You are on page 1of 15

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM DIGITAL
ADDER

Nama : Hanif Nursetya Indarto
NIM: 150535603888

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
S1 TEKNIK INFORMATIKA
SEPTEMBER 2015

1

mahasiswa diharapkan dapat : 1) Merangkai rangkaian PARALEL ADDER. maka hasil penjumlahan akan secara mudah diperoleh. Dengan menggunakan argumen yang sama. tetapi harus meletakkan carry ke kolom berikutnya yang lebih tinggi. maka proses penjumlahan yang mungkin terjadi adalah : Input Output A0 B0 Σ COut 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 Proses penjumlahan di atas dapat dilakukan oleh rangkaian adder yang bisa menjumlahkan 2 bilangan biner 1 digit.1 Rangkaian half adder 2 .A. C. yaitu Jumlahnya ≤ 9 dan Jumlahnya > 9. A 1 B 2 7486 1 2 7408 3 3 ∑ Cout Gambar 1. Jika kemungkinan pertama yang terjadi. Tujuan Kegiatan Belajar 8 : Setelah mempraktekkan Topik ini. rangkaian ini disebut sebagai rangkaian half adder. jika dua bilangan yang masing-masing terdiri dari 1 digit dijumlahkan. maka hasil tidak bisa diperoleh dalam satu digit. Judul : PARALEL ADDER B. Rangkaian half adder diperlihatkan dalam Gambar 1. 2) Mempelajari penjumlahan dan pengurangan bilangan biner pada rangkaian PARALEL ADDER. Dasar Teori Kegiatan Belajar 8 Dalam sistem bilangan desimal. maka akan muncul 2 kemungkinan. Jika kemungkian yang kedua yang terjadi. maka untuk penjumlahan 2 bilangan binner.1.

Rangfakain full adder diperlihatkan dalam Gambar 1. Rangkaian ini terdiri dari rangkaian komplemen dua bilangan dan penjumlah multi digit. A B 1 2 7486 3 4 5 7486 6 ∑ C 1 2 7408 3 9 10 4 5 7408 7486 8 Cout 6 Gambar 1.2 Rangkaian Full Adder Suatu rangkaian yang dapat berfungsi sebagai penjumlah maupun sebagai pengurang bilangan biner dikenal sebagai paralel adder/subtracter.Untuk menjumlahkan 2 bilangan biner yang masing-masing terdiri dari n digit (multi digit). Dalam 3 . maka proses penjumlahan diperlihatkan sebagai berikut : Input Output A0 B0 C0 Σ COut 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 Proses penjumlahan untuk bilangan binner 2 digit dapat dilakukan oleh rangkaian full adder.2.

1 Jenis komplemen bilangan biner. akan dikenalkan rangkaian paralel adder/subtracter baik sebagai penjumlah.1 : Tabel 1. sebuah bilangan biner akan menjadi bilangan pengurang dengan mengubahnya menjadi negatif dengan cara mengubah suatu bilangan biner menjadi bilangan komplemennya. baik komplemen 1 maupun 2. Jika operasi pengurangan menghasilkan bilangan positif maka bilangan tersebut merupakan hasil akhir bukan bilangan komplemen. pada komplemen 2 carry out dihilangkan. Untuk operasi pengurangan. maupun pengurang. jika menggunakan komplemen 1 maka hasilnya bilangan komplemen 1. penentuan bilangan tersebut komplemen 1 atau 2 ditentukan berdasarkan bilangan pengurang yang digunakan diubah menjadi komplemen 1 atau 2. Desimal Biner A = +5 = 0101 B = -3 = 1100 S = 1 = 0001 Co= 1 = Hasil akhir 1 + + = 0010 = 2 4 . Pada komplemen 1 Bila menghasilkan carry out maka ditambahkan pada LSB bilangan hasil operasi pengurangan.praktikum ini. Bilangan biner Komplemen 1 Komplemen 2 0101 1010 1011 Untuk komplemen 1 didapat dengan mengubah bilangan 0 menjadi 1 dan bilangan 1 menjadi 0. jika komplemen 2 maka hasilnya komplemen 2. perhatikan tabel 1. Untuk komplemen 2 diperoleh dengan menambahkan dengan bilangan 1 pada hasil komplemen pertama. Untuk hasil operasi pengurangan bila bernilai negatif maka bilangan tersebut adalah bilangan komplemen dari bilangan biner. Contoh : Tunjukkan operasi full adder parallel untuk melakukan operasi aritmetika +5-3 dan bilangan biner negatif direprentasikan dalam komplemen 1.

4 Rangkaian ekivalen input IC TTL ( Input = 1 ) 5 .3 Rangkaian ekivalen input IC TTL ( Input = 0 ) Bila masukkan IC TTL dihubungkan ground maka ada beda potensial antara basis dan emitter.Tunjukkan operasi full adder parallel untuk melakukan operasi aritmetika -13+1 dan bilangan biner negatif direprentasikan dalam komplemen 2. Desimal Biner A = 1 = 0001 B = -13 = 0011 S = -12 = 0100 Co= 0 1. +5V Ke Rangkaian selanjutnya I 4KΩ B E C Ke Rangkaian selanjutnya +5V Gambar 1. sehingga arus mengalir menuju emitter. + komplemen 2 dari 12 KARAKTERISTIK IC TTL +5V I Ke Rangkaian selanjutnya 4KΩ B E C Ke Rangkaian selanjutnya Gambar 1. Input IC TTL sama dengan nol. tidak ada arus yang mengalir menuju colector.

