You are on page 1of 7

Transek adalah jalur sempit melintang lahan yang akan dipelajari/diselidiki.

Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan perubahan vegetasi dan perubahan
lingkungan, atau untuk mengetahui jenis vegetasi yang ada di suatu lahan secara
cepat.Dalam hal ini, apabila vegetasi sederhana maka garis yang digunakan semakin
pendek. Untuk hutan, biasanya panjang garis yang digunakan sekitar 50 m-100 m.
sedangkan untuk vegetasi semak belukar, garis yang digunakan cukup 5 m-10 m. Apabila
metode ini digunakan pada vegetasi yang lebih sederhana, maka garis yang digunakan
cukup 1 m.
Pada metode garis ini, sistem analisis melalui variable-variabel kerapatan,
kerimbunan, dan frekuensi yang selanjutnya menentukan INP (indeks nilai penting) yang
akan digunakan untuk memberi nama sebuah vegetasi. Kerapatan dinyatakan sebagai
jumlah individu sejenis yang terlewati oleh garis. Kerimbunan ditentukan berdasarkan
panjang garis yang tertutup oleh individu tumbuhan, dan dapat merupakan presentase
perbandingan panjang penutupan garis yang terlewat oleh individu tumbuhan terhadap
garis yang dibuat. Frekuensi diperoleh berdasarkan kekerapan suatu spesies yang
ditemukan pada setiap garis yang disebar
dalam prosedur kerjanya meliputi menetukan daerah pengamatan analisis vegetasi, dan
lokasi yang dipilih adalah kebun biologi gedung 3 Fkip UNEJ, dengan menggunakan tali
Rafia atau tali plastic , lalu menarik garis transek sepanjang 10 meter, kemudian buat
segmen menggunakan pasak dari bamboo/kayu dengan panjang tiap segmen adalah satu
meter. Melakukan pengamatan terhadap tumbuhan pada tiap segmennya dimana
tumbuhan yang diamati hanya tumbuhan yang tepat dibawah/ akarnya tumbuh dibawah
dari tali raffia tersebut. Selanjutnya adalah Menghitung panjang penutupan semua spesies
tumbuhan pada segmen tersebut dengan cara pengukuran aerial coverage dengan
memproyeksikan secara tegak lurus bagian yang terpotong dari garis transek ketanah.
Metode Kuadran
Pada umumnya dilakukan jika hanya vegetasi tingkat pohon saja yang menjadi bahan
penelitian. Metode ini mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi,
dominansi pohon dan menaksir volumenya. Ada dua macam metode yang umum
digunakan :

Point-quarter Yaitu metode yang penentuan titik-titik terlebih dahulu ditentukan disepanjang garis transek. Berdasarkan data pengukuran pada unit contoh tersebut. pola asosiasi. Masing – masing titik dianggap sebagai pusat dari arah kompas. Selain itu diukur pula jarak antara pohon terdekat dengan titik pusat kuadran. sehingga setiap titik didapat empat buah kuadran. terlebuh dahulu menentukan titik – titik di sepanjang garis transek. Penarikan contoh sampling dengan metode-metode diatas umumnya digunakan pada penelitian-penelitian yang bersifat kuantitatif. Masing-masing titik dianggap sebagai pusat dari arah kompas. dan atribut komunitas tumbuhan lainnya yang berguna untuk pengolahan lahan tersebut. Jarak satu titik dengan titik yang lain dapat ditentuksn secara acak atau sistematis. b. nilai keragaman jenis. Wandering-quarter Yaitu suatu metode dengan cara membuat suatu garis transek dan menetapkan titik sebagai titik awal pengukuran.a. Pada masing – masing kuadran inilah kemudian dilakukan pendataan dan pengukuran luas penutupan satu pohon yang terdekat dengan titik pusat kuadran. Prosedur pengukuran ini terus dilanjutkan pada titik – titik lainnya sampai akhir transek. sehingga setiap titik didapat 4 buah kuadran. Dengan menggunakan kompas ditentukan satu kuadran (sudut 90) yang berpusat pada titik awal tersebut dan membelah garis transek dengan dua sudut sama besar. Kemudian dilakukan pendaftaran dan pengukuran luas penutupan dan jarak satu pohon terdekat dengan titik pusat kuadran. Jarak satu titik dengan lainnya dapat ditentukan secara acak atau sistematis. Pada praktikum kali ini kami menggunakan point quarter Pada metode point-quarter. Pada masing-masing kuadran inilah dilakukan pendaftaran dan pengukuran luas penutupan satu pohon yang terdekat dengan pusat titik kuadran. . dapat diketahui jenis dominan dan kodominan.

