You are on page 1of 20

BAB I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini, suka sama sejenis sudah tidak dianggap sebagai sebuah gangguan
kejiwaan. Tentu saja acuan dari pernyataan diatas adalah DSM (Diagnostic and
Statistical Manual of Mental Disorder atau buku acuan diagnostik secara
statistikal untuk menentukan gangguan kejiwaan) yang dibuat oleh ‘kiblat’ ilmu
kejiwaan saat ini, yaitu APA alias Asosiasi Psikiatri Amerika. Di dalam DSM,
yang sudah masuk ke edisi ke empat, suka dengan sejenis sudah tidak masuk ke
dalam kategori gangguan kejiwaan. Salah satu alasannya adalah karena syarat
bagi sebuah perilaku untuk diklasifikasikan sebagai gangguan jiwa dalam DSM
adalah jika perilaku tersebut mengganggu kehidupan orang yang menderitanya.
Lesbian adalah istilah bagi perempuan yang mengarahkan orientasi
seksualnya kepada sesama perempuan. Istilah ini juga merujuk kepada perempuan
yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional, atau secara
spiritual. Disebuah artikel dinyatakan bahwa: 10% laki-laki adalah homoseks,
sedang perempuan adalah 5%, dan 37% dari semua individu pernah melakukan
hubungan seks sejenis ini di dalam kehidupannya. Beberapa homoseks
melaporkan bahwa mereka menyadari ketertarikan untuk melakukan hubungan
seks sejenis ini timbul sebelum masa pubertas atau akil balig. Aktivitas ini
biasanya mula-mula dilakukan di lingkungan peer group (kelompok sepermainan)
mereka. Dilaporkan pula bahwa homoseks perempuan atau lebih dikenal dengan
lesbian, sebanyak 56% sebelumnya mempunyai hubungan seksual dengan lawan
jenis, sedangkan yang laki-laki sebesar 19%.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mengaplikasi Konsep Community as Partner pada Kasus Klien dengan
Lesbian
1.2.2 Tujuan Khusus
a. untuk mengetahui dan memahami model konsep community as partner pada
klien dengan lesbian;
b. untuk mengetahui dan memahami aplikasi community as partner lesbian;
c. untuk mengetahui dan memahami askep pada klien dengan lesbian.
1.3 Manfaat
1.3.1 Untuk Mahasiswa
Dapat menambah wawasan atau ilmu mengenai askep pada klien dengan
lesbian
1.3.2 Untuk masyarakat
Memandirikan masyarakat dalam upaya pencegahan perluasan klien dengan
lesbian

BAB II. TINJAUAN KONSEP
2.1 Pendahuluan tentang konsep Community as Partner Model
Model konseptual adalah sekelompok konsep atau ide yang berhubungan,
tetapi hubungannya tidak eksplisit. Model adalah suatu perspektif abstrak atau
kerangka kerja yang mewakili realitas. Model menggunakan konsep untuk
menyimbolkan makna, tetapi model bukanlah dunia yang nyata. Model
konseptual mempunyai “serangkaian konsep”; namun demikian, hubungan
pernyataan yang menguraikan hubungan diantara konsep tidak jelas sehingga
tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk pengujian. Model lebih abstrak dengan
konsep yang lebih sedikit didefinisikan secara khusus dibandingkan teori, dan
model tidak menjelaskan bagaimana atau mengapa suatu fenomena terjadi
(Christensen, 2009).
Model ini sebagai panduan proses keperawatan dalam pengkajian
komunitas; analisa dan diagnosa; perencanaan; implementasi komunitas yang
terdiri dari tiga tingkatan pencegahan; primer, sekunder, dan tersier, dan program
evaluasi (Hitchcock, Schubert, Thomas, 1999). Konsep Community as Partner
diperkenalkan Anderson dan McFarlane. Model ini merupakan pengembangan
dari model Neuman yang menggunakan pendekatan totalitas manusia untuk
menggambarkan status kesehatan klien. Neuman memandang klien sebagai sistem
terbuka dimana klien dan lingkungannya berada dalam interaksi yang dinamis.
Menurut Neuman, untuk melindungi klien dari berbagai stressor yang dapat
mengganggu keseimbangan, klien memiliki tiga garis pertahanan, yaitu fleksible
line of defense, normal line of defense, dan resistance defense.
Agregat klien dalam model Community as Partner ini meliputi intrasistem
dan ekstrasistem. Intrasistem terkait adalah sekelompok orang-orang yang
memiliki satu atau lebih karakteristik. Agregat ekstrasistem meliputi delapan
subsistem yaitu komunikasi, transportasi dan keselamatan, ekonomi, pendidikan,
politik dan pemerintahan, layanan kesehatan dan sosial, lingkungan fisik dan
rekreasi (Allender & Spradley, 2005).
Delapan subsistem dipisahkan dengan garis putus-putus artinya sistem satu
dengan yang lainnya saling mempengaruhi. Di dalam komunitas ada lines of
resistance, merupakan mekanisme internal untuk bertahan dari stressor. Rasa
kebersamaan dalam komunitas untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan
contoh dari line of resistance. Anderson dan McFarlane (2000) mengatakan bahwa
dengan menggunakan model Community as Partner terdapat dua komponen
utama yaitu roda pengkajian komunitas dan proses keperawatan. Roda pengkajian
komunitas terdiri dari dua bagian utama yaitu inti dan delapan subsistem yang
mengelilingi inti yang merupakan bagian dari pengkajian keperawatan, sedangkan
proses keperawatan terdiri dari beberapa tahap mulai dari pengkajian, diagnosa,
perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Komunitas sebagai klien atau partner berarti kelompok masyarakat
tersebut turut berperan serta secara aktif meningkatkan kesehatan, mencegah dan
mengatasi masalah kesehatannya.

