You are on page 1of 4

No

1.
2.
3.
4.

URAIAN
Nama Perizinan
Keperluan
Orientasi
Pemohon

Kep. Swasta
Izin Lokasi
Investasi
Keuntungan / Profit
Swasta / BUMN / BUMD

5.

Luas Minimal

6.
7.

Luas Maksimal
Masa berlaku

1 Ha (jika < 1 Ha diatur


dalam Perda)
Ijin klasifikasi
IPPT
dsb
Sesuai Perkaban No. 2/1999
25 Ha (1 thn +1*)
25-50 Ha (2 thn + 1*)
50 Ha (3 thn + 1*)
*Dapat perpanjangan 1
tahun apabila lahan yang
dibebaskan >50%

8.

Pelaksanaan
pembebasan tanah

9.

Unsur Pemaksa
Pembebasan Tanah

10.
11.
12.

Hak Atas Tanah


Sumber Dana
Perkembangan
Peraturan

Kep. Umum
Penetapan Lokasi
Pembangunan Fasilitas Umum
Pelayanan kepada masyarakat
Instansi Pemerintah / BUMN /
BUMD
1 Ha (diubah 5 Ha berdasarkan
Perpres 40/2014)

Tidak dibatasi
2 tahun + 1 tahun

Dahulu : Panitia
pengadaan tanah
Sekarang : Lembaga
Pertanahan (UU No.
2/2012)
Tidak ada (tanah yang tidak
Ada Unsur pemaksa
bersedia dibebaskan harus di UU No 20/1961
ENCLAVE)
(Pencabutan HAT)
Konstinyasi
HGU / HGB
Hak Pakai / Hak Pengelolaan
Investor
APBN / APBD
a. Sebelum Paket Juli 1992 a. PMDN 15/1975
b. Keppres 55/1993
PMDN 12/1984
(Perkaban 1/1994
Perusahaan dgn
(Peraturan Pelaksana))
fasilitas
c. Perpres 36/2005
PMDN 5/1974
d. Perpres 65/2006
Perusahaan non
e. UU No. 2/2012
fasilitas
PMDN 3/1987
Perusahaan
perumahan
b. Paket Juli 1992
Keppres 33/92
Perkaban 3/92
c. Paket Oktober 1993
Perkaban 2/93
d. Perkaban 2/1999
e. Keppres 34/2003
Investor

PMNA/Ka.BPN No. 2/1999


Ijin Lokasi adalah ijin yang diberikan kepada perusahaan untuk memperoleh tanah yang
diperlukan dalam rangka penanaman modal yang berlaku pula sebagai ijin pemindahan
hak dan untuk menggunakan tanah tersebut guna keperluan usaha penanaman
modalnya.
Perusahaan adalah perseorangan atau badan hukum yang telah memperoleh ijin untuk
melakukan penanaman modal di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Group Perusahaan adalah dua atau lebih badan usaha yang sebagian sahamnya dimiliki
oleh orang atau badan hukum yang sama baik itu secara langsung maupun melalui
badan hukum lain,dengan jumlah atau sifat kepemilikan sedemikian rupa, sehingga
melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan
penyelenggaraan atau jalannya badan usaha tersebut.
Penanaman modal adalah usaha menanamkan modal yang menggunakan maupun yang
tidak menggunakan fasilitas sebagaimana dimaksud UU no 1/67 ttg PMA sebgaimana
telah diubah dengan UU no 11/70 dan UU no 6/68 ttg PMDN sebagaimana telah diubah
dengan UU no 12/70

Ijin Lokasi tidak diperlukan dan dianggap sudah dipunyai oleh perusahaan yang
bersangkutan apabila :
a. Tanah yang akan diperoleh merupakan pemasukan (inbreng (memasukkan aset pribadi
ke perusahaan)) dari para pemegang saham. Dituangkan adalam akta pendirian
perusahaan;
b. Dalam rangka melanjutkan seluruh atau sebagian perusahaan lain yang sudah
menguasai tanah dengan syarat yang sudah ada persetujuan dari instansi yang
berwenang;
c. Untuk usaha industri dalam kawasan industri;
d. Tanah berasal dari otorita;
e. Untuk perluasan usaha, dengan syarat ada ijin dan letak tanah berbatasan;
f. Untuk usaha pertanian luas < 25 Ha
Untuk usaha non pertanian luas < 1 Ha;
g. Tanah sudah dipunyai oleh perusahan yang bersangkutan;
Cttn :
Dari a-g kesemuanya dengan catatan, lokasi sesuai dengan tata ruang wilayah
Bila tidak perlu ijin lokasi, perusahaan yang bersangkutan memberitahukan rencana
perolehan tanah dan atau penggunaan tanah pada kantor pertanahan.

