You are on page 1of 31

PENGOLAHAN TANAH

CARA MEKANIS
MACAM ALAT YANG DIGUNAKAN
 BAJAK SINGKAL
EFEKTIF MENGGEMBURKAN TANAH
KEDALAMAN : 20 – 30 CM
TEKNIK : MEMOTONG DAN MEMBALIKAN
TANAH SHG SISA TANAMAN DAN GULMA DPT
TERKUBUR

 BAJAK PIRING STANDAR
KEDALAMAN BAJAK BERGANTUNG PD BERAT
GULMA DAN RESIDU TNM TETAP DI ATAS

CARA MEKANIS
 TEKNANAN KE BAWAH MEMADATKAN TANAH
 BIASA DIPAKAI PADA TANAH-TANAH: YANG
SANGAT LEKAT, BANYAK SISA TANAMAN DAN
TIDAK DAPAT MENGGUNAKAN BAJAK SINGKAL

BAJAK PIRING VERTIKAL
 EFEKTIF UNTUK: MENGGEMBURKAN TANAH,
MEMATIKAN GULMA, MEMOTONG ATAU
MENUTUP SEBAGIAN MULSA/GULMA, DAN
KONSERVASI TANAH DAN AIR
 PENGOLAHAN LEBIH CEPAT TETAPI DANGKAL
JIKA DIBANDINGKAN BAJAK PIRING STANDAR

MENCAPUR KAPUR/PUPUK MEMBENAMKAN BAHAN ORGANIK .CARA MEKANIS SUBSOILER  MERUPAKAN IMPLEMEN KECIL DALAM BENTUK SEGITIGA YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK PENGOLAHAN TANAH YANG DALAM  DAYA TARIK TRAKTOR HARUS BESAR GARU PIRING  KEGUNANAAN UNTUK:     MEMECAHKAN BONGKAHAN TANAH MENGGEMBURKAN TANAH MEMATIKAN GULMA.

CARA MEKANIS GARU GIGI JARI (SPRINGTOOTH HARROW)  MENGGEMBURKAN TANAH TANPA PEMADATAN  CARA KERJA CEPAT: 10 KM/JAM GARU GIGI PAKU  TARIKAN RINGAN  UNTUK MEMECAHKAN TANAH YANG TELAH RETAK  MEMCAHKAN KERAK TANAH YANG TIPIS ROLLER  UNTUK MENGHALUSKAN DAN MERATAKAN TANAH  TARIKAN SANGAT RINGAN .

CARA MEKANIS ROTARY TILLER (ROTAVATOR) DAN GARU POWER (ROTARY)  CARA KERJA KEDUA ALAT SAMA  MENGHALUSKAN DAN MENGADUK TANAH PERMIKAAN  ROTATYTILLER: MENGADUK TANAH KE ARAH DALAM SAMPAI BATAS LAPISAN OLAH  ROTARY: MENGHALUSKAN DAN MENGADUK TNH LEBIH DANGKAL  PENGLAHAN TANAH ROTARY TILLER LEBIH SEMPURNA DAN HALUS DIBANDING ROTARY .

MACAM BENTUK PENGOLAHAN TANAH NO TILLAGE  PEMBUKAAN TANAH DENGAN TRKATOR TANPA PENGOLAHAN TANAH  YANG DIBUKA HANYA TANAH YG DITANAMI LISTING  MEMBAJAK TANAH DAN LANGSUNG DITANAMI  SISA-SISA TANAMAN DIBIARKAN SAJA RIDGE PLANTING  HAMPIR SAMA DGN LISTING  SISA-SISA TANAMAN DIKUMPULKAN DI ANTARA HASIL BAJAKAN ATAU BARISAN TNM .

MACAM BENTUK PENGOLAHAN TANAH TILL PLANTING  MEMBAJAK TANAH YANG DITUMBUHI RUMPUT DAN YANG AKAN DITANAMI SAJA  ALAT: TRAKATOR STRIP TILLAGE  HAMPIR SAMA DENGAN TILL PLANTING  TANAH YANG AKAN DITANAMI DIOLAH DULU CHISEL PLANTING  HANYA MENGADUK TANAH DENGAN CHISEL  TIDAK DILAKUKAN PEMBALIKAN TANAH .