profesi kesehatan yang praktek. b) Data demografi Karakteristik orang-orang yang ada di area atau daerah tersebut. status perkawinan. kesakitan dan penyebab utama kematian atau kesakitan. yaitu : a. kegiatan-kegiatan masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai kesehatan. flora. rumah sakit. b) Pelayanan kesehatan dan sosial Catat apakah terdapat klinik. pusat emergency. distribusi (jenis kelamin. kepercayaan-kepercayaan yang diyakini yang berkaitan dengan kesehatan. Kegiatan pengkajian yang dilakukan dalam pengumpulan data meliputi : 1) Data Inti a) Riwayat atau sejarah perkembangan komunitas Riwayat terbentuknya sebuah komunitas (lama/baru). Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk mengenal komunitas. ruang. tanyakan pada orang-orang yang kompeten atau yang mengetahui sejarah area atau daerah itu. sosial ekonomi dan spiritual serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. c) Vital statistik Meliputi kelahiran. perumahan. Mengidentifikasi faktor positif dan negatif yang berbenturan dengan masalah kesehatan dari masyarakat hingga sumber daya yang dimiliki komunitas dengan tujuan merancang strategi promosi kesehatan. psikologis dan sosial ekonomi maupun spiritual dapat ditentukan. psikologis.1. keluarga atau kelompok yang menyangkut permasalahan pada fisiologis. Pengumpulan Data Tujuan pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai masalah kesehatan pada masyarakat sehingga dapat ditentukam tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik.2. kegiatan keagamaan di masyarakat. area hijau. keindahan alam. Dalam tahap pengkajian ini terdapat lima kegiatan. jumlah penduduk. layanan kesehatan publik. d) Nilai dan kepercayaan Nilai yang dianut oleh masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan. binatang. orang-orang. kematian. etnis). air. dan iklim. usia.1 Pengkajian Pengkajian adalah upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu. rumah perawatan . bangunan buatan manusia. 2) Subsistem a) Lingkungan fisik Catat lingkungan tentang mutu air.

kelompok dan komunitas. apa saja jenis kegiatan yang sering terjadi. toko. yang diungkapkan secara langsung melalui lisan. . apakah orang-orang merasa aman. dan tempat-tempat untuk pekerjaan. apakah terdapat surat kabar yang terlihat di stan atau kios. bagaimana peraturan pemerintah terdapat komunitas (misalnya: pemilihan kepala desa. layanan kesehatan sekolah. dan lain-lain). apakah ada tempat yang biasanya digunakan untuk berkumpul. apakah ada transportasi yang memungkinkan untuk orang cacat. walikota. apa saja sarana komunikasi formal dan informal yang terdapat di wilayah komunitas. c. keluarga. apakah orangorang terlibat dalam pembuatan keputusan dalam unit pemerintahan lokal mereka. pendidikan lokal. karakteristik pekerjaan. Sumber data 1) Data primer: data yang dikumpulakn oleh pengkaji dalam hal ini mahasiswa atau perawat kesehatan masyarakat dari individu. adakah pemberian bantuan sosial (makanan). apakah mutu udara di monitor. catat bagaimana orang-orang bepergian. pengamatan dan pengukuran. siapa yang berpartisipasi. layanan kesehatan mental. apakah ada pengaruh partai yang menonjol. e) Politik dan pemerintahan Catat apakah ada tanda aktivitas politik. polisi. apakah terdapat trotoar atau jalur sepeda. dukun tradisional/pengobatan alternatif. 2) Data objektif: data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan. g) Pendidikan Catat apa saja sekolah-sekolah dalam area beserta kondisi. fasilitas untuk rekreasi dan kebiasaan masyarakat menggunakan waktu senggang. b. h) Rekreasi Catat dimana anak-anak bermain. c) Ekonomi Catat apakah perkembangan ekonomi di wilayah komunitas tersebut maju dengan pesat. apa saja bentuk rekreasi utama. seberapa besar tingkat pengangguran. kelompok dan komunitas berdasarkan hasil pemeriksaan atau pengkajian. f) Komunikasi Catat apakah orang-orang memiliki tv dan radio. jenis layanan perlindungan apa yang ada di komunitas (misalnya: pemadam kebakaran. tingkat drop-out. keluarga. aktifitas-aktifitas ekstrakurikuler. d) Keamanan dan transportasi Apa jenis transportasi publik dan pribadi yang tersedia di wilayah komunitas. industri.atau panti werda. dan tingkat pendidikan masyarakat. rata-rata pendapatan keluarga. Jenis data Jenis data secara umum dapat diperoleh dari: 1) Data subjektif: yaitu data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang dirasakan oleh individu. dewan kota). reputasi. fasilitas layanan sosial.

