You are on page 1of 6

SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL

1. MATA UJIAN : PEMELIHARAAN DATA PENDAFTARAN TANAH


Dosen : Dr. Ir. Tjahjo Arianto, SH., M.Hum.
HARI/TANGGAL
WAKTU :
16 -08 - 2014

KODE SOAL :

60 menit

PETUNJUK PELAKSANAAN:
1. Baca dan cermati perintah pengerjaan soal;
2. Semua jawaban ditulis pada lembar jawaban yang telah disediakan Panitia;
3. Dilarang membuka buku, catatan dan alat elektronik seperti Handphone, BBM dan lain-lain.

I. Soal Jawaban langsung (esai) nilai 60


(jawaban ditulis SINGKAT di atas kertas yang disediakan, jangan menulis
kembali soal)
1. Tuan Lie Ceng Kwat.( 32 tahun) Warga Negara Indonesia, pada saat bujangan
telah membeli

tanah dengan Sertipikat Hak Milik, setahun setelah membeli

tanah Tuan Lie Ceng Kwat kawin dengan Cui Lan Kwe ( 27 tahun) Warga
Negara Indonesia. Bagaimana status hukum pemilikan tanah yang dibeli oleh
Tuan Lie Ceng Kwat setelah kawin dengan Cui Lan Kwe? Sebutkan dasar
hukumnya !
2. Tuan Hermantoro (56 tahun) memiliki sebidang tanah di Semarang dengan
Sertipikat Hak Milik yang tercatat di Buku Tanah hanya atas nama Tuan
Hermantoro, tanah tersebut merupakan harta bersama dengan istrinya Nyonya
Sri Kustini (50 tahun). Tuan Hermantoro dengan istrinya mempunyai 3 (tiga)
orang anak. Setelah istrinya meninggal Tuan Hermantoro berkehendak tanah
tersebut menjadi milik salah satu anaknya. Bagaimana proses untuk tanah
tersebut menjadi milik salah satu anaknya?
3. Nyonya Sunarti (30 tahun) istri Tuan Sukarto (34 tahun) memiliki sebidang tanah
Sertipikat Hak Milik warisan orang tuanya di Surabaya, tanah tersebut dijual
laku dengan harga Rp. 800 juta. Hasil penjualan tanah tersebut sebesar Rp. 700
juta dibelikan tanah di Magelang, bagaimana status hukum pemilikan tanah
tersebut? Bagaimana membuat komparisi pihak pembeli dalam Akta PPATnya?
1

4. Nyonya Suharti (18 tahun) mempunyai sebidang tanah bukan pertanian dengan
sertipikat Hak Milik, tanah tersebut akan dibeli oleh PT. Angin Ribut Mawut.
Nyonya Suharti dengan Direktur Utama PT. Angin Ribut Mawut menghadap
Saudara selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah. Apa yang Saudara lakukan agar
tanah tersebut menjadi milik PT. Angin Ribut Mawut?
5. Pasal 11 ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak
Tanggungan mengatur bahwa dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan dapat
dicantumkan janji-janji antara lain janji bahwa pemegang Hak Tanggungan
pertama mempunyai hak untuk menjual atas kekuasaan sendiri objek Hak
Tanggungan apabila debitor cidera janji. Namun demikian di ketentuan Pasal 12
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996

mengatur ketentuan tentang sesuatu

janji bila diperjanjikan dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan janji tersebut
akan batal demi hukum, sebutkan janji yang dimaksud !
6. Siapa saja yang dapat menjadi pemegang Hak Tanggungan?
7. Pasal 7

