You are on page 1of 33

Tinjauan Pustaka

l
i
t
u
s

Stres
Ok
sid
atif
da
n
Pe
ra
n
An
tio
ksi
da
n
pa
da
Di
ab
ete
s
Me

Bambang
Setiawan,* Ek
Suhartono**
*
D
o
kt
e
r
M
u
d
a
A
si
st
e
n
K
i
m
i
a
K
e
d
o
kt
e
r
a
n
,
*
*
B
a
g

ian Kimia
o
Kedokteran,
k
Fakultas Kedokteran
s
Universitas
i
Lambung
d
a
Mangkurat,
t
Banjarbaru,
i
Kalimantan Selatan

f
Abstrak
Diabetes
melitus
(DM)
merupaka
n
penyakit
dengan
kompone
n
stres
oksidatif.
Stres
oksidatif
adalah
keadaan
yang
ditandai
oleh
ketidaksei
mbangan
antara
oksidan
dan
antioksid
an dalam
tubuh.
Munculny
a
stres
oksidatif
pada DM
terjadi
melalui
tiga
mekanism
e, yakni
glikasi
nonenzim
atik pada
protein,
jalur
poliol
sorbitol
(aldosa
reduktase
),
dan
autooksid
asi
glukosa.
Perubaha
n status

i
t
u
d
i
t
a
n
d
a
i
d
e
n
g
a
n
p
e
r
u
b
a
h
a
n
a
k
t
i
v
i
t
a
s
a
n
t
i
o
k
s
i
d
a
n

endogen
serta
meningka
tnya
kerusaka
n
biomolek
ul secara
oksidatif.
Oleh
karena itu
diperluka
n
antioksid
an
eksogen
sebagai
pengham
bat
kerusaka
n
oksidatif
di dalam
tubuh.
Antioksid
an
eksogen
tersebut
dapat
berupa
vitamin
C,
vitamin
E,
dan
glutathio
n.
Kata
kunci
diabetes
melitus,
stres
oksidatif,
antioksid
an

Oxidative
Stress and
The Roles of
Antioxidant
in Diabetes
Mellitus
A
Bambang Setiawan,
b
Suhartono
s

*
Yu
nio
r
Do
cto
rMe
dic
al
Ch
em
istr
y
As
sist
ent
,
**
De
pa
rt
me
nt
of
Me
dic
al
Ch
em
istr
y,
Fa
cul
ty
of
Me
dic
ine
La
mb
un
g
Ma
ng
kur
at
Un
ive
rsit
y,
Ba
nja
rb
ar
u
So
uth
of
Ka
lim
ant
an

tract
a
mellitus is a
n
disease
with
d
oxidative stress
component.
g
Oxidative stress
l
is a
u
caused
by
t
imbalance
a
between oxidant
t
and antioxidant
h
in the human
i
body. Oxidative
o
stress in diabetic
n
happen by three
e
mechanisms:
.
nonenzymatic
K
ey
protein
w
glycation, polyol
or
sorbitol (aldose
ds
reductase)
:
pathway,
and
di
glucose
ab
autooxidation.
et
The change of
es
oxidative state is
m
marked
by
ell
changes
in
itu
activity
of
s,
endogenous
ox
antioxidant and
id
increase
of
ati
oxidative
ve
damage
to
str
biomolecules.
es
Therefore,
s,
exogenous
an
tio
antioxidant has
xi
a beneficial role
da
to
inhibit
nt
oxidative
damage
in
diabetic
patients. These
antioxidants
86
Maj Kedokt
include
vitamin
Indon,
Volum:
C, vitamin 55,
E,
Nomor: 2, Pebruari 2005

Stres Oksidatif dan Peran Antioksidan pada Diabetes Melitus


glukosa berlebih
diduga menjadi
Pendahuluan
penyebab utama
Diabetes
kerusakan
melitus
(DM)jaringan.2
merupakan kelainanFenomena
ini
endokrin
yangdapat disebabkan
banyak dijumpai dioleh kemampuan
Indonesia
denganhiperglikemia
prevalensi sebesarsecara in vivo
1,5-2,3%.1 Diabetesdalam modifikasi
melitus
(istilahoksidatif berbagai
melitus
dalamsubstrat. Selain
bahasa
Latin,itu, hiperglikemia
diartikan
madujuga
terlibat
manis,
merujukdalam
proses
pada
rasa
urinpembentukan
penderita diabetes)radikal
bebas.4
ialah sindrom kronikHiperglikemia
yang ditandai olehmenyebabkan
peningkatan glukosaautooksidasi
darah
glukosa, glikasi
(hiperglikemia) danprotein,
dan
sekresi
glukosaaktivasi
jalur
dalam urin akibatmetabolisme
kekurangan jumlahpoliol
yang
insulin, efek kerjaselanjutnya
mempercepat
atau keduanya.2,3
pembentukan
Berbagai
komplikasi
dapatsenyawa oksigen
diakibatkan
olehreaktif.5
rendahnya
kontrolPembentukan
diabetes. Komplikasisenyawa oksigen
tersebut
tersebut antara lainreaktif
berupa
penyakitdapat
vaskular
sistemikmeningkatkan
modifikasi lipid,
(percepatan
DNA, dan protein
aterosklerosis),
berbagai
penyakit
jantung,pada
5
jaringan.
penyakit
mikrovaskular padaModifikasi
mata
sebagaimolekuler pada
penyebab kebutaanberbagai jaringan
dan degenerasi retinatersebut
(retinopati diabetik),mengakibatkan
katarak,
kerusakanketidakseimbanga
antara
ginjal
sebagain
penyebab gagal ginjalantioksidan
serta kerusakan sarafprotektif
tepi
(neuropati(pertahanan
antioksidan) dan
3
diabetik). Biasanya
peningkatan
begitu
diabetes
produksi radikal
terdeteksi,
sindrom
bebas. Hal itu
ini sudah berkembang
merupakan awal
dan telah terdapat
kerusakan
satu
atau
dua
oksidatif
yang
komplikasi.
dikenal sebagai
Luasnya
stres oksidatif.6
komplikasi
pada
Untuk
diabetes tampaknya
meredam
berkorelasi
dengan
kerusakan
konsentrasi glukosa
oksidatif tersebut
darah
sehingga

