You are on page 1of 32

RABU, 05 OKTOBER 2011

aerosol
A. Pengertian
Aerosol adalah bentuk sediaan yang mengandung satu atau lebih zat aktif dalam wadah kemas tekan,
berisi propelan yang dapat memancarkan isinya, berupa kabut hingga habis, dapat di gunakan untuk obat
dalam atau obat luar dengan menggunakan propelan yang cocok.
Aerosol di dunia farmasi adalah bentuk sediaan yang diberi tekanan, mengandung satu atau lebih bahan
aktif yang bila diaktifkan memancarkan butiran-butiran cairan atau bahan-bahan padat dalam media gas.
Menurut FI IV, aerosol farmasetik adalah sediaan yang dikemas di bawah tekanan, mengandung zat aktif
terapetik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan.
Aerosol didefinisikan sebagai sistem koloid yang mengandung partikel-pertikel padat atau cairan yang
sangat halus yang terbagi-bagi didalam dan dikelilingi oleh gas.
Ukuran partikel bahan aktif berkisar antara 10 sampai 50mm, untuk meminimalisir penghantaran dan
penyimpanannya dalam cairan pernafasan.
Bentuk sediaan ini pada umumnya sering ditemukan untuk pengobatan saluran pernafasan misalnya untuk
penanganan simpatomatis pada penyakit asma, aerosol topical untuk pengobatan acne (jerawat), dan
kosmetik seperti styling foam untuk penataan rambut.

3.
4.
5.
6.
7.

B. Keuntungan Pemakaian Aerosol
1. Pilihan alternative bila terjadi penghambatan farmakokinetik pada pemberian oral atau parenteral.
2. Efektif untuk penanganan gangguan sistem pernafasan
Mudah digunakan dan sedikit kontak dengan tangan
Bahaya kontaminasi tidak ada karena wadah kedap udara
Iritasi yang disebabkan oleh pemakaian topical berkurang
Takaran yang dikehendaki dapat diatur
Bentuk semprotan dapat diatur

C. Penggunaan Aerosol
Aerosol dapat digunakan pada bagian sebagai berikut:
1. Topikal pada kulit
Meliputi preparat yang digunakan sebagai antiseptic, anti mikotik, anti pruriginosis, anti alergi, luka bakar
dan iritasi lokal.
2. Lokal hidung (Aerosol Intranasal)
3 tipe bentuk sediaan untuk saluran pernafasan, yaitu: Metered Dose Inhaler (MDI), dry-powder inhaler
dan nebulizer.
3. Lokal mulut (Aerosol Lingual)
4. Lokal Paru-paru ( Aerosol Inhalasi)
Aerosol inhalasi memiliki kerja lokal pada selaput mukosa saluran pernafasan. Ukuran partikel inhalasi
lebih kecil dari 10 µm.

D. Jenis/ Sistem Aerosol
1. Sistem dua fase
Sistem aerosol yang paling sederhana, terdiri dari fase cair yang mengandung propelan cair dan cairan
pekat produk, serta fase gas. Sistem ini digunakan untuk formulasi aerosol penggunaan inhalasi atau
penggunaan intranasal. Aerosol sistem dua fase ini beroperasi pada tekanan 30-40 p.s.i.g(pounds per
square in gauge) pada suhu 21° C Yang termasuk sistem ini adalah:
a. Aerosol pelapis permukaan (Surface coating spray)
Merupakan produk konsentrat yang terdiri dari 20% hingga 75% bahan aktif dan 25% hingga 80%
propelan. Contoh : cat, hair spray.
b. Aerosol ruang (Space sprays)
Terdiri dari 2% hingga 20% bahan aktif dan 80% hingga 98% propelan. Contoh : Insektisida, deodorant
2. sistem tiga fase
sistem yang terdiri dari lapisan air-cairan propelan yang tidak bercampur, lapisan pekat produk yang
sangat berair, serta gas.
a. sistem dua lapisan
Pada sistem ini propelan cair. Propelan gas dan larutan bahan aktif akan membentuk tiga fase. Propelan
cair dan air tidak bercampur, propelan cair akan terpisah sebagai lapisan yang tak bercampur.

b. sistem foam /busa
Terdiri dari sistem tiga fase dimana propelan cair tidak lebih dari 10% bobotnya, yang diemulsifikasikan
dengan propelan. Jika katup di tekan, emulsi akan dikeluarkan melalui nozel dan dengan adanya udara
hangat dan tekanan atmosfer, propelan yang terperangkap berubah menjadi bentuk gas yang menguap dan
mengubah emulsi menjadi foam/busa.
Aerosol sistem tiga fase ini beroperasi pada tekanan 15 p.s.i.g (pounds per square in guage) pada
suhu 21° C
E. Kelengkapan / komponen Aerosol
Komponen dasar aerosol terdiri dari wadah, propelan (pendorong), Konsentrat (zat aktif), Katup,
Penyemprot.

·

·

·
·

1. Wadah
Wadah aerosol dapat digunakan bahan-bahan berikut ini :
Kaleng timah berlapis baja
Merupakan wadah yang cukup murah, cukup melindungi isi kemasan,
digunakan sebagai wadah aerosol produksi skala besar. Umumnya cat rambut dikemas dengan
menggunakan wadah ini.
Aluminium
Kemasan dengan kekuatan tambahan, ukuran bervariasi antara 10 mLhingga 45 floz.
Kaca
Untuk bahan-bahan obat dan farmasi, tidak adanya inkompabilitas, dan juga untuk nilai estetik.
Plastik

Wadah dapat berupa plastic jernih atau berwarna dengan penambahan pewarna, bahan ini meminimalkan
terjadinya kerusakan (pecah), absorbsi shock selama pengkerutan, dan melindungi bahan-bahan obat dari
sinar UV.
2. Propelan ( Pendorong)
Propelan adalah bagian bahan dari aerosol yang berfungsi mendorong sediaan keluar dari wadah lewat
saluran, katup sampai habis. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai solvent atau cosolvent.
Bahan-bahan yang digunakan sebagai propelan dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
a. Gas yang dicairkan :
·
Hidrokarbon klorinasi fluorinasi (halocarbon)
·
Hidrofluorokarbon
·
Hidroklorokarbon
·
Hidrokarbon
·
Ester Hidrokarbon

·

b. Gas yang dikompres/ dimampatkan.
Nitrosa

3. Konsentrat ( Zat Aktif)
Konsentrat zat aktif menggunakan pelarut pembantu untuk memperbaiki kelarutan zat aktif/zat berkhasiat
atau formulasi dalam propelan, misalnya etanol, propilenglikol, PEG.
4. Katup / Valve
Merupakan bagian yang mendasar dari kemasan aerosol atau kemasan bertekanan dimana mekanisme
katup / valve ini dalam mengeluarkan isi kemasan adalah dengan memancarkannya keluar.
5. Penyemprot/ Aktuator
Biasanya terdiri dari bagian sebagai berikut:
a.
Aktuator mempercepat keluarnya isi dari wadah bertekanan. Aktuator adalah konsep yang ditekankan
oleh pemakai untuk mengaktifkan katup terpasang untuk pemancaran produk. Aktuator memungkinkan
pembukaan dan penutupan katup dengan mudah. Ini terjadi lewat lubang pada aktuator dimana produk
dilepaskan. Modal ruang dalam dan ukuran lubang pemancar di aktuator berperan pada bentuk fisik
produk yang dilepas (kabut, semprotan halus, aliran zat padat, atau busa). Campuran jenis dan jumlah
propelan yang digunakan,
model aktuator dan ukuran mengontrol besarnya partikel produk yang dipancarkan. Lebih besar lubang
(dan lebih sedikit propelan) yang digunakan untuk memancarkan produk dalam bentuk busa atau aliran
padat dibandingkan untuk memancarkan produk dalam bentuk semprotan atau kabut.
b. Tangkai: Tangkai membantu aktuator dan pengeluaran produk dalam bentuk yang tepat ke ruangan aktuator.
c. Pengikat: Pengikat ditempatkan dengan tepat (pas) terhadap tangkai, untuk mencegah kebocoran formula
bila katup pada posisi tertutup.
d. Pegas; Pegas memegang pengikat pada tempatnya dan juga merupakan mekanisme yang menarik kembali
aktuator ketika tekanan dilepaskan, kemudian mengembalikan katup ke posisi semula.
e. Lengkungan bantalan; Lengkungan bantalan terikat pada tabung aerosol atau wadah, berperan dalam
pemegangan katup ditempatkannya. Karena bagian bawah lengkung bantalan ini terkena formula, maka ia

