You are on page 1of 1

HUKUM & KRIMINAL

RABU WAGE, 29 JULI 2015


(13 SAWAL 1948)

KEDAULATAN RAKYAT
HALAMAN 18

Polsek Turi Sikat Sindikat Pengutil


SLEMAN (KR) - Sindikat pengutil lintas provinsi, dibekuk Polsek Turi Sleman dibantu masyarakat. Komplotan tersebut terdiri enam orang, dua
pria dan empat orang adalah ibu rumah tangga
(IRT) yang sengaja direkrut oleh pelaku utama untuk menjadi eksekutor.

KR-Zaini Arrosyid

Polisi musnahkan miras sitaan hasil operasi ketupat.

Miras dan Ciu Dimusnahkan


TEMANGGUNG: Ribuan botol minuman keras (miras)
dan ciu hasil Operasi Ketupat Candi 2015 dimusnahkan
Polres Temanggung di halaman Mapolres setempat dengan
cara digilas menggunakan 'slender', Selasa (28/7). Kapolres
Temanggung AKPB Wahyu Wim Hardjanto mengatakan pemusnahan ini sebagai bukti dan laporan kinerja kepolisian
pada masyarakat selama operasi ketupat candi. Miras tersebut didapatkan dalam razia di jalan maupun di tempat-tempat yang selama ini menjual dan menyediakan miras dan
ciu. "Ada 12 penjual miras yang diamankan dan dijadikan
tersangka, miras yang dimusnahkan 1.500 botol dan 10 derigen ciu," katanya. Sesuai kesepakatan antara Polres,
Kejaksaan dan Pengadilan Negeri, mereka yang ketahuan
telah beberapa kali menjual miras mendapat hukuman kurungan. Hal ini untuk memberi efek jera yang lebih berat
pada pelaku, sebab sebelumnya mereka hanya diberi hukuman ringan.
(Osy)-f

Nabrak Truk Tronton, Tewas


SLEMAN: Kecelakaan lalu lintas menewaskan Jafnan
Efendi (34) warga Gamplong III Sumberrahayu Moyudan
Sleman, Selasa (28/7) dinihari. Peristiwa terjadi di Jalan
Wates Km 5 Dusun Delingsari Ambarketawang Gamping
Sleman sekitar pukul 02.30. Kapolsek Gamping Kompol
Agus Zainudin menerangkan, saat kejadian korban mengendarai Honda Vario Nopol AB 2609 X memboncengkan
Sukimin (29) warga Blora. Awalnya korban melaju dari
arah timur ke barat dengan kecepatan sedang. Di TKP,
berhenti truk tronton Nopol L 8025 UU yang dikemudikan
Totok (32) asal Bali. Truk berhenti di badan jalan sebelah
selatan menghadap ke barat sedang mengganti ban. "Truk
sudah memasang traficcone, namun ditabrak pengendara
Honda Vario, sehingga terjadilah kecelakaan. Pengendara
motor meninggal sementara pembonceng mengalami luka
bibir dan gigi tanggal.
(Ayu)-f

Kakak Beradik Tenggelam


GROBOGAN: Shella (9) dan Reni (7), murid SDN Kemiri
Kecamatan Gubug Grobogan, tenggelam di Sungai Tuntang
yang melintasi desanya, Selasa (28/7). Korban yang merupakan kakak beradik tersebut ditemukan sekitar 100 meter
dari tempat kejadian. Saat kejadian, kedua korban
bersama dua temannya tengah mandi di sungai. Sedangkan,
yang hanyut pertama Shella, kemudian Reni ketika
bermaksud menolong kakaknya, kata Kepala Desa Kemiri,
Sukirman. Menurut keterangan, siang itu kedua korban
bersama dua teman sebaya mandi di tepi sungai yang
berhulu dari Rawa Pening Kabupaten Semarang tersebut.
Pada saat kejadian, elevasi Sungai Tuntang tengah turun
drastis. Entah karena apa, tiba-tiba Shella hanyut. Melihat
kakaknya terbawa arus, Reni berusaha menolong dengan
cara menarik tangan Shella. Namun nahas, murid SD kelas
2 tersebut ikut hanyut. Mengetahui kedua korban hanyut,
dua temannya lari naik ke atas tanggul sungai dan memberitahukan kepada warga sekitar.
(Tas)-f

