You are on page 1of 1

OPINI

RABU WAGE, 29 JULI 2015


( 13 SAWAL 1948 )

Posisi Ekonomi yang Aman Harus Diraih


PEREKONOMIAN negara-negara Asia akan tumbuh di atas 6
persen tahun ini dan 2016. Menurut
Asian Development (ADB) Outlook
2015, faktor utamanya reformasi
yang dilakukan di banyak Asia dan
pemulihan di negara-negara industri
besar seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan penurunan harga komoditas yang semuanya ini akan
membantu pertumbuhan.
Beberapa langkah reformasi yang
sedang dijalankan pemerintah akan
berdampak pada perusahaan-perusahaan milik negara dan sektor keuangan. Semuanya punya potensi
untuk meningkatkan produktivitas.
Tetapi menurut laporan ADB, ada
juga risikonya, yakni jika beberapa
reformasi ini tidak dilakukan dengan tepat, atau jika pertumbuhan
di AS atau Eropa melambat, atau juga jika harga minyak naik lagi di
tingkat yang tidak diharapkan.
Bagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC), yang punya agenda reformasi sangat ambisius, masih harus
ditunggu. ASEAN bisa dibagi dalam
dua kelompok, yaitu kelompok berpendapatan tinggi sampai menengah, dan negara-negara berpendapatan menengah ke bawah, seperti
anggota barunya, yakni Myanmar
dan Kamboja.
AEC harus mempercepat reformasi untuk menciptakan lingkungan
yang lebih ramah terhadap pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. AEC akan memungkinkan aliran
bebas barang, jasa, dan investasi,
serta aliran modal yang lebih bebas
lagi. Selain itu, investor punya jangkauan pasar yang lebih besar lagi.
Di balik itu semua, terdapat percaturan ekonomi yang diwarnai perang mata uang yang sering disebut
'currency war', karena negara manapun ingin menguasai perekonomian

negara lain. Saat sejak terjadi krisis


global 2007/2008, banyak negara
mulai menggunakan mata uang mereka untuk menguasai bidang perekonomian negara lain. Masing-masing negara berlomba-lomba untuk
saling memperlemah nilai mata
uangnya terhadap nilai mata uang
negara lain, karena melemahkan nilai mata uang, produksi barang sebanyak mungkin dan mempermudah
transaksi ekspor, sehingga barang
yang diproduksi akan dipandang
murah oleh negara lain atau dalam
mata uang negara lain untuk kemudian membeli dalam jumlah yang
banyak. Buntutnya, uang hasil ekspor akan masuk ke negara yang
mengekspor barang dan industri di
negara yang mengimpor barang rugi, karena angka pengangguran di
negara pengimpor bisa melambung.
Sehingga memperlemah mata
uang harus ada perhitungan yang jelas dan strategis untuk menghasilkan pencapaian yang optimal dengan
strategi yang komprehensif yang melibatkan semua pihak terkait. Strategi pelemahan mata uang tanpa ada
strategi lain yang mendukung tidak
akan memberikan hasil banyak bagi
perekonomian negara tersebut.
Gubernur BI khawatir terjadinya
perang mata uang negara-negara
adidaya ekonomi. Tiga tahun ke depan akan terus ada 'currency war',
karena kalau seandainya program
peningkatan suku bunga di AS berjalan secara berkala, pasti berdampak pada mata uang negara lain
yang satu sama lain akan menjaga
posisi kompetitif mata uangnya,
Kita harapkan Bank Indonesia
memberikan toleransi tertentu terhadap pelemahan Rupiah sesuai
kondisi fundamental ekonomi Indonesia agar perekonomian Indonesia
dalam posisi aman. - g

Muhammadiyah, Ulama dan Cendekiawan


Ketua Umum PP Muhammadiyah ke depan
seharusnya adalah mereka yang memiliki
karakteristik sebagai ulama sekaligus cendekiawan (Din Syamsuddin, 2015)