5) aspek politis. d. pengorganisasian. 4) Mengidentifikasi kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan.1. pembentukan pokjakes (kelompok kerja kesehatan) b. 2) Menetapkan kekuatan. tahap kepemimpinan koordinasi intersektoral. 2. tahapan pengembangan masyarakat persiapan. catatan riwayat kesejatan pasien atau medical record. 2. akhir. tahap diklat c.1. 2. 2) berat ringannya masalah. 3) Mengidentifikasi pola respon komuniti.3 Perencanaan a. padat dan pasti tentang status dan masalah kesehatan pasien yang dapat diatasi dengan tindakan keperawatan. Cara pengumpulan data 1) Wawancara atatu anamnesa 2) Pengamatan 3) Pemeriksaan fisik 4) Observasi e. 3) kemungkinan masalah untuk diatasi. supervisi atau kunjungan bertahap. Masalah aktual adalah masalah yang diperoleh pada saat pengkajian. Interpretasi data analisis data Tujuan analisis data : 1) Menetapkan kebutuhan komuniti. 4) tersedianya sumber daya masyarakat.2) Data sekunder : data yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya. penentuan prioritas daerah. Pengolahan data 1) Klasifikasi data atau kategorisasi data 2) Perhitungan presentase cakupan dengan menggunakan tally 3) Tabulasi data f. sedangkan masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul kemudian.4 Pelaksanaan/Implementasi .1. Prioritas masalah Prioritas masalah kesehatan masyarakat dan keperawatan perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria: 1) prevalensi kejadian.2 Diagnosa keperawatan Diagnosis keperawatan adalah respon individu pada masalah kesehatan baik yang aktual maupun potensial. Dengan demikian diagnosis keperawatan adalah suatu pernyataan yang jelas. misalnya : kelurahan. American Nurses Of Association (ANA). g. Penentuan masalah atau perumusan masalah kesehatan h.

Evaluasi struktur Evaluasi struktur difokuskan pada kelengkapan tata cara atau keadaan sekeliling tempat pelayanan keperawatan diberikan. Interpersonal implementations. meliputi pemberian perawatan kebersihan kulit. dukungan administrasi. Evaluasi proses Evaluasi proses berfokus pada penampilan kerja perawat dan apakah perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan merasa cocok. antara lain: a.Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon. menetapkan jadwal personal. 2005). meliputi koordinasi kegiatan-kegiatan. dalam Potter & Perry. memberikan umpan balik. Ukuran intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien terkait dengan dukungan. Menurut Craven dan Hirnle (2000) secara garis besar terdapat tiga kategori dari implementasi keperawatan. dan lain-lain. Voughan – Wrobel. bertindak sebagai advokasi klien. evaluasi terbagi menjadi tiga jenis. Area yang menjadi perhatian pada evaluasi proses mencakup jenis informasi yang didapat pada saat wawancara dan pemeriksaan fisik. tindakan untuk memperbaiki kondisi. 2. memberikan dukungan spiritual. yaitu: a. Technical implementations. mengawasi tim keperawatan. b. pendidikan untuk klien-keluarga. pengungkapan perasaan. menemukan perubahan dari data dasar klien. validasi dari perumusan diagnosa keperawatan. mengorganisir respon klien yang abnormal. dan lain lain. menghubungkan tingkat pengetahuan klien dengan kegiatan hidup seharihari. kolaborasi. Evaluasi hasil Evaluasi hasil berfokus pada respons dan fungsi klien. melakukan tindakan keperawatan mandiri. dan sesuai wewenang. b. dan lain lain. melakukan aktivitas rutin keperawatan. c. mengawasi penampilan klien dan keluarga. fasilitas fisik. c. 1994. Respons prilaku klien merupakan pengaruh dari intervensi keperawatan dan akan terlihat pada pencapaian tujuan dan kriteria hasil. pengobatan. & Erlen (1986) dalam Craven & Hirnle (2000). pemeliharaan dan pengembangan kompetensi staf keperawatan dalam area yang diinginkan. role model.1. . atau tindakan untuk mencegah masalah kesehatan yang muncul dikemudian hari. membuat strategi untuk klien dengan disfungsi komunikasi.5 Evaluasi atau penilaian Menurut Ziegler. menciptakan komunikasi terapeutik. meningkatkan pelayanan. dan kemampuan tehnikal perawat.. dan rujukan. Persediaan perlengkapan. tanpa tekanan. Aspek lingkungan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi dalam pemberian pelayanan. serta menciptakan lingkungan sesuai kebutuhan. meliputi pengajaran/ pendidikan. rasio perawat-klien. Cognitive implementations.

komunikasi. Model keperawatan dapat didefinisikan sebagai kerangka piker.2 Kerangka konsep Community as Partner Model Model adalah gambaran yang mendekati kenyataan dari konsep. Model konseptual adalah sintesis seperangkat konsep dan pernyataan yang mengintegrasikan konsep-konsep tersebut menjadi suatu kesatuan. pendidikan. dan program evaluasi (Hitchcock. ekonomi. Fokus utama dari model Community as Partner adalah menjadikan komunitas sebagai mitra dan proses keperawatan. dan kepercayaan. Community as Partner Model merupakan model keperawatan yang berfokus pada perawatan kesehatan masyarakat dengan melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi penuh dalam setiap praktik. 1980). vital statistik. keilmuan maupun metode dalam model ini. Core memiliki pengertian yaitu sesuatu yang penting dan mendasar yang terdiri dari riwayat terbentuknya aggregate. politik dan pemerintahan. demografi. nilai. 1999). Sedangkan pada subsistem terdapat lingkungan fisik. perencanaan.2. Schubert. sekunder. dan tersier. Thomas. Model ini sebagai panduan proses keperawatan dalam pengkajian komunitas. analisa dan diagnosa. Komponen utama pengkajian yang ada pada model ini adalah core dan subsistem. pelayanan kesehatan dan sosial. dan rekreasi. sebagai satu cara melihat keperawatan. (Riehl and Roy. atau satu gambaran tentang lingkup keperawatan. . primer. implementasi komunitas yang terdiri dari tiga tingkatan pencegahan. transportasi dan keamanan.

