You are on page 1of 32

Diagnosis dan Penatalaksanaan pada

Pasien dengan Duktus Arteriosus Paten

Disusun oleh:

Kelompok E2

Anggota Kelompok

Albertha Febryani Meta


102010331
Billy Gerson
102010345
Beatrice Elian Thongantoro
102012160
Francisca Noveliani
102013016
Teofanus Delphine Halim
102013082
Fernanda Kristy Oriza
102013358
Samdaniel Sutanto
102013382
Nur Afiqah Binti Abdul Rahman
102013509
Aditya Wahyu Pramudita
102014251

Skenario
Seorang anak berusia 4 hari sedang dirawat di unit
perinatologi. Empat hari sebelumnya pasien
tersebut lahir prematur pada usia kehamilan 33
minggu. Berat lahir 1400 g, tidak langsung
menangis tidak sianosis. Keadaan umum pasien
nampak memburuk, frekuensi jantung dan frekuensi
nafas meningkat, nadi teraba sangat kuat.

Rumusan Masalah
Pasien lahir secara prematur
Pasien sedang menjalankan perawatan
di unit perawatan perinatologi dan
kondisinya tampak memburuk

Analisis Masalah
ANAMNESIS
, PF, PP,
WD, DD
PROGNOSIS

ETIOLOGI

Rumusan
Masalah
PENATALAKSANAAN

EPIDEMIOLOGI

GEJALA
KLINIS

PATOFISIOLOGI

Hipotesis
Pasien tersebut diduga menderita
penyakit jantung bawaan tipe asianotik

Anamnesis
Identitas
Usia : 4 hari

Keluhan utama RR meningkat, nadi teraba kuat


Riwayat penyakit sekarang Tidak diketahui
- keluhan penyerta lain : Demam, batuk, pilek berulang
Riwayat pengobatan Tidak diketahui
Riwayat penyakit dahulu Tidak diketahui
Riwayat penyakit keluarga Tidak diketahui

Riwayat sianosis (tidak ada sianosis), tidak diketahui adanya


penurunan kesadaran & kejang

Riwayat kehamilan dan persalinan.


- bayi lahir kurang bulan sesuai masa kehamilan yaitu pada usia
33 minggu kehamilan.

Riwayat kelahiran
Berat badan saat lahir(1400g) , kondisi bayi saat lahir (tidak
langsung menangis)

Riwayat imunisasi (tidak diketahui)

Riwayat tumbuh kembang (tidak diketahui)

Riwayat social (tidak diketahui)

Pemeriksaan fisik
Kesadaran :
KU : Tampak sakit sedang disertai sesak nafas
TTV :
HR 160-180 x/menit, teraba sgt kuat
( takikardi)
RR 70-80 x/menit (takipneu)
TD 80/50 mmHg (normal)
SpO2 94 % (normal)
Ekstrimitas : Sianosis dan edema (-)

Pemeriksaan Fisik
PF THORAKS
Inspeksi : hiperdinamik precordium(jtg aktif), ictus cordis
terlihat(N)
Palpasi : IC teraba tidak kuat angkat, retraksi sela iga(-)
Auskultasi : terdengar continous murmur di ICS 2
parasternal kiri, bunyi P2 prominent (kelainan di bagian
pulmonal)
PF ABDOMEN
Hepar teraba 2 cm di bawah sub costal margin, tepi
tumpul

Pemeriksaan Penunjang
EKG sinus takikardi, axis 120

Rontgen thoraks- CTR 55%, pulmonal


blood flow (PBF) meningkat

Ekokardiografi
Lokasi defek, ukuran defek, arah dan
gradien aliran, tekanan ventrikel kanan
dan pulmonal, beban volume pada
jantung kiri

Kateterisasi
- Menentukan tekanan serta resistensi
arteri pulmonalis

Diagnosis Kerja
Neonatus Kurang Bulan Sesuai Masa
Kehamilan (NKB-SMK)
Penyakit jantung bawaan asianotik et
causa suspek duktus arteriosus paten.

