan berarti. Benih viable. Benih yang dapat berkecambah pada kondisi yang memungkinkan, sepanjang dormansi yang dapat menghambat perkecambahan telah diatasi. Benih bersertifikat. Benih yang dikumpulkan dari pohon pohon dengan keunggulan genetika yang teruji seperti dinyatakan oleh instasi pemberi sertifikat dan diproduksi menurut persyaratan yang menjamin identitas genetika. Benih tersebut dapat berasal dari pohon pohon dikebun benih atau dari pohon pohon unggul yang tumbuh di habitat alami dengan penyerbukan buatan . Benih dari sumber teridentifikasi. Benih yang dikumpulkan dari tegakan alami yang jelas lokasi ( sumber benih dan ketinggian tempat), dari kebun benih atau dari pertanaman yang 5

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

diketahui asal usulnya, dinyatakan oleh instansi berwenang. Benih dari tegakan teridentifikasi. Benih dipungut dari tegakan alam dimana asal geografisnya ( sumber elevasi) diketahui dan ditentukan atau dari kebun benih atau pertanaman yang provenannya diketahui dibuktikan oleh badan sertifikasi benih. Benih dari tegakan terseleksi. Benih yang dikumpulkan dari pohon pohon yang telah diseleksi secara ketat untuk meningkatkan karakter atau sifat yang tampak ( fenotipa), tapi belum melalui uji keturunan. Benih pohon yang bersertifikat. Benih yang dikoleksi dari pohon yang diketahui asal usul genetiknya, ditetapkan oleh badan sertifikasi, dan dibuat untuk kondisi dimana identitas genetic dapat dipertanggung jawabkan. Ini berearti dapat berasal dari pohon dalam kebun benih , atau pohon unggul (plus) dalam tegakan alam. Berat benih. Berat benih ditunjukan oleh jumlah benih per satuan berat (biasanya kg) persil benih berikut campuran yang terkandung didalamnya. Ukuran lainnya adalah berat seribu butir benih yang menunjukan berat dalam gram 1000 butir benih murni. Berat seribu butir benih. Berat benih yang dinyatakan dengan berat 1000 butir benih murni; ukuran baku yang harus dipertelakan dalam pengujian benih. Bruchid. Kelompok benih yang terinfeksi oleh kumbang penyerang benih, misalnya pada leguminosae. Buah. Dalam arti botani yang baku berarti putik dari bunga angiosperma yang telah masak. Pada beberapa jenis buah juga mencakup bagian lain yang membentuk buah, seperti dasar bunga atau perhiasan bunga. Dalam pengertian yang lebih longgar, istilah bunga dapat juga digunakan untuk organ yang mengandung benih pada gimnosperma, misal rujung, buah ganda, dan buah majemuk. Dinding buah ( perikarp) kadang kadang terbagi ke dalam tiga lapisan, yaitu eksokarp, mesokarp, dan endocarp. Buah apel. Buah berbiji banyak dari satu putik majemuk yang terbenam dalam hipantium berdaging ( reseptakel berbentuk piala pada bunga perigini) atau tabung bunga pada bunga epigini, misal apel. Buah batu. Buah berdaging yang mempunyai eksokarp dibagian luar (kulit buah), mesokarp (biasanya berdaging atau tipis seperti kulit) dan endocarp yang keras di bagian dalam, yang membungkus satu atau banyak benih. Bagian luar biasanya dibuang pada waktu pemrosesan benih, meninggalkan endokrap yang berisi benih, didalamnya untuk disimpan. Beberapa buah mempunyai mesokarp kering seperti jati dan kelapa. Buah berdaging. Buah sering dikelompokkan ke dalam dua tipe,yaitu buah kering dan buah berdaging. Pada buah berdaging,benih diselimuti terletak di dalam subtansi berdaging yang biasanya berasa manis dan mengandung banyak air. Buah berdaging meliputi beberapa jenis buah, seperti buah buni, buah apel, buah batu, serta beberapa buah ganda dan majemuk. Pemencaran buah berdaging umumnya dilakukan oleh binatang ( zookori). Jenis buah ini biasanya berubah warna pada waktu masak serta menghasilkan rasa atau aroma manis untuk menarik agen pemencar. 6

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Buah bumbung. Buah kering yang terbentuk dari satu karpel, merekah disatu sisi saja seperti pada Grevillea. beberapa buah ganda berasal dari sejumlah buah bumbung, Buah buni. Buah berdaging yang berkembang dari putik tunggal dan tidak mempunyai lapisan keras pada pesikarpnya. Buah ini biasanya berbiji banyak,meskipun ada juga yang berbiji tunggal , seperti persea, alpukat. Buah ganda. Buah berbiji banyak yang berkembang dari indung telur (bakal buah) apokrap dimana putik putiknya menghasilkan individu individu buah tunggal ( misal buah batu , buah geluk) yang saling terpisah atau menyatu, tetapi pada waktu masak bersamaan menjadi satu kesatuan Buah Geluk. Buah yang berkembang dari beberapa karpel tetapi karena ovulnya mengalami aborsi, maka hanya memiliki satu atau beberapa biji. Buah geluk mempunyai pesikarp yang keras dan benihnya mempunyai testa yang tipis. Misal Dipterocarpaceae. Buah kering. Kategori untuk buah yang mengalami dehidrasi atau mengering pada waktu masak. Pengeringan seringkali menyebabkan buah merekah dan melepaskan benihnya. Contoh buah kering adalah kapsul, polong. Buah longkah. Buah berbiji satu yang tidak merekah, terbentuk dari satu karpel.misal buah samara ( ketapang). Buah Majemuk. Buah yang berasal dari satu karangan bunga; Buah yang dihasilkan dari beberapa putik. Bila putik berasal dari satu individu bunga disebut buah ganda. Bila putik berasal dari beberapa induvidu bunga disebut buah majemuk. Buah palsu / semu. Istilah umum untuk jenis buah yang dalam pembentukannya menyertakan bagian bagian bunga diluar putik, seringkali dasar bunga ( misal apel). Buah palsu mungkin terbentuk dari bunga tunggal sehingga mencakup buah ganda, atau dari keseluruhan tandan bunga yang menghasilkan buah majemuk. Buah persisten. Buah atau organ pembawa benih yang tetap melekat erat pada pohon setelah masak; biasanya terjadi pada buah yang tidak merekah. Buah tunggal. Buah yang terbentuk dari satu putik, misalnya buah bumbung ,kapsul dllnya. Bunga sempurna.Bunga angiosperma yang dilengkapi dengan benang sari dan putik. Bunga tidak sempurna. Bunga yang hanya mempunyai satu jenis organ reproduksi, sehingga ada bunga jantan dan bunga betina. Cidera dingin. Menurunnya viabilitas karena pengaruh suhu yang rendah. Istilah ini digunakan untuk kerusakan akibat suhu rendah pada benih yang peka suhu. Daya simpan. Umur hidup potensial dari benih yang disimpan pada kondisi simpan yang optimal. Dehidrasi. Hilangnya air dari jaringan selama proses pengeringan benih. 7

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Desikan. Senyawa kimia yang mempunyai kemampuan tinggi dalam menyerap air dan dapat digunakan untuk pengeringan atau mempertahankan kelembaban yang rendah jika disimpan bersama benih. Desikator. Wadah kedap udara dari bahan plastik atau kaca yang digunakan untuk pengujian kadar air agar benih tidak menyerap air dari udara lembab pada waktu pendinginan. Desorpsi. Hilangnya air dari materi higroskopis yang relatif basah,misal benih ke udara yang relatif kering sehinga terjadi keseimbangan. De-winging. Pembuangan sayap buah atau benih ringan. pada waktu pemrosesan, misal dehidrasi

Diaspora. Bagian tumbuhan yang menyebar dari tumbuhan induknya dan berfungsi untuk reproduksi. Dapat berupa benih, buah, atau struktur vegetatif. Dormansi. Status fisiologi benih viable yang tidak mampu berkecambah meskipun berada dalam kondisi lingkungan dan air yang menunjang proses perkecambahan normal. Dormansi eksogen. Dormansi yang berhubungan dengan bagian luar benih atau buah yaitu kulit benih atau perikrap. Dormansi eksogen bisa bersifat mekanik atau fotodormansi. Kebalikan dormansi endogen. Dormansi embrio. (Dormansi endogen) Dormansi yang berkaitan dengan kondisi embrio itu sendiri, contoh adanya zat penghambat atau embrio yang belum berkembang sempurna. Dormansi fisik. Dormansi yang disebabkan oleh kulit benih yang kedap / tidak permeable ( benih keras). Dalam hal ini embrio tidak dorman tetapi terperangkap dalam cangkang yang tidak permeable sehingga memiliki kadar air rendah. Merupakan tipe dormansi umum pada leguminoseae. Dormansi fisiologi. Tipe dormansi embrio dimana perkecambahan terhambat oleh suatu mekanisme penghalang fisiologi, misal dormansi kimiawi atau termo dormansi. Dormansi ganda. Dormansi sebagai akibat dari dua factor utama, seperti dormansi kulit benih dan dormansi embrio. Kedua tipe dormansi tersebut harus dipecahkan agar benih dapat berkecambah, misal dengan skarifikasi diikuti dengan pra pendinginan. Dormansi kimiawi. Dormansi yang disebabkan oleh zat penghambat yang terdapat dalam buah atau benih. Dormansi dapat diatasi dengan cara pelesapan. Dormansi kulit benih. Dormansi yang berkaitan dengan kondisi kulit benih, misal dalam hal kekedapan ( dormansi fisik) atau system fitokrom ( foto – dormansi). Dormansi ini dapat diatasi dengan skarifikasi atau pembuangan seluruh kulit benih. Dormansi mekanik. Dormansi yang disebabkan hambatan mekanik bagian luar benih ( seringkali endocarp) terhadap perkembangan embrio. Dormansi ini dapat diatasi dengan cara melunakkan bagian yang menghalangi perkembangan embrio dengan cara ekstraksi benih. 8

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Dormansi primer. Dormansi yang terjadi dalam benih pada saat masak di pohon atau beberapa saat sesudahnya. Dormansi sekunder (dormansi induksi). Dormansi yang berkembang pada benih segar setelah lepas dari pohon induknya dan berada pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Dormansi benih. Benih hidup yang gagal berkecambah meskipun berada pada kondisi normal yang sesuai untuk perkecambahan. Dormansi benih dapat diklarifikasikan sebagai innate (dormansi lahir), enforced ( dormansi terkuasai) atau dapat disebabkan oleh kendala fisik dalam absorbsi air, pengaruh kimia atau hormon dll. Agar benih dorman berkecambah, dormansi harus dipatahkan melalui perlakuan. Dormansi Kuncup. Kuncup pada batang atau cabang yang tidak berkembang menjadi tunas kecuali bila dormansinya dipatahkan. Embrio. Individu tanaman muda setelah pembuahan ( atau parthogenesis). Embrio biasanya terdiferensiasi di dalam benih menjadi radikula ( akar), hipokotil ( batang) dan kotiledon ( daun). Embrio merupakan organisme muda yang tidak mandiri, terbentuk dari zygot melalui pembelahan sel dan diferensiasi; tumbuhan rudimeter didalam benih. Embrio muda. Embrio pada benih yang tingkat perkembangannya mampu untuk berkecambah. Endogen. Berasal atau berkembang dari lapisan jaringan bagian dalam. Untuk benih , berkembang dari atau terdapat di dalam embrio. Eksogen. Berkembang dari lapisan jaringan luar. Pada benih, berkembang dari atau terdapat pada cangkang benih, baik kulit benih maupun perikarp. Eksokarp. Lapisan paling luar; kulit pada buah berdaging, seperti pada Buah batu, buah berdaging, buah perikarp. Endokarp. Lapisan bagian dalam perikarp (dinding buah); misal bagian yang keras pada buah batu seperti mimba , jati dan gemelina Ekstraksi benih. Pemisahan benih dari buah . Ekstrasi bisa dilakukan secara parsial atau menyeluruh. Pada buah batu biasanya dilakukan ekstraksi parsial dimana salah satu bagian dari buah , yaitu endocarp, dibiarkan tetap melindungi benih. Untuk buah kering yang merekah, ekstrasi menyeluruh dapat dilakukan secara sederhana dengan mengeringkan buah. Untuk jenis buah lainnya mungkin diperlukan perlakuan mekanik khusus seperti pengirikan (buah kering), atau maserasi ( buah berdaging). Elaiosom. Tonjolan pada benih atau buah yang kaya akan kandungan minyak dan menjadi santapan semut sehingga dapat membantu pemencaran benih. Endosperma. Istilah yang biasanya digunakan untuk jaringan triploid penyimpan nutrisi disekitar embrio pada benih angiosperma. Kadangkala digunakan juga untuk penyimpanan 9

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

jaringan haploid pada gymosperma yang berasal dari jaringan yang berasosiasi dengan gemetofit bentina. Endosperma umumnya menjadi keras pada waktu benih masak, tetapi buah kelapa tetap berbentuk cairan. Pada banyak jenis benih, endosperma diserap oleh embrio yang sedang berkembang. Energi perkecambahan. Proporsi perkecambahan yang terjadi hingga saat puncak perkecambahan, atau saat laju perkecambahan maksimum, atau sampai pada saat yang telah ditetapkan sebelumnya, biasanya 7 hari. Waktu kritis untuk pengukuran dapat ditentukan dengan cara uji perkecambahan, kapasitas perkecambahan, Puncak perkecambahan, Vigor, Viabilitas.