Menurut Neuman. untuk melindungi klien dari berbagai stressor yang dapat mengganggu keseimbangan. yaitu fleksible line of defense. normal line of defense. dan resistance defense. Neuman memandang klien sebagai sistem terbuka dimana klien dan lingkungannya berada dalam interaksi yang dinamis. Garis pertahanan fleksibel adalah kondisi kesehatan yang dinamis yang merupakan hasil dari respon terhadap stressor yang tidak menetap misalnya stressor lingkungan maupun kelurga.1 Community as Partner Fokus pada model ini komunitas sebagai partner dan penggunaan proses keperawatan sebagai pendekatan. Garis pertahanan normal merupakan gambaran pencapaian tingkat kesehatan masyarakat dari waktu ke waktu misalnya .Gambar 2. klien memiliki tiga garis pertahanan.

2000. Stressor internal yaitu tekanan yang berasal dari dalam masyarakat. Hitchcock. layanan kesehatan dan sosial. 2002. Stressor terbagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. sedangkan stressor eksternal adalah tekanan yang berasal dari luar masyarakat misalnya suara bising dari lingkungan sekitar tempat masyarakat tinggal. . saat layanan kesehatan yang tersedia tidak mencukupi. Schubert. sedangkan proses keperawatan terdiri dari beberapa tahap mulai dari pengkajian. Stressor merupakan tekanan yang menimbulkan adanya suatu rangsangan yang memiliki potensi untuk menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan didalam sistem. dan evaluasi. ekonomi. Stressor pada awalnya akan menembus garis pertahanan fleksibel dan normal dari masyarakat sehingga terjadi gangguan dalam masyarakat. Allender & Spradley. Ervin. Stanhope & Lancaster. 1998. 2005). Thomas. transportasi dan keselamatan. Di dalam komunitas ada lines of resistance. Roda pengkajian komunitas terdiri dari dua bagian utama yaitu inti dan delapan subsistem yang mengelilingi inti yang merupakan bagian dari pengkajian keperawatan. diagnosa. perencanaan. Rasa kebersamaan dalam komunitas untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan contoh dari line of resistance Anderson dan McFarlane (2000) mengatakan bahwa dengan menggunakan model community as partner terdapat dua komponen utama yaitu roda pengkajian komunitas dan proses keperawatan. merupakan mekanisme internal untuk bertahan dari stressor. Delapan subsistem dipisahkan dengan garis putus-putus artinya sistem satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi. implementasi. Anderson & McFarlane. Agregat ekstrasistem meliputi delapan subsistem yaitu komunikasi. pendidikan. lingkungan fisik dan rekreasi (Helvie. Intrasistem terkait adalah sekelompok orang-orang yang memiliki satu atau lebih karakteristik (Stanhope & Lancaster. 1999.penurunan angka kelahiran anak dengan tunanetra dan penurunan jumlah penderita tunanetra akibat pengaruh lingkungan fisik. politik dan pemerintahan. Derajat reaksi adalah jumlah ketidakseimbangan atau gangguan yang diakibatkan oleh stressor yang berhubungan dengan pertahanan masyarakat. maka stressor akan berinteraksi dengan garis pertahanan resisten dan kemudian bersama-sama menjadi bagian dari diagnosa keperawatan komunitas dengan menimbulkan derajat reaksi. Agregat klien dalam model community as partner ini meliputi intrasistem dan ekstrasistim. 2004. 2004). Sedangkan garis pertahanan resisten adalah mekanisme internal yang berlaku untuk melindungi klien dengn tunanetra terhadap stressor misalnya dengan melakukan terapi kelompok . Derajat reaksi digambarkan dengan peningkatan jumlah penderita tunanetra.

konsep community as partner (CAP) ini dalam menyikapi kasus lesbian tetap memperhatikan tiga komponen utama dari CAP sebagai acuan dalam pengkajian dalam kasus diabetes melitus. sebagai salah satu contoh kasusnya disini kami mengangkat tentang kasus lesbian. Usia Kasus lesbian saat ini paling banyak dialami oleh remaja dan dewasa muda. . metode. 2010). yaitu: a) Sejarah Dalam data ini hal-hal yang dapat dikaji adalah riwayat terbentuknya sebuah komunitas lama dan komunitas baru. Dapat pula dikaji tentang kemungkinan penyebab dari perilaku lesbian yang terjadi di masyarakat. subsistem. pola asuh keluarga.1. Menurut hasil penelitian dan penelusuran Yayasan Priangan Jawa Barat. Berapa lama komunitas tersebut telah tinggal (hal ini berhubungan tentang warga asli yang menempati atau berdomisili oleh pendatang) 3. pada tahun 2003 kasus homoseksual di kalangan pelajar di Bandung sudah tinggi. 1. 4. dan hubungan dengan anggota keluarga. Sejarah atau asal daerah tersebut 2. dan kelimuannya melibatkan peran partisipasi penuh dari masyarakat dimana dalam hal ini berperan sebagai 2 komponen. 2014). Apakah tindakan warga dalam menanggapi suatu masalah. yaitu: core (inti). 1) Data inti (core) Data inti ini meliputi empat hal. 1. 21% siswa SMP dan 35% siswa SMU disinyalir melakukan per buatan homoseksual (Faridatunnisa. misal karena trauma dengan lawan jenis pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan bersama lawan jenis. Aspek-aspek tersebut antara lain sebagai berikut.1 Aplikasi Konsep Community as Partner pada Kasus Klien dengan Lesbian Lesbian adalah suatu istilah bagi perempuan yang mengarahkan pilihan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan baik secara seks maupun jender (Sembiring. Sedangkan konsep community as partner (CAP) sendiri merupakan suatu model perawatan kesehatan masyarakat yang praktek.1 Pengkajian Pada aplikasinya. Hal yang dapat dikaji antara lain sebagai berikut. b) Demografis Dalam data demografis hal yang dapat dikaji adalah distribusi masyarakat berdasarkan beberapa aspek dan berdasarkan hasil statistik. 3.BAB III. yaitu sebagai mitra dan proses keperawatan. PEMBAHASAN 3. dan persepsi yang akan dibahas sebagai berikut.