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan

mengatur ketentuan bahwa Hak Tanggungan tetap mengikuti objeknya dalam


tangan siapa pun objek tersebut berada. Jelaskan dan berikan contoh dalam
praktek!
8. Pasal 97 Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional
Nomor 3 Tahun 1997 mengatur ketentuan bahwa sebelum melaksanakan
pembuatan akta mengenai pemindahan atau pembebanan hak atas tanah atau
Hak Milik Satuan Rumah Susun PPAT wajib terlebih dahulu melakukan
pemeriksaan pada Kantor Pertanahan mengenai kesesuaian sertipikat hak atas
tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun yang bersangkutan dengan
daftar-daftar yang ada di Kantor Pertanahan setempat dengan memperlihatkan
sertipikat asli. Selanjutnya Sertipikat yangg sudah diperiksa kesesuaiannya
dengan daftar-daftar di Kantor Pertanahan tersebut dikembalikan kepada PPAT
yang bersangkutan pada hari yang sama dengan hari pengecekan. Paling
lambat berapa hari akta tersebut harus dibuat setelah pengecekan sertipikat?

9. PPAT dapat membuat akta peralihan hak untuk tanah bekas milik adat yang
belum didaftar, sebutkan syarat apa yang diperlukan!
10. Jelaskan apa dimaksud dengan merger badan hukum!
11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Inbreng!
12. Eksekusi hak tanggungan antara lain dilaksanakan dengan Parate Eksekusi.
Jelaskan yang dimaksud dengan Parate Eksekusi!

II.

Soal Pilihan Ganda nilai 5 x 8 = 40


(Pilih salah satu jawaban yang benar menurut Saudara) dijawab dengan
melingkari jawaban yang benar pada kertas soal ini, setiap jawaban salah
bernilai minus 3 (tiga). Pada sudut kanan bawah lembar jawaban harus
ditanda tangani).
1. Usia cakap melakukan perbuatan hukum pemindahan atau pembebanan hak
atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun di hadapan PPAT adalah:
a. 17 tahun
b. 21 tahun
c. 18 tahun
2. Batas waktu penggunaan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan
(SKMHT) apabila objek hak tanggungan sudah terdaftar atas nama pemberi hak
tanggungan adalah:
a. 1 bulan
b. 2 bulan
c. 3 bulan
3. Perbuatan hukum tertentu yang menjadi tugas pokok dan kewenangan Pejabat
Pembuat Akta Tanah sebagaimana ketentuan Pasal 2 ayat (2)

Peraturan

Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 adalah:


a. Jual beli, tukar menukar, hibah pemasukan ke dalam perusahaan
(inbreng), pembagian harta warisan, pemberian hak guna bangunan/ hak
pakai di atas Hak Milik, Pemberian Hak Tanggungan dan Pemberian
Kuasa membebankan Hak Tanggungan.
b. Jual beli, tukar menukar, hibah pemasukan ke dalam perusahaan
(inbreng), pelepasan hak bersama, pemberian hak guna bangunan/ hak
3

pakai di atas Hak Milik, Pemberian Hak Tanggungan dan Pemberian


Kuasa membebankan Hak Tanggungan.
c. Jual beli, tukar menukar, hibah pemasukan ke dalam perusahaan
(inbreng), pembagian hak bersama, pemberian hak guna bangunan/ hak
pakai di atas Hak Milik, Pemberian Hak Tanggungan dan Pemberian
Kuasa membebankan Hak Tanggungan.

4. Pilih salah satu pernyataan di bawah ini yang menurut Saudara Benar :
a. PPAT wajib membuat daftar akta dengan menggunakan 1 (satu) buku
daftar akta untuk semua jenis akta yang dibuatnya, yang di dalamnya
dicantumkan secara berurut nomor semua akta yang dibuat berikut data
lain yang berkaitan dengan pembuatan akta.
b. PPAT wajib membuat daftar akta dengan menggunakan 1 (satu) buku
daftar akta untuk masing-masing

jenis akta yang dibuatnya, yang di

dalamnya dicantumkan secara berurut nomor semua akta yang dibuat


berikut data lain yang berkaitan dengan pembuatan akta.
c. PPAT wajib membuat daftar akta dengan menggunakan 7 (tujuh) buku
daftar akta untuk masing-masing

jenis akta yang dibuatnya, yang di

dalamnya dicantumkan secara berurut nomor semua akta yang dibuat


berikut data lain yang berkaitan dengan pembuatan akta.
5. Beberapa pernyataan di bawah ini adalah kewajiban PPAT dalam pembuatan
akta, kecuali ada satu pernyataan yang bukan kewajiban PPAT yaitu:
a. Mendaftarkan akta PPAT yang dibuat dihadapannya kepada Kepala
Kantor Pertanahan paling lambat 7 hari kerja sejak ditanda tangani akta
tersebut

beserta dokumen lain yang diperlukan untuk keperluan

perubahan data pendaftaran tanahnya.


