You are on page 1of 25

LI 1.

Memahami dan menjelaskan Tendo Achilles
LO 1.1. Mikroskopis Tendo Achilles
Tendo Achilles adalah tendo pada bagian tungkai bawah. Ia berfungsi untuk melekatkan
otot Gastrocnemius dengan otot soleus ke salah satu tulang penyusun pergelangan kaki, yaitu
Calcaneus.
Tendon bertindak sebagai transduser dari gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot
terhadap tulang. Kolagen merupakan 70% dari berat kering tendon, sekitar 95% dari kolagen
tersebut merupakan kolagen tipe I, dengan jumlah elastin yang kecil. Serat elastin dapat
menjalani tekanan sebesar 200% sebelum rusak. Jika serat elastin ada pada tendon dalam
proporsi yang besar maka akan ada penurunan dalam besarnya gaya yang ditransmisikan ke
tulang.
Fibril kolagen terikat ke fasikula, mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfatik
serta saraf. Fasikula-fasikula tersebut secara bersamaan

di kelilingi oleh epitenon dan

membentuk struktur kasar dari tendon, yang kemudian tertutup oleh paratenon, terpisah dari
epitenon oleh lapisan tipis cairan untuk memungkinkan pergerakan tendon dengan mengurangi

pergesekan.

Struktur terbesar dalam skema di atas adalah tendon atau ligamen itselt. Ligamentum atau
tendon kemudian dipecah menjadi entitas yang lebih kecil disebut fasciles (lembaran). Lembaran
berisi fibril dasar ligamentum atau tendon, dan fibroblas, yang merupakan sel-sel biologis yang
menghasilkan ligamen atau tendon. Ada karakterisitik struktural pada tingkat ini yang
memainkan peran penting dalam mekanisme ligamen atau tendon, yaitu crimp dari fibril. Crimp
merupakan struktur bergelombang dari fibril, dan ia akan memberikan kontribusi signifikan
terhadap hubungan stress regangan nonlinear untuk ligamen dan tendon.
TENDON

Makroskopis Tendo Achilles Menurut Mark D. akan menarik jaringan gastrocnemius secara terus menerus sehingga dapat menyebabkan cedera tendo achilles menjadi lebih parah dan kompleks. Para atlet yang mempunyai lengkung telapak kaki tinggi.1 2 3 Tendon mengandung kolagen tipe I Tendon mengandung matriks proteoglycan Tendon mengandung fibroblast yang tersusun secara paralel Fungsi dasar: 1 Tendon membawa kekuatan tarik dari otot ke tulang 2 Tendon membawa kekuatan tekan ketika membungkus tulang seperti katrol Struktur: 1 2 3 4 Kolagen (70% dari berat kering tendon) Glycine (±33%) Proline (±15%) Hydroxyproline (±15%) Blood Supply 1 2 3 Pembuluh darah di perimysium (meliputi tendon) Pada periosteol insertion Jaringan sekitarnya LO 1. Cedera pada . Rasa sakit pada daerah tendo achilles adalah gejala yang sangat sering terjadi pada atlet khususnya pada pelari jarak jauh dan paling sulit untuk menyembuhkannya. Jamal. dan seringkali menarik tendo soleus ini berulang-ulang sehingga dapat meningkatkan cedera pada tendo soleus tersebut. Karena adanya penempatan yang khusus dari masing-masing jaringan tendo maka para atlet mempunyai kecenderungan menjadi berkaki datar. Di sekeliling kedua tendo tersebut terdapat satu lapisan vaskular yang amat penting yaitu peritenon yang memelihara suplai darah pada jaringan tendo. Kumpulan jaringan otot soleus terselip ke dalam bagian dalam tulang tumit. otototot ini berada pada bagian belakang tulang tumit.2. 1997: 107) Tendo achilles ini terdiri dari dua buah tendo yang bergabung yaitu otot-otot soleus dan gastrocnemius. Dollard (diterjemahkan Khabib..

soleus. dan otot plantaris. Panjangnya sekitar 15 sentimeter. Tendon Achilles adalah tendon tertebal dan terkuat pada tubuh manusia. cedera tersebut berkisar dari tendinitis ringan sampai putusnya tendo. letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. . Tendon Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius. Kemudian strukturnya kian mengumpul dan melekat pada bagian tengah-belakang tulang calcaneus. dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Pada manusia.tendo achilles memang cedera yang paling sering terjadi di daerah ini.