Aktuator. Pembuatan Aerosol Pembuatan Aerosol dilakukan dengan proses pendinginan (cara dingin) dan pengisian tekanan. Bila diperlukan. Produk aerosol hampir seluruhnya mempunyai tutup pengaman atau penutup yang pas tepat di atas katup dan lengkung bantalan. Keutuhan ruang dikontrol oleh mekanisme dua katup. Badan. Pada penglepasan aktuator. pada posisi ini ruangan dimungkinkan untuk diisi dengan isi dari wadah karena penutup antara ruang dengan wadah terbuka. F. berperan untuk membawa formula dari wadah ke katup. penutup antara ruang dan udara luar diaktifkan. Proses pengisian dengan pendinginan : Konsentrat (umumnya didinginkan sampai suhu dibawah 0° C) dan propelan dingin yang telah diukur. sistem dikembalikan untuk mendapatkan dosis berikutnya. Akan tetapi. 6. Bersama dengan tangkai. · Proses pengisian dengan tekanan Udara dihilangkan dari wadah dengan penghampaan atau pemberian sedikit propelan. yaitu : 1. dimasukan kedalam wadah terbuka (biasanya wadah telah didinginkan). pengikat dari karet atau plastik yang sebelumnya telah diteliti ketahannya terhadap formula. Kekentalan produk dan kecepatan penglepasan yang dituju ditentukan oleh besarnya pelebaran dimensi (ukuran) dalam pipa tercelup dan badan untuk produk tertentu. Penekanan aktuator menyebabkan pembalikan secara serentak kedudukan penutup. Pipa tercelup. lubangnya membantu menentukan kecepatan penglepasan bentuk produk yang dikeluarkan. Pemberian tutup ini untuk menjaga katup dari pengotoran debu dan kotoran. Badan terletak langsung di bawah lengkung bantalan berperan dalam menghubungkan pipa tercelup dengan tangkai dan aktuator. Tutup umumnya dibuat dari plastik atau logam dan juga memberi fungsi dekoratif. dan pipa tercelup umumnya dibuat dari plastik. ruang menjadi terbuka ke arah udara luar.harus mendapat perhitungan atau pertimbangan yang sama dengan bagian dalam wadah. memanjang dari badan menurun masuk ke dalam produk. agar kriteria ketercampuran dipenuhi. lengkung bantalan dan pegas dari logam. melepaskan isinya dan pada waktu yang sama ruang tertutup terhadap isi wadah. · f. Pipa tercelup. Cairan pekat produk . Katup pengukur digunakan bila formula adalah obat yang kuat. Tekanan tunggal pada aktuator menyebabkan pengosongan ruangan ini dan penglepasan ini. g. jumlah bahan yang dilepaskan diatur oleh ruang katup pembantu berdasarkan pada kapasitasnya atau ukurannya. Katup penyemprot kemudian di pasang pada wadah hingga membentuk tutup kedap tekanan. Bila katup aktuator pada posisi tertutup. USP memuat pemeriksaan penentuan jumlah yang dilepas katup pengukur secara kuantitatif. Diisikan konsentrat dalam wadah katup ditutup kedap propelan ditekan melalui lubang katup propelan melalui tutup. harus dilapisi dengan bahan yagn inert (seperti resin epoksi atau vinil) untuk mencegah interaksi yang tidak dikehendaki. badan. Formulasi Aerosol Formulasi aerosol terdiri dari dua komponen yang esensial. katup ditutup. seperti pada terapi inhalasi. tangkai. Di sini dipakai sistem katup pengukur.

fase uap gas memberikan tekanan pada dinding dan permukaan fase cair. Pemeriksaan Pemeriksaan yang dilakukan terhadap sediaan aerosol : 1. karena titik didihnya terlampaui. jika tombol pembuka (akuator) ditekan. dinyatakan dalam tiap detik. . maka karena tekanan uap tersebut. 2. Pendorong (Propelan) Gas cair atau campuran gas cair yang diberi tekanan. fase gas yang berkurang akan terisi kembali oleh fase cair yang menguap. lalu timbang masing-masing wadah.Zat aktif yang dicampur dengan bahan pembantu yang dibutuhkan (antioksidan. 7. · Tekan akuator masing-masing wadah selama 5. pelarut) untuk ketsabilan dan efektifitas produk. akan menguap diudara menyebabkan terjadinya bentuk semprotan (spray). maka sebagian dari gas tersebut akan menjadi uap dan sebagian lagi akan tetap cair. Aerosol bekerja dengan dasar sebagai berikut : jika suatu gas yang dicairkan berada dalam wadah yang tertutup. Dalam keadaan keseimbangan.. katup terbuka. G. fase cair yang keluar bersama zat aktif. fase cair turun. emulgator. celupkan kedalam penangas air pada suhu 25° C sampai tekanan tetap · Keluarkan wadah dari penangas air dan keringkan. fase cair akan naik melalui tabung ke lubang katup. 4. komponen zat aktif dari obat dilarutkan / didispersikan dalam fase cair dari gas tersebut. 6. suspending agent. fase cair didorong keluar selama akuator ditekan. jika pada fase cair dimasukkan tabung yang pangkalnya melekat pada katup dan hanya ujungnya yang masuk ke fase cair. Bisa juga berfungsi sebagai pelarut atau pembawa cairan pekat produk. Cara kerja aerosol 1. 3. 5. Derajat semprotan Derajat semprotan adalah angka yang menunjukan jumlah bobot isi aerosol yang disemprotkan dalam satu satuan waktu tertentu. H. · Caranya : Pilih tidak kurang dari 4 wadah · Tekan akuator masing-masing wadah selama 2 sampai 3 detik · Timbang seksama wadah masing-masing wadah. fase uap naik. 2.0 detik.

tetapkan DKb dengan menggunakan 24 wadah lainnya. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Atau. Jika 1 wadah bocor lebih dari 5% pertahun. Signatura Pada Sediaan Aerosol Conton signaturanya : Misalnya pada Alupent Aerosol : . Pengujian Kebocoran Caranya : · Pilih 12 wadah. Sediaan memenuhi syarat jika dari 36 wadah. Perhatian. · Baca tekanan dalam wadah pada alat pengukur tekanan I. · Keluarkan wadah dari penangas. Pengujian Tekanan Caranya : · Pilih tidak kurang dari 4 wadah. · Ukur tekanan dengan memasang alat pegukur tekanan pada tangkai katup. maka sesuai aturan FDA. kocok baik-baik. · Hitung derajat kebocoran (DKb) masing-masing wadah dalam tiap tahun dengan rumus : Dkb= (W1 – W2) x ( 365/T) x 24 x 100% Bobot tertera dalam etiket · · · Sediaan memenuhi syarat jika DKb rata-rata tiap tahun dari 12 wadah tidak lebih dari 3. catat bobot sebagai W1.5 % dan jika tidak satupun bocor lebih dari 5% pertahun. · Lepaskan actuator dan keringkan. Hitung derajat semprotan rata-rata masing-masing wadah dalam gram per detik. · Timbang kembali wadah satu persatu. · Biarkan wadah dalam posisi tegak selama tidak kurang dari 3 haripada suhu kamar. 2. Jika aerosol menggunakan propelan halokarbon atau hidrokarbon.· · Masukan kembali kedalam penangas air bersuhu tetap dan ulangi percobaan hingga 3x untuk masingmasing wadah.Jangan dihirup langsung : menghirup isi dengan sengaja dapat menyebabkan kematian. tidak lebih dari 2 wadah yang bocor lebih dari 5% pertahun dan tidak satupun wadah lebih dari 7% pertahun. celupkan dalam penangas air pada suhu tetap 25° C sampai tekanan tetap.Isi bertekanan. · Timbang wadah satu persatu (pembulatan sampai mg). dari bobot yang tertera pada etiket. produk aerosol harus mencantumkan label sesuai dengan anjuran pengamanan. · Hitung waktu percobaan dan catat waktu sebagai T (dalam Jam). harus dicantumkan : Perhatian. Jangan menusuk wadah. Penandaan Menurut FI edisi IV Tanda peringatan : Sesuai dengan aturan. 3. catat bobot sebagai W2. catat tanggal dan waktu (pembulatan sampai ½ jam). Jangan terpapar panas atau simpan pada suhu dibawah 49ºC. Perhatian-Gunakan sesuai petunjuk : penggunaan atau menghirup dengan sengaja isi kemasan dapat berakibat fatal. · Lepaskan tutup.

mengandung zat aktif terapetik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Bentuk sediaan ini pada umumnya sering ditemukan untuk pengobatan saluran pernafasan misalnya untuk penanganan simpatomatis pada penyakit asma. menggunakan alat mekanik secara manual untuk menghasilkan tekanan atau inhalasi yang dalam bagi penderita yang bersangkutan. mengandung satu atau lebih bahan aktif yang bila diaktifkan memancarkan butiran-butiran cairan atau bahan-bahan padat dalam media gas. Ukuran partikel bahan aktif berkisar antara 10 sampai 50mm. 1-2 kali ( semprotkan ke dalam mulut sehari 1-2 kali) S. Aerosol di dunia farmasi adalah bentuk sediaan yang diberi tekanan. semprotkan jika pernafasan terganggu S.nebulizer. . dan kosmetik seperti styling foam untuk penataan rambut. berupa kabut hingga habis. dapat terbawa oleh aliran udara ke dalam saluran hidung dan memberikan efek Wadah obat yang diberikan secara inhalasi disebut inhaler A. semprotkan jika perlu. Serbuk dapat juga diberikan secara inhalasi. aerosol topical untuk pengobatan acne (jerawat). Inhalan terdiri atas satu atau kombinasi beberapa obat. INHALASI (INHALATIONS) Inhalasi adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran napas hidung atau mulut untuk memperoleh efek lokal atau sistemik. aerosol farmasetik adalah sediaan yang dikemas di bawah tekanan. Aerosol didefinisikan sebagai sistem koloid yang mengandung partikel-pertikel padat atau cairan yang sangat halus yang terbagi-bagi didalam dan dikelilingi oleh gas.· · ·     S. Menurut FI IV. dapat di gunakan untuk obat dalam atau obat luar dengan menggunakan propelan yang cocok. Pengertian Aerosol adalah bentuk sediaan yang mengandung satu atau lebih zat aktif dalam wadah kemas tekan. untuk meminimalisir penghantaran dan penyimpanannya dalam cairan pernafasan. yang karena bertekanan uap tinggi. berisi propelan yang dapat memancarkan isinya.

