You are on page 1of 30
PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA KEHAMILAN & LAKTASI SUHARTI K SUHERMAN Departemen Farmakologi & Terapeutik F K

PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA KEHAMILAN & LAKTASI

SUHARTI K SUHERMAN Departemen Farmakologi & Terapeutik F K U I

 obat pd  hamil  efek teratogenik / malformasi neonatus   hamil normal

obat pd hamil efek teratogenik / malformasi neonatus

hamil normal / tanpa obat atau penyakit insiden malformasi neonatus 1 – 2.0 %

% ase bila sakit & / mengguna kan bbrp jenis obat

Tabel - 1. Prakiraan penyebab gangguan perkembangan embrio / fetus ( % ) (1).

•

Tidak diketahui:

Gangguan terjadi spontan , kondisi multigenetik , kombinasi & interaksi faktor eksogen & endogen…

65

Penyakit genetik

Gangguan kromosom

20

5

Faktor anatomi : Anomali uterus, kehamilan kembar, oligohidrami 2

Substansi kimia & fisik :

penggunaan obat/ penyalahgunaan, radiasi ,

ionisasi, hipertermia, zat kimia di lingkungan 4

Penyakit si ibu

epilepsi, DM , hipotiroidism, inf cytomegali, rubella , toxoplasmosis , varicella 4

PREDIKSI EFEK TERATOGENIK OBAT • prediksi teratogenik  sukar :  faktor yg pengaruhi al.

PREDIKSI EFEK TERATOGENIK OBAT

• prediksi teratogenik sukar :

faktor yg pengaruhi al. mekanisme

kerja,

dosis & lama th/, periode kehamilan, suseptibilitas genetik, nutrisi

ibu. penelitian pd manusia tidak etis, hanya pd hewan ( min 2 spesies ) hasil tidak selalu dpt diterapkan pd manusia



• Karenanya

pertimbangkan rasio benefit : risk

dosis & lama penggunaan dibatasi

mengingat faktor-2 tsb diatas

Khusus antibiotika memang benar dibutuhkan krn ada infeksi pemilihan jenis AB yg dibutuhkan & yg tersedia saat itu

Golongan ß – laktam •Gol. penisilin (amoksisilin, ampisilin, sulbenisilin, dll)  kadar rendah di cairan

Golongan ß – laktam •Gol. penisilin (amoksisilin, ampisilin, sulbenisilin, dll)

kadar rendah di cairan amnion aman pd kehamilan eliminasi penisilin > cepat pd kehamilan mungkin dosis perlu disesuaikan belum ada bukti sifat teratogenik

Golongan ß – laktam  Gol. sefalosporin (sefadroksil,sefaleksin, sefazolin, sefaklor, seftriaxon, sefotaxim) 

Golongan ß – laktam Gol. sefalosporin (sefadroksil,sefaleksin, sefazolin, sefaklor, seftriaxon, sefotaxim)

dapat melalui plasenta

mencapai kadar terapeutik di cairan

amnion & jar. fetus

eliminasi > cepat, dosis bila perlu disesuaikan

 sefuroxim  laporan perkembangan & mental anak dari ibu dg inj sefuroksim belum ada

sefuroxim laporan perkembangan

& mental anak dari ibu dg inj

sefuroksim

belum ada & tdk

ada studi kontrol ,

fisik

pd hewan tdk teratogenik bila benar2 diperlukan dpt diberikan

Sefepim belum ada data, hewan coba dosis 1–4 x dosis tidak teratogenik

manusia

 sefalosporin umumnya aman pd kehamilan, kecuali, sefpirom sefpodoksim  Bbrp laporan  keamanan pd

sefalosporin umumnya aman pd

kehamilan, kecuali, sefpirom sefpodoksim

Bbrp laporan keamanan pd

kehamilan blm dpt ditentukan , sebaiknyadihindari, KECUALI

bila

fetus jauh > dr bahaya yg

benar2 keuntungan u/ ibu &

ß–laktam lain : monobaktam & karbapenem

 ß–laktam lain : monobaktam & karbapenem  Aztreonam  monobaktam 1 s t yg digunakan

