You are on page 1of 26

DISPEPSIA

Catur Nugroho
G99131026

ILUSTRASI KASUS

IDENTITAS PENDERITA
Nama: Tn. M
Umur : 78 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Petani
Alamat : RT 09/03 Tanon Sragen

Keluhan Utama : Nyeri ulu hati


Riwayat Penyakit Sekarang :
Seorang pasien laki-laki datang ke RSDM.
Kurang lebih 4 bulan yang lalu pasien sering
mengeluh nyeri ulu hati. Nyeri terutama pada
malam hari, dirasakan hilang timbul. Nyeri
hilang sesudah makan. Mual muntah -,
penurunan Bb +, rasa penuh -, cepat kenyang
kalau makan +, sering sendawa +.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat sakit jantung : disangkal
Riwayat stroke
: disangkal
Riwayat asma
: disangkal
Riwayat batuk lama : disangkal
Riwayat sakit liver
: disangkal
Riwayat alergi
: disangkal
Riwayat mondok
: disangkal
Riwayat diabetes melitus : disangkal

Riwayat Kebiasaan
Riwayat merokok
: merokok selama 30
tahun
Riwayat minum jamu
: disangkal
Riwayat minum obat pegal linu
:
disangkal
Riwayat minum minuman keras
:
disangkal

Riwayat Penyakit pada Anggota


Keluarga

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

sakit gula
: disangkal
tekanan darah tinggi : disangkal
sakit gula
: disangkal
asma
: disangkal
alergi
: disangkal
batuk lama
: disangkal

Riwayat Sosial dan Ekonomi

Pasien sehari-hari bekerja sebagai petani


penggarap, berhenti sejak 2009. Mempunyai
satu orang istri dan empat orang anak.
Pasien makan tiga kali sehari, porsi sedang
dengan lauk pauk tempe, tahu, kadangkadang telur, daging ayam atau ikan.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan

Sakit sedang, compos mentis, gizi kesan cukup

Umum
Tanda Vital

Tensi

Nadi

tegangan cukup

Frekuensi Respirasi: 20 x/menit

Suhu

Status Gizi

BB = 50 kg

: 130/90mmHg
: 90 x/ menit, irama reguler, isi dan

: 36.8 0C

TB = 173 cm
IMT = 16,51

C. Kulit

Warna

sawo

hiperpigmentasi

matang,
(-),

kering

turgor
(-),

menurun

teleangiektasis

(-),
(-),

petechie (-), ikterik (-), ekimosis (-), pucat (-)

D. Kepala

Bentuk mesocephal, rambut warna hitam, uban


(+), mudah rontok (-), luka (-)

E. Mata

Mata cekung (-/-), konjunctiva pucat (-/-), sklera ikterik


(-/-), perdarahan subkonjugtiva (-/-), pupil isokor dengan
diameter (3 mm/3 mm), reflek cahaya (+/+), edema
palpebra (-/-), strabismus (-/-)

Telinga

Membran timpani intak, sekret (-), darah (-), nyeri tekan


mastoid (-), nyeri tekan tragus (-)

Hidung

Nafas cuping hidung (-), sekret (-), epistaksis (-), fungsi


penghidu baik

Mulut

Sianosis (-), gusi berdarah (-), gigi tanggal (+), bibir kering
(-), pucat (-), lidah tifoid (-), papil lidah atrofi (-), stomatitis
(-), luka pada sudut bibir (-)

Leher

JVP R+2cm (tidak meningkat), trakea di tengah, simetris,


pembesaran kelenjar tiroid (-), pembesaran limfonodi
cervical (-), leher kaku (-), distensi vena-vena leher (-)

Thorax

Bentuk normochest, simetris, pengembangan dada kanan


= kiri, retraksi intercostal

(-), spider nevi (-), pernafasan

torakoabdominal, sela iga melebar (-), pembesaran KGB


axilla (-/-)

