You are on page 1of 42

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di dalam berkembangnya dunia perekonomian saat ini dan semakin tingginya
tingkat persaingan dalam dunia usaha menuntut perusahaan mempunyai keunggulan
bersaing (competitive advantage) untuk terus bisa berkompetisi. Tidak sedikit
perusahaan yang terhenti laju operasionalnya karena tidak mampu mempertahankan
eksistensi perusahaannya. Sebagian besar kegagalan tersebut biasanya disebabkan
karena perusahaan tidak konsisten dalam menjalankan operasi perusahaannya,
ditambah lagi dengan kurangnya tenaga profesional di dalam perusahaan dan
perusahaan tidak dapat mengikuti perkembangan ekonomi yang terjadi saat ini.
Adanya isu-isu lain yang diperbincangkankan, terkait dengan kualitas laporan suatu
perusahaan di Indonesia, di mana banyak terdapat kesalahan, kurangnya nilai
terhadap laporan, serta ketidakakuratan terhadap laporan yang dihasilkan. Jika suatu
perusahaan yang tidak mengetahui bagaimana baik atau buruknya prestasinya, maka
hal yang terjadi nantinya adalah perusahaan lain akan mengambil usaha tersebut.
Dengan bergulirnya waktu, pasar terus berkembang. Pada mulanya pasar
merupakan tempat bertemunya pedagang dan pembeli dan terjadinya transaksi
lansung, namun dari waktu ke waktu, dan tuntutan konsumen pasar yang terus
berubah, maka pasar tidak hanya sekedar menjadi tempat bertemunya pedagang dan
pembeli serta terjadi transaksi barang riil di pasar, akan tetapi pasar merupakan

1
Universitas Sumatera Utara

kesatuan usaha yang lengkap dan kompleks di mana harus tercipta kenyamanan dan
kepuasan pelanggan yang menjadi tujuan utama.
Persaingan global juga menuntut pelayanan serba cepat dan transparan, maka
seiring dengan perkembangan Kota Medan sebagai Kota Metropolitan menuntut
pelayananan yang baik di berbagai bidang termasuk perpasaran dan persaingan usaha
yang kompetitif. Perusahaan daerah pasar petisah adalah salah satu perusahaan
mandiri karena perusahaan ini harus mencari sendiri, menggaji sendiri, dan
mengembangkan sendiri perusahaanya. Sehingga harus mengutamakan kualitas dari
para pegawai yang berkerja di perusahaan daerah pasar petisah.
Sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, yakni pada tanggal 7 Juni 1993,
sesuai dengan Perda No.15 Tahun 1992 yang disyahkan oleh Gubernur Kepala
Daerah Tingkat I Sumatera Utara dengan Surat Keputusan No. 188.342-09/Tahun
1995 tanggal 15 Februari 1993, dibentuklah perusahaan daerah pasar. Setelah
perusahaan daerah pasar terbentuk, maka dinas pasar yang sebelumnya mengelola
pasar-pasar tersebut, dilebur menjadi perusahaan daerah pasar. Perusahaan daerah
pasar merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kemudian melalui keputusan
Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Medan No. 409/236/SK/1996 tentang
struktur organisasi perusahaan daerah pasar petisah Kota Medan. Lalu bedasarkan SK
Walikota No. 14/2004 Tentang auditor internal pada Perusahaan Daerah Pasar Petisah
Kota Medan dengan isinya secara ringkas “ Mengamanahkan pembuatan Jobdesk
dalam satuan pengawas intern yang mengatur tentang kegiatan audit internal dalam
proses pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan operasional Badan Usaha

2
Universitas Sumatera Utara

Milik Daerah (BUMD) yang telah biasa dilakukan oleh lembaga-lembaga pemeriksa
keuangan negara secara rutin”.
Adanya bentuk-bentuk pelayanan umum perusahaan daerah pasar petisah
dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, antara lain; pembinaan pedagang
pasar, perawatan pasar, pemasaran, menjaga stabilitas, serta kelancaran distribusi
barang dan jasa di pasar yang selama ini masih dirasakan belum maksimal dan perlu
ditingkatkan. Perusahaan daerah pasar petisah adalah perusahaan yang bergerak di
bidang barang dan jasa yang dibuat untuk pengurusan pasar dalam rangka
mengembangankan perekonomian daerah serta menunjang anggaran daerah dan
pertumbuhan perekonomi nasional. Dengan adanya peranan dari auditor sangatlah
penting dalam pencapaian tujuan perusahaan daerah pasar petisah pada masa
sekarang dan masa yang akan datang.
Adanya hubungan antara efektifitas auditor internal dengan bagian
operasional pada Perusahaan Daerah Pasar Petisah adalah di mana auditor internal
mempunyai tanggung jawab terhadap program, pengujian, evaluasi mengenai
kecukupan dan efektifitas sistem audit

yang disajikan oleh organisasi atau

perusahaan dalam rangka mengarahkan aktifitas untuk pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan sesuai dengan kebijakan dan rencana perusahaan.
Terkait dengan pengertian administrasi dalam arti luas yang merupakan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Kegiatan-kegiatan ini
meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan
yang terjadi baik pada badan pemerintahan maupun swasta (Wijaya, Haw 2008:4).
Jika berbicara tentang pengawasan maka kita melihat bagaimana kebijaksanaan yang
3
Universitas Sumatera Utara

telah diprogramkan dapat diikuti oleh manajemen yang tidak secara langsung dapat
diketahui oleh pemimpin perusahaan, oleh sebab itu perlu adanya pendelegasian
wewenang kepada bawahan untuk mengetahui apakah seluruh kebijaksanaan yang
ditetapkan sudah berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu dibutuhkan suatu bagian
yang berfungsi untuk menilai operasi dan penyajian data transaksi perusahaan, yakni
bagian internal auditing yang dipimpin oleh seorang auditor internal.
Menurut Mulyadi (2002 : 29) auditor internal adalah auditor yang bekerja
dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas
pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh
manajemen puncak telah dipatuhi, menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap
kekayaan organisasi, menentukan efisiensi dan efektifitas prosedur kegiatan
organisasi, serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai
bagian organisasi.
Sedangkan menurut menurut Arens & Loebbecke (1997:1) auditor internal
adalah auditor yang memberi penilaian yang bebas (independent) di dalam suatu
organisasi untuk meninjau kegiatan-kegiatan perusahaan guna memenuhi kebutuhan
pimpinan. Berdasarkan defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa auditor internal
adalah orang atau sekelompok orang yang bertugas untuk memastikan atau
mengawasi, mengukur serta menilai bahwa segala aktifitas perusahaan yang
dilaksanakan telah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan kebijaksanaan yang
telah ditetapkan oleh perusahaan.
Menurut Agus Maulana (2000:203) Efektifitas adalah hubungan antara
keluaran (output) suatu pusat pertanggungjawaban dengan sasaran yang harus
4
Universitas Sumatera Utara

kegiatan pengendalian. Adanya koordinasi yang baik antara berbagai fungsi dan aktifitas yang ada dalam organisasi. melainkan penilaian diukur dari bagaimana setiap rekomendasi yang disarankan dapat ditindaklanjuti oleh manajemen operasional/pelaksana. di mana dengan adanya sistem pengendalian intern efektif dapat membantu dalam mencapai tujuan organisasi yang antara lain dalam hal efisiensi. dan menghasilkan suatu laporan operasional yang berkualitas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ukuran keberhasilan auditor tidak tergantung dari banyaknya temuan auditor. mengurangi resiko kerugian. 5 Universitas Sumatera Utara . ekonomis dan efisien. maka dapat dikatakan semakin efektif pula unit tersebut. perkiraan resiko yang timbul. manajemen dan segenap anggota organisasi yang lain akan memiliki tingkatan kenyakinan yang memadai dalam mencapai tujuan dan sasaran suatu organisasi. Semakin besar kontribusi keluaran yang dihasilkan terhadap nilai pencapaian tersebut. hingga dapat tercapainya tujuan pengendalian intern itu sendiri. informasi dan komunikasi serta tindak lanjut. Dalam pekerjaaan efektif atau tidaknya auditor internal di dalam organisasi atau perusahaan tergantung pada bagaimana tertata dengan baiknya pengelolaan satuan audit internal. merupakan salah satu kunci suksesnya peran dari satuan audit internal.” Oleh sebab itu auditor internal yang efektif adalah auditor yang mampu menerapkan komponen-komponen pengendalian intern yang terdiri dari : lingkungan pengendalian. Dengan demikian akan tercapai tujuan utama organisasi secara lebih efektif. Dalam pengendalian internal yang efektif.dicapainya.