diperlukan
antioksidan.
Peningkatan
suplai antioksidan
yang cukup akan
membantu
pencegahan
komplikasi klinis
diabetes melitus,2
meskipun
data
penelitian belum
konsisten.
Penelitian pada
hewan percobaan
membuktikan
bahwa
antioksidan dapat
menghambat
tahap
awal
retinopati,
nefropati,
dan
neuropati.5,7
Demikian
juga
pada
penelitian
manusia,
antioksidan dapat
menghambat
komplikasi
mikrovaskular,
penurunan
insidens penyakit
jantung koroner,
perbaikan sistem
saraf
otonom
jantung,
dan
perbaikan
vasodilatasi.8
Dalam
tulisan ini dibahas
tiga mekanisme
utama
peningkatan stres
oksidatif (glikasi
nonenzimatik
pada
pro-tein,
jalur
poliolsorbitol (aldose
reduktase), dan
autooksidasi
glukosa)
pada
diabetes melitus
serta
peran
berbagai senyawaan atau bahan
antioksidan dalam
meredam
stres
oksidatif akibat
status
glikemia
yang meningkat.

Status Oksidatif
pada DM

Pada diabetesberasal
dari
melitus, pertahananpeningkatan
antioksidan
danproduksi radikal
bebas
akibat
sistem
perbaikan
auto-oksidasi
seluler
akanglukosa,
terangsang sebagaipenurunan
respons
tantangankonsentrasi
6
oksidatif.
Sumberantioksidan berat
stres oksidatif yangmolekul rendah
di jaringan, dan
terjadi
gangguan
aktivitas
pertahanan
antioksidan
enzimatik.7
Kemaknaan stres
oksidatif
pada
patologi penyakit
sering
tidak
tentu.3 Dengan
demikian stres
oksidatif
dan
gangguan
pertahanan
antioksidan
merupakan
keistimewaan
diabetes melitus
yang
terjadi
sejak
awal
penyakit.
Di
samping
itu,
stres
oksidatif
juga
memiliki
kontribusi pada
perburukan dan
perkembangan
kejadian
komplikasi.6
Beberapa
studi
mengungkapkan
penurunan status
antioksidan dalam
plasma dan serum
sampel
dibandingkan
kontrol
berdasarkan usia.
Fenomena
ini
dapat terjadi sejak
anak-anak serta
berjalan
secara
progresif
dan
memburuk sesuai
perjalanan waktu
dan
berkembangnya
komplikasi.6

Pada
diabetes
anak
ditemukan
penurunan

glutation
eritrosit,
glutation total,
-tokoferol
plasma, dan karoten plasma
secara bermakna.
Penurunan
berbagai
antioksidan
tersebut terkait
dengan
pembentukan
senyawa
penanda adanya
stres oksidatif,
misalnya
peningkatan lipid
hidro-peroksida,
diena
terkonjugasi, dan
protein karbonil
secara
bermakna.9 Pada
diabetes usia 5060
tahun
ditemukan
peningkatan
peroksidasi lipid
sejak
onset
diabetes.6
Pertahanan
Antioksidan
Berbagai
studi
secara
konsisten
menunjukkan
defisiensi status
pertahanan
antioksidan total
pada penderita
diabe-tes. Status
pertahanan
tersebut meliputi
glutation,
vitamin
C,
antioksidan
enzim
superoksida
dismutase
(SOD),
dan
6
katalase.
Beberapa
peneliti
mengungkapkan
adanya penurunan
vitamin E pada
penderita
diabetes.10 Selain
vitamin
E,
glutation
juga

ditemukan menuruninsulin,10
serta
pada
penderitamenurunkan
diabetes.
Glutationaktivitas
enzim
dalam
bentukGPX.
tereduksi
(GSH)
Nuttal6
terdapat
dalammenemukan
plasma
manusia,penurunan status
intraseluler, dengan
antioksidan to-tal
kemampuan sebagai
secara bermakna
antioksidan
untuk
pada penderita
menghambat radikal
diabetes berusia
bebas dengan fungsi
lanjut. Meskipun
secara umum sebagai
demikian, pada
buffer redoks,7 dan
kelompok
kofaktor enzim GPX.tersebut
tidak
Bukti
terbaru
didapatkan
mengungkapkan
perbedaan
bahwa GSH berperan
konsentrasi
penting pada diabetes
vitamin E serum
10
melitus.
Perubahansecara bermakna.
terhadap rasio GSH
tereduksi/teroksidasi Kerusakan
(GSH/GSSG)
Oksidatif
mempengaruhi
Hiperglikemi
respons
sel
betaa
menjadi
terhadap glukosa danhallmark
perbaikan
aksi
Maj
Kedokt

Indon,
Volum:

penyakit
kronik
serta
kematian
sel.6,11 Studi oleh
Armstrong
menunjukkan
bahwa
terdapat
korelasi
antara
peningkatan lipid
hidroperoksida
serum
dengan
prevalensi
retinopati
pada
penderita diabetes
dengan
komplikasi.5,9
Penanda lain, yaitu
isoporostan
F2,
juga
ditemukan
meningkat
pada
kedua tipe diabetes
melitus.8

Kerusakan
oksidatif
pada DNA
yang
berkorelasi
dengan

55, Nomor: 2, Pebruari 2005


87

Stres Oksidatif dan Peran Antioksidan pada Diabetes Melitus


tersebut
dapat
dibangkitkan
peroksidasi
asam
dalam
tubuh
lemak membran dan
melalui berbagai
status
antioksidan
mekanisme
yang rendah juga
enzimatik
dan
ditemukan
pada
13
5nonenzimatik.