Jantung :
Inspeksi
Palpasi

Iktus kordis tidak tampak


Iktus kordis teraba di SIC V 1 cm medial linea medioclavicularis

Perkusi

Iktus kordis tidak kuat angkat


Batas jantung kanan atas : SIC II linea sternalis dextra
Batas jantung kanan bawah : SIC IV linea parasternalis dekstra
Batas jantung kiri atas : SIC II linea parasternalis sinistra
Batas jantung kiri bawah : SIC V 1 cm medial linea medioklavicularis
sinistra
Pinggang jantung : SIC II-III parasternalis sinistra

konfigurasi jantung kesan tidak melebar


Auskultasi HR : 100 kali/menit reguler. Bunyi jantung I-II murni, intensitas
normal, reguler, bising (-), gallop

(-). Bunyi jantung I > Bunyi

jantung II, di SIC V 1 cm medial linea medioklavikula sinistra dan SIC


IV linea parasternal sinistra. Bunyi jantung II > Bunyi jantung I di SIC
II linea parasternal dextra et sinistra.

Pulmo :

Inspeksi

Normochest, simetris, sela iga melebar (-), iga mendatar


(-). Pengembangan dada kanan = kiri, sela iga melebar,
retraksi intercostal (-)

Palpasi

Simetris. Pergerakan dada ka = ki, peranjakan dada ka = ki,


fremitus raba kanan = kiri

Perkusi
Auskultasi

Sonor / Sonor
Suara dasar vesikuler intensitas normal, suara tambahan
wheezing (-/-), ronchi basah kasar (-/-), ronchi basah halus
basal paru (-/-), krepitasi (-/-)

Abdomen :

Inspeksi

Dinding perut sejajar dari dinding thorak, distended (-), venektasi


(-), sikatrik (-), stria (-), caput medusae (-)

Auscultasi

Peristaltik (+) normal

Perkusi

Timpani, pekak alih (-)

Palpasi

Supel, nyeri tekan (+). Hepar tidak teraba. Lien tidak teraba.

Genitourina Ulkus (-), sekret (-), tanda-tanda radang (-)


ria
Ekstremitas Kuku pucat (+), spoon nail (-)
Akral dingin
__
__
__
__

Odem

RESUME
Seorang pasien laki-laki Tn S 78 th datang ke
RSDM. Kurang lebih 1 bulan yang lalu pasien
sering mengeluh nyeri ulu hati. Nyeri hilang
timbul. Nyeri hilang sesudah makan. Mual muntah
+, penurunan Bb +, rasa penuh +, cepat kenyang
kalau makan +, sering sendawa +.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan : IMT=16,51,
RrR=20x /menit, TD = 130/90, N = 90 x/menit

DIAGNOSIS
DISPEPSIA ULCER LIKE TYPE
TUJUAN PENGOBATAN
Menetralisir asam lambung yang berlebihan.
Menghambat produksi asam lambung.
Melindungi sel-sel mukosa lambung.
modifikasi gaya hidup

PENGOBATAN
1. Obat-obatan antasid (obat ini mengandung senyawa
basa/alkali untuk menetralisir asam lambung (HCL)
yang berlebihan).
Antasid DOEN (obat generik), promag, mylanta, rennie,
dexanta, plantacid.
2. H2 blocking agent (untuk menghambat produksi asam
lambung / HCL)
Cimetidin (obat generik), cimet, ranitidine, radin,
famotidin.
Ctt: Untuk laki-laki, hindari penggunaan cimetidin
untuk jangka panjag, karena menimbulkan efek
samping impotensi dan gynekomastia.

3. Koloid alumunium (untuk melapisi sel-sel


lambung dari serangan asam lambung.
sucralfat
4. Penghambat pompa proton (H+)
omeprazol, OMZ
5. Obat-obat anti mual muntah
metoklopramid, primperan, compositum,
vometa.

