You are on page 1of 41

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Maksud

Mengidentifikasi batuan beku secara mikroskopis (dengan
mikroskop polarisator).

Mengidentifikasi komposisi mineral dari batuan beku.

Mengidentifikasi sifat-sifat dari batuan beku.

Menjelaskan asal-usul dan proses pembentukkan batuan beku.

Pemerian

nama

batuan

secara

mikroskopis

menggunakan

klasifikasi IUGS
1.2

Tujuan

Dapat mengidentifikasi batuan beku secara mikroskopis (dengan
mikroskop polarisator).

Dapat mengidentifikasi komposisi mineral dari batuan beku.

Dapat mengidentifikasi sifat-sifat dari batuan beku.

Dapat menjelaskan asal-usul dan proses pembentukkan batuan
beku.

Dapat

memberikan

penamaan

batuan

secara

menggunakan klasifikasi IUGS
1.3

Waktu dan Tempat Pelaksaan Praktikum
Praktikum Petrografi acara Batuan Beku ini dilaksanakan pada :

1 | PETROGRAFI Batuan Beku

mikroskopis

Hari

: Senin

Tanggal

: 23, 25 dan 30 Oktober 2013.

Waktu

: 19.30 – 20.30 WIB.

Tempat

: Laboratorium Geooptik Gedung Pertamina Sukowati
Teknik Geologi Universitas Diponegoro Semarang.

2 | PETROGRAFI Batuan Beku

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pengertian Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma.
Magma adalah zat cair liat pijar panas yang merupakan senyawa silikat dan ada
di bawah kondisi tekanan dan suhu tinggi di dalam tubuh bumi. Proses
pembekuan merupakan proses perubahan fase dari fase cair menjadi fase padat.
Proses pembekuan magma akan sangat berpengaruh terhadap tekstur dan struktur
primer batuan sedangkan komposisi batuan sangat dipengaruhi oleh sifat magma
asal.
Pada saat proses pembekuan magma apabila terdapat cukup energi
pembentukan kristal maka akan terbentuk kristal-kristal yang berukuran besar
sedangkan bila energi pembentukan rendah akan terbentuk kristal yang
berukuran halus. Bila pendinginan berlangsung sangat cepat maka kristal tidak
terbentuk dan cairan magma membeku menjadi gelas.
2.2 Pengertian Mineral dan Hubungannya dengan Batuan
Mineral adalah substansi yang terbentuk secara alami dengan struktur
internal yang khas yang ditentukan oleh sebuah susunan yang teratur dari atom
atau ion di dalamnya; dan dengan komposisi kimia dan kandungan fisik yang
tetap atau bervariasi dalam kisaran yang terbatas. (Gilluly et. all, 1968)
Batuan tersusun atas komposisi mineral. Selain dengan mengetahui sifat
fisiknya, batuan dapat diketahui jenisnya dengan mengetahui komposisi mineral
utamanya.

Gambar 2.1 Bowen’s Reaction Series

3 | PETROGRAFI Batuan Beku

2.3 Tekstur Batuan Beku
Pengertian tekstur batuan mengacu pada kenampakan butir-butir mineral
yang ada di dalamnya, yang meliputi derajat kristalisasi, ukuran kristal, fabric,
hubungan antar kristal. Jika warna batuan berhubungan erat dengan komposisi
kimia dan mineralogi, maka tekstur berhubungan dengan sejarah pembentukan
dan keterdapatannya. Tekstur merupakan hasil dari

rangkaian proses

sebelum,dan sesudah kristalisasi. Pengamatan tekstur meliputi:
1. Derajat Kristalisasi
Derajat kristalisasi merupakan keadaan proporsi antara massa kristal dan
massa gelas dalam batuan.
a) Holokristalin : apabila batuan tersusun seluruhnya oleh massa kristal.
b) Hipokristalin : apabila batuan tersusun oleh massa gelas dan massa kristal.
c) Holohyalin : apabila batuan seluruhnya tersusun oleh massa gelas.
2. Ukuran kristal
Ukuran kristal adalah sifat tekstural yang paling mudah dikenali.ukuran kristal
dapat menunjukan tingkat kristalisasi pada batuan.
Tabel 2.1 Ukuran Kristal
Cox,price,harte

W.T.G

Heinric

Halus

< 1mm

<1 mm

<1 mm

Sedang

1-5 mm

1-5 mm

1- 10mm

Kasar

>5mm

5-30 mm

10-30 mm

>30 mm

> 30 mm

Sangat kasar
3. Fabric ( hubungan dari mineral penyusun )
A. Bentuk Butir

a) Euhedral, bentuk kristal dari butiran mineral mempunyai bidang
kristal yang sempurna.
b) Subhedral, bentuk kristal dari butiran mineral dibatasi oleh sebagian
bidang kristal yang sempurna.
c) Anhedral, berbentuk kristal dari butiran mineral dibatasi oleh bidang
kristal yang tidak sempurna.

4 | PETROGRAFI Batuan Beku

tetapi dapat pula sangat kasar. Inequigranular Apabila ukuran kristal tidak seragam. 1. bila fenokris dikelilingi oleh masa dasar yang tidak dapat dikenali dengan mata telanjang. Hubungan antar Kristal a. bila kristal yang besar dikelilingi oleh kristalkristal yang kecil dan dapat dikenali dengan mata telanjang. c. Tekstur Umum a) Tekstur granular Disebut granular apabila mineral-mineral penyusun batuan beku mempunyai ukuran butir yang relatif seragam. Tekstur ini dapat dibagi lagi menjadi :  Faneroporfiritik. Gelasan (glassy) Batuan beku dikatakan memilimki tekstur gelasan apabila semuanya tersusun atas gelas.  Porfiroafinitik. dapat sangat halus yang tidak dapat dikenal meskipun menggunakan mikroskop.  Panidiomorfik/idiomorfik granular Adalah sebagian besar mineral berukuran seragam dan euhedral  Hipidiomorfik granular 5 | PETROGRAFI Batuan Beku .B. Tekstur ini dibagi menjadi 2:  Fanerik Granular bila ukuran kristal masih bisa dibedakan dengan mata telanjang  Afinitik apabila ukuran kristal tidak dapat dibedakan dengan mata telanjang atau ukuran kristalnya sangat halus. Equigranulritas Disebut equigranularitas apabila memiliki ukuran kristal yang seragam. Granularitas Granularitas merupakan ukuran butir kristal dalam batuan beku. b. C.