diabetes
melitus.
Selain
Fenomena
ini
glukosa,
semua
bahkan
sudah
jenis
gula
ditemukan
sejak
pereduksi
juga
pradiabetes, yakni
mampu
ketika
resistensi
menyelenggarak
insulin
muncul,12
an reaksi glikasi
atau saat toleransi
6pada bermacam
glukosa terganggu. protein. Selain
Semakin
tinggiprotein,
target
derajat
resistensikerusakan lain
insu-lin
padaadalah
lipidindividu
sehat,amino
seperti
semakin
besarfosfatidiletanola
peroksidasi
lipid
min, dan DNA.2
plasmanya.12
Reaksi
pengikatan
aldehid
pada
protein
dikenal
sebagai
reaksi
Pada
keadaanglikasi. Reaksi ini
memiliki
hiperglikemia,
produksi
berbagaikemaknaan
gula pereduksi antarapatologis
yang
lain glukosa, glukosa-besar. Berbagai
6-fosfat, dan fruktosa,contoh
reaksi
akan
meningkatglikasi
protein
melalui
prosesantara lain heglikolisis dan jalurmoglobin
poliol.
Glukosaglikosilat,
sebagai
gulaalbumin,
dan
pereduksi
dapatkristal lensa mata.
menjadi agen yangReaksi
secara
bersifat toksik. Sifatnonenzimatik
toksik
tersebutglukosa
darah
disebabkan
olehdengan protein di
kemampuan kimiawidalam tubuh akan
gugus
karbonilberlanjut sebagai
aldehid
yang
reaksi browning
dimilikinya.
dan
oksidasi.
Meskipun sebagian
Reaksi tersebut
besar keberadaan gula
selanjutnya dapat
pereduksi
dalam
menyebabkan
larutan
sebagai
akumulasi
struktur
cincin
modifikasi kimia
nonaldehid, glukosa
9
dalam bentuk rantaiprotein jaringan.
binatang
lurusnya merupakanPada
2
dengan
diabetes,
aldehid.
Aldehid
glikasi
merupakan senyawaproses
dapat
teramati
yang
mampu
berikatan
secarasecara luas pada
organ
kovalen
sehinggaberbagai
dan
jaringan
terjadi
modifikasi
protein. Modifikasitermasuk ginjal,
hati, otak, paru,

Glikasi Nonenzimatik pada


Protein

dan
saraf.14
Secara
keseluruhan,
perubahan kimia
ini dikenal

sebagai reaksi
Maillard.8
Reaksi Maillard
dapat terjadi pada
kondisi
penuaan
fisiologis in vivo
sebaik kondisi in
vitro serta meningkat
pada
keadaan
hiperglikemia,5,14
Selain itu, reaksi
Maillard
juga
berkaitan
dengan
komplikasi
kronik
diabetes
mellitus.5
Reaksi ini secara3.
umum terdiri atas
empat tahap, yaitu:
1. Kondensasi
nonenzimatik gula
pereduksi, aldehid
atau
ketosa,
dengan
gugus
amino bebas dari
protein atau asam
nukleat
membentuk
glikosilamin.
Reaksi ini dikenal
sebagai fase 14.
serta
secara
alamiah bersifat
reversibel
dan
terjadi
dalam
beberapa
jam
(kurang dari 24
jam).15

2. Pada fase 2 akan

terjadi penataan
ulang
glikosilamin
menjadi produk
Amadori. Reaksi
ini terjadi akibat
kadar
glukosa
yang
masih
tinggi
dalam
waktu lebih dari
24 jam.15 Produk
Amadori tersebut
bersifat
toksik

88

bagi jaringan
namun masih
reversibel.22
Kadar produk
Amadori
pada
sejumlah
protein
meningkat
sebanding
dengan
derajat
hiperglikemia
pada diabetes
melitus.16
Penataan
ulang
dan
dehidrasi
berganda
produk
Amadori
menjadi
amino atau
senyawa
karbonil
reaktivitas
tinggi seperti
3deoxyglucosa
ne.16
Reaksi antara
senyawa
karbonil
dengan gugus
amino
lain
dilanjutkan
proses
penataan
ulang
membentuk
beragam
advance
glycosylation
end products
(AGEproducts/
AGEs)
sebagai
petunjuk
cross linking

dan browning
pada
protein.15,23
AGEs
merupakan salah
satu
produk
sebagai penanda
modifikasi protein
sebagai
akibat
reaksi
gula
pereduksi terhadap
asam
amino.17
Akumulasi AGEs
di
berbagai
jaringan
merupakan sumber
utama
radikal
bebas
sehingga
mampu berperan
dalam peningkatan
stres
oksidatif,4
serta
terkait
dengan
patogenesis
komplikasi
diabetes
mirip
pada penuaan yang
normatif.18 Pada
diabetes,
akumulasi AGEs
secara
umum
mempercepat
terjadinya
aterosklerosis,
nefropati,
neuropati,
retinopati,
serta
5
katarak.
Pengikatan AGEs
terhadap reseptor
makrofag spesifik
(RAGE)
mengakibatkan
sintesis sitokin dan
faktor
pertumbuhan serta
peningkatan stres
oksidatif.19

CML: N-(carboxymethyl)
lysine; CEL: N(carboxyethyl)lysine;
GOLD:
Gambar 1.
Glyoxal-lysine dimer;
Struktur
MOLD: methylglyoxalkimiawi
lysine dimer; MGO:
berbagai
methylglyoxal; 3-DG (3AGEs,
deoxyglucosone).17
Maj Kedokt
Nomor: 1, Januari
Indon, Volum: 55, 2005