Eksplan. Bagian vegetatif tanaman yang dipindahkan dari induknya dan digunakan untuk propagasi mikro / kultur jaringan. Berhubungan dengan stek, cangkok atau sion dalam propagasi mikro. F1 . Generasi pertama ( filial) dalam suatu persilangan . Apabila setiap induk adalah true- breeding ( homozygot), maka individu f1 adalah mirip satu sama lainnya. F2. Generasi kedua dihasilkan melalui intercrossing atau selfing antar individu f1 secara karakter, individu – individu dalam f2 memiliki variasi yang besar. Fenologi. Studi tentang hubungan antara perkembangan tanaman dengan perubahan iklim dan musim, seperti suhu atau lamannya pencahayaan tiap hari, terutama terhadap perubahan dalam bentuk fenomena yang periodic seperti proses pembentukan daun , bunga dan dormansi. Foto-dormansi. Dormansi sekunder yang berkembang pada benih yang peka terhadap cahaya. Dormansi ini disebabkan oleh tingginya fitokorm Pr yang berubah menjadi fitokorm Pfr sebelum perkecambahan dapat terjadi, bisa dilakukan dengan cara memberikan cahaya merah (660-760nm) atau cahaya matahari siang pada benih yang telah berimbibisi. Fumigasi. Pemakaian suatu senyawa kimia dalam bentuk gas, misal CO2. Funikulus. Tangkai yang melekat ovul atau benih pada plasenta indung telur. Genetika. Ilmu dasar untuk mempelajari penyebab kemiripan dan perbedaan antar organisme terhadap keturunannya. Ilmu ini juga untuk mempelajari pengaruh gen dan lingkungan. Apabila ilmu dasar genetika diterapkan pada pemuliaan pohon , maka upaya ini dapat disebut sebagai penangkaran pohon hutan (forest tree breeding) atau pemuliaan pohon hutan ( forest tree improvement) Garis cerah. Pada benih legum, merupakan garis melintang yang melintasi sel sel lapisan palisade. Impermeabilitas benih diyakini mempunyai kaitan dengan garis ini. Hormon. Zat yang memiliki ciri dan pengaruh khusus pada pertumbuhan tanaman dan menghasilkan pengaruh pengaruh tersebut ketika dalam konsentrasi yang sangat rendah. Hormon hormon seperti itu merangsang pertumbuhan tanaman dengan mengembangkan bagian sel atau pemanjangan sel, sementara yang lain justru menghambat proses pengembangan seperti itu. Hormon mencakup zat zat yang dihasilkan baik oleh tanaman maupun buatan ( artificial), sering kali keduanya 10

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

tersusun dari bahan yang relatif sama, yaitu zat kimia yang memiliki pengaruh yang sama. Contoh Hormon Auksin, Giberellin dan Acatylene. Auksin sintetik banyak digunakan secara luas untuk hormon pertumbuhan akar sedangkan yang lain untuk induksi bunga. Hormon perakaran. Zat tumbuhan yang secara khusus merangsang pembentukan dan pertumbuhan akar. Senyawa aktif didalamnya biasanya Asam Indole Buttyric ( IBA) atau Asam acetic Napthalene ( NAA). Dijual dalam berbagai merek dagang misalnya Rootone, Rapid rood. Seradix. IDS (inkubasi desikasi separasi). Metoda untuk memisahkan benih berisi yang mati atau rusak dari benih yang sehat. Benih diimbibisi dan diinkubasi dibawah kondisi perkecambahan yang optimal selama kurang lebih dua hari, kemudian dikeringkan sebentar dan dipisahkan dengan cara pengambangan. Karena benih mati dan benih rusak cenderung lebih mudah kehilangan air pada waktu desikasi, maka benih tersebut akan mengapung didalam air, sedangkan benih sehat tenggelam. Imbibisi. Proses penyerapan air oleh benih sebelum perkecambahan. Imbibisi pada dasarnya merupakan proses fisik sehingga benih tidak viable juga berimbibisi. Impermeabel. Penghalang yang menghambat proses keluar masuknya molekul motil misalnya kulit benih atau kulit buah yang menghambat keluar masuknya air, sehingga menghambat proses imbibisi. Indeks kemasakan. Perubahan pada penampakan buah dan benih tersebut, misal berubahnya warna dan aroma, mengering, merekah, melunaknya daging buah serta mengerasnya kulit benih dan endosperma. Indeks kemasakan dapat digunakan untuk menyusun rencana pengumpulan benih. Inhibisi atau penghambatan. Terhambatnya atau tertekannya fungsi suatu benih, misalnya zat penghambat ( inhibitor ) dalam buah atau benih menghalangi proses perkecambahan benih. Intermediat (benih). Dalam kaitannya dengan daya simpan, merupakan benih yang dapat dikeringkan hingga mencapai kadar air yang mirip dengan benih orthodoks tetapi sensitive terhadap suhu rendah yang umumnya diaplikasikan pada benih orthodoks. Isoterm. Grafik yang menunjukan hubungan antara kelembaban relatif udara sekitar dengan kadar air benih atau embrio pada suhu tertentu. ISTA ( asosiasi pengujian benih internasional). Asosiasi internasional yang mengeluarkan peraturan baku untuk pengujian benih benih tanaman pertanian , hortikultura dan pohon hutan. Sekali dalam tiga tahun dikeluarkan revisi dan pemuntakhiran peraturan. Peraturan ISTA terutama digunakan didaerah Eropa, Afrika, dan Asia sedangkan di Amerika Utara dan sebagian Amerika selatan digunakan sistem (AOSA)yang sedikit berbeda dengan yang dikeluarkan oleh ISTA. Kadar air. Jumlah kandungan air dalam suatu materi, misalnya benih biasanya dinyatakan berdasarkan berat baik sebagai berat air dalam % berat kering materi yang dioven (berdasarkan berat kering) atau pada kasus buah dan benih, dalam % berat basah materi 11

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

termasuk air ( berdasarkan berat segar atau berat basah). Kadar air aman terendah. Suatu tingkat kadar air dimana benih segar akan mati apabila dikeringkan hingga dibawah nilai kadar air tersebut; bermakna sama dengan kadar air kritis. Kadar air kesimbangan (EMC= Equilibrium Moisture Content). Kadar air yang berada dalam keseimbangan dengan kelembapan udara pada suhu tertentu EMC dipengaruhi oleh sifat higroskopis dari komponen penyimpanan pada benih; yaitu rendah untuk benih berminyak dan tinggi untuk benih yang kaya protein dan karbohidrat Kadar air kritis (CMC=Critical Moisture Content).Biasanya mengacu pada benih intermediat atau rekalsitran, yaitu pada tingkat ditoleransi oleh benih dengan tanpa kehilangan viabilitasnya; dalam praktek setara dengan Kadar Air Aman Terendah, secara berbeda CMC didefinisikan sebagai 1) Kadar air dimana semua benih menjadi mati, 2) kadar air dimana persil benih masih mampu mampu berkecambah 60 % Kampuh. Garis tempt merekahnya buah pada buah yang merekah Kapasitas perkecambahan (=presentase perkecambahan). Proporsi dari suatu sample benih yang berkecambah secara normal selama masa uji tertentu, biasanya dinyatakan dalam presentase perlu dicatat bahwa pada pustaka lebih awal ,istilah ‘kapasitas perkecambahan ‘ digunakan untuk menyatakan viabilitas Kapsul. Buah kering yang merekah dan berbiji banyak, terdiri dari dua atau lebih karpel yang menyatu tetapi pecah ketika masak untuk melepaskan bijinya misalnya pada swietenia dan Eucalyptus, kapsul dapat mempunyai satu atau beberapa ruang (lokul) Karantina. Masa dimana benih berada dalam pengamatan dan pengujian terhadap kemungkinan adanya hama atau patogen pada benih transfer benih yang melewati batas internasional sering di kenakan peraturan karantina. Karbondioksida (CO2) . gas yang dihasilkan pada proses respirasi, gas ini kadang-kadang digunakan untuk fumigasi benih yang terserang hama, gas ini tidak merusak benih ortodoks kering yang memiliki tingkat metabolisme rendah Kauliflora / kauliflori. Cara pembungaan dimana bunga dan buah yang kemudian terbentuk muncul pada batang pohon, bukannya pada cabang atau ranting, missal Arthocarpus , Durian, Duku,Kepel, Nam nam, Nangka, Langsat ficus dllnya. Kemurnian. Proporsi benih yang bersih dan utuh (menurut definisi benih murni) dari spesies yang diinginkan dalam suatu persil benih , biasanya dinyatakan dalam presentasie berat . Kering oven. Dalam kaitannya dalam kadar air, merupakan metode standar ISTA / AOSA untuk mengeringkan benih pada suhu 103° Celcius selama 20 jam untuk mengetahui berat yang hilang sebagai indikasi kandungan air yang terdapat pada benih. Klin. Alat pengering di mana buah dan runjung ditempatkan pada suhu di atas suhu ruang melalui pemanasan yang berasal dari sinar matahari atau sumber panas buatan agar buah atau runjung tersebut terbuka , klin yang umum di pakai adalah klin stasioner dan klin drum 12