b. Mencantumkan Nomor Induk Bidang (NIB) dan Nomor Hak Atas Tanah /
Hak Milik Satuan Rumah Susun, Nomor Surat Pemberitahuan Pajak
Terhutang (SPPT PBB dan Nomor Objek Pajak dan penggunaan dan
pemanfaatan tanah sesuai dengan keadaan lapangan dan mengajukan
permohonan pemeriksaan

kesesuaian/keabsahan sertipikat hak atas


4

tanah / hak milik satuan rumah susun dan catatan catatan-catatan lain
pada Buku Tanah Kantor Pertanahan setempat.
c. Menyampaikan akta PPAT yang dibuat di hadapannya, beserta dokumen
lain yang diperlukan untuk keperluan pendaftaran perubahan data
pendaftaran tanah kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota
paling lambat 7 hari kerja sejak ditanda tangani akta tersebut.

6. Fungsi dari saksi

dalam pembuatan akta PPAT adalah untuk memberikan

kesaksian mengenai hal-hal di bawah ini, kecuali:


a. Kehadiran para pihak atau kuasanya dan keberadaan dokumen-dokumen
yang ditunjukkan dalam pembuatan akta.
b. Telah dilaksanakannya perbuatan hukum tersebut oleh para pihak yang
bersangkutan
c. Kebenaran data fisik dan data yuridis objek perbuatan hukum dalam hal
objek belum terdaftar.
7. Tugas Pokok dan Kewenangan PPAT yang diatur ketentuan Pasal 2 ayat (1)
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat
Pembuat Akta Tanah adalah:
a. PPAT bertugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan pendaftaran
tanah dengan membuat akta sebagai bukti telah dilakukannya perbuatan
hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan
Rumah Susun, yang akan dijadikan dasar bagi pendaftaran perubahan
data pendaftaran tanah yang diakibatkan oleh perbuatan hukum itu.
b. PPAT bertugas pokok melaksanakan seluruh kegiatan pendaftaran tanah
dengan membuat akta sebagai bukti telah dilakukannya perbuatan hukum
tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah
Susun, yang akan dijadikan dasar bagi pendaftaran perubahan data
pendaftaran tanah yang diakibatkan oleh perbuatan hukum itu.
c. PPAT bertugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan pendaftaran
tanah dengan membuat akta dan mendaftarkannya sebagai bukti telah
dilakukannya perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau
Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun, yang akan dijadikan dasar bagi
5

pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah yang diakibatkan oleh


perbuatan hukum itu.

8. Ketentuan Pasal 102 Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan


Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 mengatur sebagai berikut:
a. Akta PPAT dibuat sebanyak 2 (dua) lembar asli, satu lembar disimpan di
Kantor PPAT dan satu lembar disampaikan kepada Kepala Kantor
Pertanahan untuk keperluan pendaftaran, sedangkan kepada pihak-pihak
yang bersangkutan diberikan salinannya.
b. Akta PPAT dibuat sebanyak 2 (dua) lembar asli, satu lembar disimpan di
Kantor PPAT dan satu lembar didaftar

ke Kantor Pertanahan untuk

keperluan perubahan data pendaftaran tanahnya, sedangkan kepada


pihak-pihak yang bersangkutan diberikan salinannya
c. Akta PPAT dibuat sebanyak 3 (tiga) lembar asli, satu lembar disimpan di
Kantor PPAT dan dua
keperluan

pendaftaran,

lembar dikirim ke Kantor Pertanahan untuk


sedangkan

kepada

pihak-pihak

yang

bersangkutan diberikan salinannya.


-ooooo-