Universitas Paramadina 201 0

Nama NIM Mata Kuliah Prodi Harsa Arizki Nurulsrihanto 206 000 321 Komunikasi Internasional Hubungan Internasional

Pengaruh Globalisasi di Indonesia dan Masyarakat Global

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan seharihari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Universitas Paramadina 201 0
Selain itu pada saat ini fenomena yang marak terjadi di masyarakat adalah penggunaan internet melalui smartphone seperti, BlackBerry, iPhone, dan yang terbaru adalah smartphone dengan sistem Android dari google, melalui smartphone ini kita bisa terkoneksi selama 24 jam non-stop dengan internet. Sehingga sangat memudahkan untuk persebaran ide dan pesan, bahkan rasanya dengan kita memegang smartphone tersebut kita serasa menggenggam dunia, jadi kalimat world is on your hand menyadi kenyataan.

Globalisasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, Eropa, ataupun Amerika saja, melainkan tidak ada satupun belahan dunia yang tidak mengalami globalisasi. Salah satu bukti riilnya terdapat pada assembling barang-barang elektronik maupun automotif, dimana setiap part nya diproduksi di negara-negara yang berbeda, dengan alasan efisiensi biaya produksi, Contoh: produk Apple merupakan brand Amerika Serikat, tapi diproduksi di Guangzhou, Cina. Smartphone BlackBerry, merupakan produk RIM, Kanada. Sementara hardware smartphone nya diproduksi di Hungaria, sedangkan parts lainnya seperti charger atau kabel data diproduksi di Cina, dan OS (Operation System) nya diproduksi di India. Lalu assembling produk automotif seperti Toyota, Honda, Nissan, et cetera merupakan brand Jepang yang di assembling di negara-negara konsumen seperti Indonesia, China, Thailand, et cetera.

Jadi, Globalisasi selain memiliki efef positif utama yakni efisiensi biaya produksi dan persebaran informasi memiliki efek negatif yaitu lunturnya budaya lokal. Dimana jati diri dari suatu masyarakat berubah dari budaya dan stigma lokal menjadi budaya dunia atau world community. Salah satu cara untuk menyiasatinya yaitu dengan glocal, thinks global act local.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.