You are on page 1of 5

Nama

NIM
Rombel

: Ulya Gufroni
: 1401414156
: 10

SEJARAH CIVICS DAN PEMERINTAHAN SERTA LANDASAN PERKEMBANGAN
CIVICS DI INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
Civics sebagai mata pelajaran yang menekankan pada aspek teoritik tentang warga negara
dan pemerintah serta hubungan antara warga negara dengan warga negara dan warga negara
dengan pemerintah. Civics berasal dari kata latin civicus yang berarti warga negara dari sebuah
negara kota pada zaman dulu di Yunani kuno. Sedangkan mengapa Civics disebut ilmu
kewarganegaraan Karena dibelakang kat Civics terdapat huruf s yang menunjukkan sebagai
sebuah ilmu. Ilmu kewarganegaraan ini tentu saja sebagai sebuah disiplin ilmu yang memiliki
tujuan, metode, dan objek studi tertentu. Civics merupakan sarana yang digunakan oleh
Pemerintah Indonesia untuk mebentuk warga negara yang memiliki rasa nasionalisme serta
patriotism yang tinggi. Oleh karena itu, civics sangat berperan penting dalam upaya
mempersiapkan warga negara Indonesia menuju warga negara madani yang hidup berlandaskan
asas demokratis.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Singkat Perkembangan Civics dan Pendidikan Kewarganegaraan
Setiap negara bertujuan memiliki warga negara yang baik, pemerintah berupaya
mewujudkan hal tersebut melalui penyiapan program pendidikan bagi warga negaranya yang
salah satu diantaranya adalah PKn. Dalam setiap Negara memiliki PKn yang berbeda-beda
karena bebarapa faktor yang diantaranya adalah sejarah perkembangan bangsa itu serta
perkembangan dalam filsafat pendidikan serta psikologi pendidikan dalam mewujudkan
upayanya itu. Perkembangan PKn di Indonesia banyak dipengaruhi oleh Civics dan
Pendidikan Kewarganegaraan (Civic) di Amerika tanpa mengabaikan Pkn di negara lain.
Civics pertama kali dikenalkan oleh Legiun Veteran Amerika yang negaranya memiliki
banyak variasi latar belakang budaya, ras, dan asal negaranya.
Pada awalnya perkembangan pembelajaran Civics di Amerika tersebut didasarkan pada
teori psikologi yang menekankan bahwa keseluruhan adalah lebih penting dari bagian yang
dicontohkan dengannada adalah bagian dan melodi adalah keseluruhan. Ada dua prinsip
pembelajaran di Amerika Serikat yaitu “What to think” dan “How to think”. Perkembangan
Ilmu Kewarganegaraan dan Pkn di Indonesia terkesan sebagai bahan doktrin, hal ini wajar
karena bahan pelajaran sudah dianggap baik dan benar oleh sebagian besar penduduk. Bagi
bangsa Indonesia Pancasila dan UUD 1945 adalah contoh sesuatu yang telah dianggap baik
dan benar oleh seluruh lapisan masyarakat bahkan telah diakui oleh negara lain. Dalam