6 | PETROGRAFI Batuan Beku .3 Tekstur porphyritic  Vitrophyric Adalah tekstur pada batuan beku yang tersusun semuanya oleh mineral-mineral gelas.Adalah sebagian besar mineralnya berukuran relatif seragam dan subhedral. Hipidiomorfik Granular  Allotriomorfik/xenomorfik granular Adalah sebagian besar mineralnya berukuran seragam dan anhedral.2. b) Tekstur inequigranular Disebut inequigranular apabila mineral-mineralnya mempunyai ukuran butir yang tidak sama. Gambar 2.  Porphyritic Adalah tekstur batuan beku dimana kristal besar (fenokris) tertanam dalam massa dasar yang lebih halus. Gambar 2.

contoh : granulit b) Poikilitik 7 | PETROGRAFI Batuan Beku . contoh : gabbro & basalt ▪ Sub-ophitic Piroksen terlingkupi oleh plagioklas.4 Tekstur vitrophyric c) Tekstur afanitik Dicirikan butiran-butiran kristalnya sangat halus. Lath plag exceed pyroxene. Tekstur Khusus a) Intergrowth → tekstur pertumbuhan bersama ▪ Graphic Percampuran K-feldspar (ortoklas) dg kuarsa contoh : granit. Kadang juga hadir mineral gelas. ▪ Antiperthitic Intergrowth K-feldspar dalam plagioklas asam. 2.Gambar 2. contoh: diabas ▪ Perthitic Intergrowth plagioklas asam (albit) dalam K-feldspar (ortoklas / mikroklin). Tekstur ini terbentuk selama proses metamorfisme dan biasa dijumpai pada batuan metamorf. pegmatit ▪ Granophyric (micrographic) Plagioklas dilingkupi kuarsa ▪ Myrmekite Butiran kuarsa kecil terlingkupi oligoklas / K-feldspar pada reaksi magmatik akhir ▪ Ophitic Plagioklas terlingkupi oleh matriks piroksen. Lath plagioclase not exceed pyroxene.

contoh : Lath plagioklas terlingkupi oleh K felspar c) Korona Mineral sulung dilingkupi butiran memanjang kristal lain yang radial/menyebar. klorit.Kristal tunggal berukuran kasar melingkupi kristal lain yang cukup melimpah seperti inklusi tapi melimpah. teksturnya berubah menjadi hyaloophitic contoh : batuan hypabisal & piroklastik. kalsit. chalsedon. Jika jumlah gelas lebih banyak dan melingkupi. Terbentuk akibat aliran magma dalam batuan volkanik. contoh: lava & BB intrusi dangkal 8 | PETROGRAFI Batuan Beku . spt opal. khususnya basalt. Kemungkinan komposisi sperulit yaitu alkali felsdpar dan polymorf SiO2 h) Amygdaloidal Lubang-lubang gas (vesicles) terisi mineral sekunder. hanya yang mengisi adalah gelas. contoh: basalt hypabisal & diabas e) Intersertal Hampir sama dengan intergranular. analsit. biasanya yang menempati adalah mineral mafik. Disebabkan oleh pelarutan pada post magmatic reaction antara dua mineral yang berdekatan contoh: olivin terlingkupi oleh piroksen / amfibol d) Intergranular Ruang antar butiran memanjang kristal (biasanya felspar) terisi oleh kristal lain dengan orientasi yang acak. dll. zeolit. kuarsa. f) Tekstur Aliran ▪ Trakhitik Pararel mikrolit (plagioklas & mikro-kripto kristalin) ▪ Pilotasitik Sub-pararel mikrolit (plagioklas & mikro-kripto kristalin). ▪ Trachytoidal Pararel kristal feldspar dalam batuan plutonik g) Sperulit Bentuk radial dari kristal fibrous di dalam matrik gelas.

5.2 Piroksen  Bening-abu abu kecoklatan  Bentuk prismatic  TRO sb 2 2. Matahari. Gerakan lempeng bumi akan menimbulkan gaya tekan yang melipat lapisan batuan sediment tersebut terangkat naik. Alpen. rocky mountain.3 Hornblende 9 | PETROGRAFI Batuan Beku . erosi dan tertransport menuju cekungan sedimentasi. yaitu dari proses pendinginan bumi yang awalnya adalah bulatan bola raksasa yang terlontar dari induknya. sedimen. Seiring berjalannya waktu yang berlangsung jutaan tahun lamanya. pemanasan. Sebagaian ikut terseret. Apalahian. Dari batuan beku yang mengalami pelapukan oleh gaya asal luar mengalami pengikisan.5.5. dan magma ini disebut siklus batuan. Siklus terjadinya batuan beku. 2.1 Olivine  Abu-abu kehijauan-transparan  Relief tinggi  Bentuk prismatic  Tanpa belahan  Banyak pecahan  Warna interferensi orde I 2. Andes. pegunungan Kendeng. tumpukan batuan yang semakin tebal membentuk geosinklin yang terletak di daerah jalur tektonik yang labil (zona subduksi). Sebagian meleleh menjadi cairan silikat alam lagi . terdesak masuk kejalur yang lebih panas sehingga mengalami penekanan. terbentuklah batuan metamorf . dan rekristalisasi.2. metamorf. yang selanjutnya terbentuk rangkaian pegunungan lipatan dan patahan ( Himalaya. Alaska).5 Sifat Optik RFM 2.4 Siklus Batuan Beku dan Kaitannya dengan Bowen Reaction Series Batuan beku adalah batuan yang paling awal terbentuk.