3. 2. Sistem ini digunakan untuk formulasi aerosol penggunaan inhalasi atau penggunaan intranasal. sistem dua lapisan Pada sistem ini propelan cair. Contoh : cat. anti alergi. 2. Lokal mulut (Aerosol Lingual) 4. Pilihan alternative bila terjadi penghambatan farmakokinetik pada pemberian oral atau parenteral. Sistem dua fase Sistem aerosol yang paling sederhana. 7. 5. sistem tiga fase sistem yang terdiri dari lapisan air-cairan propelan yang tidak bercampur. anti pruriginosis. terdiri dari fase cair yang mengandung propelan cair dan cairan pekat produk. Lokal hidung (Aerosol Intranasal) 3 tipe bentuk sediaan untuk saluran pernafasan.s. lapisan pekat produk yang sangat berair. Jenis/ Sistem Aerosol 1. Lokal Paru-paru ( Aerosol Inhalasi) Aerosol inhalasi memiliki kerja lokal pada selaput mukosa saluran pernafasan. 6. Efektif untuk penanganan gangguan sistem pernafasan Mudah digunakan dan sedikit kontak dengan tangan Bahaya kontaminasi tidak ada karena wadah kedap udara Iritasi yang disebabkan oleh pemakaian topical berkurang Takaran yang dikehendaki dapat diatur Bentuk semprotan dapat diatur C. Topikal pada kulit Meliputi preparat yang digunakan sebagai antiseptic. 4. Propelan cair dan air tidak bercampur. Aerosol sistem dua fase ini beroperasi pada tekanan 30-40 p. .i. Aerosol ruang (Space sprays) Terdiri dari 2% hingga 20% bahan aktif dan 80% hingga 98% propelan. Contoh : Insektisida. Ukuran partikel inhalasi lebih kecil dari 10 µm. D. deodorant 2. yaitu: Metered Dose Inhaler (MDI). Aerosol pelapis permukaan (Surface coating spray) Merupakan produk konsentrat yang terdiri dari 20% hingga 75% bahan aktif dan 25% hingga 80% propelan. B. a. dry-powder inhaler dan nebulizer. serta fase gas. b. Penggunaan Aerosol Aerosol dapat digunakan pada bagian sebagai berikut: 1. hair spray. serta gas. luka bakar dan iritasi lokal. Propelan gas dan larutan bahan aktif akan membentuk tiga fase. anti mikotik.3. propelan cair akan terpisah sebagai lapisan yang tak bercampur.g(pounds per square in gauge) pada suhu 21° C Yang termasuk sistem ini adalah: a. Keuntungan Pemakaian Aerosol 1.

· · · · 1. absorbsi shock selama pengkerutan. Plastik Wadah dapat berupa plastic jernih atau berwarna dengan penambahan pewarna.i. sistem foam /busa Terdiri dari sistem tiga fase dimana propelan cair tidak lebih dari 10% bobotnya. cukup melindungi isi kemasan. Bahan-bahan yang digunakan sebagai propelan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Konsentrat (zat aktif). dan juga untuk nilai estetik. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai solvent atau cosolvent. bahan ini meminimalkan terjadinya kerusakan (pecah). Aerosol sistem tiga fase ini beroperasi pada tekanan 15 p.b. Nitrosa 3. katup sampai habis.s. Gas yang dicairkan : · Hidrokarbon klorinasi fluorinasi (halocarbon) · Hidrofluorokarbon · Hidroklorokarbon · Hidrokarbon · Ester Hidrokarbon · b. Penyemprot. Katup. Gas yang dikompres/ dimampatkan. Wadah Wadah aerosol dapat digunakan bahan-bahan berikut ini : Kaleng timah berlapis baja Merupakan wadah yang cukup murah. Jika katup di tekan. Kaca Untuk bahan-bahan obat dan farmasi. emulsi akan dikeluarkan melalui nozel dan dengan adanya udara hangat dan tekanan atmosfer. propelan (pendorong). 2. Konsentrat ( Zat Aktif) . tidak adanya inkompabilitas. ukuran bervariasi antara 10 mLhingga 45 floz. Aluminium Kemasan dengan kekuatan tambahan. yang diemulsifikasikan dengan propelan. Kelengkapan / komponen Aerosol Komponen dasar aerosol terdiri dari wadah. dan melindungi bahan-bahan obat dari sinar UV. digunakan sebagai wadah aerosol produksi skala besar. Umumnya cat rambut dikemas dengan menggunakan wadah ini.g (pounds per square in guage) pada suhu 21° C E. propelan yang terperangkap berubah menjadi bentuk gas yang menguap dan mengubah emulsi menjadi foam/busa. Propelan ( Pendorong) Propelan adalah bagian bahan dari aerosol yang berfungsi mendorong sediaan keluar dari wadah lewat saluran.

kemudian mengembalikan katup ke posisi semula. Pegas. berperan untuk membawa formula dari wadah ke katup. tangkai. memanjang dari badan menurun masuk ke dalam produk. Bersama dengan tangkai. Badan terletak langsung di bawah lengkung bantalan berperan dalam menghubungkan pipa tercelup dengan tangkai dan aktuator. Aktuator mempercepat keluarnya isi dari wadah bertekanan. Pipa tercelup. atau busa). Bila diperlukan. propilenglikol. Tekanan tunggal pada aktuator menyebabkan pengosongan ruangan ini dan penglepasan ini. Katup pengukur digunakan bila formula adalah obat yang kuat. 5. berperan dalam pemegangan katup ditempatkannya. PEG. model aktuator dan ukuran mengontrol besarnya partikel produk yang dipancarkan. semprotan halus. lengkung bantalan dan pegas dari logam. aliran zat padat. f. Lebih besar lubang (dan lebih sedikit propelan) yang digunakan untuk memancarkan produk dalam bentuk busa atau aliran padat dibandingkan untuk memancarkan produk dalam bentuk semprotan atau kabut. lubangnya membantu menentukan kecepatan penglepasan bentuk produk yang dikeluarkan.Konsentrat zat aktif menggunakan pelarut pembantu untuk memperbaiki kelarutan zat aktif/zat berkhasiat atau formulasi dalam propelan. Tangkai: Tangkai membantu aktuator dan pengeluaran produk dalam bentuk yang tepat ke ruangan aktuator. Lengkungan bantalan terikat pada tabung aerosol atau wadah. pada posisi ini ruangan dimungkinkan untuk diisi dengan isi dari wadah karena penutup antara ruang dengan wadah terbuka. maka ia harus mendapat perhitungan atau pertimbangan yang sama dengan bagian dalam wadah. badan. Aktuator. g. Badan. untuk mencegah kebocoran formula bila katup pada posisi tertutup. Campuran jenis dan jumlah propelan yang digunakan. penutup antara ruang dan udara luar diaktifkan. Bila katup aktuator pada posisi tertutup. Aktuator adalah konsep yang ditekankan oleh pemakai untuk mengaktifkan katup terpasang untuk pemancaran produk. Akan tetapi. Di sini dipakai sistem katup pengukur. misalnya etanol. Karena bagian bawah lengkung bantalan ini terkena formula. . harus dilapisi dengan bahan yagn inert (seperti resin epoksi atau vinil) untuk mencegah interaksi yang tidak dikehendaki. Penyemprot/ Aktuator Biasanya terdiri dari bagian sebagai berikut: a. 4. agar kriteria ketercampuran dipenuhi. pengikat dari karet atau plastik yang sebelumnya telah diteliti ketahannya terhadap formula. Lengkungan bantalan. seperti pada terapi inhalasi. Pengikat: Pengikat ditempatkan dengan tepat (pas) terhadap tangkai. Modal ruang dalam dan ukuran lubang pemancar di aktuator berperan pada bentuk fisik produk yang dilepas (kabut. dan pipa tercelup umumnya dibuat dari plastik. Ini terjadi lewat lubang pada aktuator dimana produk dilepaskan. Pegas memegang pengikat pada tempatnya dan juga merupakan mekanisme yang menarik kembali aktuator ketika tekanan dilepaskan. c. Aktuator memungkinkan pembukaan dan penutupan katup dengan mudah. Pipa tercelup. jumlah bahan yang dilepaskan diatur oleh ruang katup pembantu berdasarkan pada kapasitasnya atau ukurannya. e. Katup / Valve Merupakan bagian yang mendasar dari kemasan aerosol atau kemasan bertekanan dimana mekanisme katup / valve ini dalam mengeluarkan isi kemasan adalah dengan memancarkannya keluar. Kekentalan produk dan kecepatan penglepasan yang dituju ditentukan oleh besarnya pelebaran dimensi (ukuran) dalam pipa tercelup dan badan untuk produk tertentu. b. d. Keutuhan ruang dikontrol oleh mekanisme dua katup.

Cairan pekat produk Zat aktif yang dicampur dengan bahan pembantu yang dibutuhkan (antioksidan. ruang menjadi terbuka ke arah udara luar. dimasukan kedalam wadah terbuka (biasanya wadah telah didinginkan). F. G. Tutup umumnya dibuat dari plastik atau logam dan juga memberi fungsi dekoratif.· Penekanan aktuator menyebabkan pembalikan secara serentak kedudukan penutup. Pada penglepasan aktuator. pelarut) untuk ketsabilan dan efektifitas produk. Cara kerja aerosol Aerosol bekerja dengan dasar sebagai berikut : . emulgator. Produk aerosol hampir seluruhnya mempunyai tutup pengaman atau penutup yang pas tepat di atas katup dan lengkung bantalan. yaitu : 1. Pendorong (Propelan) Gas cair atau campuran gas cair yang diberi tekanan. katup ditutup. suspending agent. Katup penyemprot kemudian di pasang pada wadah hingga membentuk tutup kedap tekanan. Diisikan konsentrat dalam wadah katup ditutup kedap propelan ditekan melalui lubang katup propelan melalui tutup. Pemberian tutup ini untuk menjaga katup dari pengotoran debu dan kotoran. USP memuat pemeriksaan penentuan jumlah yang dilepas katup pengukur secara kuantitatif. Formulasi Aerosol Formulasi aerosol terdiri dari dua komponen yang esensial. · Proses pengisian dengan tekanan Udara dihilangkan dari wadah dengan penghampaan atau pemberian sedikit propelan. Pembuatan Aerosol Pembuatan Aerosol dilakukan dengan proses pendinginan (cara dingin) dan pengisian tekanan. melepaskan isinya dan pada waktu yang sama ruang tertutup terhadap isi wadah. 2. Proses pengisian dengan pendinginan : Konsentrat (umumnya didinginkan sampai suhu dibawah 0° C) dan propelan dingin yang telah diukur. sistem dikembalikan untuk mendapatkan dosis berikutnya. Bisa juga berfungsi sebagai pelarut atau pembawa cairan pekat produk. 6.