1993: 425): LO 1. Definisi ruptur dan ruptur tendo Achilles Ruptur adalah robeknya atau koyaknya jaringan secara paksa(Dorland.. proneus tertius dan M. tibialis anterior. extensor digitorum longus. K. M. P. M. Kinesiologi Tendo Achilles Gerak sendi: . M. plantaris. flexor hallucis longus.3. dan Khan. M. peroneus longus dan brevis M. M. tibialis posterior LI 2. M. . Memahami dan menjelaskan Ruptur Tendo Achilles LO 2.Fleksi Plantar : M. Anatomi Tendo Achilles (dikutip dari Brukner.Gambar 1. gastrocnemius.Fleksi Dorsalis : M. extensor hallucis longus. soleus.. 2010) Ruptur tendo Achilles adalah putusnya tendo Achilles atau cedera yang mempengaruhi bagian bawah belakang kaki.1. .

Tendo juga dapat melemah bergantung pada bertambahnya usia. basket. Pada anak remaja. Penyebab lainnya juga bisa karena: 1 Penyakit tertentu. Gejala yang terjadi kemudian biasanya berhubungan dengan rasa sakit di sekitar bagian belakang talus namun kadang kadang disalah artikan sebagai rasa sakit pada tendo achilles. dan Khan. Rasa sakit yang berkenaan dengan hal ini jarang terjadi namun patut diperhitungkan. K. Putusnya tendo Achilles juga bisa disebabkan oleh peningkatan mendadak jumlah tekanan pada tendo Achilles.LO 2. 3 Cedera dalam olah raga. seperti arthritis dan diabetes. sangat penting untuk mempertimbangkan diagnosa yang dihubungkan dengan penyakit seperti penarikan apophysitis pada selipan tendo Achilles sampai ke dalam calcaneus. seperti melompat dan berputar pada olah raga badminton. basket dan sepak bola ataupun olahraga berat lainnya. tersandung dan jatuh dari ketinggian. bermain bulu tangkis. Etiologi ruptur tendo Achilles Ruptur Tendo Achilles dapat terjadi saat dorsofleksi pasif secara tiba tiba saat kontraksi maksimal pada otot betis.. Ruptur tendo dapat terjadi saat berlari. seperti kortikosteroid dan beberapa antibiotik yang dapat meningkatkan risiko pecah. Biasanya ruptur tendo Achilles lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan pada wanita. (1993: 425) membuat tabel penyebab rasa sakit pada daerah tendo achilles sebagai berikut: Tabel . 2 Obat-obatan. 4 Trauma benda tajam atau tumpul pada bawah betis. melompat. P. 5 Obesitas.2. Brukner.1 sebab-sebab rasa sakit pada daerah tendo Achilles . Dalam beberapa kasus putusnya tendo Achilles terjadi pada tendo yang kurang menerima aliran darah.. tenis.

Pada .Seorang atlit yang menderita Achilles tendinitis atau retrocalcaneal bursitis merasakan perkembangan gejalanya secara bertahap dan biasanya akan mengeluhkan rasa sakit dan kaku segera saat bangun dari tidur di pagi hari. Rasa sakit ini akan semakin berkurang dengan cara berjalan-jalan atau menghangatkan bagian tendo achilles misalnya dengan membasuhkan air hangat. Jika luka atau sobekan di bagian tendo tersebut berlangsung lama dibiarkan biasanya dihubungkan dengan tendinitis dimana akan sangat sulit membedakan antara keduanya. Adanya rasa sakit yang sangat hebat dan datang secara tiba-tiba pada tendo Achilles yang mengakibatkan cacat adalah indikasi dari putusnya tendo tersebut. Cedera atau sobekan di sebagian tendo akan mengakibatkan sedikit rasa sakit di pagi hari namun rasa sakit akan terus meningkat dengan mencolok seiring dengan aktivitas yang dilakukan. Saat serat kolagen rusak. Pada tingkat ketegangan antara 4-8 persen.3. Begitu juga saat latihan. Stress tensil menyebabkan hilangnya konfigurasi bergelombang ini. Jika renggangan yang di tempatkan pada tendon tetap kurang dari 4 persen. tendon memiliki konfigurasi bergelombang akibat batasan di fibril kolagen. Serangan rasa sakit biasanya datang secara tiba-tiba di bagian luka pada tendo Achilles. LO 2. seorang atlit akan merasakan sakitnya mulai berkurang walaupun nanti timbul lagi setelah beberapa jam setelah latihan. tendon merespons secara linear untuk meningkatkan beban tendon.yaitu batas beban fisiologi secara umum serat kembali ke konfigurasi asli mereka pada penghapusan beban. hal ini yang menyebabka pada daerah jari kaki adanya kurva tegangan-regangan. Patofisiologis ruptur tendo Achilles Saat istirahat. serat kolagen mulai meluncur melewati 1 sama lain karena jalinan antar molekul rusak.