6 Muscovit     Colorless Berlembar Pleokroisme kuat Gelapan sejajar 2.5.5.1 Klasifikasi Batuan Beku Volkanik ( IUGS ) 10 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .6.5 Ortoklas  Colorless keruh  Relief rendah  Kembaran Carlsbad  Warna interferensi abu-abu terang orde I  TRO sb 2 2.5.4 Biotit  Coklat kemerahan  Berlembar  Pleokroisme kuat  Gelapan sejajar 2.      Kehijauan/ kecoklatan Relief tinggi Pleokroisme kuat Ada belahan Bentuk prismatic Gelapan miring 2.7 Kuarsa       Colorless Relief rendah Tidak ada belahan Gelapan bergelombang Warna interferensi abu-abu orde I TRO sb 1 2.6 Klasifikasi Batuan Beku ( IUGS ) 2.5.

4 Klasifikasi Batuan Beku Basal Tetrahedron 11 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .6 Klasifikasi Batuan Beku Plutonik 2.6.2 Klasifikasi Batuan Beku Plutonik ( IUGS ) Gambar 2.6.7 Klasifikasi Batuan Beku Asam 2.6.3 Klasifikasi Batuan Beku Asam Gambar 2.Gambar 2.5 Klasifikasi Batuan Beku Volkanik 2.

9 Klasifikasi Batuan Beku Plutonik Basa 12 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .8 Klasifikasi Batuan Beku Basal Tetrahedron 2.Gambar 2.5 Klasifikasi Batuan Beku Plutonik Basa (IUGS) Gambar 2.6.

2.10 Klasifikasi Batuan Beku 2.6.6 Klasifikasi Batuan Beku (IUGS) Gambar 2.7 Klasifikasi Batuan Plutonik 13 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .6.

9 Klasifikasi Batuan Beku berdasarkan Thorpe and Brown 14 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .8 Klasifikasi Batuan Ultramafik Gambar 2.11 Klasifikasi Batuan Plutonik 2.6.12 Klasifikasi Batuan Ultramafik 2.6.Gambar 2.

13 Klasifikasi Batuan Beku berdasarkan Thorpe and Brown 2.14 Klasifikasi Darkness and Spesific Gravity Increase 2.11 Klasifikasi Keterdapatan Mineral 15 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .6.6.Gambar 2.10 Klasifikasi Darkness and Spesific Gravity Increase ar Gambar 2.

15 Klasifikasi Keterdapatan Mineral BAB III HASIL DESKRIPSI 3.1 no sayatan H10 Hari/ tanggal : Senin. 23 September 2013 Nomor :1 Deskripsi mikroskopis Warna   Nikol sejajar : colorless Nikol bersilang : abu-abu terang Tekstur   Kristalinitas Bidang batas : hipokristalin (sebagian masa dasarnya kristal & gelas) : subhedral (bidang kristalnya relative baik) 16 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .Gambar 2.

 Ukuran relative : equigranular (ukuran kristalnya sama) Komposisi Mineral Kuarsa Plagioklas Opaq Hornblende Piroksen Biotit : MP 1 20% 40% 20% - MP 2 30% 20% 10% 10% - MP 3 30% 10% 20% 10% 10% Rata-rata 26. terdapat kembaran albit ( labradorite an 52)  Hornblende : Warna hijau. relief sedang. sudut gelapan lebih kecil dibanding hornblende cokelat. belahan sempurna satu arah. gelapan bergelombang. kehijau-hijauan pucat. bentuk anhedral. Hornblende memiliki perbedaan dengan augit dalam belahan.3% 3. bentuk kristal prismatik. pleokroisme tidak ada sampai lemah. relief rendah. relief rendah.3% 10% 10% 3. tidak ada pleokroisme. tidak terdapat belahan. bentuknya akan tampak segiempat atau segidelapan. belahan belahan dua arah yang sejajar dengan bidang. bentuk euhedral dan anhedral. belahannya pun berbeda.7% 23. pleokroisme kuat. pleokroisme.3% Mineral dominan Qz= Pl=  Kuarsa 26. atau hijau. Biotit memiliki belahan yang lebih baik dan hanya satu arah  Piroksen : Warna colorless. 17 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . bentuk euhedral.  Plagioklas : Warna colorless. cokelat kemerah – merahan . relief tinggi  Biotit : Warna cokelat. relief agak tinggi. Jika disayat menyilang. Selain itu. dan sudut gelapan maksimum.3 x 100 =47 50 : Warna colorless. cokelat kekuning – kuningan.7 x 100 =53 50 23. umumnya dijumpai sebagai kristal prismatik pendek.

18 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . piroksen. hornblende.Foto sayatan : Pl Hb l Pl Hb l Qz Nikol sejajar Hb l Qz Hb l Nikol bersilang Hb l Pl Qz Hb l Baji kuarsa Foto 3. Dengan kenampakan mineral yang relatif jelas dan besar maka mineral dalam sayatan tersebut terbentuk tidak secara cepat. dan biotit maka magmanya bersifat asam.1 Pengamatan 3 H10 Genesa batuan : Sayatan pada no peraga H10 memiliki kristalinitas hipokristalin yang menandakan sayatan tersebut terdiri atas gelas dan kristal. Berdasarkan data hasil pengamatan. dapat disimpulkan batuan tersebut bernama Grano-diorite (IUGS classification of volcanic rocks) Nama batuan : Grano-diorite (IUGS classification of volcanic rocks). Jika dilihat dari komposisi yang terkandung didalam sayatan yang terdiri dari mineral kuarsa. plagioklas.

