You are on page 1of 18

MENULIS FIKSI DAN NON FIKSI

BAB I
PENDAHULUAN
Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang melambangkan suatu
bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik
tersebut kalau mereka memahami bahasa dan grafik tersebut (Tarigan, 1989:15). Rusyana (1982:1)
menyatakan bahwa wujud pengutaraan sesuatu secara tersusun dapat mempergunakan bahasa
disebut karangan. Jadi, karangan itu adalah susunan bahasa sebagai pengutaraan pikiran, perasaan,
penginderaan, khayalan, kehendak, keyakinan, dan pengalaman kita.

Hal ini menyebabkan persamaan dan perbedaan dalam menyusun
pengertian menulis. Ada ahli yang menyebutnya dengan istilah menulis. Ada pula yang menyebut
dengan istilah mengarang. Hasil dari kegiatan menulis berdasarkan istilah pertama disebut tulisan dan
istilah kedua disebut karangan.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses mengutarakan
pikiran, perasaan, penginderaan, khayalan, kemauan, keyakinan, dan pengalaman yang disusun
dengan lambang-lambang grafik secara tertulis untuk tujuan komunikasi. Menulis merupakan salah
satu keterampilan berbahasa yang tersusun secara sistemik. Penggunaan tanda baca dan kepaduan
kata serta kalimat juga harus diperhatikan. Selain itu, keterampilan menulis juga tidak dapat langsung
direspon karena ada batas ruang dan waktu. Menulis bersifat produktif karena menghasilkan suatu
informasi melalui tulisan.
Para ahli bahasa menggolongkan jenis-jenis tulisan atau karangan berdasarkan sudut pandang
masing-masing yang berbeda, sehingga menimbulkan perbedaan penggolongan jenis tulisan. Ahli
bahasa ada yang meninjau tulisan dari keilmiahan karangan dan dari isi tulisan atau cara menulis.
Dalam menulis kita dapat menemukan jenis-jenis tulisan yang ditinjau dari keilmiahan karangan
tersebut. Jenis-jenis tulisan (karangan) itulah yang akan kami bahas dalam makalah ini. Ditinjau dari
keilmiahannya, karangan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu karangan fiksi dan karangan nonfiksi;

latar. Masing-masing bagian memilki fungsi. namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antarmanusia. KARANGAN FIKSI Karangan fiksi adalah karangan yang di dalamnya terdapat unsur khayal atau imajinasi pengarang (Aceng Hasani. yang membedakan surat dari bentuk karangan lainnya adalah bagian-bagian surat yang disusun dalam posisi tertentu sesuai dengan bentuk surat yang digunakan. b. yaitu karangan fiksi dan karangan nonfiksi. Pada surat pribadi misalnya. Karangan nonfiksi adalah karangan yang berupa data dan fakta. Secara tidak disengaja. juga mendefinisikan karangan fiksi sebagai prosa naratif yang bersifat imajinatif. tokoh. c. Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa sebuah karangan dapat digolongkan ke dalam karangan fiksi apabila didalamnya merupakan hasil dari imajinasi atau khayalan si pengarang. Altenbernd dan Lewis dalam buku Teori Pengkajian Fiksi karangan Burhan Nurgiyantoro (2007: 2-3). karangan populer. dan karangan sastra. A. Jadi. tidak ada unsur imajinasi pengarang. tergantung jenisnya. baik dari segi kejadian. Seperti terjadinya kesamaan cerita. karangan populer. Karangan fiksi adalah karangan yang di dalamnya terdapat unsur khayal atau imajiinasi pengarang. Karangan ilmiah adalah karangan yang membahas suatu disiplin ilmu. Jumlah bagian surat berbeda-beda. surat-menyurat. karangan dapat dibagi menjadi dua jenis. Lebih spesifik lagi disebut karangan ilmiah dan karangan nonilmiah. Selain itu. karangan ilmiah populer. Salah satu hal yang sangat khas. Keberadaan bagian-bagian itu bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Karangan populer adalah karangan yang bersifat umum dan mudah dibaca. 2005: 21). serta unsur-unsur lainnya. Sebaliknya. hanya terdapat bagian-bagian yang dianggap penting saja. Dapat terjadi dari peristiwa yang sebenarnya atau peristiwa hasil rekaan pengarang saja. Karangan ilmiah populer adalah karangan yang bersifat tentang disiplin ilmu tapi tidak mengikuti prosedur karya ilmiah dengan tujuan agar lebih mudah dipahami oleh berbagai golongan.karangan ilmiah. Bahkan . a. dan karangan ilmiah populer. bagian-bagian itu biasanya relatif lebih lengkap dan seragam. karangan fiksi juga dapat saja terjadi dalam kehidupan nyata. dalam surat resmi atau surat dinas. BAB II PEMBAHASAN Ditinjau dari keilmiahannya. Karangan sastra adalah karangan yang menggunakan perasaan dengan lebih menonjolkan nilai estetika. d. Surat menyurat adalah jenis karangan paparan sebagai wujud percakapan secara terulis sebagai sarana komunikasi tertulis yang lebih singkat dan memilki bentuk khusus. e. Maksud dari pernyataan tersebut adalah karangan fiksi merupakan hasil imajinasi pengarang yang bisa diterima oleh masyarakat umum. ada ahli yang menggolongkan menjadi karangan ilmiah. tokoh maupun tempat kejadian.

