You are on page 1of 23

JOURNAL READING

RUPTUR TENDON ACHILLES


Pembimbing:

dr. H. Sunaryo, Sp.OT, SH, MH.Kes


Oleh:
Agung Zukhruf
NPM. 10310020

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH


RSUD DR SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
2014

KASUS
Laki laki 23 tahun dengan keluhan sakit di
daerah tumit bagian belakang setelah melakukan
smash. Dengan meloncat tinggi saat bermain bulu
tangkis. Os mengeluh nyeri tumit bagian belakang
dan terdapat GAP (cekungan). Kejadian 3 bulan
yang lalu. Os berobat ke tukang urut dan dokter
umum. Os merasa betis berbenjol dari sisi yang lain.

DIAGNOSA

Ruptur Tendon Achilles

MAKROSKOPIK TENDON ACHILLES


1.

2.

Tendon achilles atau


tendon calcaneus berasal
dari
gabungan
tiga
musculus
yaitu
musculus
gastrocnemius,
musculus soleus dan
musculus plantaris.
Tendon achilles adalah
tendon tertebal dan
terkuat
pada
tubuh
manusia.
Panjangnya
sekitar 15 cm.

MIKROSKOPIK TENDON ACHILLES

DEFINISI
Ruptur adalah putusnya suatu organ atau jaringan.
Ruptur Tendon Achilles adalah putusnya tendon achilles atau cedera
yang mempengaruhi bagian bawah belakang kaki.

ETIOLOGI

Riwayat ruptur tendon achilles sebelumnya


Relatif pada usia tua ( 30 50 tahun )
Cedera dalam olah raga : melompat dan berputar, ataupun
olahraga berat.
Trauma benda tajam atau tumpul pada bawah betis
Obesitas.
Partisipasi dalam aktivitas baru yang berat

TANDA DAN GEJALA

Rasa sakit mendadak yang berat dirasakan pada bagian


belakang pergelangan kaki atau betis.
Terlihat bengkak dan kaku serta tampak memar
Tumit tidak bisa digerakan turun naik.
Sebuah kesenjangan atau depresi dapat dilihat di tendon
sekitar 2 cm di atas tulang tumit.

FAKTOR PREDISPOSISI
a.

b.
c.

d.

e.

Meningkatnya aktivitas (jarak, kecepatan, tinggi/curam


tanjakan)
Berkurangnya waktu relaksasi di antara sesi latihan
Perubahan/pergantian alas kaki (alas kaki bertumit
rendah/tinggi)
Kondisi alas kaki yang buruk (ukuran tumit yang tidak
sesuai, dan pelebaran sisi sepatu)
Terlalu banyak tiarap (meningkatnya beban pada kompleks
gastrocnemius/soleus untuk menelentangkan kaki dan jemari
kaki dengan bebas),

PATOFISIOLOGI

Perubahan posisi kaki secara tiba-tiba atau mendadak


Kontraksi mendadak otot betis
Nyeri tajam dan hebat
Mobilisasi
Serat kolagen rusak
otot melemah
Kontraksi otot betis kuat
dan memendek

tekanan tendon achilles


ruptur tendon achilles

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik :
Dari pergerakan tumit dan otot. Apabila pergerakannya
lemah atau tidak ada pergerakan maka dicurigai tendo
achilles mengalami rupture.

Anamnesis:
Keluhan
a. Nyeri di daerah pergelangan kaki, kadang hingga ke betis
dan kaki
- Tidak dapat atau kurang mampu menggerakan kaki
(terutama gerakan plantar fleksi)
- Kaku di pagi hari

Inspeksi
Pembengkakan di daerah pergelangan kaki
Deformitas / perubahan bentuk

Palpasi
Lokasi Tenderness/nyeri tekan, di tendo achilles
Spasme otot terutama m. gastrocnemius

Thompson test
Posisi pasien tengkurap, kemudian betis pasien diremas. Apabila
tendon achilles normal, maka akan terjadi plantar fleksi tendon
achilles . Namun apabila terjadi ruptur, maka tidak ada pergerakan.


a.

b.

c.

Obriens Test
Posisi pasien tengkurap,
kemudian
pada
daerah
midline 10 cm proksimal dari
calcaneus masukkan jarum
berukuran 25.
Lakukan gerak dorso fleksi
secara pasif, apabila gerak
jarumseperti plantar fleksi
pertanda bahwa tendo
achilles tidak mengalami cede
ra. Bila jarum tidak bergerak,
menandakan tendo achilles
yang mangalami ruptur.
Tidak
disarankan
untuk
dilakukan pada pasien dalam
keadaan sadar.

Copeland Test
a.
Posisi pasien tengkurap, kemudian pada betis dipasang
torniket.
b.
Pergelangan kaki dilakukan dorsofleksi secara pasif.
c.
Apabila tendo utuh, maka tekanan akan naik sekitar 35-60
mmHg. Namun bila tendo mengalami ruptur, tekanan hanya
naik sedikit atau tidak bergerak sama sekali.

FOTO ROUNTGEN

ULTRASONOGRAFI

MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING)

PENATALAKSANAAN
a.

Tindakan non operasi dengan orthotics atau theraphi fisik.


Tindakan tersebut biasanya dilakukan untuk non atlit karena
penyembuhanya lama atau pasienya menolak untuk dilakukan
tindakan operasi.

PENATALAKSANAAN
a.

Tindakan operasi dapat dilakukan, dimana ujung tendon yang


terputus disambungkan kembali dengan teknik penjahitan.
Tindakan pembedahan dianggap paling efektif dalam
penatalaksanaan tendon yang terputus.

DIAGNOSA BANDING