LO 2. Stress tensil menyebabkan hilangnya konfigurasi bergelombang ini. Jika kaki yang dorsofleksi sedangkan kaki bagian bawah bergerak maju dan betis kontrak otot.Tampaknya otot betis yang lemah dapat menyebabkan masalah. Keadaan sesak seperti ini dapat meningkatkan tekanan pada tendon Achilles dan mengakibatkan kerobekan. Rupture traumatic tendon Achilles.tingkat tegangan lebih besar dari 8 persen terjadi rupture secara makroskopik karena kegagalan tarikan oleh karena kegagalan pergeseran fibriller dan interfibriller. Selain itu. hal ini yang menyebabkan pada daerah jari kaki adanya kurva tegangan-regangan. Saat istirahat. tanpa peringatan. meliputi nyeri tajam yang hebat. dan respons ansietas pada klien. kerobekan dapat terjadi. Rupture tendon Achilles sering terjadi pada atlet atletik saat melakukan lari atau melompat. Achilles tendon robek lebih mungkin ketika gaya pada tendon lebih besar dari kekuatan tendon. maka semakin pendek dan akan menjadi lebih ketat.yaitu batas beban fisiologi secara umum serat kembali ke konfigurasi asli mereka pada penghapusan beban. penurunan fungsi tungkai dalam mobilisasi dan ketidakmampuan melakukan plantarfleksi. biasanya terjadi dalam selubung tendo akibat perubahan posisi kaki secara tiba-tiba atau mendadak dalam keadaan dorsifleksi pasif maksimal sehingga terjadi kontraksi mendadak otot betis dengan kaki terfiksasi kuat kebawah dan diluar kemampuan tendon Achilles untuk menerima suatu beban. Saat serat kolagen rusak. Jika renggangan yang ditempatkan pada tendon tetap kurang dari 4 persen. Kontraksi berlebihan juga dapat menjadi masalah dengan mengarah pada kelelahan otot. mereka dapat mengencangkan dan mempersingkat kontraksi. Pada tingkat keteganganantara 4-8 persen. Jika otototot menjadi lemah dan lelah. Semakin lelah otot betis. Penyebab pasti pecah Achilles tendon dapat terjadi tiba-tiba. Kerobekan banyak terjadi selama peregangan kuat dari tendon sementara otot betis berkontraksi. ketidakseimbangan kekuatan otot-otot kaki anterior bawah dan otot-otot kaki belakang yang lebih rendah juga dapat mengakibatkan cedera pada tendon Achilles.4. atau akibat tendinitis Achilles. Kondisi klinik rupture tendon Achilles menimbulkan berbagai keluhan. Pada tingkat tegangan lebih besar dari 8 persen terjadi rupture secara makroskopik karena kegagalan tarikan oleh karena kegagalan pergeseran fibriller dan interfibriller. tendon memiliki konfigurasi bergelombang akibat batasan di fibrilkolagen. serat kolagen mulai meluncur melewati 1 sama lainkarena jalinan antar molekul rusak. tendon merespons secara linear untuk meningkatkan beban tendon. Manifestasi klinis ruptur tendo Achilles Penderita ruptur tendon achilles memiliki gejala atau manifestasi klinik sebagai berikut: .

Jika tendo Achilles pecah. . Diagnosis Banding 1 Ruptur tendon Achilles Yaitu putusnya tendon achilles secara paksa. Dalam beberapa kasus. ahli bedah kaki dan pergelangan kaki akan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana dan kapan cedra terjadi dan apakah pasien sebelumnya cedera tendo atau gejala serupa juga dialami. perasaan cacat pada tendon yang menunjukkan air mata. Diagnosis dan diagnosis banding ruptur tendo Achilles Diagnosis Dalam mendiagnosis ruptur tendo Achilles.1 Rasa sakit mendadak yang berat dirasakan pada bagian belakang pergelangan kaki atau 2 3 4 betis Bengkak. ahli bedah dapat memesan tes pencitraan MRI atau lainnya. 3 Achilles tendoncitis Cedera ini biasanya terjadi saat kontraksi kuat dari otot seperti ketika berjalan/ berlari. kaku dan memar Terlihat depresi di tendon 3-5 cm diatas tulang tumit Tumit tidak bisa digerakan turun naik LO 2. Ketika bursa ini meradang disebut bursitis. Diagnosis ruptur tendo Achilles biasanya langsung dan dapat dilakukan melalui pemeriksaan jenis ini. Dimana achilles tendon fibrosa tebal di belakang tumit meluncur turun naik. achiles tendoncitis adalah sebuah strain kekerasan yang dapat membuat trauma tendon achilles dan betis. Dokter bedah akan memeriksa kaki dan pergelangan kaki. Bursa ini biasanya membatasi gesekan. 2 Tendo calcaneal bursitis Bursa adalah kantung berisi cairan yang dirancang untuk membatasi gesekan.5. pasien akan memiliki kekuatan yang kurang dalam mendorong ke bawah (seperti pada pedal gas) dan akan mengalami kesulitan naik pada jari kaki. periode tendon achilles di dahului tahap tendonisitis yang membuat tendo semakin lemah. Tendo calcaneal bursitis adalah peradangan pada bursa di belakang tilang tumit. Rentang gerak dan kekuatan otot akan dievaluasi dan dibandingkan dengan kaki terluka dan pergelangan kaki. karena terlalu sering di beri tekanan.

