You are on page 1of 47

Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

Integrated system

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar belakang
Dalam era perkembangan teknologi sekarang ini akan mempengaruhi

kemajuan dibidang bangunan gedung. Salah satu aspek penting dalam
penyelenggaraan bangunan termasuk rumah dan gedung adalah pengamanan
terhadap bahaya kebakaran. Realisasi tindakan pengamanan ini umumnya
diwujudkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Tindakan
pengamanan ini dilakukan dengan penyediaan atau pemasangan sarana pemadam
kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR), Hidran, Springkler, detektor,
Integrated System dan lain sebagainya. Tetapi didalam kenyataannya masih
banyak juga yang belum menerapkan sistem pemadaman kebakaran, padahal
kebanyakan juga sudah mengetahui bahaya dari api kalau sudah menjadi besar
atau menjadi kebakaran.
Meskipun tingkat kesadaran akan pentingnya sistem proteksi kebakaran
semakin meningkat, namun masih banyak dijumpai bangunan-bangunan yang
tidak dilindungi dengan sarana proteksi kebakaran, atau sarana yang terpasang
tidak memenuhi persyaratan

atau sarana yang terpasang tidak memenuhi

persyaratan. Dari pengamatan kasus-kasus kebakaran selama ini, Diketahui bahwa
dari 1121 kasus kebakaran, 76,1 % terjadi di tempat kerja, dari sejumlah kasus
tersebut diketahui bahwa api terbuka penyebab paling banyak pertama dengan
jumlah kasus 415 kasus, penyebab paling banyak kedua yaitu listrik dengan
jumlah 297 kasus (Laboratorium Forensik Mabes Polri tahun 2005 sampai 2010).
Selain itu, diketahui bahwa listrik menjadi penyebab paling banyak kedua setelah
api terbuka dengan perbandingan 31 % berbanding 34 % (Disnaker Propinsi
Jawa Timur).
Dari data kasus kebakaran selama ini maka ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, antara lain adalah bahwa sistem proteksi kebakaran tidaklah cukup
hanya dengan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) atau hidran saja yang
disebut sebagai sistem proteksi aktif. Diperlukan saran proteksi lainnya yakni
sprinkler dan Fire integrated system untuk mendukung mobilitas APAR dan
Budi Handoyo (6509040047)

Page

Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
Integrated system

hidran sebagai sistem proteksi aktif. Oleh karena itu berbagai langkah dan upaya
penanggulangan bahaya kebakaran merupakan hal yang penting diterapkan dan
dilaksanakan guna mencegah terjadinya bahaya kebakaran. Pada umumnya
kebakaran terjadinya diawali dengan api yang kecil. Bila sejak dini dapat
diatasi/dipadamkan, maka kebakaran yang dapat menimbulkan berbagai macam
kerugian dapat dihindarkan, misalnya dengan pemasangan Fire Integrated System
pada gedung.
I.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tentang perancangan integrated system di atas,
maka umusan masalah pada tugas pencegahan dan penanggulangan kebakaran ini
adalah :
1. Bagaimana merencanakan integrated system untuk pencegahan kebakaran
pada suatu bangunan?
2. Bagaimana memahami teori tentang sistem perencanaan integrated system
dan tata cara pemasangannya ?
I.3. Tujuan
Maksud dan tujuan pada makalah ini adalah :
1. Mampu merencanakan sistem integrated system untuk pencegahan
kebakaran pada bangunan kejaksaan tinggi negeri surabaya.
2. Dapat memahami teori tentang sistem perencanaan integrated system dan
tata cara kerja alat tersebut integrated system pada gedung kejaksaan
tinggi negeri surabaya.
1.4. Manfaat
Pada tugas perencanaan dan penanggulangan kebakaran ini memiliki
manfaat, di antaranya,
A. Bagi Mahasiswa :
1. untuk mengembangkan ilmu mengenai kebakaran khususnya merancang
sistem pemadam otomatis.

Budi Handoyo (6509040047)

Page

Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
Integrated system

2.

dapat

mengembangkan

teori

dengan

langsung

membuat

sistem

penanggulangan dan penanggulangan kebakaran.
3. dapat mengetahui dan mempraktekkan dasar hukum mengenai sistem
pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
4. hasil dari pengerjaan tugas akhir ini dapat digunakan sebagai alat bantu
dalam proses belajar-mengajar, khususnya mengenai kebakaran.
B. Bagi Management Gedung
1. dapat dijadikan masukan dan analisa ulang apabila terjadi kesalahan pada
sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada gedung kejaksaan
tinggi negeri surabaya.
I.5. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penelitian tentang tata cara perencanaan sistem integrated
system untuk pencegahan pada bangunan kejaksaan tinggi negeri surabaya
adalah :
1. Dasar teori tentang tata cara merencanakan integrated system untuk
pencegahan kebakaran pada bangunan dalam SNI 03-3989-2000 dan
PERMEN 02/MEN/1983.
2. Dasar teori sistem integrated system untuk pencegahan kebakaran.
3. Perencanaan sistem integrated system pada kejaksaam tinggi negeri yang
beralamatkan di jalan Ahmad Yani no.64-66 surabaya.
4. Estimasi biaya perancangan dan pemasangan integrated system.

BAB II

Budi Handoyo (6509040047)

Page

Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
Integrated system

TINJAUAN PUSTAKA
II.1. Integrated System
Integrated System adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem deteksi,
sistem alarm, dan sistem pemadam secara otomatis. Sistem tersebut digabung
atau diintegrasikan menjadi 1 sistem secara utuh. Aplikasi dari sistem
tersebuta dibagi menjadi dua metode yakni, Total Floading System dan Local
Protection System.
a. Total floading system adalah sistem yang didesign bekerja serentak
memancarkan media pemadam memalui seluruh nozzle kedalam ruangan
dengan konsentrasi tertentu.
b. Lokal protection system adalah sistem pemadam yang didesign dengan
mengarahkan pancaran pada objek yang dilindungi.
Komponen integrated sistem adalah sistem deteksi, kontrol panel alarm,
storage system, media pemadam, dan sistem distribusi yang terdiri dari
perpipaan, katup, dan nozzle yang dipilih berdasarkan tekanannya.
Media pemadam hendaknya mempertimbangkan hal-hal berikut, yaitu :
1. Efektifitasnya
2. Pengaruh fisik terahadap material yang dilindungi, merusak atau
tidak merusak
3. Pengaruh kimia terhadap barang yang dilindungi
4. Pengaruh kadar racun dan perusakan terhadap lingkungan
5. Bentuk bangunan
(depnakertrans RI, 2000)

Detektor

Panel kontrol

Alarm I

Panel Pemadam

Alarm II

Katup pemadam
Budi Handoyo (6509040047)

Storage Tank

Discharge Nozzle

Page

Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2.1 Komponen Sistem Perlengkapan sistem instalasi pemadam otomatik integrated sistem terdiri dari bagian pokok yaitu : 1. biasanya menggunakan 2 kelompok alarm (cross zone) dengan menggunakan jenis detektor yang berbeda. detektor panas dan lain-lain. Panel Pemadam. 2000) II. Misalnya detektor yang digunakan adalah Detektor asap(smoke detector). Storage System. Dan mengaktifkan katup pemadam setelah mengalami penundaan waktu tertentu. 5. Sistem Deteksi. Panel pemadam akan bekerja bila dua kelompok alarm telah aktif atau kebakaran benar benar terjadi. 2. 4. berfungsi mengaktifkan alarm 2 (discharge alarm).1. Skematik Diagram Integrated Sistem (Sumber : Depnaker. yaitu persedian media pemadam yang dikemas dalam silinder baja bertekanan.1. Kontrol Panel. berfungsi sebagai peralatan pengendali untuk memproses sinyal yang datang dari detektordan meneruskan / mengaktifkan alarm 1 dan panel pemadam. 3. Media Pemadam yaitu bahan yang digunakan dan dipilih paling cocok berdasarkan pertimbangan pertimbangan antara lain :  Efektivitasnya Budi Handoyo (6509040047) Page .

