You are on page 1of 14

BORANG PORTOFOLIO

No. ID dan Nama Peserta :


dr. Viletta Fitria Savatwini
No. ID dan Nama Wahana :
RSUD Gunung Jati Kota Cirebon
Topik :
Plasenta Previa
Tanggal (kasus) :
17 Mei 2015
Nama Pasien :
Ny. K.S.
No. RM :
864191
Tanggal Presentasi :
27 Mei 2015
Pendamping : dr. Andra
Tempat Presentasi :
Ruang Komite Medik RSUD Gunung Jati Kota Cirebon
Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Bumil
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Deskripsi :
Perempuan, usia 29 tahun, keluar darah dari jalan lahir 1 jam SMRS
Tujuan :
Menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan plasenta previa
Bahan
Kasus
Tinjauan Pustaka Riset
Audit
Bahasan :
Cara
Presentasi dan Diskusi
Diskusi
E-mail
Pos
Membahas :
Data

Nama : Ny. K.S.


Pasien :
Nama Klinik : IGD RSUD Gunung Jati
Data Utama untuk Bahan Diskusi :

No. Registrasi : 864191


Telp : -

Terdaftar sejak : -

Diagnosis/Gambaran Klinis
Keluhan Utama : Keluar darah dari jalan lahir
Riwayat Penyakit Sekarang
G2P1A0 merasa hamil 8 bulan. Pasien datang ke IGD RS pukul 03.11 WIB rujukan dari bidan
dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir. Darah berwarna merah segar, kurang lebih sebanyak 1
pampers dewasa, yang dirasakan semakin lama semakin bertambah banyak. Mulas dirasakan saat
keluar darah. Pasien tidak ada riwayat trauma sebelumnya. Pasien mengatakan gerakan janin masih
dirasakan. Pasien teratur kontrol kandungan ke dokter Sp.OG dan oleh dokter dilakukan USG.
Riwayat Pengobatan :
Pasien dibawa kebidan saat mengalami perdarahan, selanjutnya bidan langsung merujuk pasien
ke RSUD Gunung Jati karena perdarahan tidak dapat tertangani.
Riwayat Penyakit Dahulu :
- Usia kehamilan 4 bulan dan 6 bulan mengalami perdarahan dari jalan lahir.
- Riwayat penyakit asma, hipertensi dan diabetes diasangkal oleh pasien.

Riwayat Haid
-

Menarche

: 14 tahun
1

Lama haid
HPHT
TP

: 28 hari
: 25-07-2014
: 02-04-2015

Riwayat Obstetri :
No. Keadaan kehamilan,
persalinan
1.
Lahir normal PB dan BB
tidak ingat, lahir langsung
menangis
2.
G2P1A0/ Hamil saat ini

Umur sekarang/
tgl. lahir
10 tahun

Keadaan anak
Sehat

Tempat
kelahiran/perawatan
Lahir di paraji

Riwayat Pekerjaan :
Pasien adalah seorang ibu rumah tangga.
Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik :
Pasien tinggal bersama suaminya dan satu orang anaknya. Pasien tinggal di lingkungan yang
padat penduduk. Jarak tempat tinggal pasien dengan fasilitas kesehatan terdekat kurang lebih butuh
waktu perjalanan 1 jam.
Riwayat Imunisasi :
Pasien sudah melakukan imunisasi TT dua kali.
Pemeriksaan Fisik :
Kesadaran
: Composmentis, GCS E:4 V:5 M:6
Kesan Umum : Pasien tampak sakit sedang
Vital Sign
Status gizi
Status General
Kepala/Leher
Thoraks

