You are on page 1of 45

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015

MODUL
: Pompa Sentrifugal
PEMBIMBING : Gatot Subiyanto, Ir., MT
Praktikum : 16 April 2015
Penyerahan : 20 April 2015
(Laporan)

Oleh
Kelompok
Nama

: VII
: 1. Nisa Mardiyah
2.Wynne Raphaela

Kelas

: 2A Teknik Kimia Produksi Bersih

131424018
131424027

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada pompa sentrifugal cairan yang dialirkan berpindah karena gaya sentrifugal akibat
gerak putar dari impeller. Impeller berputar dalam badan pompa dengan kecepatan tinggi,
dengan demikian memberi percepatan kepada bahan cair yang dialirkan. Energi yang
ditransfer dari motor penggerak ke impeller menghasilkan percepatan sentrifugal yang
dikonversi menjadi energi kinetik dan energi tekan untuk mengalirkan fluida. Tinggi tekan
(head) yang ducapai suatu pompa tergantung dari putaran,diameter dan bentuk lengkungan
impeller. Karena tinggi tekan pompa terbatas, maka dengan menghubungkan beberapa
impeller yang berurutan pada satu poros, akan diperoleh tinggi tekan yang lebih besar.
Pompa sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri, hal ini disebabkan oleh konstruksinya.
Pompa ini tidak memiliki check valve, sehingga dalam keadaan diam, cairan mengalir
kembali ke bejana yang diisap. Bila pompa dioperasikan dalam keadaan kosong, vakum yang
dihasilkan tidak cukup untuk menghisap fluida yang dialirkan masuk ke rumah pompa.
Pompa sentrifugal pada saat mulai dipakai harus dipenuhi fluida.. Hal ini dilakukan
dengan jalan membuka valve discharge. Perhatian seksama harus diberikan bila pada sisi
tekanan ada bantalan gas di atas cairan yang bertekanan. Penyimpangan manometer yang
besar menunjukkan bahwa terdapat bantalan udara dalam pompa yang mengakibatkan pompa
bekerja tak beraturan.
1.2 Tujuan
Menentukan karakteristik pompa sentrifugal dengan :
1. Kurva hubungan antara Head Pompa (H Pompa) Vs Laju Alir Q
2. Kurva hubungan antara Daya Dinamo Pompa No Vs Laju Alir Q
3. Kurva hubungan antara Efisiensi Pompa η Vs Laju Alir Q.

BAB II
LANDASAN TEORI
Bantalan udara dapat dibuang dengan jalan :
1. Mengeluarkan udara dari pompa
2. Menyetel pompa, sehingga cairan mengalir kembali
3. Mendingin cairan
Untuk menghentikan operasi pompa sentrifugal perlu dilakukan urutan sebagai berikut :
1. Discharge valve ditutup
2. Motor dihentikan
3. Suction valve ditutup
2.1 Perhitungan Pompa Sentrifugal
Rumus perhitungan untuk mencari Q
3
3
V (m )
m
Q
=
(1)
s
t( s)

( )

Rumus perhitungan Head Pompa secara tidak langsung
( ρ g−ρ w )
∆ H=
( H 1−H 2 ) +VHC + Z (2)
ρw
Dengan :
VHC = Velocity Head Correction (dalam m) = Q2 x 2,13 x 104
ρg = densitas air raksa (13.600 kg/m3)
H1 = Tinggi permukaan air raksa manometer pipa suction (m)
H2 = Tinggi permukaan air raksa manometer pipa discharge (m)
Z
= Perbedaan tinggi pengukuran suction dan discharge (m) = 0,3 m
Q
= Laju alir (m3/s)
Untuk mencari VHC, perlu diketahui nilai Q dengan cara memasukan nilai ∆H orifice
pada Tabel 3 ke persamaan garis kurva kalibrasi sebagai X-nya, maka akan diperoleh nilai Ynya sebagai Q.
Rumus perhitungan Daya Dinamometer Pompa (No)
No = W . L . g . n (W)

n = N x 2π/60 (rad/s)

Dengan,
W = Beban untuk kesetimbangan dinamometer (kg)
L = panjang lengan torsi = 200 mm = 0,200 m
n = kecepatan putaran dinamometer (rad/s)
N = kecepatan putaran dinamometer (rpm)

(3)

Daya yang dibutuhkan pompa (Np) sama dengan daya yang dibutuhkan dinamometer
dikurangi daya yang hilang karena transmisi. Dalam percobaan ini, daya yang hilang karena
transmisi antara 100-150 Watt.
Menurut Hukum Kontinuitas untuk fluida inkompressibel (tidak dapat dimampatkan dan
densitas tetap) berlaku :
Vd=Vs

Ds 2
(4)
Dd

( )

2

Vs
∆ H= ( Hd−Hs ) +
2g

[( ) ]
4

Ds
−1 + Z(5)
Dd

Dengan :
Vd = kecepatan linier fluida pada pipa discharge (m/s)
Vs = kecepatan linier fluida pada pipa suction (m/s)
g

= percepatan gravitasi bumi (m/s2)

Z = perbedaan tinggi pengukuran suction dan discharge (m) =0,3 m
Ds = diameter pipa suction (0,049 m)
Dd = diameter pipa discharge (0,039 m)
Ds 4
=2,49
Dd

( )

2

As=π

(0,049)
Ds2
=3,1
=1,19 ×10−3
4
4

Dimana,
As adalah luas lubang pipa suction (cross section area suction)
Vs = Q/As = Q/1,9 x 10-3 = Q x 8,3 x 102
∆H = Hd – Hs + Q2 x 2,13 x 104 + Z
dengan :
Q2 x 2,13 x 104 = Velocity Head Correction (VHC)
Daya Hidrolik/Hydraulic Power (Nh)
Nh = Q . ρw .g. ∆H

