You are on page 1of 5

Musthafa Abdur Rosyied (14/363613/TK/41700) Teknik Elektro

Kondisi Existing Negara Indonesia
Tantangan Perekonomian Indonesia
Menurut buku World in Figure 2003, yang diterbitkan oleh The Economist,
USA, Indonesia adalah negara nomor 1 di dunia dalam menghasilkan lada
putih, buah pala, kayu lapis, nenas dan LNG. Indonesia adalah archipelago
13.000 pulau yang memiliki perairan laut seluas 60 juta km 2 dengan garis
pantai terpanjang di dunia, yaitu 81.000 kilometer. Dari wilayah yang
seluas itu, potensi perikanan tangkap di Indonesia mencapai 6,26 juta ton
pertahun. Indonesia juga memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia
yang menyumbang sekitar 10% dari total luas hutan dunia.
Belum cukup sampai di sana, Indonesia memiliki cadangan yang lebih dari
cukup untuk kebutuhan mineral dan logam nasional, bahkan internasional.
Hingga saat ini Indonesia mampu memasok sekitar 24% timah dari total
kebutuhan dunia atau setara dengan 60.000 ton, lalu merupakan
produsen terbesar keempat dunia untuk komoditas tembaga, kelima
untuk komoditas nikel dan ketujuh untuk emas. Cadangan minyak kita
diperkirakan masih ada hingga 45 milliar barel, kekayaan batu bara kita
merupakan yang keempat di dunia.
Dari hal-hal yang ideal, impian, dan harapan, kita akan berangkat kepada
hal-hal yang menjadi kondisi nyata perekonomian Indonesia sekarang.
Segala hal yang ada, yang harus kita selesaikan dan kita tuntaskan adalah
merupakan tantangan ke depan yang harus dihadapi.

Setidaknya ada empat hal yang akan menjadi sorotan kita bersama
terhadap perekonomian Indonesia setidaknya untuk tiga sampai lima
tahun ke depan. Kondisi itu adalah kondisi eksisting tentang kemiskinan
dan pengangguran di Indonesia, yang hingga saat ini masih tergolong
besar dan jauh dari harapan. Hal yang kedua adalah mengenai
kesenjangan sosial dan cita-cita pemerataan yang belum selesai hingga
sekarang. Permasalahan yang ketiga adalah terkait menurunnya kondisi
dan kinerja sektor industri terutama manufaktur di Indonesia, yang kita

Dengan fakta menarik tersebut. masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. atau sekitar Rp6.00 per hari. dan menghitung. Fakta kembali menyebutkan bahwa pada Oktober 2000. Kesenjangan versus pemerataan .7 juta jiwa atau sekitar 19.53 juta penduduk di tahun 2009. atau sekitar 10% usia produktif Indonesia. Sebuah fakta di tengah kecemerlangan sumber daya yang ada. penduduk miskin Indonesia masih berkisar 38. tingkat kemiskinan ini adalah tingkat kemiskinan yang menggunakan standar Indonesia.14%. sekitar 9 – 10 juta jiwa. atau masih sekitar 14. namun belum signifikan jika dibandingkan dengan target MDG’s pada tahun 2015 nanti. Gemah ripah loh jinawi.262. Angka pengangguran yang besar. Terakhir dan yang menjadi hal yang paling krusial adalah paham ekonomi Indonesia yang semakin mengarah pada neoliberalisme. Data historis menunjukkan bahwa ada peningkatan drastis dari tahun 2008 ke 2009 terhadap pengangguran yang belum pernah sekolah/tamat SD. Hal telak dan ironis mengingat negeri kita digadang-gadang sebagai negeri yang kaya.675.15% penduduk negeri ini. Padahal. bahkan ada yang sampai tidak punya keahlian dasar seperti membaca. Kita akan menemukan angka yang jauh lebih besar jika kita mengikuti PBB dalam memasang threshold kemiskinan yang ada. Kemiskinan dan pengangguran Kemiskinan masih menjadi isu hangat bahkan di banyak negara dunia. Hal ini menandakan bahwa memang kemiskinan masih menjadi musuh bersama bangsa ini.Musthafa Abdur Rosyied (14/363613/TK/41700) Teknik Elektro kenal dengan istilah deindustrialisasi. Mayoritas pengangguran disebabkan karena minimnya keahlian. kita dapat menemukan bahwa memang tingkat penurunan angka kemiskinan terjadi. Kita sama-sama mengetahui bahwa di tahun 2000 lalu Indonesia sudah menyepakati MDG’s (Millenium Development Goals Strategy) yang salah satu poinnya adalah pengentasan kemiskinan hingga 50% pada tahun 2015. yaitu dengan pendapatan sekitar Rp200. Tingkat kemiskinan di Indonesia masih berkisar pada angka 32. Melimpahnya sumber daya tidak membuat kita menjadi arif dan kemudian meningkatkan efektivitas perekonomian untuk menjadikan kemiskinan sebagai musuh utama yang harus dikurangi. bahwa ternyata kita masih tergolong kufur. menulis. Pengangguran di Indonesiapun serupa.00 per bulan.

