You are on page 1of 58

1.

Prinsip Kerja Engine
Motor/engine /mesin adalah suatu
tenaga panas, listrik, air dan
mekanik.

Sedang

menjadi tenaga
bakar

alat yang

merubah

sebagainya menjadi tenaga

motor yang merubah tenaga panas

mekanik

dibagi menjadi

disebut motor bakar.

Motor

motor pembakaran

dalam (internal combustion chamber) dan motor pembakaran
luar (eksternal combustion chamber). Sedang

motor

bensin dan disel termasuk motor pembakaran
dalam

karena

tenaga panas dihasilkan

di

dalam

motor itu sendiri. Bila ditinjau dari langkah (Stroke)

pada

proses

1

pembakarannya, motor yang berkembang saat ini ada motor 2
langkah dan motor 4 langkah. Dan yang dimaksud langkah
(Stroke)
adalah seperti berikut ini :

Gambar 1. Langkah/stroke motor
TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas
(TMA)
BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah
(TMB)
Titik mati atas adalah batasan maksimal gerakan piston
ke atas, sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal
gerakan piston ke bawah.
a) Prinsip Kerja motor bensin 2
langkah
Langkah
kompresi,buang
penghisapan:

dan

Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA, di atas
piston terjadi
menutup

tekanan

sehingga

ketika

piston

belum

saluran buang 2, gas sisa pembakaran akan

mengalir ke saluran

buang dan ketika

piston

menutup

saluran buang, di dalam ruang bakar 5 terjadi kompresi.
di bawah piston terjadi penghisapan, campuran bahan bakar
dan udara masuk ke ruang engkol

9, melalui saluran

pemasukan 1 .
2

Langkah
buang:

usaha,

pemasukan

dan

Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4
meloncatkan api
tenaga
bawah

sehingga terjadi

pembakaran

dan

pembakaran,

akan mendorong piston ke

melalui connecting

rod 7

tenaga tersebut

dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. Di
bawah piston terjadi tekanan. Pada saat saluran buang
terbuka dan saluran pemasukan tertutup, pemasukan
campuran

baru

ke

ruang

bakar

sekaligus

mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. Untuk
lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

Gambar 2. Prinsip kerja motor bensin 2 langkah
b) Prinsip kerja motor bensin 4 langkah
Langkah
hisap:
Piston bergerak dari TMA ke TMB, katup masuk
membuka, campuran bahan bakar dan udara
masuk

ke ruang bakar, katup buang menutup.

Langkah
kompresi:
Piston bergerak dari TMB ke TMA, katup masuk

dan

katup buang tertutup, campuran bahan bakar dan
2

udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm -12
2

Kg/cm .
3

Langkah
usaha:
Beberapa derajad sebelum TMA busi meloncatkanapi
akan terjadilah pembakaran. Tenaga pembakaran
kan mendorong piston dari TMA ke TMB, tenaga tersebut
akan dikirim

oleh

connecting

tenaga putar pada crank shaft.dan

rod
pada

menjadi
saat

ini kedua katup dalam keadaan tertutup.
Langkah
buang:
Piston bergerak dari TMB ke TMA, katup masuk menutup
dan katup buang membuka, gas sisa pembakaran akan
terdorong

keluar melalui saluran buang. Untuk lebih

jelasnya perhatikan gambar berikut:

Gambar 3. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah
c) Prinsip kerja motor disel 2 langkah
Langkah usaha dan
pemasukan:
Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar,tenaga panas
akan mendorong piston
TMB,

tenaga

dikirim ke crank
ini saluran buang

dari

TMA

ke

tersebut oleh connecting rod

shaft menjadi tenaga putar. Pada saat
tertutup

(A).

Pada

saat

piston

melewati lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder,
maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder,
4

saluran buang terbuka (B).