Karangan fiksi juga menghubungkan berbagai masalah kehidupan manusia dalam interaksinya dengan diri sendiri. Novel merupakan karya fiksi yang menawarkan sebuah dunia. dalam ragam prosa. Unsur-Unsur Fiksi a. Roman berisi paparan cerita yang panjang yang terdiri dari beberapa bab yang saling berhubungan. Dari ketiga ahli di atas dapat disimpulkan bahwa karangan fiksi merupakan hasil imajinasi pengarang yang dituangkan menjadi sebuah cerita. Intrinsik Unsur intrinsik (intrinsic) adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Karangan fiksi yang telah dipaparkan oleh Aceng Hasani dan Sudjiman berbeda dengan Altenbernd dan Lewis. dan lain-lain yang semuanya juga bersifat imajinatif. maupun interaksinya dengan Tuhan. koran maupun berbentuk buku. novel. alur. bahwa karangan fiksi merupakan hasil imajinasi. Sudjiman menjelaskan bahwa karangan fiksi merupakan hasil imajinasi seorang pengarang yang didalamnya mengandung unsur-unsur seperti tokoh. novel adalah cerita berbentuk prosa yang menceritakan kehidupan manusia. penokohan. tabloid. tetapi dilebih-lebihkan oleh pengarang untuk memancing daya khayal dan daya tarik pembaca. cerbung (cerita bersambung). Novel menceritakan kejadian luar biasa yang melahirkan konflik yang pada akhirnya melahirkan perubahan nasib para pelakunya dengan uraian-uraian yang sederhana. Di lain pihak. plot. Altenbend dan Lewis mendefinisikan karangan fiksi tidak hanya sebagai hasil imajinasi saja tetapi juga cerita tersebut dapat saja terjadi dalam kehidupan nyata yang dilebih-lebihkan oleh si pengarang. lingkungan. seperti peristiwa. dunia imajinatif. Cerita tersebut bisa saja secara tidak sengaja terjadi di kehidupan nyata. cerita pendek. dan puisi. terdapat kesamaan mengenai pengertian karangan fiksi yang telah dipaparkan oleh Aceng Hasani dan Sudjiman. misalnya pada novel Harry Potter. Dilihat dari ketiga pandangan di atas. Bedanya. dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Unsur-unsur tersebut saling berkesinambungan agar terjadinya sebuah cerita. Cerita pendek merupakan kisah mengenai kehidupan manusia yang memiliki konflik. Sama halnya pada roman. Sudjiman (1984:17) yang menyebut fiksi ini dengan istilah cerita rekaan juga memaparkan mengenai pengertian fiksi. novelet. cerita pendek memiliki alur dan tokoh yang lebih sedikit dibandingkan novel dan roman. tokoh. dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan. semua itu sengaja dilebih-lebihkan oleh si pengarang agar lebih menarik dan banyak diminati oleh masyarakat umum. karangan fiksi bertujuan untuk menghibur para pembaca yang haus akan cerita kehidupan. 1. Puisi adalah suatu pernyataan perasaan dan pandangan hidup seorang penyair yang memandang suatu peristiwa alam dengan ketajaman perasaannya. sudut pandang. Akan tetapi. yaitu kisahan yang mempunyai tokoh. Bahkan tidak jarang kita menemukan sebuah cerita fiksi yang benar-benar bersifat imajinasi dan tidak dapat diterima oleh akal sehat manusia. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra. latar. Akan tetapi. Karangan fiksi dapat diterbitkan melalui majalah. Dalam hal ini. dan lainnya. yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya. dan lain-lain. novel lebih sederhana dan lebih singkat daripada roman. unsur-unsur yang secara faktual . lakuan. Selain itu. Lord of the Ring. Jenis-jenis karangan fiksi di antaranya adalah roman.si pengarang lebih sering mengangkat sebuah peristiwa yang benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.

penokohan. Kepaduan unsur intrinsik inilah yang membuat sebuah novel berwujud. Roman Sejenis karya sastra dalam bentuk prosa yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Unsur ekstrinsik juga terdiri dari sejumlah unsur. 1956:75-135) antara lain adalah keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap. Dongeng Suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata. kemarin malam kunyalakan lampu untukmu. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang. Biasanya dalam bentuk cerita. maupun penerapan prinsip psikologi dalam karya. Unsur ekstrinsik berikutnya adalah psikologi. c. dan lain-lain. Drama Suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. latar. Macam-Macam Karangan Fiksi a. jika dilihat dari sudut pembaca. b. keyakinan. Unsur yang dimaksud diantaranya adalah tema. Contoh Karangan Fiksi Cerpen “Albasri dan Gadis Kecil” “Ayah. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem karya sastra. sudut pandang. d. Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang (secara langsung) turut serta membangun cerita. Ekstrinsik Unsur ekstrinsik (extrinsic) adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra itu. alur. gaya bahasa. baik berupa psikologi pengarang (yang mencakup proses kreatifnya). b. psikologi pembaca. bagaimana keadaanmu tinggal sendirian dalam kubur yang gelap gulita tanpa pelita dan tanpa pelipur? Ayah. Novel Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif. menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan mahluk lainnya. Unsur-unsur yang dimaksud (Wellek & Warren. e. atau sebaliknya. amanat. tokoh. semalam siapa yang menyalakannya . unsur-unsur (cerita) inilah yang akan dijumpai jika kita membaca sebuah novel. Cerpen Suatu bentuk naratif fiktif. dan pandangan hidup yang kesemuanya itu akan mempengaruhi karya yang ditulisnya.akan dijumpai jika seseorang membaca karya sastra. 2.