(Watt)

(6)

Daya pompa sama dengan daya input dinamometer dikurangi daya yang hilang karena
transmisi (Nt)
Np = No – Nt (Watt)
Nt = antara 100-150 Watt

(7)

500 kg/m3) Hm = H1.8 m/s2) ρw = densitas air (water)(1000 kg/m3) ρm = densitas air raksa (mercury)(13.Efisiensi Pompa (η) η = Nh/Np X 100% Keterangan : g = percepatan gravitasi (9.H2 (perbedaan tinggi manometer suction-discharge)(m) Hd = Head pada discharge (m) Hs = Head pada suction (m) W = Berat beban kesetimbangan dinamometer (kg) ∆H = Head Pompa (m w g) (8) .

1.1 Persiapan Isi Storage tank dengan air sebanyak 2/3 bagian Tutup valve pipa suction Isi chasing dengan air sampai penuh dengan cara membuka valve tekan hubungkan motor pompa dengan arus listrik hidupkan switch motor pompa bersamaan dengan valve pada pipa suction atur putaran pompa 1000 rpm<N<2000 rpm buka valve yang menghubungkan manometer.1.2 Bahan  Air 3.2 Prosedur Kerja 3.BAB III PERCOBAAN 3.1 Alat         Pompa sentrifugal Manometer air raksa 1000 mm dan 500 mm Manometer pressure gauge Venturi Sumptank Storage tank Stopwatch Anak timbangan 3.2.2.2 Kalibrasi Alat . kemudian tutup kembali untuk mengeluarkan udara yang ada dalam pipa-pipa pastikan fluida dalam kondisi steady state dan permukaan raksa pada manometer sama 3.1 Alat dan Bahan 3.

buat kurva kalibrasi dengan cara: mengubah debit pada pompa dan membaca perbedaan tinggi air raksa Ukur kapasitas pompa dengan membaca pada level control sumptank catat waktu dengan stopwatch lakukan percobaan hingga diperoleh delapa data 3.3 Pengambilan Data motor digunakan pada kecepatan putaran 1300 rpm pada kecepatan putaran dan kapasitas yang telah ditentukan.2. ukur perbedaan tinggi permukaan (H1 dan H2) pada manometer cata head discharge (Hd) maupun head suction (Hs) yang terlihat pada manometer pressure gauge intuk menyeimbangkan dii manometer tambahkan beban (W). catat berat beban lakukan langkah 1-3 hingga diperoleh delapan data dengan kapasitas pompa yang berbeda ulangi percobaan 1-4 dengan kecepatan putaran pompa yang berbeda BAB IV .

7. 6. 5.01 Q (m3/s) Gambar 1 Kurva Kalibrasi ΔH orifice terhadap Q . 3.67 5 Kurva Kalibrasi Δ H orifice terhadap Q 0.75 3.DATA PENGAMATAN 4. 2.62x . 8.01 0.12 4.70 1.1 Data Pengamatan 4. 4.63 1.0 R² = 0.1 Kalibrasi Pompa No 1.38 4.1. Volume (l) 70 70 70 70 70 70 70 70 ΔH orifice (x10-3m) 1 2 3 4 5 6 7 8 Waktu (t) 43 s 41 s 40 s 19 s 17 s 16 s 15 s 14 s Q (x10-3m) 1.01 Δ H orifice (m) 0 0 Kurva Kalibrasi Δ H orifice terhadap Q Linear (Kurva Kalibrasi Δ H orifice terhadap Q) 0 0 0 0 0.68 4.9 0.01 f(x) = 1.

1. 6 690 680 0.5 4 1350 7.5 2 1050 7. 6 655 645 0.3 4.3 4. 4 670 660 0. 3 715 705 0.5 875 3.5 1075 4.4 3 1050 6.1.5 2.5 630 620 0. 5 640 630 0.2 Pengamatan Pompa pada Kecepatan Putaran 2000 rpm No ΔH orifice (x10-3m) H1 (mm) H2 (mm) Hs (m wg) 1. 0 790 780 0.2 6. 6.5 3 1200 8.5 1050 4.5 1050 5.3 6 1050 5. 2 795 785 0.3 Pengamatan Pompa pada Kecepatan Putaran 1800 rpm No ΔH orifice (x10-3m) H1 (mm) H2 (mm) Hs (m wg) 1. 0 850 840 0. 1 840 830 0.8 4. 1 740 730 0.4.4 6 1325 6.1 8 1250 3.6 2 1350 W (gram) 756.5 3.5 1350 8.6 2 1200 W (gram) 750 . 4 750 740 0.2 5.5 Hd (m wg) 7 2. 7 650 640 0. 3 775 765 0. 2 715 705 0.1 Hd (m wg) 7. 5 710 700 0.

08 553.03 3.1.9 145.06 116.03 x 10-3 6.67 2.5 (%) 22. 3. 8. 3.096 543.1 Pengolahan Data 5.668 412.87 94.69 553.01 .79 x 10 6.24 6.41 428.9 105.5 42.64 181.69 7.706 310.64 43.229 512.43 3.75 4.81 47.9 36 2.97 287.9 154.01 418.81 144.3 5.41 x 10 -3 6.21 553. 1.06 185.65 x 10 -3 4.64 305.175 x 10-3 8.91 428.27 x 10 -3 4. -4 -3 1.9 34.76 387.9 24.06 40.124 430.01 Q (m3/s) Gambar 2 Grafik ΔH Pompa Terhadap Q(m3/s) Pada 2000 rpm 0.87 24.89 x 10 9 8 7 6 5 ΔH pompa (m) 4 3 2 1 0 0 0 0 0 0 0.57 x 10 7. 5. -3 4. 2.94 428.BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Karakteristik Pompa Kecepatan putaran 2000 rpm No Q (x10-3m/s) η ΔH pompa (m) No (watt) Nh (watt) Np (watt) 1.