ERNYATAAN Din Syamsuddin pada acara syawalan di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Jakarta 24
Juli 2015 merupakan sinyal. Bahwa kelak, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tidak bisa hanya memiliki satu karakteristik saja
misalnya disebut sebagai ulama yakni memahami ilmu keislaman sekalipun mendalam. Tetapi juga tidak bisa hanya sebagai cendekiawan
yakni hanya memahami ilmu-ilmu non keislaman seperti ilmu ekonomi, hukum atau ilmu
politik saja.
Ketua Umum PP Muhammadiyah haruslah
multitalent. Selain sebagai ahli ilmu keislaman
sekaligus ahli dalam ilmu-ilmu non keislaman.
Sebab di masa mendatang persoalan yang
menghadang Muhammadiyah demikian kompleks bukan hanya berhadapan dengan masalah-masalah fikih (hukum Islam) dan masalah
tauhid/akidah yang bersifa teologis saja, namun
persoalan politik riil dan persoalan ekonomi riil
masyarakat dan Indonesia. Dengan demikian,
dibutuhkan sosok multitalent sehingga mampu
membaca ayat qauliyah sekaligus ayat qauniyah secara tepat dan cermat.
Ulama-Intelektual
Harapan Din Syamsuddin tentu beralasan
dan tidak berlebihan. Karena lewat sosok inilah
Muhammadiyah akan diperhitungkan di dalam percaturan politik serta ekonomi nasional
bahkan internasional. Paham persoalan nasional karena Muhammadiyah tidak boleh lagi
(meminjam Buya Syafii Maarif) sekadar menjadi pembantu negara. Muhammadiyah ke depan harus dihadirkan sebagai penentu negara.
Sehingga kontribusinya akan semakin nyata
dalam membangun dan membingkai negara
hendak kemana. Tidak seperti sekarang ini,
Muhammadiyah hanya sebagai penonton di lu-

KAMI atas nama panitia Silaturahim Keluarga Besar Mu'allimin Mu'allimat (KABAMMA) mengundang
Bapak/Ibu/Saudara alumni pada syawalan, Kamis 30 Juli 2015. Syawalan
akan kami selenggarakan di Gedung
Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogya pukul 09.00. Silaturahim
dan syawalan kami maksudkan sebagai sosialisasi perencanaan pembangunan Kampus Terpadu Mu'allimin.
Syawalan akan dihadiri mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof

Dr H Buya Ahmad Syafii Maarif selaku alumni sekaligus Ketua Panitia


Pembangunan Kampus Terpadu Mu'allimin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr HM Din Syamsuddin
MA, serta Menteri Agama Drs H Lukman Hakim Saifuddin.
Kepada Bapak/Ibu/Saudara yang
belum menerima undangan, harap
menjadikan informasi ini sebagai undangan. Terima kasih atas perhatiannya. - g
M Jamhari, Alumni 1972

Manasik Haji Kecamatan Mlati dan Seyegan


MELALUI rubrik 'Pikiran Pembaca', diberitahukan bahwa bimbingan
manasik haji untuk Kecamatan Mlati
dan Seyegan, akan dimulai. Kami
mengundang jemaah calon haji
Kecamatan Mlati dan Seyegan tahun
2015, baik yang sudah mendapat undangan maupun yang belum, untuk
hadir pada acara tersebut, Jumat, 31

Juli 2015. pukul 11.30 WIB di Pendapa


Kantor Kecamatan Mlati, Cebongan
Kidul, Tlogoadi, Sleman.
Selanjutnya rangkaian manasik haji
akan dilaksanakan setiap hari sampai
3 Agustus 2015. Terima kasih. - x
H Hasan Fansyuri SAg MA, Kepala
KUA Mlati, Telepon (0274) 4364191,
HP 085868131653, 085101576455.

Syawalan Pamantu SMAN 1 Yogya


PENGURUS Paguyuban Mantan
Guru dan Karyawan SMAN 1 Yogya
(Pamantu) mengharap kehadiran
seluruh anggota, pada acara Syawaan,
Sabtu, 1 Agustus 2015, pukul 10.00
WIB di Wisma Joglo sebelah utara

Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta.


Undangan dan denah lokasi sudah dikirim lewat pos tanggal 8 Juli 2015
yang lalu. Terima kasih. - x
HR Suhardjo,
An Pengurus Pamantu.

Halal Bihalal Warga Banjar dan Mahasiswa Asal Banjar


PANITIA bersama Pengurus Karukunan Kulawarga Asal Banjar Yogyakarta (Kakabayo) dan Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS),
mengundang bapak, ibu dan mahasiswa asal Banjar di Yogya dalam acara halal bihalal warga Banjar dan mahasiswa asal Banjar di Yogya dengan Gubernur dan Walikota/Bupati se-Kalimantan Selatan, Sabtu, 1 Agustus 2015,
pukul 09.00 WIB di Gedung Pangeran
Antasari, Jalan Samirono Baru No 45
(depan asrama Pangeran Antasari No

46) Catur Tunggal Depok, Sleman.