Jenis Instalasi Pemadam Kebakaran Otomatik Integrated Sistem Pada dasarnya bahan yang bersifat non flammable dapat digunakan sebagai media pemadam.  Pengaruh kimia terhadap bahan dan peralatan yang dilindungi.  Bentuk bangunan 6.  Pengaruh kadar racun dan perusakan terhadap lingkungan. Secara spesifik media pemadam dibagi menjadi 3 jenis yaitu cair. CO2 dapat memasuki celah-celah sempit / pori-pori hingga mampu  untuk pemadaman api sampai bagian dalam atau api sekam. tidak berbau. II. gas dan padat.5kali udara.Aplikasi Penerapan sistem pemadam CO2 dipergunakan untuk pengamanan bengkel. Penerapan Metode Pemadaman (b) Sistem Pembanjiran Total(Total Floading System) Budi Handoyo (6509040047) Page . Tidak merusak dan menimbulkan kotoran sehingga peralatan yang  diamankan dapat langsung digunakan. Sistem distribusi yang terdiri pemipaan. ruang trafo. katup-katup dan nozle-nozle yang dipilih berdasarkan tekanannya. dll. garasi. Gas cocok karbondioksida1. pabrik. Media Pemadam Jenis CO2 Karbondioksidaadalah gas elektriknonconductivegas untuk mediamemadamkan beratdaripada yangberwarna.2.4. II. sehingga  mampu mencegah terjadinya percikan api listrik. 1. merusak atau tidak. yanglembamyang api. ruangan telekomunikasi.  instalasi listrik Bersifat mendinginkan dan mengisolasi / memisahkan dengan udara  bebas.1. logam. Mampu digunakan dalam kondisi suhu rendah dan tinggi. Sifat CO2 sebagai media pemadam yaitu :  Tidak terjadi perubahan secara kimiawi terhadap minyak.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system  Pengaruh fisik terhadap material yang dilindungi. Merupakan bahan isolator yang baik untuk kebakaran listrik.Karbondioksidamemadamkan lebih apidengan mengurangikonsentrasioksigen.

karton. yaitu berdasarkan luas permukaan dan berdasarkan isi barang dalam suatu ruangan. buku.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Adalah sistem pemadaman dengan cara menyemprotkan gas CO 2 melalui kepala pemancar memasuki ruangan tertutup yang dilengkapi dengan peralatan otomatik yang dapat mentutup lubang – lubang yaitu pintu masuk dan jendela – jendela. kerangka.5 Kg  Tekanan Uji = 155 bar pada suhu 550C  Klem valve  Menahan karbondioksida tidak release dari Tabung  Tekanan untuk mendorong piston pada klem valve = 23 bar Budi Handoyo (6509040047) Page . klam pemegang tabung. pengoperasian carbon dioxide total flooding (Sumber : Ginting. dll). dsb. Pemadaman setempat dibagi menjadi beberapa pertimbangan. dan api sekam (misal kertas.  Kapasitas Tabung Karbondioksida = 45. Unit Tabung CO2 adalah kumpulan tabung-tabung . pipa koneksi. Gambar 2. 2010) Penjelasan Komponen Sistem : a.2. pada kebakaran permukaan (bahan padat dan cair). Sistem ini dibagi menjadi dua bagian yaitu. peralatan pembuka otomatis. biasanya di ruangan yang besar atau banyak lubang-lubangnya. pipa penghubung. (c) Sistem Pemadaman Setempat(Local Protection System) CO2 disemprotkan langsung pada sasaran yang terbakar .

c. Starter elektrik Solenoid yang mendapat isyarat yaitu dari kompnen panel pengontrol CO2 akan langsung memecahkan alat penutup pengeluaran air dari tabung starter CO2 secara otomatis. Tabung CO2 memilki startet yang membuka kran kran pemilih dan rangkaian tabung-tabung CO2.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2. 2010) b. Pada Klem Valve Valve Actuator (Sumber : Ginting.3.5. Klem Valve (Sumber : Ginting. 2010) Gambar 2. Gambar 2. Ukuran Tabung CO2 Budi Handoyo (6509040047) Page .4.

Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system (Sumber : Ginting. Budi Handoyo (6509040047) Page . 2010) e. 2010) d. dll) (Sumber : Ginting. Di dalamnya terdapat tombol tekan starter manual dan tombol tekan stop yang berfungsi untuk menghentikan sistem secara darurat bila ada alarm yang salah dalam 20 detik. Solenoid Actuator. Kran keselamatan berfungsi mambuang tekanan gas yang mungkin masih ada karena kebocoran atau bekas pakai. Actuator (Safety & Reset Pin.6. Box operasi yang terpasang di tembok beserta pengaman dan lampu yang menyala sebagai tanda adanya arus listrik atau baterei dan lampu penyemprotan CO2 yang sedang berlangsung. Gambar 2. f. Lampu Tanda Bahaya yaitu berupa sensor yang dipasang diatas pintu ruangan yang diberi pengamanan bila sistem CO 2 bekerja lampu akan menyala sehingga orang orang di luar akan mengetahui dan tidak memasuki ruangan tersebut.

Switch untuk merubah otomatik menjadi normal atau sebaliknya. starter solenoid. sistem otomatik interlooking untul pintu. Panel Kontrol CO2 yaitu panel yang menunjukkan adanya perubahan sinyal yang diberikan detektor api melalui panel kontrol alarm. maka sumber tenaga akan langsung berganti secara otomatik ke sumber listrik baterei yang senantiasa siaga penuh karena dilengkapi sistem pengisian (charging) otomatis. tanda bahaya penyemprotan. i. timer otomatik. 2007) h. Pipa-pipa dan sambungan jenis galvanized steel sch 80. dan bila sumber listrik hidup lagi. Memberi tanda bahaya dengan lampu . Penunjuk penyemprotan (dengan lampu) tanda adanya arus sumber tenaga (listrik atau baterei) voltmeter. sirine atau bell yang kemudian akan mematikan AC dan ventilasi kemudian menyemprotkan gas CO 2 ke ruangan yang terbakar. Switch untuk meriset kembali. sambungan sambungan dari carbon steel forings dan pipa tembaga. Visual Alarm Dengan Audible Sound (Sumber : Andrew Furness & Martin Muckett.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2. Fire Alarm Panel (Sumber : Andrew Furness & Martin Muckett. Sumber tenaga listrik darurat yang berfungsi bilamana ada listrik mati . maka secara otomatis akan kembali ke sumber listrik. AC.7. Budi Handoyo (6509040047) Page .8. hal ini dikerjakan dengan sistem solenoid. Gambar 2. Dilengkapi dengan penunjuk zone (lokasi) dengan lampu. 2007) g. penutup pintu dan lain sebagainya.

Flexible Loop (Sumber : Ginting. Pipa Manifold Yang menggunakan Flexible Loop & Pilot Loop (Sumber : Ginting. 2010) Gambar 2. Kran pemilih yang bergungsi untuk membagi arah aliran isi media pemadam CO2 apabila sistem pemadaman dipergunakan untuk lebih dari 1 ruangan yang diberi pengamanan. 2010) Gambar 2. Pilot Loop (Sumber : Ginting.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2.9. Peralatan ini bekerja secara otomatik maupun manual.10.11. 2010) j. Budi Handoyo (6509040047) Page .

1. Alat ini dilengkapi tombol tekan untuk meriset kembali.1 45.07 5 14. maka dasar perhitungann untuk jumlah gas CO2 yang diperlukan mengikuti jumlah perkalian dari nilai tabel faktor isi dikalikan dengan faktor konversi.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system k.8 5 >1415 0. 3.01 5 45.97 – 4.16 – 45. Budi Handoyo (6509040047) Page .36 – 1415 0.28 1. harus mengikuti standar tabel dibawah ini : Tabel 2. Switch tekanan yang aktif secara otomatis jika tekanan dalam pipa melebihi 1.96 1.5 15.90 5 127.15 1.1 113.15 5 3.77 5 Perhitungan Tidak Kurang Dari (Kg) 0 4. 2000)  Faktor Konversi Material Bila material atau bahan bakar diperlukan konsentrasi gas CO 2> 34%.1 kg/m2 sewaktu gas CO2 dipancarkan dan switch akan menyalakan tanda lampu bahaya pada ruangan yang terbakar. Dasar-dasar untuk perencanaan Sistem Pemadaman CO2 untuk kebakaran permukaan  Faktor Isi Dipergunakan untuk dasar perhitungan jumlah gas CO 2 yang diperlukan untuk mengamankan sebuah objek kebakaran dengan konsentrasi gas sampai dengan 34%.35 0.5 1135 (Sumber : Depnaker.29 – 127. Faktor Pembanjiran CO2 Faktor Isi Faktor Adanya Jumlah Volume Lubang CO 2 Ruangan Terbuka (Kg (m3) (Kg CO2/m2) 2 CO2/m ) < 3.