Yeti Mulyati memberikan batasan bahwa karangan nonfiksi merupakan tulisan yang didalamnya didapatkan dari kenyataan dan berupa kebenaran tanpa disertai data. memberikan batasan nonfiksi sebagai suatu tulisan yang didalamnya mengandung unsur kelogisan dan disusun dengan sistematika penulisan ilmiah yang baik dan benar. Ayah? Kemarin malam aku masih memijat kaki dan tanganmu. siapa yang memberimu minum tadi malam? Kemarin malam aku membalikkan badanmu dari sisi yang satu ke sisi yang lain agar engkau merasa nyaman. kini siapa yang melakukannya. kemarin malam kuperhatikan wajahmu. P. Suparman Natawijaya (2004: 2. Selain itu. tanpa hasil khayalan atau imajinasi dari pengarang.untukmu? Kemarin masih kubentangkan tikar. Menurut Aceng Hasani. Suparman Natawijaya juga menyatakan hal yang berbeda dengan Aceng Hasani . Maksud dari pernyataan tersebut adalah suatu tulisan yang mengandung unsur-unsur kebenaran dalam pembuatannya dan didapatkan dari kenyataan yang terjadi di lapangan. sebuah artikel idealnya membahas seluk beluk suatu tema secara tuntas. Menurut definisi ini. maka dapat dikategorikan ke dalam karangan nonfiksi. Ade Nurdin. Dalam hal ini. ditemukan beberapa perbedaan pandangan mengenai pengertian karangan nonfiksi. ayah? Ayah. dan Mumu (2005: 162) adalah jenis karangan yang disusun berdasarkan sistematika ilmiah dan aturan-aturan rasionalitas atau kelogisan. Ayah? Kemarin aku yang memberimu minum. P. Aceng Hasani memberikan batasan bahwa sebuah karangan dapat digolongkan ke dalam karangan nonfiksi apabila didalamnya terdapat datadata yang dapat dibuktikan kebenarannya. Berbeda halnya dengan pemaparan yang disampaikan oleh Aceng Hasani. Dari pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa P. Ayah?” “Kemarin malam aku yang menyelimuti engkau. Suparman memberikan batasan bahwa karangan nonfiksi merupakan suatu tulisan yang berdasarkan realitas atau sesuai dengan kenyataan dan menggunakan akal serta pikiran sebagai patokan penting dalam pembuatannya. misalnya laporan berita atau esai dalam majalah. Dalam hal ini. siapakah yang menyuapimu semalam. Seperti yang kita ketahui bahwa artikel merupakan karya tulis lengkap. Di lain pihak. Dalam buku Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi. Dalam hal ini. Jadi tidak ada unsur imajinasi pengarang. Dalam jenis bacaan ini yang memegang peranan penting adalah akal dan pikiran. siapa yang melakukannya untukmu semalam. siapa yang memijatmu semalam. karangan nonfiksi juga disusun melalui faktafakta yang secara nyata terjadi di lapangan tanpa adanya unsur imajinasi dari pengarang. Dilihat dari keempat pandangan di atas. KARANGAN NONFIKSI Karangan nonfiksi menurut Aceng Hasani (2005:21) adalah karangan yang berupa data dan fakta. Ayah? kemarin malam aku memasakkan aneka macam makanan untukmu Ayah. siapakah yang memperhatikan wajahmu tadi malam Ayah? Kemarin malam kau memanggilku dan aku menyahut penggilanmu. karangan nonfiksi merupakan karangan yang berupa data-data dan didalamnya mengandung fakta-fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karangan nonfiksi menurut Yeti Mulyati (2004: 7. lantas siapa yang menjawab panggilanmu tadi malam Ayah? Kemarin aku suapi engkau saat kau ingin makan. Suparman menyatakan bahwa karangan nonfiksi merupakan suatu bacaan yang berbentuk artikel.29) mengatakan bahwa jenis bacaan nonfiksi adalah jenis bacaan yang berbentuk artikel. dkk. siapakah yang menyelimuti engkau semalam. tadi malam siapa yang memasakkanmu?” B. Yani Maryani. P. Karangan nonfiksi menurut Ade Nurdin. 3) adalah tulisan yang disusun berdasarkan kenyataan.

maka dapat diartikan bahwa karangan nonfiksi merupakan suatu karangan yang dihasilkan melalui proses penelitian. data dan dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh karena itu. Suparman dan Ade Nurdin. Karya nonfiksi harus memakai bahasa berciri tepat. P. Tetapi Ade juga menyatakan hal yang tidak ada di Suparman. rancangan dan pelaksanaan penelitian yang tertuang jelas. karangan nonfiksi juga disusun secara jelas dan logis dengan sistematika penulisan ilmiah yang baik dan benar. Menyajikan temuan baru atau penyempurnaan temuan yang sudah ada. P. pengumuman harus ditulis dengan bahasa yang lugas. Pengumuman Iklan adalah sejenis pengumuman. Selain itu. Pandangan yang dipaparkan oleh Yeti dan Ade juga memiliki perbedaan. Karangan nonfiksi juga ditulis dengan bahasa yang baku sesuai dengan EYD yang berlaku secara tepat. Jenis-jenis tulisan nonfiksi dapat meliputi beberapa hal di bawah ini: a. Pengumuman tidak perlu menggunakan majas dan peribahasa sebab pengumumannya hanya bermaksud memberitahukan kepada khalayak tentang sesuatu. Suparman juga memiliki persamaan. Bahasa pengumuman tidak boleh menimbulkan kemungkinan salah . Bedanya. Motivasi. Ade Nurdin juga memaparkan hal yang berbeda dengan ketiga ahli sebelumnya. Ade Nurdin hanya membatasi karangan nonfiksi sebagai tulisan yang logis dan disusun dengan sistematika ilmiah tanpa disertakan dengan fakta. P. Sedangkan Ade tidak menyebutkannya. jelas. Pandangan antara Yeti Mulyati dengan P. baik itu secara langsung maupun tidak langsung dan dapat dibuktikan kebenarannya tanpa adanya unsur imajinasi atau khayalan pengarang. 3. Sama halnya dengan P. Mengandung informasi yang sesuai dengan fakta. Memiliki ide yang ditulis secara jelas dan logis serta sistematis. Tetapi diantara keduanya terdapat sedikit perbedaan. resmi dan teratur agar efektif. Suparman menyamakan bentuk karangan nonfiksi dengan artikel yang bersifat realitas. Yeti memberikan batasan karangan nonfiksi sebagai tulisan yang disusun berdasarkan kenyataan. 2. melainkan hanya sebatas karangan yang logis dan sistematis.dan Yeti Mulyati. Yeti Mulyati menempatkan karangan nonfiksi pada kenyataan. Suparman menyatakan bahwa nonfiksi berbentuk seperti artikel. singkat. Suparman yang menempatkan karangan nonfiksi berdasarkan realitas. jelas dan efektif. Dari pemaparan keempat ahli di atas mengenai batasan karangan nonfiksi. Untuk karya nonfiksi diharuskan menggunakan kata baku sesuai dengan kamus umum Bahasa Indonesia. Suparman menyamakan bentuk karangan nonfiksi dengan artikel yang tidak disertakan dalam pernyataan Yeti Mulyati. Hal tersebut tidak dipaparkan oleh Ade. yakni tulisan yang disusun secara sistematis. Hal yang serupa juga terjadi pada P. 5. maka dapat digolongkan ke dalam karangan nonfiksi. 4. Suatu tulisan yang didalamnya mengandung unsur-unsur fakta dan memiliki data-data yang sah. Penulis memberikan analisis dan interpretasi intelektual dari data yang diketengahkan dalam tulisannya. Karangan nonfiksi memiliki ciri sebagai berikut: 1.