01 Q (m3/s) Gambar 4 Grafik Efisiensi Pompa (η) Terhadap Q (m3/s) Pada 2000 rpm .01 0.600 500 400 Daya Dinamo Pompa (No) 300 200 100 0 250 300 350 400 450 500 550 600 Q (m3/s) Gambar 3 Grafik Daya Dinamo Pompa (No) Terhadap Q (m3/s) Pada 2000 rpm 50 45 40 35 30 Efisiensi Pompa (η) 25 20 15 10 5 0 0 0 0 0 0 0.

17 96.72 30.357 318.27 x 10 3.2 Karakteristik Pompa Kecepatan putaran 1800 rpm No 1.8 276.28 8 7 6 5 ΔH Pompa (m) 4 3 2 1 0 0 1 2 3 4 5 6 7 Q (m3/s) Gambar 5 Grafik ΔH Pompa Terhadap Q(m3/s) Pada 1800 rpm 8 9 .72 80.4176 318.8225 198.0837 387.42 5.5.17 41.534 262.1468 443.5975 387.72 35 6.1184 151.1883 443.948 24.1.65 x 10 -3 7.16 3.72 28.41 x 10-3 4.106 32.72 41.1353 262.89 x 10-3 2.903 262.6294 323.948 37.106 64.72 5. 4.175 x 10 -3 3.33 5. 1. Q (x10-3m/s) η (%) ΔH pompa (m) No (watt) Nh (watt) Np (watt) 6. 4.57 x 10-4 -3 1. 2.93 8.50 4.17 133.5682 387.72 74.095 387.79 x 10 4.5837 262.72 91. -3 2.03 x 10-3 3.72 108. 2.17 30. 3.

Daya Dinamo Pompa (No) 500 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Q (m3/s) Gambar 6 Grafik Daya Dinamo Pompa (No) Terhadap Q (m3/s) Pada 1800 rpm 45 40 35 30 25 Efisiensi Pompa (η) 20 15 10 5 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Q (m3/s) Gambar 7 Grafik Efisiensi Pompa (η) Terhadap Q (m3/s) Pada 1800 rpm 9 .

1 Karakteristik Pompa Kecepatan putaran 2000 rpm .2.2 Pengolahan Grafik Jika Digabungkan 5.5.

2 Karakteristik Pompa Kecepatan putaran 2000 rpm .2.5.

Hal ini dapat dilihat dari kurva hubungan antar head pompa terhadap kapasitas fluida (Q). Hal ini disebabkan karena ketika kecepatan putar dinamo pada pompa diperbesar maka laju alir atau kapasitas fluida yang dialirkan pompa akan semakin besar. dan W untuk menyeimbangkan pompa. dan hubungan antara Efisiensi Pompa η Vs Laju Alir Q. Karakteristik lainnya yaitu hubungan antara efisiensi pompa terhadap kapasitas fluida pada percobaan dengan variasi 2000 rpm diketahui bahwa semakin besar Q yang diberikan maka efisiensi cenderung naik turun dan tidak konstan. sehingga memberikan percepatan pada fluida yang dialirkan. meliputi H1. Hubungan antara daya dynamo pompa (No) dengan kapasitas fluida (Q) yang didapat pada variasi 2000 rpm menunjukkan bahwa semakin besar kapasitas fluida (Q) maka daya dynamo pompa (No) cenderung semakin besar. Di bagian dalam pompa Impeller berputar dengan kecepatan inggi. Dan ketika akan dikonstankan kembali dengan merubah ke rpm yang seharusnya yaitu 2000 rpm karakterisitik yang lainnya ikut berubah.3 Pembahasan Pada praktikum ini dilakukan percobaan pompa sentrifugal. Hs.00011175 m3/s cenderung lebih besar daripada yang laju alirnya lebih besar.5. Hal ini diakibatkan pada saat praktikum kecepatan putaran pompa sempat tidak konstan. Pompa sentrifugal adalah alat pemindah fluida yang mengguakan gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal pada pompa diakibatkan oleh gerak putar impeller. hubungan antara Daya Dinamo Pompa No Vs Laju Alir Q. Laju alir atau kapasitas fluida yang semakin besar . Namun ada penyimpangan yaitu No yang dihasilkan pada Q= 0. Berdasarkan praktikum diperoleh data percobaan pada kecepatan 2000 rpm bahwa semakin cepat kapasitas fluida (Q) yang dialirkan oleh pompa maka perbedaan head pompa akan semakin kecil. Hd. Sehingga hasil yang didapat menjadi kurang akurat. Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui karakterisitik pompa melalui hubungan antara Head Pompa (H Pompa) Vs Laju Alir Q. hal ini dapat terjadi karena adanya pengurangan gaya tekan yang diakibatnya meningakatnya kapasitas fluida (Q) yang diberikan. Namun secara umum meningkatnya No seiring penambahan Q disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan energy kinetic pompa untuk mengalirkan fuida dengan laju alir yang semakin besar. Padahal menurut literature seharusnya semakin besar Q maka efisiensi pompa semakin menurun. Pompa sentrifugal akan mengubah energy kinetic cairan menjadi energy potensial melalui impeller yang berputar. H2.

