You are on page 1of 12

MAKALAH STRUKTUR HEWAN

SISTEM RESPIRASI PADA PISCES

DISUSUN OLEH :
1.
2.
3.
4.

Iryasti Yudistia
Rena Dwi Humairoh Ulya
Rohmi Wardani
Yulianti Indra Dewi

(E1A013021)
(E1A013041)
(E1A013043)
(E1A013056)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat limpahan
rahmat dan karunia-Nya makalah Struktur Hewan ini dapat kami selesaikan tepat waktu.
Terima kasih kami sampaikan kepada dosen mata kuliah Struktur Hewan yang telah
membimbing kami dalam belajar. Tidak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah turut serta membantu dalam penyusunan makalah ini sehingga
makalah ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Maksud dan tujuan kami dalam penyusunan makalah tetap ini tidak lain adalah untuk
menyampaikan hasil yang kami peroleh dalam mata kuliah Struktur Hewan terutama
kaitannya dengan sistem respirasi pada pisces. Harapan kami semoga makalah Struktur
Hewan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi semua pihak.
Kami selaku penyusun menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari
kategori sempurna sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari semua pihak untuk perbaikan makalah yang selanjutnya.

Mataram, 9 Oktober 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................................2
DAFTAR ISI.........................................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................4
1.1 LATAR BELAKANG..................................................................................................................4
1.2 RUMUSAN MASALAH.............................................................................................................4
1.3 TUJUAN.....................................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................................5
1) Sistem Pernapasan pada ikan bertulang sejati................................................................................5
2) Sistem Pernapasan pada ikan bertulang rawan..............................................................................7
3) Sistem Pernapasan pada ikan paru-paru ( Dipnoi )........................................................................7
4) Struktur Organ Respirasi...............................................................................................................8
5) Mekanisme pernapasan pada ikan.................................................................................................9
BAB III PENUTUP.............................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................12

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Ikan bernapas menggunakan insang. Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis
berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang berhubungan dengan
air, sedang bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran
insang terdiri dari sepasang filamen dan tiap filamen mengandung banyak lapisan
tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler, sehingga
memungkinkan oksigen O2 berdifusi masuk dan karbondioksida CO2 berdifusi keluar. (Baca
juga : Kelas Pisces).
Pada ikan bertulang sejati (Osteichthyes) insangnya dilengkapi dengan tutup insang
(operkulum),

sedangkan pada

ikan

bertulang

rawan

(Chondrichthyes)

insangnya

tidak mempunyai tutup insang. Selain bernapas dengan insang, ada pula kelompok ikan yang
bernapas dengan gelembung udara (pulmosis), yaitu ikan paru-paru (Dipnoi). Insang
tidak hanya berfungsi sebagai alat pernapasan, tetapi juga berfungsi sebagai alat ekskresi
garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Bagaimana sistem pernapasan pada ikan bertulang sejati?


Bagaimana sistem pernapasan pada ikan bertulang rawan?
Bagaimana sistem pernapasan pada ikan paru-paru (Dipnoi)?
Bagaimana struktur organ respirasi pada ikan?
Bagaimana mekanisme pernapasan pada ikan?
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan ikan akan O2?

1.3 TUJUAN
a) Untuk mengetahui pernapasan pada ikan bertulang sejati, ikan bertulang rawan, ikan
paru-paru (Dipnoi)
b) Untuk memahami struktur organ respirasi pada ikan dan mekanisme pernapasannya
c) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan ikan akan O2

BAB II PEMBAHASAN
1) Sistem Pernapasan pada ikan bertulang sejati
Salah satu contoh ikan bertulang sejati yaitu ikan mas. Insang ikan mas tersimpan
dalam rongga insang yang terlindung oleh tutup insang (operkulum). Perhatikan Gambar
7.16. Insang ikan mas terdiri dari lengkung insang yang tersusun atas tulang rawan berwarna
putih, rigi-rigi insang yang berfungsi untuk menyaring air pernapasan yang melalui insang,
dan filamen atau lembaran insang. Filamen insang tersusun atas jaringan lunak, berbentuk
sisir dan berwarna merah muda karena mempunyai banyak pembuluh kapiler darah dan
merupakan cabang dari arteri insang. Di tempat inilah pertukaran gas CO2 dan O2
berlangsung.

Gas O2 diambil dari gas O2 yang larut dalam air melalui insang secara difusi. Dari
insang, O2 diangkut darah melalui pembuluh darah ke seluruh jaringan tubuh. Dari jaringan
tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung. Dari jantung menuju insang untuk
melakukan pertukaran gas. Proses ini terjadi secara terus-menerus dan berulang-ulang.