maka auditor internal harus memberitahukannya kepada pihak manajemen dalam bentuk laporan operasional beserta saran-saran perbaikan yang diperlukan. Auditor yang berkualitas harus dapat menemukan adanya pelanggaran-pelanggaran dan bersedia melaporkan pelanggaran tersebut. Semakin berkembangnya perusahaan tentunya diikuti dengan semakin kompleks dan luasnya aktivitas serta permasalahan yang dihadapi sehingga mendorong timbulnya suatu bidang baru yaitu pemeriksaan operasional 6 Universitas Sumatera Utara . Efektifitas auditor internal ditentukan oleh kompetensi dan reputasinya di perusahaan tersebut. organizing. karena mempunyai tugas memantau pengawasan internal untuk menemukan berbagai kecurangan seperti : tindakan/the act. Agar tercapainya usaha itu fungsi manajerial seperti planning. yang merupakan manifestasi dari usaha manajemen untuk mengurangi resiko kerugian dan penyimpangan dalam suatu organisasi. actuating dan controlling harus dipadukan agar manajemen dapat mengambil keputusan yang tepat dengan demikian akan tercapai hasil yang diharapkan. pengendalian internal merupakan dalah satu kunci dalam kesuksesan sebuah organisasi. dan selanjutnya pihak manajemen menindak lanjuti laporan tersebut. Apabila ditemukan penyimpangan. Pengendalian internal merupakan salah satu fungsi manajemen dalam mencapai tujuan organisasi. Mengevaluasi sistem pengawasan internal dari perusahaan tersebut dan memberikan saran terhadap kelemahan yang ditemukan. Laporan operasional harus dapat diteliti dan dinilai apakah pelaksanaan sistem pemeriksaan telah memadai dan memenuhi syarat.Auditor internal merupakan pilihan yang tepat bagi seorang pimpinan. konversi/the conversion terhadap peraturan yang telah ditetapkan. penyembunyian/the concealment.

Untuk melihat efektifitas auditor internal pada Perusahaan Daerah Pasar Petisah Kota Medan. Oleh karena itu berdasarkan penjelasan di atas penulis merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian yang berjudul ” Hubungan Efektifitas Auditor Internal Terhadap Laporan Hasil Bagian Operasional Pada Perusahaan Daerah Pasar Petisah Kota Medan ” B. Tujuan Penelitian a. Untuk melihat laporan hasil bagian operasional pada Perusahaan Daerah Pasar Petisah Kota Medan. “ adakah hubungan efektifitas auditor internal terhadap laporan hasil bagian operasional pada Perusahaan Daerah Pasar Petisah Kota Medan. Pemeriksaan operasional merupakan aktivitas operasi suatu organisasi yang bertujuan untuk memeriksa efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan.” C. 7 Universitas Sumatera Utara .(audit operasional). maka penulis tertarik meneliti dengan perumusan masalah sebagai berikut. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya. b. Aktivitas pemeriksaan operasional akan bermanfaat banyak bagi perusahaan karena dapat menunjang kelancaran dari pelaksanaan operasi perusahaan terhadap kontinuitas perusahaan dimasa yang akan datang.

bagaimana pentingnya kualitas fungsi auditor internal terhadap laporan hasil bagian operasional di dalam suatu perusahaan. Melatih dan mengembangkan kemampuan bepikir ilmiah dan kemampuan unutk menuliskannya dalam bentuk karya ilmiah berdasarkan kajian teori dan aplikasi yang diperoleh dari ilmu Administrasi Negara. b. 8 Universitas Sumatera Utara . Untuk memberikan informasi kepada para mahasiswa dan pihak-pihak lain. Manfaat Penelitian a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan informasi kepada pimpinan Perusahaan Daerah Pasar Petisah Kota Medan tentang pentingnya auditor internal dalam memberikan penilaian guna membantu manajemen dalam pengambilan keputusan.D. c.

1 Auditor Internal E. Akan tetapi. Kerangka Teori E.E. adalah memberikan kepastian kepada dewan direksi sehubungan dengan baik tidaknya masalah pengendalian internal. Internal audit adalah hal yang bersifat internal. serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. menentukan efisiensi dan efektifitas prosedur kegiatan organisasi. tidaklah tepat untuk menyimpulkan bahwa semua auditing operasional dilakukan oleh auditor internal atau bahwa auditor internal hanya melakukan auditing operasional saja. Auditor internal berada dalam posisi yang begitu unik untuk melaksanakan audit operasional.1. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi.9. Tugas dan kewajiban auditor internal harus berupa : 9 Universitas Sumatera Utara . Pengertian Auditor Internal Menurut Mulyadi (2002 : 29) auditor internal adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. Berbagai aktifitas dalam lingkup yang terbatas ini pada umumnya lebih membutuhkan dukungan pihak manajemen daripada dukungan dewan direksi. Fungsi paling dasar yang dilaksanakan oleh auditor internal. sehingga beberapa orang menggunakan istilah auditing internal dan auditing operasional saling bergantian.

bahwa mereka menggunakan seluruh waktu mereka bekerja untuk perusahaan yang mereka audit. adalah serangkaian proses dan teknik yang dilakukan oleh karyawan internal suatu organisasi untuk meyakinkan manajemen. Banyak departemen audit internal melaksanakan audit operasional dan keuangan. Dengan demikian mereka mengembangkan banyak pengetahuan mengenai perusahaan dan bisnisnya. Internal auditing adalah pekerjaan penilaian yang bebas (independent) di dalam suatu organisasi untuk meninjau kegiatan-kegiatan perusahaan guna memenuhi kebutuhan pimpinan (Arens dan Loebbecke 1997 : 1). b. seringkali hal itu dilaksanakan secara bersamaan. Mengkoordinasikan pekerjaannya dengan pihak-pihak lain demi mencapai sasaran audit dan sasaran organsasi. Internal audit bukanlah aktifitas memata-matai dan tidak sepenuhnya merupakan suatu pengendalian terhadap berbagai pengendalian yang terdahulu (control over controls). Dalam menjalankan pekerjaannya. dengan melakukan observasi di tempat dengan melihat antara lain .a. apakah pengendalian manajemen yang ada telah cukup 10 Universitas Sumatera Utara . Manfaat yang diperoleh jika auditor internal melakukan audit operasional adalah. yang sangat esensial bagi auditing operasional yang efektif. auditor internal tidak mempunyai tanggung jawab langsung dan tidak mempunyai wewenang atas pekerjaan-pekerjaan yang sedang ditelitinya. Internal auditing. Memberikan keterangan-keterangan dan saran-saran kepada pimpinan dan menunaikan tugas kewajiban ini dengan cara-cara yang tidak melanggar aturan etika (code of ethics).