kemudian betis pasien diremas. Pemeriksaan ruptur tendo Achilles Pemeriksaan fisik : Dari pergerakan tumit dan otot. Tidak disarankan untuk dilakukan pada pasien dalam keadaan sadar Copeland Test . B.Apabila tendo achilles normal. Obrien’s Test .Posisi pasien tengkurap . MRI ( Magnetic Resonance Imaging ) . . - menandakan tendo achilles yang mangalami ruptur. kemudian pada daerah midline 10 cm proksimal dari - calcaneus masukkan jarum berukuran 25. kemudian pada betis dipasang torniket.Pergelangan kaki dilakukan dorsofleksi secara pasif. apabila gerak jarum seperti plantar fleksi pertanda bahwa tendo achilles tidak mengalami cedera.Apabila tendo utuh.Posisi pasien tengkurap. Lakukan gerak dorso fleksi secara pasif.6. maka tidak ada pergerakan. . Namun bila tendo mengalami ruptur. tekanan hanya naik sedikit atau tidak bergerak sama sekali. Foto Rotgen Foto rotgen ini awalnya untuk memastikan ada tidaknya “Calcaneous spur”. LO 2.Posisi pasien tengkurap. Pada penderita plantar fascitis dengan calcaneous sering tebal pada bagian fascianya dua kali dari normal.4 Achilles tendinopathy atau tendonosis Kronis yang berlebihan bisa berpengaruh pada perubahan tendon achilles yang juga menyebabkan degenerasi dan penebalan tendon. Apabila pergerakannya lemah atau tidak ada pergerakan maka dicurigai tendo achilles mengalami ruptur Thompson test . maka akan terjadi plantar fleksi tendo Achilles. Bila jarum tidak bergerak. Pemeriksaan penunjang lainnya : A. maka tekanan akan naik sekitar 35-60 mmHg. . Namun apabila terjadi ruptur.

dan bursitis.. Gambar sinar-X diperoleh dengan memanfaatkan karakteristik redaman yang berbeda dari padat (misalnya kalsium dalam tulang) dan kurang padat (otot misalnya) jaringan ketika sinar melewati jaringan dan ditangkap di film. proton ini kemudian dibombardir dengan gelombang radio yang mengetuk beberapa dari mereka keluar dari keselarasan. berjalan . Lokasi Sakit Disamping memeriksa daerah yang sakit. memperhitungkan berbagai faktorfaktor yang menyebabkannya seperti keketatan betis. Radiografi menggunakan sinar-X untuk menganalisis titik cedera. (1993: 426) perlu adanya pemeriksaaan pada daerah dimaksud dengan cara pengamatan dan perlakuan sebagai berikut: 1. tendinosis. berdiri b.Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat digunakan untuk membedakan pecah tidak lengkap dari degenerasi tendon Achilles. sementara jaringan lunak masih relatif tidak dibedakan di latar belakang. Radiografi memiliki peran kecil dalam penilaian cedera tendon Achilles dan lebih berguna untuk mengesampingkan cedera lain seperti patah tulang kalkanealis B.. Radiografi dapat juga digunakan untuk mengidentifikasi secara tidak langsung menangis Achilles. pengamatan a. Ketika proton kembali mereka memancarkan gelombang radio mereka sendiri yang unik yang dapat dianalisis oleh komputer dalam 3D untuk membuat gambar yang tajam penampang silang dari area of interest. Sinar-X dibuat ketika elektron energi tinggi menghantam sumber logam. Teknik ini menggunakan medan magnet yang kuat seragam untuk menyelaraskan jutaan proton berjalan melalui tubuh. kekakuan tulang sendi pada pergelangan kaki atau sendi subtalar dan tungkai biomekanik yang lebih rendah. MRI dapat memberikan kontras yang tak tertandingi dalam jaringan lunak untuk foto berkualitas sangat tinggi sehingga timur untuk teknisi untuk menemukan air mata dan cedera lainnya. P. dan Khan. Pemeriksaan 1. K. Menurut Brukner. Sinar-X umumnya terkena mengoptimalkan visualisasi benda padat seperti tulang. dan MRI juga dapat membedakan antara paratenonitis. Hal ini sangat tidak efektif dalam mengidentifikasi cedera pada jaringan lunak.

