You are on page 1of 3

Sejarah Kampoeng Batik Jetis

Pada tahun 1970-an, para mantan pekerja
Widiarsih akhirnya memberanikan diri untuk
membuat serta membuka bisnis batik tulis
sendiri dirumahnya, yang akhirnya menjadi
usaha masyarakat rumahan batik jetis tulis ini.
Dari sinilah usaha batik mulai menjadi usaha
rumahan masyarakat jetis. Usaha tersebut
kemudian juga menjadi mata pencaharian
utama mereka selama bertahun-tahun hingga
sekarang.

Gambar 1 – Gapura Kampung Batik Jetis Sidoarjo

Menurut sejarah, batik tulis tradisional di
Sidoarjo ini berpusat di Jetis sejak tahun
1675. Batik ini mula-mula diajarkan oleh
Mbah Mulyadi yang konon merupakan
keturunan raja Kediri yang lari ke Sidoarjo.
Bersama para pengawalnya, mbah mulyadi
mengawali berdagang di pasar kaget yang
kini dikenal dengan nama pasar Jetis.
Seiring dengan perkembangan penduduk,
serta kian ramainya perdagangan di pasar
jetis, kawasan ini banyak didatangi para
pedagang dari luar daerah, terutama
pedagang asal madura. Para pedagang
madura ini sangat menyukai batik tulis buatan
warga jetis. Namun sayang, perkembangan
batik jetis pada waktu itu tidak ada generasi
yang mau melanjutkan perkembangan usaha
ini.
Pada tahun 1950-an usaha batik jetis
didirikan lagi oleh seorang wanita yang
bernama Widiarsih (bu wida) dan banyak
warga kampung jetis waktu itu masih menjadi
pekerjanya. Usaha batik tulis widiarsih pada
waktu itu telah menjadi perusahaan terbesar
di kampung jetis, sekaligus banyak yang
mengakui kalau bisnisnya menjadi bisnis batik
tertua di kampung jetis.

Motif dan Keunggulan Batik Tulis
Jetis
Motif batik yang ada di kampung batik Jetis
Sidoarjo mengalami perkembangan dari
tahun ke tahun sejak 1980. Dari tahun
1980an motif-motif batikyang ada di
kampung batik Jetis banyak bermunculan
jenis dan warnanya hingga tahun 2010. Pada
saat setelah kemerdekaan para pengrajin
hanya mempunyai beberapa motif dasar saja
tapi sekarang para pengrajin mempunyai
banyak pilihan motif yang beragam.

Gambar 2 – Motif Batik Sidoarjo

1) Motif-motif yang ada pada tahun 1980an
Dari segi warna, batik khas Sidoarjo tidak
begitu mencolok dan cenderung berwarna

dsb.gelap (cokelat) dan motifnya tidak ada yang memakai binatang. muncul warna-warna mencolok seperti merah. Kangkung. Kembang Bayem. karena konsumen kebanyakan masyarakat Madura yang notabene adalah masyarakat pesisir yang menyukai warna terang dan cerah. Pada tahun 1990an motif batik yang beragam mulai bermunculan. Kembang Tebu. hitam dan sebagainya. Merico Bolong. Pada millennium baru modifikasi-modifikasi motif-motif klasik bermunculan untuk dikenalkan lagi. Sehingga. maka pengrajin batik Sidoarjo pun mengikuti permintaan tersebut. Motif-motif yang ada pada tahun 1990an adalah Motif Burung Cipret. 2) Motif-motif yang ada pada tahun 1990an Pada awalnya sumber penciptaan motif batik Sidoarjo didapatkan dari alam sekitar mulai dari tumbuhan. Motif yang ada pada tahun 1980an adalah Motif Beras Utah. Burung Nuri. Warna dasar pada tahun 1675 masih menggunakan warna gelap yaitu coklat soga dan pola penggambarannya masih sederhana. dan juga letak Sidoarjo yang strategis sehingga menjadi lalu lintas perdagangan. dan Sekardangan. itu dikarenakan karakteristik masyarakat Sidoarjo yang umumnya terbuka terhadap pengaruh luar. hewan maupun benda. Pada tahun 1990an pengrajin batik membuat benda-benda yang mudah dipakai. Penciptaan motif batik lebih ditujukan kepada keindahan bentuk baku yang diarahkan pada Gambar 4 – Motif Batik Jetis 3) Motif-motif yang ada pada tahun 2000 hingga 2010 Pada tahun 2000an banyak bermunculan motif baru. . Fajar Menyingsing. motif baru itu maksudnya motif yang sudah sekian tahun menghilang dan dimunculkan lagi kemudian menjadi trend (terkenal) lagi di pasaran. Sandang Pangan. Merak. tapi tidak semua perngrajin batik di Jetis memunculkan kembali motifmotif klasik yang dimodifikasi seperti motif sekarjagad yang dimodifikasi dengan latar belakang motif rawan engkok. Sekarang motif-motif batik mulai berkembang dengan seiringnya berkembangnya zaman. Gedog. Tumpal. Tahun 2000an pengaruh permintaan pasar sangat berpengaruh untuk penciptaan motif baru. biru. Karena itulah. Sidoarjo juga terkenal dengan batik motif Madura. pemenuhan selera pemakai (konsumen) yang berorientasi pada peningkatan produksi batik. Sekarjagad. Gambar 3 – Motif Batik Beras Wutah Namun. Mahkota. dan Rawan. Penciptaan batik masa kini lebih menekankan pada hasil karya visual. dalam penciptaan motif pembatik tidak mempersoalkan masalah yang berkaitan dengan hal yang bersifat magis.

Bunga Rumput Laut.juga para pejabat daerah. Bola. dulu para konsumen hanya berasal dari daerah sekitar Sidoarjo saja tetapi semenjak diresmikan konsumen batik Jetis Sidoarjo berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan . Pada tahun 2000an motifmotif yang bertemakan fauna seperti burung dan serangga menjadi popular. Gambar 6 – Motif Batik Sidoarjo Tetapi tidak semua pengrajin batik mampu untuk memenuhinya. Disinilah para pengrajin batik jetis dituntut untuk bisa memuaskan para konsumen dengan karyakarya batik yang beraneka motif dan warna. Adapun beberapa motif-motif batik yang ada pada tahun 2000an hingga 2010 adalah Motif Kupukupu. Batik Sidoarjo menjadi lebih terkenal karena pada tahun 2008 kampung Jetis diresmikan menjadi “kampoeng batik Jetis Sidoarjo”. Gambar 5 – Motif Batik Jetis Kekreatifitasan para pengrajin batik di kampung Jetis pada tahun 2000an diuji dengan banyaknya permintaan pasar yang menginginkan munculnya motif-motif baru. Teratai. dan Burung Pelatuk. Bunga Tusuk Sate. Udang Bandeng. Pangsa pasar batik sidoarjo pada tahun 2000an lebih banyak pada para pedagang yang berasal dari Madura dan daerah sekitar Sidoarjo. Manggis. Pengrajin batik dituntut agar bisa mengetahui pangsa pasar batik. beberapa pengrajin hanya memodifikasi motif klasik hingga tampak seperti baru. Kipas. Capung. karena Sidoarjo mempunyai letak yang strategis yang berada dalam jalur lalu lintas perdagangan Jawa Timur.