Abdomen

: TD: 100/70 mmHg, N: 80x/mnt, kuat, regular, RR= 18x/mnt, T=36,3oC


: BB 20 kg, Kesan gizi cukup
:
: Conjungtiva anemis (+/+), Skelra ikterik -/-,
Refleks cahaya (+/+), pupil isokor, AICD -/-/-/: Simetris, ketinggalan gerak (-/-), retraksi (-/-)
Pulmo : fremitus sama, sonor, vesikuler (+/+),
Rhonki -/-, wheezing -/Cor : S1-2 tunggal, regular, murmur(-), gallop (-)
: Cembung, garvida 31-32 minggu, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-), hepar
tidak bisa dinilai, lien tidak bisa dinilai

Ekstremitas

: akral hangat, kering, merah, CRT<2 detik, edema (-/-)

Genitalia

: Inspeksi perdarahan (+)

Pemeriksaan Obstetri :
2

Pemeriksaan luar :
-

TFU : 27 cm
Leopold I : teraba bagian bulat, lunak dan tidak melenting
Leopold II : kanan teraba bagian kecil dan lunak, kiri bagian memanjang dengan tahanan
Leopold III : teraba bagian bulat, keras dan melenting
Leopold IV : konvergen

His : (+)
BJA : 140 x/menit, reguler
TBBA : 2049 gram

Pemeriksaan dalam : tidak dilakukan


Pemeriksaan Penunjang
Darah Rutin pre OP (19/05/2015):
-

Hb : 10,6 g/dl
Hct : 33,2%
Leukosit : 8.690 sel/UI
Trombosit : 212.000 sel/UI
BT : 300
CT : 500
HBsAg : Anti HIV : -

USG (20/04/2015)
Janin tunggal, hidup, presentasi kepala, TBJ 1600 gr, air ketuban cukup, insersi plasenta di corpus
anterior meluas ke bawah menutupi OUI.
KESAN : G2P1A0 gravida 29-30 minggu, janin tunggal hidup presentasi kepala dengan plasenta
previa totalis.
USG (05/05/2015)
Janin tunggal, hidup, presentasi kepala, TBJ 1700 gr, air ketuban cukup, insersi plasenta di corpus
belakang meluas ke bawah mendekati OUI.
KESAN : G2P1A0 gravida 30-31 minggu, janin tunggal hidup presentasi kepala dengan plasenta letak
rendah.
USG (17/05/2105)
Janin tunggal, hidup, letak kepala, pulsasi jantung (+), TBJ 2049 gr, air ketuban cukup, insersi

plasenta menutupi OUI.


KESAN : G2P1A0 gravida 31-32 minggu, janin tunggal hidup presentasi kepala dengan plasenta
previa totalis.
Daftar Pustaka :

Prawirohardjo. S, Ilmu Kebidanan, Ed. III, cet.II, Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo, 1992.
Bagian Obstetri & Ginekologi Fak.Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, Obstetri
Patologi, Ed. 1984, Elstar Offset Bandung.
Cunningham, Mac Donald, Gant. 2005. William Obstetri, Edisi 22. Jakarta: EGC.
Fakultas Kedokteran Uneversitas Padjajaran. Obstetri Fisiologi. Bandung: FK Unpad.
Manuaba, I.G. 2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Gynekologi dan
KB. Jakarta: EGC.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri : Obstetric Fisiologi, Obstetric Patologis. Jakarta:
EGC.
Mansjoer Arif, Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke 3. Jakarta : Media Aesculapius Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. 2000.
Hasil Pembelajaran :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Membuat diagnosis plasenta previa


Mengetahui prinsip tatalaksana plasenta previa
Mengetahui masalah apa yang dapat timbul pada plasenta previa
Mekanisme plasenta previa dan hubungannya dengan hasil pemeriksaan fisik pada kasus ini
Edukasi tentang perjalanan penyakit dan prognosis penyakit pada pasien.
Edukasi dan pencegahan plasenta previa

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. Subjektif :

G2P1A0 merasa hamil 8 bulan

Keluar darah dari jalan lahir

Darah berwarna merah segar, sebanyak kurang lebih 1 pempers dewasa, yang
dirasakan semakin lama semakin bertambah banyak