12. 2010) Tabel 2. lubang yang tidak dapat ditutup harus diberikan kompensasi dengan jumlah CO2 yang diperkirakan akan hilang terbuang selama waktu 1 menit.2. Floading Factor CO2 (Sumber : Ginting. Untuk saluran ventilasi Budi Handoyo (6509040047) Page .Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2. Convertion Factor CO2 (Sumber : Ginting. 2010)  Keadaan Khusus Penambahan jumlah CO2 harus diadakan untuk mengadakan kompensaasi terhadap keadaan khusus yang berpengaruh terhadap efisiensi pemadaman. Contohnya.

33 10. dsb (Sumber : Depnaker.3. 2000)  Keadaan Khusus Budi Handoyo (6509040047) Page . CO2 untuk pemadaman api sekam  Faktor Isi Faktor pembanjiran adalah dijabarkan sesuai dengan hasil hasil percobaan. tekstil. dan gudang-gudang. tumpukan penyedot debu. kamar.66 20.60 10. seperti tabel di bawah ini. Faktor Pembanjiran CO2 untuk bahaya Khusus Konsentras Faktor Lubang Bahaya Faktor Isi i Design Terbuka (Kg CO2/m3) Khusus (%) (Kg/CO2/m2) Listrik-listrik dengan bahaya isolasi 50 1. Tabel 2.60 m2 Gulungan kertas plastik.0 listrik > 90 Kg Kabel-kabel listrik untuk mesin listrik kecil < 50. untuk ruangan. dsb Gudang woll.0 50 1.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system yang tidak dapat ditutup jumlah CO2 harus ditambahkan untuk isi.0 65 2. karet.0 75 2. ruangan ducting.0 15.

0 85. Semua lubang yang tidak tertutup waktu pemadaman harus diberi kompensasi dengan cara menambah jumlah CO 2 sama dengan isi yang mungkin terbuang keluar.4. Tambahan CO 2 untuk   lubang lubang dapat diambil dari tabel yang ada. Desain Kepala Pemancar Tabel dibawah menunjukkan kapasitas dari pancaran CO2 melalui beberapa ukuran kepala pemancar. Tabel 2. Desain pemipaan harus dipertimbangkan berdasarkan kapasistas aliran yang masuk di tiap-tiap jenis pipa tertentu. ) 5. 2000)  Perancangan Media Pemadam CO2Fire Integrated System Melalui langkah-langkah dibawah ini :  Hazard Volume = Volume kosong ruangan – Total volume peralatan  Kebutuhan CO2 = Hazard Volume / Floading Factor  Total kebutuhan CO2 (Melalui Tabel Material Convertion Factor)  Jumlah Tabung CO2 = Total kebutuhan CO2 / Kapasitas tabung CO2  Flow rate Karbondioksida (Qf) = Total kebutuhan CO2 / 1. Discharge Duration Budi Handoyo (6509040047) Page .0 155.4 .Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Penambahan jumlah CO2 diperlukan untuk kompensasi terhadap keadaan khusus yang mungkin mempengaruhi efektifitas pemadaman. Desain Kepala Pemancar CO2 Pada Tekanan 25 Kg/m2 Ukuran Kepala Pemancar 4 mm – 6 Kapasitas 3/8” ½” ¾” 1” 1 ¼” (Kg/menit mm 300.0 17.0 0 (Sumber : Depnaker.0 40.

Budi Handoyo (6509040047) Page . dalam pemadamannya FM 200 berfungsi untuk mengencerkan dan memanpatkan kadar O2 di udara sehingga api dapat dipadamkan. Gas akan keluar melalui pipa instalasi yang diarahkan oleh Gas Nozzle.FM 200 merupakan clean agent.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2. Instalasi Integrated System CO2 pada Suatu Ruangan (Sumber : Ginting.2. 30 detik atau 60 detik (tergantung settingan delay time) kemudian akan mengaktifkan Lever & Pressure Control Head untuk membuka Valve Tabung Gas FM-200. adalah gas pemadam api yang ramah lingkungan. 2010) II. maka Siren dan Alarm Bell sert Sign Lamp Evacuate Area akan aktif yang menandakan segera meninggalkan ruangan. Media Pemadam Jenis FM 200 FM-200 System adalah sistem suatu sistem proteksi kebakaran otomatis dalam suatu ruangan yang tertutup yang aman terhadap peralatan elektronik dan aman bagi manusia.13.2. Cara kerja : Ketika Smoke Detector mendeteksi adanya asap. FM-200 merupakan Clean Agent.

3.net/instalasi-fire-alarm-system-gedung/instalasifm200 II. gudang penyimpanan / pabrik.2. ruangan yang mudah terbakar. dll. Nomor Haloon Menunjukkan beberapa jenis unsur kimia dan jumlah atom untuk mempermudah pengenalan. dan daya campur serta mengalir yang cepat ke seluruh ruangan.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2. Haloon 1301 atau (CF3Br) BTM : 1 jumlah atom carbon (C) 3 jumlah atm flourine (F) 0 jumlah atom chlorine (Cl) 1 jumlah atom bromine (Br) Budi Handoyo (6509040047) Page . bengkel mobil.  Prinsip Pemadaman Haloon 1301 Sifat yang menonjol adalah pemadaman yang cepat dengan pemutusan reaksi rantai kimia kebakaran. trafo listrik. instalasi integrated system media FM 200 http://alatpemadamapi. Media Pemadam Halon 1301 Peralatan sistem pemadaman haloon 1301 aplikasinya untuk proteksi ruangan seperti garasi. dibanding rumus kimia yang biasanya sulit untuk dihafalkan. ruangan komputer.15.

karena halon 1301 termasuk jenis isolator yang baik. Setelah pemadaman. Budi Handoyo (6509040047) Page . 3. secara kimiawi. Reaksi ini menghentikan pembakaran hingga api padam. 5. Tidak mempengaruhi secara kimiawi terhadap bahan seperti minyak. H Br + OH > H2O + Br Radikal bromine kemudian dapat mengulang lagi reaksi dengan mengurangi jumlah radikal yang aktif dari bahan bakar dan api. Teori Pemadaman Halon 1301 melakukan proses pemadaman secara kimiawi diman unsur halogen bereaksi dengan unsur-unsur yang menghasilkan pembakaran yang menimbulkan kebakaran hebat. Dapat digunakan untuk kebakaran karena listrik. 6. dll karena gas sangat kekal dan stabil. karena bahan kimianya stabil. Pemadaman secara menyeluruh sampai ke bagian yang paling dalamdan sudah dicapai dapat dilaksanakan. insulasi listrik. dan menurut UL (Under Writer Laboratory) diberi kualifikasi golongan 6 sama dengan CO2. Juga dapat dipergunakan di tempat-tempat yang sangat dingin  temperaturnya. karena sifat gas yang mudah membaur dan memasuki ruangan-ruangan atau pecahanpecahan kecil sekalipun. 7. 2. logam.  Sifat Haloon 1301 1.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Haloon 1301 diklasifikasikan sebagai gas yang paling kecil sifat racunnya. C Br F2 > C F2 + Br Radikal Br bereaksi dalam bahan bakar menjadi hidrogen bromine R – H + Br > R + H Br Hidrogen Brominne yang berbentuk kemudian bereaksi dengan radikal hidrogen yang masih aktif. dimana radikal bromine yang pertama dihasilkan dari uraian haloon 1301 bila terkena panas. Tekanan yang tinggi (42 kg/cm2) pada temperatur 200C memungkinkan untuk membuat desain dalam pemilikan ruangan serta pemipaanya. keadaan bahan-bahan tetap bersih dan tidak ternoda. Kualitas halon 1301 tidak berubah. Teori ini berdasarkan proses radikal bebas. 4.