4. Pemeriksaan Pemeriksaan yang dilakukan terhadap sediaan aerosol : 1. 7. Derajat semprotan Derajat semprotan adalah angka yang menunjukan jumlah bobot isi aerosol yang disemprotkan dalam satu satuan waktu tertentu. akan menguap diudara menyebabkan terjadinya bentuk semprotan (spray). fase uap naik. H.0 detik. fase cair akan naik melalui tabung ke lubang katup. · Hitung derajat semprotan rata-rata masing-masing wadah dalam gram per detik.1. komponen zat aktif dari obat dilarutkan / didispersikan dalam fase cair dari gas tersebut. 2. fase gas yang berkurang akan terisi kembali oleh fase cair yang menguap. catat bobot sebagai W2. jika pada fase cair dimasukkan tabung yang pangkalnya melekat pada katup dan hanya ujungnya yang masuk ke fase cair.. · Tekan akuator masing-masing wadah selama 5. fase cair didorong keluar selama akuator ditekan. Jika 1 wadah bocor lebih dari 5% pertahun. maka karena tekanan uap tersebut. fase uap gas memberikan tekanan pada dinding dan permukaan fase cair.5 % dan jika tidak satupun bocor lebih dari 5% pertahun. · Hitung waktu percobaan dan catat waktu sebagai T (dalam Jam). catat bobot sebagai W1. 5. catat tanggal dan waktu (pembulatan sampai ½ jam). · Timbang wadah satu persatu (pembulatan sampai mg). katup terbuka. · Caranya : Pilih tidak kurang dari 4 wadah · Tekan akuator masing-masing wadah selama 2 sampai 3 detik · Timbang seksama wadah masing-masing wadah. · Hitung derajat kebocoran (DKb) masing-masing wadah dalam tiap tahun dengan rumus : Dkb= (W1 – W2) x ( 365/T) x 24 x 100% Bobot tertera dalam etiket · · Sediaan memenuhi syarat jika DKb rata-rata tiap tahun dari 12 wadah tidak lebih dari 3. fase cair yang keluar bersama zat aktif. Pengujian Kebocoran Caranya : · Pilih 12 wadah. jika suatu gas yang dicairkan berada dalam wadah yang tertutup. lalu timbang masing-masing wadah. · Biarkan wadah dalam posisi tegak selama tidak kurang dari 3 haripada suhu kamar. karena titik didihnya terlampaui. 6. jika tombol pembuka (akuator) ditekan. · Masukan kembali kedalam penangas air bersuhu tetap dan ulangi percobaan hingga 3x untuk masingmasing wadah. Dalam keadaan keseimbangan. tetapkan DKb dengan menggunakan 24 wadah lainnya. celupkan kedalam penangas air pada suhu 25° C sampai tekanan tetap · Keluarkan wadah dari penangas air dan keringkan. 2. maka sebagian dari gas tersebut akan menjadi uap dan sebagian lagi akan tetap cair. 3. · Timbang kembali wadah satu persatu. fase cair turun. dinyatakan dalam tiap detik. .

Serbuk dapat juga diberikan secara inhalasi. Jangan terpapar panas atau simpan pada suhu dibawah 49ºC. 3. tidak lebih dari 2 wadah yang bocor lebih dari 5% pertahun dan tidak satupun wadah lebih dari 7% pertahun. Pengujian Tekanan Caranya : · Pilih tidak kurang dari 4 wadah. kocok baik-baik. maka sesuai aturan FDA. · Baca tekanan dalam wadah pada alat pengukur tekanan I. Perhatian-Gunakan sesuai petunjuk : penggunaan atau menghirup dengan sengaja isi kemasan dapat berakibat fatal. dapat terbawa oleh aliran udara ke dalam saluran hidung dan memberikan efek Wadah obat yang diberikan secara inhalasi disebut inhaler . harus dicantumkan : Perhatian. · Ukur tekanan dengan memasang alat pegukur tekanan pada tangkai katup. Atau. semprotkan jika perlu. Jangan menusuk wadah.· Sediaan memenuhi syarat jika dari 36 wadah. Jika aerosol menggunakan propelan halokarbon atau hidrokarbon. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. · · ·     Penandaan Menurut FI edisi IV Tanda peringatan : Sesuai dengan aturan. semprotkan jika pernafasan terganggu S.nebulizer. Inhalan terdiri atas satu atau kombinasi beberapa obat. · Lepaskan actuator dan keringkan. INHALASI (INHALATIONS) Inhalasi adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran napas hidung atau mulut untuk memperoleh efek lokal atau sistemik. · Lepaskan tutup. produk aerosol harus mencantumkan label sesuai dengan anjuran pengamanan. 1-2 kali ( semprotkan ke dalam mulut sehari 1-2 kali) S. Perhatian. yang karena bertekanan uap tinggi.Isi bertekanan. Signatura Pada Sediaan Aerosol Conton signaturanya : Misalnya pada Alupent Aerosol : S. menggunakan alat mekanik secara manual untuk menghasilkan tekanan atau inhalasi yang dalam bagi penderita yang bersangkutan.Jangan dihirup langsung : menghirup isi dengan sengaja dapat menyebabkan kematian. · Keluarkan wadah dari penangas. celupkan dalam penangas air pada suhu tetap 25° C sampai tekanan tetap. dari bobot yang tertera pada etiket.

2.com/2011/10/aerosol. Sering disalah artikan pada semua jenis sediaan bertekanan. Mahal Harganya .html AEROSOL KALENG  PENGERTIAN Aerosol merupakan istilah yang digunakan untuk sediaan semprotan kabut tipis dari sistem bertekanan tinggi.  KEKURANGAN 1.blogspot. Mudah meledak padatekanan/suhu yang lebih tinggi. sebagian diantaranya melepaskan busa atau cairan setengah padat.http://dewimulyany.

8.” sedikit tidak memerlukan “pencucian” oleh pemakainya.3. 7. Mudah digunakan dan sedikit kontak dengan tangan Bahaya kontaminasi tidak ada karena wadah kedap udara. 4. Sebagian obat dapat dengan mudah diambil dari wadah tanpa sisanya menjadi tercemar atau terpapar. 6. pengaruh yang tidak diinginkan akibat O2 dan kelembapan udara. Pengobatan topikal dapat diberikan secara merata. Berdasarkan pada wadah aerosol yang kedap udara. kabut halus yang terkendali dari aerosol inhalasi. maka zat obat terlindung dari 3. Dengan formula yang tepat dan pengontrolan katup. melapisi kulit tanpa menyentuh daerah yang diobati. 5.  Berdampak pada ozon KELEBIHAN 1. bentuk fisik dan ukuran partikel produk yang dipancarkan dapat diatur yang mungkin mempunyai andil dalam efektivitas obat. 9. 2. contohnya. Bentuk semprotan dapat diatur  STRUKTUR . Penggunaan aerosol merupakan proses yang “bersih. Iritasi yang disebabkan oleh pemakaian topikal dapat dikurangi Takaran yang dikehendaki dapat diatur 10.

Propelan Propelan berfungsi memberikan tekanan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan bahan dari wadah dan dalam kombinasi dengan komponen lain mengubah bahan ke bentuk fisik yang diinginkan. 3. (2) logam. 2. dan (3) plastik. butana dan pentana (gas yang dicairkan). Sebagai propelan digunakan gas yang dicairkan atau gas yang dimampatkan misalnya hidrokarbon. N2. aluminium dan baja tidak berkarat (stainless steel). CO2. dilapisi atau tidak dilapisi plastik. termasuk kaleng yang disepuh dengan baja. dan Nitrosa (gas yang dimampatkan). khususnya turunan fluoroklorometana. Wadah Berbagai bahan yang telah digunakan dalam pembuatan wadah aerosol.1. etana. termasuk (1) gelas. Kosentrat mengandung Zat Aktif .

aluminium. 2. maka semakin . Gas yang ditekan. Makin sedikit isi produk. PEG.Katup Terpasang Fungsi katup terpasang adalah untuk memungkinkan pelepasan isi wadah dari tabung dalam bentuk yang diinginkan dengan kecepatan yang diinginkan dan dengan adanya katup yang berukuran. contohnya butana. 4. uap menghasilkan tekanan untuk mendorong produk keluar. Di antara bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan berbagai katup ialah plastik. Gas yang dicairkan.Konsentrat zat aktif menggunakan pelarut pembantu untuk memperbaiki kelarutan zat aktif/zat berkhasiat atau formulasi dalam propelan. dan baja tidak berkarat. yaitu: Produk dan Propellant (zat pendorong). contohnya nitrogen atau karbondioksida. isobutana. karet. Ada dua tipe propellant: 1.  ISI DIDALAM KALENG AEROSOL Apa yang ada di dalam kaleng aerosol ? Di dalam kaleng aerosol terdapat dua komponen. propana Biasanya aerosol untuk keperluan rumah tangga saat ini menggunakan tipe yang kedua. propilenglikol. dalam jumlah/dosis yang tepat. misalnya etanol. Di dalam kaleng. yaitu gas yang dicairkan. Bahan yang digunakan dalam pembuatan katup harus disetujui oleh FDA.

