You are on page 1of 2

Herpes simplek

Herpes simplek adalah infeksi akut yg disebabkan oleh virus herpes simplek (virus herpes
hominis) type 1 atau type 2 yg ditandai oleh adanya vesikel yg berlelompok diatas kulit
yg eritematosus pada daerah dekat muko cutan , infeksi dapat berlangsung primer
maupun rekuren Berdasarkan perbedaan imunologi dapat dikenali 2 jenis herpes simpleks
virus (HSV)
HSV tipe 1 (Non genital)
HSV tipe 2 (Genital) dan ditularkan melalui hubungan seksual.
Infeksi virus herpes simplek berlangsung dalam 3 tingkat :
1. Infeksi primer
2. Fase laten
3. Infeksi rekuren
Tempat predileksi VHS type 1 didaerah pinggang keatas terutama didaerah mulut dan
hidung, biasanya dimulai pada usia anak anak.
Inokulasi dapat terjadi secara kebetulan misalnya kontak kulit pada perawat, dokter gigi
atau orang yg sering menggigit jari
Virus herpes simplek type II
Mempunyai tempat predileksi daerah pinggang kebawah terutama didaerah genital

Infeksi primer berlangsung lebih lama dan lebih berat kira kira 3 minggu dan sering
disertai gejala sistemik misalnya demam, malaise, dan dapat disertai pembesaran kelenjar
getah bening regional
Klinis Herpes simplex
Vesikel berkelompok diatas kulit yg sembab dan eritematosus berisi cairan jernih yg
kemudian menjadi seropurulen dapat menjadi crusta dan kadang kadang mengalami
ulcerasi
Fase Laten Fase ini berarti pada penderita tidak ditemukan gejala klinis,tetapi virus VHS
dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis
Infeksi Rekuren
Hal ini dipacu oleh karena :
Infeksi, kurang tidur, hubungan seksual, stres, menstruasi.
Gejala klinis lebih ringan dari pada infeksi primer dan berlangsung 7 10 hari.
Sering ditemukan gejala prodromal lokal sebelum timbul vesikel berupa rasa panas , gatal
dan nyeri
Pada janin dan Neonatus Herpes Simplex dapat menyebabkan
Janin hampir selalui terinfeksi oleh virus yang di keluarkan dari serviks atau saluran
genital bawah.
Virus menginvasi uterus setelah selaput ketuban pecah atau berkontak dengan janin saat
persalinan.

Infeksi pada neonatusKelainan yg dapat timbul pada Bayi dapat berupa

Ensefalitis
Keratoconyuntivitis
Hepatitis, Juga dapat timbul lesi pada kulit Lokalisata Keterlibatan terbatas pada mata,
kulit
Laboratorium herpes simplex
Pemeriksaan anti bodi
HSV I Ig G
HSV I Ig M
HSV II Ig G
HSV II Ig M
Penata laksanaanAnte partum Herpes simplex
Seksio sesarea diindikasikan pada wanita dengan lesi genital aktif.
Dengan demikian seksio sesarea dilakukan bila tampak lesi primer atau rekuren saat
mejelang persalinan atau saat selaput ketuban pecah.