MACAM BENTUK PENGOLAHAN TANAH SWEEP TILLAGE  PENGOLAHAN TANAH MENGGUNAKAN ROTARY TILLER (PENGOLAHAN TANAH RINGAN) HANYA DI PERMUKAAN TANAH TANPA PEMBALIKAN TANAH DAN SISA-SISA TANAMAN DIBIARKAN PLOW PLANT  TANAH DIBAJAK DAN DIRATAKAN. KEMUDIAN DITANAMI WHEEL TRACT PLANT  HAMPIR SAMA DENGAN PLOW PLANT  PENANAMAN DILAKUKAN PADA JEJAK TRAKTOR SETELAH SELESAI PENGOLAHAN TANAH .

SISTEM PENGAIRAN DAN DRAINASE  SANGAT PENTING MENJAMIN TERSEDIANYA AIR  MENJAGA KELEMBAPAN TANAH  MELINDUNGI TANAH: HUMID (MENGHINDARI BANJIR). BERBUKIT (MENEKAN EROSI)   BEBERAPA HAL YG HRS DIPERHATIKAN: ADA SUMBER AIR : ALAMI ATAU BUATAN  JARINGAN IRIGASI TIDAK LANGSUNG KE LHN DAN BERADA DI TEMPAT LEBIH TINGGI  JARAK SISTEM PENGAIRAN : TERPENDEK  SALURAN INDUK DAN CABANG DIBANGUN MENURUT GARIS KONTUR  .

NAMUN TANGGULNYA DIBUAT TIDAK TERLALU TINGGI AGAR HEMAT  SALURAN DRAINASE DIBANGUN DI TEMPAT TERENDAH DAN LANGSUNG MEMASUKI SALURAN PEMBUANGAN ALAMI  SALURAN INDUK DI TEMPAT YG RENDAH DAN MEMANFAATKAN SALURAN ALAMI YG ADA  SALURAN YG BERFUNGSI SEBAGAI PENAMPUNG BAHAN HANYUTAN DR PETAK LAHAN. SEBAIKNYA DIBANGUN DI SEPANJANG SISI JALAN DAN DAPAT DIGABUNG BERSAMA SALURAN DRAINASE JALAN  .  PERMUKAAN ALIRAN HARUS LEBIH TINGGI DARI LAHAN PERTANIAN.SISTEM PENGAIRAN DAN DRAINASE SELOKAN PENGAIRAN (KUARTER) HARUS MAMPU MENCAPAI PETAK LAHAN PERT.

PENGENDALIAN TANAH DAN AIR  LATAR BELAKANG   PRODUKTIVITAS LAHAN PERTANIAN MENURUN SEBAGAI AKIBAT HILANGNYA LAPISAN OLAH KARENA EROSI WISCHEIER & SMITH (1960) A=RXIXLXSXCXP  A = TOTAL TANAH YANG HILANG (ton/ha/thn)  R = NILAI TAHUNAN YG DIPERKIRAKAN DARI INDIKATOR CURAH HUJAN SETEMPAT  I = UKURAN KUANTITATIF DR ERODIBILITAS TNH  L = PANJANG LERENG  S = SUDUT LERENG DALAN (SLOPE) (%)  .

DAN PENURUNAN TINGKAT KESUBURAN TANAH . JIKA DIBIARKAN. PERMEABIITAS MENURUN.PENGENDALIAN TANAH DAN AIR C = FAKTOR TINDAKAN BUDIDAYA TANAMAN (JENIS DAN CARA BERTANAM)  P = FAKTOR UNTUK USAHA PENGENDALIAN EROSI     EROSI PADA LAHAN BARU DIBUKA: RINGAN. SEMAKIN LAMA AKAN SEMAKIN PARAH/BERAT MAKIN BERAT EROSI MAKIN BESAR KERUSAKAN TANAH/PENURUNAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERUSAKAN: LAPISAN ATAS/OLAH HILANG.