3. 25 September 2013 Nomor :2 Deskripsi mikroskopis Warna   Nikol sejajar : colorless Nikol bersilang : coklat Tekstur    Kristalinitas : holokristalin (seluruh masa batuannya kristal) Bidang batas : subhedral (bidang kristalnya relative baik) Ukuran relative : equigranular (ukuran kristalnya sama) Komposisi : Mineral Kuarsa Plagioklas MP 1 40% 30% MP 2 30% 10% MP 3 40% 20% Rata-rata 36.7% 20% 19 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u Mineral dominan . sayatan H26 Hari/ tanggal : Rabu.2 no.

relief tinggi  Biotit : Warna cokelat.3% 10% Qz= Pl=  Kuarsa 36. bentuk anhedral. Foto sayatan Hb l Qz Pl Px : Hb l Qz Pl Px 20 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u Hb l Qz Pl Px . bentuknya akan tampak segiempat atau segidelapan.Opaq Hornblende Piroksen 5% 10% 10% 20% 20% 10% 20% - 8. belahannya pun berbeda. umumnya dijumpai sebagai kristal prismatik pendek. relief rendah. bentuk kristal prismatik. Biotit memiliki belahan yang lebih baik dan hanya satu arah  Piroksen : Warna colorless. bentuk euhedral.7 20 x 100 =35. relief rendah. Jika disayat menyilang.7 : Warna colorless. Selain itu. pleokroisme tidak ada sampai lemah. bentuk euhedral dan anhedral. sudut gelapan lebih kecil dibanding hornblende cokelat.7 56. relief agak tinggi. atau hijau.3% 13.3 56. cokelat kekuning – kuningan. kehijau-hijauan pucat. pleokroisme kuat. Hornblende memiliki perbedaan dengan augit dalam belahan. gelapan bergelombang. tidak ada pleokroisme. pleokroisme. dan sudut gelapan maksimum.7 x 100 =64. terdapat kembaran albit ( labradorite an 52)  Hornblende : Warna hijau. cokelat kemerah – merahan . tidak terdapat belahan. belahan belahan dua arah yang sejajar dengan bidang. belahan sempurna satu arah. relief sedang.  Plagioklas : Warna colorless.

Nikol sejajar Nikol bersilang Baji kuarsa Foto 3. Nama batuan : Quartz-rich Granitoid (IUGS classification of volcanic rocks). dan hornblende maka magmanya bersifat intermediet. dapat disimpulkan batuan tersebut bernama Quartz-rich Granitoid. Jika dilihat dari komposisi yang terkandung didalam sayatan yang terdiri dari mineral kuarsa.2 Pengamatan 3 H26 Genesa batuan : Sayatan pada no peraga H26 memiliki kristalinitas holokristalin yang menandakan sayatan tersebut terdiri atas kristal-kristal. 30 September 2013 Nomor :3 Deskripsi mikroskopis Warna   Nikol sejajar : colorless Nikol bersilang : hitam kecoklatan Tekstur     Kristalinitas Granularitas Bidang batas Ukuran relative Komposisi : Mineral Kuarsa Plagioklas MP 1 10% 40% : hipokristalin (sebagian masa dasarnya kristal & gelas) : porfiroafanitik (masa dasarnya tidak teridentifikasi) : subhedral (bidang kristalnya relative baik) : inequigranular (ukuran kristalnya tidak sama) MP 2 10% 40% MP 3 35% Rata-rata 6.7% 38.3% 21 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u Mineral dominan . piroksen. Berdasarkan data hasil pengamatan. plagioklas.3 no sayatan telo 12 Hari/ tanggal : Senin. 3. Dari tekstur yang terlihat diperkirakan batuannya terbentuk pada daerah hipabisal.

relief rendah.4 66. relief rendah.Opaq Hornblende 10% - 10% 30% 20% 35% 13. Dari tekstur yang terlihat diperkirakan 22 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . bentuk kristal prismatik. terdapat kembaran albit ( labradorite an 52)  Hornblende : Warna hijau.3 Pengamatan 3 Telo 12 Genesa batuan : Sayatan pada no peraga telo 12 memiliki kristalinitas hipokristalin yang menandakan sayatan tersebut terdiri atas gelas dan kristal.7% Qz= Pl= 6.7 38. tidak terdapat belahan.7 Hbl=  Kuarsa 21.3 x 100 =57. Hornblende memiliki perbedaan dengan augit dalam belahan. bentuk euhedral dan anhedral. gelapan bergelombang.3% 21. tidak ada pleokroisme.7 x 100 =32. pleokroisme kuat. Biotit memiliki belahan yang lebih baik dan hanya satu arah Foto sayatan : Pl Pl Pl Pl Hb l Nikol sejajar Pl Hb l Nikol bersilang Pl Hb l Baji kuarsa Foto 3. dan sudut gelapan maksimum.5 66.7 x 100 =10 66. bentuk anhedral. belahan belahan dua arah yang sejajar dengan bidang.  Plagioklas : Warna colorless.7 : Warna colorless. relief agak tinggi. pleokroisme.

3% 23 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u Mineral dominan . Berdasarkan data hasil pengamatan.4 no sayatan telo 11 Hari/ tanggal : Senin. 3. dapat disimpulkan batuan tersebut bernama Pyroxene-hornblende gabbronorite. opaq dan hornblende maka magmanya bersifat intermediate.3% 13.batuannya terbentuk pada daerah hipabisal yang terbentuk tidak jauh dbawah permukaan bumi. plagioklas. Nama batuan : Pyroxene-hornblende gabbronorite (IUGS classification of plutonic rocks). Jika dilihat dari komposisi yang terkandung didalam sayatan yang terdiri dari mineral kuarsa. 30 September 2013 Nomor :4 Deskripsi mikroskopis Warna   Nikol sejajar : colorless Nikol bersilang : hitam keabuan Tekstur     Kristalinitas Granularitas Bidang batas Ukuran relative Komposisi : Mineral Plagioklas Opaq MP 1 40% 20% : hipokristalin (sebagian masa dasarnya kristal & gelas) : porfiroafanitik (masa dasarnya tidak teridentifikasi) : subhedral (bidang kristalnya relative baik) : inequigranular (ukuran kristalnya tidak sama) MP 2 30% 10% MP 3 30% 10% Rata-rata 33.