Saat penangkapan, tiga


orang berhasil diringkus, sementara tiga lainnya melarikan diri termasuk otak
pengutil. Tiga tersangka
yang ditangkap yakni Al (49)
asal Surabaya dan dua IRT,
Sul (55) serta Pon (53), keduanya dari Jakarta Pusat.
Ketiganya hingga Selasa
(28/7) masih ditahan penyidik untuk pengembangan, sementara tiga pelaku lainnya
masih diburu.
Komplotan ini diduga beraksi di sejumlah TKP dengan
sasaran minimarket yang
ada di daerah pelosok. Di
minimarket tempat mereka
ditangkap, aksi kawanan ini
terekam CCTV, sehingga
para tersangka tak berkutik
saat petugas menggiring
mereka ke Mapolsek Turi.
Kapolsek Turi AKP Sumalugi menduga, kawanan
pelaku bukan pemain baru,
karena mereka sudah membagi-bagi tugas saat beraksi.
Di antaranya bertugas selaku eksekutor, memecah
konsentrasi kasir dan me-

nunggu di parkiran depan


minimarket sambil mengawasi situasi.
Dijelaskan Sumalugi, penangkapan tersangka dilakukan saat kawanan ini hendak
beraksi di sebuah minimarket kawasan Dusun Ngaglak
Bangunkerto Turi 9 Juli lalu.
Mereka bermaksud kembali
beraksi setelah tiga hari sebelumnya, sukses mencuri di
minimarket tersebut.
Sebelumnya mereka menggasak peralatan kosmetik
dan susu dengan cara dimasukkan ke dalam tas dan ditutup menggunakan jilbab
besar yang mereka kenakan.
"Saat akan beraksi kedua
kalinya, petugas kasir
masih ingat dengan wajah
para tersangka yang terekam CCTV. Pihak minimarket berusaha konfirmasi kepada para tersangka dan
menghubungi Polsek Turi.
Saat kami datang, ada beberapa tersangka yang kabur
dan ada juga yang ditangkap," terang Kapolsek
di ruang kerjanya.

849

Dalam rekaman CCTV


terungkap, saat beraksi 6
Juli lalu semua tersangka
masuk, termasuk tiga pelaku
DPO yakni Ar dan dua IRT,
San dan Lis. Ar dan Al berpura-pura membeli air mineral
untuk membubarkan konsentrasi kasir. Sementara
San dan Lis bertugas menutup saat dua IRT lainnya
yakni Sul dan Pon memindah
barang curian dari keranjang
minimarket ke dalam tas
yang mereka bawa dan ditu-

Jalan Ngesot Terlindas Avanza


SEMARANG (KR) - Gogik, seorang pemuda (55)
yang mempunyai keterbatasan fisik dan bila berjalan harus merangkak
(ngesot), bernasib malang.
Warga Wonodri, Semarang
itu tewas dengan luka mengenaskan akibat ketika
menyeberang jalan raya MT
Haryono, depan Pasar
Peterongan Semarang terlindas Toyota Avanza B
1650 BZM yang dikemudian
Ny An, wanita yang sedang
hamil tua.
"Istri saya dalam keadaan
hamil menyetir sendiri. Perjalanan pulang dari RS

Tlogorejo, memeriksakan
kandungan. Saya dikabari
istri, langsung ke sini. Istri
saya berjalan dalam kondisi
lampu traffic light sudah
berwarna hijau," ungkap
Edy, suami Ny An sedih.
Gogik diduga dari arah
timur berniat menyeberang
jalan. Namun, mengingat
kondisi fisik yang tidak
sempurna harus berjalan
ngesot ketika ada mobil dari
arah utara jalan Kompol
Maksum ke arah Tanah
Putih lewat tidak mampu
menghindar. Demikian, juga wanita hamil pengemudi
mobil nahas ada orang

lewat dengan cara ngesot tidak mampu menguasai


kendaraan, sehingga terjadi
kecelakaan.
Farid, teman dekat korban menjelaskan, ia sudah
berpesan agar Gogik tidak
pergi, tetap berada di tempat.
"Dia saya suruh menunggu di sini. Lalu saya pamit
pulang hendak mandi.
Namun, usai mandi melihat
ramai-ramai dan ternyata
teman saya itu tewas disambar mobil," ujarnya.
Tim Satlantas Polrestabes
Semarang langsung menangani kasus ini.
(Cry)-f

Mundur, Truk Pasir Tabrak Rumah

Lakalantas di Pati Meningkat


PATI: Selama momen mudik dan arus balik Lebaran dalam Operasi Ketupat Candi (OKC) dari tanggal 19 hingga 25
Juli telah terjadi 51 kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di
wilayah Pati. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan
pada momen yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 36
kejadian. Daerah yang paling sering menimbulkan lakalantas, di antaranya di kawasan Desa Purworejo Kecamatan
kota (ruas jalan Pati-Juwana). Karena pada daerah tersebut
kondisi jalan lurus dan mulus, namun banyak pertigaan akses masuk ke desa. Seperti dipertigaan menuju jembatan
Sampang arah Kecamatan Jakenan. Dari 51 lakalantas di
ruas jalan Purworejo terjadi lima kali kejadian. Kapolres
Pati, AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kanitlaka Ipda
Imam Basuki mengungkapkan, lakalantas terjadi di semua
jalur, meliputi jalan nasional hingga jalan desa. Semua kejadian lakalantas tidak sampai menimbulkan korban jiwa
meninggal dunia, ujarnya Selasa (28/7).
(Cuk)-f

KR - Wahyu Priyanti

Ketiga tersangka pengutil yang ditangkap.