Beberapa kaleng. Chloro Fluoro Carbon (CFC) pernah digunakan sebagai propellant. memiliki bantalan bola di dalam kaleng. sehingga saat ini sudah tidak lagi dipergunakan. zat ini sangat mudah terbakar (flammable).banyak propellant yang menguap untuk mempertahankan tekanan yang konstan di atas produk. bantalan bola tersebut akan berderak dan membantu untuk mencampur propelan dan produk. tekanan pada propelan cair di dalam kaleng akan langsung berkurang. propelan mulai mendidih dan menguap lalu membentuk lapisan gas di bagian atas kaleng. karena zat ini tidak mudah terbakar. Propellant jenis gas yang dicairkan paling banyak adalah hidrokarbon sederhana seperti butana dan propana. serta beberapa propelan cair. Karena tekanan yang berkurang ini. Lapisan gas bertekanan tinggi ini selanjutnya akan mendorong produk cair. seperti kaleng cat semprot. Konsekuensinya.  MODEL  CARA KERJA Ketika katup ditekan dan terbuka. sehingga produk didorong keluar dalam bentuk kabut yang halus. melalui selang sampai ke mulut tabung. Jika anda mengguncang kaleng. . namun para ilmuwan menemukan bahwa CFC ternyata dapat merusak lapisan ozon di atas atmosfir.

dan Gay Lussac didapatkan dengan bantuan teknik yang sangat berguna di dalam sains. Konstanta pembanding tersebut ternyata sama untuk semua gas. volume. n (mol) = massa (gram)/massa molekul (g/mol) Perbandingan tersebut dapat dituliskan sebagai persamaan : PV = n. yaitu menjaga satu atau lebih variabel tetap konstan untuk melihat akibat dari perubahan satu variabel saja.T. dan suhu dari gas dengan jumlah tertentu: PV ∝T . CONTOH SOAL . jumlah mol (n) pada suatu sampel zat murni tertentu sama dengan massanya dalam gram dibagi dengan massa molekul yang dinyatakan sebagai gram per mol. Charles. TEORI DASAR Hukum-hukum gas dari Boyle. Istilah “ideal” digunakan karena gas riil tidak mengikuti persamaan tersebut. Hukum-hukum ini dapat digabungkan menjadi satu hubungan yang lebih umum antara tekanan. Penelitian menunjukkan bahwa konstanta ini memiliki nilai yang berbeda untuk gas yang berbeda. Perbandingan ini dapat dibuat menjadi persamaan dengan memasukkan konstanta perbandingan.R. Persamaan ini disebut Hukum Gas Ideal. Pada umumnya. atau persamaan keadaan gas ideal. jika kita menggunakan angka mol.

Hitung tekanan dalam kaleng yang jika tanpa sengaja dipanaskan sampai 395 o C.08206 .425 = 2.23 atm DECEMBER 2012 https://ekaputri12.0173 mol T = 395 o C + 273 = 668K Cari: P PV = nRT P =nRT x 1/V P = 0.wordpress. 0. 668 x 1/0.0173 mol gas dan memiliki volume 425 mL.0173 .Sebuah aerosol digunakan dapat mengandung 0.com/2012/12/19/aerosol-kaleng/ . (Peringatan:!! Jangan lakukan ini) Mengingat: V = 425 mL n = 0.

Sediaan ini digunakan untuk pemakaiaan topical pada kulit dan juga pemakaiaan local pada hidung ( aerosol nasal ). berisi propelan atau campuran propelan yang cukup untuk memancarkan isinya hingga habis. dimana fase eksternalnya berupa gas atau campuran gas dan fase internalnya berupa partikel zat cair yang terbagi sangat halus atau partikel-partikelnya tidak padat. dan propelan. jika partikel internal terdiri dari partikel zat cair. BAG II KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMAKAIAN AEROSOL II.3 Menurut FI IV Aerosol farmasetik adalah sediaan yang dikemas dibawah tekanan. 2011 PENGERTIAN AEROSOL BAG I PENGERTIAN AEROSOL I. sebagian diantaranya melepaskan busa atau cairan setengah padat. cairan mengandung air atau tidak. SEPTEMBER 23.pengetahuan farmasii Loading. system koloid itu berupa asap atau debu. Sebagian obat dapat dengan mudah diambil dari wadah tanpa sisanya menjadi tercemar atau terpapar. system koloid itu berupa awan atau embun. mulut ( aerosol lingual ) atau paru-paru ( aerosol inhalasi ) ukuran partikel untuk aerosol inhalasi harus lebih kecil dari 10 m. mengandung zat aktif terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Dalam literatur lain. I.1 Pengertian secara umum Aerosol merupakan istilah yang digunakan untuk sediaan semprotan kabut tipis dari sistem bertekanan tinggi.1 Keuntungan pemakaian aerosol Beberapa keistimewaan aerosol farmasi yang dianggap menguntungkan lebih dari bentuk sediaan lain adalah sebagai berikut : a. dapat digunakan untuk obat luar atau obat dalam dengan menggunakan propelan yang cukup. FRIDAY.2 Menurut FI III Aerosol adalah sediaan yang mengandung satu atau lebih zat berkhasiat dalam wadah yang diberi tekanan. Sering disalah artikan pada semua jenis sediaan bertekanan. Berdasarkan pada wadah aerosol yang kedap udara. surfaktan. Jika partikel internal terdiri ndari partikel zat padat. aerosol adalah suatu sistem koloid lipofob (hidrofil). b. Aerosol Busa adalah emulsi yang mengandung satu atau lebih zat aktif. I.. ukuran partikel tersebut lebih kecil dari 50 m. maka zat obat terlindung dari pengaruh . sering disebut juga “ inhaler dosis turukur “..

g ( pounds per square in gauge) pada suhu 21ºC. c. hair sprays aerosol system dua fase ini beroperasi pada tekanan 30 – 40 p. c. bentuk fisik dan ukuran partikel produk yang dipancarkan dapat diatur yang mungkin mempunyai andil dalam efektivitas obat. MDI biasanya mengandung bahan obat terdispersi dan masalah yang sering timbul berkaitan dengan stabilitas fisiknya.2 Kerugian pemakaian aerosol Kerugian bentuk sediaan aerosol dalam bentuk MDI (Metered Dose Inhalers) : a. aerosol pelapis permukaan ( surface coating sprays ) : cat. padat atau cair) Terdiri dari suspense atau emulsi zat aktif. propelan cair dan uap propelan. .1 Wadah Berbagai bahan yang telah digunakan dalam pembuatan wadah aerosol. termasuk kaleng yang disepuh dengan baja.1 System 2 fase (gas dan cair) A. PEG untuk menambah kelarutan zat aktif. sebagai Pelarut digunakan etanol. (2) logam.i.g ( pounds per square in gauge ) pada suhu 21ºC.Takaran yang dikehendaki dapat diatur j. Suspense terdiri dari zat aktif yang dapat di dispersikan dalam system propelan dengan zat tambahan yang sesuai seperti zat pembasah atau bahan pembawa padat seperti talk dan silica koloida. deodorant b.s. B. f. Dengan formula yang tepat dan pengontrolan katup. propilenglikol. d. Yang termasuk system ini antara lain yaitu : a. cair. Seringnya obat menjadi kurang efektif. Pengobatan topikal dapat diberikan secara merata. III. Terdiri atas larutan zat aktif dalam propelan cair dan propelan bentuk uap .s. contohnya. Bentuk semprotan dapat diatur II. fase cair dapat terdiri dari komponen zat aktif / campuran zat aktif dan propelan cair / komponen propelan yang dilarutkan di dalamnya. Fase gas dan fase cair atau fase gas dan fase padat untuk aerosol yang berbentuk serbuk D. aerosol ruang ( space sprays) : insektisida. Mudah digunakan dan sedikit kontak dengan tangan g. dilapisi atau tidak dilapisi plastik. BAG IV KOMPONEN AEROSOL IV. Efikasi klinik biasanya tergantung pada kemampuan pasien menggunakan MDI dengan baik dan benar. Iritasi yang disebabkan oleh pemakaian topikal dapat dikurangi I . Aerosol system 3 fase ini beroperasi pada tekanan 15 p.” sedikit tidak memerlukan “pencucian” oleh pemakainya. e. melapisi kulit tanpa menyentuh daerah yang diobati.i. b. kabut halus yang terkendali dari aerosol inhalasi. termasuk (1) gelas. BAG III JENIS ATAU SYSTEM AEROSOL III.2 System 3 fase (gas. C.yang tidak diinginkan akibat O2 dan kelembapan udara. Bahaya kontaminasi tidak ada karena wadah kedap udara h. Penggunaan aerosol merupakan proses yang “bersih.

