You are on page 1of 16

PROSES KEPERAWATAN

KEBUTUHAN SEKSUAL

Pengkajian Factor fisik Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan fisik berupa aktivitas seksual dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan.  . penyakit minor dan keletihan.

penurunan minat dalam aktivitas seksual dapat mengakibatkan ansietas.  . terdapat perbedaan dalam nilai atau gaya hidup.Cont’s Faktor hubungan Masalah dalam berhubungan dapat mengalihkan perhatian seseorang dari keinginan seks.

Menemukan waktu yang tepat untuk aktivitas seksual.  . Tidak memiliki waktu untuk mencurahkan perasaan dalam berhubungan dapat mempengaruhi keinginan seksual.Cont’s Faktor gaya hidup Beberapa factor gaya hidup seperti penggunaan atau penyalahgunaan alcohol dapat menyebabkan gairah palsu pada saat berhubungan.

model peran negative.dan penganiayaan fisik atau emosi yang menyebabkan trauma. dan upaya untuk hidup dalam pengharapan pribadi dan cultural yang tidak realistic  . kurangnya pendidikan seks.Cont’s Factor harga diri Tingkat harga diri klien juga menyebakan konflik yang melibatkan seksualitas. Harga diri seksual dapat menurun disebabkan oleh perkosaan.

Cont’s Contoh pertanyaan yang dapat diajukan: 1. Apakah anda memperhatikan adanya perubahan dalam mempersepsikan diri sebagai pria. suami dan istri? Pertanyaan pada orang tua anak: 3. Apakah anak anda telah mulai mengajukan pertanyaan tetang darimana bayi berasal? 5. kehamilan dan kontrasepsi?  . Bagaimana perasaan anda tentang bagian seksual dalam hidup anda? 2. Pernahkah anda membicarakan dengan anak tentang seks. Apakah anda memperhatikan anak anda mengeksplorasi tubuhnya mis: anak menyentuh alat kelaminnya? 4. wanita.

Bagaimana klien menghendaki kekuatiran untuk diselesaikan dan apa tujuan mereka terhadap pengobatan? . Tindakan seperti apa yang klien cari untuk menghilangkan kekuatiran tersebut? 4. Apa yang klien anggap sebagai penyebab dari kekuatiran tersebut? 3. Riwayat seks singkat akan mencakup jawaban dari pertanyaan berikut : 1. Bagaimana pandangan klien terhadap kekuatiran seksual mereka? 2.Cont’s Remaja mungkin lebih memberikan pertanyaan seperti tentang PMS atau apakah tubuh mereka telah berkembang dengan ukuran (kecepatan) yang tepat.

Klien wanita dapat belajar untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri selama pengkajian fisik.  . mengkaji reaksi klien. dan memberikan informasi tentang pemeriksaan atau struktur anatomis dan fisiologis. menjawab pertanyaan yang diajukan klien.Cont’s Pengkajian fisik Perawat mengkaji payudara dan genitalia internal dan eksternal klien. klien pria data melakuan pemeriksaan testis mandiri selama pengkajian fisik.

ansietas terkait hospitalisasi. disfungsi seksual. konflik atau stessor perkawinan. 4. Disfungsi seksual yang berhubungan dengan: cedera medulla spinalis. Perubahan pola seksualitas yang berhubungan dengan: ketakutan tentang kehamilan. 3. nyeri. perubahan pasca persalinan. Sindrom trauma perkosaan yang berhubungan dengan: ketidak mampuan untuk mendiskusikan pengalaman perkosaan masa lalu. penyakit kronis. 2. . Gangguan citra tubuh yang berhubungan dengan: efek mastektomi atau kolostomi yang baru dilakukan.Diagnose Diagnose NANDA dalam potter&Perry (2005) untuk perubahan kesehatan seksualitas: 1. depresi terhadap kematian atau perpisahan dari pasangan. efek antihipertensif.

pola penganiayaan ketika masih kecil. . 6. Gangguan harga diri berhubungan dengan: kerentanan yang dirasakan setelah mengalami serangan infark miokardium. Konflik pengambilan keputusan yang berhubungan dengan: aktivitas seksual sebelum menikah. penggunaan kontrasepsi. 7. penggunaan kontrasepsi. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan: aktivitas seksual sebelum menikah.5.

Berikan dorongan untuk bertanya tentang seksualitas atau fungsi seksual yang mungkin mengganggu pasien. 7. .Intervensi Perubahan pola seksualitas 1. 4. Identifikasi penghambat untuk memuaskan fungsi seksual. Jika suatu perubahan atau kehilangan bagian tubuh mempunyai dampak negatif terhadap fungsi. 5. Jika stresor atau gaya hidup yang penuh stresor berdampak negatif terhadap fungsi. Dapatkan riwayat seksual 2. 6. Indentifikasi pilihan metode untuk mengaktifkan energi seksual bila pasangan tidak ada atau jika ada keinginan. Lakukan penyuluhan kesehatan dan rujukan sesuai indikasi. 3.

Diskusikan ketidaknyamanan dengan pasieng. Kaji stress emosional pasien 6. Mendengar secara aktif 2. rujuk ke konseling professional . Kolaborasi : 7. Kaji tingkat pendidikan klien 3.Cont’s Disfungsi seksual 1. 4. Diskusikan solusi permasalahan dengan klien 5. Dorong pasien untuk mau terbuka dan berdiskusi mengenai permasalahannya.

1. Jelaskan setiap prosedur pengkajian yang akan dilakukan dan mengapa dilakukan pastikan bahwa pengumpulan data yang dilakukan selama perawatan tidak menghakimi.Cont’s Sindrom trauma perkosaan. .

ketika disfungsi seksual teridentifikasi dan menimbulkan masalah gaya hidup dan kesehatan. seperti konseling. perawat harus memberikan rujukan yang sesuai. .Implementasi Perawat dapat meningkatan kesehatan seksual dengan membantu klien mendapatkan wawasan klien mengenai masalah mereka danmengenali metoda untuk menghadapi masalah tersebut secara efektif. perawatan resoratif. Untuk perawatan akut intervensi keperawatan menunjukkan perubahan klien pada pasangan seksual atau disfungsi seksual umumnya menimbulkan kesadaran.

Evaluasi Individu memiliki hak mengetahui fungsi tubuh mereka dan untuk memprediksi perubahan dan perkembangan. Pengungkapan klien atau pasangan menunjukkan apakah tujuan dan hasil telah tercapai. .

Terima kasih  .