You are on page 1of 21

PENURUNAN KESADARAN

Dr. Yuniarti, Sp.S
SMF SARAF RSUP FATMAWATI
JAKARTA
MODUL EMERGENSI MEDIK FKIK UIN
19 Juni 2014

1

PENDAHULUAN
Secara praktis dpt dibedakan 2 aspek
kesadaran :
1.

tinggi rendahnya kesadaran :
tingkat kemampuan “sadar”nya
seseorang, ini merupakan
manifestasi aktifitas fungsional
Ascending Reticular Activity
System = ARAS yg letaknya
di batang otak.

2. isi kesadaran : kemampuan utk
mengenal diri sendiri &
sekelilingnya. Fungsi ini adalah
fungsi dari hemisfer serebral yg
terletak di kortek serebri.
2

 2.Patofisiologi  1. Keterlibatan kedua hemisfere cerebri . contoh lesi otak sesisi dgn edema yg luas sehingga menekan sisi otak sebelahnya. Keterlibata ARAS di Batang Otak Ascending Reticularis System  Prinsip: tersering kedua diatas mengakibatkan peningkatan TIK .

dibagi 4 : I. Lesi Supratentorial :  Epidural Hematom = EDH  Subdural Hematom = SDH  Intraserebral Hematom = ICH  Infark Serebral  Tumor Otak  Abses Otak Lesi Subtentorial :  Infark Batang Otak  Tumor Batang Otak  Perdarahan Batang Otak  Perdarahan Serebelar  Abses Serebelar III.Dari 386 pasien studi di Boston City Hospitals yg didiagnosa Coma. Metabolik :  Kelainan Serebral Difus & Metabolik :  Anoksia atau Iskemia  Penurunan kesadaran post iktal  Infeksi  Subarachnoid Hemorrhage = SAH  Toxin Eksogen  Toxin Endogen & Defisiansi Kelainan Psikiatri :  Reaksi Konversi  Depresi  Stupor Katatonik 4 . II. I. . II. IV. .

.

.

berhalusinasi. disorientasi (orang. mudah tertidur. Delirium: gelisah. kadang berhayal. . Somnolen:respon psikomotor yg lambat. memberontak. namun kesadaran dpt pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tp jatuh tertidur lg.Derajat Kesadaran: Kualitatif     Compos Mentis: sadar penuh Apatis: keadaan kesadaran yg segan utk berhub dgn sekitarnya. sikapnya acuh tak acuh. tempat. berteriak-teriak. mampu memberi jawaban verbal. waktu).

  Stupor (sopor): keadaan seperti tertidur lelap. Coma (comatose): tdk bisa dibangunkan. . tdk ada respon terhadap rangsangan apapun (tdk ada respon kornea maupun reflek muntah. tp ada respon terhadap nyeri. mungkin juga tdk ada respon pupil terhadap cahaya).

Dengan suara (2). Gelisah. mengikuti objek (4). Ekstensi abnormal (decerebrasi) (1). Mengikuti perintah Melokalisir nyeri Menarik ekstremitas yg dirangsang (3). Orientasi baik (4). Spontan dgn adanya kedipan (3).Glasgow Coma Scale / Kuantitatif Respon membuka mata (Eye) (4). Menangis. Suara yg tidak berbentuk kata (1). senyum. Dengan nyeri (1). Kata-kata bermakna. tp bisa diredakan (3). (5). teragitasi (1). Tdk ada suara untuk anak-anak (5). Tdk ada gerakan . (4). Fleksi abnormal (dekortikasi) (2). Diam saja Nilai GCS = (E+V+M) = 15 (terbaik) dan 3 (terburuk) Respon motorik (Motor) (6). Disorientasi (mengacau/bingung) (3). Teriritasi secara menetap (2). Tdk ada reaksi Respon bicara (Verbal) (5). Keluar kata-kata yg tdk teratur (2).

SOL. hepatikum. . trauma. infeksi. Ekstrakranial gangguan metabolik uremicum. Intrakranial stroke. gangguan asam basa & elektrolit. sepsis. ➨ Peningkatan TIK  2. infeksi dan penyakit lain.ETIOLOGI  1.

.

.

.

.

STATUS NEUROLOGIS  PUPILS 15 .

.

 ABNORMAL POSTURAL RESPONSE S 17 .

.

5.1. Haloperidol atau risperidon Koreksi faktor penyebab extrakranial. 4. . Mannitol pd stroke & trauma kapitis (edema sitotoksik) Dexametason pd infeksi & tumor (edema vasogenik) Posisi kepala 30°. jgn dgn yg sedatif. 2. Cegah kejang. Anti edema : Mannitol dan Dexametason. 6. 3. agar venous return lbh baik. Peningkatan suhu 1° meningkatkan metabolisme otak 20% Gelisah ➨ Tenangkan. Kontrol suhu tubuh.

20 .

 OCULAR REFLEXES IN UNCONSCIOUS PATIENTS 21 .