Mulas dirasakan saat keluar darah

Tidak ada riwayat trauma sebelumnya

Gerakan janin masih dirasakan

Pasien memiliki riwayat keluhan yang sama pada usia kehamilan 4 dan 6 bulan

2. Objektif :
Pemeriksaan Fisik
Kesadaran
: Composmentis, GCS E:4 V:5 M:6
Kesan Umum : Pasien tampak sakit sedang
Vital Sign

: TD: 100/70 mmHg, N: 80x/mnt, kuat, regular,


RR= 18x/mnt, T=36,3oC
Status General :
Kepala/Leher
: Conjungtiva anemis (+/+)
Abdomen
: Cembung, garvida 31-32 minggu, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-)
Ekstremitas

: Akral hangat, kering, merah, CRT<2 detik, edema (-/-)

Genitalia

: Inspeksi perdarahan (+)

Pemeriksaan Obstetri :
Pemeriksaan luar :
-

TFU : 27 cm
Leopold I : teraba bagian bulat, lunak dan tidak melenting
Leopold II : kanan teraba bagian kecil dan lunak, kiri bagian memanjang dengan

tahanan
Leopold III : teraba bagian bulat, keras dan melenting
Leopold IV : konvergen

His : (+)
BJA : 140x/menit, reguler
TBBA : 2049 gram

Pemeriksaan dalam : tidak dilakukan


Pemeriksaan Penunjang
USG (20/04/2015)
Janin tunggal, hidup, presentasi kepala, TBJ 1600 gr, air ketuban cukup, insersi plasenta di
corpus anterior meluas ke bawah menutupi OUI.
KESAN : G2P1A0 gravida 29-30 minggu, janin tunggal hidup presentasi kepala dengan
plasenta previa totalis.
USG (05/05/2015)
Janin tunggal, hidup, presentasi kepala, TBJ 1700 gr, air ketuban cukup, insersi plasenta di
corpus belakang meluas ke bawah mendekati OUI.
KESAN : G2P1A0 gravida 30-31 minggu, janin tunggal hidup presentasi kepala dengan
plasenta letak rendah.
USG (17/05/2105)
Janin tunggal, hidup, letak kepala, pulsasi jantung (+), TBJ 2049 gr, air ketuban cukup,
insersi plasenta menutupi OUI.
KESAN : G2P1A0 gravida 31-32 minggu, janin tunggal hidup presentasi kepala dengan
plasenta previa totalis.
3. Assesment (penalaran klinis) :
Pengertian Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen
bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir.
Plasenta previa adalah plasenta yang ada didepan jalan lahir (prae = di depan ; vias =
jalan). Jadi yang dimaksud A Plasenta previa merupakan implantasi plasenta di bagian bawah
sehingga menutupi ostium uteri internum, serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan
segmen bawah rahim. Placenta Previa adalah keadaan dimana placenta berimplantasi pada
tempat abnormal yakni pada segmen bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh
6

pembukaan jalan/ostium uteri internal (OUI). Pada plasenta pervia, jaringan plasenta tidak
tertanam dalam korpus uteri jauh dari ostium internum servisis, tetapi terletak sangat dekat
atau pada ostium internum tersebut.

Klasifikasi
Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan
jalan lahir pada waktu atau derajat abnormalitas tertentu :
1. Plasenta previa totalis : bila ostium internum servisis seluruh pembukaan jalan lahir
tertutup oleh plasenta.
2. Plasenta previa lateralis : ostium internum servisis bila hanya sebagian pembukaan
jalan lahir tertutup oleh plasenta.
3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir
pembukaan jalan lahir.
4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan
jalan lahir.
Derajat plasenta previa akan tergantung kepada luasnya ukuran dilatasi serviks saat
dilakukan pemeriksaan. Perlu ditegaskan bahwa palpasi digital untuk mencoba memastikan
hubungan yang selalu berubah antara tepi plasenta dan ostium internum ketika serviks
berdilatasi, dapat memicu terjadinya perdarahan hebat.