Sondang (2004:60) aditor biasanya diklasifikasikan dalam tiga kategori berdasarkan siapa yang mempekerjakan. serta meningkatkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang wajar. Maka untuk mencapai sasaran ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut . dengan menyiapkan analisis. meyakinkan sejauh mana kebijakan. meneliti dan menilai baik tidaknya. Sasaran auditor internal adalah membantu semua anggota pimpinan untuk melaksanakan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya. apakah catatan dan laporan keuangan.10. apakah setiap bagian. yaitu : 11 Universitas Sumatera Utara . operasional dan cara-cara pengendalian lainnya. menilai mutu hasil-hasil pekerjaan dalam melaksanakan tanggung jawab/tugas dan kewajiban yang diserahkan. Jenis-jenis auditor Menurut Siagian. memeriksa sejauh mana kekayaan/harta perusahaan dapat dipertanggungjawabkan dan diamankan terhadap macam kerugian/kehilangan. kebijakan dan prosedur. seksi atau unit lainnya bekerja sesuai dengan rencana. memadai tidaknya penerapan pengendalian laporan keuangan. penilaian. dan lainnya menggambarkan dengan tepat dan segera kegiatan dan hasil yang sebenarnya. yang dipertanggungjawabkan kepadanya.1. rencanarencana dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan untuk ditaati. memeriksa sejauh mana manajemen data yang telah dikembangkan di dalam perusahaan dapat diandalkan.memuaskan dan dibina secara efektif. E. mengajukan rekomendasi/saran untuk meningkatkan efisiensi operasional. rekomendasi dan komentar yang tepat mengenai kegiatan-kegiatan yang diperiksa. Auditor internal berkepentingan atas segala tahap dari kegiatan perusahaan agar ia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pimpinan.

Akuntan internal adalah akuntan yang bekerja dalam perusahaan yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi.11. menentukan efisiensi dan efektifitas prosedur kegiatan organisasi.” 12 Universitas Sumatera Utara . Holmes . dkk (1998 : 19) “Auditing adalah Proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi. serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.1. terutama daam bidang pemeriksaan terhadap laporan keuangan dan operasional yang dibuat oleh kliennya. E. Audit Internal dan Jenis-Jenis Audit Pengertian audit menurut beberapa ahli. Akuntan pemerintah adalah akuntan profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan pemeriksaan terhadap pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. Akuntan publik. Akuntan publik adaasionalah akuntan professional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum. yaitu . Akuntan pemerintah. Akuntan internal. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap aset-aset organisasi. dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan.1. 3. 2.

nasehat. Masih banyak orang yang memandang auditor hanya sebagai tukang mencari kesalahan. memeriksa dan menilai kecukupan dan efektifitas pengendalian perusahaan. dan catatan akutansi perusahaan. auditor dianggap hanya ahli dalam masalah pengendalian dan bukan dalam urusan 13 Universitas Sumatera Utara . dan meningkatkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang wajar. Guy dan Winters (2003 : 408) audit internal adalah suatu kegiatan penilaian yang independen dan dibentuk di dalam organisasi perusahaan. Tujuan audit internal adalah membantu anggota organisasi melaksanakan tanggung jawab mereka secara efektif. Fungsinya adalah. Persepsi yang keliru mengenai peran dan fungsi audit internal ini terbentuk sebagian juga karena ulah auditor internal itu sendiri atau karena manajemen belum terbuka sepenuhnya terhadap auditor. yang meliputi laporan operasional. Audit internal juga menyediakan analisis. serta ketaatan terhadap kebijakan manjemen puncak yang telah ditentukan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah dan ketentuan-ketentuan dari ikatan profesi yang berlaku(Sukrisno. Agoes 2004:221). keuangan. Menurut Alderman. penilaian-penilaian. Belum berfungsi dengan baik satuan audit internal disebabkan karena masih adanya kondisi audit internal yang old-fashion. informasi mengenai kegiatan obyek yang diperiksa.Menurut Arens & Loebbecke (1997:1) “Auditing diartikan sebagai “proses pengumpulan data dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Audit internal diartikan sebagai pemeriksaan bagian internal audit perusahaan. rekomendasi-rekomendasi.

dan sasaran-sasaran yang ditetapkan oleh manajemen. 3. dan kantor pelayanan pajak. Audit laporan keuangan (financial statement audit) Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor eksternal terhadap laporan keuangan kliennya untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan tersebut disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit lalu dibagikan kepada pihak luar perusahaan seperti kreditor. Contohnya: bersumber dari manajemen dalam bentuk prosedur-prosedur pengendalian internal. Audit kepatuhan (compliance audit) Audit ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan kondisi. 2. Audit kepatuhan biasanya ditujuan kepada pegawai perusahaan. standar-standar. dan undang-undang tertentu. Kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Audit operasional (operational audit) Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktifitas operasi organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu.bisnis dan begitu pula untuk manajemen. mengidentifikasikan peluang. peratuan. Tujuan audit operasional antara lain adalah untuk . yaitu : 1.Audit yang dilakukan pada umumnya dibagi menjadi tiga golongan. Menurut Lawrence B Sawyer (2008:10). auditor diharapkan melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang komprehensif terhadap operasional-operasional tertentu. Dalam audit operasional. pemegang saham. memberikan 14 Universitas Sumatera Utara . menilai kinerja yang dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan.

Auditor intern perlu diberikan pengetahuan mengenai ilmu kemanusiaan. Norma Pemeriksaan Auditor Internal Tanggunga jawab pemeriksaan internal adalah melayani organisasi perusahaan dengan cara yang konsisten dengan norma pemeriksaan internal dan norma etis yang diatur dalam kode etik dari The Institute of Auditor internal. latar belakang pendidikan. filosofi dan praktek manajemen. serta komunikasi. auditor yang baik mempunyai kualifikasi sebagai berikut.12. Sesuai dengan Standart for the Professional Practice of Internal Auditing yang disusun oleh The Institute of Auditor internal (Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal 2004:24). agar seluruh pekerjaan yang dilakukannya dapat lebih sempurna. Pendidikan dan Latihan Karena audit berhubungan dengan analisis dan pertimbangan maka auditor intern harus mengerti catatan keuangan dan operasional sehingga dapat melakukan verifikasi dan analisis dengan baik. ia harus mempunyai pengetahuan yang luas. yaitu : a.rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. 15 Universitas Sumatera Utara . serta mengetahui masalah perusahaan yang diperiksa. Selain itu.1. E. Tanggung jawab ini termasuk koordinasi kegiatan pemeriksaan internal dengan kegiatan-kegiatan departemen lainnya untuk mencapai tujuan pemeriksaan dan organisasi perusahaan.

16 Universitas Sumatera Utara . Kualitas Pribadi Auditor intern yang kompeten harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. dan lainnya sampai ia setuju bahwa pekerjaannya telah dilakukan seperti apa yang dijelaskan kepadanya. baik di tingkat bawah maupun tingkat atas. Di perusahaan manapun ia bekerja. Suatu kesalahan dianggap sebagai pedoman untuk perbaikan di masa yang akan datang. 2. Ia harus mempunyai perhatian terhadap prestasi dan persoalan karyawan perusahaan.b. sehingga menghasilkan kritik yang membangun dan ide-ide baru. Gambaran mengenai audit intern harus diberikan secara luas dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dan lingkungannya. Pengalaman Praktek akuntansi dan auditing diperlukan bagi seorang auditor internal yang baru. 3. Ia harus melakukan memeriksa. pengujian. Sifat Ingin Mengetahui Auditor intern harus tertarik dan ingin mengetahui semua operasi perusahaan. pertama-tama ia harus dibimbing oleh auditor yang kompeten. c. bukanlah kesalahan tersebut sebagai suatu kejahatan. Ia harus berusaha agar karyawan mau berbicara secara terbuka tentang pekerjaannya. Ketekunan Auditor intern harus mencoba terus sampai ia mengerti terhadap suatu persoalan. Ia harus memikirkan supaya dapat dihindarkan. Pendekatan yang membangun Harus dapat memandang suatu kesalahan sebagai sesuatu yang harus diselesaikan. bukannya menuduh siapa yang bertanggungjawab.