sedikit lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan PDB (5. Hampir 75% APBN negara pada tahun tersebut sama nilainya dengan kekayaan 150 orang di Indonesia. membawa kabar buruk mengenai industrialisasi di Indonesia. Kita nantinya dapat melihat bahwa makanan anjing peliharaan orang-orang kaya boleh jadi jauh lebih bergizi ketimbang makanan orang-orang miskin di perkotaan maupun di pedesaan. Pada akhir 2009. Antara tahun 2000-2008.3 triliun). tetapi bahkan hanya sekitar 1% penduduk. Bandingkan nilai kekayaan mereka dengan APBN 2008 sebesar Rp854. hingga pada Juli.085. Padahal kita sama-sama mengetahui bahwa masih ada sekitar 32 juta penduduk yang berpendapatan hanya 10% (Rp6.2 miliar (Rp84. Pertumbuhan industri manufaktur sejak krisis 1998 turun begitu drastis. sebagai manusia terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan US$ 9. Fenomena deindustrialisasi Fenomena akhir-akhir ini.3 juta per tahun. Namun. maupun anggaran penanggulangan kemiskinan 2008 sebesar Rp 32 Triliun. lebih tinggi daripada pertumbuhan PDB.299. yang tidak sampai 1% penduduk Indonesia. Nilai ini sedikit menurun di awal 2010.3 miliar (Rp637. Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu. Jika kita telaah.6 Triliun) dari total aset 150 orang terkaya di Indonesia sebesar US$ 69.458. neraca perdagangan Indonesia dan China mengalami lonjakan balik yang drastis. atau sekitar Rp67 ribu. Indonesia masih memiliki nilai surplus USD 1.6 miliar. Tidak hanya itu. mulai naik kembali pada Maret 2010. Padahal di tahun sebelumnya.490.7% per tahun.2%). yaitu sekitar USD 9. Lebih mengejutkan lagi apabila kita melihat defisit perdagangan produk non migas Indonesia meroket dari USD 1.947. mengakibatkan terjadinya defisit bagi Indonesia sebesar USD 3.2 persen.6 triliun. pada tahun 2008.949. tak sampai sepertiga pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 4.3 . Ironis. nilai impor telah mencapai sekitar USD 12. dan sangat membuka mata kita bahwa memang kesenjangan sosial semakin besar dan cita-cita tentang pemerataan hanya merupakan isapan jempol semata. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin melebar.00 per hari) dari rata-rata pendapatan per kapita tersebut tiap harinya.938.Musthafa Abdur Rosyied (14/363613/TK/41700) Teknik Elektro Riset Globe Asia (Mei 2008) menobatkan Aburizal Bakrie. Teori Optimalitas Paretto bahkan sudah sangat terbukti. 80% uang bukan dikuasai oleh 20% penduduk. industri manufaktur hanya tumbuh rata-rata 5. Fakta menarik lain berbicara mengenai pendapatan rata-rata per kapita masyarakat Indonesia yang mencapai Rp24. Nilai kekayaan seorang Aburizal Bakrie bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi anggaran penanggulangan kemiskinan di Indonesia.625.675. atau sekitar Rp2 juta per bulan. Pada triwulan ketiga 2009 pertumbuhannya hanya 1. nilai impor Indonesia mencapai USD 10.3 persen.936.1 miliar. Industri manufaktur nonmigas selama 1987-1996 mengalami pertumbuhan rata-rata 12% per tahunnya.

