You are on page 1of 19

Konsep Dasar dan

Patogenesis Infeksi dan
Inflamasi Mata
R. Gunawan Effendi, dr., SpM.,
MM

Pendahuluan  Inflamasi/ peradangan  respon jaringan thd stimulus & berusaha utk menghilangkan stimulus tsb. dgn cara:    Mengencerkan / Dilute Menghancurkan / Destroy Mengisolasi/ Isolate .

Mekanisme Proses Inflamasi   Inflamasi  mekanisme pertahanan tubuh. bukan suatu penyakit Gambaran inflamasi (5 gejala utama):  Kemerahan (Rubor)  vasodilatasi  Pembengkakan (Tumor)  transudasi cairan  Panas (Calor)  migrasi sel radang  Nyeri (Dolor)  rangsangan pd serabut saraf  Gangguan fungsi (Functiolaesa) .

Stimulus inflamasi  Suatu agen yg menimbulkan reaksi inflamasi disebut stimulus inflamasi   Agen Toksik: scr langsung dpt menimbulkan reaksi inflamasi tanpa didahului oleh paparan sebelumnya Agen Imunologik: memerlukan partisipasi sistem imun tubuh utk menimbulkan reaksi inflamasi. .

Agen Toksik   Nekrotikans (merusak jaringan Host). perlu faktor penengah (imunoglobulin) . dpt dinetralisir dgn struktur kimiawi intrinsik jaringan (pH) Non-nekrotikans.

Agen Imun  Dinetralisir oleh antibodi:   Humoral (reaksi hipersensitivitas tipe I. III) Selular (reaksi hipersensitivitas tipe IV) . II.

.

Penyebab Infeksi  Mikroorganisme patogen (bakteri. virus. . jamur.  Reaksi alergi  Merusak sel. contoh Malaria (rbc). dsb) dapat menyebabkan infeksi dan penyakit dengan beberapa cara:  Produksi racun (toksin) contoh Tetanus.

trauma) Nosocomial – penularan dalam fasilitas kesehatan (workers to patient). congenital abnormalities. tumors) Exogenous – dari luar tubuh (chemical agents.Asal Agen Infeksi     Endogenous – dari tubuh sendiri (metabolic disorders. Opportunistic – terjadi ketika daya tahan tubuh  (pneumonia ok AIDs) . electrical shock.

Jika rusak maka infeksi tidak terjadi .Rantai Infeksi  Rantai infeksi terdiri 6 elemen.

virus) Reservoir – tempat hidup agen  Ex: human body.Rantai Infeksi   Agen infeksi– patogen (bacteria.  Fomites are objects contaminated with infectious material that contains pathogens. fomites. animals. the environment. .  Ex: doorknobs. instruments. bedpans. linens.

Rantai Infeksi  Portal of Exit – pintu keluar agen dari reservoir:          Urine Feces Saliva Respiratory tract Skin Blood Gastrointestinal tract Mucous discharge Tears .

Rantai Infeksi  Mode of Transmission – cara penularan dari reservoir ke host:   Direct contact atau airborne droplet. Contaminated hands are one of the most common sources of direct transmissions.  Hand washing is one of the most effective means of preventing the spread of pathogens. .

.Rantai Infeksi  Portal of Entry – pintu masuk ke host   Respiratory tract. and gastrointestinal tract are common. Damaged skin. mucous membranes.

Individuals with an immunity to certain pathogens will not be susceptible.Rantai Infeksi  Susceptible Host – mudah terinfeksi    Microorganisms must be present in large enough quantity to be virulent. . The host must be susceptible.

hendaknya dipahami mulai dari penyebab. diagnosis deferensial. diagnosis. barulah diberikan pengobatan yg sesuai .Infeksi dan Inflamasi Mata  Untuk menemukan kelainan klinis infeksi dan inflamasi pada mata. mekanisme/patogenesis.

Penyembuhan ke bentuk semula hanya terjadi bila eliminasi agen inflamasi bekerja efektif. . K Aliran linfatik dari limbus ke kelenjar limfa preaurikular/ submandibula dan kembali melalui sistem karotid eksterna menuju palpebra dan melalui arteri oftalmika menuju mata. sel T. makrofag Jaringan limfatik konjungtiva (limfosit B. NK.Mekanisme reaksi inflamasi mata     Reaksi PMN.

Gambaran inflamasi akut mata    Vasodilatasi Permeabilitas  Eksudasi sel-sel lekosit  sekret .

Gejala klinis inflamasi mata    o o o Gejala awal (tdk spesifik): Rubor. kering. calor. dolor. infeksi virus Mukoid: dry eye. tumor Rasa gatal. alergi Purulen: infeksi bakteri . silau. sandyfeeling. tajam penglihatan  Sekret: Serous: iritasi. lengket. berair.