otot betis 7. K. pengangan/pelenturan saraf punggung kaki (dorsifleksi) 3. Pemeriksaan Pasien Dengan Rasa Sakit Pada Daerah Tendo Achilles (dikutip dari Brukner. gerakan aktif a. penilaian secara biomekanik Gambar 2. tes Thomson (gambar 2h) b. plantarfleksi 5. penegangan/pelenturan (plantarfleksi) b. bursa retrocalacaneal c. pengujian khusus a. menjatuhkan tumit secara tiba-tiba (gambar 2f) 6. peregangan otot (i) gastrocnemius (gambar 2d) (ii) soleus (gambar 2e) 4.. betis diangkat b. pengujian secara fungsional a. gerakan tertahan a. tulang sendi subtalar (gambar 2c) e.. talus bagian belakang d. plantarfleksi b. tendo achilles b. plantarfleksi dengan tekanan lebih (gambar 2b) c. P. meloncat c.a) 2. palpasi/pijatan a. 1993: 426-427): . dan Khan. dorsifleksi d. tengkurap (gambar 2. gerakan pasif a.c.

a. Gerakan pasif – peregangan otot (gastrocnemius). Lutut diregangkan dan tumit tetap di atas permukaan tanah. penebalan pada tendo otot betis melemah (mengecil) b. pengamatan – tengkurap. . Amati pembengkakan. d. Kaki tetap di posisi netral dengan tempurung lutut sejajar dengan tulang telapak kaki. Gerakan pasif – sendi subtalar (subtalar joint). Bandingkan peregangan pada kedua sisi. Tambahan penekanan dapat dilakukan. Biasanya menyakitkan jika ada kelainan pada bagian belakang tendo (posterior impingement). Dilakukan dengan berdiri dan memanfaatkan berat badan sebagai tekanan. Gerakan tertahan pada sendi subtalar adalah penyebab potensial dari rasa sakit pada tendo Achilles dan juga turut mengakibatkan kelainan pada biomekanik. c. gerakan pasif – plantarfleksi.

. Hasil tes positif jika tidak terjadi plantarfleksi pada kaki. Pengujian meliputi mengangkat lutut secara bersamaan ataupun sendiri-sendiri. Pijat tendo dan para tendo selama pergerakan tendo untuk menentukan bagian mana yang tergabung. soleus (telapak kaki) dan bursa retrocalcaneal. g. Tes khusus – tes Thompson untuk putusnya tendo Achilles. Dapat digunakan untuk menimbulkan rasa sakit kembali jika memang dibutuhkan. Pijat bagian gastrocnemius. Dilakukan dengan cara pasien berdiri tegak dengan lutut dilenturkan. h.e. Pastikan kaki dalam posisi normal. Tes dilakukan dengan meremas bagian tengah otot betis. Palpasi (pijatan)– tiarap. menjatuhkan tumit secara tiba-tiba dan menerjang. melompat. Pengujian secara fungsional. f. Gerakan pasif – peregangan otot (soleus).

.Gambar 3. Pemeriksaan Dengan Sinar X . dan Renstrom Per. Tendo Achilles Robek/Strain (dikutip dari Peterson Lars. 1986: 332-333) 2.

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan luka pada tendo achilles adalah sebagai berikut (Brukner. dan Khan. dkk.. Berkurangnya waktu relaksasi di antara sesi latihan c. Fleksibilitas otot yang rendah (gastrocnemius yang rapat) . dan putus sebagian (partial tear). Luka pada tendo achilles Tendo achilles adalah gabungan tendo-tendo dari otot gastrocnemeius dan soleus. Otot plantaris yang sangat lembut juga menyelip pada tendo achilles. berkurangnya fleksibilitas kaki) f. Peterson Lars. Perubahan/pergantian alas kaki (alas kaki bertumit rendah/ tumit tinggi) e.Citra sinar X yang biasa memiliki peran yang terbatas dalam pemeriksaan pasien dengan rasa sakit pada tendo achilles. Tendo ini hanya memiliki sedikit persediaan darah namun tingkat metabolisme yang rendah memudahkan otot ini untuk menahan beban berat/dibawah tekanan dalam jangka waktu yang relatif lama tanpa mengakibatkan kerusakan iskemia. MRI juga dapat membantu pemeriksaan cedera pada tendo achilles. paratendinitis. dan Renstrom Per. Sistem sirkulasi darah yang relatif dan rendahnya tingkat metabolisme dapat menjelaskan mengapa proses penyembuhan pada tendo setelah cedera berlangsung relatif lama. Pemeriksaan secara ultrasound harus dilakukan saat luka pada tendo achilles tidak bereaksi terhadap cara tradisional. d. kecepatan. 1986: 332). Cedera pada tendo achilles timbul karena beban yang diterima tendo. P. 1986: 311. Perubahan permukaan. Meningkatnya aktivitas (jarak. Kondisi alas kaki yang buruk (ukuran tumit yang tidak sesuai. degenerasi focal. tinggi/curam tanjakan) b. Terlalu banyak tiarap (meningkatnya beban pada kompleks gastrocnemius/soleus untuk menelentangkan kaki dan jemari kaki dengan bebas) g. Pemeriksaan secara ultrasound dapat membantu membedakan antara tendinitis. 1993: 429): a. C. Ini mungkin saja merupakan faktor yang menimbulkan dan menambah retrocalnaceal bursitis semakin parah. Tendo ini dikelilingi oleh peritendo yang berkesinambungan dengan bagian depan dari otot dan periosterum dari calcaneus. Kadang-kadang adanya penonjolan yang tampak dan berlebihan pada calcaneus perlu diperhatikan.. baik hanya sekali-kali maupun berkali-kali dalam waktu yang relatif lama melampaui kemampuan tendo untuk menahan beban tersebut (Ellison. pelebaran sisi sepatu. K..