PENGENDALIAN TANAH DAN AIR  PENGERTIAN DAN PRINSIP MERUPAKAN CARA PENGGUNAAN TANAH DAN AIR SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN GUNA MEMPEROLEH HASIL MAKSIMAL SECARA BERKELANJUTAN DENGAN DISERTAI UPAYA MELINDUNGI TANAH DAN TATA AIR TERHADAP BAHAYA KERUSAKAN  PRINSIP DASAR PENGENDALIAN     MELINDUNGI TANAH DARI CURAHAN AIR HUJAN ATAU WATER SPLASHING (PUKULAN AIR HUJAN) SECARA LANGSUNG MENGHAMBAT RUN OF MENINGKATKAN DAYA SERAP DAN SIMPAN AIR MENINGKATKAN DAYA TAHAN THD EROSI .

PENGENDALIAN TANAH DAN AIR  CARA PENGENDALIAN TEKNIS/MEKANIS  KULTUR TEKNIS  BIOLOGIS/VEGETASI  SOIL TREATMENT   TEKNIS/MEKANIS BANYAK DITERAPKAN PADA LAHAN BERGELOMBANG . DAN USAHA DRAINASI  .BERBUKIT  WALAUPUN LAMA DAN MAHAL. CARA INI PALING EFEKTIF MENGURANGI EROSI  TEKNIS: PEMBUATAN TERAS. RORAK.

PENGENDALIAN TANAH DAN AIR  PEMBUATAN TERAS FUNGSI: MENGURANGI KECEPATAN RUN OFF DAN MENAHAN AIR HUJAN AGAR DAPAT LEBIH MERESAP KE DALAM TANAH  BERDASARKAN SLOPE TANAHNYA   TERAS GULUD (CREDIT)  TERAS BERDASAR LEBAR (RIDGE/BROAD-BASED TERRACE)  TERAS BERDASAR SEMPIT (DIKES/NARROWBASED TERRACE)  TERAS BANGKU (BENCH TERRACE)  TERAS GULUD  KEMIRINGAN LAHAN: 5 – 12% .

CUKUP DENGAN MEMBUAT GULUDAN/TANGGUL  GULUDAN/TANGGUL MENGAKIBATKAN:   TANAH BAGIAN ATAS YANG HANYUT AKAN TERTAHAN DAN LAMA KELAMAAN TERAKUMULASI DI BAGIAN RENDAH DAN AKHIRNYA AKAN TERBENTUK TERAS  TERAS BERDASAR LEBAR KEMIRINGAN LAHAN: 12 – 15%  TANAH BAGIAN ATAS DITARIK KE BAWAH  LEBAR TERAS: 9 – 10 M ATAU 12 – 15 M JIKA ERODIBILITAS TANAH ATAU CH RENDAH  TINGGI TEBING TERAS SEKITAR 45 CM DAN DIBUAT AGAK MIRING  .PENGENDALIAN TANAH DAN AIR  TERAS GULUD TANAH BAGIAN ATAS TIDAK PERLU DITARIK KE BAGIAN BAWAH.

100 CM DAN DIBUAT AGAK MIRING DENGAN TANGGUL SETINGGI + 40 CM DAN LEBAR 50 – 100 CM  PADA BAGIAN BAWAH TEBING DIBUAT RORAK (SPLIT PIT) DENGAN UKURAN: DALAM: 60 CM. BATAS MAKS: 10 M  TINGGI TEBING TERAS SEKITAR 50 . LEBAR BAWAH: 50 CM   TERAS BANGKU BIASA DIBUAT PADA LAHAN YANG SANGAT MIRING (SLOPE > 20%)  CARA SAMA DENGAN SEBELUMNYA  . LEBAR ATAS: 60 CM.PENGENDALIAN TANAH DAN AIR  TERAS BERDASAR SEMPIT KEMIRINGAN LAHAN: 15 – 20%  TANAH ATAS DITARIK KE BAWAH  LEBAR TERAS: 4 – 5 M.

