You are on page 1of 13

Ginjal dan Keseimbangan Asam Basa dalam Tubuh.

Nama Kelompok B3:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Claudia Husin
Glenn Jhosua Sumadi
Oktaviana Linda Fermina
Hendra Susanto
Ansarti Dalien Yigibalom
I Made Marshall Handisurya
Ignasia Raisha Rizky Oktaviomelinda
Syahmi Syafiq bin Azmei

102012183
102013089
102013133
102013188
102013230
102013353
102013361
102013534

Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6 Kebon Jeruk, Jakarta Barat

1 | Page

ureters. Melalui sistem ini manusia dapat mempertahankan keseimbangan air. ini akan menyebabkan manusia mudah mendapat penyakit contohnya dehidrasi. the urinary system also secrete renin and erythropoietin hormone in the body.dalam tubuh. This is because the urinary system maintains water balance. keseimbangan air. water balance. kandung kemih dan uretra. mempertahankan keseimbangan asam basa dan mempertahankan volume plasma. bladder and urethra. Ini karena sistem kemih mempertahankan keseimbangan air.ABSTRAK Sistem kemih adalah salah satu sistem yang terpenting untuk manusia. Selain itu. kandung kemih. Dalam sistem kemih organ yang terpenting adalah ginjal. maintain acid-base balance and maintain plasma volume. In addition. dehydration PENDAHULUAN Tractus Urinarius atau dikenali sebagai sistem kemih adalah salah satu sistem yang terpenting pada manusia. sistem kemih juga berfungsi mensekresi renin dan eritropoietin. ureter. Urinary system consists of the kidneys. kidneys. dehidrasi ABSTRACT Urinary system is one of the most important systems for humans. kreatinin dan kreatinin. terdapat organ lain yang terdapat dalam sistem kemih contohnya ureter. Jika kerusakan berlaku pada sistem kemih. Kata kunci: Sistem kemih. Keywords: urinary system. K+ dan Cl. this will lead to human diseases for example easily get dehydrated. 2 | Page . meregulasikan jumlah ion dalam cairan tubuh. Sistem kemih terdiri dari daripada ginjal. If the damage effect on the urinary system. Hormon ini penting untuk pembentukan sel darah merah dan memregulasi tekanan darah. Namun. dan uretra. melalui sistem ini juga. H+. regulate the amount of ions in body fluids. menyaring darah dan memisahkan zat-zat beracun contohnya bilirubin. manusia dapat mempertahankan asam basa. ginjal. Selain itu. dan ion contohnya Na+. These hormone are important for producing blood and to regulate blood pressure.

Sistem ini memainkan peranan penting untuk mengendalikan tekanan darah. Ginjal juga berfungsi untuk memproduksi renin yang berfungsi sebagai stimulator untuk aktivasi sistem angiotensinaldosteron. Ren sinistra terletak setinggi costa 11 atau vertebra lumbal 2-3 sedangkan ren yang dextra terletak setinggi costa ke 12 atau vertebral lumbal 3-4. Selain itu juga mahasiswa dapat memahami mekanisme keseimbangan asam basa. Sasaran Pembelajaran Sasaran pembelajaran dalam perbahasan pada kali ini ialah mahasiswa dapat penyebab pengsan.Ginjal yang terdapat dalam sistem kemih juga penting untuk memproduksi eritropoietin yaitu hormon yang merangsang produksi sel darah merah. metabolisma air dan keseimbangan asam basa. fungsi sistem kemih. Hipotesis Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun pengsan akibat dehidrasi. Ren sebelah 3 | Page . Saat itu sinar matahari sangat terik. 1. Sktruktur Makroskopis Sktruktur makroskopis yang akan saya bahas pada kali ini adalah ginjal. Ginjal juga mengsekresi calcitriol ke dalam tubuh. Ginjal atau ren terletak diantara peritoneum parietale dan fascia transversa abdominis dan pada sebelah kanan dan kiri columna vertebralis. Skenario 6 Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun tiba-tiba pingsan sewaktu apel 17 Agustus di lapangan terbuka. Rumusan Masalah Rumusan masalah pada kali ini adalah seorang remaja perempuan 15 tahun tiba-tiba pingsan. ISI PERBAHASAN Pada perbahasan kali ini saya akan membahas tentang struktur makroskopis dan mikroskopis ginjal.