namun di beberapa negara seperti Amerika Serikat pada suku Indian. Pola dan perilaku seksual yang tidak sehat. d. a. 2) Data subsistem Dalam subsistem ini ada 8 komponen yang dapat dikaji dalam kasus lesbian. b. a) Lingkungan fisik Pada aspek lingkungan fisik hal-hal yang dapat dikaji antara lain kebiasaan berkumpul dan kegiatan yang dilakukan masyarakat. Status sosial Lesbian tidak dipengaruhi oleh status sosial seseorang. 3. antara lain sebagai berikut. Jenis kelamin Berdasarkan jenis kelamin. Tingkat pendidikan Lesbian biasanya terjadi pada masyarakat dengan segala jenis tingkat pendidikan. apakah ada perilaku yang memicu timbulnya perilaku lesbian. c) Nilai dan kepercayaan Lesbian tidak ada hubungannya dengan nilai dan kepercayan masyarakat. 4. b) Pelayanan sosial dan kesehatan . 5. 2014). lesbian adalah suatu istilah bagi perempuan yang mengarahkan pilihan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan baik secara seks maupun jender (Sembiring. c. Sedangkan pada laki-laki yang menyukai sesama jenisnya disebut dengan istilah gay. Pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan upaya preventif lebih dini untuk mencegah terjadinya lesbian. Dalam data vital dapat berupa: angka kejadian lesbian atau biasanya disebutkan homoseksual (gay dan lesbian). Suku Lesbian tidak ada hubungannya dengan faktor suku. Sumber-sumber dukungan sosial. homoseksual seperti lesbian dan gay dianggap legal. Hal-hal yang dapat dikaji. antara lain sebagai berikut. Namun. Vital statistic (data penting) Data vital ini mencerminkan mengenai dua hal yaitu status kesehatan kelompok yang beresiko dan rentan. 6.2. Sikap dan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan seksual. Namun di beberapa negara seperti suku Indian di Amerika Serikat telah melegalkan pernikahan sesama jenis atau homoseksual (gay dan lesbian) karena merupakan sebuah tradisi dan budaya dari suku tersebut untuk menerima perbedaan dari orang lain. Lesbian dapat terjadi pada kalangan yang memiliki status sosial yang rendah hingga tinggi. ada beberapa faktor resiko yang menyebutkan bahwa kurangnya informasi terkait pendidikan seks dapat menyebabkan seseorang mengalami homoseksual seperti lesbian.

pekerjaan. 5. Aspek ekonomi juga dapat menyangkut mengenai biaya yang dikeluarkan keluarga untuk mengadakan program rehabilitasi untuk klien lesbian di masyarakat. Perawat komunitas juga dapat berperan dalam pencegahan terjadinya dampak dari perilaku lesbian ini seperti penularan HIV AIDS. 8. 7. Pelayanan Apakah telah terdapat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit. karakteristik pekerjaan. yang memberikan informasi terkait dengan kesehatan seksual. 1. c) Ekonomi Ditinjau dari aspek ekonomi menyangkut pendapatan dari klien. akan berpengaruh terhadap keadaan klien sendiri. Jenis pelayanan Apakah ada pelayanan yang berbasis rehabilitatif atau kuratif yang bertujuan untuk mengatasi masalah lesbian yang ada dimasyarakat. Berdasarkan pendapatan yang diperoleh klien. 4. puskesmas. Tempat Apakah telah tersedia tempat perawatan bagi klien dengan lesbian. maka dari itu petugas kesehatan. Selaras dengan konsep dari CAP dimana metodenya melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi penuh dalam meningkatkan kesehatannya. . 2. Sumber daya dan tenaga Apakah telah ada sumber daya manusia khususnya tenaga medis dan non medis yang memiliki pengetahuan yang baik untuk memberikan informasi terkait kesehatan seksual. Hal-hal yang perlu dikaji dalam subsistem ini yaitu: pendapatan. klinik dll. Statistik Bagaimana kondisi ekonomi dan sosial dari klien dan pendidikan klien dengan lesbian. Fasilitas Apakah telah terdapat fasilitas yang mendukung dalam upaya penanganan lesbian yang ada dimasyarakat.Pada aspek pelayanan sosial dan kesehatan yang dapat dikaji antara lain sebagai berikut. 6. 3. Sarana kesehatan Apakah sarana kesehatan telah tersedia dan terjangkau dalam pengaksesannya. Ongkos Apakah ada jaminan kesehatan untuk mencegah dan mengatasi masalah lesbian yang ada di masyarakat. Perawat komunitas dapat menyusun program pelayanan kesehatan bagi kelompok lesbian dan mengimplementasikan program rehabilitasi untuk klien lesbian yang disusun bersama masyarakat. pengeluaran. dan pendapatan rata-rata keluarga. khususnya perawat bersama masyarakat harus saling bekerjasama dalam program perawatan untuk klien lesbian.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian subsistem transportasi dan keamanan (keselamatan) yaitu sebagai berikut. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Perkawinan yang sah berdasarkan ketentuan Peraturan Perundangundangan wajib dilaporkan oleh Penduduk kepada Instansi Pelaksana di tempat terjadinya perkawinan paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak tanggal perkawinan. Hal tersebut berarti selain negara hanya mengenal perkawinan antara wanita dan pria. mengenai jaminan keamanan kepada masyarakat dan klien lesbian di komunitas tersebut. 3) Pasal 34 ayat 1 Undang-Undang No. misalnya tempat rehabilitasi bagi klien lesbian. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pada Pasal 2 ayat 1 disebutkan bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. agar klien dengan lesbian merasa nyaman dan dapat melakukan upaya perawatan yang baik sehingga dampak yang ditakutkan dapat dihindari. Peraturan-peraturan tentang pernikahan sesama jenis yang dilarang oleh Pemerintah menurut Tobing (2012) yaitu sebagai berikut. 1) Transportasi. 1) Pasal 1 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.d) Transportasi dan keamanan (keselamatan) Transportasi menyangkut sarana yang digunakan oleh masyarakat untuk menjangkau tempat pelayanan kesehatan dalam melakukan upaya pencegahan dan pengobatan pada klien lesbian. meliputi jenis pelayanan perlindungan yang ada di komunitas. meliputi jenis transportasi yang digunakan oleh masyarakat untuk menjangkau layanan kesehatan. pemerintah menolak adanya homoseksual (gay dan lesbian) dengan cara melarang adanya pernikahan sesama jenis. Yang dimaksud dengan "perkawinan" adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan . Keamanan berkaitan dengan jenis pelayanan perlindungan yang ada di komunitas tersebut. transportasi yang ada dan memungkinkan untuk menjangkau tempat pelayanan kesehatan. misalnya tempat rehabilitasi bagi klien lesbian. mengenai upaya perlindungan yang dapat dilakukan oleh keluarga dan orang-orang terdekat untuk mencegah perilaku lesbian yang lebih parah dan dampak dari perilaku tersebut seperti penularan penyakit menular seksual (PMS). 2) Keamanan. e) Politik dan pemerintahan Upaya pemerintah dalam menangani kasus lesbian masih belum terlihat di Indonesia. negara juga mengembalikan lagi hal tersebut kepada agama masing-masing. Saat ini. 2) Pasal 2 Undang-Undang No.

