You are on page 1of 14

1

Validitas Validitas menunjukkan ketepatan pengukuran suatu instrumen Suatu instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mengukur apa yang harus diukur Syarat mutlak bagi suatu alat ukur agar dapat digunakan dalam suatu pengukuran 2 .

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. 3 . 2009). Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Pratisto.

Ada tiga jenis utama validitas. dan seberapa jauh metode pengukuran mencakup elemen utama yang relevan dengan kontruk yang sedang diukur. 4 . 2007) Validitas isi adalah seberapa baik materi instrumen mewakili semua materi yang seharusnya dimasukkan. (Hamid.

Fakta terkait validitas isi dapat diperoleh melalui tiga sumber.Validitas isi terutama sangat penting untuk mengukur suatu keberhasilan/pencapaian dan kecakapan. wakil dari populasi yang relevan. yaitu literature. 2007). dan pakar isi (Hamid.  Validitas isi dengan melihat bahasa dan susunan kata yang digunakan. 5 . serta untuk beberapa pengukuran melalui observasi.

Validitas Kriteria (criterion referenced) Validitas kriteria menunjukkan seberapa baik instrumen berhubungan dengan beberapa kriteria eksternal. “covariance”. terutama dalam mengidentifikasi variabel kontrol yang utama pada suatu penelitian. Validitas kriteria ini penting dalam memprediksi suatu penelitian. serta prediktor pada analisis regresi atau analisis. 6 .

validitas yang berhubungan dengan kriteria adalah pengkajian yang dilakukan dengan membandingkan nilai tes atau skala dengan satu atau lebih dari satu variabel eksternal. atau kriteria yang diyakini untuk mengukur karakteristik/atribut dalam penelitian (Hamid. 2007) 7 .Jadi.

Validitas Konstruk (construct validity)  Validitas kontruk bertujuan memastikan seberapa baik instrumen mengukur konsep teoritis yang disebut konstruk atau sifat. yang digunakan untuk menjelaskan suatu perilaku yang diwakili dalam instrumen.  Validitas konstruk menunjukkan bahwa instrumen disusun secara rasional berdasarkan konsep yang sudah mapan 8 .

9 . Kuesioner memiliki validitas jika setiap pernyataan dalam kuesioner memiliki nilai r hasil > r tabel.Uji validitas dilakukan dengan uji korelasi pearson product moment (r) dengan cara membandingkan antara r hitung dengan r tabel dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil uji validitas (nilai r hitung) yang merupakan nilai dari Corrected Item-Total Corelation. Dapat juga menggunakan rumus person products moment: 10 .Mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan cara: Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (hasil uji validitas) dengan nilai r tabel (nilai tabel) dengan nilai signifikansi 0.05.

Dapat juga menggunakan rumus person products moment: 11 .

Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauhmana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang sama (Hamid. Uji reliabilitas dilakukan setelah hasil uji validitas kuesioner ujicoba valid. 2007). 12 .

pada uji ini nilai r hasil adalah nilai alpha crombach.90 lebih diharapkan (Hamid.6 artinya variabel tidak reliable (Hastono. dan jika nilai r alpha > 0. 2007). 13 .80 perlu mendapatkan perhatian. Jika r alpha ≥ 0. Sedangkan jika nilai r alpha lebih rendah dari 0. 2007).6 artinya variabel reliabel tetapi bila < 0.Caranya dengan membanding nilai r hasil dengan r tabel.

14 .