Acara halal bihalal juga dilakukan
peresmian Gedung Pangeran Antasari
dan pelantikan serta pengukuhan Karukunan Bubuhan Banjar (KBB) Wilayah Yogya serta Yayasan Kulawarga
Banjar Yogyakarta (Yakubayo). Kontak person: Fakhruraji (0811293162),
Setia Budi (085249142948), Alfian
(08122950634). Email: ibudi3737@gmail.com. Terima kasih. - x
Alfian Noor Sofyan,
Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Di Mana Paket Kiriman Berada?


SAYA dikirimi teman (Mas Kris) 1
paket hand out sama-sama di Yogya lewat Kantor Pos Bulaksumur. Paket
tersebut dikirim 13 Juli 2015 (sesuai
laporan Lacak Kiriman Pos) dengan
nomor kiriman 14440787575 dan tujuan ke saya tercatat kiriman sudah
diterima 22 Juli 2015 pukul 09:58:12
WIB. Padahal saya tidak menerima.
Karena saya di luar kota, maka pada 24 Juli 2015 pagi saya minta tolong

keluarga mengecek kiriman tersebut


ke Kantor Pos Bulaksumur. Oleh pihak Kantor Pos malah ditanya tentang
'barcode'. Menurut saya ini aneh, apa
memang penerima harus tahu 'barcode' nya sebelum terima kiriman?
Demikian, mohon Kantor Pos merespons, serta menjelaskan di mana kiriman berada. Terima kasih. - x
R Danang Sasmita, Yogyakarta,
Telepon (0274) 513273, 2920666.

Zuly Qodir
ar panggung negara. Padahal compang-campingnya Negara berdampak negatif bagi Muhammadiyah.
Jika Ketua Umum Muhammadiyah mampu
mengetahui dan memahami dengan baik persoalan ekonomi nasional serta ekonomi warga
Muhammadiyah, maka akan memungkinkan
membuat pelbagai macam strategi. Sehingga

tahu bagaimana membuat perlawanan sekaligus pertahanan ekonomi nasional serta ekonomi warga Muhammadiyah yang terombangambingkan oleh sistem ekonomi liberal seperti
sekarang tengah terjadi dengan massif di Indonesia. Mampu menentukan sikap di hadapan
para cukong asing, para landa ireng serta intel
Melayu. Mereka ini hanya menguras kekayaan
nasional dengan berbagai macam dalih, di tengah kegaduhan politik negeri ini.
Karakteristik ulama-cendekiawan diharapkan mampu membawa Muhammadiyah pada

koridor yang benar, tidak terombang-ambingkan oleh berbagai situasi politik yang sering gaduh, serta kondisi ekonomi yang sangat labil sehingga nyaris menghancurkan Indonesia. Sehingga, sosok ini harus memiliki pemahaman
yang mendalam terkait soal politik nasional
dan ekonomi. Sebab Muhammadiyah tidaklah
hidup sendiri tetapi berhadapan dengan kehidupan politik dan ekonomi yang nyata.
Tantangan Muhammadiyah
Selain persoalan politik yang sering gaduh
dan ekonomi yang nyaris menjadikan Negara
ini tersungkur, masalah hukum di Indonesia
merupakan hal yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Berbagai keputusan hukum seperti UU
Migas, UU Air, UU Penanaman Modal Asing
serta UU Kesehatan harus diteruskan pada
wilayah perundang-undangan yang lain, yang
menyangkut hajat hidup orang banyak dan nasib bangsa Indonesia. Muhammadiyah harus
melakukan jihad konstitusi agar bangsa ini selamat dari cengkeraman asing yang maha ganas dan membuat rakyat semakin sengsara di
negerinya sendiri.
Disinilah letak pentingnya pernyataan Ketua
Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin
beberapa waktu lalu. Sebagai ulama tentu haruslah yang memahami secara mendalam ilmu-ilmu keislaman, sehingga mampu membawa Muhammadiyah menjadi mazhab Islam
berkemajuan. Sedangkan sebagai cendekiawan, mampu membawa Muhammadiyah dalam percaturan politik ekonomi nasional sekaligus internasional. Sehingga tidak semakin terpuruk bangsa ini di hadapan bangsa asing serta
terpuruk karena bangsa ini menjadi pengemis
dan budak di negerinya sendiri.
Kita tentu berharap dari nama-nama yang
telah beredar di benak para Muktamirin nantinya akan benar-benar muncul sosok ulamacendekiawan yang akan memimpin Muhammadiyah, 2015-2020. - g
*) Dr Zuly Qodir, Sosiolog UMY dan
penggembira Muktamar Makassar.