4) memberi batasan bahwa karya ilmiah sebagai suatu karangan yang ditulis berdasarkan kenyataan ilmiah yang didapat dari penyelidikan-penyelidikan. Seperti yang terlihat pada pernyataan Susilo. Cara yang manapun yang kita tempuh menyusun pidato itu dimaksudkan untuk memperlancar pelaksanaan pidato. Ali Sastrohoetomo memaparkan bahwa karangan ilmiah harus dibuat melalui proses penelitian. d. maka dapat digolongkan ke dalam karangan ilmiah. Susilo memberikan batasan bahwa karangan ilmiah tidak hanya sampai pada penelitian saja layaknya . seperti penyelidikan pustaka. Laporan Kata laporan berasal dari bentuk dasar lapor. Naskah pidato yang kita siapkan boleh berupa naskah lengkap. Dalam buku Pendidikan Keterampilan Berbahasa karangan Djago Tarigan. Ali Sastrohoetomo juga mengatakan sebuah karya digolongkan ilmiah bila dapat menyajikan data yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan. 1995:11). Naskah pidato Apabila kita mendapat tugas untuk berpidato. disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo. yaitu menyusun naskah pidato dan melaksanakan pidato. setidaknya kita dihadapkan kepada dua tugas yang sangat penting. Brotowidjoyo memaparkan bahwa suatu karangan dapat digolongkan ke dalam karangan ilmiah apabila didalamnya memuat hal-hal mengenai ilmu pengetahuan dan disajikan menggunakan metodologi yang benar serta dapat dibuktikan kebenarannya. (2003: 3. memiliki aturan dalam hal penulisan dan disusun dengan bahasa yang formal serta santun yang isinya dapat dibuktikan kebenarannya. Pemaparan yang disampaikan oleh Susilo lebih luas dibandingkan Ali. Eko. Batasan karangan ilmiah yang telah dipaparkan oleh ketiga ahli di atas sebenarnya hampir serupa.20). diantaranya terdapat sedikit perbedaan. Ali Sastrohoetomo dalam buku Menulis 2 karangan Encep Kusumah. laboratorium. Dalam hal ini. Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa suatu karangan yang dihasilkan setelah melalui proses penelitian. penelitian dalam bidang tertentu. Makalah Makalah adalah tulisan resmi tentang suatu hal untuk dibacakan di muka umum atau sering juga disusun untuk diterbitkan. dkk. baik secara tidak langsung maupun secara langsung yang isinya sesuai dengan kenyataan. Akan tetapi. b. (2003:9. KARANGAN ILMIAH Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan. atau penyelidikan lapangan. c. boleh juga berupa garis besar isi pidato. C. Laporan sama dengan berita. dkk.tafsir. peninjauan. Eko dengan Ali Sastrohoetomo. M. M. Brotowidjoyo menyatakan bahwa karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum yang ditulis menurut metodologi yang baik dan benar. Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan.

e. dapat disimpulkan bahwa karangan ilmiah merupakan suatu tulisan yang memuat hasil penelitian. Tujuan–tujuan karya ilmiah sebagai berikut: a.Ali. Membuat suatu rancangan. Tulisan ilmiah diperoleh melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. Tetapi Susilo memberikan batasan bahwa selain didapatkan dari hasil penelitian. percobaan lapangan. Memberi komentar atau penilaian. Karangan ilmiah juga menggunakan data-data yang akurat bersifat fakta dan dapat dibuktikan kebenarannya. Ciri-ciri karya ilmiah sebagai berikut: Secara ringkas. survey. Bedanya. Memberi saran dan usulan. Dari ketiga pemaparan di atas. sistematis (sesuai dengan langkah kerja ilmiah). d. percobaan laboratorium. b. karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut: a. Memberi sanggahan dan penolakan. dalam arti merupakan hasil penalaran dan analisis dan juga tidak pandang bulu. c. Sebuah tulisan baru akan dapat dirasakan keilmiahannya manakala ia mengandung kebenaran secara objektif. Bedanya. karangan ilmiah juga harus menggunakan metode yang baik dan benar serta menggunakan bahasa yang santun dan isinya dapat dibuktikan kebenarannya. baik melalui penelitian pustaka maupun penelitian di lapangan yang disusun menggunakan metodologi yang baik dan benar serta menggunakan bahasa yang baik dan santun sesuai dengan EYD yang berlaku serta ditulis secara sistematis. Penyajian dan penyampaian tulisan suatu karya ilmiah sebagai berikut. Brotowidjoyo hanya terbatas kepada karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis dengan metodologi yang baik dan benar tanpa disertai dengan penelitian. dan lain-lain. Yang terlihat antara Ali dengan Brotowidjoyo juga hampir serupa. Brotowidjoyo memaparkan hampir serupa dengan Susilo. Membuktikan hipotesis. Jelas dan tegas. artinya selalu berusaha untuk tidak melakukan kekeliruan sekecil apapun . Brotowidjoyo tidak menerakan bahwa karangan ilmiah harus berdasarkan penelitian layaknya Ali. f. b. Sedangkan Ali tidak menerakan bahwa suatu karangan ilmiah harus menggunakan metodologi yang baik dan benar layaknya Brotowidjoyo. Memberi penjelasan (memerikan). artinya segala keterangan yang dikemukakan mampu mengungkapkan maksud secara jernih. 1) Menggunakan bahasa yang cermat (formal dan konkrit). dapat dibuktikan. 2) Saksama dan tuntas. studi pustaka. Bahan: menyajikan fakta yang benar atau objektif. karena didukung oleh fakta dan informasi yang kebenarannya sudah di uji (melalui pengamatan yang tidak subjektif) dan disajikan secara mendalam.