dapat diamati bahwa semakin besar nilai Q maka nilai efisiensinya (η) cenderung naik turun tidak stabil. dan W) ketika kecepatan putaran akan dikembailkan kepada kecepatan yang seharusnya. Di mana. Hd. Secara umum meningkatnya No seiring penambahan Q disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan energi kinetik pompa untuk mengalirkan fluida dengan laju alir yang semakin besar. pada grafik Q terhadap η. 2π/60 (rad/s) Besar nilai panjang torsi (L) untuk setiap variasi ΔH orifice sama. Sama halnya dengan kecepatan putar 2000 rpm. semakin besar kapasitas fluida (Q) yang diberikan. g . nilai (No) bernilai konstan hal ini disebabkan karena beban (W) yang diberikan pada pompa sentrifugal sebagai penyeimbang bernilai sama. Namun hal tersebut di dalam praktikum tidak sepenuhnya terjadi. pada kecepatan putar 1800 rpm ketika kapasitas fluida (Q) yang dialirkan pompa semakin cepat maka perbedaan head pompa cenderung akan semakin kecil. Di mana. nilai No sangat dipengaruhi oleh nilai beban yang diberikan (W). maka cenderung semakin besar pula nilai dari daya dinamo pompanya (No). N . sedangkan nilai W tidak sama.4 rad/s). L . Namun pada beberapa titik.8 m/s2) dan nilai N (188. Laju alir atau kapasitas fluida yang semakin besar menyebabkan daya yang dibutuhkan pompa akan semakin besar pula sehingga kerja pompa akan semakin berat yang menyebabkan efisiensi pompa menurun. Sedangkan pada literatur seharusnya semakin besar Q maka efisiensi pompa akan semakin menurun karena ketika kecepatan putar dinamo pada pompa diperbesar maka laju alir atau kapasitas fluida yang dialirkan pompa akan semakin besar. H2. maka nilai No nya pun akan sama. Adapun pengaruh kapasitas fluida (Q) pada nilai daya dinamo pompa (No) pada variasi kecepatan putar 1800 rpm. begitu juga dengan nilai g (9. Berdasarkan grafik daya dinamo pompa (No) terhadap kapasitas fluida (Q). Tidak konstannya efisiensi disebabkan beberapa faktor diantaranya akibat sering terjadinya kecepatan putaran rpm yang tiba-tiba berubah sehingga merubah semua nilai yang diukur (H1. Namun ketika nila W sama untuk beberapa variasi ΔH orifice. hal tersebut dapat dilihat berdasarkan persamaan berikut No = W . Hs. Selanjutnya pada variasi kecepatan putar 1800 rpm ini.menyebabkan daya yang dibutuhkan pompa akan semakin besar pula sehingga kerja pompa akan semakin berat yang menyebabkan efisiensi pompa menurun. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan gaya tekan akibat meningkatnya kapasitas fluida (Q) yang diberikan dengan mengatur bukaan valve ke kiri. Naik turunnya nilai efisiensi pada praktikum disebabkan karena tidak stabilnya nilai kecepatan putar rpm yang diberikan di mana seringkali nilai rpm ini tiba-tiba berubah . terdapat juga pengaruh kapasitas fluida (Q) pada nilai efisiensi pompa (η).

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN 6. H2. Bahwa pengaruh kapasitas fluida (Q) pada variasi kecepatan putar 2000 rpm dan 1800 rpm adalah sebagai berikut. karena nilai kecepatan putar ini tiba-tiba berubah atau tidak stabil  Sebaiknya ketika mengontrol kecepatan putar. karena akan menyebabkan pompa harus dipancing menggunakan air  Sebaiknya praktikan selalu mengontrol nilai kecepatan putar. jangan merubah skala terlalu besar karena akan menyebabkan pompa sentrifugal tidak seimbang secara drastis.  Semakin besar nilai kapasitas fluida (Q) maka semakin kecil nilai head pompa (ΔH pompa)  Semakin besar nilai kapasitas fluida (Q) maka cenderung semakin besar pula nilai dari daya dinamo pompanya (No)  Semakin besar nilai kapasitas fluida (Q) maka nilai efisiensi seharusnya semakin kecil.1 Simpulan Pada praktikum pompa sentrifugal kali ini. namun pada praktikum didapatkan nilai efisiensi yang naik turun tidak stabil. dan W yang merupakan parameter-parameter yang mempengaruhi nilai efisiensi. .sehingga mempengaruhi semua nilai yang diukur seperti H1. Hs. yaitu sebagai berikut  Sebaiknya pada saat praktikum jangan biarkan nilai kecepatan putar berada di bawah 700 rpm. Hd.2 Saran Adapun hal-hal yang disarankan pada praktikum kali ini. 6. dapat ditarik kesimpulan mengenai karakteristik pompa yang didapatkan.

Chemical Engineering Vol 1&2 Pergamon Press Don Green 1989 Perry’s Chemical Engineering Handbook 6th Edition McGraw Hill Stanley Walas 1985. Phase Equilibria in Chemical Eng. McGraw Hill. Introduction to Chem. McGraw Hill Badger & Bachero.DAFTAR PUSTAKA JM Coulson: JF Richardson 1980. 1970 J. Michael Jacob. 1980. Unit Operations of Chemical Engineering 4th Ed. Prentice Hall. Industrial Control Electronics. Eng. D O Kern. 1989. Process Heat Transfer. Butterworth Publisher McCabe Smith & Harriot 1986. 1986. 2nd Edition. . McGraw Hill Pub Fluidization Engineering. John Willey.