Hepatitis Ada di Sekitar Kita


(Refleksi Hari Hepatitis Sedunia)

Syawalan Muallimin-Muallimat

KEDAULATAN RAKYAT
HALAMAN 12

ARI 2 miliar penderita hepatitis B di


dunia, di antaranya terdapat kurang
lebih 28 juta penduduk Indonesia.
Indonesia merupakan peringkat ketiga jumlah
penderita hepatitis di dunia, sekaligus peringkat kedua di negara regional Asia Tenggara.
Hasil yang diperoleh Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) menunjukkan bahwa 10 di antara
100 orang Indonesia telah terinfeksi hepatitis B
atau C. Di antara 28 juta penderita hepatitis di
Indonesia, 14 juta berpotensi mengalami hepatitis kronis. Sedangkan dari 14 juta tersebut,
1,4 juta berpotensi menjadi kanker hati. Fakta
yang miris ini nyatanya tidak diketahui oleh
banyak masyarakat Indonesia. Alhasil masyarakat Indonesia abai dan tidak menyadari bahwa penyakit hepatitis ini terus menular dan
menjangkiti orang di sekitarnya.
Sebenarnya ada 5 jenis penyakit hepatitis,
dari A-E. Hepatitis A dan E cenderung mudah
disembuhkan dan dicegah. Dengan pola hidup
bersih, penyakit ini bisa dicegah dan disembuhkan. Akan tetapi, hepatitis B, C, maupun D,
tidak bisa disembuhkan dan menular. Paling tidak, hingga saat ini belum ada obat yang bisa
menyembuhkan penyakit tersebut. Obat yang
ada sayangnya hanya berfungsi untuk menjaga
dan menguatkan hati yang terinfeksi hepatitis.
Dengan demikian, harapan umur hidup akan
lebih panjang.
Pada tahun 1997 Indonesia sudah melakukan gerakan imunisasi hepatitis B pada bayi
secara nasional. Ironisnya, pada tahun 2013,
penderita hepatitis B dan C mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan pada tahun
2007 (Pusat Data dan Informasi Kementerian
Kesehatan RI). Data tersebut diperoleh dari
lembaga atau fasilitas pelayanan kesehatan.
Ini berarti bahwa masih ada penderita atau
penderita hepatitis B yang belum terdaftar.
Dengan kata lain, jumlah penderita hepatitis B
atau C bisa lebih tinggi dari yang dibayangkan.
Sudah Terlambat
Jumlah penderita hepatitis di Indonesia
bisa sangat tinggi karena beberapa faktor. 1)
Kebanyakan penderita hepatitis B atau C tidak

Atur Semartini

nyakit hepatitis. Sayangnya, sampai sekarang,


banyak masyarakat yang belum mengetahui
hal ini.
Salah satu penyebabnya adalah pemerintah
kurang memberikan sosialisasi akan penyakit
hepatitis. Bila melirik pada HIV&AIDS, pemerintah memberikan perhatian yang besar.
Pemerintah gencar menyosialisasikan masalah
HIV&AIDS pada masyarakat. Berbeda dengan
penyakit hepatitis. Bahkan iklan layanan masyarakat mengenai hepatitis bisa dikatakan tidak ada. Ajakan untuk memeriksakan hepatitis juga tidak ada.
Pada Hari Hepatitis Sedunia ini, pemerintah
dan juga masyarakat Indonesia mendapatkan
tugas baru. Pemerintah dan masyarakat harus
bekerja sama untuk bisa menanamkan kesadaran dan pemahaman mengenai penyakit
hepatitis. Dengan begitu, besar harapan akan
terjadi penurunan tingkat endemi hepatitis B
dan C di Indonesia. - g
*) Atur Semartini, Mahasiswa
Magister Kajian Budaya UNS.