Ini menyebabkan kantong ginjal terbuka ke bawah dan sering terjadi ascanding infection. renalis kanan lebih panjang dari a. Kedua lembar ini terpisah dibagian caudal manakala kearah cranial bersatu. Dalam glomerulus. capsula adiposa mengandung banyak lemak dan membungkus ginjal dan glandula suprarenalis. Yang pertama akan berjalan ke depan ginjal dan memperdarahi ginjal bagian depan dan kedua akan berjalan ke belakang dan memperdarahi ginjal bagian belakang. Capsula adiposa ini bisa sangat tipis pada keadaan tertentu sehingga jaringan ikat yang menghubungkan capsula fibrosa dan capsula renalis kendor sehingga ginjal turun yang disebutkan sebagai nephrotosis. Manakala. A. Kedua ginjal tersebut diperdarahi oleh A. Ren juga memiliki dua margo yaitu margo medialis yang berbentuk konkaf dan margo lateralis yang berbentuk konveks. Capsula fibrosa melekat pada ren dan mudah dikupas. Ren berbentuk seperti kacang dan memiliki extremitas superior dan extremitas inferior dimana kedua extremitas superior ditempati oleh glandula suprarenalis. Cortex renalis terdiri dari glomerulus dan pembuluh darah. columna renalis. limfe dan ureter. Cabang bagian depan ginjal adalah lebih panjang dari cabang bagian 4 | Page . Saluran-saluran yang berada di medulla tersebut akan bermuara pada papilla renalis sehingga tampak garis-garis pada medulla yang disebut sebagai processus medullaris.kanan lebih kebawah karena terdapat hepar di bagian superior ren dextra. saraf. renalis. Fascia renalis terletak di luar capsula fibrosa dan terdiri dari 2 lembar yaitu prerenalis dibagian depan ginjal dan fascia retrorenalis di bagian belakang ginjal. Ginjal terdiri daripada dua bagian yaitu cortex dan medulla. arteri ini akan masuk kedalam ginjal melalui hillus renalis dan mempercabangkan 2 cabang besar. pyolum dan ureter. ductuli papilares. Selanjutnya. calyx major. beberapa calyx minor. Selain itu. Ginjal dipertahankan oleh tempatnya oleh fascia adiposa. darah akan disaring dan disalurkan ke dalam medulla. Pada margo medialis terdapat hilus renalis yang merupakan tempat masuknya pembulu-pembuluh darah. renalis kiri karena harus menyilang vena cava inferior dibelakangnya. Ginjal dibungkus oleh dua capsula yaitu capsula fibrosa dan capsula adiposa. Arteri ini berasal dari aorta abdominalis. capsula fibrosa juga hanya menyelubungi ginjal dan tidak membungkus glandula supra renalis. Dalam medulla renalis juga terdapat pyramid renalis.

interlobaris menuju ke v. Dua cabang tadi akan bertemu di lateral pada garis tengah ginjal disebut sebagai garis Brodel. A.1 Ginjal dipersarafi oleh serat saraf simpatis yang tidak bermielin yang membentuk pleksus renalis. interlobaris. sel jukstaglomerulus dan interstitial serta sampai ginjal. 2. Badan sel serat saraf kemungkinan terletak pada pleksus aorta dan seliaka. Serat saraf simpatis lainnya mencapai epitel tubulus renalis. Manakala dari vasa afferens berlanjut menjadi vasa efferens dan menuju ke v. interlobularis dan berjalan sampai tepi ginjal.arcuata ke vena interlobaris. Beberapa pembuluh limfe yang tidak berdampingi arteri besar bermuara pada pleksus limfatik di hilus. Nodus limfatik di sekitar vena cava dan aorta abdominalis menampung cairan limfe dari ginjal. Manakala saluran limfe ginjal terbagi dalam dua aspek yaitu superfisial dan profunda.3 5 | Page . arcuata pada perbatasan cortex dan medulla. Selanjutnya akan menjadi vasa afferens pada glomerulus. Serat saraf parasimpatis pula di persarafi oleh nervus vagus. vena renalis dan akhir ke vena cava inferior. Arteri ini selanjutnya akan berjalan mengelilingi cortex dan medulla sehingga disebut sebagai a.belakang ginjal. arciformis. Kedua sistem tersebut berhubungan dekat hilus dan membentuk beberapa trunkus limfatik besar. V. A. Serat saraf simpatis didistribusi oleh percabangan arteri renalis dan pembuluh diatur oleh sebagian serat saraf ini. interlobaris. Persarafan praganglion simpatis ini bermula dari segmen torakal bawah dan lumbal atas medula spinalis. interlobaris akan bercabang menjadi a. renalis juga selanjutnya bercabang di lobus ginjal menjadi a. Keduanya masing-masing berturutan berada di daerah subkapsularis dan medula. arcuata mempercabangkan a. A.