Seseorang biasanya masih tahan untuk menghirup udara ini dalam waktu 5 menit tanpa berpengaruh ada kesehatannya. Carbonyl halide.57. sebelum bereaksi dengan bahan bakar. sehingga mengurangi kemungkinan O2 menjadi aktif. Dalam hal ini atom bromine merupakan sasaran yang besar untuk menangkap elektron-elektron daripada O2. carbonyl flouride. serta viscosity yang          rendah.00C Temperatur Kritis 67. Hasil Uraian Gas Halon 1301 Bila gas Halon 1301 terkena panas sampai suhu 5100C. dan membentuk gas hidrogen bromide (HBr). gas yang dicairkan dalam tekanan dan mempunyai berat jenis yang tinggi . dengan jumlah bahan haloon 1301 yang sedikit saja. cairang.168.8 C Titik Beku . maka haloon beruarai secar kimiawi. hidrogen flouride (HF) dan sedikit bekas bromine (Br 2). Budi Handoyo (6509040047) Page .00C Tekanan Kritis 39. Sifat Umum Haloon 1301 Gas haloon adalah gas yang tidak berwarna. (COF2) dan carbonyl bromide (COBr2).1 X 104 J/Kg Sifat Keracunan Dalam keadaan tidak terurai haloon 1301 mempunyai ambang keselamatan sebagai berikut : Konsentrasi Dalam Isi Lama Ketahanan Manusia 7% atau Kurang 5 menit 7 – 10 % 1 menit Karena kebakaran biasanya dapat cepat dipadamkan pada konsentrasi kurang dari 7%. uap kenyang 1574 kg/m3 Panas Penguapan Pada Titik Didih11. Rumus Kimia CBrF3 Berat Molekul 148.6 kg/cm Berat Jenis. Akan tetapi. bahan-bahan yang terbakar mengeluarkan zat yang dapat  membahayakan kesehatan pada jaringan syaraf dan paru-paru. Dalam kedua teori dinyatakan bahwa rantai reaksi kebakaran  dipatahkan. uap dan gas yang tertinggal tidak berbahaya atau hanya sedikit saja bahayanya.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Teori lain menyatakan bahwa unsur O2 harus diaktifkan dahulu dengan menghisap elektron bebas.9 0 Titik Didih .

bahan ini sudah harus digunakan. karena tidak adanya unsur chlorine. textil dan lainnya. 2. harus secara tepat dalam waktu 30 detik. pintu-pintu. Pemadaman setempat Dalam hal ini diartikan pancaran halon 1301 hanya ditujukan pada tempat-tempat yang diperkirakan akan terbakar. 2) Kebakaran dalam atau sekam Kebakaran dalam ini terjadi misalnya ditumpukan-tumpukan buku. Cara ini dapat dipergunakan 2 hal : 1) Kebakaran dipermukaan Kebakaran ini meliputi kebakran benda cair. serta benda-benda padat yang keras dan besar. lantai dasar dan plafon atau atap. Hal ini dilaksanakan karena kemungkinan tempatnya diarea terbuka atau ruangan terlalu besaruntuk diberikan pengamanan secara keseluruhan.  Cara-cara pemadaman Cara pemadaman dengan gas halon 1301 ada 2 macam yaitu : 1. 1) Metode luas permukaan Dalam hal ini diperhitungkan luas permukaan bahan yang terbakar Budi Handoyo (6509040047) Page . A/C dan lainnya. Pemadaman setempat dibagi menjadi 2 sistem tergantung dari bentuk dan bahan yang diberikan sistem pengamanan. dengan disertai dengan penutupan secara automatic.penggunaan sistem pemadaman halon 1301. Gas-gas ini bila terlalu lama dihisap akan berbahaya. cendela-cendela.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gas Phosgene yang dihasilkan BCF tidak terdapat pada haloon 1301. gas dipancarkan keseluruh ruangan yang terbakar yang dikelilingi tembok-tembok. Pembanjiran secara total Dalam hal ini. lubang-lubang. kertas-kertas.

yaitu mengalikan isi ruangan kali konsentrasi halon 1301. . . . . . . persamaan 2. maka jumlah halon 1301 yang diperlukan untuk pemadaman tergantung dari isi benda yang diberi pengamanan. .1 Dimana : W = berat halon 1301 yang diperlukan unutk pemadaman (Kg) C = konsentrasi halon 1301 untuk pemadaman % V = isi ruangan yang diberi proteksi S = isi spesifik dari superheated halon 1301 dalam m3/Kg Budi Handoyo (6509040047) Page . . kali berat jenis halon 1301 dalam keadaan super heated. .  Menentukan jumlah halon 1301 untuk pemadaman Halon 1301 dihitung dengan berat (kg). Jumlah halon 1301 yang diperlukan untuk design pemadaman dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : .Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system 2) Metode isi Unutk api 3 dimensi.

instalasi integrated system dengan media haloon 1301 (Sumber : http://castleol. Skematik Diagram Foam Integrated System (Sumber : Depnaker. 4. Pada dasarnya dibagi menjadi dua.17. Aplikasi sistem busa pemadaman tinggi yaitu untuk melindungi bahan padat maupun cair yang mudah terbakar dalam suatu ruangan tertutup.  Komponen Sistem Sistem instalasi busa otomatik menggunakan komponen-komponen 1. yaitu busa pengembangan tinggi dan busa pengembangan rendah.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2. sebagai berikut : Sistem Deteksi Panel kontrol Alarm Pompa Kebakaran Sumber Air Enduktor Proportioner Pembangkit Busa Deteksi Panel Alarm Pompa Alarm Enductor Proportioner Sumber Air Pemancar Busa Cairan Busa Gambar 2. Aplikasi sistem busa pengembangan rendah yaitu memadamkan bahan cair dengan cara menutup permukaan bahan cair yang terbakar dari udara.16. 2. Sistem Pemadam Busa Otomatik Aplikasi pemadaman busa otomatik dipasang secara permanaen untuk memproteksi bahan-bahan yang mudah terbakar. 2000) Budi Handoyo (6509040047) Page . 6.com/&usg) II.blogspot.4. 5.2. 3.

com) Cara Kerja Foam Integrated System yakni : a. Pemancar pembangkit busa adalah pemancar yang secara mekanik akan mengubah bentuk kombinasi air + campuran busa + udara  menjadi busa. b. instalasi foam integrated system (http://www. Pompa alarm bekerja secara otomatis bila detektor aktif.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 2.rosenbauer. Enduction Proportioner adalah alat yang berguna untuk menginduksikan cairan busa bersama aliran air dan untuk mengatur presentase busa antara 3% . panel alarm kerjanya sama dengan sistem pemadam integrated system sebelumnya.18. Standar Instalasi Foam Integrated System : Budi Handoyo (6509040047) Page . cairan busa. Sistem deteksi. c. d.6%. Enduction Proportioner untuk injeksi dari bawah tanki dilengkapi lobangudara yang akan menarik udara sehingga berbentuk campuran air. dan udara.

kayu dan karet Protein Foam Synthetic Surface Active Agent Hydrogenous Foam Prootein Foam Synthetic Surface Active Agent Hydrogenous Foam luas lantai 6. Pemancar busa harus dipasang sedmikian rupa sehingga seluruh permukaan benda atau barang-barang yang direncanakan dapat terjangkau dan tertutup busa. Kapasitas pemancaran busa Jumlah Pancaran Jenis Lokasi Tipe Dari Bahan Busa Yang Bangunan Pemadam Busa Dikeluarkan per-m2 Ruangan Untuk bengkel dan Parkir Kendaraan Ruangan Yang Berisi Bahan Mudah Terbakar. 2000) d.5 liter/m2 6. Dipergunakan kepala busa. Dipergunakan pembangkit busa pengembangan tinggi.7 liter/m2 6.5 m diatas Budi Handoyo (6509040047) Page . c. a.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Sistem pemadaman jenis ini banyak dipakai untuk landasan helkopter diatas atap genting.5 liter/m2 6.0 liter/m2 3. Untuk busa dengan rasio pengemnagan 20 kali atau kurang disebut juga busa pengembangan rendah.5 liter/m2 8.5. dengan luasan daerah maksimum satu pemancar busa untuk tiap 8m2 luas lantai. b. dan juga bengkel-bengkel atau gudang-gudang yang menyimpan bahan yang mudah terbakar dari jenis kebakaran B.5 liter/m2 (Sumber : Depnaker. 2. Kapasitas pemancaran busa harus dalam volume yang tertera pada tabel berikut : Tabel 2. Pemancar busa diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu : 1. Untuk pembangkit busa pengembangan tinggi harus sedemikian rupa sehingga jumlah aliran dapat mengikuti ketinggian 0. Untuk busa dengan rasio pengembangan 80-100 kali disebut busa pengembangan tinggi.

Berikut ini adalah daftar kapasitas aliran busa yang diperlukan untuk sasaran pemadaman Tabel 2. Kapasitas Aliran Busa Yang Diperlukan Untuk Pemadaman Bangunan / Debit Aliran Busa Ruangan Yang Tipe Pancaran Busa per-m3 / menit Diamankan Busa Type I dengan pengembangan 80 – Ruangan yang berisi bahan-bahan yang diletakkan diatas rakrak yang bersusun Ruangan bengkel dan parkir kendaraan Ruangan berisi gergajian kayu.16 liter / menit 0.29 liter / menit 1000 kali Type II Type II Type III Type II Type II 1. Pemancar busa harus dipasang lebih tinggi dari ketinggian barang yang diamankan.50 liter / menit 500 kali Busa Type III dengan pengembangan 500 – 0.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system permukaan bahan yang diamankan. Pemancar busa harus dipasang satu atau dua buah pada tiap-tiap lantai. serpihan plastik dan 2. maka pemancar harus dipasang dengan tujuan Budi Handoyo (6509040047) Page .25 liter / menit 0.18 liter / menit Type II 1. Bila ada kemungkinan api menjalar dari sasaran yang satu le sasaran lain.28 liter / menit 0.0 liter / menit 250 kali Busa Type II dengan pengembangan 250 – 0.11 liter / menit 0. Pintu-pintu harus dibuat dari pintu tahan api dan dapat menutup secara otomatis. 2000) 2.6.25 liter / menit karet Ruangan berisi bahan spesial yang mudah terbakar (Sumber : Depnaker. dengan luas 500 m2. 3. 4. 1.31 liter / menit Type III 0.