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

berputar Kladodia. Daun yang tereduksi, seperti pada casuarinas, kladodia sering kali hampir sama ukuran dan bentuknya dengan benih sehingga sulit dipisahkan dari benih dengan cara pembersihan biasa. Kotiledon. Dalam benih, merupakan daun embrio yang pada banyak spesies menyerap seluruh atau sebagian besar nuselus dan endosperma sehingga menjadi jaringan penyimpan nutrisi utama ,monokotil mempunyai satu kotiledon, dikotil mempunyai banyak kotiledon, pada masa perkecambahan ,kotiledon dapat pada tetap berada di dalam tanah (perkecambahan hypogeal) atau terdorong ke atas permukaan tanah menjadi daun pertama yang berfotosintetis (perkecambahan epigeal ). Kriopreservasi. Penyimpanan jangka panjang dari jaringan atau benih pada suhu sangat rendah, biasanya berkisar antara 150°C dan 190°C, pada kriopreservasi biasa, sample terlebih dahulu diberi perlakuan dengan zat krioprotektif, kemudian diikuti dengan pendinginan secara perlahan-lahan dan terkendali. Kualitas benih . istilah umum yang dapat menunjuk pada kemurnian , kualitas fisiologi ( kapasitas perkecambahan ,vigor) dan kualitas genotip dari suatu persil benih. Kulit benih. Lapisan luar pada benih yang berfungsi sebagai pelindung dan berasal dari integumen ,bila kulit benih tersusun dari dua lapisan yang berbeda , maka istilah testa sering di gunakan untuk lapisan terluar dan tekmen untuk lapisan dalam. Kutikula. Lapisan senyawa lemak kedap air (kutin) pada permukaan benih ,daun dan batang. Kebun benih. Suatu tanaman benih klon atau bibit dari biji pohon pilihan biasanya dengan kualitas genetic yang sudah terjamin. Tanaman isolasi dari pengurangan penyerbukan dari luar, penebangan pohon yang tidak diinginkan dan dikelola untuk sejak dini untuk memproduksi benih skala besar . Kebun benih semai. Seedling seed Orchad / SSO kebun benih dibangun dari bibit yang diproduksi dari induk terpilih melalui penyerbukan alam atau terkontrol. Kebun Benih Klonal. Clonal seed orchad / CSO Kebun benih dibangun dari klon terpilih dan diperbanyak dari sambungan, cangkok, okulasi, atau stek akar dan batang. Kebun benih semai ekstensive. Extensive seedling seed orchad / ESCO; tegakan dibangun dengan bahan khusus dari campuran seimbang benih tidak kurang dari 60 induk terbaik ( disarankan yang daya gabung dan sifat unggulnya telah terbukti) dan secara berangsur angsur dijarangi. Identitas famili tidak dipertahankan dilapangan. Kebun klon. Koleksi klon terpilih dimana bahan propagasi vegetatif seperti stek, diperoleh. Klon klon sering tetap dipertahankan pada tahap juvenil melalui pemangkasan. Lot benih. Sejumlah benih yang sama jenisnya, provenannya, tanggal pengumpulan dan sejarah penanganannya, dan yang diidentifikasi dengan sebuah nomor tunggal. Legum. Umumnya mengacu pada buah dari famili leguminosae dan sering digunakan dengan 13

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

makna yang sama dengan polong. Meskipun demikian beberapa legumionosaze mempunyai tipe buah yang termodifikasi, seperti samara dan buah bumbung. Oleh karena itu istilah ini lebih sesuai digunakan untuk tipe buah yang paling lazim pada leguminosae yaitu buah kering berbiji banyak, baik merekah atau tidak merekah pada waktu masak. Masa berbuah. Periode fenologi mulai dari berakhirnya pembungaan hingga masaknya buah dan pemencarannya. Terminologi umum sering hanya mengacu pada periode masaknya buah saja. Yaitu saat pengumpulan buah atau pemanenan. Masak fisiologi. Istilah umum untuk suatu tahap dalam siklus hidup benih, yaitu ketika benih telah berkembang sempurna dan komponen biokimia yang diperlukan untuk proses fisiologisnya telah aktif atau telah siap untuk diaktifkan. Merekah. Pecah dan membukanya buah kering atau kepala sari untuk melepaskan isinya. Dalam terminology buah, buah merekah adalah buah yang pecah dan membuka merekah pada waktu masak dan mengering, biasanya sewaktu masih menempel pada tumbuhan induk. Mesokarp. Lapisan tengah dari perikarp; pulpa pada buah buni dan buah batu. Moisture meter. Alat untuk mengukur kadar air benih dengan cepat tanpa melalui pengeringan. Alat ini mengukur muatan listrik pada jaringan benih, kemudian dikorelasikan dengan kandungan air (kadar air). Moisture meter harus dikalibrasikan dengan metode baku pengukuran kadar air, seperti pengeringan dengan oven. Musim panen raya. Tahun dengan produksi benih yang melimpah. Musiman. Periode fenologi untuk produksi benih yang terkait erat dengan musim iklim tertentu sepanjang tahun, seperti musim hujan , musim dingin, musim panas. Organ pembawa benih. Istilah umum untuk semua struktur yang membungkus benih pada tumbuhan yang berbiji, yang meliputi buah pada angiosperma ( buah sejati dan buah majemuk), dan rujung serta struktur lain pada gimnosperma. Ortodoks. Isitilah yang digunakan untuk benih yang dapat dikeringkan hingga tingkat kadar air rendah, sekitar 5 % dan dapat disimpan dengan baik pada suhu rendah atau dibawah titik beku untuk jangka waktu yang lama. Meskipun hampir tidak terjadi metabolisme pada benih ortodoks yang kering dan didinginkan, tetapi benih dapat mengalami kemunduran karena penuaan dan akhirnya kehilangan viabilitas. Kebalikan dari rekalsitran. OLDA. Ortodoks dengan kemampuan Desikasi terbatas. Kategori sifat simpan benih yang berada diantara sifat simpan benih berada diantara ortodoks dan rekalsitran. Panen. Pemungutan buah langsung dari pohon induknya, misalnya dengan cara mengguncang atau memanjat dan memetik. Panen raya. Istilah ekologi yang digunakan untuk menjelaskan strategi beberapa jenis tumbuhan dengan hasil benih melimpah dalam selang waktu yang lama. Partenokarpi. Terbentuknya buah yang tidak mengandung benih hidup. Buah tersebut bisa tidak 14

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

berbiji sama sekali atau menghasilkan benih tanpa embrio. Kemungkinan sebagai akibat kegagalan dalam penyerbukan, Pembuahan, atau perkembangan embrio. Pasca ranum. Proses masak fisilogi pada benih dan buah yang terjadi setelah pemanenan atau absisi. Proses ini sering merupakan prasyarat agar benih yang belum matang dapat berkecambah. Juga digunakan dalam pemrosesan benih. Patogen bawaan benih. Mikroorganisme patogen yang terdapat dalam benih, pada permukaan benih atau bersama benih, baik yang menyebabkan kerusakan pada benih tersebut maupun yang tidak menyebabkan kerusakan. Patogen tertularkan benih. Mikroorganisme patogen yang terdapat dalam benih, pada permukaan benih atau bersama benih, dan berpotensi menyebabkan penyakit pada semai atau tanaman, tetapi tidak berbahaya bagi benih itu sendiri. Dibandingkan dengan patogen bawaan benih. Patologi benih. Ilmu tentang penyakit benih atau patogen bawaan benih. Pelayuan. Penyimpanan dan pengeringan buah beserta benih yang terkandung didalamnya dengan cara diangin anginkan dibawah naungan untuk memudahkan ekstrasi benih dan membantu berlangsungnya proses pasca ranum benih. Pelesapan. Pembuangan inhibitor kimiawi pada buah atau benih dengan cara mencucinya pada air yang mengalir. Pelok. Istilah botani untuk endocarp beserta benih yang terkandung didalamnya pada buah batu. Pembersihan benih. Pemisahan benih dari jenis jenis lain dan partikel penyerta seperti cacahan buah , daun atau batang. Pembersihan dapat dilakukan dengan cara pemilahan, penghembusan, pengayakan, pengambangan, dan sebagainya. Tingkat kebersihan disebut Kemurnian. Pemuliaan pohon hutan. Biasanya merupakan sinomim dari penangkaran pohon hutan, tapi lebih mengacu kepada penangkaran pohon dalam kaitannya dengan kombinasi antara praktek silvikulture dan produksi massa dari materi yang dimuliakan. Pemuliaan tanaman. Peningkatan mutu dari suatu produksi tanaman melalui seleksi dan perbanyakan yang terkontrol,seperti melalui persilangan. Pemencaran lewat pencernaan ( endozookori). Pemencaran benih oleh binatang yang memakan buah dan membuang bijinya dengan cara memuntahkan-nya. Atau melalui kotorannya. Pemencaran. Untuk biji; lepasnya dan tersebarnya organ pemencaran (diaspora) dari pohon induk ke suatu tempat yang lebih jauh dari titik jatuh vertikalnya. Pemencaran pohon hutan biasanya dibantu oleh angin (anemokori) atau binatang ( zookori). Waktu pemencaran biasanya bertepatan dengan masaknya benih sehingga cocok untuk pemanenan benih Pemilahan. Proses penyortiran benih atau semai ke dalam beberapa kelas, biasanya menurut ukurannya. Pemilahan seringkali berarti memisahkan sejumlah benih atau semai (yang berukuran lebih kecil) dari persil benih atau populasi semai. 15

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Pemrosesan benih. Metode penanganan benih mulai dari pengumpulan hingga penyimpanan; merupakan istilah kolektif untuk kegiatan yang meliputi ekstraksi, pembersihan dan pengeringan benih. Penanganan benih. Metode praktis pengolahan benih mulai dari pengumpulan hingga penanaman. Sering disamakan dengan pengolahan benih, tetapi biasanya mempunyai cakupan yang lebih luas, misalnya mencakup juga teknik penanaman. Pendasaran (osmotic). Metode pra-pelakuan untuk merangsang perkecambahan yang lebih cepat dan seragam. Benih dicelupkan ke dalam suatu larutan (misal polyethylene glycol / PEG, gula atau garam ) yang mempunyai potensial air cukup rendah untuk mengatur kadar air pada level yang memungkinkan dimulainya proses perkecambahan, tetapi menghambat kemunculan radikula. Pendinginan. Biasanya mengacu pada prosedur penyimpanan benih pada lingkungan yang lembab dan dingin untuk memfasilitasi terjadinya proses pasca ranum atau untuk memecahkan dormansi benih. Pengambangan. Metode pembersihan benih dari partikel partikel yang mempunyai berat jenis lebih tinggi atau lebih rendah melalui perendaman di dalam air atau cairan lain. Sebagai contoh digunakan untuk memisahkan benih bernas dari benih hampa dan benih rusak mekanis, kadangkala dipadukan dengan pemberian tekanan (prevac) atau inkubasi (IDS). Penggarangan. Pemanasan tinggi secara cepat, misal diatas api atau klin, dilakukan untuk ekstraksi benih dari buah atau rujung serotin. Pengirikan. Ekstraksi benih dari buah kering dengan cara memberikan efek mekanis pada buah. misal dengan menumbuk, memukul, menginjak injak, atau dengan mesin pengirik. Pengocokan . Merupakan upaya ekstraksi benih dengan cara memasukkan rujung atau buah ke dalam drum berputar yang dapat mengocok sedemikian rupa sehingga mempercepat lepasnya benih yang terdapat di dalam rujung atau buah tersebut. Pengocokan dapat dikombinasikan dengan pemanasan buatan di dalam klin yang berputar. Pengolahan benih. Metode praktis untuk penanganan benih mulai dari pengumpulan hingga penanaman benih, meliputi metode pengumpulan, pemrosesan , penyimpanan, dan pra perlakuan Pengujian benih. Evaluasi terhadap kualitas fisiologi suatu persil benih, biasanya meliputi empat parameter baku, yaitu kemurnian, berat benih, kadar air dan viabilitas atau persentase perkecambahan. Kadang kadang juga mencakup parameter lain , seperti vigor atau uji kesehatan. Peraturan dan Prosedur baku untuk pengujian benih dikeluarkan oleh ISTA atau AOSA. Pengumpulan benih. Istilah kolektif untuk prosedur dan metode pengumpulan benih dan buah. Dalam fenologi mengacu pada waktu pengumpulan, yaitu masaknya benih. Pengupasan. Ekstraksi benih atau pelok dengan cara melepas bagian buah yang berdaging (pulp) seperti buah buni dan buah batu. Pengupasan dapat dilakukan dengan cara merendam dan fermentasi dilanjutkan dengan pemukulan, maserasi atau perlakuan mekanik, misal alat pengupas buah kopi. 16