ketercampurannya dengan komponen formula. Wadah harus dicoba hati-hati sebelum diisi.i. dan Nitrosa (gas yang dimampatkan). Pada saat sekarang. Pemilihan wadah untuk produk aerosol berdasarkan pada kemampuan penyesuaiannya terhadap cara pembuatan. IV. Karena bahan awal yang digunakan dalam bentuk lapisan-lapisan. kepentingannya dalam model dan daya tarik estetik pada bagian pembuatan pembiayaan.Sistem propelan yang baik harus mempunyai tekanan uap yang tepat sesuai dengan komponen aerosol lainnya. digunakan untuk mendapatkan wadah aerosol volume kecil tertentu dimana dibutuhkan daya tahan yang besar terhadap zat-zat kimia. Untuk menjamin bahwa tidak ada kebocoran pada lipatan atau pada lapisan penjaga. etana. misalnya etanol.2 Propelan Propelan berfungsi memberikan tekanan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan bahan dari wadah dan dalam kombinasi dengan komponen lain mengubah bahan ke bentuk fisik yang diinginkan. wadah gelas harus direncanakan tepat untuk menghasilkan tekanan maksimum yang aman dari daya tahan tekan yang kuat.s. IV. dan karat. kemampuannya untuk menahan tekanan yang diharapkan produk. lapisan plastik mencegah penyebaran pecahan-pecahan gelas. Gelas mencegah lebih banyak persoalan yang disebabkan oleh ketidak campuran secara kimia dengan formulasi dari pada yang terjadi dengan wadah logam dan bukan menjadi sasaran karat. Bila dikehendai. wadah gelas lebih dipilih untuk sebagian besar aerosol. Bila diperlukan. N2. propilenglikol.3 Konsentrat mengandung zat aktif Konsentrat zat aktif menggunakan pelarut pembantu untuk memperbaiki kelarutan zat aktif/zat berkhasiat atau formulasi dalam propelan.aluminium dan baja tidak berkarat (stainless steel). lapisan dalam wadah gelas dapat dilapisi. Bila tekanan total sistem aerosol di bawah 25 p. CO2. tabung aerosol yang lengkap dilipat dan dipatri untuk mendapatkan unit yang tertutup.g dan tidak lebih dari 50% propelan digunakan. PEG. Wadah ini mempunyai keuntungan melebihi jenis wadah yang dilipat dalam hal keamanannya terhadap kebocoran. Wadah aluminium terbanyak dibuat dengan penjuluran atau dengan cara lain yang membuatnya tanpa lipatan. Wadah plastik tidak selalu berhasil baik sebagai pengemas aerosol karena sifatnya yang tidak ditembus oleh uap dalam wadah. butana dan pentana (gas yang dicairkan).4 Katup . ketidakcampuran. Sebagai propelan digunakan gas yang dicairkan atau gas yang dimampatkan misalnya hidrokarbon. Juga. IV. Lapisan plastik umum dipakai di permukaan luar wadah gelas untuk membuatnya lebih tahan terhadap kepecahan yang tidak disengaja. Ini bukan untuk kerapukan dan bahaya pecahnya. Segi negatifnya. Keterbatasan pemakaian baja tidak berkarat ini adalah biayanya yang tinggi. dan (3) plastik. khususnya turunan fluoroklorometana. wadah kaleng yang disepuh dengan baja yang paling banyak digunakan dari wadah logam untuk aerosol. interaksi tertentu obat plastik telah terjadi yang mempengaruhi penglepasan obat dari wadah dan menurunkan efektivitas produk. yang akan membuat wadah lemah atau menjadi sasaran karat. wadah gelas diperhitungkan cukup aman. dan bila pecah. untuk membuatnya lebih tahan terhadap zat-zat kimia dari bahan-bahan formulasi. Gelas juga lebih dapat disesuaikan dengan kreativitas model. Baja tidak berkarat. lapisan penjaga khusus digunakan dalam wadah untuk mencegah berkarat dan interaksi antara wadah dan formula.

Pegas. pengikat dari karet atau plastik yang sebelumnya telah diteliti ketahannya terhadap formula. Lengkungan bantalan. Kekentalan produk dan kecepatan penglepasan yang dituju ditentukan oleh besarnya pelebaran dimensi (ukuran) dalam pipa tercelup dan badan untuk produk tertentu. semprotan halus. Pipa tercelup. lubangnya membantu menentukan kecepatan penglepasan bentuk produk yang dikeluarkan. agar kriteria ketercampuran dipenuhi. tangkai. Keutuhan ruang dikontrol oleh mekanisme dua katup. f. untuk mencegah kebocoran formula bila katup pada posisi tertutup. melepaskan isinya dan pada waktu yang sama ruang tertutup terhadap isi wadah. atau busa). penutup antara ruang dan udara luar diaktifkan. Pengikat. Pengikat ditempatkan dengan tepat (pas) terhadap tangkai. ruang menjadi terbuka ke arah udara luar. memanjang dari badan menurun masuk ke dalam produk. Pada . b. Campuran jenis dan jumlah propelan yang digunakan. badan. d.Fungsi katup terpasang adalah untuk memungkinkan penglepasan isi wadah dari tabung dalam bentuk yang diinginkan dengan kecepatan yang diinginkan dan dengan adanya katup yang berukuran. g. Pipa tercelup. dan baja tidak berkarat. lengkung bantalan dan pegas dari logam. Lebih besar lubang (dan lebih sedikit propelan) yang digunakan untuk memancarkan produk dalam bentuk busa atau aliran padat dibandingkan untuk memancarkan produk dalam bentuk semprotan atau kabut. seperti pada terapi inhalasi. pada posisi ini ruangan dimungkinkan untuk diisi dengan isi dari wadah karena penutup antara ruang dengan wadah terbuka. aliran zat padat. dan pipa tercelup umumnya dibuat dari plastik. Katup pengukur digunakan bila formula adalah obat yang kuat. Karena bagian bawah lengkung bantalan ini terkena formula. jumlah bahan yang dilepaskan diatur oleh ruang katup pembantu berdasarkan pada kapasitasnya atau ukurannya. Tangkai membantu aktuator dan pengeluaran produk dalam bentuk yang tepat ke ruangan aktuator. Akan tetapi. aluminium. Lengkungan bantalan terikat pada tabung aerosol atau wadah. kemudian mengembalikan katup ke posisi semula. Pegas memegang pengikat pada tempatnya dan juga merupakan mekanisme yang menarik kembali aktuator ketika tekanan dilepaskan. Ini terjadi lewat lubang pada aktuator dimana produk dilepaskan. maka ia harus mendapat perhitungan atau pertimbangan yang sama dengan bagian dalam wadah. Penekanan aktuator menyebabkan pembalikan secara serentak kedudukan penutup. Modal ruang dalam dan ukuran lubang pemancar di aktuator berperan pada bentuk fisik produk yang dilepas (kabut. berperan untuk membawa formula dari wadah ke katup. harus dilapisi dengan bahan yagn inert (seperti resin epoksi atau vinil) untuk mencegah interaksi yang tidak dikehendaki. c. e. dalam jumlah/dosis yang tepat. Di antara bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan berbagai katup ialah plastik. Aktuator adalah konsep yang ditekankan oleh pemakai untuk mengaktifkan katup terpasang untuk pemancaran produk. Katup aerosol terpasang biasanya terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut : a. Bila diperlukan. Badan. karet. Tekanan tunggal pada aktuator menyebabkan pengosongan ruangan ini dan penglepasan ini. model aktuator dan ukuran mengontrol besarnya partikel produk yang dipancarkan. Aktuator. Bila katup aktuator pada posisi tertutup. Bahan yang digunakan dalam pembuatan katup harus disetujui oleh FDA. Bersama dengan tangkai. Badan terletak langsung di bawah lengkung bantalan berperan dalam menghubungkan pipa tercelup dengan tangkai dan aktuator. Di sini dipakai sistem katup pengukur. Aktuator memungkinkan pembukaan dan penutupan katup dengan mudah. berperan dalam pemegangan katup ditempatkannya. Aktuator. Tangkai.

maka sebagai dari gas tersebut akan menjadi uap dan sebagian lagi tetap cair. atau propelan di biarkan mengalir dibawah tutup katup. BAG VII CARA KERJA AEROSOL Aerosol bekerja dengan dasar sebagai berikut : A. Produk aerosol hampir seluruhnya mempunyai tutup pengaman atau penutup yang pas tepat di atas katup dan lengkung bantalan. dimasukan dalam wadah terbuka ( biasanya wadah telah didinginkan ). B.1 Proses pengisian dengan pendinginan Konsentrat ( umumnya di dinginkan smpai suhu dibawah 0 ºC ) dan propelan dingin yang telah di ukur. Tergantung dari type aerosol yang di pakai. fase cair turun. Komponen zat aktif dari obat dilarutkan / di dispersikan dalam fase cair dri gas tersebut. Katup penyemprot kemudian di pasang pada wadah hingga membentuk tutup kedap tekanan. Jika suatu gas yang dicairkan berada daalam wadah yang tertutup. tutup kedap wadah. pancaran basah. kemudian katup di tutup ( pengisian dilakukan di bawah tutup ). Dalam keaadaan keseimbangan. isikan konsentrat ke dalam wadah. aerosol farmasi dapat dibuat sebagai embun halus. Bahan obat yang terdiri dari zat aktif dan zat tambahan (pelarut.penglepasan aktuator.2 Proses pengisian dengan tekanan ( Panas ) Hilangkan udara dalam wadah dengan cara penghampaan atau dengan menambah sedikit propelan. BAG V PEMBUATAN AEROSOL V. Propelan dapat (tunggal atau campuran) Zat tambahan dan propelan tersebut sebelum di formulasikan harus diketahui betul. antioksidan. V.betul sifat fisika dan kimianya dan efek yang ditimbulkan terhadap sediaan jadi. busa stabil. Pemberian tutup ini untuk menjaga katup dari pengotoran debu dan kotoran. Fase uap gas memberi tekanan pada dinding dan pernukaan fase cair. Tutup umumnya dibuat dari plastik atau logam dan juga memberi fungsi dekoratif. C. sistem dikembalikan untuk mendapatkan dosis berikutnya. USP memuat pemeriksaan penentuan jumlah yang dilepas katup pengukur secara kuantitatif. BAG VI FORMULASI AEROSOL Formulasi aerosol terdiri dari dua komponen yang esensial : A. Pengendalian proses pembuatan biasanya meliputi pemantauan formulasi yang sesuai dan bobot pengisi propelan serta uji tekanan dan uji kebocoran pada produk akhir aerosol. Selama interval antara penambahan propelan dan pemasangan katup terjadi penguapan propelan yang cukup untuk mengeluarkan udara dari wadah. Isikan propelan melalui lubang katup dengan cara penekanan. . fase uap naik. dansurfaktan) B.