mengetahui bahwa dirinya sudah terinfeksi penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Penderita
biasanya akan mengetahuinya saat kondisi
hatinya sudah parah. Pada saat itu, tindakan
penanggulangan pun sudah terlambat. Akhirnya, penderita biasanya akan meninggal tidak
lama setelah penyakitnya terdeteksi. 2) Kebanyakan penderita hepatitis mengabaikan penyakit ini. Meskipun sudah mengetahui terinfeksi hepatitis sejak dini, penderita hepatitis tidak mengetahui bahaya penyakit ini. Karena
tetap merasa bugar, penderita hepatitis tidak
menjaga dan merawat organ hatinya.
Karena ketidaktahuan dan ketidakpedulian
tersebut, penderita akhirnya tanpa sadar menularkan penyakit hepatitis. Bisa melalui hubungan seksual, bisa melalui transfusi darah,
melalui suntikan, atau melalui transplantasi
organ. Bahkan seorang ibu bisa menularkan
penyakit ini pada anak yang dilahirkannya. Ketidakpedulian
inilah yang membuat jumlah
penderita hepatitis B atau C
terus meningkat. Implikasinya,
kesehatan masyarakat akan
memburuk dan nantinya akan
Di Wonosari banyak sekolah negeri kekurangan siswa.
memengaruhi kondisi ekonomi
-- Ruang kelas kering siswa, guru harus tetap sedan sosial bangsa.
mangat.
Pertanyaan
***
Yang kemudian menjadi pertaMenurut BMKG kekeringan hingga bulan November.
nyaan adalah mengapa masya-- Bikin hujan buatan nampaknya sudah dilurakat kita masih belum peka
pakan.
akan hepatitis? Tidak bisa dika***
takan bahwa pemerintah tidak
Di Kebumen baliho bakal calon bupati ditertibkan.
peduli dengan kondisi ini. Peme-- Kebelet menang biasanya bikin orang lupa terrintah Indonesia malah menjadi
tib.
salah satu sponsor resolusi hepatitis dunia. Salah satu resolusinya adalah menjadikan tanggal
28 Juli sebagai hari Hepatitis Sedunia. Ini bertujuan agar masyarakat peka dan mengetahui peSIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) No. 127/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal 4 Desember 1990.
Anggota SPS. ISSN: 0852-6486.
Penerbit: PT-BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Terbit Perdana: Tanggal 27 September 1945.
Perintis: H Samawi (1913 - 1984) M Wonohito (1912 - 1984).
Penerus: Dr H Soemadi M Wonohito SH (1985-2008) Penasihat: Drs HM Idham Samawi.
Komisaris Utama: Drs HM Romli. Direktur Utama: dr Gun Nugroho Samawi.
Direktur Pemasaran: Fajar Kusumawardhani SE. Direktur Keuangan: Imam Satriadi SH.
Direktur Umum: M Wirmon Samawi SE MIB. Direktur Produksi: Baskoro Jati Prabowo SSos