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Penuaan. Berlangsungnya peristiwa peristiwa sitologi dan biokimia yang berakhir pada kematian benih. Penuaan dini atau pengusangan cepat. Suatu metode untuk mempercepat proses penuaan alami benih dengan cara meletakannya pada kondisi simpan yang kurang baik, yaitu pada suhu dan kelembaban ruang simpan yang tinggi. Metode ini digunakan untuk uji vigor dan untuk prediksi daya simpan benih Penumbuk. Alat pemukul yang digunakan untuk ekstrasi benih pada buah kering yang tidak merekah. Alat ini terdiri dari gagang pegangan yang terbuat dari kayu serta berbatang pendek yang diikat sedemikian rupa pada ujungnya agar dapat bergerak bebas Perbaikan mutu. Peningkatan kualitas atau penampilan rata rata dengan membuang individu inferior. Dalam kaitannya dengan benih, berarti peningkatan viabilitas dan vigor benih dalam suatu persil benih dengan cara membuang benih yang kecil, tidak masak, hampa, dan cacat lainnya dari persil benih. Dalam kaitannya dengan sumber benih, berarti menyisihkan atau membuang individu dengan fenotip inferior untuk meningkatkan kualitas genetika, misalnya dilakukan dalam kaitannya dengan pengusahaan areal produksi benih. Perkecambahan. Proses fisiologi pada tahap awal pertumbuhan benih (dan butir serbuk sari) Pada perkecambahan benih, kembali aktifnya pertumbuhan embrio ditunjukan oleh munculnya radikula yang menembus dan muncul dari benih. Dalam pengujian benih (menurut definisi ISTA), perkecambahan adalah aktifnya pertumbuhan embrio yang mengakibatkan kemunculannya dari dalam benih serta berkembangnya struktur struktur penting yang menunjang perkembangan tumbuhan secara normal. Perkecambahan dini. Benih berkecambah sewaktu masih menempel pada pohon induknya, misal Rhizopora spp ( bakau) . Benih ini disebut Benih Vivipar , sangat sulit untuk disimpan. Perkecambahan epigeal. Tipe perkecambahan dimana kotiledon terdorong keatas permukaan tanah akibat pemanjangan hipokotil. Kebalikan dari perkecambahan hypogeal. Perkecambahan Hipogeal. Tipe perkecambahan dimana kotiledon tetap berada dibawah permukaan tanah sementara epikotilnya memanjang. Perlakuan benih. Pemakaian pestisida pada benih. Tidak sama dengan pra perlakukan. Persil benih. Sejumlah benih dari spesies, asal usul, saat pengumpulan, dan sejarah penanganan yang sama , dan dicatat sebagai satu nomor pada system dokumentasi benih. Poliembrioni. Dihasilkannya dua atau beberapa embrio dari satu ovul pada satu individu benih. Polinator atau penyerbuk. Organisme hidup yang memindahkan serbuk sari, misal serangga, burung, kelelawar. Polong. Buah kering yang merekah atau tidak merekah, berbiji satu atau banyak dan terbentuk dari satu karpel. Menyerupai buah bumbung, tetapi tidak sama dengannya karena polong merekah pada kedua sisinya. Merupakan tipe buah yang umum terdapat pada leguminosae. Juga ditemukanpada beberapa sterculiaceae. 17

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Pra-pendinginan. Perlakuan dingin lembab mirip dengan pendinginan tetapi khusus diterapkan pada benih dorman untuk mengatasi termo-dormansi. Pra-perlakuan. Segala macam perlakuan yang diterapkan pada benih guna mengatasi dormansi dan mempercepat perkecambahan, misal stratifikasi, skarifikasi, pra pendinginan. Prevac.(Presure-vacum = tekanan dan vakum). Metode untuk memisahkan benih rusak dan benih sehat dalam suatu persil benih secara mekanis. Benih kering dimasukan ke dalam wadah hampa udara yang berisi air. Pada saat tekanan dilepas, benih rusak akan menyerap air lebih cepat dibandingkan dengan benih yang utuh. Selanjutnya pada perlakuan pengambangan, benih rusak cenderung tenggelam, sedangkan benih utuh mengapung. Propagula. Bagian dari tanaman, misalnya akar , kuncup, atau tunas, yang digunakan untuk perbanyakan vegetif. Kebalikan dari benih. Penangkaran pohon hutan. Praktek penerapan ilmu genetika untuk pengembangan pohon pohon yang ditangkarkan, penangkaran konvensional didasarkan pada seleksi individu berdasarkan karakter perolehan dan selanjutnya individu individu dikawinkan untuk menghasilkan suatu populasi yang lebih baik. Penangkaran pohon dapat juga diartikan sebagai system pemuliaan yang bervariasi sejak pemanenan benih dari sumber terbaik (seleksi massa) sampai tahap –tahap canggih berikutnya, program multigenerasi atau penyerbukan terkendali. Pengerasan cangkang. Mengerasnya sisik sisik rujung sebagai akibat dari pengeringan yang terlalu cepat sehingga membuat gagal untuk membuka dan melepaskan benih. Pertanaman klonal. Hutan tanaman yang dibangun dari bahan vegetatif seperti stek atau kultur jaringan. Pertanaman klonal dapat dibangun dari beberapa klon. Plot. Kumpulan pohon pohon dari suatu keluarga ( famili ), provenan atau jenis yang bervariasi dalam bentuk ukurannya yaitu dimulai dari satu pohon dalam satu plot( single tree plot ) hingga ratusan dalam satu plot ( multiple tree plot). Pohon pohon yang diuji merupakan satu unit di dalam suatu lapangan penelitian. Plus . Penampakan yang lebih baik dari rata rata dan terlihat jelas. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan fenotipa dari suatu tegakan plus ( plus stand) atau pun satu pohon plus( plus tree). Karakter superior haruslah spesifik seperti plus dalam hal volume, kualitas, tahan hama penyakit, atau kombinasi beberapa karakter. Pohon elite. Pohon yang telah melalui uji yang sesuai dan terbukti mempunyai keunggulan atau pohon yang cocok untuk lingkungan tertentu dan program penangkaran. Keunggulan dari tetua yang disilangkan (cross bred), dilakukan dengan uji keturunan, dan dikloningkan dengan uji klonal. Pohon kadindat. Pohon yang telah diseleksi kualitasnya berdasarkan fenotipa tetapi belum digrade atau diuji. Populasi . Secara genetic ,merupakan kelompok dari individu – individu yang sama berkerabat 18

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

melalui nenek moyangnya dibatasi oleh lingkungan atau factor factor khusus sehingga dapat disebut sebagai satu unit. Populasi dasar. Populasi pepohonan tempat dipilihnya pohon yang akan ditangkar untuk kegiatan seleksi pada generasi berikutnya. Populasi dasar dapat berupa hutan alam atau populasi uji genetic. Populasi propagasi. Populasi yang ditujukan untuk menghasilkan benih atau bahan vegetatif untuk kegiatan operasional reboisasi. Propagasi Makro. Propagasi vegetatif dalam bentuk stek, cangkok, sambungan atau bagian tanaman yang lain, yang membedakannya dari propagasi mikro atau kultur jaringan. Propagasi massa. Multiplikasi dalam skala besar dari bahan tanaman yang telah dimuliakan (breeding population) ditujukan untuk pertanaman (populasi penghasil kayu ). Propagasi dari klon biasanya dikerjakan dengan stek. Propagasi mikro. Produksi tanaman dari bagian tanaman yang sangat kecil, jaringan , atau sel sel yang ditumbuhkan pada kondisi suci hama pada tabung uji atau tempat lain dimana lingkungan dan nutrisi dikontrol secara ketat. Propagasi vegetatif. Propagasi a-seksual suatu tanaman, seperti dalam penempelan ( budding), pemisahan ( dividing), sambungan (grafting), perakaran stek (cutting) dan cangkok (air layering). Propagul. Suatu bagian tanaman yang berbentuk seperti mata tunas (bud), akar umbi / bonggol ( tuber), akar ( root) atau juga tunas pucuk ( shoot), digunakan untuk memperbanyak suatu individu secara vegetatif. Provenan. Asal sumber secara geografis dari benih, serbuk sari atau bahan propagasi. Dalam perkembangbiakan tanaman hutan terminology ini biasanya merujuk kepada tempat asal asli suatu populasi. Ketika suatu populasi dipindahkan dari sumber aslinya dan telah tumbuh dimana mana hingga beberapa keturunan, ini disebut sebagai ras lahan. Atau tempat dimana suatu tegakan pohon tumbuh. Tegakan mungkin asli atau bukan asli. Pulpa. Bagian berdaging pada buah yang mencakup keseluruhan perikarp ( buah buni ) atau hanya mencakup eksokarp dan mesokrap saja (buah batu). Pada beberapa spesies mencakup aril dan sarkotesta. Pulung atau pembuatan pelet. Prosedur pembungkusan atau penyelimutan benih dengan materi adesif yang mengandung nutrisi, inokulan mikrosimbion dan atau pestisida. Selain bermanfaat untuk menyediakan senyawa berguna bagi benih, pulung juga mempermudah penanaman secara mekanis karena ukuran benih menjadi lebih seragam. Puncak perkecambahan. Istilah yang digunakan secara longgar untuk menunjukkan saat dimana rata – rata perkecambahan mencapai titik tertinggi; bisa dihitung dengan beberapa cara. Quiscent. Tidak aktif, bersitirahat, tenang. Berlaku pada benih tidak dorman selama selang waktu antara pemasakan pada pohon induk dan permulaan perkecambahan. Kadang kala keliru disebut dormansi ikutan. 19

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Radikula. Bakal akar, yaitu bagian dari embrio benih yang berkembang menjadi akar primer. Didalam benih, radikula selalu menghadap mikrofil. Radiografi sinar X. Metode non destruktif untuk mengetahui kualitas benih dengan cara menerawangkan benih pada sinar X dan menangkap citranya pada film fotografis sehingga kondisi embrionya dapat dievaluasi. Rafe. Rusuk yang terbentuk pada kulit benih bila funikulus bersatu dengan integumen dibagian yang memanjang pada ovule anatrop atau kampilotrop. Rebah semai. Matinya benih, kecambah atau semai dipersemaian kerana serangan sejenis jamur yang hidup didalam tanah. Rebah semai pada semai sering menyebabkan busuk batang dekat permukaan tanah. Rekalsitran. Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan benih yang tidak mampu bertahan hidup bila dikeringkan dibawah kadar air yang maih relatif tinggi ( 30 –40 %) dan, untuk spesies tropis , tidak toleran terhadap. Suhu rendah. Benih rekalsitran cepat kehilangan viabilitas dan tidak dapat disimpan untuk jangka waktu lama. Rekalsitran sedang. Kelompok benih rekalsitran yang relatif sensitive terhadap desikasi dan tidak toleran terhadap penyimpanan dengan kadar air rendah tetapi toleran terhadap suhu rendah, suatu perbedaan dengan rekalsitran tropik. Meliputi beberapa spesies hutan dari daerah beriklim sedang. Rentan desikasi. Benih yang tidak toleran terhadap pengeringan dibawah nilai kadar air tertentu. Biasanya digunakan untuk makna yang sama dengan rekalsitran. Rentang hidup. Jangka waktu benih dalam mempertahankan viabilitasnya selama dalam penyimpanan pada kondisi simpan tertentu. Sering disetarakan dengan daya simpan. Rujung. Organ pada konifer yang mengandung biji, terdiri dari satu sumbu utama, sisik yang berdaging atau keras, daun gagang, dan benih. Kadang kadang digunakan juga untuk strobilus jantan (rujung jantan) yang masak. Buah Angiosperma yang mirip dengan rujung, misal pada Cemara adalah buah ganda. Ras Lahan. Suatu populasi yang terdiri dari individu individu yang telah beradaptasi dengan lingkungan dimana mereka ditanam. Ras Geografis. Ras asli pada suatu lokasi geografis ( Ekotipa, ras lahan, sumber benih lokal, provenan, ras, sumber benih ). Reiterasi. Tunas ortropik muncul pada sisi atas percabangan tajuk seperti misalnya pada jenis dipterocarpaceae. Digunakan untuk propagasi system stek (cutting). Reproduksi a-seksual. Reproduksi tanpa pembuahan. Individu baru berkembang dari bagian vegetatif seperti umbi akar ( tubers) umbi lapis ( bulbs), atau batang (roteds stems). Reproduksi seksual. Pembentukan individu baru pada suatu spesies karena berfusinya ( meleburnya) umumnya dua gamet haploid menjadi zigot yang diploid. 20