Sehingga arus mengalir menuju colector Tr1 dan menuju basis Tr2. +5V I 4KΩ B Mengambang E C Ke Rangkaian selanjutnya Gambar 1. (b) Pelajari dan pahami petunjuk praktikum pada lembar kegiatan praktikum.Bila masukan IC TTL dihubungkan dengan +5V. 6 . tidak ada arus yang mengalir menuju emiter. (d) Sebelum catu daya dihidupkan hubungi dosen pendamping untuk mengecek kebenaran rangkaian.5 Rangkaian ekivalen input IC TTL ( Input = 1 ) Bila masukan IC TTL tidak dihubungkan dengan +5V atau ground. Lembar Praktikum 1. Input IC TTL sama dengan 1. Kesehatan dan Keselamatan kerja (a) Periksalah komponen modul trainer sebelum digunakan. (c) Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang dibutuhkan. tidak ada arus yang mengalir menuju emiter. maka tidak ada beda potensial antara basis dan emiter Tr1. maka tidak ada beda potensial antara basis dan emiter Tr1. Input IC TTL sama dengan 1. Sehingga arus mengalir menuju colector Tr1 dan menuju basis Tr2. D. Alat dan Bahan Modul trainer Paralel Adder 1 buah Saklar input logika 1 buah Catu daya 1 buah Kabel jumper kuning 5 buah Kabel jumper merah 14 buah 2.

hubungkan input A dan B dengan logika 1 (5VDC) atau logika 0 (GND) sesuai dengan kombinasi pada tabel 1. Langkah percobaan 8 a) Perhatikan gambar 1. 7 .3 Rangkaian PARALEL ADDER c) Berilah saklar input logika dengan tegangan 5VDC dengan mnghubungkan ground dan vcc power supply pada pin paling atas sesuai gambar. b) Berilah modul parallel adder tegangan sebesar 5VDC dengan cara menghubungkan vcc dan ground power supply ke vcc dan ground modul parallel adder menggunakan kabel penghubung yang sudah disediakan.(e) Yakinkan tempat anda aman dari sengatan listrik. d) A4 dan B4 sebagai MSB bilangan. e) Untuk operasi penjumlahan hubungkan Y dengan X.2. 330 Ω 1 74LS86 3 10 A1 S1 8 A2 S2 3 S3 2 4 74LS86 6 5 1 9 74LS86 8 10 12 S4 6 2 330 Ω 330 Ω 330 Ω 15 A4 74LS83 B1 7 B2 4 B3 74LS86 11 13 11 A3 9 16 13 B4 C0 C4 14 330 Ω Y Gambar 1. kemudian beri logika 0.3 lalu cermati konektor yang ada pada modul PARALEL ADDER. (f) Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum ! 3.

lakukan seperti langkah b.4 Modul Paralel Adder Tabel 1. ADDER BOOST CONVERTER + 5V + 5V 330 330 330 330 9 S1 330 2 15 S3 S4 6 S2 14 C4 74LS83 1 74LS86 1 2 4 A3 3 A4 1 B1 B2 B3 B4 11 7 4 16 C0 13 6 74LS86 8 10 12 A2 8 74LS86 5 9 A1 10 74LS86 11 13 Y x Gambar 1.2 Tabel Hasil Percobaan. h) Catat hasil percobaan pada tabel 1.2.f) Hubungkan port S1-S4 dan C4 dengan led. Data 4 bit Operasi 8 . g) Untuk operasi pengurangan sebagai angka pengurang bilangan biner diubah menjadi negatif dengan representasi komplemen 2.

A B C 0001 0000 0100 0001 0010 1000 0101 1010 0111 1111 Pengurangan Penjumlahan A+B Jenis Representasi komplemen 1 C A-B C B-A Keterangan : Led menyala = 1 Logika 1 = vcc (5V ) Led mati = 0 Logika 0 = ground 9 .

Simulasi  Penjumlahan (A+B) 10 .

 Pengurangan (A-B) 11 .

 Pengurangan (A-B) 12 .

........... ................................................................................................................................................. ........................................................................................................................ ........................................................................................................... ................................................................................................................................................. ..................................................................................................................... ................................. ............................................................... ................................................ ............. ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................................................................... ....................................................................................................... ...................... .............................................................................................................................................................................................................................................................................. Kesimpulan .................................................................................................... .......... .............................................................................................................Analisa ................................................................................................................................................... .................................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... .. 13 ............................................................................................ .................................................... ......................................... ............................................................................................................................ ........................................................................ .......................................................................................................................................................... .........................................................................................................................................................................................................

............ ........ Tugas : a................................................ .............................................. b...................................................................... Lakukan operasi pengurangan menggunakan bilangan biner A dan B pada tabel 1............ Bandingkan hasil yang anda peroleh dari soal b dengan hasil operasi pengurangan dengan representasi bilangan negatif menggunakan komplemen 1 pada tabel 1......................................................................................................4...................2 dengan representasi bilangan negatif menggunakan komplemen 2! c........ Apa kesimpulan anda ? 14 ..............................................2................................. ........................ Sebutkan perbedaan antara parallel adder dengan full adder ! ............................................................

.. ..................................................................................................................................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................................................................... .................................. ................................................................................................................................................................................................................ .......................... 15 ..................................................................Kesimpulan Perbandingan dari Anode dan Catode ........... ......................................................................................................................... ............................................................................................................ Daftar Pustaka ............... ........ ...........................................................