artinya segala keterangan yang disajikan merupakan hasil penalaran sehingga dapat diterima oleh akal pikiran sehat. Isi (batang tubuh). Penyimpulan yang dibuat juga harus berdasarkan fakta dan tidak emotif. Sikap penulis karya ilmiah adalah jujur (tidak melebih-lebihkan atau mengurangi sesuatu) dan objektif (tidak mengejar keuntungan pribadi). terdiri atas: 1 Pendahuluan (introduction) 2 Induk tulisan (main body): a) Bahan (kajian teori) dan metode b) Data hasil penelitian c) Diskusi/pembahasan hasil analisis d) Kesimpulan/saran c. 3) Logis sistematis. c.dengan kejelian dan kecermatan mengupas permasalahan dengan selengkap-lengkapnya. Unsur-unsur dan pola umum komposisi karya ilmiah sebagai berikut: a. terdiri atas: 1) Halaman judul 2) Lembar pernyataan khusus (manasuka) 3) Kata pengantar 4) Ucapan terimakasih 5) Abstrak 6) Daftar isi 7) Daftar tabel/gambar/diagram b. d. Pembuka (preliminaries). tersusun dalam urutan yang teratur yang menunjukkan kesinambungan jalan pikiran penulisannya sehingga tulisannya itu mudah dipahami pembaca. Penutup terdiri atas: . 4) Penyajian mengikuti kaidah tata tulis ilmiah. artinya mengikuti konvensi penulisan ilmiah yang sudah baku dan digunakan secara umum.

dan lain lain. untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat. Karangan argumentasi ditulis dengan maksud untuk memberikan alasan. biasanya argumen digunakan untuk memperhatikan atau meyakinkan kebenaran pendapat. Dari sekian banyaknya karangan yang kita ketahui. d. f. atau konsep mengenai suatu masalah kepada pembaca berdasarkan data. pada setiap karangan argumentasi selalu kita dapati alasan ataupun bantahan yang memperkuat ataupun menolak sesuatu secara sedemikian rupa guna memengaruhi keyakinan pembaca sehingga berpihak atau sependapat dengan penulis. Disertasi. g. tesis. yakni karangan argumentasi dan karangan eksposisi. disertasi dan naskah-naskah seperti tuntutan pengadilan pembelaan maupun surat keputusan adalah paparan yang bercorak argumentasi. fenomena. Pada setiap karangan ilmiah. baik melalui penelitian pustaka maupun penelitian di lapangan yang disusun menggunakan metodologi yang baik dan benar serta menggunakan bahasa yang baik dan santun sesuai dengan EYD yang berlaku serta ditulis secara sistematis. b. Bentuk-bentuk karangan ilmiah seperti makalah. Tesis.1) Daftar pustaka 2) Lampiran 3) Indeks 4) Curiculum vitae/riwayat hidup penulis Jenis–Jenis Karya Ilmiah a. ide. atau fakta yang dikemukakan. esai. skripsi. terdapat beberapa karangan yang lebih dominan dengan karangan ilmiah. Hubungan antara Karangan Ilmiah dengan Karangan Eksposisi dan Karangan Argumentasi Telah dikatakan sebelumnya bahwa karangan ilmiah merupakan suatu tulisan yang memuat hasil penelitian. Kertas kerja atau makalah. Textbook (buku teks). Karangan ilmiah juga menggunakan data-data yang akurat bersifat fakta dan dapat dibuktikan kebenarannya. Jadi. Laporan. pendirian. atau gagasan. Karangan argumentasi adalah karangan yang terdiri atas paparan alasan dan penyintesisan pendapat untuk membangun suatu kesimpulan. c. e. Skripsi. Tujuan utama karangan argumentasi adalah untuk meyakinkan pembaca agar menerima atau .

Karangan argumentasi memilki ciri-ciri. bahkan narasi. kapan. Eksposisi ialah tulisan yang bertujuan memberikan informasi. promosi serta rasa dan tekstur pasta gigi yang ada sekarang ini sudah sempurna. tidak memerlukan perubahan apa-apa serta patut dilestarikan.mengambil suatu doktrin. 3) Mendiskusikan suatu persoalan tanpa perlu mencapai suatu penyelesaian. Orang lain bisa saja setuju dengan Jo Stralen yang mengatakan bahwa pasta gigi itu sebenarnya sudah ketinggalan zaman. jika dibandingkan dengan deskripsi. setidaknya pembaca mengetahui memang ada penulis yang berpendapat dan berpendirian seperti itu. argumentasi dan narasi. Yang termasuk eksposisi panjang umumnya berupa artikel dan penulisan ilmiah populer. setiap pembaca boleh menolak dan menerima apa yang dikemukakan oleh penulis. Dengan porsi mayoritas itulah karangan ilmiah bisa tampil memakai bendera argumentasi. pembaca tidak dipaksa untuk menerima pendapat penulis. 2) Mengusahakan pemecahan suatu masalah. serta beranggapan bahwa kemasan. . Disamping ada eksposisi panjang. Hal itu disebabkan karena eksposisi merupakan bentuk tulisan yang sering digunakan dalam menyampaikan uraian ilmiah dan tidak berusaha memengaruhi pendapat pembaca. dan tingkah laku tertentu. menjelaskan. Hampir untuk setiap eksposisi dapat kita buatkan eksposisi tandingannya. Yang termasuk eksposisi pendek misalnya petunjuk penggunaan obat. Walaupun pada akhirnya sama-sama memperluas pandangan dan pengetahuan pembaca. yakni: 1) Mengemukakan alasan atau bantahan sedemikian rupa dengan tujuan memengaruhi keyakinan pembaca agar menyetujuinya. Karangan ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis. terdapat pula eksposisi pendek. Syarat utama untuk menulis karangan argumentasi adalah penulisnya harus terampil dalam bernalar dan menyusun ide yang logis. dan menjawab pertanyaan apa. dapat kita polemik-kan. menjelaskan dan menguraikan masalah. Kondisi itu dapat dibenarkan atau diterima asalkan penulisannya memperhatikan keharusan adanya porsi besar yang mendominasi karangan ilmiah. bisa diperbantahkan. terlihat jelas bahwa eksposisi memiliki kesamaan dengan karangan ilmiah. yang dapat memperluas pandangan pembaca. yaitu argumentasi. sikap. eksposisi lebih menonjolkan tujuan memperluas pandangan dan pengetahuan pembaca. tapi bisa pula tidak setuju. Melalui eksposisi. sehingga wujud karangan ilmiah itu merupakan campuran dua atau tiga jenis karangan. dan bagaimana. dan sintetis-analitis. Eksposisi yaitu tulisan yang berusaha menerangkan. Tampilan karangan ilmiah sering kita temukan dalam bentuk kombinasi. Sebuah eksposisi bisa bersifat polemis maksudnya. mengapa. persoalan atau ide. Akan tetapi. Dilihat dari pengertian eksposisi di atas. Karangan ilmiah yang umumnya berupa argumentasi atau eksposisi itu kadang-kadang ditunjang oleh deskripsi. petunjuk penggunaan alat tertentu dan lain-lain.

