You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Tumbuhan merupakan salah satu jenis makhluk hidup. Umumnya,

tumbuhan terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Setiap bagian
mempunyai fungsi atau kegunaan tertentu.
Salah satu bagian yang penting pada tumbuhan yaitu bunga, selain
warnanya

dan

bentuknya

yang

indah

bunga

bunga

merupakan

alat

perkembangbiakan pada tumbuhan Angiospermae.
Bagian sumbu yang mempunyai ruas (internodus) terdapat tangkai bunga
yang disebut pedisel. Bunga mempunyai macam organ. Pada makalah ini,
diharapkan dapat menjelaskan tentang bunga.
B.

Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari bunga?
2. Bagaimana struktur bunga ?
3. Apa saja bagian – bagian bunga ?

C. Tujuan
1.

Mengetahui apa pengertian dari bunga

2.

Untuk mngetahui bagaimana struktur bunga

3.

Mengetahui apa saja bagian-bagian dari bunga

1

misalnya tidak mempunyai salah satu alat kelamin atau keduanya. 2 . dan bertindak sebagai cara yang utama untuk penyebaran individu-individu sesuatu spesies secara luas. Sebuah bunga yang khas mempunyai empat macam organ. Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga mengandung organ-organ tumbuhan. Pengertian Bunga Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan angiospermae. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. dan penelitilain menyatakan bahwa organ bunga merupakan turunan langsung dari helaian daun. Peneliti seperti Wolff dan Goethe di abad 18. Ditinjau dari homologinya. dan putik disebut bunga yang lengkap. pendapat yang diterima sampai sekarang adalah daun dan batang merupakan satu unit tunggal yang disebut shoot. Namun kebanyakan bunga mempunyai struktur yang tidak lengkap. mahkota .BAB II PEMBAHASAN A. Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). biji-biji merupakan generasi yang berikut. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. de Candolle pada awal abad 19. Untuk tumbuhan-tumbuhan yang bertaraf lebih tinggi. stamen . bunga diinterpretasikan sebagai suatu pucuk yang termodifikasi daunnya. Bagian sumbu batang atau ranting yang merupakan ruas yang berakhir dengan bunga disebut tangkai bunga. Perkembangan bunga paralel dengan cabang vegetatif. Bunga yang mempunyai organ kelopak. dan fungsinya ialah untuk menghasilkan biji-biji melalui pembiakan. Bunga tediri atas sebuah sumbu tempat daun – daun ( organ ) bunga tumbuh. jadi tidak sebagai turunannya. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Ujung distal tangkai bunga ini menggembung dengan panjang yang beragam dan bagian ini disebut dasar bunga. Namun. Bunga dibentuk oleh meristem ujung khusus yang berkembang dari ujung pucuk vegetatif setelah dirangsang oleh faktor – faktor internal dan eksternal untuk keperluan itu.

Bila kedua macam bunga uniseksual itu terdapat pada satu tumbuhan maka disebut berumah satu. suatu ekspresi tipe tumbuhan yang terbatas. Tumbuhan yang mempunyai bunga sempurna (biseksualis). Pada tipe bunga yang sangat lebih terspesialisasi. Sistem vaskuler Sistem vaskuler bunga yang tidak terspesialisasi dengan bakal buah menumpang sebanding dengan yang terdapat pada pucuk vegetatif. B. Bagian-bagian bunga itu muncul pada sumbu yang agak memanjang secara akropetal dengan urutan daun kelopak. benang sari dan daun buah. periode-periode pertumbuhan lebih pendek dan jumlah bagian-bagian bunga lebih kecil dan terbatas. pelekatan antara bagian-bagian pada lingkaran yang sama. Ciri-ciri spesialisasi yang meningkat ialah tatanan bagian-bagian bunga makin tersusun secara berkarang (siklis) dibanding yang spiral. aktivitas meristem apikal diperpanjang sehingga jumlah bagian-bagian bunga relatif lebih besar dan banyak. bila terpisah disebut berumah dua. Struktur Bunga Meristem apikal bunga biasanya berhenti aktivitasnya setelah struktur reproduktif telah diinisiasi. pertumbuhan terbatas kurang nyata dibanding suku yang lebih maju. 2. daun mahkota. Pada kelompok primitif. sedangkan pemendekan ruas yang 3 . pelekatan antara dua atau lebih dari lingkaran yang berbeda kehilangan bagian-bagian zigomorf (simetri bilateral) dibanding aktinomorf (simetri radial).Bila hanya memiliki alat kelamin jantan saja disebut bunga jantan. dan sebaliknya bila hanya memiliki putik saja disebut bunga betina. Apabila dasar bunga memanjang. epigen (bakal buah tenggelam) dibanding hipogen (bakal buat menumpang). yaitu bekasberkas vaskuler membelok ke organ lateral dari sistem berkas sumbu. bunga jantan dan bunga betina disebut poligam. 1. Tatanan organ bunga Pada kelompok tumbuhan biji tertutup tertentu yang dianggap lebih primitif. bagian-bagian bunga dapat teratur menurut pola filotaksis yang dihubungkan dengan keteraturan yang lazim dan terdapat saling hubungan dengan adanya lacak vaskuler.