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Rouging . Pembuangan secara sistematik individu individu yang tidak dikehendaki untuk pemeliharaan populasi. ( areal produksi benih, seleksi massa.) Sabut. Perikrap terluar yang kasar atau berserat; pada jati dan kelapa sering digunakan untuk media tanam. Samara. Buah bersayap, kering dan tidak merekah, berbiji satu atau banyak. Sample atau cuplikan. Dalam konteks pengujian benih, adalah sejumlah kecil representasi benih yang diambil dari suatu persil benih. Jenis jenis sample pada pengujian benih meliputi sample primer, sample komposit , sample kiriman dan sample kerja. Sample kerja. Sample benih yang diambil dari sample serahan kualitasnya. di laboratorium untuk diuji

Sample komposit. Gabungan dari beberapa sample primer yang diambil dari bagian persil benih yang berbeda. Sample Primer. Sejumlah kecil benih yang dicuplik dari satu bagian persil benih. Gabungan dari beberapa sample primer disebut sample komposit. Sample serahan. Sample benih yang diserahkan ke stasiun pengujian benih. Sample serahan merupakan bagian dari sample komposit. Sayap benih. Organ tambahan yang kering pada buah atau benih yang memungkinkan terjadinya pemencaran benih oleh angin (anemokori). Sayap bisa berasal dari tonjolan kulit benih (khaya dan mahoni), Modifikasi struktur buah (pterocarpus) atau modifikasi struktur bunga yang persisten ( gluta, dipterocarp). Sayap mungkin tipis seperti kertas( pinus , cemara) atau berkayu ( Acer, Tariettia spp.) Semai. Tanaman yang dihasilkan dari benih , dibedakan dengan tanaman yang dihasilkan dari perbanyakan secara vegetatif. Perbanyakan vegetatif meliputi stek, stump, anakan. Semai abnormal. Dalam pengujian benih, merupakan semai yang tidak memiliki seluruh struktur normal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serta tidak menunjukan adanya kapasitas /kemampuan untuk berkembang lebih lanjut. Seleksi massa. Pemakaian benih individu terpilih berdasarkan fenotipanya dari suatu populasi yang lebih besar untuk selanjutnya dilakukan pencampuran. Populasi yang lebih besar menyediakan asal usul pejantan ( the male parentage), dan seleksi hasil perkawinannya diprioritaskan untuk menghasilkan benih. Jadi benih mungkin diunduh dari pohon terseleksi yang berasal dari tegakan liar dan digunakan sebagai pertanaman komersiel atau untuk membangun kebun benih semai. Proses ini bisa berulang sampai diperoleh generasi yang terbaik. Sebagai catatan pengunduhan benih dari kebun benih yang telah dijarangi merupakan seleksi berulang. Sertifikat Fitosanitari. Sertifikat yang menyatakan hasil dari suatu uji yang menjelaskan bahwa benih atau tanaman secara umum telah bebas dari hama dan penyakit tertentu atau organisme yang tidak endemic, atau tidak diharapkan untuk dibawa ke negara lain. Dapat dikeluarkan setelah dikarantina atau disterilkan. 21

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Sertifikat Fitosanitasi. Sertifikat yang dikeluarkan sebagai hasil dari pengujian yang dilakukan untuk memberikan jaminan benih atau tanaman yang tercantum didalamnya bebas dari penyakit atau bebas dari organisme. Hanya boleh dikeluarkan setelah dilakukan karantina atau disinfeksi. Skarifikasi. Perlakuan terhadap kulit benih yang keras, biasanya dengan abrasi mekanis atau perlakuan kimia menggunakan larutan asam yang kuat, guna meningkatkan permeabilitasnya terhadap air dan gas, atau untuk mengurangi resestansi mekanisnya. Stratifikasi. Pra-perlakuan untuk benih dorman dengan cara menyimpan benih tersebut dalam kondisi berimbibisi pada suhu tertentu untuk jangka waktu yang lama. Stratifikasi dingin dan basah merupakan pra perlakuan yang biasa dilakukan terhadap benih dari daerah iklim sedang dengan cara menyimpan benih yang telah berimbibisi pada kondisi dingin( biasanya terletak diantara lapisan media yang basah). Untuk stratifikasi hangat dan basah, benih disimpan pada suhu yang menunjang aktivitas fisiologi; cara ini digunakan, misalnya untuk merangsang berlangsungnya proses pasca ranum benih. Stratifikasi telanjang. Pra-pendinginan benih tanpa menggunakan media penyerap air, Sumbat lembaga. Ariloid ( semacam tonjolan pada benih) yang terdapat pada rafe. Pada benih legum, sumbat lembaga merupakan bercak samar samar pada kulit benih dan merupakan tempat dimana perlakuan seperti penggunaan air panas mempunyai pengaruh nyata dan merupakan jalan bagi benih untuk memulai imbibisi. Stek. Bagian dari batang (stem) atau bagian lain tanaman dimana bila diakarkan menghasilkan tanaman utuh. Suspensor. Jajaran sel yang berdiferensiasi pada awal perkembangan embrio dan menghubungkannya dengan jaringan induk. Pada benih Gymnosperma, suspensor merupakan filamen yang menempel pada radikula embrio. Sumber benih. Tempat dimana lot benih dikumpulkan ,juga berarti benih itu sendiri.( ras geografis,) Sumber benih lokal. Sumber yang mengacu kepada lokal / tempat dimana bibit ditumbuhkan, yaitu yang memiliki ras geografik asli. Zona pengumpulan benih yang ada di tempat tersebut biasanya dibuat dari hasil percobaan dengan cara mengatur jarak atau ketinggian tapak penanaman. Tahun benih. Digunakan khususnya untuk pohon yang tidak teratur masa menghasilkan benihnya, tahun dimana tanaman berproduksi, baik secara individu atau kelompok, menghasilkan benih dalam jumlah yang cukup. Beberapa pohon penghasil benih secara berkala menghasilkan panen raya tahun benih tersebut. Tegakan. Suatu populasi pohon yang memiliki komposisi keseragaman yang, keadaan pohon (constitution). Dan susunan yang berbeda dari populasi yang berdekatan. Tegakan Benih. Tegakan dalam areal produksi benih. Tegakan plus. Tegakan yang terdiri dari sekumpulan fenotipa terbaik namun tidak selalu pohon plus. 22

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Tegakan provenan. Suatu hutan tanaman yang provenannya diketahui serta genetiknya luas dimana batas batas dilapangan ditandai dan juga dicatat dalam peta kerja, dan mungkin dapat dipergunakan untuk seleksi pohon plus, pengumpulan benih ,konservasi provenan dan lain lain. Tegmen. Bagian kulit benih yang dihasilkan oleh integumen dalam , biasanya tipis dan mudah rusak. Termo-Dormansi. Dormansi sekunder atau primer pada benih yang berada pada suhu rendah, tinggi, maupun berfluktuasi sebelum perkecambahan. Didaerah beriklim sedang termodormansi dapat diatasi dengan pra pendinginan atau skarifikasi; didaerah tropis dengan cara membiarkan benih berada dibawah kondisi fluktuasi suhu diluar sebelum perkecambahan. Testa. Kulit benih; menurut beberapa penulis testa hanya merujuk pada bagian kulit benih yang dihasilkan oleh integumen luar. Tidak merekah. (untuk kepala sari atau buah) Tidak membukanya secara spontan pada waktu masak untuk melepas serbuk sari atau benih, misal polong samara dan buah geluk. Toleransi. Rentang kondisi lingkungan dimana organisme hidup dapat sintas atau bertahan ,misal toleransi terhadap suhu. Dan kelembaban. Pada pengujian benih, merupakan penyimpangan dari suatu standart ( baik kurang atau lebih) yang masih diperbolehkan misalnya simpangan yang bisa diterima dalam pengukuran yang berulang, diluar itu pengukuran harus diulang. Trier. Alat bentuk tabung yang digunakan untuk mengambil sample benih dari suatu persil benih. Alat ini terdiri dari dua tabung yang saling bersesuaian. Lubang yang terdapat pada kedua tabung memungkinkan benih masuk ke dalam tabung bila lubang – lubang tersebut berada pada posisi yang sama; lubang lubang tersebut tertutup dengan memutar tabung bagian dalam. Trubusan akar. Tunas yang muncul dari mata tunas adventif pada sisi permukaan perakaran.Trubusan akar secara genetic identik dengan tanaman induknya dan digunakan dalam propagasi vegetatif. Contoh pada sukun Tunas epikormik. Tunas yang berkembang dari mata tunas dorman pada batang pohon setelah pohon tetangganya ditebang , yaitu semacam akibat adanya pembukaan terhadap cahaya. Tunas epikormik muncul dari bagian yang lebih rendah pada batang yang cenderung untuk memperlihatkan pertumbuhan orthotropik, dapat digunakan sebagai bahan perkembangbiakan vegetatif. Tunas trubusan. Tunas yang muncul dari stump setelah suatu pohon ditebang. Tunas trubusan dapat terjadi pada beberapa spesies, dengan menginduksinya melalui peneresan. Tunas trubusan sering digunakan sebagai sion atau stek dalam propagasi vegetatif selama masih juvenil dan biasanya mempunyai pertumbuhan orthotropik. TTZ. Tetrazolium atau tetrazolium topografi. Bahan kimia yang digunakan untuk menguji jaringan hidup. TTZ membuat sel hidup berwarna merah sebagai akibat dari reduksi garam 23