catat bobot sebagai W1 Biarkan wadah dalam posisi tegak selama tidak kurang dari 3 hari pada suhu kamar Timbang kembali wadah satu persatu. E. Caranya: Pilih tidak kurang dari 4 wadah Tekan actuator masing-masing wadah selama 2 sampai 3 detik Timbang sesama masing-masing wadah. Fase gas yang berkurang akan terisi kembali oleh fase cair yang menguap. BAG VIII PEMERIKSAAN              VIII. catat tanggal dan waktu (pembulatan sampai ½ jam) Timbang wadah satu persatu (pembulatan sampai mg). Jika pada fase cair dimasukan tabung yang pangkalnya melekap pada katup dan hanya ujungnya yang masuk ke fase cair. G.2 Pengujian kebocoran Caranya: Pillih 12 wadah. fase cair akan naik melalui tabung ke lubang katup. catat bobot sebagai W2 Hitung waktu perobaan dan catatwaktu sebagai T (dalam jam) Hitung derajat kebocoran (Dkb) masing-masing wadah dalam tiap tahun dengan rumus: Dkb =(W1-W2) x (365/T) x 24 Bobot tertera dalam etiket     Sediaan memenuhi syarat jika DKb rata-rata tiap tahun dari 12 wadah tidak lebih dari 3. tetapkan DKb dengan menggunakan 24 wadah lainnya Sediaan memenuhi syarat jika dari 36 wadah. Jika tombol pembuka ( actuator ) ditekan. fase cair didorong keluar selama actuator ditekan. celupkan ke dalam penangas air pada suhu 250 C sampai tekanan tetap Keluarkan wadah dari penangas air dan keringkan Tekan actuator masing-masing wadah selama 5.3 Pengujian tekanan Caranya: Pilih tidak kurang dari 4 wadah . tidak lebih dari 2 wadah yang bocor lebih dari 5% pertahun dan tidak satupun wadah lebih dari 7% pertahun. VIII. F. akan menguap di udara menyebabkan terjadinya bentuk semprotan atau spray.5% dan jika tidak satupun bocor lebih dari 5% pertahun Jika satu wadah bocor lebih dari 5% pertahun. VIII. katup terbuka.1 Derajat semprotan Derajat semprot adalah angka yang menunjukkan jumlah bobot isi aerosol yang disemprotkan dalam satu satuan waktu tertentu dinyatakan dalam gram tiap detik.D. maka karena tekanan uap tersebut. Fase cair yang keluar bersama zat aktif. dari bobot yang tertera pada etiket. lalu timbang masing-masing wadah Masukkan kembali ke dalam penangas air bersuhu tetap dan ulangi percobaan tiga kali untuk masing-masing wadah Hitung derajat semprotan rata-rata masing-masing wadah dalam gram per detik.0 detik. karena titik didihnya terlampaui.

Namun keadaan ideal tersebut tidak dapat sepenuhnya tercapai. MDI tanpa Spacer C. Cara memberikan obat melalui hirupan tersebut dikenal sebagai terapi inhalasi. BAG IX SIGNATURA Signatura pada sediaan aerosol itu misalnya pada obat alupent aerosol: A. orang cacat. Semprotkan jika pernafasan terganggu. Turbuhaler. celupkan dalam penangas air pada suhu tetap 250 C sampai tekanan tetap Keluarkan wadah dari penangas. dan mengurangi efek sistemik. yaitu langsung ke organ sasaran. semprotkan jika perlu. C. Penggunaan spacer ini sangat menguntungkan pada anak. Deposisi (penyimpanan) dalam paru pun lebih baik. dan DPI (dry powder inhaler). sehingga didapatkan efek terapetik (pengobatan) yang baik. . obat yang diberikan per inhalasi harus dapat mencapai tempat kerjanya di dalam saluran napas. BAG X INHALASI X. mudah dibawa. yaitu suspensi partikel dalam gas.     Lepaskan tutup. Spacer ini berupa tabung (dapat bervolume 80 ml) dengan panjang sekitar 10-20 cm. Easyhaler. dan orang tua. A. sehingga mengurangi jumlah obat yang tertelan. Obat hirupan dalam bentuk bubuk kering (DPI = Dry Powder Inhaler) seperti Spinhaler. serta dapat digunakan oleh anak. awitan kerja lebih singkat. Pemakaian alat perenggang (spacer) mengurangi deposisi (penumpukan) obat dalam mulut (orofaring). dosis obat lebih kecil. Berikut beberapa alat terapi inhalasi: Metered Dose Inhaler (MDI) B. Jenis Terapi Inhalasi Pemberian aerosol yang idel adalah dengan alat yang sederhana. Umumnya bentuk ini dianjurkan untuk anak usia sekolah. yaitu nebulizer. Spacer (alat penyambung) akan menambah jarak antara alat dengan mulut. Hal ini mengurangi pengendapan di orofaring (saluran napas atas). 1-2 kali ( semprotkan kedalam mulut sehari 1-2 kali ). Secara garis besar ada 3 macam alat/jenis terapi inhalasi. Terapi inhalasi memiliki keuntungan dibandingkan dengan cara oral (diminum) atau disuntik. Untuk mendapatkan manfaat obat yang optimal . secara selektif mencapai saluran napas bawah. S. atau bentuk lain berupa kerucut dengan volume 700-1000 ml. Diskhaler. B. Jenis DPI yang paling sering digunakan adalahturbuhaler. Twisthaler memerlukan inspirasi (upaya menarik/menghirup napas) yang kuat. kocok baik-baik Lepaskan akuator an keringkan Ukur tekanan dengan memasang alat ukur tekanan pada tangkai katup Baca tekanan dalam wadah pada alat pengukur tekanan. MDI (metered dose inhaler). dan efek samping juga lebih kecil. Rotahaler. Obat yang digunakan biasanya dalam bentuk aerosol.1 Pengertian inhalasi Inhalasi adalah sediaan obat atau larutan atau suspense terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran nafas hidung atau mulut untuk memperoleh efek local dan sistemik. S. tidak mahal. S.Nebulizer. sehingga kecepatan aerosol pada saat dihisap menjadi berkurang. hanya sedikit yang tertinggal di saluran napas atas.

Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya asma antara lain adalah: infeksi saluran pernafasan. Secara umum. Pada anak yang kecil. bisa terganggu. Tujuan lainnya adalah agar serangan asma minimal. ada 2 cara untuk mengatasi asma yaitu dengan terapi non-farmakologis (tanpa obat) dan terapi farmakologis (dengan obat). kematian dapat dicegah dan penderita asma tak perlu mengalami serangan lagi atau gejalanya berkurang. kondisi lingkungan (udara dingin. Penyakit asma bisa bisa muncul kapan saja dan bisa diderita oleh siapa saja tanpa pandang bulu. alergen (debu. Untuk dapat mengetahui bagaimana cara pencegahan dan pengobatan yang tepat untuk asma.D. ada juga yang dapat diatur sehingga aerosol hanya timbul pada saat penderita melakukan inhalasi. Pada asma yang sudah parah biasanya juga ditandai dengan wheezing atau “mengi”. Hasil pengobatan dengan nebulizer lebih banyak bergantung pada jenis nebulizer yang digunakan. atau gelombang ultrasonik. Saat kambuh. Selain itu. Asma adalah penyakit yang disebabkan karena adanya inflamasi (peradangan) kronis pada saluran pernafasan. yang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Oleh karena itu. Dry Powder Inhaler (DPI) Penggunaan obat dry powder (serbuk kering) pada DPI memerlukan hirupan yang cukup kuat. β-blocker). Adanya peradangan membuat saluran pernafasan menjadi sangat sensitif terhadap rangsangan dan mudah mengalami penyempitan. pemakaian obat untuk serangan sesak berkurang. serbuk sari. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Selain mengganggu aktivitas. Penyempitan ini menyebabkan udara yang masuk dan keluar saluran pernafasan terhalang sehingga penderita menjadi sesak. seperti sekolah maupun kerja. dan tidak ditemukan efek samping obat. hal ini sulit dilakukan. obat (aspirin. nafas pendek. asap rokok). agar penderita mempunyai fungsi paru mendekati normal dan gejala asmanya menghilang atau minimal. dengan tenaga yang berasal dari udara yang dipadatkan. Namun jika penyakit ini dikendalikan.2 Pemakaian inhalasi salbutamol Kata asma berasal dari bahasa Yunani “asthma” yang berarti sukar bernafas. tetapi juga berbagai tujuan berikut yaitu. terutama pada malam hari. Pada anak yang lebih besar. Nebulizer Alat nebulizer dapat mengubah obat yang berbentuk larutan menjadi aerosol secara terus-menerus. sehingga obat tidak banyak terbuang X. maka penderita perlu mengenal lebih jauh tentang asma terlebih dahulu. bulu hewan. Deposisi (penyimpanan) obat pada paru lebih tinggi dibandingkan MDI dan lebih konstan. Penyempitan saluran nafas pada asma bersifat reversible dan serangan biasanya berlangsung beberapa menit sampai beberapa jam. penggunaan obat serbuk ini dapat lebih mudah. Sehingga dianjurkan diberikan pada anak di atas 5 tahun. penyakit ini bahkan bisa menyebabkan kematian bila tidak ditangani secara cepat dan tepat. dll). baik wanita maupun laki-laki. sehingga pengelolaan/pengobatannya bukan hanya ditujukan untuk menghilangkan gejala sesak nafas semata. Kelainan utama penyakit asma adalah peradangan saluran nafas. Terapi non farmakologis dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor resiko yang dapat menimbulkan asma serta dengan melakukan . olahraga berat. Aerosol yang terbentuk dihirup penderita melalui mouth piece atau sungkup. serangan asma juga sering disertai dengan serangan batuk. karena kurang memerlukan koordinasi dibandingkan MDI. panderita akan mengalami sesak nafas sehingga aktivitas sehari-hari. Ada nebulizer yang menghasilkan partikel aerosol terus-menerus. kata ”asma” tentu sudah tidak terdengar asing lagi bagi sebagian besar masyarakat. stress. Asma termasuk salah satu penyakit yang memiliki angka kejadian yang relatif tinggi di Indonesia. Bronkodilator yang diberikan dengan nebulizer memberikan efek bronkodilatasi (pelebaran bronkus) yang bermakna tanpa menimbulkan efek samping. NSAIDs. E. rasa sesak di dada.