Tanki serbuk kimia kering 3. plastik.5. Sistem perpipaan 4.  Untuk bahan-bahan mudah terbakar lainnya kapasitas pemancaran busa 2 liter / menit / m2 luas permukaan. Gas pendorong N2 2.  Desain Sistem Serbuk Kimia Kering Komponen yang dipakai dalam desain sistem serbuk kimia kering adalah : 1. pompa-pompa minyak dan gas. 6. Budi Handoyo (6509040047) Page . 5. atau gedunggedung yang berisi bahan bakar cair dan tempat dimana tumpahan minyak dapat terjadi. Dalam sistem ini diharapkan pemadaman dapat cepat berlangsung. 5. Peralatan otomatis yang menjalankan sistem dan mekanik dari mesin-mesin. Sistem Pemadam Dry Chemical Powder Serbuk kimia kering sangat cocok untuk kebakaran kelas B dan C. Pemancar yang mengarahkan serbuk kimia kering ke arah daerah yang dipancarkan. atau peralatan pemutus aliran yang berisi minyak. Kapasitas pemancaran busa pengembangan tinggi untuk pemancar busa yang tetap harus diperhitungkan sesuai berikut :  Untuk raungan yang berisi potongan-potongan kayu. dan benda karet lainnya. maka sistem ini juga baik dipergunakan dalam pemadamanpemadaman transformer-transformer listrik yang berisi minnyak. Peralatan deteksi api.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system pemadaman total yaitu sasaran-sasaran dikelompokkan menjadi satu kelompok untuk tujuan pengamanan.2. II. Kapasitas pemancaran busa 3 liter / menit / m2 luas permukaan. oleh karena itu pemadaman ini daat digunakan untuk pemadaman tanki pencelup yang berisi bahan-bahan kimia yang flammable. Jumlah kapasitas sumber air dan busa harus cukup untuk dipancarkan dengan debit tersebut diatas dalam jangka waktu 10 menit. Karena sifat dari serbuk kimia kering yang tidak menghantarkan arus listrik. 6.

Spesifikasi Tanki Serbuk Kimia Kering Keteranga 100 120 200 350 500 750 n (YDA) 0 0 Tinggi 140 130 140 150 137 151 (mm) Tinggi (mm) Diameter (mm) Isi (l) Berat Isi (kg) Isi Serbuk 150 200 300 0 175 0 170 0 178 0 102 0 122 0 140 8 163 0 100 5 152 5 3 130 0 0 0 0 0 0 0 362 512 512 618 874 874 874 100 100 124 126 126 0 0 5 0 0 90 163 223 340 502 607 758 80 140 200 300 450 550 700 900 AB AB AB AB AB AB AB AB 0 AB C C C C C C C C C 118 170 195 280 470 520 600 810 700 760 Berat Botol (kg) 135 0 (Sumber : Depnaker.48 kg/m3 10 m3 – 0.36 kg/m3 40 m3 – 0.38 kg/m3 30 m3 – 0.34 kg/m3 50 m3 lebih – 0.41 kg/m3 20 m3 – 0.635 Kg. Artinya untuk isi ruangan 1 m3 minimum diperlukan serbuk kimia kering sebanyak 0.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system  Jumlah Serbuk Kimia Kering Untuk dasar perhitungan dapat menggunakan rumus-rumus sebagai berikut : Berat serbuk kimia kering yang diperlukan dalam pemadaman adalah 0.7. 2000)  Ukuran Pipa Untuk Sistem Pemadaman Serbuk Kimia Kering Serbaguna Budi Handoyo (6509040047) Page . Untuk ruangan – 4m3 – konsentrasi serbuk 0.635 Kg/m3.Dry Chemical Powder.48 kg/m3 6 m3 – 0. Tabel 2.4 kg/m3 Perhitungan tersebut berdasarkan percobaan dengan YAMATO .

50 – 145.05 4.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Jarak antar tankiserbuk kimmia kering. Ukuran Pipa Pemadaman Dry Chemical Powder Jumlah Aliran Ukuran Pipa Dalam Serbuk Mm Inch (Kg/detik) 15 A 20 A 25 A 32 A 40 A 50 A 65 A 80 A 90 A 100 A 125 A 150 A 1/2“ 0.02 1.15 – 6. Tabel 2.80 – 24.40 7.45 3. 2000) BAB III METODOLOGI PERANCANGAN II.00 25.80 – 100.07 3/4” 1” 1 1/4” 1 1/2” 2” 2 1/2” 3” 3 1/2” 4” 5” 6” 1.8.40 – 14.80 – 63.20 32.50 – 35.00 (Sumber : Depnaker.00 52.00 76. dengan nozzle tidak lebih dari 100 meter.1.00 12. Metodologi Perancangan MULAI RUMUSAN MASALAH Budi Handoyo (6509040047) Page .56 – 1.82 – 3.40 – 8.00 18.07 – 2.50 – 48.

16. 17. Penentuan Jenis Klasifikasi Bangunan 2. 11A. PERMEN 02/MEN/1983. Prosedur Perencanaan Adapun langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam perancangan instalasi integrated system pada Gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya diantaranya yaitu: 1. 12A. Denah Bangunan STUDI LITERATUR 1. Flowchart Metodologi Perancangan III.1. dan 2001. NFPA 11. 12A. PERANCANGAN INTEGRATED SYSTEM 1.2. 25. 12. 25. Perumusan masalah yang akan dibahas dalam tugas perancangan ini yaitu bagaimana merancang Integrated systemsesuai dengan fungsinya dan tata cara pemasangan berdasar dua regulasi yang berbeda yaitu SNI 03-3989-2000 dan PERMEN 02/MEN/1983 serta berdasarkan NFPA 11.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system PENGUMPULAN DATA DATA PRIMER 1. 12. Pengukuran Luas Bangunan 3. 2. 11A. Budi Handoyo (6509040047) Page . 17. Hasil Wawancara DATA SEKUNDER 1. Dokumentasi Bangunan 2. Estimasi Biaya ANALISA DAN PEMBAHASAN KESIMPULAN DAN SARAN AKHIR Gambar 3. 16.

Gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya ini termasuk dalam hunian bahaya kebakaran ringan menurut Depnaker 2000 dan menurut kepmenaker 186/MEN/1999 termasuk klasifikasi bahaya ringan karena nilai kemudahan terbakar rendah dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas rendah.54-56. Hasil dari perancangan instalasi integrated sistem maka dapat ditarik kesimpulan.Dari perbandingan ini akan didapatkan sebuah pembahasan yang berbeda dan dapat ditarik kesimpulan. memiliki luas bangunan 9136. Gedung ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas baik itu fasilitas kantor maupun fasilitas kesehatan dan keselamatan yang telah dipasang didalam gedung. Microsoft Word 2007. III. III.8 m2 Budi Handoyo (6509040047) Page . Gambaran Umum Gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya memiliki 8 lantai. Alat Dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan perancangan integrated sistem di Gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabayadiantaranya yaitu : 1. dan estimasi biaya. pengukuran luas bangunan. Bangunan yang akan dirancang Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakarannya adalah Gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya. serta menjalarnya api lambat. Melakukan analisa dan pembahasan perbandingan antara perancangan berdasarkan PERMEN 02/MEN/1983 dan NFPA sesuai bahaya hunian. Data primer terdiri dari dokumentasi bangunan.4.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system 2. Denah Gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya 2. 5. tepatnya berada di Jln.3. Software komputer yaitu. Adobe PhotoshopX4. Microsoft Excel 2007. 6. Melakukan perancangan integrated system yang terdiri dari penentuan jenis klasifikasi bangunan. Melakukan pengumpulan data yang diantaranya dibagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Ahmad Yani no. Menganalisis hasil rancangan apakah sudah layak atau tidak. Sementara studi literatur akan terfokus pada PERMEN 02/MEN/1983 dan NFPA sesuai bahaya hunian. Serta data sekunder yaitu denah bangunan yang akan dirancang. penentuan media pemadam serat komponen-komponen perancangan instalasi integrated system. 4. AutoCAD 2007. 3. wawancara dan survei harga komponen integrated system.