Dalam manusia terbagi kepada dua nefron yaitu nefron kortikal dan nefron jukstamedular. Tubulus ini terdiri daripada dua bagian yaitu nefron dan tubulus pengumpul.3 juta nefron dalam tiap ginjal. Glomerulus mempunyai dua lapisan epitel membran yaitu lapisan parietal luar dan lapisan parietal dalam 6 | Page . Ginjal dan Alat Sekitarnya. menembus pada papila renalis pada bagian area cribrosa. Struktur Mikroskopis Ginjal mempunyai unit fungsional yang disebut sebagai tubulus uriniferus.4 2. Nefron ini ada sekitar 1.Gambar 1. Beberapa nefron bermuara pada satu tubulus pengumpul dan beberapa tubulus pengumpul bergabung pada bagian lebih dalam di medula membentuk duktus yang semakin lama semakin besar. glomerulus yang mengalami invaginasi ke dalam kapsula Bowman yang berdilatasi dan membentuk struktur seperti kantong yang merupakan ujung proksimal nefron. Nefron kortikal lebih pendek karena ia hanya mencapai luar medula sementara nefron jukstamedular berada di korteks namun bagian tubularnya mencapai dalam medula. Korpuskel ginjal adalah struktur yang berbentuk oval sampai bulat yang disusun oleh kapiler bergelung. Duktus yang paling besar adalah duktus Bellini. Nefron kortikal lebih pendek manakala nefron jukstamedular adalah lebih panjang. Nephron terbagi kepada dua bagian besar yaitu korpuskel renalis dan tubulus renalis.

10 mm. Pada nefron kortikal. Selain itu. Pada tubulus distal pula terdapat bagian yang dinamakan sebagai tubulus rektus distal dan tubulus kontortus distal. lamina basal endotel dan lapisan Bowman pars viseral. Ultrafiltar tadi akan berlanjut ke tubulus rektus distal yang epitelnya adalah epitel selapis kuboid rendah. maka ansa 7 | Page . Tubulus kontortus distal berbeda dengan epitelnya dengan tubulus kontortus proksimal karena ia bersifat basogil dengan inti sel dengan jarak berdekatan dan lumennya jelas karena tidak mempunyai brush border. manakala pada nefron jukstamedular adalah lebih panjang yaitu 9 . Seterusnya akan ke ansa Henle segmen tipis yang disusun oleh epitel selapis gepeng.2. tubulus kontortus proksimal disusun oleh epitel kuboid dengan granula sitoplasma eosinofilik. Tubulus ini terbagi kepada dua yaitu bagian yang sangat bergelung yang disebut sebagai tubulus kontortus proksimal yang terletak di dekat korpuskel ginjal. panjang segmen tipisnya hanya 1 . Sel ini juga dapat berkontraksi karena memiliki reseptor untuk vasokonstriktor seperti angiotensin П untuk mengurangi aliran darah glomerulus. Sel-selnya memiliki brush border yang padat dan menyebabkan lumennya tidak jelas dilihat. Sel mesangial ini diduga memiliki kemampuan fagositosis dan berfungsi dalam resopsi pada lamina basal. Cairan filtrat yang keluar menembus glomerulus masuk ke dalam ruang Bowman melewati kompleks sawar filtasi yang disusun oleh dinding endotel kapilar. Pembuluh darah yang masuk ke glomerulus adalah arteriol afferen manakala aliran darah baliknya dibawa oleh arteriol efferen.yang melapisi lapisan viseral yang disusun oleh modifikasi sel epitel yang disebut sebagai podosit. Epitel ini sama seperti tubulus kontortus distal namun selnya lebih pendek dan intinya menonjol ke lumen. Saat ansa Henle segmen tebal pars asendens (tubulus rektus distal) berjalan dekat korpuskel ginjalnya sendiri. Manakala terdapat bagian yang kedua yang lurus disebut tubulus rektus proksimal atau ansa Henle segmen tebal pars desendens. Panjang segmen tipis ini bervariasi sesuai dengan letak nefron. Selanjutnya ultrafilrat tadi akan melalui ke tubulus rektus proksimal yang epitalnya serupa tubulus kontortus proksimal tetapi selnya lebih rendah. Pada kapiler di glomerulus terdapat jaringan ikat yang berbeda dari sel-sel jaringan ikat pada umumnya yaitu sel mesangial. Jika diamati dengan mikroskop cahaya. Pada bagian korpuskel ginjal terdapat tempat pembuluh darah masuk dan keluar disebut sebagai kutub vaskular sementara bagian muara pertemuan ruang Bowman dengan tubulus proksimal disebut sebagai kutub urinarius. Pada cairan ultrafiltrat dari ruang Bowman dialirkan menuju ke tubulus proksimal melalui kutub tubular. inti selnya mempunyai jarak yang berjauhan.

