You are on page 1of 33

Dr.

ADAM HARTONO
AKBID DULANG MAS RANDUDONGKAL

Anatomi sistem reproduksi wanita dapat


dibedakan atas :
1. struktur dinding abdomen
2.organ genitalia eksterna
3.struktur dinding pelvis
4.organ genitalia interna.

Rongga Pelvis
Terletak di bawah,berhubungan dengan
rongga abdomen, dibentuk oleh os iski dan
os pubis pada sisi samping dan depan, os
sakrum dan os koksigis membentuk batas
belakang dan pinggiran pelvis dibentuk oleh
promontorium sakrum di belakang
iliopektinal sebelah sisi samping dan depan
dari tulang sakrum (Syaifudin,1997).

Organ genitalia eksterna meliputi vulva

yang terdiri dari mons pubis, labia


mayor, labia minor, vestibulum vagina,
klitoris, bulbus vestibuli dan glandula
vestibularis mayor
Organ genitalia interna meliputi:
ovarium, tuba, uterus dan vagina.
Ovarium, tuba, uterus terletak di dalam
kavum pelvis

vagina sebagian terletak di dalam kavum

pelvis dan sebagian lagi terletak pada


perineum. Pudendum terletak di sebelah
ventral dan kaudal dari simfisis osseum
pubis.

ORGAN GENITALIA EKSTERNA


1. VULVA

Struktur vulva terletak diatas os.pubis


dan meluas ke kaudal dibawah arkus
pubis. Vulva terdiri dari mons pubis,
labia mayora, labia minora, klitoris dan
struktur kelenjar yang bermuara pada
vestibulum vagina

Mons pubis
Mons pubis atau mons veneris
mengandung jaringan lemak yang
menutupi simpisis pubis, diliputi oleh
rambut

Labia Mayora
Pada bagian posterior dari mons pubis
terdapat labia mayora yang juga terdiri
dari jaringan lemak yang diliputi oleh
rambut.
Labia mayora membentuk tepi lateral
dari vulva dan berukuran panjang 7-9
cm dan lebar 2-4 cm. Permukaan
superfisial dari labia mayora juga
dipenuhi oleh rambut.

Labia Minora
Labia minora merupakan struktur yang tidak
berambut dan berukuran panjang 5 cm
dengan ketebalan 0,5 1 cm.
Struktur kutaneus dari labia minora tidak
terdiri dari jaringan lemak namun terdiri dari
jaringan penyambung yang memungkinkan
mobilisasi dari kulit selama proses sanggama.
Labia minora akan bersatu pada bagian
anterior menajadi klitoris, sedangkan pada
bagian posterior bersatu pada sisi bawah dari
glandula vestibularis menjadi frenulum.

Klitoris
Klitoris merupakan bagian erektil,
disanggah oleh dua krura yang melekat
pada os pubis, disertai bagian dorsal
yang terletak diatas rami pubis.
Sebagai alat seksual

Vestibulum
Vestibulum merupakan struktur yang
menyerupai biji almond dan ditutupi
disebelah lateral oleh labia minora.
Pada vestibulum terdapat muara dari
uretra, vagina, 2 duktus kelenjar
Bartholini dan 2 duktus kelenjar
parauretral yang disebut sebagai Skene
ducts and glands.

VAGINA
Merupakan saluran kopulasi yang
menghubungkan vulva dan uterus.
Jika dilakukan inspeksi vagina melalui
introitus vagina, maka dapat dilihat
dinding anterior dan posterior yang
memiliki midline ridge yang disebut
sebagai kolum anterior dan posterior

UNIT 3: FEMALE REPRODUCTIVE SYSTEM

17

PERINEUM
Terdapat
menyokong
dibedakan
diafragman

banyak
struktur
yang
perineum, diantaranya dapat
atas diafragma pelvis dan
urogenital

UNIT 3: FEMALE REPRODUCTIVE SYSTEM

19

ORGAN GENITALIA INTERNA


UTERUS
Uterus adalah sebuah organ muskuler
dengan bentuk, berat, dan dimensi yang
sangat bervariasi, tergantung pada
stimulasi estrogen dan riwayat
persalinan.
Uterus mempunyai ukuran panjang 7 - 8
cm, lebar 4 - 5 cm serta tebal 3-4 cm dan
tergantung pada lig.latum.

Anatomy of the Uterus


Tempat menstruasi dan

perkembangan Fetus
Description
Dibagi 4 bagian

fundus,corpus ,istsmus
& cervix
Bagian Interior terdiri
dari cavitas uterina dan
kanais cervicalis

Histology
of
the
Uterus
Endometrium
Simple columnar

epithelium
Stroma of connective tissue
and endometrial glands

Functional layer

Shed during menstruation

Basal layer

Replaces functional layer each


month

Myometrium
3 layers of smooth muscle

Perimetrium
Visceral peritoneum

Uterus dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:


Fundus uteri: letaknya di bagian kranial dan

mempunyai permukaan yang bundar.


Korpus uteri: merupakan bagian yang utama,
terletak menghadap ke arah kaudal dan
dorsal. Fasies vesikalis uteri dipisahkan dari
vesika urinaria oleh spasium uterovesikalis.
Fasies intestinalis uteri dipisahkan dari kolon
sigmoid di bagian kranial dan dorsal oleh
excavatio rektouterina. Pada margo lateralis
melekat lig.latum uteri.
Isthmus uteri: bagian ini mengecil, panjang
kira-kira 1 cm. Pada masa gravid bagian ini
menjadi bagian dari korpus uteri dan dalam
klinis disebut segmen bawah rahim
Serviks uteri: letak mengarah ke kaudal dan
dorsal. Merupakan bagian yang terletak antara
isthmus uteri dan vagina.

TUBA UTERINA / TUBA FALLOPII


Tuba uterina berfungsi menghubungkan

ovarium dan uterus.


Fertilisasi terjadi pada tuba uterina
tuba berukuran 7 14 cm panjang dan
dapat dibagi menjadi isthmus, ampula
dan infundibulum

Uterine or Fallopian
Narrow, 4 inch tube
Tubes

that extends from the


ovary to uterus
Infundibulum is open,

funnel-shaped portion
near the ovary
Fimbriae are moving
finger-like processes
Ampulla is central
region of tube
Isthmus is narrowest
portion joins uterus

Uterine or Fallopian Tube


Fungsi dan kejadian di tuba fallopi
fimbriae menyapu ocyte sampai ke tuba
Silia and gerakan peristal bergerak memindahkan
oosit
Sperma mencapai oosit di ampulla
Fertilisasi tejadi 24 jam setelah ovulasi
Zygote mencapai uterus kurang lebih 7 hari pasca
ovuasi

OVARIUM
Ovarium merupakan sepasang organ yang
terletak dekat pada pelvis minor dan
berukuran panjang 2,5 5 cm, lebar 0,7 1,5
cm dengan berat 4 8 g.
Ovarium berfungsi memproduksi oosit
sesudah usia pubertas dan juga menghasilkan
2 jenis hormon, yaitu estrogen dan
progesteron

Setelah ovulasi, folikel yang


kosong akan menjadi corpus
luteum
Corpus Luteum mensekresi
Progesterone menyiapkan
endometrium
Estrogens bekerja dengan
progesterone
Relaxin relaxes uterine muscles and
pubic symphysis
Inhibin menurunkan sekresi FSH and
LH

Corpus albicans is a white scar

TERIMAKASIH
WASSALAM