perlengkapan pemadam kebakaran. akan direncanakan ulang untuk ukuran atau dimensi pada komponen strukturnya baik utama maupun sekunder tanpa ada modofikasi pada denah atau tampak bangunan. yang direncanakan oleh ISOPLAN Consultant dan dilaksanakan oleh PT. lift. kamera CCTV. ballroom. TV LCD. gedung yang merupakan gedung kejati termegah di di Indonesia ini mulai dibangun pada tahun 2007 dan selesai penuh pada Desember 2009 dengan dilengkapi sarana dan prasarana yang modern.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system dengan luas bangunan 7200 m2. Sarana yang tersedia meliputi pos penjagaan. AC central. dan lain-lain. ruang barang bukti. front office/piket.1 Uraian Perancangan Berdasarkan identifikasi lapangan dan studi literatur yang telah dilakukan. masjid. tangga untuk handicap. ruang rapat. ruang tahanan. didapatkan hasil bahwa untuk peletakan komponen integrated systemdilakukan pada ruangan tertentu yaitu dispesifikasikan pada ruangan yang mempunyai resiko kebakaran yang lebih besar dan Budi Handoyo (6509040047) Page . telepon umum. generator pembangkit. 2011) BAB IV PERANCANGAN INTEGRATED SYSTEM 4. tangga darurat. menara pemancar. koperasi. Widya Satria selaku kontraktor. Gambar 3.2 gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya (Sumber : pengambilan langsung. ruang posko pemilu. toilet di setiap lantai.Fasilitas yang tersedia meliputi tempat parkir di luar dan di dalam gedung. ruang tunggu. danpoliklinik. kantin kejujuran.

Toilet 5. Tangga darurat. 1. Kelas B dan Kelas C hall. Ruang sub sie staff 3. Lantai 2 fungsional 12. Ruang staff 4. Pantry 8. 10. Rruang 6. sekretaris Ruang asisten intel 7. Ruang tunggu 6. Ruang tunggu. 9. 13. Ruang kajati. tersedia Lantai 1 1.1 Daftar ruangan pada setiap lantai No Lantai Ruangan yang . Luas (m2) Jenis Kebakaran 870 Kelas A. Tangga darurat 8. 2. 1.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar. Ruang rapat 2. Ruang pengkaji 5. Ruang sub bag 870 Kelas A. Lift 7. Musholla 11. Tabel 4. Ruang tunggu 10. Pantry 4. sehingga untuk Toilet atau Kamar mandi tidak perlu dilakukan pemasangan komponennya . ajudan dan sekretaris. Ruang staff 2. Toilet 9. Lift. Ruang sandi 11. Ruang wakajati dan sekretaris Budi Handoyo (6509040047) Page . Kelas B dan Kelas C kamdal 3. Ruang rapat.

6. Ruang staff Budi Handoyo (6509040047) Page . Ruang sie 14. Ruang staff 4. Lift 11. Ruang staff 13. 5. Ruang sub sie 12. Pantry 8. Ruang tunggu. Lantai 4 fungsional 15. Kelas B dan Kelas C 870 Kelas A. Lift 11. Tangga darurat 10. Ruang semkari 14. Kelas B dan Kelas C berkas Ruang komputer 3. Ruang sub sie 12. Lantai 3 12. Toilet 7. 9. Ruang staff 13. Ruang sekretaris. Ruang sie 14. Ruang pengkaji 5. Ruang rapat dan pemeriksaan. Ruang kabag tu 1. Ruang staff 4. Ruang asisten 1. Ruang rapat dan pemeriksaan 9. Ruang arsip 2. Toilet 7. Ruang arsip 2. 16. 4. Ruang sekretaris 6. berkas Ruang komputer Ruang staff Ruang pengkaji. Ruang protokol 13. Pantry 8. 870 Kelas A. Tangga darurat 10.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system 3. 3.

16. Ruang rapat 11. Ruang asisten 1. Tangga darurat 4. Kelas B dan Kelas C 870 Kelas A. Ruang sub bag kepegawaian. Lift 5. Ruang ka ur mutasi 11. Tangga darurat 3. komputer Ruang pengkaji Ruang sub bag Ruang rapat & pemeriksaan. Pantry 2. 10. Ruang sie 6. Ruang ur sub bag 10. Ruang dosier 6. Ruang asisten 9. staff 13. Lantai 6 kepegawaian 1. Kelas B dan Kelas C sekretaris 5. Ruang sekretaris 8. Ruang staff 7. Ruang staff Budi Handoyo (6509040047) Page . Toilet 2. 15.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system 5. Ruang tunggu. Ruang 870 Kelas A. sub bag Ruang perpusatakaan. 7. Ruang bendahara 12. Ruang pemeriksa 12. Lantai 5 fungsional. 8. Pantry 3. Ruang asisten 4. ur 9. Ruang 6.

3. 2. Lantai 8 1. Ruang rapat & pemeriksaan 7. 3.2011) Tidak semua ruangan pada tiap lantai akan menggunakan sistem instalasi integrated sistem. Penggunaan media pemadaman integrated sistem hanya untuk ruangan yang tidak dapat di cover oleh media pemadam air milik springkler (selain kelas A). Pantry Toilet Tangga darurat Ruang 870 Kelas A. fungsional Pantry Tangga darurat Mushola Lift Ruang Pertemuan 1 6. Ruang sie 12. ruang komputer (kelas C). Lantai 7 1. Ruang tunggu 9.Sesuai dengan kondisi ruangan di ruang Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya. Budi Handoyo (6509040047) Page . 4. Kelas B dan Kelas C 870 Kelas A. Ruang Pertemuan 3 8. Ruang Pertemuan 2 7. ruang arsip bekas. Ruang Kontrol (Hasil Pengamatan.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system pemeriksa 7. Ruang staff 8. 5. hal itu berdasarkan pertimbangan tentang isi ruangan yang akan di cover. Ruang Rehat 9. Ruang staff 8. maka ruangan yang perlu menggunakan media pemadam integrated sistem pada lantai dasar adalah ruang pantry (kelas B dan C). Ruang komputer 11. Ruang asisten 6. 2. Kelas B dan Kelas C sekretaris 5. 4. Ruang sub sie 10.

 Kebutuhan Volume CO2 = Hazard Volume / Floading Factor Dimana hazard volume (m3) penentuan foading factor dapat dilihat pada tabel floading dactor for specific hazard (m3 / Kg.CO2)  Total kebutuhan CO2 (Melalui Tabel Material Convertion Factor) Dimana kebutuhan CO2 adalah perkalian antara kebutuhan volume CO2 dengan faktor konversinya.m3)  Discharge Release = k / MFR Adalah waktu yang dibutuhkan suatu sistem untuk mampu melakukan pemadaman.  CO2 Quantity = Kebutuhan Volume CO2 X 30% Concentration Dimana 30% konsentrasi CO2 nilainya adalah 0.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system No 1 Nama Ruangan Ruang komputer Jumlah 2 Panjang (m) 6.45 Kg) MFR = minimal laju pancaran (Kg / Menit) Budi Handoyo (6509040047) Page . Langkah-langkah dalam memnentukan jumlah konsentrasi media pemadam yang diperlukan untuk instalasi integrated sistem adalah :  Hazard Volume = Volume kosong ruangan (m3) Yaitu volume ruangan yang dilindungi dalam keadaan kosong tanpa dikurangi volume benda seisi ruangan tersebut (volume perkakas diabaikan). Dimana k = konstanta (181.  Jumlah Tabung CO2 = Total kebutuhan CO2 / Kapasitas tabung CO2 Penentuan jumlah tabung dapat bervariasi nilainya meskipun dengan total kebutuhan CO2 yang sama dikarenakan penggunaan kapasitas tiap tabung yang berbeda-beda kapasitasnya (besar / kecilnya tabung). Pada perhitungan ini saya menggunakan kapasitas tanki CO2 sebesar 45.31 Lebar (m) 2.2.688  Minimal Flow Rate = CO2 Quantity / 2 menit Dimana CO2 quantity = kuantitas 30% tabung CO2 (kg / 2 menit.5 Kg.86 Luas (m2) 18 IV. Penentuan Jenis Media Pemadaman Penggunaan media pemadam yang dipakai adalah media pemadam CO2 dikarenakan CO2 adalah bahan pemadam yang efektif dipakai untuk memadamkan kebakaran kelas B (bahan cair dan gas) dan C (instalsai listrik bertegangan) prinsip pemadaman yang digunakan adalah total floading system yakni pembanjiran total seluruh ruangan yang dilindungi.