Etiologi
Penyebab terjadinya plasenta previa diantaranya adalah mencakup :
a. Perdarahan (hemorrhaging).
b. Usia lebih dari 35 tahun.
c. Multiparitas.

d. Pengobatan infertilitas.
e. Multiple gestation.
f. Erythroblastosis.
g. Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya.
h. Keguguran berulang.
i. Status sosial ekonomi yang rendah.
j. Jarak antar kehamilan yang pendek.
k. Merokok.
Penyebab plasenta previa secara pasti sulit ditentukan, tetapi ada beberapa faktor yang
meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa, misalnya bekasoperasi rahim (bekas
sesaratau operasi mioma), sering mengalami infeksi rahim (radang panggul), kehamilan
ganda, pernah plasenta previa, atau kelainan bawaan rahim.
Tanda dan gejala
a. Perdarahan tanpa nyeri.
b. Perdarahan berulang.
c. Warna perdarahan merah segar.
d. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah.
e. Timbulnya perlahan-lahan.
f. Waktu terjadinya saat hamil.
g. His biasanya tidak ada.
h. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi.
i. Denyut jantung janin ada.
j. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina.

k. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul.


l. Presentasi mungkin abnormal.
Kejadian yang paling khas pada plasenta previa adalah pendarahan tanpa nyeri biasanya
baru terlihat setelah trimester kedua atau sesudahnya. Namun demikian, banyak peristiwa
abortus mungkin terjadi akaibat lokasi abnormal plasenta yang sedang tumbuh. Penyebab
pendarahan perlu ditegaskan kembali. Kalau plasenta terletak pada ostium internum,
pembentukan segmen bawah uterus dan dilatasi ostium internum tanpa bisa dielakkan akan
mengakibatkan robekan pada tempat pelekantan plasenta yang diikuti oleh pendarahan dari
pembuluh-

pembuluh

darah

uterus.

Pendarahan

tersebut

diperberat

lagi

dengan

ketidakmampuan serabut- serabut otot miometrium segmen bawah uterus untuk mengadakan
kontaksi dan retraksi agar bias menekan bembuluh darah yang rupture sebagaimana terjadi
secara normal ketika terjadi pelepasan plasenta dari dalam uterus yang kosong pada kala tiga
persalinan.
Akibat pelekatan yang abnormal seperti terlihat pada plasenta akreta, atau akibatdaerah
pelekatan yang sangat luas, maka proses perlekatan plasenta kadangkala terhalang dan
kemudian dapat terjadi pendarahan yang banyak setelah bayi dilahirkan. Pendarahan dari
tempat implantasi plasenta dalam segmen bahwa uterus dapat berlanjut setelah plasenta
dilahirkan, mengingat segmen bahwa uterus lebih cendrung memiliki kemampuan kontraksi
yang jelek dibandingkan korpus uteri. Sebagai akibatnya, pembuluh darah memintas segmen
bahwa kurang mendapat kompresi. Pendarahan dapat terjadi pula akibat laserasi pada bagian
bahwa uterus dan serviks yang rapuh, khususnya pada usaha untuk mengeluarkan plasenta
yang melekat itu secara manual.
Faktor Predisposisi dan Presipitasi
Faktor predisposisi dan presipitasi yang dapat mengakibatkan terjadinya plasenta previa
adalah :
1. Melebarnya pertumbuhan plasenta :
- Kehamilan kembar (gamelli).
- Tumbuh kembang plasenta tipis.
2. Kurang suburnya endometrium :
-

Malnutrisi ibu hamil.


Melebarnya plasenta karena gamelli.
Bekas seksio sesarea.
9

Sering dijumpai pada grandemultipara.

3. Terlambat implantasi :
-

Endometrium fundus kurang subur.


Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk blastula yang siap
untuk nidasi.