prinsip pembelajaran yang pertama “what to think” bahan-bahan pelajaran telah disipkan,
disusun dan ditetapkan oleh negara yang harus disampaikan oleh sekolah melalui guru. Pada
prinsip pembelajaran yang kedua ini yang menganut pendekatan “How to think” yaitu
mengajarkan bagaimana berpikir itu, apa yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang telah
ditetapkan secara desentralistik.
Selain pembelajaran civics yang berorientasi pada community civics kiranya perlu
dikenalkan cabang studi PKn lainnya seperti Economic Civics dan Vocational Civics yang
tidak dapat dilepaskan antara ketiga cabang civics tersebut karena saling terkait satu sama
lain. Saling keterkaitan ini disebabkan seorang warga negara yang baik atau warga negara
yang demokratis adalah warga negara yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya mulai
dari lingkungan keluargasampai pada tataran global. Di samping itu, seorang warga negara
juga harus memiliki kemampuan didalam mengembangkan kemampuannya dalam
berekonomi. Lebih jauh lagi, warga negara hendaknya memiliki keterampilan vokasional
yang dapat membantunya memenuhi kebutuhan hidup dan berpartisipasi dalam berbagai
kegiatan masyarakat bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Disadari pula bahwa
terdapat hubungan yang penting antara pendidikan dan peran serta masyarakat dengan
pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa.
B. Civics dan Pemerintahan
Civics sebagai mata pelajaran yang menekankan pada aspek teoritik tentang warga negara
dan pemerintah serta hubungan antara warga negara dengan warga negara dan warga negara
dengan pemerintah yang diatur oleh hukum merupakan cabang dari ilmu politik yang disebut
dengan Political Democracy. Istilah Civics dan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia
sudah mulai dikenalkan dalam kurikulum sekolah sejak tahun 1968 sebagai upaya untuk
menyiapkan warga negara yang baik. Sejarah perkembangan bangas dan yang erat kaitannya
denag perkembangan demokrasi diawali sejak terbentuknya negara kota di Yunani yang
mencoba menerapkan konsep-konsep dasar demokrasi. Perkembangan selanjutnya untuk
memantapkan ide demokrasi dimulai dengan menganggap hanya warga negara yang tinggal
di kota lah yang dianggap sebagai warga negara. Langkah selanjutnya adalah menempatkan
warga negara dengan segala hak-hak dan kewajibannya.
Pembelajaran tentang pemerintahan dengan cara mengorganisasikan pelajaran civics
adalah memberikan pemahaman dalam bentuk generalisasi tertentu sebagai pedoman dalam
pelajaran civics dan pemerintahan. Proses pembelajaran merupakan bagian kesatuan dari
proses demokrasi. Untuk mengembangkan warga negara demokratis yang kompeten yang
dapat hidup dalam sebuah negara yang memiliki tatanan demokrasi maka para pemuda
dituntut untuk: Pertama, mengetahui teori dan latar belakang pemerintahan yang demokratis.
Kedua, berbagai tanggung jawab pemerintahan, tanggung jawab tidak hanya dibagi antara
berbagai lmbaga namun juga dibagi diantara propinsi dan daerah-daerah kecil.
Di semua negara yang proses demokrasinya sedang berkembang seperti di Indonesia
upaya-upaya untuk menerapkan konsep, prinsip-prinsip dan nilai-nilai demokrasi selalu
menjadi wacana penting. Demokrasi politik adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan

demokrasi yang menekankan pada upaya menumbuhkan pemahaman dan kemampuan
terhadap hak-hak dan kewajiban-kewajiban warga negara serta cara melaksanakannya. Jika
dalam perkembangan demokrasi pada awalnya dikenal dengan demokrasi langsung maka salh
satu ciri demokrasi adalah adanya pemerintahan perwakilan yang berarti bahwa pemerintahan
yang memiliki kekuasaan atau wewenang merupakan kekuasaan yang dimiliki melalui
perwakilan-perwakilan. Pembentukan pemerintah perwakilan dilakukan melalui pemilihan
yang dilakukan oleh rakyat secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.
Kewarganegaraan adalah prinsip kehidupan dalam organisasi negara. Kewarganegaraan
berarti hal-hal yang menyangkut kehidupan warga negara baik mengenai warga negara itu
sendiri maupun keduanya. Prinsip itulah yang mendasari sebuah negara demokrasi. Hokum
berada di atas segalanya termasuk pemerintah yang memiliki kekuasaan untuk mengatur dan
mengendalikan itu. Keterkaitan antara kepercayaan rakyat kepada pemerintah dengan
pelaksanaan kekuasaan pemerintah dalam hubungan antar warga negara denagn negara/
pemerintah sehingga dilakukan secara seimbang agar rakyat merasakan keadilan serta
pemerintah juga merasakan kepercayaan dari masyarakat. Keterkaitan antara warga negara
sebagai warga masyarakat yang diorganisasikan secara politik itu akan diatur pemerintah
menurut aturan hokum dan undang-undang yang pelaksanaanya dilakukan oleh personalia
atau pejabat-pejabat negara melalui institusi-institusi pemerintah denagn mengandalkan pada
kepercayaan dan keseimbangan.
C. Civics, Civic Education, dan Citizenship Education
Civics berasal dari kata latin civicus yang berarti warga negara dari sebuah negara kota
pada zaman dulu di Yunani kuno. Sedangkan mengapa Civics disebut ilmu kewarganegaraan
Karena dibelakang kat Civics terdapat huruf s yang menunjukkan sebagai sebuah ilmu. Ilmu
kewarganegaraan ini tentu saja sebagai sebuah disiplin ilmu yang memiliki tujuan, metode,
dan objek studi tertentu. Pengertian Civics lebih menekankan pada teori dan praktik
pemerintahan demokrasi sedangkan dalam arti luas lebih diorientasikan pada citizenship
education yang lebih menekankan pada keterlibatan dan partisipasi warga negara dalam
permasalahan-permasalahan kemasyarakatan.
Pada sebuah masyarakat yang demokratis akn menempatkan prinsip demokrasi sebagai
karakteristik dari sistem social dan juga tentunya akan dikaji berbagai topik diantaranya
tentang kondisi-kondisi yang diperlukan untuk sebuah masyarakat dan organisasi-organisasi
yang demokratis serta factor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik seseorang.
Kebijakan pendidikan di masa depan harus harus didasarkan pada suatu konsepsi
kewarganegaraan multidimensional sebagai konseksi yang cocok dengan kebutuhan dan
keinginan umat pada awal abad ke 21. Konsepsi ini harus menembus semua aspek
pendidikan, termasuk kurikulum dan pendidikan, pemerintah dan organisasi, serta keterkaitan
antara sekolah-masyarakat.
Sebagaimana di negara demokratis lainnya, PKn di Indonesia bertujuan untuk
menghasilkan warga negara yang demokratis melalui bahan-bahan, metode, serta pengajaran