1.CO2/m3 (Tabel Floading Factor for Specific Hazard) FloadingFactor ¿ HazardVolume Kebutu h anCO 2= ¿ 72.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system *)CATATAN : Waktu minimal yang efektif untuk mempu mencapai total floading yaitu 30 detik – 7 menit. C O2 ¿ 45. ConvertionFactor ¿ 116.4 Kg .24 Kg.18 m³ b) Kebutuhan Co2 Konsentrasi CO2 = 50% (Kabel-kabel listrik untuk mesin listrik kecil < 50.62 m ³/ Kg .Co 2 Konsentrasi CO2 = 50% Convertion Factor = 1.62 Kg.6 ¿ 186.4 Kg . 4. 4 dan 5 maka dibutuhkan tabung CO2 sebanyak 12 tabung.18 m³ ¿ 0.6 TotalKebutu h anC O2= Kebutu h anC O2 . Floading Factor = 0.  CO2 Quantity C O2 Quantity=Kebutu h anVolumeC O2 .C O2 .Co 2 ¿ 116.86 × 4 = 72. dan 5 memiliki ukuran ruang komputer karena memiliki luas ruangan yang sama maka perhitungannya juga sama. C O 2 Peralatan dalam integrated system :  Jumlah Tabung CO2 Jumla h TabungCO 2= TotalKebutu h anC O2 KapasitasTabungC O 2 186. 30 Consentration Budi Handoyo (6509040047) Page .60 m2).31 × 2. Hazard volume =P×l×t = 6.24 Kg . a) Ruang computer Pada lantai 3.5 Kg ¿ 4=4 tabung Pada lantai 3 memerlukan 4 tabung canbondioksida (CO2) dan untuk mengcover lantai 3.

C O ¿ 19 Menit  Dischage Release DR= k MFR ¿ 181.7 menit 2 Kg .688 ¿ 128.24 Kg .31 m 2.98 nozzle = 1 nozzle Jumla h Nozzle= 6.55 menit  Jumlah Noozle MFR MaksimumFlowRateCO 2(1 atm) 19 Kg. autocad 2007) Budi Handoyo (6509040047) Page .4 . C O 2 19 Menit ¿ 9.24 Kg.3 Kg .Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system 2 ¿ 186. CO 2/ Menit ¿ 19.CO 2/menit ¿ 0.86 m Nozzle Gambar 4.45 Kg Kg. Tl 186.0. C O 2  Minimal Flow Rate Wf MFR= 1. C O .4 .1 ruang komputer (sumber : denah Kejati.13 Kg . C O 2 ¿ 1.

Budi Handoyo (6509040047) Page . Pengambilan keputusan ini lebih di karenakan faktor ekonomis dengan maksud menekan biaya pengeluaran yang dibutuhkan untuk melakukan desain perancangan integrated sistem yang mana komponen. Untuk penempatan tabungnya kita bagi 2 tempat sesuai jarak maksimal pancaran.2 instalasi integrated system (sumber : desain paint) Jumlah nozzle tiap ruangan komputer berjumlah 1. Kemudian untuk jarak penempatan berdasarkan pada SNI 03-3985-2000 jarak detektor tidak boleh melebihi 12 meter.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Gambar 4. Pengambilan keputusan ini diambil atas dasar perhitugan jumlah media pemadam yang dibutuhkan seperti pada perhitungan pada sub bab sebelumnya.31 m Setelah melakukan pengelompokkan lebih lanjut tentang ruangan yang perlu di cover oleh media pemadam instalasi integrated sistem. ruang komputer merupakan ruangan yang mempunyai potensi kebakaran paling berbahaya dan dikategorikan sebagai potensi bahaya tinggi (kelas C) sehingga prioritas utama pemasangan instalasi integrated sistem adalah di ruangan panel kontrol. Jadi jumlah nozzle 3 lantai adalah 3 buah. Dan panjang ruang komputer masing-masing lantai adalah ada 6.

Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system IV.4.3.67 mm  Diameter dalam = 23. PERHITUNGAN PERPIPAAN  Sistem perpipaan  Flow rate karbondioksida = 19 Kg/min  Jenis pipa = Galvanized steel (ASTM A 53)  Nominal pipa = ¾ in schedule number 40  Diameter luar pipa = 26. Sambungan Perpipaan Yang Dipakai (Sumber : Tugas Akhir Prima Imanta Ginting. 2010) Budi Handoyo (6509040047) Page .15 m  Sambungan Perpipaan  Elbow 900 ¾ in o Dimensi A= 1 5/16 in B = ¾ in C= 9/16 in D = 11/2 in  Cross ¾ in o Dimensi A= 1 1/2 in C = ¾ in B = 9/16 in D = 1 5/16 in  Tee ¾ in o Dimensi A = 1 5/16 in B = ¾ in E = 1 ½ in C = 9/16 in D = 1 ½ in  Cap ¾ in o Dimensi A= 1 ½ in B = 9/16 in Gambar 4.33 m  Panjang pipa utama = 3.8 mm  Panjang pipa tegak = 5.

g = 1977 Kg/m3 x 10 m/s2 = 19770 Nm3 = 19.1 0 m ¿ 2.5.02667 m  Debit CO2 yang digunakan = 19 Kg/min = 1.rata berat karbondioksdia G=γ .1 0−2 kN/s Budi Handoyo (6509040047) Page . 2.1 0−4 .15 mm) Ɛ f= D −3 0. 0.3.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system  Penurunan Tekanan (Pressure Drop)  Diketahui nominal size = ¾ in  Diameter = 26.1 0−4 m2  Spesifik Massa (γ) = ρ.14 .22 ×1 0−3 m3 /s ¿ −4 2 5.58 . V ¿ 19.67 mm : 0.58.77 kN/m3  Kecepatan aliran Fluida Q V= A 1.77 .18 m/s  Kekasaran relatif (Ɛ galvanized iron =0.15 X 1 0 m ¿ 0.4 .58 . A .3 m/K  Luas permukaan pipa 1 A= ∏ D2 4 1 ¿ .22 × 10-3m3/s  Tekanan awal (P1) = 750 psia (5171 kPa)  Massa jenis karbondioksida (ρ) = 1977 Kg/m3  Gas constant(karbondioksida) = 35.1 ft/0R = 19.62 X 1 0−3  Kecepatan rata .18 ¿ 2.02667 m ¿ 5.026672 4 ¿ 5.

000.V. Berdasarkan sumber yang diperoleh pada (http://alatpemadamapi. Biaya Tabung CO2 kapasitas 45.3 m/ K )(294 K ) ¿ ¿ (5171 kPa)2−P22 =¿ P2 = 7046kPa Jadi Penurunan tekanan karbondioksida sampai nozzle terjauh adalah : P1−P2=7046 kPa−5171 kPa ¿ 1875 kPa ¿ 18. maka perlu ditambahkan kebutuhan CO2yang akan dipakai yakni 185 Kg.(19.net/) harga media pemadam CO2 yaitu 29. 25. Jadi total kebutuhan CO 2yang diperlukan yakni 866.2.97 KgCO2per ruangan dikalikan dengan 3 lantai ruang komputer yang akan diproteksi.91 KgCO2. CO2.000/kg. Dengan mempertimbangkan kondisi teknis.140.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system  Penurunan tekanan dihitung dari pipa manifold sampai nozzle terjauh P12 −P 22= G2 R T L P1 [f +2 ln ] 2 D P2 gA 2. Dapat disimpulkan bahwa total biaya yang dibutuhkan untuk pembelian media pemadam CO2sebesar Rp.5 Kg Tabung pemadam berfungsi untuk media penyimpanan gas CO2 yang terintegrasi dengan sistem panel kontrol dan perpipaan.5 Kg.1. Biaya Media Pemadam CO2 Berdasarkan perhitungan total kebutuhan CO2yang dilakukandibutuhkan 288.75 ¯¿ BAB V ESTIMASI BIAYA V. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dibutuhkan jumlah total tabung CO2 yang dibutuhkan untuk tiap lantai yakni 4 tabung dengan kapasitas 45.1 0−3 kN /s ¿ 2 ¿ ¿❑ .4 . Jadi Budi Handoyo (6509040047) Page .