Patofisiologi
Seluruh plasenta biasanya terletak pada segmen atau uterus. Kadang-kadang bagian atau
seluruh organ dapat melekat pada segmen bawah uterus, dimana hal ini dapat diketahui
sebagai plasenta previa. Karena segmen bawah agak merentang selama kehamilan lanjut dan
persalinan, dalam usaha mencapai dilatasi serviks dan kelahiran anak, pemisahan plasenta
dari dinding uterus sampai tingkat tertentu tidak dapat dihindarkan sehingga terjadi
pendarahan.
Diagnosa dan Gambaran Klinis
a.
-

Anamneses
Gejala pertama; perdarahan pada kehamilan setelah 28 minggu/trimester III
Sifat perdarahan; tanpa sebab, tanpa nyeri, berulang
Sebab perdarahan; placenta dan pembuluh darah yang robek; terbentuknya SBR,

terbukanya osteum/manspulasi intravaginal/rectal.


Sedikit banyaknya perdarahan; tergantung besar atau kecilnya robekan pembuluh

b.
c.
-

darah dan placenta.


Inspeksi
Dapat dilihat perdarahan pervaginam banyak atau sedikit.
Jika perdarahan lebih banyak; ibu tampak anemia.
Palpasi abdomen
Janin sering belum cukup bulan; TFU masih rendah.
Sering dijumpai kesalahan letak
Bagian terbawah janin belum turun, apabila letak kepala biasanya kepala masih
goyang/floating.

Komplikasi
Kemungkinan komplikasi yang dapat ditimbulkan dari adanya plasenta previa adalah
sebagai berikut :
a. Pada ibu dapat terjadi :
- Perdarahan hingga syok akibat perdarahan
- Anemia karena perdarahan

10

Plasentitis Endometritis pasca persalinan

b. Pada janin dapat terjadi :


-

Persalinan premature
Asfiksia berat

Penatalaksaan Plasenta Previa


a.
-

Konservatif bila :
Kehamilan kurang 37 minggu.
Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal).
Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama

15 menit).
Perawatan konservatif berupa :
Istirahat.
Memberikan hematinik dan spasmolitik untuk mengatasi anemia.
Memberikan antibiotik bila ada indikasii.
Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit.
Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif

maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.
Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama.
b.
-

Penanganan aktif bila :


Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan.
Umur kehamilan 37 minggu atau lebih.
Anak mati
Penanganan aktif berupa :
Persalinan per vaginam.
Persalinan per abdominal.
Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up)

yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan :
-

Plasenta previa marginalis


Plasenta previa letak rendah
Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala
sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit
perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus
per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi
perdarahan banyak, lakukan seksio sesar.

c. Penanganan (pasif)
- Tiap perdarahan triwulan III yang lebih dari show harus segera dikirim ke Rumah

11

sakit tanpa dilakukan suatu manipulasi/UT.


Apabila perdarahan sedikit, janin masih hidup, belum inpartus, kehamilan belum
cukup 37 minggu/berat badan janin kurang dari 2.500 gram persalinan dapat ditunda

dengan istirahat, obat-obatan; spasmolitik, progestin/ progesterone, observasi teliti.


Siapkan darah untuk transfusi darah, kehamilan dipertahankan setua mungkin supaya
tidak prematur Bila ada anemia; transfusi dan obat-obatan penambah darah.
Penatalaksanaan kehamilan yang disertai komplikasi plasenta previa dan janin