Keseluruhan sepal dalam bunga disebut calyx dan keseluruhan petal disebut corolla. menyebabkan sistem vaskuler bunga menjadi kurang teratur dibanding yang ada pada pucuk vegetatif dan hubungan antara sistem vaskuler pada sumbu dan pada bagian-bagian bunga kurang jelas. Lacak vaskuler membelok ke daun mahkota bungasatu atau lebih ke daun tajuk pada tumbuhan dikotil. Setiap daun kelopak mempunyai jumlah lacak vaskuler sama dengan yang terdapat di daun pucuk vegetatif pada tumbuhan yang sama. Bagian steril dari bunga terdiri atas sejumlah helai daun kelopak atau sepal dan sejumlah daun mahkota atau petal. satu sampai banyak ke daun perhiasan bunga pada tumbuhan monokotil. maka setiap helai daunnya disebut tepal. Keseluruhan stamen disebut andresium dan keseluruhan karpel disebut ginesium. Bagian . Bagian reproduktif adalah benang sari atau stamen dan daun buah atau karpel. penyatuan bagian-bagian bunga. C.bagian Bunga Bunga terdiri dari sejumlah bagian steril dan bagian fertil yang melekat pada sumbu. Calyx dan corolla bersamasama disebut perhiasan bunga atau periant.merupakan ciri khas banyak bunga. Bagian sumbu yang merupakan ruas batang yang diakhiri oleh bunga disebut tangkai bunga atau pedisel. Jika periant tidak terbagi menjadi kaliks dan korola. yakni dasar bunga atau receptaculum. 4 . dan berbagai modifikasi saling hubungan antara bagianbagian bunga. bunga epigen (bakal buah tenggelam).

Jika perhiasan bunga dan stamen terletak di tepi reseptakulum. Jika karpel berada di bagian paling tinggi dari sumbu bunga. Daun bunga dapat saling berlekatan bila pelekatan terjadi pada jenis daun bunga yang sama. yang berbentuk cekungan dan bakal buah ada di tengahnya maka bakal buahnya disebut separuh inverus atau separuh tenggelam dan bunganya disebut perigen. serta kepala putik atau stigma yang strukturnya memudahkan polinasi. terutama antosianin dan berbagai kondisi pengubah seperti PH cairan vakuola.Bila daun bunga tersusun dalam karangan. Kumpulan karpel yang bersatu menjadi ginesium biasanya terdiri dari tiga bagian yakni bakal buah dengan bakal biji atau ovulum. Sepal biasanya berwarna hijau dan berfotosintesis. korola sering terreduksi atau bahkan tidak ada. Cekungan reseptakulum dapat menutup sehingga letak bakal biji jelas lebih rendah daripada bagian bunga lainnya. Sepal dan petal Pada tumbuhan yang terpolinasi oleh serangga. Maka bakal buahnya tenggelam atau inferus dan bunganya disebut epigen. Setiap bagian mengandung dua buah kantung sari atau kantong polen yang berisi butir tepung sari. Dinding antiklinal dari epidermis petal dapat bergelombang atau beralur internal. 1. Pada antera biasanya terdapat dua bagian. kedua bagian atera bersambungan di tengah dengan penghubung kepala sari atau konektivum. Kedudukannya paling rendah pada dasar bunga. maka bakal buah dikatakan menumpang atau superus dan bunganya disebut hipogen. Stamen terdiri dari tangkai sari atau filamen dan di bagian distal terdapat kepalasari atau antera. Dinding luar dapat berbentuk korveks atau berupa papila. tangkai putik atau stilus. Warna petal adalah akibat kromoplas yang mengandung karotenoid dan cairan vakuola yang mungkin mengandung flavonoid. Pada tumbuhan yang dipolinasi oleh angin. Kelopak bunga merupakan organ yang paling luar. Bakal biji melekat pada bagian dinding bakal buah yang disebut plasenta. maka daun bunga dari karangan yang satu letaknya bergantian dengan daun karangan sebelum dan sesudahnya. Disebelah dalam kelopak 5 . fungsi utama korola adalah untuk menarik serangga dan oleh karena itu merupakan bagian paling luas dan besar dari bunga. dan jika pelekatan terjadi antara dua karangan berbeda disebut adnasi. peristiwanya disebut kohesi.