Stres Oksidatif dan Peran Antioksidan pada Diabetes Melitus


Berkurangnya
NADPH
di
Terapi
pada
dalam sel akibat
jalur
ini
dapat
meningkatnya
diupayakan melalui
AR
dapat
penekanan
menghambat
pembentukan AGEs,
aktivitas enzim
menghalangi
lain
yang
Gambar 2. Jalur
interaksi
AGEs-Metabolisme Utama
membutuhkan
RAGE, dan/ ataudan Alternatif
NADPH.21
Glukosa8
pengurangan
Autooksidasi
peningkatan
stres
Glukosa
oksidatif
seluler
Dalam
Proses
yang
diperantaraikeadaan normal,
20
autooksidasi
oleh AGEs-RAGE. konsentrasi
glukosa dikatalisis
sorbitol di dalam
oleh
senyawa
Jalur Poliolsel rendah. Akan
logam
dalam
Sorbitol (Aldosa tetapi,
apabila
Reduktase)
jumlah
kecil
terjadi keadaan
seperti
besi
dan
hiperglikemia,
Pada
konsentrasi
seng.
Hasil
normoglikemia,
katalisis tersebut
sebagian
besarsorbitol
meningkat.
adalah
senyawa
glukosa
seluler
Sorbitol, dengan
mengalami
oksigen reaktif.15
fosforilsasi menjadibantuan enzim
Autooksidasi
glukosa-6-fosfat olehsorbitol
glukosa
terjadi
enzim heksokinase.dehidrogenase
pada fase I proses
akan
Bagian kecil dari(SDH),
glikasi
diubah
menjadi
glukosa yang tidak
nonenzimatik pada
mengalami fosforilasifruktosa.
protein
yang
memasuki
jalurDegradasi
secara
alamiah
ini
poliol, yakni jalursorbitol
masih
bersifat
berjalan lambat
alternatif
15
reversibel.
Fase
sehingga sorbitol
metabolisme
glukosa.5
Melaluimenumpuk
dalam
sel,
jalur ini, glukosa
sehingga
dapat
dalam
sel
dapat
menyebabkan
diubah
menjadi
peningkatan
sorbitol
dengan
tekanan osmotik
bantuan enzim aldose
dan selanjutnya
reduktase
(AR).21
dapat merusak
Enzim
aldose 21
sel.
reduktase
dapat
Masuknya
ditemukan
pada
substrat
sejumlah
jaringan
(substrat
flux)
mamalia
termasuk
melalui
jalur
lensa dan retina.
poliol,
selain
Enzim
tersebut
dapat
mengkonversi
meningkatkan
glukosa
menjadi
kadar
sorbitol
polialkohol sorbitol
dan
fruktosa
melalui reduksi gugus
intraseluler, juga
aldehid
glukosa
menurunkan
2
(Gambar 2).
rasio
NADPH
terhadap
NADP+. Selain
itu, rasio NADH
terhadap NAD+
sitosolik
juga
menurun.

ini
merupakanpada manusia.23
sumber
hidrogenPenderita diabetes
peroksida
yangme-merlukan
mampu menghambatasupan
Cu/ZnSOD.1 Selainantioksidan dalam
hidrogen peroksida,jumlah
besar
radikal superoksidakarena
juga dihasilkan olehpeningkatan
proses autooksidasiradikal
bebas
glukosa tersebut sertaakibat
terkait
denganhiperglikemia.11
pembentukan protein
glikasi dalam plasmaVitamin C
penderita diabetes.4
Asam
Akibat
yang
askorbat
ditimbulkan berupa
(Vitamin
C)
peningkatan aktivitas
merupakan
radikal superoksida
mikronutrien
serta kerusakan enzim
penting
yang
superoksida
diperlukan bagi
dismutase.

metabolisme
normal
dalam
Batasan
tubuh. Manusia
Antioksidan
dan primata lain
Dalam
kehilangan
pengertian
kimia,kemampuan
antioksidan adalahdalam
sintesis
senyawa
pemberiasam
askorbat
elektron,
tetapiakibat
mutasi
secara
biologis,gen pengkode Lpengertian
anti-gulonolakton
oksidan lebih luasoksidase, enzim
lagi.
Pengertianyang diperlukan
antioksidan dalamdalam
sintesis
arti biologis adalahasam
askorbat
semua senyawa yangmelalui
jalur
dapat
meredamasam glukoronat.
dampak
negatifOleh sebab itu,
oksidan, termasukasam
askorbat
dalam
harus diperoleh
penghambatan dandalam
diet
penghentian
dengan sumber
kerusakan oksidatifutama meliputi
terhadap
suatubuah
segar,
sebagian
buah
molekul target.22
jeruk,
dan
Definisi
antioksidan menurutsayuran.24
Panel on Dietary
Peran asam
Anti-oxidant
and askorbat
pada
Related Compounds perjalanan
of The Food and diabetes adalah
Nutri-tion
Board sebagai inhibitor
aldose
adalah
bahanenzim
makanan yang secarareduktase,24
bermakna
mampusehingga
mengurangi dampakpenggunaan
buruk
senyawaekuivalen
oksigen
reaktif,pereduksi
senyawa
nitrogenberkurang.
reaktif atau keduanyaKesediaan
dalam kondisi fungsiekuivalen
fisiologis
normalpereduksi
berguna
untuk

konversi
glutation
teroksidasi
(GSSG) menjadi
glutation
tereduksi (GSH).
Hal
tersebut
selanjutnya
dapat mencegah
penumpukan
sorbitol
pada
jaringan.
Manfaat
lain penggunaan
antioksidan
adalah
minimalisasi
pembentukan
AGEs. Kondisi
itu
analog
dengan
penggunaan
vitamin C dalam
meminimalisasi
proses browning
pada
makanan.
Mekanisme
minimalisasi
pembentukan
AGEs
tidak
terlepas
dari
peran vitamin C
pada jalur poliol
sorbitol (aldose
reduktase).
Pengurangan
penumpukan sorbitol di jaringan
akan menekan
fruktosa
sehingga proses
glikasi
nonenzimatik
juga ditekan.
Pada
pembuluh darah,
asam
askorbat
akan
bekerja
secara
ekstraselular
di
bawah 1 jam
setelah
infus,
selebihnya akan
memasuki
sel
endotel
dan
bekerja
intraselular.8
Secara
ekstraseluler,
antioksidan
ini
meredam radikal
superoksida yang

dihasilkan
padaglukosa dan
proses autooksidasi
Maj
Kedokt

Indon,
Volum:

55, Nomor: 2, Pebruari 2005


89

Stres Oksidatif dan Peran Antioksidan pada Diabetes Melitus


Hal
yang
menghambat
menarik,
tahap
awal
sintesis nitrit oksida.
perubahan
perkembangan
Apabila
radikal
keseimbangan
retinopati
superoksida
7
simpatovagal dan
berlebih, maka akan diabetik.
Pada

uji

terjadi reaksi dengan


coba yang klinis
nitrit
oksida
melibatkan
menghasilkan
penderita diabetes
radikal peroksinitrit
dengan
asupan
yang
bersifat vitamin
E,
sitotoksik.
didapatkan efek
Penghambatan
dalam
pembentukan
pencegahan
radikal peroksinitrit diabetes,
akan menjaga fungsi sensitivitas
vasodilatasi
insulin,
kontrol
pembuluh
darah glikemik, glikasi
yang
diperankan pro-tein,
oleh nitrit oksida. Di komplikasi
dalam sel endotel, mikrovaskuler,
asam
askorbat penyakit
mempengaruhi
kardiovaskuler
enzim nitrit oksida serta
faktor
sintase
sehingga risikonya.10
radikal superoksida Vitamin
E
sebagai
produk memperbaiki
samping
potensi
sistem
pembentukan nitrit pertahanan
oksida
dapat radikal bebas dan
memiliki
efek
ditekan.
Mekanisme lainmenguntungkan
adalah kemampuandalam perbaikan
asam
askorbattranspor glukosa
bentuk
tereduksidan sensitivitas
maupun teroksidasiinsulin. Selain itu,
dalam menghambatvitamin E dosis
masuknya glukosafarmakologis
melalui
GLUT(600mg/hari)
transporter ke dalamselama 4 minggu
sel sehingga mampudapat
meningkatkan
mengurangi
level GSH sel
gangguan
darah merah dan
vasodilatasi
tergantung
selrasio GSH/GSSG
plasma. Vitamin
8
endotel.
Menurut
E juga dapat
rekomendasi RDA
bereaksi dengan
dosis
yangantioksidan larut
diperlukan
bagiair
seperti
pencegahan penyakitglutation.
kronik adalah 120
Asupan
mg/hari.24
kronik vitamin E
(600mg/hari
selama 4 bulan)
dalam
Pada
tikusberguna
wistar,
pemberianmemperbaiki
keseimbangan
kombinasi
antioksidan vitaminsimpatovagal
E dan C dosis 1g/kgkardiak terhadap
dan 10 g/kg dietpenurunan resiko
secara
jangkapenyakit
panjang
dapatkardiovaskuler.

Vitamin E

stres
oksidatif
saling terkait.24
Senyawa tokoferol
800
mg/hari berperan
sebesar
80%
terhadap
kapasitas
antioksidan pada
LDL. Selain itu,
juga
dapat
mengurangi
glikosidasi
hemoglobin dan
berbagai pro-tein
serum.13 Senyawa
-tokoferol juga
mampu
menurunkan
aktivitas protein
kinase C, yaitu
enzim
yang
terkait langsung
dengan
peningkatan
senyawa oksigen
reaktif.

Glutation
(GSH)
Glutation
(GSH)
merupakan
antioksidan
pemecah rantai.6
Peran
utama
GSH
adalah
menjaga
keseimbangan
redoks seluler.8
Senyawa
ini
berperan sebagai
substrat enzim
glutation
peroksidase,
enzim
antioksidan
terhadap
berbagai
senyawa
peroksida.25
GSH
mampu
mengurangi
derajat
komplikasi
nefropati
dan
neuropati pada

hewan
cobaKesimpulan
terinduksi
Diabetes
streptozotocin.5
melitus
Meskipun potensial,merupakan salah
preparat
glutationsatu
kelainan
belum
beredarmetabolik yang
secara bebas di
dapat
Indonesia.

menimbulkan
komplikasi
vaskular
dan
nonvaskular.
Salah
satu
hipotesis
penyebab
munculnya
berbagai
komplikasi
tersebut
adalah
stres
oksidatif.
Pada
dia-betes
terdapat tiga jalur
munculnya stres
oksidatif,
yaitu
glikasi
protein
nonenzimatik,
jalur
poliol
sorbitol (aldose
reduktase),
dan
autooksidasi
glukosa.
Meskipun
antioksidan
mampu berperan
pada ketiga jalur
tersebut,
data
penelitian,
terutama
penelitian klinis
yang dihasilkan
belum konsisten.

Daftar Pustaka
1.

2.

Widijanti
A,
Ratulangi BT.
Pemeriksaan
laboratorium
penderita
diabetes
melitus. Medika
2003;3:166-9.
Rahbani-Nobar
ME,
RahimiPour
A,
Rahbani-Nobar
M, Adi-Beig F,
Mirhashemi
SM.
Total
antioxidant
capacity,
superoxide
dismutase and
glutathione
peroxidase
in
diabetic
patients. Medi-

cal Journal of
Islamic
Academy
of
Sciences
1999;12(4):10914.
3.
Halliwel
B,
Gutteridge
JMC.
Free
radical
in
biology
and
medicine.
3rd
ed. New York:
Oxford
University
Press;1999.p.63
9-45.
4. Droge W. Free
radicals in the
physiological
control of cell
func-tion.
Physiol
Rev
2002; 82:47-95.
5. Ueno Y, Kizaki M,
Nakagiri
R,
Kamiya T, Sumi
H, Osawa T.
Dietary
gluthatione
protects
rats
from diabetic
nephropathy
and neuropathy.
J
Nutr
2002;132:897900.
6. Nuttal SL, Dunne
F, Kendal MJ,
Martin U. Ageindependent
oxidative stress
in
elderly
patiens
with
non-insulin
dependent
diabetes
mellitus. Q J
Med
1999;92:33-8.
7. Kowluru RA, Tang
J, Kern TS.
Abnormalities
of
retinal
metabo-lism in
diabetes
and
experiment
galactosemia.
Diabetes
2001;50:193842.
8. Beckman JA,
Goldfine AB,
Gordon
MB,
Creager
MA.
Ascorbate
restores
endotheliumdependent
vasodilatation
impaired
by
acute
hyperglycemia
in
humans.
Circulation
2001;103:161823.
9. Haffner SM. The
importance of

10.