Biotit memiliki belahan yang lebih baik dan hanya satu arah Foto sayatan Pl : Pl Hb l Nikol sejajar Pl Pl Hb l Nikol bersilang Pl Pl Hb l Baji kuarsa Foto 3. bentuk euhedral dan anhedral. tidak ada pleokroisme.4 Pengamatan 2 Telo 11 Genesa batuan : Sayatan pada no peraga telo 11 memiliki kristalinitas hipokristalin yang menandakan sayatan tersebut terdiri atas gelas dan kristal. Jika dilihat dari komposisi yang terkandung didalam sayatan yang terdiri dari mineral plagioklas. bentuk kristal prismatik.3 x 100 =55.7% Pl= 33.5 60 : Warna colorless. relief rendah. dan sudut gelapan maksimum. opaq dan hornblende maka magmanya bersifat 24 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . belahan belahan dua arah yang sejajar dengan bidang. Dari tekstur yang terlihat diperkirakan batuannya terbentuk pada daerah hipabisal yang terbentuk tidak jauh dbawah permukaan bumi. pleokroisme kuat. terdapat kembaran albit ( labradorite an 52)  Hornblende : Warna hijau.Hornblende 30% 30% 20% 26.5 60 Hbl=  Plagioklas 26. Hornblende memiliki perbedaan dengan augit dalam belahan. pleokroisme.7 x 100 =44. relief agak tinggi.

Nama batuan : Pyroxene-hornblende gabbronorite (IUGS classification of plutonic rocks). yaitu pengamatan dengan nikol sejajar dan dengan nikol bersilang. 4.intermediate. BAB IV PEMBAHASAN Pada praktikum Petrografi acara batuan beku yang dilaksanakan tanggal 23-30 September 2013 kali ini. Berdasarkan data hasil pengamatan. dapat disimpulkan batuan tersebut bernama Pyroxene-hornblende gabbronorite. Dalam mendeksripsikan di dalam mikroskop polarisasi ada dua macam pengamatan. Penggunaan nikol bersilang dilakukan dengan memasukkan polarisator ke dalam tubuh mikroskop sehingga dapat diamati suatu sifat yang tidak dapat dilihat melalui nikol sejajar. kita menggunakan mikroskop polarisasi untuk menentukan suatu jenis mineral tertentu dari sifat-sifat yang terlihat melalui mikroskop polarisasi yang terkandung di dalam suatu sayatan batuan. Berdasarkan pengamatan secara nikol sejajar 25 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .1 No Sayatan H10 Pengamatan yang terdapat pada preparat nomor H10 ini dilakukan melalui dua cara pengamatan yang berbeda yaitu dengan nikol sejajar dan dengan nikol bersilang. analisator diletakkan secara sejajar dengan polarisator. Dalam pengamatan secara nikol sejajar.

Tekstur pada sayatan nomor H10 antara lain memiliki derajat kristalinitas berupa hipokristalin ( batuan beku dimana tersusun atas gelas dan kristal). dengan adanya warna colorless. tidak memiliki pleokroisme. granularitasnya berupa fanerik karena besar kristal pada sayatan ini dapat dibedakan secara megaskopis. tidak memiliki pleokroisme. terdapat sedikit pecahan berbentuk granular. bentuk kristalnya yaitu subhedral (apabila sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi). Pengamatan yang dilakukan pada kali ini adalah dengan metode pengamtan nikol sejajar dan bersilang. 26 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . tidak memiliki belahan .didapatkan bahwa warna mineral ini adalah colorless. serta memiliki kembaran berbentuk albite maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Plagioklas. Adapun komposisi mineral yang terdapat pada sayatan tersebut Berdasarkan hasil pengamatan mineral pertama dengan nikol sejajar dan nikol bersilang. warna tersebut merupakan warna yang mengindikasikan bahwa mineral mengandung sifat kimia asam atau merupakan mineral felsic atau mineral yang berwarna terang. serta memiliki gelapan berbentuk bergelombang maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Kuarsa. Mineral kedua yang dilakukan pengamatan dengan nikol sejajar dan nikol bersilang. terdapat sedikit pecahan berbentuk prismatik. dan hubungan antar kristalnya equigranular (ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan sama besar). Adapun pengamatan secara nikol sejajar adalah dengan mengkondisikan mikroskop dalam keadaan analisator berada di luar tubuh mikroskop sehingga analisator akan berkedudukan sejajar dengan polarisator. relief yang rendah. tidak memiliki belahan . dengan adanya warna colorless. relief yang rendah.

memiliki pleokroisme dikroik. terdapat banyak pecahan berbentuk prismatik. memiliki belahan 1 arah . Mineral terakhir yang didapat ialah memiliki ciri-ciri warna coklat. serta memiliki gelapan berbentuk miring maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Biotit. Pl Hb l Qz Nikol sejajar Pl Hb l Hb l Qz Hb l Nikol bersilang 27 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u Hb l Qz Baji kuarsa Hb l . mineral ini termasuk plagioklas dengan jenis yang lebih spesifiknya yaitu Labradorrite AN520 hal ini menandakan bahwa mineral ini lebih banyak mengandung sifat basa sehingga ini juga mempengaruhi dalam warna yang terkandung dalam mineral ini adalah gelap atau tergolong ke dalam mineral mafic. belahan 1 arah serta gelapannya miring. memiliki relief rendah.Gambar 4. terdapat banyak pecahan. Berdasarkan cirri-ciri optic tersebut maka dapat di simpulkan mineral itu adalah Piroksen. Pengamatan mineral selanjutnya pada sayatan batuan tersebut adalah terlihat adanya warna hijau yang memiliki pleokroisme kuat. relief yang tinggi. serta memiliki gelapan berbentuk miring maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Hornblende. terlihat tidak adanya pleokroisme pada mineral tersebut.1 Kurva Plagioklas Labradorrite AN520 Berdasarkan kurva plagioklas. Pengamatan mineral ketiga. relief yang rendah. memiliki belahan satu arah .