Aztreonam monobaktam 1 st yg digunakan diklinik

struktur inti ß–laktam monosiklik

aktif thdp Gr - aerob tanpa efek nefrotoksik

parenteral plasenta sirkulasi fetus

 hewan coba : 15 x dosis manusia tidak teratogenik  studi terkontrol belum cukup

hewan coba : 15 x dosis manusia

tidak teratogenik studi terkontrol belum cukup hanya bila benar-2 diperlukan benefit u/ ibu & anak

imipenem gol karbapenem



efektif u/ berbagai Gr - & Gr +,

aerob

parenteral

hewan : 1– 8 x dosis manusia

efek negatif fetus -

data pd hamil masih <

bila benar-2 dibutuhkan, keuntungan

Gol. inhibitor ß–laktamase



amoksisilin + as klavulanat & ampisilin + sulbaktam tidak embriotoksik

melalui plasenta & kadar tinggi di

fetus , eliminasinya > cepat tetapi sebaiknya gunakan bila dg penisilin / sefalosporin gagal benar2 dibutuhkan

Gol. makrolid



eritromisin lama dikenal relatif baru: azitromisin, klaritromisin

& roksitromisin masa paruh > panjang & insidens ESO GI tract > rendah masuk plasenta, plasma fetus rendah, 5–20% plasma ibu absorpsi : trimester ke–3 lambat &

i

i

i

f

k if

h

il

 azitromisin  hewan coba aman, studi terkontrol tdk ada  bila benar2 dibutuhakan dpt
azitromisin  hewan coba aman, studi
terkontrol tdk ada  bila benar2
dibutuhakan dpt digunakan u/
hamil

klaritromisin tidak dianjurkan , kecuali tidak ada pilihan AB lain

hewan klaritromisin efek samping fetus hewan

bila pasien sedang menggunakan AB ini hamil sebaiknya diberitahu kemungkinan efek negatif

 Spiramisin masih obat pilihan u/  hamil dng toksoplasmosis, cukup aman , tidak mempengaruhi

Spiramisin masih obat pilihan u/ hamil dng toksoplasmosis, cukup aman , tidak mempengaruhi pertumbuhan fetus

Makrolid  linkomisin  tidak teratogenik  dpt melalui plasenta , dlm darah umbilikus 25%

Makrolid

linkomisin tidak teratogenik

dpt melalui plasenta , dlm darah umbilikus 25% dari serum ibu

tidak mempengaruhi perkembangan fetus.

klindamisin

 klindamisin  klindamisin  plasenta, darah umbi likus 50% serum ibu & di fetus capai

klindamisin plasenta, darah umbi likus 50% serum ibu & di fetus capai

kadar terapeutik (efektif u/ bakteri patogen) th/ profilaksis seb. operasi seksio

 survei Michigan Medicaid : bayi-2 dri ibu dg klindamisin pd trimester I  tetapi

survei Michigan Medicaid : bayi-2 dri ibu dg klindamisin pd trimester

I tetapi

bbrp mengalami kelainan , data tidak cukup u/ menghub kelainan dg AB

meski demikian hanya dianjurkan bila th/ dg. gol penisilin, sefalosporin & eritromisin gagal

Tabel 2. Antibiotika yg sebaiknya dihindari pada kehamilan

•

Aminoglikosida ……………ototoksisitas, kerusakan saraf V!!!