11.

12.

13.

hyperglycemia in the
non fast-ing state to
the
development
cardiovasculer state.
Endocrine Review
1999;19(5):583-92.
Barbagallo
M,
Dominguez
LJ,
Tagliamonte
MR,
Resnick
LM,
Paolisso G. Effects
of vitamin E and
glutathione
on
glucose metabolism
role of magnesium.
Hypertension
1999;34:1002-6.
Baynes JW, Thorpe
SR.
Role
of
oxidative stress in14.
diabetic
complications: A new
perspective on an
old
paradigm.
Diabetes 1999;48:19.
Facchini
FS,
Humphreys
MH,
DoNascimento
C,
Abbasi F, Reaven
GM.
Relation
between
insulin
resistance
and
plasma concentrations
of
lipid
hydroperoxides,
carotenoids,
and
tocopherols. Am J15.
Clin
Nutr
2000;72:776-9.
Anderson
MM,
Requena
JR,
Crowley JR, Thorpe

SR, Heinecke
Indonesiana
JW.
The
2003;35(1):27myeloperoxidas
34.
e of human
16.
Niwa
T,
phagocytes
Katsuzaki
T,
generates
NMiyazaki
S.
(carboxymethyl
Immunohistoch
)lysine
on
emical detecproteins:
a
tion
of
mechanism for
imidazolone, a
producing
novel advanced
advanced
glycation end
glycation end
product,
in
products at sites
kidney
and
of
aortas
of
inflammation. J
diabetic
Clin
Invest
patients. J Clin
1999;104(1):10
Invest
3-13.
1997;99(6):127
Oldfield MD,
2-80.
Bach
LA,
Forbes
JM.
17. Carr A, Frei B.
Advanced
Does vitamin C
glycation end
act as propro-ducts cause
oxidant under
epithelialphysi-ological
myofibrobalst
conditions?.
transdifferentiat
FASEB
J
ion via the
1999;13:1007receptor
for
24.
advanced
18. Beckett AH,
glycation end
Kalsi
VS.
products
Compelling
(RAGE). J Clin
need
for
Invest
suplementation:
2001;108:1853How
specific
63.
nutrients help
Soesilowati S.
retard
the
Diabetic
complications
neuropathy:
of
diabetes
pathogenesis
melitus.
and treatment.
Acta
Medica
90
Maj Kedokt Indon, Volum:
55, Nomor: 2, Pebruari 2005

Stres Oksidatif dan Peran Antioksidan pada Diabetes Melitus


Disampaikan
pada
Symposium Compeling
Need
For
Nutrient
Therapy in The Treatment
of Diabetes Mellitus and
The
Associ-ated
Complications, Surabaya,
8 February, 2003.
19. Shoda H, Miyata S, Liu BF.
Inhibitory
effect
of
tenilsetam on the Maillard
reaction. Endocrinology
1997;138(5):1886-92.
20. Miyata T, Hori O, Zhang J.
The receptor for advanced
glycation end products
(RAGE) is a central
mediator of the interaction
of AGE-b2 microglobulin
with human mononuclear
phagocytes via an oxidantsensitive pathway. J Clin
Invest 1996;98(5):108894.
21.

Nishimura CY. Aldose


reductase
in
glucose
toxicity:
A
potential
targets for the prevention
of diabetic complications.
Pharmaco-logical Reviews
1998;50(1):21-33.
22. Simanjuntak D, Sudaryati
E. Aspek pencegahan
radikal bebas melalui
antioksidan. Maj Kedokt
Indon 1998;48(1):50-4.

23. Carr AC, Frei B.


Toward a new
recommended
dietary allowance
for vitamin C
based
on
antioxidant
and
health effects in
humans. Am J
Clin
Nutr
1999;69:1086107.
24. Cunningham JJ.
The
glucose/insulin
system
and
vitamin C: Implications
in
insulin-dependent
diabetes mellitus.
J Am Col of
Nutr1998;17(2):1
05-8.
25. Soeatmadji DW.
Peran
stress
oksidatif
dalam
patogenesis
angiopati mikro
dan
angiopati
makro
diabetes
melitus. Medika
1998;(5):318-25.

EV

Maj Kedokt Indon, Volum:


55, Nomor: 2, Pebruari 2005
91

Efek Antiinflamasi Sediaan Metilprednisolon Dalam Bentuk LiposomStres Oksidatif dan Peran Antioksidan
pada Diabetes Melitus

Maj Kedokt
Indon, Volum: 55,
Nomor: 1, Januari
2005

( Ibu Melany )
Sekretaris
Keterangan:
*) Beri tanda pada pilihan media. Bila pilihannya lebih dari satu media,
beri juga tanda pada media yang dipilih.