3 % plagioklas.3 % piroksen serta mineral opak sebanyak 10%.1 no sayatan H10 Setelah pengamatan yang dilakukan sebanyak tiga kali. maka didapat rata-rata komposisi mineral yang terdiri dari 23. Dari komposisi mineral tersebut terdapat mineral dominan atau mineral utama yaitu 53% kuarsa dan 47% plagioklas.7 % kuarsa dan 3. 28 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . 26. Dikarenakan teksturnya yang fanerik mengindikasikan bahwa batuan ini terbentuk dan terdapat di sekitar (mid-continental ridge) atau di kerak samudera.3 % biotite. Magma asal pembentuk batuan yang bersifat asam yang diakibatkan mineral penyusun batuan ini sebagian besar terdiri dari mineral-mineral yang bersifat asam. 10 % hornblende. Berdasarkan warna sayatan berdasarkan pengamatan nikol bersilang yaitu abu-abu terang. Di zona ini 2 lempeng samudera bergerak saling menjauh sehingga magma basa yang berada di bawah kedua lempeng tersebut menyusup ke atas dan mengisi bagian yang ditinggalkan. 3. dan kuarsa. seperti plagioklas.Foto 4. Dapat disimpulkan bahwa batuan ini terbentuk jauh di bawah permukaan bumi (plutonik). Dari data yang didapat maka dapat disimpulkan sayatan batuan dengan no peraga H10 ialah Grano-diorite (IUGS classification of volcanic rocks). tekstur yaitu fanerik dan hipokristalin dan mineral mineral dominan yang mengindikasikan kalau kristal mengalami pembekuan magma yang lama.

analisator diletakkan secara sejajar dengan polarisator.2 No Sayatan H26 Pengamatan yang terdapat pada preparat nomor H26 ini dilakukan melalui dua cara pengamatan yang berbeda yaitu dengan nikol sejajar dan dengan nikol bersilang.2 Klasifikasi IUGS Batuan Beku 4. Dalam pengamatan secara nikol sejajar. Berdasarkan pengamatan secara nikol sejajar didapatkan bahwa warna mineral ini adalah colorless. warna tersebut merupakan warna yang mengindikasikan bahwa mineral mengandung sifat kimia asam atau merupakan mineral felsic atau mineral yang berwarna terang.53 A 47 P Gambar 4. Pengamatan yang dilakukan pada kali ini adalah dengan metode pengamtan nikol sejajar dan 29 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .

dengan adanya warna colorless.bersilang. serta memiliki kembaran berbentuk albite maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Plagioklas. tidak memiliki belahan . tidak memiliki belahan . serta memiliki gelapan berbentuk bergelombang maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Kuarsa.3 Kurva Plagioklas Bytownite AN800 30 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . dan hubungan antar kristalnya equigranular (ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan sama besar). tidak memiliki pleokroisme. Tekstur pada sayatan nomor H10 antara lain memiliki derajat kristalinitas berupa holokristalin ( batuan beku dimana tersusun atas kristal-kristal). bentuk kristalnya yaitu subhedral (apabila sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi). tidak memiliki pleokroisme. dengan adanya warna colorless. granularitasnya berupa fanerik karena besar kristal pada sayatan ini dapat dibedakan secara megaskopis. Mineral kedua yang dilakukan pengamatan dengan nikol sejajar dan nikol bersilang. Adapun komposisi mineral yang terdapat pada sayatan tersebut Berdasarkan hasil pengamatan mineral pertama dengan nikol sejajar dan nikol bersilang. terdapat sedikit pecahan berbentuk granular. Gambar 4. Adapun pengamatan secara nikol sejajar adalah dengan mengkondisikan mikroskop dalam keadaan analisator berada di luar tubuh mikroskop sehingga analisator akan berkedudukan sejajar dengan polarisator. terdapat sedikit pecahan berbentuk prismatik. relief yang rendah. relief yang rendah.

mineral ini termasuk plagioklas dengan jenis yang lebih spesifiknya yaitu Bytownite AN800 hal ini menandakan bahwa mineral ini lebih banyak mengandung sifat basa sehingga ini juga mempengaruhi dalam warna yang terkandung dalam mineral ini adalah gelap atau tergolong ke dalam mineral mafic. memiliki relief rendah. 13. maka didapat rata-rata komposisi mineral yang terdiri dari 20 % plagioklas. Berdasarkan cirri-ciri optic tersebut maka dapat di simpulkan mineral itu adalah Piroksen. serta memiliki gelapan berbentuk miring maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Hornblende. Dari komposisi mineral tersebut terdapat mineral dominan atau mineral utama 31 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .3%. terlihat tidak adanya pleokroisme pada mineral tersebut.7 % kuarsa dan 10 % piroksen serta mineral opak sebanyak 8. Pengamatan mineral selanjutnya pada sayatan batuan tersebut adalah terlihat adanya warna hijau yang memiliki pleokroisme kuat. belahan 1 arah serta gelapannya miring. Pengamatan mineral ketiga.3 % hornblende. relief yang tinggi. memiliki belahan 1 arah . terdapat banyak pecahan.2 no sayatan H26 Setelah pengamatan yang dilakukan sebanyak tiga kali.Berdasarkan kurva plagioklas. 36. Hb l Qz Pl Px Nikol sejajar Hb l Qz Pl Px Nikol bersilang Hb l Qz Pl Px Baji kuarsa Foto 4.

Dari data yang didapat maka dapat disimpulkan sayatan batuan dengan no peraga H26 ialah Quartz-rich Granitoid (IUGS classification of volcanic rocks). 7 A 35.yaitu 64. tekstur yaitu fanerik. Dikarenakan teksturnya yang fanerik mengindikasikan bahwa batuan ini terbentuk dan terdapat di sekitar (mid-continental ridge) atau di kerak samudera. seperti plagioklas. Berdasarkan warna sayatan berdasarkan pengamatan nikol bersilang yaitu coklat.3% plagioklas. holokristalin dan mineral-mineral yang mengindikasikan kalau kristal mengalami pembekuan magma yang lama. 3 32 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u P . 64.7% kuarsa dan 35. Magma asal pembentuk batuan yang bersifat asam yang diakibatkan mineral penyusun batuan ini sebagian besar terdiri dari mineral-mineral yang bersifat asam. dan kuarsa. Di zona ini 2 lempeng samudera bergerak saling menjauh sehingga magma basa yang berada di bawah kedua lempeng tersebut menyusup ke atas dan mengisi bagian yang ditinggalkan. Dapat disimpulkan bahwa batuan ini terbentuk jauh di bawah permukaan bumi (plutonik).

