You are on page 1of 6

Laporan Praktikum ke-2

Mikrobiologi Nutrisi

Hari / Tanggal : Kamis / 8 Oktober 2015
Laboratorium Biokimia Fisiologi
Mikrobiologi Nutrisi
Nama Asisten :
Dea Justia Nurjana (D251130081)

PENGENALAN MIKROSKOP DAN PEMBUATAN PREPARAT
Fajar Janato
D24140017 / Kelompok 1

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015
PENDAHULUAN

Dalam pembuatan preparat pun perlu diperhatikan beberapa hal agar preparat yang kita buat tidak salah sehingga menyebabkan tidak terlihat di mikroskop. virus. TINJAUAN PUSTAKA Mikroskop adalah alat bantu untuk melihat benda – benda yang sangat kecil dengan cara memperbesar ukuran bayangan benda beberapa kali lipat (Furqonita. mikroskop pun mempunyai beberapa bagian dan fungsi yang beragam dari masing – masing bagian mikroskop. bahan / mikroorganisme yang ingin kita lihat tidak bisa dilihat begitu saja dengan mikroskop. Tidak hanya mikroskop cahaya yang dibagi dua. ataupun mikroorganisme yang terdapat di suatu bahan. yaitu mikroskop electron transmisi (TEM) dan scanning electron mikroskop (SEM) (Campbell & Reece. Oleh karena itu. berikut ini adalah komponen mikroskop. mikroskop electron juga dibagi menjadi dua. 2006). Pada mikroskop cahaya. pada praktikum kali ini kita akan mengenali berbagai bagian dari mikroskop. . Untuk mengetahui mikroskop. 2008).Lensa Obyektif: lensa yang menghadap kea rah preparat berfungsi memperbesar bayangan preparat. Sementara pada mikroskop electron memfokuskan seberkas electron melalui specimen atau pada permukannya. yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan. antara lain : Bagian Optik: . Terletak dekat dengan obyek yang diamati. Mikroskop dibedakan menjadi dua. Secara garis besar fungsi dari mikroskop adalah sebagai alat bantu yang digunakan melihat benda – benda mikroskopis. cahaya tampak diteruskan melalui specimen dan kemudian melalui lensa kaca.Kondensor: berfungsi untuk mengumpulkan sinar . Dalam penggunaannya pun harus diperhatikan berbagai hal penting agar tidak merusak mikroskop itu sendiri. fungsinya. Dalam pengamatan menggunakan mikroskop. yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop electron.Latar belakang Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat benda berukuran sangat kecil / tidak terlihat oleh mata kita. mikroskop cahaya dibedakan menjadi dua. Preparat adalah bahan / mikroorganisme yang telah disterilisasi agar mudah terlihat di mikroskop. Biasanya mikroskop digunakan untuk melihat bakteri. serta cara menggunakannya dan mampu membuat preparat sendiri untuk diamati di mikroskop. Harganya pun sangat mahal karena kegunaan dari mikroskop itu sendiri yang amat penting bagi ilmu pengetahuan. tetapi harus dibuat preparat terlebih dahulu. Tujuan Praktikum kali ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami bagian mikroskop serta ahli dalam pembuatan preparat serta pewarnaan gram. Seperti alat lainnya. Sementara itu. maka perlu diketahui komponen mikroskop.