yang demokratis pula. Dalam penerapannya di Indonesia agak berbeda karena PKn
telahdigunakan sebagai alat indoktrinasi untuk mendukung rezim yang berkuasa pada saat itu.
Dimulai dari era soekarno yang menggunakan pidato-pidatonya sebagai bahan indoktrinasi,
kemudia pada jaman Soeharto yang menggunakan mata pelajaran PMP dan PKn untuk
memperkuat rezim orde barunya.
D. Landasan Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia
Terdapat tiga landasan PKn di Indonesia, yaitu:
1. Landasan Konseptual
Secara Konseptual, pendidikan kewarganegaraan merupakan bidang studi yang
bersifat multifaset dengan konteks lintas bidang keilmuan. Ada beberapa teori yang
membentuk perilaku warga negara melalui proses pembelajaran PKn, diantaranya:
a. Teori-teori Emile Durkheim
b. Teori-teori Thomas Hobbes
c. Teori-teori J.J Rousseau
d. Teori-teori John Locke
2. Landasan Formal Yuridis
Secara yuridis formal, landasan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia adalah
Undang-UUD RI 1945 sebagai landasan konstitusional. Undang-Undang No. 20 Tahun
2003 sebagai landasan operasional, dan Peraturan Menteri No 22 Tahun 2006 tentang
Standar Isi dan No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan sebagai Standar
Kurikuler
3. Landasan Kurikuler
Pada Tahun 2003 disahkanlah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yang menimbulkan dambak yang cukup signifikan terhadap
perubahan sisitem kurikulum di Indonesia.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan Prinsip-prinsip berikut:
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya.
b. Beragam dan terpadu
c. Tanggap terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta seni
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
f. Belajar sepanjang hayat
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Civics merupakan disiplin ilmu yang berasal dari Amerika yang memiliki tujuan untuk
mempersiapkan warga negara yang baik. Setiap negara mempunyai PKn yang bebrbeda-beda
sesuai dengan factor yang melatarbelakangi berdirinya suau negara. Perkembangan Civics di
Indonesia sering dijadikan sebagai alat pemerintah untuk memperkuat rezim yang sedang

berkuasa saat itu. Civics membekali warga negara dengan Ilmu yang menekankan pada teori
dan praktik untuk dapat menuju masyarakat madani.
B. Saran
1. Sebagai seorang calon guru, seharusnya kita dapat mengajarkan Pendidikan
Kewarganegaraan dengan baik dan benar.
2. Penggunaan bahan-bahan, metode serta pengajaran PKn harus sesuai dengan yang
ditetapkan oleh pemerintah.
3. Sebagai seorang calon guru, seharusnya kita dapat melakukan pengembangan kurikulum
dan menjadi lebih inovatif dalam melakukan pengajaran PKn maupun pengajaran lainnya.