3) Apakah orang-orang memiliki TV dan radio. 4) Apakah yang di lihat dan di dengarkan. Hal tersebut perlu diperbaiki oleh pemerintah dalam penyaringan tontotan yang boleh dintonton sendiri atau membutuhkan pendampingan dari orang tua. jenis bacaan yang dibaca dan tontonan yang seringkali dilihat memiliki peran yang penting. hal tersebut dapat menimbulkan resiko perilaku lesbian. f) Komunikasi Ada beberapa hal yang perlu dikaji dalam komunitas mengenai komunikasi. Persepsi masyarakat mengenai lesbian umumnya masih negatif. Dalam hal ini. Area umum yang digunakan masyarakat untuk berkumpul dapat memiliki peranan dalam perilaku penyimpangan seksual seperti lesbian. konsep diri yang baik. TV dan radio merupakan sarana komunikasi yang berperan penting dalam penyampaian informasi mengenai kesehatan seksual. Karena itu diperlukan penyuluhan oleh petugas kesehatan. Surat kabar atau media masssa lain yang dapat diakses oleh masyarakat juga dapat mempengaruhi terjadinya perilaku lesbian. kelompok lesbian banyak menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat. 2 Tahun 2011 tentang Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Setiap perkawinan di Daerah yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. apabila seseorang seringkali berkumpul dengan kelompok lesbian maka seseorang tersebut beresiko juga untuk melakukan perilaku lesbian. Apabila pengetahuan masyarakat tentang kesehatan seksual sudah cukup baik. ada dampak negatif yang ditimbulkan karena lesbian sendiri masih merupakan fenomena yang mengandung kontroversi. maka informasi yang terdapat dalam media massa tersebut dapat disaring dengan sendirinya. 4) Pasal 45 ayat 1 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. Di Indonesia. dalam hal ini adalah perawat mengenai pola seksual yang sehat. antara lain sebagai berikut. Yang dimaksud dengan "perkawinan" adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.seorang wanita sebagai suami istri berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. dan informasi yang benar mengenai kesehatan seksual. namun pada kenyataannya saat ini banyak tontonan tentang perilaku seksual yang kurang baik. wajib dilaporkan oleh yang bersangkutan kepada Dinas di tempat terjadinya perkawinan paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak tanggal sahnya perkawinan. 2) Apakah surat kabar atau media massa lain dapat diakses pada lingkungan tersebut. Namun apabila pengetahuan masyarakat kurang. Sedangkan. 1) Apakah ada “area umum” dimana orang-orang berkumpul. Misalnya. masyarakat yang pro akan lesbian yaitu dapat dilihat dengan .