6165 x= 1.6165x .6165x .0009 x= y + 0.175  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.6165 x= 0.0009 1.002 m y = 1.001+ 0.0009 1.001 m y = 1.57  x 10−4 m3/s ΔH orifice = 0.0009 1.0.79 x 10 −3 m3/s .0009 x= y + 0.0.6165x .0.0009 1.6165 x= 1. Q pada 2000 rpm (sumbu x)  ΔH orifice = 0 m y = 1. Perhitungan untuk mencari Q secara grafik Persamaan garis yang didapatkan pada kurva kalibrasi adalah ΔH orifice Vs Q adalah: y = 1.0009 1.6165 x= 5.0009 x= y + 0.0.LAMPIRAN 1.0009 a.6165x .6165 x= 0+0.002+ 0.6165 x= 0.0009 1.

6165x .65  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.004 m y = 1.0009 1.6165x . x= ΔH orifice = 0.6165x .0009 x= y + 0.005 m y = 1.6165 x= 0.0009 x= y + 0.6165 x= 3.0009 1.004+0.0009 1.41  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.003 m y = 1.006 m y = 1.0009 .6165 x= 2.03  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.0.6165 x= 0.6165x .0.0009 1.6165 x= 3.0009 1.0009 x= y + 0.0.005+ 0.0.003+ 0.6165 x= 0.0009 1.

6165x .6165 x= 5.57 x 10−4 m3/s .0009 x= y + 0.0009 1.0009 1.000+ 0.006+0.007+0.000 m y = 1.6165x .0009 1.x= y + 0.6165 x= 0.0009 x= y + 0.27  x 10 −3 m3/s x= ΔH orifice = 0.0009 1.0.007 m y = 1. Q pada 1800 rpm (sumbu x)  x= ΔH orifice = 0.89 x 10 −3 m3/s b.6165 x= 0.0009 1.0.6165 x= 0.0009 1.6165 x= 4.6165 x= 4.

0009 1.004+0.002 m y = 1. x= ΔH orifice = 0.0.0009 1.0.41  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.175  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.0009 1.6165x .6165 x= 1.001 m y = 1.003+ 0.6165 x= 0.6165x .6165 x= 2.0009 x= y + 0.0009 1.0009 1.0009 1.0009 1.0.0009 x= y + 0.6165 x= 1.0009 x= y + 0.001+ 0.6165 x= 0.002+ 0.6165 .0009 1.6165 x= 0.003 m y = 1.0009 x= y + 0.6165 x= 0.6165x .004 m y = 1.0.79  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.6165x .

006 m y = 1.x= 3.0.6165x .6165x .0. Perhitungan Head Pompa ∆ H= ( H d−H s ) +VHC +Z  Kecepatan Putaran (N) 2000 rpm  ΔH orifice = 0 m .58 x 10−3 m3/s 2.0009 1.0009 x= y + 0.0009 1.6165 x= 0.6165 x= 4.27  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.0065+ 0.6165 x= 0.0009 1.03  x 10 −3 m3/s x= ΔH orifice = 0.6165 x= 3.005 m y = 1.6165 x= 0.0009 x= y + 0.6165 x= 4.005+ 0.006+0.0009 x= y + 0.65  x 10−3 m3/s x= ΔH orifice = 0.0009 1.6165x .0.0065 m y = 1.0009 1.0009 1.

13 ×10 4 VHC=0.5−0.3 m ∆ H=6.029 m+0.61 x 10−3 m+0.029 m+ 0.1 ) m+ 6.175 x 10−3)2 ×2.61 x 10 m+0.229 m  ΔH orifice = 0.001 m 2 VHC=Q ×2.3 m .5−0.13× 104 VHC=6.13 ×10 4 VHC=( 1.61 x 10−3 m  ΔH orifice = 0.3 m ∆ H= (7.61 x 10−3 m −3 ∆ H= (7.002 2 VHC=Q ×2.79 x 10−3)2 ×2.029 m ∆ H= ( 8−0.2 VHC=Q ×2.13 ×10 4 VHC=0.9 m ) +0.3 m ∆ H=8.4 m )+6.2 ) m+ 0.068 m+ 0.13 ×10 4 VHC=(5.13 ×10 4 VHC=( 1.57 x 10−4 )2 × 2.1 ) m+0.068 m ∆ H= ( 6.3 m ∆ H= (7.

004 VHC=Q2 ×2.196 m ∆ H= ( 6−0.3 m ∆ H=6.13 ×10 4 VHC=0.13 ×104 VHC=(2.65 x 10−3)2 ×2.41 x 10−3)2 ×2.005 2 VHC=Q ×2.124 m  ΔH orifice = 0.068 m+0.196 m+0.3 ) m+0.3 m ) +0.003 VHC=Q2 ×2.13 ×104 VHC=( 3.3 m ∆ H= (5.03 x 10−3)2 ×2.∆ H= ( 6.196 m+0.7 m ) +0.124 m+0.124 m+0.3 m ∆ H=6.668 m  ΔH orifice = 0.3 m ∆ H=6.13 ×10 4 VHC=( 3.3 m ∆ H= (5.13 ×104 VHC=0.4 ) m+ 0.13 ×10 4 .6 m ) +0.124 m ∆ H= ( 6−0.096 m  ΔH orifice = 0.

4 m )+ 0.89 x 10 ) × 2.39 m ∆ H= (3.13× 10 VHC=0.27 x 10−3 )2 × 2.3 m ∆ H=3.5 ) m+0.69m  ΔH orifice = 0.3 m ∆ H=4.5 m ) +0.3 m ∆ H= (3.13× 104 VHC=0.39 m+ 0.08 m  ΔH orifice = 0.007 VHC=Q2 ×2.39 m+0.3 m ∆ H=2.51m+0. 28 m+ 0.6 ) m+0.VHC=0.51 m ∆ H= ( 2−0.13 ×104 VHC=(4.3m ∆ H= (1.28 m+0.21m .006 VHC=Q2 ×2.13 ×104 −3 2 4 VHC=( 4.5 ) m+0.51 m+ 0. 28 m ∆ H= ( 4−0.5−0.3 m ∆ H= (3 m ) +0.