id/2926484/pipa-pipe. 8.000. 2.000. sedangkan 3 buah untuk percabangan pipa manifold dengan tabung CO2). Berdasarkan literatur http://www. dsb).docstoc.V. Total kebutuhan belokan 90o adalah 6 buah (1 buah di percabangan pipa tegak pada lantai 3.465 m (22 m). Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dibutuhkan fitting tee sebanyak 5 buah fitting tee (2 buah untuk percabangan pipa tegak di lantai dasar dan lantai 1..000 . 64.750. fitting.3.500.per meternya.per buahnya.jadi biaya total fitting tee adalah Rp.-.000.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system total keseluruhan tabung yang dibutuhkan adalah 12 tabung.500.co. 109. Biaya Perpipaan Sistem perpipaan berperan penting dalam perancangan integrated sistem sebab sistem perpipaan berfungsi mendistribusikan jalannya media pemadam ke masing masing nozzle yand dipasang pada sistem ini.. Harga Belokan 90oRp. Jadi biaya yang Budi Handoyo (6509040047) Page . Harga fitting tee adalah Rp. Komponen tersebut berfungsi untuk menyambungkan satu pipa dengan pipa lain bila ada perubahan arah pipa (belokan. Berdasarkan perhitungan didapatkan dibutuhkan pipa tipe galvanized pipedengan panjang pipa total yang diperlukan 12 m untuk pipa tegak dan 9. dll..5 Kg adalah Rp.com/docs/JUALDANISIULANG--ALAT- PEMADAM-KEBAKARAN--|-ALAT PEMADAM-API) harga tabung pemadam jenis CO2 dengan spesifikasiModel AT-400P kapasitas 45. Berdasarkan refensi yang diperoleh (http://abadimetalutama. 105.Selain pipa diperlukan flange pipe / threatened pipe.. 2 buah di ujung pipa manifold dan 3 buah di masing-masing nozzle pemancar). Jadi panjang pipa galvanis yang dibutuhkan yakni 21. Jadi total biaya yang dibutuhkan untuk membeli tabung CO2 yakni sebesar Rp.htm) pada harga Pipa Galvanis Spindodengan spesifikasi 1 Inch Tipe Bsa A adalah Rp 128.per tabungnya. Tabung CO2 ini sudah terintegrasi dengan pemasangan Nitrogen loop.816. 547.000.465 m dari total ketiga lantai untuk pipa utama (horizontal sampai corong nozzle). Jadi kebutuhan total untuk biaya pembelian pipa galvanis adalah sebesar Rp.indonetwork.500. flexible loop dan pilot loop yang terpasang pada pipa manifol.

.- Biaya Operasional : Rp.000.- + Page .270. 141.5.4..000..000.000.V. Biaya Nozzle Total nozzle yang dibutuhkan adalah 3 buah multijet nozzle yang masing masing harganya adalah Rp. 387.V..000.270. 2.000. cap digunakan intu masing-masing nozzle dengan harga tiap cap adalah Rp. 125.940.000. 25. 54.maka biaya total untuk membeli cap adalah Rp.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system dikeluarkan untuk belokan 90o adalah Rp. tabung.940.000.amazon.000.-.000. 105. 162.000.- Budi Handoyo (6509040047) 5. Biaya Operasional Teknisi Asumsi biaya operasional untuk para teknisi yang bekerja untuk merancang instalasi integrated sistem ini yaitu Rp.- Biaya Nozzle : Rp. Semua data diatas diperoleh dari sumber http://www. 3. Jadi total keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk instalasi perpipaan perancangan integrated sistem ini adalah Rp. 980..500.. Fitting cross digunakan untuk menghubungkan pipa manifol. 5. Total Biaya Keseluruhan Total biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan instalasi integrated sistem RSUD Gambiran Kediri Ruangan Rawat Inap VIP adalah : Biaya Media Pemadam CO2 : Rp. dan pipa tegak dibutuhkan 1 buat fitting cross dengan harga Rp.000.- Biaya Perpipaan : Rp.000.000. Total Biaya Keseluruhan : Rp.com.000.140.6.V.350. 3. 2.000.. Maka total biaya yang dibutuhkan untuk membeli 3 buah multijet nozzle adalah Rp.- Biaya Tabung CO2 : Rp.

5. kemudian melakukan perhitungan kebutuhan medaia pemadam yang sesuai dengan perhitungan didasarkan standard NFPA 12.1. Pemilihan media pemadam CO2pada perancangan instalasi integrated sistem ini berdasarkan klasifikasi kelas kebakaran pada ruang komputer di Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya merupakan kelas C yangdapat dipadamkan secara efektif dengan menggunakan media pemadam CO2. melakukan pemilihan jenis media pemadam yang sesuai pada ruangan tersebut. Instalasipemadam kebakaran integrated sistem bekerja secara otomatik yang diaktifkan oleh kontrol panel yang didesain menjadi satu dengan sistem deteksi otomatik. perencanaan pemilihan ruangan yang hendak diproteksi. 2. 3. kemudian melakukan desain peletakkan seluruh perangkat komponen instalasi yang diperlukan seperti perhitungan dan peletakan sistem perpipaan serta jumlah nozle yang dibituhkan. kemudian yang terakhir adalah melakukan perhitungan estimasi biaya yang akandikeluarkan. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. 4.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system BAB 6 PENUTUP 6. Dalam perancangan integrated sistem pada ruang komputer dengan tinggi 4 m sebanyak 3 lantai membutuhkan Media Budi Handoyo (6509040047) Page . Persyaratan umum yang harus digunakan untuk media pemadam CO2 pada perancangan instalasi integrated sistem baik pada bangunan atau kapal harus mengacu pada peraturan NFPA 12 Standard on Carbon Dioxide Extinguish Systems. Kesimpulan Dari perancangan tugas perencanaan sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran tentang instalasi integrated sistem pada gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya. Perencanaan perancangan instalasi integrated sistem memiliki urutan yaitu.

000.2. peralatan atau instalasi yang terdapat di dalam ruangan yang akan di proteksi. Dalam melakukan perencanaan instalasi integrated sistem harus mempertimbangkan mengenai jenis media pemadam yang sesuai untuk menyesuaikan klasifikasi jenis bahan. dll) pada tempat yang mana ruangan yang diproteksi terletak saling berjauhan sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan 1 panel kontrol yang mengatur operasi integrated sistem. Saran pada tugas perencanaan integrated sistem untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran pada gedung Kejaksaan Tinggi Negeri Surabaya. Untuk tugas perencanaan instalasi integrated sistem selanjutnya dapat dilakuakan perhitungan pada penempatan perangkat media pemadam (tabung gas. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: 1. 2. 4 buah tabung gas CO2.peralatan instalasi dan pemasangan instalasi untuk 3 lantai adalah Rp.6.350. Dalam melakukan perencanaan instalasi integrated sistem tingkat ketelitian harus lebih ditingkatkan karena ketelitian dalam melakukan perhitungan terutama pada luas ruangan.97 Kg CO2. Biaya yang dibutuhkan untuk seluruh pembelian. Budi Handoyo (6509040047) Page . 3.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system Pemadam CO2 sebanyak 288. dan masing-masing 1 buah fitting cross dan cap untuk menjadi satu instalasi integrated sistem yang diharapkan mampu mengurangi tingkat resiko bahaya kebakaran di ruangan tersebut. 3 buah multijet nozzle. Rumus. 6 buah elbow 90o. 141. Penggunaan standard yang relevan harus diperhatikan dalam pertimbangan penggunaan tabel. 6. dll harus mengacu pada standar yang ditetapkan (dalam perancangan ini menggunakan standar NFPA 12). 22 m pipa galvanis dilengkapi dengan 5 buah fitting tee. 4. karena hal ini berguna untuk menentukan kebutuhan media pemadam yang diperlukan.

Samator Gas Bambe – Gresik”.indonetwork.co.com/JUALDANISIULANGREFILL--ALATPEMADAM-KEBAKARAN-ALAT PEMADAM-API.com.Perencanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Integrated system DAFTAR PUSTAKA Depnakertrans. Diunduh tanggal 27 desember 2011 http://www.net. Diunduh tanggal 15 oktober 2011 Ginting Prima Imanta.docstoc.rosenbauer. Jakarta. Indonesia NFPA 12 2000 about Standard on Carbon Dioxide Extinguishing System. 2010. diunduh pada tanggal 25 Desember 2011 http://abadimetalutama. PPNS-Surabaya Budi Handoyo (6509040047) Page .htm http://www. “Perancangan Fire Integrated System Menggunakan Carbon Dioxide Total Flooding Di Ruangan Trafo Tegangan Menengah Studi Kasus Pt. “Training Material Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bidang Penanggulangan Kebakaran”. 2000.id/2926484/pipa-pipe. Tugas Akhir. Diunduh tanggal desember 2011 http://alatpemadamapi.