yaitu : 1) Tipe suksesif yaitu setiap pembelahan inti diiringi dengan pembentukan dinding.ada mahkota bunga yang terdiri atas daun mahkota. Ada yang bulat (pori) dan ada yang memanjang (kolpi). Endotesium membentuk penebalan tak rata. Benang Sari Kebanyakan angiospermae memiliki kepala sari yang tetrasporangiat. Serbuk sari Hasil mikrosporogenesis adalah spora atau butir serbuk sari. Dinding butir sari terdiri dari dua lapisan utama yakni intin yang lunak di bagian dalam dan eksin yang keras di sebelah luar. ada 2 tipe perkembangan butir serbuk sari. terutama dinding radial dan tangensial dalam. Butir tersebut berupa tubuh yang bersimetri radial atau bilateral dan pada dindingnya terdapat bagian yang kurang kuat yang disebut aperatur. Setiap cuping mengandung dua kantong polen ( kantung serbuk sari ) yang berisi nutir serbuk sari. Dinding antera terdiri dari beberapa lapisan sel yang merupakan turunan sel parietal primer. pada umumnya berwarna warni. Pada tumbuhan tersebut terdapat sebuah berkas pengangkut yang bisa bersifat amfikribal di sepanjang filamen dan berakhir di konektivum. Apabila antara kelopak bunga dan mahkota bunga tidak dapat dibedakan baik bentuk maupun warnanya. Dua lapisan yang penting adalah endotesium dan tapetum. Sel tafetum bersifat sekretori dan penuh sitoplasma padat. dengan dua ruang sari (lokus) dalam setiap cuping kepala sari sehingga jumlah keseluruhannya empat. 2. 6 . 3. Eksin terbagi menjadi bagian yang tidak berlekuk di sebeah dalam yakni neksin dan bagian yang menunjukka pola lekukan khas di sebelah luar yakni seksin. Filamen( tangkai benang sari ) berstruktur sederhana. kecuali epidermis yang dalam perkembangannya hanya membelah dalam bidang antiklinal.. perhiasan bunga demikian ini disebut tenda bunga. Berdasarkan pada cara pembentukan dinding dan pembelahan meiosis dari sel induk serbuk.