5

katup masuk membuka dan katup buang menutup. bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder sehingga pembakaran (C). Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA.Langkah kompresi: Piston buang dan bergerak dari TMB ke TMA. dengan Untuk lebih terjadilah jelasnya lihat gambar berikut : Gambar 4. Prinsip kerja motor disel 2 langkah d) Prinsip kerja motor disel 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. udara murni di ruang 6 bakar . udara murni masuk ke ruang bakar (A). Karena saluran buang terbuka. maka udara murni akan mendorong gas bekas keluar dari silinder menuju selama saluran buang membuka (B). katup masuk dan buang menutup. saluran Pada buang saat saluran buang mulai menutup terjadilah pengkompresian udara murni di tekanan antara 16 Kg/cm derajad 2 sebelum piston – 22 atas piston 2 Kg/cm . dan beberapa mencapai TMA.

terkompresikan (B). 7 .

yang membedakan antara keduanya adalah seperti pada tabel berikut berikut: Item Siklus Pembakaran Motor Diesel Siklus Sabathe Motor Bensin Siklus Otto 8 . Prinsip kerja motor disel 4 langkah e) Perbedaan antara motor bensin dan disel Dari prinsip kerja engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin dengan disel. komponen – komponen engine Secara bensin dan garis besar disel hampir sama. katup masuk tertutup dan katup buang membuka. disemprotkan ke ruang bakar. dan melalui connecting rod tenaga dirubah menjadi tersebut tenaga putar pada crank shaft (C).Langkah usaha: Beberapa derajad sebelum TMA.Tenaga pembakaran akan mendorong piston dari TMA ke TMB. sehingga terjadi bahan bakar pembakaran. Pada sisa pembakaran saat ini gas akan terdorong keluar dari silinder ke saluran pembuangan (D) Gambar 5. Langkah buang: Piston bergerak dari TMB ke TMA.

Tekanan kompresi Ruang bakar Percampuran bahan bakar 2 2 16-22 Kg/cm 9-12 Kg/cm Rumit Sederhana Diinjeksikan pada akhir Dicampur dalam 9 .

Jenis-jenis engine a) Engine ditinjau dari jumlah silindernya Bila ditinjau dari jumlah silindernya ada engine dengan silinder satu. enam. tiga. Engine bersilinder 2 10 . Gambar 6. dua. delapan dan seterusnya.Item Motor Diesel langkah Terbakar sendiri Solar Besar 30-40 Metode penyalaan Bahan bakar Getaran suara Efisiensi panas (%) Motor Bensin karburator Percikan busi Bensin Kecil 22-30 2. empat. Engine silinder 1 Gambar 7.

Engine bersilinder 4 Gambar 9. Engine bersilinder 6 b) Engine ditinjau dari susunan silindernya Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line. tipe V dan tipe horizontal berlawanan.Gambar 8. 11 .

Engine tipe Horizontal berlawanan c) Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine dibagi menjadi: tipe Over Head Valve (OHV). Engine tipe In-line Gambar 10.Gambar 10. Engine tipe V Gambar 11. tipe Over Head Cam shaft (OHC) dan tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC). 12 .

Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC) Gambar 14. Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC) d) Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya Bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya: dengan penggerak roda gigi.Gambar 12. timing chain dan timing belt. Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV) Gambar 13. Perhatikan gambar-gambar berikut: 13 .

Mekanik katup dengan penggerak timing chain Gambar 17. 14 . engine diesel. Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan. Mekanik katup dengan penggerak timing belt e) Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi: Engine gasoline (motor bensin). engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG.Gambar 15. Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear) Gambar 16.

poros nok dan roda penerus.bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan. poros engkol. sistem pelumasan. Yang dimaksud komponen komponen- engine meliputi: Blok silinder. kepala silinder. poros nok. Engine Gasoline (motor bensin) Gambar 19. Engine Diesel (motor disel) 3. poros engkol.Gambar 18. a) Blok block) silinder (cylinder Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston. kelengkapan piston. Pada bagian atas blok 15 . Sedang bagian. sistem bahan bakar dan sistem pengapian. Komponen-komponen Engine Engine terdiri dari komponen-komponen engine dan bagianbagian pendukung kerja engine. mekanik katup.