Adapun untuk terapi farmakologis. antara lain: Asmacare. Adapun dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut: A. salbutamol telah banyak beredar di pasaran dengan berbagai merk dagang. misal bronkodilator. Obat-obat quick-relief. * Dewasa : 100-200 mcg (1-2 hisapan). Venasma. bekerja dengan merelaksasi otot-otot di saluran nafas sehingga saluran nafas yang semula menyempit akan melebar kembali dan penderita mampu bernafas dengan lega. sirup. Dengan demikian. dosis maksimal 1 kali minum sebesar 8 mg Catatan : dosis awal untuk usia lanjut dan penderita yang sensitif sebesar 2 mg Ø Inhalasi aerosol * Anak : 100 mcg (1 hisapan) dan dapat dinaikkan menjadi 200 mcg (2 hisapan) bila perlu. Bronchosal. antara lain dengan mengurangi udem. ada dua jenis obat yang biasa digunakan yaitu quick-relief dan long-term control. Adapun obat-obat long-term relievers digunakan untuk mencegah timbulnya serangan asma dengan mengatasi peradangan di saluran pernafasan agar tidak semakin memburuk. Volmax. Contoh obat yang termasuk long-term relievers ini adalah kortikosteroid. dll. * Catatan : manfaat terapi ini pada anak Ø Injeksi subkutan atau intramuscular * Dosis : 500 mcg diulang tiap 4 jam bila perlu . Kedua jenis obat tersebut memiliki cara kerja yang berbeda. Selain itu. obat ini juga efektif untuk mencegah timbulnya exercise-induced broncospasm (penyempitan saluran pernafasan akibat olahraga). inhalasi aerosol. Saat ini. obat-obat ini lebih efektif digunakan saat serangan asma terjadi. Buventol Easyhaler. 3-4 kali sehari Ø Inhalasi cair * Dewasa dan anak >18 bulan : 2. inhalasi cair sampai injeksi.olahraga ringan seperti renang. kapsul). salbutamol juga telah tersedia dalam berbagai bentuk sediaan mulai dari sediaan oral (tablet. Selain untuk membuka saluran pernafasan yang menyempit. Sediaan oral Anak : 200 mcg/kg BB diminum 4 kali sehari · Anak 2-6 tahun : 1-2 mg 3-4 kali sehari · Anak 6-12 tahun : 2 mg diminum 3-4 kali sehari · Dewasa : 4 mg diminum 3-4 kali sehari. Salbutamol merupakan salah satu bronkodilator yang paling aman dan paling efektif. Tidak salah jika obat ini banyak digunakan untuk pengobatan asma. Glisend.5 mg diberikan sampai 4 kali sehari atau 5 kali bila perlu. Ventolin.

sediaan inhalasi aeorosol bisa dijadikan pilihan pertama. pusing. antara lain: v Efek obat akan lebih cepat terasa karena obat yang disemprotkan/dihisap langsung masuk ke saluran nafas.Ø Injeksi intravena lambat * Dosis : 250 mcg. Dari berbagai bentuk sediaan yang ada. mulut kering. anorexia. Sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara penggunaan inhalasi aerosol yang benar. Cara yang benar adalah dengan menghisapnya secara perlahan dan menahan nafas selama 10 detik sesudahnya. diulang bila perlu Sediaan inhalasi cair banyak digunakan di rumah sakit untuk mengatasi asma akut yang berat. efeknya mampu bertahan selama 3-5 jam. Mengapa? Karena cara pakai yang salah bisa berakibat kegagalan terapi. sirup dan kapsul digunakan untuk penderita asma yang tidak dapat menggunakan cara inhalasi. gatal. Namun demikian. seperti tablet. Pengawasan juga perlu dilakukan pada penderita asma yang sedang hamil dan menyusui karena salbutamol dapat menembus sawar plasenta. v Karena langsung masuk ke saluran nafas. Untuk meminimalkan efek samping maka untuk wanita hamil. kejang. Bentuk sediaan ini cukup efektif untuk mengatasi serangan asma ringan sampai sedang. sakit kepala. batuk. antara lain: gangguan sistem saraf (gelisah. mual. Untuk penderita asma yang disertai dengan penyakit lainnya seperti: hipertiroidisme. dosis obat yang dibutuhkan lebih kecil jika dibandingkan dengan sediaan oral. nyeri dada. Adapun efek samping yang mungkin timbul karena pamakaian salbutamol. sedangkan injeksi digunakan untuk mengatasi penyempitan saluran nafas yang berat. gemetar. gangguan jantung termasuk insufisiensi miokard maupun hipertensi. Kontraindikasi dari obat ini adalah untuk penderita yang hipersensitif terhadap salbutamol maupun salah satu bahan yang terkandung di dalamnya. Penggunaan salbutamol dalam bentuk sediaan oral pada usia lanjut sebaiknya dihindari . perlu adanya pengawasan yang lebih ketat karena penggunaan salbutamol bisa memperparah keadaan dan meningkatkan resiko efek samping. diare. muntah. penggunaan inhalasi aerosol ini juga memiliki kelemahan yaitu ada kemungkinan obat tertinggal di mulut dan gigi sehingga dosis obat yang masuk ke saluran nafas menjadi lebih sedikit dari dosis yang seharusnya. Bentuk sediaan lain. dan ruam pada kulit (skin rush). Beberapa keuntungan penggunaan salbutamol dalam bentuk inhalasi aerosol. efek samping yang ditimbulkan lebih kecil jika dibandingkan sediaan oral seperti tablet. dan pada dosis yang dianjurkan. diabetes mellitus. iritasi tenggorokan. maka bisa digunakan alat yang disebut spacer (penghubung ujung alat dengan mulut). pemberian salbutamol dalam bentuk inhalasi aerosol cenderung lebih disukai karena selain efeknya yang cepat. v Efek samping yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan sediaan oral karena dosis yang digunakan juga lebih kecil. Untuk memperbaiki penyampaian obat ke saluran nafas. insomnia).

v Sebaiknya berkumur setiap kali sehabis mengkonsumsi salbutamol supaya tenggorokan dan mulut tidak kering. seperti: propanolol. lewati pengonsumsian yang tertinggal kemudian lanjutkan mengkonsumsi salbutamol seperti biasa. kocok dulu sebelum digunakan dan buang 4 semprotan pertama jika menggunakan inhaler baru atau inhaler yang sudah tidak terpakai selama lebih dari 2 minggu. Namun jika waktu yang ada hampir mendekati waktu pengonsumsian selanjutnya. selama maupun sesudah konsumsi salbutamol. v Penggunaan salbutamol bersama dengan obat golongan MAO-inhibitor (misal: isocarboxazid. sehingga perlu penambahan obat (kombinasi obat). adalah sebagai berikut: v Sebaiknya tidak menggunakan obat ini jika memiliki riwayat alergi terhadap salbutamol atau bahan-bahan lain yang terkandung di dalamnya. Hindari pemakaian obat-obat golongan ini 2 minggu sebelum. v Penggunaan salbutamol dosis tinggi bersamaan dengan kortikosteroid dosis tinggi akan meningkatkan resiko hipokalemia. pengetahuan akan salah . atenolol.mengingat efek samping yang mungkin muncul. dll bisa menurunkan efek salbutamol. inhalasi cair: 2-25o C dan sirup: 2-30o C) v Jika ada dosis yang terlewat. metoprolol. maka beri jarak waktu minimal 1 menit untuk setiap hisapan. v Untuk sediaan oral. v Obat-obat golongan beta blocker. v Untuk sediaan inhalasi. v Telan tablet salbutamol dan jangan memecah maupun mengunyahnya. sebaiknya diminum 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. segera minum salbutamol yang terlewat. Jangan pernah mengkonsumsi 2 dosis dalam sekali pemakaian. Asma merupakan penyakit yang membutuhkan terapi jangka panjang sehingga perlu dilakukan monitoring terhadap perkembangannya secara terus-menerus untuk melihat apakah obat yang diberikan cocok atau tidak. phenelzine) bisa menimbulkan reaksi yang serius. v Jika dibutuhkan lebih dari 1 hisapan dalam sekali pemakaian. Maka dari itu. Ada kalanya asma tidak cukup diatasi hanya dengan satu macam obat saja. Beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh para pengguna salbutamol untuk mengatasi asma. diuretik kuat dan thiazida dosis tinggi akan meningkatkan resiko hipokalemia jika diberikan bersamaan dengan salbutamol dosis tinggi pula. v Simpan obat pada suhu kamar agar stabil (aerosol: 15-25o C. v Asetazolamid.

maka penderita asma dianjurkan tetap proaktif dan semangat dalam mengatasi penyakitnya.pdf  https://rgmaisyah.com/2010/06/tugas-makalah-ptf_aerosol_rgm. Posted by pengetahuan izzudd at 1:02 AM Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest http://pengetahuan-izzudd.pdf .wordpress.files.satu jenis obat saja tidak cukup karena masih banyak obat selain salbutamol yang tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. tetapi Andalah yang harus mengendalikan asma.com/2012/10/gel-aerosol-compatibility-mode. Dan satu hal yang perlu diingat: jangan biarkan asma mengendalikan hidup Anda.wordpress.html Website PDF :  http://dhadhang. Pengendalian asma yang tepat akan mampu meningkatkan kualitas hidup penderita asma sehingga bisa menjalani hidupnya secara menyenangkan.files. Agar tujuan terapi tercapai.blogspot.com/2011/09/pengertian-aerosol.