6 ×10−3 m+0.13 ×104 VHC=( 1.3 m ∆ H=5.0294 m+0.0682 m .79× 10−3)2 ×2.6 ×10−3 m ∆ H= (7−0.5 ) m+6.0294 m+ 0.5−0.57× 10−4 )2 × 2. Kecepatan Putaran (N) 1800 rpm  ΔH orifice = 0 VHC=Q2 ×2.3 m ) +0.13 ×104 VHC=( 1.5 m) +6.13 ×104 VHC=(5.002 VHC=Q2 ×2.2 ) m+ 0.6 ×10−3 m+0.13 ×10 4 VHC=0.6294 m  ΔH orifice = 0.3 m ∆ H= (5.175× 10−3)2 ×2.8 m  ΔH orifice = 0.0294 m ∆ H= (5.13× 104 VHC=6.001 VHC=Q2 ×2.3 m ∆ H=6.13 ×10 4 VHC=0.3 m ∆ H= ( 6.

13 ×104 VHC=(2.03× 10−3)2 ×2.004 VHC=Q2 ×2.3 m ∆ H= ( 4.0682+ 0.003 VHC=Q2 ×2.3 ) m+0.3 m ∆ H= ( 2.5−0.13 ×104 VHC=( 3.0975 m+0.3 m ∆ H= ( 4.095m  ΔH orifice = 0.4 ) m+0.1955 m+0.13 ×10 4 VHC=0.∆ H= ( 4.1955 m+0.6 m) +0.2 m) +0.3 m ∆ H=3.5682 m  ΔH orifice = 0.3 ) m+0.3m ∆ H=4.005 VHC=Q2 ×2.13 ×104 VHC=0.5975 m  ΔH orifice = 0.5−0.0682+0.13 ×104 .0975 m+0.1955 m ∆ H= (3−0.3 m ∆ H=4.0975 m ∆ H= ( 4.41× 10−3)2 ×2.2 m) +0.

3 m ∆ H=3.4468 m ∆ H= ( 2−0.3883 m ∆ H= (3−0.27 ×10−3 )2 × 2.13× 104 VHC=0.6 ) m+0.3 m .5 ) m+ 0.5m ) +0.58 ×10−3 )2 × 2.4468m+0.2837 m+0.5 ) m+0.13 ×10 4 VHC=0.13× 104 VHC=0.0837 m  ΔH orifice = 0.3883 m+0.4 m )+ 0.65× 10−3)2 ×2.3 m ∆ H=2.1883m  ΔH orifice = 0.0065 VHC=Q2 ×2.006 VHC=Q2 ×2.VHC=( 3.4468 m+ 0.13 ×104 VHC=(4.2837 m ∆ H= ( 2−0.3883 m+ 0.3 m ∆ H= ( 2.3 m ∆ H= (1.13 ×104 VHC=(4.3 m ∆ H= (1.2837 m+ 0.5 m ) +0.

06  Watt ΔH orifice = 0. Perhitungan Daya Dinamometer Pompa (No) No = W . g . L . (9. ( N x 260π ) −3 No = ( 1075 x 10 kg) . Kecepatan Putaran (N) 2000 rpm  ΔH orifice = 0 ( N x 260π ) No = W . ( N x 260π ) (2000 x 260π rad /s) .8 m/s2) .2 m) .8 x 10 kg) . g . −3 No = ( 1250 x 10 kg) .87 Watt  ΔH orifice = 0.2 m) . L .2 m) . No = 412. g . (0. L . g .1468m 3. L . L . (0.∆ H=2. (0. (9. g .8 m/s2) .002 No = W .001 ( N x 260π ) No = W .8 m/s2) .50 Watt ΔH orifice = 0. −3 No = ( 756.003 No = W . n (W) n = N x 2π/60 (rad/s) a. (2000 x 260π rad /s) No = 512. No =  (2000 x 260π rad /s) 310. (9.

( N x 260π ) −3 No = ( 1350 x 10 kg). (0.90  (2000 x 260π rad /s) Watt ΔH orifice = 0. L .8 m/s2) .2 m) . (2000 x 260π rad /s) No = 543. No = 553. L .64 Watt  ΔH orifice = 0. g . (0. g .8 m/s2) . ( N x 260π ) −3 No = ( 1350 x 10 kg).90  Watt ΔH orifice = 0. (0. No = 553.8 m/s2) .−3 No = ( 1050 x 10 kg). (9.004 No = W . (9. (9.007 No = W . (9. L .8 m/s2) . (0.2 m) . g . ( N x 260π ) −3 No = ( 1325 x 10 kg).81 Watt  ΔH orifice = 0.2 m) .2 m) . L .006 No = W . (2000 x 260π rad /s) No = 430. ( N x 260π ) (2000 x 260π rad /s) . g .005 No = W .