Satu elektrode dipanasi elektron-elektron dari orbitnya dalam atom dari metal tersebut. Dolar Dikail Sepanjang tahun 1989. tesis. Yang membedakannya adalah cara penyajiannya. Sasaran baca karangan ilmiah adalah masyarakat profesional. karangan di atas termasuk ke dalam karangan ilmiah. Jika penulis terpaksa menggunakan kata istilah teknis. Karangan ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang populer atau santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca. Yang dimaksudkan dengan penulisan ilmiah ini bermacam-macam. Istilah-istilah yang digunakan juga ditujukan untuk pembaca yang berkecimpung dalam dunia Fisika. D. Karangan ilmiah disajikan dengan bahasa yang formal atau baku. Oleh sebab adanya beda temperatur antara 2 metal yang lebih dingin dan timbullah aliran listrik. Pemaparan yang terkandung dalam karangan di atas juga memiliki data-data yang sudah terbukti kebenarannya. dan sebagainya. Jenis tulisan ini menggunakan gaya bahasa yang tidak formal.Sebagian besar penulisan ilmiah menggunakan pola eksposisi ini sebagai dasar. Alat itu berupa gelas tabung berukuran 6. simposium. dengan alasan penebangan karya tropis merusak plasma nutfah hutan tropis. Wilson telah mendemonstrasikan alat ciptaannya yang disebut Thermionikc vonverter. artinya kata-kata yang digunakan penulisnya tidak khas. isu lingkungan seakan tidak henti-hentinya bertiup di dunia internasional. (Brotowidjoyo. Volney C. skripsi. bahkan dapat dikatakan sejajar dengan karangan ilmiah. 5 x 40 cm yang diisi dengan gas bertekanan rendah dan 2 buah elektrode metal yang dipasang paralel. Hujan Tropis Digorok. sedangkan karangan ilmiah populer ditujukan kepada masyarakat umum yang cara dan tingkat berpikirnya berbeda dengan kelompok masyarakat profesional. Kemajuan pesat dalam ilmu Fisika terapan yang terjadi dalam pertengahan abad ke-20 ini adalah konversi langsung dari panas menjadi listrik. Perhatikan contoh berikut. maka istilah itu segera diikuti dengan definisi yang dirumuskan secara populer. Yang sampai sekarang masih terus disuarakan di antaranya adalah adanya gerakan untuk memboikot penggunaan kayu tropis oleh konsumen di negara industri. Perhatikan contoh berikut. KARANGAN ILMIAH POPULER Karangan ilmiah populer merupakan bagian dari karangan ilmiah. mulai dari yang sangat formal seperti disertasi. 1993. Karangan di atas juga menggunakan bahasa yang baku. Oleh karena itu. Dr. sampai pada makalah-makalah untuk sebuah seminar. .24) Seperti yang terlihat dari contoh di atas bahwa dalam paragraf tersebut menggambarkan mengenai kemajuan yang pesat dalam ilmu Fisika.

6. Fakta yang disimpulkan subjektif. 2. bersifat subyektif. (AKUTAHU. 2) Fakta yang disimpulkan subyektif. KARANGAN POPULER (Nonilmiah) Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri Karangan Populer: 1) Ditulis berdasarkan fakta pribadi. tidak didukung fakta umum. 3) Gaya bahasa konotatif dan populer. E. 3. 4) Tidak memuat hipotesis. 5.Di Indonesia kasus terakhir adalah mundurnya perusahaan kertas multinasional Scott Industrie yang berpatungan dengan perusahaan nasional membangun pabrik di Irian Jaya karena protes keras LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di luar negeri. Mementingkan diri penulis. 7) Situasi didramatisir. Gaya bahasa formal dan populer. 4. Ditulis berdasarkan fakta pribadi. Menurut Aceng Hasani (2005: 21) karangan populer adalah karangan yang bersifat umum dan mudah dibaca. 6) Bersifat imajinatif. . dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang populer atau biasa digunakan (tidak terlalu formal). Melebih-lebihkan sesuatu. Indonesia termasuk salah satu negara yang paling sering dikecam karena dianggap kurang berupaya melindungi keanekaragaman hayati dan kecaman itu bisa dimengerti karena Indonesia termasuk salah satu dari tiga negara di dunia yang memiliki hutan tropis terbesar. Usulan-usulan bersifat argumentatif dan bersifat persuasif. Maret 1990: 24) Ciri-ciri karangan ilmiah populer: 1. 5) Penyajian dibarengi dengan sejarah.

