You are on page 1of 1

14-24

Terlihat, samar atau Gelap

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari
segala
sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)
Bayangkan jika seorang manusia, dari saat dia masih SD sudah tahu akan
menikah
dengan seseorang yang berasal dari suku mana, pekerjaannya apa, ketemu
dimana,
resepsi pernikahannya seperti apa, dan seterusnya.
Bagaimana jika kita
hidup dalam
situasi yang pasti seperti itu? Tentu tidak enak, hambar dan datar. Semua
sudah
ketahuan dan pasti seperti kita main game yang sama berulang-ulang. Sudah
tahu
akan terjadi seperti apa di titik mana dalam kondisi bagaimana.
Tapi itulah satu sifat dasar manusia, dimana kita serba ingin mencari dan
meminta
kepastian atau jaminan dalam hidup. Dengan segala macam cara orang tua
ingin
anaknya nanti besar dan dewasa dengan modal dasar yang memadai, maka banyak
berjuang
bekerja dan menabung supaya bisa memberikan warisan yang cukup bagi
anaknya. Setap
anak sudah disiapkan rumah, mobil bahkan modal untuk usaha.
Di kantor
para
karyawan meminta jaminan dan kepastian ini dan itu dari manajemen
perusahaan.
Tanpa kita sadari juga kita sering menuntut hal yang sama seperti itu
kepada Tuhan.
Dalam doa dan pengharapan kita keluar keinginan walau tersamar, minta
bukti atau
tanda tentang berbagai hal,
uang, pasangan hidup dan sebagainya. Kita
ingin
berjalan dalam kondisi semua serba terlihat jelas dan terang benderang.
Ayat di
atas mengingatkan kita bahwa iman adalah dasar yang kita harapkan dan bukti
dari
yang tidak kita lihat. Seberapa kita mau beriman kepada Tuhan, bahkan dalam
keadaan
terlihat, samar-sama atau gelap sekalipun?.
Tuhan membimbing kita,
Salam dan doa,
Ulbrits Siahaan

(ulbrits@gmail.com<mailto:ulbrits@gmail.com>, 0818-188103)