Mekanisme pernapasan ikan bertulang sejati dilakukan melalui mekanisme inspirasi dan
ekspirasi. Perhatikan Gambar 7.17.

a) Fase inspirasi ikan


Gerakan tutup insang ke samping dan selaput tutup insang tetap menempel
pada tubuh mengakibatkan rongga mulut bertambah besar, sebaliknya celah
belakang insang tertutup. Akibatnya, tekanan udara dalam rongga mulut lebih kecil
daripada tekanan udara luar. Celah mulut membuka sehingga terjadi aliran air ke
dalam

rongga

mulut.

Perhatikan

gambar

di

samping.

b) Fase ekspirasi ikan


Setelah air masuk ke dalam rongga mulut, celah mulut menutup. Insang
kembali ke kedudukan semula diikuti membukanya celah insang. Air dalam mulut
mengalir melalui celah-celah insang dan menyentuh lembaran-lembaran insang.
Pada tempat ini terjadi pertukaran udara pernapasan. Darah melepaskan CO2 ke
dalam air dan mengikat O2 dari air.

Pada fase inspirasi, O2 dan air masuk ke dalam insang, kemudian O2 diikat oleh
kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada
fase ekspirasi, CO2 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang,
dan dari insang diekskresikan keluar tubuh.

2) Sistem Pernapasan pada ikan bertulang rawan


Insang ikan bertulang rawan tidak mempunyai tutup insang (operkulum) misalnya
pada ikan hiu. Masuk dan keluarnya udara dari rongga mulut, disebabkan oleh perubahan
tekanan pada rongga mulut yang ditimbulkan oleh perubahan volume rongga mulut akibat
gerakan naik turun rongga mulut. Bila dasar mulut bergerak ke bawah, volume rongga mulut
bertambah, sehingga tekanannya lebih kecil dari tekanan air di sekitarnya. Akibatnya, air
mengalir ke rongga mulut melalui celah mulut yang pada akhirnya terjadilah proses inspirasi.
Bila dasar mulut bergerak ke atas, volume rongga mulut mengecil, tekanannya naik, celah
mulut tertutup, sehingga air mengalir ke luar melalui celah insang dan terjadilah proses
ekspirasi CO2. Pada saat inilah terjadi pertukaran gas O2 dan CO2.

3) Sistem Pernapasan pada ikan paru-paru ( Dipnoi )


Pernapasan ikan paru-paru menyerupai pernapasan pada Amphibia. Selain
mempunyai insang, ikan paru paru mempunyai satu atau sepasang gelembung udara seperti
paru-paru yang dapat digunakan untuk membantu pernapasan, yaitu pulmosis. Pulmosis
banyak dikelilingi pembuluh darah dan dihubungkan dengan kerongkongan oleh duktus
pneumatikus. Saluran ini merupakan jalan masuk dan keluarnya udara dari mulut ke
gelembung dan sebaliknya, sekaligus memungkinkan terjadinya difusi udara ke kapiler darah.
Ikan paru-paru hidup di rawa-rawa dan di sungai. Ikan ini mampu bertahan hidup
walaupun airnya kering dan insangnya tidak berfungsi, karena ia bernapas menggunakan
gelembung udara. Ada tiga jenis ikan paru-paru di dunia, yaitu ikan paru-paru afrika, ikan
paru paru amerika selatan, dan ikan paru - paru queensland (Australia).

Pada beberapa jenis ikan, seperti ikan lele, gabus, gurami, dan betok memiliki alat
bantu pernapasan yang disebut labirin. Labirin merupakan perluasan ke atas dalam rongga
insang, dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur.
Rongga labirin berfungsi menyimpan udara (O2), sehingga ikan-ikan tersebut dapat bertahan
hidup pada perairan yang kandungan oksigennya rendah. Selain dengan labirin, udara (O2)
juga disimpan di gelembung renang yang terletak di dekat punggung.