Ini karena sel makula densa lebih tinggi dan langsing maka inti selnya terlihat jauh lebih rapat daripada inti sel tubulus distal di lokasi lain. Sel ini merupakan modifikasi selsel otot polos tunika media arteriol afferen glomerulus. Cairan yang masuk ke glomerulus disebut sebagai ultrafiltrat. Pada makula densa ini terdapatnya apparatus jukstaglomerular. memaksa cairan dari kapiler masuk ke ruang tersebut. Di daerah ini. Beberapa duktus koligen tadi bertemu dan membentuk duktus papilaris Bellini apabila bermauara pada apeks papila. Duktus koligen tadi selanjutnya berjalan ke dalam berkas medula menuju ke medula. lamina basalis dan celah filtrasi. Selain itu. Dalam ultrafiltrat tidak ditemukan makromolekul karena terdapat tiga unsur sawar filtrasi yaitu sel endotel.Tubulus kontortus distal dari beberapa nefron bergabung membentuk saluran pendek yaitu tubulus penghubung yang kemudian bermuara pada duktus koligen. Ini karena. Sel jukstaglomerular mengandung granula spesifik yang merupakan enzim proteolitik yang bernama renin. Fisiologis Darah yang masuk ke glomerulus melalui arteriol glomerular afferen. 8 | Page . tekanan hidrostatik kapiler dilawan oleh tekanan hidrostatik kapsula Bowman. Namun ia bergabung dengan nefron membentuk struktur yang kontinu.Henle tersebut berada di daerah antara arteriol afferen dan arteriol efferen glomerulus. bertemu dengan tekanan yang berbeda. dimana tekanan darah intrakapiler lebih besar dari tekanan cairan ruang Bowman. Duktus ini besar dan bermuara pada area cribrosa papila ginjal untuk kemudian dialirkan ke dalam calyx minor. Duktus koligen mempunyai sitoplasma yang pucat dan batas selnya jelas. 2 3. terdapat faktor tambahan yaitu tekanan osmotik koloid protein darah yang melawan cairan yang masuk ke ruang Bowman. Duktus koligen atau tubulus pengumpul bukan merupakan bagian nefron karena saluran ini berasal dari jaringan embryologi ang bereda. tubulus distal diberi nama makula densa.

100% ion bikarbonat. ion klorida secara pasif masuk mengikut natrium. Laju filtrasi glomerulus. 67% . amonia. Pada tubulus proksimal terdapat substansi yang disekresi contohnya ion H+.K+ -ATPase yang memompa natrium ke interstitium ginjal. Seluruh perpindahan natrium terjadi dengan cara ini dari ultrafiltrat ke jaringan ikat pada ginjal.80% ion natrium dan klorida. Di tubulus proksimal terdapat pompa Na + . asam urat dan ion organik yang lain. 9 | Page . Selanjutnya air akan turut masuk secara pasif mengikut natrium (secara osmosis) bagi mempertahankan keseimbangan osmotik.Gambar 2. dan 67% . Hampir semua proses reabsorpsi berlaku di tubulus proksimal. Bagi mempertahankan muatan elektrik di jaringan interstitium ginjal menjadi neutral. asam hipurat. Ini akan menyebabkan natrium meninggalkan ultrafiltrat dan masuk ke sel melalui bagian apikal membran sel. Contohnya 100% glukosa.80% air. ion kalium dan asam amino akan direabsorpsi.5 Ultrafiltrat tadi selanjutnya akan ke tubulus kontortus proksimal dan materi akan direabsorpsi dari lumennya dan kemudian dieksositosis ke jaringan ikat interstisial. Disini substansi yang direabsorpsi akan masuk ke jejaring kapiler peritubular dan kembali ke tubuh melalui aliran darah. Selain itu terdapat pompa yang membutuhkan energi sebagai ko transport glukosa dan asam amina dengan natrium ke dalam interstitium ginjal.