Pemimpin Umum: dr Gun Nugroho Samawi. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Drs Octo Lampito MPd. Wakil Pemimpin Redaksi: Drs H Ahmad Luthfie MA. Ronny
Sugiantoro SPd, SE, MM. Redaktur Pelaksana: Primaswolo Sudjono SPt, Joko Budhiarto, Mussahada. Manajer Litbang Diklat Redaksi: Wismoko Poernomo, Manajer Produksi
Redaksi: Ngabdul Wakid. Redaktur: Drs Sihono HT, H Soeparno S Adhy, Drs Widyo Suprayogi, Dra Esti Susilarti MPd, Yon Haryono Hadi, Dra Hj Fadmi Sustiwi, Dra Prabandari, Isnawan,
Benny Kusumawan, Drs Hudono SH, Drs Swasto Dayanto, Husein Effendi SSI, Hanik Atfiati, MN Hassan, Herry Sugito, Drs Jayadi K Kastari, Sutopo Sgh, M Arief Budiarto, Subchan
Mustafa, Sulistyo Sutopo, Drs Hasto Sutadi, Eko Boediantoro, Muhammad Fauzi SSos, Drs Mukti Haryadi, Retno Wulandari SSos, H Chaidir, M Sobirin, Linggar Sumukti, Agung Purwandono,
Isdiyanto SIP (Pjs Ka Biro Semarang), H Imong Dewanto (Pjs Ka Biro Jakarta), Qomarul Hadi (Ka Biro Surakarta), Edhi Romadhon (Ka Biro Purwokerto), Drs M Thoha ( Ka Biro Kedu
Utara), Gunarwan (Ka Biro Kedu Selatan), R Agussutata (Ka Sub Biro Kulonprogo), Sri Warsiti (Ka Sub Biro Klaten & Boyolali), Y Agus Waluyo (Ka Sub Biro Gunungkidul), Sukaryono BA (Pjs
Waka Biro Semarang). Fotografer: Effy Widjono Putro. Sekretaris Redaksi: Dra Hj Supriyatin.
Pemimpin Perusahaan: Fajar Kusumawardhani SE. Kepala TU Langganan: Purwanto Hening Widodo BSc, telp (0274)- 565685 (Hunting) Manajer Iklan: Agung Susilo SE, telp (0274)
- 565685 (Hunting) Fax: (0274) 555660. E-mail: iklan@kr.co.id, iklankryk23@yahoo.com, iklankryk13@gmail.com.
Langganan per bulan termasuk Kedaulatan Rakyat Minggu... Rp 65.000,00, Iklan Umum/Display...Rp 27.500,00/mm klm, Iklan Keluarga...Rp 12.000,00 /mm klm, Iklan Baris/Cilik (min. 3
baris. maks. 10 baris) .. Rp 12.000,00 / baris, Iklan Satu Kolom (min. 30 mm. maks. 100 mm) Rp 12.000,00 /mm klm, Iklan Khusus: Ukuran 1 klm x 45 mm .. Rp 210.000,00, (Wisuda lulus studi
D1 s/d S1, Pernikahan, Ulang Tahun) Iklan Warna: Full Colour Rp 51.000,00/ mm klm (min. 600 mm klm), Iklan Kuping (2 klm x 40 mm) 500% dari tarif. Iklan Halaman I: 300 % dari tarif
(min. 2 klm x 30 mm, maks. 2 klm x 150 mm). Iklan Halaman Terakhir: 200% dari tarif . Tarif iklan tersebut belum termasuk PPN 10%
Bank: Bank BNI - Rek: 003.044.0854 Cabang Yogyakarta.
Dicetak di Percetakan Kedaulatan Rakyat Jalan RayaYogya - Solo Km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp (0274) - 496549 dan (0274) - 496449. Isi di luar tanggungjawab percetakan
Alamat Kantor Redaksi: Jalan Margo Utomo (P Mangkubumi) 40 - 42 Yogyakarta, 55232. Fax (0274) - 563125, Telp (0274) - 565685 (Hunting) Alamat Homepage: http://www.kr.co.id
Alamat e-mail: naskahkr@gmail.com.
Perwakilan dan Biro: Jakarta: Jalan Utan Kayu No. 104B Jakarta Timur 13120, telp (021) 8563602, fax: 8500529. Kuasa Direksi: Ir Ita Indirani. Wakil Kepala Perwakilan Hariyadi Tata
Raharja. Wartawan: H Ishaq Zubaedi Raqib, Syaifullah Hadmar, Muchlis Ibrahim, Alfons Suhadi, H Margono Herwoto, Rini Suryati, Ida Lumongga Ritonga. Kedu Utara: Jalan Achmad Yani
No 133, telp (0293) 363552 dan 362502 Magelang. Kepala Perwakilan Sumiyarsih. Surakarta: Jalan Bhayangkara No.13 (lama no. 42) telp dan Fax (0271) 718015, Surakarta 57141. Kepala
Perwakilan Dra Hermin Lestari, Semarang: Jalan Lampersari No. 62, telp (024) 8315792, 8448622, Pjs Kepala Perwakilan Fredo Kustanto, Purwokerto: Jalan Prof Moh Yamin No 5, telp
(0281) 622244, Fax (0281) 621797, Kepala Perwakilan Ach. Pujiyanto SPd. Kedu Selatan: Jalan Veteran Blok A Kav. 6 Purworejo Plaza, telp/fax (0275) 321848. Kepala Perwakilan Suprapto
SPd. Kulonprogo: Jalan Veteran No 16, Wates, telp 774738 Kepala Sub Perwakilan Suyatno, Klaten & Boyolali: Jalan Pandanaran Ruko No 2-3 Bendogantungan Klaten, telp (0272) 322756,
Kepala Perwakilan Drs Guno Indarjo. Gunungkidul: Jalan Sri Tanjung No 4 Purwosari, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Telp 393562, 394707. Homepage: www.kr.co.id.

- Wartawan KR tidak menerima imbalan terkait dengan pemberitaan - Wartawan KR dilengkapi kartu pers/surat tugas.