KR-Karyono

Truk pembawa pasir yang mengalami nasib nahas


menimpa rumah.
SEMARANG (KR) - Sebuah truk yang memuat bahan bangunan pasir campur
batu kerikil tak kuat menyusuri jalan tanjakan di
kawasan Kalipancur Manyaran Semarang. Akibatnya, truk yang dikemudi-

kan Satiman (40), Selasa


(28/7) siang bergerak mundur, lalu menimpa rumah
penduduk di pinggir jalan di
sekitarnya.
Kecelakaan tunggal ini,
meski tidak sampai meminta korban jiwa, kecuali lu-

DENGAN singkat dan tergesa-gesa, Untara


berkata kepada mereka, Kalian ikut dengan aku.
Bawa senjata kalian. Mungkin kita akan berhadapan dengan bahaya.
Hudaya mengerutkan kening. Tetapi sebelum ia
sempat bertanya, Untara berkata pula, Tak ada
kesempatan untuk membicarakan masalah ini.
Siap di atas punggung kuda. Kita berangkat.
Hanya ada sepuluh ekor kuda. Dua di antaranya
untuk aku dan Agung Sedayu.
Para prajurit Pajang itu benar-benar tidak
mendapat kesempatan untuk bertanya. Untara
segera meloncat ke atas punggung kudanya, diikuti oleh Agung Sedayu. Meskipun berbagai pertanyaan bergelut di dalam hati masing-masing,
namun delapan ekor kuda yang lain segera
berpenumpang.
Aku akan berangkat sekarang, Paman. Aku
serahkan segala kebijaksanaan di sini kepada

ka-luka, namun mengundang rasa tegang warga,


terutama pemilik rumah,
Taryono. Apalagi, benturan
truk sarat muatan itu dengan bangunan rumah
menimbulkan suara keras.
Bahkan, truk yang melaju
tidak terkendali nyaris
menyembar orang-orang
yang saat itu lagi duduk.
"Kami melihat truk berjalan tidak terkendali. Bila
kami tidak segera lari bisa
tersambar, kata Harno
(39), warga di tempat itu.
Musibah ini membuat
sopir truk Satiman warga
Pudakpayung Semarang
mengalami luka, terutama
bagian kepala bocor dan harus dilarikan ke puskesmas
terdekat. Selain truk, kerugian materi dialami pemilik
rumah dan bangunan garasi parkir kendaraan ambruk, 3 motor dan sebuah
mobil rusak.
(Cry)-f

tupi jilbab.
"Tersangka yang tertangkap kami kenakan pasal
363 KUHP, sedang yang
melarikan diri masih kami
buru termasuk yang diduga
otak aksi yakni Ar," terang
Sumalugi.
Tersangka Sul mengatakan, ia mengenal Ar saat
berada di pasar kawasan
Jakarta. Saat itu, dalih Sul,
Ar menawarinya pekerjaan
sebagai pembantu rumah
tangga di Yogya. Nenek dari

9 orang cucu ini pun mengikuti Ar dan masuk ke dalam


mobil APV yang belakangan
diketahui kendaraan rentalan dan digunakan ke TKP.
Meski mengaku tidak mengetahui jika diajak mencuri, namun Sul mengakui
dirinyalah yang mengambil
barang-barang di minimarket dan memasukkan ke dalam tas. Tersangka Sul juga
mengakui mendapatkan jatah Rp 120 ribu atas aksinya
(Ayu)-f
tersebut.

Pencuri Kabel Sinyal


Divonis 22 Bulan
BANYUMAS
(KR)
Umam Suparman (22), warga
Kiaracondong Bandung, divonis 22 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri
(PN) Banyumas. Ia terbukti
secara sah dan meyakinkan
melakukan aksi pencurian
kabel perangkat sinyal kereta
api (KA) di stasiun Sumpiuh
dan Kemranjen pada awal
Mei lalu. Karena perbuatannya itu, ia melanggar Pasal
363 ayat 1 ke 5, KUHP tentang pencurian.
Putusan majelis hakim PN
Banyumas yang dipimpin
Lucius Sunarno SH MH,
lebih ringan dari tuntutan
Jaksa Penuntut Umum
(JPU) Achmad Aris SH yang
meminta terdakwa dihukum
penjara 27 bulan atau 2
tahun 3 bulan.