Selain itu juga bisa ditawarkan wisata kerohanian untuk kesehatan spiritual. Dalam hal tersebut. Persepsi masyarakat Bagaimanakah perasaan dan penilaian masyarakat mengenai komunitas masyarakat tersebut? Bagaimana pendapat masyarakat mengenai permasalahan lesbian di komunitas? Adakah masalah-masalah lainnya selain masalah lesbian yang sedang merebak di komunitas masyarakat tersebut? b. g) Pendidikan Dalam sub sistem pendidikan terdiri dari 2 elemen penting. Minat masyarakat terhadap pendidikan kurang. lalu sarana komunikasi yang formal adalah saat diadakannya rapat balai desa. karang taruna. Pemanfaatan untuk rekreasi ini tergantung pada masing-masing individu dalam pemanfaatan waktunya agar merasa terhibur. 2. sehingga tidak bisa dilarang untuk berbaur dengan masyarakat lainnya. Apa saja kelemahan dan kekuatan dari komunitas tersebut . Tingkat pendidikan pada masyarakat. dan selain itu bahasa yang digunakan masyarakat juga dapat berpengaruh. Pada klien dengan lesbian dapat tejadi pada semua tingkatan pendidikan. dan perkumpulan dharma wanita. a. Selain itu jika diperhatikan. 5) Apa saja sarana komunikasi formal dan informal yang ada di area tersebut? Di masyarakat ada beberapa macam sarana komunikasi yang memiliki peran penting dalam masyarakat. masyarakat lebih percaya kepada kader atau tokoh pemimpin desa daripada petugas kesehatan yang memberikan penyuluhan. sehingga pengetahuan dan informasi tentang kesehatan seksual pada masyarakat masih kurang. 3. Kurangnya penyuluhan dan informasi dari tenaga kesehatan maupun tenaga pendidikan serta tokoh masyarakat dan agama terkait tentang kesehatan seksual. Persepsi tenaga kesehatan Pernyataan umum dari petugas kesehatan mengenai status kesehatan di komunitas tersebut berkaitan dengan adanya kasus lesbian di komunitas tersebut. Pada waktu senggang dapat diisi dengan kegiatankegiatan yang dapat membuat masyarakat lebih produktif.munculnya LSM serta situs-situs di internet khusus untuk kaum lesbian (Nurmala. seperti gosip atau isu yang tersebar di masyarakat yang dapat dimulai dari berkumpulnya ibu-ibu seperti arisan. et al. yaitu : 1. klien juga membutuhkan rekreasi untuk menghibur diri. 2006). 3) Persepsi Dalam aspek persepsi ini hal-hal yang dikaji terkait kasus lesbian antara lain sebagai berikut. h) Rekreasi Subsistem rekreasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu dan masyarakat pada waktu senggang.

Informasikan pada klien pentingnya berinteraksi dengan orang lain 4. dan rekreasi). pemerintah dan politik. gaya hidup. Diagnosa : Gangguan performa peran berhubungan dengan ketidakadekuatan sosialisasi peran ditandai dengen perubahan persepsi peran. adaptasi yang tidak memadai untuk berubah. pendidikan. perubahan pola tanggung jawab. 3. implementasi. ekonomi. diskriminasi dan pelecehan verbal atau intimidasi.2 Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan yang dapat diangkat pada kasus lesbian menurut NANDA (2012) antara lain sebagai berikut. kebebasan yang tidak memadai 3. adaptasi yang tidak memadai untuk berubah. perubahan pola tanggung jawab. Bantu klien berinteraksi dengan orang lain secara bertahap 2. Berikan dukungan yang positif dan dukungan emosi 5. 1.1. Diagnosa : Isolasi sosial berhubungan dengan harga diri rendah ditandai dengan diasingkan oleh masyarakat. dan penampilan yang sangat menyenangkan dalam 1x24 jam .1. Gangguan performa peran berhubungan dengan ketidakadekuatan sosialisasi peran ditandai dengen perubahan persepsi peran. dan perlindungan. komunikasi.3 Perencanaan 1. memiliki perasaan komunitas (sense of community) yang rendah Tujuan pasien mampu berinteraksi dengan masyarakat dalam 3x24 jam setelah dilakukan asuhan keperawatan Intervensi: 1. pencegahan. Gangguan identitas diri berhubungan dengan kacau identitas sosial 3. memiliki perasaan komunitas (sense of community) yang rendah 2. intervensi. diagnosa.sebagai koping adanya stressor lesbian? Adakah masalah lain yang teridentifikasi? Aplikasi dari konsep model Community as Partner dalam melakukan asuhan keperawatan komunitas pada kasus lesbian meliputi pengkajian pada core dan delapan subsistem (lingkungan fisik. Mengkaji penyebab isolasi sosisal 3. dan evaluasi. serta upaya promosi yang telah dilakukan terkait dengan upaya pendidikan. keselamatan dan transportasi. Membina hubungan saling percaya dengan pasien 2. diskriminasi dan pelecehan verbal atau intimidasi. Perlu adanya upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang lesbian dan peran serta masyarakat dalam mencegah adanya perilaku penyimpangan seksual tersebut. kebebasan yang tidak memadai Tujuan pasien akan memahami dampak situasi pada hubungan personal. Isolasi sosial berhubungan dengan harga diri rendah ditandai dengan diasingkan oleh masyarakat. pelayanan kesehatan dan sosial.

3.4 Implementasi Keperawatan Implementasi yang akan dilakukan sesuai dengan perencanaan dan dilengkapi dengn hasil atau respon yang diterima oleh klien. bantu pasien dalam mengidentifikasi kekuatan diri 3.Intervensi 1. Diagnosa : Gangguan identitas diri berhubungan dengan kacau identitas sosial Tujuan pasien akan menunjukkan identitas diri dalam 3x24 jam setelah diberikan asuhan keperawatan Intervensi : 1. bantu klien untuk mengidentifikasi evaluasi diri yang positif 3. kaji hubungan antara perilaku dan penilaian diri 4.1.1. bantu pasien dan keluarga untuk meningkatkan hubungan dengan mengklarifikasi perilaku peran yang spesifik 3. bantu klien untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi perasaannya 2. bantu pasien mengidentifikasi berbagai macam peran dalam hidup dan keluarga 2. kaji dan gerakkan sistem pendukung yang ada saat ini 3. ajarkan pasien dan keluarga mengenai perilaku baru untuk memenuhi suatu peran 4.5 Evaluasi S : respon subjektif klien setelah diberikan implementasi O : respon klien berdasarkan pengamatan perawat setelah diberi implementasi A : hasil analisis perawat terhadap kondisi klien setelah dilakukan implementasi P : rencana tindakan keperawatan selanjutnya .