Diagnosis Banding (1)


Defek Septum Atrium
Pemeriksaan
Fisik

- Asimtomatik
- Komponen BJ2 terpisah lebar
- SEM di ICS II LUSB

Rontgen Thorax

Pembesaran atrium kanan dan ventrikel kanan,


arteri pulmonalis utama dilatasi, corakan
vaskular pulmonal meningkat

EKG

- Right bundle branch block (menunjukkan


beban volume ventrikel kanan)
- Deviasi sumbu QRS ke kanan
- AV Block derajat I (pemanjangan PR interval)

Manifestasi
Klinis

- Sesak nafas, infeksi saluran nafas atas, gagal


jantung kongestif.

Diagnosis Banding (2)


Foramen Ovale Paten
Pemeriksaan Fisik

- Asimtomatik
- Sianosis generalisata (right-to-left shunting)

Manifestasi Klinis

- Sianosis generalisata (right-to-left shunting)


- Sakit kepala migrain,
- peningkatan tekanan & volume atrium kiri

Diagnosis Banding (3)


Stenosis Pulmonal
Pemeriksaan Fisik

- Asimtomatik
- Systolic Ejection Murmur pada seluruh tepi
sternum kiri atas

Rontgen Thorax

Penonjolan ventrikel kanan, dengan apex


mengarah ke atas, penonjolan arteri pulmonalis
utama, corakan vaskular pulmonal
normal/sedikit berkurang

EKG

- Hipertrofi atrium kanan dengan gelombang P


runcing
- hipertrofi ventrikel kanan
-Deviasi sumbu ke kanan

Manifestasi Klinis

- Asimtomatik (ringan)
- sesak nafas
- kelelahan
- sianosis (right-to-left shunting)

Definisi Duktus Arteriosus Paten


Duktus arteriosus yang
tidak menutup dan aktif
setelah bayi lahir
Masalah kongenital yang
paling sering terjadi
Dapat terjadi pada bayi
cukup bulan dan bayi
kurang bulan

Etiologi
Ketinggian tempat
Kelainan anatomis
Kelainan kromosom
Infeksi pada trimester I
kehamilan
Penggunaan obat-obatan
saat kehamilan
Prematuritas
Berat badan lahir rendah

Epidemiologi
Pada 30-40% bayi dengan berat badan lahir
rendah
Insidensi sekitar 8 : 1000 kelahiran hidup
Wanita : pria = 2 : 1

Patofisiologi

Manifestasi Klinis

Sindrom gawat nafas idiopatik


Gagal ventrikel kiri Gagal jantung kongestif
Tekanan arteri pulmonalis meningkat
Takikardia
Failure to thrive
Gangguan pernapasan

Tatalaksana Farmakologis
Indikasi terapi :
Bayi prematur umur < 1 minggu
Terdapat tanda gagal jantung : takipnu ,takikardi
Dengan indomethacin dan ibuprofen
Syarat : trombosit cukup, tidak ada perdarahan
gastrointestinal atau tempat lain, fungsi ginjal normal.

Tatalaksana Farmakologis
Indomethasin
efek penghambat COX-1 lebih kuat

Ibuprofen
efek penghambat COX-1 lebih lemah

Tatalaksana Non Farmakologis


Indikasi bedah meliputi:
Kegagalan pengobatan farmakologis
Kontraindikasi terhadap terapi medis (misalnya,
trombositopenia, insufisiensi ginjal)
Tanda dan gejala gagal jantung kongestif (CHF)

Tatalaksana Non Farmakologis


Tindakan Ligasi
Video-Assisted Thoracoscopic Surgery
(VATS) : mempermudah untuk melakukan
ligasi yang aman dan efektif dengan tindakan
invasif yang minimal

Komplikasi

Endokarditis bakterialis
Gagal jantung kongestif
Penyakit obstruksi vaskular pulmonal
Sindroma Eisenmenger
Iskemia miokardium
Hipertensi pulmonal
Hipertrofi jantung kanan dan gagal
jantung kanan

Komplikasi

Endokarditis bakterialis
Gagal jantung kongestif
Penyakit obstruksi vaskular pulmonal
Sindroma Eisenmenger
Iskemia miokardium
Hipertensi pulmonal
Hipertrofi jantung kanan dan gagal jantung
kanan

Prognosis

Dubia et bonam

Kesimpulan
Hipotesis diterima.

Sekian
&
Terima Kasih