Kepala silinder (cylinder head)  Keterangan gambar kepala silinder: 16 . Blok silinder (Cylinder Block) b) Kepala silinder (Cylinder Head) Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan. Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup. Gambar 20.silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli. saluran pemasukan dan juga saluran pembuangan. Gambar 21.

Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi. Ruang bakar Baji 17 . Ruang bakar setengah bulat Gambar 23. Gambar 22. bak mandi dan pent roof. To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang To intake manifold : disambung dengan manifold masuk Pada kepala silinder juga ruang bakar (Combustion diletakkan Chamber). atau Ada dibentuk beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah bulat. Combustion chamber : untuk tempat pembakaran Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan. Adjusting shim: penyetel celah katup Valve lifter: Sebagai pengangkat katup Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup Gasket: sebagai perapat Water jacket: untuk saluran air pendingin Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston. baji. Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup. Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik.

ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell) 18 . Ruang bakar Injeksi langsung Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber. Ruang bakar Bak mandi Pent Roof Gambar 25.Gambar 24. Hemispherical dan Spherical Gambar 26. Ruang bakar Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical.

Ruang bakar sel udara c) Mekanik katup (valve mekanism) 19 . Ruang bakar kamar pusar Gambar 29.Gambar 27. Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar Combustion chamber : untuk tempat pembakaran utama Gambar 28. Ruang bakar kamar depan Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar.

Gambar 30. Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok. timing chain atau dengan timing belt. Model Timing Gear Model timing gear digunakan pada motor jenis OHV (Over Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod.Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear. 20 . sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston. Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder.

Gambar 32. pena piston dan batang piston. d) Kelengkapan Piston (Piston Assy) Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel. Tegangan rantai diatur oleh tensionerdan getarannya diredam oleh Vibration damper. Kelengkapan piston terdiri dari: Piston.Gambar 31. sebagai pengganti tidak memerlukan rantai. juga sebagai pembentuk ruang bakar. Jenis tensioner dan Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston. digerakkan oleh rantai. serta Roda gigi kepala sprocket sebagai pengganti timing gear. Selain itu piston juga meneruskan hasil mekanik tenaga panas pembakaran menjadi pada poros engkol melalui tenaga batang piston. 21 . Poros Noknya terletak pada OHC (Double Over silinder. ring piston. Model Timing Chain Model timing chain digunakan pada motor jenis (Over Head Cam shaft) atau DOHC Head Cam shaft). Model Timing Belt Pada model timing belt. poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi ini pelumasan.

Konstruksi piston (Torak) Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston Lands: sebagai pembatas ring piston Skirt: sebagai penyerap panas. Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang engkol.Gambar 33. Gambar 34. Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston. Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli. 22 . Ring piston dan alurnya pada piston Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring).

Gambar 35. Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe. full floating dan semi floating Gambar 36. Pena piston (Piston Pin) Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masing- masing. antara lain: tipe Fixed. Tipe penyambungan pena piston 23 .

Batang piston (Conecting Rod) Gambar 38. Conecting rod bearing Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Poros engkol (crank shaft) Oil hole: Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor Counter balance weight: sebagai bobot penyeimbang putaran 24 . Small end : untuk menempatkan pena piston Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol Conecting rod bearings : sebagai bantalan Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal. e) Poros engkol (Crank shaft) Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston. Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus. Gambar 39.Gambar 37. akibat tenaga hasil pembakaran.

Gambar 40.f) Poros nok (Cam shaft) Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan noknok sebagai penggerak mekanik katup. Cut-out groove: didtributor untuk menggerakkan g) Roda penerus (Fly wheel) Roda penerus dipasang pada out put poros engkol dan berfungsi sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke sistem pemindah tenaga kendaraan (Power train). ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang. Kecual i itu roda penerus juga 25 . Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup masuk saja. Poros nok (Cam shaft) Journal: sebagai titik tumpu putaran poros Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston.