Teknik Deskripsi Deskripsi adalah bentuk karangan yang melukiskan objek yang sebenarnya untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca. memberikan kebenaran mencari keuntungan. Contoh dari narasi ekspositoris adalah sejarah. tidak sistematis. Narasi Ekspositoris Narasi yang bersifat nonfiktif yang disajikan dengan bahasa denotatif. berisi bahasan dan kadang-kadang mendalam tanpa bukti. Sifat-sifat karangan nonilmiah: 1) Emotif: Sedikit informasi. biografi. Teknik Penyajian Karangan Populer 1. 2) Persuasif: Cukup informatif. nampaknya dapat dipercaya. sudut pandang dan makna yang terkandung di dalamnya. Hal yang menonjol pada karangan deskripsi adalah aspek pelukisan objek yang sebenarnya tentang ciri. mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca. pendapat pribadi. Contoh narasi sugestif antara lain dongeng. Teknik Narasi Narasi adalah suatu bentuk karangan yang berusaha menggambarkan dengan sejelas–jelasnya tentang peristiwa pada suatu waktu kepada pembaca. Narasi Sugesti atau Imajinatif Merupakan suatu rangkaian peristiwa yang disajikan sedemikian rupa. sehingga merangsang daya khayal pembaca. Tujuan utamanya bukan menimbulkan daya imajinasi melainkan untuk menambah pengetahuan pembaca dengan pemaparan yang rasional. 9) Tanpa dukungan bukti. Terdapat dua jenis narasi yaitu: a. 2. sifat. formal tetapi sering dengan bahasa kasar. 4) Kritik tanpa dukungan bukti: Tidak memuat informasi spesifik. atau hakikat sehingga pembaca dapat mengenal . latar dan waktu. dan autobiografi. cerpen. bujukan untuk meyakinkan pembaca. subyektif dan pribadi. Melalui narasi sugestif kita dapat menyampaikan peristiwa pada suatu waktu dengan makna yang tersirat atau tersurat dengan bahasa yang lebih condong ke bahasa figuratif dengan menitikberatkan penggunaan kata–kata konotatif. kemewahan dan cinta menonjol. Hal terpenting dalam karangan narasi adalah unsur tindakan atau perbuatan sehingga ketika membaca karangan narasi pembaca seolah–olah melihat atau mengalami peristiwa itu.8) Bersifat persuasif. penilaian fakta tidak dengan bukti. b. Ciri khas dari narasi sugestif yaitu adanya alur dan suspensi. 3) Deskriptif: Informasi sebagian imaginatif dan subyektif. dan novel. berprasangka menguntungkan atau merugikan.

Teknik Argumentasi Argumentasi adalah karangan yang berusaha untuk memengaruhi sikap dan pendapat orang lain dengan cara merangkaikan fakta–fakta sedemikian rupa sehingga dapat diketahui apakah suatu pendapat itu benar atau tidak. Seseorang tidak akan dipercayai bila ia tidak menguasai persoalan yang ditulis. Kredibilitas penulis Kredibilitas penulis akan timbul. b. 4. 5. 3. apabila pembaca tahu bahwa penulis mengetahui dengan baik persoalan yang ditulis. tidak didukung fakta umum. Kemampuan mensugesti pembaca Merupakan kemampuan penulis mempengaruhi pikiran pembaca. Ditulis berdasarkan fakta pribadi. Teknik Eksposisi Eksposisi adalah karangan yang memaparkan atau memberitahukan suatu informasi tanpa ada pemaksaan.objek yang dimaksud. bersifat subyektif. Bukti – bukti 5. 3. Karangan populer memiliki ciriciri sebagai berikut: 1. . Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam karangan persuasi yaitu: a. Teknik Persuasi Persuasi adalah karangan yang berusaha untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis pada waktu sekarang atau waktu yang akan datang. Orang yang kurang kredibilitasnya akan kurang berhasil dalam mempengaruhi pembaca. Penyajian dibarengi dengan sejarah. Tidak memuat hipotesis. dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang populer atau biasa digunakan (tidak terlalu formal). 2. 4. Gaya bahasa konotatif dan populer. Hubungan antara Karangan Nonilmiah dengan Karangan Narasi dan Karangan Deskripsi Telah kita bahas sebelumnya bahwa karangan nonilmiah atau karangan populer adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan. c. Fakta yang disimpulkan subyektif. pengalaman dan kejadian secara kronologis dalam kehidupan sehari-hari.

Bersifat imajinatif. Menyangkut objek yang dapat di tangkap oleh panca indera. Selain itu. merangkaikan tindak tanduk perbuatan manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam suatu kesatuan waktu (Lamuddin Finoza. atau kesenjangan antara harapan dan kenyataan. baik keindahan isinya maupun penyajiannya. Semua itu menjadi satu . Karangan deskripsi ialah suatu tulisan yang bertujuan untuk memberikan rincian atau detail tentang objek sehingga dapat memberikan pengaruh pada emosi dan menciptakan imajinasi pembaca bagaikan melihat. Deskripsi disampaikan dengan gaya memikat dan dengan pilihan kata yang mudah dibaca. Tulisan disajikan dengan menggunakan cara kronologis. 9. 2. dapat kita simpulkan bahwa adanya kesinambungan antara karangan nonilmiah dengan karangan narasi dan karangan deskripsi. 2. Deskripsi berupa memperlihatkan detail atau rincian tentang objek. Karangan Narasi adalah suatu bentuk tulisan yang berusaha menciptakan. Ciri-ciri karangan deskripsi di antaranya: 1. 4. Didalamnya sering kali terdapat dialog untuk menghidupkan cerita. imajinasi. mendengar atau merasakan langsung apa yang disampaikan penulis (Atar Semi. Lebih bersifat mempengaruhi emosi dan membentuk imajinasi pembaca. Cerita itu memiliki nilai keindahan. Situasi didramatisir. Tulisan itu berisi cerita tentang kehidupan manusia. pertentangan kepentingan. karangan narasi serta karangan deskripsi di atas. 6. sering kali didalamnya kita temukan karangan narasi yang digunakan si pengarang untuk menceritakan kronologis cerita yang hendak disampaikan. 3. 7.6. 8. 3. Tanpa konflik cerita tidak menarik. Tanpa dukungan bukti. Di dalam peristiwa itu ada konflik. Bersifat persuasif. kemelut. Ketika kita membuat suatu karangan nonilmiah. Dilihat dari pemaparan mengenai pengertian dan ciri-ciri karangan nonilmiah. 4. mengisahkan. dalam karangan nonilmiah juga sering kali kita temukan penggambaran-penggambaran yang diberikan oleh pengarang untuk menggambarkan suatu objek yang hendak disampaikan kepada pembaca. dan boleh gabungan keduanya. Ciri-ciri tulisan narasi adalah sebagai berikut: 1. Peristiwa kehidupan manusia yang diceritakan itu boleh merupakan kehidupan nyata. 2003: 41). 2010: 244). 5.