peradangan tingkat rendah yang terus-menerus dan berakibat pada penebalan jaringan otot. (1997: 107) dan Arnheim dan Prentice (1997: 477-478). Diagnosa yang akurat dalam tahapan cedera tendo sangat penting untuk mulai perawatan.. Tatalaksana ruptur tendo Achilles - Terapi Fisik . Jamal. dan Khan. diterjemahkan oleh Khabib..h. K. Dollard. II. Sedangkan Achilles tendinitis diklasifikasikan menjadi tingkat I.7. LO 2. (1993: 430) akan dijelaskan pada tabel 2. Hal ini dapat mengakibatkan pemisahan jaringan-jaringan tendo dan nantinya akan mengakibatkan kemerosotan dan penurunan fungsi pusat (degenerasi focal). Pembedaan antara tipe-tipe cedera pada tendo achilles sangat penting mengingat perbedaan perawatan dan rehabilitasi luka tersebut. P. Secara umum gejala pertama dari peradangan yang terjadi pada lapisan vaskular yang mengelilingi tendo. Tendinits adalah suatu jenis peradangan yang terjadi pada tendo Achilles.. Achilles tendinitis erat kaitannya dengan perkembangan edema lokal dan gangguan pada otot bagian dasar dengan gangguan yang lebih kecil pada jaringan-jaringan otot. Berkurangnya ruang gerak sendi (dorsifleksi yang terbatas) Efek dari gangguan-gangguan ini adalah beban yang terus menerus yang akan mengakibatkan trauma kecil (microtrauma). Ciri-ciri klinis Achilles tendinitis menurut Brukner. DPM. 1. Tendinitis pada tendo achilles Menurut Mark D. III atau IV akan ditunjukkan pada table 3 dengan petunjuk kegiatan yang sesuai.

yang memungkinkan kaki untuk jatuh secara nyaman.maupun seluruhnya. Pada minggu ke-8. pasien dalam kelompok bedah memperbaiki tendon Achilles dengan menjalani menggunakan prosedur Krackow. Dari 2 reruptures bedah. fisioterapi Pada sebuah studi yang dilakukan oleh Twaddle dan Poon. orthosis dibawa ke posisi netral. Pada robekan parsial dilakukan pemasangan gips sirkuler di atas lutut selama 4-6 minggu • dalam posisi fleksi 30°-40° pada lutut dan fleksi plantar pada pergelangan kaki. Terapi fisik umumnya tidak ditunjukkan untuk fase akut pengobatan. dengan protokol ROM yang sama seperti minggu sebelumnya. Lainnya. . 1 jatuh dari tangga. dengan kaki di equinus sekitar 2-4 minggu. mereka juga diperbolehkan untuk melepas orthosis di malam hari. diikuti oleh pemasangan gips equinus. Semua reruptures dirawat melalui pembedeahan. Kelebihan dari pemakaian boot ini adalah pasien dapat • bergerak. Pengobatan Konservatif Imobilisasi langsung untuk ruptur tendo Achilles baik secara parsial. Pada saat ini. Pada 6 minggu. 2 di bedah dan 1 pada kelompok nonsurgical. Pasien nonsurgical tergelincir dari tanggul di minggu ke-16. Pada minggu ke-4. dan kemudian seri casting atau dengan penurunan derajat fleksi plantar ke netral pada interval 2 hingga 4 minggu. pasien diizinkan untuk menanggung berat badan yang ditoleransi sambil mengenakan orthosis. protokol konservatif yang lebih baru menggunakan periode nonweight-bearingcasting. pasien diperbolehkan melepas orthosis dan kemudian mulai terapi fisik untuk peregangan dan penguatan.Seorang individu yang mengalami ruptur tendon Achilles-nya harus mencari pengobatan medis yang segera. • • Latihan bergerak sangan penting dalam proses pemuliahn rupture tendo Achilles Pemakaian boot orthosis yang bisa dilepas dengan sisipan untuk tumit agar ujung tendin dapat berdekatan bersama-sama. melatih dorsofleksi secara aktif dan fleksi plantar pasif. tetapi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan total. sedangkan pasien non-bedah yang ditempatkan langsung di cor. dan duduk dengan kaki menggantung. Setelah pelepasan gips. Pasien melepas splint selama 5 menit setiap jam. Ada 3 kasus reruptures. baik di atas atau di bawah lutut. dan yang lainnya ditabrak mobil saat mencoba menghentikan perampokan. pasien dipakaikan orthosis yang dapat dilepas dengan posisi pergelangan kaki pada 20 º dari fleksi plantar.