5 M : 3 M  JUMLAH DAN KAPASITAS BERGANTUNG PADA   CURAH HUJAN  KEMIRINGAN LERENG (SLOPE)  DAYA SERAP TANAH THD AIR  KEGUNAAN  MENAMBAH AERASI (TANAH LEMPUNG)  PEMUPUKAN ORGANIK (SERESAH)  KERUGIAN  PADA TANAH PASIR DAPAT MENGERINGKAN TNH KRN EVAPORASI TINGGI.GANDUNG) PARIT BUNTU UNTUK MENAMPUNG AIR DAN BAHANBAHAN TEREROSI  L : D : P = 1-2 CANGKUL : 0.PENGENDALIAN TANAH DAN AIR  RORAK (GONDANG .  MERUSAK PERAKARAN TANAMAN .

PENGENDALIAN TANAH DAN AIR  USAHA DRAINASE USAHA MEMBUANG KELEBIHAN AIR DARI TANAH  KEGUNAAN  MENINGKATKAN STABILITAS TANAH MEMPERBAIKI AERASI TANAH MENAIKKAN TEMPERATUR TANAH MEMPERBAIKI GRANULASI TANAH MENINGKATKAN PROSES DEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK TNAH DAN NITRIFIKASI  DAPAT MEMINDAHKAN ALKALI TANAH  DAPAT MENCEGAH TERJADINYA EROSI TANAH  TANAH DAPAT DIUSAHAKAN SBG MEDIA TNM      .

TINDAKAN INI MELIPUTI:  PENANAMAN KONTOUR  PENANAMAN BERJALUR (STRIP CROPPING)  PERGILIRAN TANAMAN  ALLEY CROPPING/HEDGEROW CROPPING (BERTANAM LORONG) .CARA KULTUR TEKNIS CARA PENANAMAN TANAMAN PRODUKSI YANG DISESUAIKAN DENGAN KONDISI LAHAN. GUNA MELINDUNGI TANAH THD KERUSAKAN/EROSI.

BAIK PENANAMAN MAUPUN PENGOLAHAN TANAH DISESUAIKAN DENGAN GARIS TINGGI (KONTOUR) TUJUAN: MENGHAMBAT ALIRAN AIR PERMUKAAN SHG MEMPERBESAR KESEMPATAN AIR UNTUK MERESAP KE DALAM TANAH  MENGHEMAT WAKTU  .PENANAMAN CONTOUR   SEMUA TINDAKAN PERTANAMAN (KULTUR TEKNIS).

PENANAMAN CONTOUR  CARA MEMBUAT ALAT: THEODOLIT. ROAD TRACER  TENTUKAN LERENG TERKECIL SEBAGAI LERENG POKOK  TENTUKAN TITIK PENANAMAN ATAS DASAR JARAK TANAMNYA (PUNCAK – DASAR LERENG)  TENTUKAN GARIS KONTOUR (TITIK DENGAN KETINGGIAN TEMPAT SAMA)  LAKUKAN PENGOLAHAN TANAH PADA KONTOUR  GARIS PENANAMAN KONTOUR DIBUAT MIRING KE DALAM (0.  . WATER PASS.5 – 1 %)  PADA LERENG : > 15 % PERLU DIBUAT TERAS.

 TIGA MACAM PENANAMAN BERJALUR STRIP CROPPING MENURUT CONTOUR  PENANAMAN DALAM STRIP LAPANGAN (FIELD STRIP CROPPING)  PENANAMAN DALAM STRIP TERHADAP ANGIN (WIND STRIP CROPPING)   ALLEY CROPPING (HEDGEROW CROPPING) / BERTANAMAN LORONG .PENANAMAN BERJALUR PENANAMAN BERBAGAI JENIS TANAMAN PADA JALUR GARIS TINGGI SECARA BERSELANG-SELING.