Dalam pengamatan secara nikol sejajar.Gambar 4. analisator diletakkan secara sejajar dengan polarisator. 33 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .3 No Sayatan Telo12 Pengamatan yang terdapat pada preparat nomor telo 12 ini dilakukan melalui dua cara pengamatan yang berbeda yaitu dengan nikol sejajar dan dengan nikol bersilang. Tekstur pada sayatan nomor telo12 antara lain memiliki derajat kristalinitas berupa hipokristalin ( batuan beku dimana tersusun atas gelas dan kristal). warna tersebut merupakan warna yang mengindikasikan bahwa mineral mengandung sifat kimia asam atau merupakan mineral felsic atau mineral yang berwarna terang. Pengamatan yang dilakukan pada kali ini adalah dengan metode pengamtan nikol sejajar dan bersilang. Adapun pengamatan secara nikol sejajar adalah dengan mengkondisikan mikroskop dalam keadaan analisator berada di luar tubuh mikroskop sehingga analisator akan berkedudukan sejajar dengan polarisator. Berdasarkan pengamatan secara nikol sejajar didapatkan bahwa warna mineral ini adalah colorless.4 Klasifikasi IUGS Batuan Beku 4.

dengan adanya warna colorless. tidak memiliki belahan .granularitasnya berupa porfiroafanitik karena terdapat fenokris dan massa dasar yang tidak terlihat. bentuk kristalnya yaitu subhedral (apabila sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi). tidak memiliki belahan . terdapat sedikit pecahan berbentuk granular.5 Kurva Plagioklas Labradorrite AN520 Berdasarkan kurva plagioklas. Pengamatan mineral selanjutnya pada sayatan batuan 34 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . serta memiliki gelapan berbentuk bergelombang maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Kuarsa. tidak memiliki pleokroisme. mineral ini termasuk plagioklas dengan jenis yang lebih spesifiknya yaitu Labradorrite AN520 hal ini menandakan bahwa mineral ini lebih banyak mengandung sifat basa sehingga ini juga mempengaruhi dalam warna yang terkandung dalam mineral ini adalah gelap atau tergolong ke dalam mineral mafic. tidak memiliki pleokroisme. serta memiliki kembaran berbentuk albite maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Plagioklas. dan hubungan antar kristalnya inequigranular (ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar). Gambar 4. dengan adanya warna colorless. Adapun komposisi mineral yang terdapat pada sayatan tersebut Berdasarkan hasil pengamatan mineral pertama dengan nikol sejajar dan nikol bersilang. relief yang rendah. Mineral kedua yang dilakukan pengamatan dengan nikol sejajar dan nikol bersilang. relief yang rendah. terdapat sedikit pecahan berbentuk prismatik.

7 % hornblende.3 % plagioklas.5% plagioklas. tekstur yaitu porfiroafanitik dan hipokristalin dan mineral mineral dominan yang mengindikasikan kalau kristal mengalami pembekuan magma yang lama. 21. memiliki belahan 1 arah . Hb l Pl Nikol sejajar Pl Pl Pl Pl Hb l Nikol bersilang Pl Hb l Baji kuarsa Foto 4. relief yang tinggi.3% serta sisanya ialah masa dasar batuan yang tidak dapat di deskripsikan.5% hornblende dan 57. terdapat banyak pecahan. Dapat disimpulkan jika dari teksturnya bahwa batuan ini terbentuk di permukaan bumi (vukanik). jika dilihat dari teksturnya yang afanitik mengindikasikan bahwa batuan ini terbentuk di sekitar kerak benua (continental 35 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . Magma asal pembentuk batuan yang bersifat basa dikarenakan mineral-mineral yang terdapat/menyusun batuan ini terdiri dari mineral yang bersifat basa.3 no sayatan telo 12 Setelah pengamatan yang dilakukan sebanyak tiga kali. Dari komposisi mineral tersebut terdapat mineral dominan atau mineral utama yaitu 32.tersebut adalah terlihat adanya warna hijau yang memiliki pleokroisme kuat. maka didapat rata-rata komposisi mineral yang terdiri dari 38. seperti hornblende dan plagioklas yang kaya akan Ca. 6. serta memiliki gelapan berbentuk miring maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Hornblende. Berdasarkan warna sayatan berdasarkan pengamatan nikol bersilang yaitu hitam kecoklatan.7 % kuarsa dan mineral opak sebanyak 13.

Dalam pengamatan secara nikol sejajar. Adapun pengamatan secara nikol sejajar adalah dengan mengkondisikan mikroskop dalam keadaan analisator berada di luar tubuh mikroskop sehingga analisator akan berkedudukan sejajar dengan polarisator. warna tersebut merupakan warna yang mengindikasikan bahwa mineral mengandung sifat kimia asam atau merupakan mineral felsic atau mineral yang berwarna terang. Pengamatan yang dilakukan pada kali ini adalah dengan metode pengamtan nikol sejajar dan bersilang.4 No Sayatan Telo11 Pengamatan yang terdapat pada preparat nomor telo 11 ini dilakukan melalui dua cara pengamatan yang berbeda yaitu dengan nikol sejajar dan dengan nikol bersilang. sehingga magma mengisi bagian dari kerak tersebut yang kosong. Berdasarkan pengamatan secara nikol sejajar didapatkan bahwa warna mineral ini adalah colorless. 4. analisator diletakkan secara sejajar dengan polarisator. Di zona ini kerak benua saling menjauhi.rift). 36 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . Dari data yang didapat maka dapat disimpulkan sayatan batuan dengan no peraga telo 12 ialah Pyroxene-hornblende gabbronorite (IUGS classification of plutonic rocks). Tekstur pada sayatan nomor telo11 antara lain memiliki derajat kristalinitas berupa hipokristalin ( batuan beku dimana tersusun atas gelas dan kristal).

granularitasnya berupa porfiroafanitik karena terdapat fenokris dan massa dasar yang tidak terlihat. Gambar 4. dan hubungan antar kristalnya inequigranular (ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar). Pengamatan mineral selanjutnya pada sayatan batuan 37 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . Adapun komposisi mineral yang terdapat pada sayatan tersebut ialah mineral pertama yang dilakukan pengamatan dengan nikol sejajar dan nikol bersilang. relief yang rendah. terdapat sedikit pecahan berbentuk prismatik. bentuk kristalnya yaitu euhedral (apabila sebagian dari batas kristalnya tidak terlihat lagi). dengan adanya warna colorless. tidak memiliki belahan .7 Kurva Plagioklas Labradorrite AN540 Berdasarkan kurva plagioklas. serta memiliki kembaran berbentuk albite maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Plagioklas. tidak memiliki pleokroisme. mineral ini termasuk plagioklas dengan jenis yang lebih spesifiknya yaitu Labradorrite AN540 hal ini menandakan bahwa mineral ini lebih banyak mengandung sifat basa sehingga ini juga mempengaruhi dalam warna yang terkandung dalam mineral ini adalah gelap atau tergolong ke dalam mineral mafic.