prematur tetapi tanpa perdarahan aktif, terdiri atas penundaan persalinan dengan
menciptakan suasana yang memberikan keamanan sebesar-besarnyabagi ibu maupun
janin. Perawatan di rumah sakit yang memungkinkan pengawasan ketat, pengurangan
aktivitas fisik, penghindaran setiap manipulasi intravaginal dan tersedianya segera terapi
yang tepat, merupakan tindakan yang ideal. Terapi yang diberikan mencangkup infus
larutan elektrilit, tranfusi darah, persalinan sesarea dan perawatan neonatus oleh ahlinya
sejak saat dilahirkan.
Pada penundaan persalinan, salah satu keuntungan yang kadang kala dapat diperoleh
meskipun relatif terjadi kemudian dalam kehamilan, adalah migrasi plasenta yang cukup
jauh dari serviks, sehingga plasenta previa tidak lagi menjadi permasalahn utama. Arias
(1988) melaporkan hasil-hasil yang luar biasa pada cerclage serviks yang dilakukan
antara usia kehamilan 24 dan 30 minggu pada pasien perdarahan yang disebabkan oleh
plasenta previa. Prosedur yang dapat dilakukan untuk melahirkan janin bisa digolongkan
ke dalam dua kategori, yaitu persalinan sesarea atau per vaginam. Logika untuk
melahirkan lewat bedah sesarea ada dua :
1. Persalinan segera janin serta plasenta yang memungkinakan uterus untuk berkontraksi
sehingga perdarahan berhenti
2. Persalinan searea akan meniadakan kemungkinan terjadinya laserasi serviks yang
merupakan komplikasi serius persalinan per vaginam pada plasenta previa totalis serta
parsial.
Pengaruh Plasenta Previa Terhadap Kehamilan
a. Karena terhalang oleh placenta maka bagian terbawah janin tidak dapat masuk PAP.
Kesalahan- kesalahan letak; letak sunsang, letak lintang, letak kepala mengapung.
b. Sering terjadi partus prematur; rangsangan koagulum darah pada servix, jika banyak
placenta yang lepas kadar progesterone menurun dan dapat terjadi His, pemeriksaan
dalam.
12

Pengaruh Plasenta Previa Terhadap Partus


a. Letak janin yan tidak normal; partus akan menjadi patologis.
b. Bila pada placenta previa lateralis; ketuban pecah/dipecahkan dapat terjadi prolaps
funkuli.
c. Sering dijumpai insersi primer.
d. Perdarahan.
Pengaruh Plasenta Previa Terhadap Persalinan
a. Seksio Sesarea Seksio Sesarea merupakan metode persalinan janin yang bisa diterima
hampir pada semua kasus plasenta previa. Jika letak janin plasenta cukup jauh di
posterior sehingga segmen bawah uterus dapat diinsisi tranversal tanpa mengenai
jaringan plasenta dan jika posisi sefalik, maka insisi yang disukai adalah insisi
transversal.
b. Prognosis Prematuritas merupakan penyebab utama kematian perinatal, sekalipun
penatalaksanaan plasenta previa seperti yang diharapkan sudah dilakukan.

4. Plan :
Diagnosis : G2P1A0 gravida 31-32 minggu dengan plasenta previa totalis
Pengobatan :
Pre-Operatif :

Bed rest

Terminasi kehamilan

IVFD RL 20 tetes/menit

Duvadilan 2 amp

Kalmethasone 2 amp

Siapkan darah PRC

Post- Operatif :

IVFD RL 20 tetes/menit

13

Ceftriaxone 2 x 1 gr IV

Metronidazol 3 x 500 mg IV

Ketorolac 2 x 30 mg IV

Cek Hb cito post op

Pendidikan :

Menerangkan pada keluarga pasien tentang kondisi dan penyakit pasien


Menjelaskan pada keluarga pasien tentang pengobatan yang diberikan dan waktu yang
diperlukan selama proses pemulihan pasien

Memberikan penjelasan mengenai perjalanan penyakit pasien

Penjelasan dan informed concent mengenai penanganan selanjutnya dan resiko yang
mungkin muncul

Informed concent kemungkinan tindakan operasi

Meberikan penjelasan mengenai keuntungan dan kerugian semua tindakan

Edukasi mengenai komplikasi penyakit pasien


Edukasi mengenai faktor resiko yang dapat di ubah
Konsultasi :
Perlu dilakukan konsultasi kepada spesialis kebidanan dan kandungan untuk
penanganan lebih lanjut pada pasien-pasien dengan perdarahan aktif.

14