0.2 m) . 9. 2π/60 (rad/s) .875 kg .−3 No = ( 1350 x 10 kg).14)/60 (rad/s) No = 0.200 m .14)/60 (rad/s) No = 1. N . 2(3. g .200 m . 9.4 rad/s No = 387. 2π/60 (rad/s) No = 1050 g . 0. 9.8 m/s2 . 188. 1800 rpm . 2(3. g .8 m/s2 .75 kg . No = 553. 1800 rpm .4 rad/s No = 276. g . 0. N . N . 2π/60 (rad/s) No = 1050 g . 2π/60 (rad/s) No = 750 g .8 m/s2) .05 kg .72 Watt  ΔH orifice = 0. 188.106 Watt  ΔH orifice = 0. 1800 rpm .8 m/s2 .003 No = W . 2(3.002 No = W .4 rad/s No = 387. N . Kecepatan Putaran (N) 1800 rpm  ΔH orifice = 0 No = W . (0.05 kg .001 No = W .8 m/s2 . 188. L .90 (2000 x 260π rad /s) Watt b.8 m/s2 . 1800 rpm . 9.200 m .200 m . 2(3. 0.14)/60 (rad/s) No = 0.8 m/s2 . 9.72 Watt  ΔH orifice = 0. 188.8 m/s2 .948 Watt  ΔH orifice = 0.004 No = W . 9. L .200 m .200 m . 0.200 m . 0.200 m . L .14)/60 (rad/s) No = 1.8 m/s2 . N . 0. 2π/60 (rad/s) No = 875 g . 9. 0. 9. g . L . (9. L .4 rad/s No = 323. g .

200 m . Kecepatan Putaran (N) 2000 rpm  ΔH orifice = 0 Nh = Q . ρw . 2π/60 (rad/s) No = 1200 g .200 m . 9. 188.8 m/s2 . 0.8 m/s2 .8 m/s2 . 0. 0. N . 2π/60 (rad/s) No = 1050 g . L . 9.706 m Nh = 42. 2(3. ρw . g . 9. 2(3.8 m/s2 .72 Watt  ΔH orifice = 0. 0. 9. 0.14)/60 (rad/s) No = 1.72 Watt  ΔH orifice = 0. ρw . 9.1800 rpm .4 rad/s No = 443. 188.200 m . Perhitungan Daya Hidrolik/Hydraulic Power (Nh) Nh = Q . 7.4 rad/s No = 387. 0.06 Watt  ΔH orifice = 0.001 Nh = Q . 0. 188.57 x 10-4 m/s .4 rad/s No = 443. 9.200 m .14)/60 (rad/s) No = 1.g.2 kg .05 kg .14)/60 (rad/s) No = 1.200 m . ∆H Nh = 5.200 m . 1800 rpm . 2π/60 (rad/s) No = 1200 g .175 x 10-3 m/s .g. 1800 rpm . 1000 kg/m3 .8 m/s2 . 8. ∆H Nh = 1. 9. 2(3. L .14)/60 (rad/s) No = 1.17 Watt  ΔH orifice = 0. 1800 rpm .200 m . N . ∆H a. g .229 m . 1000 kg/m3 .006 No = W .2 kg . L .8 m/s2 .g.8 m/s2 .8 m/s2 . 9.0065 No = W .200 m . N .005 No = W . 9. g . 0. 9.4 rad/s No = 387.No = 1050 g .188.05 kg .8 m/s2 . 2(3.17 Watt 4.8 m/s2 .

∆H Nh = 4. ρw .94 Watt  ΔH orifice = 0.8 m/s2 . ρw .69 m Nh = 154.65 x 10-3 m/s . ρw . 6.8 m/s2 .64 Watt  ΔH orifice = 0. ∆H Nh = 3. 9. 3. 1000 kg/m3 .668 m Nh = 116.004 Nh = Q .97 Watt  ΔH orifice = 0.002 Nh = Q . ∆H Nh = 3.76 Watt  ΔH orifice = 0.91 Watt . ρw .g.003 Nh = Q .79 x 10-3 m/s . 4. 1000 kg/m3 . ρw .g.006 Nh = Q .007 Nh = Q .8 m/s2 . 2.41 Watt  ΔH orifice = 0.58 x 10-3 m/s . 9.8 m/s2 . 1000 kg/m3 . 6.005 Nh = Q .g. ∆H Nh = 4.41 x 10-3 m/s .096 m Nh = 181. 9.g. 9.21 m Nh = 105.03 x 10-3 m/s .08 m Nh = 145. 9.01 Watt  ΔH orifice = 0. 9. 6.27 x 10-3 m/s .g. ρw .8 m/s2 .g. 1000 kg/m3 .Nh = 94. 1000 kg/m3 . 1000 kg/m3 .124 m Nh = 144. ∆H Nh = 1.8 m/s2 . ∆H Nh = 2.

1000 kg/m3 .534 Watt .g.8 m/s2 . ρw .8 m/s2 .g.g. 5. ∆H Nh = 3.6294 m Nh = 64.004 Nh = Q . ρw . 6. ρw . 2. ∆H Nh = 2. Kecepatan Putaran (N) 1800 rpm  ΔH orifice = 0 Nh = Q .5682 m Nh = 80.8 m/s2 . 9.8 m Nh = 37. ρw .005 Nh = Q .002 Nh = Q . 4. ∆H Nh = 5.175 x 10-3 m/s .g.1184 Watt  ΔH orifice = 0. 1000 kg/m3 . ρw .903 Watt  ΔH orifice = 0.0837 m Nh = 74.003 Nh = Q .b. 1000 kg/m3 . 3.5975 m Nh = 108.65 x 10-3 m/s . 9. 9. 1000 kg/m3 .g. ρw .8 m/s2 . 1000 kg/m3 .8225 Watt  ΔH orifice = 0.03 x 10-3 m/s . 4. ∆H Nh = 3.8 m/s2 . ∆H Nh = 1.5837 Watt  ΔH orifice = 0.41 x 10-3 m/s . 9. ∆H Nh = 1.8 m/s2 . 9. 1000 kg/m3 .57 x 10-4 m/s .1353 Watt  ΔH orifice = 0.001 Nh = Q .g. 9.79 x 10-3 m/s .095 m Nh = 91.