Panci oli (Oil punch) i) Sistem pendinginan (Cooling System) Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. Gambar 42. Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine. Gambar 41. Untuk dapat fungsinya. sistem pendinginan dilengkapi melaksanakan dengan komponen.untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart. Roda penerus (Fly wheel) h) Panci oli (Oil punch) Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor.komponen berikut: 26 .

pompa oli.Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. Gambar 43. Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine. Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine. Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer). Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air. Sistem Pendinginan air j) Sistem Pelumasan (Lubrycating System) Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan. Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin. saluran oli (hole). 27 . saringan oli (Oil filter). Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine.

Gambar 44. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: Tangki (Fuel bahan bakar tank): sebagai penampung Pompa (Fuel pump): Menyuplai tangki ke Karburato bahan bakar dari 28 . Sistem pelumasan (Lubrycating System) k) Sistem Bahan bakar (Fuel System) Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine. Sistem bahan bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel.

29 .r.

Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara. Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Sistem bahan bakar engine bensin Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut: Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar. Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada. Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar.Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar. 30 . Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi. Gambar 45.

Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line Gambar 47. Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary 31 .Gambar 46.

Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem. Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. Rangkuman 32 . Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup. dan menyalurkan kembali saat platina membuka. adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Gambar 48.l) Sistem Pengapian konvensional Sistem pengapian digunakan pada engine bensin. Sistem pengapian engine bensin konvensional c. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain: Baterai: sebagai penyimpan arus listrik. Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi.

jenis V dan jenis horizontal berlawanan. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil. 2. 14. Ditinjau dari siklus pembakaran. Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah. 5. sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition).empat. Ditinjau dari tempat pembakarannya. Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft. 6. 3. Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV. motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar. 9. 13.tiga. metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel.enam.delapan dan seterusnyaa. 12. Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. 8. 10. Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft. 11. Motor bensin menggunakan siklus otto sedang motor disel menggunakan siklus sabathe. 4. tipe 33 OHC dan . Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi. dua. Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 7.1. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu.

34 . 15.DOHC. motor LPG dan motor disel. Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin. motor cerosine.

22. sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder. hemispherical dan pherical. piston ring. cam shaft dan oil punch. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar. connecting rod. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol. juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. kamar pusar dan sel udara. crank shaft. Komponenutama motor: Cylinder block. Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas atau udara murni. 28. 29. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung. piston assy. Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical. 27. Kelengkapan piston: piston. 23.baji. 20. 21. timing chain dan timing belt. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat. 31. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan. cylinder head. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup 32. bak mandi dan pent roof. 24. Roda penerus untuk meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol. piston pin. Metode penggerak katup: dengan timing gear.16. Macam penyambungan pena piston: Fixed. 25. 30. 35 . 17. tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. fly wheel. 26. 19. 18. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi. valve mekanism. full floating dan semi floating. bearing cap dan insert bearing. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod.

Panci oli untuk menampung oli motor. 36 .33.

37. Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. koil. 37 . 2. d. Tugas 1. Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini. pompa injeksi dan injektor. pompa. pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan. kondensator. slang radiator. 36. e. dalam buku tugas. tutup radiator. saringan. 2. Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan. pompa pemindah. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB 6. Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar. cendimeter. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel 5. tali kipas dan kipas. Sistem bahan bakar pompa engine disel terdiri dari: tangki. 38. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai. Sistem pendinginan terdari dari: radiator. Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli. saringan oli. mantel air.34. pompa air. Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA. saringan dan karburator. kunci kontak. secara dalam buku cermat. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 4. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. 35. strainer. saluran oli. Tes formatif 1. tugas. Pelajarilah prinsip kerjanya catatlah perbedaan masing-masing yang terlihat. thermostaat. priming. distributor dan busi. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki. 3.

Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 38 .7.