Selanjutnya. jangkauan yang aktif dan aktif-dibantu gerak.dan daya tahan. Dalam kebanyakan kasus. pasien dapat beraktivitas kembali dalam jangka waktu 4 bulan. Imobilisasi biasanya dihentikan 4-6 minggu setelah perbaikan. ujung tendon dapat dikenali dengan mudah dan didekatkan dengan menggunakan jahitan tipe Kesler/Krackow/Bunnell dengan menggunakan nonabsorbable suture. dan mendorong subkutan. Paratenon harus disambung kembali agar tidak terjadi adesi. dan pengelupasan kulit lebih tinggi daripada tindakan non-operasi. epitenon disambung dengan teknik cross-stitch. Penggunaan gips dilakukan selama 4 minggu. Insisi garis tengah jarang digunakan karena tingginya tingkat komplikasi luka dan adesi. Setelah operasi. yang diperkirakan ketika pergelangan kaki berada pada equinus maksimal. diikat menggunakan simpul. serta menghindari cedera pada saraf Sural. pasien menggunakan bantalan gips yang tanpa beban. Namun. Jahitan itu kemudian dipotong pendek. dibuat sayatan sepanjang 3-10 cm. setelah paratenon disayat secara longitudinal. berenang. drainase. penutupan oleh kulit akan membatasi terjadinya komplikasi luka. Tindakan operasi untuk perbaikan ruptur Achilles tendon telah dilaporkan memiliki tingkat yang lebih rendah dalam terjadinya rerupture. peningkatan kekuatan otot pasca operasi. Pada pendekatan ini. dan pasien diperbolehkan memakai bantalan berat parsial. bersepeda stasioner. kemungkinan terjadinya komplikasi luka seperti infeksi. jahitan melewati ujung distal dan proksimal. Setelah periode imobilisasi. pembentukan sinus. Kemudian.dibuat sayat kecil selebar 2-4 cm. kaki digerakkan secara netral ke plantar atau sedikit dalam orthosis kaku. diikuti oleh 4 minggu di bantalan berat dan pemakaian gips dengan elevasi tumit rendah.Percutaneous Surgery Pada tindakan ini. pergelangan kaki dipertahankan dalam fleksi saat pemasangan orthosis. dan membutuhkan waktu yang lebih singkat agar dapat kembali beraktivitas normal jika dibandingkan dengan tindakan konservatif. Luka-luka kecil dibersihkan dan dipasang perban kering dan steril Setelah itu. Pada saat itu. Open Surgical Repair Perbaikan terbuka dilakukan dengan menggunakan pendekatan longitudinal medial. Insisi medial memiliki keuntungan visualisasi yang lebih baik pada tendon plantaris. . Melalui luka tusuk. dan berjalan dalam sepatu dilengkapi dengan mengangkat tumit dapat dimulai.

cor. penjepit atau belat. yang ketika satu potongan panjang dibuat untuk mencapai tendon untuk memperbaikinya. Ada 2 jenis pembedahan 1. Setelah itu. perbaikan dapat diperkuat dengan tendon lain. Anda harus menghabiskan waktu sekitar enam sampai delapan minggu dengan kaki Anda dalam boot berjalan. Ada berbagai macam teknik: Teknik Fascia lata.com Teknik V-Y Myotendinous Lengthening . Prosedur ini umumnya melibatkan membuat sayatan di bagian belakang kaki bawah dan jahitan robek tendon bersama-sama.medscape.Operasi Pembedahan adalah pengobatan umum untuk pecah lengkap Achilles tendon. Operasi terbuka. Sumber www. Tergantung pada kondisi jaringan yang robek.

Sumber www.medscape.com Teknik Krackow .

yang ketika sejumlah luka kecil yang dibuat untuk mencapai tendon untuk memperbaikinya Teknik Operasi Perkutaneus Keduanya membutuhkan sekitar waktu 6 minggu untuk penyembuhan.medscape.com FHL Tendon Transfer Sumber www.Sumber www. 1-3 minggu untuk memulai pergerakan pertama. 4 minggu untuk mengembalikan panjang otot. . Operasi perkutan.medscape.com a.