dan elevasi. Survei membutuhkan waktu yang lama Dituntut keahlian peneliti dalam identifikasi tumbuhan. . topograpi.K1 K2 K4 K3 K1 K2 K4 K3 K = Kuadran Titik pusat kuadran dengan dimulai dengan menarik garis transek dengan menggunakan tali plastic sepanjang 50 m. luas penutupan serta jarak antara pohon terdekat dengan pusat kuadran. Akurasi data dapat diperoleh dengan baik. Cara ini juga paling efektif untuk mempelajari perubahan keadaan vegetasi menurut keadaan tanah. dan tiap titik tersebut dipandang sebagai pusat dari arah kompas. Data yang diperoleh juga jauh lebih baik dan lebih banyak kekurangan dari metode ini antara lain. Metode ini biasa digunakan untuk mempelajari suatu kelompok hutan yang luas dan belum diketahui keadaan sebelumnya. Kelebihan dari metode ini. selanjutnya menentukan titik pada garis tersebut setiap 10 m. minimal life form dan sebaliknya genus atau spesies. Dari titik tersebut didapat 4 buah kuadran. Transek dibuat memotong garis-garis topografi. sudutnya dengan melihat arah kompas. Membutuhkan tenaga peneliti yang banyak. Dimana masing-masing kuadran dilakukan pengamatan. dengan mencatat jenis pohon. antara lain.

Rerumputan ini bisa tumbuh di tanah yang miskin unsur hara.merayap di bawah tanah. rumput teki (Cyperus rotundus) dan Tapak liman (Elephantopus scaber) berdasarkan data yang diperoleh dari ke sepuluh transek. serta perakaran yang panjang dan luas dengan stolon-stolonnya. Rerumputan ini dapat berbiak dengan cepat. Yang memiliki pertulangan daun yang sejajar. gersang atau berbatubatu.B dan C merupakan jenis rerumputan dan ilalang.namun sebenarnya Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur. Padahal saat itu suhu lingkungan yang cukup tinggi serta intensitas cahaya matahri yang berlebih disebabkan kemarau panjang. Rumput ilalang banyak ditemukan diseluruh segmen. untuk tumbuhan yang mendominasi kedua adalah tumbuhan A dengan jumlah 19 dan yang ketiga adalah tumbuhan C yang berjumlah sepuluh. Batang pendek. Mengenai data dari hasil penggunaan metode transek antara lain. Dengan banyaknya daun maka proses fotosintesis yang terjadi juga semakin efisien.Sedangkan untuk metode kuadran Metode kuadran umumnya dilakukan bila hanya vegetasi tingkat pohon saja yang menjadi bahan penelitian. dalam hal ini berarti lingkungan sangat berpengaruh. menjadikan warna dari rerumputan ini agak kecoklatan. dengan kondisi lembab atau kering.2 – 1. atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah Dengan perkembang biakan yang cepat. Tumbuhan A. Tumbuhan ilalang merupakan tanaman yang mendominasi karena pengaruh tumbuhan itu sendiri yang mudah tumbuh dan cukup bertahan pada berbagai kondisi lingkungan. dominan pohon dan menaksir volumenya.C. Ujung (pucuk) tunas yang muncul di tanah runcing. Selain jenis . Helaian daun ilalang berbentuk garis (pita panjang) lanset berujung runcing. ditemukan tumbuhan diantaranya adalah tumbuhan A. bertepi rata. tumbuhan B yang paling mendominasi dengan jumlah spesies dari ke sepuluh transek adalah 36. dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin. metode ini mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi. Kekurangan dari metode ini antara lain dibutuhkan peralatan yang kurang praktis dan kurang efisiennya prosedur kerjanya.B.5 m. menjulang naik ke atas tanah Tinggi 0. maka jumlah daun yang tumbuh juga semakin banyak. di tempat-tempat lain mungkin lebih. panjang ±5-12 cm. banyak disinari matahari sampai agak teduh. berbulu. dengan pangkal yang menyempit dan berbentuk talang.