( Hj. Susilowati Abbas )


Promosi

Lampiran Surat Konfirmasi No: 119 / YP-IDI / 2004

Majalah Kedokteran Indonesia (MKI)

Media :

Bank Mandiri Cabang Kebon Sirih


No. Rek: 121.007200024-7

Nama Produk
Goforan

Posisi/Letak

Pendamping makalah
Patogenesis, Diagnosis....
oleh: Herdiman T. Pohan

Frekuensi
(X)

Edisi

Harga
Cross: Rp 10.500.000,Disc: PPn:
Rp 1.050.000,Net:
Rp 11.550.000,Gross:
Disc:
Net.:

Gross:
Disc:
Net.:
Gross:
Disc:
Net.:

Biaya pembuatan film separasi Rp 250.000,-

Nama Perusahaan : PT. Guardian Pharmatama

( Ibu Melany )
Sekretaris

Tarif dan Ketentuan Iklan 2005


Majalah Kedokteran Indonesia (MKI)

POSISI

UKURAN

HARGA

Satu Halaman FC
(21 cm x 28,5 cm)
JAKET
- Tipe 1
- Tipe 2
COVER
- Cover 4
- Cover 2
- Cover 3
ISI
Sisipan Jadi
(Bahan sisipan dari pemesan)

2 Halaman Cover
Cover Depan 21 x 15
1 Halaman
1 Halaman
1 Halaman
1 Halaman
1
/ Halaman
1 Halaman B/B
2

Artikel sponsor termasuk iklan 1 Halaman


(maksimal delapan halaman)

2004

Kontrak Tahun
2005

19.200.000,12.500.000,-

21.120.000,13.750.000,-

13.500.000,12.000.000,11.000.000,-

14.850.000,13.200.000,12.100.000,-

10.500.000,6.300.000,7.500.000,18.000.000,-

Sampul Pengiriman Majalah


(minimal 1.000 eks.)

11.550.000,7.000.000,8.250.000,20.000.000,-

3.500,-/eks.

4.000,-/eks.

Berita Ikatan Dokter Indonesia (BIDI)


POSISI

UKURAN

HARGA
2004

Pendamping Logo
Halaman Muka

Icon Halaman (penanda hal.)


Iklan Kolom
Pendamping Rubrik
Adventorial
Sampul Pengiriman

10 cm x 5 cm
2 Kolom x 20 cm

10 cm x 1 cm
Milimeter kolom B/W
--F/C
2 Kolom x 7 cm
Milimeter x kolom B/W
Minimal 1.000 eks.

7.000.000,7.000.000,-

500.000,10.000,12.500,2.000.000,15.000,1.500,-/eks.

Kontrak Tahun
2005
7.700.000,7.700.000,-

750.000,12.500,15.000,2.500.000,16.500,2.000,-/eks. (Bahan dari pemesan)

Harga dinyatakan dalam rupiah perbulan, dan


belum termasuk PPN 10%, dan pembuatan film
separasi

Buku Standar Pelayanan Medis (SPM)


POSISI

UKURAN

HARGA

Satu Halaman FC
(16 cm x 23 cm)
COVER
- Cover 4
- Cover 2
- Cover 3
ISI
Ear Divider
Book Mark
(Bahan dari pemesan)

2004

1 Halaman
1 Halaman
1 Halaman
1 Halaman
1 Halaman
Maks. 2
Macam
6 cm x 15 cm

Kontrak Tahun
2005

13.000.000,-

15.000.000,13.500.000,11.000.000,-

16.500.000,14.850.000.12.100.000,-

10.000.000,-

11.000.000,-

14.300.00

8.000.000,-

8.800.00

Modul Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Uji Diri


POSISI

UKURAN
Satu Halaman FC
(15 cm x 21 cm)

Jumlah halaman 52

A5

EKSP. (Oplag)
< 3.000
14.250.000,-

Kontrak Tahun 2004 - 2005


3.001-5.000
5.001-10.000
16.500.000,-

21.500.000,-

Termasuk cover
Jumlah halaman 52-76
Jumlah halaman 76 lebih

A5

16.500.000,A5

Jasa Mailing Service


Maks. 20 gram
Biaya packing Rp 250,-/alamat,
biaya pengiriman sesuai dengan tarif kantor pos.

21.500.000,2.500.000,-

21.500.000,28.000.000,4.000.000,-

28.000.000,36.500.000,6.000.000,-

Ketentuan pemasang iklan :


1. Pemasang iklan harus mengirimkan konfirmasi pemasangan sekurang-kurangnya 2 bulan sebelum deadline
terbit. 2. Posisi iklan yang alokasinya hanya 1 tempat, akan diberikan kepada pihak yang memberikan konfirmasi
paling awal.
3. Surat kontrak pemasangan iklan akan diberikan setelah surat konfirmasi diterima oleh YP-IDI.
4. Posisi iklan pada modul PKB Uji Diri hanya di cover 2 dan 3 + sisipan jadi dari pemesan (kalau ada)
Jakarta,
Juli 2004
Yayasan Penerbitan IDI
Badan Usaha

DAFTAR PEMASANG IKLAN


TAHUN 2005
Majalah Kedokteran Indonesia (MKI)

Media

No

Perusahaan

1.

UCB Pharma

2.

PT. Otsuka Ind.

3.

PT. Otsuka Ind.

Produk

Posisi/Letak Frekuensi

Cirrus
Mucosta

Ada Artik.

Edisi

Jaket Tipe 2

12 Kali

Jaket Tipe 2

6 Kali

Set. Daf. Isi

4 Kali

Januari-Desember
Jan, Mar, Mei, Jul.
Sept, Nov.

Sesuai Artik. Psychi.

DAFTAR PEMASANG IKLAN


TAHUN 2005
Media

Berita Ikatan Dokter Indonesia (BIDI)

No

Perusahaan

Produk

Posisi/Letak Frekuensi

1.

UCB Pharma

2.

PT. Utsuka Ind.

Mucosta

3.

PT. Utsuka Ind.

...... ?

Ryzen

Pend. Logo
Pend. Logo
Hal. Dalam

Edisi

12 Kali
6 Kali
1 Kali April

Januari-Desember
Januari-Juni Edisi I

Tarif dan Ketentuan Iklan 2005


Majalah Kedokteran Indonesia (MKI)
POSISI

UKURAN

HARGA

Satu Halaman FC
(21 cm x 28,5 cm)
JAKET
- Tipe 1
- Tipe 2
COVER
- Cover 4
- Cover 2
- Cover 3
ISI

Kontrak Tahun
2004
2005

2 Halaman Cover
Cover Depan 21 x 15
1 Halaman
1 Halaman
1 Halaman
1 Halaman
1
/2 Halaman
1 Halaman B/B

Sisipan Jadi
(Bahan sisipan dari pemesan)
Artikel sponsor termasuk iklan 1 Halaman
(maksimal delapan halaman)
Sampul Pengiriman Majalah
(minimal 1.000 eks.)