tendo digunakan sebagai ligamen dengan melekatkan tendo diatas persendian.  Pemanjangan tendo : pemanjangan tendo dengan membuat sayatan z dan ujung ujung kedua tendo yang telah dibuat sayatan kemudian dijahit sehingga tendo tendo tersebut menjadi lebih panjang. Macam macam operasi pada tendo :  Tenotomi : pemotongan tendo untuk menghilangkan kerja otot tertentu. Pengobatan lainnya Pasien dengan diabetes. luka rincian.  Transposisi tendo : tendo dapat di transposisi ketempat lain untuk menggantikan atau menambah fungsi pada kelompok otot yang lain. penyakit vaskular. Misalnya adduktor tenotomi pada spasme muskulus adduktor. dehiscence perbaikan. dapat dilakukan secara terbuka atau perkutaneus. neuropati. masalah penyembuhan luka. atau komorbiditas sistemik yang serius dianjurkan untuk memilih pengobatan nonoperative karena risiko yang signifikan dari pengobatan operasi (misalnya. Pada tenodesis. komplikasi perioperatif).Resiko pembedahan antara lain :  Infeksi  Kerusakan kulit  Jaringan parut  Perdarahan  Pembekuan darah dikaki Setelah terapi dilakukan fisioterapi dan memakai sepatu yang tumitnya ditinggikan selama bebrerapa bulan.  Tenodesis : merupakan teknik operasi pada tendo untuk menstabilkan sendi. Olahraga berat tidak boleh dilakukan selama 6 bulan. infeksi. .

seperti infeksi.Dengan menjaga kaki dalam posisi ini. baik bedah atau nonsurgical. Selain itu. Namun. Dorsofleksi Paksa merupakan kontraindikasi. cedera neurovaskular). tepi tendon dapat menyembuhkan dalam posisi memanjang karena celah di ujung tendon yang mengakibatkan penurunan daya fleksi plantar dan daya tahan. Selama waktu ini. . Metode ini bisa efektif. Imobilisasi Cast dilanjutkan selama sekitar 6-10 minggu. Nonsurgical pengobatan Pendekatan ini biasanya melibatkan mengenakan gips atau berjalan boot. pembentukan bekas luka. tumit di sepatu diangkat setinggi 2 cm dab dipakai selama 2-4 • bulan. Kekurangan pengobatan nonoperative termasuk insiden yang lebih tinggi rerupture (hingga 40%) dan lebih sulit perbaikan reruptur bedah. Keuntungan pengobatan nonoperative termasuk komplikasi luka tidak ada (misalnya. program rehabilitasi dimulai. biaya rumah • sakit menurun dan biaya dokter. Kebanyakan orang kembali ke level sebelumnya aktivitas mereka dalam waktu empat sampai enam bulan. ujung tendon secara teoritis lebih baik. dan tidak ada paparan anestesi. yang memungkinkan ujung tendon robek Anda untuk memasang kembali diri mereka sendiri. Berjalan dengan menggunakan cor diperbolehkan saat masa tersebut. Posisi ini ditopang dengan casting serial atau pergelangan kaki orthotics yang disesuaikan.• Gips kaki pendek adalah dipasang pada kaki yang terkena sementara pergelangan kaki ditempatkan di plantar fleksi sedikit (equinus gravitasi). Pada robekan parsial dilakukan pemasangan gips sirkuler dalam posisi fleksi 30-40 derajat pada lutut dan fleksi plantar pada pergelangan kaki. Pergelangan kaki secara bertahap dapat dorsofleksi ke posisi yang lebih netral setelah periode imobilisasi (~ 4-6 minggu). perbaikan bedah mungkin lebih sulit. dan menghindari risiko. kerusakan kulit. terkait dengan operasi. Jika kembali pecah terjadi. infeksi. morbiditas lebih rendah. dan pemulihan dapat memakan waktu lebih lama. Rehabilitasi Setelah pengobatan. kemungkinan re-pecah lebih tinggi dengan pendekatan nonsurgical. Anda akan pergi melalui program rehabilitasi yang melibatkan latihan terapi fisik untuk memperkuat otot kaki Anda dan Achilles tendon. Setelah pelepasan cor.

swelling Elevasi kaki yang tinggi untuk memulai latihan pada kaki d. Biasanya. achilles boot Supaya tidak bertumpu pada tumit b. seperti berjalan baru bisa dilakukan kembali setelah 6 minggu. .a. Kenakan sepatu yang baik dengan bantalan yang tepat. exercise latihan hiperabduksi.8. Jaga berat badan ideal agar tidak obesitas. kalau bisa hanya menggunakan 1 saja kalau sudah mampu c.9. kegiatan berat. tendo mungkin menjadi lebih kuat dan kecil kemungkinannya untuk ruptur lagi. laterofleksi. Atlet biasanya kembali berolahraga. tendo akan kembali normal. Biasakan latihan yang memperberat betis. Pencegahan ruptur tendo Achilles Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum melakukan kegiatan olahraga. Jangan memaksakan latihan jika kaki terasa lelah. fleksi-ekstensi sesuai dengan waktu yang ditentukan. LO 2. crutches Alat bantu jalan. setelah 4 sampai 6 minggu setelah cedera terjadi. Jika operasi dilakukan. Prognosis ruptur tendo Achilles Kebanyakan orang yang mengalami ruptur tendo Achilles. LO 2.