4) Struktur Organ Respirasi


Insang (branchia) akan tersusun atas bagian-bagian berikut ini:
a) Tutup insang (operculum). Hanya terdapat pada ikan bertulang sejati,
sedangkan pada ikan bertulang rawan, tidak terdapat tutup insang. Operculum
berfungsi melindungi bagian kepala dan mengatur mekanisme aliran air
sewaktu bernapas,
b) Membrane brankiostega (selaput tipis di tepi operculum), berfungsi sebagai
katup pada waktu air masuk ke dalam rongga mulut,
c) Lengkung insang (arkus brankialis), sebagai tempat melekatnya tulang tapis
insang dan daun insang, mempunyai banyak saluran-saluran darah dan saluran
syaraf,
d) Tulang tapis insang, berfungsi dalam sistem pencernaan untuk mencegah
keluarnya organisme makanan melalui celah insang
e) Daun insang, berfungsi dalam sistem pernapasan dan peredaran darah, tempat
terjadinya pertukaran gas O2 dengan CO2,
f) Lembaran (filamen) insang (holobran kialis) berwarna kemerahan,
g) Saringan insang (tapis insang) berfungsi untuk menjaga agar tidak ada benda
asing yang masuk ke dalam rongga insang.

Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembab.
Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan
erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, dan
tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh
darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2
berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut
operculum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operculum.
8

Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai
alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator.
Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan
membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini
berfungsi menyimpan cadangan O2 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan O2.
Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan
cadangan O2, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di
dekat punggung.

5) Mekanisme pernapasan pada ikan


Mekanisme pernapasan pada ikan diatur oleh mulut dan tutup insang. Pada waktu
tutup insang mengembang, membran brankiostega menempel rapat pada tubuh, sehingga air
masuk lewat mulut. Sebaliknya jika mulut ditutup, tutup insang mengempis, rongga faring
menyempit, dan membran brankiostega melonggar sehingga air keluar melalui celah dari
tutup insang. Air dengan oksigen yang larut di dalamnya membasahi filamen insang yang
penuh kapiler darah dan karbon dioksida ikut keluar dari tubuh bersama air melalu celah
tutup insang. Ikan juga mempuyai gelembung renang yang berfungsi untuk menyimpan
oksigen dan membantu gerakan ikan naik turun.

Pada beberapa jenis ikan, misalnya gabus, lele atau gurami, rongga insangnya
mempunyai perluasan ke atas yang berupa lipatan-lipatan tidak teratur yang disebut labirin.
Rongga labirin berfungsi menyimpan udara sehingga jenis ikan tersebut dapat hidup di air
kotor dan kekurangan oksigen.
Selain dimiliki oleh ikan, insang juga dimiliki oleh katak pada fase berudu, yaitu
insang luar. Hewan yang memiliki insang luar sepanjang hidupnya adalah salamander. Hal9

hal yang berkaitan dengan sistem pernapasan ialah perairan harus mengandung O2 cukup
banyak bila perairan kurang O2, ikan akan menuju ke permukaan, ke tempat pemasukkan air
dan menuju tempat air yang berarus. Selain itu daun insang harus dalam keadaan lembab.
6) Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan ikan akan O2
1. Ukuran dan umur (standia hidup) : ikan-ikan kecil membutuhkan lebih banyak O2,
2. Aktivitas ikan : yang aktif berenang perlu lebih banyak O2,
3. Jenis kelamin : ikan betina membutuhkan lebih banyak O2.

10

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan
bahwa:
1. Alat pernafasan pada ikan disebut insang. Ikan adalah hewan yang hidupnya di air. Ikan
bernafas dengan cara mengambil oksigen yang terlarut di dalam air. Untuk memisahkan
oksigen dari air ikan menggunakan insang yang terletak di bagian lehernya. Insang pada
ikan berjumlah 4 pasang. Dua di kanan dan 2 di kiri. Khusus ikan yang hidup di perairan
keruh dan berlumpur, insangnya di lengkapi dengan labirin insang yang berfungsi untuk
menyimpan oksigen.
2. Mekanisme pernafasan pada ikan terdiri dari 2 tahap, yaitu tahap inspirasi dan ekspirasi.
Bagian terluar dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan
dengan kapiler-kapiler darah. Pada saat bernafas, ikan memasukan air kedalam mulutnya.
Kemudian air mengalir melalui rongga mulut menuju lembaran insang dan keluar melalui
tutup insang. Ketika air melewati lembaran insang, oksigen diikat oleh Hb (hemoglobin)
darah (tahap inspirasi) dan pada saat yang bersamaan Hb melepaskan karbon dioksida ke
air (tahap ekspirasi).

11

DAFTAR PUSTAKA
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-pernapasan-pada-ikan-bertulangrawan.html. Diakses pada 10 Oktober 2014 pada pukul 12.20 WITA.
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-pernapasan-pada-ikan-bertulangsejati.html. Diakses pada 10 Oktober 2014 pada pukul 12.25 WITA.
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-pernapasan-pada-pisces.html. Diakses
pada 10 Oktober 2014 pada pukul 12.20 WITA.

12