20.200.000,12.950.000,-

22.120.000,14.200.000,-

13.950.000,12.450.000,11.450.000,-

15.300.000,13.650.000,12.550.000,-

10.950.000,6.650.000,7.950.000,18.450.000,-

12.100.000,7.450.000,8.700.000,-

20.450.000,-

4.500,-/eks.

5.000,-/eks.

Berita Ikatan Dokter Indonesia (BIDI)


POSISI

UKURAN

HARGA
2004

Pendamping Logo
Halaman Muka
Icon Halaman (penanda hal)
Iklan Kolom
Pendamping Rubrik

Adventorial
Sampul Pengiriman

10 cm x 5 cm
2 Kolom x 20 cm
10 cm x 1 cm
Milimeter kolom B/W
--- F/C
2 Kolom x 7 cm

Milimeter x kolom B/W


Minimal 1.000 eks.

Kontrak Tahun
2005

7.250.000,7.950.000,7.250.000,7.950.000,600.000,850.000,12.500,14.500,14.500,17.000,2.100.000,-

16.500,1.700,-/eks.

1.600.000,-

18.000,2.200,-/eks.

(Bahan dari pemesan)

Buku Standar Pelayanan Medis (SPM)


POSISI

UKURAN

HARGA

Satu Halaman FC
(16 cm x 23 cm)
COVER
- Cover 4
- Cover 2
- Cover 3

1 Halaman
1 Halaman
1 Halaman

ISI
Ear Divider
Book Mark
(Bahan dari pemesan)

1 Halaman
1 Halaman
Maks. 2 Macam
6 cm x 15 cm

2004

Kontrak Tahun
2005

15.500.000,14.100.000,11.500.000,-

17.100.000,15.350.000.12.600.000,-

10.500.000,13.500.000,8.350.000,-

11.500.000,14.800.000,9.250.000,-

Modul Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Uji Diri


POSISI

UKURAN
Satu Halaman FC
(15 cm x 21 cm)

EKSP. (Oplag)
Kontrak Tahun 2004 - 2005
3.001-5.000
5.001-10.000

< 3.000

Jumlah halaman 52
Termasuk cover

A5

15.150.000,-

17.400.000,-

22.400.000,-

Jumlah halaman 52-76

A5

17.400.000,-

22.400.000,-

28.900.000,-

Jumlah halaman 76 lebih

A5

Jasa Mailing Service


Maks. 20 gr.
Biaya packing Rp 250,-/alamat,
biaya pengiriman sesuai dengan tarif kantor pos.

22.400.000,2.900.000,-

28.900.000,4.400.000,-

37.400.000,6.400.000,-

Ketentuan pemasang iklan :


1. Pemasang iklan harus mengirimkan konfirmasi pemasangan sekurang-kurangnya 2 bulan sebelum deadline terbit. 2. Posisi
iklan yang alokasinya hanya 1 tempat, akan diberikan kepada pihak yang memberikan konfirmasi paling
awal.
3. Surat kontrak pemasangan iklan akan diberikan setelah surat konfirmasi diterima oleh YP-IDI.

4. Posisi iklan pada modul PKB Uji Diri hanya di cover 2 dan 3 + sisipan jadi dari pemesan (kalau ada)
Jakarta, Juli 2004
Yayasan Penerbitan IDI
Badan
Usaha

KAMLING TERPADU, RT. 09, 10, 14/RW. 03


KELURAHAN CIPINANG MUARA, KECAMATAN JATINEGARA
JAKARTA TIMUR

No. : 04/KT-RT/03/X/04
Jakarta, Oktober 2004
Lamp. : Hal : Permohonan Zakat, Infaq, Sodaqoh

Yang terhormat,
Bapak/Ibu/Sdra/i Warga Kamling Terpadu
di
Tempat

Assalamualaikum wr. wb.


Selamat menunaikan ibadah puasa, dan salam sejahtera kami
sampaikan kepada Bapak/Ibu/Sdra/i, semoga senantiasa selalu
mendapatkan limpahan rahmat serta karunia dari Allah SWT.
Puji syukur kita panjatkan, karena tahun ini pelaksanaan / kegiatan
Kamling Terpadu telah memasuki tahun ke-tiga.
Bersama ini kami panitia Kamling Terpadu dalam bulan suci Ramadhan
ini, ingin mengajak Bapak/Ibu/Sdra/i untuk beramal, infaq, dan sodaqoh
dengan menyisihkan sebagian rizki-nya, yang nantinya akan kami salurkan
kembali kepada para petugas jaga, pelaksanaan ini hanya dilakukan oleh
satu sumber panitia Kamling Terpadu.
Selamat menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1425 H.
Demikian permohonan kami, teriring doa semoga amal, infaq, sodaqoh
para Bapak/Ibu/Sdra/i mendapatkan ridho/pahala berlimpah dari Allah
SWT. Atas perhatian serta kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Billahit taufiq walhidayah wassalamualaikum wr. wb.


Kamling Terpadu RT. 09, 10, 14/RW. 03
Kelurahan Cip. Muara, Kec. Jatinegara
Ketua,Pelaksana,

Suratto HS.

Muhammad Yusuf

Mengetahui Ketua RT. 14


Edo
Sudirdjo

KAMLING TERPADU, RT. 09, 10, 14/RW. 03


KELURAHAN CIPINANG MUARA, KECAMATAN JATINEGARA
JAKARTA TIMUR
No.

Nama

Jenis Amal

Paraf

Uang / Barang

21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

Keterangan

Uniform Requirements Writing and Editing for Biomedical Publication Updated

Uniform Requirements Writing and Editing for Biomedical Publication Updated

Uniform Requirements Writing and Editing for Biomedical Publication Updated

S
S

Uniform Requirements Writing and Editing for Biomedical Publication Updated

S
S