Dan yang paling ujung adalah kepala putik atau stigma. dan pembentukan dinding menghasilkan tekanan kearah dalam. Pada ginesium sinkarp. Pada karpel. Yang pertama karpel berlekatan dengan kondsi terlipat dan muka abaksial melekat pada muka abaksial. 5. Jika sekat pemisah hilang maka plasenta di tengah. sehingga dibedakan plasenta merginal (tepi) dan plasenta laminar (agak jauh dari tepi). Pada bakal buah beruang banyak terdapat sekat pemisah. Disini terbentuk ginesium beruang dua atau beruang banyak. Bakal buah Bakal buah dibedakan dinding bakal buah dan ruang bakal buah. Setiap karpel memiliki dua plasenta. bisa ditemukan satu helai karpel atau lebih. ke arah distal. bagian tengah yang steril yakni tangkai putik atau stilus. dan plasentanya aksiler. Pada ginesium sinkarp tangkai putik berasal dari semua karpel. Jika terdapat dua karpel atau lebih. 4. Dinamakan plasenta sentral bebas. Yang kedua. plasenta ditemukan di dekat tepi atau tidak jauh darinya. Karpel Pada bunga. Bakal biji atau ovulum terdapat pada daerah dinding bakal buah dalam (adaksial) yang disebut plasenta. Pada ginesium biasanya dapat dibedakan bagian bawah yang fertil yakni bakal buah atau ovarium. bebas dari sekat. Pada kebanyakan 7 . bakal buahnya beruang dua atau banyak. Pada ginesium yang karpelnya terlipat. maka karpel dapat lepas satu dari yang lain (ginesium apokarp) atau karpel berlekatan dengan cara yang bermacam-macam (ginesium sinkarp). ada dua cara perlekatan karpel. yang dapat bersatu atau tetap terpisah. Plasenta parietal terjadi pada ginesium yang kelipatan karpelnya terjadi secara marginal dan hanya ada satu ruang ginasium.2) Tipe simultan yaitu tekanan kearah tepi mulai berkembang hanya setelah ke empat inti dibentuk. 6. Stilus dapat berrongga atau padat. Tangkai dan kepala putik Tangkai putik merupakan bagian karpel yang memanjang ke atas. pelekatan terjadi dalam keadaan tak terlipat atau setengah terlipat dan terbentuk ginesium beruang satu.

Ada 2 tipe kantong embrio yaitu : 1) Tipe Polygonum dengan kantong embrio 8 inti Mempunyai 4 megaspora yang berbeda perkembangannya. yang tidak atau kurang menghasilkan sekret menjadi stigma kering. Megaspora ini membesar dan intinya membelah menjadi 2 yang satu berpindah ke kutub mikropil dan yang lein ke kutub khalaza. tetapi hanya satu yang terjatuh dari mikropil berkembang menjadi kantong embrio. 2) Tipe Oenothera dengan kantong embrio 4 inti Sel sporogen membelah mitosis 2 kali sehingga terbentuk 4 inti. Stigma yang menerima serbuk sari dapat menghasilkan sekret dalam jumlah besar disebut stigma basah. Bakal biji terdiri dari jaringan ditengah atau nuselus. Ketiga inti mati sehingga tinggal satu inti yang terdapat dekat mikropil. dilingkari oleh integumen dalam dan integumen luar. Selanjutnya setiap inti mengalami 2 kali pembelahan berurutan sehingga terbentuk 8 inti. 8 . Megaspora atau kantung embrio akan berkecambah dengan terjadinya mitosis pada intinya yang akhirnya memberikan kantung embrio dewasa yang berinti delapan. Kedua integumen mengelilingi suatu saluran yang bermuara di pori disebut mikropil. Bakal biji dan kantung embrio Setiap bakal biji atau ovulum melekat pada dinding ovarium dengan adanya tangkai bakal biji atau funikulus yang mengandung satu berkas pembuluh. Pembentukan megaspora melalui peristiwa sel induk megaspora disebut megasporogenesis. Jaringan dasar stilus bersifat parenkim dan ditembus oleh berkas pembuluh angkut. 7.angiospermae stilusnya padat dan jaringan di tengah terspesialisasi menjadi jaringan transmisi yang memasok zat hara bagi tabung sari yang tumbuh melaluinya.

dan fungsinya ialah untuk menghasilkan biji-biji melalui pembiakan. Bunga yang mempunyai organ kelopak. dan putik disebut bunga yang lengkap. stamen . Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. 9 . mahkota . Kesimpulan Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan angiospermae. Bunga dibentuk oleh meristem ujung khusus yang berkembang dari ujung pucuk vegetatif setelah dirangsang oleh faktor – faktor internal dan eksternal untuk keperluan itu. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit.BAB III PENUTUP A.

1992.Yogyakarta : Kanisius Sumardi.DARFTAR PUSTAKA Hidayat.Anatomi Tumbuhan.2006.2004.Anatomi Tumbuhan Berbiji.Bandung : ITB Setjo. Mulyani.Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. dkk. susetyoadi.Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada 10 . Estiti.1995.Malang : JICA. Sri. Issirep dan Agus Pudjoarinto.