6. Analgesik (mengurangi rasa nyeri)

parasetamol, parasetamol-coles, panadol,


hebron. Jangan menggunakan analgesik yang
bersifat asam spt ibuprofen, proris, aspirin, asam
mefenamat.

7. Antiflatulen (untuk mengurangi gas dan kembung)


simetikon,dimetil polisiloksan

Medikamentosa
R/ Ranitidine inj amp no III
cum disposs. Syringe cc 3 No III

S imm
R/ Antrain inj amp No III
cum disposs. Syringe cc 3 No III
S imm
R/ Paracetamol tab mg 500 No.XXI
S 3 dd tab 1 p.r.n.

R/
S
R/
S
R/
S

Antasyda DOEN suspensi cc 60 No I


3 dd Cth II pc et ante noctum
Ulsidex tab mg 1000 No III
4 dd tab 1 1h ac et ante noctum
Omeprazol tab mg 40 No I
0-0-1

Ranitidine
Daya menghambat senyawa-furan terhadap
sekresi asam. Tidak merintangi perombakan
oksidatif dari obat-obat lain. Resorpsinya
pesat dan baik, tidak dipengaruhi oleh
makanan. Efek samping seperti simetidin,
diare (sementara), nyeri otot, pusing-pusing,
reaksi
kulit.
Tapi
tdak
menyebabkan
gynecomastia.

Antrain
Isinya Metamizole Na. Fungsinya sebagai penghilang
nyeri akibat colic maupun pasca operasi. Kontra
indikasi pada kehamilan dan menyusui, bayi kurang
dari 3 bulan atau berat badan kurang dari 5 kg. Pada
penggunaan jangka panjang monitor fungsi hati dan
hitung darah karena dapat menyebabkan kerusakan
susunn darah, gangguan fungsi ginjal dan hati,
agranulocitosis, reaksi alergi. Kontraindikasi pada
nyeri otot pada flu, rheumatik, lumbago, bursitis,
shoulders-arm sindrom

Antasida DOEN
Golongan obat ini mudah didapat dan murah.
Antasid akan menetralisir sekresi asam lambung.
Antasid biasanya mengandung Alumuniummagnessium hidroksida gel. Pemberian antasid
jangan terus-menerus, sifatnya hanya simtomatis,
unutk mengurangi rasa nyeri. Mg triksilat dapat
dipakai dalam waktu lebih lama, juga berkhasiat
sebagai adsorben sehingga bersifat nontoksik,
namun dalam dosis besar akan menyebabkan
diare karena terbentuk senyawa MgCl2. Indikasi
untuk tukak lambung dan usus 12 jari, gastritis,
refluk esofgitis, hiperaciditas lambung, perut
kembung karena gas dalam perut.

Ulsidex
Berisi sucralfat. Indikasi untuk peptic ulcer.
Dapat membentuk suatu komplek protein
pada permukaan tukak yang melindunginya
dari
HCL,
pepsin,
dan
empedu.Menetralkanasam, menahan kerja
pepsin dan mengadsorpsi asam empedu.
Efek samping obstipasi, mulut kering, dan
erythema.

Omeprazole
Merupakan penghambat pompa-proton yang
digunakan
untuk
menurunkan
dengan
sangat kuat produksi asam lambung. Efek
samping: gangguan lambung-usus, nyeri
kepala, nyeri otot dan sendi, vertigo, gatalgatal dan rasa kantuk atau sukar tidur.

Paracetamol
Mempunyai
efek
analgesik
yaitu
menghilangkan rasa nyeri ringan sampai
dengan sedang. Obat ini juga mempunyai
efek antipiretik yang diduga melalui efek
sentral.efek
anti
inflamasinya
lemahsehingga tidak digunakan sebagai anti
reumatik.
Parasetamol
merupakan
penghambat prostaglandin yang lemah. Efek
iritasi, erosi, dan perdarahan lambung tidak
terlihat.