Hal ini menyebabkan ansa Henle pars desenden dinamakan sebagai hiperosmotik dan ansa Henle pars asenden menjadi hiposmotik. Selain itu ion H juga di sekresi namun tergantung pada pH cairan. Angiotensin П juga berfungsi dalam mempengaruhi korteks adrenal untuk mengeluarkan aldosteron tadi. pergerakan air bereaksi terhadap tekanan osmotik dari lingkungan mikro sekitarnya. Ansa Henle segmen tebal pars asenden sangat impermeabel terhadap air. tetapi terdapat pompa klorida yang secara aktif memindahkan ion klorida dari lumen tubulus dan ion ini masuk ke interstium ginjal. Enzim ini mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin І. air akan keluar dari ansa Henle pars desenden. Hormon yang berperan tersebut adalah aldosteron. Ini kan menyebabkan pemekatan kemih berlaku. Manakala ansa Henle segmen tipis pars asenden relatif tidak permeabel terhadap air. 10 | P a g e . Hormon ini juga berperan dalam mensekresi ion K. sel makula densa akan melakukan dilatasi arteriol afferen glomerulus sehingga meningkatkan aliran darah ke glomerulus dan memerintahkan sel jukstaglomerulus untuk mengeluarkan enzim renin ke dalam sirkulasi. Selanjutnya ion natrium akan mengikuti secara pasif. ginjal dan organ lain akan mengeluarkan angiotensin-converting enzyme (ACE) yang menyebabkan perubahan angiotensin І kepada angiotensin П. Seterusnya terdapat counter current exchanger yang berfungsi mempertahankan hiperosmolaritas medulla dan mengangkut nutrient dan O2 ke tubulus. Bagi mempertahankan osmolaritas di interstisium ginjal. Ini berlaku karena sel pada segmen tipis pars desenden sangat permeabel terhadap air. tapi garam dapat masuk dan keluar tubulus tergantung dari kondisi interstisum.Pada ansa Henle terjadinya counter current multiplier. Oleh sebab itu. Selanjutnya akan menyebabkan diameter lumen pembuluh darah berkurang dengan konstriksi arteriol efferen glomerulus dan mengakibatkan peningkatan laju filtrasi berlaku. Bila konsentrasi filtrat di bawah ambang batas. Pada kapiler paru. Pada tubulus kontortus distal terdapat hormon yang berperan dalam reabsorpsi Na +. Ini akan menyebabkan osmolaritas menjadi kurang. Pada tubulus kontortus distal terdapat sel makula densa yang bertugas mengawasi volume dan kosentrasi filtrat.

asam urat. sel duktus koligen menjadi impermeabel terhadap air dan oleh sebab itu urin atau filtrat tidak dimodifikasi pada duktus koligen dan urin tetap encer. Jika hormon itu tidak ada. Pembentukan Urin pada Ginjal. vitamin. Ini menyebakan air meninggalkan lumen dan masuk ke interstisium. darah. Komposisi urin yang normal adalah urea.6 4. bilirubin. klorida. 11 | P a g e . Jadi dengan adanya ADH. Hormon ini berfungsi dengan menyebabkan sel tubulus kontortus distal dan duktus koligens menjadi lebih permeabel terhadap air dan urea. amoniak. fosfat dan oksalat. sulfat.3 Gambar 3. allantoin. Manakala komposisi urin yang tidak normal pula adalah protein. asam amino. gula lain dan keton bodies. 2. Biokimia Urin pada manusia dewasa adalah 600ml-2500ml.Pada duktus koligen atau tubulus penggumpul terdapat hormon yang berperan yaitu anti diuretik (ADH). Zat padat yang terbanyak dalam urin adalah urea dan mineral yang terbanyak pula adalah NaCl. hormon. porfirin. kreatinin. glukosa. urin menjadi lebih terkonsentrasi dan hipertonik.