E. ini merupakan suatu kewajiban bagi mereka untuk mengatur suatu pola tertentu yang memungkinkan terjalinnya suatu penafsiran yang baik dalam suatu perusahaan. auditor intern selalu terbuka secara terus menerus terhadap bagian-bagian yang terpisah. Dengan disadari atau tidak. Titik perhatian seorang auditor adalah meningkatkan kegiatan usaha dan lebih mementingkan peningkatan itu terjadi daripada memperoleh balas jasa atas tercapainya peningkatan tersebut. mencakup pekerjaan pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan. Maksudnya penelaahan atas cukup tidaknya suatu sistem pengendalian internal adalah untuk memastikan apakah sistem yang dibuat dapat 17 Universitas Sumatera Utara . Ruang Lingkup Pekerjaan Auditor internal Ruang lingkup audit internal harus mencakup pemeriksaan dan penilaian terhadap kecukupan dan efektifitas sistem pengendalian internal perusahaan dan mutu kerja manajamen dalam melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.4. akan tetapi biasanya manajemen dan direksi memberikan pegarahan secara umum mengenai ruang lingkup pekerjaan dan kegiatan yang akan diperiksa. bukan sebagai saingan dengan siapa yang diperiksa. Ruang lingkup pekerjaan audit internal seperti ditegaskan dalam norma pemeriksaan internal. d. Tujuannya adalah membantu mereka dan meninjau kembali nasehat-nasehat yang diberikan oleh pihak manajemen perusahaan. Itu dapat diketahui.1.13. Kerjasama (Cooperation) Auditor intern harus melihat dirinya sebagai mitra usaha. Kreatif dan Inovatif Didefenisikan sebagai perpaduan pemikiran ide-ide baru dari bagian-bagian yang dialami secara tepisah.

menggolongkan. menelaah sistem yang dibuat untuk menjamin ditaatinya semua kebijakan. menelaah kegiatan usaha atau program-program untuk memastikan apakah hasil-hasil yang dicapai konsisten dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dan apakah kegiatan usaha berjalan seperti yang direncanakan. prosedur-prosedur hukum dan peraturan-peraturan yang mungkin mempunyai pengaruh yang berarti terhadap kegiatan maupun laporan-laporan perusahaan dan menentukan apakah organisasi perusahaan sesuai dengan yang diharapkan. dan melaporkan informasi tersebut. mengukur.memberikan jaminan yang wajar dengan tujuan dan sasaran perusahan dapat dicapai secara efisien dan ekonomis. dan 18 Universitas Sumatera Utara . Tugas. wewenang. Anggaran dasar harus menyatakan dengan jelas tugas departemen pemeriksaan internal. menguji ekonomis dan efisiensi penggunaan sumber-sumber daya yang ada. Pemeriksaan internal diatur menurut kebijakan manajemen dan direksi. menetapkan ruang lingkup pekerjaannya. Maksud penelahaan atas efektif tidaknya suatu pengendalian internal adalah untuk memastikan sistem itu berfungsi seperti yang diharapkan. menelaah alat dan cara yang dipergunakan untuk melindungi aktiva. Menurut Alderman (2003 : 410) ruang lingkup pemeriksaan internal terdiri dari : menelaah tingkat kepercayaan dan integritas informasi keuangan maupun operasional dan alat serta cara yang digunakan untuk mengidentifikasi. dan tanggung jawab departemen pemeriksaan internal harus didefenisikan secara tertulis dan resini dalam anggaran dasar departemen pemeriksaan internal dan disetujui oleh manajemen dan direksi. rencana-rencana.

sehingga tidak hanya terbatas pada audit atas catatan-catatan atau laporan-laporan saja. seperti . merupakan bentuk pengendalian yang fungsinya adalah untuk mengukur dan menilai efektifitas unsurunsur pengendalian internal yang lain. Pendelegasian wewenang kepada sejumlah unit organisasi inilah yang mendorong perlunya dibentuk fungsi internal audit. operasional.1. Dengan demikian fungsi internal audit. pimpinan perusahaan membentuk banyak departemen. Fungsi Auditor internal Fungsi auditor internal terdapat dalam perusahaan yang relatif besar.14. Menurut Alvin dan James (1998 : 7) Fungsi auditor internal adalah. Untuk mencapai tujuan tersebut. pemeriksaan dan penilaian terhadap efektifitas pengendalian internal dan mendorong penggunaan pengendalian internal yang efektif dengan biaya yang minimum. Dalam perusahaan ini. Auditor Internal berhubungan dengan semua tahap kegiatan perusahaan. Fungsi internal audit merupakan kegiatan penilaian yang bebas. penilaian. E. yang terdapat dalam organisasi yang dilakukan dengan cara memeriksa laporan keuangan. menentukan sampai seberapa jauh 19 Universitas Sumatera Utara . seksi atau satuan organisasi yang lain dan mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada kepala-kepala unit organisasi tersebut. menyelidiki dan menilai pengendalian internal dan efisiensi pelaksanaan fungsi berbagai unit organisasi. bagian. rekomendasi dan komentar-komentar penting terhadap kegiatan manajemen.menyatakan pemeriksaan internal tidak berwenang atau bertanggung jawab atas kegiatan obyek yang diperiksa. dan kegiatan lain untuk memberikan jasa bagi manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab mereka. maka auditor internal melaksanakan kegiatan-kegiatan. yaitu dengan cara menyajikan analisis.

dkk (2003:284) pimpinan audit internal memikul tanggung jawab untuk menerapkan program audit internal perusahaan. pernyataan inisi. status auditor internal dalam organisasi.1. Permintaan keterangan ini biasanya akan menghasilkan informasi mengenai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk fungsi internal audit. E. auditor internal harus berusaha memahami fungsi internal audit untuk mengidentifikasi aktifitas internal audit yang relevan dengan perencanaan audit. kesesuaian. program tersebut memberikan . atau pengarahan lain yang serupa dari manajemen atau dewan koinisaris. efektifitas. perencanaan audit termasuk sifat. Pada waktu auditor berusaha memahami pengendalian internal. Wewenang dan Tanggung jawab Auditor internal Menurut Winters. Lingkup prosedur yang diperlukan untuk memahaminya bervariasi. penerapan standar profesional. mengenai berbagai hak yang berkaitan dengan fungsi internal audit adalah sebagai berikut . penelahaan dan penilaian kewajaran. Auditor biasanya meminta keterangan dari manajemen yang semestinya dan dari staf internal audit.15. dan 20 Universitas Sumatera Utara . memberikan rekomendasi perbaikan kegiatan-kegiatan perusahaan. Di samping itu. waktu. tergantung atas sifat aktifitas internal audit tersebut. menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian dalam perusahaan. auditor independen dapat meininta keterangan mengenai anggaran dasar pembentukan fungsi internal audit. akses ke catatan dan pembatasan atas lingkup aktifitas mereka.pelaksanaan kebijakan manajemen puncak dipatuhi. menentukan sampai seberapa jauh kekayaan perusahaan dipertanggung jawabkan dan dilindungi dari segala macam kerugian. dan lingkup pekerjaan audit.

agar memberikan cakupan audit yang sesuai tanpa duplikasi usaha. Pimpinan internal audit memiliki wewenang untuk mengarahkan program yang komprehensif di dalam organisasi internal audit. Senior auditor meinimpin staf auditor 21 Universitas Sumatera Utara . penerbitan laporan kepada tingkat manajemen yang tepat yang menyatakan simpulan dan rekomendasi. keuangan. Pimpinan audit internal mempunyai akses yang bebas terhadap ketua dewan komisaris presiden. Senior auditor menerima program audit dan instruksi untuk area audit yang ditugaskan dari auditing supervisor. penentuan sejauh mana kesesuaian dengan pengendalian dan kebijakan rencana. Tanggung jawab pimpinan audit internal adalah menyiapkan rencana tahunan untuk pemeriksaan semua unit perusahaan dan menyajikan program tersebut untuk persetujuan. dan panitia audit.aplikasi yang tepat dari pengendalian interenal. Auditor internal mengadakan pengujian dan evaluasi mengenai kecukupan dan efektifitas sistem audit yang disajikan oleh organisasi dalam rangka mengarahkan aktifitas untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan dan rencana organisasi. Auditing Supervisor membantu direktur audit internal dalam mengembangkan program audit tahunan. dan prosedur lain yang ditetapkan. penentuan sejauh mana aktiva perusahaan dapat dipertanggung jawabkan dan diamankan dari kehilangan dalam segala bentuk. dan membantu dalam mengkoordinasi usaha auditing dengan akuntan publik. penentuan keandalan data keuangan manajemen yang dikembangkan dalam organisasi. dan operasi yang lain. Pimpinan audit internal mengarahkan personil dan aktifitas-aktifitas departemen audit internal dan mempunyai tanggung jawab terhadap program dan pelatihan staf audit.

Wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepada pimpinan internal audit untuk mengarahkan organisasi auditnya tidak akan berfungsi secara efektif tanpa adanya dukungan dari para staf yang tepat. merekomendasi perbaikan dari pengendalian manajemen yang didesign untuk mengamankan sumbersumber organisasi. catatan. Pimpinan internal audit dan seluruh anggotanya memiliki wewenang untuk dapat melakukan akses yang penuh. Oleh karena itu. 22 Universitas Sumatera Utara . dan tidak terbatas terhadap fungsi.dalam pekerjaan lapangan audit dan staf auditor melaksanakan tugas audit pada suatu lokasi audit. Untuk pelaksanaan wewenangnya tersebut. bebas. kekayaan. meningkatkan pertumbuhan organisasi. pelaksanaan pengujian khusus atas permintaan manajemen terhadap permasalahan signifikan yang timbul. dan personil di dalam organisasi. pengembangan dan pelaksanaan program audit yang komprehensif untuk evaluasi pengendalian manajemen terhadap seluruh aktifitas organisasi. pimpinan internal audit bertanggung jawab terhadap . dan memastikan ketaatan terhadap undang-undang dan peraturan pemerintah. pengujian efektifitas seluruh tingkatan manajemen dan ketaatan terhadap kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. review prosedur dan catatan untuk memastikan kecukupan terhadap tujuan yang telah ditetapkan yang ingin dicapai dan penilaian kebijakan dan rencana sehubungan dengan aktifitas dan fungsi yang diaudit. para staf audit harus memiliki kedudukan organisasi yang jelas dalam posisi hirarki dan tingkatan remunerasi. kebijakan yang ditetapkan untuk aktifitas audit dan mengarahkan fungsi teknis dan administrasinya.

uraian tugas harus disusun dengan hati-hati dan seksama agar persyaratan staf yang terbaik dapat dipenuhi untuk pelaksanaan tugas audit. imajinasi.Uraian tugas memiliki pengaruh yang signifikan atas organisasi audit. Auditor dapat bekerja secara efektif jika kedudukannya memungkinkan untuk mengembangkan sikap independennya terhadap bagian-bagian 23 Universitas Sumatera Utara . koinitmen dari top manajemen sangat diperlukan terutama dalam menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi yang disarankan dalam rangka organisasi mencapai sasaran maupun tujuan yang telah ditetapkan. serta inisiatif. umumnya pembagian tugas mengikuti hirarki posisi yang ada di dalam organisasi internal audit yang bersangkutan. Dalam suatu organisasi internal audit yang sudah cukup well-established. E. Internal audit bukanlah merupakan suatu fungsi yang hanya sekedar melengkapi struktur organisasi di dalam perusahaan.1. kreatif. Organisasi audit harus diisi oleh orang-orang yang kompeten untuk pelaksanaan tugas. Dengan alasan ini. melainkan merupakan suatu fungsi yang dapat melaksanakan tugasnya secara efektif untuk membantu unit operasi lainnya mencapai tujuan organisasinya secara efektif dan efisien. Jadi status organisasi dari departemen internal audit harus cukup mengizinkan penyelesaian dari tanggung jawab pemeriksanya. yaitu para staf audit yang memiliki intelegensi yang memadai.16. Oleh karena itu. Kedudukan Auditor Internal dalam Struktur organisasi Perusahaan Kedudukan ataupun status auditor internal dalam suatu organisasi perusahaan mempunyai pengaruh terhadap luasnya kegiatan serta tingkatan independensi di dalam menjalankan tugasnya sebagai pemeriksa.

Dukungan itu antara lain dapat berupa : 1. komunikasi yang memadai serta sanggup menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan. 2. Dengan demikian bagian ini mempunyai kedudukan yang kuat dalam perusahan. Langsung bertanggung jawab kepada dewan komisaris Auditor internal secara langsung berada di bawah dewan komisaris. yaitu : 1. Auditor internal harus mempunyai komunikasi langsung dengan dewan komisaris 3. Auditor internal harus memperoleh persetujuan atasan dalam hal rencana kerja. Hal ini berarti bagian auditor internal bersikap independen terhadap manajemen perusahaan. bahkan karena kedudukannya yang sedemikian rupa sehingga auditor internal berhak untuk mengawasi pelaksanaan kerja dari semua level manajemen yang ada. Status auditor internal yang meliputi wewenang dan tanggung jawab harus didefenisikan secara tertulis. Secara umum ada tiga alternatif kedudukan auditor internal dalam suatu struktur organisasi perusahaan. Bagian auditor internal bertanggung jawab kepada seseorang dalam organisasi yang mempunyai wewenang untuk meningkatkan independensi dan menjamin ruang lingkup pemeriksaan yang luas.lain yang harus diperiksanya (Sawyer 2008:180). Untuk itu makan auditor internal harus memperoleh dukungan dari pihak manajemen dan dewan komisaris. 24 Universitas Sumatera Utara . 4.

Gambar 1. Bertanggung jawab kepada direktur utama Auditor internal bertanggung jawab kepada direktur utama yang berarti auditor internal merupakan staf dari direksi perusahaan. Kedudukan Auditor Internal di bawah Dewan Komisaris Pemegang Saham Komisaris Auditor Internal Presiden Direktur 2. 25 Universitas Sumatera Utara . Independensi yang dimiliki oleh auditor internal di sini masih cukup tinggi sehingga bagianbagian perusahaan yang berada di bawah direktur utama dapat diaudit. Penempatan kedudukan ini dimaksudkan untuk membantu pihak direksi dalam melakukan pengawasan terhadap keseluruhan operasional perusahaan.

Kedudukan Auditor Internal di bawah Presiden Direktur Pemegang Saham Komisaris Presiden Direktur Auditor Internal Kedudukan auditor internal pada perusahaan daerah pasar petisah adalah bertanggung jawab kepada direktur utama yang berarti auditor internal merupakan staf dari direksi perusahaan. Penempatan kedudukan ini dimaksudkan untuk membantu pihak direksi dalam melakukan pengawasan terhadap keseluruhan operasional perusahaan.Gambar 2. tanggapan pimpinan perusahaan terhadap hasil-hasil penemuan pemeriksa internal dan pengertian dari bagian-bagian yang diperiksa mengenai tugas pemeriksaan internal di samping tentunya keahlian dan pengalaman pemeriksa internal itu sendiri. Menurut Sawyer (2008:20) bila dihubungkan dengan independensi maka : “Keberhasilan dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan internal banyak tergantung dari kedudukan pemeriksa internal dalam bagan organisasi.” 26 Universitas Sumatera Utara . Dari kedua alternatif di atas mana sebenarnya yang terbaik tergantung pada tujuan yang hendak dicapai perusahaan.

sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum jika memenuhi kondisi-kondisi berikut :  Prinsip akuntansi berlaku umum digunakan untuk menyusun laporan keuangan  Perubahan penerapan prinsip akuntansi berlaku umum dari periode ke periode telah cukup dijelaskan  Informasi dalam catatan-catatan yang mendukungnya telah digambarkan dan dijelaskan dengan cukup dalam laporan keuangan sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum 27 Universitas Sumatera Utara .E. Pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) Istilah unqualified disini bukan berarti tidak memenuhi syarat atau tidak qualified.17. Laporan keuangan dianggap menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha suatu organisasi. Arti unqualified disini adalah tanpa kualifikasi (qualification) atau tanpa reserve atau tanpa keberatan-keberatan. yaitu : 1.1. Pendapat wajar tanpa pengecualian diberikan auditor jika tidak terjadi pembatasan dalam lingkup audit dan tidak terdapat pengecualian yang signifikan mengenai kewajaran dan penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum dalam penyusunan laporan keuangan dan operasional. Jenis-jenis Pendapat Akuntan Menurut standar Profesionalisme Akuntan Publik (PSA 29 SA Seksi 508) Terdapat beberapa jenis pendapat akuntan yang diberikannya berkenaan dengan suatu pemeriksaan umum.