5% hornblende dan 55. maka didapat rata-rata komposisi mineral yang terdiri dari 33. Dapat disimpulkan jika dari teksturnya bahwa batuan ini terbentuk di permukaan bumi (vukanik). Di zona ini kerak benua saling menjauhi. memiliki belahan 1 arah . Berdasarkan warna sayatan berdasarkan pengamatan nikol bersilang yaitu hitam kecoklatan.7 % hornblende. 38 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . seperti hornblende dan plagioklas yang kaya akan Ca. dan mineral opak sebanyak 13.tersebut adalah terlihat adanya warna hijau yang memiliki pleokroisme kuat. serta memiliki gelapan berbentuk miring maka dapat disimpulkan bahwa mineral termasuk kedalam mineral Hornblende. terdapat banyak pecahan. Pl Pl Hb l Nikol sejajar Pl Pl Hb l Nikol bersilang Pl Pl Hb l Baji kuarsa Foto 4.3 % plagioklas.4 no sayatan telo 11 Setelah pengamatan yang dilakukan sebanyak tiga kali.3% serta sisanya ialah masa dasar batuan yang tidak dapat di deskripsikan. Dari komposisi mineral tersebut terdapat mineral dominan atau mineral utama yaitu 44. jika dilihat dari teksturnya yang afanitik mengindikasikan bahwa batuan ini terbentuk di sekitar kerak benua (continental rift). tekstur yaitu porfiroafanitik dan hipokristalin dan mineral mineral dominan yang mengindikasikan kalau kristal mengalami pembekuan magma yang lama. sehingga magma mengisi bagian dari kerak tersebut yang kosong. Magma asal pembentuk batuan yang bersifat basa dikarenakan mineral-mineral yang terdapat/menyusun batuan ini terdiri dari mineral yang bersifat basa. 26. relief yang tinggi.5% plagioklas.

maka didapat rata-rata komposisi mineral yang terdiri dari 23.3 % plagioklas. 26.3 % biotite.1 Kesimpulan  Setelah pengamatan yang dilakukan pada sayatan H10 sebanyak tiga kali.7 % kuarsa dan 3. maka didapat rata-rata komposisi mineral yang terdiri dari 20 % plagioklas. 3. 13.7 % kuarsa dan 10 % piroksen serta mineral opak sebanyak 8. Setelah pengamatan yang dilakukan pada sayatan H26 sebanyak tiga kali. 10 % hornblende. Gambar 4.3 % piroksen serta mineral opak sebanyak 10%.8 Klasifikasi IUGS Batuan Beku Plutonik BAB V KESIMPULAN 5. Dapat disimpulkan sayatan batuan dengan no peraga H10 ialah Grano-diorite (IUGS classification of  volcanic rocks). 39 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . Dari komposisi mineral tersebut terdapat mineral dominan atau mineral utama yaitu 53% kuarsa dan 47% plagioklas.3 % hornblende. 36.Dari data yang didapat maka dapat disimpulkan sayatan batuan dengan no peraga telo 11 ialah Pyroxene-hornblende gabbronorite (IUGS classification of plutonic rocks).3%.

3% serta sisanya ialah masa dasar batuan yang tidak dapat di deskripsikan.3 % plagioklas.Dari komposisi mineral tersebut terdapat mineral dominan atau mineral utama yaitu 64.7 % hornblende.3% serta sisanya ialah masa dasar batuan yang tidak dapat di deskripsikan. dan mineral opak sebanyak 13. maka didapat rata-rata komposisi mineral yang terdiri dari 38.5% plagioklas.7 % hornblende. dapat disimpulkan sayatan batuan dengan no peraga telo 11 ialah Pyroxene-hornblende gabbronorite (IUGS classification of plutonic rocks).5% hornblende dan 57. 21.5% hornblende dan 55. 5.3 % plagioklas. Setelah pengamatan yang dilakukan pada sayatan telo 12 sebanyak tiga kali.3% plagioklas.1. Saran 1. Setelah pengamatan yang dilakukan sebanyak tiga kali. maka didapat rata-rata komposisi mineral yang terdiri dari 33. maka dapat disimpulkan sayatan batuan dengan no peraga H26 ialah Quartz-rich Granitoid (IUGS classification  of volcanic rocks). Dapat disimpulkan sayatan batuan dengan no peraga telo 12 ialah Pyroxene-hornblende gabbronorite (IUGS classification of plutonic  rocks). Dari komposisi mineral tersebut terdapat mineral dominan atau mineral utama yaitu 44.7% kuarsa dan 35.5% plagioklas. Praktikan disarankan untuk menguasai materi praktikum terlebih dahulu 2. 6.7 % kuarsa dan mineral opak sebanyak 13. 26. Dari komposisi mineral tersebut terdapat mineral dominan atau mineral utama yaitu 32. Praktian agar lebih berhati-hati dalam melakukan pendeskripsian 40 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u .

Buku Panduan Praktikum Mineralogi. UNDIP: Semarang 41 | P E T R O G R A F I B a t u a n B e k u . Buku Panduan Praktikum Petrografi. 2013.DAFTAR PUSTAKA Tim Asisten Praktikum Petrografi. 2011. UNDIP: Semarang Tim Asisten Praktikum Mineralogi.