Kloramfenikol……………….Gray baby syndrome

Ko-trimoxazol ……….kernikterus, antagonis folat, teratogenik

Kuinolon…………

………hewan:

artropatia

Rifampisin …

………kemungkinan

neonatus

teratogenik, perdarahan

Sulfonamida.……………….kernikterus

Tetrasiklin………….gigi tengguli, gangg pertumbuhan tulang

metronidazol………………data tdk cukup bila perlu berikan dosis kecil

INH, rifampisin…………

resiko hepatitis

aman
aman

Tabel 3 . Penggunaan antibiotika pada kehamilan

Antibiotika yang :

dapat dipertimbangkan

# gol. penisilin non antipseudomonas

# trimetoprim trimester I resiko defiensi folat, trimester II & III aman

# sefalosporin

# eritromisin

# isoniazid

# etambutol

# penisilin antipseudomonas datanya sedikit tetapi dpt u/ infeksi pseudomo nas yg serius

# rifampisin pertimbangkan

untung–rugi , hemoragi

** yang diberikan sebelum partus

sebaiknya dihindari

# kloramfenikol gray baby

#

# tetrasiklin gangg gigi & tulang

kuinolon artropatia

# sulfonamide ** ikterus # aminoglikosid ototoksik # metronidazol masih bertentangan, sebaiknya hindari



Gol. tetrasiklin

kelainan gigi & perkembangan tulang fetus hindari pd kehamilan

mulai hamil mngg ke 16 tetra terikat erat Ca ++ di struktur gigi & tulang yg sedang bertumbuh perubahan warna / kecoklatan desidua gigi & hambatan pertumbuhan tulang

Garbis : ESO timbul terutama bila digunakan ses. minggu ke–15 kehamilan



pd trimester–1 obat pilihan kedua (anjuran

doksisiklin)

tetapi sebaiknya dihindari pd kehamilan.

Isoniazid . etambutol , rifampisin Dari gol. Anti – tbc rifampisin dilaporkan dapat menyebabkan perdarahan neonatus , bila memang benar2 dibutuhkan mungkin harus + suplementasi vitamin K.

Sulfonamida & trimetoprim  Sulfonamida  cukup lama dikenal , hambat metabo lisme kuman 

Sulfonamida & trimetoprim

Sulfonamida

cukup lama dikenal , hambat metabo lisme kuman

melalui sawar plasenta , kadar darah fetus 50–90% plasma maternal

kompetisi dg bilirubin pd ikatan dgn albumin.



tidak pernah dihubungkan dg me

insiden malformasi

memobilisasi bilirubin pe resiko

hiperbilirubinemia neonatus bila diberikan saat akan partus

sulfasalazin infertilitas pria akibat perubahan jumlah & morfologi sperma.

Trimetoprim  + sulfametoksazol  efektif u/ infeksi G + & G - , meski

Trimetoprim

+ sulfametoksazol efektif u/ infeksi G + & G - , meski sudah banyak yg resisten

antagonis asam folat dosis biasa trimetoprim / kotrimoksazol ESO hematologik jarang

kadar trimet & sulfametok tidak dipengaruhi kehamilan

hewantrimetoprim dosis tinggi cleft palate

Sebaiknya tidak digunakan hamil

•

Isoniazid . etambutol , rifampisin

hanya rifampisin dilaporkan perdarahan neonatus

• bila benar–benar dibutuhkan kemungkinan harus ditambahkan suplementasi vit K.

 Kesimpulan tidak mudah menentukan efek teratoge nik obat , faktor etis & banyak faktor

Kesimpulan

tidak mudah menentukan efek teratoge nik obat , faktor etis & banyak faktor mempengaruhi

gol. penisilin , sefalosporin , eritromisin , INH , etambutol aman hamil

rifampisin hemoragi neonatus , bila perlu berikan vit. K



beberapa AB jelas tidak dianjurkan u/ hamil ( tabel 2 & 3 )

beberapa pertimbangan benefit / risk & beritahu pasien tentang ESO yg mungkin terjadi

• •

Faktor krusial penggn AB : MIC minimal bacte ricidal concent (MBC) umumnya 2–4 x MIC

Clinical value tergantung dri hub MIC & MBC kadar obat ditempat infeksi & kadar plasma yg menentkan timbul ESO

Mis MIC benzilpenisilin thd pneumokok umum jauh dibawah kont penisl yg berhub dg ESO , MIC gentamisin thd E Coli berdekatan dg kadar yg bersifat nefrotoksik & ototoksik