10. 39 . Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung. 16. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing.masing. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya. 17. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya. 13. 18. Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan. Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 9. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup. 14. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft. 19. 11. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin. 12.8. 15. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung. 20. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masingmasing.

21. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel 29. 3. Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin.Suara halus kasar . 4. Item Motor bensin Motor disel Otto Sabathe . Kunci jawaban 1. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine.Ruang bakar sederhana rumit . 2 . Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri.Efesiensi panas (%) s/d 30 5. f.Tekanan kompresi 2 Kg/cm 16-22 s/d 40 Di bawah piston terjadi tekanan. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air 26.Percampuran di karburator di ruang bakar . karena diatas piston terjadi isapan. 24. Sebutkan 2 fungsi panci oli. 23. 2.Bahan bakar Bensin Solar . Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi. 27. Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel 30.Siklus 9-12 Kg/cm . campuran baru terkirim ke ruang bakar. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli. Sebutkan fungsi roda penerus. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran crank shaft dan Motor yang sekali usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft. 25. sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru 40 . 28. 22.

41 .saat lubang pembuangan mulai membuka.

Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup. 7. Blok motor: untuk tempat pembakaran. maka terjadi pembakaran 8. 2.6. LPG dan disel. katup buang membuka. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran. Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka. A: langkah usaha dan pemasukan. 13. A: piston bergerak kebawah. Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka. katup masuk membuka terjadilah pengisian udara murni B: Piston bergerak ke atas. 9. 3. saluran masuk buang tertutup. OHV. Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni. OHC dan DOHC. 1. 10. Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan. untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. 4 dan 6 silinder. saat piston melewati lubang pemasukaqn. tempat kerja piston. Piston bergerak semakin ke atas. 12. Motor bensin. cerosine. 11. maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang. udara baru masuk. C: Langkah kompresi. 42 . B: Langkah buang. in-line. maka terjadi langkah usaha D: Piston bergerak ke atas. dan kemungkinan kedua langkah kompresi apabila kedua katup menutup. Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston. maka gas bekas terdorong keluar lewat saluran buang. udara murni terkompresikan. V dan horizontal berlawanan. kedua katup menutup terjadilah pengkompresian udara murni C: Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah.

dan putaran starter ke poros engkol. 25. Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod. Kamar depan. Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol. 17. pompa air. Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup.saringan oli. 27. 29.Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. 23. Radiator. 15.strainer. Panci oli. tutup radiator. Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. 19. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Insert bearing : sebagai bantalan. Multi spherical. Untuk mengetap oli. 28. Untuk meneruskan tenaga ke power train. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train. bak mandi dan pint roof. slang radiator. hemispherical dan spherical. 18. full floating dan semi floating. 20. Dengan timing gear. dan putaran starter ke poros engkol. 14. Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli. tali kipas dan kipas. baji. Untuk membliding udara. saluran oli pada engine. kamar pusar dan sel udara. 43 . mengendapkan kotoran oli. 21. thermostaat. timing chain dan timing belt. 26. Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat connecting rod pada pin journal poros engkol. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar. Untuk mencampur udara dan bahan bakar. 16. untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni. 24.pompa oli. Setengah bulat. Menampung oli motor. Fixed. 22. Panci oli: untuk menampung oli motor.

a. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama engine yang Catatlah dalam buku nampak. Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan.30. koil. 2. Identifikasi komponen engine disel pompa in-line. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. 6. kondensator.line. c. Tugas 1. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in. b. Uraian materi 1. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder. Identifikasi komponen engine disel pompa rotary. distributor. 4. Tujuan kegiatan belajar Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. 3. Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. kunci kontak. tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. Baterai. kabel tegangan tinggi dan busi. 4.masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas. Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 2. Rangkuman d. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 2 langkah441 . tugas nama komponen dan bagian utama engine tersebut sesuai nomor urutnya. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder. Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing. 5. 3. Siapkan engine stand / unit kendaraan engine disel dengan pompa rotary. dan jelaskan fungsunya masing- masing.

tempelkan nomor urut secara acak komponen .masing sesuai nomornya dalam buku tugas. 45 .komponen tersebut komponen pada dan catatlah nama beserta fungsinya masing.silinder.

3. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder.masing. secara acak pada Catatlah nama komponen- komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa Inline berikut dan urut masing fungsinya sesuai - (pada masing. secara Catatlah acak nama pada komponen- komponen beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. sesuai nomor urutnya. (Bongkaran komponen lengkap). tempelkan komponen nomor tersebut. e. 4.5. (Bongkaran komponen lengkap). Sebutkan nama komponen engine disel rotary berikutdan fungsinya sesuai masing. 46 . Sebutkan nama komponen fungsinya sesuai nomor engine bensin berikut dan urut masing .(Bongkaran komponen lengkap). sesuai nomor urutnya. 6.masing beserta sesuai bensin 4 fungsinya nomor urutnya. (pada engine stand/unit kendaraan). 2. Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci) 1. Sebutkan nama komponen bongkaran engine langkah 4 silinder berikut masing . dengan nomor urut pompa masing - (pada engine stand/unit kendaraan).masing. Sebutkan namakomponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder bongkaran berikut beserta fungsinya masing . Sebutkan nama komponen bongkaran langkah 1 silinder engine berikut bensin 2 beserta fungsinya masing . 6. Siapkan bongkaran komponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 5.masing. tempelkan nomor komponen tersebut. nomor engine stand/unit kendaraan).

. 47 .

Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Kepala silinder untuk tempat ruang bakar dan meletakkan komponen seperti mekanik katup. Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator. 3. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi. 12. 4. Soal praktik 2 1. Oil filter: untuk menyaring oli. Tutup katup: penutup katup. 9. 5. Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar. 6. 2. 8. Blok silinder: tempat terjadinya proses pembakaran. 5. Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan. kerjanya mekanik engine seperti piston. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. 15. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar. busi. pembuangan dan lainnya. 4.f. Baterai: untuk menyimpan arus listrik. 13. nok dan yang lainnya. 14. 3. Saringan udara: menyaring udara. 2. 6. saluran pemasukan. Kunci jawaban Soal praktik 1 1. Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin 7. 10. Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian. 48 . Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas. 11. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar. poros engkol. Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni.

Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar. Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator. Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine. 3. Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel. Soal praktik 4 1. Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem. 7. Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel. 6. Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol. Cendimeter: untuk mengendapkan air 6.7. Lubang busi: untuk menempatkan busi. Tangki: untuk menampung bahan bakar 2. 8. 10. Soal praktik 3 1. dan merubah pembakaran menjadi tenaga tenaga mekanik. Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar. 49 . Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli. dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan. 5. Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar. Pompa priming: untuk membliding udara 3. 8. 2. Ruang bakar: untuk proses pembakaran. Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. 9. 4. Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar. 8. 7. Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang. 5. 4.

9. 2. 4. 5. Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok. 50 . 9. Valve seat: untuk dudukan kepala katup. 4. 10. 10. Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal 2. Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel. Lifter: untuk menggerakkan psh rod. 9. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara ke puli pompa air dan alternator. Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm. 5. 7. Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar. Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang. 3. Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston. Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin. Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder. Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. 6. Rocker arm: untuk menggerakkan katup. Soal praktik 6 1. 7. Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem. 10. Oil hole: Untuk saluran oli pelumas. Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train. 3. 8. Soal praktik 5 1. Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni. 6. Valve guide: penghantar katup. 8. Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup.

Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. 2. 2. Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 3. 3.LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya Sub kompetensi : Identifikasi jenis engine dan komponennyal TUJUAN: 1. Tempat komponen. Balok ganjal kendaraan 3. Engine stand motor disel atau unit kendaraan. Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder 3. Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Alat-alat tulis 2. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar ALAT: 1. KESELAMATAN KERJA: 1. 51 . Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing 2. Siswa dapat mengidentifikasikan engine perbedaankomponen bensin dengan engine disel. 6. Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing. 4. BAHAN: 1. 5. Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder 4. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder.