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

tatrazolium yang tak berwarna menjadi formazan yang berwarna merah. Proses reduksi ini terjadi karena kerja dehidrogenase, yaitu suatu kelompok enzim oksidasi yang terdapat didalam sel hidup. Tuaian. Total produksi benih selama satu musim buah./ benih tertentu. Tuaian siap panen. Jumlah keseluruhan produksi benih yang memungkinkan untuk dipanen. Tuaian yang tidak siap panen terdiri atas buah yang sulit dijangkau, hasil benih yang siap panen lebih awal atau lebih lambat, atau buah yang harus disisakan di atas pohon untuk meminimalkan kerusakan pada pohon, hal ini biasanya terjadi pada pemanenan benih yang dilakukan dengan cara memotong cabang yang berbuah. Uji Belah. Metode cepat untuk uji viabilitas dengan cara membelah benih guna mengetahui warna dan kondisi embrio; atau pada rujung untuk mengetahui jumlah benih yang dapat dilihat pada permukaan potongan guna memperkirakan jumlah keseluruhan benih yang terdapat dalam rujung tersebut. Uji Hiltner. Metode uji vigor untuk mengevaluasi kemampuan kecambah mengatasi stress fisik dengan cara mengecambahkan benih pada lapisan krikil pecahan batu bata. Uji kesehatan. Uji untuk infeksi patogen pada benih. Uji pencet. Uji viabilitas tidak langsung yang sederhana, dimana setelah benih dibiarkan berimbibisi, kemudian dipencet dengan pinset untuk melihat kondisi embrionya. Jumlah benih yang tampak segar dan sehat persatuan berat benih berikut sekamnya (Eucalyptuis) atau per 100 butir benih ( benih besar) menunjukan perkiraan kasar untuk viabilitas benih. Uji perkecambahan. Uji standart yang dilaksanakan untuk mengetahui kualitas suatu lot benih, berupa persentase dari viabilitas benih.Uji perkecambahan harus dilakukan dalam kondisi tertentu dan untuk jenis tertentu. Kondisi perkecambahan optimal yaitu pada suhu,kelembaban dan cahaya tertentu. Benih benih dorman harus diberi perlakuan pendahuluan untuk mematahkan dormansi sebelum pengujian perkecambahan dilakukan. Uji provenan. Rancangan yang membandingkan populasi sample sebaran(lebih disukai seluruhnya) suatu jenis. Hendaknya dibangun didua atau lebih kondisi tapak yang berlainan agar memungkinkan dilakukan pengamatan interaksi provenan x lingkungan, dll. Uji Vigor. Uji perkecambahan yang biasanya dilakukan dibawah kondisi yang kurang optimal ( dibawah stress) atau setelah perlakuan penuaan dini untuk mengetahui terjadinya kemunduran kualitas persil benih yang tidak nyata pada uji perkecambahan biasa. Umur reproduksi. Umur pada saat pohon berbuah untuk pertama kalinya, merupakan batas(demarkasi) antara juvenil ke Dewasa. Dalam kaitannya dengan reproduksi. Unggul. Istilah non teknis yang mengacu pada hasil seleksi yang muncul atau telah terbukti keunggulannya. Pohon unggul sering disinonimkan dengan pohon plus atau pohon terseleksi. 24

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Vigor. Kapasitas benih yang menentukan potensi kemunculan dan perkembangan semai yang normal,cepat dan seragam pada kondisi lapangan yang beragam. Hilangnya vigor biasanya mendahului hilangnya viabilitas, sehingga memperlihatkan grafik penurunan yang tajam (diukur dengan uji perkecambahan dibawah tekanan) dibandingkan dengan viabilitas (diukur dengan uji perkecambahan dibawah kondisi yang optimal) Viabilitas. Benih yang mampu berkecambah apabila tersedia air dan kondisi lingkungan yang sesuai ( termasuk pemecahan dormansi) untuk mengaktifkan kembali proses biokimianya disebut viable. Uji viabilitas tidak selalu sama dengan uji perkecambahan karena viabilitas dapat diukur secara tidak langsung dengan uji belah maupun uji TTZ. Vivipar. Benih yang berkecambah sewaktu masih menempel pada pohon induknya seperti bakau. ( Rhizopora). Zona absisi. Zona pada pangkal daun, bunga, buah atau bagian lain dari tumbuhan yang mengandung lapisan absisi atau lapisan pemisah yang tersusun dari sel sel yang berdinding tipis. Rusaknya lapisan absisi menyebabkan gugurnya bagian tanaman tersebut. Zona pengumpulan benih. Zona pepohonan dengan komposisi genetic (ras) relatif seragam yang ditentukan melalui uji keturunan berbagai sumber benih. Cakupan areal biasanya ditentukan dengan batas goegrafis,iklim, dan kondisi pertumbuhan. Suatu ras geografik tunggal mungkin dapat dibagi ke dalam beberapa zona. Zona penyangga. Zona yang mengitari areal produksi benih dalam suatu pertanaman untuk membatasi kontaminasi serbuk sari dari luar. Komposisi penyangga terdiri atas spesies yang sama dengan areal produksi benihnya dan oleh karena itu juga berfungsi menyumbang serbuk sari,atau melakukan persilangan dengan tegakan di areal produksi benih. Zona penyangga dijarangi menurut criteria yang sama dengan areal produksi benih tetapi tidak dilakukan pengunduhan buah. Zona penyebaran benih. Zona dimana benih yang berasal dari bagian tertentu dari zona tersebut dapat dipergunakan.

25

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

III. INFORMASI BUDIDAYA (IMPROVEMENT INFORMATION ) 1. Mangga ( Mangivera Indica )) Nama Perdagangan : Damar / Agathis Nama Ilmiah : ( Agathis loranthifolia Salisb) Famili : Araucariaceae Sebaran tumbuh secara alami di Indonesia berada di S

IV.

INFORMASI PUPUK, NUTRISI, ZPT DAN OBAT OBATAN

Tabel . TENTANG ZAT PENGATUR TUMBUH DAN HORMON TUMBUH NO 1 1 FUNGSI AUXIN FISIOLOGINYA 2 3 Ditemukan Th 1897 oleh Darwin Th 1919 oleh Paal. Th 1928 oleh Went (auksin) Th 1934 Kogl&Konstermans Th 1935 Thymann Jenis (IAA) Th 1944 Larsen Th 1951 Bentley Hormon Tumbuh GIBERELLIN 4 Th 1926 Kurosowa Th 1939 Yabuta/Hayashi TH 1951 Stodola GA/GX Th 1954 Cross Th 1972 Weaver GA3 Hormon tumbuh CYTOKININ 5 Th 1913 Haberlandt Th 1938 Bouner Th 1938 English Th !942 Van Overbeek Th 1948 Skoog & Tsue Th 1955 Miller et al Th 1972 Weaver Zat Pengatur tumbuh Pada perkembangan buah dan daun Bentuk dasarnya Adenin (6amino purine) tentukan aktivitas cytokinin sehingga aktivitas ZPT ETHYLENE 6 Th 1901 Neljubow Th 1924 Denny Th 1925 Rosa Th 1931 Zimmerman et al Th 1932 Rodriguez Th 1935 Wilcoxon Th 1937 Went /Thimann Hormon tumbuh

2 3

Stimulasi Metabolisme

Pada Pucuk tanaman, kambium batang dan akar. Konsentrasi IAA mempengaruhi pertumbuhan tanaman Didaerah meristem dan perakaran Jika Konsentrasi IAA tinggi Oksidasinya rendah

Pucuk tanaman , tunas ketiak daun dan kambium Adalah kelompok Terpinoid terdiri 5 atom carbon sangat berpengaruh terhadap sifat GENETIK tanaman GA mengandung

Terakumulasi pada buah daun tua Bentuk dasarnya sederhana 2 atom carbon 4 atom hydrogen terjadi atas perubahan asam amino methionine atas bantuan cahaya 26

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Gibban skeleton “ ada senyawa yang tidak ada gibban skeleton tetapi aktif seperti GA yaitu Helminthosporo l dan Steviol “ 4 Arti bagi fisiologi tanaman Berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman Auksi ada AIA asam indole asetat ANA asam naftalena asetat AIB Asam indole butirat Auksi yang merangsang pertumbuhan akar bersifat Rizokalin. Auksin yang merangsang pertumbuhan batang kaukokalin, auksin yang merangsang pertumbuhan bunga antokalin. AIB efektif untuk merangsang perakaran stek, cangkok. Pada fase pembelahan sel dan fase pelebaran sel sangat dipengruhi oleh kehadairan auksin dimana Auksin men stimulasi dalam penebalan dan pembentukan material DINDING SEL BARU Pemberian IAA pada suatu jaringan akan mendukung sintesa RNA baru Berpengaruh pada Genetic dwarfism, dimana tanaman kerdil dapat diatasi menjadi panjang dan besar dengan aplikasi GA3

meningkat Interaksi Cytokinin, GA, dan auksin dapat dilihat pada pertumbuhan tunas ketiak daun. Berperan penting dalam pembelahan sel baru pada jaringan tanaman yang disebabkan oleh Kinetin Jika perbandingan Cytokinin dan Auxin berimbang pertumbuhan akar dan daun berimbang

FMN

Mendukung pematangan buah hubungan dengan Auxin , jika auksin tinggi menyebabkan terbentuknya Ethylene dan dan sebaliknya. Maka jika konsentrasi auksin rendah akan mendukung protein mensynthesisi ethylene

5

Pengembangan Sel

berperan dalam mendukung perpanjangan sel , aktivitas kambium, synthesa protein RNA baru Maka kehadiran Gibberelin akan meningkatkan kandungan auksin GA mendukung pengembangan dinding sell. Sehingga ada

Dalam fase pembelahan sel mitosis bahwa IAA dan Kinetin apabila digunakan secara tersendiri akan menstimulasi synthesis DNA waluapun IAA lebih dominan fungsi kinetein lebih meunjukan

Mendukung Respirasi climacteric pematangan buah. Mendukung Epinasty Menhambat perpanjangan batang dan akar. Menstimulasi kecambah. Menstimulasi pertumbuahn diametrical lebih besar dari pada 27

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

kecenderungan cel tersebut berkembang.

penyebab meningkatnya nuclear RNA synthesis dan mengatur bebasnya RNA masuk ke cytoplasma Jadi disimpulkan kinetin berperan dalam pembelahan sell

longitudinal. Mendukung absision gugur daun/perontokan. Mendukung flowering nanas. Dan anggrek Menhambat transportasi auksi secara basipetal dan lateral.

Phototropisme

Geotropisme

Apical Dominance

Phototropisme terjadi karena tidak samanya penyebaran auksin dalam tanaman Maka konsentrasi auksin lebih tinggi pada daerah gelap. Sehingga phototropic mendorong induksi trnaslokasi lateral auksin Pada tanaman dikotil , pucuk berdaun bahwa jumlah auksin yang diperlukan untuk perpanjangan batang diperoleh dari daun muda pada pucuk diexprot melalui petiole ke batang Jika suatu tanaman diletakan secara horizontal maka akumulasi auksin berada di bagian bawah. Hal ini menunjukan bahwa adanya transprotasi auksin ke bawah Jika ada Pemberian GA3 pemotongan pucuk juga dapat

Ethylenen menghambat transportasi auksin menyebabkan absiison pada daun.

Jika pucuk diberikan IAA

Kehadiran Kinetein pada 28

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Tunas lateral

daun maka akan tumbuh tunas pada ketiak daun Maka disimpulkan dengan hilangnya auksin dipucuk menghasilkan tunas lateral. Konsentrasi auksin 5 ppm berespon tinggi pada batang. Max 200 % ( perkembangan kambium) Auksin 10-2,5 ppm berpengaruh pada pertumbuhan tunas lateral max 90 %. Auksin 10-4,5 berespon tinggi pada pertumbuhan akar max 20 % (panjang akar) Bahwa pemotongan pucuk tanaman tidak berpengaruh pada perpanjangan akar. Dan sebaliknya pemotongan ujung akar tidak berpengaruh pada pertumbuhan akar. Pemberian konsetrasi tinggi IAA pada akar akan menghambat perpanjangan akar tetapi meningkatkan volume jumlah akar NAA Naphthalene Acetic acid 50 ppm memacu primodia akar sampai 600 % kemudian IAA ( indole acetic acid 50 ppm memacu hingga 400 % dan yang terakhir IAN Indole – 3

membantu membatasi masa istirahat tunas Dormansi Bud. Jika pucuk diberi GA3 akan meyebabkan pertumbuhan tunas terjadi perpanjangan internode pada tunas ketiak daun Jika diberikan GA + IAA terjadi pertumbuhan stolon cabang secara horizontal.

dan GA kemudian dilanjutkan dengan diberikan kinetin pada pucuk yang tumbuh di ketiak daun menunjukan pertumbuhan yang normal.

tunas lateral dapat mengatasi penghambatan tunas lateral oleh IAA dan ethylene Tetpai ethylenen cenderung memecahkan tunas vegetatif

Perpanjangan akar

29

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Pertumbuhan batang

Parthenocarpy (Buah tanpa Biji)

Acetonitrile 50 ppm hanya memacu primodia akar 150 % dapat juga disemprot Atonik 1 cc/4 liter air 5 hari sekali Pertumbuhan batang erat sekali dengan auksin didalam jaringan muda pada apical meristem (pucuk) bila dibuang akan mengambat pertumbuhan batang. Disimpulkan bahwa kandungan auksin paling tinggi terdapat pada pucuk yang paling rendah Sehingga untuk memacu pertumbuhan tinggi harus menghilangkan pucuk yang paling rendah Dapat terjadi parthenocarpy dengan menggunakan IAA yang dicampur dengan lanolin dan stigma Semprot Atonik 1 cc/ 2 liter air pada pentil buah 7 hari sekali.