Hal ini terjadi sebagian besar di tubulus distal dan duktus koligen. Ini karena disinilah fosfat yang luput dari reabsorpsi di proksimal menjadi sangat pekat akibat reabsorpsi air. jika tidak dijaga. PH fitrat turun dari 7.4 menjadi 6. makanan yang diambil dan keadaaan mental dan fisik. Karbonat anhidrase mengatalisis pembentukan H2CO3.7 Selain itu ginjal amat berperan dalam tubuh manusia karena ia mengontrol keseimbangan asam basa dalam tubuh. temperatur lingkungan. Setelah semua fosfat habis dipakai. ion hidrogen diimbangi oleh ion NH3+. Tubulus proksimal dan distal seperti sel kelenjar lambung menyekresi ion hidrogen. Jadi yang terjadi sekresi ion hidrogen dan reabsorpsi NaHCO3.0. Di tubuli distal. Selepas semua sisa ion tadi digunakan. Ini karena.yang terbentuk akan berdifusi ke dalam cairan interstisial. Ion hidrogen ini berasal dari reaksi disosiasi H 2CO3 intrasel dan HCO3. Difusi ke dalam sel tubuli selanjutnya digunakan lagi untuk mengsekresi ion hidrogen. Sekresi ion hidrogen ditukar dengan reabsorpsi oleh ion natrium ke dalam interstisial. Pembentukan NH 4+ akan meningkat pada asidosis. ion hidrogen diimbangai oleh HCO 3-. Contohnya jika seseorang minum air lebih banyak maka volume urinnya akan meningkat. sekresi ion hidrogen di imbangi pula oleh ion fosfat. jumlah NH 4+ yang disekresikan pada sembarang nilai pH urin juga meningkat.2. Jika temperatur lingkungan panas contohnya di daerah gurun pada siang hari.3 12 | P a g e . Ion H + akan bereaksi dengan fosfat (HPO42-) untuk membentuk fosfat monobasa (H2PO4-). Keseimbangan asam basa dalam tubuh dilakukan di tubulus proksimal dan tubulus distal dan duktus koligen. Ini karena NH3 yang masuk dalam urin tubulus lebih banyak. NH3 berasal dari deaminasi asam amino glutamin. maka dihidrasi akan berlaku.Urin pada manusia ini dipengaruhi oleh beberapa faktor contohnya water intake. Dalam urin NH 3 bereaksi dengan H+ untuk membentuk NH4+ dan NH4+ tetap dalam urin. maka manusia akan lebih berkeringat dan volume urin yang dihasilkan adalah berkurang. Oleh itu pada asidosis kronik.menjadi H2CO3 dan selanjutnya menjadi CO2 dan H2O. Dengan adanya NH 4Cl dalam urin akan menyebabkan urin menjadi semakin asam. Keseimbangan water intake dan water loss adalah sangat penting untuk dijaga. maka apabila water loss lebih tinggi dari water intake. Ion hidrogen dalam lumen tubuli akan bereaksi dengan HCO 3.

Lia D. 2011.blogspot. 3 rd ed. 2. kita hendaklah mengkosumsi air yang secukupnya supaya water intake sama dengan water loss. h. 2004. Selain itu.html 7. Pembentukan urin pada ginjal. Wonodirekso S. 3. 7. 56-120. mempertahankan keseimbangan asam basa dan sebagainya. Fullick A. Atlas of human anatomy. Suryono IAS. Jakarta: Buku kedokteran EGC. h. Diunduh pada 28 September 2014 : http://rianzbiologi. 2010. Edexcel AS Biology 1st ed. dapat disimpulkan bahwa sistem kemih adalah penting karena ia berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan air. h. Jakarta: Bagian Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. h. 2005. Buku ajar berwarna histologi.com/2012/02/dari-yang-kecil-yangkita-punya-untuk. 22 th ed. 3rd ed.pasadena.edu/dkwon/chapter%2019%20web %20page/chapter%2019%20urinary_files/frame. 4. maka kita akan lebih mudah untuk menjadi dehidrasi. editor. Jakarta: Departemen Histologi Fakultas Kedokteran Universita Indonesia. 725-57. Ganong WF. Jika keseimbangan ini tidak dijaga. Buku ajar traktus urogenitalis. 5. DAFTAR PUSTAKA 1. Inggriani YK. 308. 20-25.h. 13 | P a g e .htm 6. Netter FH. Diunduh pada 28 september 2014 : http://faculty. 355-399. 5th ed. Riyanto R. Silverthorn DU.h. Pearson Education. meregulasi jumlah ion dalam tubuh.KESIMPULAN Berdasarkan perbahasan yang telah dilakukan. 2013. 2 nd ed. Buku ajar fisiologi kedokteran. Human physiology an integrated approach. Philadelphia: Saunders Elsevier. 2012. London: Pearson Company.