Buatlah laporan kerja pada buku tugas. 3. 52 . 4. Kembalikan peralatan dan bahan kerja seperti serta lingkungan kerjaseperti semula. 5. Siapkan peralatan dan bahan 2.LANGKAH KERJA: 1. Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel pada engine stand atau pada unit kendaraan. Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip kerja motor atau perbedaan komponennya.

Kriteria Penilaian Praktek ASPEK NO YANG DINILAI 1 2 1 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan. sesuai nomor yang Dapat 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 menyebutkan komponen utama engine yang 53 . 2 Engine disel dengan pompa rotary pada stand INDIKATOR KEBERHASILA N 3 Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak.pengapia n. komponen sistem pelumasan yang nampak. b) Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %. komponen sistem pendinginan yang nampak. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1. d) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). 2. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) : a) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. e) Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. c) Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %.BAB III EVALUASI A. komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian.

kelengkapan piston.NO 1 3 4 5 6 7 ASPEK YANG DINILAI 2 kendaraan INDIKATOR KEBERHASILA N 3 pendingin.poros engkol. blok 4 silinder (OHC) silinder. kelengkapan katup. blok 4 langkah (OHV) silinder. Sesuai nomor yang Bongkara Dapatdipasangkan. poros nok. engine bensin 2 Sesuai nomor yang langkah 1 dipasangkan.kelengkapan katup. komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar. Sesuai kendaraa Bongkaran Dapat nomor yang lengkap menyebutkan komponen nama dan fungsi utama komponen utama. Bongkara Dapat n lengkap menyebutkan nama dan fungsi komponen engine bagian-bagian pada : bensin 4 langkah kepala silinder. poros engkol. Sesuai nomor yang Engine disel Dapatdipasangkan.roda penerus dan panci oli. menyebutkan dengan komponen sistem pompa bahan In-line pada bakar beserta stand fungsinya atau unit masing-masing. roda penerus Dapat menerapkan K3 dan SOP K3 dan SOP. menyebut n lengkap nama dan fungsi bagiankomponen engine bagian pada : kepala disel 4/6 silinder silinder. poros nok. kelengkapan piston. JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 54 .

Nilai 7.00 (lulus istimewa / YA). 2. waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus baik / YA).00 (lulus amat baik / YA).CATATAN: 1. waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 8. 3. Nilai 9. 55 .

.B..20-0011B N I = ...... DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 TES FOR N1 : TES PRK N2 TES PRK N3 TES PRK N4 TES PRK N5 TES PRK N6 TES PRK N7 KETERANGAN NI= (4xN1) +(N2+N3+N4 +N5+N6+N7) dibagi 10 NI = Nilai akhir OPKR.. 56 . CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan..

(1995). 20. Dan OPKR. 20-001-3 B. Bagi siswa berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. 20-001-2 B dan OPKR. 001-1 B. Noname. Toyota Astra New Step 1 Training Manual.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR.OPKR. Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi yang sudah standar kelulusan. (1992).001-2 B. DAFTAR PUSTAKA Abigain Pakpahan. (1984). (1998). Bandung: Angkasa Noname. Training manual Motor bakar.20. 20.001-1 B . (1999). GE Engine Servis Training Information: Toyota Motors Corporatio n Noname. Bandung: Angkasa Anggiat Situmorang. Jakarta: PT United Tractor 57 . Motor Otomotif jilid 1. Jakarta: PT Motor . wajib mengulangi belajar pada modul ini. Abigain P.BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan. 20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR. Servis Kendaraan Ringan.

Bandung: Angkasa Yunan Ginting.Otim Suprapto. Bandung: Angkasa 58 . (1999). Otomotif Dasar. Motor Otomotif. (1999).