5 Watt – 125 Watt Np = 185.06 Watt  ΔH orifice = 0.87 Watt  ΔH orifice = 0.g. 9. Perhitungan Daya Pompa (Np) Np = No – Nt a.1468 m Nh = 96.357 Watt 5.1883 m Nh = 133. 1000 kg/m3 .006 Nh = Q .8 m/s2 . 3. Kecepatan Putaran (N) 2000 rpm  ΔH orifice = 0 Np = No – Nt Np = 310.58 x 10-3 m/s .5 Watt  ΔH orifice = 0. ρw .003 Np = No – Nt . 2.4176 Watt  ΔH orifice = 0.27 x 10-3 m/s .06 Watt – 125 Watt Np = 287. ∆H Nh = 4. ∆H Nh = 4.87 Watt – 125 Watt Np = 387.8 m/s2 . ρw .0065 Nh = Q . 9. 1000 kg/m3 . ΔH orifice = 0.002 Np = No – Nt Np = 412.001 Np = No – Nt Np = 512.g.

81 Watt  ΔH orifice = 0.948 Watt  ΔH orifice = 0.81 Watt – 125 Watt Np = 305. Kecepatan Putaran (N) 1800 rpm  ΔH orifice = 0 Np = No – Nt Np = 276.9 Watt  ΔH orifice = 0.106 Watt – 125 Watt .9 Watt  ΔH orifice = 0.001 Np = No – Nt Np = 323.9 Watt – 125 Watt Np = 428.64 Watt – 125 Watt Np = 418.005 Np = No – Nt Np = 553.007 Np = No – Nt Np = 553.004 Np = No – Nt Np = 543.948 Watt – 125 Watt Np = 151.9 Watt b.9 Watt – 125 Watt Np = 428.64 Watt  ΔH orifice = 0.Np = 430.006 Np = No – Nt Np = 553.9 Watt – 125 Watt Np = 428.

72 Watt – 125 Watt Np = 262.006 Np = No – Nt Np = 443.17 Watt .0065 Np = No – Nt Np = 443.17 Watt – 125 Watt Np = 318.005 Np = No – Nt Np = 387.002 Np = No – Nt Np = 387.72 Watt  ΔH orifice = 0.72 Watt – 125 Watt Np = 262.004 Np = No – Nt Np = 387.17 Watt – 125 Watt Np = 318.Np = 198.106 Watt  ΔH orifice = 0.17 Watt  ΔH orifice = 0.72 Watt – 125 Watt Np = 262.72 Watt – 125 Watt Np = 262.72 Watt  ΔH orifice = 0.72 Watt  ΔH orifice = 0.003 Np = No – Nt Np = 387.72 Watt  ΔH orifice = 0.

76 x 100 387.001 ¿ Nh x 100 Np ¿ 94.67  ΔH orifice = 0.06 ¿ 40. Perhitungan Efisiensi Pompa (η) η = Nh/Np X 100% a.5 ¿ 22.97 x 100 287.87 ¿ 24.6.003 .75  ΔH orifice = 0. Kecepatan Putaran (N) 2000 rpm  ΔH orifice = 0 ¿ Nh x 100 Np ¿ 42.06 x 100 185.002 ¿ Nh x 100 Np ¿ 116.43  ΔH orifice = 0.

9 ¿ 34.9 ¿ 36.41 x 100 428.94 x 100 428.00  ΔH orifice = 0.64 x 100 305.64 ¿ 43.24  ΔH orifice = 0.¿ Nh x 100 Np ¿ 144.03  ΔH orifice = 0.006 .006 ¿ Nh x 100 Np ¿ 154.005 ¿ ¿ Nh x 100 Np 145.01 x 100 418.004 ¿ Nh x 100 Np ¿ 181.81 ¿ 47.30  ΔH orifice = 0.

5837/262.69 b.003 η = Nh/Np X 100% η = 108.4133 X 100% η = 41.91 x 100 428.72 X 100% η = 0.002 η = Nh/Np X 100% η = 80.1353/262.¿ Nh x 100 Np ¿ 105.8225/198.106 X 100% η = 0.1184/151.72 X 100% η = 0.42 %  ΔH orifice = 0.72 %  ΔH orifice = 0.3050 X 100% η = 30. Kecepatan Putaran (N) 1800 rpm  ΔH orifice = 0 η = Nh/Np X 100% η = 37.9 ¿ 24.948 X 100% η = 0.2442 X 100% η = 24.50 %  ΔH orifice = 0.3272 X 100% η = 32.33 % .001 η = Nh/Np X 100% η = 64.

Dokumentasi pada saat praktikum Gambar Keterangan Rangkaian peralatan pompa sentrifugal .17 X 100% η = 0.534/262.2816 X 100% η = 28.72 X 100% η = 0.17 X 100% η = 0.005 η = Nh/Np X 100% η = 74.3028 X 100% η = 30.004 η = Nh/Np X 100% η = 91. ΔH orifice = 0.35 X 100% η = 35 %  ΔH orifice = 0.72 X 100% η = 0.006 η = Nh/Np X 100% η = 133.93 %  ΔH orifice = 0.0065 η = Nh/Np X 100% η = 96.4193 X 100% η = 41.4176/318.28 % 7.903/262.16 %  ΔH orifice = 0.357/318.

Hd. H2. dan Hs Manometer untuk mengukur ΔH Orifice .Manometer venturimeter dan manometer pressure gauge untuk melihat nilai H1.