hal ini sesuai dengan habitat dari rumput teki yang hidup pada lingkungan yang cukup lembab. didapatkan hasil yaitu: 1. tumbuhan yang juga ditemukan adalah rumput teki (Cyperus rotundus. Kepadatan ( D ) Kepadatan adalah jumlah yang menunjukkan nilai individu dari jenis-jenis yang menjadi anggota suatu komunitas tumbuhan alam pada luas tertentu. Angka ini diperoleh dengan melihat perbandingan jumlah dari petak-petak .ilalang. Pernyataan relatif ini diperlukan untuk menghindari kesalahan yang total dalam pemakaian terhadap suatu komunitas sebab data yang diperoleh dari analisi itu hanya berdasarkan sejumlah pengukuran beberapa wilayah contoh. namun pada data yang diperoleh terlihat bahwa dari ke 10 transek rumput teki hanya berjumlah 8 saja. Berdasarkan analisis data terhadap vegetasi dari hasil sampling dengan metode plot. Selain itu juga ditemukan tanaman Tapak Liman (Elephantopus scaber) namun hanya berjumlah 1 dan ada pada transek 2 yang memang teduh. dan itu hanya terdapat pada transek 2 dan 3 yang memang pada transek tersebut tidak terlalu terpapar langsung oleh cahaya matahari sehingga lumayan teduh. Kepadatan relatif ( RD ) Kepadatan relatif adalah persentase dari jumlah individu jenis yang bersangkutan dalam komunitasnya. bukan total seluruh populasi Dengan rumus RDi = Di/∑D Keterangan : Rdi adalah kepadatan relatif spesis i Di adalah kepadatan spesies ∑D adalah jumlah total kepadatan dari semua spesies 3. Dengan Rumus Di + ni/L Keterangan : Di adalah kepadatan untuk spesies i Ni adalah jumlah total individu untuk spesies i L adalah panjang total habitat transek yang disampling Dengan ini kita bisa tahun berapa jumlah spesies yang memadati suatu transek 2. Frekuensi ( F ) Frekuensi adalah nilai besaran yang menyatakan derajat penyebaran jenis di dalam komunitasnya. sehingga tapak liman hidup dan ditemukan pada transek ini.

48) d2 adalah kuadrat jarak pohon rata-rata kepadatan seluruh jenis = 10. Panjang Penutupan ( C ) dan Panjang Penutupan Relatif ( RC ) Dengan rumus Ci= Li/L Keterangan Ci adalah luas penutupan spesies i Li adalah panjang penutupan total oleh spesies i L adalah panjang total transek yang disampling RC = Ci/TC = Ci/∑C 6. besaran-besaran yang dihitung pun sama dengan metode transek. namun vegetasi yang di analisis hanya tingkat pohon saja 1.. Nilai penting ini sering dipakai karena memudahkan dalam interpretasi hasil analisis vegetasi. Jarak Pohon Rata-rata (d) Dengan rumus D = (D1+d2+…. kerapatan reelatif dan luas penutupan suatu jenis.000 m2/d2 . Kepadatan seluruh jenis (TD) Dengan rumus TD = u/d2 Keterangan U adalah Luas habitat yang dipergunakan untuk menyatakan kepadatan (88. Indeks nilai penting yang diperoleh ini berfungsi untuk menentukan dominasi suatu spesies dalam komunitas Dengan rumus IVi = RDi +RFi + RCi Dalam analisis data pada merode kuadran. dn adalah jarak masing-masing pohon ke ritik pusat kuadran ∑n adalah banyaknya pohon 2. Frekuensi relatif ( RF ) Frekuensi relatif adalah persentase dari jumlah individu jenis yang bersangkutan dalam komunitasnya Dengan rumus Rfi = Fi/∑F Keterangan Rfi adalah frekuensi relatif spesies i Fi adalah frekuensi spesies i ∑F adalah jumlah frekuensi untuk semua spesies 5..dn) ∑n Keterangan : D1 . Nilai penting ( VI ) Indeks Nilai Penting (INP) didapat dari penjumlahan nilai relatif dari frekuensi relatif.yang diduduki oleh suatu jenis terhadap keseluruhan petak yang diambil sebagai petak contoh di dalam melakukan analisis vegetasi Dengan rumus Fi = Ji/K Keterangan : Fi adalah frekuensi spesies i Ji adalah jumlah interval line intercept dimana spesies i terdapat K adalah jumalh total interval pada garis transek 4.

keterangan Ni adalah pohon jenis i ∑n adalah jumlah pohon semua jenis 4. Frekuensi Relatif suatu jenis (Fi) Rfi = Fi/∑F Keterangan Fi adalah frekuensi jenis i ∑F adalah frekuensi seluruh jenis 9.3. Kepadatan relatif (Rdi) Rdi = ni/∑n. Frekuensi suatu jenis Fi = Ji/K Ji adalah jumlah kuadran ditemukannya jenis I K adalah jumlah seluruh kuadran 8. Luas penutupan relatif Rci = Ci/∑C Keterangan Ci adalah luas penutupan jenis i ∑C adalah luas penutupan seluruh jenis 7. Luas penutupan suatu jenis (Ci) Ci + (Ai)(Di)/ni Keterangan Ai adalah luas penutupan jenis i Di adalah kepadatan mutlak jenis i Ni adalah jumlah pohon jenis i\ 6. Nilai penting suatu jenis IVi Ivi+RDi+Rfi+RCi Berfungsi untuk mengetahui dominasi sutu spesies . Kepadatan Mutlak suatu jenis (Di) Di = (RDi)(TD) Keterangan : RDi adalah kepadatan relatif TD adalah kepadatan seluruh jenis 5.