berfungsi mengatur focus.Pemutar kasar: berfungsi menaikkan atau lebih memfokuskan . Contohnya mitosis ujung akar bawang merah . Ada beberapa perbesaran diantaranya perbesaran 10.Kaki: berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop . perbesaran 40 biasanya digunakan untuk melihat bagian sekitar sitoplasma dan organ organ dari suatu mikroorganisme. dan jamur. Ditinjau dari metode pembuatannya. Lensa Okuler: berfungsi untuk membentuk bayangan yang sesungguhnya dari bayangan lensa obyektif Diafragma: berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk Bagian Non Optik: . 2007) Preparat adalah specimen patologi maupun anatomi yang diawetkan untuk penelitian dan pemeriksaan (Haruna.Section: yaitu dengan fiksasi (tergantung bahan) lebih lama butuh waktu efektif kurang lebih 3 hari .Smear (ulas): yaitu mengulaskan / menggoreskan diatas pbyek glass sehingga mendapatkan selaput tipis: Contohnya pollen.Lengan: berfungsi untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop . 40.Tabung: d=digunakan untuk mengamati preparat.Marserasi: yaitu memisahkan serat. 2005). Contohnya sel tumbuhan / hewan . menghubungkan antara lensar obyektif dan okuler .Pemutar halus: untuk menaikkan tabung mikroskop secara perlahan .- Berfungsi untuk membentuk bayangan dengan sifat nyata. sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Ketiga nya yaitu kapang. Meskipun fungi adalah kelompok besar dan beragam.Meja preparat: berfungsi untuk meletakkan obyek yang akan diamat idi bawah mikroskop .Squash: yaitu ditekan dengan gelas penutup.Penjepi: berfungsi untuk menjepit kaca obyek agar preparat tidak bergesar geser (Ibrahim.serat dari pohon kayu yang keras Kapang merupakan anggota regnum fungi (kerajaan Fungi) yang membentuk hifa. Ciri khas dari kapang. darah. dan diperbesar. Masing – masing perbesaran mempunyai nilai aperture (NA) yang berbeda.Whole mount: yaitu membuat sediaan utuh. preparat dibagi menjadi berikut : . dan 100. ulas vagina . namun hanya tiga jenis fungi yang penting dan relatif mudah untuk mengidentifikasinya. Nilai aperture adalah ukuran daya piah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah specimen. khamir. dan perbesaran 100 biasanya digunakan untuk melihat bagian inti sel yang terdalan. terbalik. biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak diolah. adalah memiliki filamen . Perbesaran 10 biasanya digunakan untuk melihat bagian luar dari suatu mikroorganisme.

Kapang tersebut mudah dijumpai pada bagian-bagian ruangan yang lembab. Di bawah mikroskop dapat dilihat bahwa kapang terdiri dari benang yang disebut hifa. dan aquadest. coklat hitam atau ungu coklat.niger. tetapi kapang dalam grup ini sering menyebabkan kerusakan makanan. kaca objek.1 ml lalu diletakkan pada kaca objek. niger mempunyai kepala pembawa konidia yang besar yang dipak secara padat. kapang merupakan jenis fungi multiseluler yang bersifat aktif karena merupakan organisme saprofit dan mampu memecah bahan – bahan organic kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana. Grup ini mempunyai konidia berwarna hijau. dan diri sendiri disterilisasi oleh alkohol 70%. flavus-oryzae termasuk spesies yang penting dalam fermentasi beberapa makanan tradisional dan untuk memproduksi enzim. A. Lalu kapang ASP dan KI diambil menggunakan spoit sebanyak 0. Langkah selanjutnya. MATERI DAN METODE Materi Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah mikroskop. Pembuatan preparat Langkah pertama yang harus dilakukan adalah alat dan bahan disiapkan. didiamkan selama 1 menit setelah itu dibilas dengan aquades. . dipelajari. Konidia dalam grup ini berwarna kuning sampai hijau. Selanjutnya diamati. cover glass. seperti langit-langit bekas bocor. karena selain berperan penting dalam industri makanan. Hasil dari pengamatan dicatat. oleh karena itu dapat tumbuh pada makanan dengan kadar air rendah.(miselium). dan mungkin membentuk sklerotia. Setelah itu dipanaskan hingga benar – benar kering. Grup A. Kemudian diamati dengan mikroskop dibawah perbesaran 40 dan 100. syring. meja praktikum. semua alat bahan. dan membentuk askospora yang terdapat didalam aski perithesia berwarna kuning sampai merah. Salah satu jenis kapang yaitu A. Kapang merupakan mikroba yang penting dalam mikrobiologi pangan. Kapang ini tumbuh baik pada substrat dengan konsentrasi gula dan garam tinggi. oryzae digunakan dalam fermentasi tahap pertama dalam pembuatan kecap dan tauco. dan dipahami bagian bagian mikroskop beserta fungsinya dan cara pemakaiannya. bulat dan berwarna hitam. kapang juga banyak menjadi penyebab kerusakan pangan. Grup A. Konidianya kasar dan mengandung pigmen. kumpulan hifa ini dikenal sebagai miselium. tisu. Selanjutnya lampu spirtus dinyalakan dank aca objek pun dipanaskan. dan spoit sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah alcohol 70%. Metode Pengenalan mikroskop Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mikroskop disiapkan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengamatan kapang aspergillus sp perbesaran 10 x 10 dapat dilihat pada gambar 1. Hasil pengamatan kapang aspergillus sp perbesaran 40 x 10 dapat dilihat pada gambar 1. hal ini sesuai dengan fungsi dari perbesaran 10 x 10 yang memang berfungsi hanya untuk mengamati bagian luar dari suatu organ atau sistem.1 Penampang kapang aspergillus sp perbesaran 10 x 10 Dapat dilihat bahwa pada perbesaran 10 x 10 belum terlihat jelas hifa – hifa yang ada dalam kapang tersebut.2 . Untuk perbesaran 10 x 10 pun perlu diperhatikan bahwa pencahayaannya harus paling rendah dan meja preparat berada di posisi paling bawah juga. Hal tersebut bertujuan agar mudah untuk mendapatkan fokus dari preparat yang akan diamati. Gambar tersebut juga menunjukkan bahwa dalam pembuatan preparat sudah benar langkah – langkahnya sehingga gambar terlihat jelas.1 Hasil Pembahasan SIMPULAN Gambar 1.