Stimulasi aktivitas kambium dan perkembangan xylem Disemprotkannya GA3 pada pucuk akan meningkatkan aktivitas cambium dan pengembangan xylem. Aplikasi GA3 + IAA dengan konsentrasi 250 + 500 ppm terjadi pengaruh synergistic pada xylem GA3 sangat efektif mendukung terjadinya pembuahan tanpa penyerbukan, sehingga terjadi buah tanpa biji pada anggur sehingga dapat meningkatkan tandan buah dan hasil. Cytokinin menghambat penuaan buah dan daun Menhambat degradasi klorofil, protein, dan 30

Pertumbuhan buah

Kegiatan pembelahan sel dan pengembangan sel biasanya overlap. Kegiatan pengembangan sel (cell enlargement) selalu diikuti oleh

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

perkembangan peningkatan ukuran buah. Bahwa pemberian auksin berpengaruh pada ukuran buah dalam mm, tampak bahwa pembuahan dapat dipercepat 60 hari. Dan sebaliknya pertumbuhan buah akan lambat yang disebabkan oleh konsentrasi auksin yang cukup tinggi sehingga menghambat cell enlargement. Absision Terjadi bila jumlah pemisahan auksin didaerah organ distal region lebih tinggi dari daerah proximal region maka proses absision terhambat. Senescence Hubungan auksin Penurunan jelas terjadi pada kemampuan fase 4 diluar fase tumbuh regreening bila dihubungkan dengan absision. Pembungaan Atonik banyak (flowering) digunakan pada pembungaan jambu air mengandungNatrium orto nitrofenol Mobilisasi Atonik dapat bahan makanan digunakan rendam fase benih 1 cc/ 2liter perkecambahan selama 1 jam

RNA

Gibberellin GA3 mendukung terjadinya pembungaan pada dosis 500 – 1000 mg / liter GA mendukung penguraian cadangan makanan pati yang dikelilingi alueron dimana pati diubah jadi gula ditranslokasikan pada embrio untuk hidup. Pada Saat benih dormansi GA 3 31

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Merek dagang

Atonik merangsang pertumbuhan akar

dapat menstimulasi synthesis Ribonuclease, amylase, dan protease. Sunerealin bahan GA3 Bigest bahan aktif GA3

Novel grow isi Cytokinin alpha untuk pembelahan & pemanjangan sel dan lebih efektif dicampur perekat APSA

Prothepon & Etrhel 40 LS bahan Ethepon Pemasakan seragam

BEBERAPA ZAT PENGATUR TUMBUH DAN HORMON TUMBUH LAINNYA NO Merek Dagang Dekamon 22,43 l ( zat perangsang pertumbuhan ) bahan aktif natrium orto nitrofenol, natrium para nitrofenol, natrium 2,4 dinetrofenol, natrium 5 nitroguaiakol sama dengan atonik Merangsang pertumbuhan tunas baru (pecahkan dormansi bud) memacu pertumbuhan tunas lateral. Cegah kerontokan bunga & buah (cegah absision) Meningkatkan jumlah buah Dharmasri 5 EC ( Hormon pertumbuhan ) Ergostim ( pengatur pertumbuhan) Ethrel ( zat pengtur tumbuh)

Kegunaan

Memperbaiki system perakaran. Peningkatan penyerapan unsure hara. Peningkatan pertumbuhan vegetatif Sifat tidak dapat dicampur pestisida lainnya

Meningkatkan kadar serat tanaman. Serta simpanan biokimia dan fisiologi tumbuhan. Meningkatkan kandungan vitamin, mutu, warna dan kematangan buah seragam.

Ethrel 10 LS untuk peningkatan getah karet dikombinasi dengan Ethrel 2,5 LS. Etrhel 40 PGR untuk menghasilkan buah matang secara seragam. Ethepon pemecah dormansi 32

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

NO Merek Dagang

Florita ( hormon pertumbuhan tanaman) Merangsang pertumbuhan daun, tangkai, akar pohon, dan bunga mekar lebih sempurna tidak cepat layu dan pembusukan pada tangkai

Gibrelin kyowa (hormon pengatur tumbuh) GA3 atau GA4+GA7 Percepat perkecambahan, Pacu pertumbuhan vegetatif. Pecah dormansi vegetatif Merangsang bunga muncul sebelum waktunya. Cetak buah tanpa persarian ( tanpa biji) Memperbesar ukuran buah anggur. GA3 menghambat pembungaan pada jeruk. Cultar bahan aktif paklobutrazol Menghambat bioshyntesa GA3 Membuahkan mangga diluar musim dengan dilanjutkan disemprot pemecah dormansi KNO 3 atau Ethepon Efek pada genetic tanaman menjadi kerdil dan ruas tangkai buah pendek dapat diatasi dengan disemprotkan Sobra Pre kalsium.

Kegunaan

Hidrasil (perangsang pertumbuhan) penyempurnaan hormon GHB Merangsang pertumbuhan secara keseluruhan Mempertinggi hasil panen Cocok diberikan pada jeruk.

generatif Pada jeruk 200 ppm mangga 400 ppm Mixtalol ( zat pengatur tumbuh) Meningkatkan proses fotosintesis. Menyerap unsure hara lebih banyak. Mempunyai perakaran lebih dalam. Mendapatkan tunas cabang lebih banyak. Memperoleh bunga lebih baik. Mempunyai bulir lebih banyak Clormequat & Daminozide , Cycocel Anti bio sintesis GA3 Dapat menginduksi pembungaan jeruk Bunga muncul setelah di semprot pemecah dormansi KNO3.

NO Merek Dagang Kegunaan

Rooton F ( hormon tumbuh) Berguna untuk merangsang pertumbuhan akar dan mengandung fungisida Pada stek, stump, dan cangkok

Hobsanol bahan aktif Triakontanol

33

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

Pemecah dormansi

KNO 3 pecahkan dormansi generatif ( kalium nitrat )

6 benzylaminopurine (BA) khususnya pada apel dan mengatasi pengaruh buruk GA4+7 Pada mangga 100 ppm BA dapat berbuah diluar musim

Pertumbuhan Perkembangan pada Tumbuhan Dimulai dari pertumbuhan zigot menjadi embrio yang ada dalam biji yang terdiri dari daun lembaga (plumula) dan akar lembaga (radikula) sampai menjadi tumbuhan dewasa dan dapat berkembang biak. Pertumbuhan terjadi terutama pada daerah maristem (titik tumbuh yang terdapat pada ujung batang) Macam maristem ada 2 yaitu : 1. Maristem Primer Meristem primer adalah maristem yang terbentuk sejak awal pertumbuhan. Misalnya maristem apikal (terletak pada ujung akar, ujung batang), maristem interkalar (terletak pada pangkal ruas tumbuhan rumput – rumputan) menyebabkan bertambah panjangnya akar dan batang. 2. Maristem Sekunder Meristem sekunder adalah meristem yang berbentuk dari sel – sel dewasa yang bersifat maristematis kembali. Misalnya maristem kambium (hanya ditemukan pada tumbuhan dikotil) Pertumbuhan ditentukan oleh kerja sama antar faktor dalam dan luar. Faktor luar meliputi : nutrisi, suhu, cahaya, kelembaban, oksigen (udara) Faktor dalam meliputi : intrasel, (berupa gen), dan intersel (berupa hormon) MACAM MACAM HORMON DALAM TANAMAN 1. Auksin Pertama kali ditemukan oleh Went pada ujung koleoptil kecambah gandum (Avena sativa) Dikenal dengan nama umum AIA (Asam Indole Asetat) / IAA (Indole Asetic Acid) Dibuat pada maristem apikal pucuk dan daun yang sedang berkembang. Pada konsentrasi tinggi akan merangsang pertumbuhan batang tetapi sebaliknya akan menghambat pertumbuhan pada jaringan akar. Pengaruhnya terhadap pertumbuhan antara lain : a. Merangsang perpanjangan sel (untuk mempercepat pertumbuhan pada stek, batang, akar dan daun) b. Merangsang pertumbuhan akar lateral dan serabut sehingga meningkatkan penyerapan air dan mineral. c. Merangsang pembelahan sel – sel titik tumbuh (kambium), sehingga mempercepat pertumbuhan jaringan vaskulerskunder. d. Menyebabkan diferensiasi sel menjadi xilem sehingga meningkatkan transportasi mineral dan air. e. Merangsang pertumbuhan bunga dan buah 34

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

f. Meningkatkan plastisitas dinding sel sehingga menjadi lebih besar g. Menghilangkan dominasi apikal (agar tumbuhan tidak hanya mengalami pertumbuhan di batang saja) . h. Membentuk lapisan absisi apabila buah masak sehingga tidak mudah rontok. i. Merangsang pertumbuhan buah tanpa biji (partenokarpi). Hal ini terjadi karena adanya hambatan dalam proses penyerbukan atau fertilisasi. Auksin sintetik, misalnya NAA (Asam Nafta Lenik) digunakan untuk mendorong pertumbuhan akar pada potongan batang tanaman berkayu. Auksin sintetik 2, 4-d digunakan untuk membunuh gulma. 2. Giberelin Ditemuan oleh F. Kurusawa pada jenis jamur Gibernia Fujikoroi atay fusarium moniliformae yang menyerang tanaman padi. Pengaruhnya terhadap pertumbuhan antara lain : a. Mempengaruhi pemanjangan dan pembelahan sel. Jika tanaman kerdil diberi giberelin akan tumbuh normal dan jika diberikan pada tumbuhan normal akan tumbuh sangat cepat. b. Mempengaruhi perkembangan embrio dan kecambah yaitu merangsang lapisan butir – butir aleuron untuk mensintesis amilase yang digunakan untuk pertumbuhan biji. c. Menghambat pembentukan biji, merangsang pembentukan saluran polen, memperbesar ukuran buah, merangsang pembuangan, menghambat dominasi dalam biji dan kuncup tunas. 3. Sitokinin Ditemukan oleh Skoog pada tanaman tembakau (Nicotina tabacum). Pengaruhnya pada pertumbuhan antara lain : a. Merangsang pembelahan sel dengan cepat b. Jika dikombinasikan dengan auksin dan giberelin dapat membantu mengatur pembelahan sel di daerah maristem sehingga akar dan batang tumbuh normal. c. Dapat menunda pengguguran daun, bunga dan buah dengan cara meningkatkan transport zat makanan ke organ tersebut. d. Menghambat dominasi apikal oleh auksin e. Mengatur pembentukan bunga dan buah serta pelebaran daun muda. f. Membantu proses pertumbuhan akar dan tunas pembuatan kultur jaringan (digunakan untuk riset dalam metode kultur jaringan). 4. Gas Etilen Hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Pengaruhnya terhadap petumbuhan antara lain : a. Merangsang pemasakan buah b. Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi lebih tebal dan kokoh c. Bersama hormon auksin dapat memacu pembungaan mangga dan nanas. d. Bersama hormon giberelin dapat mengatur perbandingan bunga jantan dan bunga betina pada tumbuhan berumah satu. 5. Asam Absisat Hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman dengan mengurangi kecepatan pembelahan sel maupun pembesaran sel / kedua – duanya. Pengaruhnya terhadap pertumbuhan antara lain : a. Membantu tumbuhan untuk bertahan hidup pada kondisi lingkungan yang tidak optimum dengan menunda pertumbuhan (dormansi). Karena pada saat dormansi asam absisat 35