Terdapat beberapa kondisi yang membuat auditor harus memberikan pendapat wajar dengan pengecualian. yang pengecualiannya tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion) Pendapat ini hanya diberikan jika secara keseluruhan laporan keuangan yang disajikan oleh klien adalah wajar. yaitu :  Lingkup audit dibatasi oleh klien  Auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit penting atau tidak dapat memperoleh informasi penting karena kondisi-kondisi yang berada di luar kekuasaan klien dan auditor  Laporan keuangan tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum  Prinsip akuntansi berlaku umum yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tidak diterapakan secara konsisten 4.2. Pendapat tidak wajar (adverse opinion) Pendapat tidak wajar diberikan jika laporan keuangan klien tidak disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum sehingga tidak menyajikan 28 Universitas Sumatera Utara . tetapi ada beberapa unsur yang dikecualikan. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan (unqualified opinion with explanatory language) Laporan keuangan tetap menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan klien namun ditambah dengan hal-hal yang memerlukan bahasa penjelasan. 3.

dan alat pengambilan keputusan dalam kehidupan organisasi. terdapat banyak pembatasan lingkup audit. tidak hanya dibutuhkan keterampilan. Auditor memberikan pendapat tidak wajar jika ia tidak dibatasi lingkup auditnya. Pendapat tidak wajar merupakan kebalikan pendapat wajar dengan pengecualian. Pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion) Pernyataan tidak memberikan pendapat diberikan auditor jika ia tidak berhasil menyakinkan dirinya bahwa keseluruhan laporan keuangan telah disajikan secara wajar. sehingga ia dapat mengumpulkan bukti kompeten dalam jumlah cukup untuk mendukung pendapatnya. hubungan yang tidak independen antara auditor dan klien.secara wajar posisi keuangan. Masing-masing kondisi tersebut tidak memungkinkan auditor untuk dapat menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan secara keseluruhan. hasil usaha. Laporan inilah yang secara resmi dijadikan sebagai sumber informasi. Pernyataan tidak memberikan pendapat diberikan jika antara lain. 5. tetapi juga kompeten dan kreativitas. Auditor memeberikan pendapat tidak wajar jika tidak terdapat pembatasan bukti audit. E. Uraiannya akan lebih ditekankan pada pembahasan hal-hal yang berkaitan dengan laporan tertulis. perubahan saldo laba dan arus kas perusahaan klien.2 Laporan Menurut Badri (2007 : 177) Laporan merupakan bentuk komunikasi yang dapat dilakukan secara tertulis atau lisan mengenai suatu hal tertentu sesuai dengan tujuan penulisannya. Untuk menyusun suatu laporan. alat pertanggungjawaban. Karena laporan dalam bentuk tertentu tidak hanya terdiri dan hal-hal yang sifatnya informatif. tetapi juga menuntut gagasan atau 29 Universitas Sumatera Utara .

E. Sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap wewenang yang telah diberikan oleh atasan. Memberikan informasi penting Laporan harus berisi informasi aktual dan pemikiran-pemikiran yang rasional. serta objektif sebagai tanggapan terhadap fenomena aktual tersebut. Dengan demikian. Sehubungan dengan hal tersebut. pihak bawahan dapat menginformasikan berbagai kegiatan dan masukan berupa ide atau gagasan terhadap suatu permasalahan. Sedangkan pihak pimpinan dapat memperoleh berbagai data dan informasi yang kemudian diolah. 2000) antara lain: 1. Melalui laporan. Adapun beberapa manfaat tersebut (Locker.3. 2. laporan menciptakan komunikasi antara atasan dengan bawahan maupun sebaliknya. dikembangkan. perlu diupayakan pengembangan kemampuan pegawai adininistrasi berkaitan dengan penulisan laporan manajerial.pemikiran penyusun laporan. pimpinan juga dapat memberikan penilaian terhadap permasalahan dan kinerja bawahan. Fungsi Laporan Laporan memiliki berbagai fungsi yang saling berkaitan satu sama lain. Sebagai sarana komunikasi vertikal. laporan merupakan alat yang paling tepat untuk mempertanggungjawabkan kepercayaan dan wewenang yang telah diterimanya. Salah satu sarana komunikasi antara atasan dengan bawahan adalah laporan. Sebagai alat pertanggungjawaban Laporan merupakan manifestasi dan bentuk komunikasi vertikal dan atas ke bawah. 3.2. Selain itu. 30 Universitas Sumatera Utara . dan digunakan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan serta perencanaan lebih lanjut. argumentatif.

Laporan Operasional Laporan opersional adalah laporan yang menggambarkan keadaan sekarang dari suatu kegiatan (operasi) yang didapat dari kegiatan sehari-hari yang terjadi dalam 31 Universitas Sumatera Utara . infonmasi. Sehubungan dengan hal itu. suatu laporan dapat digunakan sebagai sumber informasi yang penting dalam pengambilan keputusan manajerial. Tujuan akhir dibuat suatu laporan adalah supaya orang yang menerima laporan dapat membuat keputusan secara tepat.4. karena apabila dalam laporan disajikan data yang tidak objektif. jelas. objektif. Sebagian besar waktu yang tersedia pada seorang manajer adalah untuk melakukan pengambilan keputusan. komunikasi. pengawasan. 4. suatu laporan hams disusun sebagaimana disyaratkan di atas. maka keputusan yang diambil mungkin menyimpang dan tidak tepat. Oleh karena itu. dan pengambilan keputusan.2. pertanggungjawaban. benar. Dan berbagai manfaat yang disajikan di atas. karena hal ini justru akan menghasilkan keputusan yang tidak tepat dan lambat laun akan menghancurkan organisasi. Oleh karena itu sangat penting untuk mempelajari proses pengambilan keputusan secara rinci. komprehensif. dapat disimpulkan bahwa laporan memiliki beberapa fungsi.Oleh karena itu. Sebagai bahan untuk pengambilan keputusan Laporan merupakan suatu susunan dan kajian informasi yang dituangkan secara lengkap. E. dan sistematis. laporan dapat digunakan sebagai sumber pertimbangan untuk pengambilan kebijakan atau keputusan bagi unit kerja dan organis secara keseluruhan. Dalam penyusunan laporan harus dihindarkan praktek “ABS” (Asal Bapak Senang).