PERGILIRAN TANAMAN   USAHA PENANAMAN BEBERAPA JENIS TANAMAN PADA SEBIDANG TANAH SECARA BERGANTIAN MENURUT WAKTU MANFAAT: MENGHILANGKAN/MENGURANGI GULMA  MEMPERTAHANKAN KANDUNGAN BO TNH  DAPAT MENAMBAHAN N DALAM TANAH  MEMATAHKAN SIKLUS HIDUP OPT  MENGHILANGKAN TANAMAN OFF TYPE PADA PRODUKSI BENIH  .

CARA BIOLOGIS   MENUTUP TANAH DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN PENUTUP TANAH (SOIL COVER PLANTS/CROPS) SCP BERPERAN SBG PENGENDALI TANAH DAN AIR MELALUI: MELINDUNGI TANAH DARI PERCIKAN AIR HJN  MEMPERBESAR KAPASITAS INFILTRASI KARENA TERBENTUK STRUKTUR REMAH OLEH BAHAN ORGANIK  MEMPERLAMBAT ALIRAN PERMUKAAN SHG PERESAPAN AIR LEBIH BAIK  MENGURANGI VOLUME AIR YANG MENGALIR DI PERMUKAAN TANAH. DAN  MENGURANGI KEJENUHAN AIR LAPISAN TANAH KARENA PROSES TRANPIRASI  .

SYARAT TANAMAN PENUTUP TANAH        TUMBUH CEPAT DENGAN HABITUS RAPAT SHG BANYAK MENGHASILKAN SERESAH BUKAN MERUPAKAN PESAING TANAMAN POKOK SISTEM PERAKARAN DALAM MAMPU BERSIMBIOSE DGN M.O. PENAMBAT NITROGEN MUDAH DIPERBANYAK DAN DIBONGKAR TAHAN DIPANGKAS DAN KEKERINGAN TIDAK MEMILIKI SIFAT YG TIDAK DISENANGI .

falcata. Leuceuna glabrata. sinensis). Caliandra sp. pulvurenta. vogelii. Acasia sp (A. A. maxima). L. T. decurrens). noctiflora.  MEDIUM COVER  TINGGI :1-2M  Gliricidia maculata. . A. T. Tephrosia sp (T. T. candida. auricoliformis. Sesbania glandiflora. dll.PENGGOLONGAN SCP  TALL COVER  BATANG LEBIH DARI 2 M  Albizia sp (A. Crotalaria.

C. Puerera javanica  SEMAK: Flemingia congesta. LOW COVER  MENJALAR ATAU SEMAK  MENJALAR: Centrosoma pubescens. Calopogonium muconoides. Stilosanthes gracilis. Calopogonium caeruleum. Vigna husei. plumieri. .

d. PEMBERIAN MULSA PEMBERIAN SISA-SISA TUMBUHAN THD TNH  MANFAAT:       MELINDUNGI TANAH DARI WATER SPLASHING MENGHAMBAT KECEPATAN RUN-OFF MENGHAMBAT LEACHING MENSTABILKAN TEMPERATUR DAN KELEMBAPAN TANAH MENAMBAH BHN ORG DAN MENINGKATKAN AKTIVITAS MIKRO ORGANISME TANAH . Soil Tretment   PEMBERIAN PERLAKUAN TERHADAP TANAH DENGAN TUJUAN MENINGKATKAN DAYA TAHAN ATAU MELINDUNGI TANAH DARI PERCIKAN AIR HUJAN DAN EROSI.

Soil Tretment  SOIL CONDITIONER PEMBERIAN SENYAWA KIMIA KE DLM TNH  TUJUAN: MEMANTAPKAN STRUKTUR TANAH DGN JALAN MEMPERKUAT IKATAN PARTIKEL TANAH  CARANYA: TANAH DIOLAH KEMUDIAN DIBERI SOIL CONDITIONER DAN DIADUK SAMPAI RATA  CONTOH:      PAA (POLY ACRYLIC ACID PVA (POLY VENYL AMIDA BITUMEN (EMULSI ASPAL) LATEKS .d.