Di sebelah selatan ada sofa panjang menghadap utara untuk dua orang. latar. novelet. karena dalam suatu karangan penulis dituntut untuk membuat suatu cerita dengan menggunakan daya hayal atau imajinasinya dan penulis berusaha menyampaikan serangkaian kejadian menurut urutan terjadinya (kronologis). deskripsi dapat digunakan untuk menghidupkan karangan dan menghindarkan kebosanan pembaca. dan lain-lain. dengan maksud memberi arti kepada sebuah atau serentetan kejadian. Ruang tamu yang penuh dengan kitab-kitab klasik ini akan menjadi saksi penting dalam sejarah hidupku. Karangan nonilmiah atau karangan populer lebih dominan dengan karangan deskripsi. Karangan populer merupakan salah satu contoh dari karangan fiksi. khayalan. Ditinjau dari keilmiahannya. karangan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu karangan fiksi dan karangan nonfiksi. textbook. cerpen. Para ahli bahasa menggolongkan jenis-jenis tulisan atau karangan berdasarkan sudut pandang masing-masing yang berbeda. Yang termasuk ke dalam karangan nonfiksi adalah skripsi. karangan fiksi dan karangan nonfiksi digolongkan menjadi karangan ilmiah. dan puisi. Yang termasuk ke dalam karangan fiksi adalah novel. Contoh karangan populer novel “Ayat-ayat Cinta” karya Habiburrahman El Shirazy Memasuki ruang tamu Syaikh Utsman kakiku seperti lumpuh. sehingga menimbulkan perbedaan penggolongan jenis tulisan. Aku hampir tidak bisa mengangkat kakiku. Karangan narasi harus memperhatikan prinsipprinsip dasar narasi sebagai tumpuan berpikir bagi terbentuknya karangan narasi. Selain itu. disertasi. . Ahli bahasa ada yang meninjau tulisan dari keilmiahan karangan dan dari isi tulisan atau cara menulis. Di sebelah utara ada dua sofa menghadap ke selatan. Di sebelah barat ada sofa menghadap ke timur untuk satu orang. BAB III SIMPULAN Menulis adalah proses mengutarakan pikiran. cerbung. sudut pandang. Syaikh Utsman mempersilakan aku duduk di sofa busa yang menghadap ke barat. Sedangkan karangan ilmiah dan karangan ilmiah populer termasuk ke dalam golongan karangan nonfiksi. keyakinan. pengarang memberikan secara detail gambaran-gambaran pada sebuah cerita sehingga dapat memengaruhi emosi dan membentuk imajinasi pembaca dalam menggambarkan suatu objek dari karangan yang ditulis oleh pengarang. Dalam karangan narasi. perasaan. Prinsip-prinsip tersebut di antaranya adalah alur. penokohan. Karangan nonilmiah atau karangan populer lebih dominan dengan karangan narasi. Pengarang menggunakan gaya bahasa yang santai dan mudah dimengerti oleh pembaca sehingga dapat memikat hati pembaca. dan karangan ilmiah populer. Deskripsi juga lebih sering kita gunakan sebagai alat bantu bentuk karangan yang lain. penginderaan. tesis. karangan populer. laporan. makalah. roman. serta menambah kejelasan dan keyakinan pembaca. dan pemilihan detail peristiwa.sistem yang kerap kali menjadi unsur menarik dalam pembuatan suatu karangan nonilmiah. sehingga pembaca dapat memetik hikmah dari cerita tersebut. Pintu ada dekat tempat aku duduk. Dalam suatu karangan. Tubuhku gemetar. dan pengalaman yang disusun dengan lambang-lambang grafik secara tertulis untuk tujuan komunikasi. kemauan.

2007. Soal-Jawab. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Menulis Secara Populer. Jakarta: Universitas Terbuka.DAFTAR PUSTAKA Finoza. M.K. Burhan. dan Suparno. XI. Mohamad. dkk. Mulyati. Jakarta: Universitas Terbuka. Jakarta: Pustaka Jaya.G. Jakarta: Universitas Terbuka. http://ainuamri. Komposisi Bahasa Indonesia. 2006. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Tinggi. Menulis 2. 2010. I. Bandung: Angkasa. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 2004. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia: Ringkasan Materi Lengkap. Jakarta: Diksi Insan Mulia. Lamuddin. dkk. Nurdin. 2005. Marahimin.A. Teori Pengkajian Fiksi. Keterampilan Dasar Menulis. dan Soal-Soal Latihan UNAS (untuk SMA kelas X.ac. Kusuma. 2010.id/2011/02/perbedaan-karangan-ilmiah-semi-ilmiah-dan-nonilmiah-2/ . Yeti.gunadarma.wordpress.com/2008/12/26/kumpulan-cerita-fiksi-kisah-fiksi-cerita-indah-kisahindah-cerita-hikmah-kisah-hikmah-cerita-bijak-kisah-bijak-cerita-tragedi-legenda-cerita-religiuscerita-spiritual-cerita-bij/ http://wartawarga. Pendidikan Keterampilan Berbahasa. Serang: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Press. Hasani. 2007. 2003. Aceng. 2003. Ade. Djago. Atar. Nurgiyantoro. dan XII). Bandung: Pustaka Setia. 2007. Ismail. 2005. Jakarta: Universitas Terbuka. Yunus. Ikhwal Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka. Tarigan. Wardhani. Semi. Contoh. Encep.