maka terdapat bermacam-macam tanggapan tentang lesbian. Untuk intervensi hingga evaluasi menyesuaikan dari diagnosa yang telah dirumuskan. lesbian menjadi perhatian khusus dalam kategori perawatan dalam kebutuhan khusus. Karena masyarakat merupakan sekumpulan individu yang bervariasi. Saran untuk pembaca. Tepatnya keperawatan komunitas. yang kemudian enggan untuk merubah diri ke orientasi seksual yang sewajarnya. Dalam dunia keperawatan. terkenal dengan konsep community as partner (CAP). yaitu: core (inti). belum tentu bersedia diberikan perlakuan/intervensi keperawatan yang bertujuan positif untuk klien. isolasi sosial berhubungan dengan harga diri.BAB IV. Mulai dari tanggapan yang sah-sah saja dalam penyimpangan seksual ditengah kehidupan bermasyarakat. Jika di luar negeri memang legal dalam hal percintaan sesama jenis. Setelah ditemukan klien yang bersedia untuk dilakukan pengkajian pun. . subsistem.evaluasi). dan persepsi. Lesbian merupakan hal yang kompleks karena banyaknya pro dan kontra di kalangan masyarakat. beberapa kaum lesbian memiliki persepsi bahwa posisinya sebagai penyuka sesama jenis dianggap wajar saja. Dibutuhkan arahan dan kritik membangun dalam menuju kerapihan laporan praktikum ini. 4. Persepsi tersebut didapatkan dari peristiwa legalisasi percintaan sesama jenis diluar negeri. Dilanjutkan kembali dalam perumusan diagnosa keperawatan dapat disimpulkan meliputi. dan gangguan identitas diri berhubungan dengan kacau identitas sosial. namun di Indonesia hal ini masih menjadi hal yang tabu dan terkadang masih ada kesan penolakan. PENUTUP 4. Dibutuhkan kesabaran ekstra dalam memilih dan memilah hingga menemukan klien yang memang bersedia di berikan pengkajian secara kompleks seperti dalam konsep community as partner (CAP). memang laporan praktikum ini jauh dari kesempurnaan. Dimana untuk menyikapi kasus lesbian tetap memperhatikan tiga komponen utama dari community as partner (CAP) sebagai acuan dalam pengkajian dalam kasus diabetes melitus. hingga tanggapan yang berujuk pengucilan terhadap kaum lesbian.2 Saran Penulis hingga saat ini terus berfikir bahwa dalam pengaplikasian asuhan keperawatan dengan klien kebutuhan khusus (lesbian) tak semudah seperti dipenyampaian teoitis dalam beberapa referensi. Ditambah lagi dengan kenyamanan kaum lesbian dalam menjalani hubungan dengan wanita pasangannya. gangguan performa peran berhubungan dengan ketidakadekuatan sosialisasi peran. Dan juga disarankan dalam mendekati klien dengan lesbian dibutuhkan kiat-kiat dan beberapa perlakuan khusus agar tercipta hubungan terapeutik & kerja sama yang bagus dalam proses keperawatan (pengkajian .1 Kesimpulan Lesbian adalah suatu istilah bagi perempuan yang mengarahkan pilihan orientasi seksualnya kepada sesama perempuan baik secara seks maupun jender. Karena realitanya.

(2000).(1999).academia. 3 No. Ayu. Jurnal Psikologi Volume 8 Nomor 2. http://ejurnal. Jakarta: EGC.J. Febry Eva Lovina. 2010. Christensen. 2012. Model Konseptual Keperawatan Kesehatan Komunitas. http://repository.ac.edu/ 6568952/STUDI_KASUS_PEREMPUAN_LESBIAN_BUTCHY_DI_YOG YAKARTA [22 September 2014] Sembiring. Humanitas : Indonesian Psychological Journal Vol. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC Clark. http://repository. 1 Januari 2006 : 28 – 37 http://www. Konsep Diri Lesbian (Sebuah Etnografi Mengenai Lesbian di Kota Medan).. E. Gambaran Status Identitas Remaja Puteri Lesbi. %20MODEL%20KONSEPTUAL%20KEP%20KES%20KOM.ac. 2014. Jakarta: EGC Nurmala. Dwi. Yasmin Asih.T. Philadelpia: Lippincott Anonim.id/bitstream/ 123456789/41288/5/Abstract.pdf [22 september 2014]. _____.usu. Asmadi.id/materikuliah/3b. Pengelolaan Pelayanan Keperawatan. [ serial online ].pdf [22 september 2014]. Choirul Anam. 2009. [serial online]. Connecticut: Appleton & Lange Christensen dan Kenney. J.id/index. NANDA.php/Psi/article/view/90 [22 September 2014] Makhfudli. http://ners. Jakarta: EGC. Nursing in the community: Dimensions of community health nursing. Community as partner: Theory and practice in nursing. 2009. Universitas Airlangga Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan. 3rd. Diagnosa Keperawatan Nanda: Definisi dan Klasifikasi 20122014.DAFTAR PUSTAKA Anderson. and McFarlane. Paula J.id/bitstream/123456789/37097/4/Chapter %20II. Faridatunnisa.usu. Studi Kasus Perempuan Lesbian (Butchy) di Yogyakarta. Standford.unair. Desember 2010.ac.ac. esaunggul. 2009. 2008. Proses Keperawatan: Aplikasi Model Konseptual.pdf [22 September 2014] . alih bahasa Yuyun Yuningsih. Hadi Suyono. M. Proses Keperawatan: Aplikasi Model Konseptual.ed.

2012.Tobing.com/klinik/detail/lt50c9f71e463aa/hukumperkawinan-sesama-jenis-di-indonesia [22 September 2014] . http://www. Hukum Perkawinan Sesama Jenis di Indonesia. Letezia.hukumonline.