perusahaan sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pimpinan di suatu perusahaan (Tangkilisan S Nogi Hassel 2005:180). adanya kekhawatiran perusahaan bahwa jika ia terlalu terbuka. pedoman standar kerja telah dipatuhi oleh para pelaksana demi untuk meyakinkan apakah para pelaksana telah mengambil keputusan yang tepat. sistem dan pertangungjawaban organisasi perusahaan yang meliputi pengelolaan laporan operasional perusahaan secara efektif. Perusahaan harus mampu menyediakan informasi yang cukup. baik dalam proses pengambilan keputusan maupun dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan. dan tepat waktu kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan 32 Universitas Sumatera Utara . yaitu : komunikatif yaitu suatu bentuk interaksi baik berupa laporan verbal ataupun non verbal yang terjadi antar suatu bagian dengan bagian lainnya ataupun dalam bagian itu sendiri yang terjadi dalam suatu perusahaan. Mengingat definisi ini sangat normatif maka perlu ada penjelasan operasionalnya di setiap perusahaan. transparansi diartikan sebagai keterbukaan informasi terhadap laporan. akurat. Indikator laporan operasional. Karenanya. tapi beberapa laporan juga digunakan untuk mendukung perencanaan. Misalnya. struktur. akuntabilitas adalah kejelasan fungsi. kekhawatiran di atas sebetulnya tidak perlu muncul jika perusahaan daerah pasar petisah mampu menjabarkan kriteria informasi material secara spesifik. maka strateginya dapat diketahui pesaing sehingga membahayakan kelangsungan usahanya. Laporan operasional bertujuan untuk memaparkan kebijaksanaaan perusahaan. Meskipun tujuan utama laporan operasional adalah untuk mendukung kegiatan operasional.

pemasaran. Pengertian Audit Operasional Pengertian Audit Operasional berdasarkan publikasi Institute of Internal Auditors (IIA) yang dikutip oleh Amin Widjaja Tunggal (2000. seperti produksi. system audit.3 Audit Operasional E. termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh manajemen untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif. Setiap perusahaan. Pada intinya penyelenggaraan semua kegiatan operasional dimaksudkan untuk menjamin bahwa dukungan yang diberikan kepada semua bidang-bidang fungsional dalam perusahaan.” Berdasarkan definisi di atas audit operasional merupakan penelaahan terhadap metode dan prosedur operasional suatu organisasi untuk menilai efektivitas dan efisiensinya.175) menyatakan bahwa : ” Manajemen audit disebut juga sebagai operasional audit. function audit.” Sementara itu pengertian audit operasional menurut Sukrisno Agoes (2000. E.4) adalah sebagai barikut : ”Operational Auditing adalah suatu proses yang sistematis dari penilaian efektivitas.perusahaan tersebut. adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan. sehingga dapat diakses secara mudah pada saat diperlukan oleh siapa saja. efisiensi dan ekonomisasi operasi suatu organisasi yang dibawah pengendalian manajemen dan melaporkan kepada orang yang tepat hasil dari penilaian beserta rekomendasi untuk perbaikan.3. 33 Universitas Sumatera Utara . diharapkan pula dapat mempublikasikan informasi operasional dan keuangan serta informasi lainnya yang material dan berdampak signifikan pada kinerja perusahaan secara akurat dan tepat waktu. efisien dan ekonomi.3.

baik yang lama maupun yang baru benar-benar efektif. Keterlibatan auditor internal diperluas sehingga meliputi keseluruhan sektor dan kegiatan yang menyangkut eksistensi dan kontinuitas perusahaan. appraisals. Pemeriksaan operasional atau operational audit saat ini semakin mendapat perhatian manajemen. Pada dasarnya pemeriksaaan opersional dilaksanakan pada berbagai tingkatan manajemen (Level Of Management). penilaian. para pelaksana audit kegiatan manajemen pada umumnya dan khususnya harus mengetahui fungsi manajemen yang diterapkan dalam perusahaan. sebagai bagian dari audit internal. dan objek yang dinilai adalah aktifitas operasional.penjualan. karena itu banyak sekali segi-segi operasional yang menjadi sasaran audit. dan daya guna usaha. promosi dan pengembangan produk. Untuk lebih jelasnya dikutip definisi operational audit seperti yang dikeluarkan oleh Federal Officers institute in Canada sebagai berikut : “ operational audit is a systematic independent appraisal activity within an organization to a review of the entire departemental operations as a service to management. pengetahuan yang bersifat teknis yang diperlukan oleh berbagai bidang fungsional yang harus didukung oleh kegiatan operasional sedikit banyaknya juga harus diketahui. kebijakan. Tidak hanya itu. Oleh karena itu. Dalam pelaksanaan audit kegiatan oprasional bukan hanya rumit. pendapat. yang 34 Universitas Sumatera Utara . The overall objective of operational auditing is to assist all the level of management in the effective discharge of their responsibilities by furnishing them with the abjective analyses. melainkan juga ada kalanya sangat bersifat teknis. recommendation and pertinent comments concerning the activities review ” Dari defenisi di atas dapat kita ketahui bahwa operational audit membantu semua tingkatan manajemen dengan analisa yang objektif.

Dengan dukungan yang dapat diandalkan.3. independensi auditor internal dipertinggi dengan memberikan laporan kepada dewan direksi atau direksi utama. Ini tercermin pada keberhasilan perusahaan sebagai keseluruhan dalam lima bentuk utama yaitu : perolehan laba yang wajar. Independensi dan Kompetensi Auditor Operasional Dua kualitas yang paling penting dari seorang auditor operasional adalah. auditor-auditor pemerintah hendaknya melaporkan kepada suatu tingkat di atas bagian operasional.2. Seperti yang dikemukakan sebelumnya. Kepada siapa laporan-laporan auditor ditujukan adalah penting untuk memastikan bahwa penyelidikan dan rekomendasi yang dibuat tidak menyimpang/bias (Agoes.berhubungan dengan aktifitas operasional yang diperiksa. Kemudian berangkat dari cara berfikir yang strategik. dapat dikatakan bahwa kegiatan operasional dimaksudkan untuk mendukung terselenggaranya berbagai kegiatan operasional yang menjadi tanggung jawab berbagai bidang fungsional dalam perusahaan. berbagai satuan bisnis dan bidang fungsional dalam perusahaan akan mampu mencapai tujuan dan targetnya sesuai dengan standar kinerja yang telah ditetapkan dan dengan tingkat efisiensi serta efektifitas yang semaksimal mungkin. Demikian pula. 35 Universitas Sumatera Utara . serta. Sukrisno 2004:60). E. kemampuan bersaing secara sehat yang terlihat dalam penguasaan pangsa pasar yang lebih luas. ketangguhan mempertahankan eksistensi. kemampuan tumbuh dan berkembang dalam kondisi lingkungan yang sering berubah dengan sangat cepat. independensi dan kompetensi. melakukan penyesuaian yang tepat menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.

tetapi personil operasi harus mempunyai wewenang untuk menerima atau menolak rekomendasirekomendasi itu. E. ketidakakuratan ataupun kecurangan terhadap laporan dalam suatu perusahaan akan menjadi sangat besar dan begitu juga sebaliknya. The Institute of Auditor internals menganggap independensi auditor internal merupakan hal yang rawan. Jika auditor mempunyai wewenang untuk mewajibkan implementasi rekomendasi mereka. Auditor tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan fungsi-fungsi operasi dalam sebuah perusahaan atau untuk memperbaiki kekurangan bila ditemukan operasi yang tidak efektif atau tidak efisien. auditor tersebut sesungguhnya mempunyai tangggungjawab mengaudit pekerjaannya sendiri pada pelaksanaan audit berikutnya. dalam arti resiko untuk memberikan opini atau pendapat harus sesuai dengan 36 Universitas Sumatera Utara . jika efektifitas auditor internal suatu perusahaan lemah. maka kemungkinan terjadinya kesalahan. ndependensi memungkinkan auditor internal menyampaikan pertimbangan yang tidak memihak dan tidak menyimpang yang esensial bagi pelaksanaan audit yang layak. hal tersebut dapat menimbulkan resiko yang sangat besar. Bagi auditor internal. sebagai berikut : auditor internal harus bersikap independen terhadap aktifitas yang mereka audit.Tanggung jawab auditor operasional juga dapat mempengaruhi independensi mereka. Persyaratan khusus untuk independensi telah ditetapkan dalam Statement of Responsibilities of Internal Auditing. 4 Hubungan Efektifitas Auditor Internal dengan Pemeriksaan Laporan Menurut Konrath (2002:207). auditor internal adalah independen artinya mereka dapat melaksanakan pekerjaan mereka secara bebas dan obyektif. Para auditor diperbolehkan memberi rekomendasi terhadap perubahan-perubahan dalam operasi.