Luas tanah yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan / group perusahaan
a. Perumahan :
1. Perumahan / Pemukiman
: 1 Provinsi 400 Ha; Indonesia 4000 Ha
2. Resort / Perhotelan
: 1 Provinsi 200 Ha; Indonesia 2000 Ha
(Berdasarkan Perkaban 5/2015) : 1 Provinsi 200 Ha; Indonesia 4000 Ha
3. Kawasan Industri
: 1 Provinsi 400 Ha; Indonesia 4000 Ha

4. Perkebunan besar (HGU)


o Komoditas Tebu
: 1 Provinsi 60.000 Ha; Indonesia 150.000 Ha
(Perkebunan tebu + Pabrik Gula)
o Komoditas Lainnya
: 1 Provinsi 20.000 Ha; Indonesia 100.000 Ha
5. Pertambakan (Tambak)
o Di Pulau Jawa
: 1 Provinsi 100 Ha; Indonesia 1000 Ha
o Di Luar Pulau Jawa
: 1 Provinsi 200 Ha; Indonesia 2000 Ha
Khusus Provinsi Irian Jaya : maksimum 2 x luas maksimum Provinsi lain
Perusahaan wajib membuat pernyataan tertulis mengenai luas tanah yang sudah
dikuasai perusahaan / group perusahaannya.

Yang tidak terkena pembatasan luas maksimum


a. BUMN yang berbentuk Perum atau BUMD;
b. Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh negara, baik
pemerintah pusat maupun daerah;
c. Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki masyarakat dalam
rangka Go Public.

Jangka Waktu
a. 25 Ha (1 thn +1*)
b. 25-50 Ha (2 thn + 1*)
c. 50 Ha (3 thn + 1*)
*Dapat perpanjangan 1 tahun apabila lahan yang dibebaskan >50%
Apabila jangka waktu ijin lokasi perpanjangannya habis, perolehan tanah belum selesai :
a. Usaha dapat dilanjutkan dengan penyesuaian usaha (Luasnya);
b. Dilepaskan kepada perusahaan lain.

Pengajuan Permohonan Ijin Lokasi


1. Pemohon mengajukan permohonan ijin lokasi dengan mengisi blangko permohonan
dilampiri :
a. Akta Pendirian Perusahaan;
b. Surat Keterangan NPWP;
c. Fotocopy KTP;
d. Gambar/sketsa lokasi yang dimohon;
e. Pernyataan kesanggupan akan memberi ganti rugi atau menyediakan tempat
penampungan bagi pemilik tanah;
f. Uraian rencana proyek yang akan dibangun (proposal);
g. Surat persetujuan Presiden/ BKPM (Fasilitas PMA/PMDN);
h. Surat persetujuan Prinsip dari Departemen Teknis (Non fasilitas);
i. Surat pernyataan luas tanah yang sudah dikuasai perusahaan/group perusahaan .
Perusahaan PMA/PMDN tak perlu melampirkan butir a & b
Khusus pembangunan perumahan, persetujuan prinsip dari Bupati/Walikota
2. Hal-hal yang diperhatikan dalam pengisian formulir :
a. Orang yang menandatangani permohonan bertindak untuk dan atas nama
perusahaan, nama dan alamat cocok dengan KTP;

b.
c.
d.
e.
f.
g.

Tujuan ijin lokasi harus jelas misalnya (perkebunan kelapa sawit, industri mobil)
Letak tanah : desa, kecamatan, kabupaten, provinsi kalau perlu nama jalannya;
Peta Lokasi, contohnya : Peta skala1:100.000, batas lokasi diberi spidol warna;
Status tanah, misal : HM, HGU, HGB, HPL, HP,Tanah Ulayat, Kawasan Hutan, dsb;
Penggunaanya: Kampung, sawah, tegalan, kebun campur, dll;
Proposal, persetujuan prinsip, SP3, SPPM berupa copy dilegalisir (SubBag TU
Kantah).

Hal-Hal yang perlu dipertimbangkan dalam Rapat Koordinasi :


a. Keserasian dengan Tata Ruang Wilayah;
b. Kemungkinan tumpang tindih peruntukan;
c. Status tanah yang dimohon;
d. Kepentingan-kepentingan pihak lain yang ada di lokasi;
e. Kepastian lokasi dan kepastian luas yang dapat diberikan;
f. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi pemohon.
Jika diperlukan, dilkukan peninjauan lapangan

Isi SK Izin Lokasi


a. Tanah akan digunakan untuk apa;
b. Di mana letak tanah tersebut;
c. Berapa Luas yang akan diberikan izin;
d. Kepada siapa akan diberikan izin;
e. Berapa lama diberi izin;
f. Persyaratan apa saja yang harus diberikan Izin.

Fungsi SK Izin Lokasi


a. Dasar perolehan tanah;
b. Alas hak atau syarat proses pemohonan hak atas tanah;
c. Untuk pengaturan Tata Ruang;
d. Untuk pengaturan penggunaan atau pemanfaatan tanah.

Bisa dilihat pada judul SK


Izin Lokasi
Bisa dilihat pada isi SK