DAFTAR PUSTAKA Cambell. Untuk perbesaran 40 x 10. M. Jakarta: Erlangga Furqonita. Hal tersebut bertujuan agar kita dengan mudah mendapatkan fokus pada preparat yang akan kita amati.. Makassar : Universitas Hasanuddin. Departemen Pendidikan dan Kebudaaan Bagian Mikrobio. pencahayaannya harus 2x lipat daripada perbesaran 10 x 10 dan posisi meja preparat pun harus 2x lebih tinggi daripada perbesaran 10 x 10. Bogor: Quadra Haruna. 2006. Hal tersebut sesuai dengan fungsi dari perbesaran 40 x 10 yaitu untuk mengamati lebih dalam dan lebih detail isi dari suatu benda / bahan. SIMPULAN Pada praktikum kali ini. akan tetapi hifa – hifa tersebut sudah mulai membentuk miselium. D. Ibrahim. dan Asnady S. 2008. dapat ditarik kesimpulan bahwa mikroskop mempunyai beberapa bagian diantaranya bagian optik dan bagian non optik serta preparat yang dipakai adalah jenis preparat smear (ulas). Pada perbesaran 10 x 10 di preparat kapang aspergillus sp belum terlihat jelas hifa – hifanya. Gambar yang jelas juga membuktikan bahwa dalam pembuatan preparat langkah – langkah yang dilakukan sudah benar. Neil A. Penuntun Praktikum Mikroteknik Tumbuhan. 2005. Buku Kerja Biologi. Dr.2 Penampang kapang aspergillus sp perbesaran 40 x 10 Dapat dilihat bahwa pada perbesaran 40 x 10 sudah mulai terlihat hifa – hifanya walaupun belum terlalu detail. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. sedangkan pada perbesaran 40 x 10 sudah mulai terlihat jelas hifa – hifanya. Muslimin Mpd. Surabaya: Unesa . 2007.Gambar 1. Pada saat pembuatan preparat harus dipastikan bahwa semua lingkungan kita sudah steril. F.