Menurut pengamatan penulis melihat struktur organisasinya mencerminkan suatu pembagian tugas serta tanggung jawab untuk memudahkan dalam menuntun. Menurut penelitian Fauzia Yasmin dengan judul skripsi “ Penerapan Pengawasan Auditor Internal Atas Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada RSUP H. PTPN III Medan ”. Kemudian berdasarkan penelitian ini penulis memperoleh bahwa dalam pengawasan internal penerimaan kas telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur. Adam Malik Medan ”. yaitu dengan adanya pencatatan kas dari waktu-waktu tertentu oleh BPK.kenyataan. Peranan auditor internal berjalan dengan baik pada perusahaan PT. 2. Di mana kedudukan satuan pengawas internal (auditor internal) berada di bawah direktur utama dan berfungsi sebagai staf dan sejajar dengan pimpinan pelaksanaan lainnya. Menurut penelitian Sri Anny Sembiring dengan judul skripsi “ Analisa Fungsi dan Kedudukan Auditor Internal Terhadap Laporan Operasional Pada PT. Di mana penelitian ini dilakukan untuk melihat efektifitas pengawasan internal dalam penerapan laporan penerimaan dan pengeluran kas. Perkebunan Nusantara III Medan. 5 Kajian Terdahulu 1. E. Penulis menyatakan bahwa pelaksanaan terhadap penerapan pengawas internal atas laporan penerimaan dan pengeluaran kas pada RSUP H Adam Malik Medan. Perlunya perhatian khusus dari auditor internal agar berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan laporan dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung. mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan tugas-tugas satuan 37 Universitas Sumatera Utara . terkait dengan efektifitas auditor terhadap laporan yang diperiksanya.

penilaian. Menurut penelitian Husna dengan judul skripsi “ Kedudukan dan Fungsi Verifikasi Auditor Internal Terhadap Pertanggungjawaban Laporan Pada PT. F. Hipotesis 38 Universitas Sumatera Utara . pada umumnya fungsi verifikasi dan kedudukan auditor internaltelah cukup baik. 4. Nindya Karya ” Menurut pengamatan penulis dengan adanya peranan internal auditing di PT. rekomendasi.pengawas internal (auditor internal) yang mendukung keserasian kerjasama dalam bertindak. Menurut penelitian Jahya Sahat N dengan Judul skripsi “ Peranan Satuan Pengawas Internal atas Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Kas Proyek Renovasi Gedung pada PT. 3. Dilihat dengan adanya kedudukan auditor internal pada posisi berada di bawah pimpinan cabang pada PT. Menurut pengamatan penulis. Nindya Karya dalam pembuatan laporan kas yang nantinya dapat membantu semua anggota pimpinan untuk melaksanakan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya dengan menyiapkan analisis. Bank Dagang Negara Cabang Medan Imam Bonjol yang menjalankan fungsinya dengan baik sesuai dengan prosedur pemeriksaan yang ada atau yang telah ditetapkan oleh perusahaan itu. dan komentar yang tepat mengenai arus kas. Bank Dagang Negara (PERSERO) Cabang Medan Imam Bonjol ”.

Terdapat hubungan yang positif antara efektifitas auditor internal terhadap laporan hasil bagian operasional (Ha). kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu social (Singarimbun. 2. menilai. mengevaluasi. Berdasarkan dengan masalah yang diteliti. keadaan.Hipotesis merupakan jawaban sementara dari masalah yang diteliti dan memberikan alur untuk dapat membuktikan masalah yang diteliti. Definisi Konsep Konsep adalah istilah atau definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian. Konsep laporan hasil bagian operasional adalah laporan pertanggungjawaban penyelenggaraan semua kegiatan operasional yang menyangkut semua bidangbidang fungsional dalam perusahaan. Tidak terdapat hubungan yang positif antara efektifitas auditor internal terhadap laporan hasil bagian operasional (Ho). Pembuktian dari hipotesa tersebut memerlukan teori yang didukung oleh data dan fakta yang jelas. Adapun konsep dari penelitian ini adalah : a. 39 Universitas Sumatera Utara . seperti produksi. maka perlu diadakan definisi konsep. dan melaporkan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan telah berjalan dengan baik. pemasaran. maka penulis membuat hipotesa sebagai berikut : 1. G. 1989:33) konsep teoritis diajukan untuk menjawab permasalahan yang diteliti. b. penjualan. Konsep efektifitas auditor internal adalah suatu fungsi penting di suatu perusahaan mempunyai peran strategis dalam membawa setiap kepentingan unit perusahaan (perusahaan negara maupun swasta) yang memiliki tugas pokok seperti meneliti.

......... Pengalaman/reputasi yaitu berkaitan dengan praktek-praktek yang di dapat seorang auditor internal yang dibimbing oleh auditor yang kompeten.......... Kreatif dan Inovatif didefenisikan sebagai suatu perpaduan pemikiran ide-ide baru dari bagian-bagian yang dialami secara tepisah yang memungkinkan terjalinnya suatu penafsiran yang baik dalam suatu perusahaan.. Dikatakan hanya terbatas kepada mereka yang sudah bekerja karena materi diklat biasanya sangat khusus berkaitan langsung dengan pekerjaan. Pendidikan dan pelatihan yaitu program pembelajaran untuk pegawai atau karyawan...... serta pandai menyesuaikan diri dengan keadaan dan lingkungannya... bukan sebagai saingan dengan siapa yang diperiksa..promosi dan pengembangan produk dengan maksud peningkatan kinerja perusahaan demi tercapainya sasaran dan tujuan organisasi/perusahaan........... H... Kerjasama (Cooperation) yaitu melihat dirinya sebagai mitra usaha... Kualitas pribadi yaitu berkaitan dengan sifat ingin mengetahui. 3...... baik di perusahaan atau di pemerintahan.........Definisi Operasional a........ 40 Universitas Sumatera Utara ...... serta respons yang diberikan auditor terhadap masalah yang timbul ataupun yang akan timbul nantinya.... ketekunan pendekatan yang membangun....... Variabel bebas (X) efektifitas auditor internal indikatornya adalah : 1... 2.. Dengan tujuan agar membantu mereka dan meninjau kembali nasehat-nasehat yang diberikan oleh pihak manajemen perusahaan........ 4....... 5.....

Akuntabilitas yaitu kejelasan fungsi. Komunikatif yaitu suatu bentuk interaksi baik berupa laporan verbal ataupun non verbal yang terjadi antar suatu bagian dengan bagian lainnya. 3. struktur.b. sistem dan pertangungjawaban organisasi perusahaan yang meliputi pengelolaan laporan operasional perusahaan secara efektif. Transparansi yaitu sebagai keterbukaan informasi terhadap laporan. baik dalam proses pengambilan keputusan maupun dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan. Variabel terikat (Y) laporan hasil bagian operasional indikatornya adalah : 1. 2. 41 Universitas Sumatera Utara .

populasi dan sampel penelitian. inisi. dan teknik analisa data. BAB II METODOLOGI PENELITIAN Bab ini memuat bentuk penelitian. dan struktur organisasi BAB IV PENYAJIAN DATA Bab ini memuat hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan yang akan dianalisis. BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang gambaran atau karakteristik lokasi penelitian berupa sejarah singkat. defenisi konsep. kerangka teori. 42 Universitas Sumatera Utara . teknik pengumpulan data. perumusan masalah. defenisi operasional. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab ini memuat latar belakang. BAB V ANALISA DATA Bab ini memuat pembahasan atau interpretasi dari data-data yang ada pada bab selanjutnya.I. tujuan penelitian. manfaat penelitian. dan sistematika penulisan. BAB VI PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan penelitian dan saran-saran. visi. lokasi penelitian.