Atas putusan tersebut baik


JPU maupun terdakwa menyatakan menerima vonis
yang dijatuhkan oleh majelis
hakim, Senin (27/7) tersebut.
Kasus pencurian kabel
sinyal kereta api di Sumpuh
dan Kemranjen tersebut
terungkap setelah tim pengamanan PT KAI Daop 5
Purwokerto bersama aparat
Polsek Sumpiuh dan warga
masyarakat Desa Kuntili
menangkap pelaku pencurian di emplasemen stasiun
Kemranjen,Desa
Kuntili
Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Rabu
(6/4).
Penangkapan pelaku berawal dari laporan terjadinya
gangguan alat persinyalan
KA di Stasiun Sumpiuh dan
Kemranjen.
(Dri)-f

Dendam, Empat Pemuda


Nekat Bakar Motor
KLATEN (KR) - Dendam
gara-gara persoalan sepele,
empat pemuda nekat membakar sepeda motor milik
Agus Dwi Mulyanto. Kapolres
Klaten AKBP Langgeng Purnomo melalui Kasat Reskrim
AKP Fahrial Ginting mengemukakan, para tersangka
adalah, MA (21), AB (19), BW
(21) dan BS (19), semuanya
warga Plawikan Jogonalan.
Kronologis kejadian, sebelumnya korban mengendarai
sepeda motor Honda Grand,
disalip dan ditendang oleh
dua orang pelaku. Setelah
berhenti dan mendekati pelaku yang menendang, sesaat
kemudian datang dua pelaku
lain bergabung mengeroyok
korban. Selanjutnya korban
lari menyelamatkan diri dan

Paman dan Kiai Gringsing, berkata Untara.


Mudah-mudahan Ki Tambak Wedi tak akan dapat melampaui kesaktian Ki Gede. Kalau
demikian, mungkin salah seorang dari kami akan
datang kembali menjemput Kiai.
Baik, jawab Widura.
Untara tidak berkata apapun lagi. Segera ia
menggerakkan kendali kudanya, diikuti oleh kuda-kuda yang lain. Meskipun demikian, perkataan Untara yang terakhir itupun menambah pertanyaan yang melingkar-lingkar di dalam hati
para prajurit Pajang yang lain. Sepuluh ekor kuda itu kemudian berpacu seperti angin meninggalkan halaman banjar desa.
Kembali para prajurit Pajang dan anak-anak
muda Sangkal Putung bertambah heran. Ki
Demang dan Swandaru yang kemudian berada di
antara anak-anak muda Sangkal Putung di lapangan muka banjar desa itupun melihat kuda

meninggalkan sepeda motornya.


Sepedamotor milik korban
dibawa pergi oleh keempat
pelaku. Sesampainya di Dukuh Brajan Desa Karangdukuh Jogonalan, para tersangka membakar sepeda
motor tersebut.
Salah seorang pelaku, MA
mengatakan, ia dan temantemannya tidak kenal dengan
korban. Sedangkan sepeda
motor sengaja dibawa bukan
untuk dimiliki melainkan untuk dibakar.
Memang sengaja akan kami bakar, karena dendam saja.
Kami juga tidak kenal dengan
korban. Waktu itu memang
saya sudah membawa korek
api, lalu dibakar dengan jera(Sit)-f
mi, kata MA.

yang berpacu itu sambil bersungut-sungut. Tetapi


mereka tidak ingin menanyakannya kepada
Widura, sebab terasa ada sesuatu yang memang
dirahasiakan.
Untara sendiri berpacu dengan hati yang gelisah. Kudanya serasa berlari terlampau lamban.
Kalau ia terlambat sampai di tempat pertempuran itu, dan para prajurit wira tamtama yang dipimpin sendiri oleh Gede Pemanahan mengalami
bencana, maka leher Untara akan menjadi
taruhan. Bukan soal yang menyedihkan, tetapi
seluruh wira tamtama akan kehilangan panglimanya, karena kesalahan Untara.
Memang, dalam laporan yang disampaikan ke
Pajang, seakan-akan Sangkal Putung telah aman.
Ternyata yang terjadi adalah benar-benar memalukan Untara. Karena itu, dipacu kudanya secepatcepatnya, supaya ia dan kawan-kawannya tidak terlampau lambat sampai.
(Bersambung)-e