Harapan tentang perekonomian Indonesia yang berbasis sektor riil nampaknya akan menghadapi banyak tantangan berat kedepannya. tidak hanya ekonomi. Dari pasal ini kita sudah dapat menentukan bahwa barang-barang publik seperti tanah.2 miliar di tahun 2008 (terjadi lonjakan sekitar 600%). Serupa. air. tambang. Namun. pengurangan subsidi secara terus menerus (bukan memperbaiki agar tepat sasaran). Padahal hal ini sudah sedemikian dikritik oleh Adam Smith. Namun. tembaga dan emas di Mimika. Kita mengenal adanya SAP (Structural Adjustment Program) dan Washington Concencus yang semakin memburamkan peran pemerintah yang telah dibahas sebelumnya. bahkan dipergunakan untuk sebesarbesar kemakmuran rakyat. defisit serupa telah mencapai USD 3. air. neoliberalisme mulai tercium sejak masuknya IMF. Hal ini semakin parah pasca krisis 1998. Sementara. dan negara memberikan insentif. batas pengelolaan ini harus diutamakan untuk kemakmuran rakyat. Neoliberalisme Perekonomian Sisi buruk neoliberalisme ada pada kebebasan yang tidak terbatasi. Papua yang dikuasai Freeport. serta bumi. Dalam UUD 1945 Pasal 33 Ayat 2 dan 3 dikemukakan bahwa negara menguasai cabang-cabang produksi yang penting. dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara. Kita dapat melihat contoh Blok Cepu atau Gunting yang dikuasai oleh perusahaan asing dari Amerika ExxonMobil. dan hingga sekarang makin menjamur. bahkan di banyak sektor.Musthafa Abdur Rosyied (14/363613/TK/41700) Teknik Elektro miliar di tahun 2007 menjadi USD 9. Salah satu peran yang ‘diserang’ adalah tentang kewajiban pemerintah menyediakan barang publik (public goods). negara berhak menunjuk institusi privat untuk mengelolanya. Jikalaupun negara mempunyai keterbatasan dalam mengelolanya. dan mineral yang terkandung dalam bumi seharusnya dikuasai oleh negara. UU Ketenagalistrikan tahun 2009. Tekanan politik dari pihak privat dan asing telah membuat adanya overlap kepemilikan publik menjadi kepemilikan privat. Pihak asing berhasil mencampuri pembuatan/pengesahan sejumlah undang-undang. Di Indonesia. dalam artian mendahulukan kepentingan bangsa ketimbang kepentingan privat atau bahkan bangsa lain. Fenomena deindustrialisasi benar-benar semakin terasa dampaknya hingga sekarang. terutama setelah diberlakukan beberapa perjanjian dagang bebas seperti ACFTA (ASEAN – China Free Trade Agreement/Area). Jangan heran jika kedepannya kita akan mendapat julukan negara pengimpor terbesar. atau Blok Semai V yang ‘diberikan’ kepada Hess. kebijakan yang membuka lebar-lebar overlap ini sudah mulai diberlakukan secara sistematis seperti pemberlakuan UU Migas pada tahun 2001. itulah faktanya.9 miliar. . dan lainnya. Antara Januari hingga Oktober 2009. bahkan dari mulai pembuatan draft (rancangan)-nya.

UU PMA (UU No. 2003). . 2004). 17 Th. Penguasaan negara menuntut prioritas kemakmuran ada pada bangsa sendiri. Dampak lainnya adalah monopoli atau kenaikan harga barang tersebut. UU Pelayaran (UU No. Dampak kepemilikan publik yang menjadi privat sangatlah berbahaya. 2003). atau bahkan rentannya harga barang tersebut terhadap instabilitas yang disebabkan spekulan-spekulan yang beredar. 2004). dan lainnya. sejumlah UU terindikasi semakin liberal. 7 Th. 13 Th. Dampak yang dapat terlihat langsung adalah prioritas kemakmuran. UU SDA (UU No. sedangkan penguasaan privat menuntut prioritas kemakmuran pada institusi privat tersebut. UU Tenaga Kerja (UU No. 19 Th. 25 Th. 2007). seperti UU BUMN (UU No. UU Kelistrikan (UU No. UU Pengalihan Hutan Lindung menjadi Pertambangan (UU No. 2002). 20 Th. 19 Th.Musthafa Abdur Rosyied (14/363613/TK/41700) Teknik Elektro Akibatnya. Sementara penguasaan asing jelas menuntut prioritas pada kemakmuran bangsa asing. 2008).