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

terakumumlasi pada tunas sehingga tunas tidak tumbuh. b. Pada saat tumbuhan kekurangan air, asam absisat akan terakumulasi (tertumpuk) pada sel penutup stomata sehingga sel – sel stomata menutup dan penguapan air berkurang. 6. Kalin Hormon yang merangsang pembentukan organ – organ tubuh. Dibedakan menjadi 4 macam, yaitu : a. Kaulakolin merangsang pertumbuhan batang. b. Rhizokalin (identik dengan vitamin B1) merangsang pertumbuhan akar. c. Filokalin merangsang pertumbuhan daun d. Anthokalin merangsang pertumbuhan bunga. 7. Asam Traumalin Dihasilkan oleh tumbuhan dikotil yang terluka Pengaruhnya terhadap pertumbuhan yaitu : a. Merangsang pembelahan sel di daerah luka sehingga bekas lukanya tertutup kembali. b. Memperbaiki bagian tubuh yang rusak (daya generasi / restitusi) TIPS PEMBUNGAAN TANAMAN BUAH DALAM POT 1. Anggur dapat dibungakan dengan teknik perompesan daun, saat cabang dipotong selama 3 hari masih mengeluarkan air secara terus menerus. Atau dapat juga dengan pengeringan dan strees air dilanjutkan dengan pemupukan fosfor dosis tinggi dilanjutkan dengan pemberian ZPT ( GA3 ) merek dagang Giberellin Kyowa, Sunerealin. ( beberapa Varietas yang cocok didaerah dataran rendah iklim agak basah dan kurang panas ISABELLA,DELAWARE, BRILLIANT,BEACON) 2. Belimbing teknik pembungaannya adalah dengan Stree air serta pemupukan pupuk tulang kandungan pospat dan protein yang tinggi, pupuk mikro element dan organic/pupuk kandang. (beberapa varietas yang cocok Dewi, Demak ) 3. Jambu air teknik pembungaannya pemupukan fosfor tinggi, pupuk pelengkap cair mikro element yang mengandung ZPT atau ditambahkan ZPT Atonik 1 cc per liter 2 minggu sekali, strees air kurangi frekwensi penyiraman pengeringan 7 hari sekali,perompesan tunas muda dan seipa pucuk tunas disisakan 4 helai daun. ( beberapa varietas yang cocok Citra hijau, dan citra merah ) dapat juga dengan perlukaan 2 cicin 2/3 batang saja atas bawah dengan jarak 10 cm. Pada ketinggian 20 cm dari muka tanah dengan menjaga kambium tetap utuh 4. Jeruk besar teknik pembungaanya dengan strees air ,pupuk fosfor tingi , pupuk protein tinggi ( tepung ikan/telur ayam ) pangkas akar tua lalu pengurangan jumlah daun setiap ujung cabang, kemudian disemprot ZPT Paklobutrzol 1 gr / pohon lalu di pupuk KNO3 40 gram /liter dilanjutkan disemprot ( GA3) agar jumlah bunga banyak. ( jeruk bali,jeruk nambangan) 5. Jeruk siem teknik pembungaanya dengan strees air ,pupuk fosfor tinggi (Vitabloom 5- 50 – 17) , pupuk protein tinggi ( tepung ikan/telur ayam ) Picing matikan titik tumbuh pada pucuk tunas lalu pengurangan jumlah daun setiap ujung cabang, kemudian disemprot pupuk KNO3 40 gram /liter dilanjutkan disemprot ( GA3) agar jumlah bunga banyak.agar rasa buah lebih manis di pupuk garam dapur 1 sendok 36

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

makan per tanaman (varietas yang cocok keprok garut,keprok pontianak,Nagami, sukade, Lemon tea) 6. Kedondong teknik pembungaannya dengan strees air,pemotesan ujung tunas,pemupukan fospor tinggi dan kalium dan pemangkasan ringan tanaman saat sedang flus keluar tunas muda. ( varietas yang cocok kedondong Bangkok) 7. Mangga teknik pembungaannya pemangkasan ringan cabang yang tumbuh tegak vertical disisakan cabang yang horizontal /cabang produktif untuk perbandingan C/N ratio tinggi, perlukaan batang cincin kawat,strees air dengan pemupukan fospor tinggi ( TSP /Vitabloom 5-50-17),protein tinggi tepung ikan,tepung tulang, telur ayam.dan dilanjutkan semprot ZPT ( Paklobutrazol 5 cc /liter, GA3,Dekamon,) saat tanaman sedang flus tumbuh sehat dan diikuti penyiraman lebih banyak sampai dengan muncul bakal bunga. ( varietas yang cocok mangga apel merah brazil,madu,Okiyong,,Kirsapati malda,Irwin ,Kengston apple, gedong gincu,indramayu mangga daerah basah) untukmangga dareah kering Arumanis dan manalagi ). 8. Rambutan teknik pembungaannya dengan pengeringan fosfor tinggi, perlukaan batang, ZPT Dekamon dan KNO3 ( varietas yang cocok lebak bulus) 9. Sawo Teknik pembungaannya dengan pengeringan strees air dan protein tinggi. 10. Alpukat dengan teknik pemangkasan total /penggundulan,dan matikan titik tumbuh ,pupukfosfor tinggi dan ditambah garam dapur. 11. Jambu biji teknik pembungaannya dengan pemotesan titik tumbuhnya dan strees air serta pupuk dengan pospor tinggi. 12. Durian untuk membungankan di luar musim setelah tanaman dipupuk NPK 1616 –16 atau NPK 20 –20 –20 setelah tanaman mengeluarkan tunas muda dapat di semprot ZPT Paklobutrazol ( Cultar ) 13. Untuk Menjaga agar buah dan bunga tidak rontok ( tanaman dapat disemprot dengan pupuk kalium tinggi atau pupuk multimicro yang mengandung Clhor Cl,Bo boron,Mo Molib den agar buah menjadi lebih manis. TIPS UNTUK TANAMAN MENJADI KEKAR DAN KUAT Langkah langkah yang harus ditempuh ; 1. Tanaman sejak dari dini diharus bebas dari cabang 0 –9 meter (bebas percabangan ) 2. Pemupukan yang berimbang antara kalsium dan magnesium unsure penting pembentukan karbohidrat dan mengeraskan kayu dan warna kayu serta aroma getah kayu.( meningkatkan kadar lignin contohnya tempurung dan serat kelapa serta galih kayu) 3. unsure tersebut berperan dalam transformasi fosfat dalamtanaman untuk memeprlancar foto sistesis. 4. Pemupukan dilaksanakan dengan pemberian kapur dolomit secara rutin per 3 bulan sebanyak 500 gram / tanaman dengan NPK15 –15 –15 250 gram pada tahun 1. 5. tahun ke 2 dosis NPK dinaikan 500 gram /tanaman kapur tetap 37

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

6. tahun ke3 dosis kapur 1 kg /tanaman dan NPK 500 gram per tanaman 7. Untuk menjaga kualitas kayu dari serangan penggerek batang tanaman diberikan 20 gram insektisida yang berbahan aktif karbofuran untukmencegah rayap dan nematoda. TIPS Manfaatkan Daun Tapak Dara untuk Menghasilkan Tanaman Unggulan "Potensi Ekstrak Etanolik Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) D. Don) ‘Biovincristine’ sebagai Alternatif Pengganti Kolkhisin dalam Poliploidisasi Tanaman", Produk biovincristine dapat dipergunakan dalam Proses poliploidisasi (suatu bentuk mutasi eploid yang menyebabkan terjadinya pelipatan jumlah kromosom pada tanaman) untuk menghasilkan tanaman-tanaman unggul dan bernilai ekonomis selama ini dilakukan dengan menggunakan kolkhisin yang diimpor dari Jepang. Kolkhisin adalah hasil ekstraksi dari tumbuhan Colchicum autumnale L yang hanya diperoleh dari daerah subtropis. Kolkhisin merupakan senyawa yang dapat menghentikan pembelahan sel dan menjadikan ukuran sel semakin membesar. Penggunaan kolkhisin dalam poliploidisasi menjadikan tanaman yang dihasilkan berukuran lebih besar (bunga, buah, dan batang) dari tanaman normal. Bahwa kolkhisin berfungsi sebagai senyawa antimitotik dalam depolimerisasi mikrotubulus. Diketahui pula bahwa vincristine merupakan senyawa antimitotik yang memiliki kesamaan fungsi seperti kolkhisin. Vincristine banyak terdapat pada tanaman tapak dara yang tumbuh liar di Indonesia dan belum dimanfaatkan secara optimal. Vincristine dalam tapak dara selama ini baru dimanfaatkan sebagai obat anti kanker. "Melihat fenomena tersebut, memanfaatkan ekstrak daun tapak dara untuk poliploidisasi tanaman," Tapak dara yang digunakan adalah yang berbunga putih karena memiliki kandungan vincristine lebih tinggi dari jenis lainnya. Dari 5,5 kg (2 karung) daun tapak dara dapat dihasilkan 600 gram serbuk ekstrak tapak dara. Dalam 1 kali pemakaian digunakan larutan dengan konsentrasi 0,1 % yang diperoleh dari pelarutan 1 gram serbuk ekstrak tapak dara dicampur dengan 100 ml air. Jika dibandingkan dengan harga kolkhisin yang diimpor dari Jepang, produk biovincristine jauh lebih murah. "Untuk harga jual kolkhisin sebesar Rp1.250.000,00/100 gram, sementara produk biovincristine hanya bernilai Rp450.000,00/600 gram," Proses poliploidisasi dilakukan dengan merendam bibit tanaman selama 18 jam ke dalam ekstrak tapak dara dengan konsentrasi 0,1%. Setelah melalui proses perendaman, bibit dicuci dengan air dan kemudian dilakukan penanaman. Bibit tersebut akan tumbuh dengan sifat lebih unggul, misalnya menghasilkan buah, bunga, ataupun batang yang lebih besar dari tanaman normal. Uji pada, bawang merah (Allium cepa L) menunjukkan bahwa ekstrak tapak dara terbukti dapat menginduksi terjadinya poliploidisasi pada bawang merah dengan melihat pelipatan jumlah kromosom. Kromosom menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan keadaan semula (4n) dan ukuran sel mengalami dua kali pembesaran. Dari hal tersebut diasumsikan bahwa ukuran 38

EKO MULYANTO, SP Himpunan Pengetahuan Dasar Tanaman.

bawang merah menjadi dua kali lipat dari semula. Pada dasarnya poliploidisasi dapat diterapkan ke semua jenis tanaman. Namun baru beberapa tanaman yang diujicoba, antara lain, kenikir, melon, dan krisan. Proses ini dilakukan dalam rangka menciptakan varietas tanaman yang dibudidayakan (kultivar) baru, baik bunga potong, buah, maupun tanaman lokal Indonesia yang memenuhi standar. Hasil perlakuan terhadap tanaman krisan diketahui terjadi perubahan ukuran bunga dan diameter batang menjadi dua kali lipat lebih besar dan tinggi bertambah 1,5 kali lipat dari karakter fenotip tanaman normal. Ditambahkannya, tanaman tapak dara yang awalnya dianggap kurang bernilai guna, kini dapat dijadikan suatu komoditas. "Jika nilai guna dan nilai ekonomi tapak dara meningkat, otomatis permintaan akan tanaman tersebut juga naik. Dengan begitu, lahan pasir yang dulunya kurang dimanfaatkan petani bisa digunakan secara insentif sebagai lahan pembudidayaan tanaman tapak dara,"

V.

INFORMASI HAMA PENYAKIT

VI. INFORMASI PENYEDIA BIBIT (SEEDLING SUPPLIER INFORMATION)

39

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful